Tujuan
Umat semakin teguh dalam hidup berkomunitas atau paguyuban, sehingga mampu
bersabar untuk membuat gerakan yang berdaya ubah (transformatif) dalam
kehidupan bersama, baik lingkup keluarga, lingkungan, dan masyarakat.
Pra Wacana Pertemuan
Ciri transformatif Gereja diwujudkan dalam berbagai gerakan-gerakan paguyuban
yang membawa seluruh anggotanya berani bertindak sebagai nabi di tengah
masyarakat. Persekutuan umat beriman hendaknya dijiwai dengan semangat
persaudaraan Injil dan secara penuh melibatkan diri dalam masyarakat. Paguyuban
kita dipanggil ambil bagian dalam tugas perutusan Yesus sendiri, mewartakan
Kerajaan Allah.
Di era keterbukaan informasi, dengan berbagai maraknya
intoleransi, disintegrasi, materialisme dan tantangan-tantangan lainnya, umat
dipanggil dengan penuh kesabaran dan keteguhan hati mampu mewartakan Kerajaan
Allah sehingga membawa pada perubahan hidup. Bukan sikap putus asa dan berdiam
diri saja yang diminta oleh Allah tetapi sikap kesabaran, keteguhan dan penuh
tanggung jawab dalam setiap karya dan pelayanan untuk memuliakan Allah.
Langkah Proses Pertemuan
A. Pembuka
- 1. Nyanyian Pembuka
Pemandu dapat mengajak
peserta membuka dengan lagu-lagu yang memberikan
semangat teguh dan bersabar dalam tantangan.
- 2. Doa Pembuka
Doa ini hanya salah satu alternatif, pemandu
dapat menyesuaikannya dengan situasi umat.
Tuhan dan Allah kami, kami bersyukur atas rahmat
pendampingan-Mu kepada kami. Kami juga bersyukur atas rahmat-Mu yang telah
mempercayakan kehadiran Roh Kudus kepada Gereja melalui peristiwa kelahiran
Yesus Kristus. Kami mohon, semoga Roh Kudus-Mu hidup dalam diri kami,
menguatkan kami untuk mengubah dunia menjadi sarana keselamatan bagi seluruh
ciptaan. Semoga berkat daya Roh-Mu, kami semua mampu setia hidup dan bertindak
penuh semangat kasih dalam setiap pikiran, perkataan dan perbuatan. Doa ini
kami panjatkan, dalam Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan
bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang
segala masa. Amin.
- 3. Penyalaan lilin Korona
Setelah doa pembuka, pemandu mengajak umat
untuk melanjutkan dengan Penyalaan Lilin Korona Adven yang ketiga.
P: Tuhan, terangilah umat-Mu dengan cahaya kasih-Mu.
U : Agar kami semua dapat menjadi cahaya bagi sesama.
P: Ya Bapa, berbelaskasihlah kepada kami, para hamba-Mu yang
merindukan Putera-Mu, cahaya kehidupan sejati. Nyalakanlah harapan kami yang
gelap ini akan kehadiran Putera-Mu yang menjadi penerang bagi hidup kami.
Bagaikan nyala lilin yang semakin terang, demikianlah kami mohon agar hidup
kami semakin diterangi oleh kehadiran Kristus. Semoga kami semua mampu menjadi
pribadi-pribadi yang guyub-rukun serta memiliki daya ubah untuk menyalakan
sukacita bagi sesama dalam kesaksian hidup kami setiap hari. Demi Kristus,
Tuhan dan Juruselamat kami, sepanjang segala masa.
U: Amin
- 4. Pengantar Pertemuan
Pemandu dapat mengantar pertemuan dengan
memberikan beberapa catatan sebagai berikut:
Pemandu diusahakan membuat dialog singkat untuk
meneguhkan pesan dalam pertemuan Adven pertama dan kedua.
Sekarang kita memasuki pertemuan adven yang ketiga. Tema
pada pertemuan adven ketiga adalah “Bersabarlah dan Teguhkanlah hatimu”.
Kita bersama terpanggil untuk mengubah dunia menjadi tempat
yang lebih baik, apapun suku-agama-ras-golongan-status sosial yang dimilikinya.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Yesus mewartakan kerajaan Allah. Kita
dipanggil untuk membuat dunia ini lebih baik dengan segala potensi yang kita
punya. Apa pun yang kita miliki, mari kita berikan sepenuh tenaga demi lingkungan
dan sesama di sekitar kita. Namun, kita sekarang perlu menyadari, bahwa semua
itu tidaklah mudah. Butuh kesabaran dan keteguhan hati, apalagi tantangan yang
begitu berat dewasa ini. Kita mampu berdaya ubah, jika kita mempunyai keteguhan
dan kesabaran menghadapi segala tantangan yang terjadi.
Maka, marilah dengan semangat Adven ini, kita balut
keteguhan dan kesabaran perjuangan lingkungan atau komunitas kita, agar semakin
berdaya ubah bagi sesama. Kita kuatkan budi dan kerjasama, agar semakin tahan
walaupun tantangan semakin berat.
B. Inspirasi
- 1. Cerita Pengalaman
Pemandu dapat mengawali refleksi dengan
membaca cerita pengalaman sebagai berikut:
“Teguhlah dan Bersabarlah Berbuat Baik”
Saya aktivis pewartaan di sebuah paroki pinggiran Semarang.
Pada tahun 1980, saya pernah mempunyai pengalam kelam. Saya terjebak di tengah
kerusuhan etnis. Pada waktu itu, ada kerusuhan rasial di Jawa Tengah antara
etnis Jawa dan Tionghoa yang meluas hingga kota-kota dan kabupaten di seluruh
Jawa Tengah.
Konon kabarnya, kerusuhan itu, dipicu dari sebuah
perselisihan kecil di Solo. Waktu itu, saya berada tepat di tengah ratusan
orang yang sedang bertikai. Saya bahkan sempat kena pukulan dan tendangan.
Untungnya, dan berkat Tuhan, saya ditolong oleh seorang Haji. Saya dimasukkan
di rumahnya dari pagi hingga malam. Pertolongan Tuhan memang misteri. Saya
percaya, iman saya pada Tuhan menyelamatkan saya di dalam situasi kacau waktu
itu. Uniknya lagi yang menyelamatkan saya adalah seorang Haji etnis Jawa.
Beliau adalah seorang Muslim yang menghargai iman saya yang berbeda dengannya.
Sampai sekarang pun, kami masih berhubungan baik dan
menghargai keyakinan masing-masing, bahkan kami seperti saudara. Peristiwa itu,
membuat saya belajar, apa artinya teguh dan bersabar untuk senantiasa berbuat
baik kepada yang lain, walapun kadang tantangan dan himpitan terus menerus
terjadi.
Maka, saya senatiasa percaya, walaupun hari-hari ini banyak
sekali peritiwa kekerasan etnis, cemoohan dan ujaran kebencian bagi kelompok
minoritas, saya tetap bersabar dan teguh untuk senantiasa berbuat baik pada
yang lain dan berbeda. Saya tetap terus akan bersabar dan teguh, walaupun berat
di hati, karena selalu ada buah di seberang sana. Apa yang saya tanam, pastinya
juga saya tuai, pengalamn kelam waktu itu telah membuktikannya.
- 2. Pendalaman Bersama
Pemandu dapat mengajak umat mengevaluasi
sebagai berikut:
- 1) Menurut Bapak Ibu, apa artinya “SABAR” menjadi murid Yesus?
- 2) Menurut Bapak Ibu, apa artinya “TEGUH HATI” menjadi murid Yesus?
- 3) Menurut Anda, bagaimana orang Katolik mampu konsisten sabar dan teguh hati menjadi murid Yesus, menyangkal diri, memikul salib, sebelum mendapat anugerah Kemuliaan
C. Refleksi Kateketis dan Simpul Pertemuan
Pemandu dapat mengajak umat memperkaya dan
meneguhkan refleksi pengalaman hidup dengan melihat kembali Renungan
bacaan masa Adven Pertama.
- 1. Kutipan Kitab Suci
Pemandu mengajak umat menyimak bacaan Kitab Suci Yakobus
5: 7-11
Karena itu, Saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada
kedatangan Tuhan. Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari
tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim
semi. Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan
Tuhan sudah dekat! Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling
mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di
ambang pintu. Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para
nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. Sesungguhnya kami menyebut mereka
berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang
ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan
baginya, karena Tuhan Mahapenyayang dan penuh belas kasihan.
- 2. Renungan dan Simpul
Pendamping dapat menyampaikan point-point
reflektif untuk memperkaya/melengkapi pertemuan.
- Bacaan
Yakobus 5: 7-11, mengajak kita melihat dari hidup petani, para nabi, dan
Ayub yang telah berjuang sampai akhir. Mereka semua bergantung hanya
kepada Tuhan dan mengarahkan pandangan mereka kepada tujuan akhir dari
semua yang mereka kerjakan, yaitu demi kemuliaan Tuhan.
- Demikian
juga hendaknya, dalam setiap karya dan pelayanan yang kita kembangkan
bersama. Jika kita tidak memiliki tujuan yang benar untuk memuliakan
Tuhan, maka kita akan mudah sekali mengeluh dan rentan. Kita diajak untuk
mempunyai tanggungjawab mengerjakan apa yang Tuhan panggil untuk kita.
Jikalau kita mengerjakan sesuatu dengan motivasi hati yang murni untuk
kebesaran Kristus, dari itulah kita akan teruji untuk mempunyai daya ubah
yang lebih besar.
- Menjadi
seorang Kristiani itu perlu berkontribusi terhadap dunia, artinya berdaya
ubah bagi sekitarnya. Meskipun kita tidak sempurna tetapi kita sudah
dipilih Tuhan menjadi garam dan terang dunia.
- Kita
diajak mendengar sharing singkat dari salah seorang saksi kerusuhan etnis
dan agama mengenai contoh proses kesabaran dan ketangguhan menjadi murid
Yesus. Ia menyadari masa lalunya adalah fakta rahmat Tuhan bekerja melalui
kerukunan dan penghormatan kepada mereka yang berbeda dari kita. Ia tetap
berusaha berkontribusi terhadap lingkungannya, dengan iman yang dipunyai,
sejauh yang ia bisa, untuk mengubah dunia menjadi lebih baik.
- Kalau
kita tidak berkontribusi, percuma kita menjadi murid Yesus. Selain nabi
Ayub, yang disebut dalam bacaan, Kita tahu para pengikut Yesus juga jatuh
bangun dalam berusaha berkontribusi terhadap dunia. Semua murid Yesus
mempunyai dinamika naik turun dalam beriman dan berkontribusi mengubah
Gereja dan dunia menjadi sarana keselamatan Ilahi.
- Dalam
masa penantian kedatangan Tuhan, marilah kita bersama-sama belajar untuk
tidak mudah putus asa, namun kita harus rela menyangkal diri untuk
mengerjakan apa yang Tuhan inginkan, sehingga kita bisa terus bertumbuh
dan memberi buah dan bersabar, dengan satu tujuan agar kita menjadi serupa
dengan Kristus.
C. Penegasan Bersama dan Penutup
Pemandu mengajak pribadi, keluarga atau lingkungan untuk
membuat niat dan aksi-aksi nyata yang bisa dilaksanakan secara konkret oleh
pribadi atau lingkungan!
- 1. Pengendapan
Pemandu mengajak umat membuat pengendapan dengan hening
sejenak dalam batin selama kurang lebih 5-10 menit.
Ajakan untuk meresapkan secara batin pribadi:
Keteguhan dan kesabaran macam apa yang akan dapat kita
kembangkan dalam hidup di tengah lingkungan dan masyarakat kita, khususnya
pribadi kita?
Ajakan untuk berdoa:
Berdoalah agar Roh Kudus membantu kita dalam masa Adven ini,
bersabar dan teguh walaupun ada banyak tantangan di luar dan sekeliling kita.
Kita harus mulai bertekun dan berteguh sebagai pribadi dan komunitas, agar
nantinya siap senantiasa hadir dan mempunyai daya ubah di masyarakat. Berdoalah
agar rahmat perutusan yang berdaya ubah terwujud dalam kehidupan kita.
Kita satukan dalam doa yang diajarkan Kristus sendiri yakni
doa “Bapa Kami”.
- 2. Doa Penutup
Allah Bapa Mahakuasa, kami sedang bersiap untuk menyambut
kelahiran Putra-Mu terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus. Maka kami mohon, semoga
kami senantiasa diterima sebagai murid Kristus, Putra-Mu. Kami juga mohon, agar
Roh Kudus–Mu turun menerangi dan menuntun agar kami semakin sabar dan tangguh
menghayati semangat solidaritas sukacitaMu dalam hidup keseharian kami. Doa ini
kami panjatkan, dalam Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang hidup dan
bertahta bersama Engkau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, Allah Tritunggal,
sekarang dan sepanjang segala masa. Amin.
- 3. Nyanyian Penutup
Pemandu dapat mengajak peserta menutup pertemuan dengan lagu-lagu yang memberikan semangat terbuka bagi masyarakat sekitarnya.
Download Panduan Adven 2019