Pembagian 100 Paket Sembako Bantuan dari Tim Pendoa Ibu Monica Semarang

Pagi itu tanggal 9 Agustus 2020, cuaca terihat cukup cerah seakan mendukung acara kami pada hari tersebut. Kami yang biasanya masih di rumah masing-masing untuk misa online atau sekedar bercengkrama bersama keluarga, hari itu kami sudah datang ke gereja untuk menyambut tim dari Semarang.

Paroki St. Albertus Agung Jetis hendak menerima tamu asal Semarang yang akan memberikan bantuan paket sembako sebanyak 100 paket. Paket tersebut ditujukan bagi umat yang membutuhkan karena kondisi ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Seratus paket sembako tersebut diupayakan oleh Romo Vincentius Suparman Pr selaku romo paroki melalui seorang sahabat Romo Edi Wiyanto dari Semarang.

Paket sembako datang pada hari Minggu sekitar pukul 11.00 siang. Disambut oleh perwakilan dari Dewan Paroki untuk secara simbolis menerima bantuan. Romo Parman selaku romo Paroki turut serta pula dalam acara penerimaan bantuan tersebut. Setelah kami terima, bantuan kami simpan di ruangan khusus lumbung pangan.

Selain paket berisi sembako, kami juga menerima makanan ringan dan minuman untuk anak-anak serta alat tulis. Sebelas kotak makanan ringan dan minuman manis, 2 kotak ballpoint, 2 kotak pensil, 2 kotak penghapus dan 1 kotak jelly kami serahkan kepada tim PIA (Pendampingan Iman Anak) agar dapat dikemas dan diberikan kepada anak-anak di masing-masing lingkungan.

Tim PIA pun segera menerima bantuan tersebut, dengan cekatan mereka mengemas ulang dan membagikannya kepada anak-anak melalui ketua lingkungan pada hari Minggu, 16 Agustus 2020. Tidak hanya itu, tim juga menambahkan gambar dengan tema peringatan kemerdekaan Indonesia untuk diwarnai adik-adik PIA di rumah.

Paket sembako yang kami terima berisi 5 kg beras, 1 liter minyak goreng dan 5 bungkus mie instan. Setiap lingkungan diberikan kuota 5-6 nama, dengan ketentuan nama-nama tersebut benar-benar membutukan bantuan. Seleksi nama dilakukan oleh ketua lingkungan dan tim APP disetujui oleh Romo Paroki. Nama-nama yang terpilih menerima kupon dari tim APP melalui ketua lingkungan. Kupon tersebut dibawa pada saat acara pembagian sembako untuk dapat ditukarkan dengan satu paket sembako.

Acara pembagian sembako kami adakan pada hari Kamis, 13 Agustus 2020 jam 9 (sembilan) pagi hingga setengah 2 (dua) siang. Acara ini kami bagi menjadi dua sesi yaitu sesi pertama pukul 09.00-11.00 untuk umat yang berdomisili di wilayah 1 dan 2 sementara sesi kedua pukul 11.30-13.30 untuk umat yang berdomisili di wilayah 3 dan 4.

Pembagian sembako dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Umat menggunakan masker dan antri dengan jarak yang aman. Antusiasme umat dalam kegiatan ini cukup tinggi terbukti dengan adanya antrian dan habisnya paket sembako yang telah disiapkan. Selain itu, semua umat yang terpilih datang tepat waktu dan mengatakan kepada tim kami bahwa mereka merasa terbantu dengan adanya bantuan dari Gereja.

Pembagian sembako selesai tepat waktu pada pukul setengah 2 siang. Secara keseluruhan, acara berjalan lancar dari mulai penerimaan hingga penyaluran bantuan. Kami selaku tim APP merasa senang menjadi perpanjangan tangan Gereja untuk membantu umat yang membutuhkan.

Penulis : Christina Adiratna
.
.

Gerakan Berbagi Nasi, Cara Sederhana Berempati di Tengah Pandemi

Kondisi pandemi berkepanjangan yang melanda Indonesia dan negara-negara di dunia menimbulkan dampak besar bagi perekonomian. Bahkan perekonomian dunia nyaris jatuh dalam jurang resesi. Bagaimana tidak, sebanyak 215 negara di dunia tengah berjuang untuk menyelamatkan diri dari tekanan ekonomi yang cukup berat.

Dari sisi permintaan, suplai dan produksi terganggu akibat virus ini. Sementara dari sisi penawaran, banyak UMKM dan pelaku usaha informal mengurangi kapasitas produksinya serta memutus hubungan kerja para karyawannya karena menurunnya permintaan yang tak sebanding dengan biaya operasional setiap bulannya.

Guna membantu masyarakat yang terdampak, Gereja St. Albertus Agung Jetis Yogyakarta melakukan gerakan berbagi nasi bungkus. Gerakan ini merupakan kegiatan rutin gereja setiap bulan selama pandemi sebagai wujud berbagi dalam semangat cinta kasih. Sore itu hari Jumat, 29 Mei 2020 sebanyak 170 nasi bungkus dibagikan kepada masyarakat umum yang membutuhkan bantuan makanan.

Acara ini merupakan gerakan berbagi nasi yang kelima. Bantuan nasi bungkus berasal dari keluarga Ibu Titin dari lingkungan Penumping dan umat lingkungan Kricak yang tidak berkenan disebutkan namanya. Pembagian nasi bungkus dilakukan dengan berkeliling menggunakan sepeda motor dan menunggu orang-orang yang ambil langsung di depan gereja.

Gerakan berbagi nasi yang keenam diadakan pada tanggal 7 Juni 2020 pada jam 12.00 siang. Sebanyak 300 nasi kotak dan 500 pcs masker kain dibagikan kepada masyarakat umum. Tim kemasyarakatan dan sejumlah relawan sudah berkumpul sejak pukul 11.00 untuk melakukan persiapan yaitu mengemas nasi kotak dan masker kain dalam satu plastik agar nantinya mudah dibawa.

Seratus lima puluh paket nasi kotak dibagikan kepada masyarakat umum dengan membuka pos di depan gereja dan membagikannya dengan berkeliling di llingkungan sekitar gereja mengendarai sepeda motor. Sisanya sebanyak 150 paket diberikan kepada pengurus RT belakang gereja untuk kemudian dibagikan kepada warga yang berdomisili di wilayah tersebut.

Kegiatan berbagi nasi yang ketujuh dilaksanakan pada 21 Juni 2020 pukul 12.00. Jumlah paket nasi yang dibagikan pada kesempatan ini sama jumlahnya dengan kegiatan sebelumnya yaitu 300 nasi kotak dan 500 pcs masker kain. Sebanyak 150 paket diberikan kepada pengurus RT dan warganya. Sementara sisanya 150 paket dibagikan dengan memberikan langsung kepada masyarakat yang kebanyakan berprofesi sebagai tukang becak, loper koran, tukang parkir, gelandangan dan ojek online.

Ada pula yang membagikannya dengan berkeliling menggunakan sepeda motor. Secara keseluruhan, kegiatan berbagi nasi tahap lima, enam dan tujuh berjalan dengan lancar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa masih banyak orang yang peduli dengan kesulitan orang lain dan bersedia membantu meringankan beban mereka.

Marilah kita saling bergandengan tangan dan berdoa agar menjadi pribadi yang semakin peduli dan kuat dalam situasi sulit pandemi saat ini!

.
.

Menjalin Persaudaraan & Berbagi Kebaikan Melalui Sebungkus Nasi

Pada hari Sabtu, 30 November 2019 lalu berlangsung acara Pembagian Nasi Bungkus di sekitar lingkungan Gereja St. Albertus Agung Jetis Yogyakarta. Acara ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia atau World Food Day. Hari pangan sedunia tahun ini mengangkat tema “Teknologi industri pertanian dan Pangan menuju Indonesia lumbung Pangan Dunia 2045”.

Gambar 1. Tim sedang mempersiapkan nasi bungkus dan air minum yang akan dibagikan.

Pembagian nasi bungkus menjadi wujud kepedulian dan ungkapan bela rasa dari umat Paroki untuk orang-orang kurang mampu di sekitar wilayah gereja. Ketersediaan makanan yang bergizi dan layak merupakan tujuan utama kegiatan ini. Tim berkumpul pukul 05.30 WIB dan pembagian dimulai pukul 06.00 WIB, Bapak Joko Sunarno selaku Wakil Ketua Dewan Pastoral Paroki St. Albertus Agung Jetis ikut memantau kegiatan tersebut.

Gambar 2. Ketua Bidang Pelayanan Kemasyarakatan dan anggotanya yang sedang memantau dan berdiskusi terkait lokasi pembagian nasi bungkus.

Pembagian nasi bungkus dipelopori oleh Tim APP dan didukung oleh Romo Paroki St. Albertus Agung Jetis, Romo Vincentius Suparman, Pr. Nasi bungkus sejumlah 60 bungkus dibagikan oleh enam orang anggota tim APP, PSE dan Ketua Bidang Pelayanan Kemasyarakatan. Kami berjalan kaki untuk menyapa dan memberikan nasi bungkus, sembari sedikit ngobrol dengan mereka. Karena masih ada sisa beberapa bungkus, kami membagikan dengan naik motor berdua-dua.

Gambar 3 & 4. Pembagian nasi bungkus

Nasi bungkus habis dibagikan pukul 07.00 WIB. Orang-orang yang memperoleh nasi bungkus menyambut baik niat Gereja untuk membantu orang lain yang membutuhkan bantuan akan makanan. Kegiatan ini akan diadakan rutin setiap satu bulan sekali sebagai upaya mengembangkan semangat berbagi bagi sesama yang membutuhkan.

Gereja menginginkan kita untuk terlibat dalam gerakan moral umat kristiani dalam upaya pencapaian mutu hidup manusia. Seperti halnya yang dikatakan Yesus: “Kamu harus memberi mereka makan”. Yesus mengajak umat Katolik semakin mampu untuk membuka diri pada perubahan sosial terkait persoalan pangan.

Mari ikut serta meneruskan langkah kecil kita untuk peduli dan perhatian terhadap sesama !

Maju Terus Tim APP Jetis !

You cannot copy content of this page