Pertemuan Panitia Pembangunan Gereja Jetis Dengan Tim Ekonomat KAS & Tim Pembangunan Gereja Pugeran

Pada tanggal 03 Maret 2021 di sore hari yang sedikit berawan ini sejumlah orang terlihat lalu lalang menuju ke dalam Gereja Jetis. Ada apakah gerangan? Ternyata ada pertemuan penting antara panitia pembangunan kawasan Gereja Jetis dengan Tim Ekonomat KAS serta Tim Pembangunan Gereja Pugeran.

Sudah sejak lama pembangunan kawasan Gereja St. Albertus Agung Jetis menjadi impian terbesar umat paroki tercinta ini. Panitia pembangunan yang terpilih telah dilantik oleh Romo Adrianus Maradiya, Pr, Vikep Yogyakarta Timur beberapa waktu yang lalu. Untuk mengawali langkah yang diperkirakan tidak hanya dalam waktu pendek ini kemudian panitia pembangunan kawasan Gereja Jetis belajar dari Tim Ekonomat Keuskupan Agung Semarang serta berbagi pengalaman berharga dengan Tim Pembangunan Gereja Pugeran.

Secara cukup mendetail Tim Ekonomat KAS yang dipimpin oleh Romo Gerardus Djoko Surawidjaja menyampaikan ketentuan-ketentuan pengelolaan keuangan panitia yang harus dipertanggungjawabkan kepada Ketua PGPM Paroki Jetis dan Keuskupan Agung Semarang.

Romo Gerardus Djoko Surawidjaja

Sementara itu dari Tim Pembangunan Gereja Pugeran yang dipimpin oleh Romo Paulus Supriyo lebih menekankan kepada soliditas, tekad dan semangat umat yang dikawal oleh panitia pembangunan Gereja untuk tetap setia mewujudkan rencana yang telah disusun.

Romo Paulus Supriyo

Kita tidak mengharapkan jalan akan selalu mulus, tantangan dan hambatan pasti akan muncul menghadang di tengah perjalanan membangun. Namun dengan iman yang teguh dan mengandalkan kekuatan Tuhan, niscaya tantangan dan hambatan pasti dapat dilalui bersama-sama. Panitia pembangunan Gereja Jetis tetap bersemangat dan merasa tercerahkan dengan acara pembekalan yang berlangsung dari jam 17.30 – 21.00 WIB ini. Berkah Dalem.

Pembagian 100 Paket Sembako Bantuan dari Tim Pendoa Ibu Monica Semarang

Pagi itu tanggal 9 Agustus 2020, cuaca terihat cukup cerah seakan mendukung acara kami pada hari tersebut. Kami yang biasanya masih di rumah masing-masing untuk misa online atau sekedar bercengkrama bersama keluarga, hari itu kami sudah datang ke gereja untuk menyambut tim dari Semarang.

Paroki St. Albertus Agung Jetis hendak menerima tamu asal Semarang yang akan memberikan bantuan paket sembako sebanyak 100 paket. Paket tersebut ditujukan bagi umat yang membutuhkan karena kondisi ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Seratus paket sembako tersebut diupayakan oleh Romo Vincentius Suparman Pr selaku romo paroki melalui seorang sahabat Romo Edi Wiyanto dari Semarang.

Paket sembako datang pada hari Minggu sekitar pukul 11.00 siang. Disambut oleh perwakilan dari Dewan Paroki untuk secara simbolis menerima bantuan. Romo Parman selaku romo Paroki turut serta pula dalam acara penerimaan bantuan tersebut. Setelah kami terima, bantuan kami simpan di ruangan khusus lumbung pangan.

Selain paket berisi sembako, kami juga menerima makanan ringan dan minuman untuk anak-anak serta alat tulis. Sebelas kotak makanan ringan dan minuman manis, 2 kotak ballpoint, 2 kotak pensil, 2 kotak penghapus dan 1 kotak jelly kami serahkan kepada tim PIA (Pendampingan Iman Anak) agar dapat dikemas dan diberikan kepada anak-anak di masing-masing lingkungan.

Tim PIA pun segera menerima bantuan tersebut, dengan cekatan mereka mengemas ulang dan membagikannya kepada anak-anak melalui ketua lingkungan pada hari Minggu, 16 Agustus 2020. Tidak hanya itu, tim juga menambahkan gambar dengan tema peringatan kemerdekaan Indonesia untuk diwarnai adik-adik PIA di rumah.

Paket sembako yang kami terima berisi 5 kg beras, 1 liter minyak goreng dan 5 bungkus mie instan. Setiap lingkungan diberikan kuota 5-6 nama, dengan ketentuan nama-nama tersebut benar-benar membutukan bantuan. Seleksi nama dilakukan oleh ketua lingkungan dan tim APP disetujui oleh Romo Paroki. Nama-nama yang terpilih menerima kupon dari tim APP melalui ketua lingkungan. Kupon tersebut dibawa pada saat acara pembagian sembako untuk dapat ditukarkan dengan satu paket sembako.

Acara pembagian sembako kami adakan pada hari Kamis, 13 Agustus 2020 jam 9 (sembilan) pagi hingga setengah 2 (dua) siang. Acara ini kami bagi menjadi dua sesi yaitu sesi pertama pukul 09.00-11.00 untuk umat yang berdomisili di wilayah 1 dan 2 sementara sesi kedua pukul 11.30-13.30 untuk umat yang berdomisili di wilayah 3 dan 4.

Pembagian sembako dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Umat menggunakan masker dan antri dengan jarak yang aman. Antusiasme umat dalam kegiatan ini cukup tinggi terbukti dengan adanya antrian dan habisnya paket sembako yang telah disiapkan. Selain itu, semua umat yang terpilih datang tepat waktu dan mengatakan kepada tim kami bahwa mereka merasa terbantu dengan adanya bantuan dari Gereja.

Pembagian sembako selesai tepat waktu pada pukul setengah 2 siang. Secara keseluruhan, acara berjalan lancar dari mulai penerimaan hingga penyaluran bantuan. Kami selaku tim APP merasa senang menjadi perpanjangan tangan Gereja untuk membantu umat yang membutuhkan.

Penulis : Christina Adiratna
.
.

Gerakan Berbagi Nasi, Cara Sederhana Berempati di Tengah Pandemi

Kondisi pandemi berkepanjangan yang melanda Indonesia dan negara-negara di dunia menimbulkan dampak besar bagi perekonomian. Bahkan perekonomian dunia nyaris jatuh dalam jurang resesi. Bagaimana tidak, sebanyak 215 negara di dunia tengah berjuang untuk menyelamatkan diri dari tekanan ekonomi yang cukup berat.

Dari sisi permintaan, suplai dan produksi terganggu akibat virus ini. Sementara dari sisi penawaran, banyak UMKM dan pelaku usaha informal mengurangi kapasitas produksinya serta memutus hubungan kerja para karyawannya karena menurunnya permintaan yang tak sebanding dengan biaya operasional setiap bulannya.

Guna membantu masyarakat yang terdampak, Gereja St. Albertus Agung Jetis Yogyakarta melakukan gerakan berbagi nasi bungkus. Gerakan ini merupakan kegiatan rutin gereja setiap bulan selama pandemi sebagai wujud berbagi dalam semangat cinta kasih. Sore itu hari Jumat, 29 Mei 2020 sebanyak 170 nasi bungkus dibagikan kepada masyarakat umum yang membutuhkan bantuan makanan.

Acara ini merupakan gerakan berbagi nasi yang kelima. Bantuan nasi bungkus berasal dari keluarga Ibu Titin dari lingkungan Penumping dan umat lingkungan Kricak yang tidak berkenan disebutkan namanya. Pembagian nasi bungkus dilakukan dengan berkeliling menggunakan sepeda motor dan menunggu orang-orang yang ambil langsung di depan gereja.

Gerakan berbagi nasi yang keenam diadakan pada tanggal 7 Juni 2020 pada jam 12.00 siang. Sebanyak 300 nasi kotak dan 500 pcs masker kain dibagikan kepada masyarakat umum. Tim kemasyarakatan dan sejumlah relawan sudah berkumpul sejak pukul 11.00 untuk melakukan persiapan yaitu mengemas nasi kotak dan masker kain dalam satu plastik agar nantinya mudah dibawa.

Seratus lima puluh paket nasi kotak dibagikan kepada masyarakat umum dengan membuka pos di depan gereja dan membagikannya dengan berkeliling di llingkungan sekitar gereja mengendarai sepeda motor. Sisanya sebanyak 150 paket diberikan kepada pengurus RT belakang gereja untuk kemudian dibagikan kepada warga yang berdomisili di wilayah tersebut.

Kegiatan berbagi nasi yang ketujuh dilaksanakan pada 21 Juni 2020 pukul 12.00. Jumlah paket nasi yang dibagikan pada kesempatan ini sama jumlahnya dengan kegiatan sebelumnya yaitu 300 nasi kotak dan 500 pcs masker kain. Sebanyak 150 paket diberikan kepada pengurus RT dan warganya. Sementara sisanya 150 paket dibagikan dengan memberikan langsung kepada masyarakat yang kebanyakan berprofesi sebagai tukang becak, loper koran, tukang parkir, gelandangan dan ojek online.

Ada pula yang membagikannya dengan berkeliling menggunakan sepeda motor. Secara keseluruhan, kegiatan berbagi nasi tahap lima, enam dan tujuh berjalan dengan lancar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa masih banyak orang yang peduli dengan kesulitan orang lain dan bersedia membantu meringankan beban mereka.

Marilah kita saling bergandengan tangan dan berdoa agar menjadi pribadi yang semakin peduli dan kuat dalam situasi sulit pandemi saat ini!

.
.

Peduli Pendidikan Paroki St. Albertus Agung di Masa Pandemi Covid19

Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh wilayah di muka bumi ini menimbulkan dampak besar dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Dampak ekonomi sangat terasa sekali terlebih untuk masyarakat kalangan bawah.

Karyawan swasta pada sektor jasa dan industri yang terdampak Covid-19 sebagian dirumahkan, demikian juga mereka yang bekerja di sektor informal dan industri rumah tangga mengalami penurunan pendapatan, bahkan kehilangan pendapatan. Angka pengangguran dan kemiskinan meningkat tajam, bahkan akan semakin memburuk untuk beberapa bulan kedepan.

Untuk mencegah agar terhindar dari terinfeksi virus ini kita harus merubah perilaku keseharian dan pola kebiasaan hidup. Harus membiasakan hidup bersih dengan mencuci tangan sesering mungkin, memakai masker agar virus tidak masuk lewat pernafasan, menjaga jarak dengan sesama agar tidak bersentuhan langsung, dan yang terpenting adalah menghindari kerumunan masa agar virus tidak tersebar meluas.

Dalam rangka menghindari kerumunan masa dalam sistem belajar di sekolah maka pemerintah mengeluarkan kebijakan sistem belajar online melalui media sosial atau jaringan internet untuk seluruh jenjang pendidikan, sebagai pengganti sistem tatap muka kelas.

Agar siswa dapat mengakses pendidikan dengan baik, orang tua murid harus mampu menyediakan sarana pendukung yang memadai. Handphone android dan jaringan internet di rumah harus tersedia. Pengeluaran untuk pembelian pulsa menjadi kebutuhan yang tak terhindarkan, anggaran yang semakin memberatkan dalam situasi sulit ini.

Gereja Santo Albertus Agung Jetis melalui Bidang Layanan Kemasyarakatan dan Tim Kerja Pendidikan peduli dengan situasi ini. Gereja ingin membantu meringankan beban orang tua murid melalui kegiatan Peduli Pendidikan Pemberian Pulsa Bagi Siswa Sekolah. Ya… Gereja sebatas ikut peduli bukan untuk menyelesaikan seluruh beban masalah orang tua murid, karena kemampuan Gereja sendiri juga terbatas.

Paket pulsa yang diberikan senilai Rp.75.000,- per kepala keluarga, total biaya mencapai Rp.9.317.000,- sumber dana seluruhnya dari Paroki. Peran Ketua Lingkungan sangat besar dalam memberikan data nama keluarga yang menjadi sasaran kegiatan ini dan data nomor handphone yang akan diisi pulsa.

Jumlah keluarga yang memperoleh ada 121 dari tujuh belas lingkungan dan setiap lingkungan jumlah kepala keluarga penerima tidak sama. Setiap orang tua penerima diminta hadir di aula gereja untuk melakukan konfirmasi nomor yang akan ditransfer pulsa, hal ini untuk meminimalisir kesalahan yang tidak perlu.

Kegiatan Pemberian Pulsa Bagi Siswa Sekolah ini telah dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 30 dan 31 Mei, jam 09.00-13.00 di Aula Gereja. Kegiatan ini dinilai sangat positif oleh para keluarga penerima.

” Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Pekerjaan apa saja yang diberikan kepadamu, hendaklah kalian mengerjakannya dengan sepenuh hati, seolah-olah Tuhanlah yang kalian layani, dan bukan hanya manusia. – Kolose 3:23 “
Anda ingin berbagi…?
Paroki siap membantu menyalurkan…!

.
.

Surat Edaran Perpanjangan Masa Darurat Peribadatan Keuskupan Agung Semarang

Sudah 3 bulan kita berada dalam masa tanggap darurat karena wabah virus corona atau COVID-19. Berbagai upaya sudah kita lakukan untuk menghadapi dan mengatasi wabah ini beserta dampak-dampaknya.

Upaya untuk melindungi diri, keluarga, dan masyarakat senantiasa kita lakukan dengan menjaga stamina dan menjalani pola hidup bersih dan sehat (antara lain: cuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer, memakai masker, mengonsumsi asupan makanan
secara cukup, olahraga).

Tonton Juga :

Pastor Kok Tandur ?!

“Jaga jarak fisik” (physical distancing) pun tiada hentinya kita lakukan, antara lain dengan membatasi atau bahkan meniadakan perjumpaan-perjumpaan dengan banyak orang. termasuk perayaan peribadatan di gereja dan kapel.

Berbagai terobosan gerakan solidaritas dan kepedullan juga sudah kita siasati guna membantu saudara-saudari kita yang terdampak oleh COVID-19 ini, misalnya dengan berbagi sarana kesehatan, makanan slap santap, bahan makanan, dan menyediakan lumbung pangan, serta menanam tanaman sayuran dan memelihara ternak.

Baca Juga :

Peduli Lawan Pandemi Covid-19 Jilid 1

Peduli Lawan Pandemi Covid-19 Jilid 2

Peduli Lawan Pandemi Covid-19 Jilid 3

Kita tetap bersyukur seraya memohon agar Tuhan senantiasa menyertai, menolong, dan
memberkati kita, hingga tetap mampu bertahan dalam kondisi sekarang ini dan dengan setia melakukan tanggung jawab kita masing-masing. Semoga semua upaya tersebut menjadi korban persembahan yang berkenan kepada Tuhan.

Kita belum tahu kapan situasi dan kondisi ini akan berlalu. Pemerintah kita juga belum secara definitif memutuskan kapan masa tanggap darurat wabah virus corona ini akan diakhiri.

Oleh karena itu sambil menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat dan Daerah, kita akan meneruskan usaha-usaha penanggulangan ini, antara lain dengan memperpanjang masa darurat peribadatan.

Selama masa perpanjangan ini, kita akan menjalankan ketentuan-ketentuan dalam Surat Edaran Nomor 0412/A/10/20-21, tanggal 26 April 2020, termasuk dalam hal peribadatan.

Perpanjangan masa darurat peribadatan ini akan berlaku mulai 1 Juni 2020 sampai dengan ada keputusan baru dari kami, dengan tetap memperhatikan dan mengindahkan kebijakan Pemerintah.

Tuhan senantiasa menyertal, menolong, dan memberkati kita. Selamat berkarya dan Berkah Dalem.

Semarang, 25 Mei 2020

Robertus Rubiyatmoko
Uskup Keuskupan Agung Semarang


.
.

You cannot copy content of this page