Panduan APP 2025 Keuskupan Agung Semarang (KAS)

PANDUAN & TEMA APP 2025 – Bersekutu dalam Doa, Pertobatan dan Pengharapan

Setiap tahun kita mempersiapkan diri untuk merayakan Hari Raya Kebangkitan Kristus dengan menjalani dan menghidupi masa Prapaskah. Masa Prapaskah menjadi masa persiapan diri untuk mensyukuri rahmat penebusan Kristus. Dia yang setia melaksanakan misi Allah melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya dari kematian. Masa Prapaskah juga menjadi kesempatan baik bagi umat beriman untuk merenungkan pertobatan, mengembangkan olah rohani dan melaksanakan amal kasih bagi sesama, terutama bagi KLMTD. Maka, masa Prapaskah sering kali disebut sebagai masa retret agung bagi seluruh umat beriman.

Gerakan Aksi Puasa Pembangunan (APP) selama masa Prapaskah adalah gerakan solidaritas khas Gereja Katolik di Indonesia. Tujuannya untuk mengajak umat beriman terlibat aktif dalam upaya pembangunan kesejahteraan bersama di bidang sosial-ekonomi, sebagai buah dari olah rohani yang dihayati melalui praktik puasa dan pantang. Gerakan ini selaras dengan situasi zaman sekarang dimana masih banyak ketidakadilan sosial dan kemiskinan di tengah masyarakat.

Selaras dengan semangat tahun Yubelium yang kita rayakan pada tahun 2025 ini, kita diajak untuk semakin menghayati masa Prapaskah dengan sepenuh hati. Kita diajak untuk tidak hanya meningkatkan kesalehan diri melainkan harus lebih peka terhadap penderitaan sesama. Kita didorong untuk semakin bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan sumber daya yang kita miliki guna mengambil bagian dalam memerangi kemiskinan, ketidakadilan, dan ketimpangan sosial di masyarakat.

Gerakan APP hendaknya menjadi salah satu sarana mengembangkan kesadaran umat beriman akan pentingnya pertobatan bersama untuk membangun dunia yang lebih sejahtera dan berkeadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Semarang, 24 Desember 2024

R. Subyantara Putra Perdana, Pr
Ketua Panitia APP KAS

Buku Panduan APP 2025 – Download PDF (KLIK)


Gagasan Utama Pertemuan Prapaskah
Panduan APP 2025 & Renungan

Fokus Pastoral Keuskupan Agung Semarang tahun 2025 adalah “Tinggal dalam Kristus dan Berbuah: Semakin Katolik dan Semakin Apostolik di Tengah Perubahan Masyarakat. Tidak jauh berbeda dengan fokus pastoral sebelumnya, Gereja KAS mencita-citakan agar umat beriman semakin Cerdas, Tangguh, Misioner dan Dialogis (CTMD). Tolok ukur iman yang CTMD tidak hanya dilihat dari pengetahuan iman yang dimiliki, namun juga dampak iman bagi kehidupan sehari-harinya. Iman harus berdampak dan berdaya ubah.

Data umat KAS saat ini menunjukkan bahwa sebagian besar umat telah dibaptis sejak bayi. Oleh karenanya, proses pembelajaran iman secara khusus hanya didapat saat mereka mempersiapkan diri untuk menerima komuni pertama, penguatan dan sedikit saat mempersiapkan perkawinan. Selebihnya, pengetahuan dan pemahaman iman, diandaikan dibangun melalui pembiasaan di dalam keluarga yang diberikan oleh orang tua.

Beruntunglah mereka yang imannya tumbuh dan berkembang di tengah keluarga yang sejak awal, selalu setia mengajak anak-anaknya mengikuti kegiatan-kegiatan pendampingan iman baik di lingkungan maupun paroki. Setiap kali mengikuti kegiatan bersama, umat beriman dapat menambah dan menyegarkan kembali pemahaman iman bersama saudara-saudara seiman lainnya. Apalagi jika kegiatan-kegiatan pendampingan iman itu dipersiapkan dengan baik tentu akan lebih bermanfaat.

Namun perlu kita sadari juga bahwa tidak jarang muncul kecenderungan di kalangan umat Katolik yang menghidupi iman menurut “biasanya” atau “mengalir begitu saja”. Iman hanya dipandang sekedar identitas (tanda), bukan sebagai roh penyemangat dan sumber yang memberi daya hidup bagi umat.

Iman harus tampak dalam tindakan nyata. Untuk itulah semangat apostolisitas (kerasulan) perlu didengungkan kembali. Dalam menghayati iman, selayaknya kita perlu meneladani para rasul, yang terus-menerus mewartakan iman melalui kesaksian hidup mereka sehari-hari.

Renungan APP tahun ini disusun untuk mengajak umat beriman menyegarkan kembali pemahaman tentang gerakan APP yang diselaraskan dengan situasi zaman dan situasi hidup beriman Gereja KAS saat ini. Tema APP tahun 2025 adalah: BERSEKUTU DALAM DOA, PERTOBATAN DAN PENGHARAPAN.

Selain merenungkan soal semangat doa, puasa dan derma, melalui bahan APP 2025 ini, umat akan diajak untuk menyegarkan kembali semangat dasar gerakan APP. Pada pertemuan awal, umat diajak menyegarkan kembali gagasan tentang pelaksanaan gerakan APP (pertemuan 1). Merenungkan bacaan lnjil yang dibacakan pada Rabu Abu (Matius 6:1-6, 16-18), umat akan diajak untuk mendalami olah rohani dan relasinya dengan Allah dalam doa (pertemuan 2).

Kemudian umat diajak untuk olah rohani bagi dirinya sendiri dalam puasa dan pantang (pertemuan 3) dan olah rohani dalam relasinya dengan sesama melalui derma (pertemuan 4). Pada bagian akhir, umat akan diajak mengenal keluasan jejaring solidaritas dan dana-dana sosial yang dikelola oleh Gereja (pertemuan 5).

Seluruh renungan selama masa Prapaskah tahun ini ditempatkan dalam semangat tahun Yubelium 2025, yaitu membangun dunia penuh harapan bagi semua dan bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Untuk itu, Tema APP dipilih: “Bersekutu dalam Doa, Pertobatan dan Pengharapan” yang didalamnya tersirat beberapa gagasan, yakni:

1) “Bersekutu dalam doa” menunjuk pada pertemuan di tiap lingkungan selama 5 kali dalam masa Prapaskah;
2) “Pertobatan” menunjuk pada sub tema pertemuan 2, 3 dan 4 yang merenungkan tentang pertobatan, membangun relasi yang harmonis dengan Allah dalam doa, dengan diri sendiri dalam puasa dan pantang serta dengan sesama dengan bersedekah / berderma.
3) “Pengharapan” menunjuk pada sub-tema pertemuan 1 dan 5 yakni: dengan memahami makna dana sosial dalam Gereja serta berbagai macam jejaring pengelolaannya, umat diajak terlibat dalam pengumpulan, pengelolaan, penyalurannya. Pemanfaatan dana sosial Gereja perlu dikawal sehingga semakin berbuah dalam berbagai macam tindakan sosial yang menumbuhkan pengharapan bagi seluruh masyarakat.

Tahun Yubelium, Tahun Pengharapan

lstilah Yubileum diambil dari bahasa lbrani yang artinya domba jantan. Dalam tradisi Yahudi, tanduk domba jantan adalah bahan untuk membuat sangkakala, terompet yang dibunyikan sebagai tanda akan adanya peristiwa penting bagi masyarakat. Salah satunya adalah tanda dimulainya perayaan Yubelium.

Tahun Suci ini biasa dirayakan setiap 25 tahun sekali [Im 25:10]. Meskipun demikian, Paus memiliki hak untuk menyelenggarakan Tahun Suci Luar Biasa sesuai dengan kebutuhan seperti Tahun Suci Iman 2013 dan Tahun Suci Kerahiman Allah 2016 yang lalu.

Secara sosial-ekonomi perayaan Yubelium memiliki makna: pengampunan dari kesalahan, pembebasan dari ikatan perbudakan dan pengembalian warisan yang telah dijual [Im 25:8-55]. Secara teologis, tahun Yubelium memiliki makna: hadirnya kesempatan bagi seluruh ciptaan: manusia, tanah, hewan, tumbuhan lepas dari segala macam belenggu untuk hidup dalam situasi yang lebih bermartabat. Manusia diajak untuk membangun hidup yang mencerminkan hubungan baik dengan Allah, sesama, dan seluruh alam ciptaan.

Pada tanggal 9 Mei 2024 lalu, Paus Fransiskus secara resmi mengumumkan Tahun Yubileum 2025. Tahun Yubileum telah kita mulai pada tanggal 24 Desember 2024 yang lalu dan akan berakhir pada tanggal 6 Januari 2026 yang akan datang. Tema yang diangkat untuk tahun Yubelium 2025 ini adalah “Peziarah Pengharapan”. Dengan tema ini, Bapa Suci mengajak umat beriman untuk menemukan kembali spiritualitas sebagai ciptaan Allah, manusia yang hadir sebagai “peziarah di bumi”
bukan sebagai “penguasa dunia”.

Di tahun suci ini, selain diajak untuk hidup dengan penuh harapan, kita juga diajak untuk dapat menghayati hidup yang menghadirkan harapan bagi seluruh alam ciptaan. Artinya, kita diajak untuk menjaga kelestarian alam dan membangun kehidupan yang sejahtera dan bermartabat bagi sesama manusia. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pertemuan APP dilaksanakan dalam bentuk sarasehan. Pola setiap pertemuan prapaskah di tiap lingkungan adalah sbb:

  1. Tujuan Pertemuan
  2. Nyanyian Pembuka (pilihlah lagu yang sesuai)
  3. Tanda Salib dan Salam
  4. Pengantar
  5. Seruan Tobat
  6. Doa Pembuka
  7. Bacaan Kitab Suci

Umat Paroki Jetis Bersama Warga Kricak Gotong Royong Merti Sungai Winongo

Kota Yogyakarta. Umat Katolik dari Paroki St.Albertus Agung Jetis bersama warga RT 14 RW 03 Jatimulyo Kricak, mengadakan kegiatan Merti Sungai Winongo, Minggu (14/07/2024).

Kegiatan dipusatkan pada area sempadan dan aliran sungai yang melewati wilayah mereka, yang bersebelahan dengan Kampung Kricak Kidul dan Kampung Bener.

Kegiatan Merti Sungai yang diprakarsai oleh Tim Pelayanan Kemasyarakatan Gereja St. Albertus Agung Jetis ini juga melibatkan komunitas Tagana Kricak, dan perangkat pemerintahan setempat. Yakni Pemerintah Kalurahan Kircak, Polsek Tegalrejo dan Koramil Tegalrejo.

Kegiatan diawali dengan penyerahan alat kebersihan dan tanaman hias secara simbolis oleh Pastor Paroki Jetis, Romo Vincentius Suparman Pr., kepada ketua RT 14 Joko Hariyanta.

Romo Vincentius Suparman Pr., menyerahkan bantuan alat kebersihan kepada ketua RT 14 Joko Haryanta

Romo Parman mengingatkan agar semua manusia beriman memiliki tanggung jawab melestarikan dan menjaga keutuhan ciptaan Tuhan.

Karena itu, gotong royong yang dilakukan warga bersama umat Paroki Jetis menjadi hal baik  agar manusia  ikut mencintai lingkungan dan bersama-sama menjaga serta merawat lingkungan.

“Membangun paseduluran dengan bersama-ama merawat dan menjaga keutuhan cipataan adalah tugas umat beriman.

Maka, kegiatan Merti Sungai ini perlu kita dukung sebagai upaya membangun paseduluran agar kita manusia ikut mencintai, bersama-sama menjaga dan merawat lingkungan”, kata romo Parman.

Ketua RT 14 Joko Hariyanta, menyampaikan terima kasih atas dukungan umat Katolik Paroki Jetis yang peduli pada lingkungan di wilayahnya. Terutama dalam mendukung upaya warga memanfaatkan area pinggiran sungai menjadi produktif.

“Dulu tempat ini hanya tanah kosong yang kotor. Sejak dua tahun terakhir, kami mulai membenahi. Harapan kedepan, tempat ini bisa menjadi ruang interaksi sosial sekaligus untuk meningkatkan perekonomian warga”, terang Joko.

Kegiatan Merti Sungai dimulai sekitar pukul 06.30 WIB. Diawali dengan bersih-bersih lingkungan dan pemilahan sampah.

Suasana Gotong Royong Warga bersama Umat katolik Paroki Jetis

Sejak dua tahun terakhir, warga di RT 14 telah melaksanakan pengelolaan sampah mandiri dengan koordinator pengurus RT. Setiap hari, petugas akan mengambil sampah kemudian dibawa ke tempat pembuangan sampah mandiri.

Joko Hariyanta mengakui pengelolaan sampah yang dilakukan warganya masih sangat sederhana. “Iya masih sangat sederhana, apa yang bisa dilakukan warga saja. Namun, lebih baik daripada harus menunggu pemerintah”, jelas Joko.

Sebagaimana diketahui, saat ini Yogyakarta berada dalam fase darurat sampah, setelah Tempat Pembuangan Sampah terpadu (TPST) Piyungan ditutup sejak Maret 2024.

Dampak dari penutupan TPST Piyungan membuat warga membuang sampah seenaknya, termasuk ke Sungai. Maka dengan kegiatan Merti Sungai ini, menjadi momentum untuk menyadarkan dan mengingatkan warga dan pemerintah untuk sama-sama peduli pada lingkungan.

Termasuk mengelola sampah di lingkungannya. Jika perlu meningkatkan nilai ekonomi sampah melalui daur ulang.

Sementara itu Umat paroki jetis Bersama Komunitas Tagana Kricak juga turun ke Sungai untuk membersihkan sungai dari tumpukan sampah.

Komunitas Tagana Kricak bersama Umat Katolik Paroki Jetis melakukan aksi bersih sampah di pinggiran Sungai Winongo

Dari pantauan di lapangan, di sepanjang Sungai Winongo ini masih banyak ditemukan tumpukan sampah plastik yang tersangkut dipinggiran talud. Dampaknya selain membuat pemandangan tidak sedap, juga menimbulkan pencemaran air dan dapat menyebabkan banjir.

Mendapat Dukungan Lurah

Lurah Kricak, May Christianti, yang hadir juga menyampaikan apresiasi atas insiaitif dan peran serta warga RT 14 bersama umat katolik Paroki Jetis yang mengadakan kegiatan Merti Sungai.

Ia berharap kegiatan ini bisa terus berlanjut dan dilakukan oleh warga di RT lain, agar pinggiran Sungai Winongo di wilayah Kricak menjadi bersih dan asri.

Lurah Kricak May Christianti, SH. (hijab hijau), melakukan penanaman tanaman hias di pinggir jalan setapak di area sempadan Sungai Winongo

Christianti juga menyatakan dukungan agar area sempadan sungai di RT 14  ini bisa dikembangkan menjadi ruang interaksi sosial yang produktif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kami terus mendorong agar tanah yang ada ini bisa bisa dimanfaatkan secara luas. Namun, saat ini masih terkendala status kepemilikan yang tidak jelas.

Foto Bersama warga RT 14 dan umat katolik Paroki Jetis

Harapannya bila area ini menjadi Ruang Terbuka Hijau Publik maka  untuk pembangunan fasilitas-fasilitas yang ada diatasnya bisa dianggarkan oleh pemerintah kota Yogyakarta”, terang Christianti.

Acara Merti Sungai diakhiri dengan dahar kembul dan hiburan dari masyarakat setempat.

.

.

Penulis & Foto: Wempi Gunarto
Editor: Frans

.

.

Sarasehan Katekese Pendidikan: Menjadi Ortu EMAS, Cara Menjalin Hubungan dengan Gen Z

Salah satu ciri khas Generasi Z (Gen Z) adalah kemelekatan pada internet sehingga mereka tidak bisa dipisahkan dengan gawai. Salah satu dampaknya, anak-anak Gen Z dikenal sebagai generasi mager (males gerak) dan lebih memilih mengutarakan permasalahannya melalui media sosial, dibanding ke orang terdekat, dalam hal ini orangtua. Karena itu orangtua diharapkan lebih dapat memahami kebutuhan anak-anaknya yang tergolong sebagai Gen Z.

Hal tersebut menjadi diskusi dalam sarasehan katekese Pendidikan dengan tema “Mengenali Karakteristik Anak-anak Generasi Z dan Model Pendampingannya”. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Pastoral Paroki Gereja Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta, Jumat (24/05/24) menghadirkan Psikolog Stella Vania Puspitasari M.Psi.

Saat membuka kegiatan sarasehan, pastor Paroki St. Albertus Agung Yogyakarta, Romo Vincentius Suparman Pr., mengatakan sekolah-sekolah Kristiani, khususnya yang dikeloloa Yayasan Katolik saat ini menghadapi tantangan besar mengupayakan sistem Pendidikan yang mampu menyikapi perkembangan zaman. Oleh karena itu melalui sarasehan ini diharapkan, para orang tua, guru dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya bisa mendapatkan masukan dalam mendidik Gen Z.

Romo Vincentius Suparman, Pr.

“Kedepan sekolah-sekolah Katolik harus memikirkan berbuat apa agar dapat berperan serta membimbing generasi-generasi yang mampu menghadapi perkembangan zaman yang berubah dengan cepat” ujar Romo Parman.

Oleh karena itu, Romo Parman mengapresiasi kegiatan katekese Pendidikan yang diadakan ditingkat paroki ini, selain katekese Pendidikan yang juga diadakan di lingkungan-lingkungan selama bulan Maria ini.

.

Gen Z: Generasi Instan yang Rapuh

Psikolog Stella Vania membuka pemaparan dengan latar belakang munculnya banyak sebutan generasi, yakni Generasi Baby Boomer (1940-1959), Generasi X (1960-1979), Generasi Y/Millenial  (1980-1994) dan Generasi Z (1995-2010) yang erat kaitannya dengan bidang ekonomi marketing.  “Pada awalnya pembagian generasi ini digunakan untuk memudahkan segmentasi pemasaran produk agar tepat sasaran. Namun, saat ini penggolongan generasi ini juga digunakan di bidang-bidang lain”, terang Vania. Bahkan saat ini juga telah ada Generasi Alpha (Gen Alpha) untuk anak-anak yang lahir setelah tahun 2010, dan akan diikuti sebutan untuk generasi-generasi berikutnya, tambah Vania.

Menurut Vania Generasi Z  menjadi generasi yang mendominasi kehidupan di bumi saat ini. Mereka yang tergolong sebagai Gen Z rata-rata saat ini sudah menginjak remaja atau sedang duduk di bangku kuliah. Gen Z sendiri berasal dari kata Zoomer karena mereka lahir dan tumbuh bersamaan dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk bisa mengikuti perkembangan teknologi dan internet secara dekat.

Bapak Rosario Guntur dan Psikolog Stella Vania

Sebagai generasi yang tumbuh erat dengan perkembangan teknologi membuat Gen Z terbiasa hidup di lingkungan yang serba cepat, dan dimudahkan dalam berbagai hal karena semua dapat diakses melalui gawai, diantaranya telepon genggam. Selain itu, Gen Z merupakan generasi yang tumbuh di era ekonomi keluarga yang rata-rata lebih stabil, sehingga Gen Z terbiasa dengan lingkungan yang nyaman dan terpenuhi baik secara materi.

Ciri khas lain yang menjadi keunikan pada Gen Z adalah mereka cukup kritis dalam menyikapi informasi, yang juga terbawa pada keseharian mereka. Oleh karena itu, terkadang orangtua merasa Gen Z ini sulit dinasehati, bisa saja hal ini disebabkan karena Gen Z tumbuh di era dimana semua informasi berdatangan dari berbagai sisi dan memang dibutuhkan kemampuan untuk memilah informasi yang dapat diterima, sehingga Gen Z akan mempertanyakan informasi yang diterima jika tanpa adanya dasar atau bukti yang valid.

Di sisi lain, karena Gen Z hidup di zaman yang serba cepat, Gen Z menjadi kreatif, kurang sabar dan kerap mengharapkan hasil yang instan. Karena kurang sabar dalam menjalani prosesnya, sehingga terkadang mereka mudah menyerah ketika dihadapkan pada kesulitan.

“Ibarat buah strawberry, Gen Z terlihat menarik, kuat, namun ternyata rapuh di dalam” jelas Vania.

.

Menghadapi Gen Z dengan Menjadi Orang tua EMAS

Menyikapi keunikan yang menjadi perbedaan tajam antara orang tua di generasi X, Y dengan Gen Z, Vania memberikan tips agar orangtua bisa nyambung dengan anak-anak Gen Z, yakni dengan menjadi orangtua EMAS, yang merupakan akronim dari Empati, Minat, Apresiasi, dan Seimbang.

Salah seorang peserta sedang mengajukan pertanyaan pada sesi tanya jawab

Empati artinya orangtua perlu mencoba memahami sudut pandang anak dengan percaya bahwa anak memiliki sudut pandang sendiri yang berharga. Minat, artinya orangtua perlu memahami apa yang menjadi minat anak dan memberi kesempatan mereka untuk melakukan eksplorasi. Apresiasi, artinya orangtua perlu terus mendorong anak Gen Z untuk mencoba hal-hal yang ditekuni dengan memberi apresiasi dan motivasi karena Gen Z sebenarnya adalah anak yang haus akan prestasi. Tips terakhir Seimbang, artinya orang tua perlu menyeimbangkan antara aturan kedisiplinan dengan kehangatan dan kasih sayang.

“Jangan stress bapak ibu, Gen Z seperti halnya generasi-generasi lain adalah adalah generasi yang perlu didengar. Karena mereka terbiasa hidup dengan teknologi maka orangtua juga perlu menyesuaikan diri dengan dunia anak Gen Z”, saran Vania.

Kegiatan sarasehan katekese Pendidikan ini diikuti oleh sekitar 60 orang tua calon penerima sakramen Krisma, dan dimoderatori oleh bapak Rosario Guntur Harimawan, selaku wakil ketua Dewan Pastoral Paroki St. Albertus Agung Jetis.

.

(Penulis: Wempi/Fotografer: Ryan)

.

.

Mencari Jalan Tengah Sekolah Katolik yang Unggul dan Terjangkau untuk Semua

Ajakan uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr. Robertus Rubiyatmoko agar umat katolik  di setiap lingkungan proki KAS memulai Sinode Pendidikan terkait tema “Merawat serta Mengembangkan Pendidikan dan Sekolah Katolik”, umat di Lingkungan St. Paulus Jatimulyo menanggapi dengan mengadakan sarasehan pada Senin malam (17/07/23). Sarasehan diadakan di rumah keluarga AM Totok Nusantoro.

Meski umat yang datang tidak banyak, hal itu tidak menyurutkan antusiasme sarasehan yang berjalan hingga 2 jam lebih tersebut. Ada 5 hal yang menjadi bahan diskusi terkait tentang Sinode Pendidikan ini, yaitu:  apa  keunggulan sekolah katolik yang ada di wilayah terdekat; apa yang diharapkan dari sekolah katolik tersebut; apa yang masih kurang dan perlu ditingkatkan dari sekolah katolik; bagaimana sekolah katolik yang ideal; serta bagaimana peran keluarga dalam pendidikan katolik.

Peserta sarasehan  umumnya setuju bahwa sekolah katolik yang ada di DIY telah memiliki keutamaan, yakni mengajarkan karakter disiplin, jujur, dan cinta kasih. Namun setiap sekolah memiliki caranya masing-masing dalam menerapkan hal tersebut sesuai tradisi pendidikan dan kurikulum di sekolah. Selain itu meski sekolah katolik masih menjadi sekolah unggulan di Jogja, persoalan biaya menjadi persoalan yang sering dikeluhkan oleh orang tua/wali murid. Sedangkan banyak operasional sekolah katolik tergantung dari siswa yang masuk di sekolah tersebut. Sehingga bila sekolah kekurangan murid dampaknya bisa mengakibatkan sekolah harus menutup kegiatannya.

Hal lain yang mengemuka dalam sarasehan Pendidikan ini, yaitu semua perlu menyadari dan sepakat untuk menjadi sekolah yang ideal memerlukan bantuan dan kerjasama banyak pihak, mulai dari keluarga, guru, institusi/lembaga penyelenggara pendidikan, alumni, dunia usaha, hingga pemerintah karena tujuan besar pendidikan salah satunya adalah  menyiapkan masa depan generasi bangsa yang unggul. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah senantiasa menanamkan nilai-nilai ajaran kristiani di dalam keluarga dan sebisa mungkin memprioritaskan pendidikan anak-anaknya di Lembaga Pendidikan Katolik. Sedangkan untuk persoalan biaya sekolah yang mahal, pihak sekolah bisa mengupayakan adanya bantuan beasiswa dari donator/pemerintah.

Sarasehan yang berjalan serius tapi santai itu ditutup dengan doa dan berkat dari prodiakon lingkungan agar umat dan institusi pendidikan katolik terus bersemangat mewujudkan cita-cita baik di masyarakat.

.

Wempi G / Komsos Jetis

.

.

Glenikan Akbar Komsos KAS 2023: Upaya Meneguhkan Peran Gereja bagi Dunia

Salah satu corak khas Komsos KAS adalah bekerja di bidang produktivitas dan kreativitas. Untuk menghadirkan Gereja yang kreatif dibutuhkan upaya terus menerus untuk berani memahami kebutuhan umat/ audiens, up to date, terus menerus belajar, mau berkolaborasi, dan terus mencoba membuat karya. Dengan demikian diharapkan Komsos KAS dapat menjadi “penghubung” warta kasih Allah dengan manusia.

Hal tersebut menjadi latar belakang diselenggarakannya Glenikan Akbar Komsos KAS, pada Sabtu-Minggu (15-16/07/23) lalu, bertempat di Wisma Salam Muntilan.

Di hari pertama kegiatan, Romo H. Budi Purwantoro, Pr., selaku Kepala UPP Komunikasi KAS memberi materi tentang perlunya umat katolik mewujudkan pesan Paus fransiscus pada peringatan “25 tahun Runtuhnya Tembok Berlin” pada 9 November 2014 lalu, yang dirasa relevan denan peran Komsos kondisi zaman sekarang. Untuk bisa membangun jembatan maka umat Kristen, khususnya Komsos perlu meneladani cara Yesus yang selalu berkomunikasi dengan sesama menggunakan hati.

“Yesus ahlinya membangun jembatan, karena Yesus mau berkomunikasi dengan siapapun, bahkan dengan orang-orang yang disingkirkan, dan Yesus berbicara dengan hati.” Terang romo Budi.

Romo Budi menambahkan, dengan adanya kemajuan teknologi, maka membangun jembatan kini perlu diperluas dengan media digital. Dunia digital memberi kesempatan seluas-luasnya, namun perlu diwaspadai, karena juga memberi dampak buruk. Oleh karena itu Komsos diharapkan menjadi pewarta gereja yang kreatif dan inovatif.

Di sesi kedua, Romo Petrus Dwi Purnomo A, Pr. selaku koordinator KOMSOS KAS, menyampaikan materi tentang Tiga Cara Berkomunikasi pada Manusia.

“Ada tiga cara manusia berkomunikasi saat berelasi dengan orang lain, yaitu kepala, hati dan perut. Jika berkomunikasi dari kepala, maka logika, rasionalitas yang dipakai, sehingga muncul perdebatan. Jika berkomunikasi dari perut, komunikasi ini hanya berdasarkan pada insting-nafsu. Namun, jika berkomunikasi dari hati, yang mendasarkan pada emosi, empati dan ekspresi maka akan tercipta bentuk komunikasi yang ramah, menyejukkan, dan mendorong siapapun untuk berkomunikasi yang baik, berkolaborasi, dan berelasi”, imbuh pastur yang akrab disapa romo Ipung ini.

Live Streaming Tidak Cukup Lagi!

Di hari kedua Glenikan Akbar Komsos KAS (16/07/23) diisi dengan praktik menulis berita dan membuat  Konten film pendek. Untuk sesi praktik menulis berita menghadirkan narasumber Agung Purwandono, Pemred Mojok.Co. Sedangkan pelatihan film pendek diisi oleh Fransiscus B. Edgar, staf UPPK KAS.

Dalam materinya Edgar, menyampaikan pada masa pandemi Komsos paroki menjadi “anak emas” karena sangat dibutuhkan oleh gereja untuk   pewartaan, diantaranya menyelenggarakan misa Online/ live streaming. Dampak positifnya kemudian membuat lini media massa seperti youtube  dibanjiri dengan konten- konten yang memuat kata kunci misa atau ekaristi.  Namun di masa endemi seperti sekarang,  komsos perlu memikirkan kembali apa perannya dalam pewartaan. ” Ketika misa sudah berjalan seperti biasa, live streaming sudah tidak cukup lagi. bahkan bisa dibilang kuno. Kita perlu memikirkan cara-cara lain agar komsos bisa tetap relevan menjawab kebutuhan pewartaan”, jelas Edgar

Menurut Edgar, ada beberapa agenda yang bisa menjadi lahan garapan komsos di luar kegiatan rutin gerejawi. Diantaranya membuat konten- konten positif bertema sosial untuk dimuat di seluruh akun media sosial gereja. Tujuannya agar wajah gereja tetap hadir di zaman digital seperti sekarang ini. Cara ini sudah dimulai melalui kolaborasi antar Komsos se-Kevikepan DIY yang membuat konten bertema pemilu.

Dalam diskusi juga terungkap, bahwa hierarki paroki  belum seluruhnya mengetahui dan memahami bahwa kehadiran komsos adalah entitas wajib bagi Gereja sebagaimana tertuang dalam dokumen gereja katolik Inter Mirifica.

“Melalui dokumen Inter Mirifica, Gereja menyadari bahwa ia sedang berada di dunia yang sedang berkembang. Terutama dalam hal komunikasi sosial”, terang Edgar. Hal itu menunjukkan bahwa Gereja menyadari bahwa jika digunakan dengan baik, media sosial dapat menjadi sarana pewartaan yang efektif.

Hingga hari kedua antusiasme ratusan peserta Glenikan Akbar Komsos KAS tetap menyala. Mereka dengan semangat mengikuti praktik langsung penulisan berita dan pembuatan video pendek. Semangat untuk tetap berkarya  menghidupi komsos paroki  diteguhkan melalui misa perutusan yang dibawakan oleh tiga romo, yakni Romo H. Budi Purwantoro Pr, Romo P. Dwi Purnomo Adi Pr, Romo J. Ari Purnomo Pr., ketiganya berpesan agar Komsos bisa meneladani Yesus dalam menjalin relasi dengan sesama, yakni berkomunikasi dengan hati. Dan membawa pesan Paus Fransiscus, agar Gereja membangun jembatan, bukan tembok untuk mewujudkan persaudaraan.

.

Wempi dan Seno / Komsos Jetis

.

.

Pelatihan Merawat Jenazah Tim Pangruktilaya

Tanggal 9 Juli 2023 yang lalu ada kegiatan baru yang dilakukan di Paroki Jetis, terlihat beberapa orang berkumpul untuk bersama-sama mengikuti pelatihan merawat jenazah. Mengapa kegiatan merawat jenazah penting? Karena Gereja Katolik ingin mendampingi setiap warganya sejak dalam kandungan, lahir, tumbuh dewasa, hingga menjelang kematian, dan bahkan ketika sudah meninggal hingga proses pemakaman dan peringatan arwah mereka.

Dalam pelaksanaannya, tim pangruktilaya bekerja sama dengan Sub Instalasi Pelayanan Pastoral dan Perawatan Jenazah dari RS Panti Rapih. Detail mengenai pelatihan merawat jenazah, alur dan tata laksana perawatan jenazah sampai dengan upacara penghormatan terakhir dapat Anda unduh pada tautan berikut ini:

Tata Cara Merawat Jenazah (file ppt ukuran 2MB)

Kegiatan pelatihan ini berlangsung dari pukul 10.00 – 12.30 WIB. Peserta yang diharapkan hadir yaitu setiap lingkungan mengirimkan 3 orang sebagai perwakilan, harapannya agar para perwakilan dari lingkungan ini dapat merawat jenazah dengan baik dan layak untuk berpulang menghadap Bapa di surga. Tujuan utamanya adalah memberi pedoman kepada umat tentang tata laksana dalam proses merawat jenazah mulai dari memandikan hingga proses upacara penghormatan terakhir.

Tim pangruktilaya Paroki Jetis menjadikan kegiatan ini sebagai program dari bidang Kemasyarakatan Dewan Paroki yang dilaksanakan pada tahun ini.

Bidang Kemasyarakatan dan Tim Pangruktilaya Paroki

.

.

Pembekalan Sinode Pendidikan Bagi Para Ketua Lingkungan

Bapak Ludovicus Joko Sunarno pada Rabu malam (05/07/23) menyampaikan materi pembekalan, sebagai perwakilan dari bidang Tim Pelayanan Kemasyarakatan. Kegiatan pembekalan malam hari ini berlangsung di aula paroki.

Menitikberatkan serta mengutip surat gembala dari uskup KAS yang disampaikan dalam misa pada tanggal 6 dan 7 Mei  2023 yang lalu, Bapak Joko menyampaikan latar belakang dan tujuan diadakannya Sinode Pendidikan.

“Gereja Katolik khususnya KAS memberi perhatian serius dalam menangani pendidikan generasi muda agar generasi muda menjadi pribadai yang dewasa-utuh-otentik-seimbang, baik secara fisik, intelektual, moral, spiritual maupun sosial”, terangnya.

Malam hari ini terlihat belasan Ketua Lingkungan dari berbagai wilayah di Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta, sangat antusias mengikuti pembekalan  Sinode Pendidikan.

Sinode Pendidikan bertujuan menjadi langkah nyata seluruh umat, harapannya bersama-sama Gereja se-Keuskupan Agung Semarang dapat merawat serta mengembangkan pendidikan dan sekolah Katolik.

Acara ini diadakan sebagai bentuk tanggung jawab dan tindak lanjut dari Surat Gembala Uskup Mgr.Robertus Rubiyatmoko yang mengajak seluruh umat di Keuskupan Agung  Semarang (KAS) untuk segera memulai sinode Pendidikan.

Pembicaraan utama dalam Sinode Pendidikan ini mengenai Pendidikan Katolik, baik yang diselenggarakan di sekolah Katolik maupun di sekolah negeri dan swasta non Katolik, sehingga bisa mendapatkan masukan lebih luas yang kemudian akan digunakan untuk menentukan arah gerak pastoral pendidikan ke depannya.

Hal ini dilakukan karena belakangan ini usaha penyelenggaraan Pendidikan formal di lingkup Keuskupan Agung Semarang dihadapkan pada tantangan-tantangan luar biasa yang harus dihadapi bersama, diantaranya:

persoalan bagaimana jumlah siswa yang dilayani dapat ditingkatkan, bagaimana menjamin ketercukupan dana yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan sekolah yang semakin maju, dan bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan yang ditopang oleh metode pelajaran yang selalu “njamani”.

Para ketua lingkungan diharapkan agar segera menindaklanjuti dengan mengadakan sarasehan Sinode Pendidikan di  masing-masing lingkungan sebelum tanggal 18 Juli 2023. Untuk selanjutnya hasil sarasehan di lingkungan tersebut di atas bisa disampaikan dalam  forum Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion/FGD) Paroki Jetis yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2023 mendatang.

Melalui Sinode Pendidikan ini diharapkan menjadi kesempatan efektif untuk lungguh bareng (duduk bersama), rembugan bareng (berdikusi bersama), mutuske bareng (memutuskan bersama), dan nandangi bareng (melaksanakan keputusan secara bersama) persoalan pendidikan dan sekolah Katolik.

Antusiasme para ketua lingkungan yang aktif mengajukan pertanyaan dan memberi masukan mewarnai kegiatan pembekalan ini, mari kita dukung dan doakan Bersama agar kegiatan Sinode Pendidikan di Paroki Jetis bisa berjalan lancar.

Mereka yang diundang terlibat dalam Sinode Pendidikan adalah perwakilan dari unsur siswa, mahasiswa, guru, dosen, orang tua, penyelenggara sekolah, pengguna lulusan, pemerhati pendidikan dan penentu kebijakan pendidikan.

.

(Wempi Gunarto/Komsos Jetis)

.

.

Ratusan Umat Mengikuti Perayaan Ekaristi Adiyuswa Legio Maria

Rasa syukur atas anugrah kesehatan dan kemampuan untuk melayani disampaikan pak Yono (84 th) salah satu umat lansia di hadapan ratusan umat yang hadir dalam perayaaan ekaristi kerahiman Ilahi untuk kalangan adiyuswa di Gereja Katolik Paroki St.Albertus Magnus Jetis Yogyakarta (16/05/22).

Hal tersebut disampaikan Pak Yono kepada Romo Vincentius Suparman Pr, saat dialog disela-sela homili.

Romo Parman, romo paroki St.Albertus Magnus Jetis yang memimpin perayaan misa mengapresiasi antusias umat lansia dalam perayaan misa kali ini, yang menunjukkan keinginan untuk dekat dengan Tuhan Yesus meski selama ini harus terkendala pandemi Covid-19.

Dalam homilinya Romo Parman mengutip Yohanes 14: 15-31 tentang roh penolong yang dijanjikan Yesus setelah Ia wafat.

Romo Parman menyampaikan para umat lansia harus senantiasa bersyukur atas anugrah umur yang masih diberikan Tuhan sampai saat ini, dan berupaya membimbing anak, cucu, dan keluarga untuk sungguh-sungguh menjalankan iman katolik.

“bagi saya, panjemengan ini semua orang hebat, yang sudah merasakan pahit manis dan getir kehidupan dan mau tetap tekun beriman pada Yesus Kristus”, puji Romo Parman.

Romo Parman juga mengharapkan para adiyuswa selalu meminta bimbingan roh kudus dalam menjalani hidup.

“kalau hidup kita tenang, bahagia itu pasti karena bimbingan roh kudus. tapi kalau yang diraskan adalah pertengkaran, permusuhan, itu pasti bukan buah roh kudus, tapi roh perpecahan”, jelas romo parman.

Dalam perayaan misa ini romo parman juga mengajak 10 umat untuk maju dan memberikan tanda mata kepada mereka.

Sementara itu sebelum perayaan ekaristi dimulai, juga dilangsungkan doa koronka yang diikuti oleh seluruh umat yang hadir.

.

Foto & Penulis: Wempi Gunarto

.

.

Teks Misa Online Minggu Adven IV TH.C, 18-19 Desember 2021

Teks Misa Online Minggu Adven IV TH.C, 18-19 Desember 2021

Youtube Channel Paroki Jetis – https://www.youtube.com/c/KomsosJetis/featured

.

RITUS PEMBUKA …..berdiri

Nyanyian Perarakan Masuk – PS. 449

GAPURAMU, LAPANGKANLAH

Gapuramu, lapangkanlah menyambut Raja Mulia, Sang Maha Raja semesta dan Juru S’lamat dunia; sejahtera dibawa-Nya. Dengan meriah nyanyilah “Terpujilah Penebus, Gembala yang kudus.”

Benar dan adil hukum-Nya, dan rahmat lambang kuasa-Nya! Mahkota-Nya kekal kudus, wahana-Nya lemah lembut. Berakhirlah keluh kesah. Dengan meriah soraklah, “Terpujilah Penebus, Penolong yang kudus.”

.

Tanda Salib & Salam

Pengantar

Pernyataan Tobat: Cara 1 TPE 2020

I   Saudara-Saudari, marilah mengakui dosa-dosa kita, supaya kita layak merayakan misteri suci ini,

— hening sejenak —

I+U Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa dan kepada Saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para Malaikat dan Orang Kudus dan kepada Saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah Tuhan kita.

I   Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U   Amin.

.

KYRIE – PS 339

.

Doa Kolekta                                           …..berdiri

I   Marilah berdoa, – hening sejenak

Allah Bapa Yang Maha Pengasih, kedatangan Putra-Mu sudah semakin mendekat. Bukalah hati kami untuk menyambutnya dengan penuh kegembiraan dan rasa syukur atas hidup baru yang akan dianugerahkan-Nya kepada kami. Sebab Dialah yang Hidup dan Berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U Amin.

.

LITURGI SABDA

Bacaan I Mik. 5: 2-5a

Dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel.

Pembacaan dari Nubuat Mikha:

Beginilah firman Tuhan Allah, “Hai Betlehem di wilayah Efrata, hai engkau yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, yang sudah ada sejak dahulu kala. Ia akan membiarkan mereka sampai saatnya perempuan yang mengandung itu telah melahirkan; lalu saudara-saudaranya yang masih ada akan kembali kepada orang Israel. Maka ia akan bertindak, dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan Tuhan, yaitu dalam kemegahan nama Tuhan Allahnya. Mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, dan dia menjadi damai sejahtera.” 

Demikianlah sabda Tuhan.

U Syukur kepada Allah.

.

Mazmur Tanggapan – 80:2ac.3b.15-16.18-19;R:4

Ulangan: Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka selamatkanlah kami.

Ayat:

  • Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, engkau yang duduk di atas para kerub, tampilah bersinar. Bangkitkanlah keperkasaan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
  • Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu.Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang ada di sebelah kanan-Mu, anak manusia yang telah Kau teguhkan. Maka kami tidak akan menyimpang daripada-Mu; biarkan kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu.
  • Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang ada di sebelah kanan-Mu, anak manusia yang telah Kau teguhkan. Maka kami tidak akan menyimpang daripada-Mu; biarkan kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu.

.

Bacaan Kedua – Ibr. 10:5-10

Lihat, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus Kepada Jemaat di Ibrani:

Saudara-saudara, ketika Kristus masuk ke dunia, Ia berkata, “Kurban dan persembahan tidak Engkau kehendaki! Sebagai gantinya Engkau telah menyediakan tubuh bagiku. Kepada kurban bakaran dan kurban penghapus dosa Engkau juga tidak berkenan. Maka Aku berkata: Lihatlah, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku, sebagaimana tertulis dalam gulungan kitab tentang Aku.”

Jadi mula-mula Yesus berkata ‘Kurban dan persembahan tidak Engkau kehendaki, kepada kurban bakaran dan kurban penghapus dosa Engkau tidak berkenan’ – meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat; – dan kemudian Ia berkata ‘Lihat, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu’. Jadi yang pertama Ia hapuskan untuk menegakkan yang kedua. Dan karena kehendak Allah inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan Tubuh Yesus Kristus.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U   Syukur kepada Allah.

.

Bait Pengantar Injil         …..berdiri

Refren: Alleluya, Alleluya, Alleluya.

Aku ini hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataan-Mu.

Bacaan Injil –  Luk. 1:39-45

I   Tuhan bersamamu
Dan bersama rohmu

I   Inilah Injil Suci menurut Lukas.
Dimuliakanlah Tuhan

I  Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, berangkatlah Maria dan bergegas menuju sebuah kota di pegunungan Yehuda. Di situ Ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya, dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring, “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengujungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai di telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Berbahagialah ia yang percaya, sebab firman Tuhan yang dikatakan kepadanya akan terlaksana.”

 

 

.

.

Homili                                           …..duduk

Syahadat                                        …..berdiri

Doa Umat                                      …..berdiri

I   Kedatangan Yesus, Tuhan dan Penyelamat kita kian dekat. Dialah Sang Putra yang membebaskan kita dari segala kelemahan dan dosa. Di dalam penantian penuh pengharapan akan kedatangan-Nya, marilah kita memanjatkan doa-doa kepada Allah Bapa kita.  

L  Bagi Gereja Allah.

    Allah Bapa Mahakasih, jadikanlah Gereja-Mu tanda cinta kasih yang selalu mencurahkan perhatian kepada penderitaan manusia. Marilah kita mohon…

Tuhan, Engkaulah tumpuan harapan dan keselamatan kami.

L  Bagi perdamaian dunia.

    Allah Bapa Mahabaik, jauhkanlah para bangsa dari peperangan dan pertumpahan darah. Semoga damai sejahtera menguasai hati umat manusia berkat kedatangan Kristus, PutraMu. Marilah kita mohon…

U        Tuhan, Engkaulah tumpuan harapan dan keselamatan kami.

Bagi saudara-saudari kami yang sedang tertimpa musibah bencana alam.

    Allah Bapa Mahakasih, berkati dan hiburlah saudara-saudari kami yang sedang tertimpa musibah bencana alam, khususnya musibah erupsi Gunung Semeru. Semoga mereka semua Engkau beri kekuatan dan ketabahan, bagi yang meninggal dunia Engkau berikan tempat terindah di sisi-Mu. Dan semoga dalam perayaan Natal nanti, sukacita Natal akan tetap hadir dalam diri mereka. Marilah kita mohon…

Tuhan, Engkaulah tumpuan harapan dan keselamatan kami.  

L  Bagi diri kita.

    Allah Bapa Mahakudus, kuatkanlah kami agar pada hari-hari terakhir menjelang Natal ini, kami mampu menyingkirkan segala rintangan dan godaan sehingga kami pantas menyambut kedatangan Putra-Mu. Marilah kita mohon…

Tuhan, Engkaulah tumpuan harapan dan keselamatan kami.

—— hening sejenak untuk intensi pribadi —–

Allah Bapa Mahabaik, dengan gembira kami menantikan kedatangan Putra-Mu. Sebab kami percaya akan kebaikan dan cinta-Mu kepada umat manusia, yang tampak bagi kami dalam diri Yesus, Penyelamat kami, kini dan sepanjang masa.

Amin.

(setelah doa umat selesai, umat dipersilakan duduksampai persiapan persembahan)

.

LITURGI EKARISTI

Persiapan Persembahan

I Terpujilah Engkau, Tuhan Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima roti, yang kami persembahkan kepada-Mu, hasil bumi dan usaha manusia, yang bagi kami akan menjadi roti kehidupan.

U Terpujilah Allah selama-lamanya.

I Terpujilah Engkau, Tuhan Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima anggur, yang kami persembahkan kepada-Mu, hasil pokok anggur dan usaha manusia, yang bagi kami akan menjadi minuman rohani.

U Terpujilah Allah selama-lamanya.

…berdiri…

I   Berdoalah, saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan kepada Allah, Bapa Yang Mahakuasa.

Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.

Doa Persiapan Persembahan             ….berdiri

I    Allah Bapa sumber kehidupan kami, terimalah persembahan diri kami dalam rupa roti dan anggur ini. Satukanlah kiranya dengan persembahan Kristus, Putra-Mu, sehingga menghasilkan pembaruan hidup bagi kami. Sebab, Dialah Tuhan kami, kini dan sepanjang masa.

U   Amin

Doa Syukur Agung 

  • Dialog Pembuka          berdiri
  • Prefasi
  • Sanctus – PS. 385

  • Doa Syukur Agung      …berlutut/berdiri
  • Anamnesis 2b

Komuni

  • Bapa Kami  …berdiri 
  • Doa Damai
  • Pemecahan Roti/Anak Domba Allah  …berlutut/berdiri
  • Persiapan Komuni (TPE 2020)

I   Lihatlah Anak Domba Allah, lihatlah Dia yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah Saudara-Saudari yang diundang ke Perjamuan Anak Domba.

U  Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

I   Tubuh Kristus.

U   Amin.

  • Komuni
  • Saat hening
  • Nyanyian Komuni / Madah Syukur     …duduk

.

Antifoni Komuni – Mat. 28:20

  • Seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang anakl laki-laki, yang akan diberi nama Immanuel.

.

Doa Sesudah Komuni                        …berdiri

I    Marilah berdoa, – hening sejenak

Ya Tuhan, berkat santapan surgawi yang telah kami terima ini, kuatkanlah kami untuk selalu mengarahkan harapan kami pada kedatangan Putra-Mu yang semakin mendekat. Semoga, kami mampu mempersiapkan kedatangan Putra-Mu dalam diri kami sendiri, keluarga dan komunitas kami. Sebab, Dialah Tuhan dan Juru Selamat kami, sepanjang segala masa.

U   Amin.

.

RITUS PENUTUP

Pengumuman ….duduk

Amanat Pengutusan (…berdiri)

Berkat & Pengutusan (TPE 2020) – Khusus Masa Adven TPE Imam hal. 253

I   Tuhan bersamamu

Dan bersama rohmu

I  Semoga Allah yang Mahakuasa memberkati Saudara sekalian, (+) Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

Amin.

I   Saudara-Saudari, pergilah mewartakan Injil Tuhan.

Syukur kepada Allah.

.

Nyanyian Perarakan Keluar 

Putri Sion, Nyanyilah – PS 448

  1. Putri Sion nyanyilah; sorakkanlah Yerusalem! Mari sambut Rajamu. Raja Damai t’rimalah. Putri Sion, nyanyilah; sorakkanlah, Yerusalem!
  2. Hosiana, Putra Daud, nama-Mu terpujilah! Dirikanlah takhta-Mu maha tinggi, mulia. Hosiana, Putra Daud, nama-Mu terpujilah!.

======================= 

.
.

Teks Misa Online Minggu Adven III TH.C, 11-12 Desember 2021

Teks Misa Online Minggu Adven III TH.C, 11-12 Desember 2021

Youtube Channel Paroki Jetis – https://www.youtube.com/c/KomsosJetis/featured

.

RITUS PEMBUKA …..berdiri

Nyanyian Perarakan Masuk – PS. 443

O DATANGLAH IMANUEL

1. O datanglah, Imanuel, tebus umat-Mu Israel yang dalam berkeluh kesah menantikan Penolongnya. Bersukalah, hai Israel, menyambut Sang Imanuel.
2. O Tuhan Allah, datanglah. Firman-Mu berkuasalah, seperti waktu Kau beri diatas puncak Sinai. Bersukalah, hai Israel, menyambut Sang Imanuel.

.

Tanda Salib & Salam

Pengantar

Pernyataan Tobat: Cara 1 TPE 2020

I   Saudara-Saudari, marilah mengakui dosa-dosa kita, supaya kita layak merayakan misteri suci ini,

— hening sejenak —

I+U Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa dan kepada Saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para Malaikat dan Orang Kudus dan kepada Saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah Tuhan kita.

I   Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U   Amin.

.

KYRIE – PS 339

.

Doa Kolekta                                           …..berdiri

I   Marilah berdoa, – hening sejenak

Ya Allah yang penuh kasih, Engkau menyediakan sukacita sejati bagi dunia dan menghendaki agar kami hidup dalam damai dan cinta kasih. Kami mohon, nyatakanlah cinta kasih-Mu kepada kami dan berkatilah kami dalam menyongsong Duta kasih setiamu. Dengan pengantaraan Tuhan kami, Yesus Kristus, Putra-Mu yang Hidup dan Berkuasa, bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U Amin.

.

LITURGI SABDA

Bacaan I Zef 3: 14-18a

Tuhan Allah bersorak gembira karena engkau.

Pembacaan dari Nubuat Zefanya.

Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bergembiralah, hai Israel! Bersukacita dan beriarialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem!

Tuhan telah menyingkirkan hukuman yang dijatuhkan atasmu, Ia telah menebas binasa musuh-musuhmu. Raja Israel, yakni Tuhan, ada di tengah-tengahmu, engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi.

Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem, “Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lunglai. Tuhan Allahmu ada di tengah-tengahmu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan.

Ia bersukaria karena engkau, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, dan Ia bersorak-gembira karena engkau seperti pada hari pertemuan raya.

Demikianlah sabda Tuhan.

U Syukur kepada Allah.

.

Mazmur Tanggapan – Yes 12:2-3.4bcd.5-6;R:6

Ulangan: Berserulah dan bersorak sorailah, sebab yang Mahakudus agung ditengah-tengahmu.

Ayat:

  • Sungguh, Allah itu keselamatanku; aku percaya dengan tidak gemetar; sebab Tuhan Allah itu kekuatan dan mazmurku, ia telah menjadi keselamatanku. Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.
  • “bersyukurlah kepada Tuhan, panggilah namaNya, beritahukanlah karya-nya diantara bangsa-bangsa, masyhurkanlah bahwa namanya tinggi luhur!”.
  • Bermazmurlah bagi Tuhan, sebab mulialah karya-nya; baiklah hal ini diketahui di seluruh bumi! Berserulah dan bersorak-sorailah, hai penduduk Sion sebab Yang mahakudus, Allah Israel, agung ditengah-tengah-mu!

.

Bacaan Kedua – – Flp 4: 4-7

Tuhan sudah dekat

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Filipi:

Saudara-saudara, bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu
diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!

Janganlah kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi dalam segala hal nyatakanlah keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Maka damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U   Syukur kepada Allah.

.

Bait Pengantar Injil – PS 956        …..berdiri

Refren: Alleluya, Alleluya, Alleluya.

Roh Tuhan Allah ada padaku; ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin.

Bacaan Injil – Luk. 3:10-18

I   Tuhan bersamamu
Dan bersama rohmu

I   Inilah Injil Suci menurut Lukas.
Dimuliakanlah Tuhan

I   Ketika Yohanes Pembaptis mewartakan pertobatan, orang banyak bertanya kepadanya, “Jika demikian, apakah yang harus
kami perbuat?” Jawab Yohanes, “Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat demikian juga.”

Pada waktu itu, datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis, dan mereka bertanya kepada Yohanes, “Guru, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes, “Jangan menagih lebih banyak dari yang telah ditentukan!”

Dan prajurit-prajurit pun bertanya kepadanya, “Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?” Jawab Yohanes kepada mereka, “Jangan merampas dan jangan memeras, dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu!”.

Tetapi orang banyak itu sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hati tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah
Mesias. Karena itu Yohanes berkata kepada semua orang itu, “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa daripada aku masih akan datang, dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.

Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. Alat penampi sudah ada di tangan-Nya: Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya untuk mengumpulkan gandum ke dalam lumbung-Nya. Tetapi debu jerami akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan.” Dengan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak.

 

 

 

 

 

.

.

Homili                                           …..duduk

Syahadat                                        …..berdiri

Doa Umat                                      …..berdiri

I   Allah Bapa Yang Mahabaik, kami bergembira atas kedatangan kembali Yesus Kristus, PutraMu dalam kemualiaan. Maka dengarkanlah kiranya doa permohonan kami :

L   Bagi Gereja dan para pejabat di dalamnya. Ya Bapa, dampingilah Gereja-Mu dalam mewartakan kabar sukacita keselamatan-Mu.
U   Teguhkanlah iman, pengharapan, dan kasih para gembala Gereja sehingga mereka tetap setia dalam mendampingi peziarahan umat menuju kepada-Mu.

L   Bagi para penanggung jawab dalam masyarakat. Ya Bapa, berkatilah para penanggung jawab dalam masyarakat agar dengan rela dan gembira mengusahakan kemajuan dan perbaikan masyarakatnya.
U   Semoga, bersama mereka, kami mampu mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, sejahtera seturut kehendak-Mu, mulai dari keluarga kami, komunitas, dan lingkungan kami sendiri.

L   Bagi mereka yang sedang kecewa dan bimbang. Ya Bapa, terangilah mereka yang sedang kecewa dan bimbang dengan sinar cahayaMu.
U   Semoga pengharapan akan kedatangan Kristus memperteguh iman dan mampu menghalau kekecewaan dan kebimbangan, serta tabah menghadapi kesulitan.

L   Bagi kita di sini. Ya Bapa, sadarkanlah kiranya kami akan cinta kasih-Mu yang demikian agung kepada kami.
U   Karena oleh kasih-Mu, kami Kau semangati dan Kau dorong melaksanakan tugas panggilan kami dengan rela dan gembira hati.

I    Allah Bapa Yang Mahabaik, sebagaimana orang-orang sezaman Yohanes Pembaptis kami pun perlu bertobat. Tuntunlah kami
untuk melepaskan kepuasan diri kami agar mampu menghampakan diri seperti Kristus, Putra-Mu dan Tuhan kami.
U   Amin.

——Untuk intensi pribadi —–

I Allah, Bapa kami, Engkau telah memilih kami dalam Kristus dan menghendaki kami hidup seperti Dia. Maka kami mohon, semoga kami mengenal-Nya sedalam-dalamnya, dan semoga Ia menjadi daya utama hidup kami. Sebab Dialah Tuhan kami kini dan sepanjang masa. 
U  Amin

(setelah doa umat selesai, umat dipersilakan duduksampai persiapan persembahan)

.

LITURGI EKARISTI

Persiapan Persembahan

I Terpujilah Engkau, Tuhan Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima roti, yang kami persembahkan kepada-Mu, hasil bumi dan usaha manusia, yang bagi kami akan menjadi roti kehidupan.

U Terpujilah Allah selama-lamanya.

I Terpujilah Engkau, Tuhan Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima anggur, yang kami persembahkan kepada-Mu, hasil pokok anggur dan usaha manusia, yang bagi kami akan menjadi minuman rohani.

…berdiri…

I   Berdoalah, saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan kepada Allah, Bapa Yang Mahakuasa.

Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.

Doa Persiapan Persembahan             ….berdiri

I    Allah Bapa Yang Maharahim, terimalah persembahan yang kami hunjukkan sebagai tanda cinta kasih kami kepada-Mu. Semoga, dalam hidup sehari-hari pun kami giat mewujudkan cinta kasih kepada sesama dan lingkungan hidup kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. 

U   Amin

Doa Syukur Agung 

  • Dialog Pembuka          berdiri
  • Prefasi
  • Sanctus – PS. 385

  • Doa Syukur Agung      …berlutut/berdiri
  • Anamnesis 2b

Komuni

  • Bapa Kami  …berdiri 
  • Doa Damai
  • Pemecahan Roti/Anak Domba Allah  …berlutut/berdiri
  • Persiapan Komuni (TPE 2020)

I   Lihatlah Anak Domba Allah, lihatlah Dia yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah Saudara-Saudari yang diundang ke Perjamuan Anak Domba.

U  Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

I   Tubuh Kristus.

U   Amin.

  • Komuni
  • Saat hening
  • Nyanyian Komuni / Madah Syukur     …duduk

.

Antifoni Komuni – Bdk. Yes. 35:4

  • Katakanlah kepada yang tawar hati: Tabahkanlah hatimu dan jangan takut. Lihatlah, Tuhan akan datang menyelamatkan
    kita.

.

Doa Sesudah Komuni                        …berdiri

I    Marilah berdoa, – hening sejenak

Ya Tuhan, semoga rezeki surgawi yang telah kami terima senantiasa meneguhkan kami untuk mengusahakan cinta kasih, keadilan, kedamaian, dan kesejahteraan di muka bumi ini, sambil terus mengharapkan kepenuhannya dalam Kerajaan-Mu yang abadi. Dengan perantaraan Kristus, Tuhan kami.

U   Amin.

.

RITUS PENUTUP

Pengumuman ….duduk

Amanat Pengutusan (…berdiri)

Berkat & Pengutusan (TPE 2020) – Khusus Masa Adven TPE Imam hal. 253

I   Tuhan bersamamu

Dan bersama rohmu

I  Semoga Allah yang Mahakuasa memberkati Saudara sekalian, (+) Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

Amin.

I   Saudara-Saudari, pergilah mewartakan Injil Tuhan.

Syukur kepada Allah.

.

Nyanyian Perarakan Keluar 

HAI, ANGKATLAH KEPALAMU – PS 445

1. Hai angkatlah kepalamu, gapura nan megah, sambutlah Raja mulia di dalam kotamu. Siapa Raja mulia? Tuhanmu yang kekal, Dialah Tuhan yang megah, perkasa dan teguh. Dialah Tuhan yang megah perkasa dan teguh. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya, alleluya. Amin, amin, amin.
2. Hai angkatlah kepalamu, gapura abadi, sambutlah Raja mulia di dalam kotamu. Sang Raja itu siapakah? Siapa Raja mulia? Dialah Tuhan semesta; yang Mahamulia. Dialah Tuhan semesta; yang Mahamulia. Alleluya, alleluya, alleluya, alleluya, alleluya. Amin, amin, amin.

======================= 

.
.

You cannot copy content of this page