Pembekalan Sinode Pendidikan Bagi Para Ketua Lingkungan

Bapak Ludovicus Joko Sunarno pada Rabu malam (05/07/23) menyampaikan materi pembekalan, sebagai perwakilan dari bidang Tim Pelayanan Kemasyarakatan. Kegiatan pembekalan malam hari ini berlangsung di aula paroki.

Menitikberatkan serta mengutip surat gembala dari uskup KAS yang disampaikan dalam misa pada tanggal 6 dan 7 Mei  2023 yang lalu, Bapak Joko menyampaikan latar belakang dan tujuan diadakannya Sinode Pendidikan.

“Gereja Katolik khususnya KAS memberi perhatian serius dalam menangani pendidikan generasi muda agar generasi muda menjadi pribadai yang dewasa-utuh-otentik-seimbang, baik secara fisik, intelektual, moral, spiritual maupun sosial”, terangnya.

Malam hari ini terlihat belasan Ketua Lingkungan dari berbagai wilayah di Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta, sangat antusias mengikuti pembekalan  Sinode Pendidikan.

Sinode Pendidikan bertujuan menjadi langkah nyata seluruh umat, harapannya bersama-sama Gereja se-Keuskupan Agung Semarang dapat merawat serta mengembangkan pendidikan dan sekolah Katolik.

Acara ini diadakan sebagai bentuk tanggung jawab dan tindak lanjut dari Surat Gembala Uskup Mgr.Robertus Rubiyatmoko yang mengajak seluruh umat di Keuskupan Agung  Semarang (KAS) untuk segera memulai sinode Pendidikan.

Pembicaraan utama dalam Sinode Pendidikan ini mengenai Pendidikan Katolik, baik yang diselenggarakan di sekolah Katolik maupun di sekolah negeri dan swasta non Katolik, sehingga bisa mendapatkan masukan lebih luas yang kemudian akan digunakan untuk menentukan arah gerak pastoral pendidikan ke depannya.

Hal ini dilakukan karena belakangan ini usaha penyelenggaraan Pendidikan formal di lingkup Keuskupan Agung Semarang dihadapkan pada tantangan-tantangan luar biasa yang harus dihadapi bersama, diantaranya:

persoalan bagaimana jumlah siswa yang dilayani dapat ditingkatkan, bagaimana menjamin ketercukupan dana yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan sekolah yang semakin maju, dan bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan yang ditopang oleh metode pelajaran yang selalu “njamani”.

Para ketua lingkungan diharapkan agar segera menindaklanjuti dengan mengadakan sarasehan Sinode Pendidikan di  masing-masing lingkungan sebelum tanggal 18 Juli 2023. Untuk selanjutnya hasil sarasehan di lingkungan tersebut di atas bisa disampaikan dalam  forum Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion/FGD) Paroki Jetis yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2023 mendatang.

Melalui Sinode Pendidikan ini diharapkan menjadi kesempatan efektif untuk lungguh bareng (duduk bersama), rembugan bareng (berdikusi bersama), mutuske bareng (memutuskan bersama), dan nandangi bareng (melaksanakan keputusan secara bersama) persoalan pendidikan dan sekolah Katolik.

Antusiasme para ketua lingkungan yang aktif mengajukan pertanyaan dan memberi masukan mewarnai kegiatan pembekalan ini, mari kita dukung dan doakan Bersama agar kegiatan Sinode Pendidikan di Paroki Jetis bisa berjalan lancar.

Mereka yang diundang terlibat dalam Sinode Pendidikan adalah perwakilan dari unsur siswa, mahasiswa, guru, dosen, orang tua, penyelenggara sekolah, pengguna lulusan, pemerhati pendidikan dan penentu kebijakan pendidikan.

.

(Wempi Gunarto/Komsos Jetis)

.

.

Panduan ADVEN 2022, Berjalan Bersama: Semakin KATOLIK, Semakin APOSTOLIK

panduan adven 2022

Panduan Adven 2022 – Masa Adven senantiasa mengajak kita mempersiapkan dan menantikan kedatangan Kristus. Perayaan Adven 2022 saat ini kita rayakan dalam suasana pemulihan atas Pandemi COVID 19 dan masa untuk bergiat kembali membangun segala harapan di tengah keterpurukan yang telah terjadi. Pengalaman tersebut, hendaknya membawa hidup beriman kita semakin tangguh dan berdaya bahkan semakin kuat dalam pengharapan.

Kita, sebagai umat Keuskupan Agung Semarang yang saat ini berdinamika dalam pemulihan Pandemi COVID 19 ini, diajak tetap setia mewujudkan cita-cita RIKAS dan menyambut semangat Sinode dengan iman yang semakin partisipatif dan transformatif. Harapannya, iman kita tidak semakin terpuruk, namun semakin berharap dan pulih untuk semakin menjadi Katolik dan apostolik atau terlibat dalam karya kerasulan.

Keuskupan Agung Semarang pada tahun 2022 masih melanjutkan mengemban semangat Gereja yang diwarnai dengan pelaksanaan lima bidang garapan yaitu kekatolikan, kerasulan, kebangsaan, kerjasama dan sinergi serta profesionalitas. Pada prinsipnya, kita sebagai warga Keuskupan Agung Semarang (KAS) mengemban tugas pemulihan hidup beriman dan mengembangkan visi agar Gereja semakin mampu menampakkan maknanya di tengah bangsa dan masyarakat.

Melalui Pendalaman Adven 2022 ini, Komisi Kateketik Keuskupan Agung Semarang mengajak menggemakan Sinode dalam terang pemulihan atas COVID 19 dan pelaksanaan RIKAS dalam segala gerak menggereja dan beriman umat. Komisi Kateketik KAS melalui Adven 2022 ingin mengajak memaknai “berjalan bersama” bergiat melaksanakan RIKAS dan ambil bagian agar tumbuh sebagai Gereja sinodal. Komisi Kateketik Keuskupan Agung Semarang mengajak semua umat Katolik Keuskupan Agung Semarang mengisi Adventus (masa penantian) ini dengan merefleksikan sinodalitas dalam menghayati iman di masa pemulihan ini.

Umat diajak melihat kembali renungan masa Adven dalam sudut pandang Sinode yang menunjuk pada Gereja yang berkumpul untuk “berjalan bersama” semakin mewartakan iman. Gereja adalah semua umat Allah yang berkumpul bersama karena rahmat untuk menjadi tanda dan sarana keselamatan bagi semua orang (bdk. Lumen Gentium, 9). Gereja adalah umat yang berziarah menuju ‘langit yang baru dan bumi yang baru’ (Wahyu 21:1). Maka, untuk memperdalam sinodalitas dalam menghayati iman di masa pemulihan ini akan diolah melalui empat (4) pertemuan sebagai berikut:

1. Panduan Pertemuan Adven I: Berjalan Bersama menyongsong kedatangan Tuhan.

Pada pertemuan Adven I ini, umat diajak untuk berjaga-jaga, tanggap, kuat dan senantiasa berharap di masa pemulihan COVID 19. Umat diajak menyadari gerak sinodalitas dalam konteks memahami mengenai harapan dan kekuatan di kehidupan zaman sekarang yang penuh tantangan dan resiko ini. Umat diajak menimba kekuatan harapan di masa pemulihan hidup beriman yang semakin berat namun menantang. Bacaan yang diperdalam sebagai peneguhan dan renungan dari Mat 24: 37-44 mengenai “Kedatangan Anak Manusia” yang tiba-tiba dan tidak dapat diduga (Adven Eskatologis).

2. Pertemuan Adven II: Berjalan Bersama membangun pertobatan.

Pada pertemuan Adven II ini, umat diajak pada suasana dan dorongan rohani pertobatan dan pemulihan atas segala kekurangan dan keterpurukan yang pernah terjadi. Pada Adven II ini umat diajak untuk memperdalam berbagai pengalaman sinodalitas dengan pertobatan dan semangat berbenah diri agar mampu bersama-sama melakukan upaya pemulihan hidup beriman yang lebih baik. Bacaan untuk pertemuan Adven II ini diambil dari Mat 3: 1-12 mengenai Kisah Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan jalan bagi Mesias dengan menyerukan pertobatan.

3. Pertemuan Adven III: Berjalan Bersama dengan Sukacita.

Pada pertemuan Adven III, setelah memperdalam semangat pertobatan dan pemulihan hidup beriman, umat diajak melihat sinodalitas atau semangat “berjalan bersama” dengan sukacita dan komitmen. Pertemuan Adven III ini menjadi refleksi seberapa jauh umat selama ini saling mengenal umat dari keluarga, lingkungan hingga paroki. Seberapa jauh umat mampu berjalan bersama dalam masa pemulihan COVID 19 untuk semakin tangguh dan bertanggungjawab menghidupi semangat kerasulan dengan mendengarkan, berbicara dan saling bertanggungjawab dalam misi. Bacaan diinspirasi dari Mat. 11: 2-11 mengenai komitmen seorang Yohanes Pembabtis yang diutus untuk mempersiapkan sesuatu yang lebih besar daripada dirinya.

4. Pertemuan Adven IV: Berjalan Bersama Melaksanakan Warta Keselamatan.

Pada pertemuan Adven IV, umat diajak memuncaki pertemuan dengan kesadaran akan sinodalitas berkarya dan merasul bersama. Umat dalam pertemuan Adven IV ini diajak semakin meningkatkan pelaksanaan lima bidang garapan yaitu kekatolikan, kerasulan, kebangsaan, kerjasama dan sinergi serta profesionalitas dalam gerak kesadaran “berjalan bersama.” Harapannya, umat semakin menyadari tentang Gereja yang dipanggil, untuk membuat harapan orang-orang semakin pulih dan berkembang, mendorong kepercayaan, untuk membalut luka-luka, untuk menjalin hubungan-hubungan baru dan lebih dalam, untuk belajar dari satu sama lain, membangun jembatan-jembatan, mencerahkan pikiran, menghangatkan hati, dan untuk memulihkan kekuatan ke dalam tangan misi bersama.

Bacaan yang menjadi inspirasi dari pertemuan Adven IV ini adalah Mat 1: 18-24 mengenai daya juang Yusup demi karya dan jalan keselamatan Allah terlaksana. Melalui empat (4) pertemuan ini, kita diharapkan dapat melihat kembali sejauh mana “berjalan bersama” telah dirajut di masa pemulihan Pandemi COVID 19 dalam komitmen kita menjalankan amanat RIKAS. Pertemuan Adven 2022 ini harapannya juga menjadi refleksi kita menantikan Sang Juru Selamat agar kita semua semakin menyadari dan memahami gerak bersama dalam upaya mewujudkan diri menghadirkan peradaban kasih di tengah-tengah masyarakat kita yang sedang berproses untuk pulih kembali dari keterpurukan akibat Pandemi COVID 19 ini.

Berkah Dalem.
Rm. Stepanus Istoto Raharjo, Pr.
Ketua Umum Komkat KAS

.

>> Download Panduan Adven 2022 Disini <<

>> Download Panduan Adven B. Jawa 2022 Disini <<

>> Download Panduan Adven Kategorial PIA/PIR 2022 Disini <<

.

.

Panduan Peraturan Pantang dan Puasa Prapaskah 2022

PERATURAN PUASA DAN PANTANG GEREJA KATOLIK TAHUN 2022

Mengacu pada Ketentuan Pastoral Keuskupan Regio Jawa (KPKRJ) Tahun 2016 pasal 138 no. 2.b dalam kaitannya dengan kanon 1249-1253 KHK 1983 tentang hari tobat, peraturan puasa dan pantang, ditetapkan sebagai berikut:

  1. Hari puasa tahun 2022 ini dilangsungkan pada hari Rabu Abu tanggal 2 Maret 2022 dan Jumat Agung tanggal 15 April 2022. Hari pantang dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama masa Prapaska sampai dengan Jumat Agung.
  2. Yang dimaksud dengan berpuasa adalah makan hanya sekali saja dalam sehari pada hari Rabu Abu dan hari Jumat Sengsara dan Wafat Tuhan. Umat beriman yang wajib berpuasa adalah yang berumur antara delapan belas (18) tahun sampai dengan awal tahun keenampuluh (60).
  3. Yang dimaksud dengan berpantang adalah tidak makan daging atau makanan lain yang disukai pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama masa Prapaska sampai dengan Jumat Agung. Namun sesuai dengan tradisi Gereja universal, berpantang ini dapat dilakukan juga setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu merupakan hari pesta wajib. Umat beriman yang wajib berpantang adalah yang sudah genap berumur empat belas (14) tahun.

Karena peraturan puasa dan pantang tersebut cukup ringan, serta agar setiap pribadi dan komunitas dapat memanfaatkan 40 hari masa Prapaskah sebagai kesempatan istimewa untuk membina pertobatan dengan tobat dan matiraga, kami anjurkan beberapa hal berikut:

  1. Masing-masing pribadi, keluarga, dan komunitas mencari wujud matiraga (puasa dan pantang) yang sesuai dengan jenjang usia.
  2. Pada hari pantang dan/atau hari-hari lain yang ditentukan, setiap keluarga/komunitas dapat berpantang makan nasi atau menggantinya dengan bahan makanan pokok lokal dengan satu macam lauk (sebagaimana telah menjadi gerakan di beberapa paroki atau komunitas selama masa Prapaska dan peringatan Hari Pangan Sedunia).
  3. Selama empat puluh (40) hari dalam masa Prapaskah, secara pribadi atau secara bersama dalam keluarga atau komunitas biara/pastoran/seminari memilih wujud pertobatan dan silih yang lebih berdaya ubah.
  4. Setiap pribadi, keluarga, atau komunitas dapat mewujudkan karya amal kasih bagi mereka yang membutuhkan.
  5. Setiap pribadi, keluarga, atau komunitas dapat melatih diri lebih tekun dalam olah rohani, antara lain melalui ketekunan membaca dan merenungkan Kitab Suci, mengikuti renungan APP, rekoleksi/retret, latihan rohani, ibadat jalan salib, pengakuan dosa, meditasi, dan adorasi dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19.

.

Tema APP tahun 2022 ini adalah:

“Tinggal dalam Kristus, Berbelarasa dan Berpengharapan” sebagaimana diuraikan dalam Buku Renungan Bersama APP KAS 2022 yang diterbitkan oleh Panitia APP Keuskupan Agung Semarang.

.

Sumber: SG Prapaskah 2022

.

.

Panduan APP 2022, Tinggal Dalam Kristus, Berbelarasa dan Berpengharapan

panduan app 2022

Panduan APP 2022, Tinggal Dalam Kristus, Berbelarasa dan Berpengharapan – Syukur kepada Allah kita Kembali diperkenankan memasuki masa Prapaskah, untuk secara khusus mempersiapkan diri merayakan puncak karya keselamatan Tuhan dalam perayaan Paskah.

Sekitar 2 tahun terakhir ini kita hidup di tengah Pandemi Covid-19, yang dampaknya mungkin masih kita rasakan hingga saat ini.

Situasi pandemi selama ini, juga menyadarkan bagi kita umat beriman akan kerapuhan diri kita sebagai manusia. Namun dengan semangat solidaritas dan terus membangun pengharapan bersama, kita dapat melewati masa-masa sulit pandemi ini.

Kita mengawali Masa Prapaskah dengan Rabu Abu. Dengan menerima abu, kita diingatkan kembali akan kerapuhan kita di hadapan Tuhan.

Hidup di dunia ini hanyalah sementara. Pada saatnya nanti kita semua akan kembali menjadi debu tanah, tempat asal kita diciptakan. “sebab, engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” (Kej 3:19).

Masa Prapaskah menjadi masa pertobatan bagi kita yakni meninggalkan segala dosa dan kembali kepada Tuhan.

Selama 40 hari kita bersama mengolah diri, yakni menyesali segala dosa kita dan bertobat memperbaharui diri dengan berbelarasa dan berpengharapan di dalam kasih Tuhan.

Masa Prapaskah sekaligus sebagai retret agung bagi kita agar kita menjadi semakin dekat dengan Tuhan dan mengasihi sesama.

Pada masa Prapaskah kali ini, Panitia APP KAS telah menyusun Buku Pertemuan APP Lingkungan. Buku panduan ini diharapkan bisa membantu umat untuk mengolah hidup selama masa Prapaskah.

Pengolahan hidup selama masa Prapaskah dapat dilaksanakan dalam kelompok-kelompok kecil dengan tetap menjaga kesehatan dan keselamatan kita bersama sesuai situasi dan kondisi di tempat kita masing-masing.

Seiring dengan Gerak Pastoral KAS yang tertuang dalam ARDAS KAS dan mempertimbangkan dampak Pandemi Covid19 yang mungkin masih kita alami, pada tahun 2022 ini,

Panitia APP KAS mengajak seluruh umat untuk mengolah tema APP: Tinggal Dalam Kristus, Berbelarasa dan Berpengharapan.

Semoga dengan bahan dan tema APP kali ini, kita semua terbantu dalam mengolah hidup kita selama retret agung masa Prapaskah tahun ini.

Semoga kita semakin tinggal dalam Kristus, turut bangkit bersama-Nya dan hidup kita pun berbuahkan belarasa dan pengharapan.

.

Semarang, 14 Desember 2021
Pada Peringatan St. Yohanes dari Salib
Herman Yoseph Singgih Sutoro, Pr
Ketua Panitia APP KAS

.

>> Download Panduan APP 2022 Disini <<

.

.

Panduan ADVEN 2021, Keluarga Tangguh & Berbuah Dalam Kristus

panduan adven 2021

Panduan Adven 2021, KELUARGA TANGGUH DAN BERBUAH DALAM KRISTUS – Setiap Masa Adven, kita diajak untuk mempersiapkan diri menyambut dan menantikan kedatangan Yesus Kristus.

Perayaan Adven 2021 saat ini masih kita rayakan dalam keprihatinan Pandemi Covid 19 yang memerlukan ketangguhan dan perjuangan untuk saling memperkuat dan bergotong royong.

Pandemi Covid 19 yang hampir dua tahun kita alami, membuat kita semua disadarkan akan ketangguhan dan kepedulian di segala sektor kehidupan, terutama di dalam keluarga kita.

Sebagai umat Keuskupan Agung Semarang yang masih berdinamika di tengah Pandemi Covid 19, kita tetap setia diajak tetap mengimplementasikan cita-cita RIKAS untuk semakin relevan di tengah masyarakat luas.

Keuskupan Agung Semarang pada tahun 2022 masih melanjutkan lima bidang garap yaitu kekatolikan, kerasulan, kebangsaan, kerjasama dan sinergi serta profesionalitas.

Pada prinsipnya, kita sebagai warga Keuskupan Agung Semarang (KAS) tetap mempunyai tanggungjawab yang tidak hanya sekedar peribadatan semata, melainkan sampai pada kesejahteraan dan tindakan bersama di masyarakat secara nyata.

Dalam arti itu, kita diajak untuk tetap tangguh dan senantiasa bertumbuh dalam sukacita Injili walaupun Pandemi Covid 19 masih menyelimuti hidup kita ini.

Pandemi Covid 19 yang menghantam lingkup luas negara dan Gereja akhirnya puncak dan ujungnya ada pada keluarga.

Melalui Adven 2021 ini, Komisi Kateketik Keuskupan Agung Semarang mengajak umat melihat kembali keluarga sebagai pusat dari gerak iman.

Dalam masa Pandemi Covid 19 diharapkan keluarga menjadi tempat bertumbuh, mengalami sukacita dan tangguh agar kita semua semakin menyadari gerak bersama dalam upaya mewujudkan diri menghadirkan kasih di tengah-tengah bangsa Indonesia ini.

Keluarga merupakan tempat pertama “latihan” hidup menjemaat dan bermasyarakat. Di dalam keluarga ini ada pendidikan awal mengenai “kesetiaan”, “kepercayaan” dan kasih.

Komisi Kateketik Keuskupan Agung Semarang mengajak semua umat Katolik Keuskupan Agung Semarang mempersiapkan Adventus (masa penantian) ini dengan merefleksikan dinamika hidup keluarga.

Umat diajak melihat kembali sejauh mana komunikasi, hubungan kasih sayang dan keterbukaan emosional terjadi untuk kemajuan kualitas iman dan hidup berkeluarga.

Begitu juga, umat diajak merefleksikan sejauh mana upaya dalam menghadapi tantangan dan komitmen untuk menyelesaikan masalah bersama, dan mengambil keputusan secara bersama, khususnya tantangan yang berat di tengah Pandemi Covid 19.

Akhirnya keluarga membangun hubungan dengan masyarakat-relasi sosial dengan lingkungan, gereja, dan orang lain dalam masyarakat.

Sejauh mana keluarga berpartisipasi dalam memperkaya berbagai kemajuan di tengah masyarakat, khususnya upaya tanggap pandemi ini.

Proses refleksi akan diperdalam melalui empat (4) pertemuan sebagai berikut:

1. Pertemuan Adven I: Keluarga Tangguh.

Pada pertemuan Adven I ini, umat diajak untuk berjaga-jaga, tanggap, tabah, dan kuat menghadapi tantangan, terutama dalam situasi yang masih diliputi Pandemi Covid 19.

Umat diajak berbagi pengalaman atas situasi yang dialami terutama dari segi pengalaman iman dan daya ketangguhan keluarga.

Dalam perspektif iman khususnya penantian Sang Juru Selamat, para keluarga diajak melihat kembali hidup iman mereka dalam keluarga, bagaimana pendidikan Kekatolikan selama ini dikembangkan, khususnya ketika mengalami kesulitan dan beratnya situasi Pandemi Covid 19 ini.

Bacaan yang diperdalam sebagai peneguhan dan renungan dari Luk 21: 25-28.34-36 mengenai “Kedatangan Anak Manusia” (Adven Eskatologis).

2. Pertemuan Adven II: Keluarga yang Berbenah dan Berubah.

Pada pertemuan Adven II ini, umat diajak pada suasana dan dorongan rohani untuk pertobatan dan berbenah.

Maka, pada Adven II ini umat diajak untuk memperdalam berbagai pengalaman rekonsiliasi dan upaya berbenah dari berbagai terpaan dan kesulitan yang dihadapi keluarga selama Pandemi Covid 19.

Dalam situasi krisis Pandemi Covid 19 seringkali terjadi berbagai macam konflik di keluarga karena kesulitan ekonomi, krisis iman
hingga relasi.

Melalui pertemuan Adven II, keluarga diajak mempersiapkan Adventus dalam bingkai pertobatan dan semangat berbenah diri untuk masa depan yang lebih baik.

Bacaan yang diperdalam sebagai peneguhan dan renungan dari Luk 3: 1-6 tentang mempersiapkan jalan bagi kedatangan Sang Juru Selamat.

3. Pertemuan Adven III: Keluarga sebagai Ecclesia Domestica.

Pada pertemuan Adven III, setelah umat memperdalam pertobatan dan berbenah diri, umat diajak melihat kembali tanggung jawabnya sebagai keluarga dalam mempersiapkan tempat pendidikan dasar dan tempat iman bertumbuh.

Umat diajak merefleksikan mengenai sejauh mana tanggung jawabnya sebagai keluarga dalam mempersiapkan masa depan anak-anak mereka baik dari segi pendidikan iman maupun akademisnya.

Keluarga diajak menghayati panggilan sebagai keluarga Kristiani sejati dalam ambil bagian dalam Tri Tugas Kristus sebagai pewaris, penjamin dan penyaksi iman bagi anak-anak dan masyarakat sekitar.

Situasi Pandemi Covid 19 menyebabkan keluarga memiliki beban yang lebih berat, khususnya mengenai pendidikan anak-anak mereka.

Untuk itu, dalam pertemuan Adven III, keluarga dapat merefleksikan kembali sejauh mana wujud tanggung jawab pendidikan dan menjadikan keluarga sebagai persemaian bagi tumbuh kembang iman, kerasulan dan kemasyarakatan.

Bacaan yang diperdalam sebagai peneguhan dan renungan dari Luk 3:10-18 mengenai Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan kedatangan Sang Mesias.

4. Pertemuan Adven IV: Keluarga yang Bersukacita dan Berbuah.

Pada pertemuan Adven IV, umat diajak memuncaki pertemuan dengan kesadaran seperti apa yang sudah dicita-citakan dalam amanat Rencana Induk Keuskupan Agung Semarang, bahwa keluarga diharapkan menjadi bentara bagi kader-kader kerasulan dan kemasyarakatan.

Keluarga diajak membuat komitmen nyata bahwa di tangan merekalah persemaian ini tumbuh, baik panggilan hidup bhakti, menggereja maupun memasyarakat.

Keluarga diharapkan menjadi pusat sukacita, mampu memberikan harapan dan kekuatan bagi seluruh anggotanya dalam mengatasi krisis, bahkan menjadi tempat pertolongan bagi orang lain yang membutuhkan.

Bacaan yang diperdalam sebagai peneguhan dan renungan dari Luk 1: 39-45 mengenai perjumpaan Maria dan Elisabeth. Perjumpaan dua keluarga dan dua perempuan yang menggenapi janji keselamatan dari Allah supaya terwujud.

Melalui empat (4) pertemuan ini, kita diharapkan dapat melihat kembali sejauh mana keluarga-keluarga kita mampu mewartakan sukacita dan buah Kasih Kritus.

Dalam menyongsong Adven ini, walaupun kita masih di masa Pandemi Covid 19, namun yang terpenting kita bersama keluarga diharapkan menjadi bentara yang tumbuh dengan sukacita.

Akhirnya selamat memasuki masa Adven. Semoga pendalaman dan refleksi yang dikembangkan membuat kita semakin menjadi keluarga yang tangguh dan senantiasa berbuah dalam Kristus.

Berkah Dalem.
Rm. Antonius Dodit Haryono, Pr.
Ketua Komkat KAS

.

>> Download Panduan Adven 2021 Disini <<

.

.

Suster-Suster Kongregasi SJMJ Berbagi Berkat di tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 yang belum usai hingga akhir tahun 2020 ini memaksa masyarakat untuk mengencangkan ikat pinggang lebih dalam. Hingga kini vaksin masih belum ditemukan dan masyarakat belum tahu kapan pandemi ini akan berakhir.

Semua orang memutar otak untuk mendapatkan tambahan penghasilan dengan membuka warung kecil-kecilan atau berjualan secara online. Segala upaya dilakukan untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Saat banyak orang memikirkan keperluan masing-masing, masih banyak komunitas atau perserorangan yang peduli dengan kebutuhan orang lain. Kali ini komunitas Suster SJMJ (Suster Jesus Maria Joseph) menyempatkan waktu berbagi berkat untuk umat yang tergolong kurang mampu di wilayah Paroki St. Albertus Agung Jetis.

Pembagian ini dilakukan pada hari Minggu, 25 Oktober 2020 dibantu oleh anggota Bidang Kemasyarakatan Dewan Paroki St. Albertus Agung Jetis. Paket bingkisan sembako yang dibagikan sejumlah 200 paket dan diberikan secara merata kepada umat-umat terpilih di lingkungan. Daftar umat yang terpilih merupakan hasil survei tim APP melalui ketua lingkungan dengan persetujuan romo paroki.

Hari Sabtu siang tepatnya pukul 12, Tim kemasyarakatan berkumpul di Gereja untuk bersama-sama berangkat ke susteran SJMJ guna menjemput paket-paket yang esok hari akan dibagikan. Disediakan satu buah mobil sebagai akomodasi dari susteran menuju Gereja Jetis. Setelah sampai di gereja, tim Kemasyarakatan membantu memindahkan paket-paket bingkisan ke ruang PSE dan menatanya dengan rapi agar esok hari dapat diberikan kepada umat yang berhak.

Keesokan harinya pukul 9 pagi, Tim Kemasyarakatan sudah standby untuk menyambut ketua lingkungan yang akan mengambil paket bingkisan sembako. Penjemputan paket sembako dilakukan oleh ketua lingkungan atau perwakilannya untuk menghindari kerumunan yang berisiko.

Penyerahan bantuan dilaksanakan dengan tertib dan tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan. Tercatat paket sembako diberikan kepada umat-umat terpilih dengan rincian sebagai berikut:

  1. 9 orang umat lingkungan St. Rafael Penumping
  2. 15 orang umat St. Ignatius Penumping
  3. 10 orang umat St. Yusup Bumijo
  4. 12 orang umat St. Antonius Gowongan
  5. 7 orang umat St. Yohanes Bangunrejo
  6. 16 orang umat St. Immaculata Kricak
  7. 7 orang umat St. Thomas Jatimulyo
  8. 7 orang umat St. Alfonsus Jatimulyo
  9. 13 orang umat St. Paulus Jatimulyo
  10. 11 orang umat St. Yusup Bangirejo
  11. 7 orang umat St. Yusup Blunyahgede
  12. 14 orang Umat St. Ignatius Cokrodiningratan
  13. 7 orang umat St. Yusup Karangwaru
  14. 5 orang umat St. Mater Dei Karangwaru
  15. 6 orang umat St. Andreas Blunyahrejo
  16. 10 orang umat St. Petrus Jetisharjo
  17. 14 orang umat St. Maria Assumpta Jogoyudan Lor
  18. 16 orang umat St. Gabriel Maria Jogoyudan Kidul
  19. 12 orang umat St. Ignatius Cokrokusuman
  20. 2 bingkisan diberikan kepada penjaga dan koster gereja.

Kiranya paket bingkisan sembako yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan umat. Kami sebagai Tim Kemasyarakatan merasa senang dapat turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Semoga melalui kegiatan ini, semakin banyak umat yang terpanggil untuk peduli kepada sesama yang membutuhkan bantuan.

.

Penulis : Christina Adiratna

Misa New Normal Baptis Dewasa – Paroki Santo Albertus Agung Jetis

Masa pandemi virus corona belum dinyatakan berakhir, namun dengan penuh kehati-hatian beberapa paroki baik dalam lingkup Keuskupan Agung Semarang maupun keuskupan lain di Indonesia telah melaksanakan misa dengan protokol kesehatan di masa new normal ini.

Dimulai sejak pertengahan bulan Juli yang lalu, Keuskupan Semarang telah mengeluarkan pernyataan resmi mengenai pembukaan kembali gereja Katolik dan kegiatan peribadatan yang melibatkan umat.

Merujuk kepada Surat Edaran Gugus Tugas Penanganan Dampak COVID-19 KAS Nomor: 0536/A/X/20-29 tentang Panduan perayaan liturgi dan peribadatan serta kegiatan pastoral lainnya dalam masa “NEW NORMAL.” Dengan tetap mengikuti ketentuan peribadatan di masa pandemi Covid-19 sebagaimana ditetapkan dalam Surat Edaran Nomor 0490/A/X/2020-27, tanggal 10 Juni 2020.

Baca juga :

Surat Edaran Gugus Tugas KAS

Pada hari Kamis tanggal 30 Juli 2020 Paroki Jetis mengadakan ekaristi khusus pembaptisan dewasa di masa new normal. Perayaan ekaristi pada kesempatan ini dipimpin oleh Romo Vincentius Suparman, Pr. Sejumlah 16 orang calon penerima baptis dewasa hadir didampingi oleh orang tua atau bersama kerabat mereka.

Pada jaman dahulu di masa Konsili Elvira (306) menyebutkan lamanya masa katekumenat (persiapan calon baptis) adalah 2 tahun. Namun kemudian Konsili Agde pada tahun 506 M menjelaskan bahwa katekumenat dapat dilakukan selama 8 bulan, dan diperbaharui kembali pada masa kepemimpinan Paus Gregorius Agung yang menyatakan durasinya dipersingkat menjadi 40 hari saja. Sedangkan saat ini masa katekumenat di gereja Katolik umumnya berkisar antara 3-6 bulan.

Keenam belas katekumen yang seyogyanya telah dibaptis pada Hari Raya Vigili (Malam) Paskah tahun ini pada tanggal 11 April 2020, dikarenakan pandemi yang merebak di seluruh dunia termasuk Indonesia sehingga seluruh kegiatan peribadatan ditiadakan dan ditunda sampai keluarnya keputusan dari Keuskupan Semarang di atas, dengan keputusan Romo Vincentius Suparman Pr, selaku romo paroki mengadakan ekaristi terbatas bagi penerima baptis dewasa di era new normal sekarang.

Selama masa pembelajaran, para katekumen dibimbing oleh para pendamping pelajaran baptis dewasa dari bidang pewartaan paroki Jetis. Terhitung sejak pandemi merebak di tanah air tercinta Indonesia ini, pembelajaran baptis dewasa tidak dilakukan lagi karena sudah selesai. Para katekumen tersebut telah mengikuti bimbingan dan pelajaran oleh tim katekis bidang pewartaan paroki sejak bulan Juli 2019 sampai dengan bulan Maret 2020. Kami yakin mereka telah menantikan momentum yang akan mengubah hidup mereka mulai hari ini. Selain menerima sakramen permandian/baptis, para baptisan dewasa juga menerima sakramen ekaristi/komuni kudus dan pengurapan minyak krisma.

Sebelum ekaristi khusus ini diselenggarakan, sudah sejak lama dan berhari-hari lalu satgas penanganan Covid-19 Paroki St. Albertus Agung Jetis telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Satgas Covid Pemkot Yogyakarta, Camat Jetis, Kapolsek Jetis dan Danramil Jetis Yogyakarta.

Satgas penanganan Covid-19 Paroki Jetis dibentuk oleh Romo Vincentius Suparman Pr., sebagai upaya persiapan memulai misa di era new normal.  Satgas ini mempunyai tugas antara lain mempersiapkan sumber daya manusia melalui sosialisasi peribadatan new normal, persiapan dan pembekalan bagi petugas tata laksana, persiapan sarana dan prasarana, serta dokumen perijinan dari Gugus Covid Pemerintah Kota Yogyakarta.

Dengan menerapkan prosedur kesehatan yang benar, dimulai dari sejak umat datang wajib menunjukkan kartu pass, dilanjutkan dengan pengecekan suhu tubuh menggunakan thermogun, cuci tangan menggunakan sabun dengan tetap menjaga jarak selama perayaan ekaristi, maka syukur kepada Tuhan ekaristi dapat berjalan dengan baik.

Sesuai dengan anjuran protokol kesehatan, seluruh umat dianjurkan untuk segera meninggalkan area gereja dan pulang ke rumah masing-masing seusai ekaristi. Namun meskipun demikian tugas dari tata laksana paroki belum usai. Sesaat setelah ekaristi selesai, dua orang petugas melakukan penyemprotan desinfektan di area gereja, sebagai upaya pencegahan penularan virus Covid-19.

Tidak kalah pentingnya, para petugas tata laksana dan petugas liturgi telah mengikuti sosialisasi dan simulasi yang diadakan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Paroki Jetis sebelum bertugas.

Mari kita doakan bersama agar umat Paroki Jetis, para petugas gereja, dan umat Katolik lainnya selalu dalam lindungan Tuhan serta pandemi ini dapat segera berlalu agar kita dapat beribadah dengan normal kembali.

Proficiat bagi para penerima baptis dewasa ! Semoga kasih serta terang berkat Tuhan membimbing sepanjang hidup Anda.

Berkah Dalem.

Foto-foto para penerima baptis dewasa dapat diunduh disini :

DOWNLOAD

.
.
Penulis : Franciskus
.
.

Misa Khusus Penerimaan Komuni Pertama di Masa New Normal – Paroki Albertus Agung Jetis

Setelah sekian waktu terhitung sekitar 4 bulan lamanya tidak mengadakan misa dan peribadatan yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19, pada hari ini Minggu tanggal 26 Juli 2020 Paroki Jetis mengadakan ekaristi khusus penerimaan komuni pertama.

Sejumlah 26 orang calon penerima komuni pertama hadir didampingi oleh orang tua atau bersama kerabat mereka. Para katekumen ini telah mengikuti bimbingan dan pelajaran oleh tim komuni pertama bidang pewartaan paroki sejak bulan Agustus 2019 sampai dengan bulan Maret 2020. Sungguh sebuah perjalanan yang cukup panjang dan telah dinanti-nantikan.

Perayaan ekaristi pada kesempatan ini didakan secara konselebrasi yang dipimpin Romo Vincentius Suparman, Pr. didampingi oleh Romo Ambrosius Heri Krismawanto, Pr., dan Frater Fransiskus Xaverius Christian Putra.

Kanan ke kiri : Romo Heri, Romo Parman, Frater Christian

Selama masa pembelajaran, para katekumen dibimbing oleh para pendamping pelajaran komuni pertama dibantu dengan suster-suster dari tarekat ADM (Amalkasih Darah Mulia). Terhitung sejak pandemi merebak di tanah air tercinta Indonesia ini, pembelajaran komuni pertama tidak dilakukan karena sudah memasuki tahap akhir. Pertemuan dengan para calon penerima komuni terakhir kali diadakan pada tanggal 19 Juli 2020, dan sebagai persiapan para katekumen mengikuti gladi bersih di Gereja Jetis pada tanggal 23 Juli 2020.

Para Romo, Frater dan Suster ADM

Sebelum ekaristi khusus ini diselenggarakan, sudah sejak lama dan berhari-hari lalu satgas penanganan Covid-19 Paroki St. Albertus Agung Jetis telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Satgas Covid Pemkot Yogyakarta, Camat Jetis, Kapolsek Jetis dan Danramil Jetis Yogyakarta.

Satgas penanganan Covid-19 Paroki Jetis dibentuk oleh Romo Vincentius Suparman Pr., sebagai upaya persiapan memulai misa di era new normal.  Satgas ini mempunyai tugas antara lain mempersiapkan sumber daya manusia melalui sosialisasi peribadatan new normal, persiapan dan pembekalan bagi petugas tata laksana, persiapan sarana dan prasarana, serta dokumen perijinan dari Gugus Covid Pemerintah Kota Yogyakarta.

Dengan menerapkan prosedur kesehatan yang benar, dimulai dari sejak umat datang wajib menunjukkan kartu pass, dilanjutkan dengan pengecekan suhu tubuh menggunakan thermogun, cuci tangan menggunakan sabun dengan tetap menjaga jarak selama perayaan ekaristi, maka syukur kepada Tuhan ekaristi dapat berjalan dengan baik.

Tidak kalah pentingnya, secara keseluruhan para petugas tata laksana dan petugas liturgi telah mengikuti sosialisasi dan simulasi yang diadakan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Paroki Jetis sebelum bertugas.

Sesuai dengan anjuran protokol kesehatan, seluruh umat dianjurkan untuk segera meninggalkan area gereja dan pulang ke rumah masing-masing seusai ekaristi. Namun meskipun demikian tugas dari tata laksana paroki belum usai. Sesaat setelah ekaristi selesai, dua orang petugas melakukan penyemprotan desinfektan di area gereja, sebagai upaya pencegahan penularan virus Covid-19.

Mari kita doakan bersama agar umat Paroki Jetis, para petugas gereja, dan umat Katolik lainnya selalu dalam lindungan Tuhan serta pandemi ini dapat segera berlalu agar kita dapat beribadah dengan normal kembali.

Proficiat bagi para penerima komuni pertama !

Berkah Dalem.

Foto-foto para penerima komuni pertama dapat diunduh disini :

DOWNLOAD

.
.
Penulis : Franciskus
.
.

Pembentukan Satgas Penanganan Dampak Covid 19 Paroki Albertus Agung Jetis

Tanpa terasa, terhitung hari ini kita telah hidup berdampingan dengan wabah Covid19 selama lebih dari 6 bulan. Sepanjang masa itu tentu ada suka, duka, kebahagiaan, kesedihan dan kesempatan yang datang silih berganti.

Namun saat ini di negara kita tercinta Indonesia, dalam lingkup Keuskupan Agung Semarang tepatnya telah memasuki era new normal meskipun pandemi masih berlangsung.

Paroki St. Albertus Agung Jetis sejalan dengan himbauan dari Keuskupan Agung Semarang telah menunjuk petugas-petugas terlatih serta membentuk satuan tugas (satgas) penanganan dampak Covid 19 untuk menanggulangi efek maupun akibat pandemi Covid 19, terutama yang berkaitan erat dengan dampak terhadap umat paroki.

Bertempat di aula paroki tanggal 30 Juni 2020 yang lalu, Romo Vincentius Suparman, Pr. selaku pastor paroki mengesahkan pembentukan satuan tugas ini dengan komando berada di bawah ibu Caecilia Intan Primasari yang juga menjabat sebagai ketua bidang liturgi dan peribadatan Dewan Paroki Jetis Periode 2019-2021.

Baca Juga : Surat Edaran Gugus Tugas Penanganan Dampak Covid19 KAS

Pembentukan satuan tugas ini berdasarkan atas dikeluarkannya Surat Edaran Gugus Tugas Penanganan Dampak Covid19 KAS dengan Nomor: 0536/A/X/20-29 tertanggal 28 Juni 2020 oleh Koordinator Romo Yohanes Rasul Edy Purwanto, Pr.

Dewan Paroki beserta kepala-kepala bidang dan segenap tim-tim pelayanan, juga para ketua wilayah dan ketua lingkungan bahu membahu menyiapkan gereja agar bersih, nyaman dan tetap bebas corona sehingga umat dapat beribadah dengan tenang dan tanpa perlu merasa was-was atau khawatir akan penularan virus corona.

Lihat Video : Penjelasan Lengkap Romo Vikjen Edy Purwanto, Pr. mengenai Pembukaan Tempat Ibadah di Lingkup Keuskupan Semarang

Bersamaan dengan pembentukan satgas tersebut, malam ini kami juga merayakan ulang tahun imamat Romo Vincentius Suparman, Pr. Selaku pastor paroki kami. Romo Parman pada tahun ini merayakan ulang tahun imamat yang ke-15 tahun.

Doa kami semoga Romo Parman selalu diberkati oleh Tuhan dan sabar dalam menghadapi dinamika umat Jetis, semoga kami yang tergabung dalam tim pelayanan dan dewan paroki juga bisa bersinergi dengan romo demi kemajuan gereja serta kenyamanan umat paroki Jetis.

Proficiat Romo Parman ! 😉

Renungan Mingguan 29 Desember 2019

Sabda Tuhan Hari Ini 29 Desember 2019, Matius 2:13‐15.19-23

Doa: Tuhan Yesus, bukalah pintu hatiku. Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.

Setelah orang‐orang majus yang mengunjungi Bayi Yesus di Betlehem pulang, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu‐Nya! Larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Raja Herodes akan mencari Anak itu untuk dibunuh.” Maka Yusuf pun bangun. Malam itu juga diambilnya Anak itu serta ibu‐Nya, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan lewat nabi‐Nya, “Dari Mesir Kupanggil Anak‐Ku.”

Setelah Herodes mati, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf di Mesir dalam mimpi. Kata malaikat itu, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu‐Nya, dan berangkatlah ke tanah Israel, karena mereka yang hendak membunuh Anak itu sudah mati.” Lalu Yusuf pun bangunlah. Diambilnya Anak itu serta ibu‐Nya, dan pergilah mereka ke tanah Israel. Tetapi setelah mendengar bahwa Arkhelaus menjadi raja di Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, Yusuf takut ke sana. Setelah dinasihati dalam mimpi, pergilah Yusuf ke daerah Galilea. Setibanya di sana ia tinggal di sebuah kota yang bernama Nazaret. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi‐nabi, bahwa Ia akan disebut: Orang Nazaret.

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Pada Minggu pertama pasca Natal, kita merayakan pesta Keluarga Kudus Nazaret. Keluarga sederhana, namun hidup bersahaja di mata Allah. Keluarga kecil beranggotakan Yusuf, Maria, dan Kanak‐kanak Yesus ini juga sangat patuh pada adat‐istiadat setempat. Tentu saja keluarga ini juga sangat terbuka dengan sesamanya. Dalam keluarga itulah Yesus dilahirkan, bertumbuh dan berkembang.
Selaku orangtua, Yusuf dan Maria diimani sebagai orangtua yang harmonis, satu, setia, bahu‐membahu dalam mendidik anak dan membina keluarga. Yusuf, seorang yang saleh, benar‐benar menunaikan tanggung jawabnya sebagai ayah dan imam dalam keluarga. Demikian juga Maria yang selalu hormat pada kebijakan suaminya. Keharmonisan dan kesatuan mereka menjadikan kanak‐kanak Yesus semakin bertambah hikmatnya.

Keluarga kudus adalah model bagi keluarga‐keuarga masa kini. Misi, identitas, peran, dan penggilan keluarga zaman sekarang patut mencontoh keluarga Nazaret ini. Berbagai macam tantangan hidup perkawinan dan keluarga selalu dijiwai dan disemangati oleh teladan Yusuf, Maria, dan Yesus. Dengan demikian, pasangan suami‐istri dan anak‐anak tetap bisa menghayati hakikat dan tujuan perkawinan yang Gereja kehendaki.

Ya Bapa, berkatilah dan dampingilah keluarga‐keluarga Kristiani masa kini. Dalam berbagai tantangan yang harus dihadapi, ya Bapa, arahkanlah mereka pada tujuan yang Engkau kehendaki. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2019, OBOR Indonesia

You cannot copy content of this page