Panduan Peraturan Pantang dan Puasa Prapaskah 2022

PERATURAN PUASA DAN PANTANG GEREJA KATOLIK TAHUN 2022

Mengacu pada Ketentuan Pastoral Keuskupan Regio Jawa (KPKRJ) Tahun 2016 pasal 138 no. 2.b dalam kaitannya dengan kanon 1249-1253 KHK 1983 tentang hari tobat, peraturan puasa dan pantang, ditetapkan sebagai berikut:

  1. Hari puasa tahun 2022 ini dilangsungkan pada hari Rabu Abu tanggal 2 Maret 2022 dan Jumat Agung tanggal 15 April 2022. Hari pantang dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama masa Prapaska sampai dengan Jumat Agung.
  2. Yang dimaksud dengan berpuasa adalah makan hanya sekali saja dalam sehari pada hari Rabu Abu dan hari Jumat Sengsara dan Wafat Tuhan. Umat beriman yang wajib berpuasa adalah yang berumur antara delapan belas (18) tahun sampai dengan awal tahun keenampuluh (60).
  3. Yang dimaksud dengan berpantang adalah tidak makan daging atau makanan lain yang disukai pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama masa Prapaska sampai dengan Jumat Agung. Namun sesuai dengan tradisi Gereja universal, berpantang ini dapat dilakukan juga setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu merupakan hari pesta wajib. Umat beriman yang wajib berpantang adalah yang sudah genap berumur empat belas (14) tahun.

Karena peraturan puasa dan pantang tersebut cukup ringan, serta agar setiap pribadi dan komunitas dapat memanfaatkan 40 hari masa Prapaskah sebagai kesempatan istimewa untuk membina pertobatan dengan tobat dan matiraga, kami anjurkan beberapa hal berikut:

  1. Masing-masing pribadi, keluarga, dan komunitas mencari wujud matiraga (puasa dan pantang) yang sesuai dengan jenjang usia.
  2. Pada hari pantang dan/atau hari-hari lain yang ditentukan, setiap keluarga/komunitas dapat berpantang makan nasi atau menggantinya dengan bahan makanan pokok lokal dengan satu macam lauk (sebagaimana telah menjadi gerakan di beberapa paroki atau komunitas selama masa Prapaska dan peringatan Hari Pangan Sedunia).
  3. Selama empat puluh (40) hari dalam masa Prapaskah, secara pribadi atau secara bersama dalam keluarga atau komunitas biara/pastoran/seminari memilih wujud pertobatan dan silih yang lebih berdaya ubah.
  4. Setiap pribadi, keluarga, atau komunitas dapat mewujudkan karya amal kasih bagi mereka yang membutuhkan.
  5. Setiap pribadi, keluarga, atau komunitas dapat melatih diri lebih tekun dalam olah rohani, antara lain melalui ketekunan membaca dan merenungkan Kitab Suci, mengikuti renungan APP, rekoleksi/retret, latihan rohani, ibadat jalan salib, pengakuan dosa, meditasi, dan adorasi dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19.

.

Tema APP tahun 2022 ini adalah:

“Tinggal dalam Kristus, Berbelarasa dan Berpengharapan” sebagaimana diuraikan dalam Buku Renungan Bersama APP KAS 2022 yang diterbitkan oleh Panitia APP Keuskupan Agung Semarang.

.

Sumber: SG Prapaskah 2022

.

.

Panduan APP 2022, Tinggal Dalam Kristus, Berbelarasa dan Berpengharapan

panduan app 2022

Panduan APP 2022, Tinggal Dalam Kristus, Berbelarasa dan Berpengharapan – Syukur kepada Allah kita Kembali diperkenankan memasuki masa Prapaskah, untuk secara khusus mempersiapkan diri merayakan puncak karya keselamatan Tuhan dalam perayaan Paskah.

Sekitar 2 tahun terakhir ini kita hidup di tengah Pandemi Covid-19, yang dampaknya mungkin masih kita rasakan hingga saat ini.

Situasi pandemi selama ini, juga menyadarkan bagi kita umat beriman akan kerapuhan diri kita sebagai manusia. Namun dengan semangat solidaritas dan terus membangun pengharapan bersama, kita dapat melewati masa-masa sulit pandemi ini.

Kita mengawali Masa Prapaskah dengan Rabu Abu. Dengan menerima abu, kita diingatkan kembali akan kerapuhan kita di hadapan Tuhan.

Hidup di dunia ini hanyalah sementara. Pada saatnya nanti kita semua akan kembali menjadi debu tanah, tempat asal kita diciptakan. “sebab, engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” (Kej 3:19).

Masa Prapaskah menjadi masa pertobatan bagi kita yakni meninggalkan segala dosa dan kembali kepada Tuhan.

Selama 40 hari kita bersama mengolah diri, yakni menyesali segala dosa kita dan bertobat memperbaharui diri dengan berbelarasa dan berpengharapan di dalam kasih Tuhan.

Masa Prapaskah sekaligus sebagai retret agung bagi kita agar kita menjadi semakin dekat dengan Tuhan dan mengasihi sesama.

Pada masa Prapaskah kali ini, Panitia APP KAS telah menyusun Buku Pertemuan APP Lingkungan. Buku panduan ini diharapkan bisa membantu umat untuk mengolah hidup selama masa Prapaskah.

Pengolahan hidup selama masa Prapaskah dapat dilaksanakan dalam kelompok-kelompok kecil dengan tetap menjaga kesehatan dan keselamatan kita bersama sesuai situasi dan kondisi di tempat kita masing-masing.

Seiring dengan Gerak Pastoral KAS yang tertuang dalam ARDAS KAS dan mempertimbangkan dampak Pandemi Covid19 yang mungkin masih kita alami, pada tahun 2022 ini,

Panitia APP KAS mengajak seluruh umat untuk mengolah tema APP: Tinggal Dalam Kristus, Berbelarasa dan Berpengharapan.

Semoga dengan bahan dan tema APP kali ini, kita semua terbantu dalam mengolah hidup kita selama retret agung masa Prapaskah tahun ini.

Semoga kita semakin tinggal dalam Kristus, turut bangkit bersama-Nya dan hidup kita pun berbuahkan belarasa dan pengharapan.

.

Semarang, 14 Desember 2021
Pada Peringatan St. Yohanes dari Salib
Herman Yoseph Singgih Sutoro, Pr
Ketua Panitia APP KAS

.

>> Download Panduan APP 2022 Disini <<

.

.

You cannot copy content of this page