Bakti Sosial Kepedulian Umat Di Tengah Keprihatinan Wabah Virus Covid19

Vaksin virus covid-19 telah tiba di Indonesia dan saat ini dalam proses memperoleh legalitas dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan semakin banyaknya media yang menayangkan berita tersebut, berdampak pada ekspektasi masyarakat akan berakhirnya pandemi di tahun 2021. Namun pada kenyataannya hingga akhir 2020, pemerintah masih membutuhkan waktu lebih untuk menguji efektivitas vaksin dan mendistribusikannya. Malah di akhir tahun 2020, jumlah kasus virus covid-19 di Indonesia melonjak tajam. Beberapa situs berita bahkan menyatakan bahwa di negara Inggris, virus covid-19 telah bermutasi dalam bentuk baru yang lebih berbahaya. Virus covid-19 versi baru ini lebih mudah berpindah antar manusia, cenderung tanpa gejala dan belum dapat ditangani seperti layaknya virus covid-19 sebelumnya. Kondisi ini memaksa masyarakat untuk memutar otak agar dapat bertahan lebih lama di masa pandemi.

Kegiatan bakti sosial karya tim PSE (Pengembangan Sosial Ekonomi) dan APP (Aksi Puasa Pembangunan) pada hari Senin, 28 Desember 2020 merupakan giat sosial yang dimaksudkan untuk membantu umat paroki yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok makanan. Dalam kegiatan ini, Tim APP dan PSE hanya menjadi perpanjangan tangan umat dari luar paroki asal Cirebon. Donatur memberikan sejumlah uang tunai dan menghendaki uang tersebut diwujudkan dalam bentuk barang untuk nantinya dapat diberikan kepada umat paroki Jetis yang membutuhkan. Setelah berdiskusi dengan Romo paroki, akhirnya tim sepakat untuk membelanjakan uang tersebut menjadi paket sembako sejumlah 80 paket. Paket sembako berisi beras, minyak goreng, mie telor dan susu kental manis. Ditambah satu lembar kain batik/sarung pemberian dari donatur yang sama.

Pada hari Senin, Tim PSE dan APP sudah standby sejak pukul 9.30 untuk mempersiapkan tempat dan peralatan guna pembagian paket sembako. Di hari sebelumnya, para ketua lingkungan telah dimohon untuk memilih empat orang yang akan menerima paket sembako dengan syarat merupakan keluarga yang paling membutuhkan. Kegiatan bakti sosial diawali dengan pengarahan dari Romo Vincentius Suparman, Pr selaku romo paroki. Kemudian penyerahan simbolis paket sembako dari Romo paroki kepada perwakilan ketua lingkungan/umat yang hadir. Selanjutnya tim melayani para ketua lingkungan yang datang untuk mengambil paket sembako hingga jam 12.00 WIB. Ketua lingkungan/wakilnya wajib membubuhkan tanda tangan pada daftar absen dan memberikan konfirmasi apabila paket sembako diberikan kepada orang lain selain yang tertera pada daftar dari tim APP. Ini menjadi salah satu upaya Tim untuk memperbaharui data.

Meski jumlah bantuan sembako terbatas namun para ketua lingkungan mengucapkan terimakasih kepada Gereja terutama kepada donatur. Acara diakhiri pukul 13.00 WIB setelah berfoto bersama dan menghubungi para ketua lingkungan yang belum mengambil paket sembako. Semoga melalui kegiatan ini, semakin banyak orang yang terpanggil untuk berbagi kepada sesama kita yang membutuhkan. God is good!

Suster-Suster Kongregasi SJMJ Berbagi Berkat di tengah Pandemi

Pandemi Covid-19 yang belum usai hingga akhir tahun 2020 ini memaksa masyarakat untuk mengencangkan ikat pinggang lebih dalam. Hingga kini vaksin masih belum ditemukan dan masyarakat belum tahu kapan pandemi ini akan berakhir.

Semua orang memutar otak untuk mendapatkan tambahan penghasilan dengan membuka warung kecil-kecilan atau berjualan secara online. Segala upaya dilakukan untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Saat banyak orang memikirkan keperluan masing-masing, masih banyak komunitas atau perserorangan yang peduli dengan kebutuhan orang lain. Kali ini komunitas Suster SJMJ (Suster Jesus Maria Joseph) menyempatkan waktu berbagi berkat untuk umat yang tergolong kurang mampu di wilayah Paroki St. Albertus Agung Jetis.

Pembagian ini dilakukan pada hari Minggu, 25 Oktober 2020 dibantu oleh anggota Bidang Kemasyarakatan Dewan Paroki St. Albertus Agung Jetis. Paket bingkisan sembako yang dibagikan sejumlah 200 paket dan diberikan secara merata kepada umat-umat terpilih di lingkungan. Daftar umat yang terpilih merupakan hasil survei tim APP melalui ketua lingkungan dengan persetujuan romo paroki.

Hari Sabtu siang tepatnya pukul 12, Tim kemasyarakatan berkumpul di Gereja untuk bersama-sama berangkat ke susteran SJMJ guna menjemput paket-paket yang esok hari akan dibagikan. Disediakan satu buah mobil sebagai akomodasi dari susteran menuju Gereja Jetis. Setelah sampai di gereja, tim Kemasyarakatan membantu memindahkan paket-paket bingkisan ke ruang PSE dan menatanya dengan rapi agar esok hari dapat diberikan kepada umat yang berhak.

Keesokan harinya pukul 9 pagi, Tim Kemasyarakatan sudah standby untuk menyambut ketua lingkungan yang akan mengambil paket bingkisan sembako. Penjemputan paket sembako dilakukan oleh ketua lingkungan atau perwakilannya untuk menghindari kerumunan yang berisiko.

Penyerahan bantuan dilaksanakan dengan tertib dan tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan. Tercatat paket sembako diberikan kepada umat-umat terpilih dengan rincian sebagai berikut:

  1. 9 orang umat lingkungan St. Rafael Penumping
  2. 15 orang umat St. Ignatius Penumping
  3. 10 orang umat St. Yusup Bumijo
  4. 12 orang umat St. Antonius Gowongan
  5. 7 orang umat St. Yohanes Bangunrejo
  6. 16 orang umat St. Immaculata Kricak
  7. 7 orang umat St. Thomas Jatimulyo
  8. 7 orang umat St. Alfonsus Jatimulyo
  9. 13 orang umat St. Paulus Jatimulyo
  10. 11 orang umat St. Yusup Bangirejo
  11. 7 orang umat St. Yusup Blunyahgede
  12. 14 orang Umat St. Ignatius Cokrodiningratan
  13. 7 orang umat St. Yusup Karangwaru
  14. 5 orang umat St. Mater Dei Karangwaru
  15. 6 orang umat St. Andreas Blunyahrejo
  16. 10 orang umat St. Petrus Jetisharjo
  17. 14 orang umat St. Maria Assumpta Jogoyudan Lor
  18. 16 orang umat St. Gabriel Maria Jogoyudan Kidul
  19. 12 orang umat St. Ignatius Cokrokusuman
  20. 2 bingkisan diberikan kepada penjaga dan koster gereja.

Kiranya paket bingkisan sembako yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan umat. Kami sebagai Tim Kemasyarakatan merasa senang dapat turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Semoga melalui kegiatan ini, semakin banyak umat yang terpanggil untuk peduli kepada sesama yang membutuhkan bantuan.

.

Penulis : Christina Adiratna

Sebungkus Nasi Tetaplah Sangat Berarti di Era Pandemi

Pandemi virus Covid-19 sudah berlangsung selama hampir 8 bulan. Maka selama delapan bulan pula, masyarakat yang terkena dampak khususnya dari sisi ekonomi mengupayakan kelangsungan hidupnya.

Daya beli menurun sebagai akibat berkurangnya penghasilan sementara kebutuhan hidup terus ada bahkan bertambah. Banyak yang bertahan dengan bekerja serabutan, ada pula yang menyerah dengan hanya mengharapkan bantuan dari sanak saudara, tetangga atau pemerintah.

Dalam masa pandemi saat ini, pemerintah menggelontorkan sejumlah program untuk membantu masyarakat antara lain subsidi listrik untuk rumah tangga dan industri kecil, kartu pra kerja bagi para  angkatan kerja, bantuan sosial tunai, dan bantuan bagi karyawan swasta. Pemerintah peduli terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Persiapan sebelum dibagikan

Di masa pandemi ini, kita sebagai individu diajarkan pula untuk lebih peduli pada lingkungan sekitar, kebersihan lingkungan, kondisi kesehatan keluarga dan kondisi saudara-saudara kita yang terdampak pandemi. Menggunakan masker, rajin mencuci tangan menjadi bentuk usaha kita menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga.

Kepedulian yang lebih nyata terwujud dalam kegiatan sosial yang kami adakan yaitu berbagi nasi bungkus atau nasi kotak untuk orang yang membutuhkan. Siapa yang termasuk dalam kategori orang membutuhkan? Mereka adalah tukang becak, pemulung yang tinggal di jalanan, tukang parkir, tukang tambal ban, tukang koran dan orang-orang tua yang di masa senja mereka masih harus mencari penghasilan.

Berangkat berbagi berkat
Semangat berbagi !

Kegiatan sosial ini menjadi kegiatan rutin Bidang Pelayanan Kemasyarakatan selama masa pandemi. Minimal dua kali dalam sebulan, kami mendapatkan bantuan dari donatur. Tim APP dan PSE diminta untuk membantu membagikan bantuan tersebut. Di bulan Agustus ini kami menerima bantuan sebanyak dua kali yaitu pada tanggal 2 dan 16 Agustus 2020. Bantuan sebanyak 300 pack nasi kotak dan masker siap untuk dibagikan oleh tim kami.

Penyaluran bantuan dilakukan dengan membagikan di depan gereja, di sekitar lingkungan gereja dengan menggunakan sepeda motor, di belakang gereja dan memberikan bantuan dengan menyusuri menggunakan mobil. Kali ini kami mampu menjangkau jarak yang lebih jauh yaitu hingga ke jalan solo untuk menemukan orang-orang yang membutuhkan bantuan. Penyaluran bantuan dimulai pada pukul 10.00 hingga pukul 13.00.

Dari mulai pengemasan, pembagian dan terakhir evaluasi dapat berjalan dengan lancar. Banyak pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan sehingga distribusi lebih merata. Kami selalu mengakhiri kegiatan bagi nasi dengan makan siang bersama-sama sekedar untuk berbagi cerita dan mendiskusikan kegiatan sosial yang akan dilakukan di waktu-waktu mendatang.

Secara khusus, kami mengucapkan terimakasih kepada donatur. Semoga kesehatan dan berkat melimpah senantiasa menaungi!
.
.
Penulis : Christina Adiratna
Foto : Tim PSE & APP Jetis
.
.

You cannot copy content of this page