Sebungkus Nasi Tetaplah Sangat Berarti di Era Pandemi

Pandemi virus Covid-19 sudah berlangsung selama hampir 8 bulan. Maka selama delapan bulan pula, masyarakat yang terkena dampak khususnya dari sisi ekonomi mengupayakan kelangsungan hidupnya.

Daya beli menurun sebagai akibat berkurangnya penghasilan sementara kebutuhan hidup terus ada bahkan bertambah. Banyak yang bertahan dengan bekerja serabutan, ada pula yang menyerah dengan hanya mengharapkan bantuan dari sanak saudara, tetangga atau pemerintah.

Dalam masa pandemi saat ini, pemerintah menggelontorkan sejumlah program untuk membantu masyarakat antara lain subsidi listrik untuk rumah tangga dan industri kecil, kartu pra kerja bagi para  angkatan kerja, bantuan sosial tunai, dan bantuan bagi karyawan swasta. Pemerintah peduli terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Persiapan sebelum dibagikan

Di masa pandemi ini, kita sebagai individu diajarkan pula untuk lebih peduli pada lingkungan sekitar, kebersihan lingkungan, kondisi kesehatan keluarga dan kondisi saudara-saudara kita yang terdampak pandemi. Menggunakan masker, rajin mencuci tangan menjadi bentuk usaha kita menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga.

Kepedulian yang lebih nyata terwujud dalam kegiatan sosial yang kami adakan yaitu berbagi nasi bungkus atau nasi kotak untuk orang yang membutuhkan. Siapa yang termasuk dalam kategori orang membutuhkan? Mereka adalah tukang becak, pemulung yang tinggal di jalanan, tukang parkir, tukang tambal ban, tukang koran dan orang-orang tua yang di masa senja mereka masih harus mencari penghasilan.

Berangkat berbagi berkat
Semangat berbagi !

Kegiatan sosial ini menjadi kegiatan rutin Bidang Pelayanan Kemasyarakatan selama masa pandemi. Minimal dua kali dalam sebulan, kami mendapatkan bantuan dari donatur. Tim APP dan PSE diminta untuk membantu membagikan bantuan tersebut. Di bulan Agustus ini kami menerima bantuan sebanyak dua kali yaitu pada tanggal 2 dan 16 Agustus 2020. Bantuan sebanyak 300 pack nasi kotak dan masker siap untuk dibagikan oleh tim kami.

Penyaluran bantuan dilakukan dengan membagikan di depan gereja, di sekitar lingkungan gereja dengan menggunakan sepeda motor, di belakang gereja dan memberikan bantuan dengan menyusuri menggunakan mobil. Kali ini kami mampu menjangkau jarak yang lebih jauh yaitu hingga ke jalan solo untuk menemukan orang-orang yang membutuhkan bantuan. Penyaluran bantuan dimulai pada pukul 10.00 hingga pukul 13.00.

Dari mulai pengemasan, pembagian dan terakhir evaluasi dapat berjalan dengan lancar. Banyak pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan sehingga distribusi lebih merata. Kami selalu mengakhiri kegiatan bagi nasi dengan makan siang bersama-sama sekedar untuk berbagi cerita dan mendiskusikan kegiatan sosial yang akan dilakukan di waktu-waktu mendatang.

Secara khusus, kami mengucapkan terimakasih kepada donatur. Semoga kesehatan dan berkat melimpah senantiasa menaungi!
.
.
Penulis : Christina Adiratna
Foto : Tim PSE & APP Jetis
.
.

Peduli lawan Pandemi: Bakti Sosial Tanggap Bencana Virus Covid-19 Jilid 3

Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu kota di Indonesia yang terpapar virus corona. Hingga saat ini Yogyakarta menjadi kota ke 16 dengan jumlah penduduk terbanyak yang terjangkit virus corona (versi kompas.com).

Data terbaru yang dipublikasikan pada 14 Mei 2020 menunjukkan sebanyak 185 penduduk DIY terjangkit virus corona. Tingkat kesembuhan tergolong belum memuaskan sebab masih di angka 68 orang atau sekitar 37% dan angka kematian sebesar 4% dari jumlah kasus yang terkonfirmasi oleh pemerintah.

Tren nasional untuk kasus pasien yang sembuh setelah terjangkit virus corona juga mengalami peningkatan dari hari ke hari. Kita patut bersyukur sebab menurut cuplikan data di atas, DIY termasuk kota yang penyebarannya tergolong lambat dan minim korban jika dibandingkan dengan kota lain seperti DKI Jakarta atau bahkan negara lain contohnya Amerika Serikat. Namun kita pun tak boleh lengah, sebab tren nasional kasus meninggal dan terkonfirmasi virus corona masih terus bergerak naik.

Masa pandemi Covid-19 ini menjadi masa-masa sulit bagi semua orang. Sebab mewabahnya virus corona berdampak cukup signifikan bagi perekonomian Indonesia.

Dikutip  dari berita, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan angka kemiskinan di Indonesia akan meningkat hingga 1,1 juta orang untuk skenario terberat. Sementara untuk skenario yang lebih berat, tambahan angka kemiskinan akan sebanyak 3,78 juta orang.

Perkiraan ini dengan asumsi bahwa penyebaran virus corona masih akan terus meluas namun tidak sampai memburuk. Peningkatan angka kemiskinan ini berasal dari penduduk yang rentan miskin dan hampir miskin yang mencapai sekitar 25 % dari penduduk Indonesia. Dengan mewabahnya virus corona dan diterapkannya aturan untuk tinggal di rumah, banyak golongan masyarakat yang mengalami penurunan dan pendapatan bahkan harus kehilangan mata pencahariannya.

Bakti sosial dalam rangka membantu umat paroki yang terdampak virus corona kembali dilaksanakan pada Rabu, 13 Mei 2020. Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari penerima bantuan maupun pihak luar yang terus memberikan kontribusinya dalam bentuk sumbangan sembako.

Pada bakti sosial kali ini, tim APP dan PSE menerima sumbangan telur ayam dari bapak N. Yudianto selaku salah satu umat Paroki Jetis dan juga sumbangan beras yang berasal dari Kevikepan DIY. Kegiatan tanggap bencana ini merupakan salah satu upaya Gereja untuk mengurangi tambahan angka kemiskinan, terutama penduduk rentan miskin yang menjadi miskin atau penduduk kelas menengah yang menjadi rentan miskin akibat kehilangan pendapatan.

Persiapan kegiatan dimulai pada Senin, 11 Mei 2020 dan berlangsung selama 2 hari. Jumlah relawan yang membantu sebanyak 11 orang terdiri dari tim APP, PSE, dari bidang kemasyarakatan dan umat paroki. Kegiatan berlangsung dari pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.

Sebanyak 220 paket sembako didistribusikan dengan mobil umat namun ada pula yang diambil langsung oleh ketua wilayah. Setiap wilayah mendapat kuota tambahan 1 keluarga dengan ketentuan ketua lingkungan perlu memutakhirkan data bantuan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Secara keseluruhan kegiatan bakti sosial berjalan dengan lancar. Semoga Tuhan memberkati dan menjauhkan kita dari virus-virus yang berbahaya bagi kesehatan. Tetap semangat!

Penulis : Christina A.R
Foto : Tim Kemasyarakatan & Ketua Lingkungan
.
.

Gerakan Umat Paroki Jetis di Masa Pandemi Virus Corona

Bila wabah virus Corona adalah ujian maka persoalannya adalah kemanusiaan. Bagaimana kepedulian masyarakat menjadi hal pokok yang menjadi sorotan. Saat ini banyak gerakan sosial yang diselenggarakan baik oleh masyarakat umum, para musisi, pejabat pemerintahan dan berbagai elemen masyarakat.

Seiring dengan perkembangan teknologi, gerakan sosial ini dilaksanakan lewat streaming, video di media sosial atau terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal inilah yang dilakukan oleh umat Paroki Jetis di tengah situasi pandemi Covid-19.

Umat peduli, perhatian dan menunjukkan solidaritasnya lewat bantuan-bantuan yang diberikan ke Gereja untuk kemudian disalurkan kepada umat di lingkungan yang kurang mampu dan masyarakat umum. Paroki St. Albertus Agung Jetis telah menerima bantuan antara lain berupa alat-alat kebersihan, paket nasi bungkus, paket nasi kotak dan sembako. Bantuan-bantuan tersebut diterima oleh Tim APP (Aksi Puasa Pembangunan) dan dikelola agar membawa manfaat terlebih bagi mereka yang terdampak virus Corona.

Kegiatan berbagi nasi bungkus sampai dengan saat ini telah dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama pada hari Senin, 20 April 2020 Gereja St. Albertus Agung Jetis mengadakan gerakan sosial berbagi nasi bungkug untuk masyarakat umum sebanyak 270 paket. Nasi bungkus sebanyak 220 paket merupakan bantuan dari salah satu umat di Paroki Jetis yaitu Bapak Wahyu Herman dan 50 paket lainnya bantuan tambahan dari Gereja. Pembagian nasi bungkus dilakukan untuk membangun rasa solidaritas sekaligus meringankan beban masyarakat terutama dari sisi ekonomi. Gerakan ini berlangsung dari pukul 09.00-10.00 WIB. Kontributor dari gereja yang ikut membagikan nasi bungkus berasal dari tim APP, PSE, OMK dan umat lain yang ingin ikut serta menyapa masyarakat. Sasaran kegiatan ini adalah para pejalan kaki, supir ojek online, pedagang – pedagang kecil, tukang becak, tukang sapu jalan dan semua pihak yang membutuhkan. Kegiatan berbagi nasi tahap pertama berjalan dengan lancar.

Gerakan kedua dilaksanakan pada hari Minggu, 26 April 2020 di depan Gereja St. Albertus Agung Jetis. Kali ini kegiatan bagi nasi dilaksanakan pada sore hari menjelang waktu berbuka mengingat sudah memasuki bulan puasa. Nasi bungkus sebanyak 250 paket merupakan sumbangan dari alumnus angkatan 1994 ++ Sekolah Johannes De Britto, Yogyakarta. Sasaran kegiatan masih sama yaitu para supir ojek online, tukang becak dan semua pihak yang membutuhkan bantuan makanan di sekitar area gereja. Gerakan kedua berlangsung dari pukul 17.00 hingga 17.45 WIB. Antusiasme masyarakat dinilai cukup tinggi pada kegiatan berbagi nasi tahap ini.

Gerakan berbagi nasi tahap ketiga dilaksanakan pada hari Jumat, 1 Mei 2020 di depan Gereja St. Albertus Agung Jetis. Tiga ratus paket nasi yang dibagikan merupakan sumbangan dari salah satu umat paroki Jetis yang tidak ingin disebutkan namanya. Sebanyak 60 paket nasi dibagikan kepada masyarakat dengan mengendarai sepeda motor sementara sisanya dibagikan di depan gereja. Selain nasi kotak, umat juga membagikan masker kain dan satu potong kue. Spesial pada gerakan ketiga ini, Romo Paroki dan Bapak Joko Sunarno selaku wakil ketua Dewan Paroki ikut serta dalam persiapan dan pembagian nasi kotak. Kegiatan berlangsung dari pukul 17.00 hingga 18.00 WIB kemudian ditutup dengan makan bersama para relawan yang membantu distribusi nasi kotak kepada masyarakat.

Berbagai kegiatan yang telah terlaksana di atas merupakan wujud nyata kepedulian Gereja kepada masyarakat umum yang terdampak virus Corona terutama dari sisi ekonomi. Gereja menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam membantu umatnya yang menderita dan menanggung beban. Kiranya Gereja sebagai wajah sosial yang berlandaskan kasih senantiasa menjadi nyata dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat terutama dalam situasi pandemi saat ini.

.
.

Penulis : Christina A.R & Elisabeth Puji S.
Foto : Tim Kemasyarakatan

Peduli lawan Pandemi: Bakti Sosial Tanggap Bencana Virus Covid-19 Jilid 2

Siang itu panas terik melanda sebagian kota Yogyakarta yang sedang lengang dan sepi pengunjung. Memang virus Corona yang mewabah sejak beberapa bulan yang lalu, telah merenggut kebebasan warga Yogyakarta untuk melaksanakan aktivitas di luar rumah seperti hari – hari biasa.

Pemerintah bahkan menganjurkan warga masyarakat untuk tinggal di rumah guna memutus mata rantai merebaknya virus corona. Anjuran ini berlaku hampir di seluruh wilayah  Indonesia terutama daerah yang kasus positifnya dikategorikan tinggi ambil contoh Jakarta. Himbauan pemerintah tersebut mendorong sektor pendidikan untuk menonaktifkan segala kegiatan belajar mengajar dan adanya sistem kerja baru yaitu Work from Home atau bekerja dari rumah baik untuk sektor pemerintah maupun swasta.

Pemberlakuan aturan stay at home ini mengakibatkan terjadinya perlambatan ekonomi disebabkan karena pelaku usaha informal seperti pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terutama para pedagang kaki lima kehilangan pangsa pasarnya. Jika pelaku bisnis sudah menjajal dunia online dan e commerce mampu bertahan bahkan mengalami kenaikan transaksi pada situasi ini, tetapi tidak demikian bagi PKL yang hanya mengandalkan penerimaan harian dari hasil jualan mereka.

Selain itu, banyak perusahaan di berbagai sektor memilih merumahkan karyawan karena ingin memangkas biaya operasional. Perusahaan terpaksa memilih jalan tersebut sebab kelesuan ekonomi akibat wabah virus Corona menyebabkan pendapatan perusahaan turun drastis sementara biaya pegawai dan operasional lain terus berjalan. Kondisi ini menyebabkan sebagian masyarakat menjadi kurang berdaya secara ekonomi. Kehilangan pekerjaan yang berarti kehilangan sumber pendapatan keluarga menjadikan masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok salah satunya kebutuhan akan makanan.

Kondisi inilah yang melatarbelakangi Tim APP Paroki St. Albertus Agung Jetis mengadakan kegiatan Peduli lawan pandemi: Bakti sosial tanggap bencana covid-19 tahap yang kedua.

Dua ratus paket sembako dibagikan kepada umat lingkungan yang kurang mampu sesuai dengan data yang diberikan ketua lingkungan. Satu paket sembako terdiri dari beras, mie telor, biskuit kering, kecap manis, minyak goreng dan gula pasir. Selain sembako, diberikan pula masker kain hasil produksi tim PSE paroki. Masker kain ini dibuat dari kain batik perca yang sudah tidak digunakan, dijahit, ditambah karet dan bahan pelengkap lain.

Beberapa bahan pokok yang diberikan merupakan sumbangan dari umat dan sisanya didanai oleh donatur dan gereja. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 13 April 2020 pukul 10.00 hingga 11.30 WIB. Tim PSE, APP dan tim lain yang tergabung dalam bidang kemasyarakatan sudah mempersiapkan kegiatan ini dari sejak seminggu sebelum tanggal pelaksanaan. Para relawan membeli sembako, membungkusnya dalam 200 paket dan mendistribusikan ke lingkungan melalui ketua wilayah masing-masing.

Total 200 paket sembako diterima oleh umat lingkungan (katolik dan non katolik) dalam keadaan layak dan mendapatkan sambutan yang baik. Umat yang berdomisili di wilayah satu dan wilayah dua yang mendapatkan bantuan paket sembako masing-masing sebanyak 48 keluarga katolik dan 1 keluarga non katolik. Di wilayah tiga mencapai 43 keluarga katolik dan 1 keluarga non katolik. Sementara umat di wilayah empat yang mendapatkan paket sembako sejumlah 58 keluarga katolik.

Bakti sosial ini berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir. Kiranya gereja mampu menjadi perpanjangan tangan Tuhan yang senantiasa peduli dan perhatian kepada umatnya yang berkekurangan khususnya karena dampak virus covid-19. Dan semoga wabah virus covid-19 ini segera berakhir! Tuhan memberkati.

.
.

Penulis : Christina A.R.
Foto oleh : Tim Kemasyarakatan

Semangat Berbagi di Minggu Paskah Saat Merebaknya Covid-19 Corona Virus

Sudah lebih dari 30 hari semenjak virus Corona (Covid-19) merebak di negara kita. Tidak hanya di Indonesia, bahkan hampir seluruh negara di belahan dunia terdampak oleh virus ini.

Efek dari virus ini tidak hanya berdampak langsung terhadap kesehatan, yang tidak terlihat namun dirasakan adalah efeknya terhadap perekonomian negara-negara di seluruh dunia.

Berdasarkan data dari CNN Indonesia, di negara Amerika Serikat sendiri sekitar 17 juta orang kehilangan pekerjaannya akibat adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan pemberi kerja karena mereka pun tidak memiliki pilihan akibat pembatasan sosial (social distancing) yang terbukti efektif menurunkan tingkat penularan Corona Virus Covid-19.

Koordinasi Sebelum Pembagian

Berangkat dari kepedulian terhadap pribadi-pribadi yang terdampak di negara Indonesia khususnya di kota Yogyakarta ini, pada hari Minggu Paskah sekitar pukul 10.00 WIB diadakan pembagian paket nasi dan masker yang terbuat dari kain oleh Gereja Albertus Agung Jetis kepada masyarakat umum. Paket nasi ini berasal dari donasi salah satu umat Gereja St. Albertus Agung Jetis.

Sejumlah nasi dus dengan total 300 paket dibagikan kepada penduduk RT47 Kelurahan Cokrodiningratan sebanyak 150 paket, dan sisanya 150 paket nasi dibagikan di halaman gereja kepada masyarakat umum dengan menganut sistem drive-thru agar tidak menimbulkan kerumunan massa.

Menuju RT47 Kelurahan Cokrodiningratan
Penyerahan Simbolis Kepada Ketua RT47

Bagi para penerima paket nasi diwajibkan untuk melakukan sanitasi menggunakan hand sanitizer sebelum  masuk ke halaman gereja dengan dibantu oleh beberapa umat yang hadir membantu terlaksananya kegiatan ini.

Wajib Menggunakan Hand Sanitizer

Semua paket nasi tersebut dibagikan hanya dalam waktu sekitar 1 jam saja. Panitia dadakan yang berjumlah sekitar 20 orang bergerak cepat terdiri dari berbagai elemen, yaitu Romo, Bidang Kemasyarakatan dan Tim Pelayanan APP, OMK, semuanya baik tua dan muda bergerak seirama bahu membahu bersama-sama memberikan dukungan bagi masyarakat yang terdampak oleh virus Corona.

Panitia Dadakan

Paskah tahun 2020 ini memang terasa jauh berbeda dengan perayaan di tahun-tahun sebelumnya yang selalu dihiasi oleh kemeriahan perayaan di gereja. Tahun ini kita seakan disadarkan bahwa Paskah tidak selalu tentang perayaan, namun juga fleksibel melakukan perubahan dan terus menjadi perpanjangan kasih Tuhan di saat terjadinya bencana wabah seperti sekarang ini. Sesuai dengan tema Paskah 2020 – Berubah dan Berbuah Berkat.

Kita berdoa dan terus berharap, semoga pandemi ini dapat cepat berlalu dan segalanya dapat pulih kembali seperti sediakala.

Artikel & Foto : Tim Pelayanan Komsos

DOWNLOAD Foto – Foto Kegiatan

Peduli Lawan Pandemi, Bakti Sosial Tanggap Bencana Virus Covid-19

Merebaknya virus Covid-19 di masyarakat luas kini telah banyak menyita perhatian dunia. Virus ini seketika menjadi ‘senjata pembunuh’ umat manusia. Sejak virus tersebut muncul pertama kali di Wuhan, China pada Desember 2019 siapa yang menyangka penularannya akan berlangsung begitu cepat dan menyebabkan kematian dalam jumlah besar. Tampaknya tidak ada satu negara pun yang ‘steril’ terhadap virus Covid-19 atau selanjutnya akan disebut virus Corona. Organisasi kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan virus Corona sebagai pandemi. Artinya seluruh negara di dunia perlu melakukan antisipasi, sebab virus ini dapat menyerang siapa saja, di negara mana saja. Data terbaru pada tanggal 27 Maret 2020, penyebaran virus corona sudah menjangkiti 200 negara di dunia mencapai 529.614 kasus. Jumlah kematian akibat virus yang menyerang bagian pernapasan ini menembus angka 23.976 orang sedangkan yang sembuh sebanyak 123.380 orang.

Persiapan kegiatan Bakti Sosial dengan mengemas bahan-bahan pokok sumbangan umat menjadi paket bingkisan

Kasus penyebaran virus Corona ini tidak hanya menjadi isu kesehatan akan tetapi menjadi isu sosial dan ekonomi yang bersinggungan dengan kondisi saat ini. Masyarakat khususnya umat katolik dituntut untuk waspada namun juga tetap peduli dan perhatian akan kebutuhan sesama di sekitar kita. Dari sisi ekonomi, pandemi virus Corona menyebabkan pelemahan ekonomi. Dunia usaha terperangkap dalam situasi yang kurang menguntungkan. Suplai berkurang karena himbauan masif untuk bekerja dari rumah dan permintaan yang terus berkurang di berbagai sektor. Para pedagang dan wiraswasta menanggung kerugian akibat penyebaran virus ini.

Bingkisan sembako yang siap diberikan kepada umat Paroki Jetis sebanyak 200 paket

Tim APP dan PSE Paroki St. Albertus Agung Jetis menjadi lini terdepan dalam menanggapi situasi dan kondisi terkini akibat merebaknya virus Corona. Umat paroki dikoordinir oleh tim APP dan PSE paroki menunjukkan kepedulian dengan mengumpulkan dana dan sumbangan berupa bahan-bahan pokok yang selanjutnya diberikan kepada keluarga yang tergolong KLMTD (kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel) di wilayah teritorial Paroki Jetis. Persiapan kegiatan ini berlangsung sejak satu minggu sebelumnya dengan mengumpulkan bantuan, membelanjakan dana yang diperoleh dan mengemas menjadi satu bingkisan untuk satu kepala keluarga (KK). Bingkisan bantuan sembako berisi beras, mie instan, sabun cuci tangan dan sabun mandi. Bantuan kemudian dikemas dan terkumpul 200 paket sembako yang siap dibagikan. Sebelum kegiatan terlaksana, para ketua lingkungan sudah memberikan daftar keluarga yang akan diberi bingkisan. Setelah dikemas menjadi 200 bingkisan, masih ada sisa bahan-bahan pokok yang belum dikemas. Selanjutnya akan diberikan kepada keluarga yang kurang mampu dalam kesempatan berikutnya.

Penyaluran bingkisan sembako ke wilayah-wilayah di Paroki Jetis

Pada hari Rabu, 25 Maret 2020 bakti sosial tanggap bencana virus Corona dilaksanakan. Acara ini berlangsung dari pukul 09.30 hingga 13.00. Paket-paket sembako dihitung dan dipisahkan per wilayah kemudian diangkut menggunakan mobil menuju wilayah 1 hingga wilayah 4. Di tiap-tiap wilayah, para ketua wilayah dan ketua lingkungan bersiap untuk menyalurkan bantuan. Pemberian paket sembako dilakukan per wilayah untuk meminimalisir terciptanya kerumunan dan kontak dengan banyak orang. Total keluarga di wilayah 1 yang mendapat bantuan sebanyak 39 KK, jika dilihat melalui prosentase sebesar 22%. Selanjutnya, wilayah 2 dengan jumlah 46 KK prosentase mencapai 27%. Wilayah 3 sebesar 40 KK dengan prosentase 23%. Terakhir wilayah 4 sejumlah 48 KK mencapai 28% dari total bantuan yang diberikan. Umat yang menerima bingkisan bantuan mengaku merasa senang dan bersyukur sebab Paroki peduli dan menjadi perpanjangan tangan Gereja dalam karya pelayanan sosial di tengah situasi sulit saat ini.

Inilah contoh karya nyata umat Paroki Jetis dalam memaknai tema APP tahun ini. Semoga melalui kegiatan Bakti Sosial ini, umat katolik semakin tergerak untuk peduli dan berani terlibat dalam karya-karya karitatif dan pemberdayaan ditengah masyarakat. Berkah Dalem.

 

Penulis : Christ

Foto : E. Puji Susanti

Bahan APP Remaja 3 – Panduan APP Remaja 2020 Keuskupan Semarang

bahan app remaja

KOMUNITAS REMAJA KATOLIK  … WOW

Tujuan:

  1. Peserta  menyadari keberadaan komunitas/ kelompok/ paguyubannya: kelebihan dan kekuarangannya
  2. Peserta semakin memahami  tugas perutusan komunitas/ kelompok/ paguyuban remaja Katolik
  3. Peserta terdorong untuk mengembangkan komunitas/ kelompok/ paguyubannya.

PEMBUKAAN

Lagu Pembuka : Nandur Rukun Sugih Sedulur

Cipt: V. Eka Mulyantari

Hari ini kita bersama
Satu hati satu tujuan
Persatuan kita wujudkan
Semangat Toleransi cinta damai

Pancasila jadi pedoman
Hidup rukun saling bergandengan
Menghormati sgala perbedaan
Walau berbeda tetap bersaudara

Angkat tanganmu beri salam perdamaian
Atur kakimu selaraskan langkah kita
Goyang badanmu walau beda tetap bersatu
Nandur Rukun bakale Sugih Sedulur.

Doa Pembuka

(†): Tanda Salib

Marilah berdoa:

Bapa yang penuh kasih, kami  bersyukur atas penyertaan-Mu sehingga kami dapat kembali berkumpul ditempat ini untuk bersama-sama belajar dan mendengarkan firman-Mu.  Pada masa pra-paskah ini, sambil bermatiraga  untuk pertobatan, kami ingin membahas perkembangan paguyuban/ komunitas kami, yakni komunitas Remaja Katolik.  Kami berterimakasih karena Engkau mengumpulkan kami  dalam komunitas/ paguyuban bersama sahabat-sahabat seiman.    Berkatilah komunitas/ paguyuban kami, semoga semakin berdaya guna. Dengan pengantaraan

Kristus, Tuhan kami yang berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa.

Amin

(†): Tanda Salib

Pengantar

Hal-hal pokok dalam pengantar ini dikembangkan lebih lanjut oleh Tim Pendamping.  

  •  Salam: Selamat pagi/ siang/ sore; Selamat Berjumpa; Berkah Dalem;
  • Menanyakan kabar peserta (secukupnya). Supaya lebih bersemangat, ketika ditanya apa kabar? anak-anak diminta membuat jawaaban yang tidak biasa, namun harus heboh … misalnya: Sip … sip … Luar Biasa !!!! …. Yes-yes … muantap benar … dll (seturut kreativitas anak bersama pendamping)
  • Masa pra-paskah adalah masa pertobatan bagi semua Orang Katolik. Siapa yang sudah mengaku dosa? … siapa yang tetap berpuasa dan berpantang? (pendamping mengingatkan laku keutaman selama masa pra-paskah  : memperbanyak doa, memperdalam iman, puasa dan berpantang serta berderma bagi yang membutuhkan)
  • Tema pertemuan APP  kali  ini adalah: Komunitas Remaja Katolik… wow. Kita semua tahu bahwa ada banyak kelompok/ komunitas bagi kaum remaja Katolik. Paguyuban kita adalah salah satu dari komunitas itu. Ada kelompok misdinar, ada kelompok PIR (Pendampingan Iman Remaja) ada yang namnay Rekat (remaja Katolik, ada paguyuban lektor remaja, dan lain-lain.
  • Pada pertemuan APP kali ini kita akan “melihat” keberadaan komunitas / paguyuban kita. Sebagai komunitas/ paguyuban kaum remaja Katolik tentunya ada hal-hal yang sama dengan paguyuban remaja lainnya, tetapi pastilah juga ada yang membuat komunitas/ paguyuban kita menjadi unik/ khas. Sebagai remaja Katolik, tidak dapat kita tinggalkan cirri kekatolikan dalam komunitas/ paguyuban kita. Semoga dengan pendalaman APP ini kita juga dapat mengembangkan komunitas/ paguyuban kita.
  • Tim Pendamping juga dapat sedikit berceritera pengalamannya ketika masih remaja dan terlibat dalam  kegiatan bersama kaum Remaja Katolik.

PENDALAMAN MATERI

Sharing Pengalaman “Kisah Seorang Remaja Katolik”  

Saya ikut terlibat dalam paguyuban  remaja katolik di lingkungan. Saya tinggal di lingkungan daerah pedesaan. Ada pertemuan lingkungan setiap malam sabtu. Kelompok kami tidak ada namanya. Disebut sebagai remaja katolik, begitu saja. Anggotanya tidak banyak ada 7 cewek dan 4 cowok. Kami ber 11 membuat group WA. Lebih sering kami  berkomunikasi di group itu.

Perjumpaan  saya dan teman-teman remaja katolik    terjadi  sebulan sekali. Kadangkali tanpa jadwal yang jelas. Rumah tinggal kami berjauhan, juga kesibukan sekolah kami berbeda-beda. Namun saat pertemuan lingkungan, yang malam sabtu itu, kami selalu berusaha ikut datang, disitu  saya  dapat berjumpa bukan hanya  dengan teman  sesama remaja tetapi juga dengan umat lingkungan lainnya.

Kami akan semakin  sering  berjumpa jika ada tugas yang dipercayakan kepada kami. Misalnya seperti tahun lalu, kami dipercaya jadi panitia natal lingkungan. Kami bekerjasama dengan beberapa orang tua merencanakan dan menyelenggarakan perayaan natal itu dengan meriah. Meskipun masih remaja, dengan dukungan beberapa orang tua kami  memberanikan diri  mengundang masyarakat sekitar. Ada bapak Kepala Dusun, tokoh masyarakat,  warga sekitar,  semua  berbeda keyakinan.    Kami  membuat hiburan sederhana dan juga  membagikan tanaman untuk penghijauan di rumah-rumah warga.

Saya dan teman-teman  juga pernah membuat  film sederhana dengan srana kamera yang kami pinjam. Film sederhana  tersebut berkisah tentang kehidupan lingkungan kami. Film sederhana itu lalu dilihat bersama-sama dengan umat lingkungan.

Tidak jarang kaum remaja di lingkungan  juga  diminta ikut mengisi pertemuan lingkungan, misalnya mengisi pertemuan Adven, BKSN, atau APP. Pada saat itulah, bersama teman-teman, saya mempersiapkan materi-materi pendalaman iman.

Sebagai kaum remaja yang tinggal ditengah masyarakat yang berbeda keyakinan,  saya dan teman-teman, saling mengingatkan untuk ikut membaur, terlibat, srawung memajukan kampung. Di kampung saya ada ungkapan yang ditulis di kalender yang dibuat para  pemuda: ‘yen ora gelem srawung, mantenmu bakale suwung”. Artinya kira-kira: kalau tidak mau srawung, nati kalau jadi pengantin tidak akan ada yang membantu … lucu kedengaranya, tapi ya itulah cara pemuda desa mengingatkan anggotanya untuk selalu bergaul satu dengan lainnya. Seringkali pertemuan kaum remaja di kampung saya di selenggarakan di masjid. Saya dan teman-teman yang katolik, ikut di situ, dan ikut menyumbangkan gagasan-gagasan. Belum lama ini gagasan kami diterima, yakni pembuatan taman di pinggir jalan kampung.

Memasuki masa pra-paskah menjadi saat bagi kami persiapan merayakan Paskah. Bersama dengan adik-adik PIA dan beberapa OMK, kami akan mengadakan kunjungan paskah ke keluarga-keluarga katolik di lingkungan kami.  Sudah beberapa  tahun ini acara Paskah di lingkungan  dirayakan  dengan kunjungan keluarga. Kata pendamping kami, kegiatan ini menjadi salah satu  cara  membangun tradisi kekatolikan, entah apa maksudnya, saya kurang  memahaminya.  Jadi menjelang Paskah  kami membuat jawal kunjungan. Jadwal itu dihaturkan kepada ketua lingkungan, yang kemudian meneruskannya ke keluarga-keluarga.

Kunjungan paskah itu dilaksanakan mulai hari senin setelah  Perayaan Hari  Minggu Paskah hingga hari kamis. Berlangsung setiap sore dari jam 16.00 – 19.00. Saat-saat paskahan bersamakeluarga itu menjadi saat yang menggembiarakan. Kami dapat saling berceritera, mendapat nasihat dari orang  tua yang dikunjungi, berdoa bersama, foto bersama dan yang jelas  ada makanan-makan yang kami nikmati. Adik-adik PIA, sebagaimana dulu ketika kami PIA juga mengalaminya,  mendapatkan “angpau”  dari para orang tua.  Bagi keluarga yang sedang mendapat jadwal dikunjungi ternyata paskahan keluarga ini sekaligus menjadi semacam kumpul bersama keluarga besarnya, juga tetangga-tetangga dekatnya lalu ikut datang berkunjung, menjadi seperti “open house”.

Saya senang bisa berkumpul dalam komunitas/ paguyuban remaja Katolik di lingkungan.

Sharing pengalaman dalam kelompok

Tim pendamping menfasilitasi perbincangan antar remaja untuk mendalami sharing “Kisah Seorang Remaja Katolik “ di atas. Para Remaja diminta duduk melingkar dalam kelompok-kelompok kecil (jumlah masing-masing kelompok menyesuaikan dengan remaja yang hadir). Pada masing-masing kelompok dibagikan kartu panduan pertanyaan untuk membantu pemicaraan dalam kelompok. Masing-masing  anak dalam kelompok diminta untuk secara bergantian menjawab pertanyaan.  

Kartu Panduan Pertanyaan:

  1. Apa kesan/ tanggapan/ komentar kamu atas sharing pengalaman di atas? Bagian mana yang mengesan bagi kamu? Mengapa?
  2. Hal-hal apa yang menyenangkan dalam  komunitas/ paguyuban kita? Berilah keterangan singkat
  3. Pengalaman berkesan dan menarik manakah yang pernah kamu alami bersama komunitas/ paguyuban kita ini?
  4. Apa yang dapat kita laksanakan secara konkret/ nyata untuk membuat komunitas/ paguyuban kita semakin  dirasakan/ berguna bagi orang lain?

Laporan pleno

Tim pendamping memberi kesempatan perwakilan kelompok membagikan pokok – pokok jawaban dari pertanyaan di atas. Pokok jawaban dipilih dari jawaban yang dipandang mewakili jawaban kelompok.  

Tim Pendamping memberikan tanggapan-tanggapan secukupnya. Semua jawaban hendaknya diapresiasi secara positif. Tim Pendamping juga boleh mensharingkan jawabannya/ pengalamannya sendiri secara singkat.  

Mengembangkan komunitas/ paguyuban

Komunitas/ paguyuban kita adalah komunitas/ paguyuban/ kelompok yang terdiri dari para remaja namun memiliki kekhasan, yakni bahwa kita semua pernah dibaptis menjadi orang Katolik. Dengan demikian, dalam komunitas/ paguyuban kita itu tidak dapat kita lepaskan suasana dunia remaja kita, yang ceria, pengin bebas, butuh tantangan dsb. Namun kita juga harus selalu ingat dan memperjuangkan terwujudnya nilai-nilai iman kristiani dalam kegiatan yang kita jalankan. Mari kita melihat dan berusaha mengembangkan komunitas/ paguyuban kita.

Tahun 2020 ini, bersama teman-teman remaja se Keuskupan Agung Semarang kita mengembangkan tema: “aku berkah kanggo kowe” (aku berkat bagi kamu). Bagaimana tema itu akan kita hidupi/ jalani dalam komunitas/ paguyuban kita?

Tim Pendamping memandu dan memfasilitasi para remaja untuk mengisi bagan dibawah ini.  

Nama Komunitas/Paguyuban/ Kelompok
Kegiatan pokok/ rutin
Jumlah anggota
3 hal positif dalam komunitas
3 hal negatif dalam komunitas
Kegiatan/ Program tahun2020 untuk mewujudkantema: “aku berkah kanggokowe”(aku berkat bagikamu

SABDA & DOA

Bacaan Kitab Suci: Lukas 15: 11 – 32

Perumpamaan tentang Anak yang Hilang

Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada  ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku.  Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu.  Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh , ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.

Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali,ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.  Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur,maka bapa  menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.

Renungan

Tim Pendamping  dapat menyampaikan pokok-pokok renungan  berikut  ini silahkan dikembangkan lebih lanjut.  

Kisah dalam Kitab Suci tersebut kiranya sudah tidak asing bagi kita. Ada bapa yang baik hati, ada anak sulung dan juga ada si bungsu yang pergi meninggalkan rumah tetapi lalu bertobat dan kembali bersatu dalam keluarga.

Tokoh-tokoh dalam kisah tersebut dapat menjadi cerminan kehidupan komunitas / paguyuban kita. Mari kita mencoba melihat diri kita masing-masing. Jika ditempatkan dalam kisah tersebut, dalam kehidupan konteks komunitas/ kelompok kita sekarang ini, kira-kira aku seperti tokoh yang mana?:  bapa? anak sulung? anak bungsu? … mengapa demikian? Silahkan dijawab masing-masing dalam hati.

Doa Umat

Tim Pendamping memimpin doa umat.

P  : Semoga Allah Bapa meneguhkan  komunitas/ paguyuban kita dengan berkat-Nya, sehingga  kita dimampukan  menjadi tanda kerahiman Allah di tengah masyarakat.

Kami mohon …..

U  : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

P  : Semoga Allah Bapa Yang Maha Rahim mengalirkan rahmat-Nya, menyembuhkan luka hati (iri) yang dialami setiap pribadi dalam komunitas kita ini, sehingga dapat saling memafkan, saling menyembuhkan, dan meneguhkan.

Kami mohon …..

U  : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

P  : Semoga Allah Bapa meneguhkan  komunitas atau paguyuban-paguyuban remaja katolik dimana saja dengan berkatNya sehingga mereka mampu menjadi tanda kehadiran Allah ditengah masyarakat.

Kami mohon

U  : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

Hening sejenak menghaturkan doa-doa pribadi

Doa Bapa Kami  
(bersama-sama)

Kotak Dana APP
Kotak Derma APP diedarkan

PERUTUSAN DAN PENUTUP

Pengumuman

Tim Pendamping menyampaikan pengumuman-pengumuman sejauh dibutuhkan.   

Perutusan: Mempersiapkan Aksi Paskah.   

Tim Pendamping menyampaikan tugas perutusan sebagai berikut:  

  • Mempersiapkan rencana Aksi Paskah yang berguna  dari komunitas/ paguyuban remaja Katolik  bagi komunitas/ kelompok lain. Diusahakan bukan hanya acara perayaan Paskah khusus sesama remaja katolik. Misalnya membuataksi Paskah kunjungan lansia; aksi membersihkan sungai; mengunjungi orang sakit, dll.  
  • Membuat dokumentasi aksi Pakskah bagi sesama dan mengunggahnya  di media soial.   

Doa Penutup  

(†): Tanda Salib  

Marilah berdoa:

Bapa  kami bersyukur atas setiap perjumpaan yang boleh kami rasakan bersama ini. Terimakasih atas penyertaan-Mu sehingga kami  semakin menyadari komunitas/ paguyuban kami. Semoga kami dapat melaksanakan niat-niat baik kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.

Amin

(†): Tanda Salib  

 

Lagu Penutup : Jangan Lelah

Jangan Lelah  

Jangan lelah bekerja diladang-Nya Tuhan
Roh Kudus yang memberi kekuatan
Yang mengajar dan menopang  

Tiada lelah bekerja
Di ladang-Nya Tuhan
Yang selalu mencukupkan
Akan segalanya

Ratakan tanah bergelombang
Timbunlah tanah yang berlubang
Menjadi siap dibangun
Diatas dasar iman.

Bahan APP 3 – Panduan APP 2020 Keuskupan Semarang

bahan-app

BAHAN APP 3 – TERLIBAT MEMBANGUN KELUARGA DAN KOMUNITAS YANG MENYEMBUHKAN DAN MENEGUHKAN

Sasaran Pertemuan

Melalui pertemuan Ini, seluruh umat diajak untuk menyadari perutusan mewartakan belas kasih Allah dan menjadi perpanjangan tangan-Nya untuk menyampaikan berkat: menjadi penyembuh bagi yang sakit, penghibur bagi yang bersusah hati, penolong bagi yang menderita, dan meneguhkan bagi yang lemah. Dalam perutusan ini, umat diajak secara konkret untuk membangun keterbukaan satu sama lain, bertutur kata dan bersikap baik dan tulus, membiasakan diri membawa damai bagi yang lain, mengampuni dan merengkuh kerapuhan orang lain, dsb.

Lagu Pembuka

Tanda Salib dan Salam

P : Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus

U : Amin

P : Rahmat Tuhan Kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus, beserta kita

U : Sekarang dan selama-lamanya.

Pengantar

Bapak ibu dan saudara-saudara yang terkasih. Dalam pertemuan kali ini, kita akan merenungkan rahmat keselamatan Tuhan yang hadir di dalam keluarga dan komunitas kita. Keluarga atau komunitas merupakan tempat di mana kita dapat mengalami perjumpaan dengan sesama dalam ikatan kasih, menemukan wajah kerahiman Anah yang menyapa kita melalul orang-orang terdekat di sekitar kita. Meskipun demikian, tidak selalu mudah bagi kita untuk melihat bagaimana Allah yang hadir di tengah keluarga dan komunitas kita.

Terkadang kita dibutakan dengan berbagai macam kepentingan, keinginan, dan kesenangan yang temyata tidak menuntun kita untuk berjumpa dengan Allah. Sehingga karena keegoisan kitalah, keluarga dan komunitas kita menjadi tercerai berai dan kita sulit untuk mengalami kasih Allah yang menyelamatkan yang hadir di dalam keluarga dan komunitas kita. Padahal sejatinya keluarga maupun komunitas adalah tempat yang paling penting di mana kasih Allah yang menyelamatkan hadir begitu dekat dengan diri kita. Karena itulah mari kita bersama-sama kembali melihat, mensyukuri dan menghidupi rahmat kasih Allah yang menyelamatkan yang selalu hadir di datam keluarga dan komunitas kita.

Seruan Tobat

P : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah sumber keselamatan sejati yang datang dari Allah. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

P : Engkau menguatkan kami dan melindungi kami terhadap yang jahat. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

P : Engkau selalu menuntun kami kembali ketika kami jatuh dan tersesat. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

P : Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin.

Doa Pembuka  

Marilah kita berdoa (bersama-sama),

Allah yang penuh belas kasih, kami mengucap syukur atas kasih karunia yang selalu Engkau berikan di sepanjang hidup kami. Bimbinglah kami, supaya kami mampu untuk semakin setia dan mencintai keluarga dan komunitas kami. Karena kami percaya bahwa melalui keluarga dan komunitas ini Engkau sendiri berkenan hadir untuk memberkati dan menyelamatkan kami umat-Mu.

Bukalah diri kami sehingga di dalam kesempatan ini kami mampu untuk saling berbagi dan meneguhkan, serta menuntun kami semua untuk semakin menyadari dan mengalami karya keselamatan-Mu yang senantiasa hadir melalui orang-orang terdekat yang ada di sekitar kami. Demi Yesus Kristus, PutraMu, yang bersama Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, kini dan sepanjang masa.Amin.

Bacaan Kitab Suci

Pemandu dapat membacakan atau menunjuk salah satu umat yang hadir atau mengajak umat untuk bergiliran membacakan perikop Kitab Suci berikut:

Inilah Injil suci menurut Santo Lukas (Luk. 15:11-32)

Pada suatu hari, Yesus menyampaikan perumpamaan “Ada seorang mempunyai dua anak. Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.  Setelah dihabiskamya semuanya, timbulah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang bedimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa: jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.

Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakantah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambilah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.  Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. Jawab hamba itu:Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk, Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. Kata ayahnya kepadanya: Anakku. engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali

Demikianlah injil Tuhan.

Terpujilah Kristus

Pendalaman Katekese

Dalam kesempatan ini, Pemandu menyampaikan beberapa gagasan pokok permenungan yang digali dariKitab Suci yang barus aja dibacakan.

  • Kekayaan yang diminta si anak bungsu merupakan bagian dari kekayaan keluarganya. Tentu saja meminta bagian atas harta kekayaan keluarga adalah hal yang wajar. Akan tetapi apa yang dilakukan si anak bungsu ini bukanlah hal yang tepat. Mengapa demikian? Pertama, keluarga tersebut masih memiliki kepala keluarga, yakni bapa dari kedua anak tersebut yang bahkan masih sanggup untuk mendampingi dan memimpin keluarga terseb Kedua, harta kekayaan yang didapatkan o!eh si anak bungsu tersebut hanya dihabiskan untuk berfoya-foya saja. Ketiga, berbicara soat kekayaan, tentunya tidak hanya dimaksudkan pada kekayaan materisaja. akan tetapi juga berkaitan dengan kekayaan nilai. Mari kita lihat kembali perikop di atas. Kekayaan yang dimiliki dalam keluarga tersebut tidak hanya sebatas kekayaan materi saja, akan tetapi juga terdapat banyak kekayaan nilai yang diberikan dalam keluarga. Pandangan si anak bungsu hanya tertuju pada materi yang dimiliki oleh keluarganya, padahal kekayaan lain yang nilainya lebih besar dari itu semua kita ketahui bersama terdapat pada teladan bapanya. Oleh karena keegoisannya hubungan di dalam keluarga tersebut menjadi rusak.  Akan tetapi pribadi bapa sungguh menjadi teladan kasih yang begitu besar dan nyata. Pribadi bapa sungguh mewujud nyatakan kasih Allah yang mampu menyelamatkan seluruh umat-Nya.

Sharing

(Pemandu dapat membimbing umat untuk merefleksikan pengalaman mereka. Kemudian dilanjutkan dengan sharing dari beberapa  umat.  Jika dianggap perlu, baik jika dibentuk kelompok yang beranggotakan 4-6 orang untukberbagi pengalaman.)

  1. Adakah hal-hal yang membuat saya merasa tidak nyaman berada di dalam keluarga ataukomunitas? Mengapa?
  2. Jika ada,apa yang sudah atau yang akan dilakukan bersama sebagai keluarga atau komunitas untuk membuat keluarga atau komundas menjadi lebih nyaman?
  3. Jika tidak ada, hal apa yang paling mengesan yang saya dapatkan di dalam keluarga atau komunitas yang sungguh membual saya merasakan keselamatan?
  4. Dan, sudahkah hal tersebutsaya bagikan?Bagaimana?

Doa Umat

Dalam doa umat ini, masing-masing umat yang hadir diminta untuk mendoakan orang yang ada di sebelah kanannya. Doa umat ditutup dengan doa “Bapa Kami“.

Tugas Pribadi

Setelah pertemuan III ini, Pemandu memberi tugas kepada seluruh umat agar tugas mendoakan orang yang ada di sebelah kanannya letap dilanjutkan selama satu minggu kedepan didalam doa harian. Baik bila pemandu meminta semua umat, setiap hari pada jam tertentu (misalnya jam 12 siang), saling mendoakan dari tempat masing-masing.

Doa Penutup

Marilah kita berdoa (bersama-sama).

Ya Allah yang penuh belas kasih, kami bersyukur kepada-Mu karena Yesus Kristus Putera-Mu Kau utus untuk menjadi Penyelamat kami. Tuntunlah kami agar kami sanggup untuk membangun keluarga dan komunitas kami yang saling ngrengkuh, nggemateni, dan meneguhkan satu sama lain. Semoga HatiMu yang senantiasa berkobar-kobar untuk mengasihi, juga mengobarkan hati kami dalam mengasihi supaya kami dapat menjadi saluran berkatMu di tengah keluarga dan komunitas kami. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

Lagu Penutup

Bahan APP Remaja 2 – Panduan APP Remaja 2020 Keuskupan Semarang

bahan app remaja

NEXT >>> Bahan APP Ke-3 Remaja

TIADA HARI TANPA BERSYUKUR

Tujuan:

  1. Peserta mampu mensharingkan pengalaman syukur dalam hidupnya
  2. Peserta menyadarai kebaikan dan anugerah Allah yang sedemikian banyak dicurahkan bagi manusia.
  3. Peserta membangun kebiasaan/ habitus berrefleksi

PEMBUKAAN

Lagu Pembuka : Bapa Engkau Sungguh baik

Bapa Engkau Sungguh Baik

Bapa Engkau sungguh baik
KasihMu melimpah di hidupku
Bapa ku berterima kasih
BerkatMu hari ini yang Kau sediakan bagiku

Ku naikkan syukur ku buat hari yang Kau b’ri
Tak habis-habisnya kasih dan rahmatMu
Selalu baru dan tak pernah terlambat pertolonganMu
Besar setiaMu di sepanjang hidup ku

Bapa Engkau sungguh baik
Kasih Mu melimpah di hidup ku
Bapa ku berterima kasih
Berkat Mu hari ini yang Kau sediakan bagi ku
Ku naikkan syukur ku buat hari yang Kau b’ri
Tak habis-habisnya kasih dan rahmat Mu
Selalu baru dan tak pernah…

Doa Pembuka

(†): Tanda Salib

Marilah berdoa:

Bapa di Surga,  kami bersyukur atas segala berkatMu yang melimpah Kau curahkan bagi kami. Engkau senantiasa mengasihi kami. Terutama dalam pengorbanan PuteraMu terkasih,  Tuhan kami Yesus Kristus, Engkau menyelamatkan dan menebus dosa-dosa kami. Saat ini kami berjumpa dan  berhimpun dalam pertemuan APP, di masa pra-paskah. Dampingilah kami, semoga dapat melaksanakan pertemuan dengan lancar dan bermakna. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin

Amin

(†): Tanda Salib

Pengantar

Hal-hal pokok dalam pengantar ini dikembangkan lebih lanjut oleh Tim Pendamping.   

  • Salam: Selamat pagi/ siang/ sore; Selamat Berjumpa; Berkah Dalem; Menanyakan kabar peserta (secukupnya). Supaya lebih bersemangat, ketika ditanya apa kabar? anak-anak diminta membuat jawaban yang tidak biasa, namun harus heboh … misalnya: Sip … sip … Luar Biasa !!!! …. Yes-yes … muantap benar … dll (seturut kreativitas anak bersama pendamping)
  • Kesepakatan agar pertemuan APP dapat berjalan lancar: (disepakati dengan anak-anak,  hal-hal yang boleh dikerjakan dan tidak boleh dijalankan selama kegiatan pendalaman APP, misalnya berkenaan dengan penggunaan gadged/ gawai)
  • Tema pertemuan kali ini adalah: “Tiada hari tanpa bersyukur”. Tema ini kita pilih untuk mengingatkan kita semua sebagai sahabat-sahabatNya Tuhan Yesus, bahwa selama  masa  Pra-paskah ini kita diajak untuk  belajar  semakin peka mengenali rahmat Tuhan yang diberikan kepada kita. Kita  melatih diri  dengan berpuasa, pantang, meningkatkan doa, maupun dengan berbagi derma untuk  semakin menyadari bahwa sebenarnya rahmat Tuhan tidak pernah berhenti dicurahkan bagi manusia. Masa pra-paskah ini dapat juga menjadi saat bagi kita semua untuk merefleksikan kehidupan kita: bagaimana kita selama ini menyadari rahmat Tuhan yang selalu dianugerahkan bagi kita.
  • Rahmat Tuhan yang tidak pernah berhenti dicurahkan bagi kita itu akan mudah kita kenali dan sadari  jika kita mempunyai waktu untuk hening dan berefleksi. Semoga dengan pertemuan APP ini kita juga terdorong untuk mempunyai kebiasaan hening dan berefleksi dalam hidup kita.
  • Kesadaran akan kasih Allah yang selalu baik bagi manusia, akan mendorong kita untuk juga selalu berbuat baik bagi siapapun. Untuk itu kita akan belajar dari kehidupan Santa Kateri Tekakwitha

PENDALAMAN MATERI

Kisah Santa Kateri Tekakwitha  

Tim Pendamping menyampaikan kisah berikut ini, atau dapat juga diperbanyak agar dibaca sendiri-sendiri oleh para remaja. Kisah Santa Kateri Tekakwitha ini dikisahkan kembali oleh Agustina Maria. Dikutip dari buku saku umat “Kisah Santo Santa – kumpulan narasi tentang kisah Santo Santa yang pendek, nge-pop, dan menarik. Buku disusun dan diterbitkan oleh Rumpun Beriman Dewan Pastoral Keuskupan Agung Semarang, tahun 2019.

MALAEKAT DI DADAKU

(Santa Kateri Tekakwitha)

Kateri namaku. Aku dilahirkan di desa Auriesville. Sebuah desa yang subur, tenang, dan damai. Desa itu sekarang bernama New York. Sebuah kota besar di negara Amerika Serikat.

Sudah sebulan aku tinggal bersama om dan tante. Hidup kami makin sulit, sejak ayahku tidak bekerja lagi. Selama ini aku merasa sepi dan terasing. Aku ingin pulang ke rumah.

Aku selesai membersihkan rumah. Tiba-tiba terdengar suara bel pintu. Aku berlari sambil membawa kunci gembok, “Ach…kalau di desa tak perlu pintu rumah digembok”. “Sore Tante,” sapaku

“Sore, apakah pekerjaan rumahmu sudah dikerjakan?” Tanya Tante Agnes

“Sudah Tante, ini baru selesai mengepel lantai” jawabku Tante Agnes masuk rumah. Tante menuju meja makan dan meletakkan makanan yang dibawanya.

“Makanlah ada kue  enak, setelah itu tolong antarkan roti ini pada nenek, yang tinggal di depan rumah kita!”

Halaman rumah nenek tidak terlalu luas. Halaman itu tampak terawat, bersih dan rapi. Aku memencet bel pintu. Tak lama keluarlah seorang wanita muda. Wanita itu yang menemani keseharian nenek.

“Mbak… saya, Kateri, keponakan bu Agnes. Ini ada roti untuk nenek.”

“Masuklah!” Mbak itu mengajakku masuk.

Di ruang tamu terlihat seorang nenek duduk di kursi roda. Nenek itu terlihat murung dan kurang semangat.

“Nek…ini ada roti dari bu Agnes,” kata si mbak. Nenek tersenyum. Ada kilat kegembiraan di mata dan keceriaan di wajah nenek, namun terlihat redup lagi.

“Sampaikan terima kasih nenek pada tantemu! Ternyata masih ada yang memperhatikan nenek,” kata nenek.

Kemudian nenek memintaku untuk bercerita tentang keluarga di desa. Beliau senang mendengarkan.

Nenek juga bercerita.

Saat ia masih tinggal di desa. Sesekali nenek menghela nafas dalam dan wajah kembali murung.

“Sekarang aku sudah tua dan lumpuh, tidak berguna pula,” gumam nenek.

“Tapi kita tetap harus tabah dan semangat!” nenek tiba-tiba berbicara penuh semangat.

Ucapan nenek membuat rasa kangen pada desaku terobati.

Aku segera pamit pulang, mungkin tante Agnes cemas menungguku.

“Nek, aku harus pulang. Terima kasih yaa..nek karena telah memberiku semangat. Aku ingin selalu pulang ke rumah. Tidak betah tinggal di kota.

Setelah aku mendengar. Nenek mengatakan, “Kita harus selalu tabah!”

Aku menjadi kuat lagi. Aku ingin bertahan di kota ini. Aku ingin mencapai cita-citaku.”

Tiba-tiba wajah nenek bersinar, ada kebahagiaan dan keharuan. Tak terasa air matanya mengalir.

“Neneklah yang musti berterima kasih. Ternyata nenek masih bisa bermanfaat bagi orang lain,” kata nenek sambil memegang tanganku.

“Kateri, kita sama-sama berjuang! Nenek akan berjuang melawan penyakit! Kamu pun harus berjuang untuk meraih cita-citamu di kota ini!

Datanglah ke sini kapan saja kamu mau!” kata nenek.

Aku menghapus air mataku, beban serasa sudah berkurang.

“Siti, tolong dorong kursi ini! Nenek mau mengantar Kateri ke depan!”

Nenek memanggil pembantunya. Dalam sekejap mbak Siti sudah muncul.

“Wah…kemajuan sekali. Nenek mau mengantar Kateri ke rumahnya?

Sudah lama kita tidak jalan-jalan ke luar,” kata mbak Siti

“Sampai di depan sajalah, besok kita mulai jalan-jalan lagi!” kata nenek

“Terima  kasih yaa..neng Kateri, sudah memberi semangat nenek,” kata mbak Siti dengan wajah ceria dan penuh semangat.

“Neneklah, yang memberi semangat aku, Mbak,”

Perjalanan pulang, aku merasa aneh. Perjumpaan dengan nenek, membuat semangatku hidup. Begitu pula nenek. Mbak Siti pun juga ceria.

Semua ini berawal dari kebaikan hati tante Agnes. Yang ingin memberikan sedikit perhatian pada tetangga. Aku tidak lagi berpikir ingin selalu pulang ke desa. Aku merasa bersyukur. Karna aku dirawat

om Made dan tante Agnes yang baik hati. Aku juga memiliki kawan.

Seorang nenek yang bersemangat ingin sembuh dari sakit.

Sharing pengalaman dalam kelompok

Tim pendamping menfasilitasi perbincangan antar remaja untuk mendalami kisah Santa Kateri Tekakwitha. Para Remaja diminta duduk melingkar dalam kelompok-kelompok kecil (jumlah masing-masing kelompok menyesuaikan dengan remaja yang hadir). Pada masing-masing kelompok dibagikan kartu panduan pertanyaan untuk membantu pemicaraan dalam kelompok. Masing-masing anak dalam kelompok diminta untuk secara bergantian menjawab pertanyaan.  

Kartu Panduan Pertanyaan:

  1. Apa kesan kamu  setelah mendengar/ membaca sepenggal  kisah kehidupan Santa Kateri Tekakwitha? Menurut kamu mengapa kisah tersebut diberi judul: Malaikat di dadaku?
  2. Pada bagian akhir kisah disebutkan bahwa Santa Kateri Tekakwitha merasa bersyukur. Mengapa dia merasa bersyukur?
  3. Dari pengalaman kamu: hal-hal apa yang membuatmu jadi mudah mengungkapkan rasa syukur? Berilah contoh!

Laporan pleno

Tim pendamping memberi kesempatan perwakilan kelompok membagikan pokok–pokok jawaban dari pertanyaan di atas. Pokok jawaban dipilih dari jawaban yang dipandang mewakili jawaban kelompok.  Tim Pendamping memberikan tanggapan-tanggapan secukupnya. Semua jawaban hendaknya diapresiasi secara positif. Tim Pendamping juga boleh mensharingkan jawabannya/ pengalamannya sendiri secara singkat.

Belajar menulis refleksi

Setelah mendengarkan laporan pleno dan memberikan tanggapan secukupnya, serta mengapresiasi  secara positif jawaban-jawaban dari para remaja kemudian Tim Pendamping mengkondisikan para remaja untuk berlatih menulis refleksi sederhana.  

  • Duduk bersila dengan  baik, tanpa saling bersinggungan satu dengan lainnya ·
  • Mempersipakan alat tulis: kertas dan pena, diletakkan di dekat dirinya namun jangan sampai mengganggu proses hening. Jika tidak menggunakan alat tulis dapat juga memanfaatkan gadged masing-masing, dengan kesepakatan yang agak ketat agar dalam proses ini hanya digunakan untuk menulis refleksi bukan digunakan untuk hal lainnya.
  • Langkah-langkah hening dan menulis refleksi berikut ini, hanyalah contoh. Tim Pendamping silahkan membuat cara yang lebih mengena  bagi kaum remaja, disesuaikan dengan tempat, waktu, dan suasana pertemuan. Dapat juga dijalankan dengan sarana music kontemplatif atau mendaraskan lagu-lagu yang mengantar ke keheningan.

Marilah kita mengkondisikan diri untuk tenang, kita duduk bersila dengan baik, konsentrasi pada diri kita masing-masing tanpa menggangu satu dengan yang lain ….

Perlahan-lahan mata kita pejamkan …..

Kita membuat tanda salib: (+) Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh

Kudus

Tuhan Yesus yang baik … kami akan berlatih menulis refleksi, dampingilah proses latihan kami, bantulah kami menjadi remaja katolik yang mampu mengembangkan daya reflektif kami, sehingga hidup kami senantiasa berkembang menuju kebaikan. Bantulah pula kami selalu bisa melihat kebaikan-kebaikan, anugerahMu bagi yang kami alami dalam kehidupan kami ….

Kita hening …. Semakin tenang …. Masuk dalam suasana keheningan ….

Kita tata posisi duduk kita … kita sadari … biarlah kita duduk bersila dengan tenang …. Mata tetap terpejam …. Kita konsentrasi ke dalam diri kita masing-masing …. Bagi yang merasa terganggu untuk memusatkan perhatian … silahkan bisa membayangkan Salib Tuhan dan terus kita focus pada bayangan salib itu … atau dapat juga kita lekatkan ujung jari telunjuk dengan ujung ibu jari kita … kita rasakan denyut nadi di situ … kita hening … dan semakin hening ……

Perlahan-lahan kita atur dan sadari pola pernafasan kita …. Silahkan masing-masing menyadari … saat-saat menghirup udara lewat hidung …. Sejenak kita tahan …. Kita hembuskan perlahan-lahan … kita ulangi lagi …. Tarik nafas …. Tahan …. Hembuskan perlahan-lahan … kita ulang sendiri-sendiri sampai kita merasakan aliran pernafasan kita …. Dan skarang … setiap kali menghembuskan nafas … doakanlah di dalam hati …. Tuhan terimakasih  …. Demikian kita ulang  …  tarik nafas …. Tahan sebentar …. Hembusan perlahan-lahan dan doakan dalam hati :

Tuhan terimakasih …. Biarlah ungkapan Tuhan terimakasih semakin mengalir dalam diri kita … kita bersyukur sebab dapat menikmati pernafasan dengan baik … inilah rahmat Tuhan …  nikmatnya karunia Tuhan…. Tuhan terimakasih, Tuhan kami bersyukur ….….

Sambil terus merasakan syukur atas pernafasan yang baik … kita tetap hening … kita mengingat-ingat pengalaman-pengalaman kebaikan Tuhan dalam hidup kita: … silahkan dalam keheningan ini, mengingat-ingat kebaikan Tuhan dalam hidup kita masing-masing …. (diberi waktu yang cukup agar para remaja hening dan mengingat-ingat pengalamannya) …. Setiap kali kita menemukan pengalaman rahmat Tuhan, sampaikan dalam hati: Tuhan aku bersyukur ……..

(setelah dianggap cukup) … marilah sekarang kita perlahan-lahan membuka mata kita, mengambil alat tulis … kemudian menuliskan pengalaman syukur yang kita temukan dalam proses keheningan tadi:

  • Pengalaman tentang apa? Kapan terjadinya? Dimana? Ceriterakanlah agak terperinci
  • Kutipan ayat Kitab Suci atau kata-kata bijak yang  sesuai dengan pengalaman tersebut.
  • Apa pelajaran iman yang dapat kamu ambil/ petik/ simpulkan dari pengalaman itu

Tim pendamping memberikan kesempatan para remaja menuliskan refleksinya. Tim Pendamping juga ikut menulis refleksi sebagai teladan bagi para remaja.  

SABDA & DOA

Bacaan Kitab Suci: Mazmur 30: 1-10  

Nyanyian untuk pentahbisan Bait Suci dari Daud.

Aku  akan memuji Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak memberi musuh-musuhku bersukacita atas aku.

Tuhan, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku.

Tuhan, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur.  Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus! Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.

Dalam kesenanganku aku berkata : “Aku takkan goyah untuk selama-lamanya!”

Tuhan, oleh karena Engkau berkenan, Engkau telah menempatkan aku di atas gunung yang kokoh; ketika Engkau menyembunyikan wajah-Mu, aku terkejut.

Kepada-Mu, ya Tuhan, aku berseru, dan kepada Tuhanku aku memohon: ”Apakah untungnya kalau darahku tertumpah, kalau aku turun ke dalam lobang kubur? Dapatkah debu bersyukur kepada-Mu dan memberitakan kesetiaan-Mu?

Renungan, Input dan Sharing dari Tim Pendamping

Tim Pendamping memberikan renungan. Pokok-pokok renungan di bawah ini silahkan dikembangkan lebih lanjut sesuai pengalaman masing-masing:

  • Bacaan Kitab Suci dari Kitab Mazmur yang telah kita baca bersama, mengajak kita semua untuk selalur bersyukur atas apa yang telah Tuhan anugerahkan dalam kehidupan kita. Pemazmur mencoba menunjukkan kebaikan-kebaikan Tuhan yang tiada habisnya, misalnya dikatakan “Engkau telah menyembuhkan aku”, “Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur”, dan sebagainya. Petikan perikop tersebut ingin mengajak kita untuk kembali merasakan dan melihat betapa baik-Nya Tuhan untuk kita umat-Nya. Tuhan tak akan pernah meninggalkan kita dan justru memberikan rahmat yang baik untuk kehidupan kita.
  • Masa Pra-paskah adalah masa yang sangat baik bagi kita untuk merenungkan segala kebaikan Allah kepada kita. Kita percaya bahwa dalam segala pengalaman yang kita alami, baik pengalaman yang menyenangkan atau pun yang kurang menyenangkan, Tuhan tidak pernah lupa memberikan rahmatNya bagi kita. Kita diberikan orang tua yang baik, teman-teman yang saling mendukung, mendapatkan kesehatan, kenikmatan udara, pemandangan yang indah, dan masih banyak hal lain lagi, seperti yang tadi kita tuliskan dalam refleksi kita

Doa Umat

Tim Pendamping memimpin doa umat.

P  : Ya Tuhan, kami bersyukur atas segala kebaikan yang Engkau anugerahkan bagi kami. Pada pertemuan APP ini, kami diingatkan atas segala rahmat yang senantiasa Engkau karuniakan bagi  kami. Ajarilah dan dampingilah kami, supaya dapat  selalu bersyukur atas karunia rahmat-Mu.  Marilah kita berseru:

U  : Rahmat Tuhan selalu cukup bagiku

P  : Kami berdoa untuk semua orang yang terlibat dalam mengembangkan iman kami, terutama para pendamping  iman kami, berikanlah mereka kesehatan, keselamatan, dan juga kebahagiaan. Marilah berseru:

U  : Rahmat Tuhan selalu cukup bagiku

P  : Ya Tuhan, berkatilah pula teman-teman kami yang pada saat ini tidak dapat berkumpul  bersama kami di sini. Semoga masa  pra-paskah menggungah semangat teman-teman untuk dapat bersyukur atas segala rahmat yang mereka rasakan. Sehingga mereka semakin pantas menyambut perayaan Paskah mulia .Marilah kita berseru:

U  : Rahmat Tuhan selalu cukup bagiku

Hening sejenak menghaturkan doa-doa pribadi

Doa Bapa Kami  

(bersama-sama)

Kotak Dana APP

Kotak Derma APP diedarkan 

PERUTUSAN DAN PENUTUP

Pengumuman

Tim Pendamping menyampaikan pengumuman-pengumuman sejauh dibutuhkan.  

Perutusan: Ikut Berdoa Syukur dalam Pertemuan APP lingkungan.   

Tim Pendamping menyampaikan tugas perutusan kepada para remaja, sebagai berikut:

  • Membiaskan membuat refleksi harian. Dapat ditulis di buku harian atau disarana gadgednya.
  • Membuat quote / kata-kata bijak, hasil permenungan dan refleksi pribadi dan kemudian mengunggah di sosial media yang dimiliki, misalnya di status WA, twitter dan semacamnya.

Doa Penutup

(†): Tanda Salib

Marilah berdoa:

Ya Bapa, kami berterimakasih karena Engkau telah memberkati pertemuan APP ini dari awal hingga akhir. Ajarilah kami untuk membiasakan diri mengucap syukur kepada-Mu atas apa yang telah Engkau berikan pada kami.  Berkatilah niat kami, untuk membiasakan membuat refleksi serta menggunakan media sosial sebagai saran mewartakan kebaikan.  Bapa sebentar lagi kami akan pulang, kiranya Engkau memberkati perjalanan kami agar selamat dan bertemu keluarga di rumah kami masing-masing. Semua ini kami haturkan kepada-Mu, demi Kristus Tuhan kami.Amin

(†): Tanda Salib

Lagu Penutup : Persembahan hati  

Lagu & syair: Natalis Natalianto – Arsm: L. Putut Pudyantoro

Allah Bapa sungguh besar kasihMu
Engkau selalu hadir dalam setiap langkahku
Sungguh indah ku menjadi anakMu
hidup dalam kasihMu, kasih yang tak ternilai
Tak sanggup aku membalas kasihMu,
hanya ini Bapa yang ku bisa
Bapa, trimalah persembahan hatiku,
nyanyian pujian kepadaMu
Ini diriku jadikanlah alatMu,
trimalah Bapa persembahan hati..

Bahan APP 2 – Panduan APP 2020 Keuskupan Semarang

bahan-app

NEXT >>> Bahan APP Ke-3 Dewasa

BAHAN APP 2 – RAHMAT TUHAN CUKUP BAGIKU

Sasaran Pertemuan

Melalui pertemuan ini, seluruh umat diajak untuk belajar mengembangkan kemampuan Appreciative Inquiry yakni kemampuan untuk melihat sisi baik dari sesuatu atau seseorang agar dapat berkembang ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, secara khusus, dalam pertemuan ini, seluruh umat diajak untuk mensyukuri jejak rahmat dan karya keselamatan Tuhan dalam hidup masing-masing.

Lagu Pembuka

Tanda Salib dan Salam

P : Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus

U : Amin

P : Rahmat Tuhan Kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus, beserta kita

U : Sekarang dan selama-lamanya.

Pengantar

Bapak-ibu dan saudara-saudari yang terkasih,

Rahmat Tuhan begitu besar dalam hidup kita. Sebagai manusia, kita tidak bisa menghitung betapa banyaknya rahmat yang telah kita terima dari Tuhan. Kesempatan untuk benapas dengan udara yang segar di setiap paginya, kesempatan untuk menyapa orang-orang yang kita cintai melalui sapaan hangat atau pesan singkat via whatsapp, menikmati makanan yang lezat di setiap harinya adalah contoh-contoh rahmat sederhana yang dapat kita rasakan setiap harinya. Kesempatan tersebut diberikan Tuhan dengan cuma-cuma. Tuhan tidak meminta imbalan atas apa yang telah diberikannya.  Namun, selama ini, apakah kita telah mensyukuri rahmat yang telah diberikan oleh Tuhan? Atau kita masih kurang tanggap dan hanya sebatas menikmati saia? Mari berefleksi bersama hidup kita, dan dengan rendah hati mengakui dan menyesali kerapuhan dan dosa-dosa kita.

Seruan Tobat

Ulangan : Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.

P : Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan, dan aku mengeluh sepanjang hari.

U : Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.

P : Aku mengakui dosaku di hadapan-Mu. Tuhan dan kesalahanku tidak kusembunyikan.

U : Berbahagialah orang bila dosanya diampuni

P : Nasib orang berdosa sengsara belaka, telapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.

U : Berbahagilah orang bila dosanya diampuni.

P : Semoga Alah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan menghantar kita kehidupyang kekal.

U : Amin.

Doa Pembuka

Marilah kita berdoa (bersama-sama),

Allah Bapa yang penuh kemurahan, Engkau senantiasa mencukupkan hidup kami dengan kelimpahan kasih dan rahmatMu. Kami bersyukur karena Engkau telah begitu mengasihi kami dengan cuma-cuma. Maka, ajarilah kami untuk selalu bisa bersyukur dan belajar menebarkan kasih dengan ketulusan bagi sesama kami setiap hari. Demi Yesus Kristus Putera-Mu, yang bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.

Amin.

Bacaan Kitab Suci

Pemandu dapat membacakan atau menunjuk salah satu umat yang hadir atau mengajak umat untuk bergiliran membacakan perikop Kitab Suci berikut.

Pembacaan Kitab suci diambil dari Mazmur 30 :1-10

Aku akan memuji Engkau, ya TUHAN, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak memberi musuh-musuhku bersukacita atas aku. TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku.

TUHAN, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur. Nyanyikanlah mazmur bagi TUHAN, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus! Sebab sesaat saja la murka, tetapi seumur hidup la murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai. Dalam kesenanganku aku berkata: “Aku takkan goyah untuk selama-lamanya!’ TUHAN, oleh karena Engkau berkenan, Engkau telah menempatkan aku di atas gunung yang kokoh; ketika Engkau menyembunyikan wajah-Mu, aku terkejut, Kepada-Mu, ya TUHAN, aku berseru, dan kepada Tuhanku aku memohon: “Apakah untungnya kalau darahku tertumpah. kalau aku turun ke dalam lobang kubur? Dapatkah debu bersyukur kepada-Mu dan membentakan kesetiaan-Mu? Dengarlah, TUHAN, dan kasihanilah aku. TUHAN, jadilah penolongku

Demikianlah Sabda Tuhan.

Syukur kepada Allah.

Pendalaman Katekese

Dalam kesempatan ini, Pemandu menyampaikan beberapa gagasan pokok perenungan yang digali dari Kitab Suci yang baru saja dibacakan.

  • Perikop yang baru saja dibacakan adalah mazmur nyanyian dari Daud untuk pentahbisan Bait Suci. Melaluinyanyian mazmur ini, kta tahu bahwa Daud dahulu pemah mengalami sakit berat yang hampir merenggut nyawanya.  Namun di saat yang sama, nyanyian marmur ini juga mengungkapkan rasa syukur Daud oleh karena Tuhan lelah menyembuhkannya. Oleh karena itu, melalui mazmur ini, setiap orang diajak untuk belaku mensyukuri segala sesuatu yang telah Tuhan anugerahkan dalam hidup.
  • Fokus Daud tidak lagi ditujukan kepada penyakitnya, tetapi kepada TUHAN. Hal itu ia ungkapkan dengan mengatakan, “Engkau telah menarikaku ke atas (2). ‘Engkau telah menyembuhkan aku” (3). ‘Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku. (4). Daud sadar betul siapa yang telah menyembuhkannya. Karena itu, ia membangun komitmen dalam dirinya untuk memuji TUHAN dan juga mengajak umat-Nya untuk menaikkan nyanyian pujian bagi TUHAN (4). Seorang raja yang paling berkuasa tidak berdaya takala penyakit datang menyerangnya. Namun, TUHAN telah menjadi penolong yang menyembuhkan.
  • Penyakit memang bisa datang kapan saja dan tidak pilih kasih. Setiap orang bisa dibuatnya tidak berdaya. Yang kuat menjadi lemah seketika, yang kaya menjadi miskin dalam sekejap, dan lainnya. Dalam keadaan demikian ke manakah kita mencari pertolongan? Melalui pengalaman hidupnya, Daud meyakinkan kita bahwa satu-satunya penolong hanyalah Tuhan. Allah bukan hanya memberikan kesembuhan, tetapijuga mengobarkan kembali semangat yang telah padam dan memberikan harapan baru. Daud berkata, ‘Aku yang meratap telah Kau ubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kau buka, pinggangku Kau ikat dengan sukacita….’
  • Apa yang Tuhan berikan itu GRATIS, TANPA BAYAR. Kita pasti suka dengan hal-hal yang berbau gratis. Kita bisa mendapatkan sesualu tanpa mengeluarkan uang selembarpun. Tuhan memberikan anugerah yang selalu baik untuk semua orang tanpa dipungut biaya. Kita sebagai ciptaan tinggal menerima dan mensyukuri. Namunlah, sesuatu yang dibilang gratis ini malah dilupakan oleh kita. Kila terlalu sibuk memikirkan diri sendiri tanpa melihal tangan Tuhan yang selalu menjamah kita. Kita kurang peka akan anugerah Tuhan yang tidak bisa dibayar dengan uang.
  • Mengapa kita kurang peka akan jamahan Tuhan dan kurang bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh Tuhan? Karena kita belum menyempatkan diriuntuk menyapanya dalam doa. Kita masih sibuk ber-whatsapp ria padahal sudah waktunya berdoa angelus. Kita masih sibuk bermain game online padahal seharusnya kita bisa berangkat ke misa arwah di lingkungan. Kesibukan kita, keegoisan kita mampu membuat kita tidak bisa melihat karunia yang Tuhan berikan di dalam hidup kita. Hati kita masih tertutup rasa marah kelika apa yang ada di hadapan kita sungguh mengecewakan kita sementara dari balik peristiwa yang kita alami, Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang indah pada waktunya

Sharing KiTuKiHi (Kisah Tuhan Kisah Hidupku)

P Bapak, Ibu, dan Saudari-saudara terkasih, Di dalam Bab IV Seruan Apostolik Christus (25 Maret 2019). Paus Fransiskus menyampaikan dan menegaskan beberapa pesan luhur bagi seluruh orang muda (juga kita semua). Pesan yang pertama ia sampaikan adalah ‘Allah mengasihi kamu dengan kasih yang tanpa batas”. Kasih Allah ada setiap hari, bijaksana dan menghargai, membebaskan dan menghargai, memberi kesempatan baru dan bukan justru menghakimi. Pesan kedua adalah ‘Kristus menyelamatkanmu. Apa pun yang kita lakukan, Kristus telah dan akan tetap mengasihi dan menyelamatkan kita. Selanjutnya, pesan yang ketiga adalah “Kristus hidup”, la benar-benar hadir dan menyertai hidup kita seperti yang pernah disabdakanNya dalam Mat 28:20: “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”. Kita pantas bersyukur atas segala yang la kerjakan bagi kita dan bolehlah kita belajar terbuka akan rahmat kasih Allah sedemikan hingga kisah hidupku sungguh menampakkan kisah Tuhan sendiri yang telibat dalam hidup kita. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, saya memberi kesempatan bagi seluruh umat untuk dapat saling mensharingkan pengalaman hidup masing-masing dengan pertanyaan panduan berikut:

Bagaimanakah kisah kasih Tuhan kualami dalam hidupku? Satu hal apakah yang paling aku syukuri sebagai wujud belas kasih Tuhan kepadaku?

Dengan pertanyaan tersebut. umat diberi kesempatan untuk mensharingkan pengalaman dan refleksi hidupnya.

Tugas Pribadi

Setetah pertemuan II ini, Pemandu memberi tugas kepada seluruh umat agar setiap hari tidak lupa untuk mengucap syukur kepada Tuhan atas anugerah yang diterima. Umat diajak untuk mensyukuri bahwa Tuhan menyertai dan terlibat dalam pergulatan hidup harian umat. Mari belajar melihat kisah Tuhan dalam kisah hidup harianku.

Doa Penutup

Marilah kita berdoa (bersama-sama),

Allah Bapa yang maha kuasa, kami bersyukur kepada-Mu atas segala rahmat dan kasih yang Engkau limpahkan kepada kami. Terlebih pada masa prapaskah inl, kami bersyukur karena pengurbanan hidup PutraMu bagi kami yang tak pantas Engkau kasihi karena dosa-dosa kami. Bantulah kami selalu untuk menyadari betapa Engkau mengasihi kami dengan kasih yang tanpa batas supaya kami dapat bangkit dari segala kerapuhan dan kelemahan kami. Semoga dalam rasa syukur ini, kami lebih sungguh dapat mengusahakan pertobatan yang sejati dalam masa prapaskah ini dan semakin layak untuk merayakan puncak kasih-Mu dalam perayaan Paskah nanti. Semua ini kami hunjukkan kepadaMu dengan pengantaraan Yesus Kristus, yang bersama Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa , Allah, kini dan sepanjang masa. Amin.

Lagu Penutup

You cannot copy content of this page