Bahan APP Remaja 1 – Panduan APP Remaja 2020 Keuskupan Semarang

bahan app remaja

NEXT >>> Bahan APP Ke-2 Remaja

BAHAN APP REMAJA 1 – MENGAKU DOSA ITU … KEREN !

Tujuan:

  1. Remaja menyadari kalau sudah memasuki masa Pra-Paskah
  2. Remaja semakin memahami makna pertobatan kristiani
  3. Remaja bersemangat untuk mengikuti sakramen tobat

PEMBUKAAN

Lagu Pembuka : Sejauh Timur dari Barat

Sejauh Timur dari Barat
Sejauh timur dari barat
Engkau membuang dosaku
Tiada Kau ingat lagi perlanggaranku
Jauh kedalam jubir laut
Kau melemparkan dosaku
Tiada Kau perhintungkan kesalahanku

Betapa besar kasih pengampunanmu Tuhan
Tak kau pandang hina hati yang hancur
Ku berterimakasih kepada-Mu ya Tuhan
Pengampunan yang Kau beri pulihkanku

Doa Pembuka

(†): Tanda Salib

Marilah berdoa:

Allah Bapa yang mahabaik, kami berterima kasih atas berkat dan penyertaanMu.  Masa Pra-paskah, telah tiba. Kami hendak  mempersiapan perayaan pengenangan misteri sengsara, wafat dan kebangkitan Putera-Mu Terkasih Tuhan kami Yesus Kristus  Kami bersyukur bisa mengikuti pendalaman iman pada masa pra-Paskah ini. Saat ini kami ingin belajartentang pertobatan. Ajari kami, supaya kami mudah mengerti dan dapat membangun niat untuk bertobat. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

Amin

(†): Tanda Salib

Pengantar

Hal-hal pokok dalam pengantar ini dikembangkan lebih lanjut oleh Tim Pendamping.  

  • Salam: Selamat pagi/ siang/ sore; Selamat Berjumpa; Berkah Dalem; Menanyakan kabar peserta (secukupnya). Supaya lebih bersemangat, ketika ditanya apa kabar?  Para remaja    diminta membuat jawaaban yang tidak biasa …  misalnya: Sip … sip … Luar Biasa !!!! …. Yes-yes … muantap benar … dll
  • Kesepakatan agar pertemuan APP dapat berjalan lancar: (disepakati bersama, hal-hal yang boleh dikerjakan dan tidak boleh dijalankan selama kegiatan pendalaman APP, misalnya berkenaan dengan penggunaan gadged/ gawai)
  • Tema Umum  bahan pendalaman  Aksi Puasa Pembangunan (APP) Keuskupan Agung Semarang Tahun 2020  adalah: “Bertobat, Terlibat dan Berbuah berkat.”   Tema ini selaras dengan fokus pastoral Gereja Keuskupan Agung Semarang tahun 2020: “menjadi orang Katolik yang transformatif”. Tema tersebut akan menjadi bahan permenungan dan pembelajaran selama masa Pra-Paskah tahun ini.
  • Kita semua diingatkan bahwa masa pra-paskah, yakni masa mempersiapkan diri untuk menuju perayaan paskah adalah saat-saat yang dimaksudkan untuk masa pertobatan bagi semua orang Katolik. Masa Pra-paskah itu lamanya 40 hari, dimulai dari hari rabu abu dan akan  berakhir menjelang perayaan Paskah. Selama masa pra-paskah kita semua diajak bermati raga, berpuasa maupun berpantang serta mengikuti pertemuan-pertemuan pendalaman iman. Kita juga diajak semakin rajin dalam berdoa. Dan tidak dapat dilupakan bahwa dengan bertobat kita didorong untuk semakin peka,berbela rasa,  memberi perhatian dan pertolongan kepada orang-orang yang berkekurangan (kaum KLMTD – Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir dan Difabel).
  • Salah satu bentuk ungkapan pertobatan adalah mengikuti sakramen pengakuan dosa atau sakramen tobat.

PENDALAMAN MATERI

Pengalaman : Remaja dan pengakuan Dosa

Tim Pendamping menyajikan berita tentang Paus Fransiskus menerimakan sakramen pengakuan dosa bagi remaja di Vatikan. Dapat dibacakan, aau para remaja diminta mengunduh dengan sarana gadgetnya masing-masing di link yang tercantum.

Dalam Tahun Suci  Kerahiman Allah, Bapa Suci dan para imam memberikan Sakramen Tobat kepada para remaja yang hadir dalam acara Yubileum Remaja di Lapangan St Petrus, Vatikan.

Paus Fransiskus mengejutkan ribuan remaja di Lapangan St Petrus Vatikan karena ikut hadir mendengarkan pengakuan dosa selama lebih dari satu jam, Sabtu, 23/4. Ia memberikan Sakramen Tobat kepada 16 remaja secara bergiliran di Lapangan St Petrus dalam Perayaan Yubileum Remaja yang bertepatan pada peringatan St Georgius.

Perayaan ini dimaksudkan untuk menarik minat kaum muda agar menyadari pentingnya belaskasih dan kemurahan hati Allah dalam hidup mereka. Pengakuan dosa ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka Tahun Suci Kerahiman Allah, yang telah dicanangkan Paus Fransiskus.

Hadir dan Terlibat

Tak disangka, Bapa Suci hadir dan duduk di kursi sederhana di tempat terbuka bersama lebih dari 150 imam lainnya. Sama seperti imam lainnya, ia mendengarkan pengakuan dosa untuk 16 anak remaja selama satu jam dari pukul 11.30-12.45 waktu setempat. Kegiatan ini bukan pertama kalinya dilakukan Paus Fransiskus. Hal serupa pernah ia lakukan ketika dicanangkan  “24 Jam untuk Tuhan” pada 4 Maret 2016. Kala itu, di seluruh dunia, Gereja Katolik membuka kesempatan pelayananSakramen Tobat bagi seluruh umat di semua gereja.

Acara penerimaan Sakramen Tobat bagi remaja ini dimulai sejak Sabtu pagi, 23/4, hingga sore pukul 18.00. Pada malam hari, kaum remaja melakukan perjalanan ke Stadion Olimpiade Roma untuk rally remaja di mana Bapa Suci menyampaikan pesan lewat  video kepada mereka.

Keesokan harinya, seperti dilansir Radio Vatikan 24/4, Paus memimpin Misa di Lapangan St Petrus bagi kaum remaja. Rangkaian acara ini berakhir pada Senin, 25/4; bertepatan dengan peringatan Liberation Day, hari libur nasional Italia.

Rangkaian kegiatan ini terus berlangsung dengan berbagai bentuk selama Tahun Yubileum Kerahiman Allah yang dimulai 8 Desember 2015, tepat pada Hari Raya St Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa. Pembukaannya ditandai dengan pembukaan Pintu Suci di Basilika St Petrus. Tahun Yubileum Luar Biasa ini akan ditutup pada 20 November 2016, tepat pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam.

Persiapan Hati

Kaum remaja yang hadir dalam acara tersebut rata-rata berusia 13-16 tahun. Mereka datang dari berbagai daerah di Italia dan beberapa negara lain. Sebagian peserta sudah tiba di Lapangan St Petrus pada malam hari sebelum acara keesokan harinya. Mereka menginap di sekitar Lapangan St Petrus. Tema “Murah Hati seperti Bapa” menjadi pesan utama yang direfleksikan kaum remaja.

Mereka membawa ransel dan bendera yang dilambai-lambaikan. Dalam pesannya seperti dilansir Catholic Herarld 24/4, Bapa Suci mengatakan,  “Jangan hanya mempersiapkan ransel dan bendera, tapi yang utama adalah mempersiapkan hati.”  Ia juga menegaskan agar di Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah ini, kaum remaja harus terus berusaha mendekatkan diri pada Tuhan. Kedekatan dengan Tuhan, kata Bapa Suci, adalah tanda seseorang mau terbuka menerima Kristus.

Sharing pengalaman dalam kelompok

Tim pendamping menfasilitasi  perbincangan antar remaja untuk mendalami kisah/ pengalaman penerimaan Sakramen Tobat bersama Paus Fransiskus. Para Remaja diminta duduk melingkar dalam kelompok-kelompok kecil (jumlah masing-masing kelompok  menyesuaikan  dengan  remaja yang hadir). Pada masing-masing kelompok dibagikan kartu panduan pertanyaan untuk membantu pemicaraan dalam kelompok. Masing-masing anak dalam kelompok  diminta untuk secara bergantian menjawab pertanyaan.

Kartu Panduan Pertanyaan:

  1. Apa tanggapan/ koemntar kamu  terhadap  berita perjumpaan Paus Fransiskus dengan para remaja tersebut? Jelaskan!
  2. Menurut kamu: apa makna/ arti pesan paus Fransiskus: “Jangan hanya mempersiapkan ransel dan bendera, tapi yang utama adalah mempersiapkan hati.”?
  3. Dari pengalaman  kamu  sendiri: Kapan terakhir kali mengikuti pengakuan dosa? Ceriterakan secara singkat pengalamanmu yang menarik/ unik dalam sakramen pengakuan dosa?
  4. Sakramen tobat/ rekonsiliasi/ pengampunan dosa ada yang menilai dan mengatakan  sebagai sakramen yang tidak diminati oleh Umat Katolik, bagaimana pendapatmu: setuju/ tidak setuju? apa alasannya?

Laporan pleno
Tim pendamping memberi kesempatan perwakilan kelompok membagikan pokok

– pokok jawaban dari pertanyaan di atas. Pokok jawaban dipilih dari jawaban yang dipandang mewakili jawaban kelompok.  Tim Pendamping memberikan tanggapan-tanggapan secukupnya. Semua jawaban hendaknya diapresiasi secara positif. Tim Pendamping juga boleh mensharingkan jawabannya/ pengalamannya sendiri secara singkat.

Belajar dari Youcat
Tim Pendamping dapat memberikan pokok-pokok pembelajaran berikut ini. Bahan/ materi pelajaran diambil dari Buku Youcat Indonesia, Katekismus Populer.   

  • Dalam Gereja Katolik kita mengenal sebuah Sakramen yang mendamaikan diri kita dengan Allah, yang kita kenal dengan Sakramen Tobat. Ada banyak hal yang dapat kita pelajari mengenai Sakramen Pengampunan Dosa tersebut dalam buku Youcat Indonesia. Beberapa pertanyaan tentang sakramen pengampunan dosa dapat kita cari jawabannya dalam buku ini. Misalnya: apa yang harus dipersiapkan seseorang untuk pertobatan?  Apakah penintensi itu? Dosa apa saja yang harus diakukan? Seberapa sering harus mengaku dosa? Dapatkan pergi mengaku dosa meski tidak berdosa berat? Mengapa hanya imam yang dapat memberikan sakramen pengampunan dosa?  … dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.
  • Kali ini kita akan  melihat dampak positif  dari  Sakramen Pengampunan Dosa sebagimana diajarkan  dalam  Youcat. Apa dampak positif Sakramen Pengampunan Dosa? Pengampunan Dosa mendamaikan pendosa dengan Allah.[1468-1470, 1496].  Suasana sedetik setelah absolusi adalah suasana bagai mandi setelah berolah raga, bagai hembusan udara sejuk di musim kemarau, seperti bangun pada suatu pagi yang cerah di musim hujan, seperti keadaan tanpa bobot yang dialami penyelam… Semua itu terkandung dalam kata “rekonsiliasi” (dari kata kerja Latin yang berarti: “membawa kembali bersama-sama, memulihkan”): dalam damai, kita bersama Allah lagi.
  • Ya .. demikian dampak positif Sakramen Tobat… ibarat orang yang sedang rindu berat …   pernah nggak sih merasa rindu banget dengan seseorang tapi nggak kuat untuk mendekat kembali karena rasa bersalah? Nah, seperti itulah kira-kira pergumulan antara iman dan dosa di dalam hati kita.Tuhan Yesus melalui dan dalam GerejaNya a menawarkan pengampunan kepada kita. Ia ingin agar kita bisa merasa nyaman berada di dekat-Nya tanpa rasa bersalah. Oleh karena itulah Allah memberikan anugerah berupa Sakramen Pengakuan Dosa untuk mengampuni dosa-dosa kita. mengampuni dosa-dosa kita.
  • Dengan Sakramen Pengakuan Dosa, kita akhirnya dapat melepas rasa rindu kita akan rasa dekat dengan Allah tanpa lagi terbebani oleh dosa-dosa kita.
  • Jadi, ayo kita bangun kebiasaan untuk mengaku dosa!

SABDA & DOA

Bacaan Kitab Suci: I Yohanes 3: 1-6

Tim Pendamping atau  remaja  yang telah ditunjuk dan mempersiapkan diri, membacakan kutipan Surat 1 Yohanes 3: 1-6

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.

Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adala suci.

Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.

Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.

Hening  
Hening sejenak merenungkan Sabda Tuhan  

Doa Umat
Tim Pendamping memimpin doa umat.

P  : Ya Tuhan, kami berterima kasih atas penyertaanMu. Pada pertemuan APP ini, kami belajar tentang Sakramen Pengampunan Dosa. Semoga dengan pertobatan, kami semakin pantas menyambut Paskah, kami mohon:

U  : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

P  : Kami memohonkan berkat-Mu bagi segenap warga Gereja. Semoga masa pra-paskah ini menjadi saat memperbaiki hidup dengan laku doa, bermati raga, pertobatan, dan berderma bagi siapapun terutama yang sedang berkekurangan. Kami mohon:

U  : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

P  : Ya Tuhan, semoga Engkau juga memberkati teman-teman yang tidak dapat berkumpul pada saat ini. Semoga pada masa pra-paskah ini teman-teman kami tetap mempersiapkan diri, untuk  semakin pantas menyambut perayaan Paskah yang akan datang, kami mohon:

U  : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Hening sejenak
menghaturkan doa-doa pribadi

Doa Bapa Kami  
(bersama-sama)

Kotak Dana APP
Kotak Derma APP diedarkan

PERUTUSAN DAN PENUTUP

Pengumuman
Pengumuman-pengumuman sejauh dibutuhkan.  

Perutusan: Mengikuti & Mewartakan Sakramen Pengampunan Dosa    

  1. Tim Pendamping  menyampaikan jadwal sakramen pengampunan dosa yang dapat diikuti oleh para remaja, baik di gereja paroki atau di wilayah/ lingkungan. Mengingatkan para remaja untuk dapat mengikuti sakramen pengampunan dosa di masa pra-paskah dan mendorong untuk membangun kebiasaan menerima sakramen pengampunan dosa secara teratur.
  2. Membuat tayangan singkat dengan gadget tentang “Serba-serbi Sakramen Pengampunan Dosa bagi kaum milenial” (1 menit) dan menggunggah di sosial media. Dapat dikerjakan secara pribadi atau menjadi proyek kerja kelompok.

Doa Penutup:

(†): Tanda Salib

Marilah berdoa:

Allah Bapa yang Maha Baik, kami bersyukur karena Engkau telah mengajari kami tentang Sakramen Pengampunan Dosa. Bimbinglah dan sertailah niat-niat kami untuk memperbaikidiri. Berkatilah kami, supaya kami dapat menjadi berkat bagi  banyak orang di jaman sekarang ini.

Amin.

(†): Tanda Salib

Lagu Penutup:

Jadikan Hatiku Istana Cinta-Mu

Cipt: L. Putut P.

Siapakah aku dihadapanMu Tuhan?
Kau curahkan cintaMu
Apakah artiku bagiMu?
CintaMu setia selalu

Pantaskah kumenyambut tubuh
darahMu
Karena banyak dosaku
Sering ku ingkari cintaMu
Dalam langkah hidupku

Ampunilah aku, ampuni kalemahanku
Ampuni dosaku dalam kerahimanMu
Agar ku mampu wartakan kasihMu
Di dalam hidupku

Bersihkan hatiku dengan sucinya
cintaMu
Jadikan hatiku istana cintaMu
Tempat yang layak untuk
bersemayam
Tubuh dan darahMu

Bahan APP 1 – Panduan APP 2020 Keuskupan Semarang

bahan-app

NEXT >>> Bahan APP Ke-2 Dewasa

BAHAN APP 1 – JALAN PERTOBATAN :
MEMBUKA DIRI TERHADAP BELAS KASIH ALLAH

Sasaran Pertemuan

Melalui pertemuan ini, seluruh umat diajak untuk mengawali penghayatan masa prapaskah dengan mensyukuri kemurahan belas kaslh Allah. Dengan perasaan syukur tersebut, umat diajak untuk dengan kesungguhan dan kerendahan hati mewujudkan niat pertobatan selama 40 hari masa prapaskah.

Lagu Pembuka: “Terima Kasih Seribu”

Surya bersinar udara segar
Terima Kasih
Di tepi pantai ombak berderai
Terima Kasih

Reff:

Terima kasih seribu oh
Terima kasih seribu
Pada Tuhan Allahku oh
Pada Tuhan Allahku
Aku bahagia kar’na dicinta
Terima kasih…

Tanda Salib dan Salam

P : Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus

U : Amin

P : Rahmat Tuhan Kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus, beserta kita

U : Sekarang dan selama-lamanya.

Pengantar

Bapak ibu dan saudara-saudari yang terkasih,

Lagu yang baru saja kita nyanyikan tadi pasti sudah tidak asing bagi kita. Sebuah lagu sederhana yang sering diajarkan ketika Pendampingan Iman Anak ini sesungguhnya memiliki makna yang cukup dalam. Namun demikian, apakah kita sudah sungguh-sungguh bersyukur atas kasih Allah yang telah kita terima?  Mentari yang tidak pemah lupa bersinar setiap pagi. Udara segar yang selalu bisa kita hirup dengan gratis. Apakah kita sudah menyadarinya sebagai anugerah kasih Allah dan bersyukur atas itu?

Kita kini telah kembali memasuki masa Prapaskah. Kita patut bersyukur karena memiliki kesempatan selama 40 hari di masa Prapaskah ini untuk menghayati pertobatan demi menyiapkan hati menyongsong Hari Raya Paskah. Pada pertemuan pertama ini, kita akan diajak untuk menyadari betapa besar karunia kasih yang kita terima dari Allah Bapa. Sadar akan besar kasih- Nya ini yang kemudian akan mendorong kita pada gerak pertobatan. Oleh karena itu, martiah kita siapkan hati, mensyukuri limpah berkat Tuhan dalam hidup kita, dan dengan rendah hati mengakui dan menyesali kerapuhan dan dosa-dosa ktia.

Seruan Tobat

Ulangan : Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.

U : Amin

P : Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan, dan aku mengeluh sepanjang hari.

U : Berbahagiatah orang bila dosanya diampuni.

P : Aku mengakui dosaku di hadapan-Mu, Tuhan dan kesalahanku tidak kusembunyikan.

U : Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.

P : Nasib orang berdosa sengsara belaka, tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.

U : Berbahagialah orang bila dosanya diampuni

P : Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin.

Doa Pembuka  

Marilah kita berdoa (bersam-sama),

Allah Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur boleh kembali memasuki masa prapaskah masa yang penuh rahmat ini. Kami mohon hadirlah di tengah-tengah kami dan kobarkanlah hati kami masing-masing dengan rahmat belas kasih-Mu. Demi Yesus Kristus Putera-Mu. yang bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.

Amin.

Bacaan Kltab Suci 

Pemandu dapat membacakan atau menunjuk salah satu umat yang hadir atau mengajak umat untuk bergiliran membacakan perikop Kitab Suci berikut.

Pembacaan Kitab Sucl diambil dari Surat Rasul Yohanes yang Pertama (1 Yoh 3:1-6)

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. Dan kamu tahu, bahwa la telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa. Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.

Pendalaman Katekese

Dalam kesempatan ini, Pemandu WAJIB MENGAJAK UMAT UNTUK MEMBACA LEAFLET Gerakan APP dan menyampaikan beberapa gagasan pokok yang digali dari Kitab Suci yang baru saja dibacakan. 

Berkaitan dengan gerakan APP, ada beberapa hal penting yang dapat disampaikan, yakni:

Semangat baru dalam gerakan APP:

APP bukan sekedar berpantang dan berpuasa sesuai tradisi Gereja, tetapi melatui gerakan APP, kita hendak membangun diri untuk semakin peduli terhadap sesama dan membangun kesejahteraan kaum KLMTD.

Pantang dan puasa bukan sekedar menahan nafsu makan dan menjalankan ritual perayaan Paskah, tetapi kita sungguh diajak untuk BERMATI RAGA dan BERBAGI

Gerakan APP menjadi Gerakan seluruh anggota keluarga:

Gerakan APP bukan hanya aksi orang dewasa, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh anggota keluarga yang melibatkan anak-anak, remaja, orang muda di tengah keluarga untuk bersarna-sama belajar bermati raga dan berbagi dengan berbagai macam upaya. misalnya penyisihan uang saku, pengurangan uang jajan, penghematan pulsa, pengurangan kegiatan berjenis hiburan dan lain-lain.

Kedisiplinan dalam mengupayakan pertobatan harian

Sebagaimana masa prapaskah berlangsungselama 40 hari, marilah kita belajar untuk membangun kesungguhan dengan disiplin memanfaatkan masa 40 hari ini untuk membangun pertobatan, mati raga, dan semangat berbagi. Oleh karena itu, mariah kita juga belajar berdisiplin dalam mempersembahkan dana APP setiap hari, sesuai dengan kemampuan kita masin-masing.

Penghayatan Tema APP 2020:

Kita patut bersyukur bahwa dengan tema-tema gerakan APP dari tahun ke tahun, aneka wujud pertobatan dan gerakan belarasa bersemi di tengah umat, terutama dalam memberi perhatian bagi mereka yang kurang mendapatkan perhatian di dalam Gereja dan di tengah masyarakat.

Dengan tokus pastoral Keuskupan Agung Semarang 2020, yakni Umat Katolik yang Transtormatif, kita boleh berharap bahwa gerakan APP dapat menjadi salah salu sarana dan kesempatan yang berdaya ubah di tengah umat dan masyarakat. Oleh karena itu, di penghujung periode ARDAS KAS yang pertama ini, seluruh umat beriman Keuskupan Agung Semarang diajak untuk menghayati tema gerakan APP 2020: “Bertobat,Terlibat dan Berbuah Berkat”

Berkaitan dengan bacaan Kitab Suci yang dibacakan, kita dapat menggali beberapa inspirasi permenungan sebagai berikut:

Hal pertama yang perlu disadari disini adalah’…betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita…’ (bdk. 1 Yoh 3:1). Sakramen tobat sesungguhnya bukan bertitik pada dosa yang ada. Tobat lebih menekankan pada besarnya kasih kerahiman Alah. Meski manusia berdosa, kasih kerahiman Alah tetap tidak akan berubah. Kesadaran akan besarnya kasih Alah indah yang kemudian menjadi motivasi dasar bagi kita untuk datang pada-Nya. Kita bertobat bukan karena agar menerima kasih Allah, tetapi justru karena kila telah menerirna kasih Allah sehingga kita pun terdorong untuk bertobat.  Tujuan akhir Allah dalam menjadikan kita anak-anak-Nya adalah agar kita terbebas dari belenggu dosa dan menjadi serupa dengan Putera-NyaYesus Kristus sehingga turut ambil bagian dalam hidup kekal.

Dosa memang adalah pelanggaran hukum Allah.  Pelanggaran itu tetapi tidak selalu bersifat dasyat dan besar. Terkadang dosa-dosa itu merupakan hal-hal sepele tetapi sering kita lakukan, entah sadar atau tidak. Bahkan, ada dosa yang bisa dikatakan menjadi dosa ‘langganan’ setiap kali kita mengaku dosa di hadapan imam. Dosa ini biasanya Pada masa prapaskah ini, marilah kila merenung sejenak. Dosa-dosa macam apakah yang sesungguhnya telah membelenggu diri kita masing-masing pribadi? Dosa apakah yang seolah menjadi ‘langganan’ setiap kali kita melakukan pengakuan dosa? Niat apa yang bisa aku bangun agar tidak jatuh kedalam dosa yang sama?

Membangun Niat

Pemandu mengajak umat untuk membayangkan lampu rambu lalu lintas (lampu bangjo) yang ada hampir diseluruh persimpangan jalan raya.  

Lampu merah melambangkan dosa yang membuat kita berhenti untuk maju menuju AIlah. Mulailah merenungkan salah salu dosa ‘langganan’ yang tadi sudah dibahas.

Lampu kuning melambangkan kecenderungan- kecenderungan yang mengarahkan kita untuk jatuh lagi pada dosa langganan’ tersebut. Wama kuning yang melambangkan kehati-hatian mengingatkan kila untuk berhati–hati pada kecenderungan yang muncul tersebut.

Lampu hijau melambangkan niat konkrit yang akan dilakukan agar tidak lagil berlangganan dosa yang sama. Dengan menjalankan niat konkrit tersebut, kita kemudian bisa kembali berjalan lurus menuju Allah. 

(Catatan: Niat ini bisa dituliskan dalam sebuah kertas sebesar KTP dan wajib dibawa setiap kali pertemuan di minggu-minggu, berikutnya. Pemandu kemudian bisa memulai setiap pertemuan dengan menanyakan niat yang telah dibuat olehmasing-masing orang dan menanyakan perkembangannya)

Doa Penutup  

Marilah kita berdoa (bersama–sama),

Allah Bapa yang maha kuasa, kami bersyukur kepada-Mu atas Masa Prapaskah yang Kau anugerahkan kepada kami. Lewat Masa Prapaskah Ini. Engkau menginginkan kami untuk menyadari dan mensyukuri betapa besarnya kasih-Mu itu. Atas kesadaran tersebut, kami mohon bimbingan-Mu agar dalam masa prapaskah ini kami Engkau mampukan untuk menyadari segala kelemahan dan dosa-dosa kami. Semoga karena rahmat-Mu, yang Kau limpahkah selama Masa Prapaskah ini, kami menjadi semakin suci dan semakin menyerupai Yesus Kristus Putra-MU, yang rela menderita sengsara, wafat dan bangkit untuk menyelamatkan kami. Sebab dialah Tuhan, pengantara kami, kini dan sepanjang masa (Amin).

Lagu Penutup; “Puji Syukur bagi Tuhan” (PS 594)

Puji syukur bagi Tuhan
Yang telah memanggil insan
Agar turut bahagia.
Dari dosa dibebaskan,
Hidup baru dicurahkan
Jadi putra pilihan.

Iman kita dihidupkan,
Api cinta dinyalakan,
Arah pun diluruskan.
Abadilah hidup kita
Dalam cinta Allah Bapa
Bahagia selamanya.

Sosialisasi Bahan APP 2020 – “Bertobat, Terlibat & Berbuah berkat”

Bahan Panduan APP – KAS 2020 Klik Tombol :

Bahan Panduan APP Remaja Bahan Panduan APP Dewasa
Bahan Panduan APP 2 Remaja Bahan Panduan APP 2 Dewasa
Bahan Panduan APP 1 Remaja Bahan Panduan APP 1 Dewasa

 

Pada Hari Jumat, 21 Februari 2020 diadakan acara sosialisasi bahan aksi puasa pembangunan (APP) di aula Gereja St. Albertus Agung Jetis. Petir dan hujan deras yang mengguyur malam itu tidak menyurutkan langkah para pemandu lingkungan untuk ikut serta. Acara ini dihadiri oleh 35 orang dari 15 lingkungan di wilayah Paroki St. Albertus Agung Jetis.

Tujuan pelaksanaan sosialisasi ini adalah memberikan bekal bagi para pemandu lingkungan agar mampu mengajak umat untuk memahami tema-tema pertemuan kemudian diwujudnyatakan dalam niat dan perbuatan yang konkret. Sosialisasi ini dimotori oleh Bidang Pewartaan bekerjasama dengan Bidang Pelayanan Kemasyarakatan. Kedua bidang berusaha mengemas 5 (lima) tema dalam pertemuan yang menarik agar nantinya pemandu dapat menjadi fasilitator yang menarik pula dalam membawakan setiap tema yang akan dibahas di lingkungan.

Tampak pula hadir dan memberikan kata sambutan Romo Ambrosius Heri Krismawanto, Pr selaku romo pendamping dan hadir pula Bapak Ludovicus Joko Sunarno selaku wakil ketua Dewan Paroki. Acara pertama dimulai dengan sambutan dari Romo Ambrosius Heri Krismawanto yang memberikan pengantar terkait Tema APP tahun ini.

Menuju acara berikutnya, pemaparan materi pertemuan pertama oleh ibu Cicilia Mulia Titi Sari dan Christina Adiratna R selaku perwakilan dari Tim Pelayanan APP. Pada pertemuan pertama, bapak/ibu pemandu diajak bersyukur atas kemurahan belas kasih Allah dalam hidup masing-masing. Syukur yang akan membawa kepada niat pertobatan yang tulus dan rendah hati. Nyanyian pembuka “Terima kasih Seribu” dinyanyikan dengan gerakan yang dirancang oleh Tim. Leaflet APP dibahas pula dalam pertemuan pertama.

Selanjutnya, pemaparan materi kedua oleh Bapak Yacob Malinso selaku perwakilan dari Tim Pewartaan. Pertemuan kedua mengajak umat untuk refleksi sejenak rahmat Tuhan apa saja yang sudah diterima dalam hidup dan sikap kita apakah sudah mensyukuri atau sekedar menikmati saja.

Pada kesempatan selanjutnya, para pemandu dibagi dalam 5 kelompok untuk simulasi dalam memimpin pertemuan APP dengan tema yang sudah disepakati. Diberikan waktu 40 menit untuk membaca secara pribadi, merenungkannya dan berlatih memandu pertemuan dalam kelompok kecil tersebut. Setelah sesi dalam kelompok selesai, para pemandu berkumpul kembali di aula dan mendengarkan peneguhan dari Romo Vincentius Suparman, Pr selaku romo paroki. Romo mengatakan bahwa para pemandu harus mampu mendorong umat untuk sharing pengalaman sesuai tema yang dibahas dalam setiap pertemuan. Semakin banyak umat yang sharing maka pertemuan itu akan semakin hidup.

Acara diakhiri dengan beberapa pengumuman dari Bidang Pelayanan Kemasyarakatan dan pembagian kotak serta leaflet APP per lingkungan.

Artikel & Foto oleh : Christina Adiratna R.

You cannot copy content of this page