Adanya pandemi covid-19 membuat sebagian aktivitas lumpuh. Tak terkecuali kegiatan keagamaan di gereja. Sudah beberapa minggu umat katolik pada umumnya melakukan ibadah di rumah dan terpaksa membatalkan beberapa agenda.
Kerinduan mulai muncul khususnya dari kalangan anak muda gereja. Berangkat dari kerinduan itu, maka OMK PALMA Jetis melalui salah satu cabang kegiatannya yakni Palma Voice berinisiatif untuk membuat sebuah kolaborasi virtual yang memungkinkan anggotanya untuk bernyanyi bersama walaupun berada di tempat yang berbeda.
Sebuah lagu yang diciptakan oleh C.B. Rio Budi Pratama yang merupakan salah satu OMK Paroki Jetis, yang dibuat sedemikian rupa dengan lirik yang sesuai pada situasi kondisi saat ini. Nada-nada dalam lagu ini dibuat ceria, dengan harapan dapat mengajak masyarakat khususnya kaum muda agar tidak berkeluh kesah meskipun gerak kita terbatas hanya di rumah saja. Kita harus percaya bahwa meskipun dirumah, kita masih dapat melakukan hal-hal positif yang kita senangi.
Semoga lagu ini dapat mengobati kerinduan umat Paroki Jetis pada dinamika kehidupan menggereja.
Selalu Ceria, Jangan Takut, Tetap Bahagia. Jaga kesehatan, Tuhan memberkati.
Sudah lebih dari 30 hari semenjak virus Corona (Covid-19) merebak di negara kita. Tidak hanya di Indonesia, bahkan hampir seluruh negara di belahan dunia terdampak oleh virus ini.
Efek dari virus ini tidak hanya berdampak langsung terhadap kesehatan, yang tidak terlihat namun dirasakan adalah efeknya terhadap perekonomian negara-negara di seluruh dunia.
Berdasarkan data dari CNN Indonesia, di negara Amerika Serikat sendiri sekitar 17 juta orang kehilangan pekerjaannya akibat adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan pemberi kerja karena mereka pun tidak memiliki pilihan akibat pembatasan sosial (social distancing) yang terbukti efektif menurunkan tingkat penularan Corona Virus Covid-19.
Koordinasi Sebelum Pembagian
Berangkat dari kepedulian terhadap pribadi-pribadi yang terdampak di negara Indonesia khususnya di kota Yogyakarta ini, pada hari Minggu Paskah sekitar pukul 10.00 WIB diadakan pembagian paket nasi dan masker yang terbuat dari kain oleh Gereja Albertus Agung Jetis kepada masyarakat umum. Paket nasi ini berasal dari donasi salah satu umat Gereja St. Albertus Agung Jetis.
Sejumlah nasi dus dengan total 300 paket dibagikan kepada penduduk RT47 Kelurahan Cokrodiningratan sebanyak 150 paket, dan sisanya 150 paket nasi dibagikan di halaman gereja kepada masyarakat umum dengan menganut sistem drive-thru agar tidak menimbulkan kerumunan massa.
Menuju RT47 Kelurahan CokrodiningratanPenyerahan Simbolis Kepada Ketua RT47
Bagi para penerima paket nasi diwajibkan untuk melakukan sanitasi menggunakan hand sanitizer sebelum masuk ke halaman gereja dengan dibantu oleh beberapa umat yang hadir membantu terlaksananya kegiatan ini.
Wajib Menggunakan Hand Sanitizer
Semua paket nasi tersebut dibagikan hanya dalam waktu sekitar 1 jam saja. Panitia dadakan yang berjumlah sekitar 20 orang bergerak cepat terdiri dari berbagai elemen, yaitu Romo, Bidang Kemasyarakatan dan Tim Pelayanan APP, OMK, semuanya baik tua dan muda bergerak seirama bahu membahu bersama-sama memberikan dukungan bagi masyarakat yang terdampak oleh virus Corona.
Panitia Dadakan
Paskah tahun 2020 ini memang terasa jauh berbeda dengan perayaan di tahun-tahun sebelumnya yang selalu dihiasi oleh kemeriahan perayaan di gereja. Tahun ini kita seakan disadarkan bahwa Paskah tidak selalu tentang perayaan, namun juga fleksibel melakukan perubahan dan terus menjadi perpanjangan kasih Tuhan di saat terjadinya bencana wabah seperti sekarang ini. Sesuai dengan tema Paskah 2020 – Berubah dan Berbuah Berkat.
Kita berdoa dan terus berharap, semoga pandemi ini dapat cepat berlalu dan segalanya dapat pulih kembali seperti sediakala.
Nikah beda agama dalam Katolik – Dengan semakin beragamnya masyarakat dunia saat ini, berdampak pada kompleksitas persoalan pernikahan. Tak jarang kita melihat, pacaran anak muda yang telah berlangsung lama berujung pada putusnya hubungan mana kala hendak berlanjut ke jenjang pernikahan, karena persoalan beda agama. Hal ini mengemuka dalam diskusi Lincak Alma yang digelar OMK Palma Jetis, Yogyakarta (08/03/2020).
Lincak Alma besutan OMK Palma Jetis ini sedari awal memang sudah terlihat spesial. Mulai dari topik yang diangkat yaitu Nikah Beda Agama, sampai dengan mendatangkan narasumber yang kompeten. Maka tidak heran jika acara ini diramaikan oleh sekitar 70-an orang yang bahkan tidak hanya beragama Katolik, namun dari berbagai lini kepercayaan. Kemungkinan besar karena menariknya tema yang diambil tersebut.
Romo Agustinus Tri Edi Warsono, Pr
Romo Agustinus Tri Edi Warsono, Pr, selaku pembicara, menegaskan pernikahan atau perkawinan dalam Gereja Katolik diatur dalam Kitab Hukum Kanonik (KHK) yang menjadi pegangan pelaksanaan pernikahan. Romo Tri menambahkan, menurut Gereja Katolik, pernikahan idealnya dilakukan oleh pasangan yang sama-sama sudah dibaptis secara Katolik (seiman) melalui sakramen pernikahan. Namun, dalam kenyataan sosial di tengah masyarakat yang kian beragam, pernikahan bisa saja dilakukan antara orang Katolik dengan orang non-Katolik, yang dalam khasanah Gereja Katolik disebut sebagai pernikahan campur.
Nikah Beda Agama Menurut Agama Katolik
Pernikahan campur dibedakan menjadi dua, yakni pernikahan beda agama dan pernikahan beda gereja. Dalam hal pernikahan beda gereja, yakni antara orang Katolik dan anggota gereja lain, dianggap sah jika kedua pasangan telah dibaptis Trinitarian (dibaptis dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus). Untuk pernikahannya dinamakan pemberkatan pernikahan, diperlukan ijin dari otoritas gereja yang berwenang. Dalam hal ini uskup atau yang ditunjuk olehnya. Pernikahan beda gereja sah jika dilakukan di hadapan imam dan dua saksi.
Sedangkan pernikahan beda agama, yakni antara orang Katolik dan non-Katolik/Kristen, termasuk mereka yang mengikuti aliran kepercayaan dan juga yang menyatakan tidak beragama, dimungkinkan adanya dispensasi setelah memenuhi beberapa persyaratan.
Sesi tanya jawab dengan peserta
Persyaratan Dispensasi Nikah Dalam Katolik
Pernikahan beda agama bisa dilakukan setelah ada dispensasi dari romo vikep. Adapun dispensasi diberikan jika terpenuhi syarat-syarat sebagaimana dinyatakan dalam KHK, yakni :
Pihak Katolik menyatakan bersedia menjauhkan bahaya meninggalkan iman serta memberi janji dengan jujur bahwa ia akan berbuat segala sesuatu dengan sekuat tenaga agar semua anaknya dibaptis dan dididik dalam Gereja Katolik
Mengenai janji-janji yang harus dibuat oleh pihak Katolik itu pihak lain hendaknya diberi tahu pada waktunya, sedemikian jelas bahwa ia sungguh sadar akan janji dan kewajiban pihak Katolik.
Kedua pihak hendaknya diberi penjelasan mengenai tujuan-tujuan serta sifat hakiki perkawinan, yang tidak boleh dikecualikan oleh seorang pun dari keduanya.
Pernikahan beda agama dianggap sah jika dilakukan di hadapan romo dan dua orang saksi.
Memahami Nikah Beda Agama Dalam Gereja Katolik
Meski pernikahan campur dimungkinkan dalam Gereja katolik, namun romo Tri Edi mengingatkan pasangan beda agama yang akan menikah untuk memahami makna suci pernikahan. Terutama dalam Gereja Katolik, pernikahan bersifat monogami eksklusif dan tak terceraikan seumur hidup. “Jadi kalau masih pacaran beda agama ya silahkan, tapi kalau sudah memutuskan untuk menikah maka harus dipahami makna hakiki pernikahan”, ujar romo yang menjabat sebagai Tribunal Keuskupan Agung Semarang ini.
Penyerahan Buah Tangan
Acara diakhiri sekitar pukul 21.30 WIB setelah sebelumnya berfoto dan berdoa bersama. Ikuti Lincak Alma Edisi selanjutnya yang lebih seru ya ! 😉
Peserta menyadari keberadaan komunitas/ kelompok/ paguyubannya: kelebihan dan kekuarangannya
Peserta semakin memahami tugas perutusan komunitas/ kelompok/ paguyuban remaja Katolik
Peserta terdorong untuk mengembangkan komunitas/ kelompok/ paguyubannya.
PEMBUKAAN
Lagu Pembuka : Nandur Rukun Sugih Sedulur
Cipt: V. Eka Mulyantari
Hari ini kita bersama
Satu hati satu tujuan
Persatuan kita wujudkan
Semangat Toleransi cinta damai
Pancasila jadi pedoman
Hidup rukun saling bergandengan
Menghormati sgala perbedaan
Walau berbeda tetap bersaudara
Angkat tanganmu beri salam perdamaian
Atur kakimu selaraskan langkah kita
Goyang badanmu walau beda tetap bersatu
Nandur Rukun bakale Sugih Sedulur.
Doa Pembuka
(†): Tanda Salib
Marilah berdoa:
Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur atas penyertaan-Mu sehingga kami dapat kembali berkumpul ditempat ini untuk bersama-sama belajar dan mendengarkan firman-Mu. Pada masa pra-paskah ini, sambil bermatiraga untuk pertobatan, kami ingin membahas perkembangan paguyuban/ komunitas kami, yakni komunitas Remaja Katolik. Kami berterimakasih karena Engkau mengumpulkan kami dalam komunitas/ paguyuban bersama sahabat-sahabat seiman. Berkatilah komunitas/ paguyuban kami, semoga semakin berdaya guna. Dengan pengantaraan
Kristus, Tuhan kami yang berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa.
Amin
(†): Tanda Salib
Pengantar
Hal-hal pokok dalam pengantar ini dikembangkan lebih lanjut oleh Tim Pendamping.
Menanyakan kabar peserta (secukupnya). Supaya lebih bersemangat, ketika ditanya apa kabar? anak-anak diminta membuat jawaaban yang tidak biasa, namun harus heboh … misalnya: Sip … sip … Luar Biasa !!!! …. Yes-yes … muantap benar … dll (seturut kreativitas anak bersama pendamping)
Masa pra-paskah adalah masa pertobatan bagi semua Orang Katolik. Siapa yang sudah mengaku dosa? … siapa yang tetap berpuasa dan berpantang? (pendamping mengingatkan laku keutaman selama masa pra-paskah : memperbanyak doa, memperdalam iman, puasa dan berpantang serta berderma bagi yang membutuhkan)
Tema pertemuan APP kali ini adalah: Komunitas Remaja Katolik… wow. Kita semua tahu bahwa ada banyak kelompok/ komunitas bagi kaum remaja Katolik. Paguyuban kita adalah salah satu dari komunitas itu. Ada kelompok misdinar, ada kelompok PIR (Pendampingan Iman Remaja) ada yang namnay Rekat (remaja Katolik, ada paguyuban lektor remaja, dan lain-lain.
Pada pertemuan APP kali ini kita akan “melihat” keberadaan komunitas / paguyuban kita. Sebagai komunitas/ paguyuban kaum remaja Katolik tentunya ada hal-hal yang sama dengan paguyuban remaja lainnya, tetapi pastilah juga ada yang membuat komunitas/ paguyuban kita menjadi unik/ khas. Sebagai remaja Katolik, tidak dapat kita tinggalkan cirri kekatolikan dalam komunitas/ paguyuban kita. Semoga dengan pendalaman APP ini kita juga dapat mengembangkan komunitas/ paguyuban kita.
Tim Pendamping juga dapat sedikit berceritera pengalamannya ketika masih remaja dan terlibat dalam kegiatan bersama kaum Remaja Katolik.
PENDALAMAN MATERI
Sharing Pengalaman “Kisah Seorang Remaja Katolik”
Saya ikut terlibat dalam paguyuban remaja katolik di lingkungan. Saya tinggal di lingkungan daerah pedesaan. Ada pertemuan lingkungan setiap malam sabtu. Kelompok kami tidak ada namanya. Disebut sebagai remaja katolik, begitu saja. Anggotanya tidak banyak ada 7 cewek dan 4 cowok. Kami ber 11 membuat group WA. Lebih sering kami berkomunikasi di group itu.
Perjumpaan saya dan teman-teman remaja katolik terjadi sebulan sekali. Kadangkali tanpa jadwal yang jelas. Rumah tinggal kami berjauhan, juga kesibukan sekolah kami berbeda-beda. Namun saat pertemuan lingkungan, yang malam sabtu itu, kami selalu berusaha ikut datang, disitu saya dapat berjumpa bukan hanya dengan teman sesama remaja tetapi juga dengan umat lingkungan lainnya.
Kami akan semakin sering berjumpa jika ada tugas yang dipercayakan kepada kami. Misalnya seperti tahun lalu, kami dipercaya jadi panitia natal lingkungan. Kami bekerjasama dengan beberapa orang tua merencanakan dan menyelenggarakan perayaan natal itu dengan meriah. Meskipun masih remaja, dengan dukungan beberapa orang tua kami memberanikan diri mengundang masyarakat sekitar. Ada bapak Kepala Dusun, tokoh masyarakat, warga sekitar, semua berbeda keyakinan. Kami membuat hiburan sederhana dan juga membagikan tanaman untuk penghijauan di rumah-rumah warga.
Saya dan teman-teman juga pernah membuat film sederhana dengan srana kamera yang kami pinjam. Film sederhana tersebut berkisah tentang kehidupan lingkungan kami. Film sederhana itu lalu dilihat bersama-sama dengan umat lingkungan.
Tidak jarang kaum remaja di lingkungan juga diminta ikut mengisi pertemuan lingkungan, misalnya mengisi pertemuan Adven, BKSN, atau APP. Pada saat itulah, bersama teman-teman, saya mempersiapkan materi-materi pendalaman iman.
Sebagai kaum remaja yang tinggal ditengah masyarakat yang berbeda keyakinan, saya dan teman-teman, saling mengingatkan untuk ikut membaur, terlibat, srawung memajukan kampung. Di kampung saya ada ungkapan yang ditulis di kalender yang dibuat para pemuda: ‘yen ora gelem srawung, mantenmu bakale suwung”. Artinya kira-kira: kalau tidak mau srawung, nati kalau jadi pengantin tidak akan ada yang membantu … lucu kedengaranya, tapi ya itulah cara pemuda desa mengingatkan anggotanya untuk selalu bergaul satu dengan lainnya. Seringkali pertemuan kaum remaja di kampung saya di selenggarakan di masjid. Saya dan teman-teman yang katolik, ikut di situ, dan ikut menyumbangkan gagasan-gagasan. Belum lama ini gagasan kami diterima, yakni pembuatan taman di pinggir jalan kampung.
Memasuki masa pra-paskah menjadi saat bagi kami persiapan merayakan Paskah. Bersama dengan adik-adik PIA dan beberapa OMK, kami akan mengadakan kunjungan paskah ke keluarga-keluarga katolik di lingkungan kami. Sudah beberapa tahun ini acara Paskah di lingkungan dirayakan dengan kunjungan keluarga. Kata pendamping kami, kegiatan ini menjadi salah satu cara membangun tradisi kekatolikan, entah apa maksudnya, saya kurang memahaminya. Jadi menjelang Paskah kami membuat jawal kunjungan. Jadwal itu dihaturkan kepada ketua lingkungan, yang kemudian meneruskannya ke keluarga-keluarga.
Kunjungan paskah itu dilaksanakan mulai hari senin setelah Perayaan Hari Minggu Paskah hingga hari kamis. Berlangsung setiap sore dari jam 16.00 – 19.00. Saat-saat paskahan bersamakeluarga itu menjadi saat yang menggembiarakan. Kami dapat saling berceritera, mendapat nasihat dari orang tua yang dikunjungi, berdoa bersama, foto bersama dan yang jelas ada makanan-makan yang kami nikmati. Adik-adik PIA, sebagaimana dulu ketika kami PIA juga mengalaminya, mendapatkan “angpau” dari para orang tua. Bagi keluarga yang sedang mendapat jadwal dikunjungi ternyata paskahan keluarga ini sekaligus menjadi semacam kumpul bersama keluarga besarnya, juga tetangga-tetangga dekatnya lalu ikut datang berkunjung, menjadi seperti “open house”.
Saya senang bisa berkumpul dalam komunitas/ paguyuban remaja Katolik di lingkungan.
Sharing pengalaman dalam kelompok
Tim pendamping menfasilitasi perbincangan antar remaja untuk mendalami sharing “Kisah Seorang Remaja Katolik “ di atas. Para Remaja diminta duduk melingkar dalam kelompok-kelompok kecil (jumlah masing-masing kelompok menyesuaikan dengan remaja yang hadir). Pada masing-masing kelompok dibagikan kartu panduan pertanyaan untuk membantu pemicaraan dalam kelompok. Masing-masing anak dalam kelompok diminta untuk secara bergantian menjawab pertanyaan.
Kartu Panduan Pertanyaan:
Apa kesan/ tanggapan/ komentar kamu atas sharing pengalaman di atas? Bagian mana yang mengesan bagi kamu? Mengapa?
Hal-hal apa yang menyenangkan dalam komunitas/ paguyuban kita? Berilah keterangan singkat
Pengalaman berkesan dan menarik manakah yang pernah kamu alami bersama komunitas/ paguyuban kita ini?
Apa yang dapat kita laksanakan secara konkret/ nyata untuk membuat komunitas/ paguyuban kita semakin dirasakan/ berguna bagi orang lain?
Laporan pleno
Tim pendamping memberi kesempatan perwakilan kelompok membagikan pokok – pokok jawaban dari pertanyaan di atas. Pokok jawaban dipilih dari jawaban yang dipandang mewakili jawaban kelompok.
Tim Pendamping memberikan tanggapan-tanggapan secukupnya. Semua jawaban hendaknya diapresiasi secara positif. Tim Pendamping juga boleh mensharingkan jawabannya/ pengalamannya sendiri secara singkat.
Mengembangkan komunitas/ paguyuban
Komunitas/ paguyuban kita adalah komunitas/ paguyuban/ kelompok yang terdiri dari para remaja namun memiliki kekhasan, yakni bahwa kita semua pernah dibaptis menjadi orang Katolik. Dengan demikian, dalam komunitas/ paguyuban kita itu tidak dapat kita lepaskan suasana dunia remaja kita, yang ceria, pengin bebas, butuh tantangan dsb. Namun kita juga harus selalu ingat dan memperjuangkan terwujudnya nilai-nilai iman kristiani dalam kegiatan yang kita jalankan. Mari kita melihat dan berusaha mengembangkan komunitas/ paguyuban kita.
Tahun 2020 ini, bersama teman-teman remaja se Keuskupan Agung Semarang kita mengembangkan tema: “aku berkah kanggo kowe” (aku berkat bagi kamu). Bagaimana tema itu akan kita hidupi/ jalani dalam komunitas/ paguyuban kita?
Tim Pendamping memandu dan memfasilitasi para remaja untuk mengisi bagan dibawah ini.
Nama Komunitas/Paguyuban/ Kelompok
Kegiatan pokok/ rutin
Jumlah anggota
3 hal positif dalam komunitas
3 hal negatif dalam komunitas
Kegiatan/ Program tahun2020 untuk mewujudkantema: “aku berkah kanggokowe”(aku berkat bagikamu
SABDA & DOA
Bacaan Kitab Suci: Lukas 15: 11 – 32
Perumpamaan tentang Anak yang Hilang
Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh , ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali,ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur,maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.
Renungan
Tim Pendamping dapat menyampaikan pokok-pokok renungan berikut ini silahkan dikembangkan lebih lanjut.
Kisah dalam Kitab Suci tersebut kiranya sudah tidak asing bagi kita. Ada bapa yang baik hati, ada anak sulung dan juga ada si bungsu yang pergi meninggalkan rumah tetapi lalu bertobat dan kembali bersatu dalam keluarga.
Tokoh-tokoh dalam kisah tersebut dapat menjadi cerminan kehidupan komunitas / paguyuban kita. Mari kita mencoba melihat diri kita masing-masing. Jika ditempatkan dalam kisah tersebut, dalam kehidupan konteks komunitas/ kelompok kita sekarang ini, kira-kira aku seperti tokoh yang mana?: bapa? anak sulung? anak bungsu? … mengapa demikian? Silahkan dijawab masing-masing dalam hati.
Doa Umat
Tim Pendamping memimpin doa umat.
P : Semoga Allah Bapa meneguhkan komunitas/ paguyuban kita dengan berkat-Nya, sehingga kita dimampukan menjadi tanda kerahiman Allah di tengah masyarakat.
Kami mohon …..
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
P : Semoga Allah Bapa Yang Maha Rahim mengalirkan rahmat-Nya, menyembuhkan luka hati (iri) yang dialami setiap pribadi dalam komunitas kita ini, sehingga dapat saling memafkan, saling menyembuhkan, dan meneguhkan.
Kami mohon …..
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
P : Semoga Allah Bapa meneguhkan komunitas atau paguyuban-paguyuban remaja katolik dimana saja dengan berkatNya sehingga mereka mampu menjadi tanda kehadiran Allah ditengah masyarakat.
Kami mohon
U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan
Hening sejenak menghaturkan doa-doa pribadi
Doa Bapa Kami (bersama-sama)
Kotak Dana APP Kotak Derma APP diedarkan
PERUTUSAN DAN PENUTUP
Pengumuman
Tim Pendamping menyampaikan pengumuman-pengumuman sejauh dibutuhkan.
Perutusan: Mempersiapkan Aksi Paskah.
Tim Pendamping menyampaikan tugas perutusan sebagai berikut:
Mempersiapkan rencana Aksi Paskah yang berguna dari komunitas/ paguyuban remaja Katolik bagi komunitas/ kelompok lain. Diusahakan bukan hanya acara perayaan Paskah khusus sesama remaja katolik. Misalnya membuataksi Paskah kunjungan lansia; aksi membersihkan sungai; mengunjungi orang sakit, dll.
Membuat dokumentasi aksi Pakskah bagi sesama dan mengunggahnya di media soial.
Doa Penutup
(†): Tanda Salib
Marilah berdoa:
Bapa kami bersyukur atas setiap perjumpaan yang boleh kami rasakan bersama ini. Terimakasih atas penyertaan-Mu sehingga kami semakin menyadari komunitas/ paguyuban kami. Semoga kami dapat melaksanakan niat-niat baik kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
Amin
(†): Tanda Salib
Lagu Penutup : Jangan Lelah
Jangan Lelah
Jangan lelah bekerja diladang-Nya Tuhan Roh Kudus yang memberi kekuatan Yang mengajar dan menopang
Tiada lelah bekerja Di ladang-Nya Tuhan Yang selalu mencukupkan Akan segalanya
Ratakan tanah bergelombang Timbunlah tanah yang berlubang Menjadi siap dibangun Diatas dasar iman.
Peserta mampu mensharingkan pengalaman syukur dalam hidupnya
Peserta menyadarai kebaikan dan anugerah Allah yang sedemikian banyak dicurahkan bagi manusia.
Peserta membangun kebiasaan/ habitus berrefleksi
PEMBUKAAN
Lagu Pembuka : Bapa Engkau Sungguh baik
Bapa Engkau Sungguh Baik
Bapa Engkau sungguh baik
KasihMu melimpah di hidupku
Bapa ku berterima kasih
BerkatMu hari ini yang Kau sediakan bagiku
Ku naikkan syukur ku buat hari yang Kau b’ri
Tak habis-habisnya kasih dan rahmatMu
Selalu baru dan tak pernah terlambat pertolonganMu
Besar setiaMu di sepanjang hidup ku
Bapa Engkau sungguh baik
Kasih Mu melimpah di hidup ku
Bapa ku berterima kasih
Berkat Mu hari ini yang Kau sediakan bagi ku
Ku naikkan syukur ku buat hari yang Kau b’ri
Tak habis-habisnya kasih dan rahmat Mu
Selalu baru dan tak pernah…
Doa Pembuka
(†): Tanda Salib
Marilah berdoa:
Bapa di Surga, kami bersyukur atas segala berkatMu yang melimpah Kau curahkan bagi kami. Engkau senantiasa mengasihi kami. Terutama dalam pengorbanan PuteraMu terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, Engkau menyelamatkan dan menebus dosa-dosa kami. Saat ini kami berjumpa dan berhimpun dalam pertemuan APP, di masa pra-paskah. Dampingilah kami, semoga dapat melaksanakan pertemuan dengan lancar dan bermakna. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin
Amin
(†): Tanda Salib
Pengantar
Hal-hal pokok dalam pengantar ini dikembangkan lebih lanjut oleh Tim Pendamping.
Salam: Selamat pagi/ siang/ sore; Selamat Berjumpa; Berkah Dalem; Menanyakan kabar peserta (secukupnya). Supaya lebih bersemangat, ketika ditanya apa kabar? anak-anak diminta membuat jawaban yang tidak biasa, namun harus heboh … misalnya: Sip … sip … Luar Biasa !!!! …. Yes-yes … muantap benar … dll (seturut kreativitas anak bersama pendamping)
Kesepakatan agar pertemuan APP dapat berjalan lancar: (disepakati dengan anak-anak, hal-hal yang boleh dikerjakan dan tidak boleh dijalankan selama kegiatan pendalaman APP, misalnya berkenaan dengan penggunaan gadged/ gawai)
Tema pertemuan kali ini adalah: “Tiada hari tanpa bersyukur”. Tema ini kita pilih untuk mengingatkan kita semua sebagai sahabat-sahabatNya Tuhan Yesus, bahwa selama masa Pra-paskah ini kita diajak untuk belajar semakin peka mengenali rahmat Tuhan yang diberikan kepada kita. Kita melatih diri dengan berpuasa, pantang, meningkatkan doa, maupun dengan berbagi derma untuk semakin menyadari bahwa sebenarnya rahmat Tuhan tidak pernah berhenti dicurahkan bagi manusia. Masa pra-paskah ini dapat juga menjadi saat bagi kita semua untuk merefleksikan kehidupan kita: bagaimana kita selama ini menyadari rahmat Tuhan yang selalu dianugerahkan bagi kita.
Rahmat Tuhan yang tidak pernah berhenti dicurahkan bagi kita itu akan mudah kita kenali dan sadari jika kita mempunyai waktu untuk hening dan berefleksi. Semoga dengan pertemuan APP ini kita juga terdorong untuk mempunyai kebiasaan hening dan berefleksi dalam hidup kita.
Kesadaran akan kasih Allah yang selalu baik bagi manusia, akan mendorong kita untuk juga selalu berbuat baik bagi siapapun. Untuk itu kita akan belajar dari kehidupan Santa Kateri Tekakwitha
PENDALAMAN MATERI
Kisah Santa Kateri Tekakwitha
Tim Pendamping menyampaikan kisah berikut ini, atau dapat juga diperbanyak agar dibaca sendiri-sendiri oleh para remaja. Kisah Santa Kateri Tekakwitha ini dikisahkan kembali oleh Agustina Maria. Dikutip dari buku saku umat “Kisah Santo Santa – kumpulan narasi tentang kisah Santo Santa yang pendek, nge-pop, dan menarik. Buku disusun dan diterbitkan oleh Rumpun Beriman Dewan Pastoral Keuskupan Agung Semarang, tahun 2019.
MALAEKAT DI DADAKU
(Santa Kateri Tekakwitha)
Kateri namaku. Aku dilahirkan di desa Auriesville. Sebuah desa yang subur, tenang, dan damai. Desa itu sekarang bernama New York. Sebuah kota besar di negara Amerika Serikat.
Sudah sebulan aku tinggal bersama om dan tante. Hidup kami makin sulit, sejak ayahku tidak bekerja lagi. Selama ini aku merasa sepi dan terasing. Aku ingin pulang ke rumah.
Aku selesai membersihkan rumah. Tiba-tiba terdengar suara bel pintu. Aku berlari sambil membawa kunci gembok, “Ach…kalau di desa tak perlu pintu rumah digembok”. “Sore Tante,” sapaku
“Sore, apakah pekerjaan rumahmu sudah dikerjakan?” Tanya Tante Agnes
“Sudah Tante, ini baru selesai mengepel lantai” jawabku Tante Agnes masuk rumah. Tante menuju meja makan dan meletakkan makanan yang dibawanya.
“Makanlah ada kue enak, setelah itu tolong antarkan roti ini pada nenek, yang tinggal di depan rumah kita!”
Halaman rumah nenek tidak terlalu luas. Halaman itu tampak terawat, bersih dan rapi. Aku memencet bel pintu. Tak lama keluarlah seorang wanita muda. Wanita itu yang menemani keseharian nenek.
“Mbak… saya, Kateri, keponakan bu Agnes. Ini ada roti untuk nenek.”
“Masuklah!” Mbak itu mengajakku masuk.
Di ruang tamu terlihat seorang nenek duduk di kursi roda. Nenek itu terlihat murung dan kurang semangat.
“Nek…ini ada roti dari bu Agnes,” kata si mbak. Nenek tersenyum. Ada kilat kegembiraan di mata dan keceriaan di wajah nenek, namun terlihat redup lagi.
“Sampaikan terima kasih nenek pada tantemu! Ternyata masih ada yang memperhatikan nenek,” kata nenek.
Kemudian nenek memintaku untuk bercerita tentang keluarga di desa. Beliau senang mendengarkan.
Nenek juga bercerita.
Saat ia masih tinggal di desa. Sesekali nenek menghela nafas dalam dan wajah kembali murung.
“Sekarang aku sudah tua dan lumpuh, tidak berguna pula,” gumam nenek.
“Tapi kita tetap harus tabah dan semangat!” nenek tiba-tiba berbicara penuh semangat.
Ucapan nenek membuat rasa kangen pada desaku terobati.
Aku segera pamit pulang, mungkin tante Agnes cemas menungguku.
“Nek, aku harus pulang. Terima kasih yaa..nek karena telah memberiku semangat. Aku ingin selalu pulang ke rumah. Tidak betah tinggal di kota.
Setelah aku mendengar. Nenek mengatakan, “Kita harus selalu tabah!”
Aku menjadi kuat lagi. Aku ingin bertahan di kota ini. Aku ingin mencapai cita-citaku.”
Tiba-tiba wajah nenek bersinar, ada kebahagiaan dan keharuan. Tak terasa air matanya mengalir.
“Neneklah yang musti berterima kasih. Ternyata nenek masih bisa bermanfaat bagi orang lain,” kata nenek sambil memegang tanganku.
“Kateri, kita sama-sama berjuang! Nenek akan berjuang melawan penyakit! Kamu pun harus berjuang untuk meraih cita-citamu di kota ini!
Datanglah ke sini kapan saja kamu mau!” kata nenek.
Aku menghapus air mataku, beban serasa sudah berkurang.
“Siti, tolong dorong kursi ini! Nenek mau mengantar Kateri ke depan!”
Nenek memanggil pembantunya. Dalam sekejap mbak Siti sudah muncul.
“Wah…kemajuan sekali. Nenek mau mengantar Kateri ke rumahnya?
Sudah lama kita tidak jalan-jalan ke luar,” kata mbak Siti
“Sampai di depan sajalah, besok kita mulai jalan-jalan lagi!” kata nenek
“Terima kasih yaa..neng Kateri, sudah memberi semangat nenek,” kata mbak Siti dengan wajah ceria dan penuh semangat.
“Neneklah, yang memberi semangat aku, Mbak,”
Perjalanan pulang, aku merasa aneh. Perjumpaan dengan nenek, membuat semangatku hidup. Begitu pula nenek. Mbak Siti pun juga ceria.
Semua ini berawal dari kebaikan hati tante Agnes. Yang ingin memberikan sedikit perhatian pada tetangga. Aku tidak lagi berpikir ingin selalu pulang ke desa. Aku merasa bersyukur. Karna aku dirawat
om Made dan tante Agnes yang baik hati. Aku juga memiliki kawan.
Seorang nenek yang bersemangat ingin sembuh dari sakit.
Sharing pengalaman dalam kelompok
Tim pendamping menfasilitasi perbincangan antar remaja untuk mendalami kisah Santa Kateri Tekakwitha. Para Remaja diminta duduk melingkar dalam kelompok-kelompok kecil (jumlah masing-masing kelompok menyesuaikan dengan remaja yang hadir). Pada masing-masing kelompok dibagikan kartu panduan pertanyaan untuk membantu pemicaraan dalam kelompok. Masing-masing anak dalam kelompok diminta untuk secara bergantian menjawab pertanyaan.
Kartu Panduan Pertanyaan:
Apa kesan kamu setelah mendengar/ membaca sepenggal kisah kehidupan Santa Kateri Tekakwitha? Menurut kamu mengapa kisah tersebut diberi judul: Malaikat di dadaku?
Pada bagian akhir kisah disebutkan bahwa Santa Kateri Tekakwitha merasa bersyukur. Mengapa dia merasa bersyukur?
Dari pengalaman kamu: hal-hal apa yang membuatmu jadi mudah mengungkapkan rasa syukur? Berilah contoh!
Laporan pleno
Tim pendamping memberi kesempatan perwakilan kelompok membagikan pokok–pokok jawaban dari pertanyaan di atas. Pokok jawaban dipilih dari jawaban yang dipandang mewakili jawaban kelompok. Tim Pendamping memberikan tanggapan-tanggapan secukupnya. Semua jawaban hendaknya diapresiasi secara positif. Tim Pendamping juga boleh mensharingkan jawabannya/ pengalamannya sendiri secara singkat.
Belajar menulis refleksi
Setelah mendengarkan laporan pleno dan memberikan tanggapan secukupnya, serta mengapresiasi secara positif jawaban-jawaban dari para remaja kemudian Tim Pendamping mengkondisikan para remaja untuk berlatih menulis refleksi sederhana.
Duduk bersila dengan baik, tanpa saling bersinggungan satu dengan lainnya ·
Mempersipakan alat tulis: kertas dan pena, diletakkan di dekat dirinya namun jangan sampai mengganggu proses hening. Jika tidak menggunakan alat tulis dapat juga memanfaatkan gadged masing-masing, dengan kesepakatan yang agak ketat agar dalam proses ini hanya digunakan untuk menulis refleksi bukan digunakan untuk hal lainnya.
Langkah-langkah hening dan menulis refleksi berikut ini, hanyalah contoh. Tim Pendamping silahkan membuat cara yang lebih mengena bagi kaum remaja, disesuaikan dengan tempat, waktu, dan suasana pertemuan. Dapat juga dijalankan dengan sarana music kontemplatif atau mendaraskan lagu-lagu yang mengantar ke keheningan.
Marilah kita mengkondisikan diri untuk tenang, kita duduk bersila dengan baik, konsentrasi pada diri kita masing-masing tanpa menggangu satu dengan yang lain ….
Perlahan-lahan mata kita pejamkan …..
Kita membuat tanda salib: (+) Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh
Kudus
Tuhan Yesus yang baik … kami akan berlatih menulis refleksi, dampingilah proses latihan kami, bantulah kami menjadi remaja katolik yang mampu mengembangkan daya reflektif kami, sehingga hidup kami senantiasa berkembang menuju kebaikan. Bantulah pula kami selalu bisa melihat kebaikan-kebaikan, anugerahMu bagi yang kami alami dalam kehidupan kami ….
Kita hening …. Semakin tenang …. Masuk dalam suasana keheningan ….
Kita tata posisi duduk kita … kita sadari … biarlah kita duduk bersila dengan tenang …. Mata tetap terpejam …. Kita konsentrasi ke dalam diri kita masing-masing …. Bagi yang merasa terganggu untuk memusatkan perhatian … silahkan bisa membayangkan Salib Tuhan dan terus kita focus pada bayangan salib itu … atau dapat juga kita lekatkan ujung jari telunjuk dengan ujung ibu jari kita … kita rasakan denyut nadi di situ … kita hening … dan semakin hening ……
Perlahan-lahan kita atur dan sadari pola pernafasan kita …. Silahkan masing-masing menyadari … saat-saat menghirup udara lewat hidung …. Sejenak kita tahan …. Kita hembuskan perlahan-lahan … kita ulangi lagi …. Tarik nafas …. Tahan …. Hembuskan perlahan-lahan … kita ulang sendiri-sendiri sampai kita merasakan aliran pernafasan kita …. Dan skarang … setiap kali menghembuskan nafas … doakanlah di dalam hati …. Tuhan terimakasih …. Demikian kita ulang … tarik nafas …. Tahan sebentar …. Hembusan perlahan-lahan dan doakan dalam hati :
Tuhan terimakasih …. Biarlah ungkapan Tuhan terimakasih semakin mengalir dalam diri kita … kita bersyukur sebab dapat menikmati pernafasan dengan baik … inilah rahmat Tuhan … nikmatnya karunia Tuhan…. Tuhan terimakasih, Tuhan kami bersyukur ….….
Sambil terus merasakan syukur atas pernafasan yang baik … kita tetap hening … kita mengingat-ingat pengalaman-pengalaman kebaikan Tuhan dalam hidup kita: … silahkan dalam keheningan ini, mengingat-ingat kebaikan Tuhan dalam hidup kita masing-masing …. (diberi waktu yang cukup agar para remaja hening dan mengingat-ingat pengalamannya) …. Setiap kali kita menemukan pengalaman rahmat Tuhan, sampaikan dalam hati: Tuhan aku bersyukur ……..
(setelah dianggap cukup) … marilah sekarang kita perlahan-lahan membuka mata kita, mengambil alat tulis … kemudian menuliskan pengalaman syukur yang kita temukan dalam proses keheningan tadi:
Pengalaman tentang apa? Kapan terjadinya? Dimana? Ceriterakanlah agak terperinci
Kutipan ayat Kitab Suci atau kata-kata bijak yang sesuai dengan pengalaman tersebut.
Apa pelajaran iman yang dapat kamu ambil/ petik/ simpulkan dari pengalaman itu
Tim pendamping memberikan kesempatan para remaja menuliskan refleksinya. Tim Pendamping juga ikut menulis refleksi sebagai teladan bagi para remaja.
SABDA & DOA
Bacaan Kitab Suci: Mazmur 30: 1-10
Nyanyian untuk pentahbisan Bait Suci dari Daud.
Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak memberi musuh-musuhku bersukacita atas aku.
Tuhan, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku.
Tuhan, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur. Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus! Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.
Dalam kesenanganku aku berkata : “Aku takkan goyah untuk selama-lamanya!”
Tuhan, oleh karena Engkau berkenan, Engkau telah menempatkan aku di atas gunung yang kokoh; ketika Engkau menyembunyikan wajah-Mu, aku terkejut.
Kepada-Mu, ya Tuhan, aku berseru, dan kepada Tuhanku aku memohon: ”Apakah untungnya kalau darahku tertumpah, kalau aku turun ke dalam lobang kubur? Dapatkah debu bersyukur kepada-Mu dan memberitakan kesetiaan-Mu?
Renungan, Input dan Sharing dari Tim Pendamping
Tim Pendamping memberikan renungan. Pokok-pokok renungan di bawah ini silahkan dikembangkan lebih lanjut sesuai pengalaman masing-masing:
Bacaan Kitab Suci dari Kitab Mazmur yang telah kita baca bersama, mengajak kita semua untuk selalur bersyukur atas apa yang telah Tuhan anugerahkan dalam kehidupan kita. Pemazmur mencoba menunjukkan kebaikan-kebaikan Tuhan yang tiada habisnya, misalnya dikatakan “Engkau telah menyembuhkan aku”, “Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur”, dan sebagainya. Petikan perikop tersebut ingin mengajak kita untuk kembali merasakan dan melihat betapa baik-Nya Tuhan untuk kita umat-Nya. Tuhan tak akan pernah meninggalkan kita dan justru memberikan rahmat yang baik untuk kehidupan kita.
Masa Pra-paskah adalah masa yang sangat baik bagi kita untuk merenungkan segala kebaikan Allah kepada kita. Kita percaya bahwa dalam segala pengalaman yang kita alami, baik pengalaman yang menyenangkan atau pun yang kurang menyenangkan, Tuhan tidak pernah lupa memberikan rahmatNya bagi kita. Kita diberikan orang tua yang baik, teman-teman yang saling mendukung, mendapatkan kesehatan, kenikmatan udara, pemandangan yang indah, dan masih banyak hal lain lagi, seperti yang tadi kita tuliskan dalam refleksi kita
Doa Umat
Tim Pendamping memimpin doa umat.
P : Ya Tuhan, kami bersyukur atas segala kebaikan yang Engkau anugerahkan bagi kami. Pada pertemuan APP ini, kami diingatkan atas segala rahmat yang senantiasa Engkau karuniakan bagi kami. Ajarilah dan dampingilah kami, supaya dapat selalu bersyukur atas karunia rahmat-Mu. Marilah kita berseru:
U : Rahmat Tuhan selalu cukup bagiku
P : Kami berdoa untuk semua orang yang terlibat dalam mengembangkan iman kami, terutama para pendamping iman kami, berikanlah mereka kesehatan, keselamatan, dan juga kebahagiaan. Marilah berseru:
U : Rahmat Tuhan selalu cukup bagiku
P : Ya Tuhan, berkatilah pula teman-teman kami yang pada saat ini tidak dapat berkumpul bersama kami di sini. Semoga masa pra-paskah menggungah semangat teman-teman untuk dapat bersyukur atas segala rahmat yang mereka rasakan. Sehingga mereka semakin pantas menyambut perayaan Paskah mulia .Marilah kita berseru:
U : Rahmat Tuhan selalu cukup bagiku
Hening sejenak menghaturkan doa-doa pribadi
Doa Bapa Kami
(bersama-sama)
Kotak Dana APP
Kotak Derma APP diedarkan
PERUTUSAN DAN PENUTUP
Pengumuman
Tim Pendamping menyampaikan pengumuman-pengumuman sejauh dibutuhkan.
Perutusan: Ikut Berdoa Syukur dalam Pertemuan APP lingkungan.
Tim Pendamping menyampaikan tugas perutusan kepada para remaja, sebagai berikut:
Membiaskan membuat refleksi harian. Dapat ditulis di buku harian atau disarana gadgednya.
Membuat quote / kata-kata bijak, hasil permenungan dan refleksi pribadi dan kemudian mengunggah di sosial media yang dimiliki, misalnya di status WA, twitter dan semacamnya.
Doa Penutup
(†): Tanda Salib
Marilah berdoa:
Ya Bapa, kami berterimakasih karena Engkau telah memberkati pertemuan APP ini dari awal hingga akhir. Ajarilah kami untuk membiasakan diri mengucap syukur kepada-Mu atas apa yang telah Engkau berikan pada kami. Berkatilah niat kami, untuk membiasakan membuat refleksi serta menggunakan media sosial sebagai saran mewartakan kebaikan. Bapa sebentar lagi kami akan pulang, kiranya Engkau memberkati perjalanan kami agar selamat dan bertemu keluarga di rumah kami masing-masing. Semua ini kami haturkan kepada-Mu, demi Kristus Tuhan kami.Amin
(†): Tanda Salib
Lagu Penutup : Persembahan hati
Lagu & syair: Natalis Natalianto – Arsm: L. Putut Pudyantoro
Allah Bapa sungguh besar kasihMu
Engkau selalu hadir dalam setiap langkahku
Sungguh indah ku menjadi anakMu
hidup dalam kasihMu, kasih yang tak ternilai
Tak sanggup aku membalas kasihMu,
hanya ini Bapa yang ku bisa
Bapa, trimalah persembahan hatiku,
nyanyian pujian kepadaMu
Ini diriku jadikanlah alatMu,
trimalah Bapa persembahan hati..
Remaja menyadari kalau sudah memasuki masa Pra-Paskah
Remaja semakin memahami makna pertobatan kristiani
Remaja bersemangat untuk mengikuti sakramen tobat
PEMBUKAAN
Lagu Pembuka : Sejauh Timur dari Barat
Sejauh Timur dari Barat
Sejauh timur dari barat
Engkau membuang dosaku
Tiada Kau ingat lagi perlanggaranku
Jauh kedalam jubir laut
Kau melemparkan dosaku
Tiada Kau perhintungkan kesalahanku
Betapa besar kasih pengampunanmu Tuhan
Tak kau pandang hina hati yang hancur
Ku berterimakasih kepada-Mu ya Tuhan
Pengampunan yang Kau beri pulihkanku
Doa Pembuka
(†): Tanda Salib
Marilah berdoa:
Allah Bapa yang mahabaik, kami berterima kasih atas berkat dan penyertaanMu. Masa Pra-paskah, telah tiba. Kami hendak mempersiapan perayaan pengenangan misteri sengsara, wafat dan kebangkitan Putera-Mu Terkasih Tuhan kami Yesus Kristus Kami bersyukur bisa mengikuti pendalaman iman pada masa pra-Paskah ini. Saat ini kami ingin belajartentang pertobatan. Ajari kami, supaya kami mudah mengerti dan dapat membangun niat untuk bertobat. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
Amin
(†): Tanda Salib
Pengantar
Hal-hal pokok dalam pengantar ini dikembangkan lebih lanjut oleh Tim Pendamping.
Salam: Selamat pagi/ siang/ sore; Selamat Berjumpa; Berkah Dalem; Menanyakan kabar peserta (secukupnya). Supaya lebih bersemangat, ketika ditanya apa kabar? Para remaja diminta membuat jawaaban yang tidak biasa … misalnya: Sip … sip … Luar Biasa !!!! …. Yes-yes … muantap benar … dll
Kesepakatan agar pertemuan APP dapat berjalan lancar: (disepakati bersama, hal-hal yang boleh dikerjakan dan tidak boleh dijalankan selama kegiatan pendalaman APP, misalnya berkenaan dengan penggunaan gadged/ gawai)
Tema Umum bahan pendalaman Aksi Puasa Pembangunan (APP) Keuskupan Agung Semarang Tahun 2020 adalah: “Bertobat, Terlibat dan Berbuah berkat.” Tema ini selaras dengan fokus pastoral Gereja Keuskupan Agung Semarang tahun 2020: “menjadi orang Katolik yang transformatif”. Tema tersebut akan menjadi bahan permenungan dan pembelajaran selama masa Pra-Paskah tahun ini.
Kita semua diingatkan bahwa masa pra-paskah, yakni masa mempersiapkan diri untuk menuju perayaan paskah adalah saat-saat yang dimaksudkan untuk masa pertobatan bagi semua orang Katolik. Masa Pra-paskah itu lamanya 40 hari, dimulai dari hari rabu abu dan akan berakhir menjelang perayaan Paskah. Selama masa pra-paskah kita semua diajak bermati raga, berpuasa maupun berpantang serta mengikuti pertemuan-pertemuan pendalaman iman. Kita juga diajak semakin rajin dalam berdoa. Dan tidak dapat dilupakan bahwa dengan bertobat kita didorong untuk semakin peka,berbela rasa, memberi perhatian dan pertolongan kepada orang-orang yang berkekurangan (kaum KLMTD – Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir dan Difabel).
Salah satu bentuk ungkapan pertobatan adalah mengikuti sakramen pengakuan dosa atau sakramen tobat.
PENDALAMAN MATERI
Pengalaman : Remaja dan pengakuan Dosa
Tim Pendamping menyajikan berita tentang Paus Fransiskus menerimakan sakramen pengakuan dosa bagi remaja di Vatikan. Dapat dibacakan, aau para remaja diminta mengunduh dengan sarana gadgetnya masing-masing di link yang tercantum.
Dalam Tahun Suci Kerahiman Allah, Bapa Suci dan para imam memberikan Sakramen Tobat kepada para remaja yang hadir dalam acara Yubileum Remaja di Lapangan St Petrus, Vatikan.
Paus Fransiskus mengejutkan ribuan remaja di Lapangan St Petrus Vatikan karena ikut hadir mendengarkan pengakuan dosa selama lebih dari satu jam, Sabtu, 23/4. Ia memberikan Sakramen Tobat kepada 16 remaja secara bergiliran di Lapangan St Petrus dalam Perayaan Yubileum Remaja yang bertepatan pada peringatan St Georgius.
Perayaan ini dimaksudkan untuk menarik minat kaum muda agar menyadari pentingnya belaskasih dan kemurahan hati Allah dalam hidup mereka. Pengakuan dosa ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka Tahun Suci Kerahiman Allah, yang telah dicanangkan Paus Fransiskus.
Hadir dan Terlibat
Tak disangka, Bapa Suci hadir dan duduk di kursi sederhana di tempat terbuka bersama lebih dari 150 imam lainnya. Sama seperti imam lainnya, ia mendengarkan pengakuan dosa untuk 16 anak remaja selama satu jam dari pukul 11.30-12.45 waktu setempat. Kegiatan ini bukan pertama kalinya dilakukan Paus Fransiskus. Hal serupa pernah ia lakukan ketika dicanangkan “24 Jam untuk Tuhan” pada 4 Maret 2016. Kala itu, di seluruh dunia, Gereja Katolik membuka kesempatan pelayananSakramen Tobat bagi seluruh umat di semua gereja.
Acara penerimaan Sakramen Tobat bagi remaja ini dimulai sejak Sabtu pagi, 23/4, hingga sore pukul 18.00. Pada malam hari, kaum remaja melakukan perjalanan ke Stadion Olimpiade Roma untuk rally remaja di mana Bapa Suci menyampaikan pesan lewat video kepada mereka.
Keesokan harinya, seperti dilansir Radio Vatikan 24/4, Paus memimpin Misa di Lapangan St Petrus bagi kaum remaja. Rangkaian acara ini berakhir pada Senin, 25/4; bertepatan dengan peringatan Liberation Day, hari libur nasional Italia.
Rangkaian kegiatan ini terus berlangsung dengan berbagai bentuk selama Tahun Yubileum Kerahiman Allah yang dimulai 8 Desember 2015, tepat pada Hari Raya St Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa. Pembukaannya ditandai dengan pembukaan Pintu Suci di Basilika St Petrus. Tahun Yubileum Luar Biasa ini akan ditutup pada 20 November 2016, tepat pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam.
Persiapan Hati
Kaum remaja yang hadir dalam acara tersebut rata-rata berusia 13-16 tahun. Mereka datang dari berbagai daerah di Italia dan beberapa negara lain. Sebagian peserta sudah tiba di Lapangan St Petrus pada malam hari sebelum acara keesokan harinya. Mereka menginap di sekitar Lapangan St Petrus. Tema “Murah Hati seperti Bapa” menjadi pesan utama yang direfleksikan kaum remaja.
Mereka membawa ransel dan bendera yang dilambai-lambaikan. Dalam pesannya seperti dilansir Catholic Herarld 24/4, Bapa Suci mengatakan, “Jangan hanya mempersiapkan ransel dan bendera, tapi yang utama adalah mempersiapkan hati.” Ia juga menegaskan agar di Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah ini, kaum remaja harus terus berusaha mendekatkan diri pada Tuhan. Kedekatan dengan Tuhan, kata Bapa Suci, adalah tanda seseorang mau terbuka menerima Kristus.
Sharing pengalaman dalam kelompok
Tim pendamping menfasilitasi perbincangan antar remaja untuk mendalami kisah/ pengalaman penerimaan Sakramen Tobat bersama Paus Fransiskus. Para Remaja diminta duduk melingkar dalam kelompok-kelompok kecil (jumlah masing-masing kelompok menyesuaikan dengan remaja yang hadir). Pada masing-masing kelompok dibagikan kartu panduan pertanyaan untuk membantu pemicaraan dalam kelompok. Masing-masing anak dalam kelompok diminta untuk secara bergantian menjawab pertanyaan.
Kartu Panduan Pertanyaan:
Apa tanggapan/ koemntar kamu terhadap berita perjumpaan Paus Fransiskus dengan para remaja tersebut? Jelaskan!
Menurut kamu: apa makna/ arti pesan paus Fransiskus: “Jangan hanya mempersiapkan ransel dan bendera, tapi yang utama adalah mempersiapkan hati.”?
Dari pengalaman kamu sendiri: Kapan terakhir kali mengikuti pengakuan dosa? Ceriterakan secara singkat pengalamanmu yang menarik/ unik dalam sakramen pengakuan dosa?
Sakramen tobat/ rekonsiliasi/ pengampunan dosa ada yang menilai dan mengatakan sebagai sakramen yang tidak diminati oleh Umat Katolik, bagaimana pendapatmu: setuju/ tidak setuju? apa alasannya?
Laporan pleno Tim pendamping memberi kesempatan perwakilan kelompok membagikan pokok
– pokok jawaban dari pertanyaan di atas. Pokok jawaban dipilih dari jawaban yang dipandang mewakili jawaban kelompok. Tim Pendamping memberikan tanggapan-tanggapan secukupnya. Semua jawaban hendaknya diapresiasi secara positif. Tim Pendamping juga boleh mensharingkan jawabannya/ pengalamannya sendiri secara singkat.
Belajar dari Youcat Tim Pendamping dapat memberikan pokok-pokok pembelajaran berikut ini. Bahan/ materi pelajaran diambil dari Buku Youcat Indonesia, Katekismus Populer.
Dalam Gereja Katolik kita mengenal sebuah Sakramen yang mendamaikan diri kita dengan Allah, yang kita kenal dengan Sakramen Tobat. Ada banyak hal yang dapat kita pelajari mengenai Sakramen Pengampunan Dosa tersebut dalam buku Youcat Indonesia. Beberapa pertanyaan tentang sakramen pengampunan dosa dapat kita cari jawabannya dalam buku ini. Misalnya: apa yang harus dipersiapkan seseorang untuk pertobatan? Apakah penintensi itu? Dosa apa saja yang harus diakukan? Seberapa sering harus mengaku dosa? Dapatkan pergi mengaku dosa meski tidak berdosa berat? Mengapa hanya imam yang dapat memberikan sakramen pengampunan dosa? … dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.
Kali ini kita akan melihat dampak positif dari Sakramen Pengampunan Dosa sebagimana diajarkan dalam Youcat. Apa dampak positif Sakramen Pengampunan Dosa? Pengampunan Dosa mendamaikan pendosa dengan Allah.[1468-1470, 1496]. Suasana sedetik setelah absolusi adalah suasana bagai mandi setelah berolah raga, bagai hembusan udara sejuk di musim kemarau, seperti bangun pada suatu pagi yang cerah di musim hujan, seperti keadaan tanpa bobot yang dialami penyelam… Semua itu terkandung dalam kata “rekonsiliasi” (dari kata kerja Latin yang berarti: “membawa kembali bersama-sama, memulihkan”): dalam damai, kita bersama Allah lagi.
Ya .. demikian dampak positif Sakramen Tobat… ibarat orang yang sedang rindu berat … pernah nggak sih merasa rindu banget dengan seseorang tapi nggak kuat untuk mendekat kembali karena rasa bersalah? Nah, seperti itulah kira-kira pergumulan antara iman dan dosa di dalam hati kita.Tuhan Yesus melalui dan dalam GerejaNya a menawarkan pengampunan kepada kita. Ia ingin agar kita bisa merasa nyaman berada di dekat-Nya tanpa rasa bersalah. Oleh karena itulah Allah memberikan anugerah berupa Sakramen Pengakuan Dosa untuk mengampuni dosa-dosa kita. mengampuni dosa-dosa kita.
Dengan Sakramen Pengakuan Dosa, kita akhirnya dapat melepas rasa rindu kita akan rasa dekat dengan Allah tanpa lagi terbebani oleh dosa-dosa kita.
Jadi, ayo kita bangun kebiasaan untuk mengaku dosa!
SABDA & DOA
Bacaan Kitab Suci: I Yohanes 3: 1-6
Tim Pendamping atau remaja yang telah ditunjuk dan mempersiapkan diri, membacakan kutipan Surat 1 Yohanes 3: 1-6
Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.
Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adala suci.
Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.
Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.
Hening Hening sejenak merenungkan Sabda Tuhan
Doa Umat Tim Pendamping memimpin doa umat.
P : Ya Tuhan, kami berterima kasih atas penyertaanMu. Pada pertemuan APP ini, kami belajar tentang Sakramen Pengampunan Dosa. Semoga dengan pertobatan, kami semakin pantas menyambut Paskah, kami mohon:
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
P : Kami memohonkan berkat-Mu bagi segenap warga Gereja. Semoga masa pra-paskah ini menjadi saat memperbaiki hidup dengan laku doa, bermati raga, pertobatan, dan berderma bagi siapapun terutama yang sedang berkekurangan. Kami mohon:
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
P : Ya Tuhan, semoga Engkau juga memberkati teman-teman yang tidak dapat berkumpul pada saat ini. Semoga pada masa pra-paskah ini teman-teman kami tetap mempersiapkan diri, untuk semakin pantas menyambut perayaan Paskah yang akan datang, kami mohon:
Perutusan: Mengikuti & Mewartakan Sakramen Pengampunan Dosa
Tim Pendamping menyampaikan jadwal sakramen pengampunan dosa yang dapat diikuti oleh para remaja, baik di gereja paroki atau di wilayah/ lingkungan. Mengingatkan para remaja untuk dapat mengikuti sakramen pengampunan dosa di masa pra-paskah dan mendorong untuk membangun kebiasaan menerima sakramen pengampunan dosa secara teratur.
Membuat tayangan singkat dengan gadget tentang “Serba-serbi Sakramen Pengampunan Dosa bagi kaum milenial” (1 menit) dan menggunggah di sosial media. Dapat dikerjakan secara pribadi atau menjadi proyek kerja kelompok.
Doa Penutup:
(†): Tanda Salib
Marilah berdoa:
Allah Bapa yang Maha Baik, kami bersyukur karena Engkau telah mengajari kami tentang Sakramen Pengampunan Dosa. Bimbinglah dan sertailah niat-niat kami untuk memperbaikidiri. Berkatilah kami, supaya kami dapat menjadi berkat bagi banyak orang di jaman sekarang ini.
Amin.
(†): Tanda Salib
Lagu Penutup:
Jadikan Hatiku Istana Cinta-Mu
Cipt: L. Putut P.
Siapakah aku dihadapanMu Tuhan?
Kau curahkan cintaMu
Apakah artiku bagiMu?
CintaMu setia selalu
Pantaskah kumenyambut tubuh
darahMu
Karena banyak dosaku
Sering ku ingkari cintaMu
Dalam langkah hidupku
Ampunilah aku, ampuni kalemahanku
Ampuni dosaku dalam kerahimanMu
Agar ku mampu wartakan kasihMu
Di dalam hidupku
Bersihkan hatiku dengan sucinya
cintaMu
Jadikan hatiku istana cintaMu
Tempat yang layak untuk
bersemayam
Tubuh dan darahMu
Teriknya matahari tidak menyurutkan semangat para siswa SD, SMP, SMA, dan SMK di lingkungan Paroki St. Albertus Agung Jetis untuk bersatu dalam Misa Pelajar.
Perayaan Ekaristi ini berlangsung pada hari Jumat, 04 Oktober 2019 pukul 11.45, dan rutin diadakan setiap Jumat Pertama. Misa pelajar ini sudah berlangsung dua kali di Paroki Jetis, dan kali ini dipimpin oleh Romo Vincentius Suparman, Pr.
Misa ini dimeriahkan dengan koor dari SMP Negeri 6 Yogyakarta, yang dengan sangat merdu mengiringi setiap rangkaian liturgi. Misa ini juga dihadiri oleh sekitar 300 murid dari berbagai sekolah, yaitu SDK Gowongan, SMP Negeri 6, SMA N 11, SMK Negeri 2, dan SMK Negeri 3.
Dalam khotbahnya kali ini, Romo Parman menyampaikan bahwa kepercayaan dan keimanan adalah dua hal yang sangat penting, dan tidak bisa seenaknya dimaknai oleh manusia. Romo Parman sungguh berterimakasih pada para guru yang sudah mengajak seluruh murid yang beragama Katolik untuk bersatu dalam misa ini, tapi yang terpenting adalah kesadaran para murid yang hadir di Gereja ini untuk bersyukur.
Melalui rasa bersyukur dalam persaudaraan umat beriman ini tentunya para siswa diharapkan agar selalu percaya dan beriman kepada Kristus, serta tidak mudah goyah dan meninggalkan keimanannya. Romo juga berharap para siswa semakin mengenali sosok yang selama ini hati mereka inginkan dan rindukan, yaitu Yesus Kristus.
Misa ini berjalan dengan lancar, dan dibantu pula oleh petugas parkir dari Wilayah Tiga dan difasilitasi oleh Tim Liturgi Paroki Jetis.
Srawung. Ya, kata ini merupakan kata yang akhir-akhir ini sering di galakkan oleh banyak orang. Tak terkecuali orang muda. Kali ini, kelompok orang muda yang menamai diri mereka sebagai “Srawung Yogyakarta” juga melakukan hal yang serupa. Ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda 2018.
Pada tanggal 27-28 Juli 2019 kemarin, kelompok Srawung Yogyakarta yang bernaung dibawah bimbingan Rm. Martinus Joko Lelono, Pr. mengadakan kegiatan Temu dan Dialog Orang Muda Lintas Agama dengan mengambil tema “Ada Yang Salah Dengan Negeri Kita”. Acara ini sukses dan diikuti oleh banyak kelompok lintas iman, maupun perwakilan dari kampus-kampus yang ada di dalam maupun di luar DIY. OMK PALMA Jetis juga turut serta dalam kegiatan ini. Kali ini OMK PALMA Jetis mengirimkan 5 orang perwakilan, yaitu Ancis, Deo, Hugo, Lia dan Agnes.
Dalam kegiatan yang diadakan selama dua hari satu malam di Posko Merapi – FPUB, Pakem, Sleman ini, para peserta diajak untuk berdinamika, diskusi kelompok tentang permasalahan yang ada di Indonesia, pelatihan untuk menjadi influencer dalam hal kebaikan serta regenerasi kepengurusan. Selain itu, acara juga diisi dengan games, senam pagi, penyusunan rencana tindak lanjut untuk kepengurusan yang baru, tukar kado dan diakhiri dengan pembacaan doa penutup lintas iman oleh perwakilan 6 agama yang ada.
Semoga kedepannya akan sering diadakan kegiatan seperti ini, untuk merajut kembali nilai pancasila sehingga masyarakat dapat bersatu dan nilai kebhinekaan dapat terus dipertahankan di negara ini. Dan semoga perwakilan OMK PALMA Jetis dapat menjadi “motor srawung” serta berdampak baik bagi kehidupan bermasyarakat khususnya di paroki Jetis.