Menjadi Oase di Tengah Hiruk-Pikuk Kota Jogja : Misa Syukur HUT ke-58th Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta

Semarak sukacita dapat dirasakan dalam perayaan Misa Syukur HUT ke-58th Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta, yang dilaksanakan pada hari Minggu, 19 November 2023. Perayaan ekaristi diselenggarakan secara konselebrasi dengan dipimpin oleh Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr selaku Vikaris Episkopalis (Vikep) Kategorial Keuskupan Agung Semarang serta didampingi oleh Romo Vincentius Suparman, Pr selaku Pastor Paroki Jetis dan Romo Yustinus Winaryanto, Pr. Ratusan umat dengan antusias juga turut hadir dalam perayaan ekaristi ini baik secara langsung datang ke gereja maupun melalui live streaming Youtube Komsos Jetis.

Ekaristi dimulai dengan perarakan petugas liturgi beserta romo yang diawali dengan barisan pembawa vandel dari 20 lingkungan yang ada di Paroki Jetis. Dalam sambutan yang diberikan, Romo Vincentius Suparman, Pr selaku Pastor Paroki Jetis mengucapkan terima kasih kepada para umat yang telah hadir dalam perayaan ekaristi HUT Paroki ke-58th ini. Di usia yang bukan tua namun tidak lagi muda ini, diharapkan umat dapat semakin bergairah dalam memuji dan memuliakan Tuhan, serta mengajak untuk bersama-sama melangkah mengembangkan gereja yang kita cintai.

Perayaan ekaristi dipimpin Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr selaku Vikep Kategorial Keuskupan Agung Semarang yang berjalan dengan hikmat namun penuh sukacita. Secara khusus juga, selama misa berlangsung semua lagu yang dibawakan oleh koor akan diiringi dengan musik keroncong yang menambah suasana semakin istimewa.

Sementara itu dalam homilinya, Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr menyampaikan bahwa Tuhan tidak asal-asalan ketika menciptakan Paroki Jetis. Melalui rencana yang panjang maka dianugerahkan kepada para romo, suster, bruder, dan seluruh umat talenta-talenta yang dibutuhkan untuk membangun gereja. Berkat talenta semangat dan gigih itu akhirnya berhasil memperoleh SK melalui Bapak Uskup sehingga mempunyai badan hukum yang jelas.

Anugerah lainnya yang membuat Paroki Jetis semakin istimewa adalah tempat yang strategis di pusat Kota Yogyakarta. Berada di jalan utama (Jl. A.M. Sangaji)  dan dekat dengan destinasi utama wisata Jogja (Tugu Pal Putih dan kawasan Malioboro), sehingga wisatawan yang berkunjung ataupun menginap di hotel sekitar dan tentunya umat Katholik setempat akan datang ke Gereja Santo Albertus Agung Jetis untuk menyambut dan bertemu Tuhan Yesus.

Gereja Jetis bagaikan oase di tengah riuh kesibukan duniawi masyarakat Kota Yogyakarta sehingga dapat menjadi tempat berteduh yang paling nyaman untuk menemukan kedamaian dan ketenangan untuk berdialog dengan Tuhan. Selain itu, umat Paroki Jetis selalu dengan tangan terbuka menerima siapa pun orang yang datang ke gereja dengan ramah dan saling peduli dengan satu sama lain.

Dalam usaha pembangunan kawasan gereja pun umat Paroki Jetis melibatkan inspirasi dan campur tangan kuasa Roh Kudus, hal ini dapat dilihat dalam Doa Novena Pembangunan. Umat rindu akan rumah Tuhan yang lebih layak dan mewadahi segala aktivitas dalam pelayanan. Namun yang paling pokok menyemangati kita adalah rindu akan rumah Tuhan dimana Tuhan sendiri yang hadir bertahta dan tinggal di Gereja Jetis, yang menjadi kekuatan untuk membangun gereja di dalam Kristus.

Kita juga patut mensyukuri buah-buah rohani Gereja Jetis yang menghasilkan suster, bruder, romo, dewan pastoral paroki, dan umat yang berkarya dalam pelayanan gereja sejak awal hingga saat ini, mereka adalah buah-buah yang nyata. Serta mereka para warga (alm) yang telah mengalami keselamatan kekal abadi bahagia di surga. Karena ketika dibaptis di Gereja Jetis dan menerima sakramen-sakramen lainnya, mereka memetik buahnya yaitu penebusan. Syukur yang utama buah penebusan Kristus yaitu keselamatan.

58th sudah Paroki Jetis hadir memberikan pelayanan dan menjadi saluran cinta kasih Allah bagi umat paroki maupun kepada masyarakat sekitar gereja, serta menjadi saksi perkembangan iman. Oleh karena itu sebagai ungkapan syukur, dalam misa ini dilakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol “Manunggalin Kawula lan Gusti, Gusti lan Kawula”; bersatunya Tuhan dan Manusia, Manusia dan Tuhan. Allah yang menjadi manusia melalui Yesus Kristus. Sekaligus sebagai wujud syukur tanda persatuan umat dalam memajukan Paroki Jetis. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr didampingi oleh Romo Vincentius Suparman, Pr dan Romo Yustinus Winaryanto, Pr. Kemudian tumpeng diberikan kepada perwakilan-perwakilan umat.

Setelah itu dilanjutkan dengan pengumuman lomba-lomba yang telah dilaksanakan pada hari-hari sebelumnya yang diikuti oleh seluruh lingkungan Paroki Jetis. Berikut hasilnya.

  • Lomba Masak Nasi Goreng oleh Bapak-Bapak

Juara 1 : Lingkungan Santo Paulus Jatimulyo

Juara 2 : Lingkungan Santo Yusuf Bangirejo

Juara 3 : Lingkungan Santo Antonius Padua Gowongan

  • Lomba Menghias Tumpeng

Juara 1 : Lingkungan Santo Yohanes Bangunrejo

Juara 2 : Lingkungan Rafael Penumping

Juara 3 : Lingkungan Santo Antonius Padua Gowongan

  • Lomba Pengelolaan Administrasi, Harta Benda, dan Pengembalaan Lingkungan

Juara 1 : Lingkungan Santo Paulus Jatimulyo

Juara 2 : Lingkungan Santa Maria Assumpta Jogoyudan Lor

Juara 3 : Lingkungan Santa Maria Immaculata Kricak

Romo Parman (panggilan akrab Romo Vincentius Suparman, Pr) berpesan bahwa melalui lomba-lomba yang telah diadakan, khususnya Lomba Administrasi Lingkungan, kita dapat melihat ada lingkungan yang sungguh sangat bagus dalam administrasi, pengelolaan harta benda, pengembalaan di lingkungan sebagai contoh bahwa kita pun ingin bergerak maju. Piala menjadi tanggung jawab di lingkungan yang kian berat, karena dapat menjadi referensi yang sangat baik untuk lingkungan lain dalam mengelola lingkungannya. Semoga tetap dipertahankan keguyubannya. Dan untuk lingkungan lain yang belum menjadi juara, agar terus ditingkatkan yang sudah baik menjadi lebih baik.

Tak lupa juga Dewan Pastoral Paroki Harian secara khusus mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya rangkaian HUT ke-58th Paroki Jetis kepada Panitia Wilayah 3 terlebih kepada semua umat yang sudah turut berpartisipasi dalam rangkaian acara. Sesuai dengan tema “Paroki Jetis Bersemangatkan Sinodal Membangun Paguyuban Umat”, Dewan Pastoral Paroki berharap bahwa bersama-sama dengan umat dapat berjalan bersama atau bersinodal untuk menghidupkan paroki ini sehingga tercipta umat yang semakin satu dan guyub rukun terlebih dalam mempersiapkan mimpi kita untuk membangun Gedung Kawasan Gereja Santo Albertus Agung Jetis ini.

Bersamaan dengan hari orang miskin pada hari ini, Paroki Jetis juga peduli pada kaum miskin disekitar kita dengan aksi membagikan sembako kepada umat yang membutuhkan.

Pesan dari Mgr. Dr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Agung di Keuskupan Agung Semarang, yang disampaikan melalui Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr selaku Vikep Kategorial Keuskupan Agung Semarang, adalah tetap rukun dan bersatu berjalan bersama untuk membangun gedung gereja dan kawasan Paroki Jetis agar terwujudnya rumah Tuhan yang nyaman untuk semua orang.

Demikian Misa Syukur dalam rangka HUT ke-58th Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta berjalan dengan baik dan lancar yang sekaligus menjadi tanda berakhirnya rangkaian acara kemeriahan HUT Paroki Jetis. Ditutup dengan berkat Tuhan oleh romo dan pembagian nasi kuning untuk umat yang dilaksanakan setiap akhir misa pada hari Sabtu dan Minggu (tanggal 18 dan 19 November 2023).

Sekali lagi Selamat Ulang Tahun ke-58th untuk Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta! Sebuah paroki dimana tempat kita bersama membangun paguyuban umat yang guyub rukun dan saling melayani. Semoga kita semua dapat kembali merasakan perayaan HUT Paroki Jetis di tahun-tahun berikutnya! Berkah Dalem.

.

.

Penulis : Khatarina Tri Wahyuni A.

Editor : Frans

.

.

Pembagian 100 Paket Sembako Bantuan dari Tim Pendoa Ibu Monica Semarang

Pagi itu tanggal 9 Agustus 2020, cuaca terihat cukup cerah seakan mendukung acara kami pada hari tersebut. Kami yang biasanya masih di rumah masing-masing untuk misa online atau sekedar bercengkrama bersama keluarga, hari itu kami sudah datang ke gereja untuk menyambut tim dari Semarang.

Paroki St. Albertus Agung Jetis hendak menerima tamu asal Semarang yang akan memberikan bantuan paket sembako sebanyak 100 paket. Paket tersebut ditujukan bagi umat yang membutuhkan karena kondisi ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Seratus paket sembako tersebut diupayakan oleh Romo Vincentius Suparman Pr selaku romo paroki melalui seorang sahabat Romo Edi Wiyanto dari Semarang.

Paket sembako datang pada hari Minggu sekitar pukul 11.00 siang. Disambut oleh perwakilan dari Dewan Paroki untuk secara simbolis menerima bantuan. Romo Parman selaku romo Paroki turut serta pula dalam acara penerimaan bantuan tersebut. Setelah kami terima, bantuan kami simpan di ruangan khusus lumbung pangan.

Selain paket berisi sembako, kami juga menerima makanan ringan dan minuman untuk anak-anak serta alat tulis. Sebelas kotak makanan ringan dan minuman manis, 2 kotak ballpoint, 2 kotak pensil, 2 kotak penghapus dan 1 kotak jelly kami serahkan kepada tim PIA (Pendampingan Iman Anak) agar dapat dikemas dan diberikan kepada anak-anak di masing-masing lingkungan.

Tim PIA pun segera menerima bantuan tersebut, dengan cekatan mereka mengemas ulang dan membagikannya kepada anak-anak melalui ketua lingkungan pada hari Minggu, 16 Agustus 2020. Tidak hanya itu, tim juga menambahkan gambar dengan tema peringatan kemerdekaan Indonesia untuk diwarnai adik-adik PIA di rumah.

Paket sembako yang kami terima berisi 5 kg beras, 1 liter minyak goreng dan 5 bungkus mie instan. Setiap lingkungan diberikan kuota 5-6 nama, dengan ketentuan nama-nama tersebut benar-benar membutukan bantuan. Seleksi nama dilakukan oleh ketua lingkungan dan tim APP disetujui oleh Romo Paroki. Nama-nama yang terpilih menerima kupon dari tim APP melalui ketua lingkungan. Kupon tersebut dibawa pada saat acara pembagian sembako untuk dapat ditukarkan dengan satu paket sembako.

Acara pembagian sembako kami adakan pada hari Kamis, 13 Agustus 2020 jam 9 (sembilan) pagi hingga setengah 2 (dua) siang. Acara ini kami bagi menjadi dua sesi yaitu sesi pertama pukul 09.00-11.00 untuk umat yang berdomisili di wilayah 1 dan 2 sementara sesi kedua pukul 11.30-13.30 untuk umat yang berdomisili di wilayah 3 dan 4.

Pembagian sembako dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Umat menggunakan masker dan antri dengan jarak yang aman. Antusiasme umat dalam kegiatan ini cukup tinggi terbukti dengan adanya antrian dan habisnya paket sembako yang telah disiapkan. Selain itu, semua umat yang terpilih datang tepat waktu dan mengatakan kepada tim kami bahwa mereka merasa terbantu dengan adanya bantuan dari Gereja.

Pembagian sembako selesai tepat waktu pada pukul setengah 2 siang. Secara keseluruhan, acara berjalan lancar dari mulai penerimaan hingga penyaluran bantuan. Kami selaku tim APP merasa senang menjadi perpanjangan tangan Gereja untuk membantu umat yang membutuhkan.

Penulis : Christina Adiratna
.
.

Gerakan Berbagi Nasi, Cara Sederhana Berempati di Tengah Pandemi

Kondisi pandemi berkepanjangan yang melanda Indonesia dan negara-negara di dunia menimbulkan dampak besar bagi perekonomian. Bahkan perekonomian dunia nyaris jatuh dalam jurang resesi. Bagaimana tidak, sebanyak 215 negara di dunia tengah berjuang untuk menyelamatkan diri dari tekanan ekonomi yang cukup berat.

Dari sisi permintaan, suplai dan produksi terganggu akibat virus ini. Sementara dari sisi penawaran, banyak UMKM dan pelaku usaha informal mengurangi kapasitas produksinya serta memutus hubungan kerja para karyawannya karena menurunnya permintaan yang tak sebanding dengan biaya operasional setiap bulannya.

Guna membantu masyarakat yang terdampak, Gereja St. Albertus Agung Jetis Yogyakarta melakukan gerakan berbagi nasi bungkus. Gerakan ini merupakan kegiatan rutin gereja setiap bulan selama pandemi sebagai wujud berbagi dalam semangat cinta kasih. Sore itu hari Jumat, 29 Mei 2020 sebanyak 170 nasi bungkus dibagikan kepada masyarakat umum yang membutuhkan bantuan makanan.

Acara ini merupakan gerakan berbagi nasi yang kelima. Bantuan nasi bungkus berasal dari keluarga Ibu Titin dari lingkungan Penumping dan umat lingkungan Kricak yang tidak berkenan disebutkan namanya. Pembagian nasi bungkus dilakukan dengan berkeliling menggunakan sepeda motor dan menunggu orang-orang yang ambil langsung di depan gereja.

Gerakan berbagi nasi yang keenam diadakan pada tanggal 7 Juni 2020 pada jam 12.00 siang. Sebanyak 300 nasi kotak dan 500 pcs masker kain dibagikan kepada masyarakat umum. Tim kemasyarakatan dan sejumlah relawan sudah berkumpul sejak pukul 11.00 untuk melakukan persiapan yaitu mengemas nasi kotak dan masker kain dalam satu plastik agar nantinya mudah dibawa.

Seratus lima puluh paket nasi kotak dibagikan kepada masyarakat umum dengan membuka pos di depan gereja dan membagikannya dengan berkeliling di llingkungan sekitar gereja mengendarai sepeda motor. Sisanya sebanyak 150 paket diberikan kepada pengurus RT belakang gereja untuk kemudian dibagikan kepada warga yang berdomisili di wilayah tersebut.

Kegiatan berbagi nasi yang ketujuh dilaksanakan pada 21 Juni 2020 pukul 12.00. Jumlah paket nasi yang dibagikan pada kesempatan ini sama jumlahnya dengan kegiatan sebelumnya yaitu 300 nasi kotak dan 500 pcs masker kain. Sebanyak 150 paket diberikan kepada pengurus RT dan warganya. Sementara sisanya 150 paket dibagikan dengan memberikan langsung kepada masyarakat yang kebanyakan berprofesi sebagai tukang becak, loper koran, tukang parkir, gelandangan dan ojek online.

Ada pula yang membagikannya dengan berkeliling menggunakan sepeda motor. Secara keseluruhan, kegiatan berbagi nasi tahap lima, enam dan tujuh berjalan dengan lancar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa masih banyak orang yang peduli dengan kesulitan orang lain dan bersedia membantu meringankan beban mereka.

Marilah kita saling bergandengan tangan dan berdoa agar menjadi pribadi yang semakin peduli dan kuat dalam situasi sulit pandemi saat ini!

.
.

Peduli Pendidikan Paroki St. Albertus Agung di Masa Pandemi Covid19

Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh wilayah di muka bumi ini menimbulkan dampak besar dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Dampak ekonomi sangat terasa sekali terlebih untuk masyarakat kalangan bawah.

Karyawan swasta pada sektor jasa dan industri yang terdampak Covid-19 sebagian dirumahkan, demikian juga mereka yang bekerja di sektor informal dan industri rumah tangga mengalami penurunan pendapatan, bahkan kehilangan pendapatan. Angka pengangguran dan kemiskinan meningkat tajam, bahkan akan semakin memburuk untuk beberapa bulan kedepan.

Untuk mencegah agar terhindar dari terinfeksi virus ini kita harus merubah perilaku keseharian dan pola kebiasaan hidup. Harus membiasakan hidup bersih dengan mencuci tangan sesering mungkin, memakai masker agar virus tidak masuk lewat pernafasan, menjaga jarak dengan sesama agar tidak bersentuhan langsung, dan yang terpenting adalah menghindari kerumunan masa agar virus tidak tersebar meluas.

Dalam rangka menghindari kerumunan masa dalam sistem belajar di sekolah maka pemerintah mengeluarkan kebijakan sistem belajar online melalui media sosial atau jaringan internet untuk seluruh jenjang pendidikan, sebagai pengganti sistem tatap muka kelas.

Agar siswa dapat mengakses pendidikan dengan baik, orang tua murid harus mampu menyediakan sarana pendukung yang memadai. Handphone android dan jaringan internet di rumah harus tersedia. Pengeluaran untuk pembelian pulsa menjadi kebutuhan yang tak terhindarkan, anggaran yang semakin memberatkan dalam situasi sulit ini.

Gereja Santo Albertus Agung Jetis melalui Bidang Layanan Kemasyarakatan dan Tim Kerja Pendidikan peduli dengan situasi ini. Gereja ingin membantu meringankan beban orang tua murid melalui kegiatan Peduli Pendidikan Pemberian Pulsa Bagi Siswa Sekolah. Ya… Gereja sebatas ikut peduli bukan untuk menyelesaikan seluruh beban masalah orang tua murid, karena kemampuan Gereja sendiri juga terbatas.

Paket pulsa yang diberikan senilai Rp.75.000,- per kepala keluarga, total biaya mencapai Rp.9.317.000,- sumber dana seluruhnya dari Paroki. Peran Ketua Lingkungan sangat besar dalam memberikan data nama keluarga yang menjadi sasaran kegiatan ini dan data nomor handphone yang akan diisi pulsa.

Jumlah keluarga yang memperoleh ada 121 dari tujuh belas lingkungan dan setiap lingkungan jumlah kepala keluarga penerima tidak sama. Setiap orang tua penerima diminta hadir di aula gereja untuk melakukan konfirmasi nomor yang akan ditransfer pulsa, hal ini untuk meminimalisir kesalahan yang tidak perlu.

Kegiatan Pemberian Pulsa Bagi Siswa Sekolah ini telah dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 30 dan 31 Mei, jam 09.00-13.00 di Aula Gereja. Kegiatan ini dinilai sangat positif oleh para keluarga penerima.

” Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Pekerjaan apa saja yang diberikan kepadamu, hendaklah kalian mengerjakannya dengan sepenuh hati, seolah-olah Tuhanlah yang kalian layani, dan bukan hanya manusia. – Kolose 3:23 
Anda ingin berbagi…?
Paroki siap membantu menyalurkan…!

.
.

Surat Edaran Perpanjangan Masa Darurat Peribadatan Keuskupan Agung Semarang

Sudah 3 bulan kita berada dalam masa tanggap darurat karena wabah virus corona atau COVID-19. Berbagai upaya sudah kita lakukan untuk menghadapi dan mengatasi wabah ini beserta dampak-dampaknya.

Upaya untuk melindungi diri, keluarga, dan masyarakat senantiasa kita lakukan dengan menjaga stamina dan menjalani pola hidup bersih dan sehat (antara lain: cuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer, memakai masker, mengonsumsi asupan makanan
secara cukup, olahraga).

Tonton Juga :

Pastor Kok Tandur ?!

“Jaga jarak fisik” (physical distancing) pun tiada hentinya kita lakukan, antara lain dengan membatasi atau bahkan meniadakan perjumpaan-perjumpaan dengan banyak orang. termasuk perayaan peribadatan di gereja dan kapel.

Berbagai terobosan gerakan solidaritas dan kepedullan juga sudah kita siasati guna membantu saudara-saudari kita yang terdampak oleh COVID-19 ini, misalnya dengan berbagi sarana kesehatan, makanan slap santap, bahan makanan, dan menyediakan lumbung pangan, serta menanam tanaman sayuran dan memelihara ternak.

Baca Juga :

Peduli Lawan Pandemi Covid-19 Jilid 1

Peduli Lawan Pandemi Covid-19 Jilid 2

Peduli Lawan Pandemi Covid-19 Jilid 3

Kita tetap bersyukur seraya memohon agar Tuhan senantiasa menyertai, menolong, dan
memberkati kita, hingga tetap mampu bertahan dalam kondisi sekarang ini dan dengan setia melakukan tanggung jawab kita masing-masing. Semoga semua upaya tersebut menjadi korban persembahan yang berkenan kepada Tuhan.

Kita belum tahu kapan situasi dan kondisi ini akan berlalu. Pemerintah kita juga belum secara definitif memutuskan kapan masa tanggap darurat wabah virus corona ini akan diakhiri.

Oleh karena itu sambil menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat dan Daerah, kita akan meneruskan usaha-usaha penanggulangan ini, antara lain dengan memperpanjang masa darurat peribadatan.

Selama masa perpanjangan ini, kita akan menjalankan ketentuan-ketentuan dalam Surat Edaran Nomor 0412/A/10/20-21, tanggal 26 April 2020, termasuk dalam hal peribadatan.

Perpanjangan masa darurat peribadatan ini akan berlaku mulai 1 Juni 2020 sampai dengan ada keputusan baru dari kami, dengan tetap memperhatikan dan mengindahkan kebijakan Pemerintah.

Tuhan senantiasa menyertal, menolong, dan memberkati kita. Selamat berkarya dan Berkah Dalem.

Semarang, 25 Mei 2020

Robertus Rubiyatmoko
Uskup Keuskupan Agung Semarang


.
.

Peduli lawan Pandemi: Bakti Sosial Tanggap Bencana Virus Covid-19 Jilid 3

Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu kota di Indonesia yang terpapar virus corona. Hingga saat ini Yogyakarta menjadi kota ke 16 dengan jumlah penduduk terbanyak yang terjangkit virus corona (versi kompas.com).

Data terbaru yang dipublikasikan pada 14 Mei 2020 menunjukkan sebanyak 185 penduduk DIY terjangkit virus corona. Tingkat kesembuhan tergolong belum memuaskan sebab masih di angka 68 orang atau sekitar 37% dan angka kematian sebesar 4% dari jumlah kasus yang terkonfirmasi oleh pemerintah.

Tren nasional untuk kasus pasien yang sembuh setelah terjangkit virus corona juga mengalami peningkatan dari hari ke hari. Kita patut bersyukur sebab menurut cuplikan data di atas, DIY termasuk kota yang penyebarannya tergolong lambat dan minim korban jika dibandingkan dengan kota lain seperti DKI Jakarta atau bahkan negara lain contohnya Amerika Serikat. Namun kita pun tak boleh lengah, sebab tren nasional kasus meninggal dan terkonfirmasi virus corona masih terus bergerak naik.

Masa pandemi Covid-19 ini menjadi masa-masa sulit bagi semua orang. Sebab mewabahnya virus corona berdampak cukup signifikan bagi perekonomian Indonesia.

Dikutip  dari berita, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan angka kemiskinan di Indonesia akan meningkat hingga 1,1 juta orang untuk skenario terberat. Sementara untuk skenario yang lebih berat, tambahan angka kemiskinan akan sebanyak 3,78 juta orang.

Perkiraan ini dengan asumsi bahwa penyebaran virus corona masih akan terus meluas namun tidak sampai memburuk. Peningkatan angka kemiskinan ini berasal dari penduduk yang rentan miskin dan hampir miskin yang mencapai sekitar 25 % dari penduduk Indonesia. Dengan mewabahnya virus corona dan diterapkannya aturan untuk tinggal di rumah, banyak golongan masyarakat yang mengalami penurunan dan pendapatan bahkan harus kehilangan mata pencahariannya.

Bakti sosial dalam rangka membantu umat paroki yang terdampak virus corona kembali dilaksanakan pada Rabu, 13 Mei 2020. Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari penerima bantuan maupun pihak luar yang terus memberikan kontribusinya dalam bentuk sumbangan sembako.

Pada bakti sosial kali ini, tim APP dan PSE menerima sumbangan telur ayam dari bapak N. Yudianto selaku salah satu umat Paroki Jetis dan juga sumbangan beras yang berasal dari Kevikepan DIY. Kegiatan tanggap bencana ini merupakan salah satu upaya Gereja untuk mengurangi tambahan angka kemiskinan, terutama penduduk rentan miskin yang menjadi miskin atau penduduk kelas menengah yang menjadi rentan miskin akibat kehilangan pendapatan.

Persiapan kegiatan dimulai pada Senin, 11 Mei 2020 dan berlangsung selama 2 hari. Jumlah relawan yang membantu sebanyak 11 orang terdiri dari tim APP, PSE, dari bidang kemasyarakatan dan umat paroki. Kegiatan berlangsung dari pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.

Sebanyak 220 paket sembako didistribusikan dengan mobil umat namun ada pula yang diambil langsung oleh ketua wilayah. Setiap wilayah mendapat kuota tambahan 1 keluarga dengan ketentuan ketua lingkungan perlu memutakhirkan data bantuan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Secara keseluruhan kegiatan bakti sosial berjalan dengan lancar. Semoga Tuhan memberkati dan menjauhkan kita dari virus-virus yang berbahaya bagi kesehatan. Tetap semangat!

Penulis : Christina A.R
Foto : Tim Kemasyarakatan & Ketua Lingkungan
.
.

Gerakan Umat Paroki Jetis di Masa Pandemi Virus Corona

Bila wabah virus Corona adalah ujian maka persoalannya adalah kemanusiaan. Bagaimana kepedulian masyarakat menjadi hal pokok yang menjadi sorotan. Saat ini banyak gerakan sosial yang diselenggarakan baik oleh masyarakat umum, para musisi, pejabat pemerintahan dan berbagai elemen masyarakat.

Seiring dengan perkembangan teknologi, gerakan sosial ini dilaksanakan lewat streaming, video di media sosial atau terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal inilah yang dilakukan oleh umat Paroki Jetis di tengah situasi pandemi Covid-19.

Umat peduli, perhatian dan menunjukkan solidaritasnya lewat bantuan-bantuan yang diberikan ke Gereja untuk kemudian disalurkan kepada umat di lingkungan yang kurang mampu dan masyarakat umum. Paroki St. Albertus Agung Jetis telah menerima bantuan antara lain berupa alat-alat kebersihan, paket nasi bungkus, paket nasi kotak dan sembako. Bantuan-bantuan tersebut diterima oleh Tim APP (Aksi Puasa Pembangunan) dan dikelola agar membawa manfaat terlebih bagi mereka yang terdampak virus Corona.

Kegiatan berbagi nasi bungkus sampai dengan saat ini telah dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama pada hari Senin, 20 April 2020 Gereja St. Albertus Agung Jetis mengadakan gerakan sosial berbagi nasi bungkug untuk masyarakat umum sebanyak 270 paket. Nasi bungkus sebanyak 220 paket merupakan bantuan dari salah satu umat di Paroki Jetis yaitu Bapak Wahyu Herman dan 50 paket lainnya bantuan tambahan dari Gereja. Pembagian nasi bungkus dilakukan untuk membangun rasa solidaritas sekaligus meringankan beban masyarakat terutama dari sisi ekonomi. Gerakan ini berlangsung dari pukul 09.00-10.00 WIB. Kontributor dari gereja yang ikut membagikan nasi bungkus berasal dari tim APP, PSE, OMK dan umat lain yang ingin ikut serta menyapa masyarakat. Sasaran kegiatan ini adalah para pejalan kaki, supir ojek online, pedagang – pedagang kecil, tukang becak, tukang sapu jalan dan semua pihak yang membutuhkan. Kegiatan berbagi nasi tahap pertama berjalan dengan lancar.

Gerakan kedua dilaksanakan pada hari Minggu, 26 April 2020 di depan Gereja St. Albertus Agung Jetis. Kali ini kegiatan bagi nasi dilaksanakan pada sore hari menjelang waktu berbuka mengingat sudah memasuki bulan puasa. Nasi bungkus sebanyak 250 paket merupakan sumbangan dari alumnus angkatan 1994 ++ Sekolah Johannes De Britto, Yogyakarta. Sasaran kegiatan masih sama yaitu para supir ojek online, tukang becak dan semua pihak yang membutuhkan bantuan makanan di sekitar area gereja. Gerakan kedua berlangsung dari pukul 17.00 hingga 17.45 WIB. Antusiasme masyarakat dinilai cukup tinggi pada kegiatan berbagi nasi tahap ini.

Gerakan berbagi nasi tahap ketiga dilaksanakan pada hari Jumat, 1 Mei 2020 di depan Gereja St. Albertus Agung Jetis. Tiga ratus paket nasi yang dibagikan merupakan sumbangan dari salah satu umat paroki Jetis yang tidak ingin disebutkan namanya. Sebanyak 60 paket nasi dibagikan kepada masyarakat dengan mengendarai sepeda motor sementara sisanya dibagikan di depan gereja. Selain nasi kotak, umat juga membagikan masker kain dan satu potong kue. Spesial pada gerakan ketiga ini, Romo Paroki dan Bapak Joko Sunarno selaku wakil ketua Dewan Paroki ikut serta dalam persiapan dan pembagian nasi kotak. Kegiatan berlangsung dari pukul 17.00 hingga 18.00 WIB kemudian ditutup dengan makan bersama para relawan yang membantu distribusi nasi kotak kepada masyarakat.

Berbagai kegiatan yang telah terlaksana di atas merupakan wujud nyata kepedulian Gereja kepada masyarakat umum yang terdampak virus Corona terutama dari sisi ekonomi. Gereja menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam membantu umatnya yang menderita dan menanggung beban. Kiranya Gereja sebagai wajah sosial yang berlandaskan kasih senantiasa menjadi nyata dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat terutama dalam situasi pandemi saat ini.

.
.

Penulis : Christina A.R & Elisabeth Puji S.
Foto : Tim Kemasyarakatan

Peduli lawan Pandemi: Bakti Sosial Tanggap Bencana Virus Covid-19 Jilid 2

Siang itu panas terik melanda sebagian kota Yogyakarta yang sedang lengang dan sepi pengunjung. Memang virus Corona yang mewabah sejak beberapa bulan yang lalu, telah merenggut kebebasan warga Yogyakarta untuk melaksanakan aktivitas di luar rumah seperti hari – hari biasa.

Pemerintah bahkan menganjurkan warga masyarakat untuk tinggal di rumah guna memutus mata rantai merebaknya virus corona. Anjuran ini berlaku hampir di seluruh wilayah  Indonesia terutama daerah yang kasus positifnya dikategorikan tinggi ambil contoh Jakarta. Himbauan pemerintah tersebut mendorong sektor pendidikan untuk menonaktifkan segala kegiatan belajar mengajar dan adanya sistem kerja baru yaitu Work from Home atau bekerja dari rumah baik untuk sektor pemerintah maupun swasta.

Pemberlakuan aturan stay at home ini mengakibatkan terjadinya perlambatan ekonomi disebabkan karena pelaku usaha informal seperti pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terutama para pedagang kaki lima kehilangan pangsa pasarnya. Jika pelaku bisnis sudah menjajal dunia online dan e commerce mampu bertahan bahkan mengalami kenaikan transaksi pada situasi ini, tetapi tidak demikian bagi PKL yang hanya mengandalkan penerimaan harian dari hasil jualan mereka.

Selain itu, banyak perusahaan di berbagai sektor memilih merumahkan karyawan karena ingin memangkas biaya operasional. Perusahaan terpaksa memilih jalan tersebut sebab kelesuan ekonomi akibat wabah virus Corona menyebabkan pendapatan perusahaan turun drastis sementara biaya pegawai dan operasional lain terus berjalan. Kondisi ini menyebabkan sebagian masyarakat menjadi kurang berdaya secara ekonomi. Kehilangan pekerjaan yang berarti kehilangan sumber pendapatan keluarga menjadikan masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok salah satunya kebutuhan akan makanan.

Kondisi inilah yang melatarbelakangi Tim APP Paroki St. Albertus Agung Jetis mengadakan kegiatan Peduli lawan pandemi: Bakti sosial tanggap bencana covid-19 tahap yang kedua.

Dua ratus paket sembako dibagikan kepada umat lingkungan yang kurang mampu sesuai dengan data yang diberikan ketua lingkungan. Satu paket sembako terdiri dari beras, mie telor, biskuit kering, kecap manis, minyak goreng dan gula pasir. Selain sembako, diberikan pula masker kain hasil produksi tim PSE paroki. Masker kain ini dibuat dari kain batik perca yang sudah tidak digunakan, dijahit, ditambah karet dan bahan pelengkap lain.

Beberapa bahan pokok yang diberikan merupakan sumbangan dari umat dan sisanya didanai oleh donatur dan gereja. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 13 April 2020 pukul 10.00 hingga 11.30 WIB. Tim PSE, APP dan tim lain yang tergabung dalam bidang kemasyarakatan sudah mempersiapkan kegiatan ini dari sejak seminggu sebelum tanggal pelaksanaan. Para relawan membeli sembako, membungkusnya dalam 200 paket dan mendistribusikan ke lingkungan melalui ketua wilayah masing-masing.

Total 200 paket sembako diterima oleh umat lingkungan (katolik dan non katolik) dalam keadaan layak dan mendapatkan sambutan yang baik. Umat yang berdomisili di wilayah satu dan wilayah dua yang mendapatkan bantuan paket sembako masing-masing sebanyak 48 keluarga katolik dan 1 keluarga non katolik. Di wilayah tiga mencapai 43 keluarga katolik dan 1 keluarga non katolik. Sementara umat di wilayah empat yang mendapatkan paket sembako sejumlah 58 keluarga katolik.

Bakti sosial ini berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir. Kiranya gereja mampu menjadi perpanjangan tangan Tuhan yang senantiasa peduli dan perhatian kepada umatnya yang berkekurangan khususnya karena dampak virus covid-19. Dan semoga wabah virus covid-19 ini segera berakhir! Tuhan memberkati.

.
.

Penulis : Christina A.R.
Foto oleh : Tim Kemasyarakatan

PIA Lingkungan St. Paulus #dirumahaja

*klik tombol PLAY (>) di atas untuk melihat video

Hello, hello, hola, hola, moshi, moshi, Berkah Dalem…

Sepenggal lagu di atas merupakan bagian dari sapaan anak-anak PIA Lingkungan St. Paulus yang dibawakan melalui video singkat berdurasi sekitar 7 menit. Video ini menjadi viral setelah dibagikan di grup lingkungan St. Paulus – Gereja Jetis.

Kegiatan anak-anak PIA yang sejatinya dibawakan setiap minggu di hari Kamis sore pukul 16.00 WIB saat ini tentu saja ditiadakan. Menyusul surat edaran Keuskupan Agung Semarang yang menghimbau untuk mengadakan seluruh kegiatan baik di keuskupan sampai dengan di lingkungan kita masing-masing sebagai dampak dari pandemi Corona Virus Covid-19.

Sapaan secara online berasal dari ide para pembina PIA St. Paulus terutama bapak L. Joko Sunarno yang sudah sangat lama menjadi salah satu pembina di lingkungan.

Dalam video tersebut, para anak-anak yang tergabung dalam PIA St. Paulus disebutkan namanya dan disapa satu persatu (ini sungguh membuat terharu 🙂 ). Selain disapa video tersebut juga mengajak para anak-anak untuk sementara tetap membaca Kitab Suci dan berdoa bersama #dirumahaja dulu.

Semoga dalam waktu yang tidak lebih lama dari pengulangan tahun kelahiran kita, pandemi ini dapat cepat berlalu dan para adik-adik PIA St. Paulus bisa berkumpul serta bernyanyi dan berdoa bersama kembali. Berkah Dalem.

-Lingkungan St. Paulus-

PALMA Jetis Di Rumah Dulu, A Palma Voice Collaboration

Adanya pandemi covid-19 membuat sebagian aktivitas lumpuh. Tak terkecuali kegiatan keagamaan di gereja. Sudah beberapa minggu umat katolik pada umumnya melakukan ibadah di rumah dan terpaksa membatalkan beberapa agenda.

Kerinduan mulai muncul khususnya dari kalangan anak muda gereja. Berangkat dari kerinduan itu, maka OMK PALMA Jetis melalui salah satu cabang kegiatannya yakni Palma Voice berinisiatif untuk membuat sebuah kolaborasi virtual yang memungkinkan anggotanya untuk bernyanyi bersama walaupun berada di tempat yang berbeda.

Sebuah lagu yang diciptakan oleh C.B. Rio Budi Pratama yang merupakan salah satu OMK Paroki Jetis, yang dibuat sedemikian rupa dengan lirik yang sesuai pada situasi kondisi saat ini. Nada-nada dalam lagu ini dibuat ceria, dengan harapan dapat mengajak masyarakat khususnya kaum muda agar tidak berkeluh kesah meskipun  gerak kita terbatas hanya di rumah saja. Kita harus percaya bahwa meskipun dirumah, kita masih dapat melakukan hal-hal positif yang kita senangi.

Semoga lagu ini dapat mengobati kerinduan umat Paroki Jetis pada dinamika kehidupan menggereja.

Selalu Ceria, Jangan Takut, Tetap Bahagia. Jaga kesehatan, Tuhan memberkati.

– OMK PALMA Jetis –

You cannot copy content of this page