Jam menunjukkan waktu pukul 09.30 WIB, kami berangkat dari paroki Jetis bersama-sama berempat orang. Di tengah perjalanan kami menjemput seorang kawan dari Komsos Babarsari.
St. Petrus Kanisius – Paroki Wonosari
Siang ini, sebanyak 35 anggota komunikasi sosial (komsos) Paroki di Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti workshop penulisan web, fotografi, dan videografi, yang diselenggarakan oleh Kevikepan DIY, Minggu (15/03/20). Kegiatan yang dilaksanakan di aula Ignatius Loyola Gereja Petrus Kanisius, Wonosari, Gunungkidul ini berlangsung dengan penuh keakraban.
Pemateri workshop, adalah Frans untuk pembuatan Web, Ery untuk materi fotografi, dan Sunu untuk materi videografi.
Dalam materi penulisan web, Frans menekankan fungsi web sebagai media pewartaan karya gereja. Sementara untuk kelas fotografi, Eri menekankan bagaimana membuat foto yang menarik dan etika peliputan. Sementara Sunu mengajarkan teknik- teknik pengambilan gambar via video dan editing singkat menggunakan telepon pintar (smartphone).
Frans – Website
Eri – Fotografi
Sunu – Videografi
Bapak Agustinus Suseno selaku wakil ketua Komsos Kevikepan DIY mengaku senang bahwa Komsos DIY bisa hadir mengisi pelatihan. Dan berharap pelatihan seperti ini bisa terus berlanjut ” jika ada yang membutuhkan pelatihan bisa menghubungi Kevikepan untuk nanti ditindaklanjuti” ujarnya.
Hal yang sama disampaikan oleh salah satu peserta dari Wonosari, yang mengaku waktu yang tersedia sangat singkat. ” Materinya banyak, sayangnya waktu yang tersedia terbatas”, katanya lebih lanjut. Sementara itu, Ibu Sixsy dari paroki Petrus Kanisius – Wonosari mengaku senang dengan acara ini dan berharap dari pelatihan ini bisa mewujudkan keinginan hadirnya website milik paroki Petrus Kanisius.
Ibu Sixsy – Paroki Wonosari
Dari pelatihan singkat ini diharapkan para peserta dapat segera praktik melalui komunitas Komsos di Parokinya masing-masing. Kegiatan yang berlangsung dari jam 11.30 sampai 15.00 WIB tersebut diakhiri dengan foto bersama. Turut hadir dalam acara ini Romo Lukas Ivan Sanjaya Pr, selaku Ketua Komsos Kevikepan DIY.
Hujan rintik-rintik di sore hari tanggal 15 Februari 2020 ini menemani sekitar 80 orang di Aula Girli Wisma Salam, Muntilan. Tempat tersebut terlihat ramai dengan para anggota Komsos dari berbagai kalangan usia. Dominasi peserta tentu saja dari teman-teman yang berusia muda. Selain awam, acara ini diikuti pula oleh 3 orang suster, 2 diantaranya yaitu Suster Pasifica dan Suster Rita. Selama 2 hari (15-16 Februari 2020) Komsos Kevikepan DIY mengadakan temu anggota Komsos se-kevikepan DIY dalam kegiatan Jambore Komsos dengan tema “Bertransformasi Dalam Pewartaan.”
Para peserta menjalin jejaring dan persahabatan diantara 39 paroki se-Kevikepan DIY. Hari pertama acara diisi dengan ice breaking yang cukup seru, kemudian disusul dengan sambutan oleh Franciskus dari Komsos Paroki Jetis selaku ketua pelaksana Jambore Komsos #1 DIY. Selanjutnya diisi sambutan oleh Bp. Agustinus Suseno selaku wakil ketua Komsos Kevikepan DIY. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Komsos dari berbagai paroki harus bersedia untuk berjejaring dan menambah skill timnya masing-masing melalui pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Komsos Kevikepan DIY.
Dalam kesempatan selanjutnya Romo Yustinus Slamet Wito Karyono,Pr menyapa para peserta Jambore melalui rekaman video dan mengajak seluruh peserta untuk melakukan pewartaan iman dengan memanfaatkan teknologi informasi seraya memperhatikan 3 poin penting yang termuat dalam pedoman pastoral regio jawa, salah satu diantaranya yaitu dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pewartaan. Para SDM Komsos perlu memperhatikan nilai-nilai Kristiani dan prinsip pewartaan, serta agar lebih efektif dalam menjangkau lebih banyak umat di dalam mewartakan maka Komsos seluruh paroki di Kevikepan DIY mau tidak mau harus berjejaring.
Dinamika selanjutnya yaitu para peserta Jambore dibekali dengan materi jati diri, serta perkembangan kinerja Komsos Keuskupan Agung Semarang oleh Bp. FX Wasdi atau yang lazim dikenal dengan abah Encep didampingi Mas Sunbhio Pratama. Dalam sesi ini peserta saling berinteraksi dan mengajukan pertanyaan maupun berkomentar mengenai dinamika Tim Komsos mereka di masing- masing paroki.
Acara pada malam pertama ditutup dengan sharing bersama dalam kelompok-kelompok kecil mengenai dinamika masing-masing peserta maupun tim Komsos di paroki-paroki.
Setelah sarapan pagi, sekitar pukul 07.30 kegiatan outbound dimulai. Ada 4 pos yang harus dilalui keenam kelompok outbound. Pos-pos tersebut diantaranya yaitu karpet terbang dan pipe ball yang mengajarkan bahwa dalam mewartakan setiap Tim Komsos paroki tentu perlu berproses dan melakukannya selangkah demi selangkah serta juga perlu bekerjasama dengan banyak pihak.
Pada kesempatan ini ELTI Jogja dan Penerbit Pohon Cahaya mensponsori sebagian alat tulis pada acara Jambore Komsos sehingga dapat berjalan lancar. Sejumlah 5 buah buku pun diberikan sebagai doorprize oleh Pohon Cahaya menjadi milik peserta dengan menjawab beberapa pertanyaan seputar acara selama 2 hari ini.
Seluruh kegiatan Jambore Komsos di hari terakhir dibungkus dengan perayaan ekaristi bersama di Aula Batu Wisma Salam. Sebagai evaluasi akhir, Romo Lukas Ivan Sanjaya, Pr selaku Ketua Komsos Kevikepan DIY menyampaikan beberapa hal :
Alat bukan merupakan harga mutlak bagi Komsos di setiap paroki untuk berkarya, namun konten yang kreatif lebih penting dari semua itu. Kita bisa memanfaatkan smartphone masing-masing untuk mewartakan.
Para tim Komsos di paroki-paroki tidak perlu terpaku pada konten dalam bentuk video yang memang sedang marak dan populer saat ini. Konten dalam bentuk foto dan caption pun bisa menjadi media pewartaan yang memadai.
Komsos rayon kota sulit untuk dikumpulkan dalam acara-acara yang diadakan oleh Kevikepan, namun Romo juga menyampaikan rasa syukur bahwa ada tim Komsos paroki yang dipikir tidak ada ternyata bisa mengirimkan 2 peserta yaitu salah satunya paroki Kidul Loji.
Komsos Kevikepan DIY akan mengadakan pelatihan di Rayon Gunung Kidul bertempat di Paroki Wonosari Kota pada tanggal 15 Maret 2020 mendatang. Seluruh Tim Komsos di semua rayon diundang untuk menghadirinya.
Double Tim Komsos dalam satu paroki (Komsos dan Tim Multimedia) menjadi penghalang bagi salah satu tim untuk berkarya, namun jika bisa bersinergi dan menghasilkan karya maka Romo mengacungi jempol karena bisa menjadi contoh baik bagi banyak paroki.
Regenerasi Komsos di tiap paroki perlu dilakukan, dan jika menemui kesulitan silahkan belajar kepada paroki-paroki lain yang berhasil melakukan regenerasi.
Wakil ketua Komsos Kevikepan DIY Bp. Agustinus Suseno menambahkan 2 pesan penting untuk teman-teman peserta Jambore, yaitu :
Tidak memiliki alat yang memadai bukan menjadi alasan untuk tidak berkarya, banyak jalan menuju Roma. Anda bisa meminjam terlebih dahulu ke teman, tentu bertanggung jawab dalam penggunaannya.
Tidak disetujui oleh dewan paroki karena belum memiliki karya sudah menjadi hal yang lumrah, namun juga bukan alasan untuk maju dan berkarya serta menjadi pewarta.
Romo Ivan juga berpesan kepada peserta untuk tetap menjaga sinergi dan jejaring meski nanti Kevikepan DIY akan dimekarkan menjadi 2, yaitu Kevikepan DIY Timur dan Kevikepan DIY Barat pada bulan Oktober 2020 mendatang. Tepat pukul 15.00 seluruh peserta kembali ke rumah masing-masing dengan mengantongi sertifikat kepesertaan Jambore Komsos #1 DIY. Maju terus Komsos Kevikepan DIY ! Salam KOMSOS !
The Fruits of Hope Karya KOMSOS Paroki St. Albertus Agung Jetis (Fesfikom #1)
Film The Fruits of Hope merupakan film pertama yang dibuat oleh Komsos Paroki Jetis. Dengan genre dokumenter, film ini juga diikutsertakan dalam Festival Film Komsos #1 yang diadakan oleh Komsos Keuskupan Agung Semarang pada tanggal 30 September 2019 yang lalu. Besar harapan kami Komsos Paroki Jetis agar umat dan dewan pastoral paroki bekerjasama bahu membahu untuk memajukan gereja kita semua. Berkah Dalem.
Sore hari yang agak dingin, mendung menggantung di langit, gerimis pun terlihat sudah turun rintik-rintik. Kami perlahan-lahan berangkat menuju Wisma Domus Pacis Puren, Pringwulung, Condongcatur, Sleman, DI Yogyakarta. Hari ini hari besar bagi kami Komsos Paroki Jetis, para pemenang Festival Film Komsos (FESFIKOM) yang pertama akan diumumkan pada malam hari ini.
Komsos Keuskupan Agung Semarang di tahun 2019 menyelenggarakan Festival Film Komsos (FESFIKOM) yang pertama. Fesfikom diselenggarakan dengan tujuan untuk mengajak umat menghidupi ARDAS KAS dan RIKAS melalui karya audio visual dengan mengangkat tema“Manusia Biasa yang Berdampak Luar Biasa.”
Sebagai sasaran narasumber Fesfikom adalah orang Katolik/Komunitas Katolik yang mempunyai karya untuk mewujudkan kesejahteraan umum secara lintas suku, agama, ras, dan antar golongan di Keuskupan Agung Semarang.
Pengumuman pemenang diselenggarakan di kantor Komsos KAS, Wisma Domus Pacis Puren, Pringwulung, Condongcatur, Sleman, DI Yogyakarta pada Sabtu malam (30/11/2019). Fesfikom yang pertama ini total diikuti oleh 11 peserta dari berbagai paroki di lingkup Keuskupan Agung Semarang.
Dalam sambutannya, romo Yustinus Slamet Witokaryono, Pr menyampaikan, dengan festival film ini, dapat mengangkat orang biasa menjadi luar biasa. Seringkali keterlibatan dan perjuangan seseorang dalam memajukan sebuah komunitas, tidaklah bisa terlihat oleh banyak orang karena tidak ada yang menyebarluaskan. Banyak umat Katolik yang menjadi tokoh di lingkungan, wilayah atau paroki, juga menjadi tokoh penggerak di tengah masyarakat.
Namun kisah mereka tidak banyak yang mengetahuinya, untuk itu KOMSOS KAS mengadakan festival film dokumenter yang diharapkan dapat mengangkat kisah para inspirator tersebut sehingga mampu menginpirasi lebih banyak orang untuk mewujudkan kesejahteraan umum dalam masyarakat multikultural.
Romo Wito berharap kegiatan dalam membuat film dokumenter yang mengangkat tokoh-tokoh inspiratif tersebut tidak hanya berhenti pada festival film saja, namun dapat berkelanjutan untuk mengangkat narasi-narasi yang baik melalui media digital.
Setelah sambutan romo Wito, dilanjutkan dengan pemaparan singkat programasi dari setiap Komsos Kevikepan. Kembali romo Wito berharap, dalam programasi setiap kevikepan memikirkan kaderisasi dan SDM di masing-masing paroki, serta mengembangkan jejaring di segala sektor baik di tingkat paroki, kevikepan maupun keuskupan. Jejaring yang dikembangkan berdasarkan kesadaran yang sama, keprihatinan yang sama, bergerak bersama dan kata kuncinya adalah “INI URUSANKU”.
Tibalah saat yang dinanti-nanti oleh para peserta yang hadir, yaitu pengumuman pemenang, sebelumnya mas Borgia Edgar selaku panitia menyampaikan bahwa dalam lomba ini ada penilaian kriteria utama yaitu substansial dan tehnik, juga terdapat 4 (empat) kriteria penilaian, yaitu kesesuaian tema, originalitas cerita, kreatifitas dan sinematografi.
Berikut ini daftar para pemenang Festival Film Komsos 2019 yang pertama :
Juara 1 dengan judul “Perjuangan Perempuan Tani – Karya @production Gereja Mater Dei Lampersari Semarang
Juara 2 dengan judul “Salam Balungan Kere”, karya Komsos paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran
Juara 3 dengan judul “Karya dari Karyanya”, karya OMK Sylvester paroki Santa Perawan Maria Bunda Kristus, Wedi
Juara 4 kategori Film Favorit Dewan Juri dengan judul “Memayu”, karya Komsos paroki Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Randusari Semarang
Juara 5 jategori Sinematografi terbaik , dengan judul “Salam Balungan Kere”, karya Komsos paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran
Juara 6 kategori Narasumber Inspiratif, dengan judul “Noviana Diprayanti, Kisah Muda Kaum Difabel”, karya Komsos paroki Petrus Krisologus Bukit Semarang Baru
Para Pemenang Fesfikom #1 (urutan posisi dari kiri ke kanan)
The Fruits of Hope Karya KOMSOS Paroki St. Albertus Agung Jetis (Fesfikom #1)
Film The Fruits of Hope merupakan film pertama yang dibuat oleh Komsos Paroki Jetis. Dengan genre dokumenter, film ini juga diikutsertakan dalam Festival Film Komsos #1 yang diadakan oleh Komsos Keuskupan Agung Semarang pada tanggal 30 September 2019 yang lalu. Besar harapan kami Komsos Paroki Jetis agar umat dan dewan pastoral paroki bekerjasama bahu membahu untuk memajukan gereja kita semua. Berkah Dalem.
Kami Komsos Paroki Jetis belum bisa mencicipi rasanya menjadi pemenang di Fesfikom #1 ini, namun kami memiliki cita-cita dan semangat yang besar untuk terus berkarya. Hati-hati para pemenang, kami mengincar posisi Anda di kesempatan berikutnya ! Salam Komsos ! 🙂