Komsos Jetis Goes To Wonosari, Workshop Fotografi, Videografi & Website

Jam menunjukkan waktu pukul 09.30 WIB, kami berangkat dari paroki Jetis bersama-sama berempat orang. Di tengah perjalanan kami menjemput seorang kawan dari Komsos Babarsari.

St. Petrus Kanisius – Paroki Wonosari

Siang ini, sebanyak 35 anggota komunikasi sosial (komsos) Paroki di Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti workshop penulisan web, fotografi, dan videografi, yang diselenggarakan oleh Kevikepan DIY, Minggu (15/03/20). Kegiatan yang dilaksanakan di aula Ignatius Loyola Gereja Petrus Kanisius, Wonosari, Gunungkidul ini berlangsung dengan penuh keakraban.

Pemateri workshop, adalah Frans untuk pembuatan Web, Ery untuk materi fotografi, dan Sunu untuk materi videografi.

Dalam materi penulisan web, Frans menekankan fungsi web sebagai media pewartaan karya gereja. Sementara untuk kelas fotografi, Eri menekankan bagaimana membuat foto yang menarik dan etika peliputan. Sementara Sunu mengajarkan teknik- teknik pengambilan gambar via video dan editing singkat menggunakan telepon pintar (smartphone).

Frans – Website

 

Eri – Fotografi

 

Sunu – Videografi

Bapak Agustinus Suseno selaku wakil ketua Komsos Kevikepan DIY mengaku senang bahwa Komsos DIY bisa hadir mengisi pelatihan. Dan berharap pelatihan seperti ini bisa terus berlanjut ” jika ada yang membutuhkan pelatihan bisa menghubungi Kevikepan untuk nanti ditindaklanjuti” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan oleh salah satu peserta dari Wonosari, yang mengaku waktu yang tersedia sangat singkat. ” Materinya banyak, sayangnya waktu yang tersedia terbatas”, katanya lebih lanjut. Sementara itu, Ibu Sixsy dari paroki Petrus Kanisius – Wonosari mengaku senang dengan acara ini dan berharap dari pelatihan ini bisa mewujudkan keinginan hadirnya website milik paroki Petrus Kanisius.

Ibu Sixsy – Paroki Wonosari

Dari pelatihan singkat ini diharapkan para peserta dapat segera praktik melalui komunitas Komsos di Parokinya masing-masing. Kegiatan yang berlangsung dari jam 11.30 sampai 15.00 WIB tersebut diakhiri dengan foto bersama. Turut hadir dalam acara ini Romo Lukas Ivan Sanjaya Pr, selaku Ketua Komsos Kevikepan DIY.

 

Penulis : Wempi Gunarto

Foto : Vinsensius & Christina

DOWNLOAD FOTO-FOTO DISINI

Pewartaan Yang Kekinian, Komsos Jetis Goes to Jambore #1 DIY

Hujan rintik-rintik di sore hari tanggal 15 Februari 2020 ini menemani sekitar 80 orang di Aula Girli Wisma Salam, Muntilan. Tempat tersebut terlihat ramai dengan para anggota Komsos dari berbagai kalangan usia. Dominasi peserta tentu saja dari teman-teman yang berusia muda. Selain awam, acara ini diikuti pula oleh 3 orang suster, 2 diantaranya yaitu Suster Pasifica dan Suster Rita. Selama 2 hari (15-16 Februari 2020) Komsos Kevikepan DIY mengadakan temu anggota Komsos se-kevikepan DIY dalam kegiatan Jambore Komsos dengan tema “Bertransformasi Dalam Pewartaan.”

Para peserta menjalin jejaring dan persahabatan diantara 39 paroki se-Kevikepan DIY. Hari pertama acara diisi dengan ice breaking yang cukup seru, kemudian disusul dengan sambutan oleh Franciskus dari Komsos Paroki Jetis selaku ketua pelaksana Jambore Komsos #1 DIY. Selanjutnya diisi sambutan oleh Bp. Agustinus Suseno selaku wakil ketua Komsos Kevikepan DIY. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Komsos dari berbagai paroki harus bersedia untuk berjejaring dan menambah skill timnya masing-masing melalui pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Komsos Kevikepan DIY.

Dalam kesempatan selanjutnya Romo Yustinus Slamet Wito Karyono,Pr menyapa para peserta Jambore melalui rekaman video dan mengajak seluruh peserta untuk melakukan pewartaan iman dengan memanfaatkan teknologi informasi seraya memperhatikan 3 poin penting yang termuat dalam pedoman pastoral regio jawa, salah satu diantaranya yaitu dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pewartaan. Para SDM Komsos perlu memperhatikan nilai-nilai Kristiani dan prinsip pewartaan, serta agar lebih efektif dalam menjangkau lebih banyak umat di dalam mewartakan maka Komsos seluruh paroki di Kevikepan DIY mau tidak mau harus berjejaring.

Dinamika selanjutnya yaitu para peserta Jambore dibekali dengan materi jati diri, serta perkembangan kinerja Komsos Keuskupan Agung Semarang oleh Bp. FX Wasdi atau yang lazim dikenal dengan abah Encep didampingi Mas Sunbhio Pratama. Dalam sesi ini peserta saling berinteraksi dan mengajukan pertanyaan maupun berkomentar mengenai dinamika Tim Komsos mereka di masing- masing paroki.

Acara pada malam pertama ditutup dengan sharing bersama dalam kelompok-kelompok kecil mengenai dinamika masing-masing peserta maupun tim Komsos di paroki-paroki.

Setelah sarapan pagi, sekitar pukul 07.30 kegiatan outbound dimulai. Ada 4 pos yang harus dilalui keenam kelompok outbound. Pos-pos tersebut diantaranya yaitu karpet terbang dan pipe ball yang mengajarkan bahwa dalam mewartakan setiap Tim Komsos paroki tentu perlu berproses dan melakukannya selangkah demi selangkah serta juga perlu bekerjasama dengan banyak pihak.

Pada kesempatan ini ELTI Jogja dan Penerbit Pohon Cahaya mensponsori sebagian alat tulis pada acara Jambore Komsos sehingga dapat berjalan lancar. Sejumlah 5 buah buku pun diberikan sebagai doorprize oleh Pohon Cahaya menjadi milik peserta dengan menjawab beberapa pertanyaan seputar acara selama 2 hari ini.

Seluruh kegiatan Jambore Komsos di hari terakhir dibungkus dengan perayaan ekaristi bersama di Aula Batu Wisma Salam. Sebagai evaluasi akhir, Romo Lukas Ivan Sanjaya, Pr selaku Ketua Komsos Kevikepan DIY menyampaikan beberapa hal :

  1. Alat bukan merupakan harga mutlak bagi Komsos di setiap paroki untuk berkarya, namun konten yang kreatif lebih penting dari semua itu. Kita bisa memanfaatkan smartphone masing-masing untuk mewartakan.
  2. Para tim Komsos di paroki-paroki tidak perlu terpaku pada konten dalam bentuk video yang memang sedang marak dan populer saat ini. Konten dalam bentuk foto dan caption pun bisa menjadi media pewartaan yang memadai.
  3. Komsos rayon kota sulit untuk dikumpulkan dalam acara-acara yang diadakan oleh Kevikepan, namun Romo juga menyampaikan rasa syukur bahwa ada tim Komsos paroki yang dipikir tidak ada ternyata bisa mengirimkan 2 peserta yaitu salah satunya paroki Kidul Loji.
  4. Komsos Kevikepan DIY akan mengadakan pelatihan di Rayon Gunung Kidul bertempat di Paroki Wonosari Kota pada tanggal 15 Maret 2020 mendatang. Seluruh Tim Komsos di semua rayon diundang untuk menghadirinya.
  5. Double Tim Komsos dalam satu paroki (Komsos dan Tim Multimedia) menjadi penghalang bagi salah satu tim untuk berkarya, namun jika bisa bersinergi dan menghasilkan karya maka Romo mengacungi jempol karena bisa menjadi contoh baik bagi banyak paroki.
  6. Regenerasi Komsos di tiap paroki perlu dilakukan, dan jika menemui kesulitan silahkan belajar kepada paroki-paroki lain yang berhasil melakukan regenerasi.

Wakil ketua Komsos Kevikepan DIY Bp. Agustinus Suseno menambahkan 2 pesan penting untuk teman-teman peserta Jambore, yaitu :

  1. Tidak memiliki alat yang memadai bukan menjadi alasan untuk tidak berkarya, banyak jalan menuju Roma. Anda bisa meminjam terlebih dahulu ke teman, tentu bertanggung jawab dalam penggunaannya.
  2. Tidak disetujui oleh dewan paroki karena belum memiliki karya sudah menjadi hal yang lumrah, namun juga bukan alasan untuk maju dan berkarya serta menjadi pewarta.

Romo Ivan juga berpesan kepada peserta untuk tetap menjaga sinergi dan jejaring meski nanti Kevikepan DIY akan dimekarkan menjadi 2, yaitu Kevikepan DIY Timur dan Kevikepan DIY Barat pada bulan Oktober 2020 mendatang. Tepat pukul 15.00 seluruh peserta kembali ke rumah masing-masing dengan mengantongi sertifikat kepesertaan Jambore Komsos #1 DIY. Maju terus Komsos Kevikepan DIY ! Salam KOMSOS !

DOWNLOAD FOTO KEGIATAN DISINI

Penulis : Franciskus

Foto : Komsos DIY

Fruits of Hope – Festival Film Komsos #1

*klik tombol PLAY (>) di atas untuk melihat video

The Fruits of Hope Karya KOMSOS Paroki St. Albertus Agung Jetis (Fesfikom #1)

Film The Fruits of Hope merupakan film pertama yang dibuat oleh Komsos Paroki Jetis. Dengan genre dokumenter, film ini juga diikutsertakan dalam Festival Film Komsos #1 yang diadakan oleh Komsos Keuskupan Agung Semarang pada tanggal 30 September 2019 yang lalu. Besar harapan kami Komsos Paroki Jetis agar umat dan dewan pastoral paroki bekerjasama bahu membahu untuk memajukan gereja kita semua. Berkah Dalem.

Inilah Wajah Para Pemenang Festival Film Komsos #1

Sore hari yang agak dingin, mendung menggantung di langit, gerimis pun terlihat sudah turun rintik-rintik. Kami perlahan-lahan berangkat menuju Wisma Domus Pacis Puren, Pringwulung, Condongcatur, Sleman, DI Yogyakarta. Hari ini hari besar bagi kami Komsos Paroki Jetis, para pemenang Festival Film Komsos (FESFIKOM) yang pertama akan diumumkan pada malam hari ini.

Komsos Keuskupan Agung Semarang di tahun 2019 menyelenggarakan Festival Film Komsos (FESFIKOM) yang pertama. Fesfikom diselenggarakan dengan tujuan untuk mengajak umat menghidupi ARDAS KAS dan RIKAS melalui karya audio visual dengan mengangkat tema“Manusia Biasa yang Berdampak Luar Biasa.

Sebagai sasaran narasumber Fesfikom adalah orang Katolik/Komunitas Katolik yang mempunyai karya untuk mewujudkan kesejahteraan umum secara lintas suku, agama, ras, dan antar golongan di Keuskupan Agung Semarang.

Pengumuman pemenang diselenggarakan di kantor Komsos KAS, Wisma Domus Pacis Puren, Pringwulung, Condongcatur, Sleman, DI Yogyakarta pada Sabtu malam (30/11/2019). Fesfikom yang pertama ini total diikuti oleh 11 peserta dari berbagai paroki di lingkup Keuskupan Agung Semarang.

Dalam sambutannya, romo Yustinus Slamet Witokaryono, Pr menyampaikan, dengan festival film ini, dapat mengangkat orang biasa menjadi luar biasa.  Seringkali keterlibatan dan perjuangan seseorang dalam memajukan sebuah komunitas, tidaklah bisa terlihat oleh banyak orang karena tidak ada yang menyebarluaskan. Banyak umat Katolik yang menjadi tokoh di lingkungan, wilayah atau paroki, juga menjadi tokoh penggerak di tengah masyarakat.

Namun kisah mereka tidak banyak yang mengetahuinya, untuk itu KOMSOS KAS mengadakan festival film dokumenter yang diharapkan dapat mengangkat kisah para inspirator tersebut sehingga mampu menginpirasi lebih banyak orang untuk mewujudkan kesejahteraan umum dalam masyarakat multikultural.

Romo Wito berharap kegiatan dalam membuat film dokumenter yang mengangkat tokoh-tokoh inspiratif tersebut tidak hanya berhenti pada festival film saja, namun dapat berkelanjutan untuk mengangkat narasi-narasi yang baik melalui media digital.

Setelah sambutan romo Wito, dilanjutkan dengan pemaparan singkat programasi dari setiap Komsos Kevikepan. Kembali romo Wito berharap, dalam programasi setiap kevikepan memikirkan kaderisasi dan SDM di masing-masing paroki, serta mengembangkan jejaring di segala sektor baik di tingkat paroki, kevikepan maupun keuskupan. Jejaring yang dikembangkan berdasarkan kesadaran yang sama, keprihatinan yang sama, bergerak bersama dan kata kuncinya adalah “INI URUSANKU”.

Tibalah saat yang dinanti-nanti oleh para peserta yang hadir, yaitu pengumuman pemenang, sebelumnya mas Borgia Edgar selaku panitia menyampaikan bahwa dalam lomba ini ada penilaian kriteria utama yaitu substansial dan tehnik, juga terdapat 4 (empat) kriteria penilaian, yaitu kesesuaian tema, originalitas cerita, kreatifitas dan sinematografi.

Berikut ini daftar para pemenang Festival Film Komsos 2019 yang pertama :

  1. Juara 1 dengan judul “Perjuangan Perempuan Tani – Karya @production Gereja Mater Dei Lampersari Semarang
  2. Juara 2 dengan judul “Salam Balungan Kere”, karya Komsos paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran
  3. Juara 3 dengan judul “Karya dari Karyanya”, karya OMK Sylvester paroki Santa Perawan Maria Bunda Kristus, Wedi
  4. Juara 4 kategori Film Favorit Dewan Juri dengan judul “Memayu”, karya Komsos paroki Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Randusari Semarang
  5. Juara 5 jategori Sinematografi terbaik , dengan judul “Salam Balungan Kere”, karya Komsos paroki Hati Kudus Tuhan Yesus Ganjuran
  6. Juara 6 kategori Narasumber Inspiratif, dengan judul “Noviana Diprayanti, Kisah Muda Kaum Difabel”, karya Komsos paroki Petrus Krisologus Bukit Semarang Baru

Para Pemenang Fesfikom #1 (urutan posisi dari kiri ke kanan)

The Fruits of Hope Karya KOMSOS Paroki St. Albertus Agung Jetis (Fesfikom #1)

Film The Fruits of Hope merupakan film pertama yang dibuat oleh Komsos Paroki Jetis. Dengan genre dokumenter, film ini juga diikutsertakan dalam Festival Film Komsos #1 yang diadakan oleh Komsos Keuskupan Agung Semarang pada tanggal 30 September 2019 yang lalu. Besar harapan kami Komsos Paroki Jetis agar umat dan dewan pastoral paroki bekerjasama bahu membahu untuk memajukan gereja kita semua. Berkah Dalem.

Tonton FILM KAMI DISINI

Kami Komsos Paroki Jetis belum bisa mencicipi rasanya menjadi pemenang di Fesfikom #1 ini, namun kami memiliki cita-cita dan semangat yang besar untuk terus berkarya. Hati-hati para pemenang, kami mengincar posisi Anda di kesempatan berikutnya ! Salam Komsos ! 🙂

Penulis & Foto : Agustinus Suseno

Editor : Frans

Workshop Membuat Video Profesional Dengan Smartphone

Keterampilan dan keahlian Komisi Komsos dalam tugasnya mewartakan kabar di masing-masing paroki perlu selalu diasah serta ditingkatkan, namun tidak selalu bergantung kepada alat yang dimilikinya semisal seperti kamera.  Tim Komsos dituntut bisa menjalankan tugasnya dengan alat yang paling minim sekalipun, salah satunya dengan menggunakan smartphone yang selalu dibawa kemana-mana.

 

Pelatihan ini juga bertujuan untuk mengajak penggiat Komsos menggunakan smartphone sebagai media pewartaan, kemudian menularkannya kepada seluruh umat di masing-masing paroki, sehingga dalam skala yang lebih luas umat di liingkungan juga dapat menjadikan smartphone sebagai media untuk mewartakan.

Karena itu Komisi Komunikasi dan Sosial (Komsos) Kevikepan DI Yogyakarta mengadakan pelatihan pembuatan dan editing video dengan menggunakan smartphone.  Kali ini pelatihan diselenggarakan di gereja St. Petrus & Paulus, Minomartani. Bertindak sebagai pembawa materi yaitu mas Erman dari Komsos KAS.  Pelatihan yang diadakan pada hari Minggu, 24 November 2019 dihadiri oleh kurang lebih 40 peserta dari berbagai kalangan seperti anggota, penggiat Komsos, suster serta dihadiri juga oleh warga di sekitar gereja Minomartani.

Acara diawali dengan sambutan oleh Romo Antonius Gunardi, MSF. Beliau menyambut baik kehadiran para penggiat Komsos di paroki Minomartani, Romo Anton berharap kegiatan pelatihan ini dapat menumbuhkan semangat bagi Komsos Paroki Minomartani yang sedang bangkit lagi.

Kemudian menuju acara berikutnya adalah pelatihan, mas Erman pertama-tama mengawali pelatihan dengan memberikan aplikasi editing video kepada setiap peserta.  Setelahnya diberikan penjelasan singkat mengenai aplikasi editing video tersebut, dan setiap peserta pelatihan dipersilahkan untuk mengambil gambar video di seputar gereja Minomartani.

Para penggiat Komsos, baik tua dan muda dengan penuh semangat mengeksplore spot-spot yang ada di sekitar gereja.  Setelah mengambil gambar para peserta kembali memasuki ruangan lantai tiga tempat pelatihan diadakan, disini mas Erman kemudian memberikan penjelasan lebih lanjut bagaimana melakukan editing video dengan aplikasi yang telah diberikan.

Penjelasan demi penjelasan di berikan dengan gamblang, jika ada yang bertanya di tengah-tengah penjelasan dipersilahkan, agar tidak tertinggal.  Hasil editing video masing-masing peserta kemudian ditayangkan untuk dilihat dan dievaluasi bersama-sama. Walapun masih dalam tahap belajar, namun hasil editing video yang diperlihatkan cukup memuaskan, hanya perlu pembiasaan mempergunakannya agar semakin baik dalam mengedit video.

Akhirnya acara pelatihan ditutup dengan sambutan dari Ketua Komsos Kevikepan DIY, Romo Lukas Ivan Sanjaya, Pr, yang juga menyampaikan bahwa pada tanggal 15-16 Februari 2020 akan diselenggarakan Jambore Komsos Kevikepan DIY di Wisma Salam.  Jambore ini bertujuan untuk membekali para penggiat Komsos yang ada di paroki agar semakin memahami tugas dan kewajibannya sebagai Komsos.  Jambore dilaksanakan juga sebagai persiapan menuju pemekaran kevikepan DIY menjadi 2 (dua) kevikepan.

Galeri foto klik disini

 

Artikel Oleh : Agustinus Suseno

Foto Oleh : Monica Asih & Agustinus Suseno

Editor : Frans

Komsos Jetis “Mabur” Jilid 2 di Paroki Nandan

Setelah 2 bulan lalu bertemu, KOMSOS Kevikepan DIY pada bulan September ini melanjutkan tema pelatihan sebelumnya. Benar ! Kami diajari menerbangkan drone, JILID 2 !

Pertemuan rutin KOMSOS Kevikepan DIY yang diadakan setiap 2 (dua) bulanan ini bertempat di Joglo Antonio – Paroki St. Alfonsus de Liguori Nandan. Sekitar pukul 11.00 acara dimulai.

Pertemuan dibuka dengan doa bersama yang dipimpin oleh bruder Albert dari Paroki Nandan. Setelahnya, sambutan dari Bapak Sigit selaku ketua bidang pewartaan Paroki Nandan.

Beliau menyampaikan bahwa ladang yang harus dituai itu luas namun pekerja hanya sedikit. Dengan segala keterbatasan yang ada saat ini, anak-anak muda harus berani terlibat dan terjun berorganisasi, membangun Gereja Katolik.

Lalu bapak Agustinus Suseno selaku ketua KOMSOS Kevikepan DIY memberikan sambutan. Harapan pak Seno agar semua peserta pertemuan pada siang hari ini bisa menikmati pelatihan. Memanfaatkan kemajuan dunia IT untuk menjadi pewarta di tengah-tengah Gereja Katolik. Yang paling penting, buang jauh ketakutan kalau-kalau drone rusak oleh peserta, anak muda harus berani berkarya.

Pelatih kami siang ini sangat spesial yaitu Mas Wawan, Mas Tatang & Mas Deddy (Paroki Santa Perawan Maria Tak Bercela Nanggulan, Kulon Progo), serta Mas Adrian (Paroki  Santo Petrus & Paulus Minomartani, Sleman). Mengenai drone, mereka berempat jagonya !

Briefing singkat pertama-tama dibawakan oleh Mas Adrian di Joglo Antonio. Sekitar 30 menit kemudian, kami langsung praktek menerbangkan drone.

Kemudian peserta dibagi menjadi 4 kelompok kecil untuk selanjutnya diberikan arahan serta briefing singkat cara mengoperasikan drone.

Sesi berikutnya peserta dan pelatih menuju ke lapangan sepakbola CSsR yang berada di sisi utara gereja Paroki Nandan.  Setiap peserta dipersilahkan untuk mencoba mengoperasikan dan mengendalikan drone.

Di antara para peserta yang berjumlah sekitar 50 orang, juga ada peserta spesial, 3 orang rohaniwan mengikuti pelatihan tersebut, yaitu suster Luiza PI, suster Pasifica dan bruder Albert FIC.

Oya, suster juga ikut nge-drone lho !

 

Berikut ini foto-foto dan video kegiatan KOMSOS Kevikepan DIY. Klik >>> GALERI FOTO

Setelah 1,5 jam berlalu dan semua peserta telah merasakan menjadi pilot drone, acara dilanjutkan dengan evaluasi di Joglo Antonio.

Saat sesi evaluasi, suster Luisa PI selaku Prompang Muperkas memberikan pengumuman, bahwa Prompang Kevikepan DIY akan menyelenggarakan Live In Panggilan bagi rekan-rekan OMK, terutama yang masih duduk di bangku SMA/SMK selama dua hari, pada tanggal 11-13 Oktober 2019.

Dari hasil pelatihan ini para anggota dan pemerhati Komsos Kevikepan DIY semakin bersemangat dalam melayani dan mewartakan melalui karya-karya mereka sebagai Komsos paroki.  Sampai bertemu kembali di bulan November, dalam pelatihan video editing.

Besar harapan kami umat Paroki Jetis terutama kaum muda juga banyak yang mengikuti pelatihan-pelatihan seperti ini di kemudian hari. Daftar jadi anggota Komsos disini yuk biar bisa seru-seruan bareng ! >>> DAFTAR ANGGOTA KOMSOS JETIS

 

 

Penulis & Foto : Frans

Komsos Jetis & DIY “Mabur” ke Paroki Kalasan

Pertemuan rutin Komsos Kevikepan DI Yogyakarta setiap 2 (dua) bulanan yang jatuh pada bulan Juli ini bertempat di Paroki Marganingsih Kalasan.

Ada yang spesial pada pertemuan kali ini, alih-alih hanya bertemu dan sekedar membahas hal-hal teknis yang itu-itu saja, kami malah diajari mabur ! Ya, Anda sudah benar dan tidak salah membaca.

Kami diajari memaburkan drone ! Kami diajari menjadi pilot drone. 🙂

Bertindak sebagai pelatih kami yaitu Mas Wawan (Paroki Santa Perawan Maria Tak Bercela Nanggulan, Kulon Progo) dan Adri (Paroki  Santo Petrus & Paulus Minomartani, Sleman). Mengenai keahlian mengendalikan drone, mereka berdua jagonya !

Sekitar 30-an rekan-rekan peserta pelatihan yang merupakan anggota Komsos Kevikepan DIY dan sebagian dari rekan-rekan Komsos KAS mengikuti briefing dan simulasi menerbangkan drone dengan penuh antusias di ruang pertemuan pastoran Paroki Marganingsih Kalasan.

Sebelum menerbangkan drone di lapangan, kami belajar latar belakang menerbangkan drone terlebih dahulu, hal-hal teknis seperti :

  • di daerah mana kami boleh menerbangkan
  • berapa ketinggian maksimum yang diperbolehkan
  • berapa jarak maksimum yang sanggup ditempuh oleh drone
  • bagaimana cara mengendalikan dan menerbangkan serta mendaratkan drone
  • dan masih banyak lagi

Diberitahukan selengkap-lengkapnya pada briefing awal. Seketika mata kami terbuka lebar dan menjadi tidak sabaran ingin langsung icip-icip rasanya menjadi pilot drone sesungguhnya. Hehe..

Kami beruntung drone yang disediakan untuk pelatihan cukup banyak, sehingga semua peserta dapat merasakan bagaimana mengendalikan drone dan menjadi pilot drone sebenarnya.

Dikarenakan keterbatasan waktu yang disediakan untuk pelatihan (walaupun sudah lumayan panjang), dan dirasa masih kurang oleh peserta. Dengar-dengar akan ada pelatihan Drone Jilid 2 ! atas kesepakatan bersama antara peserta dan pelatih di bulan depan atau di pertemuan rutin Komsos DIY berikutnya.

Mau ikut? Tunggu beritanya ya ! Daftar jadi anggota Komsos disini yuk biar bisa seru-seruan bareng ! >>> DAFTAR ANGGOTA KOMSOS JETIS

 

Penulis : Frans

Foto : Agustinus Suseno & Frans

You cannot copy content of this page