Komsos Jetis “Mabur” Jilid 2 di Paroki Nandan

Setelah 2 bulan lalu bertemu, KOMSOS Kevikepan DIY pada bulan September ini melanjutkan tema pelatihan sebelumnya. Benar ! Kami diajari menerbangkan drone, JILID 2 !

Pertemuan rutin KOMSOS Kevikepan DIY yang diadakan setiap 2 (dua) bulanan ini bertempat di Joglo Antonio – Paroki St. Alfonsus de Liguori Nandan. Sekitar pukul 11.00 acara dimulai.

Pertemuan dibuka dengan doa bersama yang dipimpin oleh bruder Albert dari Paroki Nandan. Setelahnya, sambutan dari Bapak Sigit selaku ketua bidang pewartaan Paroki Nandan.

Beliau menyampaikan bahwa ladang yang harus dituai itu luas namun pekerja hanya sedikit. Dengan segala keterbatasan yang ada saat ini, anak-anak muda harus berani terlibat dan terjun berorganisasi, membangun Gereja Katolik.

Lalu bapak Agustinus Suseno selaku ketua KOMSOS Kevikepan DIY memberikan sambutan. Harapan pak Seno agar semua peserta pertemuan pada siang hari ini bisa menikmati pelatihan. Memanfaatkan kemajuan dunia IT untuk menjadi pewarta di tengah-tengah Gereja Katolik. Yang paling penting, buang jauh ketakutan kalau-kalau drone rusak oleh peserta, anak muda harus berani berkarya.

Pelatih kami siang ini sangat spesial yaitu Mas Wawan, Mas Tatang & Mas Deddy (Paroki Santa Perawan Maria Tak Bercela Nanggulan, Kulon Progo), serta Mas Adrian (Paroki  Santo Petrus & Paulus Minomartani, Sleman). Mengenai drone, mereka berempat jagonya !

Briefing singkat pertama-tama dibawakan oleh Mas Adrian di Joglo Antonio. Sekitar 30 menit kemudian, kami langsung praktek menerbangkan drone.

Kemudian peserta dibagi menjadi 4 kelompok kecil untuk selanjutnya diberikan arahan serta briefing singkat cara mengoperasikan drone.

Sesi berikutnya peserta dan pelatih menuju ke lapangan sepakbola CSsR yang berada di sisi utara gereja Paroki Nandan.  Setiap peserta dipersilahkan untuk mencoba mengoperasikan dan mengendalikan drone.

Di antara para peserta yang berjumlah sekitar 50 orang, juga ada peserta spesial, 3 orang rohaniwan mengikuti pelatihan tersebut, yaitu suster Luiza PI, suster Pasifica dan bruder Albert FIC.

Oya, suster juga ikut nge-drone lho !

 

Berikut ini foto-foto dan video kegiatan KOMSOS Kevikepan DIY. Klik >>> GALERI FOTO

Setelah 1,5 jam berlalu dan semua peserta telah merasakan menjadi pilot drone, acara dilanjutkan dengan evaluasi di Joglo Antonio.

Saat sesi evaluasi, suster Luisa PI selaku Prompang Muperkas memberikan pengumuman, bahwa Prompang Kevikepan DIY akan menyelenggarakan Live In Panggilan bagi rekan-rekan OMK, terutama yang masih duduk di bangku SMA/SMK selama dua hari, pada tanggal 11-13 Oktober 2019.

Dari hasil pelatihan ini para anggota dan pemerhati Komsos Kevikepan DIY semakin bersemangat dalam melayani dan mewartakan melalui karya-karya mereka sebagai Komsos paroki.  Sampai bertemu kembali di bulan November, dalam pelatihan video editing.

Besar harapan kami umat Paroki Jetis terutama kaum muda juga banyak yang mengikuti pelatihan-pelatihan seperti ini di kemudian hari. Daftar jadi anggota Komsos disini yuk biar bisa seru-seruan bareng ! >>> DAFTAR ANGGOTA KOMSOS JETIS

 

 

Penulis & Foto : Frans

Komsos Jetis & DIY “Mabur” ke Paroki Kalasan

Pertemuan rutin Komsos Kevikepan DI Yogyakarta setiap 2 (dua) bulanan yang jatuh pada bulan Juli ini bertempat di Paroki Marganingsih Kalasan.

Ada yang spesial pada pertemuan kali ini, alih-alih hanya bertemu dan sekedar membahas hal-hal teknis yang itu-itu saja, kami malah diajari mabur ! Ya, Anda sudah benar dan tidak salah membaca.

Kami diajari memaburkan drone ! Kami diajari menjadi pilot drone. 🙂

Bertindak sebagai pelatih kami yaitu Mas Wawan (Paroki Santa Perawan Maria Tak Bercela Nanggulan, Kulon Progo) dan Adri (Paroki  Santo Petrus & Paulus Minomartani, Sleman). Mengenai keahlian mengendalikan drone, mereka berdua jagonya !

Sekitar 30-an rekan-rekan peserta pelatihan yang merupakan anggota Komsos Kevikepan DIY dan sebagian dari rekan-rekan Komsos KAS mengikuti briefing dan simulasi menerbangkan drone dengan penuh antusias di ruang pertemuan pastoran Paroki Marganingsih Kalasan.

Sebelum menerbangkan drone di lapangan, kami belajar latar belakang menerbangkan drone terlebih dahulu, hal-hal teknis seperti :

  • di daerah mana kami boleh menerbangkan
  • berapa ketinggian maksimum yang diperbolehkan
  • berapa jarak maksimum yang sanggup ditempuh oleh drone
  • bagaimana cara mengendalikan dan menerbangkan serta mendaratkan drone
  • dan masih banyak lagi

Diberitahukan selengkap-lengkapnya pada briefing awal. Seketika mata kami terbuka lebar dan menjadi tidak sabaran ingin langsung icip-icip rasanya menjadi pilot drone sesungguhnya. Hehe..

Kami beruntung drone yang disediakan untuk pelatihan cukup banyak, sehingga semua peserta dapat merasakan bagaimana mengendalikan drone dan menjadi pilot drone sebenarnya.

Dikarenakan keterbatasan waktu yang disediakan untuk pelatihan (walaupun sudah lumayan panjang), dan dirasa masih kurang oleh peserta. Dengar-dengar akan ada pelatihan Drone Jilid 2 ! atas kesepakatan bersama antara peserta dan pelatih di bulan depan atau di pertemuan rutin Komsos DIY berikutnya.

Mau ikut? Tunggu beritanya ya ! Daftar jadi anggota Komsos disini yuk biar bisa seru-seruan bareng ! >>> DAFTAR ANGGOTA KOMSOS JETIS

 

Penulis : Frans

Foto : Agustinus Suseno & Frans

You cannot copy content of this page