Peduli lawan Pandemi: Bakti Sosial Tanggap Bencana Virus Covid-19 Jilid 2

Siang itu panas terik melanda sebagian kota Yogyakarta yang sedang lengang dan sepi pengunjung. Memang virus Corona yang mewabah sejak beberapa bulan yang lalu, telah merenggut kebebasan warga Yogyakarta untuk melaksanakan aktivitas di luar rumah seperti hari – hari biasa.

Pemerintah bahkan menganjurkan warga masyarakat untuk tinggal di rumah guna memutus mata rantai merebaknya virus corona. Anjuran ini berlaku hampir di seluruh wilayah  Indonesia terutama daerah yang kasus positifnya dikategorikan tinggi ambil contoh Jakarta. Himbauan pemerintah tersebut mendorong sektor pendidikan untuk menonaktifkan segala kegiatan belajar mengajar dan adanya sistem kerja baru yaitu Work from Home atau bekerja dari rumah baik untuk sektor pemerintah maupun swasta.

Pemberlakuan aturan stay at home ini mengakibatkan terjadinya perlambatan ekonomi disebabkan karena pelaku usaha informal seperti pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terutama para pedagang kaki lima kehilangan pangsa pasarnya. Jika pelaku bisnis sudah menjajal dunia online dan e commerce mampu bertahan bahkan mengalami kenaikan transaksi pada situasi ini, tetapi tidak demikian bagi PKL yang hanya mengandalkan penerimaan harian dari hasil jualan mereka.

Selain itu, banyak perusahaan di berbagai sektor memilih merumahkan karyawan karena ingin memangkas biaya operasional. Perusahaan terpaksa memilih jalan tersebut sebab kelesuan ekonomi akibat wabah virus Corona menyebabkan pendapatan perusahaan turun drastis sementara biaya pegawai dan operasional lain terus berjalan. Kondisi ini menyebabkan sebagian masyarakat menjadi kurang berdaya secara ekonomi. Kehilangan pekerjaan yang berarti kehilangan sumber pendapatan keluarga menjadikan masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok salah satunya kebutuhan akan makanan.

Kondisi inilah yang melatarbelakangi Tim APP Paroki St. Albertus Agung Jetis mengadakan kegiatan Peduli lawan pandemi: Bakti sosial tanggap bencana covid-19 tahap yang kedua.

Dua ratus paket sembako dibagikan kepada umat lingkungan yang kurang mampu sesuai dengan data yang diberikan ketua lingkungan. Satu paket sembako terdiri dari beras, mie telor, biskuit kering, kecap manis, minyak goreng dan gula pasir. Selain sembako, diberikan pula masker kain hasil produksi tim PSE paroki. Masker kain ini dibuat dari kain batik perca yang sudah tidak digunakan, dijahit, ditambah karet dan bahan pelengkap lain.

Beberapa bahan pokok yang diberikan merupakan sumbangan dari umat dan sisanya didanai oleh donatur dan gereja. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 13 April 2020 pukul 10.00 hingga 11.30 WIB. Tim PSE, APP dan tim lain yang tergabung dalam bidang kemasyarakatan sudah mempersiapkan kegiatan ini dari sejak seminggu sebelum tanggal pelaksanaan. Para relawan membeli sembako, membungkusnya dalam 200 paket dan mendistribusikan ke lingkungan melalui ketua wilayah masing-masing.

Total 200 paket sembako diterima oleh umat lingkungan (katolik dan non katolik) dalam keadaan layak dan mendapatkan sambutan yang baik. Umat yang berdomisili di wilayah satu dan wilayah dua yang mendapatkan bantuan paket sembako masing-masing sebanyak 48 keluarga katolik dan 1 keluarga non katolik. Di wilayah tiga mencapai 43 keluarga katolik dan 1 keluarga non katolik. Sementara umat di wilayah empat yang mendapatkan paket sembako sejumlah 58 keluarga katolik.

Bakti sosial ini berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir. Kiranya gereja mampu menjadi perpanjangan tangan Tuhan yang senantiasa peduli dan perhatian kepada umatnya yang berkekurangan khususnya karena dampak virus covid-19. Dan semoga wabah virus covid-19 ini segera berakhir! Tuhan memberkati.

.
.

Penulis : Christina A.R.
Foto oleh : Tim Kemasyarakatan

Renungan Mingguan 19 April 2020 – Minggu Paskah II

Sabda Tuhan Hari Ini 19 April 2020, Yoh 20:19‐31

Delapan hari kemudian Yesus datang.

Setelah Yesus wafat di salib, pada malam pertama sesudah hari Sabat, berkumpullah murid‐murid Yesus di suatu tempat dengan pintu‐pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang‐orang Yahudi.

Pada waktu itu datanglah Yesus, berdiri di tengah‐tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu.” Sesudah berkata demikian, Yesus menunjukkan tangan dan lambung‐Nya kepada mereka. Murid‐murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi, “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Yesus mengembusi mereka dan berkata, “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”

Pada waktu Yesus datang itu Tomas, seorang dari kedua belas murid, yang juga disebut Didimus, tidak ada bersama‐sama mereka. Maka kata murid‐murid yang lain itu kepadanya, “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka, “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan‐Nya, dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu, dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung‐Nya, aku sama sekali tidak akan percaya.”

Delapan hari kemudian murid‐murid Yesus berada kembali dalam rumah itu, dan Tomas bersama‐sama dengan mereka. Sementara pintu‐pintu terkunci, Yesus datang. Ia berdiri di tengah‐tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Yesus berkata kepada Tomas, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan‐Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung‐Ku, dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah!” Tomas menjawab kepada‐Nya, “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya, “Karena telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata muridmurid‐Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini. Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya oleh imanmu itu kamu memperoleh hidup dalam nama‐Nya.

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Kendati para murid berada di tempat yang terkunci rapat, Yesus datang dan berdiri di tengah‐tengah mereka. Hal pertama yang dilakukan‐Nya ialah mengucapkan ‘damai’, menunjukkan luka‐luka‐Nya, dan ”menghembusi mereka” untuk menghadirkan Roh Kudus ﴾Yoh. 20:19‐23﴿. Semua itu kemudian dirangkum‐Nya dalam sabda tentang pengampunan.

Kita banyak mengalami kesakitan dalam hal relasi, ketika lekas bosan, salah paham, dan bahkan menyimpan dendam. Komunitas kristiani dimulai dengan pengampunan, yang merupakan obat paling mujarab berbagai penyakit.

Seperti halnya kasih, damai seyogyanya diberikan kepada orang lain, dan bukan untuk disimpan bagi diri sendiri. Setiap hari kita diundang untuk memberikan damai dan pengampunan kepada orang lain, dan dengan itu kita menghadirkan Roh Kudus yang berkuasa memulihkan semua luka.

Bapa, jadikanlah kami saluran damai dan kasih‐Mu. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2020, OBOR Indonesia

PIA Lingkungan St. Paulus #dirumahaja

*klik tombol PLAY (>) di atas untuk melihat video

Hello, hello, hola, hola, moshi, moshi, Berkah Dalem…

Sepenggal lagu di atas merupakan bagian dari sapaan anak-anak PIA Lingkungan St. Paulus yang dibawakan melalui video singkat berdurasi sekitar 7 menit. Video ini menjadi viral setelah dibagikan di grup lingkungan St. Paulus – Gereja Jetis.

Kegiatan anak-anak PIA yang sejatinya dibawakan setiap minggu di hari Kamis sore pukul 16.00 WIB saat ini tentu saja ditiadakan. Menyusul surat edaran Keuskupan Agung Semarang yang menghimbau untuk mengadakan seluruh kegiatan baik di keuskupan sampai dengan di lingkungan kita masing-masing sebagai dampak dari pandemi Corona Virus Covid-19.

Sapaan secara online berasal dari ide para pembina PIA St. Paulus terutama bapak L. Joko Sunarno yang sudah sangat lama menjadi salah satu pembina di lingkungan.

Dalam video tersebut, para anak-anak yang tergabung dalam PIA St. Paulus disebutkan namanya dan disapa satu persatu (ini sungguh membuat terharu 🙂 ). Selain disapa video tersebut juga mengajak para anak-anak untuk sementara tetap membaca Kitab Suci dan berdoa bersama #dirumahaja dulu.

Semoga dalam waktu yang tidak lebih lama dari pengulangan tahun kelahiran kita, pandemi ini dapat cepat berlalu dan para adik-adik PIA St. Paulus bisa berkumpul serta bernyanyi dan berdoa bersama kembali. Berkah Dalem.

-Lingkungan St. Paulus-

PALMA Jetis Di Rumah Dulu, A Palma Voice Collaboration

Adanya pandemi covid-19 membuat sebagian aktivitas lumpuh. Tak terkecuali kegiatan keagamaan di gereja. Sudah beberapa minggu umat katolik pada umumnya melakukan ibadah di rumah dan terpaksa membatalkan beberapa agenda.

Kerinduan mulai muncul khususnya dari kalangan anak muda gereja. Berangkat dari kerinduan itu, maka OMK PALMA Jetis melalui salah satu cabang kegiatannya yakni Palma Voice berinisiatif untuk membuat sebuah kolaborasi virtual yang memungkinkan anggotanya untuk bernyanyi bersama walaupun berada di tempat yang berbeda.

Sebuah lagu yang diciptakan oleh C.B. Rio Budi Pratama yang merupakan salah satu OMK Paroki Jetis, yang dibuat sedemikian rupa dengan lirik yang sesuai pada situasi kondisi saat ini. Nada-nada dalam lagu ini dibuat ceria, dengan harapan dapat mengajak masyarakat khususnya kaum muda agar tidak berkeluh kesah meskipun  gerak kita terbatas hanya di rumah saja. Kita harus percaya bahwa meskipun dirumah, kita masih dapat melakukan hal-hal positif yang kita senangi.

Semoga lagu ini dapat mengobati kerinduan umat Paroki Jetis pada dinamika kehidupan menggereja.

Selalu Ceria, Jangan Takut, Tetap Bahagia. Jaga kesehatan, Tuhan memberkati.

– OMK PALMA Jetis –

Jadwal Misa Online Harian Keuskupan Agung Semarang Terbaru

jadwal misa online harian

Jadwal misa online harian di Keuskupan Agung Semarang ini berlaku sampai waktu yang akan ditentukan kemudian.

Untuk jadwal ekaristi mingguan (hari sabtu sore & minggu) silahkan lihat di bagian paling bawah

Untuk melengkapi jadwal ini, ada beberapa paroki di lingkup Keuskupan Semarang yang juga menyiarkan misa harian dari gerejanya masing-masing secara live streaming. Silahkan bisa dilihat setelah daftar perayaan ekaristi yang tertera dibawah ini.

 


Youtube Channel Paroki Jetis

Paroki Jetis Channel YT

Paroki Jetis on SPOTIFY


Ekaristi Online Harian
1-31 Maret 2023

Gereja MINOMARTANI – Jam 5.00 WIB

Gereja BORO – Jam 5.30 WIB

Gereja KOTABARU – Jam 17.25 WIB

Gereja BACIRO – Jam 18.25 WIB


.

 Mungkin Anda Tertarik : 

Doa Angelus Hari Ini

Doa Ratu Surga vs Doa Angelus

.

Misa setiap hari akan disiarkan langsung dari Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci – Randusari dan dirayakan bersama Kuria KAS dan para romo Komunitas Pastoran Katedral Semarang dengan jadwal sebagai berikut :

Hari SENIN-JUMAT
Pukul 18.00 WIB

Hari SABTU
Pukul 06.00 WIB

Siaran live streaming Misa harian online dapat diakses melalui channel Youtube
Komsos Katedral Keuskupan Agung Semarang:

Ekaristi Online KAS


Jadwal Misa Online Harian Terbaru di Lingkup Keuskupan Semarang

*Hari SENIN-JUMAT

Paroki Minomartani – Condongcatur Pukul 05.00 WIB

Channel Youtube Minomartani

Paroki Marganingsih – Kalasan Pukul 06.00 WIB

Channel Youtube Marganingsih

Paroki Boro – Kulon Progo (B. Jawa) Pukul 05.30 WIB

Channel Youtube Boro

*Hari SABTU

Paroki Boro – Kulon Progo (B. Jawa) Pukul 05.30 WIB

Channel Youtube Boro


Jadwal Misa Online Harian & Mingguan Paling Baru 1-31 Maret 2023 Klik :

HARI SABTU SORE & MINGGU

Klik tombol di atas & silahkan scroll ke bawah sampai
setelah Pengumuman 🙂
.
.

 

Semangat Berbagi di Minggu Paskah Saat Merebaknya Covid-19 Corona Virus

Sudah lebih dari 30 hari semenjak virus Corona (Covid-19) merebak di negara kita. Tidak hanya di Indonesia, bahkan hampir seluruh negara di belahan dunia terdampak oleh virus ini.

Efek dari virus ini tidak hanya berdampak langsung terhadap kesehatan, yang tidak terlihat namun dirasakan adalah efeknya terhadap perekonomian negara-negara di seluruh dunia.

Berdasarkan data dari CNN Indonesia, di negara Amerika Serikat sendiri sekitar 17 juta orang kehilangan pekerjaannya akibat adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan pemberi kerja karena mereka pun tidak memiliki pilihan akibat pembatasan sosial (social distancing) yang terbukti efektif menurunkan tingkat penularan Corona Virus Covid-19.

Koordinasi Sebelum Pembagian

Berangkat dari kepedulian terhadap pribadi-pribadi yang terdampak di negara Indonesia khususnya di kota Yogyakarta ini, pada hari Minggu Paskah sekitar pukul 10.00 WIB diadakan pembagian paket nasi dan masker yang terbuat dari kain oleh Gereja Albertus Agung Jetis kepada masyarakat umum. Paket nasi ini berasal dari donasi salah satu umat Gereja St. Albertus Agung Jetis.

Sejumlah nasi dus dengan total 300 paket dibagikan kepada penduduk RT47 Kelurahan Cokrodiningratan sebanyak 150 paket, dan sisanya 150 paket nasi dibagikan di halaman gereja kepada masyarakat umum dengan menganut sistem drive-thru agar tidak menimbulkan kerumunan massa.

Menuju RT47 Kelurahan Cokrodiningratan

Penyerahan Simbolis Kepada Ketua RT47

Bagi para penerima paket nasi diwajibkan untuk melakukan sanitasi menggunakan hand sanitizer sebelum  masuk ke halaman gereja dengan dibantu oleh beberapa umat yang hadir membantu terlaksananya kegiatan ini.

Wajib Menggunakan Hand Sanitizer

Semua paket nasi tersebut dibagikan hanya dalam waktu sekitar 1 jam saja. Panitia dadakan yang berjumlah sekitar 20 orang bergerak cepat terdiri dari berbagai elemen, yaitu Romo, Bidang Kemasyarakatan dan Tim Pelayanan APP, OMK, semuanya baik tua dan muda bergerak seirama bahu membahu bersama-sama memberikan dukungan bagi masyarakat yang terdampak oleh virus Corona.

Panitia Dadakan

Paskah tahun 2020 ini memang terasa jauh berbeda dengan perayaan di tahun-tahun sebelumnya yang selalu dihiasi oleh kemeriahan perayaan di gereja. Tahun ini kita seakan disadarkan bahwa Paskah tidak selalu tentang perayaan, namun juga fleksibel melakukan perubahan dan terus menjadi perpanjangan kasih Tuhan di saat terjadinya bencana wabah seperti sekarang ini. Sesuai dengan tema Paskah 2020 – Berubah dan Berbuah Berkat.

Kita berdoa dan terus berharap, semoga pandemi ini dapat cepat berlalu dan segalanya dapat pulih kembali seperti sediakala.

Artikel & Foto : Tim Pelayanan Komsos

DOWNLOAD Foto – Foto Kegiatan

Renungan Mingguan 12 April 2020 – Hari Raya Paskah

Sabda Tuhan Hari Ini 12 April 2020, Yoh 20:1‐9

Yesus harus bangkit dari antara orang mati.

Pada hari pertama minggu itu, pagi‐pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus, dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Maka ia berlari‐lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus. Ia berkata kepada mereka, “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya, dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.”

Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama‐sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus, sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.

Maka tibalah juga Simon Petrus menyusul dia, dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping, di tempat yang lain, dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu; ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci, yang mengatakan bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Salah satu keadaan yang dapat membuat kita gugup ialah berada di ruangan dengan banyak orang yang tidak kita kenal, dan semua hening menunggu apa yang hendak kita ucapkan. Keringat dingin membanjiri punggung dan mulut kita tiba‐tiba kelu, padahal mungkin yang perlu dilakukan hanyalah memperkenalkan diri dan bergabung. Para murid yang pertama kali menjumpai kubur Yesus telah kosong disergap oleh keheningan ﴾Yoh. 20:3‐9﴿. Mereka masuk ke dalam sebuah babak baru iman, manakala harapan mereka hampir pudar sejak Yesus wafat dan dimakamkan. Dalam Kisah Para Rasul, Petrus mengisahkan pengalamannya bersama para murid lain, yang ”telah makan dan minum bersama Yesus, setelah Ia bangkit dari antara orang mati” ﴾Kis. 10:41﴿.

Saksi yang bisa dipercaya ialah orang yang berani masuk dalam kehidupan baru Yesus dan yang bersikap sadar diri dengan tidak mengubah ataupun melebih‐lebihkan pengalaman itu. Kita pun mesti menghimpun keberanian untuk masuk ke dalam kehidupan Yesus yang bangkit dan menjadi saksi‐saksi kebangkitan yang dapat dipercaya. Sebagaimana perasaan gugup hanya bisa diatasi dengan berelasi, pengalaman kebangkitan hanya akan membawa keberanian bila kita terhubung dengan orang lain melalui kesaksian hidup. Kita selalu bisa membagikan kisah‐kisah perjumpaan dengan Tuhan dalam kebersamaan iman.

Tuhan Yesus Kristus, kehadiran dan penyertaan‐Mu setelah kebangkitan tidak dapat dihalang oleh apa pun. Semoga perjumpaan kami dengan‐Mu dalam berbagai pengalaman membawa keberanian untuk bersaksi tentang Engkau. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2020, OBOR Indonesia

Renungan Mingguan 5 April 2020 – Minggu Palma

Sabda Tuhan Hari Ini 5 April 2020, Mat 26:14‐27:66

Sekali peristiwa, pergilah seorang dari keduabelas murid Yesus, yaitu yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam‐imam kepala. Ia berkata kepada mereka, “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Pada hari pertama dari Hari Raya Roti Tidak Beragi datanglah murid‐murid Yesus kepadaNya dan berkata, “Di manakah Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi‐Mu?” Jawab Yesus, “Pergilah ke kota, kepada si Anu, dan katakan kepadanya: Beginilah pesan Guru:Waktu‐Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama‐sama dengan murid‐murid‐Ku.” Lalu murid‐murid melakukan seperti apa yang ditugaskan Yesus kepada mereka, dan mempersiapkan Paskah.

Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada‐Nya, “Bukan aku, ya Tuhan?” Yesus menjawab, “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan! Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan!” Yudas, yang hendak menyerahkan Yesus itu menyahut, “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya, “Engkau telah mengatakannya.”

Ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah‐mecahkannya, lalu memberikannya kepada para murid‐Nya seraya berkata, “Ambillah dan makanlah, inilah tubuh‐Ku.” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka seraya berkata, “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini! Sebab inilah darah‐Ku, darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Aku berkata kepadamu: Mulai saat ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya yang baru bersama‐sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa‐Ku.”

Sesudah menyanyikan lagu pujian, pergilah Yesus dan murid‐murid‐Nya ke Bukit Zaitun. Maka berkatalah Yesus kepada mereka, “Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis: Aku akan membunuh gembala dan kawanan domba akan tercerai‐berai. Akan tetapi sesudah bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea.” Petrus menjawab, “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali‐kali tidak!” Yesus berkata kepadanya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Kata Petrus kepada‐Nya, “Sekalipun harus mati bersama‐sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” Semua murid yang lain pun berkata demikian juga.

Maka sampailah Yesus bersama murid‐murid‐Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Lalu Yesus berkata kepada murid‐murid‐Nya, “Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.” Yesus membawa Petrus, dan kedua anak Zebedeus serta‐Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata‐Nya kepada mereka, “Hati‐Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya! Tinggallah di sini dan berjaga‐jagalah bersama Aku.” Yesus maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata‐Nya, “Ya Bapa‐Ku, sekiranya mungkin, biarlah cawan ini berlalu dari pada‐Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.”

Setelah itu Yesus kembali kepada murid‐murid‐Nya, dan mendapati mereka sedang tidur. Maka Yesus berkata kepada Petrus, “Tidakkah kamu sanggup berjaga‐jaga satu jam dengan Aku? Berjaga‐jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan! Roh memang penurut, tetapi daging ini lemah!” Lalu Yesus pergi untuk kedua kalinya dan berdoa, “Ya Bapa‐Ku, jikalau cawan ini tidak dapat lalu kecuali kalau Kuminum, jadilah kehendak‐Mu!” Dan ketika kembali pula, Ia mendapati murid‐murid‐Nya sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. Yesus membiarkan mereka, lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya, dan Ia mengucapkan doa yang sama. Sesudah itu Ia kembali kepada murid-muridNya dan berkata kepada mereka, “Tidurlah sekarang, dan istirahatlah! Lihat, saatnya sudah tiba Anak Manusia diserahkan ke tangan orang‐orang berdosa. Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Aku sudah dekat.”

Waktu Yesus masih berbicara, datanglah Yudas, salah seorang dari keduabelas murid Yesus, dan bersama‐sama dia datang pula serombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung; mereka itu suruhan imam‐imam kepala dan tua‐tua bangsa Yahudi.

Orang yang menyerahkan Yesus telah memberitahukan tanda ini kepada mereka, “Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah!” Segera Yudas maju mendapatkan Yesus dan berkata, “Salam, ya Rabi!” Lalu ia mencium Yesus. Tetapi Yesus berkata kepadanya, “Hai teman, untuk itukah engkau datang?” Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap‐Nya. Tetapi salah seorang dari mereka yang menyertai Yesus mengulurkan tangan, menghunus pedang, dan menetakkannya kepada hamba Imam Agung, sehingga putuslah telinganya. Maka kata Yesus kepadanya, “Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, ia akan binasa oleh pedang. Atau kausangka, Aku tidak dapat berseru kepada Bapa‐Ku, supaya Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat untuk membantu Aku? Tetapi kalau begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan bahwa harus terjadi demikian?”

Lalu Yesus berkata kepada orang banyak itu, “Sangkamu Aku ini penyamun, sehingga kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung untuk menangkap Aku? Padahal tiap‐tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku. Akan tetapi semua ini terjadi supaya genaplah apa yang tertulis dalam kitab nabi‐nabi.” Lalu semua murid meninggalkan Yesus dan melarikan diri. Sesudah menangkap Yesus, mereka membawa‐Nya menghadap Kayafas, Imam Agung. Di situ telah berkumpul ahli‐ahli Taurat dan kaum tua‐tua. Petrus mengikuti Yesus dari jauh, sampai masuk ke halaman Imam Agung. Setelah masuk ke dalam, ia duduk di antara pengawal‐pengawal untuk melihat kesudahan perkara itu.

Imam‐imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama, mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati. Tetapi mereka tidak memperolehnya, walaupun tampil banyak saksi dusta. Akhirnya tampillah dua orang, yang mengatakan, ”Orang ini berkata: Aku dapat merobohkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam tiga hari.” Lalu Imam Agung itu berdiri dan berkata kepada Yesus, “Tidakkah Engkau memberi jawab atas tuduhan saksi‐saksi ini terhadap Engkau?” Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Agung itu kepada‐Nya, “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau bukan?” Jawab Yesus, “Engkau telah mengatakannya. Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan‐awan di langit.” Maka Imam Agung itu mengoyakkan pakaiannya dan berkata, “Ia menghujat Allah! Untuk apa kita cari saksi lagi? Sekarang telah kamu dengar hujat‐Nya. Bagaimana pendapatmu?” Mereka menjawab, “Ia harus dihukum mati!”

Lalu mereka meludahi wajah Yesus dan meninju‐Nya; orang‐orang lain memukul Dia dan berkata, “Cobalah katakan kepada kami, hai Mesias, siapakah yang memukul Engkau?” Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, dan berkata, “Engkau juga selalu bersama‐sama dengan Yesus, orang Galilea itu.” Tetapi Petrus menyangkalnya di depan semua orang, katanya, “Aku tidak tahu apa yang engkau maksud!” Ketika Petrus pergi ke pintu gerbang, seorang perempuan lain melihat dia dan berkata kepada orang‐orang yang ada di situ, “Orang ini bersama‐sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.” Dan Petrus menyangkalnya pula dengan bersumpah, “Aku tidak kenal orang itu!” Tidak lama kemudian orang‐orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata, “Pasti engkau pun salah seorang dari mereka! Ini jelas dari bahasamu!” Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah, “Aku tidak kenal orang itu!” Dan pada saat itu berkokoklah ayam. Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya, “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedih.

Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua‐tua bangsa Yahudi berkumpul, dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus. Mereka membelenggu Dia, lalu menyerahkan‐Nya kepada Pilatus, wali negeri itu. Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Yesus melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang tiga puluh perak itu kepada imam‐imam kepala dan kaum tua‐tua sambil berkata, “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.” Tetapi jawab mereka, “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!”

Maka Yudas pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. Imam‐imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata, “Tidak boleh memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah!” Sesudah berunding, mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. Itulah sebabnya sampai hari ini tanah itu disebut Tanah Darah. Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: “Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk satu orang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku.”

Lalu Yesus dihadapkan kepada walinegeri, yakni Pilatus. Dan walinegeri bertanya kepada Yesus, “Benarkah Engkaukah raja orang Yahudi?” Jawab Yesus, “Engkau sendiri mengatakannya!” Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua‐tua terhadap diri‐Nya, Yesus tidak memberi jawab apa pun. Maka kata Pilatus kepada‐Nya, “Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi‐saksi ini terhadap Engkau?” Tetapi Yesus tidak menjawab sepatah kata pun, sehingga walinegeri itu sangat heran. Telah menjadi kebiasaan bagi walinegeri untuk membebaskan seorang hukuman pada tiap‐tiap hari raya atas pilihan orang banyak. Pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal kejahatannya, namanya Barabas. Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus bertanya kepada mereka, “Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?” Pilatus sebenarnya tahu bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki.

Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan, isterinya mengirim pesan kepadanya, “Jangan engkau mencampuri perkara orang benar itu, sebab dalam mimpi tadi malam aku sangat menderita karena Dia.” Tetapi oleh hasutan imam‐imam kepala dan kaum tua‐tua, orang banyak bertekad meminta supaya Barabas dibebaskan, dan Yesus dihukum mati. Walinegeri menjawab dan bertanya lagi kepada mereka, “Siapa di antara kedua orang itu yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?” Kata mereka, “Barabas!” Kata Pilatus kepada mereka, “Kalau begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus yang disebut Kristus?” Mereka semua berseru, “Ia harus disalibkan!” Kata Pilatus, “Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan‐Nya?” Namun semakin keras mereka berteriak, “Ia harus disalibkan!” Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia‐sia, malah sudah mulai timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan orang banyak, seraya berkata, “Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini! Itu urusan kamu sendiri!” Dan seluruh rakyat itu menjawab, “Biarlah darah‐Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak‐anak kami!” Lalu Pilatus membebaskan Barabas bagi mereka, tetapi Yesus disesahnya, lalu diserahkannya untuk disalibkan.

Serdadu‐serdadu walinegeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul di sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian Yesus dan mengenakan jubah ungu pada‐Nya. Mereka menganyam sebuah mahkota duri, dan menaruhnya di atas kepala Yesus, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan‐Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan‐Nya dan mengolok‐olokkan Dia, “Salam, hai Raja orang Yahudi!” Mereka meludahi‐Nya, dan mengambil buluh itu, dan memukulkannya ke kepala‐Nya. Sesudah mengolok‐olokkan Dia, mereka menanggalkan jubah itu dari pada‐Nya, dan mengenakan kembali pakaian‐Nya sendiri. Kemudian mereka membawa Yesus ke luar untuk disalibkan.

Ketika berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan orang dari Kirene yang bernama Simon. Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. Maka sampailah mereka di suatu tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. Lalu mereka memberi Yesus minum anggur bercampur empedu. Setelah mengecapnya, Yesus tidak mau meminumnya.

Sesudah menyalibkan Yesus, para serdadu membagi‐bagi pakaian Yesus dengan membuang undi. Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia. Di atas kepala Yesus terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: “Inilah Yesus Raja orang Yahudi.” Bersama Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri‐Nya. Orang‐orang yang lewat di sana menghujat Yesus, dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata, “Hai Engkau yang mau merobohkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri‐Mu! Jikalau Engkau Anak Allah, turunlah dari salib!” Demikian juga imam‐imam kepala bersama ahli Taurat dan tua‐tua mengolok‐olokkan Yesus dan berkata, “Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri‐Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Dia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib, dan kami akan percaya kepada‐Nya! Ia menaruh harapan‐Nya pada Allah: biarlah Allah menyelamatkan Dia, jikalau Allah berkenan kepadaNya! Karena Ia telah berkata, “Aku adalah Anak Allah.” Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan bersama dengan Yesus, mencela‐Nya demikian juga.

Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga. Kira‐kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring, “Eli, Eli, lama sabakhtani? Artinya: Allah‐Ku, Allah‐Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ berkata, “Ia memanggil Elia!” Dan segera mendekatlah seorang dari mereka; ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. Tetapi orang‐orang lain berkata, “Jangan, baiklah kita lihat, apakah Elia datang untuk menyelamatkan Dia.” Yesus berseru pula dengan suara nyaring,  lalu menyerahkan nyawa‐Nya.

﴾Semua hening sejenak merenungkan wafat Tuhan﴿

Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah, dan terjadilah gempa bumi. Bukit‐bukit batu terbelah, kubur‐kubur terbuka, dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus, dan menampakkan diri kepada banyak orang. Ketika menyaksikan gempa bumi dan apa yang telah terjadi, kepala pasukan dan prajurit‐prajurit yang menjaga Yesus lalu berkata, “Sungguh, orang ini adalah Anak Allah.” Ada pula di situ banyak perempuan yang melihat dari jauh, yaitu perempuan‐perempuan yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. Di antara mereka terdapat Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yusuf, dan ibu anak‐anak Zebedeus.

Menjelang malam, datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf,yang telah menjadi murid Yesus juga. Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta jenazah Yesus. Pilatus memerintahkan supaya jenazah Yesus diserahkan kepadanya. Yusuf pun mengambil jenazah itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu. Sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia. Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ, duduk di depan kubur.

Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam‐imam kepala bersama orang‐orang Farisi menghadap Pilatus. Kata mereka kepada Pilatus, “Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu, sewaktu hidup‐Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid‐murid‐Nya mungkin datang mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati. Penyesatan yang terakhir ini akan lebih buruk akibatnya daripada yang pertama.” Kata Pilatus kepada mereka, “Ini penjaga‐penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik‐baiknya.” Maka pergilah mereka, dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur Yesus dan menjaganya.

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Di masa kampanye para calon pemimpin, spanduk‐spanduk berisi program dan dukungan bagi masing‐masing calon bertebaran di jalan‐jalan. Akan tetapi, pada saat seorang calon terpilih dan mulai menjalankan tugasnya sebagai pemimpin, orang‐orang yang dahulu mendukungnya kini berubah sikap. Seorang pemimpin harus selalu siap kehilangan pendukung, sekaligus diuji apakah akan tetap mempertahankan komitmennya. Pada waktu menghadapi Pilatus, Yesus tidak segera mengiyakan pertanyaan apakah Ia raja orang Yahudi. Yesus hanya menjawab, ”Engkau sendiri mengatakannya” ﴾Mat. 27:11﴿.

Kalau orang menyangka bahwa Yesus adalah raja seperti dalam pandangan dunia, jawabannya mudah: Ia bukan raja yang seperti itu. Seluruh kisah sengsara dan penyaliban Yesus menunjukkan raja seperti apakah Ia, sebab di dalam kerajaan‐Nya hanya ada keselamatan dan kehidupan. Gambaran Hamba Tuhan dari Nabi Yesaya mewakili sosok pemimpin yang lemah lembut dan rendah hati, yang menghadapi kekerasan dunia dengan kesetiaan dan ketabahan ”seorang murid” ﴾Yes. 50:4‐7﴿. Pemimpin seperti inilah yang diperlukan oleh dunia kita, yang mempengaruhi lewat kesaksian diri yang lemah lembut dan rendah hati.

Orang‐orang kristiani dipanggil untuk menjadi saksi‐saksi yang setia serta untuk mempengaruhi dunia dengan kesetiaan dan keteguhan seorang murid. Kita bisa menjadi pemimpin dengan cara kita masing‐masing, yakni dengan menebarkan kasih dan semangat hidup kepada semua orang.

Yesus, bantulah kami agar mampu menjadi saksi kasih‐Mu. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2020, OBOR Indonesia

Jadwal Siaran TV, Radio Misa Pekan Suci 2020 Keuskupan Semarang & Jakarta

*Update MARET 2022

Jadwal Live Streaming Misa Terbaru
1-31 Maret 2022 Klik :

MISA HARIAN PAGI & SORE

MISA SABTU SORE & MINGGU

Untuk Misa Mingguan klik tombol di atas dan silahkan
scroll ke bawah sampai
setelah PENGUMUMAN 🙂


Jadwal Siaran Televisi & Radio Misa Pekan Suci 2020 Keuskupan Agung Semarang & Jakarta

 

Televisi Republik Indonesia (TVRI)

Minggu Palma, 5 April 2020 – Pukul 09.00 WIB
Kamis Putih, 9 April 2020 – Pukul 21.00 WIB
Ibadat Jumat Agung, 10 April 2020 – Pukul 15.00 WIB
Malam Paskah (Vigili Paskah), 11 April 2020 – Pukul 17.00 WIB
Minggu Paskah, 12 April 2020 – Pukul 09.00 WIB

KOMPAS TV

Ibadat Jumat Agung, 10 April 2020 – Pukul 15.00 WIB
Minggu Paskah, 12 April 2020 – Pukul 07.00 WIB

Radio Republik Indonesia (RRI)

Minggu Palma, 5 April 2020 – Pukul 17.00 WIB
Kamis Putih, 9 April 2020 – Pukul 17.00 WIB
Ibadat Jumat Agung, 10 April 2020 – Pukul 15.00 WIB
Malam Paskah (Vigili Paskah), 11 April 2020 – Pukul 19.00 WIB
Minggu Paskah, 12 April 2020 – Pukul 07.00 WIB


Radio JFM Semarang (102.8 FM)

Minggu, 29 Maret 2020 Pk. 18.00 WIB

Radio Petra Yogyakarta (105.7 FM)

Sabtu, 28 Maret 2020 Pk. 17.00 WIB
Minggu, 29 Maret 2020 Pk. 18.00 WIB

Radio Metta FM Solo (104.7 FM)

Minggu 29 Maret pk 07.00 WIB

LPPL Radio Magelang FM (103.5 FM)

Sabtu, 28 Maret 2020 pukul 17.00
Minggu, 29 Maret 2020 pukul 07.00

 

Sumber Jadwal Siaran Radio Misa Pekan Suci 2020:
Komisi Komsos Keuskupan Agung Semarang

Jadwal Live Streaming Misa Pekan Suci 2020 Keuskupan Agung Semarang

live streaming misa pekan suci

*Update Oktober 2020

Jadwal Live Streaming Misa Terbaru
1-31 Oktober 2020 Klik :

MISA HARIAN PAGI & SORE

MISA SABTU SORE & MINGGU

Untuk Misa Mingguan klik tombol di atas dan silahkan
scroll ke bawah sampai
setelah PENGUMUMAN 🙂


Jadwal Live Streaming Misa Pekan Suci 2020 di Keuskupan Agung Semarang

Minggu Palma, 4-5 April 2020

a. Sabtu, 4 April 2020: Perayaan Ekaristi akan dipimpin oleh Rm. Yohanes Rasul Edy Purwanto Pr (Vikaris Jendral KAS) pada pukul 17.00 WIB KLIK :

Youtube Channel KAS

b. Minggu, 5 April 2020: Perayaan Ekaristi akan dipimpin oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Agung Semarang, pada pukul 08.00 WIB

Youtube Channel KAS

c. Minggu, 5 April 2020, Perayaan Ekaristi live streaming misa pekan suci akan dipimpin oleh Rm. Heribertus Budi Purwantoro Pr (Ketua Komisi Kepemudaan KAS) pukul 17.00 WIB

Live Streaming Komkep KAS

Kamis Putih, 9 April 2020

a. Perayaan Ekaristi akan dipimpin oleh Rm. Gregorius Kriswanta Pr (Vikaris Yudisial KAS) pada pukul 18.00 WIB

Live Streaming Maria Assumpta Klaten

b. Perayaan Ekaristi akan dipimpin oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Agung Semarang, pada pukul 19.00

Live Streaming KAS

Jumat Agung, 10 April 2020

Ibadat Jumat Agung akan dipimpin oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Agung Semarang, pada pukul 15.00

Live Streaming KAS

Malam Paskah, 11 April 2020

a. Perayaan Ekaristi akan dipimpin oleh Rm. Gregorius Kriswanta Pr (Vikaris Yudisial KAS) pada pukul 18.00 WIB

Live Streaming Maria Assumpta Klaten

b. Perayaan Ekaristi live streaming misa pekan suci akan dipimpin oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Agung Semarang, pada pukul 19.00

Live Streaming KAS

Minggu Paskah, 12 April 2020

a. Perayaan Ekaristi akan dipimpin oleh Rm. Rm. Yohanes Rasul Edy Purwanto Pr (Vikaris Jendral KAS) pada pukul 08.00

Channel Youtube KAS

b. Perayaan Ekaristi akan dipimpin oleh: Rm. Herman Yosep Singgih Suntoro Pr (Pastor Kepala Paroki Katedral) pukul 17.00 WIB

Channel Youtube KAS

 

Sumber Jadwal Live Streaming Misa Pekan Suci 2020:

Komisi Komsos Keuskupan Agung Semarang


Jadwal Misa Pekan Suci 2020 – Live Streaming, Siaran Televisi & Radio



Televisi Republik Indonesia (TVRI)

Minggu Palma, 5 April 2020 – Pukul 09.00 WIB
Kamis Putih, 9 April 2020 – Pukul 21.00 WIB
Ibadat Jumat Agung, 10 April 2020 – Pukul 15.00 WIB
Malam Paskah (Vigili Paskah), 11 April 2020 – Pukul 17.00 WIB
Minggu Paskah, 12 April 2020 – Pukul 09.00 WIB

KOMPAS TV

Ibadat Jumat Agung, 10 April 2020 – Pukul 15.00 WIB
Minggu Paskah, 12 April 2020 – Pukul 07.00 WIB

Radio Republik Indonesia (RRI)

Minggu Palma, 5 April 2020 – Pukul 17.00 WIB
Kamis Putih, 9 April 2020 – Pukul 17.00 WIB
Ibadat Jumat Agung, 10 April 2020 – Pukul 15.00 WIB
Malam Paskah (Vigili Paskah), 11 April 2020 – Pukul 19.00 WIB
Minggu Paskah, 12 April 2020 – Pukul 07.00 WIB
.
.

 

You cannot copy content of this page