Peduli Lawan Pandemi, Bakti Sosial Tanggap Bencana Virus Covid-19

Merebaknya virus Covid-19 di masyarakat luas kini telah banyak menyita perhatian dunia. Virus ini seketika menjadi ‘senjata pembunuh’ umat manusia. Sejak virus tersebut muncul pertama kali di Wuhan, China pada Desember 2019 siapa yang menyangka penularannya akan berlangsung begitu cepat dan menyebabkan kematian dalam jumlah besar. Tampaknya tidak ada satu negara pun yang ‘steril’ terhadap virus Covid-19 atau selanjutnya akan disebut virus Corona. Organisasi kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan virus Corona sebagai pandemi. Artinya seluruh negara di dunia perlu melakukan antisipasi, sebab virus ini dapat menyerang siapa saja, di negara mana saja. Data terbaru pada tanggal 27 Maret 2020, penyebaran virus corona sudah menjangkiti 200 negara di dunia mencapai 529.614 kasus. Jumlah kematian akibat virus yang menyerang bagian pernapasan ini menembus angka 23.976 orang sedangkan yang sembuh sebanyak 123.380 orang.

Persiapan kegiatan Bakti Sosial dengan mengemas bahan-bahan pokok sumbangan umat menjadi paket bingkisan

Kasus penyebaran virus Corona ini tidak hanya menjadi isu kesehatan akan tetapi menjadi isu sosial dan ekonomi yang bersinggungan dengan kondisi saat ini. Masyarakat khususnya umat katolik dituntut untuk waspada namun juga tetap peduli dan perhatian akan kebutuhan sesama di sekitar kita. Dari sisi ekonomi, pandemi virus Corona menyebabkan pelemahan ekonomi. Dunia usaha terperangkap dalam situasi yang kurang menguntungkan. Suplai berkurang karena himbauan masif untuk bekerja dari rumah dan permintaan yang terus berkurang di berbagai sektor. Para pedagang dan wiraswasta menanggung kerugian akibat penyebaran virus ini.

Bingkisan sembako yang siap diberikan kepada umat Paroki Jetis sebanyak 200 paket

Tim APP dan PSE Paroki St. Albertus Agung Jetis menjadi lini terdepan dalam menanggapi situasi dan kondisi terkini akibat merebaknya virus Corona. Umat paroki dikoordinir oleh tim APP dan PSE paroki menunjukkan kepedulian dengan mengumpulkan dana dan sumbangan berupa bahan-bahan pokok yang selanjutnya diberikan kepada keluarga yang tergolong KLMTD (kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel) di wilayah teritorial Paroki Jetis. Persiapan kegiatan ini berlangsung sejak satu minggu sebelumnya dengan mengumpulkan bantuan, membelanjakan dana yang diperoleh dan mengemas menjadi satu bingkisan untuk satu kepala keluarga (KK). Bingkisan bantuan sembako berisi beras, mie instan, sabun cuci tangan dan sabun mandi. Bantuan kemudian dikemas dan terkumpul 200 paket sembako yang siap dibagikan. Sebelum kegiatan terlaksana, para ketua lingkungan sudah memberikan daftar keluarga yang akan diberi bingkisan. Setelah dikemas menjadi 200 bingkisan, masih ada sisa bahan-bahan pokok yang belum dikemas. Selanjutnya akan diberikan kepada keluarga yang kurang mampu dalam kesempatan berikutnya.

Penyaluran bingkisan sembako ke wilayah-wilayah di Paroki Jetis

Pada hari Rabu, 25 Maret 2020 bakti sosial tanggap bencana virus Corona dilaksanakan. Acara ini berlangsung dari pukul 09.30 hingga 13.00. Paket-paket sembako dihitung dan dipisahkan per wilayah kemudian diangkut menggunakan mobil menuju wilayah 1 hingga wilayah 4. Di tiap-tiap wilayah, para ketua wilayah dan ketua lingkungan bersiap untuk menyalurkan bantuan. Pemberian paket sembako dilakukan per wilayah untuk meminimalisir terciptanya kerumunan dan kontak dengan banyak orang. Total keluarga di wilayah 1 yang mendapat bantuan sebanyak 39 KK, jika dilihat melalui prosentase sebesar 22%. Selanjutnya, wilayah 2 dengan jumlah 46 KK prosentase mencapai 27%. Wilayah 3 sebesar 40 KK dengan prosentase 23%. Terakhir wilayah 4 sejumlah 48 KK mencapai 28% dari total bantuan yang diberikan. Umat yang menerima bingkisan bantuan mengaku merasa senang dan bersyukur sebab Paroki peduli dan menjadi perpanjangan tangan Gereja dalam karya pelayanan sosial di tengah situasi sulit saat ini.

Inilah contoh karya nyata umat Paroki Jetis dalam memaknai tema APP tahun ini. Semoga melalui kegiatan Bakti Sosial ini, umat katolik semakin tergerak untuk peduli dan berani terlibat dalam karya-karya karitatif dan pemberdayaan ditengah masyarakat. Berkah Dalem.

 

Penulis : Christ

Foto : E. Puji Susanti

Renungan Mingguan 29 Maret 2020

Sabda Tuhan Hari Ini 29 Maret 2020, Yoh 11:1‐45

Akulah kebangkitan dan hidup.

Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. Maria adalah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus, “Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit.” Mendengar kabar itu Yesus berkata, “Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan.”

Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya serta Lazarus. Namun, setelah didengar‐Nya bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat di mana Ia berada; tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid‐murid‐Nya, “Mari kita kembali lagi ke Yudea.”

Murid‐murid itu berkata kepada‐Nya, “Rabi, baru‐baru ini orang‐orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masihkah Engkau mau kembali ke sana?” Jawab Yesus, “Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini. Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya.” Demikianlah perkataan‐Nya, dan sesudah itu Yesus berkata kepada mereka, “Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya.”

Maka kata murid‐murid itu kepada‐Nya, “Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh.” Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. Karena itu Yesus berkata dengan terus terang, “Lazarus sudah mati. Tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya!” Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman‐temannya, yaitu murid‐murid yang lain, “Marilah kita pergi juga untuk mati bersama‐sama dengan Dia.”

Ketika Yesus tiba di Betania, didapati‐Nya Lazarus telah empat hari terbaring di dalam kubur. Betania itu tidak jauh dari Yerusalem, kira‐kira dua mil jauhnya. Di situ banyak orang Yahudi telah datang untuk menghibur Marta dan Maria berhubung dengan kematian saudaranya. Ketika Marta mendengar bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan‐Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.

Maka kata Marta kepada Yesus, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada‐Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada‐Nya.” Kata Yesus kepada Marta, “Saudaramu akan bangkit.” Kata Marta kepada‐Nya, “Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang‐orang bangkit pada akhir zaman.”

Jawab Yesus, “Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepada‐Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati; dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada‐Ku, tidak akan mati selama‐lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?” Jawab Marta, “Ya Tuhan, aku percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.”

Sesudah berkata demikian, Marta pergi memanggil saudaranya Maria, dan berbisik kepadanya, “Guru ada di sana, dan Ia memanggil engkau.” Mendengar itu, Maria segera bangkit, lalu pergi mendapatkan Yesus. Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai‐Nya.

Ketika orang‐orang Yahudi yang bersama‐sama Maria di rumah itu untuk menghiburnya melihat Maria tiba‐tiba bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ. Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki Yesus dan berkata kepada‐Nya, “Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.”

Ketika Yesus melihat Maria menangis, dan juga orang‐orang Yahudi yang datang bersama‐sama dia, maka masygullah hati‐Nya. Ia sangat terharu dan berkata, “Di manakah dia kamu baringkan?” jawab mereka, “Tuhan, marilah dan lihatlah!” Maka menangislah Yesus. Kata orang‐orang Yahudi, “Lihatlah betapa besar kasih‐Nya kepadanya!” Tetapi beberapa orang di antaranya berkata,  “Ia yang memelekan mata orang buta, tidak mampukan Ia bertindak sehingga orang ini tidak mati?” Maka masygullah pula hati Yesus, lalu ia pergi ke kubur itu.

Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. Kata Yesus, “Angkat batu itu!” Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada Yesus, “Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati.” Jawab Yesus, “Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah?”

Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata, “Bapa, Aku mengucap syukur kepada‐Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. Aku tahu bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku. Tetapi oleh karena banyak orang yang berdiri mengelilingi Aku ini, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras, “Lazarus, marilah ke luar!”

Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan, dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, “Bukalah kain‐kain itu dan biarkan ia pergi.”

Banyak diantara orang‐orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada‐Nya.

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Dalam bermasyarakat kematian itu digambarkan dengan penyakit‐penyakit sosial, seperti korupsi, kolusi, nepotisme, malas, kekerasan, radikalisme, dll. Inilah yang disebut dengan budaya kematian. Allah yang adalah kehidupan mengubah dan membalikkan semua hal ini.  Ia juga mengutus kita untuk melakukan hal yang sama, yakni memulihkan kehidupan agar jadi lebih baik.

Tuhan, semoga kami dikuatkan untuk mengembangkan budaya kehidupan. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2020, OBOR Indonesia

Jadwal Live Streaming Misa 28-29 Maret 2020 Keuskupan Agung Semarang

jadwal misa live streaming tvri

*Update Juli 2020

Jadwal Live Streaming Misa Terbaru
1-31 Juli 2020 Klik :

MISA HARIAN PAGI & SORE

MISA SABTU SORE & MINGGU

Untuk Misa Mingguan klik tombol di atas dan silahkan
scroll ke bawah sampai
setelah PENGUMUMAN 🙂


Siaran via YouTube

Sabtu, 28 Maret 2020

Minggu, 29 Maret 2020

Siaran via Radio

Sabtu, 28 Maret 2020

  • Pk. 17.00 WIB Radio Petra Yogyakarta (105.7 FM)
  • Pk. 17.00 WIB LPPL Radio Magelang FM (103.5 FM)

Minggu, 29 Maret 2020

  • Pk. 07.00 WIB Radio Petra Yogyakarta (105.7 FM)
  • Pk. 17.00 WIB LPPL Radio Magelang FM (103.5 FM)
  • Pk. 17.00 WIB Radio Metta FM Solo (104.7 FM)
  • Pk. 18.00 WIB Radio JFM Semarang (102.8 FM)

sumber: Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Semarang (Komisi Komsos KAS)
.
.

Turut Berdukacita Atas Wafatnya Ibunda Bapak Presiden Republik Indonesia

Kabar duka datang dari keluarga Bapak Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo. Sang Ibunda tercinta, Ibu Sudjiatmi Notomihardjo, berpulang untuk selama‐lamanya pada Rabu, 25 Maret 2020 tepat pukul 16:45 wib di Solo. Mari bersama mendoakan Almarhumah agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah dan keluarga diberikan ketabahan.

Bapa Ignatius Kardinal Suharyo, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia bersama Bapa‐bapa Uskup turut menyampaikan doa dan ungkapan dukacita, berikut informasi selengkapnya:

*Seperti yang telah diterbitkan oleh Mirifica.net disini : http://www.mirifica.net/2020/03/26/konferensi-waligereja-indonesia-turut-berdukacita-atas-wafatnya-ibunda-bapak-presiden-republik-indonesia/

Surat Edaran Uskup Agung Semarang: Perpanjangan Masa Darurat Peribadatan

Surat Edaran

Nomor : 0338/A/X/20-15

Para Romo, Bruder, Suster, dan seluruh Umat Katolik di Keuskupan Agung Semarang yang terkasih.

Berkah Dalem. Saya senantiasa berdoa dan berharap para Romo dan Saudara-saudari semua dalam keadaan sehat.

Mengingat perkembangan situasi dan kondisi terkait dengan penyebaran virus corona (COVID-19) yang semakin merebak dimana-mana, dengan memperhatikan Dekret Kongregasi untuk Ibadat Ilahi dan Tata Tertib Sakramen, No. 153/20, tanggal 19 Maret 2020, tentang Perayaan Pekan Suci di masa COVID-19, kebijakan-kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah, dan masukan-masukan dari banyak pihak, maka dalam rapat bersama Kuria pada tanggal 23 Maret 2020, kami memutuskan untuk ditindaklanjuti beberapa kebijakan pastoral sebagai berikut:

  1. Memperpanjang masa darurat peribadatan dengan meniadakan semua kegiatan kegerejaan yang melibatkan banyak orang sampai tanggal 30 April 2020 atau sampai ada kebijakan baru. Kegiatan yang dimaksud, antara lain:
    a. Perayaan Pekan Suci, Misa Mingguan, Misa Harian, dan Misa Ujud, baik di gereja, kapel, maupun lingkungan. Sebagai pengganti akan dilaksanakan Misa online melalui live streaming (youtube) dan radio;
    b. Penerimaan Sakramen Baptis bagi katekumen yang sudah dipersiapkan. Pelaksanaannya ditunda sampai situasi dan kondisi memungkinkan.
    c. Pengakuan dosa, baik secara masal maupun secara pribadi;
    d. Semua kegiatan bersama: renungan APP, Jalan Salib, kursus-kursus dan pembinaan iman, rapat, latihan-latihan, dan pertemuan-pertemuan lain.
  2. Selama masa darurat peribadatan, terutama dalam Pekan Suci, para Imam tetap wajib merayakan Ekaristi dan ibadat di komunitas masing-masing tanpa melibatkan umat dari luar komunitas. Panduan teknis merayakan Pekan Suci bagi para Imam akan dikeluarkan oleh Komisi Liturgi KAS dengan mengacu pada Dekret Kongregasi untuk Ibadat Ilahi dan Tata Tertib Sakramen, No. 153/20, tanggal 19 Maret 2020.
  3. Rekoleksi Imam untuk persiapan pembaruan Janji Imamat dilakukan secara serentak di pastoran dan komunitas masing-masing atau secara pribadi, mulai Senin 6 April 2020 pukul 17.00 sampai dengan Selasa 7 April 2020 pukul 12.00, yang diakhiri dengan Doa Pembaruan Janji Imamat di hadapan Tuhan. Panduan dan bahan rekoleksi akan dikirimkan oleh Panitia.
  4. Pelaksanaan Misa Krisma pemberkatan minyak ditunda dan akan ditentukan kemudian.
  5. Pelayanan pengurapan orang sakit dan pemberkatan jenazah tetap diberikan dengan memperhatikan unsur keamanan kesehatan, kecuali ditentukan lain oleh Dinas Kesehatan.
  6. Karena selama masa darurat peribadatan, sejak 20 Maret sampai dengan 30 April 2020, perayaan Ekaristi dilaksanakan secara online, maka juga tidak ada kolekte umat. Sebagai konsekuensinya, pada bulan Maret dan April 2020 paroki-paroki tidak mempunyai kewajiban mengirimkan Dana Solidaritas Paroki (DSP) dan Kolekte Pelayan Gereja (KPG).
  7. Untuk menopang biaya kegiatan harian, paroki-paroki dapat mengadakan persembahan umat secara online dengan ketentuan:
    a. Menggunakan QR Code atau Rekening Persembahan Umat Online atas nama paroki atau PGPM bekerjasama dengan mitra perbankan manapun.
    b. Perlu diberi keterangan yang jelas tentang nama Paroki pada QR Code atau Rekening Persembahan Umat Online;
    c. 15% dari Persembahan Umat Online tetap diintensikan untuk Danpamis; selebihnya dimanfaatkan untuk menopang kegiatan harian paroki (ABTT).
  8. Akan diadakan penggalangan dana secara online untuk penanggulangan COVID-19 yang akan dikelola sepenuhnya oleh Karina KAS melalui rekening atas nama Keuskupan Agung Semarang yang akan diinformasikan kemudian. Karena itu paroki-paroki dan kelompok-kelompok kategorial tidak perlu mengadakan penggalangan dana serupa secara online.
  9. Pemanfaatan Dana APP yang terkumpul di paroki ditetapkan sebagai berikut:
    a. 50% untuk menopang kegiatan APP paroki dengan prioritas untuk membantu penanggulangan dan dampak sosial COVID-19;
    b. 15% untuk menopang kegiatan APP Kevikepan;
    c. 5% untuk menopang kegiatan APP KAS;
    d. 30% untuk menopang kegiatan APP KWI.

Demikian keputusan untuk ditindaklanjuti secepat mungkin demi keselamatan dan kebaikan kita, keluarga, Gereja, dan masyarakat. Kembali saya mengajak para Romo, Bruder, Suster dan seluruh Umat Katolik KAS untuk bersama-sama dengan kelompok-kelompok masyarakat lain meningkatkan rasa solidaritas, kepedulian, dan tanggungjawab kita dalam melawan virus corona dan dampak sosialnya.

Semoga Tuhan melindungi dan menjagai kita dari segala bahaya, serta melimpahkan rahmat kesehatan bagi kita semua. Doa saya selalu dan berkah Dalem.

Semarang, 23 Maret 2020


† Mgr. Robertus Rubiyatmoko
Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang

Jadwal Live Streaming Misa Harian Keuskupan Agung Semarang

misa harian

Jadwal Live Streaming Misa Harian Terbaru Keuskupan Agung Semarang Klik :

EKARISTI PAGI & SORE HARI

EKARISTI SABTU SORE & MINGGU

Untuk Ekaristi Mingguan klik tombol di atas dan silahkan
scroll ke bawah sampai
setelah PENGUMUMAN 🙂


Misa harian online akan disiarkan langsung dari Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci, Randusari, Semarang dan dirayakan bersama Kuria Keuskupan Agung Semarang dan para romo Komunitas Pastoran Katedral Semarang dengan jadwal sebagai berikut:

Ekaristi Live Hari Senin-Jumat
pk. 18.00 WIB

Ekaristi Live Hari Sabtu
pk. 06.00 WIB

Siaran live streaming ekaristi online dapat diakses melalui channel Youtube Komsos Katedral Keuskupan Agung Semarang klik disini :

Komsos Katedral Semarang

Renungan Mingguan 22 Maret 2020

Sabda Tuhan Hari Ini 22 Maret 2020, Yoh 9:1‐41

Orang itu pergi, membasuh diri, dan dapat melihat.

Sekali peristiwa, ketika Yesus sedang berjalan lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahir. Murid‐murid‐Nya bertanya kepada‐Nya, “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?”

Jawab Yesus, “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia. Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang. Akan datang malam, di mana tak seorang pun dapat bekerja. Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia.”

Sesudah mengatakan semua itu, Yesus meludah ke tanah, dan mengaduk ludah‐Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi dan berkata kepadanya, “Pergilah, basuhlah dirimu di kolam Siloam.” Siloam artinya: “Yang diutus.”

Maka pergilah orang itu. Ia membasuh dirinya, lalu kembali dengan matanya sudah melek. Maka tetangga-tetangganya, dan mereka yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata, “Bukankah dia ini yang selalu mengemis?” Ada yang berkata, “Benar, dialah ini!” Ada pula yang berkata, “Bukan, tetapi ia serupa dengan dia.” Orang itu sendiri berkata, “Benar, akulah dia.”

Kata mereka kepadanya, “Bagaimana matamu menjadi melek?” Jawabnya, “Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku, dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi, dan setelah membasuh diri, aku dapat melihat.” Lalu mereka berkata kepadanya, “Di manakah Dia?” Jawabnya, “Aku tidak tahu.”

Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang‐orang Farisi. Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat. Karena itu orang‐orang Farisi pun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya, “Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat.”

Maka kata sebagian orang‐orang Farisi itu, “Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat.” Sebagian pula berkata, “Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?” Maka timbullah pertentangan di antara mereka. Lalu kata mereka pula kepada orang yang tadinya buta itu, “Dan engkau, karena Ia telah memelekkan matamu, apakah katamu tentang Dia?” Jawabnya, “Ia seorang nabi!”

Tetapi orang‐orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat. Maka mereka memanggil orangtuanya, dan bertanya kepada mereka, “Inikah anakmu yang kamu katakan lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?” Jawab orangtua itu, “Yang kami tahu dia ini anak kami, dan ia memang lahir buta. Tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu; dan siapa yang memelekkan matanya, kami juga tidak tahu. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa; ia dapat berkata‐kata untuk dirinya sendiri.”

Orangtuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang‐orang Yahudi, sebab orang‐orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengakui Yesus sebagai Mesias, akan dikucilkan. Itulah sebabnya maka orangtua itu berkata, “Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri.”

Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu, dan berkata kepadanya, “Katakanlah kebenaran di hadapan Allah: Kami tahu bahwa orang itu orang berdosa.” Jawabnya, “Apakah Dia itu orang berdosa, aku tidak tahu! Tetapi satu hal yang aku tahu, yaitu: Aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat.” Kata mereka kepadanya, “Apakah yang diperbuat‐Nya padamu? Bagaimana Ia dapat memelekkan matamu?”

Jawabnya, “Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya. Mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid‐Nya juga?” Sambil mengejek, orang‐orang Farisi. Maka, ketika bertemu dengan dia, Yesus berkata, “percayakah engkau kepada Anak Manusia?” Jawabnya, “Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada‐Nya.” Kata Yesus kepadanya, “Engkau bukan saja melihat Dia! Dia yang sedang berbicara dengan engkau, Dialah itu!” Lalu ia sujud menyembah Yesus.

Kata Yesus,”Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yidak melihat dapat melihat, dan supaya yang dapat melihat menjadi buta.” Kata‐kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ, dan mereka berkata kepada Yesus, “Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?” Jawab Yesus kepada mereka, “Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa. Tetapi karena kamu berkata “Kami melihat”, maka tetaplah dosamu.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Tak ada yang suka akan kegelapan. Kegelapan itu adalah kelumpuhan dan penjara. Ia adalah kebisuan sekaligus kebutaan, karena tak ada yang bisa dilihat. Kegelapan adalah kubur. Kematian. Dosa, kejahatan, sifat, dan karakter negatif, tindakan‐tindakan kriminal, kemiskinan, human trafficking, radikalisme, ekstrimisme, penindasan,  berita bohong ﴾hoax﴿ dan semua bentuk kekerasan adalah kegelapan.

Allah adalah sumber terang dan cahaya. Dalam bacaan pertama Allah dengan terang Roh‐Nya membimbing Samuel untuk memilih  pengganti Raja Saul. Samuel dengan terang Tuhan mampu melihat hati anakanak Isai, dan bukan saja tampilan luarnya ﴾casing﴿. Kristus dalam bacaan kedua dan Injil hari ini diperkenalkan sebagai pembawa terang.

Ia adalah cahaya kehidupan yang menghalau kegelapan kematian. Kita yang dibaptis dalam nama Kristus diubah atau dibawa dari kegelapan menuju terang untuk berbuahkan kebaikan dan kebenaran ﴾Ef. 8:8‐9﴿. Dalam bacaan Injil, Kristus menyembuhkan orang yang bermata buta, sehingga ia dapat melihat. Kegelapan menjadi terang untuknya.

Dalam kegelapan daripada memaki kegelapan itu lebih baik menyalakan secercah cahaya, kata seorang penulis. Untuk kita, cahaya itu adalah Kristus. Mari kita membasuh diri dari kegelapan.

Tuhan, semoga kami menjadi sumber terang untuk sesama kami. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2020, OBOR Indonesia

Surat Gembala Uskup Agung Semarang: Kegiatan Kegerejaan Prapaskah 2020

SURAT GEMBALA

Nomor : 0332/A/X/20-13

Para Romo dan Umat Katolik di seluruh Keuskupan Agung Semarang yang terkasih.

Berkah Dalem. Saya berdoa dan berharap para Romo dan Saudara-saudari semua dalam keadaan sehat

Duka dan kecemasan masyarakat saat ini yang disebabkan oleh merebaknya virus corona CONVID-19, merupakan duka dan kecemasan kita, baik gembala maupun umat Keuskupan Agung Semarang (bdk. Gaudium et Spes art. 1). Kita semua sebagai bagian dari masyarakat sungguh merasakan keprihatinan ini. Tidak sedikit korban sakit dan meninggal yang disebabkan olehnya, termasuk di tengah-tengah masyarakat kita.

Kita tahu bahwa penularan virus corona COVID-19 ini terjadi antara lain karena perjumpaan-perjumpaan yang melibatkan banyak orang. Untuk membantu mengurangi atau menghentikan laju penularan tersebut, setelah mendengarkan masukan-masukan dan mengolahnya dalam rapat saya barsama Kuria KAS pada tanggal 19 Maret 2020, serta memperhatikan kebijakan Pemerintah Pusat dan Daerah, dengan ini saya memutuskan:

1. Selama 15 hari, mulai tanggal 20 Maret sd 3 April 2020, semua kegiatan kegerejaan yang melibatkan banyak orang berikut ini ditiadakan:
 a. Misa harian dan Misa Mingguan. Misa Mingguan akan disiarkan online (Doa Komuni Batin atau Spiritual Communion: lihat lampiran);
 b. Misa Lingkungan dan Misa Ujud;
 c. Pengakuan dosa secara masal, dengan tetap terbuka bagi mereka yang ingin mengaku dosa secara pribadi di gereja paroki;
 d. Renungan APP dan Jalan Salib;
 e. Latihan-latihan persiapan Pekan suci;
 f. Kursus-kursus dan Pembinaan Iman;
 g. Rapat; dan
 h. Pertemuan-pertemuan lain.

2. Ketentuan mengenai Perayaan Pekan Suci akan disampaikan pada waktunya dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi.

Demikian keputusan untuk ditindaklanjuti secepat mungkin demi keselamatan dan kebaikan kita, keluarga, Gereja, dan masyarakat. Saya mengajak para Romo dan seluruh umat Katolik KAS untuk bersama-sama meningkatkan rasa solidaritas, kepedulian, dan tanggungjawab sosial kita. Secara khusus saya memohon bantuan para Romo untuk mengajak umat beriman memaknai peristiwa ini dalam terang iman dan harapan.
Semoga Tuhan melindungi dan menjagai kita dari segala bahaya, serta melimpahkan rahmat kesehatan bagi kita semua. Doa saya selalu dan berkah Dalem.

Semarang, 19 Maret 2020

† Robertus Rubiyatmoko
Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang


DOA KOMUNI SPIRITUAL
Yesusku, aku percaya,
Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus.
Aku mencintai-Mu lebih dari segalanya,
dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam jiwaku.
Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi,
datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku.
Seolah-olah Engkau telah datang,
Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu;
jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin.

[Catatan editor: info mengenai Ekaristi live streaming dapat dilihat di sini]

Jadwal Misa Online Live Streaming Keuskupan Agung Semarang Prapaskah 2020

jadwal misa online live streaming

*Update Oktober 2020

Jadwal Misa Online Live Streaming Terbaru
1-31 Oktober 2020 Klik :

MISA HARIAN PAGI & SORE

MISA SABTU SORE & MINGGU

Untuk Misa Mingguan klik tombol di atas dan silahkan
scroll ke bawah sampai
setelah PENGUMUMAN 🙂

.

 Mungkin Anda Tertarik : 

Sejarah Singkat Doa Angelus

Kapan Doa Ratu Surga Boleh Didaraskan ?

.


SURAT EDARAN
KOMISI KOMUNIKASI SOSIAL

KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG

Nomor : 010/komsos.kas/III/2020
Perihal : Pemberitahuan Ekaristi Live Streaming

Para Rama dan seluruh Umat Katolik di seluruh Keuskupan Agung Semarang yang terkasih. Perkenankanlah kami, Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Semarang, menindaklanjuti Surat Gembala Mgr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Keuskupan Agung Semarang, nomor 0332/A/X/2—13 tertanggal 19 Maret 2020. Dalam Surat Gembala tersebut, Bapak Uskup menghendaki agar Perayaan Ekaristi disiarkan secara online. Oleh karena itu, kami memberikan informasi sebagai berikut:

1. Perayaan Ekaristi Live Streaming bersama Mgr. Robertus Rubiyatmoko diadakan pada hari Sabtu, 21 Maret 2020 pukul 17.00 WIB dan hari Minggu, 22 Maret 2020 pukul 08.00 WIB. Channel yang akan digunakan adalah https://www.youtube.com/user/komsoskas atau di http://bit.ly/2TZV4yq

2. Perayaan Ekaristi Jadwal Misa Online Live Streaming Sabtu dan Minggu, 28/29 Maret 2020:
Sabtu, 28 Maret 2020 :
a. Pukul 17.00 WIB Paroki Gondangwinangun Klaten dengan channel
http://bit.ly/399370k
b. Pukul 18.00 WIB Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Semarang dengan channel http://bit.ly/2Uhuj7D
Minggu 29 Maret 2020 :
a. Pukul 07.00 WIB Komsos Keuskupan Agung Semarang dengan channel https://www.youtube.com/user/komsoskas
b. Pukul 08.00 WIB Paroki Keluarga Kudus Atmodirono Semarang dengan channel
http://bit.ly/2U5VSlv
c. Pukul 09.00 WIB Paroki Maria Assumpta Klaten dengan channel http://bit.ly/38Z5enj
d. Pukul 18.00 WIB Komsos Keuskupan Agung Semarang dengan channel
https://www.youtube.com/user/komsoskas

     Kiranya, agenda Jadwal misa online live streaming yang telah kami siapkan ini bisa disebarluaskan kepada seluruh umat Katolik di seluruh wilayah Keuskupan Agung Semarang. Perayaan Ekaristi ini dalam koordinasi Keuskupan Agung Semarang, maka paroki-paroki hendaknya tidak mengadakan Live Streaming sendiri. Selain untuk menjaga kebersamaan dan kesatuan dalam doa, hal ini juga berkaitan dengan Internet Servis Provider atau penyedia jasa internet yang terbatas dan pasti banyak juga yang harus dilayani.

     Besar harapan kami, melalui bentuk pelayanan ini, umat semakin terbantu untuk mengalami perjumpaan dan kehadiran Kristus sendiri, sebab “Ia hadir dalam Korban Misa, baik dalam pribadi pelayan, karena yang sekarang mempersembahkan diri melalui pelayanan imam sama saja dengan Dia yang ketika itu mengorbankan Diri di kayu salib, maupun terutama dalam (kedua) rupa Ekaristi. Dengan kekuatan-Nya Ia hadir dalam Sakramen-sakramen sedemikian rupa, sehingga bila ada orang yang membabtis, Kristus sendirilah yang membabtis . Ia hadir dalam sabda-Nya, sebab Ia sendiri bersabda bila Kitab Suci dibacakan dalam Gereja. Akhirnya Ia hadir, sementara Gereja memohon dan bermazmur karena Ia sendiri berjanji: “bila dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, disitulah Aku berada diantara mereka” (Mat 18:28).

     Demikian informasi yang bisa kami sampaikan. Terima kasih dan Berkah Dalem.

Yogyakarta, 19 Maret 2020

 

Yustinus Slamet Witokaryono, Pr.
Ketua Komisi Komunikasi Sosial KAS


Jadwal Misa Live Streaming KAS Tambahan
Masa Prapaskah Maret 2020

1. Jadwal Misa Online Live Streaming KAS Sabtu dan Minggu, 21-22 Maret 2020:
Sabtu, 21 Maret 2020:
a. Pukul 17.00 WIB
Bersama Bapa Uskup Mgr. Robertus Rubiyatmoko, dengan channel https://www.youtube.com/user/komsoskas atau di http://bit.ly/2TZV4yq
b. Pukul 18.00 WIB
Paroki Kristus Raja Baciro dengan channel https://www.youtube.com/channel/UCtZOEAA3j3b6YeFURkCrBOQ
c. Pukul 16.00 WIB
Gereja Katedral Jakarta dengan channel https://www.youtube.com/channel/UCrp9wW8YF5VEb_7UeZx1DsQ

Minggu, 22 Maret 2020:
a. Pukul 08.00 WIB dan 19.00 WIB
Paroki Kristus Raja Baciro dengan channel https://www.youtube.com/channel/UCtZOEAA3j3b6YeFURkCrBOQ
b. Pukul 08.00 WIB
Bersama Bapa Uskup Mgr. Robertus Rubiyatmoko, dengan channel https://www.youtube.com/user/komsoskas atau di http://bit.ly/2TZV4yq
c. Pukul 09.00 WIB dan 17.00 WIB
Gereja Katedral Jakarta dengan channel https://www.youtube.com/channel/UCrp9wW8YF5VEb_7UeZx1DsQ

2. Jadwal Misa Online Live Streaming Sabtu dan Minggu, 28-29 Maret 2020:
Sabtu, 28 Maret 2020:
a. Pukul 17.00 WIB
Paroki Gondangwinangun Klaten dengan channel http://bit.ly/399370k
b. Pukul 18.00 WIB
Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Semarang dengan channel http://bit.ly/2Uhuj7D
c. Pukul 18.00 WIB
Paroki Kristus Raja Baciro dengan channel https://www.youtube.com/channel/UCtZOEAA3j3b6YeFURkCrBOQ
d. Pukul 16.00 WIB
Gereja Katedral Jakarta dengan channel https://www.youtube.com/channel/UCrp9wW8YF5VEb_7UeZx1DsQ

Minggu 29 Maret 2020:
a. Pukul 07.00 WIB dan 18.00 WIB
Komsos Keuskupan Agung Semarang dengan channel https://www.youtube.com/user/komsoskas
b. Pukul 08.00 WIB
Paroki Keluarga Kudus Atmodirono Semarang dengan channel http://bit.ly/2U5VSlv
c. Pukul 09.00 WIB
Paroki Maria Assumpta Klaten dengan channel http://bit.ly/38Z5enj
d. Pukul 08.00 WIB dan 19.00 WIB
Paroki Kristus Raja Baciro dengan channel https://www.youtube.com/channel/UCtZOEAA3j3b6YeFURkCrBOQ
e. Pukul 09.00 WIB dan 17.00 WIB
Gereja Katedral Jakarta dengan channel https://www.youtube.com/channel/UCrp9wW8YF5VEb_7UeZx1DsQ

Komsos Jetis Goes To Wonosari, Workshop Fotografi, Videografi & Website

Jam menunjukkan waktu pukul 09.30 WIB, kami berangkat dari paroki Jetis bersama-sama berempat orang. Di tengah perjalanan kami menjemput seorang kawan dari Komsos Babarsari.

St. Petrus Kanisius – Paroki Wonosari

Siang ini, sebanyak 35 anggota komunikasi sosial (komsos) Paroki di Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti workshop penulisan web, fotografi, dan videografi, yang diselenggarakan oleh Kevikepan DIY, Minggu (15/03/20). Kegiatan yang dilaksanakan di aula Ignatius Loyola Gereja Petrus Kanisius, Wonosari, Gunungkidul ini berlangsung dengan penuh keakraban.

Pemateri workshop, adalah Frans untuk pembuatan Web, Ery untuk materi fotografi, dan Sunu untuk materi videografi.

Dalam materi penulisan web, Frans menekankan fungsi web sebagai media pewartaan karya gereja. Sementara untuk kelas fotografi, Eri menekankan bagaimana membuat foto yang menarik dan etika peliputan. Sementara Sunu mengajarkan teknik- teknik pengambilan gambar via video dan editing singkat menggunakan telepon pintar (smartphone).

Frans – Website

 

Eri – Fotografi

 

Sunu – Videografi

Bapak Agustinus Suseno selaku wakil ketua Komsos Kevikepan DIY mengaku senang bahwa Komsos DIY bisa hadir mengisi pelatihan. Dan berharap pelatihan seperti ini bisa terus berlanjut ” jika ada yang membutuhkan pelatihan bisa menghubungi Kevikepan untuk nanti ditindaklanjuti” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan oleh salah satu peserta dari Wonosari, yang mengaku waktu yang tersedia sangat singkat. ” Materinya banyak, sayangnya waktu yang tersedia terbatas”, katanya lebih lanjut. Sementara itu, Ibu Sixsy dari paroki Petrus Kanisius – Wonosari mengaku senang dengan acara ini dan berharap dari pelatihan ini bisa mewujudkan keinginan hadirnya website milik paroki Petrus Kanisius.

Ibu Sixsy – Paroki Wonosari

Dari pelatihan singkat ini diharapkan para peserta dapat segera praktik melalui komunitas Komsos di Parokinya masing-masing. Kegiatan yang berlangsung dari jam 11.30 sampai 15.00 WIB tersebut diakhiri dengan foto bersama. Turut hadir dalam acara ini Romo Lukas Ivan Sanjaya Pr, selaku Ketua Komsos Kevikepan DIY.

 

Penulis : Wempi Gunarto

Foto : Vinsensius & Christina

DOWNLOAD FOTO-FOTO DISINI

You cannot copy content of this page