Renungan Mingguan 15 Maret 2020

Sabda Tuhan Hari Ini 15 Maret 2020, Yoh 4:5‐42

Mata air yang memancar sampai ke hidup yang kekal.

Sekali peristiwa sampailah Yesus ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar, dekat tanah yang dahulu diberikan Yakub kepada anaknya, Yusuf. Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira‐kira pukul dua belas. Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air.

Kata Yesus kepadanya, “Berilah Aku minum!” Sebab murid‐murid Yesus telah pergi membeli makanan. Maka kata perempuan Samaria itu kepada‐Nya, “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” Maklum orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria. Jawab Yesus kepadanya, “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapa Dia yang berkata kepadamu ‘Berilah Aku minum’ niscaya engkau telah meminta kepada‐Nya, dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”

Kata perempuan itu kepada‐Nya, “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan ia sendiri telah minum dari dalamnya, ia beserta anak‐anak dan ternaknya?”

Jawab Yesus kepadanya, “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi! Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama‐lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus‐menerus memancar sampai ke hidup yang kekal.” Kata perempuan itu kepada‐Nya, “Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus, dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba.”

Kata Yesus kepadanya, “Pergilah, panggillah suamimu dan datanglah ke sini.” Kata perempuan itu, “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya, “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, sebab engkau sudah mempunyai lima suami, dan yang sekarang ada padamu pun bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.”

Kata perempuan itu kepada Yesus, “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.” Kata Yesus kepadanya, “Percayalah kepada‐Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, tetapi kami menyembah yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.

Tetapi saatnya akan datang, dan sudah tiba sekarang, bahwa para penyembah yang benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran, sebab Bapa menghendaki penyembah‐penyembah yang demikian. Allah itu Roh, dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah‐Nya dalam roh dan kebenaran.” Jawab perempuan itu, “Aku tahu, bahwa Mesias, yang disebut juga Kristus, akan datang; apabila datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.” Kata Yesus kepadanya, “Akulah Dia, yang sedang bercakap-cakap dengan engkau!”

Pada waktu itu datanglah murid‐murid Yesus, dan mereka heran bahwa Yesus sedang bercakap‐cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tak seorang pun berkata, “Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?” Sementara itu perempuan tadi meninggalkan tempayannya di situ, lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang‐orang yang di situ, “Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia itu Kristus?” Maka mereka pun meninggalkan kota lalu datang kepada Yesus.

Sementara itu murid‐murid mengajak Yesus, katanya, “Rabi, makanlah!” Akan tetapi Yesus berkata kepada mereka, “Pada‐Ku ada makanan yang tidak kamu kenal.” Maka murid‐murid itu berkata seorang kepada yang lain, “Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada‐Nya untuk dimakan?”

Kata Yesus kepada mereka, “Makanan‐Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan‐Nya. Bukankah kamu mengatakan ‘Empat bulan lagi tibalah musim menuai’? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu, dan pandanglah ladang‐ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya, dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama‐sama bersukacita. Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa ‘Yang seorang menabur dan yang lain menuai’. Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan. Orang‐orang lain berusaha, dan kamu datang memetik hasil usaha mereka.”

Banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada Yesus karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi, “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.” Ketika orang‐orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada‐Nya, supaya Yesus tinggal pada mereka, dan Yesus pun tinggal di situ dua hari lamanya. Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan Yesus, dan mereka berkata kepada perempuan itu, “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Air adalah salah satu unsur semesta yang penting dan menjadi kebutuhan pokok manusia. Air menjadi simbol hidup. Ia menjadi simbol kebeningan dan kebersihan. Ia simbol kekuatan yang melepaskan dahaga.

Masalah air menjadi bencana kemanusiaan yang hebat. Kekurangan air bisa menjadi krisis ekonomi, sosial, dan politik, bahkan budaya dan religius. Orang Israel dalam perjalanan menuju tanah terjanji mengalami kekurangan air. Hal itu menyebabkan pertengkaran di antara mereka, dan Musa terpojok. Tuhan menolong mereka, sehingga dahaga mereka terpenuhi.

Dalam bacaan Injil, wanita yang menimba air di sumur Yakub, berjumpa dengan Yesus dan ia mengalami  perubahan pandangan: dari air yang menghidupkan badan dan bersifat sementara ke air yang menghidupkan jiwa untuk hidup kekal. Kristus memperkenalkan diri‐Nya sebagai mata air kehidupan kekal. Ia sumber kehidupan yang melimpah.

Air menjadi simbol spiritual yang penting bagi semua agama, terutama agama Kristen. Air baptis adalah simbol peralihan hidup kita, dari yang lama menuju yang baru. Kristus adalah sumber dan danau kehidupan yang siap melepaskan dahaga kita, membersihkan kita, mentransformasi dan menumbuhkan kembali hidup kita. Air adalah simbol kasih karunia ilahi yang dialirkan Roh Kudus dalam hati yang dahaga supaya kita berbuah lebat.

Tuhan, bantulah kami menjadi air kehidupan bagi sesama kami. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2020, OBOR Indonesia

Ingin Nikah Beda Agama di Gereja Katolik? Ini Syaratnya

nikah beda agama

Nikah beda agama dalam Katolik – Dengan semakin beragamnya masyarakat dunia saat ini, berdampak pada kompleksitas persoalan pernikahan. Tak jarang kita melihat, pacaran anak muda yang telah berlangsung lama berujung pada putusnya hubungan mana kala hendak berlanjut ke jenjang pernikahan, karena persoalan beda agama. Hal ini mengemuka dalam diskusi Lincak Alma yang digelar OMK Palma Jetis, Yogyakarta (08/03/2020).

Lincak Alma besutan OMK Palma Jetis ini sedari awal memang sudah terlihat spesial. Mulai dari topik yang diangkat yaitu Nikah Beda Agama, sampai dengan mendatangkan narasumber yang kompeten. Maka tidak heran jika acara ini diramaikan oleh sekitar 70-an orang yang bahkan tidak hanya beragama Katolik, namun dari berbagai lini kepercayaan. Kemungkinan besar karena menariknya tema yang diambil tersebut.

Romo Agustinus Tri Edi Warsono, Pr

Romo Agustinus Tri Edi Warsono, Pr, selaku pembicara, menegaskan pernikahan atau perkawinan dalam Gereja Katolik diatur dalam Kitab Hukum Kanonik (KHK) yang menjadi pegangan pelaksanaan pernikahan. Romo Tri menambahkan, menurut Gereja Katolik, pernikahan idealnya dilakukan oleh pasangan yang sama-sama sudah dibaptis secara Katolik (seiman) melalui sakramen pernikahan. Namun, dalam kenyataan sosial di tengah masyarakat yang kian beragam, pernikahan bisa saja dilakukan  antara orang Katolik dengan orang non-Katolik, yang dalam khasanah Gereja Katolik disebut sebagai pernikahan campur.

Nikah Beda Agama Menurut Agama Katolik

Pernikahan campur dibedakan menjadi dua, yakni pernikahan beda agama dan pernikahan beda gereja. Dalam hal pernikahan beda gereja, yakni antara orang Katolik dan anggota gereja lain, dianggap sah jika kedua pasangan telah dibaptis Trinitarian (dibaptis dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus). Untuk pernikahannya dinamakan pemberkatan pernikahan, diperlukan ijin dari otoritas gereja yang berwenang. Dalam hal ini uskup atau yang ditunjuk olehnya. Pernikahan beda gereja sah jika dilakukan di hadapan imam dan dua saksi.

Sedangkan pernikahan beda agama, yakni antara orang Katolik dan non-Katolik/Kristen, termasuk mereka yang mengikuti aliran kepercayaan dan juga yang menyatakan tidak beragama, dimungkinkan adanya dispensasi setelah memenuhi beberapa persyaratan.

Sesi tanya jawab dengan peserta

Persyaratan Dispensasi Nikah Dalam Katolik

Pernikahan beda agama bisa dilakukan setelah ada dispensasi dari romo vikep. Adapun dispensasi diberikan jika terpenuhi syarat-syarat sebagaimana dinyatakan dalam KHK, yakni :

  1. Pihak Katolik menyatakan bersedia menjauhkan bahaya meninggalkan iman serta memberi janji dengan jujur bahwa ia akan berbuat segala sesuatu dengan sekuat tenaga agar semua anaknya dibaptis dan dididik dalam Gereja Katolik
  2. Mengenai janji-janji yang harus dibuat oleh pihak Katolik itu pihak lain hendaknya diberi tahu pada waktunya, sedemikian jelas bahwa ia sungguh sadar akan janji dan kewajiban pihak Katolik.
  3. Kedua pihak hendaknya diberi penjelasan mengenai tujuan-tujuan serta sifat hakiki perkawinan, yang tidak boleh dikecualikan oleh seorang pun dari keduanya.
  4. Pernikahan beda agama dianggap sah jika dilakukan di hadapan romo dan dua orang saksi.

Memahami Nikah Beda Agama Dalam Gereja Katolik

Meski pernikahan campur dimungkinkan dalam Gereja katolik, namun romo Tri Edi mengingatkan pasangan beda agama yang akan menikah untuk memahami makna suci pernikahan. Terutama dalam Gereja Katolik, pernikahan bersifat monogami eksklusif dan tak terceraikan seumur hidup. “Jadi kalau masih pacaran beda agama ya silahkan, tapi kalau sudah memutuskan untuk menikah maka harus dipahami makna hakiki pernikahan”, ujar  romo yang menjabat sebagai Tribunal Keuskupan Agung Semarang ini.

Penyerahan Buah Tangan

Acara diakhiri sekitar pukul 21.30 WIB setelah sebelumnya berfoto dan berdoa bersama. Ikuti Lincak Alma Edisi selanjutnya yang lebih seru ya ! 😉

Foto-Foto Lincak Alma Edisi Maret 2020 :

Download disini

.

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

.

Reporter : Paulina Dita

Artikel : Wempi Gunarto

Fotografer : Silvester Angie

Editor : Frans

.

.

Bahan APP Remaja 3 – Panduan APP Remaja 2020 Keuskupan Semarang

bahan app remaja

KOMUNITAS REMAJA KATOLIK  … WOW

Tujuan:

  1. Peserta  menyadari keberadaan komunitas/ kelompok/ paguyubannya: kelebihan dan kekuarangannya
  2. Peserta semakin memahami  tugas perutusan komunitas/ kelompok/ paguyuban remaja Katolik
  3. Peserta terdorong untuk mengembangkan komunitas/ kelompok/ paguyubannya.

PEMBUKAAN

Lagu Pembuka : Nandur Rukun Sugih Sedulur

Cipt: V. Eka Mulyantari

Hari ini kita bersama
Satu hati satu tujuan
Persatuan kita wujudkan
Semangat Toleransi cinta damai

Pancasila jadi pedoman
Hidup rukun saling bergandengan
Menghormati sgala perbedaan
Walau berbeda tetap bersaudara

Angkat tanganmu beri salam perdamaian
Atur kakimu selaraskan langkah kita
Goyang badanmu walau beda tetap bersatu
Nandur Rukun bakale Sugih Sedulur.

Doa Pembuka

(†): Tanda Salib

Marilah berdoa:

Bapa yang penuh kasih, kami  bersyukur atas penyertaan-Mu sehingga kami dapat kembali berkumpul ditempat ini untuk bersama-sama belajar dan mendengarkan firman-Mu.  Pada masa pra-paskah ini, sambil bermatiraga  untuk pertobatan, kami ingin membahas perkembangan paguyuban/ komunitas kami, yakni komunitas Remaja Katolik.  Kami berterimakasih karena Engkau mengumpulkan kami  dalam komunitas/ paguyuban bersama sahabat-sahabat seiman.    Berkatilah komunitas/ paguyuban kami, semoga semakin berdaya guna. Dengan pengantaraan

Kristus, Tuhan kami yang berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa.

Amin

(†): Tanda Salib

Pengantar

Hal-hal pokok dalam pengantar ini dikembangkan lebih lanjut oleh Tim Pendamping.  

  •  Salam: Selamat pagi/ siang/ sore; Selamat Berjumpa; Berkah Dalem;
  • Menanyakan kabar peserta (secukupnya). Supaya lebih bersemangat, ketika ditanya apa kabar? anak-anak diminta membuat jawaaban yang tidak biasa, namun harus heboh … misalnya: Sip … sip … Luar Biasa !!!! …. Yes-yes … muantap benar … dll (seturut kreativitas anak bersama pendamping)
  • Masa pra-paskah adalah masa pertobatan bagi semua Orang Katolik. Siapa yang sudah mengaku dosa? … siapa yang tetap berpuasa dan berpantang? (pendamping mengingatkan laku keutaman selama masa pra-paskah  : memperbanyak doa, memperdalam iman, puasa dan berpantang serta berderma bagi yang membutuhkan)
  • Tema pertemuan APP  kali  ini adalah: Komunitas Remaja Katolik… wow. Kita semua tahu bahwa ada banyak kelompok/ komunitas bagi kaum remaja Katolik. Paguyuban kita adalah salah satu dari komunitas itu. Ada kelompok misdinar, ada kelompok PIR (Pendampingan Iman Remaja) ada yang namnay Rekat (remaja Katolik, ada paguyuban lektor remaja, dan lain-lain.
  • Pada pertemuan APP kali ini kita akan “melihat” keberadaan komunitas / paguyuban kita. Sebagai komunitas/ paguyuban kaum remaja Katolik tentunya ada hal-hal yang sama dengan paguyuban remaja lainnya, tetapi pastilah juga ada yang membuat komunitas/ paguyuban kita menjadi unik/ khas. Sebagai remaja Katolik, tidak dapat kita tinggalkan cirri kekatolikan dalam komunitas/ paguyuban kita. Semoga dengan pendalaman APP ini kita juga dapat mengembangkan komunitas/ paguyuban kita.
  • Tim Pendamping juga dapat sedikit berceritera pengalamannya ketika masih remaja dan terlibat dalam  kegiatan bersama kaum Remaja Katolik.

PENDALAMAN MATERI

Sharing Pengalaman “Kisah Seorang Remaja Katolik”  

Saya ikut terlibat dalam paguyuban  remaja katolik di lingkungan. Saya tinggal di lingkungan daerah pedesaan. Ada pertemuan lingkungan setiap malam sabtu. Kelompok kami tidak ada namanya. Disebut sebagai remaja katolik, begitu saja. Anggotanya tidak banyak ada 7 cewek dan 4 cowok. Kami ber 11 membuat group WA. Lebih sering kami  berkomunikasi di group itu.

Perjumpaan  saya dan teman-teman remaja katolik    terjadi  sebulan sekali. Kadangkali tanpa jadwal yang jelas. Rumah tinggal kami berjauhan, juga kesibukan sekolah kami berbeda-beda. Namun saat pertemuan lingkungan, yang malam sabtu itu, kami selalu berusaha ikut datang, disitu  saya  dapat berjumpa bukan hanya  dengan teman  sesama remaja tetapi juga dengan umat lingkungan lainnya.

Kami akan semakin  sering  berjumpa jika ada tugas yang dipercayakan kepada kami. Misalnya seperti tahun lalu, kami dipercaya jadi panitia natal lingkungan. Kami bekerjasama dengan beberapa orang tua merencanakan dan menyelenggarakan perayaan natal itu dengan meriah. Meskipun masih remaja, dengan dukungan beberapa orang tua kami  memberanikan diri  mengundang masyarakat sekitar. Ada bapak Kepala Dusun, tokoh masyarakat,  warga sekitar,  semua  berbeda keyakinan.    Kami  membuat hiburan sederhana dan juga  membagikan tanaman untuk penghijauan di rumah-rumah warga.

Saya dan teman-teman  juga pernah membuat  film sederhana dengan srana kamera yang kami pinjam. Film sederhana  tersebut berkisah tentang kehidupan lingkungan kami. Film sederhana itu lalu dilihat bersama-sama dengan umat lingkungan.

Tidak jarang kaum remaja di lingkungan  juga  diminta ikut mengisi pertemuan lingkungan, misalnya mengisi pertemuan Adven, BKSN, atau APP. Pada saat itulah, bersama teman-teman, saya mempersiapkan materi-materi pendalaman iman.

Sebagai kaum remaja yang tinggal ditengah masyarakat yang berbeda keyakinan,  saya dan teman-teman, saling mengingatkan untuk ikut membaur, terlibat, srawung memajukan kampung. Di kampung saya ada ungkapan yang ditulis di kalender yang dibuat para  pemuda: ‘yen ora gelem srawung, mantenmu bakale suwung”. Artinya kira-kira: kalau tidak mau srawung, nati kalau jadi pengantin tidak akan ada yang membantu … lucu kedengaranya, tapi ya itulah cara pemuda desa mengingatkan anggotanya untuk selalu bergaul satu dengan lainnya. Seringkali pertemuan kaum remaja di kampung saya di selenggarakan di masjid. Saya dan teman-teman yang katolik, ikut di situ, dan ikut menyumbangkan gagasan-gagasan. Belum lama ini gagasan kami diterima, yakni pembuatan taman di pinggir jalan kampung.

Memasuki masa pra-paskah menjadi saat bagi kami persiapan merayakan Paskah. Bersama dengan adik-adik PIA dan beberapa OMK, kami akan mengadakan kunjungan paskah ke keluarga-keluarga katolik di lingkungan kami.  Sudah beberapa  tahun ini acara Paskah di lingkungan  dirayakan  dengan kunjungan keluarga. Kata pendamping kami, kegiatan ini menjadi salah satu  cara  membangun tradisi kekatolikan, entah apa maksudnya, saya kurang  memahaminya.  Jadi menjelang Paskah  kami membuat jawal kunjungan. Jadwal itu dihaturkan kepada ketua lingkungan, yang kemudian meneruskannya ke keluarga-keluarga.

Kunjungan paskah itu dilaksanakan mulai hari senin setelah  Perayaan Hari  Minggu Paskah hingga hari kamis. Berlangsung setiap sore dari jam 16.00 – 19.00. Saat-saat paskahan bersamakeluarga itu menjadi saat yang menggembiarakan. Kami dapat saling berceritera, mendapat nasihat dari orang  tua yang dikunjungi, berdoa bersama, foto bersama dan yang jelas  ada makanan-makan yang kami nikmati. Adik-adik PIA, sebagaimana dulu ketika kami PIA juga mengalaminya,  mendapatkan “angpau”  dari para orang tua.  Bagi keluarga yang sedang mendapat jadwal dikunjungi ternyata paskahan keluarga ini sekaligus menjadi semacam kumpul bersama keluarga besarnya, juga tetangga-tetangga dekatnya lalu ikut datang berkunjung, menjadi seperti “open house”.

Saya senang bisa berkumpul dalam komunitas/ paguyuban remaja Katolik di lingkungan.

Sharing pengalaman dalam kelompok

Tim pendamping menfasilitasi perbincangan antar remaja untuk mendalami sharing “Kisah Seorang Remaja Katolik “ di atas. Para Remaja diminta duduk melingkar dalam kelompok-kelompok kecil (jumlah masing-masing kelompok menyesuaikan dengan remaja yang hadir). Pada masing-masing kelompok dibagikan kartu panduan pertanyaan untuk membantu pemicaraan dalam kelompok. Masing-masing  anak dalam kelompok diminta untuk secara bergantian menjawab pertanyaan.  

Kartu Panduan Pertanyaan:

  1. Apa kesan/ tanggapan/ komentar kamu atas sharing pengalaman di atas? Bagian mana yang mengesan bagi kamu? Mengapa?
  2. Hal-hal apa yang menyenangkan dalam  komunitas/ paguyuban kita? Berilah keterangan singkat
  3. Pengalaman berkesan dan menarik manakah yang pernah kamu alami bersama komunitas/ paguyuban kita ini?
  4. Apa yang dapat kita laksanakan secara konkret/ nyata untuk membuat komunitas/ paguyuban kita semakin  dirasakan/ berguna bagi orang lain?

Laporan pleno

Tim pendamping memberi kesempatan perwakilan kelompok membagikan pokok – pokok jawaban dari pertanyaan di atas. Pokok jawaban dipilih dari jawaban yang dipandang mewakili jawaban kelompok.  

Tim Pendamping memberikan tanggapan-tanggapan secukupnya. Semua jawaban hendaknya diapresiasi secara positif. Tim Pendamping juga boleh mensharingkan jawabannya/ pengalamannya sendiri secara singkat.  

Mengembangkan komunitas/ paguyuban

Komunitas/ paguyuban kita adalah komunitas/ paguyuban/ kelompok yang terdiri dari para remaja namun memiliki kekhasan, yakni bahwa kita semua pernah dibaptis menjadi orang Katolik. Dengan demikian, dalam komunitas/ paguyuban kita itu tidak dapat kita lepaskan suasana dunia remaja kita, yang ceria, pengin bebas, butuh tantangan dsb. Namun kita juga harus selalu ingat dan memperjuangkan terwujudnya nilai-nilai iman kristiani dalam kegiatan yang kita jalankan. Mari kita melihat dan berusaha mengembangkan komunitas/ paguyuban kita.

Tahun 2020 ini, bersama teman-teman remaja se Keuskupan Agung Semarang kita mengembangkan tema: “aku berkah kanggo kowe” (aku berkat bagi kamu). Bagaimana tema itu akan kita hidupi/ jalani dalam komunitas/ paguyuban kita?

Tim Pendamping memandu dan memfasilitasi para remaja untuk mengisi bagan dibawah ini.  

Nama Komunitas/Paguyuban/ Kelompok
Kegiatan pokok/ rutin
Jumlah anggota
3 hal positif dalam komunitas
3 hal negatif dalam komunitas
Kegiatan/ Program tahun2020 untuk mewujudkantema: “aku berkah kanggokowe”(aku berkat bagikamu

SABDA & DOA

Bacaan Kitab Suci: Lukas 15: 11 – 32

Perumpamaan tentang Anak yang Hilang

Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada  ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku.  Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu.  Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh , ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.

Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali,ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.  Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat. Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur,maka bapa  menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.

Renungan

Tim Pendamping  dapat menyampaikan pokok-pokok renungan  berikut  ini silahkan dikembangkan lebih lanjut.  

Kisah dalam Kitab Suci tersebut kiranya sudah tidak asing bagi kita. Ada bapa yang baik hati, ada anak sulung dan juga ada si bungsu yang pergi meninggalkan rumah tetapi lalu bertobat dan kembali bersatu dalam keluarga.

Tokoh-tokoh dalam kisah tersebut dapat menjadi cerminan kehidupan komunitas / paguyuban kita. Mari kita mencoba melihat diri kita masing-masing. Jika ditempatkan dalam kisah tersebut, dalam kehidupan konteks komunitas/ kelompok kita sekarang ini, kira-kira aku seperti tokoh yang mana?:  bapa? anak sulung? anak bungsu? … mengapa demikian? Silahkan dijawab masing-masing dalam hati.

Doa Umat

Tim Pendamping memimpin doa umat.

P  : Semoga Allah Bapa meneguhkan  komunitas/ paguyuban kita dengan berkat-Nya, sehingga  kita dimampukan  menjadi tanda kerahiman Allah di tengah masyarakat.

Kami mohon …..

U  : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

P  : Semoga Allah Bapa Yang Maha Rahim mengalirkan rahmat-Nya, menyembuhkan luka hati (iri) yang dialami setiap pribadi dalam komunitas kita ini, sehingga dapat saling memafkan, saling menyembuhkan, dan meneguhkan.

Kami mohon …..

U  : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

P  : Semoga Allah Bapa meneguhkan  komunitas atau paguyuban-paguyuban remaja katolik dimana saja dengan berkatNya sehingga mereka mampu menjadi tanda kehadiran Allah ditengah masyarakat.

Kami mohon

U  : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan

Hening sejenak menghaturkan doa-doa pribadi

Doa Bapa Kami  
(bersama-sama)

Kotak Dana APP
Kotak Derma APP diedarkan

PERUTUSAN DAN PENUTUP

Pengumuman

Tim Pendamping menyampaikan pengumuman-pengumuman sejauh dibutuhkan.   

Perutusan: Mempersiapkan Aksi Paskah.   

Tim Pendamping menyampaikan tugas perutusan sebagai berikut:  

  • Mempersiapkan rencana Aksi Paskah yang berguna  dari komunitas/ paguyuban remaja Katolik  bagi komunitas/ kelompok lain. Diusahakan bukan hanya acara perayaan Paskah khusus sesama remaja katolik. Misalnya membuataksi Paskah kunjungan lansia; aksi membersihkan sungai; mengunjungi orang sakit, dll.  
  • Membuat dokumentasi aksi Pakskah bagi sesama dan mengunggahnya  di media soial.   

Doa Penutup  

(†): Tanda Salib  

Marilah berdoa:

Bapa  kami bersyukur atas setiap perjumpaan yang boleh kami rasakan bersama ini. Terimakasih atas penyertaan-Mu sehingga kami  semakin menyadari komunitas/ paguyuban kami. Semoga kami dapat melaksanakan niat-niat baik kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.

Amin

(†): Tanda Salib  

 

Lagu Penutup : Jangan Lelah

Jangan Lelah  

Jangan lelah bekerja diladang-Nya Tuhan
Roh Kudus yang memberi kekuatan
Yang mengajar dan menopang  

Tiada lelah bekerja
Di ladang-Nya Tuhan
Yang selalu mencukupkan
Akan segalanya

Ratakan tanah bergelombang
Timbunlah tanah yang berlubang
Menjadi siap dibangun
Diatas dasar iman.

Bahan APP 3 – Panduan APP 2020 Keuskupan Semarang

bahan-app

BAHAN APP 3 – TERLIBAT MEMBANGUN KELUARGA DAN KOMUNITAS YANG MENYEMBUHKAN DAN MENEGUHKAN

Sasaran Pertemuan

Melalui pertemuan Ini, seluruh umat diajak untuk menyadari perutusan mewartakan belas kasih Allah dan menjadi perpanjangan tangan-Nya untuk menyampaikan berkat: menjadi penyembuh bagi yang sakit, penghibur bagi yang bersusah hati, penolong bagi yang menderita, dan meneguhkan bagi yang lemah. Dalam perutusan ini, umat diajak secara konkret untuk membangun keterbukaan satu sama lain, bertutur kata dan bersikap baik dan tulus, membiasakan diri membawa damai bagi yang lain, mengampuni dan merengkuh kerapuhan orang lain, dsb.

Lagu Pembuka

Tanda Salib dan Salam

P : Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus

U : Amin

P : Rahmat Tuhan Kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus, beserta kita

U : Sekarang dan selama-lamanya.

Pengantar

Bapak ibu dan saudara-saudara yang terkasih. Dalam pertemuan kali ini, kita akan merenungkan rahmat keselamatan Tuhan yang hadir di dalam keluarga dan komunitas kita. Keluarga atau komunitas merupakan tempat di mana kita dapat mengalami perjumpaan dengan sesama dalam ikatan kasih, menemukan wajah kerahiman Anah yang menyapa kita melalul orang-orang terdekat di sekitar kita. Meskipun demikian, tidak selalu mudah bagi kita untuk melihat bagaimana Allah yang hadir di tengah keluarga dan komunitas kita.

Terkadang kita dibutakan dengan berbagai macam kepentingan, keinginan, dan kesenangan yang temyata tidak menuntun kita untuk berjumpa dengan Allah. Sehingga karena keegoisan kitalah, keluarga dan komunitas kita menjadi tercerai berai dan kita sulit untuk mengalami kasih Allah yang menyelamatkan yang hadir di dalam keluarga dan komunitas kita. Padahal sejatinya keluarga maupun komunitas adalah tempat yang paling penting di mana kasih Allah yang menyelamatkan hadir begitu dekat dengan diri kita. Karena itulah mari kita bersama-sama kembali melihat, mensyukuri dan menghidupi rahmat kasih Allah yang menyelamatkan yang selalu hadir di datam keluarga dan komunitas kita.

Seruan Tobat

P : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah sumber keselamatan sejati yang datang dari Allah. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

P : Engkau menguatkan kami dan melindungi kami terhadap yang jahat. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

P : Engkau selalu menuntun kami kembali ketika kami jatuh dan tersesat. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

P : Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin.

Doa Pembuka  

Marilah kita berdoa (bersama-sama),

Allah yang penuh belas kasih, kami mengucap syukur atas kasih karunia yang selalu Engkau berikan di sepanjang hidup kami. Bimbinglah kami, supaya kami mampu untuk semakin setia dan mencintai keluarga dan komunitas kami. Karena kami percaya bahwa melalui keluarga dan komunitas ini Engkau sendiri berkenan hadir untuk memberkati dan menyelamatkan kami umat-Mu.

Bukalah diri kami sehingga di dalam kesempatan ini kami mampu untuk saling berbagi dan meneguhkan, serta menuntun kami semua untuk semakin menyadari dan mengalami karya keselamatan-Mu yang senantiasa hadir melalui orang-orang terdekat yang ada di sekitar kami. Demi Yesus Kristus, PutraMu, yang bersama Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, kini dan sepanjang masa.Amin.

Bacaan Kitab Suci

Pemandu dapat membacakan atau menunjuk salah satu umat yang hadir atau mengajak umat untuk bergiliran membacakan perikop Kitab Suci berikut:

Inilah Injil suci menurut Santo Lukas (Luk. 15:11-32)

Pada suatu hari, Yesus menyampaikan perumpamaan “Ada seorang mempunyai dua anak. Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.  Setelah dihabiskamya semuanya, timbulah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang bedimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa: jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa. Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.

Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakantah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya. Dan ambilah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.  Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. Jawab hamba itu:Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk, Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia. Kata ayahnya kepadanya: Anakku. engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali

Demikianlah injil Tuhan.

Terpujilah Kristus

Pendalaman Katekese

Dalam kesempatan ini, Pemandu menyampaikan beberapa gagasan pokok permenungan yang digali dariKitab Suci yang barus aja dibacakan.

  • Kekayaan yang diminta si anak bungsu merupakan bagian dari kekayaan keluarganya. Tentu saja meminta bagian atas harta kekayaan keluarga adalah hal yang wajar. Akan tetapi apa yang dilakukan si anak bungsu ini bukanlah hal yang tepat. Mengapa demikian? Pertama, keluarga tersebut masih memiliki kepala keluarga, yakni bapa dari kedua anak tersebut yang bahkan masih sanggup untuk mendampingi dan memimpin keluarga terseb Kedua, harta kekayaan yang didapatkan o!eh si anak bungsu tersebut hanya dihabiskan untuk berfoya-foya saja. Ketiga, berbicara soat kekayaan, tentunya tidak hanya dimaksudkan pada kekayaan materisaja. akan tetapi juga berkaitan dengan kekayaan nilai. Mari kita lihat kembali perikop di atas. Kekayaan yang dimiliki dalam keluarga tersebut tidak hanya sebatas kekayaan materi saja, akan tetapi juga terdapat banyak kekayaan nilai yang diberikan dalam keluarga. Pandangan si anak bungsu hanya tertuju pada materi yang dimiliki oleh keluarganya, padahal kekayaan lain yang nilainya lebih besar dari itu semua kita ketahui bersama terdapat pada teladan bapanya. Oleh karena keegoisannya hubungan di dalam keluarga tersebut menjadi rusak.  Akan tetapi pribadi bapa sungguh menjadi teladan kasih yang begitu besar dan nyata. Pribadi bapa sungguh mewujud nyatakan kasih Allah yang mampu menyelamatkan seluruh umat-Nya.

Sharing

(Pemandu dapat membimbing umat untuk merefleksikan pengalaman mereka. Kemudian dilanjutkan dengan sharing dari beberapa  umat.  Jika dianggap perlu, baik jika dibentuk kelompok yang beranggotakan 4-6 orang untukberbagi pengalaman.)

  1. Adakah hal-hal yang membuat saya merasa tidak nyaman berada di dalam keluarga ataukomunitas? Mengapa?
  2. Jika ada,apa yang sudah atau yang akan dilakukan bersama sebagai keluarga atau komunitas untuk membuat keluarga atau komundas menjadi lebih nyaman?
  3. Jika tidak ada, hal apa yang paling mengesan yang saya dapatkan di dalam keluarga atau komunitas yang sungguh membual saya merasakan keselamatan?
  4. Dan, sudahkah hal tersebutsaya bagikan?Bagaimana?

Doa Umat

Dalam doa umat ini, masing-masing umat yang hadir diminta untuk mendoakan orang yang ada di sebelah kanannya. Doa umat ditutup dengan doa “Bapa Kami“.

Tugas Pribadi

Setelah pertemuan III ini, Pemandu memberi tugas kepada seluruh umat agar tugas mendoakan orang yang ada di sebelah kanannya letap dilanjutkan selama satu minggu kedepan didalam doa harian. Baik bila pemandu meminta semua umat, setiap hari pada jam tertentu (misalnya jam 12 siang), saling mendoakan dari tempat masing-masing.

Doa Penutup

Marilah kita berdoa (bersama-sama).

Ya Allah yang penuh belas kasih, kami bersyukur kepada-Mu karena Yesus Kristus Putera-Mu Kau utus untuk menjadi Penyelamat kami. Tuntunlah kami agar kami sanggup untuk membangun keluarga dan komunitas kami yang saling ngrengkuh, nggemateni, dan meneguhkan satu sama lain. Semoga HatiMu yang senantiasa berkobar-kobar untuk mengasihi, juga mengobarkan hati kami dalam mengasihi supaya kami dapat menjadi saluran berkatMu di tengah keluarga dan komunitas kami. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

Lagu Penutup

Renungan Mingguan 8 Maret 2020

Sabda Tuhan Hari Ini 8 Maret 2020, Matius 17:1‐9

Wajah‐Nya bercahaya seperti Matahari.

Sekali peristiwa Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama‐sama mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah‐Nya bercahaya seperti matahari, dan pakaian‐Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Yesus. Kata Petrus kepada Yesus, “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”

Sementara Petrus berkata begitu, tiba‐tiba turunlah awan yang terang menaungi mereka, dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata, “Inilah Anak yang Kukasihi, kepada‐Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia!” Mendengar itu tersungkurlah murid‐murid Yesus dan mereka sangat ketakutan. Lalu Yesus datang kepada mereka. Ia menyentuh mereka sambil berkata, “Berdirilah, jangan takut!” Dan ketika mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorang pun kecuali Yesus seorang diri.

Pada waktu mereka turun dari gunung, Yesus berpesan kepada mereka, “Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorang pun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Tiga tema yang selalu dilang‐ulang dalam Kitab Suci, yaitu dipanggil ﴾vocatio﴿, hidup bersama/bersekutu ﴾communio﴿, dan diutus ﴾missio﴿. Semua tokoh besar dalam kisah keselamatan dalam Kitab Suci selalu berada dalam proses ini.

Abraham dalam bacaan pertama hari ini, dipanggil oleh Tuhan, untuk berada dalam naungan‐Nya, dan diutus. Ia dijanjikan tanah/negeri, keturunan, dan berkat. Ia menjadi tokoh iman. Demikian juga Timotius dalam bacaan kedua hari ini, dipanggil dan diutus oleh Tuhan untuk mewartakan Kabar Gembira supaya semua orang mendapat keselamatan dari Allah sendiri.

Hal yang sama dialami oleh Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Mereka dipanggil oleh Tuhan, untuk bersatu dengan‐Nya, dan kemudian harus diutus. Mereka diajak Yesus mendaki gunung ﴾panggilan﴿, lalu mengalami ke‐Allah‐an‐Nya dipuncak gunung ﴾persekutuan﴿, tetapi kemudian mereka harus turun gunung ﴾diutus﴿.

Bersatu dengan Tuhan dan mengalami penampakan diri Allah adalah pengalaman yang membahagiakan para murid tetapi tidak semua orang dapat mengalaminya.

Banyak bentuk dan jenis panggilan, persekutuan, dan perutusan sekarang ini, sayang tidak semuanya membahagiakan, malah menyesatkan, karena tidak bersumber pada kebenaran Allah. Wajah Allah yang bercahaya di puncak gunung adalah wajah Ilahi yang menghancurkan kepalsuan zaman ini yang sering penuh kebohongan.

Tuhan kiranya sinar wajah‐Mu menyinari kegelapan hati dan masyarakat kami, agar kami mampu melihat kebenaran dan mencari kebahagiaan sejati dan bukan kepalsuan hidup. Bantulah kami agar menjadi seperti Abraham dan para murid yang mendegar panggilan‐Mu, setia dalam persekutuan cinta‐Mu, dan berani diutus untuk mewartakan Injil‐Mu. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2020, OBOR Indonesia

Bahan APP Remaja 2 – Panduan APP Remaja 2020 Keuskupan Semarang

bahan app remaja

NEXT >>> Bahan APP Ke-3 Remaja

TIADA HARI TANPA BERSYUKUR

Tujuan:

  1. Peserta mampu mensharingkan pengalaman syukur dalam hidupnya
  2. Peserta menyadarai kebaikan dan anugerah Allah yang sedemikian banyak dicurahkan bagi manusia.
  3. Peserta membangun kebiasaan/ habitus berrefleksi

PEMBUKAAN

Lagu Pembuka : Bapa Engkau Sungguh baik

Bapa Engkau Sungguh Baik

Bapa Engkau sungguh baik
KasihMu melimpah di hidupku
Bapa ku berterima kasih
BerkatMu hari ini yang Kau sediakan bagiku

Ku naikkan syukur ku buat hari yang Kau b’ri
Tak habis-habisnya kasih dan rahmatMu
Selalu baru dan tak pernah terlambat pertolonganMu
Besar setiaMu di sepanjang hidup ku

Bapa Engkau sungguh baik
Kasih Mu melimpah di hidup ku
Bapa ku berterima kasih
Berkat Mu hari ini yang Kau sediakan bagi ku
Ku naikkan syukur ku buat hari yang Kau b’ri
Tak habis-habisnya kasih dan rahmat Mu
Selalu baru dan tak pernah…

Doa Pembuka

(†): Tanda Salib

Marilah berdoa:

Bapa di Surga,  kami bersyukur atas segala berkatMu yang melimpah Kau curahkan bagi kami. Engkau senantiasa mengasihi kami. Terutama dalam pengorbanan PuteraMu terkasih,  Tuhan kami Yesus Kristus, Engkau menyelamatkan dan menebus dosa-dosa kami. Saat ini kami berjumpa dan  berhimpun dalam pertemuan APP, di masa pra-paskah. Dampingilah kami, semoga dapat melaksanakan pertemuan dengan lancar dan bermakna. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami. Amin

Amin

(†): Tanda Salib

Pengantar

Hal-hal pokok dalam pengantar ini dikembangkan lebih lanjut oleh Tim Pendamping.   

  • Salam: Selamat pagi/ siang/ sore; Selamat Berjumpa; Berkah Dalem; Menanyakan kabar peserta (secukupnya). Supaya lebih bersemangat, ketika ditanya apa kabar? anak-anak diminta membuat jawaban yang tidak biasa, namun harus heboh … misalnya: Sip … sip … Luar Biasa !!!! …. Yes-yes … muantap benar … dll (seturut kreativitas anak bersama pendamping)
  • Kesepakatan agar pertemuan APP dapat berjalan lancar: (disepakati dengan anak-anak,  hal-hal yang boleh dikerjakan dan tidak boleh dijalankan selama kegiatan pendalaman APP, misalnya berkenaan dengan penggunaan gadged/ gawai)
  • Tema pertemuan kali ini adalah: “Tiada hari tanpa bersyukur”. Tema ini kita pilih untuk mengingatkan kita semua sebagai sahabat-sahabatNya Tuhan Yesus, bahwa selama  masa  Pra-paskah ini kita diajak untuk  belajar  semakin peka mengenali rahmat Tuhan yang diberikan kepada kita. Kita  melatih diri  dengan berpuasa, pantang, meningkatkan doa, maupun dengan berbagi derma untuk  semakin menyadari bahwa sebenarnya rahmat Tuhan tidak pernah berhenti dicurahkan bagi manusia. Masa pra-paskah ini dapat juga menjadi saat bagi kita semua untuk merefleksikan kehidupan kita: bagaimana kita selama ini menyadari rahmat Tuhan yang selalu dianugerahkan bagi kita.
  • Rahmat Tuhan yang tidak pernah berhenti dicurahkan bagi kita itu akan mudah kita kenali dan sadari  jika kita mempunyai waktu untuk hening dan berefleksi. Semoga dengan pertemuan APP ini kita juga terdorong untuk mempunyai kebiasaan hening dan berefleksi dalam hidup kita.
  • Kesadaran akan kasih Allah yang selalu baik bagi manusia, akan mendorong kita untuk juga selalu berbuat baik bagi siapapun. Untuk itu kita akan belajar dari kehidupan Santa Kateri Tekakwitha

PENDALAMAN MATERI

Kisah Santa Kateri Tekakwitha  

Tim Pendamping menyampaikan kisah berikut ini, atau dapat juga diperbanyak agar dibaca sendiri-sendiri oleh para remaja. Kisah Santa Kateri Tekakwitha ini dikisahkan kembali oleh Agustina Maria. Dikutip dari buku saku umat “Kisah Santo Santa – kumpulan narasi tentang kisah Santo Santa yang pendek, nge-pop, dan menarik. Buku disusun dan diterbitkan oleh Rumpun Beriman Dewan Pastoral Keuskupan Agung Semarang, tahun 2019.

MALAEKAT DI DADAKU

(Santa Kateri Tekakwitha)

Kateri namaku. Aku dilahirkan di desa Auriesville. Sebuah desa yang subur, tenang, dan damai. Desa itu sekarang bernama New York. Sebuah kota besar di negara Amerika Serikat.

Sudah sebulan aku tinggal bersama om dan tante. Hidup kami makin sulit, sejak ayahku tidak bekerja lagi. Selama ini aku merasa sepi dan terasing. Aku ingin pulang ke rumah.

Aku selesai membersihkan rumah. Tiba-tiba terdengar suara bel pintu. Aku berlari sambil membawa kunci gembok, “Ach…kalau di desa tak perlu pintu rumah digembok”. “Sore Tante,” sapaku

“Sore, apakah pekerjaan rumahmu sudah dikerjakan?” Tanya Tante Agnes

“Sudah Tante, ini baru selesai mengepel lantai” jawabku Tante Agnes masuk rumah. Tante menuju meja makan dan meletakkan makanan yang dibawanya.

“Makanlah ada kue  enak, setelah itu tolong antarkan roti ini pada nenek, yang tinggal di depan rumah kita!”

Halaman rumah nenek tidak terlalu luas. Halaman itu tampak terawat, bersih dan rapi. Aku memencet bel pintu. Tak lama keluarlah seorang wanita muda. Wanita itu yang menemani keseharian nenek.

“Mbak… saya, Kateri, keponakan bu Agnes. Ini ada roti untuk nenek.”

“Masuklah!” Mbak itu mengajakku masuk.

Di ruang tamu terlihat seorang nenek duduk di kursi roda. Nenek itu terlihat murung dan kurang semangat.

“Nek…ini ada roti dari bu Agnes,” kata si mbak. Nenek tersenyum. Ada kilat kegembiraan di mata dan keceriaan di wajah nenek, namun terlihat redup lagi.

“Sampaikan terima kasih nenek pada tantemu! Ternyata masih ada yang memperhatikan nenek,” kata nenek.

Kemudian nenek memintaku untuk bercerita tentang keluarga di desa. Beliau senang mendengarkan.

Nenek juga bercerita.

Saat ia masih tinggal di desa. Sesekali nenek menghela nafas dalam dan wajah kembali murung.

“Sekarang aku sudah tua dan lumpuh, tidak berguna pula,” gumam nenek.

“Tapi kita tetap harus tabah dan semangat!” nenek tiba-tiba berbicara penuh semangat.

Ucapan nenek membuat rasa kangen pada desaku terobati.

Aku segera pamit pulang, mungkin tante Agnes cemas menungguku.

“Nek, aku harus pulang. Terima kasih yaa..nek karena telah memberiku semangat. Aku ingin selalu pulang ke rumah. Tidak betah tinggal di kota.

Setelah aku mendengar. Nenek mengatakan, “Kita harus selalu tabah!”

Aku menjadi kuat lagi. Aku ingin bertahan di kota ini. Aku ingin mencapai cita-citaku.”

Tiba-tiba wajah nenek bersinar, ada kebahagiaan dan keharuan. Tak terasa air matanya mengalir.

“Neneklah yang musti berterima kasih. Ternyata nenek masih bisa bermanfaat bagi orang lain,” kata nenek sambil memegang tanganku.

“Kateri, kita sama-sama berjuang! Nenek akan berjuang melawan penyakit! Kamu pun harus berjuang untuk meraih cita-citamu di kota ini!

Datanglah ke sini kapan saja kamu mau!” kata nenek.

Aku menghapus air mataku, beban serasa sudah berkurang.

“Siti, tolong dorong kursi ini! Nenek mau mengantar Kateri ke depan!”

Nenek memanggil pembantunya. Dalam sekejap mbak Siti sudah muncul.

“Wah…kemajuan sekali. Nenek mau mengantar Kateri ke rumahnya?

Sudah lama kita tidak jalan-jalan ke luar,” kata mbak Siti

“Sampai di depan sajalah, besok kita mulai jalan-jalan lagi!” kata nenek

“Terima  kasih yaa..neng Kateri, sudah memberi semangat nenek,” kata mbak Siti dengan wajah ceria dan penuh semangat.

“Neneklah, yang memberi semangat aku, Mbak,”

Perjalanan pulang, aku merasa aneh. Perjumpaan dengan nenek, membuat semangatku hidup. Begitu pula nenek. Mbak Siti pun juga ceria.

Semua ini berawal dari kebaikan hati tante Agnes. Yang ingin memberikan sedikit perhatian pada tetangga. Aku tidak lagi berpikir ingin selalu pulang ke desa. Aku merasa bersyukur. Karna aku dirawat

om Made dan tante Agnes yang baik hati. Aku juga memiliki kawan.

Seorang nenek yang bersemangat ingin sembuh dari sakit.

Sharing pengalaman dalam kelompok

Tim pendamping menfasilitasi perbincangan antar remaja untuk mendalami kisah Santa Kateri Tekakwitha. Para Remaja diminta duduk melingkar dalam kelompok-kelompok kecil (jumlah masing-masing kelompok menyesuaikan dengan remaja yang hadir). Pada masing-masing kelompok dibagikan kartu panduan pertanyaan untuk membantu pemicaraan dalam kelompok. Masing-masing anak dalam kelompok diminta untuk secara bergantian menjawab pertanyaan.  

Kartu Panduan Pertanyaan:

  1. Apa kesan kamu  setelah mendengar/ membaca sepenggal  kisah kehidupan Santa Kateri Tekakwitha? Menurut kamu mengapa kisah tersebut diberi judul: Malaikat di dadaku?
  2. Pada bagian akhir kisah disebutkan bahwa Santa Kateri Tekakwitha merasa bersyukur. Mengapa dia merasa bersyukur?
  3. Dari pengalaman kamu: hal-hal apa yang membuatmu jadi mudah mengungkapkan rasa syukur? Berilah contoh!

Laporan pleno

Tim pendamping memberi kesempatan perwakilan kelompok membagikan pokok–pokok jawaban dari pertanyaan di atas. Pokok jawaban dipilih dari jawaban yang dipandang mewakili jawaban kelompok.  Tim Pendamping memberikan tanggapan-tanggapan secukupnya. Semua jawaban hendaknya diapresiasi secara positif. Tim Pendamping juga boleh mensharingkan jawabannya/ pengalamannya sendiri secara singkat.

Belajar menulis refleksi

Setelah mendengarkan laporan pleno dan memberikan tanggapan secukupnya, serta mengapresiasi  secara positif jawaban-jawaban dari para remaja kemudian Tim Pendamping mengkondisikan para remaja untuk berlatih menulis refleksi sederhana.  

  • Duduk bersila dengan  baik, tanpa saling bersinggungan satu dengan lainnya ·
  • Mempersipakan alat tulis: kertas dan pena, diletakkan di dekat dirinya namun jangan sampai mengganggu proses hening. Jika tidak menggunakan alat tulis dapat juga memanfaatkan gadged masing-masing, dengan kesepakatan yang agak ketat agar dalam proses ini hanya digunakan untuk menulis refleksi bukan digunakan untuk hal lainnya.
  • Langkah-langkah hening dan menulis refleksi berikut ini, hanyalah contoh. Tim Pendamping silahkan membuat cara yang lebih mengena  bagi kaum remaja, disesuaikan dengan tempat, waktu, dan suasana pertemuan. Dapat juga dijalankan dengan sarana music kontemplatif atau mendaraskan lagu-lagu yang mengantar ke keheningan.

Marilah kita mengkondisikan diri untuk tenang, kita duduk bersila dengan baik, konsentrasi pada diri kita masing-masing tanpa menggangu satu dengan yang lain ….

Perlahan-lahan mata kita pejamkan …..

Kita membuat tanda salib: (+) Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh

Kudus

Tuhan Yesus yang baik … kami akan berlatih menulis refleksi, dampingilah proses latihan kami, bantulah kami menjadi remaja katolik yang mampu mengembangkan daya reflektif kami, sehingga hidup kami senantiasa berkembang menuju kebaikan. Bantulah pula kami selalu bisa melihat kebaikan-kebaikan, anugerahMu bagi yang kami alami dalam kehidupan kami ….

Kita hening …. Semakin tenang …. Masuk dalam suasana keheningan ….

Kita tata posisi duduk kita … kita sadari … biarlah kita duduk bersila dengan tenang …. Mata tetap terpejam …. Kita konsentrasi ke dalam diri kita masing-masing …. Bagi yang merasa terganggu untuk memusatkan perhatian … silahkan bisa membayangkan Salib Tuhan dan terus kita focus pada bayangan salib itu … atau dapat juga kita lekatkan ujung jari telunjuk dengan ujung ibu jari kita … kita rasakan denyut nadi di situ … kita hening … dan semakin hening ……

Perlahan-lahan kita atur dan sadari pola pernafasan kita …. Silahkan masing-masing menyadari … saat-saat menghirup udara lewat hidung …. Sejenak kita tahan …. Kita hembuskan perlahan-lahan … kita ulangi lagi …. Tarik nafas …. Tahan …. Hembuskan perlahan-lahan … kita ulang sendiri-sendiri sampai kita merasakan aliran pernafasan kita …. Dan skarang … setiap kali menghembuskan nafas … doakanlah di dalam hati …. Tuhan terimakasih  …. Demikian kita ulang  …  tarik nafas …. Tahan sebentar …. Hembusan perlahan-lahan dan doakan dalam hati :

Tuhan terimakasih …. Biarlah ungkapan Tuhan terimakasih semakin mengalir dalam diri kita … kita bersyukur sebab dapat menikmati pernafasan dengan baik … inilah rahmat Tuhan …  nikmatnya karunia Tuhan…. Tuhan terimakasih, Tuhan kami bersyukur ….….

Sambil terus merasakan syukur atas pernafasan yang baik … kita tetap hening … kita mengingat-ingat pengalaman-pengalaman kebaikan Tuhan dalam hidup kita: … silahkan dalam keheningan ini, mengingat-ingat kebaikan Tuhan dalam hidup kita masing-masing …. (diberi waktu yang cukup agar para remaja hening dan mengingat-ingat pengalamannya) …. Setiap kali kita menemukan pengalaman rahmat Tuhan, sampaikan dalam hati: Tuhan aku bersyukur ……..

(setelah dianggap cukup) … marilah sekarang kita perlahan-lahan membuka mata kita, mengambil alat tulis … kemudian menuliskan pengalaman syukur yang kita temukan dalam proses keheningan tadi:

  • Pengalaman tentang apa? Kapan terjadinya? Dimana? Ceriterakanlah agak terperinci
  • Kutipan ayat Kitab Suci atau kata-kata bijak yang  sesuai dengan pengalaman tersebut.
  • Apa pelajaran iman yang dapat kamu ambil/ petik/ simpulkan dari pengalaman itu

Tim pendamping memberikan kesempatan para remaja menuliskan refleksinya. Tim Pendamping juga ikut menulis refleksi sebagai teladan bagi para remaja.  

SABDA & DOA

Bacaan Kitab Suci: Mazmur 30: 1-10  

Nyanyian untuk pentahbisan Bait Suci dari Daud.

Aku  akan memuji Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak memberi musuh-musuhku bersukacita atas aku.

Tuhan, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku.

Tuhan, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur.  Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus! Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.

Dalam kesenanganku aku berkata : “Aku takkan goyah untuk selama-lamanya!”

Tuhan, oleh karena Engkau berkenan, Engkau telah menempatkan aku di atas gunung yang kokoh; ketika Engkau menyembunyikan wajah-Mu, aku terkejut.

Kepada-Mu, ya Tuhan, aku berseru, dan kepada Tuhanku aku memohon: ”Apakah untungnya kalau darahku tertumpah, kalau aku turun ke dalam lobang kubur? Dapatkah debu bersyukur kepada-Mu dan memberitakan kesetiaan-Mu?

Renungan, Input dan Sharing dari Tim Pendamping

Tim Pendamping memberikan renungan. Pokok-pokok renungan di bawah ini silahkan dikembangkan lebih lanjut sesuai pengalaman masing-masing:

  • Bacaan Kitab Suci dari Kitab Mazmur yang telah kita baca bersama, mengajak kita semua untuk selalur bersyukur atas apa yang telah Tuhan anugerahkan dalam kehidupan kita. Pemazmur mencoba menunjukkan kebaikan-kebaikan Tuhan yang tiada habisnya, misalnya dikatakan “Engkau telah menyembuhkan aku”, “Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur”, dan sebagainya. Petikan perikop tersebut ingin mengajak kita untuk kembali merasakan dan melihat betapa baik-Nya Tuhan untuk kita umat-Nya. Tuhan tak akan pernah meninggalkan kita dan justru memberikan rahmat yang baik untuk kehidupan kita.
  • Masa Pra-paskah adalah masa yang sangat baik bagi kita untuk merenungkan segala kebaikan Allah kepada kita. Kita percaya bahwa dalam segala pengalaman yang kita alami, baik pengalaman yang menyenangkan atau pun yang kurang menyenangkan, Tuhan tidak pernah lupa memberikan rahmatNya bagi kita. Kita diberikan orang tua yang baik, teman-teman yang saling mendukung, mendapatkan kesehatan, kenikmatan udara, pemandangan yang indah, dan masih banyak hal lain lagi, seperti yang tadi kita tuliskan dalam refleksi kita

Doa Umat

Tim Pendamping memimpin doa umat.

P  : Ya Tuhan, kami bersyukur atas segala kebaikan yang Engkau anugerahkan bagi kami. Pada pertemuan APP ini, kami diingatkan atas segala rahmat yang senantiasa Engkau karuniakan bagi  kami. Ajarilah dan dampingilah kami, supaya dapat  selalu bersyukur atas karunia rahmat-Mu.  Marilah kita berseru:

U  : Rahmat Tuhan selalu cukup bagiku

P  : Kami berdoa untuk semua orang yang terlibat dalam mengembangkan iman kami, terutama para pendamping  iman kami, berikanlah mereka kesehatan, keselamatan, dan juga kebahagiaan. Marilah berseru:

U  : Rahmat Tuhan selalu cukup bagiku

P  : Ya Tuhan, berkatilah pula teman-teman kami yang pada saat ini tidak dapat berkumpul  bersama kami di sini. Semoga masa  pra-paskah menggungah semangat teman-teman untuk dapat bersyukur atas segala rahmat yang mereka rasakan. Sehingga mereka semakin pantas menyambut perayaan Paskah mulia .Marilah kita berseru:

U  : Rahmat Tuhan selalu cukup bagiku

Hening sejenak menghaturkan doa-doa pribadi

Doa Bapa Kami  

(bersama-sama)

Kotak Dana APP

Kotak Derma APP diedarkan 

PERUTUSAN DAN PENUTUP

Pengumuman

Tim Pendamping menyampaikan pengumuman-pengumuman sejauh dibutuhkan.  

Perutusan: Ikut Berdoa Syukur dalam Pertemuan APP lingkungan.   

Tim Pendamping menyampaikan tugas perutusan kepada para remaja, sebagai berikut:

  • Membiaskan membuat refleksi harian. Dapat ditulis di buku harian atau disarana gadgednya.
  • Membuat quote / kata-kata bijak, hasil permenungan dan refleksi pribadi dan kemudian mengunggah di sosial media yang dimiliki, misalnya di status WA, twitter dan semacamnya.

Doa Penutup

(†): Tanda Salib

Marilah berdoa:

Ya Bapa, kami berterimakasih karena Engkau telah memberkati pertemuan APP ini dari awal hingga akhir. Ajarilah kami untuk membiasakan diri mengucap syukur kepada-Mu atas apa yang telah Engkau berikan pada kami.  Berkatilah niat kami, untuk membiasakan membuat refleksi serta menggunakan media sosial sebagai saran mewartakan kebaikan.  Bapa sebentar lagi kami akan pulang, kiranya Engkau memberkati perjalanan kami agar selamat dan bertemu keluarga di rumah kami masing-masing. Semua ini kami haturkan kepada-Mu, demi Kristus Tuhan kami.Amin

(†): Tanda Salib

Lagu Penutup : Persembahan hati  

Lagu & syair: Natalis Natalianto – Arsm: L. Putut Pudyantoro

Allah Bapa sungguh besar kasihMu
Engkau selalu hadir dalam setiap langkahku
Sungguh indah ku menjadi anakMu
hidup dalam kasihMu, kasih yang tak ternilai
Tak sanggup aku membalas kasihMu,
hanya ini Bapa yang ku bisa
Bapa, trimalah persembahan hatiku,
nyanyian pujian kepadaMu
Ini diriku jadikanlah alatMu,
trimalah Bapa persembahan hati..

Bahan APP 2 – Panduan APP 2020 Keuskupan Semarang

bahan-app

NEXT >>> Bahan APP Ke-3 Dewasa

BAHAN APP 2 – RAHMAT TUHAN CUKUP BAGIKU

Sasaran Pertemuan

Melalui pertemuan ini, seluruh umat diajak untuk belajar mengembangkan kemampuan Appreciative Inquiry yakni kemampuan untuk melihat sisi baik dari sesuatu atau seseorang agar dapat berkembang ke arah yang lebih baik. Oleh karena itu, secara khusus, dalam pertemuan ini, seluruh umat diajak untuk mensyukuri jejak rahmat dan karya keselamatan Tuhan dalam hidup masing-masing.

Lagu Pembuka

Tanda Salib dan Salam

P : Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus

U : Amin

P : Rahmat Tuhan Kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus, beserta kita

U : Sekarang dan selama-lamanya.

Pengantar

Bapak-ibu dan saudara-saudari yang terkasih,

Rahmat Tuhan begitu besar dalam hidup kita. Sebagai manusia, kita tidak bisa menghitung betapa banyaknya rahmat yang telah kita terima dari Tuhan. Kesempatan untuk benapas dengan udara yang segar di setiap paginya, kesempatan untuk menyapa orang-orang yang kita cintai melalui sapaan hangat atau pesan singkat via whatsapp, menikmati makanan yang lezat di setiap harinya adalah contoh-contoh rahmat sederhana yang dapat kita rasakan setiap harinya. Kesempatan tersebut diberikan Tuhan dengan cuma-cuma. Tuhan tidak meminta imbalan atas apa yang telah diberikannya.  Namun, selama ini, apakah kita telah mensyukuri rahmat yang telah diberikan oleh Tuhan? Atau kita masih kurang tanggap dan hanya sebatas menikmati saia? Mari berefleksi bersama hidup kita, dan dengan rendah hati mengakui dan menyesali kerapuhan dan dosa-dosa kita.

Seruan Tobat

Ulangan : Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.

P : Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan, dan aku mengeluh sepanjang hari.

U : Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.

P : Aku mengakui dosaku di hadapan-Mu. Tuhan dan kesalahanku tidak kusembunyikan.

U : Berbahagialah orang bila dosanya diampuni

P : Nasib orang berdosa sengsara belaka, telapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.

U : Berbahagilah orang bila dosanya diampuni.

P : Semoga Alah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan menghantar kita kehidupyang kekal.

U : Amin.

Doa Pembuka

Marilah kita berdoa (bersama-sama),

Allah Bapa yang penuh kemurahan, Engkau senantiasa mencukupkan hidup kami dengan kelimpahan kasih dan rahmatMu. Kami bersyukur karena Engkau telah begitu mengasihi kami dengan cuma-cuma. Maka, ajarilah kami untuk selalu bisa bersyukur dan belajar menebarkan kasih dengan ketulusan bagi sesama kami setiap hari. Demi Yesus Kristus Putera-Mu, yang bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.

Amin.

Bacaan Kitab Suci

Pemandu dapat membacakan atau menunjuk salah satu umat yang hadir atau mengajak umat untuk bergiliran membacakan perikop Kitab Suci berikut.

Pembacaan Kitab suci diambil dari Mazmur 30 :1-10

Aku akan memuji Engkau, ya TUHAN, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak memberi musuh-musuhku bersukacita atas aku. TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku.

TUHAN, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur. Nyanyikanlah mazmur bagi TUHAN, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus! Sebab sesaat saja la murka, tetapi seumur hidup la murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai. Dalam kesenanganku aku berkata: “Aku takkan goyah untuk selama-lamanya!’ TUHAN, oleh karena Engkau berkenan, Engkau telah menempatkan aku di atas gunung yang kokoh; ketika Engkau menyembunyikan wajah-Mu, aku terkejut, Kepada-Mu, ya TUHAN, aku berseru, dan kepada Tuhanku aku memohon: “Apakah untungnya kalau darahku tertumpah. kalau aku turun ke dalam lobang kubur? Dapatkah debu bersyukur kepada-Mu dan membentakan kesetiaan-Mu? Dengarlah, TUHAN, dan kasihanilah aku. TUHAN, jadilah penolongku

Demikianlah Sabda Tuhan.

Syukur kepada Allah.

Pendalaman Katekese

Dalam kesempatan ini, Pemandu menyampaikan beberapa gagasan pokok perenungan yang digali dari Kitab Suci yang baru saja dibacakan.

  • Perikop yang baru saja dibacakan adalah mazmur nyanyian dari Daud untuk pentahbisan Bait Suci. Melaluinyanyian mazmur ini, kta tahu bahwa Daud dahulu pemah mengalami sakit berat yang hampir merenggut nyawanya.  Namun di saat yang sama, nyanyian marmur ini juga mengungkapkan rasa syukur Daud oleh karena Tuhan lelah menyembuhkannya. Oleh karena itu, melalui mazmur ini, setiap orang diajak untuk belaku mensyukuri segala sesuatu yang telah Tuhan anugerahkan dalam hidup.
  • Fokus Daud tidak lagi ditujukan kepada penyakitnya, tetapi kepada TUHAN. Hal itu ia ungkapkan dengan mengatakan, “Engkau telah menarikaku ke atas (2). ‘Engkau telah menyembuhkan aku” (3). ‘Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku. (4). Daud sadar betul siapa yang telah menyembuhkannya. Karena itu, ia membangun komitmen dalam dirinya untuk memuji TUHAN dan juga mengajak umat-Nya untuk menaikkan nyanyian pujian bagi TUHAN (4). Seorang raja yang paling berkuasa tidak berdaya takala penyakit datang menyerangnya. Namun, TUHAN telah menjadi penolong yang menyembuhkan.
  • Penyakit memang bisa datang kapan saja dan tidak pilih kasih. Setiap orang bisa dibuatnya tidak berdaya. Yang kuat menjadi lemah seketika, yang kaya menjadi miskin dalam sekejap, dan lainnya. Dalam keadaan demikian ke manakah kita mencari pertolongan? Melalui pengalaman hidupnya, Daud meyakinkan kita bahwa satu-satunya penolong hanyalah Tuhan. Allah bukan hanya memberikan kesembuhan, tetapijuga mengobarkan kembali semangat yang telah padam dan memberikan harapan baru. Daud berkata, ‘Aku yang meratap telah Kau ubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kau buka, pinggangku Kau ikat dengan sukacita….’
  • Apa yang Tuhan berikan itu GRATIS, TANPA BAYAR. Kita pasti suka dengan hal-hal yang berbau gratis. Kita bisa mendapatkan sesualu tanpa mengeluarkan uang selembarpun. Tuhan memberikan anugerah yang selalu baik untuk semua orang tanpa dipungut biaya. Kita sebagai ciptaan tinggal menerima dan mensyukuri. Namunlah, sesuatu yang dibilang gratis ini malah dilupakan oleh kita. Kila terlalu sibuk memikirkan diri sendiri tanpa melihal tangan Tuhan yang selalu menjamah kita. Kita kurang peka akan anugerah Tuhan yang tidak bisa dibayar dengan uang.
  • Mengapa kita kurang peka akan jamahan Tuhan dan kurang bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh Tuhan? Karena kita belum menyempatkan diriuntuk menyapanya dalam doa. Kita masih sibuk ber-whatsapp ria padahal sudah waktunya berdoa angelus. Kita masih sibuk bermain game online padahal seharusnya kita bisa berangkat ke misa arwah di lingkungan. Kesibukan kita, keegoisan kita mampu membuat kita tidak bisa melihat karunia yang Tuhan berikan di dalam hidup kita. Hati kita masih tertutup rasa marah kelika apa yang ada di hadapan kita sungguh mengecewakan kita sementara dari balik peristiwa yang kita alami, Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang indah pada waktunya

Sharing KiTuKiHi (Kisah Tuhan Kisah Hidupku)

P Bapak, Ibu, dan Saudari-saudara terkasih, Di dalam Bab IV Seruan Apostolik Christus (25 Maret 2019). Paus Fransiskus menyampaikan dan menegaskan beberapa pesan luhur bagi seluruh orang muda (juga kita semua). Pesan yang pertama ia sampaikan adalah ‘Allah mengasihi kamu dengan kasih yang tanpa batas”. Kasih Allah ada setiap hari, bijaksana dan menghargai, membebaskan dan menghargai, memberi kesempatan baru dan bukan justru menghakimi. Pesan kedua adalah ‘Kristus menyelamatkanmu. Apa pun yang kita lakukan, Kristus telah dan akan tetap mengasihi dan menyelamatkan kita. Selanjutnya, pesan yang ketiga adalah “Kristus hidup”, la benar-benar hadir dan menyertai hidup kita seperti yang pernah disabdakanNya dalam Mat 28:20: “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”. Kita pantas bersyukur atas segala yang la kerjakan bagi kita dan bolehlah kita belajar terbuka akan rahmat kasih Allah sedemikan hingga kisah hidupku sungguh menampakkan kisah Tuhan sendiri yang telibat dalam hidup kita. Oleh karena itu, pada kesempatan ini, saya memberi kesempatan bagi seluruh umat untuk dapat saling mensharingkan pengalaman hidup masing-masing dengan pertanyaan panduan berikut:

Bagaimanakah kisah kasih Tuhan kualami dalam hidupku? Satu hal apakah yang paling aku syukuri sebagai wujud belas kasih Tuhan kepadaku?

Dengan pertanyaan tersebut. umat diberi kesempatan untuk mensharingkan pengalaman dan refleksi hidupnya.

Tugas Pribadi

Setetah pertemuan II ini, Pemandu memberi tugas kepada seluruh umat agar setiap hari tidak lupa untuk mengucap syukur kepada Tuhan atas anugerah yang diterima. Umat diajak untuk mensyukuri bahwa Tuhan menyertai dan terlibat dalam pergulatan hidup harian umat. Mari belajar melihat kisah Tuhan dalam kisah hidup harianku.

Doa Penutup

Marilah kita berdoa (bersama-sama),

Allah Bapa yang maha kuasa, kami bersyukur kepada-Mu atas segala rahmat dan kasih yang Engkau limpahkan kepada kami. Terlebih pada masa prapaskah inl, kami bersyukur karena pengurbanan hidup PutraMu bagi kami yang tak pantas Engkau kasihi karena dosa-dosa kami. Bantulah kami selalu untuk menyadari betapa Engkau mengasihi kami dengan kasih yang tanpa batas supaya kami dapat bangkit dari segala kerapuhan dan kelemahan kami. Semoga dalam rasa syukur ini, kami lebih sungguh dapat mengusahakan pertobatan yang sejati dalam masa prapaskah ini dan semakin layak untuk merayakan puncak kasih-Mu dalam perayaan Paskah nanti. Semua ini kami hunjukkan kepadaMu dengan pengantaraan Yesus Kristus, yang bersama Dikau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa , Allah, kini dan sepanjang masa. Amin.

Lagu Penutup

Renungan Mingguan 1 Maret 2020

jadwal ibadat jalan salib jogja

Sabda Tuhan Hari Ini 1 Maret 2020, Matius 4:1‐11

Yesus berpuasa selama empat puluh hari, dan dicobai Iblis.

Sekali peristiwa Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun supaya dicobai Iblis. Setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada‐Nya, “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu‐batu ini menjadi roti.” Tetapi Yesus menjawab, “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”

Kemudian Iblis membawa Yesus ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah. Lalu Iblis berkata kepada‐Nya, “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri‐Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat‐malaikat‐Nya, dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki‐Mu jangan terantuk kepada batu.” Yesus berkata kepadanya, “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”

Lalu Iblis membawa Yesus ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada‐Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya. Iblis berkata kepada‐Nya, “Semua itu akan kuberikan kepada‐Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” Maka berkatalah Yesus kepadanya, “Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Lalu Iblis meninggalkan Yesus, dan lihatlah, malaikat‐malaikat datang melayani Dia.

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Kisah Lewi yang meninggalkan rumah cukai untuk mengikuti Yesus merupakan gambaran yang sangat jelas arti sebuah pertobatan. ”Maka berdirilah Lewi lalu meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Yesus.” Menjadi orang yang duduk di rumah cukai adalah menjadi orang yang diperhitungkan. Minimal dipercaya oleh kekaisaran Roma, dipertimbangkan oleh para pejabat setempat dan diperhatikan oleh banyak orang. Karena dipanggil Yesus maka Lewi meninggalkan semuanya itu.

Meninggalkan sebuah kemapanan apalagi kenyamanan yang bertahun‐tahun dalam hal duniawi demi meperjuangkan nilai yang benar itulah sebuah pertobatan. Yesaya menegaskan bahwa mewujudkan kemuliaan Tuhan ketika hari Sabat dirayakan tanpa cela dan diwujudkan dengan jari yang tidak menuding‐nuding sesama kita. Yesaya menegaskan bahwa pertobatan adalah pengalaman bersama Allah yang diwujudkan dalam kehidupan sehari‐hari.

Sangat berbeda dengan orang‐orang Farisi yang mengeluh dan merasa terganggu karena adanya orang‐orang  berdosa makan bersama dengan Yesus. Mereka gelisah karena ada orang yang tidak baik pingin jadi baik. Gelisah karena ada sebuah perubahan dari yang jahat ke yang baik. Dalam kehidupan zaman sekarang, kita pun kerap menemukan kelompok Farisi yang penampilannya saleh, tetapi tidak senang ada orang berdosa kembali kepada Allah. Malah kadang‐kadang mereka menuding‐nuding orang bersalah dan bukan merangkul untuk bertobat. Merasa dirinya paling benar dan kerap mengadili orang lain. Padahal yang dibutuhkan Allah adalah seperti Lewi meninggalkan kelemahannya, menuju kepada Allah.

Allah Bapa Yang Maharahim, kerap kali hidup doa kami berhenti pada kenyamanan diri kami masing‐masing. Kami kurang berani untuk membawa perubahan ketika ada kekurangan dan kami lebih suka mengadili. Jadikanlah kami pelaku perubahan di tengah keluarga dan masyarakat. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2020, OBOR Indonesia

Bahan APP Remaja 1 – Panduan APP Remaja 2020 Keuskupan Semarang

bahan app remaja

NEXT >>> Bahan APP Ke-2 Remaja

BAHAN APP REMAJA 1 – MENGAKU DOSA ITU … KEREN !

Tujuan:

  1. Remaja menyadari kalau sudah memasuki masa Pra-Paskah
  2. Remaja semakin memahami makna pertobatan kristiani
  3. Remaja bersemangat untuk mengikuti sakramen tobat

PEMBUKAAN

Lagu Pembuka : Sejauh Timur dari Barat

Sejauh Timur dari Barat
Sejauh timur dari barat
Engkau membuang dosaku
Tiada Kau ingat lagi perlanggaranku
Jauh kedalam jubir laut
Kau melemparkan dosaku
Tiada Kau perhintungkan kesalahanku

Betapa besar kasih pengampunanmu Tuhan
Tak kau pandang hina hati yang hancur
Ku berterimakasih kepada-Mu ya Tuhan
Pengampunan yang Kau beri pulihkanku

Doa Pembuka

(†): Tanda Salib

Marilah berdoa:

Allah Bapa yang mahabaik, kami berterima kasih atas berkat dan penyertaanMu.  Masa Pra-paskah, telah tiba. Kami hendak  mempersiapan perayaan pengenangan misteri sengsara, wafat dan kebangkitan Putera-Mu Terkasih Tuhan kami Yesus Kristus  Kami bersyukur bisa mengikuti pendalaman iman pada masa pra-Paskah ini. Saat ini kami ingin belajartentang pertobatan. Ajari kami, supaya kami mudah mengerti dan dapat membangun niat untuk bertobat. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

Amin

(†): Tanda Salib

Pengantar

Hal-hal pokok dalam pengantar ini dikembangkan lebih lanjut oleh Tim Pendamping.  

  • Salam: Selamat pagi/ siang/ sore; Selamat Berjumpa; Berkah Dalem; Menanyakan kabar peserta (secukupnya). Supaya lebih bersemangat, ketika ditanya apa kabar?  Para remaja    diminta membuat jawaaban yang tidak biasa …  misalnya: Sip … sip … Luar Biasa !!!! …. Yes-yes … muantap benar … dll
  • Kesepakatan agar pertemuan APP dapat berjalan lancar: (disepakati bersama, hal-hal yang boleh dikerjakan dan tidak boleh dijalankan selama kegiatan pendalaman APP, misalnya berkenaan dengan penggunaan gadged/ gawai)
  • Tema Umum  bahan pendalaman  Aksi Puasa Pembangunan (APP) Keuskupan Agung Semarang Tahun 2020  adalah: “Bertobat, Terlibat dan Berbuah berkat.”   Tema ini selaras dengan fokus pastoral Gereja Keuskupan Agung Semarang tahun 2020: “menjadi orang Katolik yang transformatif”. Tema tersebut akan menjadi bahan permenungan dan pembelajaran selama masa Pra-Paskah tahun ini.
  • Kita semua diingatkan bahwa masa pra-paskah, yakni masa mempersiapkan diri untuk menuju perayaan paskah adalah saat-saat yang dimaksudkan untuk masa pertobatan bagi semua orang Katolik. Masa Pra-paskah itu lamanya 40 hari, dimulai dari hari rabu abu dan akan  berakhir menjelang perayaan Paskah. Selama masa pra-paskah kita semua diajak bermati raga, berpuasa maupun berpantang serta mengikuti pertemuan-pertemuan pendalaman iman. Kita juga diajak semakin rajin dalam berdoa. Dan tidak dapat dilupakan bahwa dengan bertobat kita didorong untuk semakin peka,berbela rasa,  memberi perhatian dan pertolongan kepada orang-orang yang berkekurangan (kaum KLMTD – Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir dan Difabel).
  • Salah satu bentuk ungkapan pertobatan adalah mengikuti sakramen pengakuan dosa atau sakramen tobat.

PENDALAMAN MATERI

Pengalaman : Remaja dan pengakuan Dosa

Tim Pendamping menyajikan berita tentang Paus Fransiskus menerimakan sakramen pengakuan dosa bagi remaja di Vatikan. Dapat dibacakan, aau para remaja diminta mengunduh dengan sarana gadgetnya masing-masing di link yang tercantum.

Dalam Tahun Suci  Kerahiman Allah, Bapa Suci dan para imam memberikan Sakramen Tobat kepada para remaja yang hadir dalam acara Yubileum Remaja di Lapangan St Petrus, Vatikan.

Paus Fransiskus mengejutkan ribuan remaja di Lapangan St Petrus Vatikan karena ikut hadir mendengarkan pengakuan dosa selama lebih dari satu jam, Sabtu, 23/4. Ia memberikan Sakramen Tobat kepada 16 remaja secara bergiliran di Lapangan St Petrus dalam Perayaan Yubileum Remaja yang bertepatan pada peringatan St Georgius.

Perayaan ini dimaksudkan untuk menarik minat kaum muda agar menyadari pentingnya belaskasih dan kemurahan hati Allah dalam hidup mereka. Pengakuan dosa ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka Tahun Suci Kerahiman Allah, yang telah dicanangkan Paus Fransiskus.

Hadir dan Terlibat

Tak disangka, Bapa Suci hadir dan duduk di kursi sederhana di tempat terbuka bersama lebih dari 150 imam lainnya. Sama seperti imam lainnya, ia mendengarkan pengakuan dosa untuk 16 anak remaja selama satu jam dari pukul 11.30-12.45 waktu setempat. Kegiatan ini bukan pertama kalinya dilakukan Paus Fransiskus. Hal serupa pernah ia lakukan ketika dicanangkan  “24 Jam untuk Tuhan” pada 4 Maret 2016. Kala itu, di seluruh dunia, Gereja Katolik membuka kesempatan pelayananSakramen Tobat bagi seluruh umat di semua gereja.

Acara penerimaan Sakramen Tobat bagi remaja ini dimulai sejak Sabtu pagi, 23/4, hingga sore pukul 18.00. Pada malam hari, kaum remaja melakukan perjalanan ke Stadion Olimpiade Roma untuk rally remaja di mana Bapa Suci menyampaikan pesan lewat  video kepada mereka.

Keesokan harinya, seperti dilansir Radio Vatikan 24/4, Paus memimpin Misa di Lapangan St Petrus bagi kaum remaja. Rangkaian acara ini berakhir pada Senin, 25/4; bertepatan dengan peringatan Liberation Day, hari libur nasional Italia.

Rangkaian kegiatan ini terus berlangsung dengan berbagai bentuk selama Tahun Yubileum Kerahiman Allah yang dimulai 8 Desember 2015, tepat pada Hari Raya St Maria Dikandung Tanpa Noda Dosa. Pembukaannya ditandai dengan pembukaan Pintu Suci di Basilika St Petrus. Tahun Yubileum Luar Biasa ini akan ditutup pada 20 November 2016, tepat pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam.

Persiapan Hati

Kaum remaja yang hadir dalam acara tersebut rata-rata berusia 13-16 tahun. Mereka datang dari berbagai daerah di Italia dan beberapa negara lain. Sebagian peserta sudah tiba di Lapangan St Petrus pada malam hari sebelum acara keesokan harinya. Mereka menginap di sekitar Lapangan St Petrus. Tema “Murah Hati seperti Bapa” menjadi pesan utama yang direfleksikan kaum remaja.

Mereka membawa ransel dan bendera yang dilambai-lambaikan. Dalam pesannya seperti dilansir Catholic Herarld 24/4, Bapa Suci mengatakan,  “Jangan hanya mempersiapkan ransel dan bendera, tapi yang utama adalah mempersiapkan hati.”  Ia juga menegaskan agar di Tahun Suci Luar Biasa Kerahiman Allah ini, kaum remaja harus terus berusaha mendekatkan diri pada Tuhan. Kedekatan dengan Tuhan, kata Bapa Suci, adalah tanda seseorang mau terbuka menerima Kristus.

Sharing pengalaman dalam kelompok

Tim pendamping menfasilitasi  perbincangan antar remaja untuk mendalami kisah/ pengalaman penerimaan Sakramen Tobat bersama Paus Fransiskus. Para Remaja diminta duduk melingkar dalam kelompok-kelompok kecil (jumlah masing-masing kelompok  menyesuaikan  dengan  remaja yang hadir). Pada masing-masing kelompok dibagikan kartu panduan pertanyaan untuk membantu pemicaraan dalam kelompok. Masing-masing anak dalam kelompok  diminta untuk secara bergantian menjawab pertanyaan.

Kartu Panduan Pertanyaan:

  1. Apa tanggapan/ koemntar kamu  terhadap  berita perjumpaan Paus Fransiskus dengan para remaja tersebut? Jelaskan!
  2. Menurut kamu: apa makna/ arti pesan paus Fransiskus: “Jangan hanya mempersiapkan ransel dan bendera, tapi yang utama adalah mempersiapkan hati.”?
  3. Dari pengalaman  kamu  sendiri: Kapan terakhir kali mengikuti pengakuan dosa? Ceriterakan secara singkat pengalamanmu yang menarik/ unik dalam sakramen pengakuan dosa?
  4. Sakramen tobat/ rekonsiliasi/ pengampunan dosa ada yang menilai dan mengatakan  sebagai sakramen yang tidak diminati oleh Umat Katolik, bagaimana pendapatmu: setuju/ tidak setuju? apa alasannya?

Laporan pleno
Tim pendamping memberi kesempatan perwakilan kelompok membagikan pokok

– pokok jawaban dari pertanyaan di atas. Pokok jawaban dipilih dari jawaban yang dipandang mewakili jawaban kelompok.  Tim Pendamping memberikan tanggapan-tanggapan secukupnya. Semua jawaban hendaknya diapresiasi secara positif. Tim Pendamping juga boleh mensharingkan jawabannya/ pengalamannya sendiri secara singkat.

Belajar dari Youcat
Tim Pendamping dapat memberikan pokok-pokok pembelajaran berikut ini. Bahan/ materi pelajaran diambil dari Buku Youcat Indonesia, Katekismus Populer.   

  • Dalam Gereja Katolik kita mengenal sebuah Sakramen yang mendamaikan diri kita dengan Allah, yang kita kenal dengan Sakramen Tobat. Ada banyak hal yang dapat kita pelajari mengenai Sakramen Pengampunan Dosa tersebut dalam buku Youcat Indonesia. Beberapa pertanyaan tentang sakramen pengampunan dosa dapat kita cari jawabannya dalam buku ini. Misalnya: apa yang harus dipersiapkan seseorang untuk pertobatan?  Apakah penintensi itu? Dosa apa saja yang harus diakukan? Seberapa sering harus mengaku dosa? Dapatkan pergi mengaku dosa meski tidak berdosa berat? Mengapa hanya imam yang dapat memberikan sakramen pengampunan dosa?  … dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.
  • Kali ini kita akan  melihat dampak positif  dari  Sakramen Pengampunan Dosa sebagimana diajarkan  dalam  Youcat. Apa dampak positif Sakramen Pengampunan Dosa? Pengampunan Dosa mendamaikan pendosa dengan Allah.[1468-1470, 1496].  Suasana sedetik setelah absolusi adalah suasana bagai mandi setelah berolah raga, bagai hembusan udara sejuk di musim kemarau, seperti bangun pada suatu pagi yang cerah di musim hujan, seperti keadaan tanpa bobot yang dialami penyelam… Semua itu terkandung dalam kata “rekonsiliasi” (dari kata kerja Latin yang berarti: “membawa kembali bersama-sama, memulihkan”): dalam damai, kita bersama Allah lagi.
  • Ya .. demikian dampak positif Sakramen Tobat… ibarat orang yang sedang rindu berat …   pernah nggak sih merasa rindu banget dengan seseorang tapi nggak kuat untuk mendekat kembali karena rasa bersalah? Nah, seperti itulah kira-kira pergumulan antara iman dan dosa di dalam hati kita.Tuhan Yesus melalui dan dalam GerejaNya a menawarkan pengampunan kepada kita. Ia ingin agar kita bisa merasa nyaman berada di dekat-Nya tanpa rasa bersalah. Oleh karena itulah Allah memberikan anugerah berupa Sakramen Pengakuan Dosa untuk mengampuni dosa-dosa kita. mengampuni dosa-dosa kita.
  • Dengan Sakramen Pengakuan Dosa, kita akhirnya dapat melepas rasa rindu kita akan rasa dekat dengan Allah tanpa lagi terbebani oleh dosa-dosa kita.
  • Jadi, ayo kita bangun kebiasaan untuk mengaku dosa!

SABDA & DOA

Bacaan Kitab Suci: I Yohanes 3: 1-6

Tim Pendamping atau  remaja  yang telah ditunjuk dan mempersiapkan diri, membacakan kutipan Surat 1 Yohanes 3: 1-6

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah.

Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adala suci.

Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.

Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.

Hening  
Hening sejenak merenungkan Sabda Tuhan  

Doa Umat
Tim Pendamping memimpin doa umat.

P  : Ya Tuhan, kami berterima kasih atas penyertaanMu. Pada pertemuan APP ini, kami belajar tentang Sakramen Pengampunan Dosa. Semoga dengan pertobatan, kami semakin pantas menyambut Paskah, kami mohon:

U  : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

P  : Kami memohonkan berkat-Mu bagi segenap warga Gereja. Semoga masa pra-paskah ini menjadi saat memperbaiki hidup dengan laku doa, bermati raga, pertobatan, dan berderma bagi siapapun terutama yang sedang berkekurangan. Kami mohon:

U  : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

P  : Ya Tuhan, semoga Engkau juga memberkati teman-teman yang tidak dapat berkumpul pada saat ini. Semoga pada masa pra-paskah ini teman-teman kami tetap mempersiapkan diri, untuk  semakin pantas menyambut perayaan Paskah yang akan datang, kami mohon:

U  : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

Hening sejenak
menghaturkan doa-doa pribadi

Doa Bapa Kami  
(bersama-sama)

Kotak Dana APP
Kotak Derma APP diedarkan

PERUTUSAN DAN PENUTUP

Pengumuman
Pengumuman-pengumuman sejauh dibutuhkan.  

Perutusan: Mengikuti & Mewartakan Sakramen Pengampunan Dosa    

  1. Tim Pendamping  menyampaikan jadwal sakramen pengampunan dosa yang dapat diikuti oleh para remaja, baik di gereja paroki atau di wilayah/ lingkungan. Mengingatkan para remaja untuk dapat mengikuti sakramen pengampunan dosa di masa pra-paskah dan mendorong untuk membangun kebiasaan menerima sakramen pengampunan dosa secara teratur.
  2. Membuat tayangan singkat dengan gadget tentang “Serba-serbi Sakramen Pengampunan Dosa bagi kaum milenial” (1 menit) dan menggunggah di sosial media. Dapat dikerjakan secara pribadi atau menjadi proyek kerja kelompok.

Doa Penutup:

(†): Tanda Salib

Marilah berdoa:

Allah Bapa yang Maha Baik, kami bersyukur karena Engkau telah mengajari kami tentang Sakramen Pengampunan Dosa. Bimbinglah dan sertailah niat-niat kami untuk memperbaikidiri. Berkatilah kami, supaya kami dapat menjadi berkat bagi  banyak orang di jaman sekarang ini.

Amin.

(†): Tanda Salib

Lagu Penutup:

Jadikan Hatiku Istana Cinta-Mu

Cipt: L. Putut P.

Siapakah aku dihadapanMu Tuhan?
Kau curahkan cintaMu
Apakah artiku bagiMu?
CintaMu setia selalu

Pantaskah kumenyambut tubuh
darahMu
Karena banyak dosaku
Sering ku ingkari cintaMu
Dalam langkah hidupku

Ampunilah aku, ampuni kalemahanku
Ampuni dosaku dalam kerahimanMu
Agar ku mampu wartakan kasihMu
Di dalam hidupku

Bersihkan hatiku dengan sucinya
cintaMu
Jadikan hatiku istana cintaMu
Tempat yang layak untuk
bersemayam
Tubuh dan darahMu

Bahan APP 1 – Panduan APP 2020 Keuskupan Semarang

bahan-app

NEXT >>> Bahan APP Ke-2 Dewasa

BAHAN APP 1 – JALAN PERTOBATAN :
MEMBUKA DIRI TERHADAP BELAS KASIH ALLAH

Sasaran Pertemuan

Melalui pertemuan ini, seluruh umat diajak untuk mengawali penghayatan masa prapaskah dengan mensyukuri kemurahan belas kaslh Allah. Dengan perasaan syukur tersebut, umat diajak untuk dengan kesungguhan dan kerendahan hati mewujudkan niat pertobatan selama 40 hari masa prapaskah.

Lagu Pembuka: “Terima Kasih Seribu”

Surya bersinar udara segar
Terima Kasih
Di tepi pantai ombak berderai
Terima Kasih

Reff:

Terima kasih seribu oh
Terima kasih seribu
Pada Tuhan Allahku oh
Pada Tuhan Allahku
Aku bahagia kar’na dicinta
Terima kasih…

Tanda Salib dan Salam

P : Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus

U : Amin

P : Rahmat Tuhan Kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus, beserta kita

U : Sekarang dan selama-lamanya.

Pengantar

Bapak ibu dan saudara-saudari yang terkasih,

Lagu yang baru saja kita nyanyikan tadi pasti sudah tidak asing bagi kita. Sebuah lagu sederhana yang sering diajarkan ketika Pendampingan Iman Anak ini sesungguhnya memiliki makna yang cukup dalam. Namun demikian, apakah kita sudah sungguh-sungguh bersyukur atas kasih Allah yang telah kita terima?  Mentari yang tidak pemah lupa bersinar setiap pagi. Udara segar yang selalu bisa kita hirup dengan gratis. Apakah kita sudah menyadarinya sebagai anugerah kasih Allah dan bersyukur atas itu?

Kita kini telah kembali memasuki masa Prapaskah. Kita patut bersyukur karena memiliki kesempatan selama 40 hari di masa Prapaskah ini untuk menghayati pertobatan demi menyiapkan hati menyongsong Hari Raya Paskah. Pada pertemuan pertama ini, kita akan diajak untuk menyadari betapa besar karunia kasih yang kita terima dari Allah Bapa. Sadar akan besar kasih- Nya ini yang kemudian akan mendorong kita pada gerak pertobatan. Oleh karena itu, martiah kita siapkan hati, mensyukuri limpah berkat Tuhan dalam hidup kita, dan dengan rendah hati mengakui dan menyesali kerapuhan dan dosa-dosa ktia.

Seruan Tobat

Ulangan : Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.

U : Amin

P : Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan, dan aku mengeluh sepanjang hari.

U : Berbahagiatah orang bila dosanya diampuni.

P : Aku mengakui dosaku di hadapan-Mu, Tuhan dan kesalahanku tidak kusembunyikan.

U : Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.

P : Nasib orang berdosa sengsara belaka, tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.

U : Berbahagialah orang bila dosanya diampuni

P : Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin.

Doa Pembuka  

Marilah kita berdoa (bersam-sama),

Allah Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur boleh kembali memasuki masa prapaskah masa yang penuh rahmat ini. Kami mohon hadirlah di tengah-tengah kami dan kobarkanlah hati kami masing-masing dengan rahmat belas kasih-Mu. Demi Yesus Kristus Putera-Mu. yang bersama Dikau dalam persekutuan dengan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, kini dan sepanjang masa.

Amin.

Bacaan Kltab Suci 

Pemandu dapat membacakan atau menunjuk salah satu umat yang hadir atau mengajak umat untuk bergiliran membacakan perikop Kitab Suci berikut.

Pembacaan Kitab Sucl diambil dari Surat Rasul Yohanes yang Pertama (1 Yoh 3:1-6)

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci. Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah. Dan kamu tahu, bahwa la telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa. Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.

Pendalaman Katekese

Dalam kesempatan ini, Pemandu WAJIB MENGAJAK UMAT UNTUK MEMBACA LEAFLET Gerakan APP dan menyampaikan beberapa gagasan pokok yang digali dari Kitab Suci yang baru saja dibacakan. 

Berkaitan dengan gerakan APP, ada beberapa hal penting yang dapat disampaikan, yakni:

Semangat baru dalam gerakan APP:

APP bukan sekedar berpantang dan berpuasa sesuai tradisi Gereja, tetapi melatui gerakan APP, kita hendak membangun diri untuk semakin peduli terhadap sesama dan membangun kesejahteraan kaum KLMTD.

Pantang dan puasa bukan sekedar menahan nafsu makan dan menjalankan ritual perayaan Paskah, tetapi kita sungguh diajak untuk BERMATI RAGA dan BERBAGI

Gerakan APP menjadi Gerakan seluruh anggota keluarga:

Gerakan APP bukan hanya aksi orang dewasa, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh anggota keluarga yang melibatkan anak-anak, remaja, orang muda di tengah keluarga untuk bersarna-sama belajar bermati raga dan berbagi dengan berbagai macam upaya. misalnya penyisihan uang saku, pengurangan uang jajan, penghematan pulsa, pengurangan kegiatan berjenis hiburan dan lain-lain.

Kedisiplinan dalam mengupayakan pertobatan harian

Sebagaimana masa prapaskah berlangsungselama 40 hari, marilah kita belajar untuk membangun kesungguhan dengan disiplin memanfaatkan masa 40 hari ini untuk membangun pertobatan, mati raga, dan semangat berbagi. Oleh karena itu, mariah kita juga belajar berdisiplin dalam mempersembahkan dana APP setiap hari, sesuai dengan kemampuan kita masin-masing.

Penghayatan Tema APP 2020:

Kita patut bersyukur bahwa dengan tema-tema gerakan APP dari tahun ke tahun, aneka wujud pertobatan dan gerakan belarasa bersemi di tengah umat, terutama dalam memberi perhatian bagi mereka yang kurang mendapatkan perhatian di dalam Gereja dan di tengah masyarakat.

Dengan tokus pastoral Keuskupan Agung Semarang 2020, yakni Umat Katolik yang Transtormatif, kita boleh berharap bahwa gerakan APP dapat menjadi salah salu sarana dan kesempatan yang berdaya ubah di tengah umat dan masyarakat. Oleh karena itu, di penghujung periode ARDAS KAS yang pertama ini, seluruh umat beriman Keuskupan Agung Semarang diajak untuk menghayati tema gerakan APP 2020: “Bertobat,Terlibat dan Berbuah Berkat”

Berkaitan dengan bacaan Kitab Suci yang dibacakan, kita dapat menggali beberapa inspirasi permenungan sebagai berikut:

Hal pertama yang perlu disadari disini adalah’…betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita…’ (bdk. 1 Yoh 3:1). Sakramen tobat sesungguhnya bukan bertitik pada dosa yang ada. Tobat lebih menekankan pada besarnya kasih kerahiman Alah. Meski manusia berdosa, kasih kerahiman Alah tetap tidak akan berubah. Kesadaran akan besarnya kasih Alah indah yang kemudian menjadi motivasi dasar bagi kita untuk datang pada-Nya. Kita bertobat bukan karena agar menerima kasih Allah, tetapi justru karena kila telah menerirna kasih Allah sehingga kita pun terdorong untuk bertobat.  Tujuan akhir Allah dalam menjadikan kita anak-anak-Nya adalah agar kita terbebas dari belenggu dosa dan menjadi serupa dengan Putera-NyaYesus Kristus sehingga turut ambil bagian dalam hidup kekal.

Dosa memang adalah pelanggaran hukum Allah.  Pelanggaran itu tetapi tidak selalu bersifat dasyat dan besar. Terkadang dosa-dosa itu merupakan hal-hal sepele tetapi sering kita lakukan, entah sadar atau tidak. Bahkan, ada dosa yang bisa dikatakan menjadi dosa ‘langganan’ setiap kali kita mengaku dosa di hadapan imam. Dosa ini biasanya Pada masa prapaskah ini, marilah kila merenung sejenak. Dosa-dosa macam apakah yang sesungguhnya telah membelenggu diri kita masing-masing pribadi? Dosa apakah yang seolah menjadi ‘langganan’ setiap kali kita melakukan pengakuan dosa? Niat apa yang bisa aku bangun agar tidak jatuh kedalam dosa yang sama?

Membangun Niat

Pemandu mengajak umat untuk membayangkan lampu rambu lalu lintas (lampu bangjo) yang ada hampir diseluruh persimpangan jalan raya.  

Lampu merah melambangkan dosa yang membuat kita berhenti untuk maju menuju AIlah. Mulailah merenungkan salah salu dosa langganan’ yang tadi sudah dibahas.

Lampu kuning melambangkan kecenderungan- kecenderungan yang mengarahkan kita untuk jatuh lagi pada dosa langganan’ tersebut. Wama kuning yang melambangkan kehati-hatian mengingatkan kila untuk berhatihati pada kecenderungan yang muncul tersebut.

Lampu hijau melambangkan niat konkrit yang akan dilakukan agar tidak lagil berlangganan dosa yang sama. Dengan menjalankan niat konkrit tersebut, kita kemudian bisa kembali berjalan lurus menuju Allah. 

(Catatan: Niat ini bisa dituliskan dalam sebuah kertas sebesar KTP dan wajib dibawa setiap kali pertemuan di minggu-minggu, berikutnya. Pemandu kemudian bisa memulai setiap pertemuan dengan menanyakan niat yang telah dibuat olehmasing-masing orang dan menanyakan perkembangannya)

Doa Penutup  

Marilah kita berdoa (bersamasama),

Allah Bapa yang maha kuasa, kami bersyukur kepada-Mu atas Masa Prapaskah yang Kau anugerahkan kepada kami. Lewat Masa Prapaskah Ini. Engkau menginginkan kami untuk menyadari dan mensyukuri betapa besarnya kasih-Mu itu. Atas kesadaran tersebut, kami mohon bimbingan-Mu agar dalam masa prapaskah ini kami Engkau mampukan untuk menyadari segala kelemahan dan dosa-dosa kami. Semoga karena rahmat-Mu, yang Kau limpahkah selama Masa Prapaskah ini, kami menjadi semakin suci dan semakin menyerupai Yesus Kristus Putra-MU, yang rela menderita sengsara, wafat dan bangkit untuk menyelamatkan kami. Sebab dialah Tuhan, pengantara kami, kini dan sepanjang masa (Amin).

Lagu Penutup; “Puji Syukur bagi Tuhan” (PS 594)

Puji syukur bagi Tuhan
Yang telah memanggil insan
Agar turut bahagia.
Dari dosa dibebaskan,
Hidup baru dicurahkan
Jadi putra pilihan.

Iman kita dihidupkan,
Api cinta dinyalakan,
Arah pun diluruskan.
Abadilah hidup kita
Dalam cinta Allah Bapa
Bahagia selamanya.

You cannot copy content of this page