Bakti Sosial Kepedulian Umat Di Tengah Keprihatinan Wabah Virus Covid19

Vaksin virus covid-19 telah tiba di Indonesia dan saat ini dalam proses memperoleh legalitas dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Dengan semakin banyaknya media yang menayangkan berita tersebut, berdampak pada ekspektasi masyarakat akan berakhirnya pandemi di tahun 2021. Namun pada kenyataannya hingga akhir 2020, pemerintah masih membutuhkan waktu lebih untuk menguji efektivitas vaksin dan mendistribusikannya. Malah di akhir tahun 2020, jumlah kasus virus covid-19 di Indonesia melonjak tajam. Beberapa situs berita bahkan menyatakan bahwa di negara Inggris, virus covid-19 telah bermutasi dalam bentuk baru yang lebih berbahaya. Virus covid-19 versi baru ini lebih mudah berpindah antar manusia, cenderung tanpa gejala dan belum dapat ditangani seperti layaknya virus covid-19 sebelumnya. Kondisi ini memaksa masyarakat untuk memutar otak agar dapat bertahan lebih lama di masa pandemi.

Kegiatan bakti sosial karya tim PSE (Pengembangan Sosial Ekonomi) dan APP (Aksi Puasa Pembangunan) pada hari Senin, 28 Desember 2020 merupakan giat sosial yang dimaksudkan untuk membantu umat paroki yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok makanan. Dalam kegiatan ini, Tim APP dan PSE hanya menjadi perpanjangan tangan umat dari luar paroki asal Cirebon. Donatur memberikan sejumlah uang tunai dan menghendaki uang tersebut diwujudkan dalam bentuk barang untuk nantinya dapat diberikan kepada umat paroki Jetis yang membutuhkan. Setelah berdiskusi dengan Romo paroki, akhirnya tim sepakat untuk membelanjakan uang tersebut menjadi paket sembako sejumlah 80 paket. Paket sembako berisi beras, minyak goreng, mie telor dan susu kental manis. Ditambah satu lembar kain batik/sarung pemberian dari donatur yang sama.

Pada hari Senin, Tim PSE dan APP sudah standby sejak pukul 9.30 untuk mempersiapkan tempat dan peralatan guna pembagian paket sembako. Di hari sebelumnya, para ketua lingkungan telah dimohon untuk memilih empat orang yang akan menerima paket sembako dengan syarat merupakan keluarga yang paling membutuhkan. Kegiatan bakti sosial diawali dengan pengarahan dari Romo Vincentius Suparman, Pr selaku romo paroki. Kemudian penyerahan simbolis paket sembako dari Romo paroki kepada perwakilan ketua lingkungan/umat yang hadir. Selanjutnya tim melayani para ketua lingkungan yang datang untuk mengambil paket sembako hingga jam 12.00 WIB. Ketua lingkungan/wakilnya wajib membubuhkan tanda tangan pada daftar absen dan memberikan konfirmasi apabila paket sembako diberikan kepada orang lain selain yang tertera pada daftar dari tim APP. Ini menjadi salah satu upaya Tim untuk memperbaharui data.

Meski jumlah bantuan sembako terbatas namun para ketua lingkungan mengucapkan terimakasih kepada Gereja terutama kepada donatur. Acara diakhiri pukul 13.00 WIB setelah berfoto bersama dan menghubungi para ketua lingkungan yang belum mengambil paket sembako. Semoga melalui kegiatan ini, semakin banyak orang yang terpanggil untuk berbagi kepada sesama kita yang membutuhkan. God is good!

Doa Bapa Kami Katolik (Puji Syukur No. 10)

Doa Bapa Kami Katolik

Doa Bapa Kami Katolik Dalam Versi Singkat (Misale Romanum) – Bapa Kami yang ada di surga, Dimuliakanlah nama-Mu, Datanglah Kerajaan-Mu, Jadilah Kehendak-Mu, Di atas bumi seperti di dalam surga,

Berilah kami rejeki pada hari ini, Dan Ampunilah kesalahan kami, Seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami, Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.

Di atas merupakan doa versi singkat dari Doa Bapa Kami yang biasa kita daraskan setiap hari. Mungkin ada yang sudah hafal, namun juga ada saudara-saudara kita terutama yang masih belajar,

dan baru akan masuk ke dalam Gereja Katolik belum terlalu hafal bahkan belum mengetahuinya. Doa ini juga merupakan versi yang tertera pada Misale Romanum (sesuai dengan Injil Matius).

Baca Juga: Doa Angelus – Kabar Dari Malaikat Tuhan (KLIK)

doa bapa kami katolik


Rumusan Menurut Injil Matius 6:9-13 – Puji Syukur No. 11

Bapa Kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami akan kesalahan kami,

seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

Ayat Alkitab Lainnya (Injil Lukas 11:2-4) – Puji Syukur No. 12

Bapa, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu. Berilah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan. Amin.

Baca Juga: Versi Bahasa Inggris


Perkembangan terbaru, Perubahan rumusan

Dalam kedua Injil di atas, terlihat adanya dua rumusan yang berbeda, jika boleh dibilang serupa tapi tak sama. Tidak ada yang salah, pun juga tidak ada yang mempermasalahkannya. Sejak awal Gereja doa ini berkembang dalam berbagai versi yang berbeda-beda, terkadang ada penambahan tertentu. 

Seperti yang kita ketahui pada tahun 2018 yang lalu pada peristiwa Konferensi Uskup-Uskup di Perancis, lalu selanjutnya diikuti oleh Konferensi Uskup-Uskup di Italia, merumuskan suatu perubahan kecil dalam rumusan doa tersebut, namun sesuatu yang kecil ini ternyata signifikan. 

” Penyesuaian atau perubahan tersebut terkait dengan kalimat dalam doa Bapa Kami Katolik yang berbunyi, Jangan masukkan kami ke dalam pencobaan

Disini seakan-akan Tuhan Yesus memasukkan manusia ke dalam pencobaan, dengan kita pribadi yang memohonnya. Walaupun rumusan tersebut sebenarnya serupa maknanya dengan apa yang kita temukan dalam Injil Matius maupun Lukas, “Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan” (Mat 6:13; bdk Luk 11:4).

Akan tetapi, apakah sesungguhnya maksud Tuhan? Paus Fransiskus mengatakan bahwa kalimat Doa Bapa Kami Katolik “Jangan masukkan kami ke dalam pencobaan” merupakan terjemahan yang kurang tepat. Bukanlah Tuhan Allah yang memasukkan manusia ke dalam pencobaan, tetapi roh jahat dengan manusia sendirilah yang membiarkan dirinya masuk ke dalam pencobaan. 

Oleh karenanya kita pun perlu memohon pertolongan kepada Tuhan Allah agar tidak jatuh ke dalam godaan atau pencobaan. Allah sebagai Juru Selamat memiliki tujuan ingin membebaskan, melepaskan kita dari pencobaan untuk menyelamatkan manusia. 

Paus kemudian melihat bahwa kalimat “Janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan” sesungguhnya lebih tepat diartikan sebagai Tuhan berilah kekuatan kepada kami agar tidak jatuh (ke dalam pencobaan).

Namun yang terjadi sebaliknya, saat ini rumusan yang dipakai membuat Allah sendiri seolah-olah yang memasukkan manusia ke dalam pencobaan, membiarkan kita jatuh.

Rumusan ulang seperti apapun tentu masih memiliki celah dan kemungkinan adanya perdebatan. Namun Konferensi para Uskup di Perancis dan Italia telah lama mendiskusikan hal ini, dan menemukan sebuah kesepakatan. Meskipun demikian di negara kita Indonesia masih menggunakan rumusan yang sebelumnya.

Upaya perumusan ulang ini perlu dilihat sebagai usaha untuk menemukan rumusan yang sesuai dengan maksud serta pesan yang ingin disampaikan dalam Kitab Suci, bukan menyesuaikan dengan rumusan yang ada di dalamnya.

Sejak awal Gereja selalu memiliki dinamika, hidup bukan sesuai dengan rumusan namun sesuai pesan dan maksud ajaran serta hidup dari Sang Guru yaitu Tuhan Yesus Kristus. Rumusan boleh berubah-ubah, semuanya demi ketepatan pengungkapan pesan dan ajaran Yesus sendiri.

Doa Bapa Kami Katolik Bahasa Jawa – Kidung Adi No.3

Rama kawula ing swarga, Asma Dalem kaluhurna, Kraton Dalem mugi rawuha. Karsa Dalem kalempahana wonten ing donya kados ing swarga. Kawula nyuwun rejeki kangge sapunika. Sakathahing lepat nyuwun pangapunten Dalem, kados dene anggen kawula ugi ngapunten dhateng sesami. Kawula nyuwun tinebihna saking panggodha, saha linuwarna saking piawon. Amin.

.

.

Penulis : Frans

Sumber : Majalah Hidup No.13 2019, 31 Maret 2019 dan diolah dari berbagai sumber

Bacaan Injil Hari Ini, Panduan Hidup Beriman

bacaan injil hari ini

Bacaan Injil hari ini – Kami ingin mengawali tulisan ini dengan lagu yang populer di kalangan Pembinaan Iman Anak (PIA) di gereja Katolik sampai sekarang.

“Baca Kitab Suci, doa tiap hari, doa tiap hari

Baca Kitab Suci, doa tiap hari, kalau mau tumbuh

Kalau mau tumbuh..”

Sudah jelas dari lagu di atas bahwa jika Anda ingin bertumbuh Anda wajib membaca kitab Suci.

Mengapa harus membaca Kitab Suci?

Mengapa kita bertanya hal ini? Karena dari mana lagi Anda Akan menggali untuk menemukan jalan hidup selain daripada kisah hidup Tuhan Yesus sendiri? Di dalam agama Katolik Alkitab mungkin tidak terlalu digemari, namun kita mengakui banyak sekali manfaat membaca Alkitab setiap hari. Bagi Anda yang rutin mengikuti misa harian, bersyukurlah karena setiap hari firman Tuhan mengguyur Anda tanpa henti.

Bacaan Injil Hari Ini, Kitab Suci sebagai pedoman hidup

Firman Tuhan tertuang seluruhnya dalam Alkitab, sebuah buku yang merupakan mujizat dalam sejarah umat manusia. Buku dari segala buku, sumber keilmuan dari segala sumber. Alkitab sebagai sumber kebenaran yang sejati dan otoritas tertinggi.

Firman Allah ditulis dengan bantuan Roh Kudus terlebih oleh para penulis Injil. Untuk lebih memahami dan mengerti apa yang terkandung di dalamnya, ketika membaca, menafsirkan dan menghayati firman-Nya harus dengan sepenuh hati dan dengan curahan Roh Kudus.

LIHAT BACAAN INJIL HARI INI


Sejarah Kitab Suci

Anda pasti sudah familiar dengan Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) yang kita peringati setiap bulan September setiap tahun. Sedikit banyak sejarah munculnya Kitab Suci di Indonesia berkaitan dengan BKSN.

Begini ceritanya. Setelah bertahun-tahun sejak Konsili Vatikan II lahir pada tahun 1962-1965, tercetuslah pula Bulan Kitab Suci Nasional yang kita peringati sampai dengan hari ini.

Sebagai informasi tambahan, Konsili Vatikan II merupakan sebuah Konsili Ekumenis ke-21 yang disusun oleh Gereja Katolik Roma, dimulai oleh Paus Yohanes XXIII pada tanggal 11 Oktober 1962 dan diselesaikan oleh Paus Paulus VI pada 8 Desember 1965.

Nah, salah satu dokumen yang dihasilkan oleh Konsili Vatikan II ini adalah Dei Verbum yang berbicara mengenai Kitab Suci. Seperti yang tercantum dalam Dokumen Dei Verbum nomor 22 dan nomor 25, dalam dokumen tersebut dituliskan bahwa “sebaiknya jalan masuk menuju Kitab Suci dibuka lebar untuk orang-orang yang beriman, serta mengajak seluruh umat untuk tekun dalam membaca Kitab Suci.”

Kemudian langkah pertama yang Gereja Katolik lakukan agar Dei Verbum di atas terwujud yaitu dengan menerjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa setempat, salah satunya bahasa Indonesia. Barulah pada tahap selanjutnya, hierarki Gereja Katolik Indonesia mulai menerjemahkan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, dimana sebuah lembaga Katolik bekerja sama dengan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) yang berbasis agama Protestan.

Sejarah Kitab Suci yang lebih lengkap di Indonesia dapat juga Anda baca di artikel lain kami disini :

BACA SEJARAH ALKITAB

Apa saja yang ditulis oleh 4 Tokoh Injil ?

Jika kita membaca Injil Anda pasti paham keempat tokoh yang sangat terkenal. Benar, ada Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes.

Matius sebagai tokoh yang pertama kali menulis Injil, membagi kitab yang  ditulisnya ke dalam empat bagian yaitu:

  1. Berisi silsilah, kelahiran, dan masa pertumbuhan Yesus (Matius 1; 2).
  2. Ajaran dan tindakan Yohanes Pembaptis persiapan terhadap misi umum Yesus Kristus (Matius 3; 4:11).
  3. Ajaran dan tindakan Yesus di Galilea (Matius 4:12-20:16).
  4. Penderitaan, wafat, dan kebangkitan Yesus (20:17-28).

 Lebih lengkap lagi disini : https://id.wikipedia.org/wiki/Injil_Matius

Markus sebagai tokoh kedua menulis sebuah kitab yang sering disebut sebagai Injil sinoptik karena kemiripan isinya dengan kedua Injil lainnya yaitu Matius dan Lukas. Di dalamnya, Yesus seringkali menutupi identitasnya dengan memerintahkan para murid agar tidak memberitahu siapapun bahwa Ia adalah Mesias. Saat mengajar dan menyampaikan pesan kepada mereka Yesus juga kerap menggunakan perumpamaan. Sehingga tidak jarang para murid kesulitan menangkap maksud dari Yesus melalui perumpamaan-perumpamaan yang Ia sampaikan, akhirnya Yesus kemudian menjelaskannya kepada mereka secara pribadi. Tidak hanya melulu tentang pengjaran namun murid-muridnya terkadang juga tidak dapat memahami arti mujizat yang dilakukan oleh Yesus.

Lebih lengkap lagi disini : https://id.wikipedia.org/wiki/Injil_Markus

Lukas selaku tokoh ketiga memberitakan tentang pelayanan dan kehidupan Yesus. Bersama-sama dengan Matius dan Markus, Kitab Lukas juga termasuk Injil Sinoptik. Bahan-bahan tulisan yang menyusunnya kurang lebih sama dengan yang terdapat dalam Matius dan Markus namun berbeda dalam susunan struktur isinya.

Lebih lengkap lagi disini : https://id.wikipedia.org/wiki/Injil_Lukas

Yang terakhir yaitu Yohanes, merupakan penulis Injil keempat dalam Kitab Suci. Kitab Yohanes memiliki gaya dan struktur unik sehingga berbeda dengan ketiga Injil yang lain serta termasuk dalam Injil kanonik. Namun kitab ini tetap memiliki peristiwa yang sama dengan ketiga Injil lainnya. Berfokus menekankan Ke-Ilahian Yesus Kristus sebagai Anak Allah. Penulisan kitab ini diperkirakan pada tahun 40-140 Masehi. Walaupun tidak disebutkan jelas penulis kitab ini, namun Yohanes anak Zebedeus diperkirakan sebagai orang yang menulisnya.

Lebih lengkap lagi disini : https://id.wikipedia.org/wiki/Injil_Yohanes

Update Agustus 2021

Sementara menunggu perbaikan website dari penyedia Kalender Liturgi Anda bisa melihat versi lain disini. Silahkan klik tombol dibawah ini. Terima kasih.

Kalender Liturgi Januari 2021

Kalender Liturgi Februari 2021

Kalender Liturgi Maret 2021

Kalender Liturgi April 2021

Kalender Liturgi Mei 2021

Kalender Liturgi Juni 2021

Kalender Liturgi Juli 2021

Kalender Liturgi Agustus 2021

Kalender Liturgi September 2021

Kalender Liturgi Oktober 2021

Kalender Liturgi November 2021

Kalender Liturgi Desember 2021

Nah, kalau Anda sendiri siapakah penulis Injil favorit Anda? Mungkinkah ia juga menjadi santo pelindung Anda? Silahkan ceritakan secara singkat pada kolom komentar di bawah untuk berbagi bersama kami. Berkah Dalem.

.

Penulis : Franciskus
Diolah dari berbagai sumber

Suplemen Penambah Darah Bagi Para Umat Lanjut Usia Paroki Jetis

Pada hari Minggu sore yang cerah tanggal 23 Agustus 2020 seusai misa di masa Pandemik Covid-19 , Tim Kesehatan  mendapatkan bantuan dalam bentuk vitamin tambah darah sebanyak 576 strip dari Kelompok Tim Pendoa Ibu Monica Semarang. Bantuan ini diserahkan kepada Tim Kesehatan paroki melalui Romo Vincentius  Suparman Pr, selaku Pastor Paroki St.Albertus Agung Jetis.

Vitamin tersebut rencananya akan diberikan kepada  para umat lanjut usia (lansia) yang berada di Paroki Jetis dengan kategori berusia di atas 65 tahun. Seperti yang umum kita ketahui, seiring bertambahnya usia maka fungsi tubuh mulai mengalami penurunan akibatnya kita menjadi semakin rentan  jatuh sakit. Selain fungsi tubuh yang menurun, sistem imun para lansia juga perlu dijaga karena cenderung mudah menurun, terutama  di tengah-tengah terjadinya  Pandemi Covid-19 saat ini.

Berpacu dengan waktu, pada hari Senin tgl 24 agustus Tim Kesehatan berkoordinasi dengan para Ketua Lingkungan di paroki untuk membantu mendistribusikan vitamin-vitamin tersebut, setelah pendataan dilakukan kami mendapatkan data para lansia dari total 20 lingkungan yang berada di Paroki St. Albertus Agung Jetis.

Seusai pendataan acara pembagian vitamin penambah darah kami adakan pada hari Rabu tanggal 26 Agustus 2020 pukul 10.00-13.00 WIB dengan tetap mematuhi protokol  kesehatan covid -19. Semangat dan antusiasme para  ketua lingkungan  dalam kegiatan ini cukup tinggi. Bersyukur hari ini kondisi cuaca sangat cerah sehingga para ketua lingkungan juga turut semangat agar dapat berbagi  dengan para lansia di lingkungan mereka masing-masing.

Walaupun dari total 20 lingkungan tercatat ada 2 lingkungan yang belum mengambil bantuan vitamin tersebut, kami tim kesehatan  dengan semangat datang  langsung ke rumah Ketua Lingkungan yang dimaksud untuk mengantar vitamin sehingga semua lansia sudah bisa mendapatkannya di hari yang sama.

Pembagian vitamin pada hari ini selesai  tepat  pada waktunya, sehingga secara keseluruhan Puji Tuhan  kegiatan penerimaan hingga pendistribusian bantuan vitamin penambah darah dapat berlangsung dengan lancar. Kami selaku Tim Kesehatan merasa senang, gembira, penuh sukacita dapat menjadi perpanjangan tangan gereja, semoga para lansia semakin semangat dan juga semakin sehat.
.
.
Penulis : A.Rehulina
Foto : Tim Kesehatan Jetis
.
.

Surat Gembala 75 TH Kemerdekaan Indonesia Uskup Agung Semarang

INDONESIA MAJU

“Bangga Buatan Indonesia”

Saudari-saudara, umat Katolik di Keuskupan Agung Semarang yang terkasih. Berkah Dalem. Saya berharap Anda semua dalam keadaan sehat dan bahagia.

Tanggal 17 Agustus ini kita memperingati dan merayakan Pesta Intan atau 75 tahun kemerdekaan Indonesia. Tema perayaan yang ditetapkan Pemerintah adalah “Indonesia Maju” ditambah slogan “Bangga Buatan Indonesia”.

Tema “Indonesia Maju” ini dimaksudkan untuk menghadirkan atau merepresentasikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Suatu simbolisasi dari Indonesia yang mampu untuk memperkokoh kedaulatan, persatuan dan kesatuan bangsa.

Bangsa dan negara yang maju memaknai kemerdekaan bukan sekadar sebagai kata melainkan kesempatan. Kesempatan untuk bermimpi hingga jadi nyata dan kesempatan untuk berkarya tanpa batas. Karena itu melalui tema “Indonesia Maju” ini mau ditegaskan bahwa inilah saatnya kita – masyarakat Indonesia – memfokuskan diri kepada hal yang benar-benar penting dalam menyatukan keberagaman melalui kolaborasi untuk memperkenalkan jati diri bangsa Indonesia.

Saudari-saudaraku yang terkasih,
Perayaan kemerdekaan bangsa saat ini kita peringati dalam suasana keprihatinan akibat dari wabah virus corona atau pandemi Covid-19. Pandemi ini telah menjadikan gerak kita sangat terbatas. Namun demikian kita tidak boleh menyerah. Sebaliknya kita diajak untuk terus secara nyata membangun kerja sama dan meningkatkan solidaritas dan kepedulian satu terhadap yang lain, agar kita dapat menghadapi dan mengatasi dampak pandemi ini dengan cepat dan tepat.

Bacaan kedua dari Surat Pertama Rasul Petrus (1Ptr 2,13-17) menegaskan bahwa kita adalah orang-orang merdeka yang hendaknya juga memaknai kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk bergotong-royong dan saling membantu dalam menghadapi pelbagai kesulitan dalam masyarakat. Hendaknya kita menghormati semua orang, mengasihi saudara-saudari kita sebangsa dan setanah-air dalam takut akan Tuhan.

Sedikit tentang “Bangga Buatan Indonesia”, saya mengajak Anda untuk memaknainya secara lebih luas. Bukan sekadar bangga akan produk-produk barang buatan Indonesia, tetapi juga bangga akan buah-buah pemikiran dan inovasi anak bangsa, serta bangga akan generasi muda kita. Mereka adalah masa kini dan masa depan bangsa. Salah satu hal yang sangat penting ketika kita berkata “mari kita cintai Indonesia” adalah kita cintai dan kembangkan anak-anak, para remaja dan kaum muda kita agar menjadi pribadi-pribadi yang sungguh militan dan memiliki kebanggaan terhadap bangsanya. Merekalah yang kita harapkan menjadi pelaku-pelaku transformasi bangsa menuju Indonesia maju.

Mungkin kita bertanya “kapan sebuah negara dapat dikatakan maju”. Belajar dari Injil dan Bacaan I hari ini, suatu negara dapat dinyatakan maju:

  • Pertama, kalau warga masyarakatnya dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab melaksanakan kewajibannya, baik sebagai warga negara maupun sebagai orang beriman (Matius 22,15-21); dan
  • Kedua, kalau pemerintahnya memimpin dengan bijaksana, hingga mampu menjamin ketertiban dan kesejahteraan rakyatnya (Kitab Putra Sirakh 10,1-8).

Saudara-saudariku yang terkasih,
Mengakhiri Surat Gembala dalam rangka memperingati 75 tahun Indonesia merdeka ini, secara khusus saya ingin mendoakan Anda semua yang saat ini sedang letih lesu dan berbeban berat, terutama karena dampak pandemi ini. Saya juga berdoa khusus bagi Anda yang sakit, berkekurangan, dan harus menanggung beban kehidupan yang berat. Allah yang penuh belas kasih senantiasa menyertai, meneguhkan, menguatkan, dan memberikan penghiburan kepada Anda semua.

Tak lupa saya juga mengajak Anda semua untuk tak hentihentinya berdoa kepada Tuhan agar kita segera terbebaskan dari wabah virus Corona ini. Semoga upaya untuk menemukan vaksin segera berhasil dan kondisi hidup seluruh bangsa manusia dipulihkan kembali.

Kita juga berdoa untuk bangsa Indonesia agar dianugerahi semangat persatuan, persaudaraan dan kerukunan di atas dasar Pancasila dan UUD 1945, serta dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita berdoa untuk para pemimpin bangsa, khususnya Presiden dan Wakil Presiden serta jajaran Kabinet Indonesia Maju, agar senantiasa diberi kebijaksanaan dalam memimpin bangsa ini. Akhirnya, mari kita pekikkan salam kebangsaan kita: Merdeka! Merdeka! Merdeka! Maju dan jayalah Indonesia. Berkah Dalem.

Semarang, 1 Agustus 2020
Peringatan Santo Alfonsus Maria de Liguori

Mgr. Robertus Rubiyatmoko
Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang


DOWNLOAD Versi PDF Disini :

Surat Gembala Kemerdekaan RI 75th PDF

Surat Gembala Kemerdekaan RI 75th PDF (Bahasa Jawa)


Tonton juga versi Youtube disini :

Jadwal Misa Online Live Streaming TVRI Keuskupan Agung Jakarta

jadwal misa live streaming tvri

Jadwal Misa Online Live Streaming TVRI Keuskupan Agung Jakarta

Jadwal ini berada di lingkup Keuskupan Agung Jakarta dan berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan. Kami akan informasikan dan melakukan update secepatnya di halaman ini jika ada informasi terbaru. Terima kasih. Berkah Dalem.

Update Juni 2021

Live Streaming Misa Hari Raya Tubuh & Darah Kristus 6 Juni 2021

Gereja Pejompongan – Hidup TV jam 9.00 WIB

*silahkan klik tombol di atas


Ekaristi online di channel ini (hari minggu siang) merupakan Update Bulan OKTOBER 2020.

Ekaristi mingguan disiarkan secara langsung melalui Channel Youtube Komsos KAJ dari Gereja Katedral Jakarta dengan waktu sebagai berikut :

Jadwal Misa Live Streaming TVRI Keuskupan Agung Jakarta

Jadwal live streaming misa KAJ Bulan Oktober 2020 – Channel TVRI Pukul 11.00 WIB
.
.

Sejarah Singkat Doa Angelus

Kapan Doa Ratu Surga Boleh Didaraskan ?

.
.

Gerakan Umat Paroki Jetis di Masa Pandemi Virus Corona

Bila wabah virus Corona adalah ujian maka persoalannya adalah kemanusiaan. Bagaimana kepedulian masyarakat menjadi hal pokok yang menjadi sorotan. Saat ini banyak gerakan sosial yang diselenggarakan baik oleh masyarakat umum, para musisi, pejabat pemerintahan dan berbagai elemen masyarakat.

Seiring dengan perkembangan teknologi, gerakan sosial ini dilaksanakan lewat streaming, video di media sosial atau terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal inilah yang dilakukan oleh umat Paroki Jetis di tengah situasi pandemi Covid-19.

Umat peduli, perhatian dan menunjukkan solidaritasnya lewat bantuan-bantuan yang diberikan ke Gereja untuk kemudian disalurkan kepada umat di lingkungan yang kurang mampu dan masyarakat umum. Paroki St. Albertus Agung Jetis telah menerima bantuan antara lain berupa alat-alat kebersihan, paket nasi bungkus, paket nasi kotak dan sembako. Bantuan-bantuan tersebut diterima oleh Tim APP (Aksi Puasa Pembangunan) dan dikelola agar membawa manfaat terlebih bagi mereka yang terdampak virus Corona.

Kegiatan berbagi nasi bungkus sampai dengan saat ini telah dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama pada hari Senin, 20 April 2020 Gereja St. Albertus Agung Jetis mengadakan gerakan sosial berbagi nasi bungkug untuk masyarakat umum sebanyak 270 paket. Nasi bungkus sebanyak 220 paket merupakan bantuan dari salah satu umat di Paroki Jetis yaitu Bapak Wahyu Herman dan 50 paket lainnya bantuan tambahan dari Gereja. Pembagian nasi bungkus dilakukan untuk membangun rasa solidaritas sekaligus meringankan beban masyarakat terutama dari sisi ekonomi. Gerakan ini berlangsung dari pukul 09.00-10.00 WIB. Kontributor dari gereja yang ikut membagikan nasi bungkus berasal dari tim APP, PSE, OMK dan umat lain yang ingin ikut serta menyapa masyarakat. Sasaran kegiatan ini adalah para pejalan kaki, supir ojek online, pedagang – pedagang kecil, tukang becak, tukang sapu jalan dan semua pihak yang membutuhkan. Kegiatan berbagi nasi tahap pertama berjalan dengan lancar.

Gerakan kedua dilaksanakan pada hari Minggu, 26 April 2020 di depan Gereja St. Albertus Agung Jetis. Kali ini kegiatan bagi nasi dilaksanakan pada sore hari menjelang waktu berbuka mengingat sudah memasuki bulan puasa. Nasi bungkus sebanyak 250 paket merupakan sumbangan dari alumnus angkatan 1994 ++ Sekolah Johannes De Britto, Yogyakarta. Sasaran kegiatan masih sama yaitu para supir ojek online, tukang becak dan semua pihak yang membutuhkan bantuan makanan di sekitar area gereja. Gerakan kedua berlangsung dari pukul 17.00 hingga 17.45 WIB. Antusiasme masyarakat dinilai cukup tinggi pada kegiatan berbagi nasi tahap ini.

Gerakan berbagi nasi tahap ketiga dilaksanakan pada hari Jumat, 1 Mei 2020 di depan Gereja St. Albertus Agung Jetis. Tiga ratus paket nasi yang dibagikan merupakan sumbangan dari salah satu umat paroki Jetis yang tidak ingin disebutkan namanya. Sebanyak 60 paket nasi dibagikan kepada masyarakat dengan mengendarai sepeda motor sementara sisanya dibagikan di depan gereja. Selain nasi kotak, umat juga membagikan masker kain dan satu potong kue. Spesial pada gerakan ketiga ini, Romo Paroki dan Bapak Joko Sunarno selaku wakil ketua Dewan Paroki ikut serta dalam persiapan dan pembagian nasi kotak. Kegiatan berlangsung dari pukul 17.00 hingga 18.00 WIB kemudian ditutup dengan makan bersama para relawan yang membantu distribusi nasi kotak kepada masyarakat.

Berbagai kegiatan yang telah terlaksana di atas merupakan wujud nyata kepedulian Gereja kepada masyarakat umum yang terdampak virus Corona terutama dari sisi ekonomi. Gereja menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam membantu umatnya yang menderita dan menanggung beban. Kiranya Gereja sebagai wajah sosial yang berlandaskan kasih senantiasa menjadi nyata dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat terutama dalam situasi pandemi saat ini.

.
.

Penulis : Christina A.R & Elisabeth Puji S.
Foto : Tim Kemasyarakatan

Peduli lawan Pandemi: Bakti Sosial Tanggap Bencana Virus Covid-19 Jilid 2

Siang itu panas terik melanda sebagian kota Yogyakarta yang sedang lengang dan sepi pengunjung. Memang virus Corona yang mewabah sejak beberapa bulan yang lalu, telah merenggut kebebasan warga Yogyakarta untuk melaksanakan aktivitas di luar rumah seperti hari – hari biasa.

Pemerintah bahkan menganjurkan warga masyarakat untuk tinggal di rumah guna memutus mata rantai merebaknya virus corona. Anjuran ini berlaku hampir di seluruh wilayah  Indonesia terutama daerah yang kasus positifnya dikategorikan tinggi ambil contoh Jakarta. Himbauan pemerintah tersebut mendorong sektor pendidikan untuk menonaktifkan segala kegiatan belajar mengajar dan adanya sistem kerja baru yaitu Work from Home atau bekerja dari rumah baik untuk sektor pemerintah maupun swasta.

Pemberlakuan aturan stay at home ini mengakibatkan terjadinya perlambatan ekonomi disebabkan karena pelaku usaha informal seperti pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terutama para pedagang kaki lima kehilangan pangsa pasarnya. Jika pelaku bisnis sudah menjajal dunia online dan e commerce mampu bertahan bahkan mengalami kenaikan transaksi pada situasi ini, tetapi tidak demikian bagi PKL yang hanya mengandalkan penerimaan harian dari hasil jualan mereka.

Selain itu, banyak perusahaan di berbagai sektor memilih merumahkan karyawan karena ingin memangkas biaya operasional. Perusahaan terpaksa memilih jalan tersebut sebab kelesuan ekonomi akibat wabah virus Corona menyebabkan pendapatan perusahaan turun drastis sementara biaya pegawai dan operasional lain terus berjalan. Kondisi ini menyebabkan sebagian masyarakat menjadi kurang berdaya secara ekonomi. Kehilangan pekerjaan yang berarti kehilangan sumber pendapatan keluarga menjadikan masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok salah satunya kebutuhan akan makanan.

Kondisi inilah yang melatarbelakangi Tim APP Paroki St. Albertus Agung Jetis mengadakan kegiatan Peduli lawan pandemi: Bakti sosial tanggap bencana covid-19 tahap yang kedua.

Dua ratus paket sembako dibagikan kepada umat lingkungan yang kurang mampu sesuai dengan data yang diberikan ketua lingkungan. Satu paket sembako terdiri dari beras, mie telor, biskuit kering, kecap manis, minyak goreng dan gula pasir. Selain sembako, diberikan pula masker kain hasil produksi tim PSE paroki. Masker kain ini dibuat dari kain batik perca yang sudah tidak digunakan, dijahit, ditambah karet dan bahan pelengkap lain.

Beberapa bahan pokok yang diberikan merupakan sumbangan dari umat dan sisanya didanai oleh donatur dan gereja. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 13 April 2020 pukul 10.00 hingga 11.30 WIB. Tim PSE, APP dan tim lain yang tergabung dalam bidang kemasyarakatan sudah mempersiapkan kegiatan ini dari sejak seminggu sebelum tanggal pelaksanaan. Para relawan membeli sembako, membungkusnya dalam 200 paket dan mendistribusikan ke lingkungan melalui ketua wilayah masing-masing.

Total 200 paket sembako diterima oleh umat lingkungan (katolik dan non katolik) dalam keadaan layak dan mendapatkan sambutan yang baik. Umat yang berdomisili di wilayah satu dan wilayah dua yang mendapatkan bantuan paket sembako masing-masing sebanyak 48 keluarga katolik dan 1 keluarga non katolik. Di wilayah tiga mencapai 43 keluarga katolik dan 1 keluarga non katolik. Sementara umat di wilayah empat yang mendapatkan paket sembako sejumlah 58 keluarga katolik.

Bakti sosial ini berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir. Kiranya gereja mampu menjadi perpanjangan tangan Tuhan yang senantiasa peduli dan perhatian kepada umatnya yang berkekurangan khususnya karena dampak virus covid-19. Dan semoga wabah virus covid-19 ini segera berakhir! Tuhan memberkati.

.
.

Penulis : Christina A.R.
Foto oleh : Tim Kemasyarakatan

Jadwal Misa Online Harian Keuskupan Agung Semarang Terbaru

jadwal misa online harian

Jadwal misa online harian di Keuskupan Agung Semarang ini berlaku sampai waktu yang akan ditentukan kemudian.

Untuk jadwal ekaristi mingguan (hari sabtu sore & minggu) silahkan lihat di bagian paling bawah

Untuk melengkapi jadwal ini, ada beberapa paroki di lingkup Keuskupan Semarang yang juga menyiarkan misa harian dari gerejanya masing-masing secara live streaming. Silahkan bisa dilihat setelah daftar perayaan ekaristi yang tertera dibawah ini.

 


Youtube Channel Paroki Jetis

Paroki Jetis Channel YT

Paroki Jetis on SPOTIFY


Ekaristi Online Harian
1-31 Maret 2023

Gereja MINOMARTANI – Jam 5.00 WIB

Gereja BORO – Jam 5.30 WIB

Gereja KOTABARU – Jam 17.25 WIB

Gereja BACIRO – Jam 18.25 WIB


.

 Mungkin Anda Tertarik : 

Doa Angelus Hari Ini

Doa Ratu Surga vs Doa Angelus

.

Misa setiap hari akan disiarkan langsung dari Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci – Randusari dan dirayakan bersama Kuria KAS dan para romo Komunitas Pastoran Katedral Semarang dengan jadwal sebagai berikut :

Hari SENIN-JUMAT
Pukul 18.00 WIB

Hari SABTU
Pukul 06.00 WIB

Siaran live streaming Misa harian online dapat diakses melalui channel Youtube
Komsos Katedral Keuskupan Agung Semarang:

Ekaristi Online KAS


Jadwal Misa Online Harian Terbaru di Lingkup Keuskupan Semarang

*Hari SENIN-JUMAT

Paroki Minomartani – Condongcatur Pukul 05.00 WIB

Channel Youtube Minomartani

Paroki Marganingsih – Kalasan Pukul 06.00 WIB

Channel Youtube Marganingsih

Paroki Boro – Kulon Progo (B. Jawa) Pukul 05.30 WIB

Channel Youtube Boro

*Hari SABTU

Paroki Boro – Kulon Progo (B. Jawa) Pukul 05.30 WIB

Channel Youtube Boro


Jadwal Misa Online Harian & Mingguan Paling Baru 1-31 Maret 2023 Klik :

HARI SABTU SORE & MINGGU

Klik tombol di atas & silahkan scroll ke bawah sampai
setelah Pengumuman 🙂
.
.

 

Peduli Lawan Pandemi, Bakti Sosial Tanggap Bencana Virus Covid-19

Merebaknya virus Covid-19 di masyarakat luas kini telah banyak menyita perhatian dunia. Virus ini seketika menjadi ‘senjata pembunuh’ umat manusia. Sejak virus tersebut muncul pertama kali di Wuhan, China pada Desember 2019 siapa yang menyangka penularannya akan berlangsung begitu cepat dan menyebabkan kematian dalam jumlah besar. Tampaknya tidak ada satu negara pun yang ‘steril’ terhadap virus Covid-19 atau selanjutnya akan disebut virus Corona. Organisasi kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan virus Corona sebagai pandemi. Artinya seluruh negara di dunia perlu melakukan antisipasi, sebab virus ini dapat menyerang siapa saja, di negara mana saja. Data terbaru pada tanggal 27 Maret 2020, penyebaran virus corona sudah menjangkiti 200 negara di dunia mencapai 529.614 kasus. Jumlah kematian akibat virus yang menyerang bagian pernapasan ini menembus angka 23.976 orang sedangkan yang sembuh sebanyak 123.380 orang.

Persiapan kegiatan Bakti Sosial dengan mengemas bahan-bahan pokok sumbangan umat menjadi paket bingkisan

Kasus penyebaran virus Corona ini tidak hanya menjadi isu kesehatan akan tetapi menjadi isu sosial dan ekonomi yang bersinggungan dengan kondisi saat ini. Masyarakat khususnya umat katolik dituntut untuk waspada namun juga tetap peduli dan perhatian akan kebutuhan sesama di sekitar kita. Dari sisi ekonomi, pandemi virus Corona menyebabkan pelemahan ekonomi. Dunia usaha terperangkap dalam situasi yang kurang menguntungkan. Suplai berkurang karena himbauan masif untuk bekerja dari rumah dan permintaan yang terus berkurang di berbagai sektor. Para pedagang dan wiraswasta menanggung kerugian akibat penyebaran virus ini.

Bingkisan sembako yang siap diberikan kepada umat Paroki Jetis sebanyak 200 paket

Tim APP dan PSE Paroki St. Albertus Agung Jetis menjadi lini terdepan dalam menanggapi situasi dan kondisi terkini akibat merebaknya virus Corona. Umat paroki dikoordinir oleh tim APP dan PSE paroki menunjukkan kepedulian dengan mengumpulkan dana dan sumbangan berupa bahan-bahan pokok yang selanjutnya diberikan kepada keluarga yang tergolong KLMTD (kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel) di wilayah teritorial Paroki Jetis. Persiapan kegiatan ini berlangsung sejak satu minggu sebelumnya dengan mengumpulkan bantuan, membelanjakan dana yang diperoleh dan mengemas menjadi satu bingkisan untuk satu kepala keluarga (KK). Bingkisan bantuan sembako berisi beras, mie instan, sabun cuci tangan dan sabun mandi. Bantuan kemudian dikemas dan terkumpul 200 paket sembako yang siap dibagikan. Sebelum kegiatan terlaksana, para ketua lingkungan sudah memberikan daftar keluarga yang akan diberi bingkisan. Setelah dikemas menjadi 200 bingkisan, masih ada sisa bahan-bahan pokok yang belum dikemas. Selanjutnya akan diberikan kepada keluarga yang kurang mampu dalam kesempatan berikutnya.

Penyaluran bingkisan sembako ke wilayah-wilayah di Paroki Jetis

Pada hari Rabu, 25 Maret 2020 bakti sosial tanggap bencana virus Corona dilaksanakan. Acara ini berlangsung dari pukul 09.30 hingga 13.00. Paket-paket sembako dihitung dan dipisahkan per wilayah kemudian diangkut menggunakan mobil menuju wilayah 1 hingga wilayah 4. Di tiap-tiap wilayah, para ketua wilayah dan ketua lingkungan bersiap untuk menyalurkan bantuan. Pemberian paket sembako dilakukan per wilayah untuk meminimalisir terciptanya kerumunan dan kontak dengan banyak orang. Total keluarga di wilayah 1 yang mendapat bantuan sebanyak 39 KK, jika dilihat melalui prosentase sebesar 22%. Selanjutnya, wilayah 2 dengan jumlah 46 KK prosentase mencapai 27%. Wilayah 3 sebesar 40 KK dengan prosentase 23%. Terakhir wilayah 4 sejumlah 48 KK mencapai 28% dari total bantuan yang diberikan. Umat yang menerima bingkisan bantuan mengaku merasa senang dan bersyukur sebab Paroki peduli dan menjadi perpanjangan tangan Gereja dalam karya pelayanan sosial di tengah situasi sulit saat ini.

Inilah contoh karya nyata umat Paroki Jetis dalam memaknai tema APP tahun ini. Semoga melalui kegiatan Bakti Sosial ini, umat katolik semakin tergerak untuk peduli dan berani terlibat dalam karya-karya karitatif dan pemberdayaan ditengah masyarakat. Berkah Dalem.

 

Penulis : Christ

Foto : E. Puji Susanti

You cannot copy content of this page