Doa Pagi Katolik Awali Hari Positif Kamu

doa pagi katolik

Doa Pagi Katolik (Liturgis Harian: Puji Syukur No. 48) – Membuka dan mengawali aktivitas setiap pagi membuat kita selalu bersemangat menjalani hari. Salah satu kebiasaan yang baik adalah dengan memanjatkan syukur kepada Sang Pemilik Hidup atas perlindungan serta istirahat yang telah kita terima semalam. Berikut ini dua contohnya bagi kamu yang ingin mengucapkan syukur dan memohon bimbingan-Nya hari ini.

VERSI 1

Ya Allah, Bapa sumber segala kerahiman. Pada awal hari baru ini aku menghaturkan puji dan syukur kepada-Mu atas perlindungan-Mu sepanjang malam tadi. Aku bersyukur atas hari baru yang membawa kesegaran dan membangkitkan semangat baru bagi hidupku. Berilah aku kemampuan baru untuk menghayati iman dan mengamalkan kasih sepanjang hari ini.

Bimbinglah aku sepanjang hari ini: Arahkanlah pikiran dan budiku, jangan sampai akal merancang pikiran benci dan dendam, tindakan marah dan cemburu, keinginan jahat dan mementingkan diri. Jagalah lidah dan bibirku, jangan sampai terucap: kata yang menyakitkan hati, kata yang kejam menusuk rasa, kata yang tidak benar, kata yang menghina.

Tuntunlah tingkah laku dan perbuatanku, supaya sepanjang hari ini aku bekerja sebaik-baiknya, tidak pernah jemu menolong sesama, selalu ramah dan tahu terima kasih, menghayati iman dan mengamalkannya dengan sekuat tenagaku. Semua ini kami sampaikan kepada-Mu, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. (Amin.)

doa pagi katolik

Doa Pagi Katolik (Liturgis Harian: Puji Syukur No. 48)

VERSI 2

Allah, Bapa kami yang ada di dalam surga, kami berterimakasih kepada-Mu karena hari yang baru ini. Berilah kami iman yang hidup, harapan yang kuat dan cinta yang ikhlas. Kami akan berusaha sungguh-sungguh agar segala pikiran, perkataan yang akan kami ucapkan pada hari ini, dan segala perbuatanku berkenan pada-Mu. Dan bimbinglah kami dengan terang Roh Kudus-Mu agar kami semakin serupa dengan Yesus Kristus, Putra-Mu.

Berkatilah keluarga kami dan semua orang yang akan kami jumpai hari ini. Berkatilah pula persaudaraan kami dengan mereka, agar menunjukkan kebaikan, seperti Engkau baik hati bagi semua orang. Semoga teladan Santa Perawan Maria dalam kesetiaan kepada-Mu dan keprihatinannya terhadap sesama menjadi semangat hidup kami pada hari ini. Ini semua kami mohon dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. (Amin.)

Doa pagi Katolik ini baik untuk kita lakukan untuk mengawali dan membangun aura positif sepanjang hari. Seperti yang tertulis pada Mazmur 143:8, Perdengarkanlah kasih setia-Mu kepadaku pada waktu pagi, sebab kepada-Mulah aku percaya! Beritahukanlah aku jalan yang harus kutempuh, sebab kepada-Mulah kuangkat jiwaku. Yuk semangat jalani hari ini! 😉

Baca Juga (KLIK):
Doa Angelus Katolik
Doa Untuk Paus Benediktus XVI

.

Doa Angelus (Doa Malaikat Tuhan) – Puji Syukur No.15

doa angelus malaikat tuhan

Doa Angelus Buku Puji Syukur No.15

Maria diberi kabar oleh malaikat Tuhan, bahwa ia akan mengandung dari Roh Kudus.

Salam Maria …

Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataanmu.

Salam Maria ….

Sabda sudah menjadi daging, dan tinggal di antara kita.

Salam Maria ….

Doakanlah kami, ya Santa Bunda Allah, supaya kami dapat menikmati janji Kristus.

Ya Allah, karena kabar malaikat kami mengetahui bahwa Yesus Kristus Putra-Mu menjadi manusia; curahkanlah rahmat-Mu ke dalam hati kami, supaya karena sengsara dan salib-Nya, kami dibawa kepada kebangkitan yang mulia. Sebab Dialah Tuhan, pengantara kami. Amin.

Baca Juga (KLIK) : Doa Ratu Surga Pada Masa Prapaskah


doa angelus malaikat tuhan

.

Mengenal Doa Angelus (Malaikat Tuhan) Yang Didaraskan Setiap Hari

Kepopulerannya sudah tidak diragukan lagi, sebagian besar umat Katolik Roma mempunyai kebiasaan untuk mengucapkan rangkaian doa ini sebanyak tiga kali dalam satu hari.

Selain menggunakan istilah Angelus (Bahasa Latin) doa tersebut juga dikenal dengan “Doa Malaikat Tuhan”. 

Nama ini diambil dari kata pertama di dalam doa tersebut yang dalam bahasa latin bunyinya: Angelus Domini nuntiavit Mariae atau Malaikat Tuhan menyampaikan kabar kepada Maria.

Doa ini merupakan salah satu dari beberapa devosi yang ada di dalam ajaran Katolik.

.

Sejarah Doa Angelus Pertama Kalinya

Mengutip dari catholicism.org. Asal mula doa ini dapat ditelusuri kembali ke Italia abad ke-11, di mana biarawan Fransiskan mengucapkan doa tiga Salam Maria selama kegiatan berdoa malam, ketika bel terakhir di malam itu.

Seiring waktu, para biarawan mendorong umat Katolik di wilayah mereka untuk mengakhiri setiap hari dengan cara yang sama dengan mendaraskan tiga Salam Maria.

Awalnya doa tersebut banyak dilakukan di negara-negara yang mayoritas menganut agama Katolik.

Kemudian doa ini berkembang dari abad ke abad sampai dengan zaman Paus Yohanes XXII yang memberikan indulgensi kepada orang yang mengucapkannya.

Paus Pius V dalam tahun 1571 memperbaharui dan melengkapi bentuknya seperti yang kita kenal sekarang ini.

Pada waktu itu, doa ini diucapkan pada dini hari untuk menghormati kebangkitan Yesus, pada siang hari untuk menghormati sengsara Yesus dan pada senja hari untuk menghormati peristiwa Inkarnasi.

” Paus Paulus VI dalam ensiklik “Marialis Cultus” menulis, “Doa ini sesudah berabad-abad tetap mempertahankan nilainya dan kesegaran aslinya. ”

Paus Yohanes Paulus II menandaskan bahwa doa tersebut tak perlu diubah sebab bentuknya sederhana, diangkat dari Injil, dan asal-muasalnya berkaitan dengan doa perdamaian dan misteri Paska.

.

Maksud dan Tujuan Dari Pendarasan Doa Angelus 

Dalam satu hari doa ini didaraskan sebanyak 3 (tiga) kali. Meskipun pengucapannya sama, namun maksud dan tujuannya berbeda, disesuaikan dengan waktunya.

Adapun tujuan dari doa di pagi hari adalah : Menghormati kebangkitan Kristus yang telah bangkit dan bersama Kristus kita memulai dari dengan semangat kebangkitan.

Pada siang hari : Menghormati sengsara Kristus saat di tengah pekerjaan kita yang berat, agar kita senantiasa ingat Kristus yang telah berkorban bagi kita.

Sedangkan doa sore hari bertujuan agar kita senantiasa menghormati Inkarnasi Allah menjadi manusia. Terlebih saat kita hendak beristirahat, agar kita selalu ingat bahwa Allah selalu tinggal beserta kita.

Banyak keluarga Katolik dengan setia mengucapkannya pada pagi, siang dan malam hari.

Juga di Indonesia, sejak puluhan tahun yang lampau, bila mendengar lonceng Angelus berbunyi, umat langsung meninggalkan segala kesibukannya untuk sejenak memanjatkan doa tersebut.

Pada Masa Paskah, Doa Angelus diganti dengan Doa Ratu Surga.

Dalam doa ini, biasanya satu orang akan mengucapkan suatu kalimat dan yang lain memberikan tanggapan.

DOA RATU SURGA (dalam Masa Paskah)

Ratu Surga bersukacitalah, alleluya,
sebab Ia yang sudi kau kandung, alleluya,
telah bangkit seperti disabdakan-Nya, alleluya!
Doakanlah kami pada Allah, alleluya!
Bersukacita dan bergembiralah, Perawan Maria, alleluya,
sebab Tuhan sungguh telah bangkit, Alleluya!

Ya Allah, Engkau telah menggembirakan dunia dengan kebangkitan Putra-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus. Kami mohon, perkenankanlah kami bersukacita dalam kehidupan kekal bersama BundaNya, Perawan Maria. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

.

Baca Juga (KLIK): 

https://staging2.christina.my.id/doa-pagi-katolik-awal-aura-positif-kamu-sepanjang-hari/

https://staging2.christina.my.id/doa-rosario-di-bulan-oktober-ketahui-bedanya-dengan-mei-bulan-maria/

.

(Wempi Gunarto)

Sumber :
www.catholicism.org
www.domuscordis.org
.
.

Doa Koronka Kerahiman Ilahi Menggunakan Rosario Biasa

doa koronka

Doa Koronka menggunakan Rosario biasa.

Tanda Salib :

Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Amin.

Doa Pembuka (= Doa Jam Kerahiman) :

Ya Yesus, Engkau sudah wafat, tetapi mata air kehidupan mamancar bagi jiwa-jiwa, dan lautan kerahiman terbuka untuk seluruh dunia. O Mata Air Kehidupan, Kerahiman Ilahi yang tak terhingga, rengkuhlah seluruh dunia dan hampakan diri-Mu untuk kami. Darah dan Air yang memancar dari Hati Yesus sebagai mata air kerahiman bagi kami, aku mengandalkan Engkau! (3x)


Doa KORONKA Kerahiman Ilahi

A – Pembukaan

  • Bapa Kami
  • Salam Maria
  • Aku percaya

B – Bapa yang kekal

C – Demi sengsara

D – Penutup

  • Allah yang Kudus

Doa Koronka Kerahiman Ilahi


Koronka dibuka dengan :

Bapa Kami…… ……..(1 kali)

Salam Maria………….(1 kali)

Aku Percaya…………. (1 kali)

Pada manik “Bapa Kami” rosario biasa, diucapkan doa berikut ini:

Bapa yang kekal, kupersembahkan kepada-Mu Tubuh dan Darah, Jiwa dan Ke-Allahan Putra-Mu yang terkasih, Tuhan kami Yesus Kristus, sebagai pendamaian untuk dosa kami dan dosa seluruh dunia

Pada manik “Salam Maria” rosario biasa, diucapkan doa berikut ini:

Demi sengsara Yesus yang pedih, tunjukkanlah belas kasihMu kepada kami dan seluruh dunia (10 kali)


Doa Koronka ditutup dengan doa :

Allah yang Kudus, Kudus dan berkuasa, Kudus dan kekal, kasihanilah kami dan seluruh dunia (3 kali).

Doa Penutup :

Allah yang kekal, dalam diri-Mu ada Kerahiman yang tanpa batas dan harta belas kasihan yang tak kunjung habis, pandanglah kami dengan rela hati dan tingkatkanlah Kerahiman-Mu dalam diri kami, supaya pada saat-saat sulit kami tidak menjadi putus asa atau remuk hati, tetapi dengan kepercayaan yang teguh menyerahkan diri kami kepada kehendak-Mu yang kudus, Sang Kasih dan Sang Kerahiman sendiri.

Doa Penyembuhan:

Yesus, semoga darah-Mu yang murni dan sehat mengalir di dalam organ-organ tubuhku yang sakit; semoga tubuhMu yang murni dan sehat mengubah tubuhku yang lemah ini; dan semoga kehidupan-Mu yang sehat dan perkasa mengalir dalam diriku, bila itu benar-benar kehendak kudus-Mu bagiku.

.

Ingin mendoakan Doa Angelus setiap jam 6.00, 12.00 dan 18.00 WIB setiap hari? Klik Disini:

Doa Angelus – Jam 6 pagi, 12 siang, 6 sore


Jam Kerahiman Ilahi

Dalam buku hariannya, Suster Faustina menulis bahwa Yesus mengkhususkan pukul 3 setiap sore sebagai waktu di mana kerahiman terbuka, dan menyuruhnya berdoa Koronka Kerahiman dan menguduskan Gambar Kerahiman Ilahi pada waktu tersebut. Pada 10 Oktober 1937, dalam buku hariannya (Buku Catatan V, halaman 1320) Suster Faustina menulis pernyataan Yesus ini:

Begitu engkau mendengar jam berdentang pada pukul tiga, benamkanlah dirimu sepenuhnya ke dalam kerahiman-Ku, sembari sujud menyembah dan memuliakan-Nya; mohonlah kemahakuasaan-Nya bagi seluruh dunia, teristimewa bagi orang-orang berdosa yang malang; sebab saat itu belas kasih dibuka lebar bagi setiap jiwa.

Pukul 3 sore merupakan waktu di mana Yesus wafat di kayu salib  Waktu ini disebut “jam Kerahiman Ilahi”.

Doa Bapa Kami Katolik (Puji Syukur No. 10)

Doa Bapa Kami Katolik

Doa Bapa Kami Katolik Dalam Versi Singkat (Misale Romanum) – Bapa Kami yang ada di surga, Dimuliakanlah nama-Mu, Datanglah Kerajaan-Mu, Jadilah Kehendak-Mu, Di atas bumi seperti di dalam surga,

Berilah kami rejeki pada hari ini, Dan Ampunilah kesalahan kami, Seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami, Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.

Di atas merupakan doa versi singkat dari Doa Bapa Kami yang biasa kita daraskan setiap hari. Mungkin ada yang sudah hafal, namun juga ada saudara-saudara kita terutama yang masih belajar,

dan baru akan masuk ke dalam Gereja Katolik belum terlalu hafal bahkan belum mengetahuinya. Doa ini juga merupakan versi yang tertera pada Misale Romanum (sesuai dengan Injil Matius).

Baca Juga: Doa Angelus – Kabar Dari Malaikat Tuhan (KLIK)

doa bapa kami katolik


Rumusan Menurut Injil Matius 6:9-13 – Puji Syukur No. 11

Bapa Kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami akan kesalahan kami,

seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.)

Ayat Alkitab Lainnya (Injil Lukas 11:2-4) – Puji Syukur No. 12

Bapa, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu. Berilah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan. Amin.

Baca Juga: Versi Bahasa Inggris


Perkembangan terbaru, Perubahan rumusan

Dalam kedua Injil di atas, terlihat adanya dua rumusan yang berbeda, jika boleh dibilang serupa tapi tak sama. Tidak ada yang salah, pun juga tidak ada yang mempermasalahkannya. Sejak awal Gereja doa ini berkembang dalam berbagai versi yang berbeda-beda, terkadang ada penambahan tertentu. 

Seperti yang kita ketahui pada tahun 2018 yang lalu pada peristiwa Konferensi Uskup-Uskup di Perancis, lalu selanjutnya diikuti oleh Konferensi Uskup-Uskup di Italia, merumuskan suatu perubahan kecil dalam rumusan doa tersebut, namun sesuatu yang kecil ini ternyata signifikan. 

” Penyesuaian atau perubahan tersebut terkait dengan kalimat dalam doa Bapa Kami Katolik yang berbunyi, Jangan masukkan kami ke dalam pencobaan

Disini seakan-akan Tuhan Yesus memasukkan manusia ke dalam pencobaan, dengan kita pribadi yang memohonnya. Walaupun rumusan tersebut sebenarnya serupa maknanya dengan apa yang kita temukan dalam Injil Matius maupun Lukas, “Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan” (Mat 6:13; bdk Luk 11:4).

Akan tetapi, apakah sesungguhnya maksud Tuhan? Paus Fransiskus mengatakan bahwa kalimat Doa Bapa Kami Katolik “Jangan masukkan kami ke dalam pencobaan” merupakan terjemahan yang kurang tepat. Bukanlah Tuhan Allah yang memasukkan manusia ke dalam pencobaan, tetapi roh jahat dengan manusia sendirilah yang membiarkan dirinya masuk ke dalam pencobaan. 

Oleh karenanya kita pun perlu memohon pertolongan kepada Tuhan Allah agar tidak jatuh ke dalam godaan atau pencobaan. Allah sebagai Juru Selamat memiliki tujuan ingin membebaskan, melepaskan kita dari pencobaan untuk menyelamatkan manusia. 

Paus kemudian melihat bahwa kalimat “Janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan” sesungguhnya lebih tepat diartikan sebagai Tuhan berilah kekuatan kepada kami agar tidak jatuh (ke dalam pencobaan).

Namun yang terjadi sebaliknya, saat ini rumusan yang dipakai membuat Allah sendiri seolah-olah yang memasukkan manusia ke dalam pencobaan, membiarkan kita jatuh.

Rumusan ulang seperti apapun tentu masih memiliki celah dan kemungkinan adanya perdebatan. Namun Konferensi para Uskup di Perancis dan Italia telah lama mendiskusikan hal ini, dan menemukan sebuah kesepakatan. Meskipun demikian di negara kita Indonesia masih menggunakan rumusan yang sebelumnya.

Upaya perumusan ulang ini perlu dilihat sebagai usaha untuk menemukan rumusan yang sesuai dengan maksud serta pesan yang ingin disampaikan dalam Kitab Suci, bukan menyesuaikan dengan rumusan yang ada di dalamnya.

Sejak awal Gereja selalu memiliki dinamika, hidup bukan sesuai dengan rumusan namun sesuai pesan dan maksud ajaran serta hidup dari Sang Guru yaitu Tuhan Yesus Kristus. Rumusan boleh berubah-ubah, semuanya demi ketepatan pengungkapan pesan dan ajaran Yesus sendiri.

Doa Bapa Kami Katolik Bahasa Jawa – Kidung Adi No.3

Rama kawula ing swarga, Asma Dalem kaluhurna, Kraton Dalem mugi rawuha. Karsa Dalem kalempahana wonten ing donya kados ing swarga. Kawula nyuwun rejeki kangge sapunika. Sakathahing lepat nyuwun pangapunten Dalem, kados dene anggen kawula ugi ngapunten dhateng sesami. Kawula nyuwun tinebihna saking panggodha, saha linuwarna saking piawon. Amin.

.

.

Penulis : Frans

Sumber : Majalah Hidup No.13 2019, 31 Maret 2019 dan diolah dari berbagai sumber

Doa Rosario di Oktober Berbeda Dengan Bulan Maria

doa rosario

Doa Rosario yang disarikan dari buku susunan Kelompok St. Monica Patrisius – Semarang

Tanda Salib – Dalam Nama Bapa..

Aku Percaya..

Kemuliaan..

Terpujilah..

Bapa kami..

Salam, Putri Allah Bapa. – Salam Maria..

Salam, Bunda Allah Putra, – Salam Maria..

Salam, Mempelai Allah Roh Kudus. – Salam Maria..

Lalu menyusul “Kemuliaan” dan “Terpujilah” seperti di atas diakhiri dengan doa “Ya Yesus.” Kemudian pemimpin membacakan peristiwa-peristiwa dari rangkaian misteri yang dipilih (lihat di bawah). Selanjutnya mendaraskan 1x Bapa kami, 10x Salam Maria, 1x Kemuliaan, 1x Terpujilah, 1x Ya Yesus. Lalu menyusul peristiwa kedua dan seterusnya.

doa rosario

Peristiwa-peristiwa Gembira Doa Rosario, khususnya selama Masa Adven dan Natal

  1. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel (Luk 1:26-38).
  2. Maria mengunjungi Elisabet, saudarinya (Luk 1:39-45).
  3. Yesus dilahirkan di Bethlehem (Luk 2:1-7).
  4. Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah (Luk 2:22-40).
  5. Yesus diketemukan dalam Bait Allah (Luk 2:41-52).

Peristiwa-peristiwa Sedih Doa Rosario, khususnya selama Masa Prapaskah dan tiap hari Jumat

  1. Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di surga dalam sakratul maut (Luk 22:39-46).
  2. Yesus didera (Yoh 19:1).
  3. Yesus dimahkotai duri (Yoh 19:2-3).
  4. Yesus memanggul salib-Nya (ke Gunung Kalvari) (Luk 22:26-32).
  5. Yesus wafat di salib (Luk 23:44-49).

Peristiwa-peristiwa Mulia Doa Rosario, khususnya selama Masa Paskah dan tiap hari Minggu

  1. Yesus bangkit dari kematian (Luk 24:1-5).
  2. Yesus naik ke surga (Luk 24:50-53).
  3. Roh Kudus turun atas para Rasul (Kis 2:1-13).
  4. Maria diangkat ke surga (1Kor 15:23; DS 3903).
  5. Maria dimahkotai di surga (Why 12:1, DS 3913-3917).

Peristiwa-peristiwa Terang Doa Rosario

  1. Yesus di baptis di sungai Yordan (Mat 3:16-17).
  2. Yesus menyatakan diri-Nya dalam pesta pernikahan di Kana (Yoh 2:11).
  3. Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan (Mat4:17-23).
  4. Yesus menampakan kemuliaan-Nya (Mat 17:2-5).
  5. Yesus menetapkan Ekaristi (Mrk 14:22-24).

Setiap bulan Oktober, paroki-paroki gereja Katolik di seluruh dunia mengajak seluruh umatnya untuk mendaraskan doa kepada Bunda Maria melalui rangkaian doa ini.

Penetapan Oktober sebagai Bulan Rosario berawal dari ditetapkannya tanggal 7 Oktober sebagai Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Pesta ini ditetapkan oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1573, untuk mengganti nama peringatan Pesta Santa Perawan Maria Ratu Kemenangan.

Peringatan Pesta Santa Perawan Maria Ratu Kemenangan dilatarbelakangi oleh peristiwa kemenangan tentara Kristen atas tentara Kesultanan Utsmaniyah Turki dalam pertempuran di Lepanto pada 7 Oktober 1571. Kala itu Kesultanan Utsmaniyah sedang gencar-gencarnya memperluas daerah kekuasaan mereka, hingga benua Eropa. 

Paus Pius V yang memimpin Gereja pada waktu itu, meminta seluruh Gereja berdoa dengan menggunakan Rosario kepada Bunda Maria untuk membantu tentara Kristen. 

Dalam pertempuran di Lepanto di Teluk Korintus, tentara Kristen yang kalah dalam jumlah pasukan akhirnya berhasil memenangkan pertempuran. Jumlah korban di pihak Utsmaniyah yang sangat besar memaksa mereka menghentikan ekspansinya yang ingin  menguasai Eropa. Maka, kemenangan di Lepanto ini mempunyai arti sangat penting. 

Kemudian pada tahun 1573, Paus Gregorius XIII menetapkan tanggal 7 Oktober sebagai Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario sebagai ucapan syukur atas bantuan Bunda Maria bagi kemenangan di Lepanto. Pesta ini awalnya hanya dilakukan oleh gereja-gereja yang altarnya didedikasikan bagi Bunda Maria. Namun pada tahun 1716, Paus Klemens XI menyebarluaskan perayaan ini hingga ke seluruh dunia.

Selanjutnya Paus Leo XIII menetapkan bulan Oktober sebagai bulan Rosario pada tanggal 1 September 1883. Bapa suci meminta agar seluruh umat berdoa rosario dan Litani Santa Perawan Maria dari Loreto pada setiap hari di bulan Oktober agar Gereja mendapat bantuan Bunda Maria dalam menghadapi aneka bahaya yang mengancam. Pada 22 September 1891, Paus Leo XIII menerbitkan ensiklik October Mense (The Month of October; Bulan Oktober), yang menyatakan bahwa bulan Oktober dikhususkan kepada Santa Perawan Maria, Ratu Rosario.

Perbedaan dengan Mei, Bulan Maria

Dalam setahun Gereja Katolik mendevosikan bulan Mei dan Oktober sebagai waktu khusus untuk mendoakan Bunda Maria, Bunda Allah. Meski demikian  devosi bulan Mei sebagai bulan Maria dan Oktober sebagai bulan Rosario memiliki makna berbeda.

Pada awalnya, spiritualitas bulan Mei sebagai Bulan Maria berdasarkan tradisi di negara 4 musim yang memahami bulan Mei sebagai musim semi, masa tumbuhan kembali hidup. Gereja pada waktu itu menyelaraskan tradisi ini dengan iman Bunda Maria yang mengandung dan melahirkan Yesus Kristus, melahirkan hidup yang baru. Jadi, bulan Mei dirayakan sebagai Bulan Maria untuk memperingati bahwa Maria adalah Ibu dari segala kehidupan, karena melalui Bunda Maria lahirlah Yesus Kristus yaitu “Jalan, kebenaran dan kehidupan” (Yoh 14:6).

Penetapan bulan Mei sebagai bulan Maria juga memiliki kaitan dengan peristiwa iman yang dialami Paus Pius VII yang ditangkap oleh serdadu Napoleon dan dipenjara pada tahun 1809. Di dalam penjara, Paus berdoa kepada Bunda Maria, agar ia bisa bebas. Ia berjanji bahwa jika ia dibebaskan, ia akan mendedikasikan perayaan untuk menghormati Bunda Maria.

Lima tahun kemudian, pada 24 Mei 1814, Paus VII dibebaskan untuk kembali ke Roma. Tahun berikutnya ia mengumumkan hari perayaan Bunda Maria, Penolong umat Kristen. Demikianlah devosi kepada Bunda Maria semakin dikenal.

Selanjutnya, pada tahun 1854, Paus Pius IX mengumumkan dogma “Immaculate Conception” (Bunda Maria yang dikandung tidak bernoda)” yang semakin memperkuat devosi kepada Bunda Maria, dan kemudian dipopulerkan oleh imam-imam Jesuit ke seluruh dunia.

Jadi jika bulan Mei untuk menghormati Maria sebagai Bunda Allah yang memberi kehidupan bagi manusia, bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan rosario untuk mengenang kekuatan doa kepada Allah melalui Bunda Maria dengan sarana rosario.

Tata Cara Doa Rosario

Rosario sebenarnya adalah doa renungan atas misteri keselamatan (dari saat Yesus mulai dikandung sampai Ia dimuliakan di surga dan mengutus Roh Kudus). Sembari mendaras Salam Maria berulang-ulang (10 kali), para pendoa merenungkan salah satu misteri yang dirangkai dalam rosario.

Doa yang terus diulang-ulang ini sangat membantu memusatkan perhatian pada misteri keselamatan yang direnungkan. Tetapi hendaknya diingat bahwa doa-renungan ini harus dibangun dan dipupuk oleh iman; maka ada baiknya bacaan-bacaan singkat, renungan atau ayat-ayat nyanyian disisipkan di antara setiap peristiwa rosario. Kalau tidak dilandasi iman, ada bahaya bahwa doa akan menjadi rentetan kata-kata yang kosong.

.

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

Baca Juga: Artikel Doa Rosario Wikipedia

.

Penulis : Wempi
Diolah dari berbagai sumber

.

.

Doa Paus Fransiskus di Masa Pandemi Covid19

doa paus fransiskus

Berdoa di Saat Wabah Korona Bersama Paus Fransiskus

Surat Paus Fransiskus kepada Umat Beriman di Seluruh Dunia – Mei 2020
Saudara dan saudari yang terkasih,

Bulan Mei semakin dekat, saat umat Tuhan mengekspresikan dengan intensi
khusus cinta dan pengabdian mereka kepada Perawan Maria yang Terberkati.
Sudah menjadi tradisi di bulan ini untuk berdoa rosario di rumah di dalam keluarga.
Pembatasan pandemi ini membuat kita semakin menghargai aspek “keluarga” ini,
juga dari sudut pandang spiritual.

Untuk alasan ini, saya ingin mendorong semua orang untuk menemukan
kembali keindahan berdoa Rosario di rumah pada bulan Mei. Ini dapat dilakukan
baik sebagai kelompok atau secara individu; Anda dapat memutuskan sesuai
dengan situasi Anda sendiri, memanfaatkan sebaik-baiknya kedua peluang tersebut.
Kunci untuk melakukan ini selalu kesederhanaan, dan mudah juga di internet untuk
menemukan model doa yang baik untuk diikuti.

Saya juga memberikan dua doa kepada Bunda Maria agar Anda dapat
melafalkan doa Rosario di akhir, dan bahwa saya sendiri akan berdoa di bulan Mei,
dalam persatuan spiritual dengan Anda semua. Saya mengikutsertakan mereka
dalam surat ini sehingga tersedia untuk semua orang.

Saudara dan saudari yang terkasih, merenungkan wajah Kristus dengan hati
Maria, ibu kita akan menjadikan kita lebih bersatu sebagai keluarga rohani dan akan
membantu kita mengatasi masa pencobaan ini. Saya menjaga Anda semua dalam
doa-doa saya, terutama mereka yang paling menderita, dan saya meminta Anda,
tolong, untuk mendoakan saya. Saya berterima kasih, dan dengan penuh kasih
sayang saya mengirimkan Anda berkat saya.

Roma, St. Yohanes Lateran,

25 April 2020

Pesta Santo Markus Penginjil


Doa Paus Fransiskus – DOA PERTAMA

O Maria,
Engkau terus bersinar dalam perjalanan kami
sebagai tanda keselamatan dan harapan.
Kami mempercayakan diri kami kepadamu,
bunda kesehatan orang yang sakit,
yang berada di kaki salib,
dipersatukan dengan penderitaan Yesus,
dan bertahan dalam imanmu.

“Pelindung orang-orang Romawi”,
Engkau tahu kebutuhan kami,
dan kami tahu bahwa engkau akan memberikan,
sehingga, seperti di Kana di Galilea,
sukacita dan perayaan saat bisa kembali
setelah masa percobaan ini.

Bantu kami, Bunda Cinta Ilahi,
untuk menyesuaikan diri dengan kehendak Bapa
dan untuk melakukan apa yang Yesus katakan kepada kami.
Karena Ia menanggung sendiri penderitaan kita,
dan membebani diri-Nya dengan kesedihan kita
untuk membawa kita, melalui salib,
kepada sukacita dari Kebangkitan.
Amin.

Kami pergi dalam perlindunganmu,
O Bunda Suci Allah;
Janganlah menolak permohonan kami,
dalam kebutuhan kami ini,
tapi selamatkanlah kami selalu
dari setiap bahaya,
O Perawan yang Agung dan Terberkati.


DOA KEDUA

“Kami pergi ke dalam perlindunganmu, O Bunda Suci Allah”.
Dalam situasi tragis saat ini, ketika seluruh dunia menjadi mangsa penderitaan dan
kecemasan, kami pergi kepadamu, Bunda Allah dan Bunda kami, dan mencari
perlindungan di bawah perlindunganmu.

Perawan Maria, alihkanlah matamu yang penuh belas kasih kepada kami di tengah
pandemi coronavirus ini. Menghibur orang-orang yang putus asa dan meratapi
orang-orang yang mereka cintai yang telah meninggal, dan kadang dikuburkan
dengan cara yang membuat mereka sangat sedih. Dekatlah dengan mereka yang
peduli pada orang yang mereka cintai yang sedang sakit dan yang karena untuk
mencegah penyebaran penyakit, tidak bisa berada dekat dengan mereka. Penuhilah
mereka dengan harapan, bagi yang bermasalah dengan ketidakpastian masa depan
dan konsekuensi untuk ekonomi dan pekerjaan.

Bunda Allah dan Bunda kami, berdoalah bagi kami kepada Allah, Bapa yang penuh
belas kasih, agar penderitaan yang besar ini dapat berakhir dan agar harapan dan
kedamaian dapat muncul kembali. Mohonlah kepada Putra Ilahimu seperti yang
engkau lakukan di Kana, sehingga keluarga-keluarga orang sakit dan Para Kurban
dihibur, dan hari mereka terbuka akan keyakinan dan kepercayaan.

Lindungilah para dokter, perawat, petugas kesehatan dan sukarelawan yang berada
di garis depan keadaan darurat ini dan sedang mempertaruhkan hidup guna
menyelamatkan orang lain. Dukunglah upaya heroik mereka dan berikanlah mereka
kekuatan, kemurahan hati dan kesehatan seterusnya.

Dekatilah orang-orang yang membantu orang sakit siang malam, dan para imam
yang dalam kepedulian sosial dan kesetiaan mereka kepada Injil, berusaha
membantu dan mendukung semua orang.

Perawan terberkati, terangilah pikiran pria dan wanita yang terlibat dalam penelitian
ilmiah, agar mereka dapat menemukan solusi efektif guna mengatasi virus ini.

Dukunglah para pemimpin nasional, agar dengan kebijaksanaan, perhatian dan
kemurahan hati, mereka dapat membantu orang-orang yang tidak mempunyai apaapa
untuk mencukupi kebutuhan dasar kehidupan dan dapat merancang solusi
sosial ekonomis yang terinspirasi oleh tinjauan masa depan dan solidaritas.

Maria yang Tersuci, gerakkanlah nurani kami, sehingga dana besar yang
diinvestasikan untuk mengembangkan dan menimbun senjata sebaliknya digunakan
untuk meningkatkan penelitian efektif tentang cara mencegah terjadinya tragedi
serupa di masa depan.

Ibu yang terkasih, bantulah kami menyadari bahwa kami adalah anggota dari suatu
keluarga besar dan mengenali ikatan yang menyatukan kita, sehingga dalam
semangat persaudaraan dan solidaritas, kami bis membantu meringankan banyak
situasi kemiskinan dan kebutuhan. Jadikanlah kami kuat dalam iman, tekun dalam
pelayanan, konstan dalam doa.

Maria, Penghiburan bagi orang yang menderita, rangkullah semua anakmu dalam
kesusahan dan berdoalah agar Allah mengulurkan tanganNya yang sangat kuat dan
membebaskan kami dari pandemi mengerikan ini, sehingga kehidupan bisa tenang
dan baik kembali.

Kami sungguh mempercayakan diri kami kepadamu, yang bersinar dalam perjalanan
kami sebagai tanda keselamatan dan harapan. Ya Maria yang pengampun, penuh
kasih dan manis. Amin.


DOA KEPADA SANTA MARIA

Ya Maria, engkau senantiasa menyinari tapak jalan kami
Sebagai tanda keselamatan dan harapan.

Kami mempercayakan diri kami dan kesehatan para penderita sakit,
kepadamu, sambal ikut ambil bagian dalam derita Yesus di salib, dalam
keteguhan imanmu.

Engkau, keselamatan umat manusia, mengetahui apa yang kami
butuhkan, dan kami percaya engkau menyertai mereka yang
membutuhkan, sehingga, sebagaimana di Kana Galilea, kami kembali
merasakan sukacita dan berpesta setelah saat penderitaan ini.

Tolonglah kami, Bunda kasih ilahi, untuk mematuhi kehendak Bapa dan
melakukannya, sebagaimana diminta sendiri oleh Yesus, yang
menanggung sendiri penderitaan kami dan memanggul kecemasan
kami, hingga menuntun kami, melalui salib kepada sukacita
kebangkitan. Amin.

Di bawah perlindunganmu, kami bernaung, Bunda Allah yang kudus.
Jangan abaikan permintaan tolong kami yang sedang dalam kesulitan
ini, bebaskan kami dari setiap bahaya, ya Perawan yang mulia dan suci.
Amin.


DOA KEPADA SANTO YOSEPH (1)

Ya pelindung yang suci, jagailah bangsa kami. terangilah mereka yang
bertanggungjawab atas kepentingan umum, sehingga mereka, seperti
engkau sendiri, mengetahui, bagaimana memperhatikan mereka yang
dipercayakan kepada tanggungjawab mereka.

Anugerahilah budi yang penuh pengertian kepada mereka yang mencari
sarana-sarana yang memeadai bagi pemeliharaan kesehatan dan
kondisi fisik yang baik bagi saudara-saudari mereka.

Topanglah mereka yang membaktikan diri mereka, denganresiko
keselamatannya sendiri, membantu mereka yang membutuhkan: para
relawan, perawat, dokter yang berada di garis depan dalam penanganan
mereka yang sakit.

Berkatilah ya Santo Yoseph, Gereja, agar mulai dari para pelayannya
mewujudkan Gereja sebagai tanda dan sarana terang dan kebaikanmu.


DOA KEPADA SANTO YOSEPH (2)

Sertailah ya Santo Yoseph, keluarga-keluarga kami, dalam keheningan
doa-doamu, sehingga tercipta keselarasan antara orang tua dan anak-anak
mereka, secara khusus dengan yang paling muda.

Jagailah mereka yang sudah lanjut usia dari rasa kesepian,
mohonkanlah agar jangan seorangpun merasa ditinggalkankarena
ketakutan dan diabaikan dan dari keputusasaan. Hiburlah mereka yang
paling rentan, kuatkanlah mereka yang bimbang, sertailah yang miskin.
Bersama dengan Bunda Perawan, mohonkanlah kepada Tuhan untuk
melepaskan dunia dari segala macam bentuk pandemic. Amin.


DOA SAAT KOMUNI SECARA ROHANI

Di bawah kaki-Mu, ya Yesus, aku bersujud dan dari penyesalan hatiku
memohon pengampunan-Mu, sebab aku ini hina karena
ketidakpantasanku di hadapan keluhuran-Mu yang Maha Agung.
Aku bersujud bakti kepada-Mu di dalam sakramen kasih-Mu, Ekaristi
yang mahaluhur.

Aku ingin menyambut-Mu untuk tinggal di dalam diriku yang walaupun
tidak pantas namun berserah kepada-Mu
Sementara menanti akan kebahagiaan akan komuni sacramental, aku
ingin memiliki-Mu secara rohani.

Datanglah kepadaku, ya Yesusku, sebab aku hanya bisa datang
kepada-Mu!
Semoga cinta-Mu memenuhi keseluruhan diriku baik saat hidup maupun
mati.

Aku percaya kepada-Mu, aku berharap kepada-Mu, aku mencintai-Mu


DOWNLOAD DOA PAUS FRANSISKUS

Doa Ratu Surga, Pewarta Sukacita & Kebangkitan Kristus

doa ratu surga

DOA RATU SURGA (Puji Syukur No. 16)

Ratu Surga bersukacitalah, Alleluya
sebab Ia yang sudi kau kandung, Alleluya
telah bangkit seperti yang disabdakan-Nya, Alleluya

Doakanlah kami pada Allah, Alleluya
Bersukacitalah dan bergembiralah, Perawan Maria, Alleluya
sebab Tuhan sungguh telah bangkit, Alleluya

Marilah berdoa : Ya Allah, Engkau telah menggembirakan dunia dengan kebangkitan Putra-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus.

Kami mohon : perkenankanlah kami bersukacita dalam kehidupan kekal bersama Bunda-Nya, Perawan Maria.

Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

.

Kemenangan nyata atas kematian telah ditunjukkan oleh Kristus melalui kebangkitan-Nya. Kebangkitan Kristus atas kematian tidak semata hanya sebagai suatu peristiwa luar biasa untuk meyakinkan dunia agar tidak menyangkal kebenaran ajaran akan kebangkitan-Nya, tetapi juga untuk menyatakan kuasa penyelamatan-Nya. Kebangkitan ini bukan merupakan hanya suatu gambaran dari ide, bukan hanyalah wahyu kebenaran umum, tetapi sejarah kemenangan Kristus yang nyata oleh kuasa Allah. Karena itu, sukacita dan kegembiraan menjadi tanda kemenangan orang percaya yang mutlak atas kematian dalam rupa kebangkitan Kristus.

Kapan Saja Doa Ratu Surga Biasa Didaraskan ?

Pada masa paskah ini telah kita hayati sengsara dan wafat Kristus yang rela mati demi menebus dosa manusia. Kisah sengsara Yesus telah menunjukan kepada kita dengan Yesus bangkit untuk memenuhi janji-Nya. Dalam memaknai sukacita dan kegembiraan kebangkitan Kristus pada masa paskah ini kita diajak menghayati melalui Doa “Regina Caeli” atau “Ratu Surga”. Sebagai salah satu dari empat Antifon Maria yang biasanya didaraskan atau dinyanyikan. Doa ini memberi penghormatan kepada Maria yang selalu didoakan selama masa Paskah sejak Compline hari Sabtu Suci atau Vigili Paskah, sampai dengan Pentakosta hari Minggu ketujuh setelah Paskah menggantikan Doa Malaikat Tuhan (Latin: Angelus).

Waktu mendaraskannya sama dengan Doa Malaikat Tuhan yaitu sebanyak tiga kali sehari pada pagi (06.00), siang (12.00), sore (18.00). Meski waktu yang digunakan sama, namun tema kedua doa ini berbeda dimana Doa Malaikat Tuhan bermakna akan adanya misteri Inkarnasi Sabda, yaitu ketika Sabda menjadi manusia dan tinggal di antara kita sedangkan doa ini memiliki makna akan misteri Paskah, yaitu pada Kristus yang telah bangkit seperti disabdakan-Nya dan Tuhan sungguh menunjukan kebangkitan-Nya melalui Juru Selamat kita Yesus Kristus. Selain itu doa ini juga mengungkapkan bersama Bunda Maria kita diajak untuk menghayati sukacita dalam kehidupan kekal atas suatu permohonan kepada Allah Bapa melalui kebangkitan Kristus. Doa ini merupakan hal konkret bukti nyata Paskah dalam penerapan hidup kita dengan percaya kepada Kristus yang telah bangkit.

Doa Angelus pada masa bukan Paskah, KLIK:

Doa Angelus Malaikat Tuhan

Apakah Doa Ratu Surga Sebagai Pengganti Doa Malaikat Tuhan ?

Perubahan doa ini untuk menggantikan Doa Malaikat Tuhan pada masa Paskah berawal dari ditetapkannya di seluruh dunia bagi umat Katolik pada 20 April 1742 oleh Paus Benediktus XIV. Perubahan doa ini juga dijelaskan dalam Direktorium Kesalehan Umat dan Liturgi yang diterbitkan oleh Kongregasi Ibadat Ilahi dan Tata Tertib Sakramen pada tahun 2001 butir 196.

Tidak diketahui persis pengarang doa “Regina Caeli” namun, diyakini bahwa dulunya Santo Gregorius Agung, Paus yang memimpin Gereja Katolik pada tahun 590 sampai dengan tahun 604 sedang dalam suatu prosesi perarakan di Roma. Ia sedang berjalan tanpa alas kaki lalu mendengar para malaikat melantunkan tiga baris pertama pada suatu pagi hari Paskah kemudian ia menambahkan baris keempat: “Ora pro nobis Deum. Alleluia” yang berarti “Doakan kami pada Allah. Alleluya.”

Terdapat juga bukti-bukti historis menunjukkan bahwa Doa Ratu Surga sudah lama menjadi kekayaan Gereja, jauh mendahului dogmatis Maria yang diangkat ke surga pada tahun 1950. Salah satu bukti histori dengan adanya catatan dari abad XII mengenai doa ini. Terdapat juga teks musik tertua dari doa tersebut yang tersimpan di Vatikan, yaitu sebuah manuskrip dari tahun 1171. Pada sekitar tahun 1200, doa ini muncul dalam manuskrip nyanyian tradisional Romawi Kuno.

Gelar Maria & Teladannya

Gelar Maria sebagai “Ratu Surga” sendiri bukan berarti hendak menyatakan Maria sebagai saingan Allah dengan kekuasaan surgawi-Nya. Kerendahan hati Maria-lah sehingga Ia dinyatakan sebagai Ratu. Keikutsertaan Maria sebagai orang unggulan yang percaya kepada Kristus ini juga menghantarkan kebangkitan Kristus demi kemenangan dan kejayaan atas kuasa dosa dan kematian.

“Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit,  maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.” (1 Tesalonika 4:14)


Maka sudah sepantasnya kita merenungkan sejauh mana kita sebagai umat Katolik telah bersikap dalam menyambut sukacita dan kegembiraan kebangkitan Kristus sebagai puncak karya keselamatan yang Allah anugerahkan kepada kita. Semoga keagungan harga darah Kristus di kayu salib dalam masa paskah ini dapat kita terapkan bagi seluruh aspek kehidupan kita.

Bunda Maria Ratu Surga telah memberikan teladan kepada kita dengan rendah hati memberikan diri-Nya demi rencana Ilahi Allah Bapa. Marilah kita bersama Bunda Maria menghayati kemenangan kebangkitan Kristus dalam hidup kita dengan mendaraskan Doa Ratu Surga di masa Paskah ini. Semoga sukacita dan kebahagiaan Kristus selalu menyertai kita.

.
.

Penulis : Paulina Dita / dari berbagai sumber

Sejarah Bulan Maria di Bulan Mei dan Awal Mula Doa Rosario

bulan maria

Bulan Maria – Agama Katolik memiliki tradisi spiritual untuk mendedikasikan bulan-bulan tertentu dalam setahun untuk berdevosi. Seperti saat bulan Mei disebut bulan berdevosi pada Bunda Maria, dan bulan Oktober sebagai bulan Rosario.

Lalu apa istimewanya bulan Mei hingga disebut bulan yang dikhususkan pada Bunda Maria? Untuk menjawab itu kita harus mengetahui lebih dulu mengapa Bunda Maria mendapat tempat istimewa dalam umat Katolik.

Bunda Maria mendapat tempat istimewa dan dihormati dalam Gereja Katolik karena ia merupakan teladan manusia yang berserah pada kehendak Allah dan mau menjawab panggilan Allah (Luk 1:26-38). Dalam perjalanan hidupnya Bunda Maria juga mempunyai relasi yang sangat mesra dengan Putranya Yesus Kristus, sejak ada dalam kandungan sampai wafat-Nya. Lewat kedekatan relasi inilah yang menjadikan Gereja Katolik mempunyai keyakinan bahwa Maria sungguh-sungguh istimewa, baik di hadirat Allah maupun manusia.

Bulan Maria Saat Berdevosi & Doa Rosario

Devosi kepada Bunda Maria di setiap bulan Mei sebenarnya sudah dilangsungkan sejak abad ke-13. Seperti telah dimuat dalam laman katolisitas.org, sejarah bulan Mei sebagai bulan bagi Bunda Maria berasal dari Tradisi Suci yang berkembang di negara dengan empat musim. Bulan Mei kerap kali dianggap sebagai awal kehidupan. Pada bulan ini, masyarakat menyambut datangnya musim semi di mana bunga-bunga bermekaran.

Devosi Maria pada Bulan Mei ini semakin mendapatkan tempatnya yakni sejak tahun 1700-an dipopulerkan oleh para imam Yesuit yang kemudian menyebar sampai ke seluruh dunia.

Pengalaman Devosi Paus Pius VII, Paus Pius IX, dan Paus Paulus VI

Pada tahun 1809, Paus Pius VII ditangkap oleh para serdadu Napoleon dan dipenjara. Di dalam penjara, Paus memohon dukungan doa Bunda Maria, agar ia dapat dibebaskan dari penjara. Paus berjanji bahwa jika ia dibebaskan, maka ia akan mendedikasikan perayaan untuk menghormati Bunda Maria.

Lima tahun kemudian, pada tanggal 24 Mei, Bapa Paus dibebaskan, dan ia dapat kembali ke Roma. Tahun berikutnya ia mengumumkan hari perayaan Bunda Maria, Penolong umat Kristen.

Demikianlah devosi kepada Bunda Maria semakin dikenal, dan ketika Paus Pius IX mengumumkan dogma “Immaculate Conception” atau “Bunda Maria yang Dikandung Tanpa Noda” pada tahun 1854, devosi bulan Mei sebagai bulan Maria akhirnya dikenal oleh Gereja universal.

Sedangkan Bapa Paus Paulus VI dalam surat ensikliknya, The Month of May mengatakan, “Bulan Mei adalah bulan di mana devosi umat beriman didedikasikan kepada Bunda Maria yang terberkati,” dan bulan Mei adalah kesempatan untuk “penghormatan iman dan kasih yang diberikan oleh umat Katolik di setiap bagian dunia kepada Sang Ratu Surga. Sepanjang bulan ini, umat Kristen, baik di gereja maupun secara pribadi di rumah, mempersembahkan penghormatan dan doa dengan penuh kasih kepada Bunda Maria dari hati mereka. Pada bulan ini, rahmat Tuhan turun atas kita… dalam kelimpahan.” (Paus Paulus VI, the Month of May).

Gereja Katolik melanjutkan tradisi berdoa bersama Bunda Maria pada Bulan Mei sebagai bentuk kepedulian umat kepada Gereja universal dan menghormati Bunda Maria sebagai teladan pribadi yang beriman kepada Tuhan dengan sepenuh hati dan tidak gentar menghadapi penderitaan.

Perbedaan Bulan Maria dengan Bulan Rosario & Asal Mula Dikenalnya Doa Rosario

Lalu mengapa bulan Oktober disebut bulan rosario? Gereja Katolik meyakini Santo Dominikus (1170 – 1221) adalah santo yang menyebarkan doa ini, seperti yang kita kenal sekarang. Ia berkhotbah tentang rosario ini pada pelayanannya di antara para Albigensian yang tidak mempercayai misteri kehidupan Kristus sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia.

Tujuan utama pendarasan doa adalah untuk merenungkan misteri kehidupan Kristus. Walaupun catatan riwayat hidupnya tidak menuliskan bahwa Santo Dominikus menyusun doa tersebut, dan juga konstitusi Dominikan tidak menyebutkannya sebagai pencipta awal doa ini, namun peran Santo Dominikus cukup besar dalam memperkenalkannya kepada umat. 

Ia sendiri merupakan saksi hidup yang mendoakannya. Namun dalam bentuknya seperti sekarang merupakan hasil pertumbuhan devosi yang terjadi beratus tahun setelah kematian Santo Dominikus.

Peran Doa Rosario pada Pertempuran Lepanto

Doa ini mulai popular di sekitar tahun 1600 s.d. 1700-an, terutama setelah kemenangan pasukan Kristen di Lepanto, pada tahun 1571. Saat itu, negara-negara Eropa diserang oleh Kerajaan Ottoman-Turki yang ingin memperluas daerah kekuasaan mereka.  

Menghadapi ancaman ini, Paus Pius V memerintahkan semua umat Katolik berdoa rosario untuk memohon dukungan doa Bunda Maria, agar pasukan Kristen memperoleh kemenangan. Perintah ini dilakukan oleh Don Juan (John) dari Austria, komandan armada, demikian juga oleh umat Katolik di seluruh Eropa untuk memohon bantuan Bunda Maria di dalam keadaan yang mendesak ini.

Pada tanggal 7 Oktober 1571, Paus Pius V bersama-sama dengan banyak umat beriman mendoakannya di Basilika Santa Maria Maggiore. Sejak subuh sampai petang, doa ini tidak berhenti didaraskan di Roma untuk mendoakan pertempuran di Lepanto. Walaupun tampaknya mustahil karena jumlah musuh yang lebih banyak, namun pada akhirnya pasukan Katolik menang pada hari itu.

Oleh karena itulah, tanggal 7 Oktober dinyatakan sebagai Pesta Santa Perawan Maria Ratu Kemenangan, yang kemudian diganti dengan Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Pesta ini merupakan ucapan syukur atas bantuan Bunda Maria melalui doa rosario.

.

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

(Wempi Gunarto / diolah dari berbagai sumber)

.

.

You cannot copy content of this page