Bulan Rosario, Sebuah Penghormatan Bagi Bunda Perawan Maria

bulan rosario

Bulan Rosario – Menyambut bulan Oktober tahun 2020 ini, apakah masing-masing kita ingat perayaan apa yang biasanya dilakukan? Pada bulan September ini yang kita peringati adalah peringatan Bulan Kitab Suci Nasional, sedangkan bulan Oktober setiap tahunnya kita memperingati Bulan Rosario.

Seperti yang sudah disampaikan tadi, bulan ini dilakukan penghormatan terhadap Bunda Perawan Maria. Namun apakah Anda sudah benar-benar mengetahui bagaimana awal mula adanya penghormatan ini? Mari menengok sejarah di dalam gereja Katolik sebentar untuk mengetahuinya.

Mengapa ada peringatan ini? Bagaimana asal-usulnya?

Kita telah memahami bahwa Bulan Maria bertujuan untuk memperingati devosi terhadap Bunda Maria. Meskipun begitu budaya kental berdoa di dalam gereja Katolik juga memiliki bulan tersendiri untuk memperingati Doa Rosario. Sebelum bercerita lebih jauh, jika Anda ingin tahu mengenai awal mula adanya Bulan Maria silahkan klik tombol dibawah ini.

Sejarah Bulan Maria

Lanjut ya. Penasaran untuk menelisik lebih dalam sejarah asal mula adanya peringatan ini? Yuk simak kisah lengkapnya berikut.

Tahun 1571 pada masa kepemimpinan Paus Pius V sebagai pemimpin tertinggi gereja Katolik, terjadi pertempuran antara koalisi negara-negara Eropa dengan Kekaisaran Ottoman-Turki yang notabene memiliki armada laut terkuat di masa itu. Koalisi negara-negara Eropa di atas tergabung dalam sebuah persatuan bernama Liga Suci (Holy League) sebagai perwakilan pasukan Kristen.

Peperangan dilakukan di laut tepatnya di teluk Patras-Yunani. Pertempuran ini merupakan peperangan laut terbesar pada masanya karena melibatkan lebih dari 500 kapal perang dengan jumlah keterlibatan sekitar 70.000 pasukan pada waktu itu.

Namun dikarenakan jumlah pasukan tidak seimbang serta keadaan cuaca (angin) yang tidak mendukung Pasukan Kristen, maka Paus Pius V menyerukan agar seluruh benua Eropa untuk bersama-sama berdoa rosario memohon kemenangan kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria. Sedangkan Paus Pius V sendiri memimpin prosesi rosario di Roma.

Selama pertempuran tersebut berlangsung seluruh negeri terus menerus berdoa, dan tak disangka keadaan perlahan mulai berbalik, sehingga pada akhirnya kemenangan direbut oleh pasukan Kristen. Hal ini pun menandai kemunduran dan titik balik ekspansi Kekaisaran Ottoman ke daerah Mediterania.

Silahkan klik tombol berikut jika ingin mengetahui lebih detail mengenai pertempuran lepanto yang sangat terkenal itu.

Pertempuran Lepanto

Sejarah telah ditorehkan & perjalanan panjang peringatan Bulan Rosario

Setelah kemenangan pasukan Kristen di Lepanto, Paus Pius V mengumumkan agar adanya peringatan untuk menghormati hari tersebut sebagai kemenangan yang direbut oleh bantuan Bunda Maria. Penghormatan yang dimaksud adalah peringatan “Our Lady of Victory” atau “Pesta Bunda Kemenangan” sebagai pesta tahunan untuk memperingati kemenangan di Lepanto, yang diatribusikan kepada Santa Perawan Maria.

Paus Gregorius XIII kemudian mengubah nama peringatan “Pesta Bunda Kemenangan” menjadi “Pesta Rosario Suci” pada tahun 1573, yang hari rayanya diperingati pada hari Minggu pertama setiap bulan Oktober. Di tahun 1584, Pastor Dominika Juan Lopez dalam bukunya tentang rosario menyatakan, bahwa pesta rosario dipersembahkan “untuk mengenang dan dengan rasa syukur terus-menerus atas kemenangan ajaib yang Tuhan berikan kepada umat Kristiani hari itu melawan armada Turki”.

Pada tahun 1913, Paus Pius X mengubah tanggal perayaan menjadi 7 Oktober, sebagai bagian dari upayanya untuk memulihkan perayaan liturgi hari Minggu. Lalu di tahun 1960 pada masa kepemimpinan Paus Yohanes XXIII hari raya tersebut terdaftar dengan nama “Pesta Santa Perawan Maria dari Rosario, ” selanjutnya di bawah reformasi liturgi tahun 1969, Paus Paulus VI menyebutkan “Bunda Rosario” sebagai peringatan wajib.

Begitulah asal mula Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Ratu Rosario dalam  gereja Katolik yang diperingati setiap tanggal 7 Oktober setiap tahun, atau yang kita peringati sebagai Bulan Rosario di negara kita.

Ingin ikut doa rosario misi? Klik tombol di bawah ini :

DOA ROSARIO MISIONER

Doa Rosario di Oktober Berbeda Dengan Bulan Maria

doa rosario

Doa Rosario yang disarikan dari buku susunan Kelompok St. Monica Patrisius – Semarang

Tanda Salib – Dalam Nama Bapa..

Aku Percaya..

Kemuliaan..

Terpujilah..

Bapa kami..

Salam, Putri Allah Bapa. – Salam Maria..

Salam, Bunda Allah Putra, – Salam Maria..

Salam, Mempelai Allah Roh Kudus. – Salam Maria..

Lalu menyusul “Kemuliaan” dan “Terpujilah” seperti di atas diakhiri dengan doa “Ya Yesus.” Kemudian pemimpin membacakan peristiwa-peristiwa dari rangkaian misteri yang dipilih (lihat di bawah). Selanjutnya mendaraskan 1x Bapa kami, 10x Salam Maria, 1x Kemuliaan, 1x Terpujilah, 1x Ya Yesus. Lalu menyusul peristiwa kedua dan seterusnya.

doa rosario

Peristiwa-peristiwa Gembira Doa Rosario, khususnya selama Masa Adven dan Natal

  1. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel (Luk 1:26-38).
  2. Maria mengunjungi Elisabet, saudarinya (Luk 1:39-45).
  3. Yesus dilahirkan di Bethlehem (Luk 2:1-7).
  4. Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah (Luk 2:22-40).
  5. Yesus diketemukan dalam Bait Allah (Luk 2:41-52).

Peristiwa-peristiwa Sedih Doa Rosario, khususnya selama Masa Prapaskah dan tiap hari Jumat

  1. Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di surga dalam sakratul maut (Luk 22:39-46).
  2. Yesus didera (Yoh 19:1).
  3. Yesus dimahkotai duri (Yoh 19:2-3).
  4. Yesus memanggul salib-Nya (ke Gunung Kalvari) (Luk 22:26-32).
  5. Yesus wafat di salib (Luk 23:44-49).

Peristiwa-peristiwa Mulia Doa Rosario, khususnya selama Masa Paskah dan tiap hari Minggu

  1. Yesus bangkit dari kematian (Luk 24:1-5).
  2. Yesus naik ke surga (Luk 24:50-53).
  3. Roh Kudus turun atas para Rasul (Kis 2:1-13).
  4. Maria diangkat ke surga (1Kor 15:23; DS 3903).
  5. Maria dimahkotai di surga (Why 12:1, DS 3913-3917).

Peristiwa-peristiwa Terang Doa Rosario

  1. Yesus di baptis di sungai Yordan (Mat 3:16-17).
  2. Yesus menyatakan diri-Nya dalam pesta pernikahan di Kana (Yoh 2:11).
  3. Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan (Mat4:17-23).
  4. Yesus menampakan kemuliaan-Nya (Mat 17:2-5).
  5. Yesus menetapkan Ekaristi (Mrk 14:22-24).

Setiap bulan Oktober, paroki-paroki gereja Katolik di seluruh dunia mengajak seluruh umatnya untuk mendaraskan doa kepada Bunda Maria melalui rangkaian doa ini.

Penetapan Oktober sebagai Bulan Rosario berawal dari ditetapkannya tanggal 7 Oktober sebagai Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Pesta ini ditetapkan oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1573, untuk mengganti nama peringatan Pesta Santa Perawan Maria Ratu Kemenangan.

Peringatan Pesta Santa Perawan Maria Ratu Kemenangan dilatarbelakangi oleh peristiwa kemenangan tentara Kristen atas tentara Kesultanan Utsmaniyah Turki dalam pertempuran di Lepanto pada 7 Oktober 1571. Kala itu Kesultanan Utsmaniyah sedang gencar-gencarnya memperluas daerah kekuasaan mereka, hingga benua Eropa. 

Paus Pius V yang memimpin Gereja pada waktu itu, meminta seluruh Gereja berdoa dengan menggunakan Rosario kepada Bunda Maria untuk membantu tentara Kristen. 

Dalam pertempuran di Lepanto di Teluk Korintus, tentara Kristen yang kalah dalam jumlah pasukan akhirnya berhasil memenangkan pertempuran. Jumlah korban di pihak Utsmaniyah yang sangat besar memaksa mereka menghentikan ekspansinya yang ingin  menguasai Eropa. Maka, kemenangan di Lepanto ini mempunyai arti sangat penting. 

Kemudian pada tahun 1573, Paus Gregorius XIII menetapkan tanggal 7 Oktober sebagai Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario sebagai ucapan syukur atas bantuan Bunda Maria bagi kemenangan di Lepanto. Pesta ini awalnya hanya dilakukan oleh gereja-gereja yang altarnya didedikasikan bagi Bunda Maria. Namun pada tahun 1716, Paus Klemens XI menyebarluaskan perayaan ini hingga ke seluruh dunia.

Selanjutnya Paus Leo XIII menetapkan bulan Oktober sebagai bulan Rosario pada tanggal 1 September 1883. Bapa suci meminta agar seluruh umat berdoa rosario dan Litani Santa Perawan Maria dari Loreto pada setiap hari di bulan Oktober agar Gereja mendapat bantuan Bunda Maria dalam menghadapi aneka bahaya yang mengancam. Pada 22 September 1891, Paus Leo XIII menerbitkan ensiklik October Mense (The Month of October; Bulan Oktober), yang menyatakan bahwa bulan Oktober dikhususkan kepada Santa Perawan Maria, Ratu Rosario.

Perbedaan dengan Mei, Bulan Maria

Dalam setahun Gereja Katolik mendevosikan bulan Mei dan Oktober sebagai waktu khusus untuk mendoakan Bunda Maria, Bunda Allah. Meski demikian  devosi bulan Mei sebagai bulan Maria dan Oktober sebagai bulan Rosario memiliki makna berbeda.

Pada awalnya, spiritualitas bulan Mei sebagai Bulan Maria berdasarkan tradisi di negara 4 musim yang memahami bulan Mei sebagai musim semi, masa tumbuhan kembali hidup. Gereja pada waktu itu menyelaraskan tradisi ini dengan iman Bunda Maria yang mengandung dan melahirkan Yesus Kristus, melahirkan hidup yang baru. Jadi, bulan Mei dirayakan sebagai Bulan Maria untuk memperingati bahwa Maria adalah Ibu dari segala kehidupan, karena melalui Bunda Maria lahirlah Yesus Kristus yaitu “Jalan, kebenaran dan kehidupan” (Yoh 14:6).

Penetapan bulan Mei sebagai bulan Maria juga memiliki kaitan dengan peristiwa iman yang dialami Paus Pius VII yang ditangkap oleh serdadu Napoleon dan dipenjara pada tahun 1809. Di dalam penjara, Paus berdoa kepada Bunda Maria, agar ia bisa bebas. Ia berjanji bahwa jika ia dibebaskan, ia akan mendedikasikan perayaan untuk menghormati Bunda Maria.

Lima tahun kemudian, pada 24 Mei 1814, Paus VII dibebaskan untuk kembali ke Roma. Tahun berikutnya ia mengumumkan hari perayaan Bunda Maria, Penolong umat Kristen. Demikianlah devosi kepada Bunda Maria semakin dikenal.

Selanjutnya, pada tahun 1854, Paus Pius IX mengumumkan dogma “Immaculate Conception” (Bunda Maria yang dikandung tidak bernoda)” yang semakin memperkuat devosi kepada Bunda Maria, dan kemudian dipopulerkan oleh imam-imam Jesuit ke seluruh dunia.

Jadi jika bulan Mei untuk menghormati Maria sebagai Bunda Allah yang memberi kehidupan bagi manusia, bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan rosario untuk mengenang kekuatan doa kepada Allah melalui Bunda Maria dengan sarana rosario.

Tata Cara Doa Rosario

Rosario sebenarnya adalah doa renungan atas misteri keselamatan (dari saat Yesus mulai dikandung sampai Ia dimuliakan di surga dan mengutus Roh Kudus). Sembari mendaras Salam Maria berulang-ulang (10 kali), para pendoa merenungkan salah satu misteri yang dirangkai dalam rosario.

Doa yang terus diulang-ulang ini sangat membantu memusatkan perhatian pada misteri keselamatan yang direnungkan. Tetapi hendaknya diingat bahwa doa-renungan ini harus dibangun dan dipupuk oleh iman; maka ada baiknya bacaan-bacaan singkat, renungan atau ayat-ayat nyanyian disisipkan di antara setiap peristiwa rosario. Kalau tidak dilandasi iman, ada bahaya bahwa doa akan menjadi rentetan kata-kata yang kosong.

.

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

Baca Juga: Artikel Doa Rosario Wikipedia

.

Penulis : Wempi
Diolah dari berbagai sumber

.

.

Misa Penutupan Bulan Rosario, Mensyukuri Berkat Bunda Maria

jadwal misa online hari ini

Tanpa terasa bulan Rosario sudah berakhir, satu bulan penuh di Oktober umat paroki St. Albertus Agung Jetis – Yogyakarta mendaraskan Novena dan Rosario kepada Bunda Maria.

Sebelumnya di awal bulan Oktober 2019, telah diselenggarkan perayaan ekaristi pembukaan Rosario, yang diawali dengan doa Rosario dilanjutkan dengan prosesi perarakan patung Bunda Maria menuju ke dalam gereja.

Umat St. Albertus Agung Jetis

Baca juga : Perayaan Ekaristi Pembukaan Rosario Bulan Oktober 2019

Misa penutupan bulan Rosario yang diselenggarakan pada Kamis sore (31/10/2019), dipimpin oleh romo Vincentius Suparman, Pr.  Umat dengan antusias hadir pada perayaan ekaristi ini, seperti halnya saat misa pembukaan, pada misa penutupan ini umat yang hadir memenuhi seluruh tempat duduk di dalam dan luar gereja.

Umat St. Albertus Agung Jetis

Dalam homilinya romo Parman menyampaikan bahwa dengan melaksanakan doa Rosario selama satu bulan penuh di lingkungan merupakan wujud kesetiaan dalam kebersamaan dan berbagi berkat.

Romo Parman In Frame

Setelah penerimaan komuni, beberapa perwakilan dari umat di panggil ke depan untuk menerima tumpeng dari romo Vincentius Suparman, Pr, sebagai wujud syukur atas terlaksananya rangkaian prosesi selama bulan Rosario.  Sebelum memberikan berkat penutup, romo Parman mengajak umat yang hadir, setelah perayaan ekaristi bersama-sama menikmati hidangan yang telah disediakan di aula gereja.

Romo Parman Potong Tumpeng

Bapak Ibu & Muda-Mudi Perwakilan Umat

Misa di tutup dengan berkat dan dilanjutkan dengan iring-iringan umat pembawa vandel lingkungan menuju aula gereja.

Para Pembawa Vandel Lingkungan

Umat dengan tertib memasuki aula untuk bersama-sama menikmati pincuk nasi dan gudangan yang telah disediakan.  Itulah wujud kebersamaan umat paroki St. Albertus Agung Jetis dalam mensyukuri berkat dari Bunda Maria.

Pesta Umat

Wujud Nyata ME

Behind The Scene

Pesta Umat St. Albertus Agung Jetis

Kelompok Koor

Salam KOMSOS !

>>> Galeri foto KLIK DISINI <<<

 

Foto & Artikel oleh : Agustinus Suseno

You cannot copy content of this page