Doa Rosario di Oktober Berbeda Dengan Bulan Maria

doa rosario

Doa Rosario yang disarikan dari buku susunan Kelompok St. Monica Patrisius – Semarang

Tanda Salib – Dalam Nama Bapa..

Aku Percaya..

Kemuliaan..

Terpujilah..

Bapa kami..

Salam, Putri Allah Bapa. – Salam Maria..

Salam, Bunda Allah Putra, – Salam Maria..

Salam, Mempelai Allah Roh Kudus. – Salam Maria..

Lalu menyusul “Kemuliaan” dan “Terpujilah” seperti di atas diakhiri dengan doa “Ya Yesus.” Kemudian pemimpin membacakan peristiwa-peristiwa dari rangkaian misteri yang dipilih (lihat di bawah). Selanjutnya mendaraskan 1x Bapa kami, 10x Salam Maria, 1x Kemuliaan, 1x Terpujilah, 1x Ya Yesus. Lalu menyusul peristiwa kedua dan seterusnya.

doa rosario

Peristiwa-peristiwa Gembira Doa Rosario, khususnya selama Masa Adven dan Natal

  1. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel (Luk 1:26-38).
  2. Maria mengunjungi Elisabet, saudarinya (Luk 1:39-45).
  3. Yesus dilahirkan di Bethlehem (Luk 2:1-7).
  4. Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah (Luk 2:22-40).
  5. Yesus diketemukan dalam Bait Allah (Luk 2:41-52).

Peristiwa-peristiwa Sedih Doa Rosario, khususnya selama Masa Prapaskah dan tiap hari Jumat

  1. Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di surga dalam sakratul maut (Luk 22:39-46).
  2. Yesus didera (Yoh 19:1).
  3. Yesus dimahkotai duri (Yoh 19:2-3).
  4. Yesus memanggul salib-Nya (ke Gunung Kalvari) (Luk 22:26-32).
  5. Yesus wafat di salib (Luk 23:44-49).

Peristiwa-peristiwa Mulia Doa Rosario, khususnya selama Masa Paskah dan tiap hari Minggu

  1. Yesus bangkit dari kematian (Luk 24:1-5).
  2. Yesus naik ke surga (Luk 24:50-53).
  3. Roh Kudus turun atas para Rasul (Kis 2:1-13).
  4. Maria diangkat ke surga (1Kor 15:23; DS 3903).
  5. Maria dimahkotai di surga (Why 12:1, DS 3913-3917).

Peristiwa-peristiwa Terang Doa Rosario

  1. Yesus di baptis di sungai Yordan (Mat 3:16-17).
  2. Yesus menyatakan diri-Nya dalam pesta pernikahan di Kana (Yoh 2:11).
  3. Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan (Mat4:17-23).
  4. Yesus menampakan kemuliaan-Nya (Mat 17:2-5).
  5. Yesus menetapkan Ekaristi (Mrk 14:22-24).

Setiap bulan Oktober, paroki-paroki gereja Katolik di seluruh dunia mengajak seluruh umatnya untuk mendaraskan doa kepada Bunda Maria melalui rangkaian doa ini.

Penetapan Oktober sebagai Bulan Rosario berawal dari ditetapkannya tanggal 7 Oktober sebagai Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Pesta ini ditetapkan oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1573, untuk mengganti nama peringatan Pesta Santa Perawan Maria Ratu Kemenangan.

Peringatan Pesta Santa Perawan Maria Ratu Kemenangan dilatarbelakangi oleh peristiwa kemenangan tentara Kristen atas tentara Kesultanan Utsmaniyah Turki dalam pertempuran di Lepanto pada 7 Oktober 1571. Kala itu Kesultanan Utsmaniyah sedang gencar-gencarnya memperluas daerah kekuasaan mereka, hingga benua Eropa. 

Paus Pius V yang memimpin Gereja pada waktu itu, meminta seluruh Gereja berdoa dengan menggunakan Rosario kepada Bunda Maria untuk membantu tentara Kristen. 

Dalam pertempuran di Lepanto di Teluk Korintus, tentara Kristen yang kalah dalam jumlah pasukan akhirnya berhasil memenangkan pertempuran. Jumlah korban di pihak Utsmaniyah yang sangat besar memaksa mereka menghentikan ekspansinya yang ingin  menguasai Eropa. Maka, kemenangan di Lepanto ini mempunyai arti sangat penting. 

Kemudian pada tahun 1573, Paus Gregorius XIII menetapkan tanggal 7 Oktober sebagai Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario sebagai ucapan syukur atas bantuan Bunda Maria bagi kemenangan di Lepanto. Pesta ini awalnya hanya dilakukan oleh gereja-gereja yang altarnya didedikasikan bagi Bunda Maria. Namun pada tahun 1716, Paus Klemens XI menyebarluaskan perayaan ini hingga ke seluruh dunia.

Selanjutnya Paus Leo XIII menetapkan bulan Oktober sebagai bulan Rosario pada tanggal 1 September 1883. Bapa suci meminta agar seluruh umat berdoa rosario dan Litani Santa Perawan Maria dari Loreto pada setiap hari di bulan Oktober agar Gereja mendapat bantuan Bunda Maria dalam menghadapi aneka bahaya yang mengancam. Pada 22 September 1891, Paus Leo XIII menerbitkan ensiklik October Mense (The Month of October; Bulan Oktober), yang menyatakan bahwa bulan Oktober dikhususkan kepada Santa Perawan Maria, Ratu Rosario.

Perbedaan dengan Mei, Bulan Maria

Dalam setahun Gereja Katolik mendevosikan bulan Mei dan Oktober sebagai waktu khusus untuk mendoakan Bunda Maria, Bunda Allah. Meski demikian  devosi bulan Mei sebagai bulan Maria dan Oktober sebagai bulan Rosario memiliki makna berbeda.

Pada awalnya, spiritualitas bulan Mei sebagai Bulan Maria berdasarkan tradisi di negara 4 musim yang memahami bulan Mei sebagai musim semi, masa tumbuhan kembali hidup. Gereja pada waktu itu menyelaraskan tradisi ini dengan iman Bunda Maria yang mengandung dan melahirkan Yesus Kristus, melahirkan hidup yang baru. Jadi, bulan Mei dirayakan sebagai Bulan Maria untuk memperingati bahwa Maria adalah Ibu dari segala kehidupan, karena melalui Bunda Maria lahirlah Yesus Kristus yaitu “Jalan, kebenaran dan kehidupan” (Yoh 14:6).

Penetapan bulan Mei sebagai bulan Maria juga memiliki kaitan dengan peristiwa iman yang dialami Paus Pius VII yang ditangkap oleh serdadu Napoleon dan dipenjara pada tahun 1809. Di dalam penjara, Paus berdoa kepada Bunda Maria, agar ia bisa bebas. Ia berjanji bahwa jika ia dibebaskan, ia akan mendedikasikan perayaan untuk menghormati Bunda Maria.

Lima tahun kemudian, pada 24 Mei 1814, Paus VII dibebaskan untuk kembali ke Roma. Tahun berikutnya ia mengumumkan hari perayaan Bunda Maria, Penolong umat Kristen. Demikianlah devosi kepada Bunda Maria semakin dikenal.

Selanjutnya, pada tahun 1854, Paus Pius IX mengumumkan dogma “Immaculate Conception” (Bunda Maria yang dikandung tidak bernoda)” yang semakin memperkuat devosi kepada Bunda Maria, dan kemudian dipopulerkan oleh imam-imam Jesuit ke seluruh dunia.

Jadi jika bulan Mei untuk menghormati Maria sebagai Bunda Allah yang memberi kehidupan bagi manusia, bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan rosario untuk mengenang kekuatan doa kepada Allah melalui Bunda Maria dengan sarana rosario.

Tata Cara Doa Rosario

Rosario sebenarnya adalah doa renungan atas misteri keselamatan (dari saat Yesus mulai dikandung sampai Ia dimuliakan di surga dan mengutus Roh Kudus). Sembari mendaras Salam Maria berulang-ulang (10 kali), para pendoa merenungkan salah satu misteri yang dirangkai dalam rosario.

Doa yang terus diulang-ulang ini sangat membantu memusatkan perhatian pada misteri keselamatan yang direnungkan. Tetapi hendaknya diingat bahwa doa-renungan ini harus dibangun dan dipupuk oleh iman; maka ada baiknya bacaan-bacaan singkat, renungan atau ayat-ayat nyanyian disisipkan di antara setiap peristiwa rosario. Kalau tidak dilandasi iman, ada bahaya bahwa doa akan menjadi rentetan kata-kata yang kosong.

.

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

Baca Juga: Artikel Doa Rosario Wikipedia

.

Penulis : Wempi
Diolah dari berbagai sumber

.

.

Sejarah Bulan Maria di Bulan Mei dan Awal Mula Doa Rosario

bulan maria

Bulan Maria – Agama Katolik memiliki tradisi spiritual untuk mendedikasikan bulan-bulan tertentu dalam setahun untuk berdevosi. Seperti saat bulan Mei disebut bulan berdevosi pada Bunda Maria, dan bulan Oktober sebagai bulan Rosario.

Lalu apa istimewanya bulan Mei hingga disebut bulan yang dikhususkan pada Bunda Maria? Untuk menjawab itu kita harus mengetahui lebih dulu mengapa Bunda Maria mendapat tempat istimewa dalam umat Katolik.

Bunda Maria mendapat tempat istimewa dan dihormati dalam Gereja Katolik karena ia merupakan teladan manusia yang berserah pada kehendak Allah dan mau menjawab panggilan Allah (Luk 1:26-38). Dalam perjalanan hidupnya Bunda Maria juga mempunyai relasi yang sangat mesra dengan Putranya Yesus Kristus, sejak ada dalam kandungan sampai wafat-Nya. Lewat kedekatan relasi inilah yang menjadikan Gereja Katolik mempunyai keyakinan bahwa Maria sungguh-sungguh istimewa, baik di hadirat Allah maupun manusia.

Bulan Maria Saat Berdevosi & Doa Rosario

Devosi kepada Bunda Maria di setiap bulan Mei sebenarnya sudah dilangsungkan sejak abad ke-13. Seperti telah dimuat dalam laman katolisitas.org, sejarah bulan Mei sebagai bulan bagi Bunda Maria berasal dari Tradisi Suci yang berkembang di negara dengan empat musim. Bulan Mei kerap kali dianggap sebagai awal kehidupan. Pada bulan ini, masyarakat menyambut datangnya musim semi di mana bunga-bunga bermekaran.

Devosi Maria pada Bulan Mei ini semakin mendapatkan tempatnya yakni sejak tahun 1700-an dipopulerkan oleh para imam Yesuit yang kemudian menyebar sampai ke seluruh dunia.

Pengalaman Devosi Paus Pius VII, Paus Pius IX, dan Paus Paulus VI

Pada tahun 1809, Paus Pius VII ditangkap oleh para serdadu Napoleon dan dipenjara. Di dalam penjara, Paus memohon dukungan doa Bunda Maria, agar ia dapat dibebaskan dari penjara. Paus berjanji bahwa jika ia dibebaskan, maka ia akan mendedikasikan perayaan untuk menghormati Bunda Maria.

Lima tahun kemudian, pada tanggal 24 Mei, Bapa Paus dibebaskan, dan ia dapat kembali ke Roma. Tahun berikutnya ia mengumumkan hari perayaan Bunda Maria, Penolong umat Kristen.

Demikianlah devosi kepada Bunda Maria semakin dikenal, dan ketika Paus Pius IX mengumumkan dogma “Immaculate Conception” atau “Bunda Maria yang Dikandung Tanpa Noda” pada tahun 1854, devosi bulan Mei sebagai bulan Maria akhirnya dikenal oleh Gereja universal.

Sedangkan Bapa Paus Paulus VI dalam surat ensikliknya, The Month of May mengatakan, “Bulan Mei adalah bulan di mana devosi umat beriman didedikasikan kepada Bunda Maria yang terberkati,” dan bulan Mei adalah kesempatan untuk “penghormatan iman dan kasih yang diberikan oleh umat Katolik di setiap bagian dunia kepada Sang Ratu Surga. Sepanjang bulan ini, umat Kristen, baik di gereja maupun secara pribadi di rumah, mempersembahkan penghormatan dan doa dengan penuh kasih kepada Bunda Maria dari hati mereka. Pada bulan ini, rahmat Tuhan turun atas kita… dalam kelimpahan.” (Paus Paulus VI, the Month of May).

Gereja Katolik melanjutkan tradisi berdoa bersama Bunda Maria pada Bulan Mei sebagai bentuk kepedulian umat kepada Gereja universal dan menghormati Bunda Maria sebagai teladan pribadi yang beriman kepada Tuhan dengan sepenuh hati dan tidak gentar menghadapi penderitaan.

Perbedaan Bulan Maria dengan Bulan Rosario & Asal Mula Dikenalnya Doa Rosario

Lalu mengapa bulan Oktober disebut bulan rosario? Gereja Katolik meyakini Santo Dominikus (1170 – 1221) adalah santo yang menyebarkan doa ini, seperti yang kita kenal sekarang. Ia berkhotbah tentang rosario ini pada pelayanannya di antara para Albigensian yang tidak mempercayai misteri kehidupan Kristus sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia.

Tujuan utama pendarasan doa adalah untuk merenungkan misteri kehidupan Kristus. Walaupun catatan riwayat hidupnya tidak menuliskan bahwa Santo Dominikus menyusun doa tersebut, dan juga konstitusi Dominikan tidak menyebutkannya sebagai pencipta awal doa ini, namun peran Santo Dominikus cukup besar dalam memperkenalkannya kepada umat. 

Ia sendiri merupakan saksi hidup yang mendoakannya. Namun dalam bentuknya seperti sekarang merupakan hasil pertumbuhan devosi yang terjadi beratus tahun setelah kematian Santo Dominikus.

Peran Doa Rosario pada Pertempuran Lepanto

Doa ini mulai popular di sekitar tahun 1600 s.d. 1700-an, terutama setelah kemenangan pasukan Kristen di Lepanto, pada tahun 1571. Saat itu, negara-negara Eropa diserang oleh Kerajaan Ottoman-Turki yang ingin memperluas daerah kekuasaan mereka.  

Menghadapi ancaman ini, Paus Pius V memerintahkan semua umat Katolik berdoa rosario untuk memohon dukungan doa Bunda Maria, agar pasukan Kristen memperoleh kemenangan. Perintah ini dilakukan oleh Don Juan (John) dari Austria, komandan armada, demikian juga oleh umat Katolik di seluruh Eropa untuk memohon bantuan Bunda Maria di dalam keadaan yang mendesak ini.

Pada tanggal 7 Oktober 1571, Paus Pius V bersama-sama dengan banyak umat beriman mendoakannya di Basilika Santa Maria Maggiore. Sejak subuh sampai petang, doa ini tidak berhenti didaraskan di Roma untuk mendoakan pertempuran di Lepanto. Walaupun tampaknya mustahil karena jumlah musuh yang lebih banyak, namun pada akhirnya pasukan Katolik menang pada hari itu.

Oleh karena itulah, tanggal 7 Oktober dinyatakan sebagai Pesta Santa Perawan Maria Ratu Kemenangan, yang kemudian diganti dengan Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Pesta ini merupakan ucapan syukur atas bantuan Bunda Maria melalui doa rosario.

.

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

(Wempi Gunarto / diolah dari berbagai sumber)

.

.

You cannot copy content of this page