Jadwal Doa Rosario Misioner Dipimpin Oleh Para Uskup di Seluruh Indonesia

jadwal doa rosario misioner

Jadwal Doa Rosario Misioner – Memperingati Bulan Rosario yang jatuh pada bulan Oktober setiap tahunnya, maka Komisi Karya Kepausan Indonesia (KKI) dan Komisi Karya Misioner (KKM) mengadakan ROSARIO MISI yg diselenggarakan oleh Biro Nasional KKI-KKM.

Kemudian tema Minggu Misi Sedunia yang akan diadakan pada tanggal 18 Oktober 2020 yaitu “Ini aku, utuslah aku” (Yes 6:8) mengawal peringatan tahunan Hari Minggu Misi Sedunia. Selain itu pada bulan yang sama, kita juga akan merayakan peringatan tahunan Hari Pangan Sedunia dan Bulan Rosario.

Karena adanya beberapa peringatan tersebut Komisi Karya Misioner KWI dan Karya Kepausan Indonesia menyelenggarakan doa ini yang setiap harinya dipimpin oleh satu Uskup bergantian dari seluruh Keuskupan di Indonesia.

Doa ini bertujuan untuk:

  1. Memelihara semangat misioner umat di masa pandemi dan
  2. Menggiatkan doa tersebut di bulan Rosario.

DOA ROSARIO MISIONER – Bulan Oktober 2020

Ditayangkan pada media sosial Komisi KARYA MISIONER KWI, KARYA KEPAUSAN INDONESIA, Komisi KOMSOS KWI, HIDUP TV, Youtube Channel Setiap KEUSKUPAN & PAROKI. Untuk mengikutinya cukup klik tombol pada jadwal harian di bawah ini.

Diadakan pada tanggal 01 – 31 OKTOBER 2020, SETIAP HARI selama bulan Oktober pukul 18.00 WIB

Dipimpin oleh para Bapa Uskup secara bergiliran dari seluruh Keuskupan di Indonesia.

PERISTIWA – PERISTIWA MISTERI

Hari Senin & Sabtu (Misteri Gembira) – KLIK

Hari Rabu & Minggu (Misteri Mulia)

Hari Selasa & Jumat (Misteri Sedih)

Hari Kamis (Misteri Terang)

JADWAL DOA ROSARIO MISIONER DIPIMPIN OLEH PARA USKUP :

1. Kamis, 01-10-2020 Keuskupan Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC
IKUT DOA HARI – 1

2. Jumat, 02-10-2020 Keuskupan Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR
IKUT DOA HARI – 2

3. Sabtu, 03-10-2020 Keuskupan Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi
IKUT DOA HARI – 3

4. Minggu, 04-10-2020 Keuskupan Agats – Asmat, Mgr. Aloysius Murwito, OFM
IKUT DOA HARI – 4

5. Senin, 05-10-2020 Keuskupan Tanjung Karang, Mgr. Harun Yuwono
IKUT DOA HARI – 5 

6. Selasa, 06-10-2020 Keuskupan Surabaya, Mgr. Vincensius Sutikno Wisaksono
IKUT DOA HARI – 6

7. Rabu, 07-10-2020 Keuskupan Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat
IKUT DOA HARI – 7

8. Kamis, 08-10-2020 Keuskupan Tanjung Selor, Mgr. Yan Olla, MSF
IKUT DOA HARI – 8

9. Jumat, 09-10-2020 Keuskupan Amboina, Mgr. Mandagi, MSC
IKUT DOA HARI – 9

10. Sabtu, 10-10-2020 Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko
IKUT DOA HARI – 10

11. Minggu, 11-10-2020 Keuskupan Larantuka, Mgr. Kopong Kung
IKUT DOA HARI – 11

12. Senin, 12-10-2020 Keuskupan Sintang, Mgr. Samuel Oton Sidin OFM Cap.
IKUT DOA HARI – 12

13. Selasa, 13-10-2020 Keuskupan Timika, RD. Marthen Ekowaibi Kuayo (Administrator Diosesan)
IKUT DOA HARI – 13

14. Rabu, 14-10-2020 Keuskupan Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFM Cap.
IKUT DOA HARI – 14

15. Kamis, 15-10-2020 Keuskupan Malang, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm.
IKUT DOA HARI – 15

16. Jumat, 16-10-2020 Keuskupan Denpasar, Mgr. Silvester San
IKUT DOA HARI – 16

17. Sabtu, 17-10-2020 Keuskupan Sibolga, Mgr. Anicetus B. Sinaga, OFMCap (Administrator Apostolik)
IKUT DOA HARI – 17

18. Minggu, 18-10-2020 HARI MINGGU MISI KE-94: Keuskupan Palangkaraya, Mgr. Aloysius M. Sutrisnaatmaka MSF
IKUT DOA HARI – 18

19. Senin, 19-10-2020 Keuskupan Agung Makassar, Mgr. John Liku Ada
IKUT DOA HARI – 19

20. Selasa, 20-10-2020 Keuskupan Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM
IKUT DOA HARI – 20

21. Rabu, 21-10-2020 Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus
IKUT DOA HARI – 21

22. Kamis, 22-10-2020 Keuskupan Atambua, Mgr. Dominikus Saku

23. Jumat, 23-10-2020 Keuskupan Jayapura, Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM

24. Sabtu, 24-10-2020 Keuskupan Bogor, Mgr. Pascalis Bruno Syukur, OFM
IKUT DOA HARI – 24

25. Minggu, 25-10-2020 Keuskupan Samarinda, Mgr. Yustinus Hardjosusanto, MSF

26. Senin, 26-10-2020 Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang

27. Selasa, 27-10-2020 Keuskupan Manado, Mgr. Rolly Untu, MSC
IKUT DOA HARI – 27

28. Rabu, 28-10-2020 Keuskupan Banjarmasin, Mgr. Bodeng Timang

29. Kamis, 29-10-2020 Keuskupan Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ

30. Jumat, 30-10-2020 Keuskupan Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu
IKUT DOA HARI – 30

31. Sabtu, 31-10-2020 Keuskupan Agung Jakarta, +Ignatius Kardinal Suharyo


Demikian jadwal Doa Rosario Misioner yang bisa kami sampaikan, jika ada pertanyaan silahkan masukkan di kolom komentar dan kami akan menjawab sesegera mungkin, terima kasih.

SALAM MISIONER.

Bulan Rosario, Sebuah Penghormatan Bagi Bunda Perawan Maria

bulan rosario

Bulan Rosario – Menyambut bulan Oktober tahun 2020 ini, apakah masing-masing kita ingat perayaan apa yang biasanya dilakukan? Pada bulan September ini yang kita peringati adalah peringatan Bulan Kitab Suci Nasional, sedangkan bulan Oktober setiap tahunnya kita memperingati Bulan Rosario.

Seperti yang sudah disampaikan tadi, bulan ini dilakukan penghormatan terhadap Bunda Perawan Maria. Namun apakah Anda sudah benar-benar mengetahui bagaimana awal mula adanya penghormatan ini? Mari menengok sejarah di dalam gereja Katolik sebentar untuk mengetahuinya.

Mengapa ada peringatan ini? Bagaimana asal-usulnya?

Kita telah memahami bahwa Bulan Maria bertujuan untuk memperingati devosi terhadap Bunda Maria. Meskipun begitu budaya kental berdoa di dalam gereja Katolik juga memiliki bulan tersendiri untuk memperingati Doa Rosario. Sebelum bercerita lebih jauh, jika Anda ingin tahu mengenai awal mula adanya Bulan Maria silahkan klik tombol dibawah ini.

Sejarah Bulan Maria

Lanjut ya. Penasaran untuk menelisik lebih dalam sejarah asal mula adanya peringatan ini? Yuk simak kisah lengkapnya berikut.

Tahun 1571 pada masa kepemimpinan Paus Pius V sebagai pemimpin tertinggi gereja Katolik, terjadi pertempuran antara koalisi negara-negara Eropa dengan Kekaisaran Ottoman-Turki yang notabene memiliki armada laut terkuat di masa itu. Koalisi negara-negara Eropa di atas tergabung dalam sebuah persatuan bernama Liga Suci (Holy League) sebagai perwakilan pasukan Kristen.

Peperangan dilakukan di laut tepatnya di teluk Patras-Yunani. Pertempuran ini merupakan peperangan laut terbesar pada masanya karena melibatkan lebih dari 500 kapal perang dengan jumlah keterlibatan sekitar 70.000 pasukan pada waktu itu.

Namun dikarenakan jumlah pasukan tidak seimbang serta keadaan cuaca (angin) yang tidak mendukung Pasukan Kristen, maka Paus Pius V menyerukan agar seluruh benua Eropa untuk bersama-sama berdoa rosario memohon kemenangan kepada Tuhan melalui perantaraan Bunda Maria. Sedangkan Paus Pius V sendiri memimpin prosesi rosario di Roma.

Selama pertempuran tersebut berlangsung seluruh negeri terus menerus berdoa, dan tak disangka keadaan perlahan mulai berbalik, sehingga pada akhirnya kemenangan direbut oleh pasukan Kristen. Hal ini pun menandai kemunduran dan titik balik ekspansi Kekaisaran Ottoman ke daerah Mediterania.

Silahkan klik tombol berikut jika ingin mengetahui lebih detail mengenai pertempuran lepanto yang sangat terkenal itu.

Pertempuran Lepanto

Sejarah telah ditorehkan & perjalanan panjang peringatan Bulan Rosario

Setelah kemenangan pasukan Kristen di Lepanto, Paus Pius V mengumumkan agar adanya peringatan untuk menghormati hari tersebut sebagai kemenangan yang direbut oleh bantuan Bunda Maria. Penghormatan yang dimaksud adalah peringatan “Our Lady of Victory” atau “Pesta Bunda Kemenangan” sebagai pesta tahunan untuk memperingati kemenangan di Lepanto, yang diatribusikan kepada Santa Perawan Maria.

Paus Gregorius XIII kemudian mengubah nama peringatan “Pesta Bunda Kemenangan” menjadi “Pesta Rosario Suci” pada tahun 1573, yang hari rayanya diperingati pada hari Minggu pertama setiap bulan Oktober. Di tahun 1584, Pastor Dominika Juan Lopez dalam bukunya tentang rosario menyatakan, bahwa pesta rosario dipersembahkan “untuk mengenang dan dengan rasa syukur terus-menerus atas kemenangan ajaib yang Tuhan berikan kepada umat Kristiani hari itu melawan armada Turki”.

Pada tahun 1913, Paus Pius X mengubah tanggal perayaan menjadi 7 Oktober, sebagai bagian dari upayanya untuk memulihkan perayaan liturgi hari Minggu. Lalu di tahun 1960 pada masa kepemimpinan Paus Yohanes XXIII hari raya tersebut terdaftar dengan nama “Pesta Santa Perawan Maria dari Rosario, ” selanjutnya di bawah reformasi liturgi tahun 1969, Paus Paulus VI menyebutkan “Bunda Rosario” sebagai peringatan wajib.

Begitulah asal mula Peringatan Wajib Santa Perawan Maria Ratu Rosario dalam  gereja Katolik yang diperingati setiap tanggal 7 Oktober setiap tahun, atau yang kita peringati sebagai Bulan Rosario di negara kita.

Ingin ikut doa rosario misi? Klik tombol di bawah ini :

DOA ROSARIO MISIONER

Doa Rosario di Oktober Berbeda Dengan Bulan Maria

doa rosario

Doa Rosario yang disarikan dari buku susunan Kelompok St. Monica Patrisius – Semarang

Tanda Salib – Dalam Nama Bapa..

Aku Percaya..

Kemuliaan..

Terpujilah..

Bapa kami..

Salam, Putri Allah Bapa. – Salam Maria..

Salam, Bunda Allah Putra, – Salam Maria..

Salam, Mempelai Allah Roh Kudus. – Salam Maria..

Lalu menyusul “Kemuliaan” dan “Terpujilah” seperti di atas diakhiri dengan doa “Ya Yesus.” Kemudian pemimpin membacakan peristiwa-peristiwa dari rangkaian misteri yang dipilih (lihat di bawah). Selanjutnya mendaraskan 1x Bapa kami, 10x Salam Maria, 1x Kemuliaan, 1x Terpujilah, 1x Ya Yesus. Lalu menyusul peristiwa kedua dan seterusnya.

doa rosario

Peristiwa-peristiwa Gembira Doa Rosario, khususnya selama Masa Adven dan Natal

  1. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel (Luk 1:26-38).
  2. Maria mengunjungi Elisabet, saudarinya (Luk 1:39-45).
  3. Yesus dilahirkan di Bethlehem (Luk 2:1-7).
  4. Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah (Luk 2:22-40).
  5. Yesus diketemukan dalam Bait Allah (Luk 2:41-52).

Peristiwa-peristiwa Sedih Doa Rosario, khususnya selama Masa Prapaskah dan tiap hari Jumat

  1. Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di surga dalam sakratul maut (Luk 22:39-46).
  2. Yesus didera (Yoh 19:1).
  3. Yesus dimahkotai duri (Yoh 19:2-3).
  4. Yesus memanggul salib-Nya (ke Gunung Kalvari) (Luk 22:26-32).
  5. Yesus wafat di salib (Luk 23:44-49).

Peristiwa-peristiwa Mulia Doa Rosario, khususnya selama Masa Paskah dan tiap hari Minggu

  1. Yesus bangkit dari kematian (Luk 24:1-5).
  2. Yesus naik ke surga (Luk 24:50-53).
  3. Roh Kudus turun atas para Rasul (Kis 2:1-13).
  4. Maria diangkat ke surga (1Kor 15:23; DS 3903).
  5. Maria dimahkotai di surga (Why 12:1, DS 3913-3917).

Peristiwa-peristiwa Terang Doa Rosario

  1. Yesus di baptis di sungai Yordan (Mat 3:16-17).
  2. Yesus menyatakan diri-Nya dalam pesta pernikahan di Kana (Yoh 2:11).
  3. Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan (Mat4:17-23).
  4. Yesus menampakan kemuliaan-Nya (Mat 17:2-5).
  5. Yesus menetapkan Ekaristi (Mrk 14:22-24).

Setiap bulan Oktober, paroki-paroki gereja Katolik di seluruh dunia mengajak seluruh umatnya untuk mendaraskan doa kepada Bunda Maria melalui rangkaian doa ini.

Penetapan Oktober sebagai Bulan Rosario berawal dari ditetapkannya tanggal 7 Oktober sebagai Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Pesta ini ditetapkan oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1573, untuk mengganti nama peringatan Pesta Santa Perawan Maria Ratu Kemenangan.

Peringatan Pesta Santa Perawan Maria Ratu Kemenangan dilatarbelakangi oleh peristiwa kemenangan tentara Kristen atas tentara Kesultanan Utsmaniyah Turki dalam pertempuran di Lepanto pada 7 Oktober 1571. Kala itu Kesultanan Utsmaniyah sedang gencar-gencarnya memperluas daerah kekuasaan mereka, hingga benua Eropa. 

Paus Pius V yang memimpin Gereja pada waktu itu, meminta seluruh Gereja berdoa dengan menggunakan Rosario kepada Bunda Maria untuk membantu tentara Kristen. 

Dalam pertempuran di Lepanto di Teluk Korintus, tentara Kristen yang kalah dalam jumlah pasukan akhirnya berhasil memenangkan pertempuran. Jumlah korban di pihak Utsmaniyah yang sangat besar memaksa mereka menghentikan ekspansinya yang ingin  menguasai Eropa. Maka, kemenangan di Lepanto ini mempunyai arti sangat penting. 

Kemudian pada tahun 1573, Paus Gregorius XIII menetapkan tanggal 7 Oktober sebagai Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario sebagai ucapan syukur atas bantuan Bunda Maria bagi kemenangan di Lepanto. Pesta ini awalnya hanya dilakukan oleh gereja-gereja yang altarnya didedikasikan bagi Bunda Maria. Namun pada tahun 1716, Paus Klemens XI menyebarluaskan perayaan ini hingga ke seluruh dunia.

Selanjutnya Paus Leo XIII menetapkan bulan Oktober sebagai bulan Rosario pada tanggal 1 September 1883. Bapa suci meminta agar seluruh umat berdoa rosario dan Litani Santa Perawan Maria dari Loreto pada setiap hari di bulan Oktober agar Gereja mendapat bantuan Bunda Maria dalam menghadapi aneka bahaya yang mengancam. Pada 22 September 1891, Paus Leo XIII menerbitkan ensiklik October Mense (The Month of October; Bulan Oktober), yang menyatakan bahwa bulan Oktober dikhususkan kepada Santa Perawan Maria, Ratu Rosario.

Perbedaan dengan Mei, Bulan Maria

Dalam setahun Gereja Katolik mendevosikan bulan Mei dan Oktober sebagai waktu khusus untuk mendoakan Bunda Maria, Bunda Allah. Meski demikian  devosi bulan Mei sebagai bulan Maria dan Oktober sebagai bulan Rosario memiliki makna berbeda.

Pada awalnya, spiritualitas bulan Mei sebagai Bulan Maria berdasarkan tradisi di negara 4 musim yang memahami bulan Mei sebagai musim semi, masa tumbuhan kembali hidup. Gereja pada waktu itu menyelaraskan tradisi ini dengan iman Bunda Maria yang mengandung dan melahirkan Yesus Kristus, melahirkan hidup yang baru. Jadi, bulan Mei dirayakan sebagai Bulan Maria untuk memperingati bahwa Maria adalah Ibu dari segala kehidupan, karena melalui Bunda Maria lahirlah Yesus Kristus yaitu “Jalan, kebenaran dan kehidupan” (Yoh 14:6).

Penetapan bulan Mei sebagai bulan Maria juga memiliki kaitan dengan peristiwa iman yang dialami Paus Pius VII yang ditangkap oleh serdadu Napoleon dan dipenjara pada tahun 1809. Di dalam penjara, Paus berdoa kepada Bunda Maria, agar ia bisa bebas. Ia berjanji bahwa jika ia dibebaskan, ia akan mendedikasikan perayaan untuk menghormati Bunda Maria.

Lima tahun kemudian, pada 24 Mei 1814, Paus VII dibebaskan untuk kembali ke Roma. Tahun berikutnya ia mengumumkan hari perayaan Bunda Maria, Penolong umat Kristen. Demikianlah devosi kepada Bunda Maria semakin dikenal.

Selanjutnya, pada tahun 1854, Paus Pius IX mengumumkan dogma “Immaculate Conception” (Bunda Maria yang dikandung tidak bernoda)” yang semakin memperkuat devosi kepada Bunda Maria, dan kemudian dipopulerkan oleh imam-imam Jesuit ke seluruh dunia.

Jadi jika bulan Mei untuk menghormati Maria sebagai Bunda Allah yang memberi kehidupan bagi manusia, bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan rosario untuk mengenang kekuatan doa kepada Allah melalui Bunda Maria dengan sarana rosario.

Tata Cara Doa Rosario

Rosario sebenarnya adalah doa renungan atas misteri keselamatan (dari saat Yesus mulai dikandung sampai Ia dimuliakan di surga dan mengutus Roh Kudus). Sembari mendaras Salam Maria berulang-ulang (10 kali), para pendoa merenungkan salah satu misteri yang dirangkai dalam rosario.

Doa yang terus diulang-ulang ini sangat membantu memusatkan perhatian pada misteri keselamatan yang direnungkan. Tetapi hendaknya diingat bahwa doa-renungan ini harus dibangun dan dipupuk oleh iman; maka ada baiknya bacaan-bacaan singkat, renungan atau ayat-ayat nyanyian disisipkan di antara setiap peristiwa rosario. Kalau tidak dilandasi iman, ada bahaya bahwa doa akan menjadi rentetan kata-kata yang kosong.

.

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

Baca Juga: Artikel Doa Rosario Wikipedia

.

Penulis : Wempi
Diolah dari berbagai sumber

.

.

Doa Rosario Laudato Si – Tetap Jaga Bumi di Masa Pandemi

rosario laudato si

Doa Rosario Laudato Si, Mari Bersama Menjaga Bumi di Masa Pandemi

Pada awal Maret 2020 yang lalu, Paus Fransiskus membuat rekaman ajakan untuk kita semua, khususnya umat Katolik, menyediakan waktu tanggal 16­-24 Mei 2020 sebagai Pekan Laudato Si. Hal ini bertepatan dengan ‘ulang ­tahun’ kelima ensiklik tentang lingkungan hidup Laudato Si yang dikeluarkan pada tanggal 24 Mei 2015.

Beliau mengajak kita untuk sungguh membangun kesadaran, bertobat dan bertindak memelihara bumi seisinya, dan mewariskan bumi yang baik kepada anak-cucu kita. Ensiklik Laudato Si memang sudah beliau sampaikan kepada kita sejak 2015, tetapi ternyata belum banyak yang sungguh memahaminya, apalagi melaksanakannya. Itulah salah satu alasan ajakan di atas.

Kita tahu, permasalahan lingkungan hidup menjadi makin berat. Bukan tidak mungkin, rusaknya bumi ikut berpengaruh terhadap merebaknya pandemi corona yang sedang kita hadapi. Secara hati­-hati, beliau menyatakan bahwa pandemi corona adalah respons atau ‘tanggapan’ bumi atas ulah manusia yang selama ini kurang peduli.

Dalam ensiklik Laudato Si, seperti juga ditekankan Bapak Ignatius Kardinal Suharyo dalam homili misa Paskah pontifikal Minggu 12 April 2020 lalu, kita perlu melakukan pertobatan ekologis.

Dalam upaya agar pertobatan ekologis bisa terwujud, yang didasari pemahaman dan kesadaran baru itu, ensiklik Laudato Si perlu lebih dikenali umat. Untuk itulah dibuat teks doa Rosario Laudato Si ini, yang mencoba mengaitkan pokok-­pokok renungan setiap peristiwa dalam doa Rosario dengan beberapa isi penting dalam ensiklik Laudato Si.

Upaya ini didasari pengandaian bahwa ensiklik Laudato Si adalah bimbingan iman dan spiritualitas Kristen (Katolik) tentang bumi dengan segala macam permasalahannya ini, yang tentu erat kaitannya dengan kisah keselamatan dalam Injil. Ensiklik ini terdiri dari 6 bab (36 sub-­bab, 246 paragraf). Isinya sangat kaya dan mendalam, sehingga tidak mungkin semua dimasukkan dalam renungan peristiwa-­peristiwa doa Rosario.

Tentu, baik diketahui bahwa doa Rosario ini adalah doa Rosario biasa, meski isi renungannya dikaitkan dengan pokok-­pokok gagasan yang ada dalam ensiklik Laudato Si. Upaya mengintegrasikan ensiklik Laudato Si dalam renungan doa Rosario dimulai dengan merasakan ‘nada’ tiap peristiwa dan mencocokkannya dengan “nada” gagasan yang disampaikan Paus Fransiskus dalam bab-bab dan paragraf­-paragraf ensiklik itu. Dengan demikian, paragraf diacu tidak berurutan. Pun, yang kemudian di tulis sebagian besar hanyalah pokok gagasannya atau keprihatinan dasarnya.

Hal itu diupayakan ditulis dengan bahasa yang lebih sederhana, yang diharapkan dapat lebih dipahami umat. Agar renungan bisa lebih mengena, di bagian akhir hampir setiap pokok renungan dibuat satu paragraf ajakan untuk merenungkan lebih dalam, atau melakukan pertobatan, atau juga melakukan satu­-dua aksi yang lebih nyata, yang relevan dengan situasi kita.

Meski begitu, bagi mereka yang ingin lebih membaca dan mendalaminya, dicantumkan dalam catatan kaki nomor-nomor paragraf dari ensiklik Laudato Si yang menjadi acuan. Teks ensiklik Laudato Si, baik yang berbahasa Indonesia maupun yang berhasa asing, bisa diunduh melalui internet. Untuk seluruh proses ini, ‘bahan baku’ kami siapkan berempat, masing­-masing satu peristiwa, yaitu Rm. Martin Harun, OFM, Rm. Peter Kurniawan Subagyo, OMI, Rm. Ferry Sutrisna Wijaya, Pr dan saya sendiri. Setelah draft pertama saya buat, saya memohon masukan dari banyak rekan awam, yang tidak bisa saya sebut satu persatu, agar bahasa dan pesannya sungguh dapat dipahami umat. Untuk mereka itu, saya ucapkan banyak terima kasih.

Akhirnya, semoga teks doa Rosario Laudato Si ini bisa mendorong tumbuhnya pertobatan ekologis, sehingga bumi dan segala makhluk di atasnya, dapat hidup dalam damai di dalam rumah bersama ini. Berkah Allah selalu berlimpah!

Jakarta, pada hari bumi (22 April) 2020
Al. Andang L. Binawan, SJ

Catatan: Seperti dikatakan dalam pengantar, pada dasarnya Doa Rosario ini adalah doa Rosario biasa, hanya isi renungannya agak berbeda. Karena itu, struktur atau tata urutan doa-doanya sama. Pokok-pokok renungan di bawah ini dibacakan setelah Doa Bapa kami di awal setiap peristiwa.


🌹JADWAL DOA

SELURUH UMAT KATOLIK INDONESIA
PEDULI BUMI DI MASA PANDEMI 
SETIAP HARI (Bulan MEI) PK 20.00 WIB

*Update 16 Mei 2020 :

Doa Rosario & Bulan Maria

🌹PARA USKUP yang akan memimpin Doa Rosario Laudato Si  tgl 16 – 31 MEI 2020:

1. Sabtu, 16 Mei: Uskup Sibolga, Mgr. Anicetus Sinaga, OFM Cap
2. Minggu, 17 Mei: Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu
3. Senin, 18 Mei: Uskup Banjarmasin, Mgr. Petrus Boddeng Timang
4. Selasa, 19 Mei: Uskuo Manado, Mgr. Benedictus Rolly Untu, MSC
5. Rabu, 20 Mei: Uskup Sintang, Mgr. Semuel Oton Sidin
6. Kamis, 21 Mei: Uskup Agung Ende, Mgr. Vincent Sensi Potokota
7. Jumat, 22 Mei: Uskup Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR
8. Sabtu, 23 Mei: Uskup Tanjung Selor, Mgr. Paulinus Yan Olla, MSF
9. Minggu, 24 Mei: Uskup Agats, Mgr. Aloysius Murwito, OFM
10. Senin, 25 Mei: Denpasar, Mgr. Silvester San
11. Selasa, 26 Mei: Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF
12. Rabu, 27 Mei: Uskup Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC
13. Kamis, 28 Mei: Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku
14. Jumat, 29 Mei: Uskup Jayapura, Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM
15. Sabtu, 30 Mei: Uskup Agung Medan, Mgr Cornelius Sipayung OFM Cap
16. Minggu, 31 Mei: Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung

🌹PARA USKUP yang akan memimpin doa tgl 1- 15 MEI 2020:

1. Jumat, 1 Mei  KAJ, +Ignatius Kardinal Suharyo
2. Sabtu, 2 Mei Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C.
3. Minggu, 3 Mei KAS, Mgr. Robertus Rubiyatmoko
4. Senin, 4 Mei Purwokerto, Mgr. Christophorus Tri Harsono
5. Selasa, 5 Mei Malang, Mgr. Henricus Pidyarto G., O.Carm
6. Rabu, 6 Mei Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM
7.Kamis, 7 Mei Tanjungkarang, Mgr.Harun Yuwono
8. Jumat, 8 Mei  Ketapang,  Mgr. Pius Riana Prapdi
9.  Sabtu 9 Mei Surabaya,  Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono
10.Minggu, 10 Mei, Palangka Raya,  Mgr. A.M. Sutrisnaatmaka,  MSF
11. Senin, 11 Mei Pontianak, Mgr. Agustinus Agus
12. Selasa 12 Mei Palembang,  Mgr. Aloysius Sudarso SCJ
13. Rabu, 13 Mei, Bogor, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM
14. Kamis, 14 Mei Makassar,  Mgr.  John Liku-Ada’
15. Jumat, 15 Mei Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat

🌹IKUTI DI LINK HIDUPTV KLIK youtube.com/HidupTv/live atau CHANNEL YOUTUBE MASING-MASING KEUSKUPAN/PAROKI/KOMUNITAS

IKUT ROSARIO LAUDATO SI

DOWNLOAD Panduan – pdf 5,6 mb

.
.

Jadwal Doa Rosario Laudato Si Seluruh Keuskupan di Indonesia

jadwal doa rosario

🌹JADWAL DOA ROSARIO “LAUDATO SI”

SELURUH UMAT KATOLIK INDONESIA
PEDULI BUMI DI MASA PANDEMI 
SETIAP HARI (Bulan MEI) PK 20.00 WIB

*Update 29 Mei 2020 :

Misa Online Hari Pentakosta – 31 Mei 2020

🌹PARA USKUP yang akan memimpin doa tgl 16 – 31 MEI 2020:

1. Sabtu, 16 Mei: Uskup Sibolga, Mgr. Anicetus Sinaga, OFM Cap
2. Minggu, 17 Mei: Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu
3. Senin, 18 Mei: Uskup Banjarmasin, Mgr. Petrus Boddeng Timang
4. Selasa, 19 Mei: Uskuo Manado, Mgr. Benedictus Rolly Untu, MSC
5. Rabu, 20 Mei: Uskup Sintang, Mgr. Semuel Oton Sidin
6. Kamis, 21 Mei: Uskup Agung Ende, Mgr. Vincent Sensi Potokota
7. Jumat, 22 Mei: Uskup Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR
8. Sabtu, 23 Mei: Uskup Tanjung Selor, Mgr. Paulinus Yan Olla, MSF
9. Minggu, 24 Mei: Uskup Agats, Mgr. Aloysius Murwito, OFM
10. Senin, 25 Mei: Denpasar, Mgr. Silvester San
11. Selasa, 26 Mei: Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF
12. Rabu, 27 Mei: Uskup Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC
13. Kamis, 28 Mei: Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku
14. Jumat, 29 Mei: Uskup Jayapura, Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM
15. Sabtu, 30 Mei: Uskup Agung Medan, Mgr Cornelius Sipayung OFM Cap
16. Minggu, 31 Mei: Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung

🌹PARA USKUP yang akan memimpin doa tgl 1- 15 MEI 2020:

1. Jumat, 1 Mei  KAJ, +Ignatius Kardinal Suharyo
2. Sabtu, 2 Mei Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C.
3. Minggu, 3 Mei KAS, Mgr. Robertus Rubiyatmoko
4. Senin, 4 Mei Purwokerto, Mgr. Christophorus Tri Harsono
5. Selasa, 5 Mei Malang, Mgr. Henricus Pidyarto G., O.Carm
6. Rabu, 6 Mei Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM
7.Kamis, 7 Mei Tanjungkarang, Mgr.Harun Yuwono
8. Jumat, 8 Mei  Ketapang,  Mgr. Pius Riana Prapdi
9.  Sabtu 9 Mei Surabaya,  Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono
10. Minggu, 10 Mei, Palangka Raya,  Mgr. A.M. Sutrisnaatmaka,  MSF
11. Senin, 11 Mei Pontianak, Mgr. Agustinus Agus
12. Selasa 12 Mei Palembang,  Mgr. Aloysius Sudarso SCJ
13. Rabu, 13 Mei, Bogor, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM
14. Kamis, 14 Mei Makassar,  Mgr.  John Liku-Ada’
15. Jumat, 15 Mei Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat

🌹IKUTI DI LINK HIDUPTV KLIK youtube.com/HidupTv/live atau CHANNEL YOUTUBE MASING-MASING KEUSKUPAN/PAROKI/KOMUNITAS

IKUT ROSARIO

DOWNLOAD Panduan – pdf 5,6 mb

.
.

Panduan Ibadat Online Adorasi Bulan Maria & Pembukaan Rosario – 1 Mei 2020

adorasi bulan maria

Adorasi Bulan Maria 2020 – IBADAT PEMBUKAAN BULAN ROSARIO

*Update 5 Mei 2020, KLIK :

Awal Mula & Sejarah Doa Rosario

Doa Ratu Surga Pengganti Doa Angelus


IBADAT PEMBUKAAN BULAN ROSARIO dan ADORASI SAKRAMEN MAHA KUDUS

“Adorasi Satu Hati, Satu Harapan Umat Paroki St. Albertus Agung Jetis”

1 Mei 2020

DOWNLOAD PANDUAN

NYANYIAN PEMBUKA

Allah Yang Tersamar – PS 557

Allah yang tersamar, Dikau kusembah.
Sungguh tersembunyi, roti wujudnya.
S’luruh hati hamba tunduk berserah.
‘Ku memandang Dikau, hampa lainnya.

Pandang, raba, rasa, tidaklah benar,
‘kupercaya hanya yang t’lah kudengar
S’luruh sabda dari Putera Allah
sungguh tak bertara kebenarannya.

Yesus yang tersamar, ‘ku memandang-Mu.
Ya Tuhan, penuhi kerinduanku:
‘ku memandang Dikau yang senyatanya,
bahagia kulihat Dikau mulia.

RITUS PEMBUKA

TANDA SALIB ….berlutut….

I   Dalam nama Bapa, dan Putera dan Roh Kudus
U  Amin

PUJIAN PEMBUKA ….berlutut….

P   Terpujilah Engkau untuk selama-lamanya.
U  Ya Yesus dalam sakramen mahakudus.

P   Salam, ya Tuhan Yesus Kristus yang hadir dalam Ekaristi Mahakudus.
U  Engkaulah roti yang turun dari surga, Engkaulah roti yang memberi hidup.

P   Salam ya Tuhan Yesus Kristus yang hadir dalam perayaan ekaristi.
U  Engkaulah sumber yang memberi kelegaan bagi mereka yang kehausan.

P   Salam ya Tubuh Kristus yang diserahkan bagi kami sebagai kurban. Salam    ya darah Kristus yang ditumpahkan untuk keselamatan kami.
U  Engkaulah yang menebus kami dari segala dosa kami.

P   Bersama seluruh malaikat dan semua orang kudus.
U  Kami menyembah Engkau ya Tuhan yang hadir dalam sakramen mahakudus.

I   Mari menimba air kehidupan
U  Dari sumber-sumber keselamatan

I   Marilah kita berdoa — (hening sejenak)

Allah yang penuh belas kasih, dalam hati Putra-Mu yang terlukai dosa-dosa kami, Engkau menganugerahi kami, hati cinta kasih-Mu yang tak terhingga. Perkenankanlah kami menyampaikan sembah bakti kami kepada-Nya dan mengamalkan tobat kami dalam langkah laku yang pantas, demi Kristus Tuhan kami.

U  Amin.

BACAAN INJIL SUCI 

Pembacaan Dari Injil Suci Menurut Santo Yohanes (Yoh 15:1-5)

P   Pada waktu itu Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya: “Akulah  pokok anggur yang benar dan BapaKulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa”.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U Terpujilah Kristus.

DOA PUJIAN KEPADA SAKRAMEN MAHAKUDUS

Masa Paskah

I   Allah  Bapa  Yang  Mahabaik,  kami  bersyukur  kepada-Mu karena  Yesus   Kristus telah bangkit dari kubur. Dengan kebangkitan-Nya, Kautumbuhkan     semangat dan harapan baru dalam hati kami.

U  Umat baru Kauciptakan, dan pintu surga Kaubuka bagi kami. Melalui kebangkitan-Nya kuasa dosa Kauhancurkan, kami Kaudamaikan dengan Dikau dan   sesama, dan alam semesta yang porak-poranda Kau pugar kembali.

I   Dengan kenaikan-Nya, Ia merintis jalan ke surga bagi kami, dan menyediakan tempat bagi kami.

U Semoga karena rahmat kebangkitan-Nya, kami menjadi manusia baru, yang    penuh harapan, yang gigih melawan dosa dan kejahatan, yang setia mengikuti    kehendak-Mu, dan tak gentar akan derita salib. Demi Yesus Kristus, Pengantara    kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

 

DOA SILIH KEPADA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS

I   Yesus yang penuh kasih, Engkau begitu mengasihi dunia ini. Tetapi betapa    kami sering mengabaikan kasih-Mu. Maka kami akan melakukan silih atas segala kelalaian dalam hidup kami yang amat melukai hati-Mu.

U  Hati Yesus yang Mahakudus, janganlah memperhitungkan dosa kami.

I  Kami mohon ampun atas dosa-dosa yang amat memalukan. Kami  akan melakukan silih bagi mereka yang tegar hati dalam ketidakpercayaan, bagi mereka yang meninggalkan Terang, dan  bagi yang tersesat seperti domba yang tanpa gembala, dan juga  bagi mereka yang mengingkari janji baptisnya, dan yang menghindari beban ringan perintah-Mu.

U  Hati Yesus yang Mahakudus, janganlah memperhitungkan dosa kami.

I  Kami ingin melakukan silih atas segala dosa masyarakat kami, atas  nafsu liar dan rendah, atas kecurangan umat-Mu, atas sikap tak peduli dan sumpah serapah, atas sikap melawan Gereja-Mu, atas sikap tidak hormat dan penghinaan terhadap kasih-Mu dalam Sakramen Mahakudus, dan atas pelanggaran-pelanggaran terhadap hukum-Mu.

U  Hati Yesus yang Mahakudus, janganlah memperhitungkan dosa kami.

I  Itulah  dosa-dosa  yang  menyebabkan  Engkau  wafat.  Tetapi  kami ingin ikut ambil bagian dalam penebusan-Mu dengan membawa ke altar kurban hidup yang Kaulaksanakan di salib. Kami juga ingin ikut serta dalam penderitaan Santa Perawan Maria, para kudus, dan seluruh Gereja-Mu.

U  Hati Yesus yang Mahakudus, janganlah memperhitungkan dosa kami.

I   Karena rahmat-Mu kami ingin melakukan silih atas dosa-dosa kami,   dan juga atas dosa-dosa orang lain. Kami akan melakukan silih dengan menjadi orang yang teguh iman, dengan hidup suci, dan dengan setia kepada hukum Injil, yang hukum utamanya adalah Kasih.

U  Hati Yesus yang Mahakudus, janganlah memperhitungkan dosa kami.

I  Kami juga berjanji untuk melakukan yang terbaik agar orang-orang tidak menghina      Engkau, dan agar orang-orang mengikuti Engkau.

U  Hati Yesus yang Mahakudus, janganlah memperhitungkan dosa kami.

I  Yesus Tuhan, terimalah ungkapan cinta kasih kami ini bersama doa-doa Santa Perawan Maria, yang berdiri di dekat salib-Mu, yang menjadi teladan dalam berbuat silih. Jagailah kami agar setia sampai mati. Bimbinglah kami agar setia kepada-Mu dan tuntunlah kami agar dapat masuk tanah terjanji di surga, tempat Engkau bersama Bapa dan Roh Kudus hidup dan meraja sepanjang masa.

U  Hati Yesus yang Mahakudus, janganlah memperhitungkan dosa kami.

 

DOA KEPADA SANTA MARIA BUNDA SAKRAMEN MAHAKUDUS
.berlutut….

P+U   O, Perawan Maria, Bunda Sakramen Mahakudus, kemuliaan orang- orang kristiani, sukacita seluruh Gereja, dan harapan seluruh dunia, doakanlah kami. Kobarkanlah dalam diri semua orang beriman devosi yang hidup kepada Ekaristi Mahakudus, sehingga mereka semua menjadi pantas untuk menerima Komuni Suci setiap hari.

P      Doakanlah kami ya Santa Perawan Tak Bernoda, Sakramen Mahakudus.

U    Agar Kerajaan Ekaristi Yesus Kristus tinggal diantara kita.

 

TANTUM ERGO

Tantum ergo Sacramentum
Veneremur cernui:
Et antiquum documentum
Novo cedat ritui:
Praestet fides supplementum
Sensuum defectui.

Genitori, Genitoque
Laus et iubilatio,
Salus, honor, virtus quoque
Sit et benedictio:
Procedenti ab utroque
Compar sit laudatio. Amen.

 

DOA PENUTUP

I   Engkau telah memberi kami roti surgawi,
U Yang mengandung segala kesegaran.

I Marilah kita berdoa:

Tuhan Allah kami, Engkau telah memberi kami roti dari surga. Semoga dalam kekuatan makanan ini, kami selalu hidup dari hidup-Mu dan bangkit dalam kemuliaan pada akhir zaman. Ini kami mohon dengan perantaraan Yesus Kristus, Tuhan kami.
U Amin.

BERKAT SAKRAMEN MAHAKUDUS

DOA PUJIAN AGUNG .berlutut….

5   3          4   2                      2                           3      4    5

Terpujilah Allah, *            Terpujilah nama-Nya yang kudus

Terpujilah Yesus Kristus,*   Sungguh Allah, sungguh manusia

Terpujilah nama Yesus, *    Terpujilah hatiNya yang Mahakudus

Terpujilah Yesus Kristus,*    Terpujilah Darah-Nya yang Mahaindah

Terpujilah Yesus, *            dalam Sakramen Mahakudus

Terpujilah Roh Kudus, *     Penghibur kita

Terpujilah Bunda Allah yang tiada bandingnya,*

Perawan Maria yang amat suci

Terpujilah yang terkandung dengan suci,*

Dan tak bernoda

Terpujilah nama Maria,*    Perawan dan Bunda

Terpujilah Bunda Maria,*   Yang diangkat ke surga dengan mulia

Terpujilah santo Yosef,*     mempelainya yang amat suci

   5  3          4 2                      2                  2

Terpujilah Allah,*             dalam para malaikatNya dan

             2                    3    1

semua orang kudus.

   1 2 1 7 1

A   –  min

NYANYIAN PENUTUP Ibadat Adorasi Bulan Maria

Ndherek Dewi Mariyah
(Kidung Adi No.440)

Ndherek Dewi Maria temtu ‘geng kang manah.
Boten yen kuwatosa Ibu njangkung tansah.
Kanjeng Ratu ing swarga amba sumarah samya.
Sang Dewi, Sang Dewi, mangestonana. (2x)

Nadyan manah getera dipun godha setan.
Nanging batos engetnya wonten pitulungan.
Wit sang Putri Maria mangsa tega anilar.
Sang Dewi, Sang Dewi, mangestonana. (2x)

Menggah saking apesnya ngantos kelu setan.
Boten yen ta ngantosa klantur babar pisan.
Ugeripun nyenyuwun Ibu tansah tetulung.
Sang Dewi, Sang Dewi, mangestonana. (2x)

——————–

Sejarah Bulan Maria di Bulan Mei dan Awal Mula Doa Rosario

bulan maria

Bulan Maria – Agama Katolik memiliki tradisi spiritual untuk mendedikasikan bulan-bulan tertentu dalam setahun untuk berdevosi. Seperti saat bulan Mei disebut bulan berdevosi pada Bunda Maria, dan bulan Oktober sebagai bulan Rosario.

Lalu apa istimewanya bulan Mei hingga disebut bulan yang dikhususkan pada Bunda Maria? Untuk menjawab itu kita harus mengetahui lebih dulu mengapa Bunda Maria mendapat tempat istimewa dalam umat Katolik.

Bunda Maria mendapat tempat istimewa dan dihormati dalam Gereja Katolik karena ia merupakan teladan manusia yang berserah pada kehendak Allah dan mau menjawab panggilan Allah (Luk 1:26-38). Dalam perjalanan hidupnya Bunda Maria juga mempunyai relasi yang sangat mesra dengan Putranya Yesus Kristus, sejak ada dalam kandungan sampai wafat-Nya. Lewat kedekatan relasi inilah yang menjadikan Gereja Katolik mempunyai keyakinan bahwa Maria sungguh-sungguh istimewa, baik di hadirat Allah maupun manusia.

Bulan Maria Saat Berdevosi & Doa Rosario

Devosi kepada Bunda Maria di setiap bulan Mei sebenarnya sudah dilangsungkan sejak abad ke-13. Seperti telah dimuat dalam laman katolisitas.org, sejarah bulan Mei sebagai bulan bagi Bunda Maria berasal dari Tradisi Suci yang berkembang di negara dengan empat musim. Bulan Mei kerap kali dianggap sebagai awal kehidupan. Pada bulan ini, masyarakat menyambut datangnya musim semi di mana bunga-bunga bermekaran.

Devosi Maria pada Bulan Mei ini semakin mendapatkan tempatnya yakni sejak tahun 1700-an dipopulerkan oleh para imam Yesuit yang kemudian menyebar sampai ke seluruh dunia.

Pengalaman Devosi Paus Pius VII, Paus Pius IX, dan Paus Paulus VI

Pada tahun 1809, Paus Pius VII ditangkap oleh para serdadu Napoleon dan dipenjara. Di dalam penjara, Paus memohon dukungan doa Bunda Maria, agar ia dapat dibebaskan dari penjara. Paus berjanji bahwa jika ia dibebaskan, maka ia akan mendedikasikan perayaan untuk menghormati Bunda Maria.

Lima tahun kemudian, pada tanggal 24 Mei, Bapa Paus dibebaskan, dan ia dapat kembali ke Roma. Tahun berikutnya ia mengumumkan hari perayaan Bunda Maria, Penolong umat Kristen.

Demikianlah devosi kepada Bunda Maria semakin dikenal, dan ketika Paus Pius IX mengumumkan dogma “Immaculate Conception” atau “Bunda Maria yang Dikandung Tanpa Noda” pada tahun 1854, devosi bulan Mei sebagai bulan Maria akhirnya dikenal oleh Gereja universal.

Sedangkan Bapa Paus Paulus VI dalam surat ensikliknya, The Month of May mengatakan, “Bulan Mei adalah bulan di mana devosi umat beriman didedikasikan kepada Bunda Maria yang terberkati,” dan bulan Mei adalah kesempatan untuk “penghormatan iman dan kasih yang diberikan oleh umat Katolik di setiap bagian dunia kepada Sang Ratu Surga. Sepanjang bulan ini, umat Kristen, baik di gereja maupun secara pribadi di rumah, mempersembahkan penghormatan dan doa dengan penuh kasih kepada Bunda Maria dari hati mereka. Pada bulan ini, rahmat Tuhan turun atas kita… dalam kelimpahan.” (Paus Paulus VI, the Month of May).

Gereja Katolik melanjutkan tradisi berdoa bersama Bunda Maria pada Bulan Mei sebagai bentuk kepedulian umat kepada Gereja universal dan menghormati Bunda Maria sebagai teladan pribadi yang beriman kepada Tuhan dengan sepenuh hati dan tidak gentar menghadapi penderitaan.

Perbedaan Bulan Maria dengan Bulan Rosario & Asal Mula Dikenalnya Doa Rosario

Lalu mengapa bulan Oktober disebut bulan rosario? Gereja Katolik meyakini Santo Dominikus (1170 – 1221) adalah santo yang menyebarkan doa ini, seperti yang kita kenal sekarang. Ia berkhotbah tentang rosario ini pada pelayanannya di antara para Albigensian yang tidak mempercayai misteri kehidupan Kristus sebagai Allah yang menjelma menjadi manusia.

Tujuan utama pendarasan doa adalah untuk merenungkan misteri kehidupan Kristus. Walaupun catatan riwayat hidupnya tidak menuliskan bahwa Santo Dominikus menyusun doa tersebut, dan juga konstitusi Dominikan tidak menyebutkannya sebagai pencipta awal doa ini, namun peran Santo Dominikus cukup besar dalam memperkenalkannya kepada umat. 

Ia sendiri merupakan saksi hidup yang mendoakannya. Namun dalam bentuknya seperti sekarang merupakan hasil pertumbuhan devosi yang terjadi beratus tahun setelah kematian Santo Dominikus.

Peran Doa Rosario pada Pertempuran Lepanto

Doa ini mulai popular di sekitar tahun 1600 s.d. 1700-an, terutama setelah kemenangan pasukan Kristen di Lepanto, pada tahun 1571. Saat itu, negara-negara Eropa diserang oleh Kerajaan Ottoman-Turki yang ingin memperluas daerah kekuasaan mereka.  

Menghadapi ancaman ini, Paus Pius V memerintahkan semua umat Katolik berdoa rosario untuk memohon dukungan doa Bunda Maria, agar pasukan Kristen memperoleh kemenangan. Perintah ini dilakukan oleh Don Juan (John) dari Austria, komandan armada, demikian juga oleh umat Katolik di seluruh Eropa untuk memohon bantuan Bunda Maria di dalam keadaan yang mendesak ini.

Pada tanggal 7 Oktober 1571, Paus Pius V bersama-sama dengan banyak umat beriman mendoakannya di Basilika Santa Maria Maggiore. Sejak subuh sampai petang, doa ini tidak berhenti didaraskan di Roma untuk mendoakan pertempuran di Lepanto. Walaupun tampaknya mustahil karena jumlah musuh yang lebih banyak, namun pada akhirnya pasukan Katolik menang pada hari itu.

Oleh karena itulah, tanggal 7 Oktober dinyatakan sebagai Pesta Santa Perawan Maria Ratu Kemenangan, yang kemudian diganti dengan Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Pesta ini merupakan ucapan syukur atas bantuan Bunda Maria melalui doa rosario.

.

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

.

(Wempi Gunarto / diolah dari berbagai sumber)

.

.

You cannot copy content of this page