Paus Fransiskus, Hidup Menjadi Cerita-Hari Komunikasi Sosial Sedunia Ke-54

paus fransiskus

Paus Fransiskus Berpesan

“Cerita yang baik supaya tidak tersesat. Cerita membangun bukan menghancurkan. Cerita yang menemukan kembali akar dan kekuatan untuk bergerak maju bersama.”

Memperingati Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-54

Tema : Hidup Menjadi Cerita, Menjahit Kembali Yang Putus dan Terbelah

“Supaya Engkau Dapat Menceritakan Kepada Anak Cucumu” (Kel 10:2)

Saya ingin mengkhususkan pesan tahun ini pada tema “Cerita”. Karena saya yakin, kita perlu menghirup kebenaran dari cerita-cerita yang baik supaya tidak tersesat. Itulah cerita yang membangun, bukan menghancurkan; cerita yang membantu menemukan kembali akar dan kekuatan untuk bergerak maju bersama.

Di tengah-tengah hiruk-pikuk suara dan pesan membingungkan, kita butuh cerita manusiawi yang bicara tentang diri sendiri dan segala keindahan di sekitar. Cerita
yang mampu memandang dunia dan peristiwa dengan penuh kelembutan. Yang bisa menceritakan, kita bagian dari permadani hidup dan saling terhubung. Cerita yang mengungkapkan jalinan benang yang menghubungkan kita satu sama lain.

1. Menenun Cerita

Manusia adalah makhluk pencerita. Sejak kecil tanpa disadari kita “lapar” akan cerita sebagaimana lapar akan makanan. Entah itu dongeng, novel, film, lagu, maupun berita; Inilah cerita-cerita yang mempengaruhi kehidupan. Kita sering memutuskan apa yang benar atau apa yang salah berdasarkan karakter/tokoh-tokoh dan cerita-cerita yang terekam. Cerita-cerita tersebut membekas dan mempengaruhi keyakinanserta perilaku kita. Lewat cerita-cerita itu, kita juga terbantu memahami dan mengetahui siapa diri kita sesungguhnya.

Manusia bukan hanya satu-satunya makhluk hidup yang membutuhkan pakaian untuk menutupi kerapuhannya (bdk. Kej 3:21). Ia juga merupakan satu-satunya makhluk yang perlu mengisahkan dan “mengenakan” pada dirinya cerita-cerita untuk menjaga hidupnya. Kita tak hanya menenun pakaian, tetapi juga menenun cerita. Ini karena sesungguhnya, kemampuan manusiawi untuk “menenun” (Latin: texere) tidak hanya mengacu pada kata “tekstil”, tetapi juga “teks”.

Berbagai cerita dari setiap masa memiliki sebuah “mesin tenun” umum yang selalu menampilkan sosok “para pahlawan” yang dapat mewujudkan mimpinya menghadapi situasi sulit, melawan kejahatan dalam kehidupan sehari-hari karena didorong oleh sebuah kekuatan yang membuat mereka berani, yaitu kekuatan cinta kasih. Dengan membenamkan diri kita dalam cerita-cerita itulah, kita dapat menemukan kembali motivasi-motivasi heroik untuk menghadapi berbagai tantangan dalam hidup.

Manusia adalah makhluk pencerita karena ia adalah makhluk yang berkembang, yang menemukan siapa dirinya. Ia juga diperkaya oleh berbagai jalan cerita dalam hari-hari hidupnya. Akan tetapi, sejak awal mula, cerita kita telah mendapatkan ancaman dari si jahat yang meliuk-liuk sepanjang sejarah.

2. Tidak semua Cerita Baik

“Jika kamu memakannya, kamu akan menjadi seperti Allah“ (bdk. Kej 3:4). Godaan ular ini menyisipkan simpul yang sulit dilepas dalam alur sejarah. “Jika kamu memiliki, kamu akan menjadi; kamu akan mendapatkan…”. Inilah pesan yang terus dibisikkan sampai hari ini oleh mereka yang menggunakan storytelling untuk mengeksploitasi. Ada banyak cerita yang membius dan meyakinkan bahwa untuk berbahagia kita harus terus menerus mendapatkan, memiliki dan mengonsumsi. Bahkan mungkin tanpa disadari kita rakus membicarakan hal buruk dan bergosip serta mengonsumsi banyak kisah kekerasan dan dusta.

Seringkali berbagai media komunikasi justru memproduksi cerita-cerita destruktif dan provokatif yang mengikis dan menghancurkan benang-benang yang rapuh dalam kehidupan bersama, daripada mengisahkan cerita-cerita konstruktif yang merekatkan ikatan sosial dan tatanan budaya. Media komunikasi juga kerap sekedar mengumpulkan aneka informasi yang tidak terverifikasi, mengulang-ulang obrolan sepele dan persuasif yang palsu, menyerang dengan ujaran kebencian. Semua sungguh tidak menenun sejarah manusia, melainkan menelanjangi martabatnya.

Cerita-cerita yang dimanfatkan untuk tujuan kekuasaan bakal berumur pendek. Berbeda dengan cerita yang baik yang mampu melampaui batas-batas ruang dan waktu. Cerita-cerita itu tetap aktual berabad-abad lamanya karena memberikan asupan dalam kehidupan.

Pada era di mana pemalsuan menjadi semakin canggih, bahkan mencapai tingkat eksponensial (seperti rekayasa materi digital), kita butuh kebijaksanaan untuk menerima dan menciptakan cerita-cerita indah, benar dan baik. Kita butuh keberanian menolak cerita palsu dan jahat. Kita butuh kesabaran dan penegasan rohani untuk menemukan kembali cerita-cerita yang membantu kita agar tidak kehilangan benang di antara banyaknya masalah sekarang ini. Sebuah cerita yang mengungkapkan kebenaran tentang siapa diri kita sesungguhnya. Dan banyak cerita kepahlawanan yang diabaikan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Cerita dari Segala Cerita – Paus Fransiskus

Kitab Suci adalah cerita dari segala cerita. Betapa banyaknya peristiwa, bangsa dan pribadi yang dikisahkan kepada kita! Ini menunjukkan, sejak awal, Allah adalah Sang Pencipta sekaligus Narator. Sungguh, Ia mengucapkan Sabda-Nya dan segala sesuatu ada (bdk. Kej 1). Melalui narasi yang dibuat-Nya, Allah memanggil segala sesuatu kepada kehidupan. Dan pada puncaknya Ia menciptakan laki-laki dan perempuan sebagai rekan dialog-Nya yang bebas, yang membuat sejarah bersamaNya. Dalam Mazmur, sang makhluk ciptaan berkata kepada Sang Pencipta: “Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, […]. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah” (Mzm 139:13-15). Kita tidak terlahir lengkap, tetapi kita harus “ditenun” dan “disulam” terus menerus. Kita telah diberi kehidupan sebagai sebuah undangan untuk terus menenun “keajaiban yang luar biasa” dalam diri kita.

Dalam pengertian ini, Kitab Suci adalah kisah cinta yang luar biasa antara Allah dan manusia. Di tengahnya ada Yesus. Kisah-Nya menggenapi Kasih Allah bagi manusia dan pada saat yang sama juga merupakan kisah cinta manusia kepada Allah. Dengan demikian manusia dipanggil, dari generasi ke generasi, untuk menceritakan dan menyimpan dalam memori berbagai episode yang paling penting dari cerita dari segala cerita ini, yang mampu untuk mengomunikasikan makna dari apa yang terjadi.

Judul Pesan tahun ini diambil dari Kitab Keluaran. Sebuah kisah mendasar alkitabiah yang melihat campur tangan Allah dalam cerita umat-Nya. Ketika anak-anak Israel yang diperbudak berseru kepada-Nya, Allah mendengar dan mengingat: “Allah mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka” (Kel 2: 24-25). Ingatan Allah membawa pembebasan dari penindasan yang datang melalui berbagai tanda dan keajaiban. Pada titik inilah Tuhan memberi Musa makna dari semua tanda: “Dan supaya engkau dapat menceritakan kepada anak cucumu tanda-tanda mukjizat mana yang telah Kulakukan di antara mereka, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah Tuhan!” (Kel 10:2). Pengalaman Keluaran mengajarkan bahwa pengetahuan tentang Allah diteruskan dari generasi ke generasi dengan menceritakan kisah bagaimana Ia terus membuat diri-Nya hadir. Allah Kehidupan dikomunikasikan dengan menceritakan kehidupan.

Yesus sendiri bicara mengenai Allah bukan dengan pidato yang abstrak, namun dengan perumpamaan cerita-cerita dan cerita singkat yang diambil dari kehidupan sehari-hari. Di sini hidup menjadi cerita. Dan bagi pendengar, cerita itu menjadi kehidupan dan memasuki kehidupan orang-orang yang mendengarkan dan mengubahnya.

Tidak mengherankan, Injil juga merupakan cerita. Ia menyampaikan informasi sekaligus “menunjukkan” kepada kita siapa Yesus dan membuat kita sesuai pada-Nya. Injil juga meminta pembacanya mengambil bagian dalam iman yang sama untuk berbagi kehidupan yang sama. Injil Yohanes mengatakan Narator yang sesungguhnya– Sang Sabda,– itu sendiri menjadi cerita: “Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menceritakan-Nya” (Yoh 1:18). Saya menggunakan istilah “menceritakan” karena kata dasar (Bahasa Yunani-red) exeghésato dapat diterjemahkan sebagai “mewahyukan” atau menceritakan”. Allah secara pribadi telah membuat diri-Nya terajut ke dalam kemanusiaan kita, yang memberi cara baru merajut cerita-cerita kita.

4. Sebuah Cerita yang Dibarui 

Cerita tentang Kristus bukanlah warisan masa lalu; melainkan cerita kita sendiri yang selalu aktual. Cerita ini menunjukkan Allah memberi perhatian mendalam kepada manusia, kedagingan dan sejarah kita, sampai Ia sendiri menjadi manusia, menjadi daging dan menjadi sejarah. Hal itu juga menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada cerita manusia yang tidak penting atau tidak bernilai. Sesudah Allah menjadi cerita, dalam arti tertentu, setiap cerita manusia merupakan cerita ilahi. Dalam cerita setiap orang, Bapa melihat kembali cerita tentang Putera-Nya yang turun ke bumi. Setiap cerita manusia memiliki martabat luar biasa. Karena itu, kemanusiaan layak mendapatkan cerita-cerita luhur, yang keluhurannya sungguh memesona seperti yang telah diangkat oleh Yesus.

“Kalian – sebagaimana ditulis oleh Santo Paulus – adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam di hati manusia” (2 Kor 3:3). Roh Kudus, cinta kasih Allah, menulis dalam diri kita. Dan selama Ia menulis, Ia menaruh hal-hal baik dan terus menerus mengingatkan kita akan hal itu. Sesungguhnya, mengingat (re-cordare) berarti membawa hati (Lat. cor), “menulis” di hati. Berkat karya Roh Kudus, setiap cerita, bahkan yang terlupakan, juga yang tampaknya ditulis pada garis yang paling bengkok sekalipun, dapat menjadi inspirasi dan dilahirkan kembali seperti sebuah karya agung; menjadi pelengkap Injil. Cerita yang dimaksud seperti Pengakuan-pengakuan Agustinus; Kisah Sang Peziarah oleh Ignasius; Cerita Sebuah Jiwa dari Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus; Pertunangan, dan seperti Saudara-saudara Karamazov. Cerita-cerita ini, seperti juga cerita-cerita lain yang tak terhitung jumlahnya, telah menggambarkan pertemuan antara kebebasan Allah dan kebebasan manusia dengan sangat mengagumkan. Tiap-tiap kita mengenal berbagai cerita Injil yang harum, yang telah memberikan kesaksian tentang cinta yang mengubah hidup. Cerita-cerita ini berseru-seru untuk dibagikan, diceritakan, dihidupi di setiap waktu, dalam setiap bahasa dan dengan segala cara.

5. Sebuah Cerita yang Membarui Kita

Cerita kita menjadi bagian dari setiap cerita agung. Ketika membaca Kitab Suci, kisah orang-orang kudus dan juga cerita-cerita yang mampu membaca jiwa manusia dan mengungkapkan keindahannya, Roh Kudus memiliki kebebasan menulis di dalam hati kita dan membarui diri kita, serta mengingatkan tentang siapa diri kita di mata Allah. Ketika kita mengingat cinta yang telah menciptakan dan menyelamatkan, ketika kita menaruh cinta ke dalam cerita-cerita kita setiap hari, dan ketika kita menenun jalan cerita sehari-hari kita dengan belas kasihan, maka kita akan berpindah ke halaman berikutnya.

Hendaklah kita tidak berhenti dengan penyesalan dan kesedihan, terikat pada kenangan menyakitkan yang memenjarakan hati. Melainkan membuka hati dan diri pada yang lain, pada visi yang sama dengan sang Narator. Menceritakan kisah kita kepada Allah tidak pernah sia-sia, meskipun riwayat peristiwa-peristiwa tidak berubah, tetapi makna dan perspektifnya akan berubah. Bercerita kepada Tuhan berarti masuk ke dalam tatapan cinta-Nya yang berbelas-kasih kepada kita dan orang lain. Kita bisa menceritakan kepada-Nya kisah-kisah yang kita jalani, membawa orang-orang dan mempercayakan berbagai situasi dalam kehidupan kita. Bersama-Nya, kita dapat menyimpul kembali jalinan kehidupan, menjahit kembali yang putus dan terbelah. Betapa kita membutuhkannya, semuanya! Dengan cara pandang Narator – satu-satunya yang memiliki cara pandang akhir – kita mendekatkan diri kepada para pemeran utama, kepada saudara dan saudari kita, para aktor yang berada bersama di dalam cerita kita hari ini. Ya, karena tidak ada seorang pun yang menjadi tambahan di panggung dunia dan cerita setiap orang terbuka pada perubahan yang mungkin terjadi. Bahkan ketika menceritakan keburukan, kita dapat belajar untuk memberikan ruang untuk penebusan. Di tengah-tengah keburukan, kita juga dapat mengenali kembali dinamisme kebaikan dan memberikannya ruang.

Karena itu, ini bukan berarti hanya sekedar mengikuti logika penceritaan (storytelling) atau mengiklankan diri, tetapi untuk mengingat siapa diri kita di hadapan Allah; Untuk memberi kesaksian akan apa yang ditulis oleh Roh Kudus dalam hati kita; Untuk
mengungkapkan kepada setiap orang bahwa cerita dirinya mengandung keajaiban yang luar biasa. Untuk dapat melakukan ini, marilah kita mempercayakan diri kepada seorang wanita yang telah merajut kemanusiaan Allah di dalam rahimnya, dan sebagaimana disampaikan dalam Injil, telah merajut segala peristiwa yang terjadi dalam hidupnya. Santa Perawan Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya (bdk. Luk 2:19). Marilah kita meminta bantuan kepada Sang Bunda, yang telah mengetahui cara melepaskan ikatan simpul-simpul kehidupan dengan kekuatan cinta yang lembut:

O Maria, perempuan dan Bunda, engkau telah menenun Sabda ilahi di dalam rahimMu, engkau telah menceritakan karya Allah yang luar biasa di sepanjang hidupmu.

Dengarkanlah cerita-cerita kami, simpanlah dalam hatimu dan jadikanlah milikmu sendiri, juga cerita-cerita yang tidak seorang pun mau mendengarkannya.

Ajarilah kami untuk mengenal kembali benang-benang baik yang memandu jalan cerita. Lihatlah kumpulan simpul-simpul kusut dalam hidup kami yang melumpuhkan ingatan kami. Dengan tanganmu yang halus, setiap benang kusut dapat dilepaskan.

O Wanita yang penuh Roh, Ibu yang penuh kepercayaan, berikanlah juga kami
inspirasi. Bantulah kami untuk membangun cerita-cerita perdamaian, cerita-ceritayang mengarah menuju masa depan. Dan tunjukkanlah kepada kami jalan untuk menghidupinya bersama.

 

Roma, di Basilika Santo Yohanes Lateran, 24 Januari 2020,
Peringatan Santo Fransiskus dari Sales
Paus Fransiskus

.
.

Doa Paus Fransiskus di Masa Pandemi Covid19

doa paus fransiskus

Berdoa di Saat Wabah Korona Bersama Paus Fransiskus

Surat Paus Fransiskus kepada Umat Beriman di Seluruh Dunia – Mei 2020
Saudara dan saudari yang terkasih,

Bulan Mei semakin dekat, saat umat Tuhan mengekspresikan dengan intensi
khusus cinta dan pengabdian mereka kepada Perawan Maria yang Terberkati.
Sudah menjadi tradisi di bulan ini untuk berdoa rosario di rumah di dalam keluarga.
Pembatasan pandemi ini membuat kita semakin menghargai aspek “keluarga” ini,
juga dari sudut pandang spiritual.

Untuk alasan ini, saya ingin mendorong semua orang untuk menemukan
kembali keindahan berdoa Rosario di rumah pada bulan Mei. Ini dapat dilakukan
baik sebagai kelompok atau secara individu; Anda dapat memutuskan sesuai
dengan situasi Anda sendiri, memanfaatkan sebaik-baiknya kedua peluang tersebut.
Kunci untuk melakukan ini selalu kesederhanaan, dan mudah juga di internet untuk
menemukan model doa yang baik untuk diikuti.

Saya juga memberikan dua doa kepada Bunda Maria agar Anda dapat
melafalkan doa Rosario di akhir, dan bahwa saya sendiri akan berdoa di bulan Mei,
dalam persatuan spiritual dengan Anda semua. Saya mengikutsertakan mereka
dalam surat ini sehingga tersedia untuk semua orang.

Saudara dan saudari yang terkasih, merenungkan wajah Kristus dengan hati
Maria, ibu kita akan menjadikan kita lebih bersatu sebagai keluarga rohani dan akan
membantu kita mengatasi masa pencobaan ini. Saya menjaga Anda semua dalam
doa-doa saya, terutama mereka yang paling menderita, dan saya meminta Anda,
tolong, untuk mendoakan saya. Saya berterima kasih, dan dengan penuh kasih
sayang saya mengirimkan Anda berkat saya.

Roma, St. Yohanes Lateran,

25 April 2020

Pesta Santo Markus Penginjil


Doa Paus Fransiskus – DOA PERTAMA

O Maria,
Engkau terus bersinar dalam perjalanan kami
sebagai tanda keselamatan dan harapan.
Kami mempercayakan diri kami kepadamu,
bunda kesehatan orang yang sakit,
yang berada di kaki salib,
dipersatukan dengan penderitaan Yesus,
dan bertahan dalam imanmu.

“Pelindung orang-orang Romawi”,
Engkau tahu kebutuhan kami,
dan kami tahu bahwa engkau akan memberikan,
sehingga, seperti di Kana di Galilea,
sukacita dan perayaan saat bisa kembali
setelah masa percobaan ini.

Bantu kami, Bunda Cinta Ilahi,
untuk menyesuaikan diri dengan kehendak Bapa
dan untuk melakukan apa yang Yesus katakan kepada kami.
Karena Ia menanggung sendiri penderitaan kita,
dan membebani diri-Nya dengan kesedihan kita
untuk membawa kita, melalui salib,
kepada sukacita dari Kebangkitan.
Amin.

Kami pergi dalam perlindunganmu,
O Bunda Suci Allah;
Janganlah menolak permohonan kami,
dalam kebutuhan kami ini,
tapi selamatkanlah kami selalu
dari setiap bahaya,
O Perawan yang Agung dan Terberkati.


DOA KEDUA

“Kami pergi ke dalam perlindunganmu, O Bunda Suci Allah”.
Dalam situasi tragis saat ini, ketika seluruh dunia menjadi mangsa penderitaan dan
kecemasan, kami pergi kepadamu, Bunda Allah dan Bunda kami, dan mencari
perlindungan di bawah perlindunganmu.

Perawan Maria, alihkanlah matamu yang penuh belas kasih kepada kami di tengah
pandemi coronavirus ini. Menghibur orang-orang yang putus asa dan meratapi
orang-orang yang mereka cintai yang telah meninggal, dan kadang dikuburkan
dengan cara yang membuat mereka sangat sedih. Dekatlah dengan mereka yang
peduli pada orang yang mereka cintai yang sedang sakit dan yang karena untuk
mencegah penyebaran penyakit, tidak bisa berada dekat dengan mereka. Penuhilah
mereka dengan harapan, bagi yang bermasalah dengan ketidakpastian masa depan
dan konsekuensi untuk ekonomi dan pekerjaan.

Bunda Allah dan Bunda kami, berdoalah bagi kami kepada Allah, Bapa yang penuh
belas kasih, agar penderitaan yang besar ini dapat berakhir dan agar harapan dan
kedamaian dapat muncul kembali. Mohonlah kepada Putra Ilahimu seperti yang
engkau lakukan di Kana, sehingga keluarga-keluarga orang sakit dan Para Kurban
dihibur, dan hari mereka terbuka akan keyakinan dan kepercayaan.

Lindungilah para dokter, perawat, petugas kesehatan dan sukarelawan yang berada
di garis depan keadaan darurat ini dan sedang mempertaruhkan hidup guna
menyelamatkan orang lain. Dukunglah upaya heroik mereka dan berikanlah mereka
kekuatan, kemurahan hati dan kesehatan seterusnya.

Dekatilah orang-orang yang membantu orang sakit siang malam, dan para imam
yang dalam kepedulian sosial dan kesetiaan mereka kepada Injil, berusaha
membantu dan mendukung semua orang.

Perawan terberkati, terangilah pikiran pria dan wanita yang terlibat dalam penelitian
ilmiah, agar mereka dapat menemukan solusi efektif guna mengatasi virus ini.

Dukunglah para pemimpin nasional, agar dengan kebijaksanaan, perhatian dan
kemurahan hati, mereka dapat membantu orang-orang yang tidak mempunyai apaapa
untuk mencukupi kebutuhan dasar kehidupan dan dapat merancang solusi
sosial ekonomis yang terinspirasi oleh tinjauan masa depan dan solidaritas.

Maria yang Tersuci, gerakkanlah nurani kami, sehingga dana besar yang
diinvestasikan untuk mengembangkan dan menimbun senjata sebaliknya digunakan
untuk meningkatkan penelitian efektif tentang cara mencegah terjadinya tragedi
serupa di masa depan.

Ibu yang terkasih, bantulah kami menyadari bahwa kami adalah anggota dari suatu
keluarga besar dan mengenali ikatan yang menyatukan kita, sehingga dalam
semangat persaudaraan dan solidaritas, kami bis membantu meringankan banyak
situasi kemiskinan dan kebutuhan. Jadikanlah kami kuat dalam iman, tekun dalam
pelayanan, konstan dalam doa.

Maria, Penghiburan bagi orang yang menderita, rangkullah semua anakmu dalam
kesusahan dan berdoalah agar Allah mengulurkan tanganNya yang sangat kuat dan
membebaskan kami dari pandemi mengerikan ini, sehingga kehidupan bisa tenang
dan baik kembali.

Kami sungguh mempercayakan diri kami kepadamu, yang bersinar dalam perjalanan
kami sebagai tanda keselamatan dan harapan. Ya Maria yang pengampun, penuh
kasih dan manis. Amin.


DOA KEPADA SANTA MARIA

Ya Maria, engkau senantiasa menyinari tapak jalan kami
Sebagai tanda keselamatan dan harapan.

Kami mempercayakan diri kami dan kesehatan para penderita sakit,
kepadamu, sambal ikut ambil bagian dalam derita Yesus di salib, dalam
keteguhan imanmu.

Engkau, keselamatan umat manusia, mengetahui apa yang kami
butuhkan, dan kami percaya engkau menyertai mereka yang
membutuhkan, sehingga, sebagaimana di Kana Galilea, kami kembali
merasakan sukacita dan berpesta setelah saat penderitaan ini.

Tolonglah kami, Bunda kasih ilahi, untuk mematuhi kehendak Bapa dan
melakukannya, sebagaimana diminta sendiri oleh Yesus, yang
menanggung sendiri penderitaan kami dan memanggul kecemasan
kami, hingga menuntun kami, melalui salib kepada sukacita
kebangkitan. Amin.

Di bawah perlindunganmu, kami bernaung, Bunda Allah yang kudus.
Jangan abaikan permintaan tolong kami yang sedang dalam kesulitan
ini, bebaskan kami dari setiap bahaya, ya Perawan yang mulia dan suci.
Amin.


DOA KEPADA SANTO YOSEPH (1)

Ya pelindung yang suci, jagailah bangsa kami. terangilah mereka yang
bertanggungjawab atas kepentingan umum, sehingga mereka, seperti
engkau sendiri, mengetahui, bagaimana memperhatikan mereka yang
dipercayakan kepada tanggungjawab mereka.

Anugerahilah budi yang penuh pengertian kepada mereka yang mencari
sarana-sarana yang memeadai bagi pemeliharaan kesehatan dan
kondisi fisik yang baik bagi saudara-saudari mereka.

Topanglah mereka yang membaktikan diri mereka, denganresiko
keselamatannya sendiri, membantu mereka yang membutuhkan: para
relawan, perawat, dokter yang berada di garis depan dalam penanganan
mereka yang sakit.

Berkatilah ya Santo Yoseph, Gereja, agar mulai dari para pelayannya
mewujudkan Gereja sebagai tanda dan sarana terang dan kebaikanmu.


DOA KEPADA SANTO YOSEPH (2)

Sertailah ya Santo Yoseph, keluarga-keluarga kami, dalam keheningan
doa-doamu, sehingga tercipta keselarasan antara orang tua dan anak-anak
mereka, secara khusus dengan yang paling muda.

Jagailah mereka yang sudah lanjut usia dari rasa kesepian,
mohonkanlah agar jangan seorangpun merasa ditinggalkankarena
ketakutan dan diabaikan dan dari keputusasaan. Hiburlah mereka yang
paling rentan, kuatkanlah mereka yang bimbang, sertailah yang miskin.
Bersama dengan Bunda Perawan, mohonkanlah kepada Tuhan untuk
melepaskan dunia dari segala macam bentuk pandemic. Amin.


DOA SAAT KOMUNI SECARA ROHANI

Di bawah kaki-Mu, ya Yesus, aku bersujud dan dari penyesalan hatiku
memohon pengampunan-Mu, sebab aku ini hina karena
ketidakpantasanku di hadapan keluhuran-Mu yang Maha Agung.
Aku bersujud bakti kepada-Mu di dalam sakramen kasih-Mu, Ekaristi
yang mahaluhur.

Aku ingin menyambut-Mu untuk tinggal di dalam diriku yang walaupun
tidak pantas namun berserah kepada-Mu
Sementara menanti akan kebahagiaan akan komuni sacramental, aku
ingin memiliki-Mu secara rohani.

Datanglah kepadaku, ya Yesusku, sebab aku hanya bisa datang
kepada-Mu!
Semoga cinta-Mu memenuhi keseluruhan diriku baik saat hidup maupun
mati.

Aku percaya kepada-Mu, aku berharap kepada-Mu, aku mencintai-Mu


DOWNLOAD DOA PAUS FRANSISKUS

Doa Rosario Laudato Si – Tetap Jaga Bumi di Masa Pandemi

rosario laudato si

Doa Rosario Laudato Si, Mari Bersama Menjaga Bumi di Masa Pandemi

Pada awal Maret 2020 yang lalu, Paus Fransiskus membuat rekaman ajakan untuk kita semua, khususnya umat Katolik, menyediakan waktu tanggal 16­-24 Mei 2020 sebagai Pekan Laudato Si. Hal ini bertepatan dengan ‘ulang ­tahun’ kelima ensiklik tentang lingkungan hidup Laudato Si yang dikeluarkan pada tanggal 24 Mei 2015.

Beliau mengajak kita untuk sungguh membangun kesadaran, bertobat dan bertindak memelihara bumi seisinya, dan mewariskan bumi yang baik kepada anak-cucu kita. Ensiklik Laudato Si memang sudah beliau sampaikan kepada kita sejak 2015, tetapi ternyata belum banyak yang sungguh memahaminya, apalagi melaksanakannya. Itulah salah satu alasan ajakan di atas.

Kita tahu, permasalahan lingkungan hidup menjadi makin berat. Bukan tidak mungkin, rusaknya bumi ikut berpengaruh terhadap merebaknya pandemi corona yang sedang kita hadapi. Secara hati­-hati, beliau menyatakan bahwa pandemi corona adalah respons atau ‘tanggapan’ bumi atas ulah manusia yang selama ini kurang peduli.

Dalam ensiklik Laudato Si, seperti juga ditekankan Bapak Ignatius Kardinal Suharyo dalam homili misa Paskah pontifikal Minggu 12 April 2020 lalu, kita perlu melakukan pertobatan ekologis.

Dalam upaya agar pertobatan ekologis bisa terwujud, yang didasari pemahaman dan kesadaran baru itu, ensiklik Laudato Si perlu lebih dikenali umat. Untuk itulah dibuat teks doa Rosario Laudato Si ini, yang mencoba mengaitkan pokok-­pokok renungan setiap peristiwa dalam doa Rosario dengan beberapa isi penting dalam ensiklik Laudato Si.

Upaya ini didasari pengandaian bahwa ensiklik Laudato Si adalah bimbingan iman dan spiritualitas Kristen (Katolik) tentang bumi dengan segala macam permasalahannya ini, yang tentu erat kaitannya dengan kisah keselamatan dalam Injil. Ensiklik ini terdiri dari 6 bab (36 sub-­bab, 246 paragraf). Isinya sangat kaya dan mendalam, sehingga tidak mungkin semua dimasukkan dalam renungan peristiwa-­peristiwa doa Rosario.

Tentu, baik diketahui bahwa doa Rosario ini adalah doa Rosario biasa, meski isi renungannya dikaitkan dengan pokok-­pokok gagasan yang ada dalam ensiklik Laudato Si. Upaya mengintegrasikan ensiklik Laudato Si dalam renungan doa Rosario dimulai dengan merasakan ‘nada’ tiap peristiwa dan mencocokkannya dengan “nada” gagasan yang disampaikan Paus Fransiskus dalam bab-bab dan paragraf­-paragraf ensiklik itu. Dengan demikian, paragraf diacu tidak berurutan. Pun, yang kemudian di tulis sebagian besar hanyalah pokok gagasannya atau keprihatinan dasarnya.

Hal itu diupayakan ditulis dengan bahasa yang lebih sederhana, yang diharapkan dapat lebih dipahami umat. Agar renungan bisa lebih mengena, di bagian akhir hampir setiap pokok renungan dibuat satu paragraf ajakan untuk merenungkan lebih dalam, atau melakukan pertobatan, atau juga melakukan satu­-dua aksi yang lebih nyata, yang relevan dengan situasi kita.

Meski begitu, bagi mereka yang ingin lebih membaca dan mendalaminya, dicantumkan dalam catatan kaki nomor-nomor paragraf dari ensiklik Laudato Si yang menjadi acuan. Teks ensiklik Laudato Si, baik yang berbahasa Indonesia maupun yang berhasa asing, bisa diunduh melalui internet. Untuk seluruh proses ini, ‘bahan baku’ kami siapkan berempat, masing­-masing satu peristiwa, yaitu Rm. Martin Harun, OFM, Rm. Peter Kurniawan Subagyo, OMI, Rm. Ferry Sutrisna Wijaya, Pr dan saya sendiri. Setelah draft pertama saya buat, saya memohon masukan dari banyak rekan awam, yang tidak bisa saya sebut satu persatu, agar bahasa dan pesannya sungguh dapat dipahami umat. Untuk mereka itu, saya ucapkan banyak terima kasih.

Akhirnya, semoga teks doa Rosario Laudato Si ini bisa mendorong tumbuhnya pertobatan ekologis, sehingga bumi dan segala makhluk di atasnya, dapat hidup dalam damai di dalam rumah bersama ini. Berkah Allah selalu berlimpah!

Jakarta, pada hari bumi (22 April) 2020
Al. Andang L. Binawan, SJ

Catatan: Seperti dikatakan dalam pengantar, pada dasarnya Doa Rosario ini adalah doa Rosario biasa, hanya isi renungannya agak berbeda. Karena itu, struktur atau tata urutan doa-doanya sama. Pokok-pokok renungan di bawah ini dibacakan setelah Doa Bapa kami di awal setiap peristiwa.


🌹JADWAL DOA

SELURUH UMAT KATOLIK INDONESIA
PEDULI BUMI DI MASA PANDEMI 
SETIAP HARI (Bulan MEI) PK 20.00 WIB

*Update 16 Mei 2020 :

Doa Rosario & Bulan Maria

🌹PARA USKUP yang akan memimpin Doa Rosario Laudato Si  tgl 16 – 31 MEI 2020:

1. Sabtu, 16 Mei: Uskup Sibolga, Mgr. Anicetus Sinaga, OFM Cap
2. Minggu, 17 Mei: Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu
3. Senin, 18 Mei: Uskup Banjarmasin, Mgr. Petrus Boddeng Timang
4. Selasa, 19 Mei: Uskuo Manado, Mgr. Benedictus Rolly Untu, MSC
5. Rabu, 20 Mei: Uskup Sintang, Mgr. Semuel Oton Sidin
6. Kamis, 21 Mei: Uskup Agung Ende, Mgr. Vincent Sensi Potokota
7. Jumat, 22 Mei: Uskup Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR
8. Sabtu, 23 Mei: Uskup Tanjung Selor, Mgr. Paulinus Yan Olla, MSF
9. Minggu, 24 Mei: Uskup Agats, Mgr. Aloysius Murwito, OFM
10. Senin, 25 Mei: Denpasar, Mgr. Silvester San
11. Selasa, 26 Mei: Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF
12. Rabu, 27 Mei: Uskup Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC
13. Kamis, 28 Mei: Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku
14. Jumat, 29 Mei: Uskup Jayapura, Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM
15. Sabtu, 30 Mei: Uskup Agung Medan, Mgr Cornelius Sipayung OFM Cap
16. Minggu, 31 Mei: Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung

🌹PARA USKUP yang akan memimpin doa tgl 1- 15 MEI 2020:

1. Jumat, 1 Mei  KAJ, +Ignatius Kardinal Suharyo
2. Sabtu, 2 Mei Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C.
3. Minggu, 3 Mei KAS, Mgr. Robertus Rubiyatmoko
4. Senin, 4 Mei Purwokerto, Mgr. Christophorus Tri Harsono
5. Selasa, 5 Mei Malang, Mgr. Henricus Pidyarto G., O.Carm
6. Rabu, 6 Mei Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM
7.Kamis, 7 Mei Tanjungkarang, Mgr.Harun Yuwono
8. Jumat, 8 Mei  Ketapang,  Mgr. Pius Riana Prapdi
9.  Sabtu 9 Mei Surabaya,  Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono
10.Minggu, 10 Mei, Palangka Raya,  Mgr. A.M. Sutrisnaatmaka,  MSF
11. Senin, 11 Mei Pontianak, Mgr. Agustinus Agus
12. Selasa 12 Mei Palembang,  Mgr. Aloysius Sudarso SCJ
13. Rabu, 13 Mei, Bogor, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM
14. Kamis, 14 Mei Makassar,  Mgr.  John Liku-Ada’
15. Jumat, 15 Mei Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat

🌹IKUTI DI LINK HIDUPTV KLIK youtube.com/HidupTv/live atau CHANNEL YOUTUBE MASING-MASING KEUSKUPAN/PAROKI/KOMUNITAS

IKUT ROSARIO LAUDATO SI

DOWNLOAD Panduan – pdf 5,6 mb

.
.

Jadwal Doa Rosario Laudato Si Seluruh Keuskupan di Indonesia

jadwal doa rosario

🌹JADWAL DOA ROSARIO “LAUDATO SI”

SELURUH UMAT KATOLIK INDONESIA
PEDULI BUMI DI MASA PANDEMI 
SETIAP HARI (Bulan MEI) PK 20.00 WIB

*Update 29 Mei 2020 :

Misa Online Hari Pentakosta – 31 Mei 2020

🌹PARA USKUP yang akan memimpin doa tgl 16 – 31 MEI 2020:

1. Sabtu, 16 Mei: Uskup Sibolga, Mgr. Anicetus Sinaga, OFM Cap
2. Minggu, 17 Mei: Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu
3. Senin, 18 Mei: Uskup Banjarmasin, Mgr. Petrus Boddeng Timang
4. Selasa, 19 Mei: Uskuo Manado, Mgr. Benedictus Rolly Untu, MSC
5. Rabu, 20 Mei: Uskup Sintang, Mgr. Semuel Oton Sidin
6. Kamis, 21 Mei: Uskup Agung Ende, Mgr. Vincent Sensi Potokota
7. Jumat, 22 Mei: Uskup Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR
8. Sabtu, 23 Mei: Uskup Tanjung Selor, Mgr. Paulinus Yan Olla, MSF
9. Minggu, 24 Mei: Uskup Agats, Mgr. Aloysius Murwito, OFM
10. Senin, 25 Mei: Denpasar, Mgr. Silvester San
11. Selasa, 26 Mei: Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Harjosusanto, MSF
12. Rabu, 27 Mei: Uskup Amboina, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC
13. Kamis, 28 Mei: Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku
14. Jumat, 29 Mei: Uskup Jayapura, Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM
15. Sabtu, 30 Mei: Uskup Agung Medan, Mgr Cornelius Sipayung OFM Cap
16. Minggu, 31 Mei: Uskup Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung

🌹PARA USKUP yang akan memimpin doa tgl 1- 15 MEI 2020:

1. Jumat, 1 Mei  KAJ, +Ignatius Kardinal Suharyo
2. Sabtu, 2 Mei Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, O.S.C.
3. Minggu, 3 Mei KAS, Mgr. Robertus Rubiyatmoko
4. Senin, 4 Mei Purwokerto, Mgr. Christophorus Tri Harsono
5. Selasa, 5 Mei Malang, Mgr. Henricus Pidyarto G., O.Carm
6. Rabu, 6 Mei Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM
7.Kamis, 7 Mei Tanjungkarang, Mgr.Harun Yuwono
8. Jumat, 8 Mei  Ketapang,  Mgr. Pius Riana Prapdi
9.  Sabtu 9 Mei Surabaya,  Mgr. Vincentius Sutikno Wisaksono
10. Minggu, 10 Mei, Palangka Raya,  Mgr. A.M. Sutrisnaatmaka,  MSF
11. Senin, 11 Mei Pontianak, Mgr. Agustinus Agus
12. Selasa 12 Mei Palembang,  Mgr. Aloysius Sudarso SCJ
13. Rabu, 13 Mei, Bogor, Mgr. Paskalis Bruno Syukur, OFM
14. Kamis, 14 Mei Makassar,  Mgr.  John Liku-Ada’
15. Jumat, 15 Mei Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat

🌹IKUTI DI LINK HIDUPTV KLIK youtube.com/HidupTv/live atau CHANNEL YOUTUBE MASING-MASING KEUSKUPAN/PAROKI/KOMUNITAS

IKUT ROSARIO

DOWNLOAD Panduan – pdf 5,6 mb

.
.

You cannot copy content of this page