Jadwal Doa Rosario Misioner Dipimpin Oleh Para Uskup di Seluruh Indonesia

jadwal doa rosario misioner

Jadwal Doa Rosario Misioner – Memperingati Bulan Rosario yang jatuh pada bulan Oktober setiap tahunnya, maka Komisi Karya Kepausan Indonesia (KKI) dan Komisi Karya Misioner (KKM) mengadakan ROSARIO MISI yg diselenggarakan oleh Biro Nasional KKI-KKM.

Kemudian tema Minggu Misi Sedunia yang akan diadakan pada tanggal 18 Oktober 2020 yaitu “Ini aku, utuslah aku” (Yes 6:8) mengawal peringatan tahunan Hari Minggu Misi Sedunia. Selain itu pada bulan yang sama, kita juga akan merayakan peringatan tahunan Hari Pangan Sedunia dan Bulan Rosario.

Karena adanya beberapa peringatan tersebut Komisi Karya Misioner KWI dan Karya Kepausan Indonesia menyelenggarakan doa ini yang setiap harinya dipimpin oleh satu Uskup bergantian dari seluruh Keuskupan di Indonesia.

Doa ini bertujuan untuk:

  1. Memelihara semangat misioner umat di masa pandemi dan
  2. Menggiatkan doa tersebut di bulan Rosario.

DOA ROSARIO MISIONER – Bulan Oktober 2020

Ditayangkan pada media sosial Komisi KARYA MISIONER KWI, KARYA KEPAUSAN INDONESIA, Komisi KOMSOS KWI, HIDUP TV, Youtube Channel Setiap KEUSKUPAN & PAROKI. Untuk mengikutinya cukup klik tombol pada jadwal harian di bawah ini.

Diadakan pada tanggal 01 – 31 OKTOBER 2020, SETIAP HARI selama bulan Oktober pukul 18.00 WIB

Dipimpin oleh para Bapa Uskup secara bergiliran dari seluruh Keuskupan di Indonesia.

PERISTIWA – PERISTIWA MISTERI

Hari Senin & Sabtu (Misteri Gembira) – KLIK

Hari Rabu & Minggu (Misteri Mulia)

Hari Selasa & Jumat (Misteri Sedih)

Hari Kamis (Misteri Terang)

JADWAL DOA ROSARIO MISIONER DIPIMPIN OLEH PARA USKUP :

1. Kamis, 01-10-2020 Keuskupan Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC
IKUT DOA HARI – 1

2. Jumat, 02-10-2020 Keuskupan Weetebula, Mgr. Edmund Woga, CSsR
IKUT DOA HARI – 2

3. Sabtu, 03-10-2020 Keuskupan Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi
IKUT DOA HARI – 3

4. Minggu, 04-10-2020 Keuskupan Agats – Asmat, Mgr. Aloysius Murwito, OFM
IKUT DOA HARI – 4

5. Senin, 05-10-2020 Keuskupan Tanjung Karang, Mgr. Harun Yuwono
IKUT DOA HARI – 5 

6. Selasa, 06-10-2020 Keuskupan Surabaya, Mgr. Vincensius Sutikno Wisaksono
IKUT DOA HARI – 6

7. Rabu, 07-10-2020 Keuskupan Ruteng, Mgr. Siprianus Hormat
IKUT DOA HARI – 7

8. Kamis, 08-10-2020 Keuskupan Tanjung Selor, Mgr. Yan Olla, MSF
IKUT DOA HARI – 8

9. Jumat, 09-10-2020 Keuskupan Amboina, Mgr. Mandagi, MSC
IKUT DOA HARI – 9

10. Sabtu, 10-10-2020 Keuskupan Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko
IKUT DOA HARI – 10

11. Minggu, 11-10-2020 Keuskupan Larantuka, Mgr. Kopong Kung
IKUT DOA HARI – 11

12. Senin, 12-10-2020 Keuskupan Sintang, Mgr. Samuel Oton Sidin OFM Cap.
IKUT DOA HARI – 12

13. Selasa, 13-10-2020 Keuskupan Timika, RD. Marthen Ekowaibi Kuayo (Administrator Diosesan)
IKUT DOA HARI – 13

14. Rabu, 14-10-2020 Keuskupan Agung Medan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFM Cap.
IKUT DOA HARI – 14

15. Kamis, 15-10-2020 Keuskupan Malang, Mgr. Henricus Pidyarto Gunawan, O.Carm.
IKUT DOA HARI – 15

16. Jumat, 16-10-2020 Keuskupan Denpasar, Mgr. Silvester San
IKUT DOA HARI – 16

17. Sabtu, 17-10-2020 Keuskupan Sibolga, Mgr. Anicetus B. Sinaga, OFMCap (Administrator Apostolik)
IKUT DOA HARI – 17

18. Minggu, 18-10-2020 HARI MINGGU MISI KE-94: Keuskupan Palangkaraya, Mgr. Aloysius M. Sutrisnaatmaka MSF
IKUT DOA HARI – 18

19. Senin, 19-10-2020 Keuskupan Agung Makassar, Mgr. John Liku Ada
IKUT DOA HARI – 19

20. Selasa, 20-10-2020 Keuskupan Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM
IKUT DOA HARI – 20

21. Rabu, 21-10-2020 Keuskupan Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus
IKUT DOA HARI – 21

22. Kamis, 22-10-2020 Keuskupan Atambua, Mgr. Dominikus Saku

23. Jumat, 23-10-2020 Keuskupan Jayapura, Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM

24. Sabtu, 24-10-2020 Keuskupan Bogor, Mgr. Pascalis Bruno Syukur, OFM
IKUT DOA HARI – 24

25. Minggu, 25-10-2020 Keuskupan Samarinda, Mgr. Yustinus Hardjosusanto, MSF

26. Senin, 26-10-2020 Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang

27. Selasa, 27-10-2020 Keuskupan Manado, Mgr. Rolly Untu, MSC
IKUT DOA HARI – 27

28. Rabu, 28-10-2020 Keuskupan Banjarmasin, Mgr. Bodeng Timang

29. Kamis, 29-10-2020 Keuskupan Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ

30. Jumat, 30-10-2020 Keuskupan Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu
IKUT DOA HARI – 30

31. Sabtu, 31-10-2020 Keuskupan Agung Jakarta, +Ignatius Kardinal Suharyo


Demikian jadwal Doa Rosario Misioner yang bisa kami sampaikan, jika ada pertanyaan silahkan masukkan di kolom komentar dan kami akan menjawab sesegera mungkin, terima kasih.

SALAM MISIONER.

Doa Rosario di Oktober Berbeda Dengan Bulan Maria

doa rosario

Doa Rosario yang disarikan dari buku susunan Kelompok St. Monica Patrisius – Semarang

Tanda Salib – Dalam Nama Bapa..

Aku Percaya..

Kemuliaan..

Terpujilah..

Bapa kami..

Salam, Putri Allah Bapa. – Salam Maria..

Salam, Bunda Allah Putra, – Salam Maria..

Salam, Mempelai Allah Roh Kudus. – Salam Maria..

Lalu menyusul “Kemuliaan” dan “Terpujilah” seperti di atas diakhiri dengan doa “Ya Yesus.” Kemudian pemimpin membacakan peristiwa-peristiwa dari rangkaian misteri yang dipilih (lihat di bawah). Selanjutnya mendaraskan 1x Bapa kami, 10x Salam Maria, 1x Kemuliaan, 1x Terpujilah, 1x Ya Yesus. Lalu menyusul peristiwa kedua dan seterusnya.

doa rosario

Peristiwa-peristiwa Gembira Doa Rosario, khususnya selama Masa Adven dan Natal

  1. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel (Luk 1:26-38).
  2. Maria mengunjungi Elisabet, saudarinya (Luk 1:39-45).
  3. Yesus dilahirkan di Bethlehem (Luk 2:1-7).
  4. Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah (Luk 2:22-40).
  5. Yesus diketemukan dalam Bait Allah (Luk 2:41-52).

Peristiwa-peristiwa Sedih Doa Rosario, khususnya selama Masa Prapaskah dan tiap hari Jumat

  1. Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di surga dalam sakratul maut (Luk 22:39-46).
  2. Yesus didera (Yoh 19:1).
  3. Yesus dimahkotai duri (Yoh 19:2-3).
  4. Yesus memanggul salib-Nya (ke Gunung Kalvari) (Luk 22:26-32).
  5. Yesus wafat di salib (Luk 23:44-49).

Peristiwa-peristiwa Mulia Doa Rosario, khususnya selama Masa Paskah dan tiap hari Minggu

  1. Yesus bangkit dari kematian (Luk 24:1-5).
  2. Yesus naik ke surga (Luk 24:50-53).
  3. Roh Kudus turun atas para Rasul (Kis 2:1-13).
  4. Maria diangkat ke surga (1Kor 15:23; DS 3903).
  5. Maria dimahkotai di surga (Why 12:1, DS 3913-3917).

Peristiwa-peristiwa Terang Doa Rosario

  1. Yesus di baptis di sungai Yordan (Mat 3:16-17).
  2. Yesus menyatakan diri-Nya dalam pesta pernikahan di Kana (Yoh 2:11).
  3. Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan (Mat4:17-23).
  4. Yesus menampakan kemuliaan-Nya (Mat 17:2-5).
  5. Yesus menetapkan Ekaristi (Mrk 14:22-24).

Setiap bulan Oktober, paroki-paroki gereja Katolik di seluruh dunia mengajak seluruh umatnya untuk mendaraskan doa kepada Bunda Maria melalui rangkaian doa ini.

Penetapan Oktober sebagai Bulan Rosario berawal dari ditetapkannya tanggal 7 Oktober sebagai Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario. Pesta ini ditetapkan oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1573, untuk mengganti nama peringatan Pesta Santa Perawan Maria Ratu Kemenangan.

Peringatan Pesta Santa Perawan Maria Ratu Kemenangan dilatarbelakangi oleh peristiwa kemenangan tentara Kristen atas tentara Kesultanan Utsmaniyah Turki dalam pertempuran di Lepanto pada 7 Oktober 1571. Kala itu Kesultanan Utsmaniyah sedang gencar-gencarnya memperluas daerah kekuasaan mereka, hingga benua Eropa. 

Paus Pius V yang memimpin Gereja pada waktu itu, meminta seluruh Gereja berdoa dengan menggunakan Rosario kepada Bunda Maria untuk membantu tentara Kristen. 

Dalam pertempuran di Lepanto di Teluk Korintus, tentara Kristen yang kalah dalam jumlah pasukan akhirnya berhasil memenangkan pertempuran. Jumlah korban di pihak Utsmaniyah yang sangat besar memaksa mereka menghentikan ekspansinya yang ingin  menguasai Eropa. Maka, kemenangan di Lepanto ini mempunyai arti sangat penting. 

Kemudian pada tahun 1573, Paus Gregorius XIII menetapkan tanggal 7 Oktober sebagai Pesta Santa Perawan Maria Ratu Rosario sebagai ucapan syukur atas bantuan Bunda Maria bagi kemenangan di Lepanto. Pesta ini awalnya hanya dilakukan oleh gereja-gereja yang altarnya didedikasikan bagi Bunda Maria. Namun pada tahun 1716, Paus Klemens XI menyebarluaskan perayaan ini hingga ke seluruh dunia.

Selanjutnya Paus Leo XIII menetapkan bulan Oktober sebagai bulan Rosario pada tanggal 1 September 1883. Bapa suci meminta agar seluruh umat berdoa rosario dan Litani Santa Perawan Maria dari Loreto pada setiap hari di bulan Oktober agar Gereja mendapat bantuan Bunda Maria dalam menghadapi aneka bahaya yang mengancam. Pada 22 September 1891, Paus Leo XIII menerbitkan ensiklik October Mense (The Month of October; Bulan Oktober), yang menyatakan bahwa bulan Oktober dikhususkan kepada Santa Perawan Maria, Ratu Rosario.

Perbedaan dengan Mei, Bulan Maria

Dalam setahun Gereja Katolik mendevosikan bulan Mei dan Oktober sebagai waktu khusus untuk mendoakan Bunda Maria, Bunda Allah. Meski demikian  devosi bulan Mei sebagai bulan Maria dan Oktober sebagai bulan Rosario memiliki makna berbeda.

Pada awalnya, spiritualitas bulan Mei sebagai Bulan Maria berdasarkan tradisi di negara 4 musim yang memahami bulan Mei sebagai musim semi, masa tumbuhan kembali hidup. Gereja pada waktu itu menyelaraskan tradisi ini dengan iman Bunda Maria yang mengandung dan melahirkan Yesus Kristus, melahirkan hidup yang baru. Jadi, bulan Mei dirayakan sebagai Bulan Maria untuk memperingati bahwa Maria adalah Ibu dari segala kehidupan, karena melalui Bunda Maria lahirlah Yesus Kristus yaitu “Jalan, kebenaran dan kehidupan” (Yoh 14:6).

Penetapan bulan Mei sebagai bulan Maria juga memiliki kaitan dengan peristiwa iman yang dialami Paus Pius VII yang ditangkap oleh serdadu Napoleon dan dipenjara pada tahun 1809. Di dalam penjara, Paus berdoa kepada Bunda Maria, agar ia bisa bebas. Ia berjanji bahwa jika ia dibebaskan, ia akan mendedikasikan perayaan untuk menghormati Bunda Maria.

Lima tahun kemudian, pada 24 Mei 1814, Paus VII dibebaskan untuk kembali ke Roma. Tahun berikutnya ia mengumumkan hari perayaan Bunda Maria, Penolong umat Kristen. Demikianlah devosi kepada Bunda Maria semakin dikenal.

Selanjutnya, pada tahun 1854, Paus Pius IX mengumumkan dogma “Immaculate Conception” (Bunda Maria yang dikandung tidak bernoda)” yang semakin memperkuat devosi kepada Bunda Maria, dan kemudian dipopulerkan oleh imam-imam Jesuit ke seluruh dunia.

Jadi jika bulan Mei untuk menghormati Maria sebagai Bunda Allah yang memberi kehidupan bagi manusia, bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan rosario untuk mengenang kekuatan doa kepada Allah melalui Bunda Maria dengan sarana rosario.

Tata Cara Doa Rosario

Rosario sebenarnya adalah doa renungan atas misteri keselamatan (dari saat Yesus mulai dikandung sampai Ia dimuliakan di surga dan mengutus Roh Kudus). Sembari mendaras Salam Maria berulang-ulang (10 kali), para pendoa merenungkan salah satu misteri yang dirangkai dalam rosario.

Doa yang terus diulang-ulang ini sangat membantu memusatkan perhatian pada misteri keselamatan yang direnungkan. Tetapi hendaknya diingat bahwa doa-renungan ini harus dibangun dan dipupuk oleh iman; maka ada baiknya bacaan-bacaan singkat, renungan atau ayat-ayat nyanyian disisipkan di antara setiap peristiwa rosario. Kalau tidak dilandasi iman, ada bahaya bahwa doa akan menjadi rentetan kata-kata yang kosong.

.

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/doa-koronka-seruan-kepada-kerahiman-ilahi/

Baca Juga: Artikel Doa Rosario Wikipedia

.

Penulis : Wempi
Diolah dari berbagai sumber

.

.

You cannot copy content of this page