Surat Edaran Gugus Tugas Penanganan Dampak COVID-19 KAS No: 0536/A/X/20-29

SURAT EDARAN GUGUS TUGAS PENANGANAN DAMPAK COVID-19 KAS
Nomor: 0536/A/X/20-29

LIHAT VERSI PDF

KETENTUAN-KETENTUAN BARU DAN TAMBAHAN
Atas Surat Edaran Nomor: 0490/A/X/2020-27 tanggal 10 Juni 2020

TENTANG PANDUAN PERAYAAN LITURGI DAN PERIBADATAN SERTA KEGIATAN PASTORAL LAINNYA DALAM MASA “NEW NORMAL”

Rapat Koordinasi Kuria KAS dan para Vikaris Episkopalis pada Selasa, 23 Juni 2020, setelah mendengarkan paparan para Vikep tentang persiapan dan kesiapan paroki-paroki untuk pembukaan peribadatan bersama umat, memutuskan: Sabtu-Minggu, 18-19 Juli 2020 ditetapkan sebagai saat dimulainya kegiatan peribadatan yang melibatkan umat, dengan tetap mengikuti ketentuan peribadatan di masa pandemi Covid-19 sebagaimana ditetapkan dalam Surat Edaran Nomor 0490/A/X/2020-27, tanggal 10 Juni 2020. Ketetapan penyerta lainnya yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:

Poin 1.
(a) Peribadatan yang dibuka untuk Umat hanya peribadatan (perayaan Ekaristi) yang dilaksanakan di gereja atau kapel Paroki.
(b) Perayaan Ekaristi di lingkungan atau wilayah dan di kelompok-kelompok kategorial belum diijinkan.
(c) Biara-biara dapat menyelenggarakan perayaan Ekaristi di kapel biara tanpa melibatkan atau kehadiran umat dan harus sepengetahuan Romo Paroki.

Poin 2.
(a) Demi pelayanan kepada umat dan untuk mengurangi penumpukan agenda perayaan Ekaristi pada Sabtu sore hingga Minggu sore, maka paroki-paroki dapat melaksanakan kegiatan perayaan Liturgi Hari Minggu mulai hari Jumat sore sampai dengan hari Senin sore, bahkan dapat merayakannya sepanjang pekan.
(b) Misa harian dapat dilaksanakan dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan seperti seharusnya pada Ekaristi mingguan.

Poin 3.
Karena tuntutan kebutuhan pastoral sebagaimana dinormakan dalam kanon 905, seorang imam diperkenankan memimpin perayaan Ekaristi dua kali sehari dan bahkan tiga kali pada hari Minggu dan hari-hari pesta wajib (hari raya), dengan tetap memperhatikan persiapan rohani dan disposisi batin yang cukup, serta kondisi fisik yang sehat untuk dapat melayani umat.

Poin 4.
(a) Mengingat batasan usia yang diperkenankan mengikuti perayaan Ekaristi di gereja/kapel maksimal 65 tahun, maka prodiakon yang sudah berusia lebih dari 65 tahun atau memiliki sakit bawaan yang menjadikannya rentan terhadap Covid-19 tidak diperkenankan bertugas.
(b) Guna memenuhi kebutuhan untuk membagi komuni dalam perayaan Ekaristi di gereja/kapel dan untuk melayani komuni bagi umat yang sakit serta para lansia yang mengikuti perayaan Ekaristi online melalui live-streaming di rumah masing-masing atau di panti wredha, maka para Pastor Paroki dapat mengangkat asisten pelayan-pelayan luar biasa pembagi komuni (bdk. Kan. 910 §2, bdk. Kan. 230 §3) untuk jangka waktu tertentu. Para asisten ini hanya bertugas menerimakan komuni.

Poin 5.
(a) Mengingat yang diperkenankan mengikuti perayaan Ekaristi di gereja/kapel adalah mereka yang berumur sekurang-kurangnya 10 tahun (atau sudah menerima komuni) dan maksimal 65 tahun, maka anak-anak di bawah 10 tahun (atau belum menerima komuni) dan para lansia berumur 65 tahun ke atas mengikuti misa secara online melalui livestreaming.
(b) Penerimaan komuni untuk yang sakit dan untuk para lansia akan dilayani di tempat tinggal masing-masing oleh prodiakon atau asisten luar biasa yang membantu menerimakan komuni.

Poin 6.
Pada masa “new normal” ini, umat diwajibkan mengikuti perayaan Ekaristi di paroki masing-masing. Tidak diperkenankan mengikuti Ekaristi di paroki lain. Hal ini dimaksudkan demi kesehatan dan kebaikan bersama, serta demi memudahkan pengecekan dan pengaturan umat sesuai dengan protokol kesehatan yang dituntut oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Republik Indonesia.

Dengan ditetapkannya waktu pembukaan ibadat bersama umat ini, maka Paroki-paroki harus benar-benar mempersiapkan diri dalam segala hal yang dituntut. Paroki-paroki harus sungguh-sungguh mempersiapkan hal-hal berikut:

1. Sumber Daya Manusia: Imam, Satuan Tugas / Satgas dan Petugas Tatalaksana Ekaristi, serta seluruh Umat harus memiliki pengetahuan yang cukup, ketrampilan yang cukup, dan kebijaksanaan yang memadai. Dengan kata lain, Sumber Daya Manusia harus dipastikan memiliki kecakapan yang memadai untuk menjalankan tugas dalam kegiatan umat ini.

2. Sarana-prasarana: harus disiapkan secara memadai baik untuk di dalam gedung gereja/kapel, di lingkungan luar gedung gereja/kapel, maupun di gedung/ruang-ruang pendukung kegiatan pastoral.

3. Keperluan administratif: paroki harus membuat surat pernyataan kesiapan untuk ibadat bersama umat dan surat permohonan izin kepada Gugus Covid-19 di Kabupaten/Kota/Kecamatan; dan paroki harus memastikan bahwa mendapatkan surat persetujuan atau surat izin dari pihak berwenang tersebut berupa Surat Keterangan Rumah Ibadah Aman Covid dari Ketua Gugus Tugas Provinsi/ Kabupaten/ Kota/ Kecamatan untuk melaksanakan peribadatan bersama umat. Paroki yang belum mendapatkan surat keterangan dimaksud dari otoritas sipil yang berwenang (Gugus Covid-19 Kabupaten/Kota/Kecamatan) tidak/belum diperkenankan melaksanakan peribadatan untuk umat.

Keputusan ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan situasi dan kondisi terbaru perkembangan pandemi Covid-19.

Ketetapan-ketetapan lain selengkapnya sudah disampaikan dalam edaran terdahulu yaitu Surat Edaran Nomor: 0490/A/X/2020-27, tanggal 10 Juni 2020. Paroki-paroki dan seluruh umat harus benar-benar menaati semua ketentuan tersebut dan disiplin menjalankan segala ketetapan, baik dari Pemerintah maupun dari Gereja.

Semarang, 28 Juni 2020
Gugus Tugas Penanganan Dampak COVID-19 KAS
YR. Edy Purwanto Pr
(Koordinator)

Gerakan Berbagi Nasi, Cara Sederhana Berempati di Tengah Pandemi

Kondisi pandemi berkepanjangan yang melanda Indonesia dan negara-negara di dunia menimbulkan dampak besar bagi perekonomian. Bahkan perekonomian dunia nyaris jatuh dalam jurang resesi. Bagaimana tidak, sebanyak 215 negara di dunia tengah berjuang untuk menyelamatkan diri dari tekanan ekonomi yang cukup berat.

Dari sisi permintaan, suplai dan produksi terganggu akibat virus ini. Sementara dari sisi penawaran, banyak UMKM dan pelaku usaha informal mengurangi kapasitas produksinya serta memutus hubungan kerja para karyawannya karena menurunnya permintaan yang tak sebanding dengan biaya operasional setiap bulannya.

Guna membantu masyarakat yang terdampak, Gereja St. Albertus Agung Jetis Yogyakarta melakukan gerakan berbagi nasi bungkus. Gerakan ini merupakan kegiatan rutin gereja setiap bulan selama pandemi sebagai wujud berbagi dalam semangat cinta kasih. Sore itu hari Jumat, 29 Mei 2020 sebanyak 170 nasi bungkus dibagikan kepada masyarakat umum yang membutuhkan bantuan makanan.

Acara ini merupakan gerakan berbagi nasi yang kelima. Bantuan nasi bungkus berasal dari keluarga Ibu Titin dari lingkungan Penumping dan umat lingkungan Kricak yang tidak berkenan disebutkan namanya. Pembagian nasi bungkus dilakukan dengan berkeliling menggunakan sepeda motor dan menunggu orang-orang yang ambil langsung di depan gereja.

Gerakan berbagi nasi yang keenam diadakan pada tanggal 7 Juni 2020 pada jam 12.00 siang. Sebanyak 300 nasi kotak dan 500 pcs masker kain dibagikan kepada masyarakat umum. Tim kemasyarakatan dan sejumlah relawan sudah berkumpul sejak pukul 11.00 untuk melakukan persiapan yaitu mengemas nasi kotak dan masker kain dalam satu plastik agar nantinya mudah dibawa.

Seratus lima puluh paket nasi kotak dibagikan kepada masyarakat umum dengan membuka pos di depan gereja dan membagikannya dengan berkeliling di llingkungan sekitar gereja mengendarai sepeda motor. Sisanya sebanyak 150 paket diberikan kepada pengurus RT belakang gereja untuk kemudian dibagikan kepada warga yang berdomisili di wilayah tersebut.

Kegiatan berbagi nasi yang ketujuh dilaksanakan pada 21 Juni 2020 pukul 12.00. Jumlah paket nasi yang dibagikan pada kesempatan ini sama jumlahnya dengan kegiatan sebelumnya yaitu 300 nasi kotak dan 500 pcs masker kain. Sebanyak 150 paket diberikan kepada pengurus RT dan warganya. Sementara sisanya 150 paket dibagikan dengan memberikan langsung kepada masyarakat yang kebanyakan berprofesi sebagai tukang becak, loper koran, tukang parkir, gelandangan dan ojek online.

Ada pula yang membagikannya dengan berkeliling menggunakan sepeda motor. Secara keseluruhan, kegiatan berbagi nasi tahap lima, enam dan tujuh berjalan dengan lancar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa masih banyak orang yang peduli dengan kesulitan orang lain dan bersedia membantu meringankan beban mereka.

Marilah kita saling bergandengan tangan dan berdoa agar menjadi pribadi yang semakin peduli dan kuat dalam situasi sulit pandemi saat ini!

.
.

Panduan Misa Online Hari Minggu Biasa XII – 21 Juni 2020

Misa Online Hari Minggu Biasa XII


Paroki St. Albertus Agung Jetis – 21 Juni 2020 – Pukul 08.30 WIB

.

IKUT MISA ONLINE

DOWNLOAD PANDUAN

.

RITUS PEMBUKA

Nyanyian Pembuka: PS 330

Tanda Salib dan Salam

Pengantar

. 

Seruan Tobat:

I    Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Sabda Allah yang hidup, tempat kami memercayakan diri kami. Tuhan, kasihanilah kami.

U  Tuhan, kasihanilah kami.

I   Engkaulah kebangkitan dan hidup, tempat kami menaruh harapan kami. Kristus, kasihanilah kami.

U  Kristus, kasihanilah kami.

I   Engkaulah cinta kasih ilahi yang menjelma, tempat kami menaruh cinta kasih seutuhnya. Tuhan, kasihanilah kami.

U  Tuhan, kasihanilah kami.

 .

Kemuliaan – didaraskan

Doa Pembuka

I   Marilah berdoa, – hening sejenak

Allah Bapa yang penuh kasih, Engkau telah mengutus Yesus Kristus, Putra-Mu sebagai satu-satunya jaminan hidup kami. Semoga kehadiran-Nya membuat kami tidak pernah takut akan  nasib kami karena kami percaya bahwa kami akan selalu aman dalam bimbingan-Nya. Sebab Dialah Tuhan Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa.

U   Amin.

.

LITURGI SABDA

Bacaan I – Yer. 20:10-13

Tuhan telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.

Bacaan dari Kitab Yeremia

Aku, Yeremia, telah mendengar bisikan banyak orang, “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Mari kita mengadukan dia!” Semua sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh. Kata mereka, “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!” Tetapi Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar  aku akan tersandung, jatuh, dan mereka tidak dapat berbuat-apa-apa. Mareka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak akan terlupakan! Ya Tuhan semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku. Menyanyilah untuk Tuhan, pujilah Dia! Sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

.

Mazmur Tanggapan – Mzm. 69:8-10.14-17.33-35

Ulangan: Tuhan sudi dengarkan rintihan umat-Mu.

Ayat:

  1. Tuhan, kerana Engkaulah aku menanggung cela, karena Engkaulah noda meliputi mukaku. Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, menjadi orang asing bagi anak-anak ibuku; sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku.
  2. Tetapi aku, aku berdoa kepada-Mu, ya Tuhan, aku bermohon pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setia-Mu yang besar jawablah aku, ya Tuhan, sebab baiklah kasih setia-Mu, berpaling kepadaku menurut rahmat-Mu yang besar!
  3. Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; biarlah hatimu hidup kembali. Hai kamu yang mencari Allah! Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orang-Nya yang ada dalam tahanan. Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya.

.

Bacaan II –  Rm. 5:12-15

Karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma.

Saudara-saudara, dosa telah masuk ke dalam dunia lantaran satu orang, dan karena dosa itu masuklah juga maut. Demikianlah maut telah menjalar kepada semua orang karena semua orang telah berbuat dosa. Sebab sebelum hukum Taurat ada, di dunia ini telah ada dosa. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. Sungguhpun demikian, dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa maut telah berkuasa juga atas mereka yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran dari Dia yang akan datang. Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang itu semua orang telah jatuh dalam kuasa maut, jauh lebih besarlah kasih karunia dan karunia Allah, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang lantaran satu orang, yaitu Yesus Kristus.

Demikianlah Sabda Tuhan.

.

Bait Pengantar Injil – Yoh. 15:26b.27a

Refr:     Alleluya

Solis: Roh kebenaran akan memberi kesaksian tentang daku, dan kamu pun harus memberi kesaksian pula, Sabda Tuhan. – Refr.

U Alleluya.

.

Bacaan Injil – Mat. 10:26-33

I     Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius

U   Dimuliakanlah Tuhan

I    Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada kedua belas murid-Nya, “Janganlah kamu takut kepada mereka yang memusuhimu, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka, dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah dari atas atap rumah. Dan janganlah  kamu takut kepada mereka yang hanya dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; tetapi takutlah Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh  di dalam neraka. Bukankan burung pipit dijual seduit dua ekor? Namun tak seekor pun dari padanya akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapa-Mu. Dan kamu, rambut kepalamu pun semuanya telah terhitung. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih beharga daripada banyak burung pipit. Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia akan Kuakui di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, dia akan Kusangkal juga di depan Bapa-Ku yang di surga.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U   Terpujilah Kristus

.

Homili 

Syahadat

Doa Umat                                                    

I    Kristus mengajarkan kepada kita agar tidak takut kepada mereka yang hanya membunuh tubuh tetapi takut kepada Dia yang berkuasa membinasakan, baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Marilah kita dengan kerendahan hati memanjatkan doa-doa kepada Allah Bapa kita.

L   Bagi Gereja Kudus. Ya Bapa, terangilah selalu para pemimpin Gereja dengan Roh Kebijaksanaan-Mu dalam menghadapi segala tantangan-tantangan zaman yang penuh perubahan ini. Marilah berdoa:

U Tuhan, kami percaya kepada-Mu.

L   Bagi bangsa kita. Ya Bapa, tuntunlah umat-Mu dalam ikut serta bertanggung jawab atas keadaan negara kami sehingga tetap memberi kesaksian atas nilai-nilai Injil dengan usaha menegakkan keadilan serta martabat manusia. Marilah berdoa:

U  Tuhan, kami percaya kepada-Mu.

L   Bagi mereka yang sakit dan menderita, serta kaum miskin dan tertindas. Ya Bapa, teguhkanlah iman, pengharapan dan kasih semua saudara kami yang mengalami nasib malang atau perlakuan yang kurang wajar sehingga mereka tetap setia dengan Sabda-Mu dalam memperjuangkan kesejahteraan dan keadilah hidup mereka. Marilah berdoa:

U Tuhan, kami percaya kepada-Mu.

L   Bagi kita, umat kristiani. Ya Bapa, persatukanlah kami dalam kasih persaudaraan sejati untuk saling bahu-membahu membangun Kerajaan Allah. Marilah berdoa:

U  Tuhan, kami percaya kepada-Mu.

I   Tuhan, dampingilah kami dalam perjalanan peziarahan menuju kerajaan kasih-Mu. Semoga kami tetap setia kepada-Mu dan hidup oleh karena Sabda Kebenaran-Mu yang hadir dalam diri Kristus, sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa, sepanjang segala masa.

U   Amin.

.

LITURGI EKARISTI

Persiapan Persembahan                                  

I    Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa Yang Mahakuasa.

U  Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta umat Allah yang kudus.

Doa Persiapan Persembahan

I   Ya Allah Yang Mahakudus, persatukanlah persembahan kami ini dengan korban Kristus, Putra-Mu sehingga memulihkan hubungan kami dengan Dikau yang telah rusak akibat dosa-dosa kami. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami.

U  Amin.

.

Doa Syukur Agung

– Prefasi (Buah-buah Ekaristi Mahakudus)

– Kudus – PS 394

– Doa Syukur Agung

.

Komuni

  • Bapa Kami
  • Doa Damai
  • Anak Domba Allah
  • Komuni – Doa Komuni Batin

Yesusku,

aku percaya Engkau sungguh hadir

dalam Sakramen Mahakudus.

Aku mencintai-Mu lebih dari segalanya,

dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam jiwaku.

Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam sakramen Ekaristi

Datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, seolah-olah Engkau telah datang.

Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku penuhnya kepada-Mu,

Jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu.

Amin.

.

Doa Sesudah Komuni

I   Marilah berdoa; – hening sejenak

Allah Bapa yang penuh kasih, kami bersyukur atas santapan suci ini. Semoga berkat Sakramen Ekaristi yang telah kami sambut, kami menjadi semakin berani untuk mewartakan kebaikan dan kerahiman-Mu dimana pun kami berada, hingga kami sendiri mengalami kerahiman-Mu yang abadi di Surga. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U Amin.

.

RITUS PENUTUP

Amanat Pengutusan

Berkat & Pengutusan

Nyanyian Penutup:  PS. 697

.
.

Misa Online Jadwal Terbaru 2023 Keuskupan Agung Semarang

misa online

Misa online ini berada di lingkup Keuskupan Agung Semarang dengan jadwal setiap hari & mingguan serta berlaku mengikuti peraturan peribadatan keuskupan. Kami selalu meng-update dan menginformasikan pengumuman terbaru di halaman ini. Semoga Tuhan memberkati kita semua sampai masa pandemi ini berakhir. Berkah Dalem.


Misa Online Hari Sabtu – Minggu
29-30 April 2023
Minggu Paskah IV TH.A/I

Gereja JETIS – Minggu Jam 08.00 WIB

Gereja KOTABARU – Sabtu dan Minggu Jam 16.30WIB

Gereja BORO – Sabtu dan Minggu Jam 17.00 WIB

Gereja MINOMARTANI – Sabtu Jam 17.00 WIB, Minggu Jam 07.00 dan 17.00 WIB

Gereja BACIRO – Sabtu Jam 18.30 dan Minggu Jam 08.00 dan 18.30 WIB


Youtube Channel Paroki Jetis

Paroki Jetis Channel YT

Paroki Jetis on SPOTIFY


Ekaristi Online Harian
1-30 April 2023

Gereja MINOMARTANI – Jam 5.00 WIB

Gereja BORO – Jam 5.30 WIB

Gereja KOTABARU – Jam 17.25 WIB

Gereja BACIRO – Jam 18.25 WIB


Jadwal (hari sabtu sore & minggu) ini merupakan Update Bulan APRIL 2023.

Perayaan ekaristi kudus disiarkan melalui Channel Youtube Komsos KAS secara live streaming setiap minggu bersama para romo Komunitas Pastoran Katedral dari Gereja Katedral Semarang dengan jadwal sebagai berikut :

Jadwal Misa Online Mingguan Terbaru Live Streaming 2023 Keuskupan Semarang


>> Hari Sabtu Pukul 18.30 WIB <<
>> Minggu Pukul 08.00 WIB <<
>> Minggu Pukul 18.30 WIB <<

KLIK:

Live Streaming Komsos Katedral
—–

Sebagai pelengkap,  di lingkup Keuskupan Semarang ada beberapa paroki menyiarkan misa mingguan dari gerejanya masing-masing melalui Channel Youtube mereka, silahkan cek jadwalnya dibawah ini.

Minggu Pukul 18.30 WIB

Perayaan Ekaristi oleh Paroki Baciro KLIK:

Live Streaming Baciro

.


Misa Online Harian Terbaru Dalam Lingkup KAS
1-30 April 2023 Klik :

MISA HARIAN

Klik tombol di atas & scroll ke bawah
sampai setelah jadwal misa mingguan.


Tatacara Mengikuti Perayaan Ekaristi Live Streaming

Para romo, suster, bapak, ibu, dan kaum muda di Keuskupan Agung Semarang, inilah panduan mengikuti misa secara online:

  1. Siapkan kuota yang cukup untuk mengikuti Perayaan Ekaristi secara online.
  2. Persiapkan diri Anda dengan baik. Mandi terlebih dahulu dan memakai pakaian yang sopan dan pantas. Membuat persiapan diri layaknya mengikuti Perayaan Ekaristi di gereja (sebelum mengikuti perayaan atau sesudah perayaan Ekaristi secara online).
  3. Siapkan tempat yang pantas, misalnya: ruang tamu, ruang keluarga, ruang doa, atau kamar kos. Sebaiknya tidak mengikuti Perayaan Ekaristi di atas tempat tidur atau di kamar mandi.
  4. Jika memungkinkan, siapkan salib dan lilin untuk mendukung suasana doa.
  5. Siapkan hati untuk mengikuti Perayaan Ekaristi.
  6. Ikuti perayaan ekaristi dengan fokus, khusyuk, dan berdoa pengan sepenuh hati.
  7. Membuat Tanda Salib, baik di awal dan akhir Perayaan Ekaristi.
  8. Ikutilah Perayaan Ekaristi dengan duduk, tidak perlu berdiri atau berlutut.
  9. Pada saat memasuki penerimaan Komuni Kudus, silahkan mendoakan doa komuni spiritual dan menghayatinya dengan sepenuh hati.

DOA KOMUNI SPIRITUAL

Yesusku, aku percaya,  Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus.  Aku mencintai-Mu lebih dari segalanya,  dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam jiwaku.  Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi,  datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku.  Seolah-olah Engkau telah datang,  Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu;  jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin.

  1. Bersyukur dapat mengikuti Ekaristi.

Selamat mengikuti misa online.
Berkah Dalem 🙂
.
.

Panduan Misa Online Hari Raya Tubuh & Darah Kristus – 14 Juni 2020

misa online

Misa Online Raya Tubuh & Darah Kristus


“Paroki St. Albertus Agung Jetis” – 14 Juni 2020 – Pukul 07.30 WIB

.

IKUT MISA ONLINE

DOWNLOAD PANDUAN

.

RITUS PEMBUKA

Nyanyian Pembuka: Wahai Saudara – PS. 319

Tanda Salib dan Salam

Pengantar

. 

Seruan Tobat:

I   Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghendaki kami selalu mengenangkan Dikau dengan merayakan Ekaristi. Tuhan, kasihanilah kami.

U  Tuhan, kasihanilah kami.

I   Engkau menghendaki kami ikut serta dalam hidup, wafat, dan kebangkitan-Mu dengan makan Tubuh-Mu dan minum Darah-Mu. Kristus, kasihanilah kami.

U  Kristus, kasihanilah kami.

I   Engkau menghendaki kami bersatu dengan Dikau dan sesama dengan makan roti kehidupan dan minum darah keselamatan yang satu dan sama.

Tuhan, kasihanilah kami.

U  Tuhan, kasihanilah kami.

 .

Kemuliaan – didaraskan

Doa Pembuka

I   Marilah kita berdoa;

Allah Bapa Yang Mahakudus, dalam sakramen Ekaristi yang luhur ini Putra-Mu mewariskan kepada kami kenangan mulia akan wafat dan kebangkitan-Nya. Bimbinglah kami untuk selalu mengagungkan misteri kudus Tubuh dan Darah-Nya, sehingga pantas bersatu dalam karya penebusan-Nya. Sebab Dialah Tuhan dan Pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan Roh Kudus, Allah, kini dan sepanjang masa.

U       Amin.

.

LITURGI SABDA

Bacaan I – Ul. 8:2-3, 14b-16a

Tuhan memberi engkau makan manna yang tidak kaukenal dan juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu.

Pembacaan dari Kitab Ulangan:

Di padang gurun seberang Sungai Yordan berkatalah Musa kepada umat Israel, “Ingatlah akan seluruh perjalanan yang kaulakukan atas kehendak Tuhan, Allahmu, di padang gu­run selama empat puluh tahun itu. Maksud Tuhan adalah merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk menge­tahui apa yang ada dalam hatimu, yakni apakah engkau ber­pegang pada perintah-Nya atau tidak. Jadi Tuhan meren­dahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau manna, yang tidak kaukenal dan juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti bahwa manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari segala yang diucapkan Tuhan. Ingatlah selalu pada Tuhan, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakkan. Dialah yang memimpin engkau melalui padang gurun yang luas dan dahsyat itu, dengan ular-ularnya yang ganas serta kalajengkingnya, dengan tanahnya yang gersang, yang tidak ada airnya. Dialah yang membuat air keluar bagimu dari gunung batu yang keras. Dialah yang di padang gurun memberi engkau makan manna yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

.

Mazmur Tanggapan – Mzr. 12-13.14-15.19-20; Ul. 12a

Ulangan: Refren PS. 863

Pujilah Tuhan, hai Umat Allah, Pujilah Tuhan, hai Umat Allah!

Ayat:

  1. Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem! Pujilah Allahmu, hai Sion! Sebab la meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anak yang ada padamu.
  2. memberikan kesejahteraan kepada daerahmu, dan me­ngenyangkan engkau dengan gandum yang terbaik. la me­nyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera Firman­Nya berlari.
  3. Ia memberitakan Firman-Nya kepada Yakub, ketetapan dan hukum-hukum-Nya kepada Israel. Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal.

.

Bacaan II – 1Kor. 10:16-17

Karena roti itu hanya satu, maka kita ini, sekalipun banyak merupa­kan satu tubuh.

Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus.

Saudara-saudara terkasih, bukankah piala syukur yang kita syukuri merupakan persekutuan dengan Darah Kristus? Bukankah roti yang kita bagi-bagi merupakan persekutuan dengan Tubuh Kristus? Karena roti hanya satu, maka kita ini, sekalipun banyak merupakan satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

.

Bait Pengantar Injil – Refr. PS. 957

S Alleluya.   U Alleluya.

S  Akulah roti hidup yang telah turun dari surga, Sabda Tuhan. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama­-lamanya. Yoh 6:51.

U Alleluya.

.

Madah Ekaristi (Sion, Puji Penyelamat PS 556)

  1. Sion, puji Penyelamat, Sang Pemimpin dan gembala dalam kidung pujian.
  2. Pujilah sekuat hati, karna Dia melampaui puji yang kaulambungkan.
  3. Hari ini yang tersaji: Roti Hidup yang dipuji, sumber hidup yang kekal.
  4. Itulah yang dihidangkan bagi para rasul Tuhan: Tak perlu diragukan.
  5. Lihat Roti malaikat, jadi boga peziarah: sungguh itu roti putra, anjing jangan diberi.
  6. Inilah yang dilambangkan waktu Ishak dikurbankan: Domba paskah disajikan, dan manna dihujankan.
  7. Yesus, Roti yang sejati, Kau Gembala murah hati, slalu lindungilah kami, dan tunjukkan pada kami bahagia yang kekal.
  8. Dikau Allah yang Mahakuasa, bimbing kami, insan fana, undang kami dalam pesta, dan jadikanlah kami warga umat kudus bahagia. Amin. Alleluya.

 .

Bacaan Injil – Yoh. 6:51-58

Tubuh-Ku benar-benar makanan, Darah-Ku benar-benar minuman.

Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes:

Di rumah ibadat di Kapernaum Yesus berkata kepada orang banyak, “Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-­lamanya. Dan roti yang kuberikan ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” Orang-orang Yahudi bertengkar antar mereka sendiri dan berkata, “Bagaimana Yesus ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan!” Maka kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya, jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mem­punyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging­-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal, dan Aku akan membangkitkan Dia pada akhir jaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan, dan darah-Ku ada­lah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku, dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga, barangsiapa memakan Aku, ia akan hidup oleh Aku. Akulah roti yang telah turun dari surga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barang siapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”

Demikianlah Injil Tuhan.

.

Homili 

Syahadat

I   Allah menyediakan rezeki bagi kita, dan selalu menyapa serta memperhatikan kita masing masing. Maka marilah kita berdoa kepada Allah di surga.

Doa Umat

L  Bagi seluruh kaum beriman.

Ya Bapa, semoga perjamuan Ekaristi yang setiap kali kami rayakan, memberi kekuatan nyata kepada umat-Mu untuk meningkatkan pengabdian kami kepada-Mu serta sesama. Kami mohon …

U  Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L  Bagi keadilan dan kerukunan.

Ya Bapa, semoga semua orang yang berkumpul di sekeliling altar ini seturut kemampuannya giat mengusahakan keadilan dan kerukunan di tengah-tengah masyarakat.

Kami mohon …

U Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L  Bagi sanak saudara yang sedang menghadapi ajal.

Ya Bapa, semoga sanak saudara kami yang sedang meng­hadapi ajalnya, masih Kau-perkenankan menyambut Tubuh Kristus sebagai bekal serta jaminan kebangkitan.

Kami mohon …

U Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L  Bagi kita semua.

Ya Bapa, semoga kami semakin mencintai Ekaristi, tekun mengikuti perayaan Ekaristi sepenuh hati, dan rajin meng­hayati doa-doa Devosi Ekaristi bagi kekuatan kami untuk berbuat baik dan hidup suci. Kami mohon …

U Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

I   Allah Bapa Yang Mahakudus, inilah roti dan anggur, sari gandum dan sari buah anggur, satu-satunya persembahan Gereja-Mu. Kami mohon semoga karenanya kami rukun dan bersatu. Berikanlah kepada kami, damai dan sukacita-Mu. Demi Kristus Tuhan kami.

U       Amin.

.

LITURGI EKARISTI

Doa Persiapan Persembahan

I   Ya Allah, sumber kedamaian sejati, anugerahilah Gereja-Mu persatuan dan kedamaian, yang dilambangkan oleh persembahan yang kami unjukkan ini. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami.

U  Amin.

.

Doa Syukur Agung

– Prefasi (Buah-buah Ekaristi Mahakudus)

– Kudus – versi Misa Kita II

– Doa Syukur Agung

.

Komuni

  • Bapa Kami – Nyanyian versi Putut
  • Doa Damai
  • Anak Domba Allah
  • Komuni – Doa Komuni Batin

Yesusku,

aku percaya Engkau sungguh hadir

dalam Sakramen Mahakudus.

Aku mencintai-Mu lebih dari segalanya,

dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam jiwaku.

Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam sakramen Ekaristi

Datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, seolah-olah Engkau telah datang.

Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku penuhnya kepada-Mu,

Jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu.

Amin.

.

Doa Sesudah Komuni

I   Marilah berdoa; – hening sejenak

    Ya Allah, kami telah mengecap Ekaristi Kudus, sebagai rejeki surgawi yang telah kami sambut. Semoga kelak kamipun Kauperkenankan menikmati anugerah perjamuan surgawi dan menikmati sepenuh-penuhnya kehidupan ilahi-Mu. Demi Kristus, Tuhan kami.

U Amin.

.

RITUS PENUTUP

Amanat Pengutusan

Berkat & Pengutusan

Nyanyian Penutup:  Tuntun Aku Tuhan – PS. 653

.
.

Peduli Pendidikan Paroki St. Albertus Agung di Masa Pandemi Covid19

Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh wilayah di muka bumi ini menimbulkan dampak besar dalam seluruh aspek kehidupan manusia. Dampak ekonomi sangat terasa sekali terlebih untuk masyarakat kalangan bawah.

Karyawan swasta pada sektor jasa dan industri yang terdampak Covid-19 sebagian dirumahkan, demikian juga mereka yang bekerja di sektor informal dan industri rumah tangga mengalami penurunan pendapatan, bahkan kehilangan pendapatan. Angka pengangguran dan kemiskinan meningkat tajam, bahkan akan semakin memburuk untuk beberapa bulan kedepan.

Untuk mencegah agar terhindar dari terinfeksi virus ini kita harus merubah perilaku keseharian dan pola kebiasaan hidup. Harus membiasakan hidup bersih dengan mencuci tangan sesering mungkin, memakai masker agar virus tidak masuk lewat pernafasan, menjaga jarak dengan sesama agar tidak bersentuhan langsung, dan yang terpenting adalah menghindari kerumunan masa agar virus tidak tersebar meluas.

Dalam rangka menghindari kerumunan masa dalam sistem belajar di sekolah maka pemerintah mengeluarkan kebijakan sistem belajar online melalui media sosial atau jaringan internet untuk seluruh jenjang pendidikan, sebagai pengganti sistem tatap muka kelas.

Agar siswa dapat mengakses pendidikan dengan baik, orang tua murid harus mampu menyediakan sarana pendukung yang memadai. Handphone android dan jaringan internet di rumah harus tersedia. Pengeluaran untuk pembelian pulsa menjadi kebutuhan yang tak terhindarkan, anggaran yang semakin memberatkan dalam situasi sulit ini.

Gereja Santo Albertus Agung Jetis melalui Bidang Layanan Kemasyarakatan dan Tim Kerja Pendidikan peduli dengan situasi ini. Gereja ingin membantu meringankan beban orang tua murid melalui kegiatan Peduli Pendidikan Pemberian Pulsa Bagi Siswa Sekolah. Ya… Gereja sebatas ikut peduli bukan untuk menyelesaikan seluruh beban masalah orang tua murid, karena kemampuan Gereja sendiri juga terbatas.

Paket pulsa yang diberikan senilai Rp.75.000,- per kepala keluarga, total biaya mencapai Rp.9.317.000,- sumber dana seluruhnya dari Paroki. Peran Ketua Lingkungan sangat besar dalam memberikan data nama keluarga yang menjadi sasaran kegiatan ini dan data nomor handphone yang akan diisi pulsa.

Jumlah keluarga yang memperoleh ada 121 dari tujuh belas lingkungan dan setiap lingkungan jumlah kepala keluarga penerima tidak sama. Setiap orang tua penerima diminta hadir di aula gereja untuk melakukan konfirmasi nomor yang akan ditransfer pulsa, hal ini untuk meminimalisir kesalahan yang tidak perlu.

Kegiatan Pemberian Pulsa Bagi Siswa Sekolah ini telah dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 30 dan 31 Mei, jam 09.00-13.00 di Aula Gereja. Kegiatan ini dinilai sangat positif oleh para keluarga penerima.

” Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Pekerjaan apa saja yang diberikan kepadamu, hendaklah kalian mengerjakannya dengan sepenuh hati, seolah-olah Tuhanlah yang kalian layani, dan bukan hanya manusia. – Kolose 3:23 “
Anda ingin berbagi…?
Paroki siap membantu menyalurkan…!

.
.

Surat Edaran Perpanjangan Masa Darurat Peribadatan Keuskupan Agung Semarang

Sudah 3 bulan kita berada dalam masa tanggap darurat karena wabah virus corona atau COVID-19. Berbagai upaya sudah kita lakukan untuk menghadapi dan mengatasi wabah ini beserta dampak-dampaknya.

Upaya untuk melindungi diri, keluarga, dan masyarakat senantiasa kita lakukan dengan menjaga stamina dan menjalani pola hidup bersih dan sehat (antara lain: cuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer, memakai masker, mengonsumsi asupan makanan
secara cukup, olahraga).

Tonton Juga :

Pastor Kok Tandur ?!

“Jaga jarak fisik” (physical distancing) pun tiada hentinya kita lakukan, antara lain dengan membatasi atau bahkan meniadakan perjumpaan-perjumpaan dengan banyak orang. termasuk perayaan peribadatan di gereja dan kapel.

Berbagai terobosan gerakan solidaritas dan kepedullan juga sudah kita siasati guna membantu saudara-saudari kita yang terdampak oleh COVID-19 ini, misalnya dengan berbagi sarana kesehatan, makanan slap santap, bahan makanan, dan menyediakan lumbung pangan, serta menanam tanaman sayuran dan memelihara ternak.

Baca Juga :

Peduli Lawan Pandemi Covid-19 Jilid 1

Peduli Lawan Pandemi Covid-19 Jilid 2

Peduli Lawan Pandemi Covid-19 Jilid 3

Kita tetap bersyukur seraya memohon agar Tuhan senantiasa menyertai, menolong, dan
memberkati kita, hingga tetap mampu bertahan dalam kondisi sekarang ini dan dengan setia melakukan tanggung jawab kita masing-masing. Semoga semua upaya tersebut menjadi korban persembahan yang berkenan kepada Tuhan.

Kita belum tahu kapan situasi dan kondisi ini akan berlalu. Pemerintah kita juga belum secara definitif memutuskan kapan masa tanggap darurat wabah virus corona ini akan diakhiri.

Oleh karena itu sambil menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat dan Daerah, kita akan meneruskan usaha-usaha penanggulangan ini, antara lain dengan memperpanjang masa darurat peribadatan.

Selama masa perpanjangan ini, kita akan menjalankan ketentuan-ketentuan dalam Surat Edaran Nomor 0412/A/10/20-21, tanggal 26 April 2020, termasuk dalam hal peribadatan.

Perpanjangan masa darurat peribadatan ini akan berlaku mulai 1 Juni 2020 sampai dengan ada keputusan baru dari kami, dengan tetap memperhatikan dan mengindahkan kebijakan Pemerintah.

Tuhan senantiasa menyertal, menolong, dan memberkati kita. Selamat berkarya dan Berkah Dalem.

Semarang, 25 Mei 2020

Robertus Rubiyatmoko
Uskup Keuskupan Agung Semarang


.
.

Panduan Misa Online Hari Raya Pentakosta & Penutupan Bulan Maria – Mei 2020

misa online hari raya pentakosta

Misa Online Hari Raya Pentakosta & Penutupan Bulan Maria 2020


“Paroki St. Albertus Agung Jetis” – 31 Mei 2020 – Pukul 19.30 WIB

IKUT MISA ONLINE

DOWNLOAD PANDUAN

RITUS PEMBUKA

Nyanyian Pembuka: Datanglah Ya Roh Pencipta (PS 565)

Tanda Salib dan Salam

Pengantar

Seruan Tobat

P   Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengutus Roh Kudus, pemberi hidup Gereja-Mu.

Tuhan, kasihanilah kami.

U   Tuhan, kasihanilah kami.

P   Engkau mengutus Roh Kudus, untuk memberikan kuasa mengampuni dosa kepada gereja-Mu.

Kristus, kasihanilah kami.

U   Kristus, kasihanilah kami.

P   Engkau mengutus Roh Kudus, Roh Kebenaran, untuk memberikan kesaksian tentang diri-Mu.

Tuhan, kasihanilah kami.

U   Tuhan, kasihanilah kami.

Madah Kemuliaan (didaraskan)

Doa Pembuka

P Marilah berdoa. (hening sejenak)

Ya Allah, bukalah hati kami untuk menerima Roh Kudus-Mu. Semoga, dengan karunia-karunia-Nya, hidup kami sungguh diperbaharui sehingga kami tetap bersatu padu membangun Gereja-Mu yang satu, kudus, katolik, dan apostolik, kendati masing-masing dari kami menerima karunia yang berbeda-beda. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa.

U  Amin.

LITURGI SABDA

Bacaan Pertama – Kis. 2:1-11

L Pembacaan dari Kisah Para Rasul

Mereka penuh dengan Roh Kudus dan mulai berbicara

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang yang percaya akan Yesus berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah di mana mereka duduk. Lalu tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus. Lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diilhamkan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikataka. Waktu itu di Yerusalem berkumpul orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena masing-masing mendengar rasul-rasul itu berbicara dalam bahasa mereka. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata, “Bukankah semua yang berbicara itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita? Kita orang Partia, Media, Elam, kita penduduk Mesopotamia, Yudea dan kapadokia, Pontus dan Asia, Firgia dan pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Ara; kita semua mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan oleh Allah.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U    Syukur kepada Allah.

Mazmur (Ulangan 828)

Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan dan jadi baru seluruh muka bumi

  1. Allahku nama-Mu hendak kupuji, Engkau amat agung, berdandan sinar kebesaran.
  2. Ya Tuhan, berselubungkan cahaya, bagai jubah raja, langit Kau pasang bagai kemah.
  3. Firman-Mu disampaikan oleh angina, Api yang berkobar, tunduk pada-Mu baga hamba.

Bacaan Kedua – 1Kor. 12:3b-7.12-13

L Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus

Kita semua telah dibabtis dalam Roh Kudus menjadi satu tubuh

Saudara-saudara, tidak seorang pun dapat mengaku, “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus. Ada rupa-rupa pelayanan, tetapi hanya ada satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu; dialah yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan pernyataan Roh untuk kepentingan bersama. Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab kita semua, baik Yahudi maupun Yunani, baik budak maupun orang merdeka, telah dibabtis dalam satu Roh menjadi satu tubuh, dan kita semua diberi minum dari satu Roh.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U   Syukur kepada Allah.

Madah Pentakosta (Sekuensia)

  1. Ya Roh Kudus datanglah, dari surga sinarkan pancaran cahaya-Mu.
  2. Suluh hati, datanglah, Bapa kaum yang lemah, pemberi anugerah.
  3. Kau penghibur ulungku, Kau sahabat jiwaku, penyejukku yang lemb
  4. Kausegarkan yang lelah, Kau tenangkan yang resah; Kau melipur yang sendu.
  5. Cahaya yang cerah, datang dan penuhilah hati kaum beriman.
  6. Tanpa kekuasaan-Mu, hampa daya umat-Mu; hanya noda adanya.
  7. Yang cemar bersihkanlah, yang gersang siramilah, yang terluka pulihkan.
  8. Yang keras lunakkanlah, yang beku cairkanlah, yang sesat arahkanlah.
  9. Limpahilah umat-Mu yang percaya pada-Mu: sapta karunia-Mu.
  10. Dan curahkan anugerah; akhir hidup bahagia sukacita tak henti.

Bait Pengantar Injil (Alleluya 964) 

S    Alleluia

U   Alleluya

S    Datanglah, hai Roh Kudus, penuhilah hati kaum beriman dan nyalakanlah api cinta-Mu di dalam hati mereka.

U   Alleluya

Bacaan Injil – Yoh. 20:19-23

P Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Yohanes.

U    Dimuliakanlah Tuhan.

P  Setelah Yesus disalibkan, pada malam pertama sesudah hari Sabat, berkumpullah murid-murid Yesus di satu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus, berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Dan sesudah berkata demikian, Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi, “Damai sejahtera bagi kamu!” Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Yesus menghembusi mereka dan berkata, “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U    Terpujilah Kristus.

Homili

Syahadat

Doa Umat

P    Allah Bapa Yang Mahabaik, bersama dengan Putra-Nya telah berkenan mengutus Roh Kudus kepada seluruh Gereja. Maka marilah kita bersyukur kepada Bapa dan berdoa.

L    Bagi Umat Allah – Ya Bapa, hiburlah dan gembirakanlah hati umat-Mu dengan Roh Kudu, Sang Penghibur. Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan.

U    Dan jadi baru seluruh muka bumi.

L     Bagi para pemimpin bangsa-bangsa – Ya Bapa, doronglah para pemimpin bangsa-bangsa, agar mengusahakan dan membina damai sejahtera serta kerukunan. Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan.

U     Dan jadi baru seluruh muka bumi.

L     Bagi mereka yang lemah – Ya Bapa, kuatkanlah mereka yang lemah, cairkanlah hati mereka yang beku, dan baharuilah mereka berkat kedatangan Roh-Mu. Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan.

U     Dan jadi baru seluruh muka bumi.

L      Bagi mereka yang terjangkit wabah Covid 19 – Ya Bapa, pandanglah kami semua dan seluruh warga dunia yang kini sedang menghadapi wabah virus Covid 19. Curahkanlah kasih-Mu atas kami. Bentengilah dan peliharalah kami agar segera terbebas dari serangan wabah ini. Sembuhkanlah Saudara-saudari kami yang sakit karena wabah ini dan dari pelbagai penyakit. Terimalah mereka yang telah meninggal dunia di dalam kemuliaan bersama-Mu dan menghibur serta meneguhkan iman keluarga yang ditinggalkan. Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan.

U     Dan jadi baru seluruh muka bumi.

L     Bagi kita sendiri – Ya Bapa, curahkanlah kembali kepada kami semangat yang telah kami terima dalam pembabtisan dan krisma, dan semoga kami semakin mendalami serta menghayati iman kami. Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan.

U      Dan jadi baru seluruh muka bumi.

P      Allah Bapa yang mahakudus, berkat Roh Kudus yang ada dalam diri kami, kami      berseru kepada-Mu; “Ya Bapa”. Maka kabulkanlah permohonan kami dan utuslah Roh Kudus-Mu untuk menuntun langkah kami demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

U       Amin.

 

LITURGI EKARISTI

Persiapan Persembahan

P   Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahanMu, kami menerima roti yang kami siapkan ini, Inilah hasil dari bumi dan usaha manusia yang bagi kami akan menjadi roti kehidupan.

U   Terpujilah Allah selama-lamanya.

P   Terpujilah Engkau, ya  Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima anggur yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari pohon anggur dan dari usaha manusia yang bagi kami akan menjadi minuman rohani.

U   Terpujilah Allah selama-lamanya.

P   Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa.

U   semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.

Doa Persiapan Persembahan

P   Ya Allah, berkatilah persembahan diri kami dalam rupa roti dan anggur ini. Semoga Engkau mencurahkan Roh-Mu kepada kami sehingga kami dapat bersatu hati menghadap kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U   Amin.

Doa Syukur Agung

Dialog Pembuka

P   Tuhan bersamamu.

U   Dan bersama rohmu

P   Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan.

U   Sudah kami arahkan.

P   Marilah bersyukur kepada Tuhan, Allah kita.

U   Sudah layak dan sepantasnya.

Prefasi (Misteri Pentakosta)

P   Sungguh layak dan sepantasnya, ya Bapa yang kudus, Allah yang kekal dan kuasa, bahwa di mana pun juga kami senantiasa bersyukur kepada-Mu.

Sebab pada hari ini Engkau memahkotai Perayaan Paskah: Roh Kudus Engkau curahkan kepada umat yang Engkau satukan dengan Putra Tunggal-Mu dan Engkau angkat menjadi anak-anak-Mu.

Dialah yang melahirkan Gereja, Dialah yang memperkanlkan Engkau kepada segala bangsa, Dialah yang menyatukan aneka bahasa dalam pengakuan iman yang sama.

Maka, dilimpahi kegembiraan Paskah, bersukacitalah seluruh bumi. Segenap isi surga dan para malaikat pun melambungkan madah kemuliaan bagi-Mu.

Sambil tak henti-hentinya berseru/bernyanyi …

KUDUS (PS. 392)

Doa Syukur Agung (Doa Syukur Agung Ke-10)

KOMUNI

  • Bapa Kami Konvenas
  • Doa Damai
  • Anak Domba Allah (didaraskan)
  • Komuni (Doa/Nyanyian Komuni Spiritual)

DOA KOMUNI SPIRITUAL

Yesusku, aku percaya

bahwa Engkau hadir dalam Sakramen Mahakudus.

Aku mengasihi-Mu melebihi segala sesuatu,

dan aku merindukan Engkau dalam seluruh jiwaku.

Karena aku tidak dapat menerima-Mu secara sakramental saat ini,

maka datanglah ya Tuhan

sekurang-kurangnya secara rohani dalam hatiku,

meskipun Engkau selalu telah datang.

Aku memeluk-Mu dan ingin mempersatukan

seluruh diriku seutuhnya dengan-Mu,

dan jangan ijinkan aku terpisah dari-Mu.

Amin.

Doa Sesudah Komuni

P   Marilah kita berdoa

Ya Allah, kami bersyukur atas anugerah Sakramen keselamatan ini dan juga atas karunia Roh Kudus-Mu. Semoga kami selalu memelihara karunia-Mu itu dengan mengusahakan hidup rukun dan penuh cinta kasih sampai kami Kauperkenankan memandang kemuliaan wajah-Mu di surga. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U   Amin.

 

RITUS PENUTUP

Berkat

P   Tuhan bersamamu.

U   Dan bersama rohmu.

P   Saudara sekalian, Allah pangkal cahaya sejati, telah menerangi hati para murid dengan mencurahkan Roh Penghibur. Semoga Ia menggembirakan hati saudara dengan  berkat-Nya dan melimpahi saudara dengan karunia Roh Kudus.

U   Amin.

P   Semoga api Roh Kudus yang membakar hati para murid Yesus menyucikan hati Saudara dan menghalau segala kecenderungan jahat.

U   Amin.

P   Semoga Roh Kudus, yang mempersatukan aneka bahasa dalam pengakuan iman yang sama, membuat Saudara bertekun dalam iman dan karenanya kelak menikmati kebahagiaan yang Saudara harapkan.

U   Amin.

P   Semoga Saudara sekalian dilindungi, dibimbing, dan diberkati oleh Allah yang mahakuasa; Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus.

U   Amin,

Pengutusan

P   Saudara sekalian, Perayaan Ekaristi sudah selesai.

U   Syukur kepada Allah.

P   Marilah pergi kita diutus.

U   Amin.

Nyanyian Penutup (PS 630)

Paus Fransiskus, Hidup Menjadi Cerita-Hari Komunikasi Sosial Sedunia Ke-54

paus fransiskus

Paus Fransiskus Berpesan

“Cerita yang baik supaya tidak tersesat. Cerita membangun bukan menghancurkan. Cerita yang menemukan kembali akar dan kekuatan untuk bergerak maju bersama.”

Memperingati Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-54

Tema : Hidup Menjadi Cerita, Menjahit Kembali Yang Putus dan Terbelah

“Supaya Engkau Dapat Menceritakan Kepada Anak Cucumu” (Kel 10:2)

Saya ingin mengkhususkan pesan tahun ini pada tema “Cerita”. Karena saya yakin, kita perlu menghirup kebenaran dari cerita-cerita yang baik supaya tidak tersesat. Itulah cerita yang membangun, bukan menghancurkan; cerita yang membantu menemukan kembali akar dan kekuatan untuk bergerak maju bersama.

Di tengah-tengah hiruk-pikuk suara dan pesan membingungkan, kita butuh cerita manusiawi yang bicara tentang diri sendiri dan segala keindahan di sekitar. Cerita
yang mampu memandang dunia dan peristiwa dengan penuh kelembutan. Yang bisa menceritakan, kita bagian dari permadani hidup dan saling terhubung. Cerita yang mengungkapkan jalinan benang yang menghubungkan kita satu sama lain.

1. Menenun Cerita

Manusia adalah makhluk pencerita. Sejak kecil tanpa disadari kita “lapar” akan cerita sebagaimana lapar akan makanan. Entah itu dongeng, novel, film, lagu, maupun berita; Inilah cerita-cerita yang mempengaruhi kehidupan. Kita sering memutuskan apa yang benar atau apa yang salah berdasarkan karakter/tokoh-tokoh dan cerita-cerita yang terekam. Cerita-cerita tersebut membekas dan mempengaruhi keyakinanserta perilaku kita. Lewat cerita-cerita itu, kita juga terbantu memahami dan mengetahui siapa diri kita sesungguhnya.

Manusia bukan hanya satu-satunya makhluk hidup yang membutuhkan pakaian untuk menutupi kerapuhannya (bdk. Kej 3:21). Ia juga merupakan satu-satunya makhluk yang perlu mengisahkan dan “mengenakan” pada dirinya cerita-cerita untuk menjaga hidupnya. Kita tak hanya menenun pakaian, tetapi juga menenun cerita. Ini karena sesungguhnya, kemampuan manusiawi untuk “menenun” (Latin: texere) tidak hanya mengacu pada kata “tekstil”, tetapi juga “teks”.

Berbagai cerita dari setiap masa memiliki sebuah “mesin tenun” umum yang selalu menampilkan sosok “para pahlawan” yang dapat mewujudkan mimpinya menghadapi situasi sulit, melawan kejahatan dalam kehidupan sehari-hari karena didorong oleh sebuah kekuatan yang membuat mereka berani, yaitu kekuatan cinta kasih. Dengan membenamkan diri kita dalam cerita-cerita itulah, kita dapat menemukan kembali motivasi-motivasi heroik untuk menghadapi berbagai tantangan dalam hidup.

Manusia adalah makhluk pencerita karena ia adalah makhluk yang berkembang, yang menemukan siapa dirinya. Ia juga diperkaya oleh berbagai jalan cerita dalam hari-hari hidupnya. Akan tetapi, sejak awal mula, cerita kita telah mendapatkan ancaman dari si jahat yang meliuk-liuk sepanjang sejarah.

2. Tidak semua Cerita Baik

“Jika kamu memakannya, kamu akan menjadi seperti Allah“ (bdk. Kej 3:4). Godaan ular ini menyisipkan simpul yang sulit dilepas dalam alur sejarah. “Jika kamu memiliki, kamu akan menjadi; kamu akan mendapatkan…”. Inilah pesan yang terus dibisikkan sampai hari ini oleh mereka yang menggunakan storytelling untuk mengeksploitasi. Ada banyak cerita yang membius dan meyakinkan bahwa untuk berbahagia kita harus terus menerus mendapatkan, memiliki dan mengonsumsi. Bahkan mungkin tanpa disadari kita rakus membicarakan hal buruk dan bergosip serta mengonsumsi banyak kisah kekerasan dan dusta.

Seringkali berbagai media komunikasi justru memproduksi cerita-cerita destruktif dan provokatif yang mengikis dan menghancurkan benang-benang yang rapuh dalam kehidupan bersama, daripada mengisahkan cerita-cerita konstruktif yang merekatkan ikatan sosial dan tatanan budaya. Media komunikasi juga kerap sekedar mengumpulkan aneka informasi yang tidak terverifikasi, mengulang-ulang obrolan sepele dan persuasif yang palsu, menyerang dengan ujaran kebencian. Semua sungguh tidak menenun sejarah manusia, melainkan menelanjangi martabatnya.

Cerita-cerita yang dimanfatkan untuk tujuan kekuasaan bakal berumur pendek. Berbeda dengan cerita yang baik yang mampu melampaui batas-batas ruang dan waktu. Cerita-cerita itu tetap aktual berabad-abad lamanya karena memberikan asupan dalam kehidupan.

Pada era di mana pemalsuan menjadi semakin canggih, bahkan mencapai tingkat eksponensial (seperti rekayasa materi digital), kita butuh kebijaksanaan untuk menerima dan menciptakan cerita-cerita indah, benar dan baik. Kita butuh keberanian menolak cerita palsu dan jahat. Kita butuh kesabaran dan penegasan rohani untuk menemukan kembali cerita-cerita yang membantu kita agar tidak kehilangan benang di antara banyaknya masalah sekarang ini. Sebuah cerita yang mengungkapkan kebenaran tentang siapa diri kita sesungguhnya. Dan banyak cerita kepahlawanan yang diabaikan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Cerita dari Segala Cerita – Paus Fransiskus

Kitab Suci adalah cerita dari segala cerita. Betapa banyaknya peristiwa, bangsa dan pribadi yang dikisahkan kepada kita! Ini menunjukkan, sejak awal, Allah adalah Sang Pencipta sekaligus Narator. Sungguh, Ia mengucapkan Sabda-Nya dan segala sesuatu ada (bdk. Kej 1). Melalui narasi yang dibuat-Nya, Allah memanggil segala sesuatu kepada kehidupan. Dan pada puncaknya Ia menciptakan laki-laki dan perempuan sebagai rekan dialog-Nya yang bebas, yang membuat sejarah bersamaNya. Dalam Mazmur, sang makhluk ciptaan berkata kepada Sang Pencipta: “Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, […]. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah” (Mzm 139:13-15). Kita tidak terlahir lengkap, tetapi kita harus “ditenun” dan “disulam” terus menerus. Kita telah diberi kehidupan sebagai sebuah undangan untuk terus menenun “keajaiban yang luar biasa” dalam diri kita.

Dalam pengertian ini, Kitab Suci adalah kisah cinta yang luar biasa antara Allah dan manusia. Di tengahnya ada Yesus. Kisah-Nya menggenapi Kasih Allah bagi manusia dan pada saat yang sama juga merupakan kisah cinta manusia kepada Allah. Dengan demikian manusia dipanggil, dari generasi ke generasi, untuk menceritakan dan menyimpan dalam memori berbagai episode yang paling penting dari cerita dari segala cerita ini, yang mampu untuk mengomunikasikan makna dari apa yang terjadi.

Judul Pesan tahun ini diambil dari Kitab Keluaran. Sebuah kisah mendasar alkitabiah yang melihat campur tangan Allah dalam cerita umat-Nya. Ketika anak-anak Israel yang diperbudak berseru kepada-Nya, Allah mendengar dan mengingat: “Allah mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka” (Kel 2: 24-25). Ingatan Allah membawa pembebasan dari penindasan yang datang melalui berbagai tanda dan keajaiban. Pada titik inilah Tuhan memberi Musa makna dari semua tanda: “Dan supaya engkau dapat menceritakan kepada anak cucumu tanda-tanda mukjizat mana yang telah Kulakukan di antara mereka, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah Tuhan!” (Kel 10:2). Pengalaman Keluaran mengajarkan bahwa pengetahuan tentang Allah diteruskan dari generasi ke generasi dengan menceritakan kisah bagaimana Ia terus membuat diri-Nya hadir. Allah Kehidupan dikomunikasikan dengan menceritakan kehidupan.

Yesus sendiri bicara mengenai Allah bukan dengan pidato yang abstrak, namun dengan perumpamaan cerita-cerita dan cerita singkat yang diambil dari kehidupan sehari-hari. Di sini hidup menjadi cerita. Dan bagi pendengar, cerita itu menjadi kehidupan dan memasuki kehidupan orang-orang yang mendengarkan dan mengubahnya.

Tidak mengherankan, Injil juga merupakan cerita. Ia menyampaikan informasi sekaligus “menunjukkan” kepada kita siapa Yesus dan membuat kita sesuai pada-Nya. Injil juga meminta pembacanya mengambil bagian dalam iman yang sama untuk berbagi kehidupan yang sama. Injil Yohanes mengatakan Narator yang sesungguhnya– Sang Sabda,– itu sendiri menjadi cerita: “Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menceritakan-Nya” (Yoh 1:18). Saya menggunakan istilah “menceritakan” karena kata dasar (Bahasa Yunani-red) exeghésato dapat diterjemahkan sebagai “mewahyukan” atau menceritakan”. Allah secara pribadi telah membuat diri-Nya terajut ke dalam kemanusiaan kita, yang memberi cara baru merajut cerita-cerita kita.

4. Sebuah Cerita yang Dibarui 

Cerita tentang Kristus bukanlah warisan masa lalu; melainkan cerita kita sendiri yang selalu aktual. Cerita ini menunjukkan Allah memberi perhatian mendalam kepada manusia, kedagingan dan sejarah kita, sampai Ia sendiri menjadi manusia, menjadi daging dan menjadi sejarah. Hal itu juga menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada cerita manusia yang tidak penting atau tidak bernilai. Sesudah Allah menjadi cerita, dalam arti tertentu, setiap cerita manusia merupakan cerita ilahi. Dalam cerita setiap orang, Bapa melihat kembali cerita tentang Putera-Nya yang turun ke bumi. Setiap cerita manusia memiliki martabat luar biasa. Karena itu, kemanusiaan layak mendapatkan cerita-cerita luhur, yang keluhurannya sungguh memesona seperti yang telah diangkat oleh Yesus.

“Kalian – sebagaimana ditulis oleh Santo Paulus – adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam di hati manusia” (2 Kor 3:3). Roh Kudus, cinta kasih Allah, menulis dalam diri kita. Dan selama Ia menulis, Ia menaruh hal-hal baik dan terus menerus mengingatkan kita akan hal itu. Sesungguhnya, mengingat (re-cordare) berarti membawa hati (Lat. cor), “menulis” di hati. Berkat karya Roh Kudus, setiap cerita, bahkan yang terlupakan, juga yang tampaknya ditulis pada garis yang paling bengkok sekalipun, dapat menjadi inspirasi dan dilahirkan kembali seperti sebuah karya agung; menjadi pelengkap Injil. Cerita yang dimaksud seperti Pengakuan-pengakuan Agustinus; Kisah Sang Peziarah oleh Ignasius; Cerita Sebuah Jiwa dari Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus; Pertunangan, dan seperti Saudara-saudara Karamazov. Cerita-cerita ini, seperti juga cerita-cerita lain yang tak terhitung jumlahnya, telah menggambarkan pertemuan antara kebebasan Allah dan kebebasan manusia dengan sangat mengagumkan. Tiap-tiap kita mengenal berbagai cerita Injil yang harum, yang telah memberikan kesaksian tentang cinta yang mengubah hidup. Cerita-cerita ini berseru-seru untuk dibagikan, diceritakan, dihidupi di setiap waktu, dalam setiap bahasa dan dengan segala cara.

5. Sebuah Cerita yang Membarui Kita

Cerita kita menjadi bagian dari setiap cerita agung. Ketika membaca Kitab Suci, kisah orang-orang kudus dan juga cerita-cerita yang mampu membaca jiwa manusia dan mengungkapkan keindahannya, Roh Kudus memiliki kebebasan menulis di dalam hati kita dan membarui diri kita, serta mengingatkan tentang siapa diri kita di mata Allah. Ketika kita mengingat cinta yang telah menciptakan dan menyelamatkan, ketika kita menaruh cinta ke dalam cerita-cerita kita setiap hari, dan ketika kita menenun jalan cerita sehari-hari kita dengan belas kasihan, maka kita akan berpindah ke halaman berikutnya.

Hendaklah kita tidak berhenti dengan penyesalan dan kesedihan, terikat pada kenangan menyakitkan yang memenjarakan hati. Melainkan membuka hati dan diri pada yang lain, pada visi yang sama dengan sang Narator. Menceritakan kisah kita kepada Allah tidak pernah sia-sia, meskipun riwayat peristiwa-peristiwa tidak berubah, tetapi makna dan perspektifnya akan berubah. Bercerita kepada Tuhan berarti masuk ke dalam tatapan cinta-Nya yang berbelas-kasih kepada kita dan orang lain. Kita bisa menceritakan kepada-Nya kisah-kisah yang kita jalani, membawa orang-orang dan mempercayakan berbagai situasi dalam kehidupan kita. Bersama-Nya, kita dapat menyimpul kembali jalinan kehidupan, menjahit kembali yang putus dan terbelah. Betapa kita membutuhkannya, semuanya! Dengan cara pandang Narator – satu-satunya yang memiliki cara pandang akhir – kita mendekatkan diri kepada para pemeran utama, kepada saudara dan saudari kita, para aktor yang berada bersama di dalam cerita kita hari ini. Ya, karena tidak ada seorang pun yang menjadi tambahan di panggung dunia dan cerita setiap orang terbuka pada perubahan yang mungkin terjadi. Bahkan ketika menceritakan keburukan, kita dapat belajar untuk memberikan ruang untuk penebusan. Di tengah-tengah keburukan, kita juga dapat mengenali kembali dinamisme kebaikan dan memberikannya ruang.

Karena itu, ini bukan berarti hanya sekedar mengikuti logika penceritaan (storytelling) atau mengiklankan diri, tetapi untuk mengingat siapa diri kita di hadapan Allah; Untuk memberi kesaksian akan apa yang ditulis oleh Roh Kudus dalam hati kita; Untuk
mengungkapkan kepada setiap orang bahwa cerita dirinya mengandung keajaiban yang luar biasa. Untuk dapat melakukan ini, marilah kita mempercayakan diri kepada seorang wanita yang telah merajut kemanusiaan Allah di dalam rahimnya, dan sebagaimana disampaikan dalam Injil, telah merajut segala peristiwa yang terjadi dalam hidupnya. Santa Perawan Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya (bdk. Luk 2:19). Marilah kita meminta bantuan kepada Sang Bunda, yang telah mengetahui cara melepaskan ikatan simpul-simpul kehidupan dengan kekuatan cinta yang lembut:

O Maria, perempuan dan Bunda, engkau telah menenun Sabda ilahi di dalam rahimMu, engkau telah menceritakan karya Allah yang luar biasa di sepanjang hidupmu.

Dengarkanlah cerita-cerita kami, simpanlah dalam hatimu dan jadikanlah milikmu sendiri, juga cerita-cerita yang tidak seorang pun mau mendengarkannya.

Ajarilah kami untuk mengenal kembali benang-benang baik yang memandu jalan cerita. Lihatlah kumpulan simpul-simpul kusut dalam hidup kami yang melumpuhkan ingatan kami. Dengan tanganmu yang halus, setiap benang kusut dapat dilepaskan.

O Wanita yang penuh Roh, Ibu yang penuh kepercayaan, berikanlah juga kami
inspirasi. Bantulah kami untuk membangun cerita-cerita perdamaian, cerita-ceritayang mengarah menuju masa depan. Dan tunjukkanlah kepada kami jalan untuk menghidupinya bersama.

 

Roma, di Basilika Santo Yohanes Lateran, 24 Januari 2020,
Peringatan Santo Fransiskus dari Sales
Paus Fransiskus

.
.

Peduli lawan Pandemi: Bakti Sosial Tanggap Bencana Virus Covid-19 Jilid 3

Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu kota di Indonesia yang terpapar virus corona. Hingga saat ini Yogyakarta menjadi kota ke 16 dengan jumlah penduduk terbanyak yang terjangkit virus corona (versi kompas.com).

Data terbaru yang dipublikasikan pada 14 Mei 2020 menunjukkan sebanyak 185 penduduk DIY terjangkit virus corona. Tingkat kesembuhan tergolong belum memuaskan sebab masih di angka 68 orang atau sekitar 37% dan angka kematian sebesar 4% dari jumlah kasus yang terkonfirmasi oleh pemerintah.

Tren nasional untuk kasus pasien yang sembuh setelah terjangkit virus corona juga mengalami peningkatan dari hari ke hari. Kita patut bersyukur sebab menurut cuplikan data di atas, DIY termasuk kota yang penyebarannya tergolong lambat dan minim korban jika dibandingkan dengan kota lain seperti DKI Jakarta atau bahkan negara lain contohnya Amerika Serikat. Namun kita pun tak boleh lengah, sebab tren nasional kasus meninggal dan terkonfirmasi virus corona masih terus bergerak naik.

Masa pandemi Covid-19 ini menjadi masa-masa sulit bagi semua orang. Sebab mewabahnya virus corona berdampak cukup signifikan bagi perekonomian Indonesia.

Dikutip  dari berita, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan angka kemiskinan di Indonesia akan meningkat hingga 1,1 juta orang untuk skenario terberat. Sementara untuk skenario yang lebih berat, tambahan angka kemiskinan akan sebanyak 3,78 juta orang.

Perkiraan ini dengan asumsi bahwa penyebaran virus corona masih akan terus meluas namun tidak sampai memburuk. Peningkatan angka kemiskinan ini berasal dari penduduk yang rentan miskin dan hampir miskin yang mencapai sekitar 25 % dari penduduk Indonesia. Dengan mewabahnya virus corona dan diterapkannya aturan untuk tinggal di rumah, banyak golongan masyarakat yang mengalami penurunan dan pendapatan bahkan harus kehilangan mata pencahariannya.

Bakti sosial dalam rangka membantu umat paroki yang terdampak virus corona kembali dilaksanakan pada Rabu, 13 Mei 2020. Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari penerima bantuan maupun pihak luar yang terus memberikan kontribusinya dalam bentuk sumbangan sembako.

Pada bakti sosial kali ini, tim APP dan PSE menerima sumbangan telur ayam dari bapak N. Yudianto selaku salah satu umat Paroki Jetis dan juga sumbangan beras yang berasal dari Kevikepan DIY. Kegiatan tanggap bencana ini merupakan salah satu upaya Gereja untuk mengurangi tambahan angka kemiskinan, terutama penduduk rentan miskin yang menjadi miskin atau penduduk kelas menengah yang menjadi rentan miskin akibat kehilangan pendapatan.

Persiapan kegiatan dimulai pada Senin, 11 Mei 2020 dan berlangsung selama 2 hari. Jumlah relawan yang membantu sebanyak 11 orang terdiri dari tim APP, PSE, dari bidang kemasyarakatan dan umat paroki. Kegiatan berlangsung dari pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.

Sebanyak 220 paket sembako didistribusikan dengan mobil umat namun ada pula yang diambil langsung oleh ketua wilayah. Setiap wilayah mendapat kuota tambahan 1 keluarga dengan ketentuan ketua lingkungan perlu memutakhirkan data bantuan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Secara keseluruhan kegiatan bakti sosial berjalan dengan lancar. Semoga Tuhan memberkati dan menjauhkan kita dari virus-virus yang berbahaya bagi kesehatan. Tetap semangat!

Penulis : Christina A.R
Foto : Tim Kemasyarakatan & Ketua Lingkungan
.
.

You cannot copy content of this page