Lomba Masak Nasi Goreng dan Tumpeng Hias dalam membangun Paguyuban Umat Penuh Persaudaraan

Dalam rangka memperingati HUT ke-58th Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta, panitia mengadakan serangkaian agenda kegiatan, salah satunya adalah Lomba Masak Nasi Goreng dan Lomba Menghias Tumpeng yang dilaksanakan pada hari Minggu, 12 November 2023 di halaman gereja setelah misa Minggu Pagi II selesai.

Lomba tersebut diikuti oleh seluruh Lingkungan yang ada dalam Paroki Jetis dengan mengirimkan perwakilannya dengan ketentuan khusus untuk Lomba Masak Nasi Goreng peserta yang wajib mengikuti adalah bapak-bapak. Sedangkan untuk Lomba Menghias Tumpeng ketentuan budget yang digunakan untuk membuat tumpeng adalah Rp 150.000, dibuktikan dengan rincian belanja yang disertakan saat hasil karya tumpeng yang sudah dihias dikumpulkan ke gereja untuk selanjutnya akan dinilai oleh juri berbarengan dengan penilaian nasi goreng hasil masakan bapak-bapak yang mengikuti lomba.

Romo Paroki Santo Albertus Agung Jetis, Vincentius Suparman, Pr. menyampaikan bahwa lomba ini dilaksanakan untuk mensyukuri hari jadi paroki pada tanggal 15 November sekaligus untuk menjalin persaudaraan dan kebersamaan antar umat untuk memaknai hari paroki yang penuh berkat. Selain itu Romo juga berharap nantinya juara dari lomba bisa meneruskan untuk jadi sebuah modal membuka usaha di bidang kuliner. Karena juri yang dihadirkan memang khusus orang-orang yang telah berkecimpung di dunia kuliner.

Banyak hal unik yang dapat ditemui selama lomba, yaitu peserta yang menggunakan anglo untuk perapian memasak, menggunakan buah naga dan nanas sebagai salah satu bahan masak nasi goreng, serta kreatifitas bapak-bapak dalam membuat plating yang cantik dan rapi. Tak lupa hal yang utama adalah bagaimana bapak-bapak ini membuat nasi goreng yang enak.

Setelah masak nasi goreng selesai dan semua tumpeng dari Lingkungan sudah dikumpulkan, maka dihadangan akan dipresentasikan kepada juri untuk dinilai. Juri tersebut terdiri dari Chef Agus, Ibu Dian pemilik Kantin Dian di Jl. Diponegoro, dan Suster Theodora dari ADM. Nilai dari masing-masing juri akan dikalkulasikan untuk kemudian akan dipilih nilai yang paling tinggi untuk menjadi juara.

Juara dari masing-masing lomba akan diumumkan saat Misa Syukur HUT Paroki ke-58th pada hari Minggu, 19 November 2023 pukul 08.00 WIB. Berkah Dalem.

.

.

Penulis : Khatarina Tri Wahyuni A.

Editor : Frans

.

.

Mencari Jalan Tengah Sekolah Katolik yang Unggul dan Terjangkau untuk Semua

Ajakan uskup Keuskupan Agung Semarang (KAS) Mgr. Robertus Rubiyatmoko agar umat katolik  di setiap lingkungan proki KAS memulai Sinode Pendidikan terkait tema “Merawat serta Mengembangkan Pendidikan dan Sekolah Katolik”, umat di Lingkungan St. Paulus Jatimulyo menanggapi dengan mengadakan sarasehan pada Senin malam (17/07/23). Sarasehan diadakan di rumah keluarga AM Totok Nusantoro.

Meski umat yang datang tidak banyak, hal itu tidak menyurutkan antusiasme sarasehan yang berjalan hingga 2 jam lebih tersebut. Ada 5 hal yang menjadi bahan diskusi terkait tentang Sinode Pendidikan ini, yaitu:  apa  keunggulan sekolah katolik yang ada di wilayah terdekat; apa yang diharapkan dari sekolah katolik tersebut; apa yang masih kurang dan perlu ditingkatkan dari sekolah katolik; bagaimana sekolah katolik yang ideal; serta bagaimana peran keluarga dalam pendidikan katolik.

Peserta sarasehan  umumnya setuju bahwa sekolah katolik yang ada di DIY telah memiliki keutamaan, yakni mengajarkan karakter disiplin, jujur, dan cinta kasih. Namun setiap sekolah memiliki caranya masing-masing dalam menerapkan hal tersebut sesuai tradisi pendidikan dan kurikulum di sekolah. Selain itu meski sekolah katolik masih menjadi sekolah unggulan di Jogja, persoalan biaya menjadi persoalan yang sering dikeluhkan oleh orang tua/wali murid. Sedangkan banyak operasional sekolah katolik tergantung dari siswa yang masuk di sekolah tersebut. Sehingga bila sekolah kekurangan murid dampaknya bisa mengakibatkan sekolah harus menutup kegiatannya.

Hal lain yang mengemuka dalam sarasehan Pendidikan ini, yaitu semua perlu menyadari dan sepakat untuk menjadi sekolah yang ideal memerlukan bantuan dan kerjasama banyak pihak, mulai dari keluarga, guru, institusi/lembaga penyelenggara pendidikan, alumni, dunia usaha, hingga pemerintah karena tujuan besar pendidikan salah satunya adalah  menyiapkan masa depan generasi bangsa yang unggul. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah senantiasa menanamkan nilai-nilai ajaran kristiani di dalam keluarga dan sebisa mungkin memprioritaskan pendidikan anak-anaknya di Lembaga Pendidikan Katolik. Sedangkan untuk persoalan biaya sekolah yang mahal, pihak sekolah bisa mengupayakan adanya bantuan beasiswa dari donator/pemerintah.

Sarasehan yang berjalan serius tapi santai itu ditutup dengan doa dan berkat dari prodiakon lingkungan agar umat dan institusi pendidikan katolik terus bersemangat mewujudkan cita-cita baik di masyarakat.

.

Wempi G / Komsos Jetis

.

.

Glenikan Akbar Komsos KAS 2023: Upaya Meneguhkan Peran Gereja bagi Dunia

Salah satu corak khas Komsos KAS adalah bekerja di bidang produktivitas dan kreativitas. Untuk menghadirkan Gereja yang kreatif dibutuhkan upaya terus menerus untuk berani memahami kebutuhan umat/ audiens, up to date, terus menerus belajar, mau berkolaborasi, dan terus mencoba membuat karya. Dengan demikian diharapkan Komsos KAS dapat menjadi “penghubung” warta kasih Allah dengan manusia.

Hal tersebut menjadi latar belakang diselenggarakannya Glenikan Akbar Komsos KAS, pada Sabtu-Minggu (15-16/07/23) lalu, bertempat di Wisma Salam Muntilan.

Di hari pertama kegiatan, Romo H. Budi Purwantoro, Pr., selaku Kepala UPP Komunikasi KAS memberi materi tentang perlunya umat katolik mewujudkan pesan Paus fransiscus pada peringatan “25 tahun Runtuhnya Tembok Berlin” pada 9 November 2014 lalu, yang dirasa relevan denan peran Komsos kondisi zaman sekarang. Untuk bisa membangun jembatan maka umat Kristen, khususnya Komsos perlu meneladani cara Yesus yang selalu berkomunikasi dengan sesama menggunakan hati.

“Yesus ahlinya membangun jembatan, karena Yesus mau berkomunikasi dengan siapapun, bahkan dengan orang-orang yang disingkirkan, dan Yesus berbicara dengan hati.” Terang romo Budi.

Romo Budi menambahkan, dengan adanya kemajuan teknologi, maka membangun jembatan kini perlu diperluas dengan media digital. Dunia digital memberi kesempatan seluas-luasnya, namun perlu diwaspadai, karena juga memberi dampak buruk. Oleh karena itu Komsos diharapkan menjadi pewarta gereja yang kreatif dan inovatif.

Di sesi kedua, Romo Petrus Dwi Purnomo A, Pr. selaku koordinator KOMSOS KAS, menyampaikan materi tentang Tiga Cara Berkomunikasi pada Manusia.

“Ada tiga cara manusia berkomunikasi saat berelasi dengan orang lain, yaitu kepala, hati dan perut. Jika berkomunikasi dari kepala, maka logika, rasionalitas yang dipakai, sehingga muncul perdebatan. Jika berkomunikasi dari perut, komunikasi ini hanya berdasarkan pada insting-nafsu. Namun, jika berkomunikasi dari hati, yang mendasarkan pada emosi, empati dan ekspresi maka akan tercipta bentuk komunikasi yang ramah, menyejukkan, dan mendorong siapapun untuk berkomunikasi yang baik, berkolaborasi, dan berelasi”, imbuh pastur yang akrab disapa romo Ipung ini.

Live Streaming Tidak Cukup Lagi!

Di hari kedua Glenikan Akbar Komsos KAS (16/07/23) diisi dengan praktik menulis berita dan membuat  Konten film pendek. Untuk sesi praktik menulis berita menghadirkan narasumber Agung Purwandono, Pemred Mojok.Co. Sedangkan pelatihan film pendek diisi oleh Fransiscus B. Edgar, staf UPPK KAS.

Dalam materinya Edgar, menyampaikan pada masa pandemi Komsos paroki menjadi “anak emas” karena sangat dibutuhkan oleh gereja untuk   pewartaan, diantaranya menyelenggarakan misa Online/ live streaming. Dampak positifnya kemudian membuat lini media massa seperti youtube  dibanjiri dengan konten- konten yang memuat kata kunci misa atau ekaristi.  Namun di masa endemi seperti sekarang,  komsos perlu memikirkan kembali apa perannya dalam pewartaan. ” Ketika misa sudah berjalan seperti biasa, live streaming sudah tidak cukup lagi. bahkan bisa dibilang kuno. Kita perlu memikirkan cara-cara lain agar komsos bisa tetap relevan menjawab kebutuhan pewartaan”, jelas Edgar

Menurut Edgar, ada beberapa agenda yang bisa menjadi lahan garapan komsos di luar kegiatan rutin gerejawi. Diantaranya membuat konten- konten positif bertema sosial untuk dimuat di seluruh akun media sosial gereja. Tujuannya agar wajah gereja tetap hadir di zaman digital seperti sekarang ini. Cara ini sudah dimulai melalui kolaborasi antar Komsos se-Kevikepan DIY yang membuat konten bertema pemilu.

Dalam diskusi juga terungkap, bahwa hierarki paroki  belum seluruhnya mengetahui dan memahami bahwa kehadiran komsos adalah entitas wajib bagi Gereja sebagaimana tertuang dalam dokumen gereja katolik Inter Mirifica.

“Melalui dokumen Inter Mirifica, Gereja menyadari bahwa ia sedang berada di dunia yang sedang berkembang. Terutama dalam hal komunikasi sosial”, terang Edgar. Hal itu menunjukkan bahwa Gereja menyadari bahwa jika digunakan dengan baik, media sosial dapat menjadi sarana pewartaan yang efektif.

Hingga hari kedua antusiasme ratusan peserta Glenikan Akbar Komsos KAS tetap menyala. Mereka dengan semangat mengikuti praktik langsung penulisan berita dan pembuatan video pendek. Semangat untuk tetap berkarya  menghidupi komsos paroki  diteguhkan melalui misa perutusan yang dibawakan oleh tiga romo, yakni Romo H. Budi Purwantoro Pr, Romo P. Dwi Purnomo Adi Pr, Romo J. Ari Purnomo Pr., ketiganya berpesan agar Komsos bisa meneladani Yesus dalam menjalin relasi dengan sesama, yakni berkomunikasi dengan hati. Dan membawa pesan Paus Fransiscus, agar Gereja membangun jembatan, bukan tembok untuk mewujudkan persaudaraan.

.

Wempi dan Seno / Komsos Jetis

.

.

Pelatihan Merawat Jenazah Tim Pangruktilaya

Tanggal 9 Juli 2023 yang lalu ada kegiatan baru yang dilakukan di Paroki Jetis, terlihat beberapa orang berkumpul untuk bersama-sama mengikuti pelatihan merawat jenazah. Mengapa kegiatan merawat jenazah penting? Karena Gereja Katolik ingin mendampingi setiap warganya sejak dalam kandungan, lahir, tumbuh dewasa, hingga menjelang kematian, dan bahkan ketika sudah meninggal hingga proses pemakaman dan peringatan arwah mereka.

Dalam pelaksanaannya, tim pangruktilaya bekerja sama dengan Sub Instalasi Pelayanan Pastoral dan Perawatan Jenazah dari RS Panti Rapih. Detail mengenai pelatihan merawat jenazah, alur dan tata laksana perawatan jenazah sampai dengan upacara penghormatan terakhir dapat Anda unduh pada tautan berikut ini:

Tata Cara Merawat Jenazah (file ppt ukuran 2MB)

Kegiatan pelatihan ini berlangsung dari pukul 10.00 – 12.30 WIB. Peserta yang diharapkan hadir yaitu setiap lingkungan mengirimkan 3 orang sebagai perwakilan, harapannya agar para perwakilan dari lingkungan ini dapat merawat jenazah dengan baik dan layak untuk berpulang menghadap Bapa di surga. Tujuan utamanya adalah memberi pedoman kepada umat tentang tata laksana dalam proses merawat jenazah mulai dari memandikan hingga proses upacara penghormatan terakhir.

Tim pangruktilaya Paroki Jetis menjadikan kegiatan ini sebagai program dari bidang Kemasyarakatan Dewan Paroki yang dilaksanakan pada tahun ini.

Bidang Kemasyarakatan dan Tim Pangruktilaya Paroki

.

.

Pembekalan Sinode Pendidikan Bagi Para Ketua Lingkungan

Bapak Ludovicus Joko Sunarno pada Rabu malam (05/07/23) menyampaikan materi pembekalan, sebagai perwakilan dari bidang Tim Pelayanan Kemasyarakatan. Kegiatan pembekalan malam hari ini berlangsung di aula paroki.

Menitikberatkan serta mengutip surat gembala dari uskup KAS yang disampaikan dalam misa pada tanggal 6 dan 7 Mei  2023 yang lalu, Bapak Joko menyampaikan latar belakang dan tujuan diadakannya Sinode Pendidikan.

“Gereja Katolik khususnya KAS memberi perhatian serius dalam menangani pendidikan generasi muda agar generasi muda menjadi pribadai yang dewasa-utuh-otentik-seimbang, baik secara fisik, intelektual, moral, spiritual maupun sosial”, terangnya.

Malam hari ini terlihat belasan Ketua Lingkungan dari berbagai wilayah di Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta, sangat antusias mengikuti pembekalan  Sinode Pendidikan.

Sinode Pendidikan bertujuan menjadi langkah nyata seluruh umat, harapannya bersama-sama Gereja se-Keuskupan Agung Semarang dapat merawat serta mengembangkan pendidikan dan sekolah Katolik.

Acara ini diadakan sebagai bentuk tanggung jawab dan tindak lanjut dari Surat Gembala Uskup Mgr.Robertus Rubiyatmoko yang mengajak seluruh umat di Keuskupan Agung  Semarang (KAS) untuk segera memulai sinode Pendidikan.

Pembicaraan utama dalam Sinode Pendidikan ini mengenai Pendidikan Katolik, baik yang diselenggarakan di sekolah Katolik maupun di sekolah negeri dan swasta non Katolik, sehingga bisa mendapatkan masukan lebih luas yang kemudian akan digunakan untuk menentukan arah gerak pastoral pendidikan ke depannya.

Hal ini dilakukan karena belakangan ini usaha penyelenggaraan Pendidikan formal di lingkup Keuskupan Agung Semarang dihadapkan pada tantangan-tantangan luar biasa yang harus dihadapi bersama, diantaranya:

persoalan bagaimana jumlah siswa yang dilayani dapat ditingkatkan, bagaimana menjamin ketercukupan dana yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan sekolah yang semakin maju, dan bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan yang ditopang oleh metode pelajaran yang selalu “njamani”.

Para ketua lingkungan diharapkan agar segera menindaklanjuti dengan mengadakan sarasehan Sinode Pendidikan di  masing-masing lingkungan sebelum tanggal 18 Juli 2023. Untuk selanjutnya hasil sarasehan di lingkungan tersebut di atas bisa disampaikan dalam  forum Diskusi Kelompok Terpumpun (Focus Group Discussion/FGD) Paroki Jetis yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2023 mendatang.

Melalui Sinode Pendidikan ini diharapkan menjadi kesempatan efektif untuk lungguh bareng (duduk bersama), rembugan bareng (berdikusi bersama), mutuske bareng (memutuskan bersama), dan nandangi bareng (melaksanakan keputusan secara bersama) persoalan pendidikan dan sekolah Katolik.

Antusiasme para ketua lingkungan yang aktif mengajukan pertanyaan dan memberi masukan mewarnai kegiatan pembekalan ini, mari kita dukung dan doakan Bersama agar kegiatan Sinode Pendidikan di Paroki Jetis bisa berjalan lancar.

Mereka yang diundang terlibat dalam Sinode Pendidikan adalah perwakilan dari unsur siswa, mahasiswa, guru, dosen, orang tua, penyelenggara sekolah, pengguna lulusan, pemerhati pendidikan dan penentu kebijakan pendidikan.

.

(Wempi Gunarto/Komsos Jetis)

.

.

Pendalaman Iman MINGGU ADVEN IV: St. Yusuf Bangirejo – “Berjalan Bersama Melaksanakan Warta Keselamatan”

Sudah tiga kali pendalaman iman adven berjalan dan kini tiba waktunya memasuki pertemuan keempat sebagai puncak dari seluruh rangkaian pendalaman iman adven 2022. Dengan menyongsong tema keempat dari Buku Panduan Adven Lingkungan 2022 “Berjalan Bersama: Semakin Katolik, Semakin Apostolik”, Lingkungan St. Yusuf Bangirejo bersemangat melaksanakan pendalaman iman adven. Pendalaman iman adven keempat dilaksanakan pada Rabu, 21 Desember 2022, pukul 19.00, dan bertempat di kediaman Bu Wiyono.

Suasana pendalaman iman adven keempat ini cukup seksama dan ramai partisipan yang hadir. Ada sekitar 20 umat Lingkungan Bangirejo ditambah 3 mahasiswa/i PENDIKKAT USD yang magang di Paroki Jetis. Pendalaman iman dipandu oleh 2 orang, yakni Bu Tari dan Bu Susi. Kedua pemandu secara bergantian mengisi pendalaman iman adven ini. Seperti biasa, pendalaman iman diawali dengan nyanyian pembuka, doa, dan penyalaan lilin korona yang keempat. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan kitab suci dari Mat 1:18-24 (Kelahiran Yesus Kristus) dan sharing bersama. Bagian ini terbilang unik karena sharing bersama dilandasi oleh bacaan kitab suci & tema adven keempat “Berjalan Bersama Melaksanakan Warta Keselamatan”. Dari bagian ini, pemandu meminta umat untuk sukarela men-sharing-kan pengalaman imannya supaya saling menguatkan. Tanpa memaksa, ada sekitar 5 orang yang ber-sharing dengan masing-masing pengalamannya. Ada yang mengaitkan pengalamannya dengan tokoh Yusuf sebagai pelindung lingkungan dan sekaligus tokoh kesetiaan. Ada juga yang ber-sharing tentang pengalaman mewartakan warta keselamatan dengan pengalaman dimintai tolong menjadi pemimpin. Macam-macam pengalaman umat yang membuat mereka semakin diperkaya satu dengan yang lainnya.

Sesudah bagian sharing bersama selesai, dilanjutkan dengan penulisan komitmen secara pribadi sebagai puncak dari segala pendalaman iman adven 2022. Umat diajak untuk menuliskan komitmennya dikertas yang telah dibagikan oleh pemandu. Komitmen pribadi ini menyesuaikan dengan kemampuan diri kita untuk tekun dan setia semakin meningkatkan pelaksanaan lima bidang garapan yaitu kekatolikan, kerasulan, kebangsaan, kerjasama dan sinergi serta profesionalitas dalam gerak kesadaran “berjalan bersama.” Sesuai dengan Buku Panduan Adven Lingkungan 2022, Umat KAS harapannya, umat semakin menyadari tentang Gereja yang dipanggil, untuk membuat harapan orang-orang semakin pulih dan berkembang, mendorong kepercayaan, untuk membalut luka-luka, untuk menjalin hubungan-hubungan baru dan lebih dalam, untuk belajar dari satu sama lain, membangun jembatan-jembatan, mencerahkan pikiran, menghangatkan hati, dan untuk memulihkan kekuatan ke dalam tangan misi bersama.


(Pembagian kertas untuk menulis komitmen pribadi)


(Umat sedang menulis komitmen di kertas masing-masing)


(Umat sedang menulis komitmen di kertas masing-masing)

Terakhir, pendalaman iman ini ditutup dengan doa umat dan doa penutup serta lagu “Sakjekke Aku Nderek Gusti.” Tak lupa ada pengumuman dari pengurus lingkungan terkait dengan perayaan Natal di Paroki serta Lingkungan St. Yusuf Bangirejo.


(Pengumuman dari pengurus Lingkungan Bangirejo seputar Perayaan Natal)

.

Penulis: Chris Cerly Rika Saraswati (Mahasiswi PENDIKKAT USD)

.
.

Perayaan Ekaristi MINGGU ADVEN IV: “Semakin Dekat Menyambut Sang Imanuel”

Minggu ini, tibalah semua lilin dalam lingkar adven menyala. Hal ini sebagai tanda bahwa masa Adven akan segera berakhir dan digantikan dengan masa yang baru, masa Natal/kelahiran Yesus Kristus. Semakin dekat dengan kelahiran Tuhan Yesus Kristus yang mengingatkan bahwa Tuhan hadir di tengah-tengah kita untuk menyertai dalam peziarahan hidup di dunia hingga sampai pada keselamatan yang diharapkan.

Perayaan Ekaristi Minggu Adven IV (18/11/22) di Paroki Jetis pada pukul 08.00 WIB dipimpin oleh Romo Yustinus Winaryanto, Pr. Dalam homilinya, Romo Win menyoroti kata “Imanuel” yang artinya “Allah menyertai kita“. Tuhan menghendaki Dirinya menyertai kita, dengan harapan sungguh menuntun, mendampingi, mengarahkan hidup kita kepada kebaikan tentunya kepada keselamatan. Tetapi, ada 1 pertanyaan reflektif yang disampaikan oleh Romo Win, yakni:

Bagaimana Tuhan menyertai kita yang tidak dapat kita lihat secara langsung?

Menjawab pertanyaan reflektif di atas, walaupun kita tidak menyadarinya, sebenarnya penyertaan Tuhan itu ada dan terasa. Romo Win mengibaratkan penyertaan Tuhan baginya ibarat kasih seorang Ibu kepada anaknya yang masih kecil. Ibu yang baik selalu mengingatkan, mengarahkan, membimbing anaknya dengan cara-cara yang baik. Anak kecil kalau sudah berjalan pasti berjalan ke mana pun dan sesuai dengan kemauannya sendiri. Kadang ia tidak menyadari mau ke mana melangkah, jadi harus diingatkan. Peran ibu sangat besar supaya anak semakin tumbuh, berkembang, dan menyadari dirinya bertambah dewasa. Walaupun memang kalau semakin dewasa, anak anak semakin tidak mudah untuk diingatkan & sering terjebak dalam keinginannya sendiri.

Sejalan dengan pengibaratan peran ibu yang ditampilkan oleh Romo Win, ini terlihat merujuk pada sosok teladan Bunda Maria sebagai Ibu Yesus. Bacaan Injil pada Minggu Adven keempat ini menampilkan sosok-sosok penting dalam hadirnya Yesus Kristus di dunia. Peran Maria yang memilih untuk mengikuti jalan Tuhan dengan bersedia mengandung dari Roh Kudus sungguh dapat menjadi teladan bagi kita semua. Tak lupa peran Yusuf yang setia mendengarkan kata malaikat dalam mimpinya untuk menjaga Maria sebagai tunangannya.

Penyertaan Tuhan juga sebenarnya dapat kita rasakan lewat Sabda-sabdaNya. Jika setiap kali kita mendengarkan & merenungkan SabdaNya, pastilah akan semakin tajam kehadiran Tuhan untuk menuntun & membimbing kita. Sepuluh perintah Allah sebenarnya menjadi bimbingan dari Tuhan sendiri. Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, dan sebagainya, memang sering kita dengar & menjadi pengingat kita, tetapi kerap kali kita abaikan. Mungkin kita lebih senang mengikuti apa yang kita mau/senangi saja.

Oleh karena itu, semoga kita semakin menyadari kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Kehadiran Tuhan yang menyertai kita, yang membimbing kita, yang mengingatkan kita untuk melakukan hal yang terbaik dalam kehidupan ini, terlebih mengarahkan kita pada tuntunan-tuntunan yang baik supaya tidak menjurus pada hal-hal yang tidak baik/jatuh dalam dosa. Untuk itu, hendaknya kita coba mendekatkan pada bimbingan Tuhan sendiri dalam hidup kita. Terpujilah Tuhan Yesus Kristus, kini dan selamanya!

.

SELENGKAPNYA: Misa Online 18 – 12 – 2022, Pk 08.00 WIB | MINGGU ADVEN IV | GEREJA ST. ALBERTUS AGUNG JETIS https://www.youtube.com/watch?v=XgHv5kEJbWo&t=1272s&ab_channel=KomsosJetis

.

Penulis: Chris Cerly Rika Saraswati (Mahasiswi PENDIKKAT USD)

.
.

Puluhan Anak Antusias Mengikuti Pembelajaran – Persiapan Komuni Pertama Paroki Jetis

Sakramen Ekaristi merupakan sakramen yang terpenting yang menjadi pucak dan sumber hidup bagi umat kristiani. Menurut KHK Kanon 913 – §1 – Agar Ekaristi mahakudus dapat diterimakan kepada anak-anak, dituntut bahwa mereka memiliki pemahaman cukup dan telah dipersiapkan dengan seksama, sehingga dapat memahami misteri Kristus sesuai dengan daya-tangkap mereka dan mampu menyambut Tubuh Tuhan dengan iman dan khidmat. Maka sesuai bunyi kanon tersebut, Paroki St. Albertus Agung Jetis juga mempersiapkan anak-anak calon penerima komuni pertama dengan mengadakan pertemuan rutin setiap hari Minggu, pukul 09.00-10.00 WIB. Persiapan ini sudah dimulai sejak bulan September dan rencana penerimaan komuni pertama pada tahun 2023 bertepatan dengan Hari Raya Tubuh & Darah Kristus.

Kegiatan pertemuan persiapan komuni pertama ini bertempat di Aula Paroki Santo Albertus Agung Jetis, Yogyakarta. Secara khusus Minggu, 11 Desember 2022, pertemuan membahas informasi seputar: Sakramen Tobat & Pengakuan Dosa. Dari 26 orang anak-anak calon komuni pertama yang terdaftar hari ini yang hadir sekitar 24 orang, dengan didampingi oleh 2 suster (Suster Meadeline & Suster Odi), serta kakak-kakak mahasiswa/i PENDIKKAT USD.


(Tampak depan pertemuan persiapan komuni pertama)

Informasi yang diberikan harapannya sebagai bekal bagi anak-anak calon penerima komuni pertama untuk mampu mengakui dosa-dosanya di depan Tuhan lewat perantara Imam. Informasi ini juga sangat penting, karena sebelum mereka menerima komuni pertama, pasti didahului dengan penerimaan sakramen tobat yang pertama pula. Selain itu, informasi ini sangat relate dengan masa Adven saat ini sebagai Minggu Pertobatan. Meskipun anak-anak calon komuni pertama belum menerima sakramen pengakuan dosa tahun ini, setidaknya mereka belajar dari orang-orang dewasa di sekitarnya yang akan menerima sakramen tobat saat masa Adven ini.

Berjalannya pertemuan ini sangat lancar dari awal hingga akhir. Suasana yang terbangun sangat interaktif & ada beberapa anak yang bertanya seputar informasi yang disampaikan. Tentunya pertemuan ini diawali dengan Doa Pembuka oleh suster pendamping, lalu dilanjutkan dengan perkenalan kakak-kakak mahasiswa/i PENDIKKAT USD. Tujuan perkenalan ini untuk membangun kedekatan dengan anak-anak calon penerima komuni pertama. Supaya pertemuan berjalan dengan semangat, suster pendamping mengajak anak-anak bernyanyi & mengerakkan badannya.


(Proses bernyanyi bersama)

Setelah bernyanyi bersama, masuklah pada   penyampaian informasi “Sakramen Tobat” oleh suster pendamping. Informasi yang disampaikan mencakup: apa itu sakramen tobat, tujuannya, macam-macam sakramen tobat, hal-hal penting dalam pengakuan dosa, dan tata cara pengakuan dosa sesuai Puji Syukur.

Penyampaian informasi juga dibarengi dengan saling diskusi & tanya jawab. Salah satu anak ada yang bertanya, “berarti kalau pengakuan dosa itu harus ada kesadaran dari hati, perkataan, dan perbuatan ya suster?” Suster menjawab, “ya benar sekali.” Suster juga menegaskan: hendaknya kita mengambit saat hening sebelum mengaku dosa secara pribadi & mengingat apa saja dosa-dosa yang diperbuat. Suster memberikan langkah praktis pada anak-anak dengan meng-list dosa-dosa yang diperbuat, jika dirasa kita mudah lupa. Tetapi, kertas list dosa sesudah pengakuan dapat langsung dimusnahkan/dibakar supaya dosa kita tidak diketahui oleh orang lain.


(Proses diskusi tanya jawab antara suster pendamping & anak-anak calon komuni pertama)

Seluruh rangkaian kegiatan ini ditutup dengan Pengumuman yang mengingatkan anak-anak calon penerima komuni pertama untuk mengikuti pertemuan minggu depan. Tak lupa ditutup dengan Doa Penutup.


(Kakak-kakak mahasiswa/i PENDIKKAT USD mendampingi salah seorang calon komuni pertama)

.

Penulis: Chris Cerly Rika Saraswati (Mahasiswi PENDIKKAT USD)

.
.

Mempersiapkan Para Pelayan Luar Biasa – Pembekalan Calon Prodiakon Paroki Jetis

Dalam kegiatan pelayanan & peribadatan, kita pasti pernah mendengar kata “pelayan luar biasa” komuni suci. Pastilah muncul pertanyaan dalam benak kita masing-masing: sebenarnya siapa pelayan luar biasa untuk komuni suci itu? Mengapa mereka disebut pelayan luar biasa?

KPKRJ (Ketentuan Pastoral Keuskupan Regio Jawa) pasal 84 menuliskan bahwa “Prodiakon disebut pelayan luar biasa, untuk membantu para klerikus membagikan komuni suci hendaknya pastor paroki memilih sejumlah orang beriman yang memiliki integritas iman, moral, dan pribadi, serta mempunyai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang memadai. Nama-nama tersebut diajukan kepada Uskup diosesan untuk diangkat menjadi petugas pembagi komuni luar biasa. Untuk pelaksanaan tugas tersebut, hendaknya mereka mempersiapkan dan dibina dengan semestinya.” Maka, terjawab bahwa pelayan luar biasa ialah para prodiakon yang berasal dari kaum awam.

Paroki St. Albertus Agung Jetis baru saja membuka seleksi bagi para prodiakon periode baru. Hasil seleksi menyatakan ada lebih kurang 54 orang yang terpilih sebagai calon prodiakon periode baru untuk 3 tahun mendatang. Rencana pelantikan calon prodiakon periode baru ini diperkirakan pada malam tahun baru, 31 Desember 2022. Untuk menyiapkan sisi spiritualitas, pengetahuan, dan keterampilan sebelum dilantik, para calon prodiakon ini diberikan pembekalan-pembekalan supaya dapat bertanggung jawab akan tugasnya.

Kegiatan pembekalan yang pertama bagi para calon prodiakon St. Albertus Agung Jetis dilangsungkan pada hari Minggu, 11 Desember 2022, pukul 10.30-14.00 WIB bertempat di Aula Paroki. Untuk selanjutnya, masih ada pembekalan kembali pada bulan Januari (1x pertemuan) dan Februari 2023 (2x pertemuan). Kegiatan ini dihadiri oleh 52 orang calon prodiakon dan 5 mahasiswa/i PENDIKKAT USD yang membantu persiapan konsumsi. Tak lupa dihadiri pula 2 narasumber: Romo Vincentius Suparman, Pr yang memandu materi sesi I tentang “Apa itu prodiakon & tugas-tugasnya” dan Pak Evan (Prodiakon Senior) yang memandu materi sesi II tentang “Kelengkapan & Tata Liturgi Prodiakon”.


(Romo Vincentius Suparman, Pr yang sedang memandu sesi I dalam pembekalan)

Kegiatan pembekalan pertama ini lebih mengarah pada pengertian dasar dan kesiapan bagi para calon prodiakon periode baru, sehingga dalam bertugas menjadi siap dan tidak bingung-bingung lagi. Selain itu, dalam bertugas para prodiakon menjadi kompak & sigap melayani umat. Secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan lancar, meskipun waktu berjalan molor dari estimasi yang ditentukan karena pada sesi terakhir banyak yang bertanya.

Serangkaian kegiatan pembekalan ini diawali dengan Doa Pembuka oleh Pak Wawan, lalu dilanjutkan Kata Sambutan oleh Bu Prima. Setelah kata sambutan dari Bu Prima, langsung masuk pada materi sesi I yang diawali oleh Kata Sambutan oleh Romo Parman.

Materi sesi I yang disampaikan oleh Romo Parman, sekilas tentang pokok-pokok berikut: prodiakon menurut referensi yang disajikan, pembedaan antara diakon & prodiakon, tugas dasar pelayanan prodiakon, tugas resmi prodiakon, spiritualitas prodiakon, mengirim komuni orang sakit, seputar pelayanan Sabda, seputar ibadat berkat devosi, perbedaan sakramen & sakramentali, ibadat sakramentali, berbagai jenis sakramentali, dan kata-kata salam untuk prodiakon. Dalam menyampaikan sesi ini, Romo Parman terlihat memberikan contoh hal-hal konkret yang sebaiknya dilakukan oleh prodiakon. Selain itu, Romo juga memberikan beberapa plesetan supaya para prodiakon tidak tegang dalam menerima materi. Tak lupa Romo menyemangati para calon prodiakon dalam bertugas.

Sebelum lanjut pada materi sesi II, ada break untuk istirahat dan makan siang. Suasana istirahat cukup akrab karena para calon prodiakon dapat saling mengobrol dan menanyakan kabar. Kegiatan pembekalan dilanjutkan dengan masuk pada sesi II yang disampaikan oleh Pak Evan sebagai Prodiakon Senior Paroki Jetis. Materi sesi II ini mencakup pokok-pokok berikut: pakaian prodiakon, alat-alat liturgi bagi prodiakon, warna liturgi, dan hal-hal teknis yang perlu diperhatikan oleh prodiakon saat bertugas. Pak Evan menyampaikan materi dengan alat praktik dan sekaligus berpraktik bersama para calon prodiakon. Hal ini sangat menggugah rasa ingin tahu bagi para calon prodiakon yang baru. Para calon prodiakon lebih ekspresif dalam berpraktik bersama menggunakan tali singel. Sesi ini juga dilengkapi oleh tanya jawab sebagai klarifikasi yang benar bagi para calon prodiakon dalam bertugas.


(Pak Evan yang sedang memandu sesi II dalam pembekalan)


(Calon prodiakon praktik langsung cara menggunakan tali singel)

Keseruan sesi II harus ditutup karena keterbatasan waktu pembekalan yang melebihi estimasinya. Kegiatan pembekalan pertama ini ditutup dengan kata penutup dari Bendahara DPP dan Doa Penutup oleh Pak Wawan.

.

Penulis: Chris Cerly Rika Saraswati (Mahasiswi PENDIKKAT USD)

.
.

Perayaan Ekaristi Minggu ADVEN III: “Sukacita bagi kaum miskin”

Minggu ketiga atau biasa dikenal dengan Minggu Gaudette dalam masa adven memiliki makna yang spesial karena dekat dengan perasaan sukacita. Seperti perlambang lilin ketiga dalam lingkaran korona adven yang berwarna pink. Warna pink yang cerah untuk sukacita menyambut Juru Selamat yang semakin dekat. Untuk itu, ratusan umat Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta menghadiri Perayaan Ekaristi Minggu Adven III dengan tema “Sukacita bagi kaum miskin” yang dipimpin oleh Romo Vincentius Suparman, Pr. Perayaan Ekaristi ini dilaksanakan pada hari Minggu, 11 Desember 2022, pukul 08.00 WIB.

Perayaan Ekaristi Minggu Adven III berjalan dengan lancar dan khidmat. Seperti biasa yang menjadikan peneguhan dalam menghayati makna minggu adven ketiga ialah pada sesi homili. Homili yang berkaitan dengan bacaan-bacaan yang ada semakin menggugah makna minggu adven ketiga.


(Romo Vincentius Suparman, Pr menyampaikan Homili pada Perayaan Ekaristi Minggu Adven III)

Romo Parman memulai homilinya dengan menyoroti Bacaan Injil yang menampilkan figur Yesus Sang Juru Selamat yang kita nantikan sama sekali tidak memegahkan dirinya. Yesus menjawab dirinya sebagai Juru Selamat lewat bukti-bukti karya yang sudah Ia lakukan. Bukti-bukti karya yang dimaksudkan ialah: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang tuli mendengar, orang kusta sembuh, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Banyaknya bukti karya Yesus ini menjadi tanda bahwa Yesus dinanti-nantikan oleh orang banyak. Untuk menantikan penyelamatan Tuhan ini, hanya ada 1 syarat yang mudah yakni tidak menolak Tuhan Yesus. Pernyataan inilah dikaitkan oleh Romo Parman pada masa sekarang ini dengan penyakit orang beriman, yakni “rasa keraguan”. Kebanyakan orang sekarang ini jika mengalami keraguan, langsung dicari di-mbah google. Padahal sebenarnya, tidak semua dapat dijawab oleh google. Keraguan akan Tuhan, dapat disembuhkan dengan bertobat dan mendekatkan diri kepada-Nya secara langsung. Mencari Dia secara terus menerus dalam hidup kita.

Setelah menyinggung Bacaan Injil, homili Romo Parman juga menyinggung bacaan pertama dan kedua. Bacaan pertama dari Kitab Yesaya, yang mengajak kita untuk lebih berteguh dan menguatkan diri akan penderitaaan, sebab dalam penderitaan itu Tuhan memberikan kesegaran. Bacaan kedua yang disampaikan oleh Rasul Yakobus, untuk senantiasa bertindak seperti petani. Bertindak seperti petani yang menantikan hasil tanah yang berharga, petani yang senantiasa merawat dengan sabar tanaman-tanamannya. Maka, diakhir homili Romo Parman memberikan penegasan kepada umat untuk menyiapkan hati dengan sungguh-sungguh dalam masa adven ini supaya memetik hasil yang baik & sempurna, terutama pada peristiwa agung perayaan Natal mendatang.

.

Selengkapnya: https://www.youtube.com/watch?v=ju7vPzZs3Vs&t=2228s&ab_channel=KomsosJetis Misa Online 11 – 12 – 2022, Pk 08.00 WIB | MINGGU ADVEN III | GEREJA ST. ALBERTUS AGUNG JETIS

.

Penulis: Chris Cerly Rika Saraswati (Mahasiswi PENDIKKAT USD)

.
.

You cannot copy content of this page