Mempererat Paguyuban Umat Beriman dalam Kenduri Lintas Agama HUT ke- 58th Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta

Gereja Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta mengadakan acara kenduri lintas agama pada hari Selasa, 15 November 2023 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Paroki ke – 58th dan pesta pelindung Santo Albertus Agung. Acara ini dihadiri oleh para tokoh agama, perwakilan pengurus wilayah yang berada di seputaran Kemantren Jetis, Dewan Pastoral Paroki, dan perwakilan warga masyarakat dari RT dan RW setempat.

Kenduri merupakan bentuk upacara adat khas Jawa dengan cara berkumpul bersama untuk mengutarakan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, kenduri juga bisa menjadi sarana dalam merekatkan kerukunan dan persaudaraan antar umat beragama yang tergambar langsung melalui interaksi semua orang yang hadir dalam acara kenduri yang tidak memandang latar belakang agama. Semuanya guyub rukun menjadi satu saling menghormati. Selaras dengan tema yang diusung pada HUT kali ini, yaitu “Paroki Jetis Bersemangatkan Sinodal Membangun Paguyuban Umat”.

Dalam sambutannya, Romo Vincentius Suparman, Pr. selaku Romo Paroki Santo Albertus Agung Jetis mengatakan bahwa kini sudah menginjak 58 tahun pelayanan keagamaan yang dilakukan oleh Paroki Jetis untuk masyarakat, tentunya semua ini tidak akan bisa sampai sejauh ini apabila tidak ada dukungan dan bantuan dari semua masyarakat. Oleh karena itu, kenduri ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya kita untuk selalu bersama-sama dalam mewujudkan masyarakat yang hidup dalam toleransi sebagai saudara sebangsa dan Tanah Air.

Hal tersebut sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Lurah Cokrodiningratan, Andityo Bagus Baskoro, S.T., M.Eng., bahwa kenduri ini merupakan wujud nyata dari Bhinneka Tunggal Ika yang dapat mempererat hubungan yang makin harmonis antar umat beragama di Kelurahan Cokrodiningratan. Selain itu beliau juga menyampaikan ucapan selamat merayakan HUT untuk Paroki Jetis dan mengajak untuk terus menjaga perdamaian.

Dalam acara inti, dipanjatkan doa yang dipimpin oleh Kyai Haji Burhanuddin. Menghaturkan syukur kepada Yang Maha Kuasa dan meminta berkah kelancaran dalam serangkaian acara HUT ke – 58th Paroki Jetis, terciptanya masyarakat yang selalu rukun, serta menjadi tempat ibadah yang bermanfaat bagi masyarakat dan umat beriman-Nya.

Di penghujung acara, disampaikan dialog pembangunan oleh Bapak Wahyu selaku perwakilan dari Panitia Pembangunan guna meminta doa restu dan ucapan terima kasih atas segala bantuan yang sudah banyak diberikan oleh masyarakat untuk kelancaran proses pembangunan kawasan gereja.

.
Penulis: Katharina Tri Wahyuni A.
Editor: Frans
.
.

Lomba Masak Nasi Goreng dan Tumpeng Hias dalam membangun Paguyuban Umat Penuh Persaudaraan

Dalam rangka memperingati HUT ke-58th Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta, panitia mengadakan serangkaian agenda kegiatan, salah satunya adalah Lomba Masak Nasi Goreng dan Lomba Menghias Tumpeng yang dilaksanakan pada hari Minggu, 12 November 2023 di halaman gereja setelah misa Minggu Pagi II selesai.

Lomba tersebut diikuti oleh seluruh Lingkungan yang ada dalam Paroki Jetis dengan mengirimkan perwakilannya dengan ketentuan khusus untuk Lomba Masak Nasi Goreng peserta yang wajib mengikuti adalah bapak-bapak. Sedangkan untuk Lomba Menghias Tumpeng ketentuan budget yang digunakan untuk membuat tumpeng adalah Rp 150.000, dibuktikan dengan rincian belanja yang disertakan saat hasil karya tumpeng yang sudah dihias dikumpulkan ke gereja untuk selanjutnya akan dinilai oleh juri berbarengan dengan penilaian nasi goreng hasil masakan bapak-bapak yang mengikuti lomba.

Romo Paroki Santo Albertus Agung Jetis, Vincentius Suparman, Pr. menyampaikan bahwa lomba ini dilaksanakan untuk mensyukuri hari jadi paroki pada tanggal 15 November sekaligus untuk menjalin persaudaraan dan kebersamaan antar umat untuk memaknai hari paroki yang penuh berkat. Selain itu Romo juga berharap nantinya juara dari lomba bisa meneruskan untuk jadi sebuah modal membuka usaha di bidang kuliner. Karena juri yang dihadirkan memang khusus orang-orang yang telah berkecimpung di dunia kuliner.

Banyak hal unik yang dapat ditemui selama lomba, yaitu peserta yang menggunakan anglo untuk perapian memasak, menggunakan buah naga dan nanas sebagai salah satu bahan masak nasi goreng, serta kreatifitas bapak-bapak dalam membuat plating yang cantik dan rapi. Tak lupa hal yang utama adalah bagaimana bapak-bapak ini membuat nasi goreng yang enak.

Setelah masak nasi goreng selesai dan semua tumpeng dari Lingkungan sudah dikumpulkan, maka dihadangan akan dipresentasikan kepada juri untuk dinilai. Juri tersebut terdiri dari Chef Agus, Ibu Dian pemilik Kantin Dian di Jl. Diponegoro, dan Suster Theodora dari ADM. Nilai dari masing-masing juri akan dikalkulasikan untuk kemudian akan dipilih nilai yang paling tinggi untuk menjadi juara.

Juara dari masing-masing lomba akan diumumkan saat Misa Syukur HUT Paroki ke-58th pada hari Minggu, 19 November 2023 pukul 08.00 WIB. Berkah Dalem.

.

.

Penulis : Khatarina Tri Wahyuni A.

Editor : Frans

.

.

You cannot copy content of this page