Renungan Mingguan 29 September 2019

Sabda Tuhan Hari Ini 29 September 2019, Lukas 16:19-31

Doa: Tuhan Yesus, bukalah pintu hatiku. Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.

 

“Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan. Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.

Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.

Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita. Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.

Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku, sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini. Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu. Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat. Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati.”

 

LAZARUS

Seperti apakah miskin itu? Negara kita terhitung bukan negara kaya, malah mungkin boleh disebut miskin. Tetapi, sungguhkah kita merasakan kemiskinan yang sungguh miskin? Ingatkah kita kapan kita merasa lapar dan sungguh saat itu tak ada yang dimakan? Pernahkah kita mengalami hal itu?

Mungkin kita belum pernah mengalami. Bahkan, barangkali berjumpa dengan orang-orang miskin seperti itu pun belum pernah. Anak-anak jalanan yang kita jumpai di persimpangan jalan, para pengemis kita, tidak semiskin itu. Paling-paling, kita tahu dari pemberitaan media massa bahwa ada orang sedemikian miskin dan menderita. Itu pun hanya satu dua, dan nyatanya sudah jadi berita. Kalau begitu, sulitlah kita berempati dan membayangkan seperti apa orang miskin itu di dunia nyata.

Saya pernah menjalankan tugas jurnalistik mengunjungi Kam Tin Walled Village, di wilayah New Territories, daerah pendukung penting industri dan perdagangan di pusat bisnis Kowloon. Tetapi jangan bayangkan penduduk kampung itu tersentuh hiruk pikuk peradaban metropolis masyarakat Hong Kong. Kampung berbenteng itu dihuni kaum miskin Hakka dari Klan Tang, eksodan dari Cina daratan, yang tinggal di situ sejak tahun 1600-an. Sebagian besar penghuninya adalah perempuan tua dan anak-anak. Kaum lelakinya, juga para perempuan yang masih kuat, menjadi buruh di kota. Karena miskinnya, untuk lauk makan sehari-hari mereka cukup merebus sayur rompesan dengan garam.

Itu tentu belum amat miskin, karena masih bisa makan. Tetapi, itu sempat membayangi benak saya pada saat-saat menikmati makan di hotel tempat saya menginap, dengan menu-menu mewah masakan Cina, Jepang, dan Eropa Tengah. Terbayang seorang perempuan tua suku Hakka yang kelaparan tertatih menuju meja kami. Jangan-jangan ia Lazarus, dalam bacaan hari ini. Saya jadi miris. Jangan-jangan saya termasuk kategori “orang kaya” dalam bacaan hari ini. Banyak orang kini memang makin tak peduli terhadap sesamanya yang miskin dan menderita. Bacaan hari ini paling tidak bisa menggugah kepedulian kita pada sesama. Itu implikasi moralnya, sekaligus perwujudan iman kita. (warindra)

Serah Terima Jabatan Romo Paroki Somohitan di Tahun 2019

“Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri”

 

Minggu pagi, 8 September 2019, telah berlangsung serah terima jabatan Romo Paroki Gereja St. Yohanes Rasul Somohitan, dari Romo Stephanus Koko Pudjiwahyusulistyono, Pr., kepada Romo Rafael Tri Wijayanto, Pr. Seperti kita ketahui bersama, Romo Tri sendiri sebelumnya sudah melayani di Paroki St. Albertus Agung Jetis selama 7 tahun dan kini diberikan karya tugas pelayanan yang baru di Paroki Somohitan. Prosesi serah terima tersebut berada dalam satu rangkaian Misa Pagi Minggu Biasa ke XXIII.

Rm. Maradiyo, Pr. saat memberikan homili terkait serah terima jabatan
Romo Paroki Somohitan

Perayaan  dipimpin langsung oleh 4 romo, yaitu: Romo Adrianus Maradiyo, Pr., Romo Stephanus Koko Pudjiwahyusulistyono, Pr., Romo Rafael Tri Wijayanto, Pr.,  dan Romo Toto. Dalam homilinya Romo Adrianus Maradiyo Pr., Romo Vikaris episkopalis (Vikep) Yogyakarta meminta umat Paroki Somohitan dapat menerima Romo gembala yang baru layaknya seperti saudara yang dikasihinya, seperti dalam judul di atas (sesuai yang dikatakan Rasul Paulus kepada Filemon untuk menerima Onesimus – salah satu ayat dalam bacaan kedua Minggu 8 Sept 2019). Selain itu, Romo Vikep juga mengingatkan kita semua untuk tetap setia menjadi murid Yesus. Menjadi murid Yesus itu berarti :

  1. Memprioritaskan Tuhan Yesus dalam kehidupan kita
  2. Berani memanggul salib kita masing-masing, dengan kuat dan semangat.
  3. Memiliki sikap lepas bebas tidak terikat. Artinya kita perlu membangun sikap prinsip solidaritas dalam menghidupi Gereja. Bahwa dalam harta yang kita miliki mengandung dimensi sosial, yang hendaknya dapat kita bagi kepada suadara kita yang membutuhkan.
Rm. Rafael Tri Wijayanto, Pr. saat Mengucapkan Syahadat Panjang

Setelah homili selesai, dilanjutkan dengan prosesi serah terima jabatan Romo Paroki Somohitan. Umat Paroki Somohitan tampak menyambut dengan gembira Romo Rafael Tri Wijayanto, Pr. Perwakilan Dewan Paroki dan umat Paroki St. Albertus Agung Jetis juga tak lupa mengucapkan proficiat dan selamat atas tugas pelayanan Romo Tri di Paroki Somohitan. Semoga kita semua, dimanapun tugas pelayanan kita senantiasa berani dan semangat menjadi murid Yesus yang setia di tengah tantangan dunia saat ini.

Penandatanganan Dokumen Serah Terima Jabatan Romo Paroki
Rm. Maradiyo, Pr. Menandatangani Dokumen Serah Terima Romo Paroki Somohitan
Perwakilan Umat Paroki St. Albertus Agung Jetis Turut Mengantar Kepindahan Tugas Rm Tri

 

Selamat bertugas Romo !

 

Ditulis oleh : Wenityas A.

Foto oleh : Rosario Guntur Harimawan

Temu & Dialog Orang Muda Lintas Agama 2019

TEMU DAN DIALOG ORANG MUDA LINTAS AGAMA

“Ada Yang Salah Dengan Negeri Kita”

-Srawung Yogyakarta-

Srawung. Ya, kata ini merupakan kata yang akhir-akhir ini sering di galakkan oleh banyak orang. Tak terkecuali orang muda. Kali ini, kelompok orang muda yang menamai diri mereka sebagai “Srawung Yogyakarta” juga melakukan hal yang serupa. Ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan Srawung Persaudaraan Sejati Orang Muda 2018.

Pada tanggal 27-28 Juli 2019 kemarin, kelompok Srawung Yogyakarta yang bernaung dibawah bimbingan Rm. Martinus Joko Lelono, Pr. mengadakan kegiatan Temu dan Dialog Orang Muda Lintas Agama dengan mengambil tema “Ada Yang Salah Dengan Negeri Kita”. Acara ini sukses dan diikuti oleh banyak kelompok lintas iman, maupun perwakilan dari kampus-kampus yang ada di dalam maupun di luar DIY. OMK PALMA Jetis juga turut serta dalam kegiatan ini. Kali ini OMK PALMA Jetis mengirimkan 5 orang perwakilan, yaitu Ancis, Deo, Hugo, Lia dan Agnes.

Dalam kegiatan yang diadakan selama dua hari satu malam di Posko Merapi – FPUB, Pakem, Sleman ini, para peserta diajak untuk berdinamika, diskusi kelompok tentang permasalahan yang ada di Indonesia, pelatihan untuk menjadi influencer dalam hal kebaikan serta regenerasi kepengurusan. Selain itu, acara juga diisi dengan games, senam pagi, penyusunan rencana tindak lanjut untuk kepengurusan yang baru, tukar kado dan diakhiri dengan pembacaan doa penutup lintas iman oleh perwakilan 6 agama yang ada.

Semoga kedepannya akan sering diadakan kegiatan seperti ini, untuk merajut kembali nilai pancasila sehingga masyarakat dapat bersatu dan nilai kebhinekaan dapat terus dipertahankan di negara ini. Dan semoga perwakilan OMK PALMA Jetis dapat menjadi “motor srawung” serta berdampak baik bagi kehidupan bermasyarakat khususnya di paroki Jetis.

 

Foto & artikel oleh : Franciscus Krismono

Warta Kursus Penginjilan Pribadi (KPP) III Paroki Jetis

“Bersyukur atas KPP ini, benar- benar membawa saya ke tempat yang dalam…duc in altum.”

Demikian kesaksian Evan, salah seorang peserta Kursus Penginjilan Pribadi (KPP) Angkatan III Paroki St. Albertus Agung Jetis 2019 yang diselenggarakan oleh Timker Evangelisasi Dewan Paroki St. Albertus Agung Jetis.

Bersama 34 peserta lainnya, Evan mengikuti KPP sejak tgl 14 Juni 2019 yang diawali dengan SHDR (Seminar Hidup baru Dalam Roh Kudus). KPP akan berlangsung selama 25 kali pertemuan dan diakhiri dengan Retret Perutusan (Retus) pada bulan Desember 2019 nanti.

Para pengajar KPP semuanya adalah pengajar bersertifikat yang dikoordinasi oleh Sekolah Evangelisasi Pribadi (SEP) Shekinah Kevikepan Yogyakarta dan Keuskupan Agung Semarang.

Pengalaman- pengalaman unik dan kadang lucu mewarnai pelaksanaan KPP III. Pada awalnya sebagian besar peserta belum memahami apa dan bagaimana KPP. Sebagian peserta memahami KPP sebagai kursus untuk belajar Alkitab.

Sebagian lainnya bahkan tidak tahu sama sekali tentang KPP, motivasi mereka mengikuti kegiatan ini karena diminta untuk ikut oleh pengurus lingkungan mereka.

Maka wajar jika pada awalnya sebagian dari mereka masih bingung dan bertanya- tanya. Tetapi justru keingintahuan inilah yang mendorong mereka untuk terus hadir di setiap kelas, bab demi bab, dan merasakan dinamika kelas.

Tampak jelas antusiasme peserta memberikan pertanyaan- pertanyaan yang kritis kepada para pengajar. Peserta juga rajin mengerjakan pekerjaan rumah yang ditugaskan oleh para  pengajar di setiap sesi. Kami yakin kelas akan semakin hidup pada saat bab sharing iman dan juga saat role play serta di kelas- kelas berikutnya.

Harapan kami semoga di akhir kursus nanti semua peserta sudah memahami dan mendapatkan bekal yang berguna sebagaimana tujuan kegiatan ini yaitu membimbing dan membekali peserta untuk memahami dan melaksanakan tugas perutusan kita sebagai murid Yesus untuk mewartakan kabar sukacita Injil.

Semoga seluruh peserta terus bersemangat menggunakan kesempatan yang berharga ini dengan sebaik – baiknya untuk belajar, berproses dan dibentuk oleh Roh Kudus melalui KPP ini, menjadi Evangelizer- evangelizer, pewarta kabar sukacita Injil.

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu  yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” ( Mateus: 28: 18-20 ).

 

Laskar Kristus…Yes Yes Yes!

KPP Jetis…siap diutus. 💪

Berkah Dalem 🙏

Agustus 2019. Panitia KPP III Jetis.

 

Ditulis oleh : Regina Nevi

Renungan Mingguan 22 September 2019

Sabda Tuhan Hari Ini 22 September 2019, Lukas 16:1-13

Doa: Tuhan Yesus, bukalah pintu hatiku. Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.

 

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.

Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.

Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku? Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan. Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.

Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang. Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.”

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?

Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.”

 

KALAH CERDIK

Iseng saya Googling memasukkan kata kunci” “cari uang”. Muncul banyak iklan kiat cerdik cari uang. “Cari Uang Tanpa Modal”, atau “Bisnis cerdik cari uang. Manusia cuma butuh satu kata uang, dengan uang kita bisa apa pun… semua bisa Anda dapatkan di situs ini…buruaaan!”

Anda mengalami kesulitan keuangan? “Jangan khawatir.. Kini hadir sebuah solusi yang akan mengubah hidup Anda saat ini juga! Sebuah terobosan terbaru dalam dunia bisnis online yang bekerja secara otomatis untuk menghasilkan uang dengan cara tercepat dan mudah, hanya dengan sedikit memainkan jari anda di depan komputer sambil minum kopi, maka Anda siap-siap menunggu REKENING.”

“Baru dibuka program investasi, tanpa cari downline, tanpa promosi, tanpa setoran terus-menerus, hanya dengan investasi Rp 200.000,- uang Anda akan kembali menjadi Rp 2,1 Juta selama 5 x total Rp 10 juta. Investasi Rp 400.000,- uang anda akan menjadi Rp 4,2 juta selama 5 x total Rp 21 juta. dan seterusnya dalam waktu kurang lebih 1 bulan….”

“Ya, ini benar-benar nyata. Cukup dengan 3 JURUS AMPUH, dapatkan 70 juta rupiah bahkan bisa tembus ratusan juta rupiah perbulan. Bisnis ini sangat mudah dan halal. Dapatkan pula bonus menarik di dalamnya. Gak pake jual barang, gak ribet karena bukan MLM, PTC, PTR, Forex, money game, Deposito, dan sebagainya. BUKTIKAN KEBERHASILANNYA!!!”

Rasa-rasanya, memang benar yang disampaikan bacaan hari ini. Orang-orang yang hanya mementingkan urusan duniawi, makin cerdik mengurus uang. Yang diprihatinkan bacaan hari ini adalah bahwa kita para murid Yesus dalam mengurus Kerajaan Allah tidak secerdik mereka dalam mengurus uang. Itu yang mengecewakan Yesus! Semoga kita tidak salah prioritas, dan tetap fokus menempatkan Allah dalam puncak hierarki nilai dalam hidup kita sehari-hari. (warindra)

Pertemuan Paguyuban Ketua Lingkungan September 2019

Pengantar Romo Vincentius Suparman, Pr

Pertemuan dibuka dengan pengantar dari romo Vincentius Suparman, Pr yang menyampaikan bahwa gereja membutuhkan satu orang satpam untuk menjaga gereja dari pagi sampai sore hari.  Dan untuk pemberian gaji bagi satpam tersebut dapat diambilkan dari uang parkir dimana setiap 25% dari hasil parkir di serahkan ke gereja.

Romo juga menyampaikan perlunya pengelolaan uang parkir yang lebih baik lagi.  Romo juga menyampaikan perlunya mencari ruangan untuk kesehatan, terutama jika ada umat yang sakit saat mengikuti misa.

 

Sosialisasi Panitia HUT Paroki , Natal dan Tahun Baru

Dalam pertemuan ketua lingkungan (kaling), panitia HUT Paroki, Natal dan Tahun Baru yang diwakili oleh bapak Seno, ketua wilayah III menyampaikan progress persiapan dari panitia.

Diawal disampaikan bahwa presentasi kali ini lebih fokus pada persiapan hari paroki yang ke-54 yang mengambil tema “Kamu Harus Memberi Mereka Makan”. Pertama-tama disampaikan susunan panitia, dimana dimunculkan PIC untuk masing-masing perayaan, agar dalam bekerja dapat lebih fokus dan terencana dengan baik.

Dilanjutkan dengan pemaparan anggaran hari paroki secara terperinci kepada romo, dewan paroki dan ketua lingkungan yang hadir di pertemuan malam itu.

Dalam hal pendanaan, panitia akan mengajukan kepada dewan paroki, selain itu juga mengupayakan dengan cara yang baru, yaitu menyelipkan amplop donasi di buku panduan misa, dengan harapan umat yang hadir dalam misa berkenan untuk memberikan sedikit donasi dan dimasukan dalam amplop.

Setelah misa usai, amplop dalam kondisi isi atau  kosong dimasukan ke dalam kotak yang sudah disediakan oleh panitia.  Hasil dari donasi akan di umumkan  di minggu berikutnya, sebagai bentuk pertanggung jawaban dari panitia.

 

Untuk rangkaian acara HUT Paroki adalah sebagai berikut

  1. Workshop Photocaption

Workshop diselenggarkan karena adanya keprihatinan dari Komsos melihat banyaknya share photo, video yang tidak menyertakan caption dan tidak jelas sumbernya, dan pelatihan ini bertujuan untuk mengajak umat menjadi pewarta melalui gadget yang dimiliki berupa photocaption.

Diselenggarkan pada

Hari                   : Minggu

Tanggal              : 3 November 2019

Pukul                 : 09.00 WIB

Tempat              : Aula

Moderator          : Komsos Kevikepan DIY

 

  1. Kerja Bakti Bersih-bersih Gereja

Kerja bakti bersama perwakilan dari lingkungan-lingkungan yang ada di paroki Jetis untuk membersihkan gereja,halaman dan pasturan.

Untuk tehnis pembagian area ditentukan oleh panitia.

Diselenggarakan pada

Hari                        : Sabtu

Tanggal                 : 9 November 2019

Pukul                     : 09.00 WIB

 

  1. Festival Dolanan Tradisional

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan permainan tradisional yang selama ini sudah tergerus arus perkembangan zaman. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kreativitas dan mengasah gerak motorik anak ketika merangkai permainan tersebut.

Kegiatan ini memiliki tujuan untuk menyatukan seluruh jenjang usia di paroki, membebaskan semua gap-gap yang ada, dan menciptakan suatu harmoni dalam kebersamaan merayakan ulang tahun paroki tercinta.

Mengundang seluruh umat (anak-anak hingga dewasa) untuk terlibat aktif dan bersatu dalam pagelaran permainan tradisional.

Permainan tradisional tersebut sifatnya ada permainan rakitan, sehingga individu yang terlibat dalam permainan tersebut harus belajar untuk merakit terlebih dahulu, sebelum memainkannya.

Bagi OMK dan umat usia dewasa, permainan ini merupakan sarana untuk bernostalgia dan berdinamika bersama.

Disediakan hadiah bagi yang memiliki poin tertinggi di setiap permainan

Diselenggarakan pada

Hari                       : Minggu

Tanggal                 : 10 November 2019

Pukul                     : 09.00 – 12.00 WIB

Tempat                  : Halaman seputaran gereja dan tempat parkir

 

  1. Lomba Merias Suami Istri

Setiap lingkungan mengirmkan satu pasang dan membawa peralatan sendiri.  Disedikan hadiah bagi pemenang.

Diselenggarakan pada

Hari                       : Minggu

Tanggal                 : 10 November 2019

Pukul                     : 09.00 – 10.00 WIB

Tempat                   : Aula

 

  1. Kenduri

Panitia menyediakan 100 paket kenduri, berupa sembako. Mengundang dewan harian,kaling, umat dan warga sekitar gereja

Diselenggarakan pada

Hari                       : Kamis

Tanggal                 : 14 November 2019

Pukul                     : 16.30  WIB

Tempat                  : Aula

 

  1. Perayaan Ekaristi Hut Paroki ke-54

Misa akan dipimpin oleh romo Andrianus Maradiyo, Pr, romo Vincentius Suparman, Pr, romo Ambrosius Heri Krismawanto, Pr.  Akan ada perarakan persembahan gunungan sembako sebagai wujud kepedulian gereja terhadap umat yang membutuhkan.

Diselenggarakan pada

Hari                       : Minggu

Tanggal                 : 17 November 2019

Pukul                     : 07.00  WIB

Tempat                  : Gereja

 

  1. Nasi kuning pesta umat

Setiap lingkungan diharapkan untuk membuat nasi kuning sebanyak 50 bungkus, yang akan diberikan kepada umat setelah misa HUT.

 

  1. Wawan hati dan pemberian sembako

Saat presentasi pemberian sembako, pak Seno menyampaikan bahwa, panitia menyediakan sembako sejumlah 120 paket yang akan diberikan kepada umat paroki Jetis yang membutuhkan.  Wujud dari sembako tersebut berupa beras, minyak goreng, mie telor, teh dan gula.

Panitia juga membuka pintu bagi umat yang akan memberikan sumbangan sembako yang nantinya diberikan kepada yang membutuhkan.

Disampaikan juga pada pertemuan jumlah umat yang membutuhkan di masing-masing lingkungan, diharapkan data tersebut dapat sebagai dasar ketua lingkungan menentukan umat yang akan diberikan sembako.

Umat yang akan diberikan sembako, oleh panitia akan diberikan undangan khusus untuk menghadiri misa syukur HUT Paroki serta wawan hati, dan didalamnya terdapat voucher untuk penukaran sembako.

 

Disampaikan juga oleh panitia sekilas kegiatan Natal, diantaranya adalah

  1. Pembuatan goa Natal berbahan botol plastik

Panitia Natal akan membuat goa berbahan botol platik bekas air mineral, diperkirakan untuk membuat goa tersebut dibutuhkan 2000 botol bekas, untuk itu panitia mengharapkan peran serta dari umat paroki Jetis dengan memberikan botol air mineral bekas ukuran 600ml.  Untuk hari senin-jumat botol dapat dikumpulkan di depan sekretariat paroki, sedangkan untuk hari sabtu dan minggu, panitia menyediakan tempat untuk mengumpulkan botol.

  1. Lomba membuat pohon natal berbahan barang bekas

Panitia jug amenyelenggarakan lomba membuat pohon Natal dengan barang bekas, p[ohon tersebut dibuat di masing-masing lingkungan dan akan dipajang di seputar gereja.

  1. Lomba membuat profil lingkungan

Lomba ini bertujuan untuk mengangkat kembali profil lingkungan yang kemudian diupload ke website parokijeti.com.

Adapun isi dari profil tersebut  antara lain :

  • Sejarah lingkungan
  • Nama pelindung terdiri dari pemilihan nama pelindung, dan mengenal nama santa pelindung.
  • Batas-batas lingkungan
  • Demografi umat (data didapatkan dari litbang paroki)
  • Visi dan Misi lingkungan
  • Susunan pengurus lingkungan 2019-2021
  • Program kerja
  • Kegiatan lingkungan
  • Galeri foto kegiatan lingkungan
  1. Lomba menyanyi, menggambar dan mewarnai

Lomba menyanyi ini ditujukan untuk anak-anak PIA dan PIR. Akan dipikirkan kembali untuk pembagian kategori. Lomba ini ditujukan untuk apresiasi serta mencari bibit potensi dari anak-anak di bidang musik.

Lomba menggambar dan mewarnai ditujukan sebagai sarana apresiasi dan pengembangan potensi anak-anak dibidang seni.

 

Bidang Rumah Tangga, Bapak Felix Pamungkas

Karena gereja belum mendapatkan koster pengganti, maka bapak Pamungkas melemparkan wacana kepada para kaling jadwal bersih-bersih untuk lingkungan.

Bendahara Gereja

Bapak Sarwono menyampaikan laporan keuangan gereja.

 

Ditulis oleh : Agustinus Suseno

Foto oleh : Agustinus Suseno

Menjadi Tua Adalah Berkat, Perayaan Ekaristi Syukur Adiyuswa 2019

Persekutuan Doa Pembaruan Karismatik Katolik (PDPKK) Paroki St. Albertus Agung Jetis Yogyakarta menyelenggarakan Perayaan Ekaristi Syukur Adiyuswa/lansia dengan mengambil tema “Menjadi Tua adalah Berkat.”

Usia senja tidak menghalangi semangat para umat lansia untuk menghadiri perayaan Ekaristi Lansia sekaligus pemberian Sakramen Minyak Suci di Gereja St. Albertus Agung Jetis pada hari Kamis, 19 September 2019 pukul 17.00.

Kerjasama yang baik terlihat mulai dari tepi jalan, dimana PAMJA, PAM Pengamanan Gereja membantu mengatur lalu lintas dan menyeberangkan umat yang hadir ke gereja Paroki Jetis.  Kemudian tim Liturgi yang terdiri dari OMK membantu para lansia mencari tempat duduk.

Terhitung sebanyak 400 umat yang mendaftar dan hadir dalam perayaan tersebut. Sebelum Ekaristi dimulai, panitia mengajak seluruh umat untuk menyanyikan lagu para liturgi yang berjudul Hidup Ini adalah Kesempatan. Dalam menyanyikan lagu tersebut, umat diajak untuk mensyukuri anugerah Tuhan yang selama ini telah diberikan, sehingga para lansia memiliki usia yang panjang dan mampu hadir dalam perayaan Ekaristi tersebut. Hal ini sejalan dengan tema yang digagas oleh panitia, yaitu “Menjadi Tua adalah Berkat”.

 

 

Misa dipimpin oleh Romo Vincentius Suparman, Pr. dan Romo Antonius Rato Zada, CSsR, dan dimeriahkan dengan paduan suara dari alumni Kursus Penginjilan Pribadi (KPP).

Perayaan berlangsung begitu khidmat dan penuh dengan sukacita. Dalam pembukaan khotbahnya, Romo Parman mengajak para umat untuk berdiri dan bernyanyi bersama lagu Di Sini Senang Di Sana Senang sambil berjoget, umat lansia sangat antusias dalam menanggapi ajakan Romo tersebut.

Seusai bernyanyi, umat kemudian kembali duduk dan Romo menyampaikan bahwa hendaknya para lansia bersukacita sebab Allah sudah memberi berkat kehidupan yang sangat baik, sehingga dapat dijalani dan dinikmati dinamikanya hingga hari ini.

Dalam homiliya romo Vincentius Suparman, Pr mengatakan Sepuh bisa berarti Asepe Ampuh yang berarti menjadi orang tua mesti berhati-hati dalam berbicara.

Beliau juga menambahkan bahwa perayaan penerimaan minyak suci pada hari ini dilakukan sebagai wujud kepedulian Gereja kepada umat. Gereja mewujudkan cinta kasih Allah dengan tanda kesucian yang diberikan lewat minyak suci, agar para umat yang menerimanya diampuni dan diselamatkan dari dosa.

Selain itu, Romo Parman juga menyampaikan bahwa menjadi tua itu berkat, bukan hanya SUDAH menjadi berkat, namun TETAP menjadi berkat. Harapannya agar para lansia senantiasa menjadi berkat bagi keluarga, dan orang-orang disekitarnya, serta tetap menjadi pendoa yang setia apabila kelak sudah dipanggil oleh Tuhan.

Setelah homili, kedua Romo menerimakan Sakramen Minyak Suci kepada umat, yang diiringi oleh lagu Syukur Kepada-Mu Tuhan, sebagai ungkapan syukur karena umat lansia telah dibebaskan dari dosa.

Usai misa, panitia telah menyediakan suguhan bagi para umat berupa Jenang Sum-sum, yang dibagikan di sepanjang lorong Gereja.

 

Ditulis oleh : Beta Amorrista & Agustinus Suseno

Foto oleh : Beta Amorrista

Komsos Jetis “Mabur” Jilid 2 di Paroki Nandan

Setelah 2 bulan lalu bertemu, KOMSOS Kevikepan DIY pada bulan September ini melanjutkan tema pelatihan sebelumnya. Benar ! Kami diajari menerbangkan drone, JILID 2 !

Pertemuan rutin KOMSOS Kevikepan DIY yang diadakan setiap 2 (dua) bulanan ini bertempat di Joglo Antonio – Paroki St. Alfonsus de Liguori Nandan. Sekitar pukul 11.00 acara dimulai.

Pertemuan dibuka dengan doa bersama yang dipimpin oleh bruder Albert dari Paroki Nandan. Setelahnya, sambutan dari Bapak Sigit selaku ketua bidang pewartaan Paroki Nandan.

Beliau menyampaikan bahwa ladang yang harus dituai itu luas namun pekerja hanya sedikit. Dengan segala keterbatasan yang ada saat ini, anak-anak muda harus berani terlibat dan terjun berorganisasi, membangun Gereja Katolik.

Lalu bapak Agustinus Suseno selaku ketua KOMSOS Kevikepan DIY memberikan sambutan. Harapan pak Seno agar semua peserta pertemuan pada siang hari ini bisa menikmati pelatihan. Memanfaatkan kemajuan dunia IT untuk menjadi pewarta di tengah-tengah Gereja Katolik. Yang paling penting, buang jauh ketakutan kalau-kalau drone rusak oleh peserta, anak muda harus berani berkarya.

Pelatih kami siang ini sangat spesial yaitu Mas Wawan, Mas Tatang & Mas Deddy (Paroki Santa Perawan Maria Tak Bercela Nanggulan, Kulon Progo), serta Mas Adrian (Paroki  Santo Petrus & Paulus Minomartani, Sleman). Mengenai drone, mereka berempat jagonya !

Briefing singkat pertama-tama dibawakan oleh Mas Adrian di Joglo Antonio. Sekitar 30 menit kemudian, kami langsung praktek menerbangkan drone.

Kemudian peserta dibagi menjadi 4 kelompok kecil untuk selanjutnya diberikan arahan serta briefing singkat cara mengoperasikan drone.

Sesi berikutnya peserta dan pelatih menuju ke lapangan sepakbola CSsR yang berada di sisi utara gereja Paroki Nandan.  Setiap peserta dipersilahkan untuk mencoba mengoperasikan dan mengendalikan drone.

Di antara para peserta yang berjumlah sekitar 50 orang, juga ada peserta spesial, 3 orang rohaniwan mengikuti pelatihan tersebut, yaitu suster Luiza PI, suster Pasifica dan bruder Albert FIC.

Oya, suster juga ikut nge-drone lho !

 

Berikut ini foto-foto dan video kegiatan KOMSOS Kevikepan DIY. Klik >>> GALERI FOTO

Setelah 1,5 jam berlalu dan semua peserta telah merasakan menjadi pilot drone, acara dilanjutkan dengan evaluasi di Joglo Antonio.

Saat sesi evaluasi, suster Luisa PI selaku Prompang Muperkas memberikan pengumuman, bahwa Prompang Kevikepan DIY akan menyelenggarakan Live In Panggilan bagi rekan-rekan OMK, terutama yang masih duduk di bangku SMA/SMK selama dua hari, pada tanggal 11-13 Oktober 2019.

Dari hasil pelatihan ini para anggota dan pemerhati Komsos Kevikepan DIY semakin bersemangat dalam melayani dan mewartakan melalui karya-karya mereka sebagai Komsos paroki.  Sampai bertemu kembali di bulan November, dalam pelatihan video editing.

Besar harapan kami umat Paroki Jetis terutama kaum muda juga banyak yang mengikuti pelatihan-pelatihan seperti ini di kemudian hari. Daftar jadi anggota Komsos disini yuk biar bisa seru-seruan bareng ! >>> DAFTAR ANGGOTA KOMSOS JETIS

 

 

Penulis & Foto : Frans

Renungan Mingguan 15 September 2019

Sabda Tuhan Hari Ini 15 September 2019, Lukas 15:1-10

Doa: Tuhan Yesus, bukalah pintu hatiku. Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.

 

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”

Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?

Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetanggan serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”

“Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?

Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”

 

MENEMUKAN YANG HILANG

Anda tentu pernah mendengar cerita bijak tentang buli-buli berisi uang emas. Meski banyak versi dan variannya, intinya sama. Kisahnya tentang seseorang yang miskin, ketemu peri di hutan, lalu boleh mengajukan permintaan kepada peri itu. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, ia segera mengucapkan keinginannya menjadi kaya. Peri itu menyanggupi.

Ia diminta pulang, dan bakal menjumpai tujuh buli-buli di bawah balai-balainya, penuh berisi uang emas. Ia segera bergegas pulang dan menemukan tujuh buli-bulinya, tetapi ternyata ada satu buli-buli yang isinya tidak penuh. Ada kurangnya sedikit.

Ia kecewa, dan merasa  ada yang kurang. Sejak itu ia bekerja keras, agar buli-bulinya segera penuh. Tapi, uang emas tak sedikit nilainya. Ia harus bekerja amat keras, sampai melupakan keadaan dirinya, anak-istrinya, dan menjadi orang yang amat hemat serta kikir. Ia salah menyikapi uang emasnya. Bukannya memanfaatkan yang ada, malah mencari kurangnya, dan menjadi tamak.

 

Gembala yang kehilangan satu domba dan perempuan yang kehilangan dirhamnya pun merasa ada yang kurang. Apakah Ia juga jadi tamak dengan mencari yang hilang, dan justru tidak mendayagunakan yang masih tinggal? Pesan kisahnya berbeda. Kisah gembala dan perempuan itu mau menekankan segi kegembiraannya saat mereka menemukan yang hilang.

Bukan soal ketidakrelaan kehilangan dan terobsesi mendapatkan kembali oleh karena ketamakan. Pencariannya itu pun justru didasari cintanya pada yang hilang. Tentu saja yang hilang itu bukan sekadar domba dan dirham, karena kisah ini hanya metafor cinta Allah pada kita yang suka menghilang. Ia mencari karena mencintai, dan betapa gembiranya manakala kita ditemukan atau pulang kembali. (warindra)

Renungan Mingguan 8 September 2019

Sabda Tuhan Hari Ini 8 September 2019, Lukas 14:25-33

Doa: Tuhan Yesus, bukalah pintu hatiku. Bersabdalah, ya Tuhan, hamba-Mu mendengarkan.

Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:

“Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?

Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.

Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?

Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

 

MEMBUAT PERTIMBANGAN

Membuat pertimbangan, itu yang mau ditekankan Yesus dalam bacaan hari ini. Kalau sudah membuat pertimbangan cermat, ambillah keputusan. Kalau sudah mengambil keputusan, jangan leda-lede. Mungkin, begitu pesan yang mau disampaikan.

Bacaan hari ini tentu tidak bermaksud menyampaikan syarat mengikuti Yesus antara lain dengan membenci ayah, ibu, istri, anak, dan seterusnya. Bagaimana mungkin, mengikuti Yesus yang mengajarkan soal kasih, orang mesti lebih dahulu membenci orang-orang yang selama ini dicintainya?

Kata membenci sebagai hasil terjemahan dalam bahasa Indonesia memang tak menggambarkan isi yang dimaui. Kata itu mesti mendapat penjelasan. Pengaruh gaya bahasa Ibraninya masih amat kuat. Bahasa Ibrani tidak mengenal perbandingan yang satu lebih dari yang lain.

Dalam konteks bahasa budaya setempat kata itu mesti dipahami bahwa seseorang yang mau mengikuti Yesus mesti meninggalkan ayah, ibu, istri, anak, dan seterusnya, dengan segera meninggalkan mereka. Jangan lagi menjadikan mereka sebagai gangguan dalam mengikuti Yesus.

Meski tidak diminta membenci mereka, perintah ini pun termasuk keras. Karenanya Yesus meminta kita membuat pertimbangan dulu sebelum mengambil keputusan. Dicontohkan, orang yang mau membangun menara, mesti duduk dulu menghitung biaya, agar ia bisa menyelesaikan pembangunannya. Tidak macet di tengah proses.

Atau, seorang raja yang hendak pergi berperang, mesti duduk dulu menghitung kekuatan lawan, agar bisa mengambil keputusan tepat. Kalau mampu mengalahkan, dengan kekuatan berapa pasukan. Kalau tidak, segera negosiasikan syarat perdamaian.

Sebelum mengikuti Yesus, renungkan dulu, apakah sanggup memenuhi syarat yang diajukan-Nya. Kalau sanggup, jalani dengan setia, loyal, radikal, jangan plin-plan.

(warindra)

You cannot copy content of this page