Surat Edaran Perpanjangan Masa Darurat Peribadatan Keuskupan Agung Semarang

Sudah 3 bulan kita berada dalam masa tanggap darurat karena wabah virus corona atau COVID-19. Berbagai upaya sudah kita lakukan untuk menghadapi dan mengatasi wabah ini beserta dampak-dampaknya.

Upaya untuk melindungi diri, keluarga, dan masyarakat senantiasa kita lakukan dengan menjaga stamina dan menjalani pola hidup bersih dan sehat (antara lain: cuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer, memakai masker, mengonsumsi asupan makanan
secara cukup, olahraga).

Tonton Juga :

Pastor Kok Tandur ?!

“Jaga jarak fisik” (physical distancing) pun tiada hentinya kita lakukan, antara lain dengan membatasi atau bahkan meniadakan perjumpaan-perjumpaan dengan banyak orang. termasuk perayaan peribadatan di gereja dan kapel.

Berbagai terobosan gerakan solidaritas dan kepedullan juga sudah kita siasati guna membantu saudara-saudari kita yang terdampak oleh COVID-19 ini, misalnya dengan berbagi sarana kesehatan, makanan slap santap, bahan makanan, dan menyediakan lumbung pangan, serta menanam tanaman sayuran dan memelihara ternak.

Baca Juga :

Peduli Lawan Pandemi Covid-19 Jilid 1

Peduli Lawan Pandemi Covid-19 Jilid 2

Peduli Lawan Pandemi Covid-19 Jilid 3

Kita tetap bersyukur seraya memohon agar Tuhan senantiasa menyertai, menolong, dan
memberkati kita, hingga tetap mampu bertahan dalam kondisi sekarang ini dan dengan setia melakukan tanggung jawab kita masing-masing. Semoga semua upaya tersebut menjadi korban persembahan yang berkenan kepada Tuhan.

Kita belum tahu kapan situasi dan kondisi ini akan berlalu. Pemerintah kita juga belum secara definitif memutuskan kapan masa tanggap darurat wabah virus corona ini akan diakhiri.

Oleh karena itu sambil menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat dan Daerah, kita akan meneruskan usaha-usaha penanggulangan ini, antara lain dengan memperpanjang masa darurat peribadatan.

Selama masa perpanjangan ini, kita akan menjalankan ketentuan-ketentuan dalam Surat Edaran Nomor 0412/A/10/20-21, tanggal 26 April 2020, termasuk dalam hal peribadatan.

Perpanjangan masa darurat peribadatan ini akan berlaku mulai 1 Juni 2020 sampai dengan ada keputusan baru dari kami, dengan tetap memperhatikan dan mengindahkan kebijakan Pemerintah.

Tuhan senantiasa menyertal, menolong, dan memberkati kita. Selamat berkarya dan Berkah Dalem.

Semarang, 25 Mei 2020

Robertus Rubiyatmoko
Uskup Keuskupan Agung Semarang


.
.

Renungan Mingguan 31 Mei 2020 – Hari Raya Pentakosta

Injil Tuhan Hari Ini 31 Mei 2020, Yoh 20:19-23

Seperti Bapa telah mengutus Aku, kini Aku mengutus kamu. Terimalah Roh Kudus.

Setelah Yesus disalibkan, pada malam pertama sesudah hari Sabat, berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi.

Pada waktu itu datanglah Yesus, berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Dan sesudah berkata demikian, Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

Maka kata Yesus sekali lagi, “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Yesus mengembusi mereka dan berkata, “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Yesus yang bangkit menampakkan diri pada para murid. Pada saat menampakkan diri, Yesus menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya. Pada saat itu para murid bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Artinya, Yesus dikenali dari luka-luka-Nya. Pengenalan akan Yesus seperti ini membuat kita harusnya bermenung bahwa dengan melihat luka-luka dan penderitaan sesama, kita sedang melihat Tuhan. Keberanian kita untuk menyentuh luka dan penderitaan merupakan bentuk kontak dengan Tuhan.

Saat ini, kita hidup di dunia yang terluka. Banyak manusia terluka; baik secara fisik maupun batin. Banyak orang yang dikhianati, dilecehkan, dibohongi, dll. Dan semua hal itu menciptakan luka. Luka itu menimbulkan banyak gejolak. Sehingga tidak heran jika sehari-hari kita sering menyaksikan banyak orang yang mudah tersinggung, selalu menaruh curiga pada orang lain, tidak percaya dengan kinerja orang lain, saling bertengkar, dst.

Kesadaran akan situasi ini seharusnya menjadi sebuah peluang bagi kita untuk mengalami Tuhan. Namun sayangnya, kita sering menjadi pribadi yang tidak betah dengan penderitaan, tidak kuat menahan luka. Banyak praktik kegelapan, budaya instan, kekerasan, yang terjadi sebagai tanda bahwa kita belum sanggup mengalami Tuhan.

Roh Kudus yang diberikan oleh Yesus kepada kita adalah sebuah modal dan kekuatan agar kita bisa terjun di tengah dunia yang terluka itu; mengalami Tuhan serentak menyadarkan orang tentang kehadiran Tuhan. Semoga kita selalu percaya dengan kekuatan daya Roh Kudus.

Ya Allah, melalui Roh Kudus Engkau memberikan kepada kami kekuatan untuk memasuki dunia yang terluka, untuk mengalami kehadiran-Mu serentak menyadarkan agar orang-orang dapat mengalami kasih-Mu. Kami mohon berilah kami keberanian untuk masuk dan membawa sukacita dan harapan di tengah-tengah dunia yang terluka ini. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2020, OBOR Indonesia

Panduan Misa Online Hari Raya Pentakosta & Penutupan Bulan Maria – Mei 2020

misa online hari raya pentakosta

Misa Online Hari Raya Pentakosta & Penutupan Bulan Maria 2020


“Paroki St. Albertus Agung Jetis” – 31 Mei 2020 – Pukul 19.30 WIB

IKUT MISA ONLINE

DOWNLOAD PANDUAN

RITUS PEMBUKA

Nyanyian Pembuka: Datanglah Ya Roh Pencipta (PS 565)

Tanda Salib dan Salam

Pengantar

Seruan Tobat

P   Tuhan Yesus Kristus, Engkau mengutus Roh Kudus, pemberi hidup Gereja-Mu.

Tuhan, kasihanilah kami.

U   Tuhan, kasihanilah kami.

P   Engkau mengutus Roh Kudus, untuk memberikan kuasa mengampuni dosa kepada gereja-Mu.

Kristus, kasihanilah kami.

U   Kristus, kasihanilah kami.

P   Engkau mengutus Roh Kudus, Roh Kebenaran, untuk memberikan kesaksian tentang diri-Mu.

Tuhan, kasihanilah kami.

U   Tuhan, kasihanilah kami.

Madah Kemuliaan (didaraskan)

Doa Pembuka

P Marilah berdoa. (hening sejenak)

Ya Allah, bukalah hati kami untuk menerima Roh Kudus-Mu. Semoga, dengan karunia-karunia-Nya, hidup kami sungguh diperbaharui sehingga kami tetap bersatu padu membangun Gereja-Mu yang satu, kudus, katolik, dan apostolik, kendati masing-masing dari kami menerima karunia yang berbeda-beda. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa.

U  Amin.

LITURGI SABDA

Bacaan Pertama – Kis. 2:1-11

L Pembacaan dari Kisah Para Rasul

Mereka penuh dengan Roh Kudus dan mulai berbicara

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang yang percaya akan Yesus berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah di mana mereka duduk. Lalu tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus. Lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diilhamkan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikataka. Waktu itu di Yerusalem berkumpul orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena masing-masing mendengar rasul-rasul itu berbicara dalam bahasa mereka. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata, “Bukankah semua yang berbicara itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita? Kita orang Partia, Media, Elam, kita penduduk Mesopotamia, Yudea dan kapadokia, Pontus dan Asia, Firgia dan pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Ara; kita semua mendengar mereka berbicara dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan oleh Allah.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U    Syukur kepada Allah.

Mazmur (Ulangan 828)

Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan dan jadi baru seluruh muka bumi

  1. Allahku nama-Mu hendak kupuji, Engkau amat agung, berdandan sinar kebesaran.
  2. Ya Tuhan, berselubungkan cahaya, bagai jubah raja, langit Kau pasang bagai kemah.
  3. Firman-Mu disampaikan oleh angina, Api yang berkobar, tunduk pada-Mu baga hamba.

Bacaan Kedua – 1Kor. 12:3b-7.12-13

L Pembacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus

Kita semua telah dibabtis dalam Roh Kudus menjadi satu tubuh

Saudara-saudara, tidak seorang pun dapat mengaku, “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus. Ada rupa-rupa pelayanan, tetapi hanya ada satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu; dialah yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan pernyataan Roh untuk kepentingan bersama. Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab kita semua, baik Yahudi maupun Yunani, baik budak maupun orang merdeka, telah dibabtis dalam satu Roh menjadi satu tubuh, dan kita semua diberi minum dari satu Roh.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U   Syukur kepada Allah.

Madah Pentakosta (Sekuensia)

  1. Ya Roh Kudus datanglah, dari surga sinarkan pancaran cahaya-Mu.
  2. Suluh hati, datanglah, Bapa kaum yang lemah, pemberi anugerah.
  3. Kau penghibur ulungku, Kau sahabat jiwaku, penyejukku yang lemb
  4. Kausegarkan yang lelah, Kau tenangkan yang resah; Kau melipur yang sendu.
  5. Cahaya yang cerah, datang dan penuhilah hati kaum beriman.
  6. Tanpa kekuasaan-Mu, hampa daya umat-Mu; hanya noda adanya.
  7. Yang cemar bersihkanlah, yang gersang siramilah, yang terluka pulihkan.
  8. Yang keras lunakkanlah, yang beku cairkanlah, yang sesat arahkanlah.
  9. Limpahilah umat-Mu yang percaya pada-Mu: sapta karunia-Mu.
  10. Dan curahkan anugerah; akhir hidup bahagia sukacita tak henti.

Bait Pengantar Injil (Alleluya 964) 

S    Alleluia

U   Alleluya

S    Datanglah, hai Roh Kudus, penuhilah hati kaum beriman dan nyalakanlah api cinta-Mu di dalam hati mereka.

U   Alleluya

Bacaan Injil – Yoh. 20:19-23

P Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Yohanes.

U    Dimuliakanlah Tuhan.

P  Setelah Yesus disalibkan, pada malam pertama sesudah hari Sabat, berkumpullah murid-murid Yesus di satu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus, berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Dan sesudah berkata demikian, Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi, “Damai sejahtera bagi kamu!” Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Yesus menghembusi mereka dan berkata, “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U    Terpujilah Kristus.

Homili

Syahadat

Doa Umat

P    Allah Bapa Yang Mahabaik, bersama dengan Putra-Nya telah berkenan mengutus Roh Kudus kepada seluruh Gereja. Maka marilah kita bersyukur kepada Bapa dan berdoa.

L    Bagi Umat Allah – Ya Bapa, hiburlah dan gembirakanlah hati umat-Mu dengan Roh Kudu, Sang Penghibur. Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan.

U    Dan jadi baru seluruh muka bumi.

L     Bagi para pemimpin bangsa-bangsa – Ya Bapa, doronglah para pemimpin bangsa-bangsa, agar mengusahakan dan membina damai sejahtera serta kerukunan. Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan.

U     Dan jadi baru seluruh muka bumi.

L     Bagi mereka yang lemah – Ya Bapa, kuatkanlah mereka yang lemah, cairkanlah hati mereka yang beku, dan baharuilah mereka berkat kedatangan Roh-Mu. Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan.

U     Dan jadi baru seluruh muka bumi.

L      Bagi mereka yang terjangkit wabah Covid 19 – Ya Bapa, pandanglah kami semua dan seluruh warga dunia yang kini sedang menghadapi wabah virus Covid 19. Curahkanlah kasih-Mu atas kami. Bentengilah dan peliharalah kami agar segera terbebas dari serangan wabah ini. Sembuhkanlah Saudara-saudari kami yang sakit karena wabah ini dan dari pelbagai penyakit. Terimalah mereka yang telah meninggal dunia di dalam kemuliaan bersama-Mu dan menghibur serta meneguhkan iman keluarga yang ditinggalkan. Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan.

U     Dan jadi baru seluruh muka bumi.

L     Bagi kita sendiri – Ya Bapa, curahkanlah kembali kepada kami semangat yang telah kami terima dalam pembabtisan dan krisma, dan semoga kami semakin mendalami serta menghayati iman kami. Utuslah Roh-Mu, ya Tuhan.

U      Dan jadi baru seluruh muka bumi.

P      Allah Bapa yang mahakudus, berkat Roh Kudus yang ada dalam diri kami, kami      berseru kepada-Mu; “Ya Bapa”. Maka kabulkanlah permohonan kami dan utuslah Roh Kudus-Mu untuk menuntun langkah kami demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

U       Amin.

 

LITURGI EKARISTI

Persiapan Persembahan

P   Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahanMu, kami menerima roti yang kami siapkan ini, Inilah hasil dari bumi dan usaha manusia yang bagi kami akan menjadi roti kehidupan.

U   Terpujilah Allah selama-lamanya.

P   Terpujilah Engkau, ya  Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima anggur yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari pohon anggur dan dari usaha manusia yang bagi kami akan menjadi minuman rohani.

U   Terpujilah Allah selama-lamanya.

P   Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa.

U   semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.

Doa Persiapan Persembahan

P   Ya Allah, berkatilah persembahan diri kami dalam rupa roti dan anggur ini. Semoga Engkau mencurahkan Roh-Mu kepada kami sehingga kami dapat bersatu hati menghadap kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U   Amin.

Doa Syukur Agung

Dialog Pembuka

P   Tuhan bersamamu.

U   Dan bersama rohmu

P   Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan.

U   Sudah kami arahkan.

P   Marilah bersyukur kepada Tuhan, Allah kita.

U   Sudah layak dan sepantasnya.

Prefasi (Misteri Pentakosta)

P   Sungguh layak dan sepantasnya, ya Bapa yang kudus, Allah yang kekal dan kuasa, bahwa di mana pun juga kami senantiasa bersyukur kepada-Mu.

Sebab pada hari ini Engkau memahkotai Perayaan Paskah: Roh Kudus Engkau curahkan kepada umat yang Engkau satukan dengan Putra Tunggal-Mu dan Engkau angkat menjadi anak-anak-Mu.

Dialah yang melahirkan Gereja, Dialah yang memperkanlkan Engkau kepada segala bangsa, Dialah yang menyatukan aneka bahasa dalam pengakuan iman yang sama.

Maka, dilimpahi kegembiraan Paskah, bersukacitalah seluruh bumi. Segenap isi surga dan para malaikat pun melambungkan madah kemuliaan bagi-Mu.

Sambil tak henti-hentinya berseru/bernyanyi …

KUDUS (PS. 392)

Doa Syukur Agung (Doa Syukur Agung Ke-10)

KOMUNI

  • Bapa Kami Konvenas
  • Doa Damai
  • Anak Domba Allah (didaraskan)
  • Komuni (Doa/Nyanyian Komuni Spiritual)

DOA KOMUNI SPIRITUAL

Yesusku, aku percaya

bahwa Engkau hadir dalam Sakramen Mahakudus.

Aku mengasihi-Mu melebihi segala sesuatu,

dan aku merindukan Engkau dalam seluruh jiwaku.

Karena aku tidak dapat menerima-Mu secara sakramental saat ini,

maka datanglah ya Tuhan

sekurang-kurangnya secara rohani dalam hatiku,

meskipun Engkau selalu telah datang.

Aku memeluk-Mu dan ingin mempersatukan

seluruh diriku seutuhnya dengan-Mu,

dan jangan ijinkan aku terpisah dari-Mu.

Amin.

Doa Sesudah Komuni

P   Marilah kita berdoa

Ya Allah, kami bersyukur atas anugerah Sakramen keselamatan ini dan juga atas karunia Roh Kudus-Mu. Semoga kami selalu memelihara karunia-Mu itu dengan mengusahakan hidup rukun dan penuh cinta kasih sampai kami Kauperkenankan memandang kemuliaan wajah-Mu di surga. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U   Amin.

 

RITUS PENUTUP

Berkat

P   Tuhan bersamamu.

U   Dan bersama rohmu.

P   Saudara sekalian, Allah pangkal cahaya sejati, telah menerangi hati para murid dengan mencurahkan Roh Penghibur. Semoga Ia menggembirakan hati saudara dengan  berkat-Nya dan melimpahi saudara dengan karunia Roh Kudus.

U   Amin.

P   Semoga api Roh Kudus yang membakar hati para murid Yesus menyucikan hati Saudara dan menghalau segala kecenderungan jahat.

U   Amin.

P   Semoga Roh Kudus, yang mempersatukan aneka bahasa dalam pengakuan iman yang sama, membuat Saudara bertekun dalam iman dan karenanya kelak menikmati kebahagiaan yang Saudara harapkan.

U   Amin.

P   Semoga Saudara sekalian dilindungi, dibimbing, dan diberkati oleh Allah yang mahakuasa; Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus.

U   Amin,

Pengutusan

P   Saudara sekalian, Perayaan Ekaristi sudah selesai.

U   Syukur kepada Allah.

P   Marilah pergi kita diutus.

U   Amin.

Nyanyian Penutup (PS 630)

Renungan Mingguan 24 Mei 2020 – Minggu Paskah VII

Injil Tuhan Hari Ini 24 Mei 2020, Yoh 17:1-11a

Bapa, permuliakanlah Anak-Mu.

Dalam perjamuan malam terakhir Yesus menengadah ke langit dan berdoa, “Bapa, telah tiba saatnya: permuliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu mempermuliakan Engkau. Sama seperti Engkau telah memberi kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup, demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk Kulakukan. Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku, dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya.

Mereka tahu benar-benar bahwa Aku datang dari pada-Mu, dan mereka percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-Mu, dan segala milik-Mu adalah milik-Ku, dan milik-Ku adalah milik-Mu, dan Aku telah dipermuliakan di dalam mereka. Dan Aku tidak lagi ada di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Karya Allah yang paling besar adalah penebusan oleh Kristus, Putra Tunggal-Nya. Seluruh umat manusia di dunia ini telah ditebus oleh Kristus. Tapi tidak semua orang mengimani dan mengamini penebusan itu. Akibatnya, banyak orang yang berpikir bahwa jasa-jasa pribadinyalah yang membuatnya mengalami hidup kekal. Padahal hidup kekal itu pertama-tama merupakan anugerah ilahi, bukan terutama hasil dari usaha manusia.

Begitu banyak orang salah jalan, salah memahami, salah mengerti, salah mengambil keputusan, karena kurang mengenal Allah. Itulah sebabnya Yesus menyatakan bahwa hidup kekal itu dialami oleh mereka yang mengenal satu-satunya Allah yang benar dan mengenal Kristus yang telah diutus Allah.

Yang menjadi pertanyaan adalah, “Mengapa kita harus berbuat baik, harus berbuat kasih, harus berbuat benar? Bukankah itu akan menjadi sia-sia?” Tidaklah demikian. Perbuatan-perbuatan baik, kesalehan, amal kasih, ibadat/doa-doa kita, dll., merupakan ungkapan batin kita bahwa kita telah ditebus, bahwa kita telah masuk dalam hidup kekal itu.

Jika kita sungguh mengerti misteri hidup seperti ini, maka hidup kita masing-masing akan menjadi persembahan syukur yang tiada hentinya. Dengan demikian, bumi akan menjadi tempat bagi orang-orang untuk yang saling mempersembahkan diri sebagai ungkapan syukur atas rahmat penebusan dan hidup kekal itu.

Ya Bapa, terimalah semua arwah orang beriman dalam kehidupan kekal. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2020, OBOR Indonesia

Paus Fransiskus, Hidup Menjadi Cerita-Hari Komunikasi Sosial Sedunia Ke-54

paus fransiskus

Paus Fransiskus Berpesan

“Cerita yang baik supaya tidak tersesat. Cerita membangun bukan menghancurkan. Cerita yang menemukan kembali akar dan kekuatan untuk bergerak maju bersama.”

Memperingati Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-54

Tema : Hidup Menjadi Cerita, Menjahit Kembali Yang Putus dan Terbelah

“Supaya Engkau Dapat Menceritakan Kepada Anak Cucumu” (Kel 10:2)

Saya ingin mengkhususkan pesan tahun ini pada tema “Cerita”. Karena saya yakin, kita perlu menghirup kebenaran dari cerita-cerita yang baik supaya tidak tersesat. Itulah cerita yang membangun, bukan menghancurkan; cerita yang membantu menemukan kembali akar dan kekuatan untuk bergerak maju bersama.

Di tengah-tengah hiruk-pikuk suara dan pesan membingungkan, kita butuh cerita manusiawi yang bicara tentang diri sendiri dan segala keindahan di sekitar. Cerita
yang mampu memandang dunia dan peristiwa dengan penuh kelembutan. Yang bisa menceritakan, kita bagian dari permadani hidup dan saling terhubung. Cerita yang mengungkapkan jalinan benang yang menghubungkan kita satu sama lain.

1. Menenun Cerita

Manusia adalah makhluk pencerita. Sejak kecil tanpa disadari kita “lapar” akan cerita sebagaimana lapar akan makanan. Entah itu dongeng, novel, film, lagu, maupun berita; Inilah cerita-cerita yang mempengaruhi kehidupan. Kita sering memutuskan apa yang benar atau apa yang salah berdasarkan karakter/tokoh-tokoh dan cerita-cerita yang terekam. Cerita-cerita tersebut membekas dan mempengaruhi keyakinanserta perilaku kita. Lewat cerita-cerita itu, kita juga terbantu memahami dan mengetahui siapa diri kita sesungguhnya.

Manusia bukan hanya satu-satunya makhluk hidup yang membutuhkan pakaian untuk menutupi kerapuhannya (bdk. Kej 3:21). Ia juga merupakan satu-satunya makhluk yang perlu mengisahkan dan “mengenakan” pada dirinya cerita-cerita untuk menjaga hidupnya. Kita tak hanya menenun pakaian, tetapi juga menenun cerita. Ini karena sesungguhnya, kemampuan manusiawi untuk “menenun” (Latin: texere) tidak hanya mengacu pada kata “tekstil”, tetapi juga “teks”.

Berbagai cerita dari setiap masa memiliki sebuah “mesin tenun” umum yang selalu menampilkan sosok “para pahlawan” yang dapat mewujudkan mimpinya menghadapi situasi sulit, melawan kejahatan dalam kehidupan sehari-hari karena didorong oleh sebuah kekuatan yang membuat mereka berani, yaitu kekuatan cinta kasih. Dengan membenamkan diri kita dalam cerita-cerita itulah, kita dapat menemukan kembali motivasi-motivasi heroik untuk menghadapi berbagai tantangan dalam hidup.

Manusia adalah makhluk pencerita karena ia adalah makhluk yang berkembang, yang menemukan siapa dirinya. Ia juga diperkaya oleh berbagai jalan cerita dalam hari-hari hidupnya. Akan tetapi, sejak awal mula, cerita kita telah mendapatkan ancaman dari si jahat yang meliuk-liuk sepanjang sejarah.

2. Tidak semua Cerita Baik

“Jika kamu memakannya, kamu akan menjadi seperti Allah“ (bdk. Kej 3:4). Godaan ular ini menyisipkan simpul yang sulit dilepas dalam alur sejarah. “Jika kamu memiliki, kamu akan menjadi; kamu akan mendapatkan…”. Inilah pesan yang terus dibisikkan sampai hari ini oleh mereka yang menggunakan storytelling untuk mengeksploitasi. Ada banyak cerita yang membius dan meyakinkan bahwa untuk berbahagia kita harus terus menerus mendapatkan, memiliki dan mengonsumsi. Bahkan mungkin tanpa disadari kita rakus membicarakan hal buruk dan bergosip serta mengonsumsi banyak kisah kekerasan dan dusta.

Seringkali berbagai media komunikasi justru memproduksi cerita-cerita destruktif dan provokatif yang mengikis dan menghancurkan benang-benang yang rapuh dalam kehidupan bersama, daripada mengisahkan cerita-cerita konstruktif yang merekatkan ikatan sosial dan tatanan budaya. Media komunikasi juga kerap sekedar mengumpulkan aneka informasi yang tidak terverifikasi, mengulang-ulang obrolan sepele dan persuasif yang palsu, menyerang dengan ujaran kebencian. Semua sungguh tidak menenun sejarah manusia, melainkan menelanjangi martabatnya.

Cerita-cerita yang dimanfatkan untuk tujuan kekuasaan bakal berumur pendek. Berbeda dengan cerita yang baik yang mampu melampaui batas-batas ruang dan waktu. Cerita-cerita itu tetap aktual berabad-abad lamanya karena memberikan asupan dalam kehidupan.

Pada era di mana pemalsuan menjadi semakin canggih, bahkan mencapai tingkat eksponensial (seperti rekayasa materi digital), kita butuh kebijaksanaan untuk menerima dan menciptakan cerita-cerita indah, benar dan baik. Kita butuh keberanian menolak cerita palsu dan jahat. Kita butuh kesabaran dan penegasan rohani untuk menemukan kembali cerita-cerita yang membantu kita agar tidak kehilangan benang di antara banyaknya masalah sekarang ini. Sebuah cerita yang mengungkapkan kebenaran tentang siapa diri kita sesungguhnya. Dan banyak cerita kepahlawanan yang diabaikan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Cerita dari Segala Cerita – Paus Fransiskus

Kitab Suci adalah cerita dari segala cerita. Betapa banyaknya peristiwa, bangsa dan pribadi yang dikisahkan kepada kita! Ini menunjukkan, sejak awal, Allah adalah Sang Pencipta sekaligus Narator. Sungguh, Ia mengucapkan Sabda-Nya dan segala sesuatu ada (bdk. Kej 1). Melalui narasi yang dibuat-Nya, Allah memanggil segala sesuatu kepada kehidupan. Dan pada puncaknya Ia menciptakan laki-laki dan perempuan sebagai rekan dialog-Nya yang bebas, yang membuat sejarah bersamaNya. Dalam Mazmur, sang makhluk ciptaan berkata kepada Sang Pencipta: “Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, […]. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah” (Mzm 139:13-15). Kita tidak terlahir lengkap, tetapi kita harus “ditenun” dan “disulam” terus menerus. Kita telah diberi kehidupan sebagai sebuah undangan untuk terus menenun “keajaiban yang luar biasa” dalam diri kita.

Dalam pengertian ini, Kitab Suci adalah kisah cinta yang luar biasa antara Allah dan manusia. Di tengahnya ada Yesus. Kisah-Nya menggenapi Kasih Allah bagi manusia dan pada saat yang sama juga merupakan kisah cinta manusia kepada Allah. Dengan demikian manusia dipanggil, dari generasi ke generasi, untuk menceritakan dan menyimpan dalam memori berbagai episode yang paling penting dari cerita dari segala cerita ini, yang mampu untuk mengomunikasikan makna dari apa yang terjadi.

Judul Pesan tahun ini diambil dari Kitab Keluaran. Sebuah kisah mendasar alkitabiah yang melihat campur tangan Allah dalam cerita umat-Nya. Ketika anak-anak Israel yang diperbudak berseru kepada-Nya, Allah mendengar dan mengingat: “Allah mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka” (Kel 2: 24-25). Ingatan Allah membawa pembebasan dari penindasan yang datang melalui berbagai tanda dan keajaiban. Pada titik inilah Tuhan memberi Musa makna dari semua tanda: “Dan supaya engkau dapat menceritakan kepada anak cucumu tanda-tanda mukjizat mana yang telah Kulakukan di antara mereka, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah Tuhan!” (Kel 10:2). Pengalaman Keluaran mengajarkan bahwa pengetahuan tentang Allah diteruskan dari generasi ke generasi dengan menceritakan kisah bagaimana Ia terus membuat diri-Nya hadir. Allah Kehidupan dikomunikasikan dengan menceritakan kehidupan.

Yesus sendiri bicara mengenai Allah bukan dengan pidato yang abstrak, namun dengan perumpamaan cerita-cerita dan cerita singkat yang diambil dari kehidupan sehari-hari. Di sini hidup menjadi cerita. Dan bagi pendengar, cerita itu menjadi kehidupan dan memasuki kehidupan orang-orang yang mendengarkan dan mengubahnya.

Tidak mengherankan, Injil juga merupakan cerita. Ia menyampaikan informasi sekaligus “menunjukkan” kepada kita siapa Yesus dan membuat kita sesuai pada-Nya. Injil juga meminta pembacanya mengambil bagian dalam iman yang sama untuk berbagi kehidupan yang sama. Injil Yohanes mengatakan Narator yang sesungguhnya– Sang Sabda,– itu sendiri menjadi cerita: “Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menceritakan-Nya” (Yoh 1:18). Saya menggunakan istilah “menceritakan” karena kata dasar (Bahasa Yunani-red) exeghésato dapat diterjemahkan sebagai “mewahyukan” atau menceritakan”. Allah secara pribadi telah membuat diri-Nya terajut ke dalam kemanusiaan kita, yang memberi cara baru merajut cerita-cerita kita.

4. Sebuah Cerita yang Dibarui 

Cerita tentang Kristus bukanlah warisan masa lalu; melainkan cerita kita sendiri yang selalu aktual. Cerita ini menunjukkan Allah memberi perhatian mendalam kepada manusia, kedagingan dan sejarah kita, sampai Ia sendiri menjadi manusia, menjadi daging dan menjadi sejarah. Hal itu juga menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada cerita manusia yang tidak penting atau tidak bernilai. Sesudah Allah menjadi cerita, dalam arti tertentu, setiap cerita manusia merupakan cerita ilahi. Dalam cerita setiap orang, Bapa melihat kembali cerita tentang Putera-Nya yang turun ke bumi. Setiap cerita manusia memiliki martabat luar biasa. Karena itu, kemanusiaan layak mendapatkan cerita-cerita luhur, yang keluhurannya sungguh memesona seperti yang telah diangkat oleh Yesus.

“Kalian – sebagaimana ditulis oleh Santo Paulus – adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam di hati manusia” (2 Kor 3:3). Roh Kudus, cinta kasih Allah, menulis dalam diri kita. Dan selama Ia menulis, Ia menaruh hal-hal baik dan terus menerus mengingatkan kita akan hal itu. Sesungguhnya, mengingat (re-cordare) berarti membawa hati (Lat. cor), “menulis” di hati. Berkat karya Roh Kudus, setiap cerita, bahkan yang terlupakan, juga yang tampaknya ditulis pada garis yang paling bengkok sekalipun, dapat menjadi inspirasi dan dilahirkan kembali seperti sebuah karya agung; menjadi pelengkap Injil. Cerita yang dimaksud seperti Pengakuan-pengakuan Agustinus; Kisah Sang Peziarah oleh Ignasius; Cerita Sebuah Jiwa dari Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus; Pertunangan, dan seperti Saudara-saudara Karamazov. Cerita-cerita ini, seperti juga cerita-cerita lain yang tak terhitung jumlahnya, telah menggambarkan pertemuan antara kebebasan Allah dan kebebasan manusia dengan sangat mengagumkan. Tiap-tiap kita mengenal berbagai cerita Injil yang harum, yang telah memberikan kesaksian tentang cinta yang mengubah hidup. Cerita-cerita ini berseru-seru untuk dibagikan, diceritakan, dihidupi di setiap waktu, dalam setiap bahasa dan dengan segala cara.

5. Sebuah Cerita yang Membarui Kita

Cerita kita menjadi bagian dari setiap cerita agung. Ketika membaca Kitab Suci, kisah orang-orang kudus dan juga cerita-cerita yang mampu membaca jiwa manusia dan mengungkapkan keindahannya, Roh Kudus memiliki kebebasan menulis di dalam hati kita dan membarui diri kita, serta mengingatkan tentang siapa diri kita di mata Allah. Ketika kita mengingat cinta yang telah menciptakan dan menyelamatkan, ketika kita menaruh cinta ke dalam cerita-cerita kita setiap hari, dan ketika kita menenun jalan cerita sehari-hari kita dengan belas kasihan, maka kita akan berpindah ke halaman berikutnya.

Hendaklah kita tidak berhenti dengan penyesalan dan kesedihan, terikat pada kenangan menyakitkan yang memenjarakan hati. Melainkan membuka hati dan diri pada yang lain, pada visi yang sama dengan sang Narator. Menceritakan kisah kita kepada Allah tidak pernah sia-sia, meskipun riwayat peristiwa-peristiwa tidak berubah, tetapi makna dan perspektifnya akan berubah. Bercerita kepada Tuhan berarti masuk ke dalam tatapan cinta-Nya yang berbelas-kasih kepada kita dan orang lain. Kita bisa menceritakan kepada-Nya kisah-kisah yang kita jalani, membawa orang-orang dan mempercayakan berbagai situasi dalam kehidupan kita. Bersama-Nya, kita dapat menyimpul kembali jalinan kehidupan, menjahit kembali yang putus dan terbelah. Betapa kita membutuhkannya, semuanya! Dengan cara pandang Narator – satu-satunya yang memiliki cara pandang akhir – kita mendekatkan diri kepada para pemeran utama, kepada saudara dan saudari kita, para aktor yang berada bersama di dalam cerita kita hari ini. Ya, karena tidak ada seorang pun yang menjadi tambahan di panggung dunia dan cerita setiap orang terbuka pada perubahan yang mungkin terjadi. Bahkan ketika menceritakan keburukan, kita dapat belajar untuk memberikan ruang untuk penebusan. Di tengah-tengah keburukan, kita juga dapat mengenali kembali dinamisme kebaikan dan memberikannya ruang.

Karena itu, ini bukan berarti hanya sekedar mengikuti logika penceritaan (storytelling) atau mengiklankan diri, tetapi untuk mengingat siapa diri kita di hadapan Allah; Untuk memberi kesaksian akan apa yang ditulis oleh Roh Kudus dalam hati kita; Untuk
mengungkapkan kepada setiap orang bahwa cerita dirinya mengandung keajaiban yang luar biasa. Untuk dapat melakukan ini, marilah kita mempercayakan diri kepada seorang wanita yang telah merajut kemanusiaan Allah di dalam rahimnya, dan sebagaimana disampaikan dalam Injil, telah merajut segala peristiwa yang terjadi dalam hidupnya. Santa Perawan Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya (bdk. Luk 2:19). Marilah kita meminta bantuan kepada Sang Bunda, yang telah mengetahui cara melepaskan ikatan simpul-simpul kehidupan dengan kekuatan cinta yang lembut:

O Maria, perempuan dan Bunda, engkau telah menenun Sabda ilahi di dalam rahimMu, engkau telah menceritakan karya Allah yang luar biasa di sepanjang hidupmu.

Dengarkanlah cerita-cerita kami, simpanlah dalam hatimu dan jadikanlah milikmu sendiri, juga cerita-cerita yang tidak seorang pun mau mendengarkannya.

Ajarilah kami untuk mengenal kembali benang-benang baik yang memandu jalan cerita. Lihatlah kumpulan simpul-simpul kusut dalam hidup kami yang melumpuhkan ingatan kami. Dengan tanganmu yang halus, setiap benang kusut dapat dilepaskan.

O Wanita yang penuh Roh, Ibu yang penuh kepercayaan, berikanlah juga kami
inspirasi. Bantulah kami untuk membangun cerita-cerita perdamaian, cerita-ceritayang mengarah menuju masa depan. Dan tunjukkanlah kepada kami jalan untuk menghidupinya bersama.

 

Roma, di Basilika Santo Yohanes Lateran, 24 Januari 2020,
Peringatan Santo Fransiskus dari Sales
Paus Fransiskus

.
.

Jadwal Misa Online Hari Raya Kenaikan Tuhan 21 Mei 2020 Keuskupan Semarang

misa online hari raya kenaikan tuhan

Jadwal Misa Online Hari Raya Kenaikan Tuhan – Setiap tahun umat Katolik sedunia merayakan hari kenaikan Tuhan ke surga yang diperingati pada hari Kamis, pada hari ke-40 setelah Yesus bangkit dan merupakan 10 hari sebelum Pentakosta. 

Update Oktober 2020 :

Jadwal Misa Online Mingguan

Peristiwa Yesus terangkat ke surga disaksikan oleh para rasul selaku murid-murid Nya. Serta di dalam Kisah Para Rasul telah tertulis jelas bahwa

Sesudah Yesus mengatakan kata-kata terakhirnya, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka :

“Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” (Kisah Para Rasul 1:9-11)

Misa Online Hari Raya Kenaikan Tuhan disiarkan oleh Youtube Komsos KAS secara live streaming melalui Channel KOMSOS KAS dari Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci – Randusari bersama para romo Komunitas Pastoran Katedral Semarang & Kuria KAS dengan jadwal sebagai berikut :

Jadwal Misa Online
Hari Raya Kenaikan Tuhan
Live Streaming 2020 KAS


Rabu Sore & Kamis 20-21 Mei 2020

Rabu Pukul 18.00 WIB

Oleh Kuria Keuskupan Agung Semarang
dan para romo Komunitas Pastoran Katedral Semarang
KLIK:

Channel KOMSOS KAS

—————

Kamis  PAGI Pukul 08.00 WIB

Perayaan Ekaristi akan dipimpin
oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko & Kuria Keuskupan Agung Semarang KLIK:

Channel KOMSOS KAS
—–

Untuk melengkapi, beberapa paroki yang juga berada di lingkup Keuskupan Agung Semarang menyiarkan misa dari gerejanya masing-masing melalui Channel Youtube paroki mereka secara live streaming. Jadwal bisa dilihat dibawah ini.

Rabu Pukul 17.00 WIB (B. Jawa)

Oleh Paroki BORO
KLIK:

Channel Boro


Jadwal Misa Online Hari Raya Kenaikan Tuhan

KAMIS SORE Pukul 18.30 WIB

Oleh Paroki BACIRO
KLIK:

Channel Baciro

.

Renungan Mingguan 17 Mei 2020 – Minggu Paskah VI

Injil Tuhan Hari Ini 17 Mei 2020, Yoh 14:15‐21 

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain.

Pada perjamuan malam terakhir Yesus berkata kepada murid‐murid‐Nya, “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah‐Ku. Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, yaitu Roh Kebenaran, supaya Ia menyertai kamu selama‐lamanya, Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.

Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku akan datang kembali kepadamu. Tinggal sesaat lagi, dan dunia tidak akan melihat Aku lagi. Tetapi kamu melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup. Pada waktu itulah kamu akan tahu bahwa Aku ada di dalam Bapa‐Ku, bahwa kamu ada di dalam Aku, dan Aku ada di dalam kamu.

Barangsiapa memegang perintah‐Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa‐Ku, dan Aku pun akan mengasihi dia, dan akan menyatakan diri‐Ku kepadanya.”

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Kita meyakini bahwa hubungan kita dengan Allah adalah sebuah hubungan kasih sayang. Dalam arti itulah kesetiaan dan ketaatan kita kepada‐Nya muncul karena kita mengasihi Dia dan Dia mengasihi kita.

Jadi, dorongan untuk melakukan perintah‐Nya bukanlah dorongan yang muncul karena kita takut akan azab neraka, atau karena kita takut akan murka‐Nya. Sebaliknya dorongan itu muncul karena ada hubungan kemesraan antara kita dengan Dia. Hubungan itu terjalin seperti seorang anak yang mengasihi ayahnya atau ibunya. Seorang anak mau membelikan ibunya sebungkus tempe bukan karena takut esoknya tidak diberi uang saku. Dia melakukannya karena yang menyuruh itu adalah ibunya sendiri dan bukan orang lain.

Apa beda antara taat karena mencintai dan taat karena takut? Ketaatan yang muncul karena mencintai adalah ketaatan yang konsisten. Ketaatannya tidak hanya berhubungan dengan kebutuhannya. Sedangkan ketaatan yang muncul karena takut adalah ketaatan yang musiman, atau tergantung kebutuhan; misalnya berdoa kalau lagi butuh bantuan Allah, atau ke Gereja hanya kalau lagi ada intensi tertentu.

Tanda kasih Yesus pada kita, para murid‐Nya, adalah dengan hadirnya Roh Kudus. Dialah yang menyertai hidup kita dan membuat kita tetap terhubung dengan‐Nya. Roh Kudus itu berasal dari Bapa dan Putra.

Ya Allah melalui Roh Kudus hubungan kami dengan Engkau di dalam Kristus semakin terjalin erat. Semoga kami tidak mengeraskan hati terhadap ajakan Roh Kudus untuk selalu menjalin persatuan dengan‐Mu. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2020, OBOR Indonesia

Peduli lawan Pandemi: Bakti Sosial Tanggap Bencana Virus Covid-19 Jilid 3

Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu kota di Indonesia yang terpapar virus corona. Hingga saat ini Yogyakarta menjadi kota ke 16 dengan jumlah penduduk terbanyak yang terjangkit virus corona (versi kompas.com).

Data terbaru yang dipublikasikan pada 14 Mei 2020 menunjukkan sebanyak 185 penduduk DIY terjangkit virus corona. Tingkat kesembuhan tergolong belum memuaskan sebab masih di angka 68 orang atau sekitar 37% dan angka kematian sebesar 4% dari jumlah kasus yang terkonfirmasi oleh pemerintah.

Tren nasional untuk kasus pasien yang sembuh setelah terjangkit virus corona juga mengalami peningkatan dari hari ke hari. Kita patut bersyukur sebab menurut cuplikan data di atas, DIY termasuk kota yang penyebarannya tergolong lambat dan minim korban jika dibandingkan dengan kota lain seperti DKI Jakarta atau bahkan negara lain contohnya Amerika Serikat. Namun kita pun tak boleh lengah, sebab tren nasional kasus meninggal dan terkonfirmasi virus corona masih terus bergerak naik.

Masa pandemi Covid-19 ini menjadi masa-masa sulit bagi semua orang. Sebab mewabahnya virus corona berdampak cukup signifikan bagi perekonomian Indonesia.

Dikutip  dari berita, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan angka kemiskinan di Indonesia akan meningkat hingga 1,1 juta orang untuk skenario terberat. Sementara untuk skenario yang lebih berat, tambahan angka kemiskinan akan sebanyak 3,78 juta orang.

Perkiraan ini dengan asumsi bahwa penyebaran virus corona masih akan terus meluas namun tidak sampai memburuk. Peningkatan angka kemiskinan ini berasal dari penduduk yang rentan miskin dan hampir miskin yang mencapai sekitar 25 % dari penduduk Indonesia. Dengan mewabahnya virus corona dan diterapkannya aturan untuk tinggal di rumah, banyak golongan masyarakat yang mengalami penurunan dan pendapatan bahkan harus kehilangan mata pencahariannya.

Bakti sosial dalam rangka membantu umat paroki yang terdampak virus corona kembali dilaksanakan pada Rabu, 13 Mei 2020. Kegiatan ini mendapat sambutan baik dari penerima bantuan maupun pihak luar yang terus memberikan kontribusinya dalam bentuk sumbangan sembako.

Pada bakti sosial kali ini, tim APP dan PSE menerima sumbangan telur ayam dari bapak N. Yudianto selaku salah satu umat Paroki Jetis dan juga sumbangan beras yang berasal dari Kevikepan DIY. Kegiatan tanggap bencana ini merupakan salah satu upaya Gereja untuk mengurangi tambahan angka kemiskinan, terutama penduduk rentan miskin yang menjadi miskin atau penduduk kelas menengah yang menjadi rentan miskin akibat kehilangan pendapatan.

Persiapan kegiatan dimulai pada Senin, 11 Mei 2020 dan berlangsung selama 2 hari. Jumlah relawan yang membantu sebanyak 11 orang terdiri dari tim APP, PSE, dari bidang kemasyarakatan dan umat paroki. Kegiatan berlangsung dari pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.

Sebanyak 220 paket sembako didistribusikan dengan mobil umat namun ada pula yang diambil langsung oleh ketua wilayah. Setiap wilayah mendapat kuota tambahan 1 keluarga dengan ketentuan ketua lingkungan perlu memutakhirkan data bantuan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Secara keseluruhan kegiatan bakti sosial berjalan dengan lancar. Semoga Tuhan memberkati dan menjauhkan kita dari virus-virus yang berbahaya bagi kesehatan. Tetap semangat!

Penulis : Christina A.R
Foto : Tim Kemasyarakatan & Ketua Lingkungan
.
.

Jadwal Misa Online Mingguan Keuskupan Agung Semarang Terbaru

jadwal misa online mingguan

Jadwal misa online mingguan ini berada di lingkup Keuskupan Agung Semarang dan berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan. Kami akan informasikan dan melakukan update secepatnya di halaman ini jika ada informasi terbaru. Terima kasih. Berkah Dalem.

Paroki Jetis

Pada minggu ini Gereja St. Albertus Agung Jetis akan mengikuti perayaan ekaristi secara offline dan online, Anda juga bisa mengikuti siaran online bersama Keuskupan Agung Semarang pukul 08.00 WIB


Misa Online Hari Sabtu – Minggu
29-30 April 2023
Minggu Paskah IV TH.A/I

Gereja JETIS – Minggu Jam 08.00 WIB

Gereja KOTABARU – Sabtu dan Minggu Jam 16.30 WIB

Gereja BORO – Sabtu dan Minggu Jam 17.00 WIB

Gereja MINOMARTANI – Sabtu Jam 17.00 WIB, Minggu Jam 07.00 dan 17.00 WIB

Gereja BACIRO – Sabtu Jam 18.30 dan Minggu Jam 08.00 dan 18.30 WIB

Jadwal misa online mingguan live streaming (hari sabtu sore & minggu) ini merupakan Update Bulan APRIL 2023.


.

 Mungkin Anda Tertarik : 

Sejarah Singkat Doa Angelus

Kapan Doa Ratu Surga Boleh Didaraskan ?

.

Ekaristi mingguan disiarkan secara live streaming melalui Channel Youtube Komsos KAS dari Gereja Katedral Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci – Randusari bersama para romo Komunitas Pastoran Katedral Semarang & Kuria KAS :

Jadwal Misa Online Mingguan Live Streaming 2023 KAS


Sabtu Pukul 18.30 WIB

Oleh Kuria Keuskupan Agung Semarang
dan para romo Komunitas Pastoran Katedral Semarang
KLIK:

Siaran Live Streaming KAS
—–

Minggu Pukul 08.00 WIB & 18.30 WIB

Perayaan Ekaristi akan dipimpin
oleh Mgr. Robertus Rubiyatmoko & Kuria Keuskupan Agung Semarang KLIK:

Siaran Live Streaming KAS
—–

Untuk melengkapi jadwal ini, beberapa paroki yang juga berada di lingkup Keuskupan Semarang menyiarkan ekaristi mingguan dari gerejanya masing-masing melalui Channel Youtube paroki mereka secara live streaming. Jadwal bisa dilihat dibawah ini.

Minggu Pukul 08.00 WIB & 18.30 WIB

Perayaan Ekaristi oleh Paroki Baciro KLIK:

Siaran Live Streaming Baciro

.


Jadwal Misa Online Harian Terbaru
1-30 April 2023 Klik :

EKARISTI HARIAN

Klik tombol di atas & scroll ke bawah
sampai setelah pengumuman mingguan.


Selamat mengikuti misa kudus.
Berkah Dalem 🙂
.
.

Renungan Mingguan 10 Mei 2020 – Minggu Paskah V

Injil Tuhan Hari Ini 10 Mei 2020, Yoh 14:1‐12

Akulah jalan, kebenaran dan hidup.

Dalam amanat perpisahan‐Nya Yesus berkata kepada murid‐murid‐Nya, “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada‐Ku. Di rumah Bapa‐Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke sana untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke sana dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat‐Ku, supaya di tempat Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke sana.”

Kata Tomas kepada‐Nya, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke sana?” Kata Yesus kepadanya, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak seorang pun dapat datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa‐Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”

Kata Filipus kepada‐Nya, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa kepada kami, dan itu sudah cukup bagi kami.” Kata Yesus kepadanya, “Telah sekian lama Aku bersama‐sama engkau, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa kepada kami. Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri‐Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan‐Nya.

Percayalah kepada‐Ku bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak‐tidaknya percayalah karena pekerjaan‐pekerjaan itu sendiri. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada‐Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan‐pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan‐pekerjaan yang lebih besar daripada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa.

Demikianlah Injil Tuhan.

Renungan

Mengalami kesatuan bersama Bapa merupakan sebuah rahmat ilahi yang hanya mungkin kita alami karena ada yang mengantar kita ke dalamnya. Kristus kita sebut sebagai pengantara, sebab Dialah yang memungkinkan kita berada bersama Bapa. Namun, apakah hal ini menyangkut hidup sesudah kematian saja? Tentu tidak demikian. Filipus berkata, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami” ﴾ay. 8﴿. Dan jawaban Yesus atas perkataan Filipus mengajak kita semua untuk sadar bahwa kesatuan bersama Bapa itu terjadi di dalam kesatuan bersama diri‐Nya. “Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku?” ﴾ay. 10a﴿.

Kita pun diajak untuk masuk dan tinggal di rumah Bapa. Di dalam rumah Bapa, ada sukacita sejati dan damai sejahtera; tidak ada ratap tangis dan kerta gigi. Oleh karena itu, mari kita mengarahkan hidup yang dianugerahkan Bapa atas kita masing‐masing, kepada kebaikan dan sesuai dengan kehendak‐Nya. Hal itu hanya mungkin kalau kita mau bersatu dengan Putra‐Nya dan mengikuti jalan yang telah ditunjukkan‐Nya kepada kita. Dialah jalan, kebenaran, dan kehidupan.

Ya Allah kami bersyukur boleh tinggal di Rumah‐Mu. Semoga kami tidak mudah tergoda untuk meninggalkan rumah‐Mu. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2020, OBOR Indonesia

You cannot copy content of this page