Panduan Peraturan Pantang dan Puasa Prapaskah 2022

PERATURAN PUASA DAN PANTANG GEREJA KATOLIK TAHUN 2022

Mengacu pada Ketentuan Pastoral Keuskupan Regio Jawa (KPKRJ) Tahun 2016 pasal 138 no. 2.b dalam kaitannya dengan kanon 1249-1253 KHK 1983 tentang hari tobat, peraturan puasa dan pantang, ditetapkan sebagai berikut:

  1. Hari puasa tahun 2022 ini dilangsungkan pada hari Rabu Abu tanggal 2 Maret 2022 dan Jumat Agung tanggal 15 April 2022. Hari pantang dilangsungkan pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama masa Prapaska sampai dengan Jumat Agung.
  2. Yang dimaksud dengan berpuasa adalah makan hanya sekali saja dalam sehari pada hari Rabu Abu dan hari Jumat Sengsara dan Wafat Tuhan. Umat beriman yang wajib berpuasa adalah yang berumur antara delapan belas (18) tahun sampai dengan awal tahun keenampuluh (60).
  3. Yang dimaksud dengan berpantang adalah tidak makan daging atau makanan lain yang disukai pada hari Rabu Abu dan tujuh Jumat selama masa Prapaska sampai dengan Jumat Agung. Namun sesuai dengan tradisi Gereja universal, berpantang ini dapat dilakukan juga setiap hari Jumat sepanjang tahun, kecuali hari Jumat itu merupakan hari pesta wajib. Umat beriman yang wajib berpantang adalah yang sudah genap berumur empat belas (14) tahun.

Karena peraturan puasa dan pantang tersebut cukup ringan, serta agar setiap pribadi dan komunitas dapat memanfaatkan 40 hari masa Prapaskah sebagai kesempatan istimewa untuk membina pertobatan dengan tobat dan matiraga, kami anjurkan beberapa hal berikut:

  1. Masing-masing pribadi, keluarga, dan komunitas mencari wujud matiraga (puasa dan pantang) yang sesuai dengan jenjang usia.
  2. Pada hari pantang dan/atau hari-hari lain yang ditentukan, setiap keluarga/komunitas dapat berpantang makan nasi atau menggantinya dengan bahan makanan pokok lokal dengan satu macam lauk (sebagaimana telah menjadi gerakan di beberapa paroki atau komunitas selama masa Prapaska dan peringatan Hari Pangan Sedunia).
  3. Selama empat puluh (40) hari dalam masa Prapaskah, secara pribadi atau secara bersama dalam keluarga atau komunitas biara/pastoran/seminari memilih wujud pertobatan dan silih yang lebih berdaya ubah.
  4. Setiap pribadi, keluarga, atau komunitas dapat mewujudkan karya amal kasih bagi mereka yang membutuhkan.
  5. Setiap pribadi, keluarga, atau komunitas dapat melatih diri lebih tekun dalam olah rohani, antara lain melalui ketekunan membaca dan merenungkan Kitab Suci, mengikuti renungan APP, rekoleksi/retret, latihan rohani, ibadat jalan salib, pengakuan dosa, meditasi, dan adorasi dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan di masa pandemi covid-19.

.

Tema APP tahun 2022 ini adalah:

“Tinggal dalam Kristus, Berbelarasa dan Berpengharapan” sebagaimana diuraikan dalam Buku Renungan Bersama APP KAS 2022 yang diterbitkan oleh Panitia APP Keuskupan Agung Semarang.

.

Sumber: SG Prapaskah 2022

.

.

Renungan Harian Hari Ini 2 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 2 Maret 2022, Bacaan Injil Matius 6:1-6.16-18a

Bacaan I: Yl 2:12-18; Mazmur: 51:3-4.5-6a.12-13.14.17; R:3a; Bacaan II: 2Kor. 5:20-6:2;

Pada waktu itu, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,

“Hati-hatilah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di surga.

Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.

Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

“Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang.

Aku berkata kepadamu: sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.

Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

“Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.

Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 2 Maret 2022, Bacaan Injil

Rabu Abu adalah awal masa Prapaskah (masa puasa) yang merupakan masa pertobatan untuk meninggalkan keterlekatan duniawi, kebiasaan dosa dan berbalik kepada Tuhan (Yl. 2:12-18).

Penandaan dengan abu di dahi merupakan ungkapan pertobatan. Abu juga adalah simbol kematian.

Maka, abu mengingatkan kita akan kerapuhan kita sebagai makhluk ciptaan Allah yang terbuat dari debu:

“Ingatlah, manusia, bahwa engkau terbuat dari debu dan kembali menjadi debu” (Kej. 3:19)

Tiga hal utama yang perlu kita lakukan sebagai bentuk ulah tapa kita ialah berpuasa atau berpantang, berdoa, dan bersedekah.

Berpuasa atau berpantang membantu kita menguasai nafsu makan dan nafsu-nafsu lainnya, sehingga kita menjadi lebih bebas melakukan kehendak Allah.

Berdoa membantu kita dekat dengan Allah dan mengenali kehendak-Nya.

Beramal merupakan ungkapan pertobatan melawan kecenderungan memiliki secara berlebihan dan sarana membantu sesama yang membutuhkan.

Ketiga ulah tapa ini merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.

.

Ya Allah Yang Maharahim, limpahkan berkat-Mu atas kami pada awal masa tobat ini agar ungkapan pertobatan dapat kami lakukan dengan sungguh-sungguh. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Panduan APP 2022, Tinggal Dalam Kristus, Berbelarasa dan Berpengharapan

panduan app 2022

Panduan APP 2022, Tinggal Dalam Kristus, Berbelarasa dan Berpengharapan – Syukur kepada Allah kita Kembali diperkenankan memasuki masa Prapaskah, untuk secara khusus mempersiapkan diri merayakan puncak karya keselamatan Tuhan dalam perayaan Paskah.

Sekitar 2 tahun terakhir ini kita hidup di tengah Pandemi Covid-19, yang dampaknya mungkin masih kita rasakan hingga saat ini.

Situasi pandemi selama ini, juga menyadarkan bagi kita umat beriman akan kerapuhan diri kita sebagai manusia. Namun dengan semangat solidaritas dan terus membangun pengharapan bersama, kita dapat melewati masa-masa sulit pandemi ini.

Kita mengawali Masa Prapaskah dengan Rabu Abu. Dengan menerima abu, kita diingatkan kembali akan kerapuhan kita di hadapan Tuhan.

Hidup di dunia ini hanyalah sementara. Pada saatnya nanti kita semua akan kembali menjadi debu tanah, tempat asal kita diciptakan. “sebab, engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.” (Kej 3:19).

Masa Prapaskah menjadi masa pertobatan bagi kita yakni meninggalkan segala dosa dan kembali kepada Tuhan.

Selama 40 hari kita bersama mengolah diri, yakni menyesali segala dosa kita dan bertobat memperbaharui diri dengan berbelarasa dan berpengharapan di dalam kasih Tuhan.

Masa Prapaskah sekaligus sebagai retret agung bagi kita agar kita menjadi semakin dekat dengan Tuhan dan mengasihi sesama.

Pada masa Prapaskah kali ini, Panitia APP KAS telah menyusun Buku Pertemuan APP Lingkungan. Buku panduan ini diharapkan bisa membantu umat untuk mengolah hidup selama masa Prapaskah.

Pengolahan hidup selama masa Prapaskah dapat dilaksanakan dalam kelompok-kelompok kecil dengan tetap menjaga kesehatan dan keselamatan kita bersama sesuai situasi dan kondisi di tempat kita masing-masing.

Seiring dengan Gerak Pastoral KAS yang tertuang dalam ARDAS KAS dan mempertimbangkan dampak Pandemi Covid19 yang mungkin masih kita alami, pada tahun 2022 ini,

Panitia APP KAS mengajak seluruh umat untuk mengolah tema APP: Tinggal Dalam Kristus, Berbelarasa dan Berpengharapan.

Semoga dengan bahan dan tema APP kali ini, kita semua terbantu dalam mengolah hidup kita selama retret agung masa Prapaskah tahun ini.

Semoga kita semakin tinggal dalam Kristus, turut bangkit bersama-Nya dan hidup kita pun berbuahkan belarasa dan pengharapan.

.

Semarang, 14 Desember 2021
Pada Peringatan St. Yohanes dari Salib
Herman Yoseph Singgih Sutoro, Pr
Ketua Panitia APP KAS

.

>> Download Panduan APP 2022 Disini <<

.

.

Renungan Harian Hari Ini 1 Maret 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 1 Maret 2022, Bacaan Injil Markus 10:28-31

Bacaan I: 1Ptr. 1:10-16; Mazmur: 98:1.2-3ab.3c-4; R:2a;

Setelah Yesus berkata betapa sukarnya orang kaya masuk Kerajaan Allah, berkatalah Petrus kepada Yesus:

“Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!”

Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya,

saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, 

orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat:

rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan,

dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.

Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 1 Maret 2022, Bacaan Injil

Meneladan Kristus berarti belajar tentang cara berpikir-Nya, yaitu logika ilahi.

Logika ilahi sangat berbeda dengan logika duniawi.

Yesus mengajarkan bahwa dengan berani menderita, kita mendapatkan kemuliaan;

dengan menyangkal diri sendiri, kita menjadi bahagia; dengan membagikan harta, kita mendapatkan warisan surgawi;

dengan taat kepada kehendak Allah, kita mendapatkan kebebasan; dengan melayani, kita dimuliakan (1 Ptr. 1:10-16).

Dengan meninggalkan keluarga, justru kita akan mendapatkan balasan 100 kali lipat meskipun disertai dengan penganiayaan (Mrk. 10:28-31).

Mengikuti logika ilahi dan menanggalkan cara berpikir lama tidaklah mudah.

Karena banyak kebiasaan yang sudah terbentuk dalam diri kita, tidak mudah untuk diubah atau diganti, belum lagi penganiayaan dan perlawanan yang muncul dari orang-orang di sekitar kita.

Hal yang juga banyak mempengaruhi adalah keyakinan kita akan hal-hal rohani.

Cara berpikir Kristus ini perlu secara sadar, tahu dan mau, dilatih berkali-kali dan secara tekun agar menggantikan cara berpikir kita yang lama.

.

Ya Allah, buatlah kami terpesona pada hidup Kristus sehingga kami berani mengikuti teladan-Nya dalam tindakan-tindakan kami. Teguhkanlah kami akan pahala yang Kaujanjikan kepada kami, demi Kristus Tuhan kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 28 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 28 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 10:17-27

Bacaan I: 1Ptr. 1:3-9; Mazmur: 111:1-2.5-6.9.10c; R:5b;

Pada suatu hari, Yesus berangkat untuk meneruskan perjalanan-Nya. Maka, datanglah seorang berlari-lari mendapatkan Dia dan sambil bertelut di hadapan-Nya, ia bertanya:

“Guru yang baik, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

Jawab Yesus: “Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain dari pada Allah saja. Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah:

Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayahmu dan ibumu!”

Lalu kata orang itu kepada-Nya: “Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku.”

Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya:

“Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.

Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka:

“Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Murid-murid-Nya tercengang mendengar perkataan-Nya itu. Tetapi Yesus menyambung lagi:

“Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah. Lebih mudah seekor unta melewati lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”

Mereka makin gempar dan berkata seorang kepada yang lain: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?”

Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.”

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 28 Februari 2022, Bacaan Injil

Dalam Injil diceritakan bahwa ada seorang berlari-lari mendapatkan Yesus untuk bertanya kepada-Nya.

Dengan berlari-lari berarti dengan penuh antusias, ia tidak mau kehilangan kesempatan untuk bertemu Yesus.

Pada saat datang, ia begitu bersemangat, namun setelah mendengarkan tanggapan Yesus atas pertanyaannya, ia pulang dengan kecewa dan sedih.

Rupanya, meskipun berlari-lari ingin bertemu Yesus, namun ia belum siap untuk mengikuti Yesus secara sungguh-sungguh, yang berarti pula belum siap memperoleh hidup yang kekal seperti yang diimpikannya.

Gejala seperti ini tentu saja dapat kita temui di dalam Gereja kita.

Ada orang yang begitu menggebu-gebu ingin melayani, namun setelah diberi tanggung jawab atau bahkan ketika menghadapi sedikit tantangan, ia mundur pelan-pelan dan bahkan kecewa.

Hal yang sama juga kadang-kadang terjadi dalam hidup membiara.

Ketika awal masuk, para calon biarawan/wati begitu bersemangat, dan menyatakan siap melayani siapa dan di mana saja.

Namun, ketika menghadapi sedikit kesulitan, apalagi ketika ditempatkan di suatu unit tugas yang kurang disukainya ia menjadi kecewa, lalu mengatakan:

Ini bukan panggilan saya dan mengundurkan diri dari biara.

Ia kecewa karena tidak sesuai kesukaannya.

.

Tuhan, semoga kami mampu mengikuti panggilan-Mu dengan setia meski menghadapi berbagai cobaan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 27 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 27 Februari 2022, Bacaan Injil Lukas 6:39-45

Bacaan I: Sir. 27:4-7; Mazmur: 92:2-3, 13-14, 15-16; Bacaan II: 1Kor. 15:54-58

Sekali peristiwa, Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya:

“Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?

Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barang siapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.

Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?

Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu:

Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat?

Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

“Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.

Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.

Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.

Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 27 Februari 2022, Bacaan Injil

Ada beberapa umat mengeluh tentang pastornya. Ada yang mengeluh disiplin, kurang gaul, manja, emosional, dan sebagainya.

Pendeknya, pastor yang ada sekarang tidak sesuai kriteria yang diharapkan umat.

Dalam sebuah kegiatan kursus pastoral, seorang pastor bertanya kepada beberapa utusan umat dari berbagai paroki:

“Apakah mendidik anak zaman sekarang gampang atau susah?

Dan, dengan spontan para peserta menyahut, “Sangat susah, Romo.”

Pertanyaan yang sama diulang beberapa kali, dan mereka tetap menjawab yang sama: “sangat susah.”

Lalu, Pastor itu mengatakan: “Dari antara anak-anak yang sangat susah bapa ibu didik di rumah, dari situlah muncul calon-calon imam yang akan melayani Gereja kita.”

Kata-kata ini membuat para peserta terhenyak, diam.

Setelah jeda sebentar, lalu Pastor itu melanjutkan, barangkali sekarang bapak ibu bisa membayangkan bagaimana sulitnya para formator di seminari,

mendampingi dan membentuk anak-anak yang sangat tidak mudah bapak ibu didik meski sudah bersama mereka sejak kecil.

Kalau dari rumah anak-anak sudah terbiasa dengan doa dan kedisiplinan, maka tidak akan ada banyak kesulitan di seminari.

Namun, bila di rumah tidak terbiasa disiplin, maka akan sangat sulit juga untuk membiasakan diri di seminari.

Sekarang, kita menuntut imam yang disiplin, dsb., sementara keluarga tidak menyediakan bibit yang baik.

Barangkali itulah salah satu inti pesan Yesus dalam Injil hari ini, “Tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik.

Ya Tuhan, semoga kami memnpersembahkan yang terbaik kepada-Mu dan kepada Gereja-Mu. Amin.

.

Tuhan, semoga kami menjadi pribadi yang mau dan mampu membawa sebanyak mungkin anak kepada-Mu sehingga mereka beroleh berkat. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Jadwal Misa Online Minggu Biasa VIII TH.C/II Tgl 26-27 Feb 2022

Jadwal Misa Online Minggu Biasa VIII TH.C/II Tgl 26-27 Feb 2022

Seperti yang telah kita ketahui bersama masa pandemi belumlah berakhir, oleh karena itu kita perlu mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat mengingat angka penderita Covid-19 masih ada di negara kita Indonesia.

Perayaan ekaristi new normal secara offline di gereja Jetis pada Minggu Biasa VIII TH.C/II untuk sementara ini dilakukan secara offline terbatas dan juga dengan misa online, hal ini dilaksanakan mengikuti protokol kesehatan ketat yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Selama pandemi Covid-19 ini perayaan ekaristi di paroki-paroki lain masih ada yang dilangsungkan secara online setiap hari bahkan sampai saat ini.

Gereja JETIS – Minggu Jam 08.00 WIB (KLIK)

101 minggu berlalu sudah, itu artinya hampir dua tahun lamanya sejak pandemi di negara Indonesia dimulai, saat ini paroki-paroki dalam lingkup Kevikepan Yogyakarta akhirnya mulai menyelenggarakan misa tatap muka sekaligus menyiarkannya secara online untuk membantu umat agar dapat tetap beribadat dengan aman dan nyaman.

Lihat Juga : Youtube Channel Paroki Jetis (KLIK)

Inilah jadwal misa online minggu ini. Silahkan catat dengan seksama jadwalnya :

SILAHKAN KLIK :

>> Sabtu Pukul 18.00 WIB <<

Paroki HSMPTB – Kumetiran

>> Sabtu Pukul 16.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki HKTY – Ganjuran

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) <<

Paroki St. Theresia – Boro

>> Sabtu Pukul 18.30 WIB, Minggu pukul 08.00 WIB & 18.30 WIB <<

Paroki Kristus Raja – Baciro

>> Minggu pukul 06.30 WIB <<

Paroki TDGY – Macanan

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB, Minggu pukul 07.00 WIB & 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus Paulus – Minomartani

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus – Warak

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki Marganingsih – Kalasan

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki St. Yoseph – Medari

>> Sabtu Pukul 16.30 WIB, Minggu pukul 16.30 WIB <<

Paroki St. Antonius – Kotabaru

>> Minggu pukul 07.00 WIB <<

Paroki St. Maria Assumpta – Babarsari

.

Bagi Anda yang terbiasa mengikuti ekaristi dari Katedral Semarang dan merindukan misa kudus dengan Romo Uskup Mgr. Rubyatmoko tidak perlu khawatir misa ditiadakan, karena tetap ada dan hanya pindah channel Youtube saja ke Komsos Katedral. Anda hanya perlu mencari video dengan tulisan LIVE di pojok kanan bawah. Untuk jadwalnya silahkan disimak dibawah ini :

.

Jadwal Ekaristi Online Hari Ini Lingkup Keuskupan Semarang


Ekaristi Sabtu Sore & Minggu 26-27 Februari 2022
Minggu Biasa VIII TH.C/II

>> SABTU SORE Pukul 18.30 WIB <<
>> MINGGU PAGI Pukul 08.00 WIB <<
>> MINGGU SORE Pukul 18.30 WIB <<

KLIK :

STREAMING Katedral Semarang 
.
.

Seperti yang sudah-sudah kami sampaikan, sebelum mengikuti ekaristi secara online ada baiknya Anda menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu :

  • Pastikan kuota paket data Anda cukup untuk mengikuti keseluruhan jadwal Perayaan Ekaristi sampai selesai.
  • Sebaiknya kita mandi terlebih dahulu sebelum mengikuti perayaan ekaristi dan juga memakai pakaian sopan serta pantas. Persiapkan diri Anda baik-baik. Mempersiapkan diri layaknya mengikuti langsung ekaristi di gereja.
  • Gunakan ruangan yang pantas, seperti: ruang keluarga, ruang doa, ruang tamu, atau kamar kos. Tidak mengikuti Perayaan Ekaristi dari atas tempat tidur atau lebih ekstrim lagi di kamar mandi.
  • Siapkan salib dan lilin untuk mendukung suasana doa dan perayaan yang penuh khidmat untuk misa online Semarang hari ini.
  • Lebih penting lagi yaitu siapkan hati untuk mengikuti ekaristi. Ikutilah dengan fokus, khusyuk, berdoalah sepenuh hati.
  • Ingat untuk selalu membuat Tanda Salib, di awal dan akhir Perayaan Ekaristi.
  • Silahkan mengikuti ekaristi dengan duduk atau bersila, tidak perlu berdiri maupun berlutut. Supaya Anda tetap nyaman sepanjang perayaan berlangsung.
  • Ketika hendak menerima Komuni Kudus silahkan terlebih dahulu mendoakan doa komuni spiritual seraya menghayati sepenuh hati.
  • Bersyukurlah senantiasa karena Anda berada dalam keadaan sehat dan masih dapat mengikuti Ekaristi meskipun secara online.

.
.

Misa Online Minggu Biasa VIII TH.C/II Tgl 26-27 Feb 2022

misa online minggu biasa

Misa Online Minggu Biasa VIII TH.C/II Tgl 26-27 Februari 2022

Selama pandemi Covid-19, perayaan ekaristi di paroki-paroki lain masih ada yang dilangsungkan secara online bahkan sampai sekarang. Beberapa paroki pada kesempatan saat ini dalam lingkup Keuskupan Agung Semarang (KAS) menyiarkan misanya secara online untuk membantu umat agar dapat tetap beribadat dengan aman dan nyaman.

Negara tercinta kita Indonesia masih diliputi oleh pandemi Covid-19 selama hampir dua tahun ini, sama seperti banyak negara lainnya, kita tetap perlu mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat mengingat angka penderita Covid-19 masih terus turun naik di negeri kita.

(KLIK) Gereja JETIS – Minggu Jam 08.00 WIB

Pada keadaan new normal seperti saat ini, gereja Jetis mengadakan perayaan ekaristi offline terbatas yang juga disiarkan secara online pada Misa Minggu Biasa VIII TH.C/II ini dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. 

Lihat Juga : Youtube Channel Paroki Jetis (KLIK)

Inilah Misa Online Jogjakarta minggu ini. Silahkan catat dengan seksama jadwalnya :

SILAHKAN KLIK :

>> Sabtu Pukul 18.00 WIB <<

Paroki HSMPTB – Kumetiran

>> Sabtu Pukul 16.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki HKTY – Ganjuran

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) <<

Paroki St. Theresia – Boro

>> Sabtu Pukul 18.30 WIB, Minggu pukul 08.00 WIB & 18.30 WIB <<

Paroki Kristus Raja – Baciro

>> Minggu pukul 06.30 WIB <<

Paroki TDGY – Macanan

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB, Minggu pukul 07.00 WIB & 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus Paulus – Minomartani

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus – Warak

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki Marganingsih – Kalasan

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki St. Yoseph – Medari

>> Sabtu Pukul 16.30 WIB, Minggu pukul 16.30 WIB <<

Paroki St. Antonius – Kotabaru

>> Minggu pukul 07.00 WIB <<

Paroki St. Maria Assumpta – Babarsari

.

Bagi Anda yang terbiasa mengikuti ekaristi dari Katedral Semarang dan merindukan misa kudus dengan Romo Uskup Mgr. Rubyatmoko tidak perlu khawatir misa ditiadakan, karena tetap ada dan hanya pindah channel Youtube saja ke Komsos Katedral. Anda hanya perlu mencari video dengan tulisan LIVE di pojok kanan bawah. Untuk jadwalnya silahkan disimak dibawah ini :

.

Ekaristi Online Jogja Streaming Hari Ini


Ekaristi Sabtu Sore & Minggu 26-27 Februari 2022
Minggu Biasa VIII TH.C/II

>> SABTU SORE Pukul 18.30 WIB <<
>> MINGGU PAGI Pukul 08.00 WIB <<
>> MINGGU SORE Pukul 18.30 WIB <<

KLIK :

STREAMING Katedral Semarang 
.
.

Seperti yang sudah-sudah kami sampaikan, sebelum mengikuti ekaristi secara online ada baiknya Anda menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu :

  • Pastikan kuota paket data Anda cukup untuk mengikuti keseluruhan Perayaan Ekaristi sampai selesai.
  • Sebaiknya kita mandi terlebih dahulu sebelum mengikuti perayaan ekaristi dan juga memakai pakaian sopan serta pantas. Persiapkan diri Anda baik-baik. Mempersiapkan diri layaknya mengikuti langsung ekaristi di gereja.
  • Gunakan ruangan yang pantas, seperti: ruang keluarga, ruang doa, ruang tamu, atau kamar kos. Tidak mengikuti Perayaan Ekaristi dari atas tempat tidur atau lebih ekstrim lagi di kamar mandi.
  • Siapkan salib dan lilin untuk mendukung suasana doa dan perayaan yang penuh khidmat untuk jadwal misa online Keuskupan Agung Semarang hari ini.
  • Lebih penting lagi yaitu siapkan hati untuk mengikuti ekaristi. Ikutilah dengan fokus, khusyuk, berdoalah sepenuh hati.
  • Ingat untuk selalu membuat Tanda Salib, di awal dan akhir Perayaan Ekaristi.
  • Silahkan mengikuti ekaristi dengan duduk atau bersila, tidak perlu berdiri maupun berlutut. Supaya Anda tetap nyaman sepanjang perayaan berlangsung.
  • Ketika hendak menerima Komuni Kudus silahkan terlebih dahulu mendoakan doa komuni spiritual seraya menghayati sepenuh hati.
  • Bersyukurlah senantiasa karena Anda berada dalam keadaan sehat dan masih dapat mengikuti Ekaristi meskipun secara online.

.
.

Renungan Harian Hari Ini 26 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 26 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 10:13-16

Bacaan I: Yak. 5:13-20; Mazmur: 141:1-2.3.8; R:lh.2a,

Sekali peristiwa, orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka;

akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka:

“Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka,

sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.

Aku berkata kepadamu:

Sesungguhnya siapa saja tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”

Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 26 Februari 2022, Bacaan Injil

Seorang mahasiswa pernah mengajukan pertanyaan berkaitan dengan Sakramen Baptis.

Mengapa orang tua harus membaptiskan anaknya yang masih bayi? Bukankah itu melanggar hak asasi anak karena anak itu belum bisa memilih?

Demikian pertanyaan si mahasiswa itu.

Tentu saja ada jawaban yang diberikan untuk menanggapi pertanyaan itu, antara lain karena orang tua pasti ingin mewariskan sesuatu yang baik kepada anak-anak mereka, termasuk dalam hal iman, maka mereka membawa anaknya untuk dibaptis.

Namun, yang hendak ditekankan di sini saat ini adalah bahwa dengan membaptiskan anak-anak mereka,

orang tua memperkenalkan, mempersilakan, bahkan membawa anak-anak mereka bertemu dengan Yesus, sehingga Yesus menerima dan memberkati mereka.

Kalau dia seorang Katolik, pasti hati orang tua sangat bahagia kalau anak-anaknya diberkati oleh Yesus.

Oleh sebab itu, seandainya orang tua tidak membaptiskan bayi (anak) mereka, tidak mengajarkan mereka berdoa, tidak membawa mereka ke gereja,

bisa jadi mereka termasuk dalam golongan orang yang dimarahi oleh Yesus dalam bacaan Injil hari ini,

Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku! Jangan menghalang-halangi mereka!”

karena mereka tidak membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal Yesus sejak dini.

.

Tuhan, semoga kami menjadi pribadi yang mau dan mampu membawa sebanyak mungkin anak kepada-Mu sehingga mereka beroleh berkat. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 25 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 25 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 10:1-12

Bacaan I: Yak. 5:9-12; Mazmur: 103:1-2.3-4.8-9.11-12; R:8a,

Pada suatu hari, Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang Sungai Yordan.

Di situ orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka.

Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya:

“Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan istrinya?”

Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Apa perintah Musa kepada kamu?”

Jawab mereka: “Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai.”

Lalu kata Yesus kepada mereka: “Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.

Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.

Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.

Lalu kata-Nya kepada mereka: “Barangsiapa menceraikan istrinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan
terhadap istrinya itu.

Dan jika si istri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.”

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 25 Februari 2022, Bacaan Injil

Kadang-kadang, kita terdorong untuk membeli suatu barang, bukan karena butuh melainkan karena tergiur oleh diskonnya.

Setelah berhasil membeli barang berdiskon, lalu dengan bangga bercerita ke mana-mana karena mendapat barang murah.

Akhirnya, teman kita yang mendengar hal itu, buru-buru juga berbelanja barang yang kita ceritakan meski tidak butuh karena ikut tergiur dengan diskon yang diberikan.

Ilustrasi di atas relevan dengan bacaan Injil hari ini.

Pria dan wanita menikah, dipersatukan oleh ikatan cinta dan komitmen.

Namun, lucunya orang Farisi bertanya tentang perceraian.

Pernikahan merupakan sesuatu yang diperjuangkan bahkan dimpikan, namun yang dipikirkan adalah kemungkinan perceraian.

Itulah yang disebut ‘cara berpikir diskon’.

Sebetulnya, orang tidak membutuhkan perceraian dan seharusnya memang tidak boleh bercerai, karena hal itu mencederai komitmen sakral perkawinan.

Namun, kerap kita berpikir: kalau memang ada ‘diskon’, kenapa tidak diambil?

Yang dimaksudkan adalah pernikahan suci jangan dilukai apalagi dihancurkan oleh kemungkinan (diskon) adanya perceraian.

Yang diharapkan adalah kejujuran supaya tidak bersungut-sungut dan saling menyalahkan.

.

Tuhan, semoga keluarga-keluarga yang telah dipersatukan lewat perkawinan suci, tetap hidup dalam cinta dan kerukunan untuk mencapai kesejahteraan bersama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

You cannot copy content of this page