Renungan Harian Hari Ini 24 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 24 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 9:41-50

Bacaan I: Yak. 5:1-6; Mazmur: 49:14-15ab.15cd-16.17-18.19-20; R:Mat 5:3,

Pada suatu hari, berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya,

“Sesungguhnya barang siapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.”

“Barang siapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.

Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka,

ke dalam api yang tak terpadamkan; [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.]

Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari

pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; [di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.]

Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.

Karena setiap orang akan digarami dengan api.

Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya?

Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.”

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 24 Februari 2022, Bacaan Injil

Menjadi kaya bukanlah dosa.

Namun, sikap terhadap kekayaan dapat membuat orang berdosa.

Karena harta kekayaan, seseorang bisa merasa mampu membeli apa saja, bahkan berbuat apa saja yang ia inginkan yang bertentangan dengan prinsip kemanusiaan.

Kekayaan bisa menyesatkan seseorang.

Oleh sebab itu, Yesus dengan tegas menasihati para murid-Nya supaya menguasai seluruh anggota tubuh mereka dengan baik supaya tidak ada yang menyesatkan dan akibatnya hidup dalam dosa yang ganjarannya adalah neraka bernyala.

Yesus mengajak para murid supaya selalu mempunyai garam dalam diri dan selalu hidup berdamai dengan semua orang.

Nasihat yang sama dialamatkan juga kepada kita.

Garam itu membuat makanan menjadi sedap, lezat, berselera. Namun, takarannya harus proporsional.

Artinya, tahu mengukur dan menempatkan diri sehingga di mana pun kita berada, apa pun yang kita kerjakan, sedap dipandang, enak dirasakan, serta membuat orang antusias dan bersemangat.

Mari kita gunakan kekayaan yang kita miliki, baik yang sifatnya material maupun intelektual dan spiritual untuk membuat hidup di sekitar kita penuh keasyikkan dan sukacita.

.

Tuhan, semoga kami mampu menggunakan talenta dan kekayaan kami dengan bijaksana dan hidup damai dengan siapa saja. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 23 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 9:38-40

Bacaan I: Yak 4:13-17; Mazmur: 49:2-3.6-7.8-10.11: R:Mat 5:3,

Pada suatu hari, Yohanes berkata kepada Yesus:

“Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu,

lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.”

Tetapi kata Yesus:

“Jangan kamu cegah dia!

Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku,

dapat seketika itu juga mengumpat Aku.

Siapa saja tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 Februari 2022, Bacaan Injil

Dari bacaan-bacaan Ekaristi hari ini, ada beberapa hal yang dapat kita petik sebagai bahan permenungan kita.

Pertama, jangan menunda untuk berbuat baik.

Rasul Yakobus memberitahu kita bahwa “jika ada orang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi tidak melakukannya, ia berdosa.”

Kedua, di dalam masyarakat kita, bahkan dalam Gereja kita ada orang yang mau memonopoli kebenaran dan kebaikan.

Ia tidak senang kalau orang lain bisa berbuat baik seperti dia. Orang lain dianggap sebagai pesaing.

Ketiga, bahkan dalam berbuat baik pun ada orang yang iri hati.

Ia tidak senang kalau orang lain mendahului berbuat baik atau memberi lebih banyak dari dia.

Oleh sebab itu, merenungi tiga hal di atas, maka marilah kita menjadi ORANG BAIK dalam kata dan tindakan, bahkan dalam segala aspek kehidupan kita.

Bekerjasamalah dengan sebanyak mungkin orang supaya kebaikan itu semakin mewarnai hidup di sekitar kita.

Kebaikan yang kita miliki mesti memancar keluar, sehingga semakin banyak orang yang menyadari, merasakan, dan mengalami kasih dan kebaikan Tuhan.

.

Tuhan, semoga kami mampu berbuat baik kepada siapa saja, tanpa menunda dan tanpa pandang bulu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 22 Februari 2022, Bacaan Injil

Renungan Harian Hari Ini 22 Februari 2022, Bacaan Injil Matius 16:13-19

Bacaan I: 1Ptr. 5:1-4; Mazmur: 23:1-3a, 3b-4, 5, 6,

Sekali peristiwa, Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi.

Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”

Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia

dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”

Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga.

Dan Aku pun berkata kepadamu; Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini

Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga.

Apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.”

.

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 22 Februari 2022, Bacaan Injil

Hari ini, kita merayakan Pesta Takhta St. Petrus.

Dari namanya, pesta ini berkaitan dengan Takhta Suci.

Takhta Suci merupakan simbol otoritas dari penggembalaan dan pengajaran dalam Gereja Katolik.

Petrus tidak hanya menasihati para penatua untuk menjadi gembala yang baik, yang sesuai kehendak Allah, tetapi juga ia menjadi contoh seorang gembala yang mau melayani kawanan domba yang dipercayakan kepadanya.

Petrus disebut berbahagia oleh Yesus karena ia mampu melihat Yesus dalam cara pandang Bapa di surga, yaitu sebagai Mesias, Anak Allah yang hidup.

Oleh karena itu, ia dipercayakan untuk memegang kunci Kerajaan Surga: Apa yang ia lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.

Semoga kita pun mampu menyelaraskan sikap, harapan, tindakan, dan cara penggembalaan kita sesuai ‘kacamata’ Allah sehingga pada akhirnya kita pun disebut berbahagia oleh Yesus.

Selain itu, kita pun menjadi pribadi yang dapat dipercaya oleh Yesus untuk memegang ‘kunci’ Kerajaan Surga, sehingga semakin banyak orang dapat sampai ke rumah Bapa.

.

Ya Tuhan, bimbinglah kami untuk menjadi gembala yang baik bagi kawanan domba yang Engkau percayakan kepada kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 21 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 21 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 9:14-29

Bacaan I: Yak. 3:13-18; Mazmur: 19:8.9.10.15; R:9a,

Pada suatu hari, Yesus bersama Petrus, Yakobus, dan Yohanes turun dari gunung, lalu kembali pada murid-murid lain.

Mereka melihat orang banyak mengerumuni murid-murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan sesuatu dengan mereka.

Pada waktu orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia.

Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?”

Kata seorang dari orang banyak itu: “Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.

Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang.

Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.”

Maka kata Yesus kepada mereka: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu?

Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!”

Lalu mereka membawanya kepada-Nya.

Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa.

Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: “Sudah berapa lama ia mengalami ini?”

Jawabnya: “Sejak masa kecilnya. Dan sering kali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya.

Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.”

Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini! ” (Bacaan selengkapnya lihat di Kitab Suci).

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 21 Februari 2022, Bacaan Injil

Kadang-kadang, kita kesal kepada seseorang yang walaupun sudah diberitahu berkali-kali, diajarkan dan dinasihati berulang kali, namun tidak mengerti juga. Tidak berubah juga.

Saat diberitahu manggut-manggut, seolah-olah sudah mengerti, tetapi setelah itu tidak terjadi apa-apa.

Akhirnya terbawa kesal, kecewa, emosi.

Barangkali itulah yang dirasakan Yesus ketika Ia berujar,

“Berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu?”

Yesus menunjukkan sisi kemanusiaan-Nya kepada orang-orang yang kurang percaya.

Meskipun demikian, yang patut kita perhatikan adalah betapa pun Yesus kesal kepada orang-orang yang tidak percaya, termasuk kepada orang tua anak yang kerasukan roh itu,

namun Yesus tidak membiarkan si sakit terus-menerus dikuasai oleh roh jahat yang membutakan dan membisukan dia.

Ia membebaskan anak itu dengan mengusir roh jahat yang bernaung di tubuhnya.

Bedanya dengan kita, sekali kita kesal, kecewa, dan emosi pada seseorang, lalu tiada ampun lagi.

Kita menutup diri untuk mau sabar dan mengerti.

Sikap seperti itu tidak akan menolong orang lain dan diri kita sendiri; kita akan terus dikusai oleh perasaan negatif, sedangkan orang lain pun tidak akan pernah berubah menjadi lebih baik.

.

Yesus, kuatkanlah kami dalam percaya. Jadikanlah kami manusia pendoa sehingga mampu mengusir segala kuasa jahat. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 20 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 20 Februari 2022, Bacaan Injil Lukas 6:27-38

Bacaan I: 1 Sam, 26:2.7-9.12-13.22-23; Mazmur: 103:1-2.3-4.8.10.12-13;R:8a, Bacaan II: 1Kor. 15:45-49

Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya,

“Dengarkanlah perkataan-Ku ini: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;

mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.

Siapa saja menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan siapa saja yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.

Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.

Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu?

Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.

Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu?

Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.

Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu?

Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.

Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan,

maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi,

sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.

Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.” (Bacaan selengkapnya lihat di Kitab Suci).

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 20 Februari 2022, Bacaan Injil

Daud memiliki kesempatan untuk membunuh Saul yang sedang mengejar dan ingin membunuhnya.

Namun, ia justru berbuat kasih, yang menunjukkan bahwa ia lebih bersahaja daripada sang Raja.

Ia tidak mau menjamah apalagi membunuh seseorang yang diurapi oleh Tuhan.

Pengetahuan dan kesetiaannya kepada Tuhan serta perhatian dan kasihnya kepada tuannya, membebaskan Daud dari kuasa jahat dan keinginan untuk menghabisi musuh-musuhnya.

Ia tidak dikuasai oleh nafsu balas dendam.

Itulah keutamaan seorang beriman, seorang yang dekat dengan Tuhan, seorang yang menghargai hidup.

Hal yang sama ditegaskan Yesus bahwa setiap pengikut-Nya tidak cukup menjadi orang ‘biasa-biasa’ saja, tetapi harus menjadi pribadi yang ‘luar biasa.’

Yesus bersabda kepada para murid-Nya: “Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.

Siapa saia menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain,..”

Bukankah itu luar biasa?

Sangat normal kalau kita tidak suka kepada musuh dan membenci orang-orang yang berbuat jahat kepada kita.

Akan tetapi, Yesus menghendaki kita, para pengikut-Nya, untuk menjadi ‘luar biasa.’

Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi balaslah kejahatan dengan kebaikan dan kasih.

.

Yesus, semoga kami bersedia dan mampu menjadi pribadi yang luar biasa seperti yang Engkau kehendaki. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Jadwal Misa Online Minggu Biasa VII TH.C/II Tgl 19-20 Feb 2022

Jadwal Misa Online Minggu Biasa VII TH.C/II Tgl 19-20 Feb 2022

Seperti yang telah kita ketahui bersama masa pandemi belumlah berakhir, oleh karena itu kita perlu mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat mengingat angka penderita Covid-19 masih ada di negara kita Indonesia.

Perayaan ekaristi new normal secara offline di gereja Jetis pada Minggu Biasa VII TH.C/II untuk sementara ini dilakukan secara offline terbatas dan juga dengan misa online, hal ini dilaksanakan mengikuti protokol kesehatan ketat yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Selama pandemi Covid-19 ini perayaan ekaristi di paroki-paroki lain masih ada yang dilangsungkan secara online setiap hari bahkan sampai saat ini.

Gereja JETIS – Minggu Jam 08.00 WIB (KLIK)

100 minggu berlalu sudah, itu artinya hampir dua tahun lamanya sejak pandemi di negara Indonesia dimulai, saat ini paroki-paroki dalam lingkup Kevikepan Yogyakarta akhirnya mulai menyelenggarakan misa tatap muka sekaligus menyiarkannya secara online untuk membantu umat agar dapat tetap beribadat dengan aman dan nyaman.

Lihat Juga : Youtube Channel Paroki Jetis (KLIK)

Inilah jadwal misa online minggu ini. Silahkan catat dengan seksama jadwalnya :

SILAHKAN KLIK :

>> Sabtu Pukul 18.00 WIB <<

Paroki HSMPTB – Kumetiran

>> Sabtu Pukul 16.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki HKTY – Ganjuran

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) <<

Paroki St. Theresia – Boro

>> Sabtu Pukul 18.30 WIB, Minggu pukul 08.00 WIB & 18.30 WIB <<

Paroki Kristus Raja – Baciro

>> Minggu pukul 06.30 WIB <<

Paroki TDGY – Macanan

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB, Minggu pukul 07.00 WIB & 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus Paulus – Minomartani

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus – Warak

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki Marganingsih – Kalasan

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki St. Yoseph – Medari

>> Sabtu Pukul 16.30 WIB, Minggu pukul 16.30 WIB <<

Paroki St. Antonius – Kotabaru

>> Minggu pukul 07.00 WIB <<

Paroki St. Maria Assumpta – Babarsari

.

Bagi Anda yang terbiasa mengikuti ekaristi dari Katedral Semarang dan merindukan misa kudus dengan Romo Uskup Mgr. Rubyatmoko tidak perlu khawatir misa ditiadakan, karena tetap ada dan hanya pindah channel Youtube saja ke Komsos Katedral. Anda hanya perlu mencari video dengan tulisan LIVE di pojok kanan bawah. Untuk jadwalnya silahkan disimak dibawah ini :

.

Jadwal Ekaristi Online Hari Ini Lingkup Keuskupan Semarang


Ekaristi Sabtu Sore & Minggu 19-20 Februari 2022
Minggu Biasa VII TH.C/II

>> SABTU SORE Pukul 18.30 WIB <<
>> MINGGU PAGI Pukul 08.00 WIB <<
>> MINGGU SORE Pukul 18.30 WIB <<

KLIK :

STREAMING Katedral Semarang 
.
.

Seperti yang sudah-sudah kami sampaikan, sebelum mengikuti ekaristi secara online ada baiknya Anda menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu :

  • Pastikan kuota paket data Anda cukup untuk mengikuti keseluruhan jadwal Perayaan Ekaristi sampai selesai.
  • Sebaiknya kita mandi terlebih dahulu sebelum mengikuti perayaan ekaristi dan juga memakai pakaian sopan serta pantas. Persiapkan diri Anda baik-baik. Mempersiapkan diri layaknya mengikuti langsung ekaristi di gereja.
  • Gunakan ruangan yang pantas, seperti: ruang keluarga, ruang doa, ruang tamu, atau kamar kos. Tidak mengikuti Perayaan Ekaristi dari atas tempat tidur atau lebih ekstrim lagi di kamar mandi.
  • Siapkan salib dan lilin untuk mendukung suasana doa dan perayaan yang penuh khidmat untuk misa online Semarang hari ini.
  • Lebih penting lagi yaitu siapkan hati untuk mengikuti ekaristi. Ikutilah dengan fokus, khusyuk, berdoalah sepenuh hati.
  • Ingat untuk selalu membuat Tanda Salib, di awal dan akhir Perayaan Ekaristi.
  • Silahkan mengikuti ekaristi dengan duduk atau bersila, tidak perlu berdiri maupun berlutut. Supaya Anda tetap nyaman sepanjang perayaan berlangsung.
  • Ketika hendak menerima Komuni Kudus silahkan terlebih dahulu mendoakan doa komuni spiritual seraya menghayati sepenuh hati.
  • Bersyukurlah senantiasa karena Anda berada dalam keadaan sehat dan masih dapat mengikuti Ekaristi meskipun secara online.

.
.

Misa Online Minggu Biasa VII TH.C/II Tgl 19-20 Feb 2022

misa online minggu biasa

Misa Online Minggu Biasa VII TH.C/II Tgl 19-20 Februari 2022

Selama pandemi Covid-19, perayaan ekaristi di paroki-paroki lain masih ada yang dilangsungkan secara online bahkan sampai sekarang. Beberapa paroki pada kesempatan saat ini dalam lingkup Keuskupan Agung Semarang (KAS) menyiarkan misanya secara online untuk membantu umat agar dapat tetap beribadat dengan aman dan nyaman.

Negara tercinta kita Indonesia masih diliputi oleh pandemi Covid-19 selama hampir dua tahun ini, sama seperti banyak negara lainnya, kita tetap perlu mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat mengingat angka penderita Covid-19 masih terus turun naik di negeri kita.

(KLIK) Gereja JETIS – Minggu Jam 08.00 WIB

Pada keadaan new normal seperti saat ini, gereja Jetis mengadakan perayaan ekaristi offline terbatas yang juga disiarkan secara online pada Misa Minggu Biasa VII TH.C/II ini dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. 

Lihat Juga : Youtube Channel Paroki Jetis (KLIK)

Inilah Misa Online Jogjakarta minggu ini. Silahkan catat dengan seksama jadwalnya :

SILAHKAN KLIK :

>> Sabtu Pukul 18.00 WIB <<

Paroki HSMPTB – Kumetiran

>> Sabtu Pukul 16.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki HKTY – Ganjuran

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) <<

Paroki St. Theresia – Boro

>> Sabtu Pukul 18.30 WIB, Minggu pukul 08.00 WIB & 18.30 WIB <<

Paroki Kristus Raja – Baciro

>> Minggu pukul 06.30 WIB <<

Paroki TDGY – Macanan

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB, Minggu pukul 07.00 WIB & 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus Paulus – Minomartani

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus – Warak

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki Marganingsih – Kalasan

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki St. Yoseph – Medari

>> Sabtu Pukul 16.30 WIB, Minggu pukul 16.30 WIB <<

Paroki St. Antonius – Kotabaru

>> Minggu pukul 07.00 WIB <<

Paroki St. Maria Assumpta – Babarsari

.

Bagi Anda yang terbiasa mengikuti ekaristi dari Katedral Semarang dan merindukan misa kudus dengan Romo Uskup Mgr. Rubyatmoko tidak perlu khawatir misa ditiadakan, karena tetap ada dan hanya pindah channel Youtube saja ke Komsos Katedral. Anda hanya perlu mencari video dengan tulisan LIVE di pojok kanan bawah. Untuk jadwalnya silahkan disimak dibawah ini :

.

Ekaristi Online Jogja Streaming Hari Ini


Ekaristi Sabtu Sore & Minggu 19-20 Februari 2022
Minggu Biasa VII TH.C/II

>> SABTU SORE Pukul 18.30 WIB <<
>> MINGGU PAGI Pukul 08.00 WIB <<
>> MINGGU SORE Pukul 18.30 WIB <<

KLIK :

STREAMING Katedral Semarang 
.
.

Seperti yang sudah-sudah kami sampaikan, sebelum mengikuti ekaristi secara online ada baiknya Anda menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu :

  • Pastikan kuota paket data Anda cukup untuk mengikuti keseluruhan Perayaan Ekaristi sampai selesai.
  • Sebaiknya kita mandi terlebih dahulu sebelum mengikuti perayaan ekaristi dan juga memakai pakaian sopan serta pantas. Persiapkan diri Anda baik-baik. Mempersiapkan diri layaknya mengikuti langsung ekaristi di gereja.
  • Gunakan ruangan yang pantas, seperti: ruang keluarga, ruang doa, ruang tamu, atau kamar kos. Tidak mengikuti Perayaan Ekaristi dari atas tempat tidur atau lebih ekstrim lagi di kamar mandi.
  • Siapkan salib dan lilin untuk mendukung suasana doa dan perayaan yang penuh khidmat untuk jadwal misa online Keuskupan Agung Semarang hari ini.
  • Lebih penting lagi yaitu siapkan hati untuk mengikuti ekaristi. Ikutilah dengan fokus, khusyuk, berdoalah sepenuh hati.
  • Ingat untuk selalu membuat Tanda Salib, di awal dan akhir Perayaan Ekaristi.
  • Silahkan mengikuti ekaristi dengan duduk atau bersila, tidak perlu berdiri maupun berlutut. Supaya Anda tetap nyaman sepanjang perayaan berlangsung.
  • Ketika hendak menerima Komuni Kudus silahkan terlebih dahulu mendoakan doa komuni spiritual seraya menghayati sepenuh hati.
  • Bersyukurlah senantiasa karena Anda berada dalam keadaan sehat dan masih dapat mengikuti Ekaristi meskipun secara online.

.
.

Renungan Harian Hari Ini 19 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 19 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 9:2-13

Bacaan I: Yak 3:1-10; Mazmur: 12:2-3.4-5.7-8; R:Ih.8b,

Pada suatu hari, Yesus berbicara tentang bagaimana ia akan menderita sengsara.

Sesudah itu, Ia membawa Petrus, Yakobus, dan Yohanes, dan bersama mereka naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja.

Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat.

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.

Maka tampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.

Kata Petrus kepada Yesus: “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”

Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan.

Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.”

Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorang pun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri.

Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorang pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati.

Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan “bangkit dari antara orang mati.”

Lalu mereka bertanya kepada-Nya: “Mengapa ahli-ahli Taurat berkata, bahwa Elia harus datang dahulu?”

Jawab Yesus: “Memang Elia akan datang dahulu dan memulihkan segala sesuatu. Hanya, bagaimanakah dengan yang ada tertulis mengenai Anak Manusia, bahwa Ia akan banyak menderita dan akan dihinakan?

Tetapi Aku berkata kepadamu: Memang Elia sudah datang dan orang memperlakukan dia menurut kehendak mereka, sesuai dengan yang ada tertulis tentang dia.”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 19 Februari 2022, Bacaan Injil

“Betapa bahagianya kami berada di sini.” Ini merupakan kondisi ideal yang dicita-citakan oleh semua orang, yaitu momen bahagia.

Betapa indah hal ini, bila kata-kata yang serupa dialami secara nyata oleh setiap anggota keluarga kita, baik di rumah maupun di tempat kerja.

Misalnya, seorang suami berkata, “Betapa bahagianya di sini karena istri dan anak-anak sehat dan tekun.”

Istri pun berkata, “Betapa bahagianya memiliki suami sepertimu.”

Anak-anak pun barangkali akan berujar, “Betapa bahagianya melihat bapa-mama sehat, akur, harmonis, dan saling memuji.”

Akan lebih mantap lagi, ketika ada orang lain memberi kesaksian, “Inilah guru kami yang tercinta, inilah karyawan kami yang rajin, inilah romo kami yang setia, dsb.

Kondisi bahagia ini akan terlaksana kalau ada cinta dan perhatian satu sama lain.

Cinta itu kemudian disampaikan, antara lain lewat bahasa, lewat kata-kata yang dikendalikan oleh lidah; lewat telepon dan media sosial.

Maka, seperti nasihat Rasul Yakobus, mari kita menggunakan lidah kita untuk memuji Allah dan menyalurkan berkat, bukan mengumbar kutuk dan laknat.

.

Tuhan, semoga kami selalu mengucapkan kata-kata berkat dan bukan kata-kata kutuk untuk sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 18 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 18 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 8:34-9:1

Bacaan I: Yak. 2:14-24.26; Mazmur: 112:1-2.3-4.5-6; R:1,

Pada suatu ketika, Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya, dan berkata kepada mereka:

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya;

tetapi siapa saja kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.

Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.

Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Sebab siapa saja malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini,

Anak Manusia pun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diringi malaikat-malaikat kudus:

Kata-Nya lagi kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa.”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 18 Februari 2022, Bacaan Injil

Bunyi bel di suatu biara sangatlah penting, karena menjadi petunjuk sesuatu.

Oleh sebab itu, fungsi dari seorang belarius (yang membunyikan bel) sangatlah penting, kelalaiannya bisa mengganggu acara biara.

Biasanya, tugas sebagai belarius ini bergantian.

Suatu hari, seorang frater bernama Nodi bertugas sebagai belarius.

Ia bangun pada pkl. 04.30 dan cepat-cepat membunyikan bel sebagai tanda bahwa sudah saatnya bangun pagi dan pergi mandi.

Namun, setelah mengebel, Nodi bukannya pergi mandi seperti anggota biara lainnya, melainkan pergi tidur lagi.

Setelah membangunkan orang lain, Nodi malah pergi tidur.

Mungkin dalam masyarakat kita banyak orang seperti Nodi, teriak-teriak atau menasihati orang lain supaya melakukan ini dan itu, namun dia sendiri enggan melakukan apa yang dikatakannya.

Kata Rasul Yakobus, iman tanpa perbuatan pada hakikatnya mati.

Kata-kata tanpa tindakan pasti kosong.

Iman bukan sekadar percaya, melainkan juga keberanian untuk ikut meski harus menyangkal diri dan memikul salib.

Abraham dan banyak tokoh dalam Kitab Suci telah mewujudnyatakan iman dalam perbuatan-perbuatan mereka, demikian juga dengan para kudus.

Bagaimana dengan kita masing-masing?

.

Yesus, semoga kami mampu mengikuti Engkau dengan berani menyangkal diri dan memikul salib kami sendiri. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 17 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 17 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 8: 27-33

Bacaan I: Yak. 2:1-9; Mazmur: 34:2-3.4-5.6-7; R:7a,

Pada suatu hari, Yesus bersama murid-murid-Nya pergi ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi.

Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Kata orang, siapakah Aku ini?”

Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi.”

Ia bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”

Maka jawab Petrus: “Engkau adalah Mesias!”

Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia.

Kemudian mulailah Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua,

imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari. Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang.

Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia.

Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya:

“Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 17 Februari 2022, Bacaan Injil

Kita mengenal Tuhan dan menjadi orang beriman sangat mungkin karena bantuan orang lain.

Namun, pada akhirnya keputusan untuk menjadi orang beriman itu haruslah menjadi keputusan dan tanggung jawab pribadi.

Orang lain mungkin akan merumuskan siapa Yesus menurut konsep dan pengenalan mereka.

Petrus dan para murid pun memiliki rumusan.

Petrus mewakili para murid yang lain merumuskan dengan tepat siapa Yesus karena pengalaman kebersamaan, kedekatan, dan keakraban dengan Yesus.

Kedekatan dan keakraban dengan Tuhan dapat kita peroleh melalui doa serta aktivitas sosial dan kerohanian seperti yang dahulu dilakukan oleh Yesus bersama para rasul.

Pengalaman rohani itu sangatlah penting dalam kehidupan seorang beriman, karena hal itu akan berimbas pada sikap dan perilaku selanjutnya.

Para rasul setelah kematian dan kebangkitan Yesus menjadi pewarta ulung karena mereka yakin siapa yang mereka imani dan wartakan.

Mereka rela dipenjarakan, disiksa, dianiaya, bahkan sampai wafat karena mereka memiliki pengalaman bersama Junjungan mereka.

Dengan mengenal Yesus secara lebih akrab dan personal, kita pun mampu menjadi pelaku sabda yang andal dan setia.

Mengenal Yesus secara pribadi merupakan tugas setiap pengikut Kristus sehingga mampu melayani setiap orang tanpa membeda-bedakan sekaligus tidak memberi kesempatan kepada iblis.

.

Tuhan, semoga kami mengenal Engkau tidak hanya dengan akal, tetapi juga dengan iman. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

You cannot copy content of this page