Renungan Harian Hari Ini 16 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 16 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 8:22-26

Bacaan I: Yak. 1:19-27; Mazmur: 15:2-3ab.3cd-4ab.5; R:1b,

Pada suatu hari, Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Betsaida.

Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia.

Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung.

Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: “Sudahkah kaulihat sesuatu?”

Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: “Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon”

Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas.

Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: “Jangan masuk ke kampung!”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 16 Februari 2022, Bacaan Injil

Dalam bacaan pertama hari ini, Rasul Yakobus mengatakan kepada jemaatnya: “Hendaklah kalian menjadi pelaksana Sabda, dan bukan hanya pendengar.”

Sabda ini kiranya tergambar dalam tindakan beberapa orang yang membawa seorang buta dan memohon kepada Yesus supaya Ia menjamah si buta itu.

Niat dan usaha mereka membuat orang buta itu bisa bertemu dengan Yesus sehingga Yesus berbuat sesuatu untuk menyembuhkan dia.

Kita bisa membayangkan bahwa si buta akan sangat sulit bertemu dengan Yesus jika ia tidak dibawa dan didampingi.

Dia mungkin akan tetap buta.

Tindakan mereka mengubah si buta jadi melihat melalui tindakan Yesus.

Senang sekali mendengar kisah-kisah orang yang berjasa membantu orang lain, baik melalui pengalaman langsung sehari-hari maupun dalam berita yang tersiar di media sosial.

Mungkin orang-orang itu tidak mampu menolong secara langsung, namun usaha dan jasa mereka menjadi jembatan penolong bagi orang-orang yang sangat membutuhkan bantuan.

Semoga kita masing-masing menjadi ‘jembatan penolong’ sehingga banyak orang mengenal Tuhan, banyak orang bertemu dengan Yesus, banyak orang mendapat solusi atas berbagai kesulitan hidup yang mereka hadapi.

.

Tuhan, semoga kami menjadi pelaksana sabda dan menjadi ‘jembatan penolong’ bagi banyak orang yang membutuhkan bantuan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 15 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 15 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 8:14-21

Bacaan I: Yak. 1:12-18; Mazmur: 94:12-13a.14-15.18-19 Ref: 12a,

Pada suatu hari, murid-murid Yesus lupa membawa roti.

Hanya sebuah roti saja yang ada pada mereka dalam perahu.

Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: “Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.”

Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: “Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti.”

Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata:

“Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu?

Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar?

Tidakkah kamu ingat lagi, pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?”

Jawab mereka: “Dua belas bakul.”

“Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?”

Jawab mereka: “Tujuh bakul.”

Lalu kata-Nya kepada mereka: “Masihkah kamu belum mengerti?”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 15 Februari 2022, Bacaan Injil

Orang yang sudah melakukan sesuatu yang salah, biasanya kikuk, panik, dan mudah tersinggung.

Emosinya langsung terpancing bila ada sedikit pemantik karena secara spontan merasa sebagai tertuduh.

Ia kemudian buru-buru membuat pembelaan diri, meski orang lain tidak bermaksud menuduh, apalagi memojokkan dia.

Itulah situasi yang dirasakan oleh murid-murid Yesus yang langsung tersinggung dan bereaksi negatif ketika Yesus menasihati mereka supaya berjaga-jaga terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.

Mereka tidak mengerti arti terdalam nasihat Yesus, karena mereka hanya berfokus pada kelalaian diri sendiri.

Kekhawatiran pada diri sendiri membuat mereka gagal memahami kata-kata Yesus.

Oleh sebab itu, untuk setiap tugas, tanggung jawab, dan kepercayaan yang diberikan kepada kita hendaknya kita siapkan dengan baik sehingga tidak ada kemungkinan terjadi suatu kelalaian ataupun kesalahan.

Kita perlu mengecek hal-hal detail supaya terhindar dari kekeliruan sehingga perasaan bersalah yang berlebihan tidak mengangkangi kita sampai kita tidak mengerti maksud baik orang lain.

Dengan persiapan yang baik dan matang, kita menjadi pribadi yang siap bekerja, tidak mudah tersinggung, serta tidak bereaksi secara emosional.

.

Ya Tuhan, kami sering salah paham terhadap maksud baik orang lain. Kami pun sering kali tidak mengerti sabda-Mu. Buatlah kami mengerti. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 14 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 14 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 8:11-13

Bacaan I: Yak. 1:1-11; Mazmur: 119:67.68.71.72.75.76 Ref:77a,

Sekali peristiwa, datanglah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus.

Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari surga.

Maka mengeluhlah Ia dalam hati-Nya dan berkata:

“Mengapa angkatan ini meminta tanda?

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda.”

Ia meninggalkan mereka.

Ia naik pula ke perahu dan bertolak ke seberang.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 14 Februari 2022, Bacaan Injil

Para juara dalam bidang olahraga akhirnya bisa memetik buah indah dengan mencapai puncak prestasi karena diawali oleh latihan yang sungguh-sungguh.

Meskipun berat dan sering kali menyakitkan, mereka melakukan pelatihan dengan sabar, tekun, dan disiplin.

Itulah yang mengantar mereka pada prestasi gemilang.

Ilustrasi ini mengantar kita pada hidup beriman kita.

Berbagai kesulitan dan pencobaan merupakan ujian atas iman, apakah kita setia dan tekun di dalamnya.

Seorang beriman tidak mengutuki aneka pencobaan yang ia dihadapi, tetapi menghayatinya sebagai bagian dari proses hingga akhirnya menghasilkan buah yang matang.

Orang Farisi yang menuntut tanda dari Yesus tidak mengikuti cara berpikir Yesus, karena mereka hanya ingin memuaskan dan membenarkan diri sendiri sehingga apa pun yang dilakukan Yesus tidak akan membawa efek positif dalam hidup mereka.

Hal ini sama dengan orang-orang yang sudah berpikiran negatif terhadap usaha, jasa, penampilan, dan cara kerja kita.

Bagaimana pun penjelasan yang kita berikan, apa pun kenyataan baik yang terjadi karena kita, namun dalam pandangan mereka semua itu salah dan tidak berguna.

Oleh sebab itu, sikap Yesus bisa jadi model bagi kita, yaitu dengan tidak memberikan tanda apa pun kepada mereka karena hal itu akan percuma.

.

Tuhan, semoga dalam setiap pencobaan kami tetap setia kepada-Mu hingga beroleh buah yang matang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 13 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 13 Februari 2022, Bacaan Injil Lukas 6:17.20-26

Bacaan I: Yer. 17:5-8; Mazmur: 1:1-2.3.4.6; R:40:5a; Bacaan II: 1 Kor. 15:12.16-20,

Sekali peristiwa, Yesus turun dari sebuah bukit bersama kedua belas rasul, dan berhenti pada suatu tempat yang datar.

Di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.

Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata:

“Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.

Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan.

Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.

Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.

Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.

Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.

Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar.

Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.

Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu.”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 13 Februari 2022, Bacaan Injil

Ada dua tawaran yang disampaikan kepada kita hari ini, yakni terberkati atau terkutuk, berbahagia atau celaka.

Pilihan tergantung pribadi masing-masing.

Namun, sebagai seorang beriman, sejatinya memilih menjadi pribadi yang terberkati dan bahagia.

Jalan atau cara yang harus diikuti untuk menjadi pribadi yang terberkati dan bahagia adalah dengan mengandalkan Tuhan seperti diserukan oleh Nabi Yeremia.

Yesus menegaskan salah satu cara untuk menuju kebahagiaan adalah dengan menjadi miskin di hadapan Allah.

Artinya, senantiasa mencari Tuhan dari waktu ke waktu.

Bergantung sepenuhnya kepada penyelenggaraan Tuhan karena kita sendiri tidak memiliki apa-apa yang bisa dibanggakan.

Kebahagiaan yang dicari oleh seorang yang dekat dan mengandalkan Tuhan, tidak seperti kebahagiaan yang dicari oleh para penguasa dunia yang orientasinya melulu materi dan ketenaran.

Kebahagiaan duniawi sifatnya sementara, mudah hilang, dan dapat membawa orang pada pintu celaka.

Rasul Paulus dengan sungguh dan total mempercayakan dirinya kepada Kristus sehingga seluruh pewartaan dan cara hidupnya terarah kepada Kristus, kendati melalui jalan berliku, teraniaya, dan berdarah-darah.

Hidup dan matinya, ia serahkan kepada Kristus. Itulah kebahagiaan sejatinya.

.

Tuhan, semoga kami menjadi pribadi bahagia dan terberkati untuk menjadi berkat bagi banyak orang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Jadwal Misa Online Minggu Biasa VI TH.C/II Tgl 12-13 Feb 2022

Jadwal Misa Online Minggu Biasa VI TH.C/II Tgl 12-13 Feb 2022

Seperti yang telah kita ketahui bersama masa pandemi belumlah berakhir, oleh karena itu kita perlu mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat mengingat angka penderita Covid-19 masih ada di negara kita Indonesia.

Perayaan ekaristi new normal secara offline di gereja Jetis pada Minggu Biasa VI TH.C/II untuk sementara ini dilakukan secara offline terbatas dan juga dengan misa online, hal ini dilaksanakan mengikuti protokol kesehatan ketat yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Selama pandemi Covid-19 ini perayaan ekaristi di paroki-paroki lain masih ada yang dilangsungkan secara online setiap hari bahkan sampai saat ini.

Gereja JETIS – Minggu Jam 08.00 WIB (KLIK)

99 minggu berlalu sudah, itu artinya hampir dua tahun lamanya sejak pandemi di negara Indonesia dimulai, saat ini paroki-paroki dalam lingkup Kevikepan Yogyakarta akhirnya mulai menyelenggarakan misa tatap muka sekaligus menyiarkannya secara online untuk membantu umat agar dapat tetap beribadat dengan aman dan nyaman.

Lihat Juga : Youtube Channel Paroki Jetis (KLIK)

Inilah jadwal misa online minggu ini. Silahkan catat dengan seksama jadwalnya :

SILAHKAN KLIK :

>> Sabtu Pukul 18.00 WIB <<

Paroki HSMPTB – Kumetiran

>> Sabtu Pukul 16.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki HKTY – Ganjuran

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) <<

Paroki St. Theresia – Boro

>> Sabtu Pukul 18.30 WIB, Minggu pukul 08.00 WIB & 18.30 WIB <<

Paroki Kristus Raja – Baciro

>> Minggu pukul 06.30 WIB <<

Paroki TDGY – Macanan

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB, Minggu pukul 07.00 WIB & 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus Paulus – Minomartani

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus – Warak

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki Marganingsih – Kalasan

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki St. Yoseph – Medari

>> Sabtu Pukul 16.30 WIB, Minggu pukul 16.30 WIB <<

Paroki St. Antonius – Kotabaru

>> Minggu pukul 07.00 WIB <<

Paroki St. Maria Assumpta – Babarsari

.

Bagi Anda yang terbiasa mengikuti ekaristi dari Katedral Semarang dan merindukan misa kudus dengan Romo Uskup Mgr. Rubyatmoko tidak perlu khawatir misa ditiadakan, karena tetap ada dan hanya pindah channel Youtube saja ke Komsos Katedral. Anda hanya perlu mencari video dengan tulisan LIVE di pojok kanan bawah. Untuk jadwalnya silahkan disimak dibawah ini :

.

Jadwal Ekaristi Online Hari Ini Lingkup Keuskupan Semarang


Ekaristi Sabtu Sore & Minggu 12-13 Februari 2022
Minggu Biasa VI TH.C/II

>> SABTU SORE Pukul 18.30 WIB <<
>> MINGGU PAGI Pukul 08.00 WIB <<
>> MINGGU SORE Pukul 18.30 WIB <<

KLIK :

STREAMING Katedral Semarang 
.
.

Seperti yang sudah-sudah kami sampaikan, sebelum mengikuti ekaristi secara online ada baiknya Anda menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu :

  • Pastikan kuota paket data Anda cukup untuk mengikuti keseluruhan jadwal Perayaan Ekaristi sampai selesai.
  • Sebaiknya kita mandi terlebih dahulu sebelum mengikuti perayaan ekaristi dan juga memakai pakaian sopan serta pantas. Persiapkan diri Anda baik-baik. Mempersiapkan diri layaknya mengikuti langsung ekaristi di gereja.
  • Gunakan ruangan yang pantas, seperti: ruang keluarga, ruang doa, ruang tamu, atau kamar kos. Tidak mengikuti Perayaan Ekaristi dari atas tempat tidur atau lebih ekstrim lagi di kamar mandi.
  • Siapkan salib dan lilin untuk mendukung suasana doa dan perayaan yang penuh khidmat untuk misa online Semarang hari ini.
  • Lebih penting lagi yaitu siapkan hati untuk mengikuti ekaristi. Ikutilah dengan fokus, khusyuk, berdoalah sepenuh hati.
  • Ingat untuk selalu membuat Tanda Salib, di awal dan akhir Perayaan Ekaristi.
  • Silahkan mengikuti ekaristi dengan duduk atau bersila, tidak perlu berdiri maupun berlutut. Supaya Anda tetap nyaman sepanjang perayaan berlangsung.
  • Ketika hendak menerima Komuni Kudus silahkan terlebih dahulu mendoakan doa komuni spiritual seraya menghayati sepenuh hati.
  • Bersyukurlah senantiasa karena Anda berada dalam keadaan sehat dan masih dapat mengikuti Ekaristi meskipun secara online.

.
.

Misa Online Minggu Biasa VI TH.C/II Tgl 12-13 Februari 2022

misa online minggu biasa

Misa Online Minggu Biasa VI TH.C/II Tgl 12-13 Februari 2022

Selama pandemi Covid-19, perayaan ekaristi di paroki-paroki lain masih ada yang dilangsungkan secara online bahkan sampai sekarang. Beberapa paroki pada kesempatan saat ini dalam lingkup Keuskupan Agung Semarang (KAS) menyiarkan misanya secara online untuk membantu umat agar dapat tetap beribadat dengan aman dan nyaman.

Negara tercinta kita Indonesia masih diliputi oleh pandemi Covid-19 selama hampir dua tahun ini, sama seperti banyak negara lainnya, kita tetap perlu mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat mengingat angka penderita Covid-19 masih terus turun naik di negeri kita.

(KLIK) Gereja JETIS – Minggu Jam 08.00 WIB

Pada keadaan new normal seperti saat ini, gereja Jetis mengadakan perayaan ekaristi offline terbatas yang juga disiarkan secara online pada Misa Minggu Biasa VI TH.C/II ini dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. 

Lihat Juga : Youtube Channel Paroki Jetis (KLIK)

Inilah Misa Online Jogjakarta minggu ini. Silahkan catat dengan seksama jadwalnya :

SILAHKAN KLIK :

>> Sabtu Pukul 18.00 WIB <<

Paroki HSMPTB – Kumetiran

>> Sabtu Pukul 16.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki HKTY – Ganjuran

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) <<

Paroki St. Theresia – Boro

>> Sabtu Pukul 18.30 WIB, Minggu pukul 08.00 WIB & 18.30 WIB <<

Paroki Kristus Raja – Baciro

>> Minggu pukul 06.30 WIB <<

Paroki TDGY – Macanan

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB, Minggu pukul 07.00 WIB & 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus Paulus – Minomartani

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus – Warak

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki Marganingsih – Kalasan

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki St. Yoseph – Medari

>> Sabtu Pukul 16.30 WIB, Minggu pukul 16.30 WIB <<

Paroki St. Antonius – Kotabaru

>> Minggu pukul 07.00 WIB <<

Paroki St. Maria Assumpta – Babarsari

.

Bagi Anda yang terbiasa mengikuti ekaristi dari Katedral Semarang dan merindukan misa kudus dengan Romo Uskup Mgr. Rubyatmoko tidak perlu khawatir misa ditiadakan, karena tetap ada dan hanya pindah channel Youtube saja ke Komsos Katedral. Anda hanya perlu mencari video dengan tulisan LIVE di pojok kanan bawah. Untuk jadwalnya silahkan disimak dibawah ini :

.

Ekaristi Online Jogja Streaming Hari Ini


Ekaristi Sabtu Sore & Minggu 12-13 Februari 2022
Minggu Biasa VI TH.C/II

>> SABTU SORE Pukul 18.30 WIB <<
>> MINGGU PAGI Pukul 08.00 WIB <<
>> MINGGU SORE Pukul 18.30 WIB <<

KLIK :

STREAMING Katedral Semarang 
.
.

Seperti yang sudah-sudah kami sampaikan, sebelum mengikuti ekaristi secara online ada baiknya Anda menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu :

  • Pastikan kuota paket data Anda cukup untuk mengikuti keseluruhan Perayaan Ekaristi sampai selesai.
  • Sebaiknya kita mandi terlebih dahulu sebelum mengikuti perayaan ekaristi dan juga memakai pakaian sopan serta pantas. Persiapkan diri Anda baik-baik. Mempersiapkan diri layaknya mengikuti langsung ekaristi di gereja.
  • Gunakan ruangan yang pantas, seperti: ruang keluarga, ruang doa, ruang tamu, atau kamar kos. Tidak mengikuti Perayaan Ekaristi dari atas tempat tidur atau lebih ekstrim lagi di kamar mandi.
  • Siapkan salib dan lilin untuk mendukung suasana doa dan perayaan yang penuh khidmat untuk jadwal misa online Keuskupan Agung Semarang hari ini.
  • Lebih penting lagi yaitu siapkan hati untuk mengikuti ekaristi. Ikutilah dengan fokus, khusyuk, berdoalah sepenuh hati.
  • Ingat untuk selalu membuat Tanda Salib, di awal dan akhir Perayaan Ekaristi.
  • Silahkan mengikuti ekaristi dengan duduk atau bersila, tidak perlu berdiri maupun berlutut. Supaya Anda tetap nyaman sepanjang perayaan berlangsung.
  • Ketika hendak menerima Komuni Kudus silahkan terlebih dahulu mendoakan doa komuni spiritual seraya menghayati sepenuh hati.
  • Bersyukurlah senantiasa karena Anda berada dalam keadaan sehat dan masih dapat mengikuti Ekaristi meskipun secara online.

.
.

Renungan Harian Hari Ini 12 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 12 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 8:1-10

Bacaan I: 1Raj. 12:26-32; 13:33-34, Mazmur: 106:6-7a.19-20.21-22, R:4a

Sekali peristiwa, sejumlah besar orang mengikuti Yesus. Karena mereka tidak mempunyai makanan, Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata:

“Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan.

Dan jika mereka Kusuruh pulang ke rumahnya dengan lapar, mereka akan rebah di jalan, sebab ada yang datang dari jauh.”

Murid-murid-Nya menjawab: “Bagaimana di tempat yang sunyi ini orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang?”

Yesus bertanya kepada mereka: “Berapa roti ada padamu?” Jawab mereka: “Tujuh.”

Lalu Ia menyuruh orang banyak itu duduk di tanah.

Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya untuk dibagi-bagikan, dan mereka memberikannya kepada orang banyak.

Mereka juga mempunyai beberapa ikan dan sesudah mengucap berkat atasnya, Ia menyuruh supaya ikan itu juga dibagi-bagikan, dan mereka makan sampai kenyang.

Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, sebanyak tujuh bakul.

Mereka itu ada kira-kira empat ribu orang. Lalu Yesus menyuruh mereka pulang. Ia segera naik ke perahu dengan murid-murid-Nya dan bertolak ke daerah Dalmanuta.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 12 Februari 2022, Bacaan Injil

Ada beberapa hal pokok yang baik kita renungkan berkaitan dengan mukjizat penggandaan roti yang dilakukan Yesus.

Pertama, mukjizat itu terjadi karena hati yang tergerak oleh belas kasihan untuk kebaikan orang lain, bukan untuk kenyamanan diri sendiri seperti pemikiran Raja Yerobeam dalam bacaan pertama.

Gerakan kasih yang muncul dalam diri mesti lalu diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti yang dilakukan Yesus.

Kedua, mengajak orang lain untuk terlibat sehingga orang lain pun diharapkan ikut peduli.

Ketiga, mulai dari sesuatu yang ada, bukan dari sesuatu yang harus ada.

Keempat, apa yang ada itu dipersembahkan kepada Tuhan lalu dibagi-bagikan kepada sesama.

Ada sebuah contoh berkaitan dengan poin ketiga, yaitu memulai dari sesuatu yang ada.

Dalam masyarakat atau bahkan dalam lingkungan Gereja, ada saja orang yang memikirkan dan mementingkan ketersediaan fasilitas terlebih dahulu sebelum berbuat sesuatu.

Misalnya, OMK mau aktif di gereja kalau sudah ada fasilitas band, ruang musik untuk berlatih, guru musik yang andal, dan pastor paroki yang kece.

Ini hanya contoh. Namun, hal seperti ini sangat mungkin terjadi.

Untuk itu, kalau kita mau membuat “mukjizat” mulailah dari hal-hal kecil, sederhana, dari apa yang ada.

Apa pun yang ada itu akan bermanfaat kalau dipersembahkan kepada Tuhan dan diarahkan kepada kebaikan sesama.

.

Tuhan, semoga kami senantiasa digerakkan oleh belas kasihan kepada sesama, seperti Yesus, Putra-Mu, sehingga banyak orang tersapa dengan penuh kasih. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 11 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 11 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 7:31-37

Bacaan I: 1Raj. 11:29-32: 12:19, Mazmur: 81:10-11ab.12-13.14-15

Pada waktu itu, Yesus meninggalkan daerah Tirus dan lewat Sidon pergi ke Danau Galilea di tengah-tengah daerah Dekapolis.

Di situ orang membawa kepada-Nya seorang yang tuli dan yang gagap dan memohon kepada-Nya, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas orang itu.

Dan sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian,

Ia memasukkan jari-Nya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu.

Kemudian sambil menengadah ke langit Yesus menarik nafas dan berkata kepadanya: “Efata!”, artinya: Terbukalah!

Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.

Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapa pun juga.

Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. Mereka takjub dan tercengang dan berkata:

“Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 11 Februari 2022, Bacaan Injil

Kerajaan Salomo dikoyakkan Tuhan, karena ia tidak sepenuh hati berpaut kepada Tuhan Allahnya, seperti Daud, ayahnya.

Apa yang tadinya baik dan masyhur kini berantakan.

Hal ini sangat berbeda dengan kehadiran dan tindakan Yesus yang kita dengar dalam Injil hari ini.

Yesus membuat orang takjub dan tercengang karena “la menjadikan segala-galanya baik! Yang tuli dijadikan- Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berbicara.”

Kehadiran Yesus membawa sukacita dan harapan.

Kehidupan dan kehadiran Yesus merupakan model utama bagi para pengikut-Nya.

Artinya, di mana pun pengikut Kristus berada mestinya di sana ada kebaikan, ada harapan, ada sukacita.

Kelemahan fisik, seperti dialami oleh Salomo pada masa tuanya, dapat mempengaruhi kehidupan spiritual kita dan membelokkannya ke arah yang lain sesuai selera orang lain.

Untuk itu, merawat relasi secara terus-menerus dengan Tuhan melalui doa dan aktivitas kerohanian lainnya sangatlah penting, karena umur tua bukanlah jaminan bahwa kita kuat dan dewasa dalam hidup beriman.

.

Tuhan, buatlah kami setia berpaut pada-Mu. Dengan demikian, kehadiran kami di tengah masyarakat membuat segala-galanya menjadi baik. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 10 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 10 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 7:24-30

Bacaan I: 1Raj. 11:4-13, Mazmur: 106:3-4.35-36.37.40; R: 4a

Pada waktu itu, Yesus meninggalkan daerah Galilea dan berangkat ke daerah Tirus.

Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan.

Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.

Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya.

Lalu Yesus berkata kepadanya:

“Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”

Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan, Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.”

Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.”

Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 10 Februari 2022, Bacaan Injil

Beberapa tahun lalu, seorang ibu yang sangat aktif di sebuah organisasi pelayanan di Gereja mendatangi seorang pastor.

Kepada sang pastor, si ibu bersharing tentang berbagai pelayanan yang dilakukannya bersama tim.

Ibu itu bercerita, mereka pergi ke banyak tempat untuk melakukan pelayanan, baik di bidang doa dan puji-pujian maupun dalam bidang pelayanan sosial.

Ia merasa bahwa ia sungguh dipergunakan oleh Tuhan, sehingga beroleh kesempatan untuk berkunjung ke banyak tempat dan bertemu dengan banyak orang.

Anehnya, ia tidak akrab dengan anak gadisnya, bahkan sering kali bertengkar sepulang dari pelayanan.

Ia sempat kecewa kepada Tuhan. Mengapa saya melayani Tuhan ke mana-mana, tetapi saya tidak bisa hidup harmonis dengan anak saya di rumah?” demikian protes si ibu itu.

Setelah mendengarkan cerita panjang lebar mengenai prestasi pelayanannya di berbagai tempat-namun gagal berteman dengan anaknya, pastor yang didatanginya itu meminta si ibu untuk membaca teks Injil hari ini, yaitu Mrk. 7:24-30.

Pastor itu mengatakan, barangkali selama ini ibu hanya meninggalkan remah-remah untuk anak di rumah, sementara bagian terbesarnya dihabiskan dalam pelayanan di luar.

Bagi kita pun demikian, silakan aktif melayani di mana saja, namun jangan sampai kita tidak punya cukup waktu atau energi untuk melayani anggota keluarga kita yang juga sangat membutuhkan kehadiran dan pelayanan kita.

.

Tuhan, bantulah kami agar mampu membagi waktu dengan bijaksana sehingga banyak orang terlayani dengan baik. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 9 Februari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 9 Februari 2022, Bacaan Injil Markus 7:14-23

Bacaan I: 1Raj 10:1-10, Mazmur: 37:5-6.30-31.39-40; R: 30a

Pada suatu hari, Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka,

“Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah ini!

Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”

Siapa saja bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!

Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu.

Maka jawab-Nya: “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya?

Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?”

Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal.

Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang,

timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.

Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 9 Februari 2022, Bacaan Injil

Di sebuah komunitas, ada seorang pastor yang sering kali didatangi tamu dari banyak tempat bahkan dari luar kota.

Mereka datang meminta nasihat atau bimbingan rohani.

Ironisnya, hampir tidak ada anggota komunitas atau tetangga terdekat yang datang untuk meminta bimbingan dari pastor itu.

Pengalaman ini mengingatkan kita akan pesona Salomo yang memotivasi ratu negeri Syeba untuk melihat hikmatnya.

Ratu itu datang dari jauh untuk menimba kebijaksanaan Salomo. Namun, tidak diceritakan apakah orang-orang yang dekat dengan Salomo juga ikut berguru dari kebijaksanaannya.

Sering kali, orang luar komunitas yang justru mendapat keuntungan dari berbagai kualitas, talenta, hikmat, dan ilmu yang dimiliki oleh seseorang yang ada di dalam suatu komunitas tertentu, dibandingkan dengan orang-orang terdekatnya.

Orang bijaksana mestinya mampu menggunakan telinganya untuk mendengarkan, termasuk mereka yang ada di sekitar kita,

termasuk orang yang serumah dengan kita, termasuk orang tua atau saudara-saudari kita dalam keluarga;

ayah atau ibu, suami atau istri, bahkan anak-anak.

Marilah kita meluangkan waktu untuk mengagumi, menikmati, dan menimba inspirasi dari salah seorang atau banyak anggota keluarga kita,

yang barangkali selama ini telah menginspirasi bahkan mengubah banyak orang menjadi lebih baik di luar sana, namun kita sendiri abai mengagumi dan mensyukurinya.

.

Tuhan, buatlah kami peka terhadap berbagai karunia dan kebijaksanaan yang Engkau hadirkan di sekitar kami sehingga kami mampu mensyukurinya. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

You cannot copy content of this page