Renungan Harian Katolik 21 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 21 November 2023, Bacaan Injil Lukas 19:1-10 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Mak. 6:18-31; Mazmur: 3:2-7: R:6b; HUT Kongregasi Bruder FIC; PEKAN BIASA XXXIII; Pw SP Maria Dipersembahkan kepada Allah (P);

Yesus masuk ke kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya. Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. Ketika Yesus sampai ke tempat itu, la melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”

Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “la menumpang di rumah orang berdosa.” Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan
menyelamatkan yang hilang.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 21 November 2023, Bacaan Injil

Sebagai orang Yahudi yang taat, Eleazar konsisten dalam iman, tidak mau berpura-pura dan tidak mencari keselamatan dunia ini. Baginya, kesetiaan dan kehormatan itu penting. la tidak mau menjadi batu sandungan bagi anak-anak muda Yahudi: “berpura-pura tidaklah pantas bagi umur kami, jangan-jangan banyak pemuda kusesatkan.” Konsekuensi dari sikap Eleazar ini membawa dia pada penyiksaan yang hebat sampai akhirnya pada kematian.

Iman tidak bisa ditukar dengan harta, jabatan, perkawinan, dan keselamatan duniawi. Darah banyak martir adalah pupuk iman bagi Gereja dan itu harus kita hargai. Sangat menyedihkan jika karena ingin jabatan, tidak tahan tekanan, karena faktor ekonomi, perkawinan, dan keselamatan duniawi, orang rela mengingkari kebenaran imannya. Apalagi mereka yang mengingkari kebenaran iman ini adalah tokoh publik dan kemudian menjelek-jelekkan kepercayaan asalnya.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 20 November 2023

Umat Kristiani dididik untuk setia, taat, tidak berpura-pura dan memegang teguh kehormatan sebagai pengikut Kristus. Pilihan atas iman melebihi persaudaraan, jabatan, harta, perkawinan ataupun keselamatan diri kita sendiri. Jangan takut menyatakan iman kita secara publik. Di KTP kita beragama Kristen kita cantumkan nama baptis, kita pergi ke gereja dan membawa Kitab Suci, kita berdoa pada waktu istirahat di kantor, kita melakukan tanda salib sebelum dan setelah makan, kita memakai kalung rosario, memasang benda-benda suci di rumah kita.

Memang semua itu tidak berarti kita tidak menghormati orang lain. Akan tetapi, jika kita tidak mengungkapkannya karena alasan toleransi, hal itu justru berarti kita berpura-pura dan kita tidak mampu menjadi teladan iman bagi anak-anak kita. Kita tidak perlu malu karena iman kita. Marilah kita menjadi teladan iman bagi keluarga kita.

.

Ya Bapa, ajarlah kami untuk konsisten dalam iman, menjunjung kehormatan iman dan tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Katolik 20 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 20 November 2023, Bacaan Injil Lukas 18:35-43 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Mak. 1:10-15.41-43.54-57.62-64; Mazmur: 119:53.61.134.150.155.158, R:88; PEKAN BIASA XXXIII (H); St.Feliks dr Valois; St.Edmund;

Ketika Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: “Apa itu?” Kata orang kepadanya: “Yesus orang Nazaret lewat.” Lalu ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Maka mereka, yang berjalan di depan, menegor dia supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!” Lalu Yesus berhenti dan menyuruh membawa orang itu kepada-Nya.

Dan ketika ia telah berada di dekat-Nya, Yesus bertanya kepadanya: “Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang itu: “Tuhan, supaya aku dapat melihat!” Lalu kata Yesus kepadanya: “Melihatlah engkau, imanmnu telah menyelamatkan engkau!” Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 20 November 2023, Bacaan Injil

Ada dua hal menarik dari kisah penyembuhan orang buta dalam Injil hari ini. Di tengah hiruk pikuk dan banyaknya orang lalu-lalang, orang buta itu mendengarkan hal yang berbeda. Begitu ia mengetahui bahwa Yesus lewat, ia berseru, “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Kebutaan tidak membuat ia duduk diam, meratapi nasib, meminta belas kasih orang, tetapi mempunyai harapan yang tercermin dalam dialognya dengan Yesus, “Tuhan, supaya aku dapat melihat.” la tidak meminta kekayaan, tetapi kesembuhan; hal yang sangat dirindukannya.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 19 November 2023

Demikian pula dengan kita, situasi buta rohani, ketidakberdayaan, atau sakit tidak boleh membuat kita duduk diam dan meratap, tetapi belajar untuk melakukan sesuatu dengan apa yang ada untuk menjumpai Tuhan. Caranya bisa dengan berdoa, membaca firman-Nya atau berkomunikasi dengan pendamping rohani. Duduk diam bukanlah tanda iman. Beriman berarti menyadari bahwa kebutaan itu tidak membuat kita kehilangan arah hidup. Iman membuat kita berani berjalan dalam harapan.

Sebagainana Tuhan Yesus mengajak orang buta ini berdialog, la juga mengajak kita berdialog dan membangun keakraban. Pembicaraan dari hati ke hati dengan Tuhan dalam doa dan keheningan akan sangat membantu kita mengalami karya Allah yang menyembuhkan. Dalam situasi buta rohani, ketidakberdayaan, dan sakit, penting untuk kita masuk dalam dialog dengan Allah.

.

Ya Bapa, semoga di dalam kebutaan kami, kami dengan tekun mencari dan mengikuti Engkau. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Katolik 19 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 19 November 2023, Bacaan Injil Matius 25:14-15.19-21 (Mat. 25:14-30) (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Ams. 31:10-13.19-20.30-31; Mazmur: 128:1-2.3.4-5; R: lih. 1a; Bacaan II: 1Tes 5:1-6; O PEKAN I; PEKAN BIASA XXXIII (H);

Pada suatu hari, Yesus mengemukakan perumpamaan berikut kepada murid-murid-Nya: “Hal Kerajaan Surga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka.

Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku, lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 19 November 2023, Bacaan Injil

Dengan perumpamaan mengenai talenta, Tuhan Yesus mengajar para murid-Nya mengenai tanggung jawab yang disertai kreativitas. Fokus tanggung jawab tidak terletak pada keberanian menanggung risiko dan kepentingan atau keuntungan orang lain, tetapi daya juang, kreativitas yang penting untuk melatih kemampuan diri sendiri. Seberapa pun besar warisan dan harta yang diberikan oleh orang tua kepada kita, jika tanpa tanggung jawab, maka kita hanya akan bergantung pada deposito dan hidup sebagai orang yang tidak mampu bekerja.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 18 November 2023

Harta yang banyak tidak serta-merta membuat orang bertanggung jawab: punya daya juang, keberanian menanggung risiko dan kreatif. Tanggung jawab melatih hidup dan kemampuan kita ketika semua yang kita miliki sudah tiada lagi. Dalam hidup beriman, tanggung jawab iman juga harus kita wujudkan dengan kesungguhan, keberanian, dan kreativitas. Tidak cukup hanya menerima Sakramen Baptis dan merasa aman. Pembaptisan harus menjadi daya kehidupan Kristiani kita untuk mewujudkan kasih, mencintai firman Allah, beribadah dan terlibat dalam hidup menggereja secara aktif. Gereja terasa hidup jika ada banyak orang yang mengembangkan tanggung jawab iman dengan sungguh.

.

Ya Bapa, kami bersyukur atas anugerah rahmat iman yang boleh kami terima. Semoga kami menghidupinya dari hari ke hari dengan sukacita. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Mempererat Paguyuban Umat Beriman dalam Kenduri Lintas Agama HUT ke- 58th Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta

Gereja Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta mengadakan acara kenduri lintas agama pada hari Selasa, 15 November 2023 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Paroki ke – 58th dan pesta pelindung Santo Albertus Agung. Acara ini dihadiri oleh para tokoh agama, perwakilan pengurus wilayah yang berada di seputaran Kemantren Jetis, Dewan Pastoral Paroki, dan perwakilan warga masyarakat dari RT dan RW setempat.

Kenduri merupakan bentuk upacara adat khas Jawa dengan cara berkumpul bersama untuk mengutarakan doa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, kenduri juga bisa menjadi sarana dalam merekatkan kerukunan dan persaudaraan antar umat beragama yang tergambar langsung melalui interaksi semua orang yang hadir dalam acara kenduri yang tidak memandang latar belakang agama. Semuanya guyub rukun menjadi satu saling menghormati. Selaras dengan tema yang diusung pada HUT kali ini, yaitu “Paroki Jetis Bersemangatkan Sinodal Membangun Paguyuban Umat”.

Dalam sambutannya, Romo Vincentius Suparman, Pr. selaku Romo Paroki Santo Albertus Agung Jetis mengatakan bahwa kini sudah menginjak 58 tahun pelayanan keagamaan yang dilakukan oleh Paroki Jetis untuk masyarakat, tentunya semua ini tidak akan bisa sampai sejauh ini apabila tidak ada dukungan dan bantuan dari semua masyarakat. Oleh karena itu, kenduri ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya kita untuk selalu bersama-sama dalam mewujudkan masyarakat yang hidup dalam toleransi sebagai saudara sebangsa dan Tanah Air.

Hal tersebut sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Lurah Cokrodiningratan, Andityo Bagus Baskoro, S.T., M.Eng., bahwa kenduri ini merupakan wujud nyata dari Bhinneka Tunggal Ika yang dapat mempererat hubungan yang makin harmonis antar umat beragama di Kelurahan Cokrodiningratan. Selain itu beliau juga menyampaikan ucapan selamat merayakan HUT untuk Paroki Jetis dan mengajak untuk terus menjaga perdamaian.

Dalam acara inti, dipanjatkan doa yang dipimpin oleh Kyai Haji Burhanuddin. Menghaturkan syukur kepada Yang Maha Kuasa dan meminta berkah kelancaran dalam serangkaian acara HUT ke – 58th Paroki Jetis, terciptanya masyarakat yang selalu rukun, serta menjadi tempat ibadah yang bermanfaat bagi masyarakat dan umat beriman-Nya.

Di penghujung acara, disampaikan dialog pembangunan oleh Bapak Wahyu selaku perwakilan dari Panitia Pembangunan guna meminta doa restu dan ucapan terima kasih atas segala bantuan yang sudah banyak diberikan oleh masyarakat untuk kelancaran proses pembangunan kawasan gereja.

.
Penulis: Katharina Tri Wahyuni A.
Editor: Frans
.
.

Renungan Harian Katolik 18 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 18 November 2023, Bacaan Injil Lukas 18:1-8 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Keb. 18:14-16: 19:6-9; Mazmur: 105:2-3.36-37.42-43; R:5a; PEKAN BIASA XXXII (H); St.Romanus dr Antiokia; B.Grimoaldo Santamaria; Sta.Rosa Filipin Duchesne; B.Salomea;

Pada suatu ketika, Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada murid-murid-Nya untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya: “Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya:

Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku. Kata Tuhan: “Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah la mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: la akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah la mendapati iman di bumi?”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 18 November 2023, Bacaan Injil

Tuhan Yesus memberikan gambaran kontras antara kebaikan Bapa dengan hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapapun. Sementara janda adalah figur masyarakat yang tidak berdaya dan tidak mempunyai apa-apa. Namun, yang luar biasa adalah janda ini terus-menerus meminta, tidak berhenti hanya karena penolakan. Sampai akhirnya, bukan dengan alasan kemanusiaan, melainkan alasan tidak mau dipersulit, ia membela. Hakim yang tidak benar saja, karena permohonan yang terus-menerus, bisa mengabulkan; apalagi Allah Bapa yang baik, la tidak akan mengulur-ulur waktu dan akan segera menolong mereka.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 17 November 2023

Kadang kita seperti janda yang tidak berdaya di hadapan figur yang “tidak takut akan Allah dan tidak menghormati siapa pun”. Dalam hidup sehari-hari, sosok hakim itu bisa kita jumpai dalam diri pasangan, anak, orang tua/mertua, atau rekan kerja/ rekan pelayanan. Hal yang biasa terjadi adalah kita mudah menyerah ketika saran, nasihat, permohonan, dan niat hati kita tidak ditanggapi secara baik. Apalagi jika sudah menghitung-hitung berapa kali kita ditolak dan berapa kali komentar dan tanggapan orang lain menyakitkan kita. Jika kita menyerah, mereka akan semakin jauh dan apa yang kita harapkan tidak tercapai. Diperlukan ketekunan dan kesabaran dalam mengusahakan hal-hal baik terjadi.

.

Ya Bapa, ajarlah kami memperjuangkan hal baik dengan ketekunan dan kesabaran, terutama dalam membangun relasi dengan sesama yang keras hati. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Katolik 17 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 17 November 2023, Bacaan Injil Lukas 17:26-37 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Keb. 13:1-9; Mazmur: 19:2-3.4-5; R:2a; PEKAN BIASA XXXII; Pw Sta.Elizabeth dr Hungaria, Prw (P);

Pada suatu ketika, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya: “Sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.  Demikian juga seperti yang terjadi di Zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.

Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.  Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali.

Ingatlah akan istri Lot! Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.” [Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan] Kata mereka kepada Yesus:”Di mana, Tuhan?” Kata-Nya kepada mereka: “Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar:”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 17 November 2023, Bacaan Injil

Menjelang akhir kalender liturgi, Injil mengingatkan kita akan hari kedatangan Anak Manusia yang disebut ‘akhir zaman’. Ada beberapa ciri yang diungkapkan oleh Tuhan: tidak ada yang tahu, sifatnya tak terduga dan adanya penghakiman. Sikap yang harus diambil oleh setiap
orang adalah peka dan berjaga-jaga. Hari Tuhan, selain diidentikkan dengan akhir zaman, juga dengan akhir hidup kita. Dengan perhitungan manusia, kita bisa memperkirakan lama-tidaknya masa hidup kita. Kita yang masih sehat dan muda merasa bahwa masih akan hidup dalam waktu yang lama. Kita yang sakit merasa bahwa waktu kita sudah pendek.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 16 November 2023

Namun, semua itu bukan jaminan. Dan sebagian besar dari kita tidak siap dan cemas menghadapi kematian. Akhir hidup mengajarkan bahwa hidup dan mati kita bukan ada di tangan kita, kita dapat menguasai dan mengatur banyak hal, tetapi berhadapan dengan akhir hidup, kita hanya bisa menerima. Akhir hidup mengajarkan kita menggunakan waktu sebaik mungkin bersama orang-orang yang kita kasihi: keluarga, komunitas, maupun Gereja yang kita layani. Akhir hidup juga mengajarkan artinya “harta surgawi yang kita bawa, yaitu iman, harap, dan kasih yang kita letakkan kepada Yesus.

.

Ya Tuhan, ajarlah kami agar senantiasa memberikan yang terbaik bagi-Mu dan sesama kami. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Katolik 16 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 16 November 2023, Bacaan Injil Lukas 17:20-25 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Keb. 7:22-8:1; Mazmur: 119:89.90.91.130.135.175: R: 89a; PEKAN BIASA XXXII (H); Sta.Margarita dr Skotlandia, St.Yohanes de Castillo, dan St.Alphonsus Rodrigues; Sta.Gertrudis dr Hefta;

Sekali peristiwa, orang-orang Farisi bertanya kepada Yesus, kapan Kerajaan Allah datang. Yesus menjawab, “Kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah, juga orang tidak dapat mengatakan: Lihat, ia ada di sini atau ia ada di sana! Sebab sesungguhnya Kerajaan Allah ada di antara kamu.” Dan la berkata kepada murid-murid-Nya: “Akan datang waktunya kamu ingin melihat satu dari pada hari-hari Anak Manusia itu dan kamu tidak akan melihatnya.

Dan orang akan berkata kepadamu: Lihat, ia ada di sana, lihat, ia ada di sini! Jangan kamu pergi ke situ, jangan kamu ikut. Sebab sama seperti kilat memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain, demikian pulalah kelak halnya Anak Manusia pada hari kedatangan-Nya. Tetapi la harus menanggung banyak penderitaan dahulu dan ditolak oleh angkatan ini.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 16 November 2023, Bacaan Injil

Menjadi orang bijaksana sekarang ini mungkin dianggap kalah dari menjadi orang sukses. Sukses secara ekonomi menjadi trending topik sehingga ada banyak motivator, entrepreneurs, dan orang sukses berbagi tips menjadi sukses dan masyarakat berlomba-lomba untuk mengikutinya. Tuntutan yang sama juga kita berikan kepada anak-anak kita: “Kamu harus jadi orang sukses.”  Orang lebih senang belajar ekonomi, manajemen, dan pajak, sementara filsafat, teologi atau agama dipandang sebagai hal yang tidak menghasilkan karena hanya memberi kemampuan untuk berdebat dan berbicara baik. Figur pengusaha lebih berarti daripada figur petapa, pendoa, ataupun rohaniwan. Menjadi pertanyaan bagi kita: Apakah kebijaksanaan sudah tidak menjadi sebuah nilai?

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 15 November 2023

Kitab Kebijaksanaan menggambarkan bahwa kebijaksanaan itu merasuk dalam semua hal dalam bidang kehidupan. Kebijaksanaan disebut sebagai napas kekuatan Allah dan pancaran murni kemuliaan Yang Mahakuasa. Kebijaksanaan bukan sekadar tips, kata-kata mutiara, power statement yang kita gunakan dalam hidup sehari-hari, melainkan juga buah permenungan dan percikan nilai hidup yang menggerakkan hidup seseorang. Mencari kesuksesan dalam hidup merupakan sesuatu yang baik; tetapi harus didasari pada kebijaksanaan hidup. Menjadi orang yang bijaksana lebih berharga daripada mempunyai banyak harta. Kebijaksanaan hidup dalam keluarga kita didikkan dalam bentuk dialog dan membangun sikap tanggung jawab anak-anak kita. Kita harus hargai keutamaan-keutamaan hidupnya, lebih utama dari prestasi yang ia dapatkan.

.

Ya Bapa, jadikanlah kami berbelas kasih dan berbudi arif serta hidup bijaksana. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Lomba Masak Nasi Goreng dan Tumpeng Hias dalam membangun Paguyuban Umat Penuh Persaudaraan

Dalam rangka memperingati HUT ke-58th Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta, panitia mengadakan serangkaian agenda kegiatan, salah satunya adalah Lomba Masak Nasi Goreng dan Lomba Menghias Tumpeng yang dilaksanakan pada hari Minggu, 12 November 2023 di halaman gereja setelah misa Minggu Pagi II selesai.

Lomba tersebut diikuti oleh seluruh Lingkungan yang ada dalam Paroki Jetis dengan mengirimkan perwakilannya dengan ketentuan khusus untuk Lomba Masak Nasi Goreng peserta yang wajib mengikuti adalah bapak-bapak. Sedangkan untuk Lomba Menghias Tumpeng ketentuan budget yang digunakan untuk membuat tumpeng adalah Rp 150.000, dibuktikan dengan rincian belanja yang disertakan saat hasil karya tumpeng yang sudah dihias dikumpulkan ke gereja untuk selanjutnya akan dinilai oleh juri berbarengan dengan penilaian nasi goreng hasil masakan bapak-bapak yang mengikuti lomba.

Romo Paroki Santo Albertus Agung Jetis, Vincentius Suparman, Pr. menyampaikan bahwa lomba ini dilaksanakan untuk mensyukuri hari jadi paroki pada tanggal 15 November sekaligus untuk menjalin persaudaraan dan kebersamaan antar umat untuk memaknai hari paroki yang penuh berkat. Selain itu Romo juga berharap nantinya juara dari lomba bisa meneruskan untuk jadi sebuah modal membuka usaha di bidang kuliner. Karena juri yang dihadirkan memang khusus orang-orang yang telah berkecimpung di dunia kuliner.

Banyak hal unik yang dapat ditemui selama lomba, yaitu peserta yang menggunakan anglo untuk perapian memasak, menggunakan buah naga dan nanas sebagai salah satu bahan masak nasi goreng, serta kreatifitas bapak-bapak dalam membuat plating yang cantik dan rapi. Tak lupa hal yang utama adalah bagaimana bapak-bapak ini membuat nasi goreng yang enak.

Setelah masak nasi goreng selesai dan semua tumpeng dari Lingkungan sudah dikumpulkan, maka dihadangan akan dipresentasikan kepada juri untuk dinilai. Juri tersebut terdiri dari Chef Agus, Ibu Dian pemilik Kantin Dian di Jl. Diponegoro, dan Suster Theodora dari ADM. Nilai dari masing-masing juri akan dikalkulasikan untuk kemudian akan dipilih nilai yang paling tinggi untuk menjadi juara.

Juara dari masing-masing lomba akan diumumkan saat Misa Syukur HUT Paroki ke-58th pada hari Minggu, 19 November 2023 pukul 08.00 WIB. Berkah Dalem.

.

.

Penulis : Khatarina Tri Wahyuni A.

Editor : Frans

.

.

Renungan Harian Katolik 15 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 15 November 2023, Bacaan Injil Lukas 17:11-19 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Keb. 6:1-11; Mazmur: 82:3-4.6-7; R: 8a; PEKAN BIASA XXXII (H); St.Albertus Agung; B.Magdalena Morano;

Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika la memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: “Yesus, Guru, kasihanilah kami!” Lalu la memandang mereka dan berkata: “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir.

Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus berkata: “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?” Lalu la berkata kepada orang itu: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 15 November 2023, Bacaan Injil

Kitab Kebijaksanaan hari ini mengajak kita merenungkan pentingnya kebijaksanaan dalam menjadi seorang pemimpin. Allah yang memberikan kekuasaan kepada para pemimpin: Allah juga yang akan menuntut pertanggungjawaban dari mereka. Seorang pemimpin harus sadar bahwa penguasaan diri terhadap tutur kata dan perbuatan sangat berpengaruh pada cara ia memimpin. Persoalan pertama-tama bukanlah soal SOP (Standard Operating Procedure) ataupun mekanisme yang tersusun rapi dan jelas, melainkan pada cara hidup dan cara pastoral pemimpinnya.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 14 November 2023

Pemimpin yang tidak mampu mengendalikan pikiran, emosi, dan tingkah laku akan menmpersulit komunitas dan menjadi batu sandungan. Sebaliknya, pemimpin yang mampu menguasai diri, juga akan mampu memimpin komunitas. Penguasaan diri ini akan berpengaruh kepada relasinya dengan orang-orang yang dipimpin dan dalam pengambilan keputusan penting. Menjadi seorang pemimpin jemaat, komunitas, dan keluarga adalah sebuah kepercayaan dan amanat Allah kepada kita. Janganlah kita sembrono atau gegabah dalam melaksanakan tanggung jawab kepemimpinan, terutama dalam Gereja; karena hidup kita berdampak bagi hidup jemaat, menyangkut keselamatan hidupnya.

.

Ya Bapa, semoga kami semakin menguasai diri dan belajar menjadi seorang pemimpin yang baik dan bijaksana. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 14 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 14 November 2023, Bacaan Injil Lukas 17:7-10 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Keb. 2:23-3:9; Mazmur: 34:2-3.16-17.18-19; R: 2a; PEKAN BIASA XXXII (H); St.Yosef Maria Pignateli; St.Nikolaus Tavelic;

Yesus bersabda kepada para murid, “Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna, kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 14 November 2023, Bacaan Injil

Tuhan Yesus dengan indah menggambarkan semangat pengabdian tanpa pamrih seorang hamba: siap memprioritaskan kepentingan tuannya dan tidak mengharapkan ucapan terima kasih. “Kami adalah hamba-hamba tak berguna; kami hanya melakukan apa yang harus kami lakukan.” Setiap orang yang melayani, entah melayani komunitas ataupun keluarga harus mengembangkan mentalitas seorang hamba. Dalam pelayanan, kita kadang mudah fokus pada diri sendiri: mengeluh lelah, telah melakukan banyak hal baik, merasa perjuangan kita kurang diapresiasi dan mengharapkan penghargaan. Kadang juga kita komplain terhadap pemimpin kita atau rekan pelayanan.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 13 November 2023

Pelayanan yang masih dibayangi sikap mudah komplain akan mudah drop dan akhirnya stop. Mari kita melakukan pelayanan di komunitas dan keluarga dengan fokus pada kepentingan mereka yang kita layani: kita tanggalkan segala jasa, pengorbanan dan hal luar biasa yang telah kita lakukan; juga tidak perlu kita mengharapkan sebuah penghargaan ataupun ucapan terima kasih. Seorang pelayan yang baik adalah seorang yang melaksanakan tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya dengan baik, penuh pemberian diri, dan sukacita.

.

Ya Bapa Yang Mahakudus, ajarlah kami memiliki hati seorang hamba dalam pelayanan kami. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page