Renungan Harian Katolik 13 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 13 November 2023, Bacaan Injil Lukas 17:1-6 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Keb. 1:1-7; Mazmur: 139:1-10; R: 24b;  PEKAN BIASA XXXII (H); St.Stanislaus Kostka; St.Didakus; Sta.Fransiska Xaveria Gabrini; St.Aloisius Versiglia dan St.Callistus Caravario; B.Engenius Bossilkov;

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia.

Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.” Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!” Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 13 November 2023, Bacaan Injil

Kebijaksanaan tidak tinggal dalam hati yang keruh dan tubuh yang dikuasai dosa.” Benar bahwa pikiran negatif dan tubuh yang dikuasai dosa akan berpengaruh buruk dalam cara pandang seseorang dalam melihat kenyataan hidup dan mengambil keputusan. Ketidakbijaksanaan dalam cara pandang dan keputusan hidup akan berdampak pada banyak hal dalam kehidupan kita, terutama jika kita adalah pengajar, pemimpin, pengambil kebijakan bersama dan panutan bagi orang lain.

Hidup perkawinan dan keluarga juga harus didasarkan pada rahmat kebijaksanaan. Ketidaklancaran komunikasi dan tindakan ‘bodoh’ dalam hidup berkeluarga kerap didorong oleh keputusan yang muncul dari hati yang keruh dan emosi yang tak terkendali. Lalu, bagaimana cara kita mengambil keputusan yang bijaksana ? Kebijaksanaan bisa kita temukan ketika kita belajar untuk tenang dan hening. Kebijaksanaan membuat kita tahu skala prioritas dan nilai apa yang kita perjuangkan dalam hubungan perkawinan dan berkeluarga.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 12 November 2023

Kita dapat lebih berpikir dan bertindak bijaksana jika kita semakin bersatu hati dengan Sang Kebijaksanaan hidup, yaitu Yesus Kristus sendiri. Kita mohon Roh Kebijaksanaan kepada-Nya agar kita mampu memimpin keluarga dengan baik dan benar, mampu memimpin komunitas dengan adil dan manusiawi; mampu menghadapi situasi-situasi sulit dengan tetap mencari jalan Tuhan.

.

Ya Bapa, curahkanlah Roh Kebijaksanaan-Mu dalam hidup kami agar kami beroleh budi yang arif dan hati yang bijaksana dalam menghadapi setiap persoalan dan mengambil keputusan-keputusan penting bagi hidup kami dan orang lain. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 12 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 12 November 2023, Bacaan Injil Matius 25:1-13 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Keb. 6:13-17; Mazmur: 63:2.3-4.5-6.7-8; R: 2b; Bacaan II: 1Tes. 4:13-18; O PEKAN IV; PEKAN BIASA XXXII (H);

Pada suatu hari, Yesus mengucapkan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya: “Hal Kerajaan Surga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.

Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.

Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 12 November 2023, Bacaan Injil

Perumpamaan hari ini mengisahkan lima gadis dengan penuh tanggung jawab mempersiapkan lentara dan minyak yang cukup; sementara lima gadis lain mempersiapkan lentara dan minyak menurut perkiraannya sendiri dan minimalis. Sikap minimalis dan mengandalkan pemikiran sendiri itu pada akhirnya menyulitkan diri sendiri dan orang lain. Maka, tidak mengherankan jika mempelai berkata, “Sesungguhnya aku tidak mengenal kamu,” yang ditutup dengan nasihat: “Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”

Nasihat ini mengingatkan bahwa hanya ada satu hal yang membuat kita layak masuk dalam Kerajaan Bapa, yaitu melaksanakan tanggung jawab iman kita. Melaksanakan tanggung jawab iman dapat kita lakukan dengan terus berusaha mengenal Tuhan, menerima sakramen, merasul, dan berdoa. Semangat yang minim dalam pelayanan dan tanggung jawab akan merugikan diri sendiri. Dengan semangat seadanya, kita tidak akan bertumbuh dalam keterampilan dan hidup, namun justru merugikan lembaga atau orang yang kita layani dan menyia-nyiakan berkat Tuhan.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 11 November 2023

Pelayanan dan kerja memerlukan tanggung jawab serta kesungguhan kita untuk mengembangkan diri secara maksimal. Dengan memaksimalkan semangat dan potensi diri, kita dapat menjadi orang yang berguna bagi sesama. Lebih dari itu, pada saat yang sama kita juga tengah menghargai diri sendiri. Semua itu hendaknya kita lakukan demi mengagungkan dan memuliakan Tuhan.

.

Ya Bapa, rawatlah iman kami sehingga kami dapat semakin mengenal-Mu, melalui penerimaan sakramen, pelayanan, dan berdoa. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 11 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 11 November 2023, Bacaan Injil Lukas 16:9-15 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Rm. 16:3-9.16.22-27; Mazmur: 145:2-3.4-5.10-11: R: 1b; PEKAN BIASA XXXI; Pw St.Martinus dr Tours, Usk (P);

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.” “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan
jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?

Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia. Lalu la berkata kepada mereka: “Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 11 November 2023, Bacaan Injil

Dalam penutupan suratnya, Santo Paulus menyapa secara khusus dan personal jemaat di Roma, yang mengambil bagian dalam pelayanan pewartaan Injil. Mereka disebut rekan-rekan kerja dalam iman. Santo Paulus dekat dengan mereka tidak hanya dalam pekerjaan Injil, tetapi juga dekat dan mendalam secara personal. Kedekatan Santo Paulus ini menjadi pilar sekaligus dorongan bagi mereka untuk dekat satu sama lain secara personal. Sebagai pemimpin dan pelayan jemaat atau komunitas, tidak cukup bagi kita sekadar mempunyai rekan kerja yang baik. Kita perlu membangun kedekatan personal dengan rekan kerja dalam satu tim. Tanpa kedekatan personal, teamwork akan kurang bersatu hati. Kesatuan hati dapat dibangun dengan cara sederhana, yakni berbagi kisah hidup, kisah iman, dan terlibat dalam hidup anggota.

Membangun relasi dalam keluarga pun demikian. Relasi kita dengan pasangan dan anak-anak mempunyai dua unsur penting, yaitu fungsional dan personal. Kita berperan sebagai suami dan istri. Peran suami sebagai kepala keluarga dan peran istri sebagai kepala rumah tangga harus berfungsi. Kedua fungsi tersebut sangat berpengaruh kepada roda hidup keluarga dan pendidikan karakter serta emosional anak. Kita juga berperan sebagai ayah dan ibu. Fungsi itu harus kita jalankan dengan benar dalam proses pendidikan iman dan karakter, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan hormat.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 10 November 2023

Kita perlu mengembangkan juga aspek personal, yaitu membangun kedekatan emosional antar anggota keluarga. Kedekatan itu dibangun dengan berbagi kisah hidup antara suami-istri, dan antara orang tua dan anak. Namun, jika relasi personal ini tidak disertai dengan peran fungsional, kita akan menjadi pasangan suami-istri yang tidak jelas perannya. Kedua hal ini, peran fungsional dan relasi personal, perlu ada secara seimbang dalam keluarga.

.

Ya Bapa, semoga kami menjadi pemimpin yang semakin bertumbuh dalam relasi karya dan relasi personal dengan rekan kerja dan keluarga kami. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 10 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 10 November 2023, Bacaan Injil Lukas 16:1-83 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Rm. 15:14-21; Mazmur: 98: 1.2-3ab.3cd-4; R: 2b; PEKAN BIASA XXXI; Pw St.Leo Agung, PausPujG (P);

Pada suatu ketika, berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara. Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara.

Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka. Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku? Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.

Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul. Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 10 November 2023, Bacaan Injil

Santo Paulus semakin menyadari panggilannya sebagai perintis iman di tempat Yesus belum dikenal. la mengatakan, “Aku menganggap sebagai kehormatanku bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat di mana Kristus telah dikenal orang ….” Terdapat perbedaan antara merintis gereja baru dengan membina gereja yang sudah ada. Merintis gereja baru mengandaikan kemampuan untuk keluar dari diri sendiri, mulai dari nol (dalam banyak hal), menerima risiko pertentangan-penolakan, mempunyai kemampuan apologetis (membela dan mempertahankan iman) dan menanamkan kebiasaan hidup Kristiani. Dan yang paling menarik adalah bahwa keluarga-keluarga menjadi pintu bagi Santo Paulus untuk memulai karya ini.

Jika kita melihat porsi aktivitas pastoral kita, dengan mudah akan terlihat bahwa kegiatan kita banyak berkutat di dalam gereja; demikian juga aktivitas kelompok-kelompok kategorial yang ada. Semangat misi Santo Paulus mengundang kita untuk menyebar, berkomunikasi dengan orang-orang lain dan menyentuh orang-orang di luar Gereja kita. Semangat Santo Paulus mengajak kita juga untuk menggagas sekolah misi keluar, melanjutkan apa yang sudah baik, dimulai dengan Kursus Evangelisasi Pribadi dan Sekolah Evangelisasi Pribadi.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 9 November 2023

Isu ‘kristenisasi’ tidak harus menakutkan bagi kita. Kita ingin semua orang mengenal Yesus dan tidak pernah memaksa orang lain menjadi seorang Kristiani, karena menjadi seorang Kristiani adalah sebuah panggilan bebas. Keberanian bermisi dapat dilatih di lingkup keluarga dan dalam hidup bermasyarakat, baik di tingkat RT maupun RW. Keterlibatan itu kita ungkapkan dengan sapaan-sapaan sederhana, menghadiri undangan acara syukuran, atau berbagi kasih kepada mereka.

.

Ya Bapa, semoga karena pewartaan dan kesaksian hidup Gereja-Mu, setiap orang mengenal Engkau sebagai Bapa dan mengenal Yesus sebagai Juru Selamat. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 9 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 9 November 2023, Bacaan Injil Yohanes 2:13-22 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yeh. 47:1-2.8-9.12; Mazmur: 46:2-3.5-6.8-9; R: 5; Bacaan II:1Kor. 3:9b-11.16-17;  PEKAN BIASA XXXI (P); Pesta Pemberkatan Gereja Basilika Lateran;

Ketika sudah dekat Hari Raya Paskah orang Yahudi, Yesus berangkat ke Yerusalem. Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka, uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.

Kepada pedagang-pedagang merpati la berkata: “Ambil semuanya ini dari sini, jangan karnu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan.”Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: “Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku.” Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: “Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?”
Jawab Yesus kepada mereka:”Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”

Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: “Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?” Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri. Kemudian, sesudah la bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 9 November 2023, Bacaan Injil

Hari ini, Gereja merayakan Pesta Pemberkatan Gereja Basilika Lateran di Roma pada 9 November 324 oleh Paus Silvester. Setiap uskup mempunyai katedral, dan katedral dari Paus adalah Basilika Lateran, yang disebut induk dari semua (bangunan) gereja di seluruh dunia. Pada awalnya, basilika ini disebut Basilika Sang Juru Selamat, tetapi kemudian basilika ini dibaktikan kepada Santo Yohanes Pembaptis dan Yohanes Penginjil sehingga dikenal sebagai Basilika Santo Yohanes Lateran.

Injil hari ini mengisahkan tindakan kenabian Yesus, yakni menyucikan Bait Allah yang merupakan pusat kultus dan persembahan orang Yahudi. Bait Allah yang seharusnya menjadi tempat penyembahan justru digunakan sebagai tempat perdagangan binatang dan penukaran uang. Mereka berdagang dengan melipatgandakan harga hingga 20-30 kali lipat, demikian pula penukar uang memberi harga 1/6 dari kurs nomal. Pemangku otoritas Bait Allah mendapat keuntungan dari proses penukaran tersebut. Inilah yang disebut sebagai ketidakadilan, dan justru terjadi di Bait Allah.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 8 November 2023

Menyucikan Bait Allah berarti memberikan tempat kepada orang asing untuk beribadat kepada Allah, bersikap adil dan tidak mencari keuntungan dengan pemnerasan. Bait Allah adalah tempat di mana orang dekat dan menikmati kebersamaan dengan Allah, Gereja, cara hidup, dan pastoral harus terus disucikan sehingga setiap orang dapat datang bertemu Allah dan mengalami kedekatan dengan-Nya. Pintu Gereja hendaknya selalu terbuka terhadap siapa pun yang mau datang kepada Allah. Pelayanan Gereja hendaknya juga menjangkau mereka yang terpinggirkan. Gereja adalah tempat kudus, pelayanannya seperti air yang memberikan kesegaran dan kekudusan bagi siapa pun dan di mana pun mereka berada.

.

Ya Bapa, kuasailah dan pakailah hidup kami supaya dapat menjadi oase bagi semua orang yang kami jumpai. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 8 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 8 November 2023, Bacaan Injil Lukas 14:25-33 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Rm. 13:8-10; Mazmur: 112:1-2.4-5.9; R: 5a; PEKAN BIASA XXXI (H); Sta.Elisabet dr Tritunggal;

Pada suatu ketika, orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling la berkata kepada mereka: “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?

Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 8 November 2023, Bacaan Injil

Pilihan untuk mengikuti Yesus itu berat. Selain itu, juga mengandung dua prinsip dasar, yaitu totalitas dan sadar diri. Yesus ingin agar kita secara total mengutamakan-Nya lebih dari segala sesuatu, bahkan ikatan keluarga yang paling intim dan mendasar. Akan tetapi, prinsip totalitas ini juga harus disertai perhitungan, yaitu “sadar diri” atau sadar akan kemampuan diri. 

Panggilan mengikuti Yesus bukan hanya berbicara mengenai kesungguhan dalam mengikuti-Nya, melainkan juga kemampuan. Kesungguhan itu lebih dari sekadar niat baik. Kesungguhan berarti melakukan dengan sepenuh hati, tenaga, dan daya. Akan tetapi, kesungguhan saja tidak cukup, harus juga ada kemampuan. Bagi orang beriman, kemampuan merupakan berkat dari Roh Kudus.

Dalam hidup panggilan imam dan religius pun, banyak calon yang berusaha sungguh-sungguh, namun ada yang tidak dapat melanjutkan formasi karena keterbatasan kemampuan. Hal itu biasanva tampak dalam pola hidup yang “stagnan'” atau tidak berkembang. Dalam perkawinan pun sama, beberapa orang yang mau menikah ketika ditanya apakah sudah mantap dengan pilihannya berumah tangga, dengan yakin dan sungguh-sungguh mengatakan “sudah mantap.” Akan tetapi, yang kadang kurang disiapkan adalah bekal untuk perkawinan itu sendiri. Sering kali bekal perkawinan kita sangat minim. Akibatnya, kesungguhan sulit diwujudkan.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 7 November 2023

Sebagai manusia, kita memiliki kelebihan dan kekurangan. Tuhan memberikan kepada kita gift. Ada yang mendapat gift menjadi pemimpin, pengajar, pendoa, penyembuh, dan sebagainya. Namun, gift yang tidak dikembangkan adalah percuma. Kita tetap perlu berusaha agar dapat memaksimalkannya sehingga bermanfaat bagi diri sendiri dan sesama.

.

Ya Bapa, semoga rahmat-Mu memampukan kami semakin bersungguh-sungguh dalam hidup beriman. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 7 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 7 November 2023, Bacaan Injil Lukas 14:15-24 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Rm. 12:5-16a; Mazmur: 131:1.2.3; Bacaan II: 1Tes. 2:7b-9.13; PEKAN BIASA XXXI (H); B.Maria Assumta Pallota: B.Gratia dr Kotar; B.Fransiskus Palao Y Quer;

Pada waktu itu Yesus diundang makan oleh seorang Farisi. Sementara perjamuan berlangsung, seorang dari tamu-tamu itu berkata kepada Yesus: “Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah” Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf.

Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya, aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.

Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku.”
.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 7 November 2023, Bacaan Injil

Santo Paulus menggambarkan Gereja sebagai Tubuh Kristus dan Kristus adalah Kepala (sumber) yang dari-Nya Tubuh mendapatkan kehidupan. Membangun kesatuan hati, Cor Unum et Anima Una, diperlukan aneka keutamaan Kristiani. Beberapa keutamaan yang disebut oleh Paulus adalah: 1) berbagi 7 karunia (charismata); 2) melakukan tiga belas keutamaan yang diawali dengan kasih (agape); 3) memberikan berkat dan tidak mengutuk. Pokok-pokok itulah yang diberikan Paulus kepada jemaat di Roma untuk membangun diri sebagai sebuah Gereja yang hidup.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 6 November 2023

Terinspirasi dari nasihat Santo Paulus, hidup berkeluarga pun perlu mengembangkan ketiga pokok kewajiban Kristiani itu untuk membangun kesatuan hati. Pertama, kita harus mau berbagi; tidak bersikap egois dengan memikirkan kepentingan diri sendiri. Setiap anggota keluarga mengambil bagian dalam tugas-tugas rumah tangga sesuai kemampuannya. Kedua, kita perlu mengambil inisiatif pertama untuk mengasihi; tidak perlu gengsi, malu untuk mengungkapkan kasih atau meminta maaf atau memulai sebuah pembicaraan. Ketiga, kita perlu tetap sabar jika kita mendapatkan kata-kata kasar. Dan yang paling mendasar dari semua adalah bahwa setiap anggota harus menjadikan Kristus sebagai sumber, dan juga menciptakan waktu bersama untuk bersukacita sebagai keluarga.

.

Ya Bapa, jadikanlah kami satu hati dan satu jiwa dalam perkawinan dan hidup berkeluarga. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 6 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 6 November 2023, Bacaan Injil Lukas 14:12-14 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Rm. 11:29-36; Mazmur: 69:30-31.33-34.36-37; R:14cd; PEKAN BIASA XXXI (H); St.Nuno Alvares Pereira;

Yesus bersabda kepada orang Farisi yang mengundang Dia makan: “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkan akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadarnu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 6 November 2023, Bacaan Injil

Paulus mengungkapkan bahwa Allah tak pernah menyesali kasih karunia dan panggilan yang la berikan kepada orang Israel maupun orang-orang di luar Israel untuk mengenal Yesus. Walaupun orang Israel dikatakan tidak taat, Allah tidak menarik panggilan-Nya. la menggunakan bangsa asing untuk meneguhkan kembali bangsa Israel. Allah tetap setia dan kebijaksanaan-Nya tak terselami.

Dalam suatu kesempatan, seorang anak datang dan mengatakan kepada orangtuanya bahwa ia menyesal dibaptis secara Katolik. la berdebat dengan orang tuanya untuk memilih agamanya sendiri. Di lain kesempatan, pasangan suami-istri yang sudah tujuh tahun menikah datang dan keduanya mengatakan, “Saya menyesal telah menikah dengannya.” Karena emosi, dengan mudah orang mengatakan bahwa pilihannya tidak tepat. 

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 5 November 2023

Seorang religius, imam atau pelayan Gereja ketika menghadapi krisis, tanpa pikir panjang dapat mengambil sebuah kesimpulan: “ini bukan jalan saya” atau “saya sudah salah memilih jalan hidup.” Apakah kita akan mengatakan beberapa ungkapan tadi ketika hidup kita berjalan baik? Tentunya tidak. ‘Penyesalan’ ini adalah buah dari ketidaktekunan kita membina diri dalam iman dan pilihan hidup. Namun, satu hal yang perlu kita ingat bahwa Allah tidak pernah menyesali panggilan yang la persiapkan bagi kita.

Meskipun mungkin sekarang kita mengalami krisis iman dan konflik yang tampak sukar terselesaikan, kita percaya bahwa kebijaksanaan Allah akan kita alami jika kita belajar untuk setia dan taat. “Alangkah dalamnya kekayaan, kebijaksanaan dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-Nya, tak terselami jalan-jalan-Nya!” Semoga kata-kata ini menjadi sumber pengharapan dalam hidup iman dan perkawinan kita.

.

Ya Allah, Engkau tidak pernah menyesali rahmat dan panggilan yang Engkau berikan kepada kami. Rahasia karya-Mu yang tak terselami memulihkan hidup kami dari ketidaktaatan dan dosa kami. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 5 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 5 November 2023, Bacaan Injil Matius 23:1-12 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Mal. 1:14b-2:2b.8-10; Mazmur: 131:1.2.3; Bacaan II: 1Tes. 2:7b-9.13; O PEKAN III; PEKAN BIASA XXXI (H);

Sekali peristiwa, berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.

Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang, mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang, mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjarmuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi, karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.

Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di surga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barang siapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barang siapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 5 November 2023, Bacaan Injil

Kitab Maleakhi dan Injil hari ini mengingatkan akan ketidakkonsistenan kita dalam hidup dan karya sebagai seorang gembala jemaat. Dosa kita masih sama: sekadar melaksanakan tugas imam, ketidakmauan kita untuk terus belajar dan pelayanan yang pandang bulu. Dosa-dosa yang dahulu dan sekarang pun masih saja kita lakukan sebagai iman dan gembala jemaat. Idealisme awal untuk menjadi gembala yang suci, tekun belajar dan melayani dengan adil terkikis seiring berjalannya waktu.

Kritik kita kepada senior kita, ternyata juga merupakan kritik kita atas hidup kita sendiri. Bagaimana kita dapat memberikan berkat ketika hidup kita sendiri tidak diberkati Allah? Hanya satu yang perlu dan urgent untuk kita lakukan: bertobat dan merevisi hidup. Paulus memberikan teladan hidup seorang gembala yang mempunyai kasih sayang besar kepada jemaat. Gembala adalah seorang ibu yang mengasuh dan merawat jemaat, memberitakan Injil dengan benar dan juga memberikan hidup, serta menjadi berkat bagi jemaat.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 4 November 2023

Sebagai jemaat kita perlu menyadari bahwa tidak ada imam atau gembala yang sempurna. Namun, kita juga dapat mendukung imam atau gembala untuk hidup lebih baik. Dukungan tersebut dapat berupa menghargai waktu para imam atau gembala untuk membangun relasi dengan Tuhan secara personal dan juga tidak meminta privilese pelayanan agar mereka dapat mengambil keputusan bebas dalam melayani umat yang lebih membutuhkan. Jangan kita tarik dan polakan hidup mereka seperti hidup kita para awam. Kita hormati pola hidup, kesederhanaan, kemurnian dan ketaatan mereka. Kita, sebagai umat, turut andil dalam membantu kekudusan hidup para imam dan gembala.

.

Ya Bapa, ampunilah kami dan jadikanlah kami gembala/imam/pengajar yang kudus dalam hidup, terlebih dalam melayani jemaat-Mu. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 4 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 4 November 2023, Bacaan Injil Lukas 14:1.7-11 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Rm. 11:1-2a.11-12.25-29; Mazmur: 93:12-13a.14-15.17-18; R: 14a; PEKAN BIASA XXX; Pw St.Karolus Boromeus, Usk (P); Hari Sabtu Imam; 

Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rurnah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. Karena Yesus melihat bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: “Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat daripadamu, supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu:

Berilah tempat ini kepada orang itu, lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah. Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 4 November 2023, Bacaan Injil

Dalam sebuah pesta atau event, panitia atau tuan pesta biasanya mengklasifikasi para tamu menjadi beberapa kategori. Ada tamu VIP, tamu khusus lain, dan tamu umum. Jenis kursi yang disediakan untuk setiap kategori tamu juga berbeda. Demikian juga fasilitas yang diterima. Para tamu istimewa tidak perlu mengantre dan berdesak-desakan untuk mengambil hidangan karena sudah ada yang mengantar untuk mereka.

Mereka juga akan ditemani secara khusus oleh tuan rumah untuk bercengkerama. Hal seperti ini wajar terjadi dalam masyarakat. Jika hal itu wajar dalam masyarakat, termasuk juga dalam masyarakat Yahudi. Pertanyaannya, mengapa Tuhan Yesus mengkritik para tamu yang menduduki tempat kehormatan?

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 3 November 2023

Perlu kita pahami bahwa semua pesta itu berlangsung lama, bisa selama tujuh hari. Banyak orang akan datang dari mana pun, dan orang tidak tahu siapa yang akan datang, termasuk status sosial ataupun kedudukan para tamu itu. Begitu yang lebih penting datang, tentu akan menggeser tamu yang status sosialnya dipandang lebih rendah.

Yang dikritik oleh Yesus adalah sikap tamu yang merasa dirinya yang paling terhormat dan merasa berhak menduduki tempat kehormatan. Harga diri yang tinggi dan sikap ‘gila hormat’ justru akan mempermalukan diri sendiri, Tuhan mengingatkan bahwa “barang siapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barang siapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

Melalui pengajaran dan kisah ini, Tuhan Yesus mengundang kita untuk sadar diri, siapakah saya dan bagaimana saya harus memposisikan diri dalam masyarakat. Jika orang menghormati kita karena status maka ketika status itu berubah atau hilang, orang tidak lagi menghormati kita. Jangan menggunakan status untuk mencari keuntungan dan kehormatan. Orang sepantasnya menghormati kita karena kualitas hidup kita dan arti hidup kita bagi mereka.

.

Ya Bapa, jauhkanlah kami dari sikap mengedepankan status dan mencari penghormatan. Ajarlah kami untuk mawas diri dan menjadikan diri kami berarti bagi orang lain, Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page