Renungan Harian Katolik 3 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 3 November 2023, Bacaan Injil Lukas 14: 1-6 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Rm. 9:1-5; Mazmur: 147: 12-13. 14-15. 19-20; R: 12a; PEKAN BIASA XXX (H);  St.Martinus de Porrez; B.Pius Campidelli; B.Rupert Mayert;

Pada suatu hari Sabat, Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan-Nya. Lalu Yesus berkata kepada ahli- ahli ‘Taurat dan orang-orang Farisi itu, kata-Nya: “Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?”

Mereka itu diam semuanya. Lalu la memegang tangan orang sakit itu dan menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi. Kemudian la berkata kepada mereka: “Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?” Mereka tidak sanggup membantah-Nya.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 3 November 2023, Bacaan Injil

Perlu alasan mendesak dan keberanian bagi orang yang busung air untuk datang kepada Yesus pada hari Sabat dan di rumah ahli kitab dan orang Farisi. Alasan mendesak dan keberanian inilah yang membuat Tuhan Yesus menyambut dan menyembuhkannya. Hari Sabat dimaknai sebagai hari Allah yang menyembuhkan, membebaskan, dan memberikan sukacita. Tidak mudah menjadi pelayan yang bijak seperti Yesus, yang mau mengambil risiko untuk menerima orang yang membutuhkan pertolongan pada saat “yang tidak tepat.”

Mudah bagi kita mengatakan “tidak bisa” atau memberikan alasan “harus buat appointment“, bukan karena kita ada pekerjaan lain, melainkan terlebih karena kita tidak mau direpotkan dan menikmati “me time“. Ataupun kalau kita menerima, kita menerimanya dengan ‘grundel’ (bersungut-sungut).

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 2 November 2023

Sebagai pelayan, kita perlu menghargai dan menghormati setiap orang yang datang kepada kita pada “saat yang tidak tepat”. Memerhatikan sebentar dan memberikan waktu sejenak tidak akan membuat kita kehilangan waktu. Kita percaya bahwa Tuhan mengutus mereka kepada kita dan memercayakan mereka kepada kita. Untuk itulah seorang pelayan ada, mengutamakan yang dilayani, lebih dari “adat/kebiasaan” yang sering kita jadikan tameng dari ketidakmauan kita untuk melayani. Marilah kita melayani mereka dengan sukacita dan kegembiraan.

.

Ya Bapa, semoga kami semakin boleh serupa dengan Yesus dalam menjadi seorang pelayan. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 2 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 2 November 2023, Bacaan Injil Yohanes 6:37-40 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Mak. 12:43-46; Mazmur: 130:1-2.3-4.5-6a.6-7.8; Bacaan II: 1Kor. 15:12-34; PEKAN BIASA XXX; HR PENGENANGAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN (U/T);

Dalam rumah ibadat di Kapernaum, Yesus berkata kepada orang banyak, “Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 2 November 2023, Bacaan Injil

Setelah mengenang para kudus, kita mengenang dan mendoakan saudara-saudari kita yang sedang berada di api penyucian. Kebiasaan mengenang dan mendoakan mereka yang meninggal ini sudah ada dalam tradisi Yahudi, termasuk pada zaman para rasul. Doa ini didasarkan pada kuasa dan kerahiman Allah yang mengatasi kematian. Sebagaimana doa untuk mereka yang masih hidup, doa-doa bagi orang yang telah meninggal juga bermanfaat.

Selain doa, kita juga memohonkan indulgensi, yaitu penghapusan denda dosa. Karena orang yang meninggal tidak bisa membuat tebusan atas dosa dan kesalahan saat mereka masih hidup, maka kita yang masih hidup ini dipanggil untuk mengemban tanggung jawab memulihkan keadilan itu dengan aneka cara: mendoakan (Misa), berderma, berbuat baik, dan mendoakan paus. Permohonan ini bermanfaat bagi pemulihan keadilan di dunia ini dan bagi mereka yang telah meninggal. Kita perlu menghindari prinsip “do ut des” (aku memberi maka aku menerima) dalam hal rahmat atau bersikap mendikte Allah.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 1 November 2023

Janganlah kita yang masih hidup ini menggunakan prinsip “paling besok waktu meninggal juga ada yang mendoakan” atau “besok Tuhan juga mengampuni”. Janganlah mencobai Tuhan. Sangatlah bermanfaat jika kita hidup benar saat kita masih ada di dunia ini. Hari ini kita kenangkan orang tua dan sanak kerabat kita yang telah mendahului kita. Kita mendoakan mereka dan kita mohonkan indulgensi untuk mereka dengan turut “memikul” beban keadilan yang harus mereka lakukan di dunia ini dengan Misa, mendoakan paus, berderma, dan berbuat baik kepada sesama.

.

Ya Bapa, dengan rendah hati kami memohon pengampunan atas segala dosa dan indulgensi atas dosa-dosa kami dan dosa-dosa saudara-saudari kami yang telah berpulang mendahului kami supaya mereka semakin bersatu dengan Engkau. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 1 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 1 November 2023, Bacaan Injil Matius 5:1-12a (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Why. 7:2-4.9-14; Mazmur: 24:1-2.3-4ab.5-6: R:6; Bacaan II: 1Yoh. 3:1-3; PEKAN BIASA XXX; HR SEMUA ORANG KUDUS (P); 

Sekali peristiwa, ketika melihat orang banyak itu, naiklah Yesus ke atas bukit dan setelah la duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadarmu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 1 November 2023, Bacaan Injil

Hari ini, Gereja merayakan Semua Orang Kudus. Orang-orang kudus yang dimaksud adalah mereka yang sudah hidup mulia bersama Allah di surga. Mereka adalah orang biasa yang berjuang tanpa henti memberikan diri kepada Allah meski dalam pergumulan. Allah kita Mahakudus, kita dapat meneladani-Nya melalui berbagai cara hidup kudus: ada imam, religius, pasangan suami-istri, orang tua, anak muda, maupun anak-anak dalam aneka corak hidup mereka. Banyaknya orang kudus dalam Gereja memberi kita teladan iman dalam situasi hidup yang konkret.

Sebagai satu Gereja, kita menghormati dan memohon doa dari mereka untuk membantu kita bertumbuh dalam kesucian hidup. Tindakan itu kita sebut sebagai devosi. Sebagai keluarga, kita pun mempunyai orang kudus yang kita teladani. Secara mendasar, Keluarga Kudus Nazaret adalah teladan kita. Paus Leo XIII menyebut Keluarga Kudus Nazaret (Yesus, Maria, dan Yusuf) adalah “divine patern for humanity.” Kita juga mempunyai Luigi Beltrame Quattrocchi dan Maria Corsini, pasangan suami-istri ltalia, dan pasangan suami-istri Louise Martin dan Marie Azelic Guerin, orang tua dari Santa Therese dari Lisieux.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 31 Oktober 2023

Sebagai pasangan suami istri dan orang tua, mereka bergumul dalam relasi, pekerjaan, pendidikan anak. Louise dan Marie mengalami kehilangan anak. Dari sembilan anak yang mereka punya, lima perempuan hidup menjadi suster dan empat lainnya meninggal. Mereka mengalami sakit dan ditinggalkan pasangan. Mereka adalah teladan keluarga dalam iman dan misi. Devosi kepada keluarga-keluarga kudus ini membawa kita, sebagai pasangan suami istri, terus berjuang dalam kekudusan.

Paus Fransiskus mengungkapkan, kekudusan tidak berarti kita harus melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi melakukan hal-hal biasa dengan iman dan kasih. Dalam berbagai kesempatan, dia pun mengungkapkan bahwa bentuk sederhana dari kekudusan adalah bersukacita dalam pasang-surut perjalanan hidup.

.

Ya Bapa, pimpinlah langkah kami agar kami senantiasa berjalan dalam kekudusan dan semangat sabda bahagia. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 31 Oktober 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 31 Oktober 2023, Bacaan Injil Lukas 13:18-21 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Rm. 8:18-25; Mazmur: 126:1-6; R:3a; PEKAN BIASA XXX (H); St.Alfonsus Rodriquez;

Ketika mengajar di salah satu rumah ibadat, Yesus bersabda, “Kerajaan Allah itu seumpama apa? Dengan apakah Aku akan mengumpamakannya? Kerajaan Allah itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di kebunnya. Biji itu tumbuh dan menjadi pohon, dan burung-burung di udara bersarang di ranting-rantingnya.” Dan Yesus berkata lagi, “Dengan apakah Aku akan mengumpamakan Kerajaan Allah? Kerajaan Allah itu seumpama ragi, yang diambil seorang wanita dan diaduk-aduk ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai seluruhnya beragi.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 31 Oktober 2023, Bacaan Injil

Pengharapan adalah kata yang sering diucapkan oleh orang percaya, namun tidak banyak yang benar-benar mengerti arti dan tujuannya. Mungkin hal ini disebabkan oleh keterbatasan bahasa Indonesia dalam menerjemahkan kata pengharapan dari bahasa Ibrani atau Yunani. Pengharapan tidak berdiri sendiri, tetapi selalu bersanding dengan iman karena iman membuat orang memiliki pengharapan kepada Allah. Pengharapan sangat berbeda dengan keinginan. Menginginkan adalah sesuatu yang kita mau untuk memuaskan diri kita pribadi. Sementara pengharapan adalah sikap dan cara hidup yang mengandalkan apa yang Allah kehendaki. Hidup dalam pengharapan berarti mendasarkan diri pada anugerah keselamatan Allah dalam diri Tuhan Yesus Kristus.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 30 Oktober 2023 / PERUBAHAN DOA BAPA KAMI

Setiap kita pasti selalu berharap bahwa perjalanan hidup kita baik-baik saja, tanpa hambatan. Demikian pun Tuhan selalu ingin kita menjadi kuat seperti rajawali, yang meskipun harus melewati badai, tetapi tetap mampu terbang tinggi. Tuhan tidak pernah membiarkan kita bergumul seorang diri. Dia sangat peduli dan sanggup memberikan pengharapan yang pasti dan tidak pernah mengecewakan. Kita harus yakin bahwa dalam Tuhan pasti ada jalan keluar. Sesulit apa pun persoalan kita, jalan keluar selalu tersedia. Yang perlu diingat, kesulitan bukanlah akhir dari segalanya. Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Filipi menegaskan,”Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Semoga pengharapan kita tetap bernyala.

.

Ya Allah, hidupkanlah selalu pengharapan kami sehingga saat gelombang masalah menerjang, kami tetap percaya Engkau menyediakan jalan. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 30 Oktober 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 30 Oktober 2023, Bacaan Injil Lukas 13:10-17 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Rm. 8:12-17; Mazmur: 68:2.4.6-7ab.20–21: R:21a; PEKAN BIASA XXX (H); B.Maria Teresa dr Santo Yosef Tauscher; B.Angelus dr Acri, B.Dominikus Collins, dkk;

Pada suatu hari Sabat, Yesus mengajar dalam salah satu rumah ibadat. Di situ ada seorang wanita yang telah delapan belas tahun dirasuk roh. la sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak. Ketika Yesus melihat wanita itu, dipanggil-Nyalah dia. Lalu Yesus berkata, “Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.” Kemudian wanita itu ditumpangi-Nya tangan, dan seketika itu juga berdiri tegak dan memuliakan Allah. Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat. Lalu ia berkata kepada orang banyak, “Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu, datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat.”

Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: “Hai orang-orang munafik, bukankah kalian semua melepaskan lembu dan keledaimu pada hari Sabat dan membawanya ke tempat minum? Nah, wanita ini sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis. Bukankah dia harus dilepaskan dari ikatannya itu karena dia keturunan Abraham?” Waktu Yesus berbicara demikian, semua lawan-Nya merasa malu, sedangkan orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia yang telah dilakukan-Nya.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 30 Oktober 2023, Bacaan Injil

Hari Sabat adalah hari ketujuh yang merupakan perhentian setelah enam hari lamanya Allah menciptakan langit dan serta segala isinya, lalu Allah memberkatinya dan menguduskannya (bdk. Kej. 2:1-3). Perintah untuk menguduskan hari Sabat dipertegas oleh Allah pada hukum yang keempat dari Sepuluh Perintah Allah (lih. Kel. 20:8).

Yesus menegaskan bahwa hari Sabat diperuntukkan bagi manusia agar manusia beristirahat setelah enam hari beraktivitas. Kita diajak mengambil waktu istirahat dan beribadat kepada Tuhan dengan syukur dan sukacita. Dan yang paling utama, Tuhanlah yang harus dikuduskan dan dimuliakan. Mengapa demikian? Karena Yesus, Sang Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 29 Oktober 2023 / PERUBAHAN DOA BAPA KAMI

Di sini Yesus memberikan pengertian yang benar tentang hari Sabat, yaitu Sabat diberikan untuk manusia, bukan manusia untuk hari Sabat. Manusia memerlukan hari beristirahat dari pekerjaannya dan datang menyembah Tuhan. Sabat diberikan agar manusia belajar menghormati Allah dan belajar menyadari bahwa dia tidak tergantung pada pekerjaannya, tetapi kepada Allah.

Manusia perlu waktu untuk Allah. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita menyediakan diri berjumpa dengan Tuhan? Di mata Tuhan kita lebih dari hari Sabat. Mari kita ingat hari ibadah kita bukan sebagai peraturan mengikat yang terpaksa kita jalankan, melainkan sebagai hari di mana kita beristirahat di dalam Tuhan.

.

Ya Allah berilah kami hati dan sikap batin yang benar sehingga ketika menjalankan ibadah, kami benar-benar mengekspresikan kerinduan terdalam untuk berada bersama-Mu setiap waktu hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 29 Oktober 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 29 Oktober 2023, Bacaan Injil Matius 22:34-40 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kel.22:21-27; Mazmur: 18:2-3a.3bc-4.47.51ab; R:2; Bacaan II: 1Tes. 1:5c-10; O PEKAN II; PEKAN BIASA XXX (H); 

Ketika orang-orang Farisi mendengar bahwa Yesus telah membungkam orang-orang Saduki, berkumpullah mereka. Seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia, “Guru, perintah manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah perintah yang terutama dan yang pertama. Perintah yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua perintah inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 29 Oktober 2023, Bacaan Injil

Kita patut bersyukur karena pada hari Minggu Biasa XXX ini Yesus mengingatkan kita kembali hukum atau perintah utama dan pertama, yakni hukum kasih. “Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Kalau kita refleksikan secara mendalam, betapa sempurna sekaligus sederhana hukum yang diberikan Yesus kepada manusia ini. Dalamnya tergambar relasi yang penuh, secara vertikal dan horizontal. Relasi vertikal adalah hubungan kasih antara manusia dan Allah. Sementara relasi horizontal adalah relasi kasih manusia dengan sesamanya seperti diri sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, “hukum kasih” menjadi sesuatu yang sangat mudah diucapkan, namun tidak begitu mudah dilaksanakan. Butuh kesadaran dan komitmen yang tinggi untuk melibatkan seluruh jiwa dan raga.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 28 Oktober 2023 / PERUBAHAN DOA BAPA KAMI

Namun, kita bersyukur bahwa Yesus sebagai Sang Pemberi hukum telah memberikan teladan secara sempurna melalui hidup, sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya sebagai perwujudan kasih tanpa batas itu. Yesus telah mewujudkan kasih yang sempurna melalui salib-Nya. Pengorbanan kasih yang memuncak dalam salib atau sengsara Yesus Kristus menjadi pola hubungan kasih secara vertikal dan horizontal. Bagaimana dengan pengalaman kita sebagai pengikut-Nya? Beranikah kita mengedepankan nilai pengorbanan diri dalam mewujudkan hukum kasih di tengah keluarga, komunitas, dan masyarakat? Dunia dan masyarakat masih membutuhkan sentuhan hukum kasih. Maka kita semua dipanggil untuk menjadi pejuang kasih dan misionaris cinta-Nya.

.

Ya Allah, berilah kami karunia pengertian untuk memahami-Mu lebih dalam lagi, terutama melalui penghayatan hukum kasih secara konkret dalam kehidupan sehari-hari. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 28 Oktober 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 28 Oktober 2023, Bacaan Injil Lukas 6:12-19 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Ef. 2:19-22; Mazmur: 19:2-3.4-5; R: 5a; PEKAN BIASA XXIX; Pesta St.Simon & Yudas, Rasul (M); 

Sekali peristiwa, Yesus mendaki sebuah bukit untuk berdoa. Semalam-malaman la berdoa kepada Allah. Keesokan harinya, ketika hari siang, la memanggil murid-murid-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang yang disebut-Nya rasul. Mereka itu ialah: Simon yang juga diberi nama Petrus, Andreas saudara Simon, Yohanes dan Yakobus, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. Lalu Yesus turun bersama mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar:

Di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem, dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka: juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena dari pada-Nya keluar suatu kuasa, dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 28 Oktober 2023, Bacaan Injil

Kita hidup dalam masyarakat modern yang berciri rasional, dengan produk teknologi modern, media sosial dan perangkat-perangkat canggih lainnya yang semuanya mempermudah kehidupan manusia. Masyarakat modern dengan aneka kelebihan akal budinya, sekaligus membawa kecenderungan egosentrisme yang kuat. Gemuruh cepatnya perubahan dan memukaunya teknologi baru membuat mata kita silau pada isu-isu liar sesaat. Akibatnya, kita sering kurang peduli kepada Tuhan yang sedang memanggil kita menjadi murid-murid-Nya. Kesibukan dengan diri sendiri, tenggelam mengejar pencapaian, target, solusi atas masalah, sering kali membuat orang sulit mendengarkan suara panggilan atau pesan-pesan Tuhan yang sedang disampaikan.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 27 Oktober 2023 / PERUBAHAN DOA BAPA KAMI

Hari ini Gereja merayakan pesta Santo Simon dan Santo Yudas. Pesta kedua rasul ini mengundang kita untuk peduli dan berpikir tentang ketergerakan kita ambil bagian dalam karya perutusan Tuhan. la membutuhkan kita untuk menjadi saksi-Nya mewartakan kabar sukacita ke seluruh dunia. Bagaimana caranya? Syukur jika ada yang masih tertarik untuk menjadi imam, biarawan, dan biarawati. Namun, ambil bagian dalam karya perutusan Tuhan tidak harus menjadi imam, biarawan, dan biarawati. Kita bisa ambil bagian dengan karya-karya apa pun yang berguna bagi sesama dengan penuh syukur dan semangat di dalam dan bersama Tuhan Yesus.

.

Ya Allah, bukalah hati kami pada setiap bisikan panggilan-Mu sehingga kami siap bersaksi lewat kehidupan dan karya sehari-hari. Semoga dengan melihat dan menyaksikan kehidupan kami, mereka tergerak untuk menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama tanpa melihat suku dan agama. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 27 Oktober 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 27 Oktober 2023, Bacaan Injil Lukas 12:54-59 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Rm. 7:18-25a; Mazmur: 119:66.68.76.77.93.94; R:68b; PEKAN BIASA XXIX (H);

Pada suatu ketika, Yesus bersabda kepada orang banyak, “Apabila kalian melihat awan naik di sebelah barat, segera kalian berkata, ‘Akan datang hujan.’ Dan hal itu memang terjadi. Dan apabila kalian melihat angin selatan bertiup, kalian berkata, ‘Hari akan panas terik.’ Dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, kalian tahu menilai gelagat bumi dan langit, tetapi mengapa tidak dapat menilai zaman ini? Dan mengapa engkau tidak memutuskan sendiri apa yang benar?

Jika engkau dengan lawanmu pergi menghadap penguasa, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan. Jangan sampai ia menyeret engkau kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya, dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu, ‘Engkau takkan keluar dari sana, sebelum melunasi hutangmu.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 27 Oktober 2023, Bacaan Injil

Bacaan Injil hari ini mengisahkan kekecewaan Yesus terhadap orang-orang Farisi yang cenderung suka berkomentar, tetapi tidak bisa membaca tanda kehadiran Kerajaan Allah. Orang Yahudi merasa memiliki pengetahuan yang lebih baik dari bangsa lain. Maka, keegoisan mereka pun sangat tinggi. Akibatnya, mereka tidak mampu melihat kehadiran Allah dalam diri Yesus. Mereka selalu mengharapkan kedatangan Juru Selamat dalam peristiwa-peristiwa besar, tetapi mereka lupa bahwa kehadiran Allah selalu didentikkan dengan orang-orang lemah, kecil dan sederhana.

Begitu juga dengan kita yang hidup pada zaman serba canggih ini. Kita sering tenggelam dalam kesibukan mengurus diri dan lupa terhadap sesama. Kita menjadi orang egois yang hanya memerhatikan diri sendiri. Hanya orang yang memiliki kepekaan iman akan mampu melihat dan membaca tanda-tanda zaman yang terjadi. Bila kita mau setia kepada Kristus, kita dituntut untuk mampu membaca kehadiran-Nya dan menjadikan kehadiran Kristus berbicara bagi zaman ini. Orang Kristen mesti menyadari apa yang hidup pada zaman ini sehingga warta Kristus bisa berbicara terhadap kepentingan zaman ini.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 26 Oktober 2023 / PERUBAHAN DOA BAPA KAMI

Semua ini mengandaikan keterlibatan kita dalam situasi dan kondisi zaman ini. Kita juga butuh kerendahan hati untuk dapat melihat tanda-tanda kehadiran Tuhan, yang sungguh nyata dalam hidup kita. Kerendahan hati justru membawa kesabaran bagi kita untuk mampu menilai zaman ini dan mampu menilai mana yang baik dan mana tidak baik. Terlebih kita butuh telinga untuk mendengar, mata untuk melihat dan hati untuk menyimak pesan di balik peristiwa-peristiwa yang ada, sebab Tuhan hadir dalam alam ciptaan dan terlebih khusus dalam sesama.

.

Ya Allah, berikanlah kami hati yang peka untuk membaca tanda-tanda zaman ini agar kami boleh mengerti rencana dan kehendak-Mu yang menyelamatkan dunia. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 26 Oktober 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 26 Oktober 2023, Bacaan Injil Lukas 12:49-53 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Rm. 6:19-23; Mazmur: 1:1-2,3,4,6; PEKAN BIASA XXIX (H); 

Pada suatu ketika, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Aku datang melemparkan api ke bumi, dan betapa Kudambakan agar api itu selalu menyala! Aku harus menerima baptisan dan betapa susah hati-Ku sebelum hal itu berlangsung! Kalian sangka Aku datang membawa damai ke bumi? Bukan! Bukan damai, melainkan pertentangan! kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan. Karena mulai sekarang akan ada pertentangan antara lima orang dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, bapa melawan putranya, dan putra melawan bapanya, ibu melawan putrinya, dan putri melawan ibunya, ibu mertua melawan menantu dan menantu melawan ibu mertuanya.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 26 Oktober 2023, Bacaan Injil

Hidup manusia senantiasa dihadapkan pada berbagai pilihan. Dalam ranah jasmani, kita mungkin bisa punya banyak pilihan, misalnya dalam hal makanan, kita bisa menentukan mau memilih menu A atau menu B sekaligus, atau tidak makan sama sekali. Akan tetapi, di ranah spiritual, manusia tidak mempunyai pilihan netral, dia harus membuat pilihan dan keputusan, sebagaimana ditegaskan oleh Paulus dalam Bacaan Pertama hari ini.

Manusia hanya punya dua pilihan, yakni menjadi hamba dosa atau hamba kebenaran. Bagi  orang-orang percaya, Paulus menyatakan dahulu kita menjadi hamba dosa (ay. 17). Tidak heran jika kita lebih menaati dosa karena kita berada di bawah kuasa dosa (ay. 16-17a, 18). Sebagai hamba dosa, kita terus -menerus diperbudak olehnya (ay. 19-20). Puji Tuhan, karena begitu besar kasih Allah, maka la telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, tetapi beroleh hidup yang kekal (bdk.Yoh. 3:16).

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 25 Oktober 2023 / PERUBAHAN DOA BAPA KAMI

la telah menyelamatkan kita melalui Yesus Kristus, Putra-Nya. Karena itu, kita percaya kepada-Nya dan menjadi hamba kebenaran (ay. 19). Kita dikuduskan-Nya dan kita menguduskan diri dalam Dia (ay. 19, 23). Ketika kita hidup sebagai hamba kebenaran, dalam Dia kita beroleh jaminan hidup kekal (ay. 22, 23). Sebagai orang-orang yang menerima anugerah dan kebenaran Allah, kita dipanggil untuk sungguh-sungguh menyadari, mengenal dan mengingat bahwa kita adalah hamba Allah. Artinya, hidup kita adalah milik-Nya semata dan hidup kita harus dipersembahkan senantiasa hanya kepada-Nya. Marilah kita sungguh-sungguh menjalani pengudusan diri dalam Kristus sehingga kita dapat hidup dan memuliakan Dia.

.

Ya Allah, doronglah kami untuk mempersiapkan diri dengan bersikap waspada sehingga pada saat Anak Manusia datang, kami didapatinya setia berjaga dalam terang kedatangan Putra-Mu Yesus. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Katolik 25 Oktober 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 25 Oktober 2023, Bacaan Injil Lukas 12:39-48 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Rm. 6:12-18; Mazmur: 124:1-3,4-6,7-8; PEKAN BIASA XXIX (H); B.Yohanes Angel Poro; St.Yohanes Ston; 

Pada suatu ketika berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “Camkanlah ini baik-baik! Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, la tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Hendaklah kalian juga siap sedia, karena Anak Manusia akan datang pada saat yang tak kalian sangka-sangka.” Petrus bertanya, “Tuhan, kami sajakah yang Kaumaksud dengan perumpamaan ini ataukah juga semua orang?” Tuhan menjawab, “Siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk membagikan makanan kepada mereka pada waktunya?

Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya sedang melakukan tugasnya, ketika tuan itu datang. Aku berkata kepadamu: Sungguh, tuan itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Tetapi jika hamba itu jahat dan berkata dalam hatinya, “Tuanku tidak datang-datang.” Lalu ia mulai memukuli hamba-hamba lain, pria maupun wanita, dan makan minum serta mabuk, maka tuannya akan datang pada hari yang tidak disangka-sangkanya dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan tuan itu akan membunuh dia serta membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia. (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab!)

.

renungan harian katolik

 

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 25 Oktober 2023, Bacaan Injil

Seorang hamba kerap diidentikkan dengan orang yang statusnya lebih rendah karena melayani tuannya dan orang lain. Padahal, hati seorang hamba perlu kita miliki dalam keseharian kita. Memiliki hati sebagai hamba yang taat dan tulus melayani tidak otomatis membuat kita lebih rendah dari yang lain. Yesus sendiri datang ke dunia bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, bahkan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang. Yesus ingin menunjukkan bahwa mereka yang melayani orang lain dan merendahkan diri sesungguhnya punya hati yang besar dan layak ditiru.

Hati seorang hamba menunjukkan kesetiaan dan ketaatan untuk melayani, hati yang taat pada setiap perintah dan berkenan pada Tuhan. Juga kerendahan hati dan kesabaran akan memberi kita kerelaan untuk mengesampingkan kepentingan diri sendiri dalam melayani Tuhan dan sesama. Bacaan Injil hari ini berkisah tentang hamba yang setia dan hamba yang jahat. Pada saat tuannya melihat hamba yang setia melakukan tugasnya, tuan tersebut akan mengangkatnya menjadi pengawas segala miliknya.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 24 Oktober 2023 / PERUBAHAN DOA BAPA KAMI

“Hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barang siapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut” (Luk. 12: 47-48).

.

Ya Allah, semoga kami semakin peka melihat tanda-tanda kehadiran Anak Manusia di tengah kehidupan kami. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page