Renungan Harian Katolik Hari Ini 30 November 2023 dan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 30 November 2023, Bacaan Injil Matius 4:18-22 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Rm. 10:9-18; Mazmur: 19:2-3.4-5; R: 5a; PEKAN BIASA XXXIV; Pesta St.Andreas, Rasul (M);

BACAAN I – Roma 10

Rm 10:9
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Rm 10:10
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Rm 10:11
Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”

Rm 10:12
Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.

Rm 10:13
Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

Rm 10:14
Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya?

Rm 10:15
Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”

Rm 10:16
Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: “Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?”

Rm 10:17
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Rm 10:18
Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya: “Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.”

 

MAZMUR 19 – Renungan Harian Katolik Hari Ini 30 November 2023

Mzm 19:2
(19-3) hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.

Mzm 19:3
(19-4) Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar;

Mzm 19:4
(19-5) tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari,

Mzm 19:5
(19-6) yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Katolik Hari Ini 30 November 2023

Pada suatu hari, ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, la melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”

Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 30 November 2023, Bacaan Injil

Tuhan Yesus datang memilih dan memanggil para murid-Nya: “Mari, ikutilah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Menjadi seorang murid berarti tinggal dan hidup bersama dengan rabinya supaya mereka melihat, merasakan dan terlibat bagaimana sang guru menghayati imannya.

Tuhan menjadikan para murid-Nya sebagai penjala manusia. Itulah yang terjadi pada Andreas: ia meninggalkan segalanya, dan hidup bersama Tuhan Yesus. Dengan tinggal bersama Yesus, Andreas boleh diproses, bertumbuh, dan menjadi rasul bagi bangsa-bangsa di Kapadokia, Galatia, Bitinia, dan meninggal dengan salib silang oleh Aegates, Penguasa Acaya.

Setiap orang Kristen dipanggil bukan untuk menjadi penggembira atau umat biasa; kita dipanggil menjadi murid. Menjadi murid berarti harus tinggal bersama Sang Guru, melalui sabda, Ekaristi, dan keterlibatan kita dalam hidup menggereja serta pelayanan masyarakat. Kita adalah pewarta full timer, bukan part timer melalui hidup dan karya kita. Kita bukan penikmat dan pengamat hidup beriman dan menggereja.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik Hari Ini 29 November 2023

Secara konkret, panggilan ini harus dilakukan oleh semua, bukan hanya suami yang terlibat dalam pelayanan, sedangkan istri di rumah; atau sebaliknya, istri aktif dalam pelayanan gereja, suami di rumah dan urusan pekerjaan. Dua-duanya dipanggil menjadi murid. Masih banyak saudara kita yang belum mengenal Kristus, atau belum sungguh mengenal karena pemahaman yang kurang atau salah. Kita bukan menjadi penikmat keselamatan, melainkan kita adalah pewarta keselamatan; pembagi keselamatan yang kita terima.

.

Ya Bapa, semoga kami dengan tekun, setia, dan semangat untuk ambil bagian secara penuh dalam karya pewartaan iman. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 29 November 2023 dan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 29 November 2023, Bacaan Injil Lukas 21:12-19 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Dan. 5:1-6.13-14.16-17.23-28; Mazmur: Dan. 3:62-67; PEKAN BIASA XXXIV (H); B.Frederikus dr Regensburg;

BACAAN I – Daniel 5

Dan 5:1
Raja Belsyazar mengadakan perjamuan yang besar untuk para pembesarnya, seribu orang jumlahnya; dan di hadapan seribu orang itu ia minum-minum anggur.

Dan 5:2
Dalam kemabukan anggur, Belsyazar menitahkan orang membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu.

Dan 5:3
Kemudian dibawalah perkakas dari emas dan perak itu, yang diambil dari dalam Bait Suci, Rumah Allah di Yerusalem, lalu raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu;

Dan 5:4
mereka minum anggur dan memuji-muji dewa-dewa dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu dan batu.

Dan 5:5
Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu.

Dan 5:6
Lalu raja menjadi pucat, dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia; sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukan.

Dan 5:13
Lalu dibawalah Daniel menghadap raja. Bertanyalah raja kepada Daniel: “Engkaukah Daniel itu, salah seorang buangan yang telah diangkut oleh raja, ayahku, dari tanah Yehuda?

Dan 5:14
Telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau penuh dengan roh para dewa, dan bahwa padamu terdapat kecerahan, akal budi dan hikmat yang luar biasa.

 

Dan 5:16
Tetapi telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau dapat memberikan makna dan dapat menguraikan kekusutan. Oleh sebab itu, jika engkau dapat membaca tulisan itu dan dapat memberitahukan maknanya kepadaku, maka kepadamu akan dikenakan pakaian dari kain ungu dan pada lehermu akan dikalungkan rantai emas, dan dalam kerajaan ini engkau akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga.”

Dan 5:17
Kemudian Daniel menjawab raja: “Tahanlah hadiah tuanku, berikanlah pemberian tuanku kepada orang lain! Namun demikian, aku akan membaca tulisan itu bagi raja dan memberitahukan maknanya kepada tuanku.

Dan 5:23
Tuanku meninggikan diri terhadap Yang Berkuasa di sorga: perkakas dari Bait-Nya dibawa orang kepada tuanku, lalu tuanku serta para pembesar tuanku, para isteri dan para gundik tuanku telah minum anggur dari perkakas itu; tuanku telah memuji-muji dewa-dewa dari perak dan emas, dari tembaga, besi, kayu dan batu, yang tidak dapat melihat atau mendengar atau mengetahui, dan tidak tuanku muliakan Allah, yang menggenggam nafas tuanku dan menentukan segala jalan tuanku.

Dan 5:24
Sebab itu Ia menyuruh punggung tangan itu dan dituliskanlah tulisan ini.

Dan 5:25
Maka inilah tulisan yang tertulis itu: Mene, mene, tekel ufarsin.

Dan 5:26
Lalu inilah makna perkataan itu: Mene: masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri;

Dan 5:27
Tekel: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan;

Dan 5:28
Peres: kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia.”

 

MAZMUR Daniel 3 – Renungan Harian Katolik Hari Ini 29 November 2023

Dan 3:62
Pujilah Tuhan, hai matahari dan bulan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.

Dan 3:63
Pujilah Tuhan, hai segala bintang di langit, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.

Dan 3:64
Pujilah Tuhan, hai segala hujan dan embun, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.

Dan 3:65
Pujilah Tuhan, hai segala angin, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.

Dan 3:66
Pujilah Tuhan, hai api dan panas terik, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.

Dan 3:67
Pujilah Tuhan, hai kedinginan dan pembekuan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Katolik Hari Ini 29 November 2023

Pada waktu itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: Akan datang harinya kamu akan ditangkap dan dianiaya, kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku.

Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu.

Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 29 November 2023, Bacaan Injil

Apa yang dilakukan oleh Raja Babel, Belzyazar, disebut sebagai profanasi benda-benda rohani. Benda-benda suci Bait Allah digunakan untuk kepentingan-kepentingan duniawi bahkan bertentangan dengan nilai dan maksud benda-benda suci itu dibuat. Benda-benda buatan
manusia disebut benda suci karena dibuat dengan tujuan khusus, yakni menghormati Allah.

Menghormati benda-benda suci berarti menghormati pula tujuan atau maksud benda suci itu dibuat. Benda-benda itu dikhususkan dan dipakai untuk kepentingan-kepentingan relasi dengan Allah. Benda-benda suci bukan jimat yang memberikan daya magis kepada para penggunanya, melainkan sebagai simbol atau lambang kehadiran Allah yang dekat dengan kita.

Penting bagi keluarga untuk merawat dan memperlakukan benda-benda suci di rumah dengan baik. Ada salib, patung, Kitab Suci, rosario, gambar-gambar suci dalam keluarga kita, yang harus kita rawat dan kita bersihkan dengan sikap hormat. Kita pun tidak boleh menempatkan benda-benda suci itu di tempat yang tidak layak.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik Hari Ini 28 November 2023

Atau jika kita sudah tidak menggunakannya lagi dapat kita tempatkan di tempat khusus. Penghormatan terhadap benda-benda suci penting untuk memupuk sikap iman akan kehadiran Tuhan yang dekat pada kita. Memperlengkapi anak dengan salib atau rosario dapat membantu anak-anak untuk merasakan kedekatan dengan Tuhan. Tentu, bukan bendanya yang kita agungkan, melainkan intensi benda tersebut dibuat dan kehadiran Allah yang kita rasakan.

.

Ya Bapa, semoga melalui benda-benda suci, kami semakin merasakan kehadiran-Mu yang dekat dan menyertai hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 28 November 2023 dan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik Hari Ini 28 November 2023, Bacaan Injil Lukas 21:5-11 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Dan. 2:31-45; Mazmur: Dan. 3.57-61; PEKAN BIASA XXXIV (H); Sta.Katarina Laboure, Prw; St.Yakobus dr Marka: B.Maria Helena Stollenwerk;

BACAAN I – Daniel 2

31 Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan.

32 Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga,

33 sedang pahanya dari besi dengan kakinya sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat.

34 Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk.

35 Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi.

36 Itulah mimpi tuanku, dan sekarang maknanya akan kami katakan kepada tuanku raja:

37 Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta langit telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan,

38 dan yang ke dalam tangannya telah diserahkan-Nya anak-anak manusia, di mana pun mereka berada, binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, dan yang dibuat-Nya menjadi kuasa atas semuanya itu — tuankulah kepala yang dari emas itu.

 

39 Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku; kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi.

40 Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat, yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu; dan seperti besi yang menghancurluluhkan, maka kerajaan ini akan meremukkan dan menghancurluluhkan semuanya.

41 Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, bahwa kerajaan itu terbagi; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat.

42 Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian.

43 Seperti tuanku lihat besi bercampur dengan tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak dapat bercampur dengan tanah liat.

44 Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya,

45 tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai.”

 

MAZMUR Daniel 3

57 Pujilah Tuhan, hai segala buatan Tuhan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. 58 Pujilah Tuhan, hai segala malaikat Tuhan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.

59 Pujilah Tuhan, hai segenap langit, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.

60 Pujilah Tuhan, hai segala air di atas langit, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya. 61 Pujilah Tuhan, hai segala tentara Tuhan, nyanyikanlah dan tinggikanlah Dia selama-lamanya.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Katolik Hari Ini 28 November 2023

Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu – yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus: “Apa yang kamu lihat di situ-akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”

Dan murid-murid bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru, bilamanakah itu akan terjadi? Dan apakah tandanya, kalau itu akan terjadi?” Jawab-Nya: “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan.

Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat. Janganlah kamu mengikuti mereka.  Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan permberontakan, janganlah kamu terkejut. Sebab semuanya itu harus terjadi dahulu, tetapi itu tidak berarti kesudahannya akan datang segera.”

la berkata kepada mereka: “Bangsa akan bangkit melawan bangsa dan kerajaan melawan kerajaan, dan akan terjadi gempa bumi yang dahsyat dan di berbagai tempat akan ada penyakit sampar dan kelaparan, dan akan terjadi juga hal-hal yang mengejutkan dan tanda-tanda yang dahsyat dari langit.”
.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 28 November 2023, Bacaan Injil

Keagungan dan kesombongan diri manusia tidak akan bertahan pada hari kedatangan Tuhan. Kekuasaan besar Nebukadnezar runtuh, Bait Allah pun juga hancur. Salah satu keinginan kita adalah sukses. Bukan suatu hal yang salah jika kita bekerja keras dan melayani dengan sungguh-sungguh agar mencapai kesuksesan. Namun, hendaknya itu bukan untuk penghargaan diri dan ‘membangun monumen diri.’ Monumen yang harus kita bangun adalah monumen Allah dalam hidup kita.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik Hari Ini 27 November 2023

Dalam hidup berkeluarga, monumen diri itu dapat kita bangun dengan pengorbanan yang kita berikan kepada pasangan dan keluarga kita. Marilah kita melayani karena kita ingin melayani. Pelayanan hendaknya kita lakukan secara tulus dan ikhlas. Kita persembahkan pengorbanan kepada keluarga tanpa menghitung-hitungnya. Harus siap untuk dilupakan dan tidak diperhitungkan. Kita letakkan kebahagiaan kita ketika monumen Tuhan hadir dalam diri sendiri dan dalam diri setiap orang yang kita layani.

.

Ya Bapa, semoga kami semakin kecil dan dilupakan, dan Engkau semakin besar dan dikenang selama-lamanya. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Katolik 27 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 27 November 2023, Bacaan Injil Lukas 21:1-4 (baca Alkitab – klik disini) 

Bacaan I: Dan. 1:1-6.8-20; Mazmur: Dan. 3:52-56; PEKAN BIASA XXXIV (H); SP Maria dr Medali Wasiat; St.Virgillius; St.Fransiskus-Antonius Pasani;

BACAAN I – Daniel 1

1 Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu.

2 Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya.

3 Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan,

4 yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.

5 Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja.

6 Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya.

8 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

9 Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu;

10 tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: “Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja.”

11 Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya:

12 “Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum;

13 sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu.”

14 Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari.

15 Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja.

16 Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka.

17 Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.

18 Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar.

19 Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja.

20 Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Katolik 27 November 2023

Di bait Allah, tatkala Yesus mengangkat muka-Nya, la melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. la melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.

Lalu la berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 27 November 2023, Bacaan Injil

Daniel, Hananya, Misael, dan Azarya adalah pribadi yang berpendidikan; kaum bangsawan yang sungguh setia pada tradisi Yahudi walaupun mereka hidup di Babilonia. Kesetiaan mereka pada iman digambarkan secara apik. Kesetiaan mereka tidak luntur karena kemewahan dan kedudukan yang mereka terima, meskipun selalu saja ada yang memusuhi mereka.

Demikian juga kita, kedudukan dan kenikmatan hidup yang kita terima hendaknya tidak membuat kita lari dari kebenaran iman dan Tuhan. Kedudukan yang tinggi menuntut tanggung jawab yang besar pula.

Karena itu, sudah selayaknya kita tidak hanya mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi juga kuasa Tuhan. Dalam setiap kenikmatan yang boleh kita rasakan, perlu kita sadari bahwa semua itu datang dari kasih karunia Tuhan.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 26 November 2023

Kedudukan yang baik dan kenikmatan hidup yang kita terima dari keluarga seharusnya memberi kita waktu yang cukup dan kesempatan yang lebih luas untuk semakin mengenal Tuhan dan kebenaran-Nya. Mari kita tidak henti meneladan Tuhan dalam hidup kita. Dengan demikian, kita akan semakin dekat dan bersatu dengan-Nya.

.

Ya Bapa, semoga hati kami tidak terbuai dan mata kami tidak silau oleh kedudukan dan harta duniawi. Ajarlah kami untuk semakin bertumbuh dalam kesetiaan iman dan kebijaksanan hidup. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Katolik 26 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 26 November 2023, Bacaan Injil Matius 25:31-46 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yeh. 34:11-12.15-17; Mazmur: 23:1-2a.2b-3.5-6: R:1; Bacaan II: 1Kor. 15:20-26a.28; PEKAN BIASA XXXIV – HR TUHAN YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM (P); Hari Orang Muda Sedunia;

BACAAN I – Yeh. 34
11 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya.

12 Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan.

15 Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

16 Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.

17 Dan hai kamu domba-domba-Ku, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba, dan di antara domba jantan dan kambing jantan.

 

MAZMUR 23 – Renungan Harian Katolik 26 November 2023
1 Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

2 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

3 Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

5 Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

6 Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

 

BACAAN II – 1Kor. 15
20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

21 Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.

22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.

23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.

24 Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.

25 Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.

26 Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.

28 Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.

 

BACAAN INJIL
Sekali peristiwa, Yesus berkata, “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka la akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.

Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan la akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan la akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.

Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.

Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.

Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan atau haus dan kami memberi Engkau minum?

Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?

Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab!)

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 26 November 2023, Bacaan Injil

Hari Raya Kristus Raja Alam Semesta ditetapkan oleh Paus Pius XI pada tahun 1925 sebagai akhir dari kalender liturgi, sekaligus antisipasi kita atas akhir zaman saat Kristus Yesus menjadi Hakim dan Raja Semesta Alam. la adalah Alfa dan Omega (bdk. Why 1,18; 1,2; 1:12-13): la adalah gambar Allah yang tidak kelihatan.

Hari raya ini mau memperbarui iman kita akan Yesus bahwa kita tidak memerlukan sesuatu yang lain kecuali Yesus sendiri. Iman mengantar kita untuk mengenal-Nya lebih dekat; menghormati- Nya dengan pantas; dan mengikuti-Nya dengan penuh sukacita.

Dalam Injil hari ini, Tuhan memberikan jalan supaya kita dapat hidup bersama-Nya. Jalan yang berupa cara-cara praktis yang tidak perlu mendapatkan penafsiran rumit, yakni memberikan makan kepada mereka yang lapar,

memberikan minum kepada mereka yang haus, memberikan tumpangan kepada orang asing, memberikan pakaian kepada orang yang telanjang, mengunjungi orang sakit dan yang berada dalam penjara. la menghendaki kita melakukan perbuatan-perbuatan cinta kasih kepada mereka yang paling membutuhkan.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 25 November 2023

Dalam kutipan lain diungkapkan bahwa bukan orang yang berseru-seru Tuhan yang masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan mereka yang melakukan kehendak Bapa di Surga, yakni mengamalkan cinta kasih.

Berbicara tentang Tuhan dan berdoa kepada Tuhan sepantasnya disempurnakan dengan menghidupi karakter dan keutamaan hidup Kristus. Keutamaan-keutamaan ini tidak muncul secara instan, tetapi perlu diciptakan dan dibiasakan dalam keluarga kita.

.

Ya Bapa, semoga pujian kami kepada Yesus, Putra-Mu, sebagai Raja Alam Semesta, membawa kami untuk melakukan tindakan-tindakan cinta kasih. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Katolik 25 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 25 November 2023, Bacaan Injil Lukas 20:27-40 (baca Alkitab – klik disini) 

Bacaan I: 1Mak. 6:1-13; Mazmur: 9:2-3,4.6.16b.19: R:16a; HUT. Kongregasi Ordo Santa Ursula (OSU); PEKAN BIASA XXXIII (H); Sta.Katarina dr Aleksandria; B.Elisabeth dr Reute;

BACAAN I – 1Makabe 6

1 Dalam pada itu raja Antiokhus menjelajahi wilayah pegunungan. Didengarnya kabar bahwa Elimais, sebuah kota di negeri Persia, adalah termasyhur karena kekayaan perak dan emas

2 dan lagi bahwa kuil di kota itu sangat kaya pula oleh karena di sana ada alat-alat perang emas, lemena serta senjata yang ditinggalkan Aleksander bin Filipus, raja Makedonia, yang mula-mula merajai orang-orang Yunani.

3 Maka datanglah ia ke sana dan berusaha merebut kota itu serta menjarahinya. Tetapi ia tidak berhasil oleh karena maksudnya ketahuan oleh penduduk kota itu. 

4 Mereka memberikan perlawanan kepada raja, sehingga ia lari serta berangkat dari situ dengan sesal hati yang besar hendak kembali ke Babel.

5 Kemudian datanglah seseorang ke daerah Persia memberitahu raja bahwa bala tentaranya yang memasuki negeri Yudea sudah dipukul mundur

6 dan khususnya bahwa Lisias yang maju perang dengan bala tentara yang kuat telah dipukul mundur oleh orang-orang Yahudi yang bertambah kuat karena senjata, pasukan dan banyak barang rampasan yang diperoleh mereka dengan diambil dari tentara yang telah mereka kalahkan.

7 Orang-orang Yahudi juga telah membongkar Kekejian yang telah ditegakkan raja di atas mezbah di Yerusalem. Bait Suci telah dipagari oleh mereka dengan tembok-tembok yang tinggi seperti dahulu dan demikianpun halnya dengan Bet-Zur, salah satu kota raja.

8 Mendengar berita itu maka tercenganglah raja dan sangat tergeraklah hatinya. Ia merebahkan diri di ranjang dan jatuh sakit karena sakit hati. Sebab semuanya tidak terjadi sebagaimana diinginkannya.

9 Berhari-hari raja berbaring di ranjangnya sedang terus-menerus dihinggapi kemurungan besar. Ketika merasa akan meninggal

10 dipanggilnya semua sahabatnya lalu dikatakannya kepada mereka: “Tidur sudah lenyap dari mataku dan hatiku hancur karena kemasygulan.

11 Maka dalam hati aku berkata: Kepada keimpitan dan kemalangan manakah aku sampai sekarang ini? Aku ini yang murah hati dan tercinta dalam kekuasaanku!

12 Tetapi teringatlah aku sekarang kepada segala kejahatan yang telah kuperbuat kepada Yerusalem dengan mengambil perkakas perak dan emas yang ada di kota itu dan dengan menyuruh bahwa penduduk Yehuda harus ditumpas dengan sewenang-wenang.

13 Aku sudah menjadi insaf bahwa oleh karena semuanya itulah maka aku didatangi malapetaka ini. Sungguh aku jatuh binasa dengan sangat sedih hati di negeri yang asing.”

 

MAZMUR 9 – Renungan Harian Katolik 25 November 2023

2 Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib;

3 aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi,

4 sebab musuhku mundur, tersandung jatuh dan binasa di hadapan-Mu.

6 Engkau telah menghardik bangsa-bangsa, telah membinasakan orang-orang fasik; nama mereka telah Kauhapuskan untuk seterusnya dan selama-lamanya;

16 Bangsa-bangsa terbenam dalam pelubang yang dibuatnya, kakinya tertangkap dalam jaring yang dipasangnya sendiri.

19 Sebab bukan untuk seterusnya orang miskin dilupakan, bukan untuk selamanya hilang harapan orang sengsara.

 

BACAAN INJIL – Renungan Harian Katolik 25 November 2023

Pada suatu ketika, datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang tidak mengakui adanya kebangkitan. Mereka bertanya kepada Yesus: “Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita:

Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati sedang istrinya masih ada, tetapi ia tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan istrinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu. Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan lalu mati dengan tidak meninggalkan anak.

Lalu perempuan itu dikawini oleh yang kedua, dan oleh yang ketiga dan demikianlah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu, mereka semuanya mati dengan tidak meninggalkan anak. Akhirnya perempuan itu pun mati. Bagaimana sekarang dengan perempuan itu, siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristrikan dia.”

Jawab Yesus kepada mereka: “Orang-orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.

Sebab mereka tidak dapat mati lagi, mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan. Tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang semak duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.

Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup.” Mendengar itu beberapa ahli Taurat berkata: “Guru, jawab-Mu itu tepat sekali.” Sebab mereka tidak berani lagi menanyakan apa-apa kepada Yesus.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 25 November 2023, Bacaan Injil

Ketamakan Anthiokus menguasai kota dan mengambil harta rampasan perang berakibat pada kekalahan demi kekalahan. Sampai akhirnya ia mengalami malapetaka sendiri. Pencarian kekayaan dan kekuasaan menjadi bumerang bagi hidupnya.

Dalam hidup, kita sering habiskan waktu untuk bekerja dan terus bekerja. Pekerjaan menyita waktu, konsentrasi, dan tenaga kita. Kita rela hidup jauh dari keluarga, mengorbankan waktu untuk jaminan keuangan pada masa mendatang;

kita rela berbuat tidak jujur untuk mendapatkan uang; kita mengorbankan gereja, retret, pelayanan untuk bekerja dan terus bekerja. Kita mengaku bekerja keras untuk keluarga, tetapi keluarga pula yang kita korbankan.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 24 November 2023

Waktu hidup tidak akan berputar dua kali. Pengalaman Anthiokus menjadi pelajaran hidup bagi kita untuk tidak mengejar harta dan melalaikan keluarga. Jangan sampai kita menyesal karena kita kehilangan waktu dengan pasangan dan keluarga,

tidak mengenal Tuhan secara baik pada saat akhir hidup kita, juga karena apa yang kita perjuangkan ternyata sia-sia. Marilah kita gunakan waktu yang sedikit dengan bijak. Kita perjuangkan keluarga kita dengan bekerja tanpa mengorbankan mereka.

Ya Bapa, semoga kami tidak dikuasai oleh ketamakan dan keinginan mendapatkan jaminan hidup yang  tidak nyata. Ajarlah kami hidup bahagia dengan secukupnya, menikmati kebersamaan dengan keluarga kami dan memberikan yang terbaik bagi hidup dan keselamatan mereka. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Katolik 24 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 24 November 2023, Bacaan Injil Lukas 19:45-48 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Mak. 4:36-37.52-59; Mazmur: 1Taw. 29:10-12d, R:13b; PEKAN BIASA XXXIII; Pw St.Andreas Dung Lac, Im.dkk.Mrt (M); St.Krisogonus; St.Vinsensius Liem; St.lgnasius Delgado; St.Dominikus An-Kham;

BACAAN I – 1Mak. 4
36) Adapun Yudas serta saudara-saudaranya berkata: “Musuh kita sudah hancur. Baiklah kita pergi mentahirkan Bait Allah dan mentahbiskannya kembali.”
37) Setelah bala tentara dihimpun seluruhnya maka berangkatlah mereka ke gunung Sion.
52) Pagi-pagi benar pada tanggal dua puluh lima bulan kesembilan, yaitu bulan Kislew, dalam tahun seratus empat puluh delapan bangunlah mereka semua
53) untuk mempersembahkan korban sesuai dengan hukum Taurat di atas mezbah korban bakaran baru yang telah dibuat mereka.
54) Tepat pada jam dan tanggal yang sama seperti dahulu waktu orang-orang asing mencemarkannya mezbah itu ditahbiskan dengan kidung yang diiringi dengan gambus, kecapi dan canang.
55) Maka meniaraplah segenap rakyat dan sujud menyembah serta melambungkan lagu pujian ke Sorga, kepada Yang memberikan hasil baik kepada mereka.
56) Delapan hari lamanya perayaan pentahbisan mezbah itu dilangsungkan. Dengan sukacita dipersembahkanlah korban bakaran, korban keselamatan dan korban pujian.
57) Bagian depan Bait Allah dihiasi dengan karangan-karangan keemasan dan utar-utar. Pintu-pintu gerbang dan semua balai diperbaharui dan pintu-pintu dipasang padanya.
58) Segenap rakyat diliputi sukacita yang sangat besar. Sebab penghinaan yang didatangkan orang-orang asing itu sudah terhapus.
59) Yudas serta saudara-saudaranya dan segenap jemaah Israel menetapkan sebagai berikut: Perayaan pentahbisan mezbah itu tiap-tiap tahun harus dilangsungkan dengan sukacita dan kegembiraan delapan hari lamanya tepat pada waktunya, mulai tanggal dua puluh lima bulan Kislew.

MAZMUR – 1Taw. 29
10 Lalu Daud memuji TUHAN di depan mata segenap jemaah itu. Berkatalah Daud: “Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allahnya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.
11 Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala.
12 Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.
13 Sekarang, ya Allah kami, kami bersyukur kepada-Mu dan memuji nama-Mu yang agung itu.

BACAAN INJIL
Pada waktu itu, Yesus tiba di Yerusalem dan masuk ke Bait Allah. Maka mulailah la mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.” Tiap-tiap hari la mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa lsrael berusaha untuk membinasakan Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 24 November 2023, Bacaan Injil

Salah satu kerinduan yang muncul selama masa pendudukan Anthiokus adalah kebebasan untuk beribadah. Pemaksaan budaya Yunani dan penyembahan berhala telah membawa orang dari banyak kalangan Yahudi pada “pemurtadan”. Maka, dengan kemenangan Makabe bersaudara, mereka dapat menikmati kebebasan dalam ibadat tanpa ketakutan. Mereka menguduskan kembali Bait Allah yang telah dikotori dan menetapkan hari sukacita untuk beribadat kepada Allah.

Kebebasan untuk beribadat dan mempunyai tempat ibadat kadang masih menjadi persoalan di berbagai daerah di Indonesia. Aturan hukum, prosedur dan kenyataan kadang berbenturan. Ada sederet daftar perusakan, penolakan, dan penyegelan rumah ibadat karena perbedaan keyakinan atau agama. Kita sebagai orang Kristen diundang memberikan jaminan kebebasan bagi siapa pun untuk beribadah sesuai agamanya masing-masing.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 23 November 2023

Demikian juga kita dapat menuntut hak untuk beribadat dan mendirikan tempat ibadat. Jaminan ini adalah hak mendasar semua orang. Bagi kita yang sudah mempunyai tempat ibadat, selayaknya kita memanfaatkan tempat ibadat kita sebagai sarana untuk bertemu dengan Tuhan. Jangan sampai tempat ibadat kotor karena sepi dan tak dikunjungi.

Ya Bapa, semoga dunia menjadi tempat yang damai dan menggembirakan ketika semua orang dengan caranya masing-masing menyembah Engkau dalam Roh dan Kebenaran. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Renungan Harian Katolik 23 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 23 November 2023, Bacaan Injil Lukas 19:41-44 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Mak. 2:15-29; Mazmur: 50:1-2.5-6.14-15; R:23b; PEKAN BIASA XXXIII (H); St.Klemens I; St.Kolumbanus; B.Mikhael Agustinus Pro;

Pada waktu itu, ketika Yesus mendekati Yerusalem dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kata-Nya, “Wahai Yerusalem, alangkah baiknya andai pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 23 November 2023, Bacaan Injil

Pada zaman Anthiokus menguasai Israel, praktik penyembahan berhala terus membawa korban. Berbeda dengan Eleazar dan ibu dari tujuh anak yang menjadi martir, Matatias tampil sebagai figur pahlawan. la tidak hanya menentang penyembahan berhala di hadapan raja, tetapi juga membunuh orang Yahudi yang mempersembahkan kurban kepada berhala. Figur martir dan pahlawan ada sebagai reaksi terhadap penindasan dan pemurtadan dari Anthiokus.

Kemartiran sering disalahartikan sebagai sikap pasif, yaitu membiarkan diri menjadi korban. Kemartiran adalah sebuah akhir dari perjuangan tanpa kekerasan. Meskipun demikian, secara sosial dan moral, kemartiran ini tidaklah cukup untuk membuat tatanan menjadi baik. Ada sebuah nilai lain yang dibuat, yaitu self defense, pembelaan diri atau membela orang lain untuk memperjuangkan kebaikan. Membela hak-hak orang lemah dan kebenaran adalah sebuah perjuangan injili. Persoalan moral yang sering muncul adalah ketika dalam proses membela diri ada efek ganda, yaitu kekerasan dan kematian orang lain.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 22 November 2023

Kita sebagai umat Kristiani diundang menjadi saksi perubahan tatanan sosial, politik, dan budaya supaya menjadi semakin manusiawi. Membela orang lemah, miskin, dan tersingkir adalah sebuah kewajiban injili. Salah satu janji baptis kita adalah menolak segala kejahatan dalam diri sendiri, dalam masyarakat, dan yang melanggar hak asasi manusia.

Demikian juga halnya dalam hidup berkeluarga. Di satu sisi, bersikap diam itu baik, tetapi di lain sisi adalah bentuk dari kurang bertanggung jawab terhadap kebaikan hidup pasangan atau anggota keluarga kita. Semakin diam, persoalan-persoalan semakin rumit dan berat. Maka, komunikasi yang baik amat diperlukan antar anggota keluarga agar dapat secara bersama menyelesaikan masalah.

.

Ya Bapa, semoga kami semakin peduli dan berani memperjuangkan kebaikan masyarakat meskipun seringkali membawa risiko besar. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

Menjadi Oase di Tengah Hiruk-Pikuk Kota Jogja : Misa Syukur HUT ke-58th Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta

Semarak sukacita dapat dirasakan dalam perayaan Misa Syukur HUT ke-58th Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta, yang dilaksanakan pada hari Minggu, 19 November 2023. Perayaan ekaristi diselenggarakan secara konselebrasi dengan dipimpin oleh Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr selaku Vikaris Episkopalis (Vikep) Kategorial Keuskupan Agung Semarang serta didampingi oleh Romo Vincentius Suparman, Pr selaku Pastor Paroki Jetis dan Romo Yustinus Winaryanto, Pr. Ratusan umat dengan antusias juga turut hadir dalam perayaan ekaristi ini baik secara langsung datang ke gereja maupun melalui live streaming Youtube Komsos Jetis.

Ekaristi dimulai dengan perarakan petugas liturgi beserta romo yang diawali dengan barisan pembawa vandel dari 20 lingkungan yang ada di Paroki Jetis. Dalam sambutan yang diberikan, Romo Vincentius Suparman, Pr selaku Pastor Paroki Jetis mengucapkan terima kasih kepada para umat yang telah hadir dalam perayaan ekaristi HUT Paroki ke-58th ini. Di usia yang bukan tua namun tidak lagi muda ini, diharapkan umat dapat semakin bergairah dalam memuji dan memuliakan Tuhan, serta mengajak untuk bersama-sama melangkah mengembangkan gereja yang kita cintai.

Perayaan ekaristi dipimpin Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr selaku Vikep Kategorial Keuskupan Agung Semarang yang berjalan dengan hikmat namun penuh sukacita. Secara khusus juga, selama misa berlangsung semua lagu yang dibawakan oleh koor akan diiringi dengan musik keroncong yang menambah suasana semakin istimewa.

Sementara itu dalam homilinya, Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr menyampaikan bahwa Tuhan tidak asal-asalan ketika menciptakan Paroki Jetis. Melalui rencana yang panjang maka dianugerahkan kepada para romo, suster, bruder, dan seluruh umat talenta-talenta yang dibutuhkan untuk membangun gereja. Berkat talenta semangat dan gigih itu akhirnya berhasil memperoleh SK melalui Bapak Uskup sehingga mempunyai badan hukum yang jelas.

Anugerah lainnya yang membuat Paroki Jetis semakin istimewa adalah tempat yang strategis di pusat Kota Yogyakarta. Berada di jalan utama (Jl. A.M. Sangaji)  dan dekat dengan destinasi utama wisata Jogja (Tugu Pal Putih dan kawasan Malioboro), sehingga wisatawan yang berkunjung ataupun menginap di hotel sekitar dan tentunya umat Katholik setempat akan datang ke Gereja Santo Albertus Agung Jetis untuk menyambut dan bertemu Tuhan Yesus.

Gereja Jetis bagaikan oase di tengah riuh kesibukan duniawi masyarakat Kota Yogyakarta sehingga dapat menjadi tempat berteduh yang paling nyaman untuk menemukan kedamaian dan ketenangan untuk berdialog dengan Tuhan. Selain itu, umat Paroki Jetis selalu dengan tangan terbuka menerima siapa pun orang yang datang ke gereja dengan ramah dan saling peduli dengan satu sama lain.

Dalam usaha pembangunan kawasan gereja pun umat Paroki Jetis melibatkan inspirasi dan campur tangan kuasa Roh Kudus, hal ini dapat dilihat dalam Doa Novena Pembangunan. Umat rindu akan rumah Tuhan yang lebih layak dan mewadahi segala aktivitas dalam pelayanan. Namun yang paling pokok menyemangati kita adalah rindu akan rumah Tuhan dimana Tuhan sendiri yang hadir bertahta dan tinggal di Gereja Jetis, yang menjadi kekuatan untuk membangun gereja di dalam Kristus.

Kita juga patut mensyukuri buah-buah rohani Gereja Jetis yang menghasilkan suster, bruder, romo, dewan pastoral paroki, dan umat yang berkarya dalam pelayanan gereja sejak awal hingga saat ini, mereka adalah buah-buah yang nyata. Serta mereka para warga (alm) yang telah mengalami keselamatan kekal abadi bahagia di surga. Karena ketika dibaptis di Gereja Jetis dan menerima sakramen-sakramen lainnya, mereka memetik buahnya yaitu penebusan. Syukur yang utama buah penebusan Kristus yaitu keselamatan.

58th sudah Paroki Jetis hadir memberikan pelayanan dan menjadi saluran cinta kasih Allah bagi umat paroki maupun kepada masyarakat sekitar gereja, serta menjadi saksi perkembangan iman. Oleh karena itu sebagai ungkapan syukur, dalam misa ini dilakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol “Manunggalin Kawula lan Gusti, Gusti lan Kawula”; bersatunya Tuhan dan Manusia, Manusia dan Tuhan. Allah yang menjadi manusia melalui Yesus Kristus. Sekaligus sebagai wujud syukur tanda persatuan umat dalam memajukan Paroki Jetis. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr didampingi oleh Romo Vincentius Suparman, Pr dan Romo Yustinus Winaryanto, Pr. Kemudian tumpeng diberikan kepada perwakilan-perwakilan umat.

Setelah itu dilanjutkan dengan pengumuman lomba-lomba yang telah dilaksanakan pada hari-hari sebelumnya yang diikuti oleh seluruh lingkungan Paroki Jetis. Berikut hasilnya.

  • Lomba Masak Nasi Goreng oleh Bapak-Bapak

Juara 1 : Lingkungan Santo Paulus Jatimulyo

Juara 2 : Lingkungan Santo Yusuf Bangirejo

Juara 3 : Lingkungan Santo Antonius Padua Gowongan

  • Lomba Menghias Tumpeng

Juara 1 : Lingkungan Santo Yohanes Bangunrejo

Juara 2 : Lingkungan Rafael Penumping

Juara 3 : Lingkungan Santo Antonius Padua Gowongan

  • Lomba Pengelolaan Administrasi, Harta Benda, dan Pengembalaan Lingkungan

Juara 1 : Lingkungan Santo Paulus Jatimulyo

Juara 2 : Lingkungan Santa Maria Assumpta Jogoyudan Lor

Juara 3 : Lingkungan Santa Maria Immaculata Kricak

Romo Parman (panggilan akrab Romo Vincentius Suparman, Pr) berpesan bahwa melalui lomba-lomba yang telah diadakan, khususnya Lomba Administrasi Lingkungan, kita dapat melihat ada lingkungan yang sungguh sangat bagus dalam administrasi, pengelolaan harta benda, pengembalaan di lingkungan sebagai contoh bahwa kita pun ingin bergerak maju. Piala menjadi tanggung jawab di lingkungan yang kian berat, karena dapat menjadi referensi yang sangat baik untuk lingkungan lain dalam mengelola lingkungannya. Semoga tetap dipertahankan keguyubannya. Dan untuk lingkungan lain yang belum menjadi juara, agar terus ditingkatkan yang sudah baik menjadi lebih baik.

Tak lupa juga Dewan Pastoral Paroki Harian secara khusus mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya rangkaian HUT ke-58th Paroki Jetis kepada Panitia Wilayah 3 terlebih kepada semua umat yang sudah turut berpartisipasi dalam rangkaian acara. Sesuai dengan tema “Paroki Jetis Bersemangatkan Sinodal Membangun Paguyuban Umat”, Dewan Pastoral Paroki berharap bahwa bersama-sama dengan umat dapat berjalan bersama atau bersinodal untuk menghidupkan paroki ini sehingga tercipta umat yang semakin satu dan guyub rukun terlebih dalam mempersiapkan mimpi kita untuk membangun Gedung Kawasan Gereja Santo Albertus Agung Jetis ini.

Bersamaan dengan hari orang miskin pada hari ini, Paroki Jetis juga peduli pada kaum miskin disekitar kita dengan aksi membagikan sembako kepada umat yang membutuhkan.

Pesan dari Mgr. Dr. Robertus Rubiyatmoko, Uskup Agung di Keuskupan Agung Semarang, yang disampaikan melalui Romo Yohanes Dwi Harsanto, Pr selaku Vikep Kategorial Keuskupan Agung Semarang, adalah tetap rukun dan bersatu berjalan bersama untuk membangun gedung gereja dan kawasan Paroki Jetis agar terwujudnya rumah Tuhan yang nyaman untuk semua orang.

Demikian Misa Syukur dalam rangka HUT ke-58th Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta berjalan dengan baik dan lancar yang sekaligus menjadi tanda berakhirnya rangkaian acara kemeriahan HUT Paroki Jetis. Ditutup dengan berkat Tuhan oleh romo dan pembagian nasi kuning untuk umat yang dilaksanakan setiap akhir misa pada hari Sabtu dan Minggu (tanggal 18 dan 19 November 2023).

Sekali lagi Selamat Ulang Tahun ke-58th untuk Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta! Sebuah paroki dimana tempat kita bersama membangun paguyuban umat yang guyub rukun dan saling melayani. Semoga kita semua dapat kembali merasakan perayaan HUT Paroki Jetis di tahun-tahun berikutnya! Berkah Dalem.

.

.

Penulis : Khatarina Tri Wahyuni A.

Editor : Frans

.

.

Renungan Harian Katolik 22 November 2023, Bacaan Injil

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik 22 November 2023, Bacaan Injil Lukas 19:11-28 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Mak. 7:1.20-31; Mazmur: 17:1.5-6.8b.15; R:15b; PEKAN BIASA XXXIII; Pw Sta.Sisilia, PrwMrt (M);

Pada waktu Yesus sudah dekat Yerusalem, orang menyangka bahwa Kerajaan Allah akan segera kelihatan. Maka Yesus berkata: “Ada seorang bangsawan berangkat ke sebuah negeri yang jauh untuk dinobatkan menjadi raja di situ dan setelah itu baru kembali. la memanggil sepuluh orang hambanya dan memberikan sepuluh mina kepada mereka, katanya: Pakailah ini untuk berdagang sampai aku datang kembali. Akan tetapi orang-orang sebangsanya membenci dia, lalu mengirimkan utusan menyusul dia untuk mengatakan: Kami tidak mau orang ini menjadi raja atas kami.

Dan terjadilah, ketika ia kembali, setelah ia dinobatkan menjadi raja, ia menyuruh memanggil hamba-harnbanya, yang telah diberinya uang itu, untuk mengetahui berapa hasil dagang mereka nasing-masing. Orang yang pertama datang dan berkata: Tuan, mina tuan yang satu itu telah menghasilkan sepułuh mina. Katanya kepada orang itu: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik, engkau telah setia dalam perkara kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas sepuluh kota.”

Datanglah yang kedua dan berkata: “Tuan, mina tuan telah menghasilkan lima mina.” Katanya kepada orang itu: “Dan engkau kuasailah lima kota.” Dan hamba yang ketiga datang dan berkata: “Tuan, inilah mina tuan, aku telah menyimpannya dalam sapu tangan. Sebab aku takut akan tuan, karena tuan adalah manusia yang keras; tuan mengambil apa yang tidak pernah tuan taruh dan tuan menuai apa yang tidak tuan tabur.”

Katanya kepada orang itu: “Hai hamba yang jahat, aku akan menghakimi engkau menurut perkataanmu sendiri. Engkau sudah tahu bahwa aku adalah orang yang keras, yang mengambil apa yang tidak pernah aku taruh dan menuai apa yang tidak aku tabur. Jika demikian, mengapa uangku itu tidak kauberikan kepada orang yang menjalankan uang? Maka sekembaliku aku dapat mengambilnya serta dengan bunganya. (Bacaan selengkapnya lihat Akitab!)

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik 22 November 2023, Bacaan Injil

Semua ibu dipanggil untuk melahirkan anak-anak dalam iman akan Tuhan. Seorang ibu mengajari anaknya ke gereja, berdoa, dan belajar. Kita bersyukur karena teladan iman ini mengantar kita mengenal Allah. Sebagai seorang ibu, apa pun akan diperjuangkan dan dikorbankan untuk kebahagiaan anak-anaknya. Namun, seorang ibu harus menunjukkan kepada anaknya bahwa kebahagiaan itu bukan soal materi, kedudukan dan masa depan, melainkan kesetiaan kepada Allah.

Baca Juga: Renungan Harian Katolik 21 November 2023

Hari ini, kita juga berdoa bagi para ibu yang berjuang sendirian untuk membesarkan anak-anak mereka, baik dalam iman maupun dalam hidup sehari-hari. Ibu yang menguatkan hati anak-anaknya, meskipun hatinya juga rapuh; yang mendorong anak-anaknya untuk tidak menyerah meskipun ia kerap kali tidak sanggup dan ingin menyerah; seorang ibu yang menghibur anaknya, meskipun hatinya sendiri pilu; seorang ibu yang merelakan anaknya jauh darinya, meskipun ia takut mengalami kesepian dan kesendirian.

.

Ya Bapa, kami bersyukur atas ibu yang menjadi teladan dan peneguh iman bagi kami. Kuatkanlah para ibu di mana pun mereka berada untuk menjadi teladan dan peneguh iman bagi anak-anaknya. Amin.

.

Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

.

.

You cannot copy content of this page