Renungan Harian Hari Ini 3 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 3 Desember 2022, Bacaan Injil Markus 16:15-20

Bacaan I: 1Kor. 9:16-19.22-23; Mazmur: 117:1.2; R: Mrk. 16:15; PEKAN ADVEN I Pesta St. Fransiskus Xaverius, Imam dan Pelindung Karya Misi (P);

Pada suatu hari, Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.

Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka, mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah la ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 3 Desember 2022, Bacaan Injil

Kerinduan umat, khususnya umat yang sedang sakit, adalah mendapatkan pelayanan dan kehadiran imam dalam saat-saat kritisnya, yakni bisa menerima Sakramen Pengurapan Orang Sakit. Dalam kondisi seperti itu, kehadiran dan sapaan seorang imam sungguh membuat umat bersukacita dan merasakan kehadiran Kristus sendiri. Tentu ini membutuhkan seorang pelayan yang siap sedia untuk diutus sebagaimana yang diserukan dalam Injil hari ini.

Sebelum terangkat ke surga, Yesus memberikan wasiat kepada para murid-Nya untuk “pergi” ke seluruh dunia dan membaptis mereka. Apa yang disampaikan Yesus kepada para murid-Nya tidak lain adalah tanggung jawab misi dan pelayanan bagi seluruh dunia untuk menguduskan dunia melalui karya dan pelayanan yang tulus dan ikhlas. Perintah “pergi” bisa dimaknai keluar dari zona nyaman kehidupan kita untuk mendatangi umat, memberikan harapan, meneguhkan, menyembuhkan, dan melakukan karya pengudusan. Ada beragam cara untuk mewujudkannya.

Panggilan pelayanan mewartakan Injil dalam kehidupan tampak juga dalam kehidupan Gereja Perdana. Rasul Paulus dengan tegas mengatakan bahwa kemegahannya ialah dia boleh mewartakan Injil tanpa upah. Bagi Paulus, upah yang terbesar adalah boleh menjadi pewarta Injil. Baginya, mewartakan Injil tidak lain adalah menjadi solider, peduli, terlibat dan hadir dalam persoalan nyata dunia. Apa yang dilakukan Paulus diteruskan oleh St. Fransiskus Xaverius yang kita rayakan pestanya hari ini.

Fransiskus Xaverius mengikuti apa yang dimandatkan Yesus kepada para murid-Nya: pergi dan mewartakan injil ke seluruh dunia serta membaptis semua orang dalam nama-Nya.

.

Tuhan, ajarlah kami melayani tanpa pamrih dan berilah kami hati yang rela berbagi, terlebih kepada mereka yang miskin, menderita, dan teraniaya. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Rapat Panitia NATAL 2022: Wilayah IV Paroki Jetis – Mempersiapkan Kedatangan Sang Juru Selamat

Lebih kurang sekitar tiga minggu lagi, kita sebagai umat katolik akan menyambut kedatangan Yesus Kristus Sang Juru Selamat dalam Perayaan Ekaristi Natal. Dalam menyambut kedatangan-Nya, tentu kita mempersiapkan segala sesuatu baik dari aspek rohani maupun aspek jasmani. Demikian halnya dengan umat di Paroki Santo Albertus Agung Jetis yang mulai menyiapkan persiapan secara jasmani. Persiapan secara jasmani yang dimaksudkan untuk memperlancar kegiatan Perayaan Ekaristi. Maka pada tahun 2022 ini, terbentuklah Panitia Natal 2022 dari umat di Wilayah IV Paroki Jetis yang mendapatkan giliran tugas & tanggung jawab sebagai panitia dalam Perayaan Hari Raya Besar.

Rapat panitia Natal 2022 (30/11/22, 19.00-21.25 WIB) dilaksanakan di Aula Paroki dan dipimpin oleh Bapak Andreas Catur (Kawil IV). Rapat ini dihadiri oleh 25 orang dari tim panitia, 1 perwakilan KOMSOS, dan 4 mahasiswa/i Pendikkat yang akan pelayanan paroki di Paroki Jetis. Rapat kali ini merupakan rapat kedua kalinya untuk memantapkan kebutuhan bidang-bidang dalam Panitia Natal 2022. Selain itu, dalam rapat ini juga membahas anggaran yang diperlukan untuk masing-masing bidang serta rancangan jadwal Perayaan Ekaristi Natal 2022. Berikut ini rancangan jadwal Perayaan Ekaristi Natal 2022 di Paroki Jetis:

Tanggal: 24 Desember 2022 Tanggal: 25 Desember 2022
Misa Natal Sore Pertama: pukul 17.00 WIB Misa Natal Pagi Pertama: pukul 06.00 WIB
Misa Natal Sore Kedua: pukul 20.00 WIB Misa Natal Pagi Kedua: pukul 08.00 WIB

.
Rapat panitia Natal 2022 juga dihadiri oleh Pastor Paroki Romo Vincentius Suparman, Pr. Tak lupa dalam rapat, besar harapan Romo Parman bagi panitia natal untuk menjadikan Perayaan Natal sebagai sukacita & damai. Damai di Bumi & Surga. Dengan merujuk Tema Natal 2022, … pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain (Matius 2:12)” diharapkan panitia natal dan seluruh umat di Paroki Jetis dalam menyongsong Perayaan Natal 2022 dapat menemukan jalan Tuhan, jalan kebenaran.

.
.
Penulis: Chris Cerly Rika Saraswati (Mahasiswi Pendikkat USD)
.
.

Perayaan Ekaristi Minggu ADVEN 1: Hendaklah kamu selalu siap siaga

Tidak terasa pada akhir November tahun 2022, seluruh umat katolik sedunia memasuki masa penantian kedatangan Tuhan (Masa Adven). Dalam Buku Panduan Adven Lingkungan 2022 KAS, Berjalan Bersama: Semakin Katolik, Semakin Apostolik, “Minggu Adven Pertama: merupakan masa penantian kedatangan Kristus yang kedua, yakni kedatangan Tuhan pada akhir zaman. Ditandai dengan menyalakan lilin ungu yang pertama.”

Sejalan dengan pernyataan di atas, homili dalam Perayaan Ekaristi Minggu Adven I sangat relate dengan makna dari Minggu Adven I. Perayaan Ekaristi di Paroki Santo Albertus Agung Jetis (27/11/2022, 08.00 WIB) dipimpin oleh Romo Paulus Erwin Sasmito, Pr (Romo Pendamping Para Frater di Seminari Tinggi Kentungan Yogyakarta).

(Misa Online 27/11/2022, Pk 08.00 WIB | MINGGU ADVEN I | GEREJA ST. ALBERTUS AGUNG JETIS: https://www.youtube.com/watch?v=ftBS2KIzXB0&t=670s&ab_channel=KomsosJetis)

Dalam homilinya, Romo Erwin menyinggung kedatangan Tuhan untuk kedua kalinya yang sering disebut sebagai hari kiamat sebagai misteri/tidak ada yang tahu. Bahkan sebenarnya pada masing-masing dari kita memiliki hari kiamat yakni pada hari kematian. Sebenarnya kita diharapkan untuk selalu siap sedia akan hari kematian kita. Tetapi, seringkali kita seenaknya sendiri akan hidup, istilahnya “ngawur”. Kita semaunya mempergunakan waktu untuk pesta pora ataupun hal-hal yang tidak penting. Padahal, Tuhan dengan bebas memberikan kita waktu 24 jam dalam sehari.

Maka, muncul pertanyaan singgungan dari Romo Erwin: “Kalau hari ini hari terakhir dalam hidup kita, apa yang akan kita lakukan?” Mungkin ada yang ingin berbuat baik, ingin mengaku dosa, ingin meminta maaf kepada musuh, atau bahkan ingin lebih menyayangi orang-orang terdekat. Hal ini sama dengan isi bacaan kedua dari Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma (Roma 13:11-14a) yang menyampaikan 3 hal yang sebaiknya kita lakukan untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan, yakni:

  1. Jangan dalam pesta pora dan kemabukan; kita diajak untuk hidup dalam jalan terang & sering berefleksi.
  2. Jangan dalam percabulan dan hawa nafsu; kita diajak untuk sedikit-demi sedikit menanggalkan percabulan dan hawa nafsu yang terlihat sulit untuk dilakukan.
  3. Jangan dalam perselisihan dan iri hati; kita diajak untuk hidup dalam damai pada Tuhan & sesama.

Pertanyaan terakhir yang sekali lagi ditegaskan oleh Romo Erwin dalam homilinya: “Seandainya Tuhan datang sewaktu-waktu: apakah kita siap untuk hidup dalam terang? Seandainya hari ini hidup terakhir: apakah aku mau hidup dalam kasih & terang Yesus Kristus?

.
.

Penulis: Chris Cerly Rika Saraswati (Mahasiswi Pendikkat USD)

.
.

Renungan Harian Hari Ini 2 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 2 Desember 2022, Bacaan Injil Matius 9:27-31

Bacaan I: Yes. 29:17-24; Mazmur: 27:1.4.13-14; R:1a; PEKAN ADVEN I (U) Sta.Bibiana; B.Maria Angela Astorch; St.Edmund Campion; St.Robertus Southwell;

Sekali peristiwa, ada dua orang buta mengikuti Yesus sambil berseru-seru: “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: “Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya.”

Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” Maka meleklah mata mereka. Dan Yesus pun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: “Jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini.” Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 2 Desember 2022, Bacaan Injil

Dalam situasi pandemi saat ini, banyak terjadi krisis sosial bahkan krisis iman. Banyak orang mempertanyakan Allah Yang Mahabaik dan Mahakuasa. Pengalaman kegelisahan dan ketidakberdayaan juga dialami Israel dalam kisah Yesaya hari ini. Namun, di balik kegelisahan, Yesaya tetap memberikan harapan kepada Israel bahwa Allah akan memberikan rahmat-Nya dengan aneka berkat: orang bisu bisa berbicara, orang tuli bisa mendengar, dan orang buta bisa melihat.

Allah tidak membiarkan umat-Nya berada dalam penderitaan. Janji Allah itu secara sempurna digenapi Yesus dengan menyembuhkan dua orang buta. Peristiwa penyembuhan tersebut bukan sekadar sebuah mukjizat, melainkan suatu pengalaman iman bahwa kepercayaan kepada kehendak Allah dalam Yesus itulah yang memberikan kesembuhan dan kedamaian bagi si buta, sehingga mereka menjadi orang-orang yang memuliakan Allah.

Benar bahwa tanda hati yang damai tidak lain adalah kemampuan untuk memuliakan Allah dalam situasi apa pun. Gereja yang merupakan tanda kehadiran Kristus juga memiliki tugas yang sama untuk senantiasa meyakinkan bahwa janji Allah akan keselamatan tetap berjalan. Cara Gereja untuk meyakinkan akan janji Allah itu, khususnya dalam situasi sulit ini- tidak lain adalah dengan hadir dalam aneka situasi sosial.

Kehadiran Gereja dan pendampingan pastoral dalam masa pandemi, misalnya, memberikan peneguhan sehingga umat tetap gembira dan merasakan damai bersama Allah karena percaya bahwa Gereja menghadirkan Kristus.

.

Allah Yang Maharahim, dampingilah selalu Gereja-Mu agar senantiasa hadir dan menyertai umat-Mu dalam peziarahan di bumi ini sehingga tetap setia untuk mencapai Kemah Abadi di surga. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 1 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 1 Desember 2022, Bacaan Injil Matius 7:21.24-27

Bacaan I: Yes. 26:1-6; Mazmur: 118:1.8-9.19-21.25-27a; R:26a; PEKAN ADVEN I – THN. A/I Pw B.Dionisius & Redemptus, Mrt.Indonesia (M); St.Eligius; St.Adrianus dan Sta.Natalia;

Suatu ketika, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya: “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.

Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 1 Desember 2022, Bacaan Injil

Pandemi yang terjadi sejak Maret 2020 memberi aneka warna dalam penghayatan hidup beriman dan beragama. Salah satunya adalah agama dijadikan alat untuk memprovokasi dan mencari kepentingan baik pribadi maupun golongan. Banyak orang berteriak: Tuhan, Tuhan, Tuhan. Namun, mereka bukannya mewujudkan kehendak Tuhan, melainkan mencari kesempatan atas nama Tuhan untuk kepentingan diri dan kelompoknya.

Dalam Injil hari ini, Yesus menegaskan bahwa bukan mereka yang berteriak-teriak: Tuhan, Tuhan, yang akan masuk Kerajaan Allah. Bagi Yesus, orang yang hanya berhenti pada “teriakan” Tuhan, Tuhan, itu sama seperti orang yang membangun rumah di atas pasir. Rumah rohaninya menjadi labil, ketika ada angin dan badai bisa roboh karena tidak bertumpu pada batu cadas. Hidup rohani yang bersumber pada penghayatan di mana menyebut Tuhan disertai tindakan nyata: kasih, kepedulian, bela  rasa, adil dan menebar damai-sama artinya membangun rumah di atas batu. Rumah rohaninya akan aman karena batu-batu rohani menjadi tumpuannya.

Persis apa yang dikatakan Nabi Yesaya: bahwa Kota Yehuda akan kuat karena hatinya teguh dijaga oleh damai sejahtera Allah. Membangun rumah rohani di atas batu cadas adalah mempercayakan hidup kita dalam doa. Dari doa itu kemudian dengan penuh sukacita melakukan kehendak Allah dalam praktik hidup sehari-hari dengan damai sejahtera, keadilan, dan belas kasih. Itulah rumah rohani yang akan kokoh menghadapi badai sampai pada kesudahannya, sehingga kita akan sampai pada rumah rohani abadi sesungguhnya.

.

Tuhan bantulah kami dalam hidup sehari-hari agar mampu menyusun rumah rohani kami dengan batu keadilan, kejujuran, dan belas kasih sehingga amanlah rumah kami sampai kesudahannya. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 30 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 30 November 2022, Bacaan Injil Matius 4:18-22

Bacaan I: Rm. 10:9-18; Mazmur: 19:2-3.4-5; R: 5a; MASA ADVEN I Pesta St. Andreas, Rasul (M);

Pada suatu hari, ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. 

Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 30 November 2022, Bacaan Injil

Hari ini kita merayakan Pesta Santo Andreas, rasul. Ayahnya, bernama Yohanes, bekerja sebagai nelayan. Andreas juga bekerja sebagai nelayan. Ia bersama saudaranya, Simon yang disebut Petrus, merupakan murid-murid pertama Yesus. Panggilan sebagai murid diterima Andreas dan Simon ketika mereka sedang menebarkan jala di danau. Mereka menjawab panggilan itu dengan pergi meninggalkan jala mereka dan mengikuti Yesus. 

Andreas pergi meninggalkan jalanya ketika dipanggil oleh Yesus, “Mari ikutlah Aku dan kamu akan kujadikan penjala manusia” (Mat. 4:19). Kini, Yesus memanggil kita menjadi murid-murid-Nya. Kalau kita mengaku murid-murid Yesus, kita juga seharusnya mendengarkan panggilan-Nya dan bertindak.

Yesus memanggil para murid untuk mewartakan cinta kasih Allah. Kita pun dipanggil untuk itu. Namun, kita kadang ragu tatkala mengalami kesulitan dan tantangan karena kita merasa lemah dan tidak layak untuk tugas perutusan itu. Yesus tidak memanggil dengan ukuran mata manusia. Yesus melihat hati kita. Yesus yang memanggil kita tidak akan membiarkan kita berjalan sendirian. Ia akan membantu kita dalam melakukan tugas yang kita lakukan.

Ketika Yesus akan memilih murid tentu Dia memiliki beberapa pertimbangan. Dia memiliki rencana besar atas dunia ini yang akan diteruskan oleh para murid-Nya. Namun, anehnya, untuk tugas sepenting itu Dia tidak melangkahkan kaki-Nya ke tempat di mana biasanya para bibit unggul berkumpul. Dia tidak ke “sekolah teologia” setempat untuk mencari beberapa murid terbaik. Tetapi, Dia pergi ke tepi danau dan bertemu dengan beberapa nelayan. 

Dia menjumpai orang-orang yang sederhana baik dalam hal pendidikan maupun pekerjaan. Dengan optimis, Dia memanggil mereka untuk dibentuk seperti yang Dia mau. Dia mengenal potensi yang diberikan Allah di balik kesederhanaan mereka.

.

Ya Allah, berikanlah kami hati dan sikap batin seperti St. Andreas yang langsung menjawab panggilan-Mu. Bentuklah kami sesuai rencana-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 29 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 29 November 2022, Bacaan Injil Lukas 10:21-24

Bacaan I: Yes. 11:1-10; Mazmur: 72.2.7-8.12-13.17; R:7; MASA ADVEN I B. Frederikus dr Regensburg;

Pada waktu itu, bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu.”

Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 29 November 2022, Bacaan Injil

Bersyukur merupakan hal yang sangat penting dalam hidup para pengikut Kristus. Kita dinasihati agar mengucap syukur dalam segala hal sebab itulah yang Allah kehendaki (1 Tes. 5:18). Di dalam ucapan syukur sudah selayaknya kita mempunyai alasan untuk bersyukur. Bersyukur tanpa alasan yang jelas adalah ucapan kosong di bibir. Melihat ketujuh puluh murid pulang dapat sukacita, Yesus bergembira dalam Roh dan bersyukur. 

Yesus bersyukur kepada Bapa dengan 2 alasan: Pertama, karena karunia Allah bagi para murid yang mengenal Yesus Kristus berkuasa menaklukkan kuasa Iblis. Pengakuan mereka, “Setan-setan takluk dalam nama Yesus” adalah pengakuan kedaulatan dan kuasa yang dimiliki Yesus (17). Yesus bersyukur atas pemahaman mereka itu. 

Kedua, karena Allah berkenan kepada mereka. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.” Hanya mereka yang terpilih, yang dikaruniakan kesempatan untuk melihat yang tidak dilihat orang lain, telah melihat kuasa Allah bekerja. Yesus yakin bahwa Bapa sendiri yang menguakkan rahasia-Nya, bahwa Yesus adalah Tuhan yang berdaulat. 

Bersyukur adalah tindakan yang muncul dari dalam diri seseorang karena mengalami Tuhan dan menerima anugerah-Nya. Tindakan syukur ini nyata dalam bentuk pengakuan atas kuasa dan kedaulatan Tuhan atas segala perkara. Jadi, jangan asal bersyukur! Bersyukurlah karena kita telah melihat bahwa Yesus adalah Tuhan yang berdaulat dan berkuasa atas hidup kita. Bersyukurlah karena Bapa berkenan mengaruniakan dan menyingkapkan kemuliaan dan kuasa Yesus sehingga kita dapat melayani-Nya. Kitalah orang-orang yang Allah perkenankan untuk menikmati segala karunia-Nya.

Yesaya menegaskan kepada umat Israel untuk bersyukur karena suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Ada seribu satu alasan untuk bersyukur, maka sungguh memprihatinkan jika ada orang yang hari-harinya mengeluh dan mengeluh, dan akhirnya lupa bersyukur. Padahal kita tahu bahwa bersyukur adalah pintu masuk untuk berkat yang lain.

.

Ya Allah, semoga kami semakin mampu bersyukur dalam keadaan apa pun. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Panduan ADVEN 2022, Berjalan Bersama: Semakin KATOLIK, Semakin APOSTOLIK

panduan adven 2022

Panduan Adven 2022 – Masa Adven senantiasa mengajak kita mempersiapkan dan menantikan kedatangan Kristus. Perayaan Adven 2022 saat ini kita rayakan dalam suasana pemulihan atas Pandemi COVID 19 dan masa untuk bergiat kembali membangun segala harapan di tengah keterpurukan yang telah terjadi. Pengalaman tersebut, hendaknya membawa hidup beriman kita semakin tangguh dan berdaya bahkan semakin kuat dalam pengharapan.

Kita, sebagai umat Keuskupan Agung Semarang yang saat ini berdinamika dalam pemulihan Pandemi COVID 19 ini, diajak tetap setia mewujudkan cita-cita RIKAS dan menyambut semangat Sinode dengan iman yang semakin partisipatif dan transformatif. Harapannya, iman kita tidak semakin terpuruk, namun semakin berharap dan pulih untuk semakin menjadi Katolik dan apostolik atau terlibat dalam karya kerasulan.

Keuskupan Agung Semarang pada tahun 2022 masih melanjutkan mengemban semangat Gereja yang diwarnai dengan pelaksanaan lima bidang garapan yaitu kekatolikan, kerasulan, kebangsaan, kerjasama dan sinergi serta profesionalitas. Pada prinsipnya, kita sebagai warga Keuskupan Agung Semarang (KAS) mengemban tugas pemulihan hidup beriman dan mengembangkan visi agar Gereja semakin mampu menampakkan maknanya di tengah bangsa dan masyarakat.

Melalui Pendalaman Adven 2022 ini, Komisi Kateketik Keuskupan Agung Semarang mengajak menggemakan Sinode dalam terang pemulihan atas COVID 19 dan pelaksanaan RIKAS dalam segala gerak menggereja dan beriman umat. Komisi Kateketik KAS melalui Adven 2022 ingin mengajak memaknai “berjalan bersama” bergiat melaksanakan RIKAS dan ambil bagian agar tumbuh sebagai Gereja sinodal. Komisi Kateketik Keuskupan Agung Semarang mengajak semua umat Katolik Keuskupan Agung Semarang mengisi Adventus (masa penantian) ini dengan merefleksikan sinodalitas dalam menghayati iman di masa pemulihan ini.

Umat diajak melihat kembali renungan masa Adven dalam sudut pandang Sinode yang menunjuk pada Gereja yang berkumpul untuk “berjalan bersama” semakin mewartakan iman. Gereja adalah semua umat Allah yang berkumpul bersama karena rahmat untuk menjadi tanda dan sarana keselamatan bagi semua orang (bdk. Lumen Gentium, 9). Gereja adalah umat yang berziarah menuju ‘langit yang baru dan bumi yang baru’ (Wahyu 21:1). Maka, untuk memperdalam sinodalitas dalam menghayati iman di masa pemulihan ini akan diolah melalui empat (4) pertemuan sebagai berikut:

1. Panduan Pertemuan Adven I: Berjalan Bersama menyongsong kedatangan Tuhan.

Pada pertemuan Adven I ini, umat diajak untuk berjaga-jaga, tanggap, kuat dan senantiasa berharap di masa pemulihan COVID 19. Umat diajak menyadari gerak sinodalitas dalam konteks memahami mengenai harapan dan kekuatan di kehidupan zaman sekarang yang penuh tantangan dan resiko ini. Umat diajak menimba kekuatan harapan di masa pemulihan hidup beriman yang semakin berat namun menantang. Bacaan yang diperdalam sebagai peneguhan dan renungan dari Mat 24: 37-44 mengenai “Kedatangan Anak Manusia” yang tiba-tiba dan tidak dapat diduga (Adven Eskatologis).

2. Pertemuan Adven II: Berjalan Bersama membangun pertobatan.

Pada pertemuan Adven II ini, umat diajak pada suasana dan dorongan rohani pertobatan dan pemulihan atas segala kekurangan dan keterpurukan yang pernah terjadi. Pada Adven II ini umat diajak untuk memperdalam berbagai pengalaman sinodalitas dengan pertobatan dan semangat berbenah diri agar mampu bersama-sama melakukan upaya pemulihan hidup beriman yang lebih baik. Bacaan untuk pertemuan Adven II ini diambil dari Mat 3: 1-12 mengenai Kisah Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan jalan bagi Mesias dengan menyerukan pertobatan.

3. Pertemuan Adven III: Berjalan Bersama dengan Sukacita.

Pada pertemuan Adven III, setelah memperdalam semangat pertobatan dan pemulihan hidup beriman, umat diajak melihat sinodalitas atau semangat “berjalan bersama” dengan sukacita dan komitmen. Pertemuan Adven III ini menjadi refleksi seberapa jauh umat selama ini saling mengenal umat dari keluarga, lingkungan hingga paroki. Seberapa jauh umat mampu berjalan bersama dalam masa pemulihan COVID 19 untuk semakin tangguh dan bertanggungjawab menghidupi semangat kerasulan dengan mendengarkan, berbicara dan saling bertanggungjawab dalam misi. Bacaan diinspirasi dari Mat. 11: 2-11 mengenai komitmen seorang Yohanes Pembabtis yang diutus untuk mempersiapkan sesuatu yang lebih besar daripada dirinya.

4. Pertemuan Adven IV: Berjalan Bersama Melaksanakan Warta Keselamatan.

Pada pertemuan Adven IV, umat diajak memuncaki pertemuan dengan kesadaran akan sinodalitas berkarya dan merasul bersama. Umat dalam pertemuan Adven IV ini diajak semakin meningkatkan pelaksanaan lima bidang garapan yaitu kekatolikan, kerasulan, kebangsaan, kerjasama dan sinergi serta profesionalitas dalam gerak kesadaran “berjalan bersama.” Harapannya, umat semakin menyadari tentang Gereja yang dipanggil, untuk membuat harapan orang-orang semakin pulih dan berkembang, mendorong kepercayaan, untuk membalut luka-luka, untuk menjalin hubungan-hubungan baru dan lebih dalam, untuk belajar dari satu sama lain, membangun jembatan-jembatan, mencerahkan pikiran, menghangatkan hati, dan untuk memulihkan kekuatan ke dalam tangan misi bersama.

Bacaan yang menjadi inspirasi dari pertemuan Adven IV ini adalah Mat 1: 18-24 mengenai daya juang Yusup demi karya dan jalan keselamatan Allah terlaksana. Melalui empat (4) pertemuan ini, kita diharapkan dapat melihat kembali sejauh mana “berjalan bersama” telah dirajut di masa pemulihan Pandemi COVID 19 dalam komitmen kita menjalankan amanat RIKAS. Pertemuan Adven 2022 ini harapannya juga menjadi refleksi kita menantikan Sang Juru Selamat agar kita semua semakin menyadari dan memahami gerak bersama dalam upaya mewujudkan diri menghadirkan peradaban kasih di tengah-tengah masyarakat kita yang sedang berproses untuk pulih kembali dari keterpurukan akibat Pandemi COVID 19 ini.

Berkah Dalem.
Rm. Stepanus Istoto Raharjo, Pr.
Ketua Umum Komkat KAS

.

>> Download Panduan Adven 2022 Disini <<

>> Download Panduan Adven B. Jawa 2022 Disini <<

>> Download Panduan Adven Kategorial PIA/PIR 2022 Disini <<

.

.

Renungan Harian Hari Ini 28 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 28 November 2022, Bacaan Injil Matius 8:5-11

Bacaan I: Yes. 2:1-5; Mazmur: 122:1-4a.4b-7.8-9; R:11; MASA ADVEN I-O PEKAN I Sta.Katarina Laboure, Prw; St.Yakobus dr Marka; B.Maria Helena Stollenwerk;

Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya: “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. 

Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.”

Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 28 November 2022, Bacaan Injil

Permasalahan selalu datang dan menimpa siapa pun yang ada di dunia ini tanpa memandang bulu. Berbagai upaya diusahakan untuk mencegah dan menanggulanginya, namun faktanya manusia sama sekali tak mampu mengelak dari masalah yang ada. Karena itulah manusia sangat membutuhkan pertolongan dan jalan keluar. Harus diakui bahwa kita tidak mampu mengatasi setiap permasalahan itu dengan kekuatan sendiri, apalagi berharap dan bersandar kepada sesama kita.

“Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!” (Yeremia 17:5). Masih ada satu jalan keluar dan sumber pertolongan, asal kita mau datang, yaitu kepada Juru Selamat, Yesus Kristus. Ada kisah seorang perwira sedang mengalami persoalan, yaitu hambanya sedang terbaring di rumah karena sakit lumpuh. Perwira itu membuat keputusan untuk datang dan meminta pertolongan kepada Yesus. Yesus pun tergerak hati-Nya untuk menolong. Padahal, Dia tidak tahu mengenai perwira itu sebelumnya. Akhirnya, hamba perwira itu mengalami kesembuhan.

Ada 3 faktor penting yang dimiliki perwira itu sehingga Yesus memperhatikan dan menjawab permohonannya: (1) la memiliki kasih dan tanggung jawab terhadap hambanya yang sakit itu; (2) ia memiliki kerendahan hati. Terbukti ketika Yesus hendak datang ke rumahnya untuk menyembuhkan hambahnya dia berkata, “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku,” (Mat. 8:8a). Tuhan sangat mengasihi orang yang rendah hati, tetapi membenci orang yang congkak;

(3) ia memiliki iman yang besar. Perwira itu mengatakan bahwa Yesus tidak perlu datang ke rumahnya, tetapi cukup sepatah kata saja yang diucapkan Tuhan akan sanggup menyembuhkan hambanya (Mat. 8:8b). Apakah kita memiliki iman seperti perwira itu sehingga kita benar-benar bersandar dan mengandalkan Yesus dalam hidup kita?

.

Ya Allah, jadikan kami pribadi yang selalu mengandalkan dan bersandar pada kehendak-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 27 November 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 27 November 2022, Bacaan Injil Matius 24:37-44

Bacaan I: Yes. 2:1-5; Mazmur: 122:1-2.4-5.6-7.8-9, R:1; Bacaan II: Rm. 13:11-14a; PEKAN ADVEN I (U) – Thn. A/I SP Maria Tak Bemoda dr Medali Wasiat; St. Yakobus dr Persia, Virgillius; St. Fransikus-Antonius Fasami; 

Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya: “Sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia. Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

Pada waktu itu kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan; kalau ada dua orang perempuan sedang memutar batu kilangan, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.

Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 27 November 2022, Bacaan Injil

Tuhan menasihati kita untuk “berjaga-jaga”, karena waktu kedatangan-Nya sudah semakin dekat. Hari ini, kita memasuki tahun liturgi baru, yaitu Masa Adven, masa di mana mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan Tuhan dalam diri kanak-kanak Yesus. Apa yang perlu kita siapkan untuk berjaga-jaga? Ada 3 hal di mana kita harus berjaga-jaga:

Pertama, jaga hubungan dengan Tuhan. Yesaya mengajak bangsanya untuk naik ke gunung Tuhan, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan Tuhan. Ia akan menjadi hakim atas kita, maka kita harus menjaga relasi kita dengan Tuhan. Agar kita semakin intim dengan Tuhan maka kita harus memiliki hati yang “takut akan Tuhan” (Mzm. 25:12, 14). Hati yang takut akan Tuhan artinya taat kepada Tuhan. Dalam Kitab Yesaya 2: 5 dikatakan: “Mari kita berjalan di dalam terang Tuhan.” Kedekatan kita dengan Tuhan membuat kita hidup dalam terang Tuhan.

Kedua, jaga hubungan dengan keluarga. Mari kita belajar dari St Yosef. Dia sebagai seorang bapak & suami, betul-betul hadir untuk menyatukan istri dan anaknya, Maria dan Yesus. Kesatuan yang erat dalam keluarga, dan tentunya juga kesatuan erat dengan Tuhan, menjadikan keluarga kita selalu berjaga-jaga dalam cinta.

Ketiga, jaga hati. Ketika kita membangun relasi yang intim dengan Tuhan dan menjaga kesatuan dengan keluarga pastilah diberkati berlimpah-limpah, namun kita harus tetap menjaga hati jangan sampai hati kita condong kepada berkat-berkat-Nya, jangan sampai berkat itu menjadi berhala di dalam hidup kita (Ul. 32:16), biarlah di hati kita Yesus selalu berada di tempat yang utama.

.

Ya Allah, berikan kami kemampuan untuk selalu berjaga-jaga dengan selalu melibatkan Putra-Mu dalam setiap langkah hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page