Pendalaman Iman MINGGU ADVEN III: St.Maria Assumpta Jogoyudan Kidul – Berjalan Bersama Dengan Sukacita

Kegiatan Pendalaman Iman Minggu Adven III dilaksanakan oleh umat di Lingkungan St.Maria Assumpta Jogoyudan Kidul pada hari Selasa, 13 Desember 2022, pukul 19.00 WIB. Bertempat di kediaman Bu Sari sebagai Ketua Lingkungan dan dihadiri oleh 12 umat beserta 7 orang mahasiswa/i PENDIKKAT USD. Pendalaman iman adven ini dipimpin oleh Bu Wiwik sebagai calon prodiakon dari Lingkungan St. Maria Assumpta Jogoyudan Kidul. Kegiatan Pendalaman Iman Minggu Adven III ini dilangsungkan dengan tujuan supaya dalam masa adven ini, umat semakin menghayati makna minggu adven ketiga untuk semakin menyambut kedatangan Tuhan dengan sukacita.


(Para mahasiswa/i PENDIKKAT USD yang mengikuti pendalaman iman)

Suasana pendalaman iman berlangsung lancar & menggugah antusias umat yang hadir. Walaupun umat yang hadir hanya belasan, tetapi semangatnya seperti ribuan umat. prosesnya, kegiatan diawali dengan nyanyian pembuka “O Datanglah Emanuel. Setelah lagu pembuka, masuk pada bagian tanda salib dan kata pengantar untuk pendalaman minggu adven III. Dalam kata pengantar ini, umat diajak untuk berusaha menumbuhkan semangat “berjalan bersama” dengan sukacita dan komitmen membangun hidup menggereja yang lebih baik, baik di dalam keluarga, lingkungan, bahkan paroki. Kata pengantar disambung dengan Doa Pembuka sekaligus penyalaan lilin korona ketiga (warna pink) dalam lingkaran adven.

Untuk bagian berikutnya: mendengarkan & berbicara pengalaman iman. Pada bagian ini, beberapa umat berani men-sharing-kan pengalamannya. Seperti biasa sharing dipandu dengan 2 pertanyaan utama, yakni:

  1. Apakah anda merasakan sukacita sebagai umat katolik? Bagikan pengalaman anda?
  2. Menurut pendapat dan pengalaman anda selama ini, apakah umat di lingkungan kita sudah ikut “bertanggung jawab bersama” secara sukacita dengan berpartisipasi atau berperan serta melayani misi atau perutusan Gereja?

Dari panduan sharing di atas, hasil sharing umat berbeda-beda namun mengarah pada rasa sukacita sebagai umat katolik. Yang berbeda adalah prosesnya dalam hidup sebagai umat katolik. Ada umat yang ber-sharing bahwa ia menjadi katolik, karena pindah agama & menikah dengan istrinya. Ia tertarik dengan agama katolik karena ajaran kasih yang menjadi dasar untuk menjalani kehidupan. Di sisi lain, ia percaya ada janji Yesus kepada umat kristiani tentang kehidupan kekal di Surga. Akhirnya, ia memutuskan dengan bulat hati berpindah agama & merasakan sukacita sebagai umat katolik.


(Suasana sharing yang mengundang tawa & kegembiraan umat Lingkungan St.Maria Assumpta Jogoyudan Kidul)

Ada pula umat yang ber-sharing bahwa ia menjadi katolik, karena bawaan dari lahir & pilihan orang tua (baptis bayi). Tidak memungkiri sebenarnya ia dapat pindah agama ketika usia dewasa/menikah. Namun, ia tetap berpegang teguh akan imannya dan bangga menjadi katolik. Hal ini mungkin dipengaruhi pula dengan ikut ambil bagian dalam seluruh kegiatan-kegiatan menggereja, seperti mengikuti putra/i altar, menjadi pengurus OMK, dan sebagainya. Hingga saatnya, ia dekat dengan seorang pemuda yang sesama katolik dan saat ini menjadi suaminya. Dari pengalaman ini, ia merasa bersyukur sampai sekarang menjadi orang katolik & penuh kesukacitaan dalam hidupnya.

Terakhir, ada umat yang ber-sharing bahwa ia menjadi katolik, karena keputusannya sendiri (baptis dewasa). Ia mengatakan bahwa menjadi orang katolik ini prosesnya tidaklah mudah, perlu belajar dulu secara tekun (menjadi katekumen). Meskipun prosesnya sulit, ia tetap menjalaninya dengan sukacita karena ada niat kerinduan yang cukup besar dalam dirinya. Maka, setelah dibaptis sangatlah bergembira hatinya & meluap-luaplah kesenangan dalam dirinya menjadi seorang katolik. Sampai sekarang, ia berusaha menjadi seorang katolik yang penuh sukacita.

Untuk pertanyaan sharing yang kedua, dijawab secara bersama-sama dengan kata “sudah”. Umat di lingkungan St. Maria Assumpta Jogoyudan Kidul sudah ikut “bertanggung jawab bersama” secara sukacita dengan berpartisipasi atau berperan serta melayani misi atau perutusan Gereja. Hal ini dikonkretkan dengan berpartisipasi menjadi petugas koor, mengirimkan petugas liturgi yang lain, ikut berpartisipasi dalam proyek pembangunan gereja, dll.

Setelah berbagi pengalaman, dilanjutkan dengan merenungkan bacaan dari Matius 11:2-11. Bacaan ini berkaitan dengan Yohanes Pembaptis yang mengutus para muridnya untuk datang kepada Yesus dan membuktikan bahwa karya keselamatanNya itu nyata. Bukti karya keselamatan ini nyata diperlihatkan dengan aksi yang Yesus lakukan: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta sembuh, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar gembira. Yohanes Pembaptis sungguh memastikan kabar sukacita itu, bahwa jalan terjal yang ia lalui dan jerih payah yang ia tempuh tak akan pernah sia-sia lewat bukti aksi dari Yesus. Seperti halnya Yohanes Pembaptis, bersukacita bahwa dirinya tak akan sia-sia menjadi pembuka jalan keselamatan. Kita juga perlu senantiasa melihat kembali apakah kita bersama mampu berjalan mengusahakan sesuatu yang lebih baik dengan makin mendalam dan mendewasakan iman kita, bahkan semakin mengobarkan dan menggelorakan iman kita.

Seluruh rangkaian pendalaman iman minggu adven ketiga di Lingkungan St. Maria Assumpta Jogoyudan Kidul ditutup dengan doa umat dilanjutkan dengan doa bapa kami dan doa penutup.

.

Penulis: Chris Cerly Rika Saraswati (Mahasiswi PENDIKKAT USD)

.
.

Pendalaman Iman MINGGU ADVEN II: St.Ignatius Cokrokusuman – Berjalan Bersama Membangun Pertobatan

Kegiatan pendalaman iman Minggu Adven II dilaksanakan oleh umat di Lingkungan St.Ignatius Cokrokusuman pada Rabu, 7 Desember 2022 pukul 19.00 WIB di kediaman Pak Agus. Pendalaman Iman Minggu Adven II ini mengambil tema “Berjalan Bersama Membangun Pertobatan” sesuai dengan Buku Panduan Adven Lingkungan KAS. Kegiatan ini dihadiri oleh 18 umat lingkungan Ignatius Cokrokusuman, 2 orang mahasiswa/i PENDIKKAT USD, dan dipandu oleh Pak Lintang selaku calon prodiakon lingkungan.

Suasana pendalaman iman berlangsung lancar, singkat, padat, & jelas. Umat yang hadir hampir seluruhnya berusia dewasa hingga lansia. Dalam prosesnya, diawali dengan nyanyian pembuka “Juruselamat Datanglah”. Setelah lagu pembuka, masuk pada bagian tanda salib dan kata pengantar untuk pendalaman minggu adven II. Kata pengantar ini mengajak umat untuk semakin menantikan kedatangan Tuhan dengan sikap tobat dan dari segala kekurangan dan keterpurukan yang pernah terjadi. Dari kata pengantar dilanjutkan dengan Doa Tobat “Allah yang Maharahim”, Doa Pembuka, dan Penyalaan lilin korona kedua dalam lingkaran adven.

Untuk bagian selanjutnya: mendengarkan & berbicara pengalaman iman. Pada bagian ini, Pak Lintang sebagai pemandu mengajukan pertanyaan-pertanyaan sharing yang telah disediakan. Mayoritas umat menjawab “sudah” atas pertanyaan-pertanyaan yang ada. Namun, tiba-tiba ada salah satu umat yang bertanya kepada Pak Lintang sebagai pemandu. Pertanyaan bapak ini berbunyi demikian: “Saya sering mendengarkan homili Romo-romo yang ada di Keuskupan Jakarta melalui misa live streaming. Suatu saat ada homili yang menarik dari beliau ini tentang ‘bagaimana sebaiknya kita mengimani iman kristiani, iman kita?’ Karena menurut saya, menjadi orang kristiani itu sebenarnya hal yang susah susah gampang, sebab ada orang yang rajin sekali ke gereja, tetapi antar tetangganya bermusuhan atau setelah pulang misa suka menggosip orang lain. Lantas, bagaimana sebaiknya kita mengimani iman kita?”

Pertanyaan dari salah satu umat ini menjadi bahan sharing tambahan yang justru menimbulkan berbagai argumen dari macam-macam umat. Ada umat yang ber­-sharing bahwa menghidupi iman itu ya melakukan & berbuat. Misalnya, sudah rajin ke gereja, lalu kerajinan ini hendaknya juga berbuah lewat tindakan-tindakan baik yang kita lakukan kepada orang lain. Tindakan baik yang dilakukan ini menjadi bukti nyata bahwa kita benar-benar menghidupi iman yang ada. Lalu, adapula umat yang ber-sharing pula untuk mengidupi iman dapat dilakukan dengan berusaha setiap hari mendekatkan diri dengan Tuhan lewat berdoa & bersyukur. Berdoa & bersyukur sebagai bentuk bagi kita menerima segala karunia yang Ia berikan.

Dari segala sharing yang ada, Pak Lintang sebagai pemandu pendalaman adven mencoba memantik kembali hasil sharing umat dengan pertanyaan kunci: “Apakah dengan bersyukur, sudah cukup untuk semakin memperbaiki diri melalui tindakan?” Pastinya tidak, karena semuanya itu diawali dengan adanya rasa penyesalan & pertobatan. Rasa pertobatan yang membawa kita kepada niat selanjutnya yakni bersyukur & bertindak yang lebih baik lagi.

Setelah berbagi pengalaman, dilanjutkan dengan merenungkan bacaan dari Matius 3:1-12. Bacaan ini berkaitan dengan seruan pertobatan dari Yohanes Pembaptis. Dari bacaan tentang pertobatan ini, kita diajak kepada wujud pertobatan dalam mempersiapkan kehadiran Sang Juruselamat di hati kita. Situasi di tengah pemulihan pandemi ini dan sinodalitas hidup kekatolikan kita memang belum sepenuh pulih dan optimal. Masih ada berbagai hal yang perlu menjadi bentuk pertobatan kita bersama, terutama kerapuhan dalam paguyuban umat.

Seluruh rangkaian pendalaman iman minggu adven kedua ditutup dengan doa umat dilanjutkan dengan doa bapa kami dan doa penutup. Terakhir ditutup dengan nyanyian “Nderek Dewi Maria”.

.

Penulis: Chris Cerly Rika Saraswati (Mahasiswi PENDIKKAT USD)

.
.

Renungan Harian Hari Ini 17 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 17 Desember 2022, Bacaan Injil Matius 1:1-17

Bacaan I: Kej. 49:2.8-10; Mazmur: 72:1-2.3-4b.7-8.17; R:7; HARI BIASA KHUSUS ADVEN III (U) Novena Natal hari ke-2-Lazarus (Sahabat Yesus); St.Olympias;

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud.

Daud memperanakkan Salomo dari istri Uria, Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa, Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia, Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia, Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.

Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel, Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.

Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 17 Desember 2022, Bacaan Injil

Pada umumnya, orang tua dan keluarga kalau mau menikahkan anaknya terlebih dahulu melihat bibit, bobot, dan bebet calon menantu. Hal ini dilatarbelakangi harapan orang tua untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anaknya, khususnya jodoh. Meskipun ada keyakinan bahwa jodoh sendiri merupakan anugerah Tuhan, tetapi mereka masih “memperhitungkan” sebagai upaya terbaik bagi anaknya.

Kesadaran bahwa asal-usul yang baik, kualitas yang mumpuni dan penampilan yang pantas merupakan upaya untuk membuahkan keluarga yang baik pula. Itu alasan mengapa orang peduli dengan calon menantu itu keturunan siapa, dari mana, dan sebagainya. Apa yang dialami Yesus dalam silsilah Injil hari ini juga mirip. Harapan akan Mesias dalam tradisi Ibrani adalah Dia yang dilahirkan dari bangsa terpilih.

Menarik bahwa dalam silsilah Yesus, Penginjil Matius menulis tidak hanya keturunan Abraham, tetapi juga ada nama Rehab, wanita bukan Yahudi. Juga ada wanita dari Moab, Ruth. Bahkan dalam silsilah Yesus tertulis nama Betseba, keturunan Daud dari istri Uria. Yesus lahir ke dunia dengan membawa darah kemanusiaan sangat komplit. Aneka golongan dan nenek moyang yang juga mengalami kedosaan. Kedatangan Yesus bukan untuk sekadar menghadirkan keluhuran-Nya sebagai Putra Allah, melainkan menebus dosa bagi seluruh bangsa manusia sepanjang sejarah.

.

Bapa Yang Berbelas Kasih, semoga kami semakin setia pada kehendak-Mu dan melakukan perintah Putra-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 16 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 16 Desember 2022, Bacaan Injil Yohanes 5:33-36

Bacaan I: Yes. 56: 1-3.6-8; Mazmur: 67:2-3.5.7-8; R:4a; PEKAN ADVEN III (U) St.Sturminus; Sta.Teofanu; B.Maria dr Malaikat – Novena Natal Hari ke-1;

Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi: “Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran, tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan. Yohanes itu adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya, dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.

Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting daripada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 16 Desember 2022, Bacaan Injil

Selama masa pandemi umat dimanjakan dengan tayangan keagamaan dalam aneka bentuk: misa, khotbah, pendalaman iman ataupun pengetahuan agama. Secara pengetahuan dan pemahaman, hidup iman umat disegarkan. Karena pembatasan sosial, maka kekayaan spiritualitas tersebut tidak sempat diwujudkan dalam tindakan keseharian Gereja. Meski demikian, aksi kasih dan pewartaan akan Kerajaan Allah tidak kendor.

Banyaknya orang yang tergerak berpartisipasi dalam banyak macam aksi sosial yang digalang melalui media sosial membuktikan bahwa kesaksian, pelayanan dan solidaritas kemanusiaan tetap tumbuh. Entah apa motivasinya, yang pasti sebagai orang beriman, amal kasih kita itu adalah wujud kesetiaan akan panggilan dan perutusan Kristus kepada umat-Nya untuk saling mengasihi seperti Bapa telah lebih dahulu mengasihi kita.

Sebagaimana ditegaskan dalam Injil Yohanes: Karya dan hidup Yesus adalah pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Nya untuk dijalankan. Pekerjaan Yesus bukan sekadar kegiatan kebaikan dan juga bukan aktivitas yang menghebohkan. Pekerjaan yang dilakukan Yesus tidak lain adalah melakukan kehendak Allah, sehingga tidak membutuhkan pengakuan manusia. Apa yang dilakukan-Nya merupakan wujud kesetiaan dan kesatuan dengan Allah, Bapa-Nya.

Kehadiran Gereja dalam bentuk apa pun, termasuk karya sosial, bukan sekadar kegiatan kemanusiaan. Gereja mewujudkan mandat Yesus sendiri bahwa apa yang dilakukan merupakan wujud kesatuan dengan-Nya dalam hidup, karya, dan perutusan. Sehingga, aktivitas Gereja dan umat Allah menjadi jalan kesaksian bagi kemuliaan Allah. Sama dengan perutusan kongregasi, karya dimaksudkan untuk menghadirkan spiritualitas kongregasi, bukan sekadar kegiatan sosial.

.

Bapa, gerakkanlah kami untuk mewujudkan kehendak-Mu dalam aktivitas dan kehidupan kami sehingga nama-Mu semakin dimuliakan di bumi. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 15 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 15 Desember 2022, Bacaan Injil Lukas 7:24-30

Bacaan I: Yes. 54:1-10; Mazmur: 30:2.4-6.11-12a.13b; R: 2a; PEKAN ADVEN III (U) B.Bonaventura dari Pistoia;

Yesus berbicara kepada orang banyak tentang Yohanes: “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian indah dan yang hidup mewah, tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih daripada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu.

Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar daripadanya.” Seluruh orang banyak yang mendengar perkataan-Nya, termasuk para pemungut cukai, mengakui kebenaran Allah, karena mereka telah memberi diri dibaptis oleh Yohanes. Tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah terhadap diri mereka, karena mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 15 Desember 2022, Bacaan Injil

Mengupayakan hal baik, mewujudkan keadilan, dan berbicara soal kebenaran tidaklah mudah. Melalui media online kita bisa melihat orang yang jujur, yang baik dan benar malah di-bully dan diserang habis-habisan. Herannya, atas nama agama mereka kerap kali menyingkirkan orang benar. Apa yang terjadi dalam kehidupan kita persis sama seperti yang dialami oleh Yohanes Pembaptis sebagai nabi yang ditolak oleh orang-orang Farisi dan ahli Taurat atas nama agama.

Yesus dengan keras memperingatkan orang-orang Farisi dan ahli Taurat bahwa orang berdosa dan pemungut cukai mengalami pertobatan ketika berjumpa dengan Yohanes. Mereka kemudian minta dibaptis sebagai tanda pertobatan. Orang banyak dan juga pemungut cukai mengakui kebenaran Allah dan minta diri dibaptis. Sedangkan, ahli Taurat dan orang Farisi malah menolak maksud Allah terhadap diri mereka. Artinya bahwa ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang paham akan Allah, tahu akan kebenaran malah menolak kebenaran itu sendiri.

Mereka dengan sengaja memisahkan diri dari kehendak Allah demi “kemapanan” status keagamaan mereka. Tidak heran kalau mereka menolak kebenaran Yohanes maupun Yesus sendiri. Menghayati kehadiran Allah dalam hidup tidak lain adalah menyerahkan diri pada kehendak-Nya dalam pertobatan menuju kebenaran. Terbuka pada seruan kenabian dari zaman ke zaman menjadi syarat sebuah perubahan.

Menjadi gagal untuk menerima kebenaran dan penyerahan diri kepada kehendak Allah kalau kita memiliki kepentingan diri demi sebuah kemapanan. Juga ketika kemapanan itu ada dan melalui hidup keagamaan. Ketika agama dan ayat dipakai untuk kepentingan politik dan kepentingan kelompok, maka tidak ada bedanya dengan kaum Farisi.

.

Bapa Yang Mahabaik, jagalah kami untuk senantiasa mendengarkan sabda Putra-Mu dalam membaca tanda-tanda zaman sehingga kami diubah karena kehendak-Nya. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 14 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 14 Desember 2022, Bacaan Injil Lukas 7:19-23

Bacaan I: Yes. 45: 6b-8.18.21b-25; Mazmur: 85: 9ab-10.11-12.13-14; R: Yes. 45:8; PEKAN ADVEN III Pw St.Yohanes dr Salib, ImPujG. (P) St.Venantius Fortunatus; St.Spiridion;

Yohanes memanggil dua orang muridnya dan menyuruh mereka bertanya kepada Yesus: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?” Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus, mereka berkata: “Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya kepada-Mu: Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?” Pada saat itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat, dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta.

Dan Yesus menjawab mereka: “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 14 Desember 2022, Bacaan Injil

Seruan langit dan awan untuk menurunkan Sang Adil dalam kidung Yesaya merupakan ungkapan harapan pembebasan umat Israel zaman itu. Mereka merindukan sosok Sang Adil yang membebaskan mereka dari penderitaan akibat penjajahan bangsa-bangsa asing. Harapan pembebasan menjadi seruan utama dalam pewartaan kenabian Perjanjian Lama. Apa yang dirindukan dalam Perjanjian Lama terpenuhi dalam diri Yesus.

Yesus adalah Sang Adil atau Sang Pembebas itu. la-lah Sang Mesias yang dinanti-nantikan. Di tangan-Nya orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik merupakan bukti Yesus adalah sungguh Pembebas. Namun, mesianis yang disandang-Nya bukan untuk mengusir penjajah Roma seperti yang dibayangkan oleh orang Israel masa itu, melainkan melakukan kehendak Bapa untuk membebaskan manusia dari segala dosa dan segala akibatnya.

Mesianis Yesus menuntut perubahan dan pertobatan untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Kerinduan akan pembebasan merupakan kerinduan semua orang, termasuk kita di zaman ini. Kita merindukan pembebasan dari berbagai belenggu kehidupan. Namun, saat bersamaan kita dipanggil untuk menjadi pembebas bagi sesama yang tertindas, terpinggirkan, terabaikan, terbuang, termarginalkan, dan belenggu-belenggu lainnya.

Kita bisa menjadi pembebas di zaman ini dengan hadir memapah orang lumpuh, menuntun orang buta, mendengarkan orang yang putus asa, mengunjungi yang sakit, merangkul orang-orang yang berdosa, dll.

.

Bapa Yang Mahabaik, tuntunlah kami mempersiapkan Natal Putra-Mu dengan kerelaan menghadirkan cinta kasih dan kepeduliaan agar banyak orang mengetahui bahwa melalui Gereja, Engkau hadir menyembuhkan banyak orang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Ibadat Tobat & Pengakuan Dosa Masa Adven 2022: “Ada Ampun Dari-Nya”

Kedatangan Sang Juru Selamat yang dinantikan oleh umat kristiani di seluruh dunia sudah semakin dekat. Untuk menyambut kedatangan Sang Juru Selamat ini, Gereja secara khusus memang seluruh umat kristiani untuk melaksanakan Sakramen Tobat sebagai sarana rekonsiliasi dengan Allah & sesama. Dari arti katanya, rekonsiliasi berarti ‘memulihkan hubungan’. Tentu memulihkan hubungan kepada suasana damai. Maka, untuk mau me-rekonsiliasi pasti diperlukan kesadaran & pemeriksaan batin masing-masing akan kesalahan yang pernah diperbuat.  Kesadaran & pemeriksaan batin ini dibawa kedalam Sakramen Tobat sebagai penyesalan & niat memperbaiki diri kearah yang lebih baik.

Para Imam-imam di Kevikepan Jogja Timur saling berkolaborasi untuk mengusahakan pelaksanaan safari pengakuan dosa bagi umat di masing-masing Paroki. Dalam kolaborasi ini, setiap imam menjadwalkan pelaksanaan pengakuan dosa dan saling bergantian melayaninya. Untuk giliran jadwal pelaksanaan pengakuan dosa di Paroki St. Albertus Agung Jetis jatuh pada hari Senin, 12 Desember 2022 tepatnya pukul 16.30-19.30 WIB.

Sesuai dengan jadwal yang ditentukan, pelaksanaan safari pengakuan dosa diawali dengan ibadat tobat dan dilanjutkan dengan pengakuan dosa secara pribadi di bilik pengakuan dosa. Ibadat tobat dipimpin oleh Pak Wawan sebagai salah satu Prodiakon Paroki Jetis. Pak Wawan mengantar umat pada suasana tobat lewat permenungan dalam salah satu perikop Kitab Suci. Dengan merenungkan Perikop Anak yang Hilang (Lukas 15:11-32), kita semua diajak untuk bangkit & percaya bahwa ada ampun dari Bapa seperti yang dialami oleh anak bungsu. Keadaan sulit & haus akan kasih sayang dari Bapanya, membuat si Bungsu memberanikan diri untuk datang meminta pengampunan pada Bapa. Respon yang tak terduga dari Bapa atas keberanian dari si Bungsu, malah membuat iri si Sulung. Tetapi, dengan kebijaksanaan Bapa terucaplah: “Kita patut bersukaria dan bergembira karena saudaramu telah mati dan hidup kembali. Ia telah hilang dan ditemukan kembali.”

Perikop Anak yang Hilang sangat cocok dengan pelaksanaan safari pengakuan dosa. Masing-masing pribadi dipanggil seperti si Bungsu. Puji Tuhan, berbondong-bondong umat di Paroki Jetis datang dan meng-antri di depan bilik pengakuan dosa, padahal sudah ada 6 bilik pengakuan dosa yang diisi oleh Imam-imam Kevikepan Jogja Timur. Dengan kesabaran dan keteraturan antri, pengakuan dosa secara pribadi berjalan dengan lancar. Semoga kedepannya semakin banyak umat kristiani yang lebih banyak lagi mengikuti safari pengakuan dosa.

.

Penulis: Chris Cerly Rika Saraswati (Mahasiswi PENDIKKAT USD)

.
.

Renungan Harian Hari Ini 13 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 13 Desember 2022, Bacaan Injil Matius 21: 28-32

Bacaan I: Zef. 3: 1-2.9-13; Mazmur: 34: 2-3.6-7.17-18.19.23; R: 7a; PEKAN ADVEN III Sta.Lusia, PrwMrt (M); Sta.Odilla;

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan pemuka-pemuka Yahudi: “Apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga.

Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 13 Desember 2022, Bacaan Injil

Bacaan Injil hari ini bukan untuk membandingkan dua anak. Pertama mengatakan ya, tetapi tidak berbuat; lalu yang kedua mengatakan tidak, tetapi menyesal lalu berbuat. Idealnya adalah mengatakan ya dilanjutkan dengan tindakan. Makna dari perumpamaan ini adalah menyadarkan mereka yang bersikap farisi dalam hidup ini, yang memberikan stempel kekal bahwa orang-orang berdosa, seperti pelacur dan pemungut cukai tidak akan masuk surga.

Bagi Yesus, keselamatan tidak menurut anggapan orang. Keselamatan adalah dialog Allah dengan manusia dan menuntut sebuah pertobatan yang nyata. Orang Yahudi merasa bahwa menjadi keturunan Abraham aman dijamin masuk surga. Bagi Yesus, bukan soal itu, melainkan soal segera bertobat dan menjalankan sebuah pertobatan dalam perbuatan nyata. Persis seperti yang dikatakan dalam Kitab Zefanya bahwa ukuran keselamatan bukan soal yang hebat, melainkan sisa Israel, meski kecil tetapi menaati kehendak Allah dan mewujudkannya dalam hidup sebagai berkat bagi sesama.

Zaman ini yang kerap terjadi bahwa gaya beragama: pakaian, liturgi yang tertib, hiasan gereja yang indah, bisa adorasi setiap hari, penampilan sosial sebagai orang agamis diyakini sebagai jalan keselamatan. Belum. Ukuran kesalehan seseorang itu adalah menghayati imannya dengan melakukan perbuatan kasih sehari-hari. Jangan sampai hidup agama membuat kita terasing dari kemanusiaan dan belas kasih Allah sendiri.

.

Bapa Yang Berbelas Kasih, berilah kami keberanian untuk melakukan kehendak-Mu, bukan sekadar berjanji dalam doa dan penampilan kami yang agamis. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 12 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 12 Desember 2022, Bacaan Injil Matius 21: 23-27

Bacaan I: Bil. 24: 2-7.15-17a; Mazmur: 25: 4bc-5ab.6-7c.8-9; R: 4b; PEKAN ADVEN III (U) Sta.Yohanna Fransiska de Chantal; SP Maria dr Guadalupe;

Pada suatu hari, Yesus masuk ke bait Allah. Ketika Ia sedang mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: “Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?” Jawab Yesus kepada mereka: “Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.

Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?” Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: “Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya? Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi.” Lalu mereka menjawab Yesus: “Kami tidak tahu.” Dan Yesus pun berkata kepada mereka: “Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 12 Desember 2022, Bacaan Injil

Salah satu target terorisme internasional adalah mencari orang-orang bodoh, yang imannya rapuh, yang pemahaman imannya lemah, mereka yang beriman ikut arus saja. Bodoh dalam iman seperti katak dalam tempurung, tidak mau membuka diri, keluar dari hati dan akal budinya yang sempit. Kelompok orang-orang bodoh ini mudah dimanipulasi, bahkan dipakai sebagai alat adu domba.

Kebodohan iman ini juga dialami oleh orang Farisi dan ahli Taurat zaman Yesus, mereka tidak mau diubah oleh kuasa Allah, baik oleh Yesus maupun oleh Yohanes, pendahulu-Nya. Injil menegaskan bahwa sikap orang-orang Farisi mempertanyakan kuasa Yesus bukan karena mereka tidak tahu akan hidup dan karya Yesus. Mereka bersikap demikian karena mereka enggan berubah dan suka tinggal dalam keadaannya yang mapan selama ini.

Sebab, berubah dan mengikuti semangat Yesus berarti menjadi orang-orang yang melakukan hidup keagamaan untuk mewujudkan belas kasih, keadilan, kesetiaan, dan damai. Artinya, mengedepankan pelayanan yang senantiasa menuntut sebuah pengorbanan. Hal itu bertolak belakang dengan hidup mereka yang banyak diuntungkan oleh status mereka sebagai pemuka agama. Mereka enggan berubah demi menjaga posisi sosial mereka agar tetap berkuasa.

Bahaya beragama akan terjadi ketika hidup beragama hanya dijadikan sarana dan kesempatan untuk kepentingan diri, keluarga, dan golongan, apalagi untuk mencapai kekuasaan demi uang. Banyak orang menggunakan agama untuk kendaraan politik, kekuasaan, dan kekayaan. Akibatnya, tidak ada keterbukaan, ketulusan dan solidaritas kemanusiaan. Agama sesungguhnya adalah alat untuk mencapai keselamatan kekal dalam kasih dan kemanusiaan, bukan untuk mendapatkan kenikmatan sesaat.

.

Bapa Yang Maharahim, berilah kami hati yang terbuka bagi sapaan-Mu, sehingga kami mampu mewujudkan kehendak-Mu dalam kehidupan kami sehari-hari. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 11 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 11 Desember 2022, Bacaan Injil Matius 11:2-11

Bacaan I: Yes. 35:1-6a.10; Mazmur: 146.7.8-98.9b-10; R; Yes. 35:4; Bacaan II: Yak 5:7-10; O PEKAN III – PEKAN ADVEN III Hari Minggu Gaudete (Ungu muda /Merah Muda);

Sekali peristiwa, Yohanes Pembaptis yang berada di dalam penjara mendengar tentang pekerjaan Kristus. Lalu ia menyuruh murid-murid-Nya bertanya kepada Yesus: Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Yesus menjawab mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.” Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian kemari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.

Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar daripadanya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 11 Desember 2022, Bacaan Injil

Di era digital ini, kita banyak sekali disuguhi penampilan para youtuber pewarta keselamatan dalam aneka keyakinan mereka, termasuk pewartaan iman Kristiani. Persoalan muncul ketika orientasinya bukan untuk memperkenalkan Kristus, di mana orang sakit disembuhkan, atau orang bisu berbicara melainkan mencari ketenaran diri. Akibatnya, orang tidak menemukan Kristus malah sebaliknya: muncul iri hati, kedengkian bahkan penistaan.

Pewartaan sejati selalu bermuara pada Kristus yang dimuliakan. Yohanes menyiapkan jalan bagi Yesus, dan setelah selesai tugasnya ia menyuruh pengikutnya untuk bertanya guna mendapatkan kepastian dari Yesus sendiri tentang Mesias. Yesus menunjukkan penggenapan nubuat yang ada dalam Kitab Yesaya: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, dsb. Tetapi mengenai Yohanes, Yesus memberikan  pujian yang tegas: Yohanes adalah seorang nabi yang kokoh, tak tergoyahkan oleh angin, hidup keras. Ia lebih daripada nabi. Ia adalah Elia baru.

Mesianis adalah kehadiran yang menyembuhkan, membebaskan, dan memberikan harapan. Panggilan pewartaan tidak lain adalah memperjumpakan dunia dengan Yesus, Sang Mesias yang menyembuhkan, bukan menjadikan si pewarta hebat. Apalagi kalau sekadar mengejar kepentingan pribadi. Biarlah Yesus sendiri yang memberikan hadiah kepada si pewarta. Biarlah Kristus semakin besar dan aku semakin kecil. Mengapa demikian? Karena Allah melibatkan kita untuk menjadi sarana keselamatan bagi dunia. Allah yang harus dikenal dunia agar dunia selamat, bukan kita yang hanyalah sarana.

.

Bapa Yang Berbelas Kasih, tuntunlah kami dalam pelayanan agar kehendak-Mulah yang kami wartakan dalam seluruh hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page