Perayaan Ekaristi MINGGU ADVEN IV: “Semakin Dekat Menyambut Sang Imanuel”

Minggu ini, tibalah semua lilin dalam lingkar adven menyala. Hal ini sebagai tanda bahwa masa Adven akan segera berakhir dan digantikan dengan masa yang baru, masa Natal/kelahiran Yesus Kristus. Semakin dekat dengan kelahiran Tuhan Yesus Kristus yang mengingatkan bahwa Tuhan hadir di tengah-tengah kita untuk menyertai dalam peziarahan hidup di dunia hingga sampai pada keselamatan yang diharapkan.

Perayaan Ekaristi Minggu Adven IV (18/11/22) di Paroki Jetis pada pukul 08.00 WIB dipimpin oleh Romo Yustinus Winaryanto, Pr. Dalam homilinya, Romo Win menyoroti kata “Imanuel” yang artinya “Allah menyertai kita“. Tuhan menghendaki Dirinya menyertai kita, dengan harapan sungguh menuntun, mendampingi, mengarahkan hidup kita kepada kebaikan tentunya kepada keselamatan. Tetapi, ada 1 pertanyaan reflektif yang disampaikan oleh Romo Win, yakni:

Bagaimana Tuhan menyertai kita yang tidak dapat kita lihat secara langsung?

Menjawab pertanyaan reflektif di atas, walaupun kita tidak menyadarinya, sebenarnya penyertaan Tuhan itu ada dan terasa. Romo Win mengibaratkan penyertaan Tuhan baginya ibarat kasih seorang Ibu kepada anaknya yang masih kecil. Ibu yang baik selalu mengingatkan, mengarahkan, membimbing anaknya dengan cara-cara yang baik. Anak kecil kalau sudah berjalan pasti berjalan ke mana pun dan sesuai dengan kemauannya sendiri. Kadang ia tidak menyadari mau ke mana melangkah, jadi harus diingatkan. Peran ibu sangat besar supaya anak semakin tumbuh, berkembang, dan menyadari dirinya bertambah dewasa. Walaupun memang kalau semakin dewasa, anak anak semakin tidak mudah untuk diingatkan & sering terjebak dalam keinginannya sendiri.

Sejalan dengan pengibaratan peran ibu yang ditampilkan oleh Romo Win, ini terlihat merujuk pada sosok teladan Bunda Maria sebagai Ibu Yesus. Bacaan Injil pada Minggu Adven keempat ini menampilkan sosok-sosok penting dalam hadirnya Yesus Kristus di dunia. Peran Maria yang memilih untuk mengikuti jalan Tuhan dengan bersedia mengandung dari Roh Kudus sungguh dapat menjadi teladan bagi kita semua. Tak lupa peran Yusuf yang setia mendengarkan kata malaikat dalam mimpinya untuk menjaga Maria sebagai tunangannya.

Penyertaan Tuhan juga sebenarnya dapat kita rasakan lewat Sabda-sabdaNya. Jika setiap kali kita mendengarkan & merenungkan SabdaNya, pastilah akan semakin tajam kehadiran Tuhan untuk menuntun & membimbing kita. Sepuluh perintah Allah sebenarnya menjadi bimbingan dari Tuhan sendiri. Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, dan sebagainya, memang sering kita dengar & menjadi pengingat kita, tetapi kerap kali kita abaikan. Mungkin kita lebih senang mengikuti apa yang kita mau/senangi saja.

Oleh karena itu, semoga kita semakin menyadari kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Kehadiran Tuhan yang menyertai kita, yang membimbing kita, yang mengingatkan kita untuk melakukan hal yang terbaik dalam kehidupan ini, terlebih mengarahkan kita pada tuntunan-tuntunan yang baik supaya tidak menjurus pada hal-hal yang tidak baik/jatuh dalam dosa. Untuk itu, hendaknya kita coba mendekatkan pada bimbingan Tuhan sendiri dalam hidup kita. Terpujilah Tuhan Yesus Kristus, kini dan selamanya!

.

SELENGKAPNYA: Misa Online 18 – 12 – 2022, Pk 08.00 WIB | MINGGU ADVEN IV | GEREJA ST. ALBERTUS AGUNG JETIS https://www.youtube.com/watch?v=XgHv5kEJbWo&t=1272s&ab_channel=KomsosJetis

.

Penulis: Chris Cerly Rika Saraswati (Mahasiswi PENDIKKAT USD)

.
.

Renungan Harian Hari Ini 23 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 Desember 2022, Bacaan Injil Lukas 1:57-66

Bacaan I: Mal. 3:1-4; 4:5-6; Mazmur: 25:4-5b.8-9.10.14 R: Luk 21:28; HARI BIASA KHUSUS ADVEN IV (U) Novena Natal hari ke-8 St.Yohanes dr Kety; St.Servulus;

Genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan ia pun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: “Jangan, ia harus dinamai Yohanes.”

Kata mereka kepadanya: “Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian.” Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: “Namanya adalah Yohanes.” Dan mereka pun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah.

Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: “Menjadi apakah anak ini nanti?” Sebab tangan Tuhan menyertai dia.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 23 Desember 2022, Bacaan Injil

Di beberapa daerah arti sebuah nama sangatlah penting. Misalnya, nama Sihombing sangat penting untuk orang suku Batak; nama Da Costa juga sangat penting bagi salah satu suku di NTT. Demikian juga bagi masyarakat Israel, nama itu sangat penting. Apalagi untuk anak laki-laki, pasti akan diberi nama sesuai nama ayahnya. Demikian juga dengan peristiwa kelahiran Yohanes di mana keluarga besarnya mengusulkan untuk memberi nama Zakharia.

Kisah kelahiran Yohanes mengubah sebuah sikap yang mendasar: menaati kehendak Allah daripada tradisi dan omongan banyak orang. Elisabet dan Zakharia sepakat untuk memberi nama sesuai kehendak Allah lewat pesan Malaikat. Meski mendapat tentangan dari banyak orang, Zakharia tetap percaya pada kehendak Allah. Kepercayaannya membuahkan hasil: Zakharia disembuhkan dari kebisuannya dan bisa berkata-kata kembali.

Tidak hanya itu, kepatuhannya pada Allah juga berdampak pada Yohanes anak mereka bahwa Tuhan menyertai anak itu. Ketaatan orang tua pada kehendak Allah berdampak pada rahmat yang diterima Yohanes. Zakaria percaya bahwa rahmat Allah tidak akan berhenti. Dalam kebisuannya, ia tetap belajar untuk setia dan taat.

Dalam hidup, tidak mudah dalam keterpurukan kita percaya akan kehendak Allah. Kebanyakan kita adalah dalam keterpurukan kita mencari “kekuatan” di luar Allah, entah orang pinter atau klenik yang lain. Belajar dari kisah Zakharia, kita dituntut berani untuk setia, taat, dan percaya. Allah tidak pernah meninggalkan kita umatnya. Kitab Suci bersaksi, di luar Tuhan Yesus kita tidak bisa berbuat apa-apa.

.

Bapa Yang Murah Hati, berilah kami rahmat untuk percaya pada rencana-Mu sebagaimana Zakharia yang percaya meski dalam situasi sulit. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 22 Desember 2022, Bacaan Injil Lukas 1:46-56

Bacaan I: 1Sam. 1:24-28; Mazmur: 1Sam. 2:1.4-5.6-7.8abcd; R:1a; HARI BIASA KHUSUS ADVEN IV (U) St.Teodorus; St.Yosef Moscati; Novena Natal hari ke-7;

Dalam kunjungannya kepada Elisabet, ketika dipuji bahagia, Maria memuliakan Allah dan berkata: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.

Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya, Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; la melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa;

Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena la mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.” Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Desember 2022, Bacaan Injil

Banyak orang muda zaman sekarang yang kurang antusias kalau diajak terlibat dalam pelayanan gereja. Bahkan, ada yang tidak mau ke gereja lagi karena takut ditanyai. Lukas dalam Injil hari ini menampilkan sosok Maria yang bersukacita karena dilibatkan dalam karya keselamatan Allah. Bagi Maria, dipercaya oleh Allah untuk “melahirkan” Sang Penebus adalah sukacita yang besar. Ia mengekspresikan sukacitanya dalam pujian yang sering disebut Magnificat.

Maria memuliakan Allah karena karya besar Allah dalam dirinya. Nyanyian pujian kemuliaan Maria bergema karena Allah telah membuat harapan umat-Nya terwujud melalui Putra yang akan dilahirkannya. Nyanyian pujian Maria ini juga menyatakan bahwa Allah berpihak kepada mereka yang takut akan Dia, kepada orang-orang rendah, kepada orang-orang miskin, dan kepada “hamba-Nya”.

Bagaimana kita menghayati pujian Maria di zaman ini? Pertama, mari bersama Bunda Maria kita bersyukur karena rahmat Allah berpihak kepada mereka yang mengandalkan Allah. Kedua, bersama Bunda Maria pula kita diajak untuk menunjukkan keterbukaan akan rahmat itu melalui kerelaan kita menjadi saluran berkat bagi mereka yang miskin, tersingkir, tak berdaya dan difabel sehingga mereka mengalami sukacita.

.

Bunda Maria, doakanlah kami kepada Putramu agar kami seperti engkau dengan gembira dan bersukacita mewartakan kemuliaan Allah bagi mereka yang miskin, terpinggirkan, tidak berdaya dan difabel. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 21 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 21 Desember 2022, Bacaan Injil Lukas 1:39-45

Bacaan I: Kid. 2:8-14 atau Zef. 3:14-18a; Mazmur: 33:2-3.11-12.20-21; R:1a.3a; HARI BIASA KHUSUS ADVEN IV (U) Novena Natal hari ke-6 – St.Petrus Kanisius;

Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring:

“Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 21 Desember 2022, Bacaan Injil

Penilaian sinis sebagian orang sering terungkap ketika melihat perempuan berkumpul. Mereka sinis karena biasanya gosip yang dibicarakan di antara para perempuan. Hal ini tidak semuanya benar. Kisah Maria mengunjungi Elisabet dalam Injil mengungkapkan dua hal: pertama, Maria ingin mengungkapkan kebahagiaan dan rasa kasihnya kepada Elisabet yang juga mengalami kasih karunia Allah. Kedua, untuk berbagi pergumulan iman karena anugerah Allah atas dirinya.

Dua perempuan itu bertemu bukan untuk memperbincangkan hal-hal negatif, melainkan mereka berbagi sukacita dan pergumulan hidup rohani. Maria dan Elisabeth adalah dua perempuan yang bersyukur karena dipilih dan dipercaya Allah untuk mengandung utusan-utusan Allah: Yohanes sebagai yang mempersiapkan jalan bagi Mesias, dan Yesus adalah Mesias yang akan menyelamatkan seluruh umat manusia.

Tidak ada perasaan saling iri, dengki di antara mereka. Justru mereka berbahagia karena menerima anugerah yang luar biasa, yaitu dipakai Allah untuk melaksanakan rencana-Nya. Kehendak Allah dalam diri mereka masing-masing adalah anugerah saling menyempurnakan.

Hal menarik yang kita pelajari dari Maria, yaitu bahwa kemuliaan yang ia peroleh adalah bentuk perhatian Allah kepada kaum yang lemah dan miskin. Bahkan, perhatian-Nya juga meluas kepada seluruh umat Israel yang selama hidup dalam penindasan. Dari Maria, kita belajar meluaskan wawasan, dan melihat berkat Tuhan bukan hanya untuk diri sendiri. Gereja bersama Maria dipanggil untuk menjadi sukacita dan rahmat bagi yang miskin, kecil, lemah, tertindas, dan difabel.

.

Bapa Yang Murah Hati, bukalah hati kami sebagaimana hati Maria dan Elisabet saling meneguhkan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 20 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 20 Desember 2022, Bacaan Injil Lukas 1:26-38

Bacaan I: Yes. 7:10-14; Mazmur: 24:1-2.3-4b.5-6; R:lh.7c.10b; HARI BIASA KHUSUS ADVEN IV (U) St.Filigon – Novena Natal hari ke-5;

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh Malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.

Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”

Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.” Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 20 Desember 2022, Bacaan Injil

Betapa mengagumkan hidup yang dijalani Maria, seorang perempuan muda. Sebagai manusia biasa ia dipilih Allah untuk menjadi ibu Juru Selamat manusia. Sungguh merupakan suatu anugerah yang besar bagi Maria, karena rencana Allah itu diwujudkan melaluinya. Respons Maria pun menjadi teladan bagi kita: ia tidak ragu-ragu menerima janji itu. Hal ini merupakan suatu penyerahan yang total, walaupun ada risiko yang harus dihadapi sebagai seorang perempuan muda yang mengandung sebelum menikah. Maria bersikap demikian karena begitu banyak hal-hal besar yang ia alami.

Pertama, bertemu dengan malaikat Gabriel bukanlah kejadian yang biasa dialami seorang Yahudi, apalagi seorang wanita. Kedua, mendengar berita yang disampaikan Gabriel bahwa ia akan mengandung. Pertanyaan spontan Maria pada Malaikat menunjukkan keterkejutannya karena dirinya dikatakan akan mengandung sebelum menikah dan belum hidup serumah dengan Yusuf, tunangannya.

Lukas mengajak kita untuk merenungkan sikap Maria dalam menghadapi rencana Allah yang begitu mengagumkan itu. Meskipun tidak masuk akal dan belum pernah terjadi di dalam sejarah keselamatan Allah, Maria menerimanya. Beda dengan Zakharia, meski pernah ada dalam hidup Abraham dan Sara, Zakharia tidak percaya maka mendapat hukuman. Penjelasan Gabriel membuat Maria yakin dan percaya untuk menerima kehendak dan rencana Allah. Kerelaannya untuk mempercayakan perjalanan hidup kita kepada rencana Allah adalah teladan bagi kita. Percaya pada rencana-Nya berbuah keselamatan.

.

Bapa Yang Mahakasih, jadikanlah hati kami seperti hati Bunda Maria yang senantiasa mempercayakan pada kehendak-Mu dan kerelaan diri untuk melaksanakannya. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 19 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 19 Desember 2022, Bacaan Injil Lukas 1:5-25

Bacaan I: Hak. 13:2-7.24-25; Mazmur: 71:3-4a.5-6b.16-17; R:8ab; HARI BIASA KHUSUS ADVEN IV (U) Novena Natal hari ke-4 – St.Nemesio;

Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Istrinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet. Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat. Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.

Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan. Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ. Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.

Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan. Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut. Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: “Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, istrimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes. Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.

Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya; ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka, dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya.”

Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: “Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan istriku sudah lanjut umurnya.” (Bacaan selengkapnya lihat di Alkitab)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 19 Desember 2022, Bacaan Injil

Bacaan Injil hari ini memperlihatkan kisah awal yang relevan untuk menyiapkan kedatangan tokoh besar, yaitu Yesus Kristus. Penginjil Lukas dengan sengaja menempatkan kisah ini sebagai pengantar kisah kelahiran Yesus, bertujuan menyajikan sejarah kekristenan awal yang bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kisah kelahiran Yohanes sekaligus meneguhkan iman kita akan Yesus bahwa bagi Allah semuanya akan terjadi.

Demikian pula dengan kelahiran Yohanes yang di luar nalar dunia, tetapi mungkin bagi Allah. Elisabetlah yang pertama kali mengimani peristiwa itu. Yohanes dikandung oleh ibu yang secara biologis mustahil mengandung. Karena nubuat Malaikat, maka sejak dalam kandungan ia dipenuhi oleh Roh Kudus. Bahkan, peristiwa itu berdampak bagi orang banyak: membuat sukacita, membawa orang kembali kepada Tuhan, mendamaikan hubungan di dalam keluarga. Pendek kata, mempersiapkan suatu umat yang layak bagi Tuhan.

Adven adalah masa mempersiapkan kedatangan Kristus sebagai pemimpin dalam diri kita. Kedatangan Tuhan hendaknya membuat kita menjadi pribadi yang membawa kabar baik, membawa orang lain berjumpa dengan Allah, dan keluarga menjadi damai. Hati kita akan memimpin hidup kita kepada kebenaran ketika hati kita terbuka pada kehendak Roh dan melahirkan perbuatan-perbuatan baik. Itulah makna Gereja sebagai sakramen dunia: hadir dalam pelayanan, kebenaran, persaudaraan, belas kasih, dan menjadi jalan keselamatan bagi banyak orang kepada Yesus, Sang Kebenaran sejati.

.

Bapa, bersihkanlah hati kami menyambut kelahiran Putra-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 18 Desember 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 18 Desember 2022, Bacaan Injil Matius 1:18-24

Bacaan I: Yes. 7:10-14; Mazmur: 24:1-2.3-4ab.5-6; R:7c.10b; Bacaan II: Rm. 1:1-7; O PEKAN IV PEKAN ADVEN IV (U) Sta.Makrina Muda – Novena Natal hari ke-3;

Kelahiran Yesus Kristus adalah sebagai berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.

Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel”-yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai istrinya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 18 Desember 2022, Bacaan Injil

Apa yang dialami oleh Yusuf dalam kisah Injil hari ini adalah kisah kegalauan untuk memutuskan yang benar, meski bukan suatu kebiasaan saat itu. Dalam diamnya, Yusuf yang galau mengalami perjumpaan dengan Allah dalam mimpinya. Karena janji Malaikat kepadanya sebagai sebuah kepastian iman, Yusuf tidak ragu lagi untuk membuat keputusan yang benar meski tidak biasa. Ia memutuskan untuk tetap mengambil Maria sebagai istrinya dan menjaganya sebagai wujud kesetiaan kepada kehendak Allah.

Setia pada kehendak Allah: benar, adil, jujur, dalam diri kita masing-masing tidak selalu konsisten. Kekuasaan, jabatan, bahkan kesempatan kerap kali kehilangan kejujuran sebagai wujud dari kesetiaan itu. Persis seperti pengalaman Yusuf untuk memutuskan yang benar, ia juga mengalami kegoncangan. Iman akan Allah, yang dalam mimpi berjumpa dengan malaikat, itulah yang menjadi landasan pilihannya. Hidup kita sama, dalam aneka kegoncangan tetap setia pada iman. Percaya bahwa Allah adalah kepastian hidup kita adalah penting dan menyelamatkan.

.

Bapa Yang Mahabaik, keragu-raguan selalu melingkupi kami. Berilah kami semangat seperti Santo Yusuf yang berani terbuka pada kehendak-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Puluhan Anak Antusias Mengikuti Pembelajaran – Persiapan Komuni Pertama Paroki Jetis

Sakramen Ekaristi merupakan sakramen yang terpenting yang menjadi pucak dan sumber hidup bagi umat kristiani. Menurut KHK Kanon 913 – §1 – Agar Ekaristi mahakudus dapat diterimakan kepada anak-anak, dituntut bahwa mereka memiliki pemahaman cukup dan telah dipersiapkan dengan seksama, sehingga dapat memahami misteri Kristus sesuai dengan daya-tangkap mereka dan mampu menyambut Tubuh Tuhan dengan iman dan khidmat. Maka sesuai bunyi kanon tersebut, Paroki St. Albertus Agung Jetis juga mempersiapkan anak-anak calon penerima komuni pertama dengan mengadakan pertemuan rutin setiap hari Minggu, pukul 09.00-10.00 WIB. Persiapan ini sudah dimulai sejak bulan September dan rencana penerimaan komuni pertama pada tahun 2023 bertepatan dengan Hari Raya Tubuh & Darah Kristus.

Kegiatan pertemuan persiapan komuni pertama ini bertempat di Aula Paroki Santo Albertus Agung Jetis, Yogyakarta. Secara khusus Minggu, 11 Desember 2022, pertemuan membahas informasi seputar: Sakramen Tobat & Pengakuan Dosa. Dari 26 orang anak-anak calon komuni pertama yang terdaftar hari ini yang hadir sekitar 24 orang, dengan didampingi oleh 2 suster (Suster Meadeline & Suster Odi), serta kakak-kakak mahasiswa/i PENDIKKAT USD.


(Tampak depan pertemuan persiapan komuni pertama)

Informasi yang diberikan harapannya sebagai bekal bagi anak-anak calon penerima komuni pertama untuk mampu mengakui dosa-dosanya di depan Tuhan lewat perantara Imam. Informasi ini juga sangat penting, karena sebelum mereka menerima komuni pertama, pasti didahului dengan penerimaan sakramen tobat yang pertama pula. Selain itu, informasi ini sangat relate dengan masa Adven saat ini sebagai Minggu Pertobatan. Meskipun anak-anak calon komuni pertama belum menerima sakramen pengakuan dosa tahun ini, setidaknya mereka belajar dari orang-orang dewasa di sekitarnya yang akan menerima sakramen tobat saat masa Adven ini.

Berjalannya pertemuan ini sangat lancar dari awal hingga akhir. Suasana yang terbangun sangat interaktif & ada beberapa anak yang bertanya seputar informasi yang disampaikan. Tentunya pertemuan ini diawali dengan Doa Pembuka oleh suster pendamping, lalu dilanjutkan dengan perkenalan kakak-kakak mahasiswa/i PENDIKKAT USD. Tujuan perkenalan ini untuk membangun kedekatan dengan anak-anak calon penerima komuni pertama. Supaya pertemuan berjalan dengan semangat, suster pendamping mengajak anak-anak bernyanyi & mengerakkan badannya.


(Proses bernyanyi bersama)

Setelah bernyanyi bersama, masuklah pada   penyampaian informasi “Sakramen Tobat” oleh suster pendamping. Informasi yang disampaikan mencakup: apa itu sakramen tobat, tujuannya, macam-macam sakramen tobat, hal-hal penting dalam pengakuan dosa, dan tata cara pengakuan dosa sesuai Puji Syukur.

Penyampaian informasi juga dibarengi dengan saling diskusi & tanya jawab. Salah satu anak ada yang bertanya, “berarti kalau pengakuan dosa itu harus ada kesadaran dari hati, perkataan, dan perbuatan ya suster?” Suster menjawab, “ya benar sekali.” Suster juga menegaskan: hendaknya kita mengambit saat hening sebelum mengaku dosa secara pribadi & mengingat apa saja dosa-dosa yang diperbuat. Suster memberikan langkah praktis pada anak-anak dengan meng-list dosa-dosa yang diperbuat, jika dirasa kita mudah lupa. Tetapi, kertas list dosa sesudah pengakuan dapat langsung dimusnahkan/dibakar supaya dosa kita tidak diketahui oleh orang lain.


(Proses diskusi tanya jawab antara suster pendamping & anak-anak calon komuni pertama)

Seluruh rangkaian kegiatan ini ditutup dengan Pengumuman yang mengingatkan anak-anak calon penerima komuni pertama untuk mengikuti pertemuan minggu depan. Tak lupa ditutup dengan Doa Penutup.


(Kakak-kakak mahasiswa/i PENDIKKAT USD mendampingi salah seorang calon komuni pertama)

.

Penulis: Chris Cerly Rika Saraswati (Mahasiswi PENDIKKAT USD)

.
.

Mempersiapkan Para Pelayan Luar Biasa – Pembekalan Calon Prodiakon Paroki Jetis

Dalam kegiatan pelayanan & peribadatan, kita pasti pernah mendengar kata “pelayan luar biasa” komuni suci. Pastilah muncul pertanyaan dalam benak kita masing-masing: sebenarnya siapa pelayan luar biasa untuk komuni suci itu? Mengapa mereka disebut pelayan luar biasa?

KPKRJ (Ketentuan Pastoral Keuskupan Regio Jawa) pasal 84 menuliskan bahwa “Prodiakon disebut pelayan luar biasa, untuk membantu para klerikus membagikan komuni suci hendaknya pastor paroki memilih sejumlah orang beriman yang memiliki integritas iman, moral, dan pribadi, serta mempunyai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang memadai. Nama-nama tersebut diajukan kepada Uskup diosesan untuk diangkat menjadi petugas pembagi komuni luar biasa. Untuk pelaksanaan tugas tersebut, hendaknya mereka mempersiapkan dan dibina dengan semestinya.” Maka, terjawab bahwa pelayan luar biasa ialah para prodiakon yang berasal dari kaum awam.

Paroki St. Albertus Agung Jetis baru saja membuka seleksi bagi para prodiakon periode baru. Hasil seleksi menyatakan ada lebih kurang 54 orang yang terpilih sebagai calon prodiakon periode baru untuk 3 tahun mendatang. Rencana pelantikan calon prodiakon periode baru ini diperkirakan pada malam tahun baru, 31 Desember 2022. Untuk menyiapkan sisi spiritualitas, pengetahuan, dan keterampilan sebelum dilantik, para calon prodiakon ini diberikan pembekalan-pembekalan supaya dapat bertanggung jawab akan tugasnya.

Kegiatan pembekalan yang pertama bagi para calon prodiakon St. Albertus Agung Jetis dilangsungkan pada hari Minggu, 11 Desember 2022, pukul 10.30-14.00 WIB bertempat di Aula Paroki. Untuk selanjutnya, masih ada pembekalan kembali pada bulan Januari (1x pertemuan) dan Februari 2023 (2x pertemuan). Kegiatan ini dihadiri oleh 52 orang calon prodiakon dan 5 mahasiswa/i PENDIKKAT USD yang membantu persiapan konsumsi. Tak lupa dihadiri pula 2 narasumber: Romo Vincentius Suparman, Pr yang memandu materi sesi I tentang “Apa itu prodiakon & tugas-tugasnya” dan Pak Evan (Prodiakon Senior) yang memandu materi sesi II tentang “Kelengkapan & Tata Liturgi Prodiakon”.


(Romo Vincentius Suparman, Pr yang sedang memandu sesi I dalam pembekalan)

Kegiatan pembekalan pertama ini lebih mengarah pada pengertian dasar dan kesiapan bagi para calon prodiakon periode baru, sehingga dalam bertugas menjadi siap dan tidak bingung-bingung lagi. Selain itu, dalam bertugas para prodiakon menjadi kompak & sigap melayani umat. Secara keseluruhan kegiatan berjalan dengan lancar, meskipun waktu berjalan molor dari estimasi yang ditentukan karena pada sesi terakhir banyak yang bertanya.

Serangkaian kegiatan pembekalan ini diawali dengan Doa Pembuka oleh Pak Wawan, lalu dilanjutkan Kata Sambutan oleh Bu Prima. Setelah kata sambutan dari Bu Prima, langsung masuk pada materi sesi I yang diawali oleh Kata Sambutan oleh Romo Parman.

Materi sesi I yang disampaikan oleh Romo Parman, sekilas tentang pokok-pokok berikut: prodiakon menurut referensi yang disajikan, pembedaan antara diakon & prodiakon, tugas dasar pelayanan prodiakon, tugas resmi prodiakon, spiritualitas prodiakon, mengirim komuni orang sakit, seputar pelayanan Sabda, seputar ibadat berkat devosi, perbedaan sakramen & sakramentali, ibadat sakramentali, berbagai jenis sakramentali, dan kata-kata salam untuk prodiakon. Dalam menyampaikan sesi ini, Romo Parman terlihat memberikan contoh hal-hal konkret yang sebaiknya dilakukan oleh prodiakon. Selain itu, Romo juga memberikan beberapa plesetan supaya para prodiakon tidak tegang dalam menerima materi. Tak lupa Romo menyemangati para calon prodiakon dalam bertugas.

Sebelum lanjut pada materi sesi II, ada break untuk istirahat dan makan siang. Suasana istirahat cukup akrab karena para calon prodiakon dapat saling mengobrol dan menanyakan kabar. Kegiatan pembekalan dilanjutkan dengan masuk pada sesi II yang disampaikan oleh Pak Evan sebagai Prodiakon Senior Paroki Jetis. Materi sesi II ini mencakup pokok-pokok berikut: pakaian prodiakon, alat-alat liturgi bagi prodiakon, warna liturgi, dan hal-hal teknis yang perlu diperhatikan oleh prodiakon saat bertugas. Pak Evan menyampaikan materi dengan alat praktik dan sekaligus berpraktik bersama para calon prodiakon. Hal ini sangat menggugah rasa ingin tahu bagi para calon prodiakon yang baru. Para calon prodiakon lebih ekspresif dalam berpraktik bersama menggunakan tali singel. Sesi ini juga dilengkapi oleh tanya jawab sebagai klarifikasi yang benar bagi para calon prodiakon dalam bertugas.


(Pak Evan yang sedang memandu sesi II dalam pembekalan)


(Calon prodiakon praktik langsung cara menggunakan tali singel)

Keseruan sesi II harus ditutup karena keterbatasan waktu pembekalan yang melebihi estimasinya. Kegiatan pembekalan pertama ini ditutup dengan kata penutup dari Bendahara DPP dan Doa Penutup oleh Pak Wawan.

.

Penulis: Chris Cerly Rika Saraswati (Mahasiswi PENDIKKAT USD)

.
.

Perayaan Ekaristi Minggu ADVEN III: “Sukacita bagi kaum miskin”

Minggu ketiga atau biasa dikenal dengan Minggu Gaudette dalam masa adven memiliki makna yang spesial karena dekat dengan perasaan sukacita. Seperti perlambang lilin ketiga dalam lingkaran korona adven yang berwarna pink. Warna pink yang cerah untuk sukacita menyambut Juru Selamat yang semakin dekat. Untuk itu, ratusan umat Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta menghadiri Perayaan Ekaristi Minggu Adven III dengan tema “Sukacita bagi kaum miskin” yang dipimpin oleh Romo Vincentius Suparman, Pr. Perayaan Ekaristi ini dilaksanakan pada hari Minggu, 11 Desember 2022, pukul 08.00 WIB.

Perayaan Ekaristi Minggu Adven III berjalan dengan lancar dan khidmat. Seperti biasa yang menjadikan peneguhan dalam menghayati makna minggu adven ketiga ialah pada sesi homili. Homili yang berkaitan dengan bacaan-bacaan yang ada semakin menggugah makna minggu adven ketiga.


(Romo Vincentius Suparman, Pr menyampaikan Homili pada Perayaan Ekaristi Minggu Adven III)

Romo Parman memulai homilinya dengan menyoroti Bacaan Injil yang menampilkan figur Yesus Sang Juru Selamat yang kita nantikan sama sekali tidak memegahkan dirinya. Yesus menjawab dirinya sebagai Juru Selamat lewat bukti-bukti karya yang sudah Ia lakukan. Bukti-bukti karya yang dimaksudkan ialah: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang tuli mendengar, orang kusta sembuh, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan, dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Banyaknya bukti karya Yesus ini menjadi tanda bahwa Yesus dinanti-nantikan oleh orang banyak. Untuk menantikan penyelamatan Tuhan ini, hanya ada 1 syarat yang mudah yakni tidak menolak Tuhan Yesus. Pernyataan inilah dikaitkan oleh Romo Parman pada masa sekarang ini dengan penyakit orang beriman, yakni “rasa keraguan”. Kebanyakan orang sekarang ini jika mengalami keraguan, langsung dicari di-mbah google. Padahal sebenarnya, tidak semua dapat dijawab oleh google. Keraguan akan Tuhan, dapat disembuhkan dengan bertobat dan mendekatkan diri kepada-Nya secara langsung. Mencari Dia secara terus menerus dalam hidup kita.

Setelah menyinggung Bacaan Injil, homili Romo Parman juga menyinggung bacaan pertama dan kedua. Bacaan pertama dari Kitab Yesaya, yang mengajak kita untuk lebih berteguh dan menguatkan diri akan penderitaaan, sebab dalam penderitaan itu Tuhan memberikan kesegaran. Bacaan kedua yang disampaikan oleh Rasul Yakobus, untuk senantiasa bertindak seperti petani. Bertindak seperti petani yang menantikan hasil tanah yang berharga, petani yang senantiasa merawat dengan sabar tanaman-tanamannya. Maka, diakhir homili Romo Parman memberikan penegasan kepada umat untuk menyiapkan hati dengan sungguh-sungguh dalam masa adven ini supaya memetik hasil yang baik & sempurna, terutama pada peristiwa agung perayaan Natal mendatang.

.

Selengkapnya: https://www.youtube.com/watch?v=ju7vPzZs3Vs&t=2228s&ab_channel=KomsosJetis Misa Online 11 – 12 – 2022, Pk 08.00 WIB | MINGGU ADVEN III | GEREJA ST. ALBERTUS AGUNG JETIS

.

Penulis: Chris Cerly Rika Saraswati (Mahasiswi PENDIKKAT USD)

.
.

You cannot copy content of this page