Misa Online Minggu Biasa XXI Tanggal 21-22 Agustus 2021

Misa Online Hari Minggu Biasa XXI Tanggal 21-22 Agustus 2021

Selama pandemi Covid-19, perayaan ekaristi di paroki-paroki lain masih ada yang dilangsungkan secara online bahkan sampai sekarang. Beberapa paroki pada kesempatan saat ini dalam lingkup Keuskupan Agung Semarang (KAS) menyiarkan misanya secara online untuk membantu umat agar dapat tetap beribadat dengan aman dan nyaman.

Negara tercinta kita Indonesia masih diliputi oleh pandemi Covid 19 sejak lebih dari satu tahun lalu, sama seperti banyak negara lainnya, kita tetap perlu mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat mengingat angka penderita Covid 19 masih terus turun naik di negeri kita.

(KLIK) Gereja JETIS – Minggu Jam 9.00 WIB

Karena belum kembali ke keadaan normal seperti sebelum masa pandemi, bahkan cenderung meningkat maka perayaan offline new normal ekaristi untuk sementara ditiadakan di gereja Jetis pada Hari Minggu Biasa XXI ini dan diganti misa online dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. 

Lihat Juga : Youtube Channel Paroki Jetis (KLIK)

Inilah Misa Online Jogjakarta minggu ini. Silahkan catat dengan seksama jadwalnya :

SILAHKAN KLIK :

>> Sabtu Pukul 18.00 WIB <<

Paroki HSMPTB – Kumetiran

>> Sabtu Pukul 16.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki HKTY – Ganjuran

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) <<

Paroki St. Theresia – Boro

>> Sabtu Pukul 18.30 WIB, Minggu pukul 08.00 WIB & 18.30 WIB <<

Paroki Kristus Raja – Baciro

>> Minggu pukul 06.30 WIB <<

Paroki TDGY – Macanan

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB, Minggu pukul 07.00 WIB & 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus Paulus – Minomartani

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus – Warak

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki Marganingsih – Kalasan

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki St. Yoseph – Medari

>> Sabtu Pukul 16.30 WIB, Minggu pukul 16.30 WIB <<

Paroki St. Antonius – Kotabaru

>> Minggu pukul 07.00 WIB <<

Paroki St. Maria Assumpta – Babarsari

.

Bagi Anda yang terbiasa mengikuti ekaristi dari Katedral Semarang dan merindukan misa kudus dengan Romo Uskup Mgr. Rubyatmoko tidak perlu khawatir misa ditiadakan, karena tetap ada dan hanya pindah channel Youtube saja ke Komsos Katedral. Anda hanya perlu mencari video dengan tulisan LIVE di pojok kanan bawah. Untuk jadwalnya silahkan disimak dibawah ini :

.

Misa Online Jogja Streaming Hari Ini


Ekaristi Sabtu Sore & Minggu 21-22 Agustus 2021
Hari Minggu Biasa XXI

>> SABTU SORE Pukul 18.30 WIB <<
>> MINGGU PAGI Pukul 08.00 WIB <<
>> MINGGU SORE Pukul 18.30 WIB <<

KLIK :

STREAMING Katedral Semarang 
.
.

Seperti yang sudah-sudah kami sampaikan, sebelum mengikuti ekaristi secara online ada baiknya Anda menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu :

  • Pastikan kuota paket data Anda cukup untuk mengikuti keseluruhan Perayaan Ekaristi sampai selesai.
  • Sebaiknya kita mandi terlebih dahulu sebelum mengikuti perayaan ekaristi dan juga memakai pakaian sopan serta pantas. Persiapkan diri Anda baik-baik. Mempersiapkan diri layaknya mengikuti langsung ekaristi di gereja.
  • Gunakan ruangan yang pantas, seperti: ruang keluarga, ruang doa, ruang tamu, atau kamar kos. Tidak mengikuti Perayaan Ekaristi dari atas tempat tidur atau lebih ekstrim lagi di kamar mandi.
  • Siapkan salib dan lilin untuk mendukung suasana doa dan perayaan yang penuh khidmat untuk jadwal misa online Keuskupan Agung Semarang hari ini.
  • Lebih penting lagi yaitu siapkan hati untuk mengikuti ekaristi. Ikutilah dengan fokus, khusyuk, berdoalah sepenuh hati.
  • Ingat untuk selalu membuat Tanda Salib, di awal dan akhir Perayaan Ekaristi.
  • Silahkan mengikuti ekaristi dengan duduk atau bersila, tidak perlu berdiri maupun berlutut. Supaya Anda tetap nyaman sepanjang perayaan berlangsung.
  • Ketika hendak menerima Komuni Kudus silahkan terlebih dahulu mendoakan doa komuni spiritual seraya menghayati sepenuh hati.
  • Bersyukurlah senantiasa karena Anda berada dalam keadaan sehat dan masih dapat mengikuti Ekaristi meskipun secara online.

.
.

Jadwal Misa Online Minggu Biasa XXI Tgl 21-22 Agustus 2021

Jadwal Misa Online Minggu Biasa XXI Tanggal 21-22 Agustus 2021

Seperti yang telah kita ketahui bersama masa pandemi belumlah berakhir, oleh karena itu kita perlu mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat mengingat angka penderita Covid19 masih ada di negara kita Indonesia.

Perayaan ekaristi new normal secara offline di gereja Jetis pada Hari Minggu Biasa XXI untuk sementara ini ditiadakan dan diganti dengan misa online, hal ini dilaksanakan mengikuti protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Selama pandemi Covid-19 ini perayaan ekaristi di paroki-paroki lain masih ada yang dilangsungkan secara online setiap hari bahkan sampai saat ini.

(KLIK) Gereja JETIS – Minggu Jam 9.00 WIB

75 minggu berlalu sudah, itu artinya sudah hampir satu setengah tahun lamanya sejak pandemi di negara Indonesia dimulai, saat ini paroki-paroki dalam lingkup Kevikepan Yogyakarta saat ini serentak menunda misa new normal sekaligus menyiarkannya secara online untuk membantu umat agar dapat tetap beribadat dengan aman dan nyaman.

Lihat Juga : Youtube Channel Paroki Jetis (KLIK)

Inilah jadwal misa online minggu ini. Silahkan catat dengan seksama jadwalnya :

SILAHKAN KLIK :

>> Sabtu Pukul 18.00 WIB <<

Paroki HSMPTB – Kumetiran

>> Sabtu Pukul 16.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki HKTY – Ganjuran

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) <<

Paroki St. Theresia – Boro

>> Sabtu Pukul 18.30 WIB, Minggu pukul 08.00 WIB & 18.30 WIB <<

Paroki Kristus Raja – Baciro

>> Minggu pukul 06.30 WIB <<

Paroki TDGY – Macanan

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB, Minggu pukul 07.00 WIB & 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus Paulus – Minomartani

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus – Warak

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki Marganingsih – Kalasan

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki St. Yoseph – Medari

>> Sabtu Pukul 16.30 WIB, Minggu pukul 16.30 WIB <<

Paroki St. Antonius – Kotabaru

>> Minggu pukul 07.00 WIB <<

Paroki St. Maria Assumpta – Babarsari

.

Bagi Anda yang terbiasa mengikuti ekaristi dari Katedral Semarang dan merindukan misa kudus dengan Romo Uskup Mgr. Rubyatmoko tidak perlu khawatir misa ditiadakan, karena tetap ada dan hanya pindah channel Youtube saja ke Komsos Katedral. Anda hanya perlu mencari video dengan tulisan LIVE di pojok kanan bawah. Untuk jadwalnya silahkan disimak dibawah ini :

.

Jadwal Misa Online Hari Ini Lingkup Keuskupan Semarang


Ekaristi Sabtu Sore & Minggu 21-22 Agustus 2021
Hari Minggu Biasa XXI

>> SABTU SORE Pukul 18.30 WIB <<
>> MINGGU PAGI Pukul 08.00 WIB <<
>> MINGGU SORE Pukul 18.30 WIB <<

KLIK :

STREAMING Katedral Semarang 
.
.

Seperti yang sudah-sudah kami sampaikan, sebelum mengikuti ekaristi secara online ada baiknya Anda menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu :

  • Pastikan kuota paket data Anda cukup untuk mengikuti keseluruhan jadwal Perayaan Ekaristi sampai selesai.
  • Sebaiknya kita mandi terlebih dahulu sebelum mengikuti perayaan ekaristi dan juga memakai pakaian sopan serta pantas. Persiapkan diri Anda baik-baik. Mempersiapkan diri layaknya mengikuti langsung ekaristi di gereja.
  • Gunakan ruangan yang pantas, seperti: ruang keluarga, ruang doa, ruang tamu, atau kamar kos. Tidak mengikuti Perayaan Ekaristi dari atas tempat tidur atau lebih ekstrim lagi di kamar mandi.
  • Siapkan salib dan lilin untuk mendukung suasana doa dan perayaan yang penuh khidmat untuk misa online Semarang hari ini.
  • Lebih penting lagi yaitu siapkan hati untuk mengikuti ekaristi. Ikutilah dengan fokus, khusyuk, berdoalah sepenuh hati.
  • Ingat untuk selalu membuat Tanda Salib, di awal dan akhir Perayaan Ekaristi.
  • Silahkan mengikuti ekaristi dengan duduk atau bersila, tidak perlu berdiri maupun berlutut. Supaya Anda tetap nyaman sepanjang perayaan berlangsung.
  • Ketika hendak menerima Komuni Kudus silahkan terlebih dahulu mendoakan doa komuni spiritual seraya menghayati sepenuh hati.
  • Bersyukurlah senantiasa karena Anda berada dalam keadaan sehat dan masih dapat mengikuti Ekaristi meskipun secara online.

.
.

Teks Misa Online Hari Minggu Biasa XXI – 22 Agt 2021

Teks Misa Online Hari Minggu Biasa XXI – 22 Agt 2021

RITUS PEMBUKA …..berdiri

Nyanyian Perarakan Masuk – PS. 333

SUNGGUHLAH INDAH RUMAHMU

  1. Sungguhlah indah rumahMu Tuhan, Raja alam raya. Burung pipit serta layang-layang Dikau beri sarang. Alangkah ‘ku rindu tinggal di rumahMu. Sorak dan sorai bagiMu.
  2. Bahagialah yang senantiasa datang ke rumahMu. Lembah tangis mengalirkan rahmat karna kuasaMu. Langkah makin gagah tiada pernah Lelah. Tuhan percaya selalu.

Tanda Salib & Salam

Pengantar

Pernyataan Tobat: Cara 2 TPE 2020

I   Saudara-Saudari, marilah mengakui dosa-dosa kita, supaya kita layak merayakan misteri suci ini,

— hening sejenak —

I   Tuhan, kasihanilah kami
U  Sebab, kami telah berdosa terhadap Engkau

I   Tunjukkanlah belas kasihan-Mu kepada kamu, Tuhan.
U  Dan anugerahkanlah keselamatan-Mu kepada kami.

I   Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

Amin.

Kemuliaan                                             …..berdiri

Kemuliaan kepada Allah di surga,
dan damai di bumi kepada orang yang berkenan kepada-Nya.
Kami memuji Dikau,
Kami meluhurkan Dikau
Kami menyembah Dikau,
Kami memuliakan Dikau
Kami bersyukur kepada-Mu,
kar’na kemuliaan-Mu yang besar,
Ya Tuhan Allah Raja Surgawi, Allah Bapa yang Maha kuasa,
Ya Tuhan Yesus Kristus Putra yang tunggal
Ya Tuhan Allah Anak Domba Allah, Putra Bapa
Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami
Karena hanya Engkaulah Kudus
Hanya Engkaulah Tuhan
Hanya Engkaulah Maha tinggi, ya Yesus Kristus.
Bersama dengan Roh Kudus, dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin

Doa Pembuka                                           …..berdiri

I   Marilah berdoa, – hening sejenak

Allah Bapa yang mahamurah, dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau menganugerahkan kehidupan kekal kepada kami. Kami mohon, tariklah diri kami untuk selalu dekat dengan-Mu dan selalu rindu untuk tinggal bersama-Mu. Sebab Dialah yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U Amin.

LITURGI SABDA

Bacaan Pertama :  Yos 24: 1-2a. 15-17. 18b

Kami akan beribadah kepada Tuhan, sebab Dialah Allah kita.

Pembacaan dari Kitab Yosua:

Menjelang wafatnya, Yosua mengumpulkan semua suku Israel di Sikhem. Dipanggilnya para tua-tua, para kepala, hakim dan para pengatur pasukan Israel. Mereka berdiri di hadapan Allah. Maka berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu, “Jika kamu menganggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah: Kepada dewa-dewa yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang Sungai Efrat, atau kepada dewa orang Amori yang negerinya kamu diami ini? Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!” Maka bangsa itu menjawab, “Jauhlah dari kami meninggalkan Tuhan untuk beribadah kepada allah lain! Sebab Tuhan, Allah kita, Dialah yang telah menuntun kita dan nenek moyang kita dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan; Dialah yang telah melakukan tanda-tanda mukjizat yang besar ini di depan mata kita sendiri, dan yang telah melindungi kita sepanjang jalan yang kita tempuh, dan di antara semua bangsa yang kita lalui. Kami pun akan beribadah kepada Tuhan, sebab Dialah Allah kita.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ulangan: Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan.

Ayat:

  • Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah, biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
  • Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong; wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan mereka dari muka bumi.
  • Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan. Dari segala kesesakannya, mereka Ia lepaskan. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Bacaan Kedua – Ef 5: 21-32

Rahasia ini sungguh besar! Yang kumaksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

Pembacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus:

Saudara-saudara, hendaklah kamu saling merendahkan diri dalam takut kepada Kristus. Hai isteri, tunduklah kepada suamimu, seolah-olah kepada Tuhan. Sebab suami adalah kepala isteri, sebagaimana Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh. Karena itu sebagaimana jemaat tunduk kepada Kristus, demikian pulalah isteri hendaknya tunduk kepada suami dalam segala sesuatu. Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat, dan telah menyerahkan diri bagi jemaat untuk menguduskannya, setelah menyucikannya dengan air dan firman. Maksudnya ialah supaya dengan demikian Kristus menempatkan jemaat di hadapan-Nya dalam keadaan cemerlang, tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi kudus dan tidak bercela. Demikian pula suami harus mengasihi isterinya seperti tubuhnya sendiri, maka yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri. Sebaliknya ia merawat dan mengasuhnya, seperti Kristus terhadap jemaat, karena kita adalah anggota tubuh-Nya. Karena itu, laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Rahasia ini besar! Yang kumaksudkan ialah hubungan Kristus dengan jemaat.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U   Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil              …..berdiri

Refren: Alleluya.

Ayat: Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Sabda-Mu adalah sabda hidup yang kekal. – Refren

Bacaan Injil – Yoh 6: 60-69

I   Tuhan bersamamu
Dan bersama rohmu

I   Inilah Injil Suci menurut Yohanes.
Dimuliakanlah Tuhan

I        Setelah Yesus menyelesaikan ajaran-Nya tentang roti hidup, banyak dari murid-murid-Nya berkata, “Perkataan ini keras! Siapakah yang sanggup mendengarkannya?” Yesus dalam hati-Nya tahu bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu. Maka berkatalah Ia kepada mereka, “Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? Lalu bagaimana kalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna! Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.” Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. Lalu Ia berkata, “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” Mulai dari waktu itu banyak murid mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Yesus. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Jawab Simon Petrus kepada-Nya, “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Sabda-Mu adalah sabda hidup yang kekal. Kami telah percaya dan tahu bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U Terpujilah Kristus.

Homili                                           …..duduk

Syahadat                                        …..berdiri

Doa Umat                                      …..berdiri

I      Kristus adalah Yang Kudus dari Allah. Sabda-Nya adalah Sabda hidup kekal. Dialah tujuan sejati hidup kita. Marilah kita berdoa kepada Bapa agar setia kepada Kristus Sang Sabda hidup kekal.

L     Bagi Gereja. Semoga Gereja tidak pernah berhenti mewartakan Injil kepada semua bangsa, Bahasa, dan budaya. Marilah berdoa…
U Kumpulkanlah semua orang dalam Kerajaan-Mu, ya Tuhan.

L Bagi persatuan semua umat kristiani. Semoga umat kristiani tidk terkurung dalam kepentingan serta tradisi-tradisi manusiawi mereka sendiri. Melainkan saling memperkaya dalam Kristus. Marilah berdoa…   
U Kumpulkanlah semua orang dalam Kerajaan-Mu, ya Tuhan.

L  Bagi mereka semua yang patah semangat karena tertimpa pencobaan dan penyakit. Semoga mereka yang patah semangat karena tertimpa pencobaan dan penyakit tidak menutup hati mereka, tetapi dapat memaknai penderitaan mereka sebagai kesempatan untuk berkembang sebagai manusia dan sebagai orang kristiani. Marilah berdoa …
U Kumpulkanlah semua orang dalam Kerajaan-Mu, ya Tuhan.

L Bagi umat kristiani. Semoga kami semua semakin bersatu dan semakin  berani terbuka satu sama lain di dalam nama Kristus, sang Sabda hidup kekal. Marilah berdoa …
U Kumpulkanlah semua orang dalam Kerajaan-Mu, ya Tuhan. 

(intensi keluarga, komunitas  dan intensi pribadi) 

Kami mohon …
U Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

I        Tuhan Allah kami, berkatilah kami agar memiliki kasih seperti kasih-Mu. Ajarilah kami untuk semakin membuka diri terhadap panggilan keselamatan-Mu Bersama dengan semua orang di dalam Putra-Mu, tuhan Yesus Kristus, saudara kami, sekarang dan selama-lamanya.
U Amin.

LITURGI EKARISTI

Persiapan Persembahan

I     Berdoalah, saudara-saudari, supaya per-sembahanku dan persembahanmu berkenan kepada Allah, Bapa yang mahakuasa.

U   Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.

Doa Persiapan Persembahan             ….berdiri

I   Ya Allah, semoga berkat persembahan yang kami hunjukkan kepada-Mu ini, Engkau berkenan mencurahkan Roh-Mu kepada kami agar kami layak menerima anugerah sabda kehidupan kekal Putra-Mu. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami.

U   Amin.

Doa Syukur Agung 

  • Prefasi
  • Kudus – PS. 392
  • Anamnesis 2b

Komuni

  • Bapa Kami
  • Doa Damai
  • Pemecahan Roti/Anak Domba Allah
  • Persiapan Komuni

I   Lihatlah Anak Domba Allah, lihatlah Dia yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah Sudara-Saudari yang diundang ke Perjamuan Anak Domba.

U  Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

I   Tubuh Kristus.
Amin.

  • Komuni
  • Saat hening

Doa Sesudah Komuni                        …berdiri

I    Marilah berdoa, – hening sejenak
Ya Allah, kami bersyukur karena Engkau telah mewahyukan rahasia agung karya keselamatan-Mu ini, kami semakin dikuatkan dalam iman, diteguhkan dalam pengharapan, dan dikembangkan dalam cinta kasih sehingga kelak kami pun layak memasuki dunia baru yang Kaujanjikan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U   Amin.

RITUS PENUTUP

Pengumuman ….duduk

Amanat Pengutusan (…berdiri)

Berkat  & Pengutusan

I   Tuhan bersamamu
Dan bersama rohmu

I   Semoga Allah yang Mahakuasa memberkati Saudara sekalian, (+) Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
Amin

I   Saudara-Saudari, pergilah mewartakan Injil Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Nyanyian Perarakan Keluar

YA TUHAN, BIMBING AKUPS 684

  1. Ya Tuhan, bimbing aku di jalanku, Sehingga ‘ku selalu bersama-Mu
    Engganlah ‘ku melangkah setapakpun, Pabila Kau tak ada di sampingku.
  2. Engkau senantiasa di sampingku. Ya Tuhan bimbing aku di jalanku,
    Sehingga ‘ku selalu bersama-Mu. Dan bila tak kurasa kuasa-Mu,

.
.

Renungan Bacaan Injil Hari Ini 20 Agustus 2021

Sabda Tuhan Hari Ini 20 Agustus 2021, Mat 22:34-40

Ketika orang- orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia: “Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Renungan

Kualitas seseorang ditentukan oleh kepribadiannya, bukan oleh ras dan asal-usul daerahnya. Rut adalah orang asing, orang Moab, yang tinggal bersama Naomi, mertuanya yang berkebangsaan Yahudi. Keduanya menjadi janda dan Naomi menawarkan kepada Rut sekiranya ia mau kembali kepada bangsa dan daerah asalnya.

Namun, Rut menolak karena ingin menemani serta hidup bersama mertuanya. Kesetiaan Rut pada Naomi merupakan wujud kasih yang mengatasi sekat-sekat SARA. Hal itu terjadi karena Rut adalah orang yang tidak dikuasai primordialisme tetapi selalu terbuka kepada kebenaran dan kemanusiaan yang universal. Maka, ia pun bisa mengatakan kepada Naomi, “Bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku” (Rut. 1:16).

Bila cinta kasih itu menyatukan, maka kebencian memisahkan. Karena membenci Yesus, orang-orang Farisi hendak menjebak dan menjatuhkan Yesus dengan menanyakan manakah hukum yang terutama dalam seluruh kitab. Dengan mengatakan: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (ay.39), Yesus sekaligus menyindir dan menunjukkan kegagalan orang-orang Farisi dalam mewujudkan hukum yang terutama itu.

Mereka memiliki pengetahuan tetapi tak dapat merealisasikannya dalam tindakan, padahal kasih bukan soal pengetahuan tetapi soal perbuatan. Orang-orang Farisi itu bermutu dalam ilmu, tetapi tak berkualitas dalam amal kasih. Rasa benci bisa membuat orang tertutup pada kebenaran dan kemanusiaan yang universal.

Bapa, semoga kami semakin mengasihi Engkau dengan kasih yang benar, sehingga kami pun dapat mengasihi sesama tanpa terhalang oleh batas-batas SARA, Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Bacaan Injil Hari Ini 19 Agustus 2021

Sabda Tuhan Hari Ini 19 Agustus 2021, Mat 22:1-14

Pada suatu ketika, Yesus berbicara kepada para imam kepala dan pemuka rakyat dengan memakai perumpamaan. la bersabda, “Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.

la menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.

Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai
di sana ke perjamuan kawin itu.

Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. la berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

Renungan

Orang yang memiliki integritas itu tak pernah mengobral janji tanpa realisasi. Inilah yang dilakukan Yefta. la telah berjanji, bila ia menang perang, ia hendak mengurbankan apapun yang pertama keluar dari rumahnya sewaktu pulang untuk Tuhan. Yang keluar ialah anak tunggalnya. Merawat integritas tak dapat diwujudkan tanpa komitmen dan pengurbanan diri. Meski berat, Yefta mengurbankan anaknya: “Aku telah membuka mulutku bernazar kepada Tuhan, dan tidak dapat aku mundur (Hak 11:35). Ia pun berkenan di mata Tuhan.

Allah tak pernah ingkar janji. la bagaikan seorang raja yang mengundang orang untuk datang ke dalam pesta sang putra. Karena para undangan menolak datang, ia menyuruh utusannya untuk mengundang semua orang, entah itu orang baik atau orang jahat, ke dalam pesta. Ia tidak memandang perbedaan; semua diberi kesempatan tanpa pandang bulu. Ada yang meng-iya-kan tetapi kemudian datang tanpa pakaian pesta yang layak. Orang ini gagal satu kata satu perbuatan. Iya di mulut tanpa diikuti dengan tindakan yang sepadan. Menggenapi apa yang telah dikatakan butuh perjuangan. Kata-kata pujian kita menyukakan Tuhan, tapi bila tanpa diikuti dengan tindakan yang sepadan, semuanya itu tak akan membuat-Nya sungguh berkenan.

Tuhan, ajarlah kami untuk bisa satu kata dan satu perbuatan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Bacaan Injil Harian 18 Agustus 2021

Sabda Tuhan Hari Ini 18 Agustus 2021, Mat 20:1-16a

Sekali peristiwa, Yesus mengemukakan perumpamaan berikut kepada murid-murid-Nya, “Hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja-pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah ia sepakat dengan pekerja-pekerja itu mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. Kira-kira pukul sembilan pagi ia keluar pula dan dilihatnya ada lagi orang-orang lain menganggur di pasar.

Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan apa yang pantas akan kuberikan kepadamu. Dan mereka pun pergi. Kira-kira pukul dua belas dan pukul tiga petang ia keluar pula dan melakukan sama seperti tadi. Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari? Kata mereka kepadanya: Karena tidak ada orang mengupah kami. Katanya kepada mereka: Pergi jugalah kamu ke kebun anggurku.

Ketika hari malam tuan itu berkata kepada mandurnya: Panggillah pekerja-pekerja itu dan bayarkan upah mereka, mulai dengan mereka yang masuk terakhir hingga mereka yang masuk terdahulu. Maka datanglah mereka yang mulai bekerja kira-kira pukul lima dan mereka menerima masing-masing satu dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu, sangkanya akan mendapat lebih banyak, tetapi mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga.

Ketika mereka menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari. Tetapi tuan itu menjawab seorang dari mereka: Saudara, aku tidak berlaku tidak adil terhadap engkau. Bukankah kita telah sepakat sedinar sehari? Ambillah bagianmu dan pergilah; aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu.”

(Bacaan selengkapnya lih. Alkitab atau “Buku Bacaan I: Bacaan Misa Harian” hlm. 1048-1050).

Renungan

Seorang imam lansia di Panti Wreda dikunjungi oleh umat yang pernah dilayaninya. Waktu berpamitan, si umat meminta, “Tolong doakan kami.” Imam itu menyodorkan buku tulis, katanya, “Tulis apa intensimu di sini!” Si umat itu kebingungan karena ia tidak tahu apa yang sebenarnya ia inginkan.

Terkadang, waktu kita berdoa kita tidak sungguh-sungguh tahu apa yang sedang kita minta. Inilah yang dialami bangsa Israel. Mereka tidak puas dipimpin oleh para hakim, merasa takut akan kehebatan bangsa-bangsa sekitar, lalu meminta seorang raja yang kuat kepada Tuhan. Namun, lewat Yotam, Allah mengingatkan bahwa raja kuat yang mereka minta itu bisa berubah menjadi “semak duri'”, yakni seorang tiran yang semena-mena (bdk. Hak. 9:14-15).

Si pekerja yang bekerja sedari pagi dalam Injil juga tidak paham apa yang sebenarnya ia minta dari si tuan. la sudah mendapatkan bagian yang menjadi haknya sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. la merasa sedang meminta keadilan, namun sebernarnya ia sedang mengekspresikan keirihatiannya saja akan kemurahan hati si tuan kepada pekerja yang mulai bekerja belakangan. “Iri hatikah engkau, karena aku murah hati?” (ay. 15). Seperti lsrael, pekerja terdahulu meminta karena terdorong oleh rasa iri hati; mereka ingin memiliki apa yang dimiliki oleh orang lain. Rasa iri  muncul karena orang kurang mensyukuri apa yang baik yang telah dianugerahkan Tuhan kepadanya.

Ya Bapa, semoga kami mudah ikut bergembira melihat kemurahan hati-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Bacaan Injil Harian 17 Agustus 2021

Sabda Tuhan Hari Ini 17 Agustus 2021, Mat 22:15-21

Sekali peristiwa, orang-orang Farisi berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”

Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. Maka la bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.”

Renungan

Kemerdekaan adalah hak semua orang. Tak ada seorang pun yang ingin hidup terkekang atau diatur-atur oleh orang lain. Semua ingin bebas mengekspresikan diri, bebas beribadah, bebas memilih jodoh, pekerjaan, dst. Meski demikian, tidak semua orang sungguh siap hidup dalam kemerdekaan. Agar kemerdekaan membawa berkah, diperlukan kemampuan memimpin diri sendiri, sikap bertanggung jawab, serta sikap hormat pada kebebasan sesama. Tanpa itu semua, kemerdekaan bisa menjadi bencana. Tak sedikit yang memaknai kemerdekaan sebagai bebas sesuka hati’, tanpa peduli apakah perbuatan dan kata-katanya melukai harga diri, martabat, atau rasa keadilan sesama. Kebebasan kita dibatasi oleh nilai-nilai kebaikan dan norma-norma keadilan. Petrus mengingatkan, “Hiduplah sebagai orang-orang merdeka, bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu… Hormatilah semua orang… takutlah akan Allah. Hormatilah raja” (1 Ptr. 2:16-17). Kebebasan kita hidupi dalam batas-batas tanggung jawab kita pada sesama, negara, dan Allah. Orang yang menghindari membayar pajak itu serupa dengan orang yang malas beribadah di hari Minggu: belum siap atau belum sungguh merdeka. Orang yang merdeka melakukan kewajibannya dengan sukarela, sedangkan orang yang belum’ merdeka melakukan kewajibannya karena terpaksa. Orang yang merdeka tidak takut menjadi hamba nilai-nilai kebaikan dan norma-norma keadilan, sementara orang yang belum merdeka mencari-cari kesempatan untuk melanggarnya dan melepaskan tanggung jawab.

Bapa. kami bersyukur atas rahmat kemerdekaan bangsa kami. Ajarlah untuk menghidupi kemerdekaan secara bertanggung jawab. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Bacaan Injil Harian 16 Agustus 2021

Sabda Tuhan Hari Ini 16 Agustus 2021, Mat 19:16-22

Pada suatu hari, ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: “Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” Jawab Yesus: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah.” Kata orang itu kepada-Nya: “Perintah yang mana?”

Kata Yesus: “Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kata orang muda itu kepada-Nya: “Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?” Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku” Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

Renungan

Santo lgnatius Loyola membedakan antara (1) orang yang senang menjadi orang Kristen ‘biasa-biasa saja’, yakni berpuas diri dengan hidup benar tanpa berbuat dosa atau tanpa melanggar perintah Tuhan; dan (2) orang yang tak cepat berpuas diri dan mau menjadi orang kristen ‘yang unggul’, yakni dengan tidak sekadar tak melanggar perintah Tuhan, tetapi mengikuti Yesus secara lebih radikal: hidup miskin seperti Yesus yang miskin, tak takut dihina atau dianggap bodoh demi imannya, seperti Yesus yang telah lebih dahulu diperlakukan demikian.

Anak muda yang mendekati Yesus telah melaksanakan kesepuluh perintah Allah. la telah memenuhi standar untuk jadi ‘orang Kristen biasa’, dan hal itu pantas diapresiasi serta sudah cukup bagi dia untuk memperoleh hidup kekal. Namun, Yesus menantang anak muda itu: “Jikalau engkau hendak sempurna… juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang miskin.. kemudian ikutilah Aku” (ay. 21). Kalau anak muda itu ingin menjadi ‘orang Kristen yang unggul’ dia harus berani hidup miskin seperti Yesus dan mengikuti Dia berkeliling mewartakan Kerajaan Allah.

Kesalehan Kristiani tidak pernah bersifat melulu individual melainkan selalu bersifat eklesial dan sosial. Orang yang sungguh suci itu tidak pernah egois, sebab kasih akan Allah yang dimiliknya pasti mendorongnya guna memberikan diri bagi pelayanan pada sesama dalam Gereja dan masyarakat. Kesalehan individual, walau tak salah, namun belum sempurna bila belum menjadi berkah bagi sesama.

Ya Tuhan, semoga kami tidak cepat berpuas diri karena tidak melanggar perintah-Mu, tetapi tergelitik untuk menjadi lebih sempurna dengan melayani sesama. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Bacaan Injil Minggu 15 Agustus 2021

Sabda Tuhan Hari Ini 15 Agustus 2021, Luk 1:39-56

Beberapa waktu sesudah kedatangan Malaikat Gabriel, bergegaslah Maria ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ la masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.”
Lalu kata Maria: “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab la telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia.
la memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; la menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; la melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar.” (Bacaan selengkapnya lih. Alkitab atau “Buku Bacaan II”, hlm. 62-63).

Renungan

Jika logika matematika itu linear, logika iman itu penuh dengan paradoks. Maria yang berada di bawah salib merepresentasikan Gereja. Gereja kehilangan seorang Yesus sebagai manusia, namun karena kehilangan Anak Manusia itu, Gereja justru mendapatkan rahmat penebusan bagi semua orang.
Karena menghampakan diri sampai terhina di salib, Yesus justru dipermuliakan oleh Allah melalui kebangkitan. Dengan menjadi yang terakhir, Yesus justru menjadi yang pertama yang dibangkitkan dari antara orang mati (bdk. 1Kor. 15:20). Karena lahir sebagai bayi lemah dari rahim Perawan Maria, justru Yesus menjadi kekuatan dahsyat yang menyelamatkan: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita…” (Why. 12:10).
Maria adalah perempuan perkasa, Justru karena ia taat pada perintah Allah. Ia mengosongkan diri dengan mengesampingkan niat dan impian pribadi lalu memenuhi diri dengan memeluk kehendak dan rencana Allah. Justru karena “kerendahan hamba-Nya”, Allah menjadikan Maria “yang berbahagia” dan Allah mengerjakan perbuatan -perbuatan besar” atasnya (ay. 48-49).
Karena kerendahan hati dan ketaatannya pada Allah, Maria diangkat ke surga, jiwa dan badan. Maria adalah model atau teladan bagi Gereja. Jika Gereja tidak mencari kemuliaan dan kebesaran duniawi tetapi mau ‘ambyar’ dengan menghampakan diri lewat pelayanan dan amal kepada yang orang-orang yang renda” dan orang-orang yang lapar Gereja akan ikut ditinggikan bersama Maria.

Bapa, semoga kami selalu rendah hati dan tidak mencari kemegahan duniawi. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

Renungan Bacaan Injil Harian 14 Agustus 2021

Sabda Tuhan Hari Ini 14 Agustus 2021, Mat 19:13-15

Sekali peristiwa, orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya la meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga.” Lalu la meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian la berangkat dari situ.

Renungan

Anak kecil itu bisa bertingkah lucu dan menyenangkan, tetapi kadang mereka bisa mengganggu dan menjengkelkan. Cinta dan perhatian yang dicurahkan kepada mereka acap kali menuntut banyak kesabaran. Bila para murid Yesus memarahi anak-anak yang datang mendekati Yesus, boleh jadi karena mereka kehabisan kesabaran dan menganggap anak-anak sebagai pengganggu saja. Namun, Yesus mengingatkan para murid bahwa Kerajaan Allah itu tidak ditujukan hanya kepada mereka yang telah dewasa, dapat berpikir sendiri, dan hidup tertib. Kerajaan Allah juga ditujukan kepada mereka yang kecil, kekanak-kanakan, belum bisa berpikir mandiri, dan mungkin kehadirannya mengganggu.
Allah tidak pilih kasih, tetapi sengaja memberi perhatian ekstra kepada mereka yang lemah dan lebih memerlukan cinta serta perhatian. Bersikap adil bagi Allah tidak berarti memperlakukan semua orang secara sama begitu saja, tetapi masing-masing diperlakukan seturut kondisi dan kebutuhannya. Bangsa Israel sering kali bertingkah seperti kanak-kanak: mudah tergoda mencari nikmat sesaat sehingga sangat mudah pula merengek kesakitan bila harus menanggung kesukaran.
Mereka kerap tidak tertib mengikuti perintah Allah, mudah lupa atau ingkar janji, lalu menyembah ‘allah’ lain, yaitu ‘allah’ yang memberi kenikmatan sesuai harapan mereka sendiri (berhala). Namun, Allah mengasihi mereka dengan kesabaran dan keadilan. la tahu kapan harus menghukum dan memberi didikan. Tiap kali la membarui perjanjian dengan mereka dan tak jemu-jemunya mengingatkan, “Sekarang, jauhkanlah Allah asing yang ada di tengah-tengah kamu dan condongkanlah hatimu kepada Tuhan, Allah Israel” (Yos 24:23). Adakah Allah lain dalam hidupku?

Bapa Yang Mahabaik, maafkanlah kami bila sering bersikap kekanak-kanakan di hadapanmu dan jauhkanlah kami dari segala bentuk berhala yang menyenangkan namun menyesatkan. Amin.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

You cannot copy content of this page