Misa Online Minggu Biasa XXII Tanggal 28-29 Agustus 2021

Misa Online Hari Minggu Biasa XXII Tanggal 28-29 Agustus 2021

Selama pandemi Covid-19, perayaan ekaristi di paroki-paroki lain masih ada yang dilangsungkan secara online bahkan sampai sekarang. Beberapa paroki pada kesempatan saat ini dalam lingkup Keuskupan Agung Semarang (KAS) menyiarkan misanya secara online untuk membantu umat agar dapat tetap beribadat dengan aman dan nyaman.

Negara tercinta kita Indonesia masih diliputi oleh pandemi Covid 19 sejak lebih dari satu tahun lalu, sama seperti banyak negara lainnya, kita tetap perlu mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat mengingat angka penderita Covid 19 masih terus turun naik di negeri kita.

(KLIK) Gereja JETIS – Minggu Jam 9.00 WIB

Karena belum kembali ke keadaan normal seperti sebelum masa pandemi, bahkan cenderung meningkat maka perayaan offline new normal ekaristi untuk sementara ditiadakan di gereja Jetis pada Hari Minggu Biasa XXII ini dan diganti misa online dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. 

Lihat Juga : Youtube Channel Paroki Jetis (KLIK)

Inilah Misa Online Jogjakarta minggu ini. Silahkan catat dengan seksama jadwalnya :

SILAHKAN KLIK :

>> Sabtu Pukul 18.00 WIB <<

Paroki HSMPTB – Kumetiran

>> Sabtu Pukul 16.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki HKTY – Ganjuran

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) <<

Paroki St. Theresia – Boro

>> Sabtu Pukul 18.30 WIB, Minggu pukul 08.00 WIB & 18.30 WIB <<

Paroki Kristus Raja – Baciro

>> Minggu pukul 06.30 WIB <<

Paroki TDGY – Macanan

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB, Minggu pukul 07.00 WIB & 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus Paulus – Minomartani

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus – Warak

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki Marganingsih – Kalasan

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki St. Yoseph – Medari

>> Sabtu Pukul 16.30 WIB, Minggu pukul 16.30 WIB <<

Paroki St. Antonius – Kotabaru

>> Minggu pukul 07.00 WIB <<

Paroki St. Maria Assumpta – Babarsari

.

Bagi Anda yang terbiasa mengikuti ekaristi dari Katedral Semarang dan merindukan misa kudus dengan Romo Uskup Mgr. Rubyatmoko tidak perlu khawatir misa ditiadakan, karena tetap ada dan hanya pindah channel Youtube saja ke Komsos Katedral. Anda hanya perlu mencari video dengan tulisan LIVE di pojok kanan bawah. Untuk jadwalnya silahkan disimak dibawah ini :

.

Ekaristi Online Jogja Streaming Hari Ini


Ekaristi Sabtu Sore & Minggu 28-29 Agustus 2021
Hari Minggu Biasa XXII

>> SABTU SORE Pukul 18.30 WIB <<
>> MINGGU PAGI Pukul 08.00 WIB <<
>> MINGGU SORE Pukul 18.30 WIB <<

KLIK :

STREAMING Katedral Semarang 
.
.

Seperti yang sudah-sudah kami sampaikan, sebelum mengikuti ekaristi secara online ada baiknya Anda menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu :

  • Pastikan kuota paket data Anda cukup untuk mengikuti keseluruhan Perayaan Ekaristi sampai selesai.
  • Sebaiknya kita mandi terlebih dahulu sebelum mengikuti perayaan ekaristi dan juga memakai pakaian sopan serta pantas. Persiapkan diri Anda baik-baik. Mempersiapkan diri layaknya mengikuti langsung ekaristi di gereja.
  • Gunakan ruangan yang pantas, seperti: ruang keluarga, ruang doa, ruang tamu, atau kamar kos. Tidak mengikuti Perayaan Ekaristi dari atas tempat tidur atau lebih ekstrim lagi di kamar mandi.
  • Siapkan salib dan lilin untuk mendukung suasana doa dan perayaan yang penuh khidmat untuk jadwal misa online Keuskupan Agung Semarang hari ini.
  • Lebih penting lagi yaitu siapkan hati untuk mengikuti ekaristi. Ikutilah dengan fokus, khusyuk, berdoalah sepenuh hati.
  • Ingat untuk selalu membuat Tanda Salib, di awal dan akhir Perayaan Ekaristi.
  • Silahkan mengikuti ekaristi dengan duduk atau bersila, tidak perlu berdiri maupun berlutut. Supaya Anda tetap nyaman sepanjang perayaan berlangsung.
  • Ketika hendak menerima Komuni Kudus silahkan terlebih dahulu mendoakan doa komuni spiritual seraya menghayati sepenuh hati.
  • Bersyukurlah senantiasa karena Anda berada dalam keadaan sehat dan masih dapat mengikuti Ekaristi meskipun secara online.

.
.

Jadwal Misa Online Minggu Biasa XXII Tgl 28-29 Agustus 2021

Jadwal Misa Online Minggu Biasa XXII Tanggal 28-29 Agustus 2021

Seperti yang telah kita ketahui bersama masa pandemi belumlah berakhir, oleh karena itu kita perlu mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat mengingat angka penderita Covid19 masih ada di negara kita Indonesia.

Perayaan ekaristi new normal secara offline di gereja Jetis pada Hari Minggu Biasa XXII untuk sementara ini ditiadakan dan diganti dengan misa online, hal ini dilaksanakan mengikuti protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Selama pandemi Covid-19 ini perayaan ekaristi di paroki-paroki lain masih ada yang dilangsungkan secara online setiap hari bahkan sampai saat ini.

(KLIK) Gereja JETIS – Minggu Jam 9.00 WIB

76 minggu berlalu sudah, itu artinya sudah hampir satu setengah tahun lamanya sejak pandemi di negara Indonesia dimulai, saat ini paroki-paroki dalam lingkup Kevikepan Yogyakarta saat ini serentak menunda misa new normal sekaligus menyiarkannya secara online untuk membantu umat agar dapat tetap beribadat dengan aman dan nyaman.

Lihat Juga : Youtube Channel Paroki Jetis (KLIK)

Inilah jadwal misa online minggu ini. Silahkan catat dengan seksama jadwalnya :

SILAHKAN KLIK :

>> Sabtu Pukul 18.00 WIB <<

Paroki HSMPTB – Kumetiran

>> Sabtu Pukul 16.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki HKTY – Ganjuran

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) <<

Paroki St. Theresia – Boro

>> Sabtu Pukul 18.30 WIB, Minggu pukul 08.00 WIB & 18.30 WIB <<

Paroki Kristus Raja – Baciro

>> Minggu pukul 06.30 WIB <<

Paroki TDGY – Macanan

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB, Minggu pukul 07.00 WIB & 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus Paulus – Minomartani

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus – Warak

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki Marganingsih – Kalasan

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki St. Yoseph – Medari

>> Sabtu Pukul 16.30 WIB, Minggu pukul 16.30 WIB <<

Paroki St. Antonius – Kotabaru

>> Minggu pukul 07.00 WIB <<

Paroki St. Maria Assumpta – Babarsari

.

Bagi Anda yang terbiasa mengikuti ekaristi dari Katedral Semarang dan merindukan misa kudus dengan Romo Uskup Mgr. Rubyatmoko tidak perlu khawatir misa ditiadakan, karena tetap ada dan hanya pindah channel Youtube saja ke Komsos Katedral. Anda hanya perlu mencari video dengan tulisan LIVE di pojok kanan bawah. Untuk jadwalnya silahkan disimak dibawah ini :

.

Jadwal Ekaristi Online Hari Ini Lingkup Keuskupan Semarang


Ekaristi Sabtu Sore & Minggu 28-29 Agustus 2021
Hari Minggu Biasa XXII

>> SABTU SORE Pukul 18.30 WIB <<
>> MINGGU PAGI Pukul 08.00 WIB <<
>> MINGGU SORE Pukul 18.30 WIB <<

KLIK :

STREAMING Katedral Semarang 
.
.

Seperti yang sudah-sudah kami sampaikan, sebelum mengikuti ekaristi secara online ada baiknya Anda menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu :

  • Pastikan kuota paket data Anda cukup untuk mengikuti keseluruhan jadwal Perayaan Ekaristi sampai selesai.
  • Sebaiknya kita mandi terlebih dahulu sebelum mengikuti perayaan ekaristi dan juga memakai pakaian sopan serta pantas. Persiapkan diri Anda baik-baik. Mempersiapkan diri layaknya mengikuti langsung ekaristi di gereja.
  • Gunakan ruangan yang pantas, seperti: ruang keluarga, ruang doa, ruang tamu, atau kamar kos. Tidak mengikuti Perayaan Ekaristi dari atas tempat tidur atau lebih ekstrim lagi di kamar mandi.
  • Siapkan salib dan lilin untuk mendukung suasana doa dan perayaan yang penuh khidmat untuk misa online Semarang hari ini.
  • Lebih penting lagi yaitu siapkan hati untuk mengikuti ekaristi. Ikutilah dengan fokus, khusyuk, berdoalah sepenuh hati.
  • Ingat untuk selalu membuat Tanda Salib, di awal dan akhir Perayaan Ekaristi.
  • Silahkan mengikuti ekaristi dengan duduk atau bersila, tidak perlu berdiri maupun berlutut. Supaya Anda tetap nyaman sepanjang perayaan berlangsung.
  • Ketika hendak menerima Komuni Kudus silahkan terlebih dahulu mendoakan doa komuni spiritual seraya menghayati sepenuh hati.
  • Bersyukurlah senantiasa karena Anda berada dalam keadaan sehat dan masih dapat mengikuti Ekaristi meskipun secara online.

.
.

Teks Misa Online Hari Minggu Biasa XXII – 29 Agt 2021

Teks Misa Online Hari Minggu Biasa XXII – 29 Agt 2021

Youtube Channel Paroki Jetis – https://www.youtube.com/watch?v=uDz6uzfDpVI

 

RITUS PEMBUKA …..berdiri

Nyanyian Perarakan Masuk – PS. 337

YESUS LIHAT UMATMU

  1. Yesus, lihat umat-Mu yang mendamba Kau berfirman, dan arahkan pada-Mu hati dan seluruh indra, hingga kami yang di dunia Kau dekatkan pada surga.
  2. Tanpa cahya Roh Kudus kami dalam kegelapan; biar oleh sabda-Mu akal budi Kau cerahkan, hingga Tuhan kuasai karya dan ucapan kami.

 

Tanda Salib & Salam

Pengantar

Pernyataan Tobat: Cara 2 TPE 2020

I   Saudara-Saudari, marilah mengakui dosa-dosa kita, supaya kita layak merayakan misteri suci ini,

— hening sejenak —

I   Tuhan, kasihanilah kami
U  Sebab, kami telah berdosa terhadap Engkau

I   Tunjukkanlah belas kasihan-Mu kepada kami, Tuhan.
U  Dan anugerahkanlah keselamatan-Mu kepada kami.

I   Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

Amin.

Madah Kemuliaan                                             …..berdiri

Kemuliaan kepada Allah di surga,
dan damai di bumi kepada orang yang berkenan kepada-Nya.
Kami memuji Dikau,
Kami meluhurkan Dikau
Kami menyembah Dikau,
Kami memuliakan Dikau
Kami bersyukur kepada-Mu, kar’na kemuliaan-Mu yang besar,
Ya Tuhan Allah Raja Surgawi, Allah Bapa yang Maha kuasa,
Ya Tuhan Yesus Kristus Putra yang tunggal
Ya Tuhan Allah Anak Domba Allah, Putra Bapa
Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami.
Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami.
Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami
Karena hanya Engkaulah Kudus
Hanya Engkaulah Tuhan
Hanya Engkaulah Maha tinggi, ya Yesus Kristus.
Bersama dengan Roh Kudus, dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin

Doa Kolekta                                           …..berdiri

I   Marilah berdoa, – hening sejenak

Allah Bapa Yang Maha Pengasih, melalui Yesus Kristus Putra-Mu, Engkau telah menyatakan perintah yang baru, yaitu cinta kasih kepada-Mu dan kepada sesama. Kami mohon, berilah kami kekuatan untuk menjadi pelaksana-pelaksana perintah-Mu itu dengan setia. Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu, yang Hidup dan Berkuasa bersama Dikau dalam persatuan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa.

U Amin.

 

LITURGI SABDA

Bacaan Pertama :  Ul. 4:1-2.6-8

Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu; dengan demikian kamu berpegang pada perintah Tuhan.

Pembacaan dari Kitab Ulangan:

Di padang gurun seberang Sungai Yordan Musa berkata kepada bangsanya, “Hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup, dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allah nenek moyangmu. Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya; dengan demikian kamu berpegang pada perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu. Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaan dan akal budimu di mata bangsa-bangsa. Begitu mendengar segala ketetapan ini mereka akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi! Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti Tuhan, Allah kita, setiap kali kita berseru kepada-Nya? Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U Syukur kepada Allah.

Mazmur Tanggapan

Ulangan: Tuhan, siapa yang boleh menumpang dalam kemah-Mu?

Ayat:

  • Orang yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan mengatakan kebenaran dengan segenap hatinya, yang tidak menyebarkan fitnah dengan lidahnya.
  • Orang yang tidak berbuat jahat terhadap teman, dan tidak menimpakan cela kepada tetangganya; yang memandang hina orang-orang tercela, tetapi menjunjung tinggi orang-orang yang takwa, yang berpegang pada sumpah walaupun rugi.
  • Orang yang tidak meminjamkan uang dengan makan riba, dan tidak menerima suap melawan orang bersalah. Siapa yang berlaku demikian tidak akan goyah selama-lamanya.

Bacaan Kedua – Yak 1: 17-18. 21b-22. 27

Hendaklah kamu menjadi pelaku Firman.

Pembacaan dari Surat Rasul Yakobus:

Saudara-saudaraku yang terkasih, setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang. Pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan pertukaran. Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh firman kebenaran, supaya pada tingkat yang tertentu kita menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya. Terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu. Hendaklah kamu menjadi pelaku firman, dan bukan hanya pendengar! Sebab jika tidak demikian, kamu menipu diri sendiri. Ibadah sejati dan tak bercela di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemari oleh dunia.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U   Syukur kepada Allah.

Bait Pengantar Injil – Yoh. 6:63b.68b          …..berdiri

Refren: Alleluya.

Ayat: Atas kehendaknya sendiri, Bapa telah menjadikan kita berkat firman kebenaran, supaya kita menjadi anak sulung diantara semua ciptaan-Nya. – Refren

Bacaan Injil – Mrk 7: 1-8. 14-15. 21-23

I   Tuhan bersamamu
Dan bersama rohmu

I   Inilah Injil Suci menurut Markus.
Dimuliakanlah Tuhan

I        Pada suatu hari serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus. Mereka melihat beberapa murid Yesus makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh. Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan tanpa membasuh tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang. Dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas tembaga. Karena itu, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada Yesus, “Mengapa murid-murid-Mu tidak mematuhi adat istiadat nenek moyang kita? Mengapa mereka makan dengan tangan najis?” Jawab Yesus kepada mereka, “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sebab ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.” Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka, “Dengarkanlah Aku dan camkanlah ini! Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskan dia! Tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskan dia! Sebab dari dalam hati orang timbul segala pikiran jahat, pencabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

 

 

 

Homili                                           …..duduk

Syahadat                                        …..berdiri

Doa Umat                                      …..berdiri

I     Kristus mengajak kita untuk lebih setia kepada perintah Allah demi keselamatan kita. Marilah kita panjatkan doa kita kepada Allah Bapa dengan perantaraan Yesus Kristus, Putra-Nya terkasih.

L  Bagi Bapa Suci, para Uskup dan para Imam. Ya Bapa, dampingilah Bapa Suci, para Uskup dan para Imam agar dalam membimbing umat lebih didorong oleh cinta kasih daripada oleh hukum secara harafiah.
U Bukalah hati umat-Mu untuk semakin tekun dan setia dalam mengikuti panggilan-Mu melalui penggembalaan para pemimpin Gereja-Mu.

L Bagi masyarakat kita. Ya Bapa, bimbinglah masyarakat kami agar selalu menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan, berdasarkan cinta kasih.
U Tuntunlah umat-Mu untuk semakin berani mendengaarkan Sabda-Mu di dalam batin kami yang terdalam dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

L  Bagi mereka yang tersisih di sekitar kita. Ya Bapa, tinggalah di dalam diri orang-orang yang merasa tersisih di antara kami sehingga mereka kembali bersemangat untuk bersatu dan berkarya bersama kami dalam mewartakan Sabda-Mu.
U Curahkanlah semangat persaudaraan sejati kepada kami dalam menghayati Sabda-Mu di tengah-tengah masyarakat kami.

L Bagi kita semua yang bersatu dalam Perayaan Kudus ini. Ya Bapa, buatlah kami selalu terbuka terhadap sesama kami, khususnya bagi mereka yang miskin dan tersingkir.
U Ajarilah kami memiliki kasih seperti Kristus mengasihi kami, umat-Mu.

(intensi keluarga, komunitas  dan intensi pribadi)

Kami mohon …
U Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

I        Allah Bapa Yang Mahabaik, Engkau selalu menepati janji-Mu. Kebaikan-Mu jauh lebih agung daripada yang kami perkirakan. Berilah kami kekuatan agar hidup kami semakin mirip dengan teladan Yesus Kristus, Putra-Mu dan Tuhan kami.
U Amin.

 

LITURGI EKARISTI

Persiapan Persembahan

I     Berdoalah, saudara-saudari, supaya per-sembahanku dan persembahanmu berkenan kepada Allah, Bapa yang mahakuasa.

U   Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus.

Doa Persiapan Persembahan             ….berdiri

I  Ya Allah, semoga roti dan anggur yang kami persembahkan kepada-Mu ini Kaujadikan sebagai sarana untuk menghidupkan kami dalam cinta kasih dan keadilan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.
U   Amin.

Doa Syukur Agung 

  • Prefasi
  • Kudus – PS. 392
  • Anamnesis 2b

Komuni

  • Bapa Kami
  • Doa Damai
  • Pemecahan Roti/Anak Domba Allah
  • Persiapan Komuni (TPE 2020)

I   Lihatlah Anak Domba Allah, lihatlah Dia yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah Saudara-Saudari yang diundang ke Perjamuan Anak Domba.

U  Tuhan, saya tidak pantas Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.

I   Tubuh Kristus.
Amin.

  • Komuni
  • Saat hening

Doa Sesudah Komuni                        …berdiri

I    Marilah berdoa, – hening sejenak
Ya Allah, semoga sakramen cinta kasih yang telah kami terima ini menguatkan kami untuk menjadi pelaksana Sabda-Mu. Jauhkanlah kami dari segala kelaliman terhadap sesama dan semoga kami semakin berkembang dalam semangat cinta kasih dan pelayanan sebagaimana dikehendaki oleh Putra-Mu. Sebab Dialah yang Hidup dan Berkuasa, sepanjang segala masa.
U   Amin.

 

RITUS PENUTUP

Pengumuman ….duduk

Amanat Pengutusan (…berdiri)

Berkat  (TPE 2020)

I   Tuhan bersamamu
Dan bersama rohmu

I   Semoga Allah yang Mahakuasa memberkati Saudara sekalian, (+) Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
Amin

I   Saudara-Saudari, pergilah mewartakan Injil Tuhan.
Syukur kepada Allah.

Nyanyian Perarakan Keluar

YESUS DIUTUS BAPA – PS 691

Ulangan: Yesus diutus Bapa di surga, kini tugasku jadi utusan.

  1. Bapa mengutus Yesus, Sang Putra membawa s’lamat bagi dunia; kita diutus Yesus, Sang Guru: bawalah damai pada sesama.
  2. Tiada amal tanpa berkurban, tiada karya tanpa derita: Salib dipanggul, kurban ditanggung; itulah hidup utusan Tuhan.

* telah disesuaikan dengan TPE 2020

.
.

Bacaan Injil Hari Ini 27 Agustus 2021

Bacaan Injil Hari Ini 27 Agustus 2021, Mat 25:1-13

Pada suatu hari, Yesus mengucapkan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya, “Hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.

Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.

Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! Gadis -gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.

Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.

Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.

Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”

Renungan

Tiap orang dipanggil menuju kekudusan dan tiada kekudusan tanpa mati raga. Mati raga berarti mampu menguasai diri sehingga tidak hidup menurut keinginan daging atau hawa nafsu tetapi hidup menurut Roh.

Tubuh itu diciptakan baik adanya dan bisa menjadi sarana pengudusan asalkan diarahkan sesuai petunjuk Roh. Bila seseorang berbuat cabul, ia mengikuti keinginan daging dan dengan begitu mencemarkan tubuhnya serta melukai sesama.

St. Paulus menegaskan, “Inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan” (1 Tes. 4:3).

Percabulan, entah secara fisik maupun secara batin, hanya bisa dijauhi dengan mati raga. Orang yang bisa bermati raga adalah orang yang bisa mengatasi kemalasan. Maka, orang yang bermati raga juga adalah orang yang selalu eling dan waspada. Karakteristik inilah yang dimiliki oleh gadis-gadis bijaksana dalam lnjil.

Gadis-gadis bodoh malas membawa buli-buli berisi minyak cadangan, sementara gadis-gadis bijaksana membawanya. Gadis-gadis yang bijaksana bisa menyambut sang mempelai karena mereka bisa mengalahkan kemalasannya, tidak enggan repot-repot menyiapkan buli-buli minyak cadangan yang sekiranya diperlukan.

Orang yang malas menjadi budak hawa nafsu, tidak berpikir panjang, dan sambalewa. Sementara itu, orang yang bermati raga itu bijak karena mengikuti Roh sehingga mereka pun selalu siap menyongsong tiap kesempatan untuk menjadi baik dan kudus.

Ya Tuhan, semoga pelita kami tetap bernyala dan siap menyambut-Mu dalam kekudusan. Karena kami dapat mengalahkan kemalasan dan keinginan daging. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Bacaan Injil Hari Ini 26 Agustus 2021

Bacaan Injil Hari Ini 26 Agustus 2021, Mat 24:42-51

Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.

Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.

Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.

Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.”

Renungan

Sukacita sejati seorang pewarta tidak terletak pada ketenaran atau pengakuan bahwa dirinya mumpuni atau karena video renungannya viral. Sukacita sejati seorang pewarta terletak pada perkembangan iman umat, ketika mendapati umat makin teguh dalam iman dan makin berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang” (1 Tes. 3:12). Itulah yang dialami oleh Paulus, dkk.

Dalam pewartaan, mereka mengalami banyak kesukaran dan kesesakan. Namun, mereka “menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu” (2Tes. 3:7). Pelayan dan pewarta sabda sejati bersukacita ketika sabda yang diwartakan itu berhasil mentransformasi
dan meningkatkan kualitas cara hidup jemaat. Dalam Injil, seorang hamba dikatakan berbahagia bila melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

Hamba yang baik ialah pelayan yang selalu siap sedia menunaikan tugasnya, bukan karena takut akan kemarahan tuannya. Bukan pula karena ingin mendapat pujian dari si tuan, melainkan karena sikap bertanggung jawab. Spirit seorang hamba dalam Kerajaan Allah adalah melayani secara tulus dan rendah hati, seperti dikatakan dalam nas, “Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan” (Luk. 17:10)

Terlaksananya amanah secara paripurna ialah sumber sukacita sejati seorang hamba Tuhan. Hamba yang amanah biasanya akan mendapat kepercayaan lebih besar lagi.

Ya Bapa, jadikanlah kami pewarta-pewarta sabda yang bersemangat hamba: bekerja secara paripurna tanpa mengharapkan imbalan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Bacaan Injil Hari Ini 25 Agustus 2021

Sabda Tuhan Hari Ini 25 Agustus 2021, Mat 23:27-32

Pada waktu itu, Yesus bersabda, “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.

Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan.

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan dan memperindah tugu orang-orang saleh dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu.

Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu. Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu!

Renungan

Kita tidak bisa menilai baik-buruknya seseorang hanya dari apa yang tampak, tetapi kita perlu melihat motivasi atau niatnya. Terhadap seorang politisi yang rajin membagi-bagikan sembako di masa Pemilu, kita tidak bisa mengatakan bahwa ia adalah orang dermawan, sebab tindakannya itu bisa saja untuk mendapatkan suara.

‘Terhadap orang-orang Farisi yang tampak melakukan tindakan-tindakan sesuai perintah agama, kita tidak bisa mengatakan bahwa mereka itu orang suci. Sebab, motivasi orang Farisi itu hanya mau memuja diri, bukan memuja Tuhan. Mereka munafik, tampak bersih di luar tetapi busuk di dalam hati.

Pemuka agama dan pewarta yang munafik karena suka memuja diri biasanya juga mengklaim diri sebagai hamba Allah, namun nyatanya mereka lebih suka dilayani daripada melayani. Tak heran, orang-orang Farisi yang munafik itu justru menjadi beban bagi umat. Berbeda halnya dengan Paulus. Paulus adalah pelayan sejati. Tandanya: la tak mau menjadi beban bagi umat yang dilayani.

Karena itu, menjadi pelayan untuk memuja ‘Tuhan memang harus bekerja tanpa pamrih dan siap lelah, “Kami bekerja siang malam supaya jangan menjadi beban bagi siapa pun juga di antara kamu” (1les. 2:9). Sukacita pewarta ialah ketika nama Tuhan dimuliakan, bukan ketika nama dirinya dimuliakan karena kedudukannya yang terpandang di muka umat.

Tuhan, jadikanlah kami pewarta sabda yang tulus ikhlas dan tanpa pamrih agar kami tidak jatuh ke dalam cinta diri dan kemunafikan. Amin

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Bacaan Injil Hari Ini 24 Agustus 2021

Sabda Tuhan Hari Ini 24 Agustus 2021, Yoh 1:45-51

Sekali peristiwa, Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.” Kata Natanael kepadanya: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” Kata Filipus kepadanya: “Mari dan lihatlah!”

Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” Kata Natanael kepada-Nya: “Bagaimana Engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepadanya: “Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara” Kata Natanael kepada-Nya: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!”

Yesus menjawab, kata-Nya: “Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya?Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu.” Lalu kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia.”

Renungan

Tak sedikit orang yang sulit berkembang karena hidupnya penuh kepura-puraan. Tidak mampu, tetapi pura-pura mampu. Tidak tahu, tetapi pura-pura tahu. Tidak suci tetapi pura-pura suci, dst. Bartolomeus adalah orang yang tanpa kepura-puraan. la bersikap otentik. la tidak menutup-nutupi keraguannya bahwa Yesus dari Nazaret adalah Mesias.

Keberaniannya untuk bersikap transparan itulah titik tolak yang menyelamatkannya. Apalagi, di hadapan Tuhan kepura-puraan sebenarnya tak berlaku, sebab di mata-Nya tak ada yang tersembunyi. Sikap jujur dan transparan di hadapan Tuhan merupakan pintu menuju iman sejati. Iman sejati mentransformasi diri, sementara kepalsuan menghambat perubahan nyata.

Bersikap otentik berarti berani terbuka di hadapan Tuhan dan sesama. Orang yang otentik tidak menyembunyikan luka dan tak suka sekadar mencari muka. la menerima diri apa adanya seraya membuka diri pada segala kemungkinan untuk perbaikan. Keterbukaan Bartolomeus membawanya pada pengakuan iman, “Rabi, Engkaulah Anak Allah, Engkau Raja orang Israel” (ay. 49).

Iman yang otentik ini membuat Bartolomeus berkembang menjadi utusan: konon, ia mewartakan Injil sampai ke India. Karena itulah, ia juga boleh menikmati janji Kristus: melihat kemuliaan para malaikat dan Anak Domba di surga seperti digambarkan bacaan pertama.

Ya Allah, semoga kami tidak takut menjadi diri sendiri, mampu menyingkirkan segala kepalsuan, dan terbuka pada Sabda-Mu yang senantiasa melecut semangat pembaruan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Bacaan Injil Hari Ini 23 Agustus 2021

Sabda Tuhan Hari Ini 23 Agustus 2021, Mat 23:13-22

Pada suatu hari, Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, “Celakalah kalian, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk.

[Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu menelan rumah janda-janda sedang kamu mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Sebab itu kamu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.]

Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu mengarungi lautan dan menjelajah daratan, untuk mentobatkan satu orang saja menjadi penganut agamamu dan sesudah ia bertobat, kamu menjadikan dia orang neraka, yang dua kali lebih jahat dari pada kamu sendiri. Celakalah kamu, hai pemimpin-pemimpin buta, yang berkata: Bersumpah demi Bait Suci, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi emas Bait Suci, sumpah itu mengikat.

Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu? Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat. Hai kamu orang-orang bodoh dan orang-orang buta, apakah yang lebih penting, emas atau Bait Suci yang menguduskan emas itu? Bersumpah demi mezbah, sumpah itu tidak sah; tetapi bersumpah demi persembahan yang ada di atasnya, sumpah itu mengikat.

Hai kamu orang-orang buta, apakah yang lebih penting, persembahan atau mezbah yang menguduskan persembahan itu? Karena itu barangsiapa bersumpah demi mezbah, ia bersumpah demi mezbah dan juga demi segala sesuatu yang terletak di atasnya. Dan barangsiapa bersumpah demi Bait Suci, ia bersumpah demi Bait Suci dan juga demi Dia, yang diam di situ. Dan barangsiapa bersumpah demi sorga, ia bersumpah demi takhta Allah dan juga demi Dia, yang bersemayam di atasnya.”

Renungan

Seorang filsuf Yunani kuno pernah mengatakan, “Antara kebenaran dan persahabatan, aku lebih memilih kebenaran.” Yesus bersahabat baik dengan orang-orang Farisi. Kadang, ia makan malam di rumah mereka. la juga berdiskusi dengan Nikodemus. Meski demikian, Yesus tidak segan-segan mengutarakan kebenaran. la tidak bisa menutupi bahwa ada yang tidak benar dalam perilaku sahabat-sahabat- Nya itu, apalagi orang-orang Farisi dianggap sebagai pemuka agama. Mengutarakan kebenaran memang bisa berisiko menimbulkan ketegangan bahkan perpecahan, namun itu masih lebih baik daripada membiarkan kesalahan yang menyesatkan merajalela.

St. Paulus juga menegaskan bahwa ia bersama Silwanus dan Timotius mewartakan Injil tidak hanya dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kuasa Roh Kudus yang membawa pada pekerjaan yang benar. Berkat pewartaan dan kesaksian mereka orang-orang Tesalonika “berbalik dari berhala-berhala kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar” (1 Tes. 1:9). Sebaliknya, orang-orang Farisi merasa telah menyembah Allah dengan menaati detail-detail aturan agama sampai melupakan apa yang esensial, yaitu kasih terhadap sesama. Mereka jadi munafik karena mereka telah menyembah berhala-berhala, yakni citra diri dan kehormatan.

Bapa, semoga kami berani mengutarakan kebenaran pada waktu yang tepat. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Bacaan Injil Minggu 22 Agustus 2021

Sabda Tuhan Hari Ini 22 Agustus 2021, Yoh 6:60-69

Setelah Yesus menyelesaikan ajaran-Nya tentang roti kehidupan, banyak dari murid-murid-Nya berkata: “Perkataan ini keras, Siapakah yang sanggup mendengarkannya?” Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka:

“Adakah perkataan itu menggoncangkan imanmu? Dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana la sebelumnya berada? Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.”

Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. Lalu la berkata: “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya,” Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?”

Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

Renungan

Orang yang mengikuti Kristus hanya demi memperoleh kemudahan dan pemenuhan kepentingan pribadi, sewaktu-waktu dengan mudah akan meninggalkan-Nya, khususnya ketika merasa dikecewakan. Sebaliknya, orang yang mengikuti Kristus karena mencintai Dia dan menemukan dalam Dia suatu kebenaran yang tak tergantikan, bukan hanya tak akan meninggalkan melainkan bahkan sanggup berkorban untuk membela-Nya.

Petrus telah mengenali Yesus dan menemukan kebenaran dalam Dia. Baginya, sabda Yesus adalah sabda kehidupan kekal, juga ketika sabda-Nya kadang terdengar keras atau mengusik nurani. Perkataan lembut dan nikmat didengar belum tentu mengandung kebenaran. Petrus mencintai Yesus dan sama sekali tak melihat ada alasan untuk meninggalkan-Nya.

Bangsa Israel yang telah merasakan cinta Allah dalam rupa pembebasan dari perbudakan di Mesir juga tak melihat alasan untuk meninggalkan Allah dan beribadah kepada allah lain. “Jauhlah dari kami meninggalkan Tuhan untuk beribadah kepada allah lain” (Yos. 24:16). St. Paulus menggambarkan kasih setia Kristus kepada umat-Nya (Gereja) sebagai model dan inspirasi bagi kasih sepasang suami istri.

Seperti jemaat menghormati Kristus, demikian istri harus menghormati suaminya. Sebaliknya, seperti Kristus telah mengasihi jemaat dengan menyerahkan hidup-Nya, demikian suami harus mengasihi istrinya (bdk. Et. 5:24-25). Bila hal ini terwujud, lalu tak ada alasan untuk berpindah ke lain hati. Ketidaksetiaan dan perselingkuhan bisa terjadi bila orang menyembah ‘allah’ lain, yakni kenikmatan pribadi.

Bapa, terima kasih atas kesetiaan-Mu. Ajarlah kami untuk setia kepada Kristus sebagaimnana Kristus setia mencintai kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

Renungan Bacaan Injil Hari Ini 21 Agustus 2021

Sabda Tuhan Hari Ini 21 Agustus 2021, Mat 23:1-12

Sekali peristiwa, berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.

Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya. Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang; mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat; mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi. Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.

Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

Renungan

Setiap orang ingin mendapat pengakuan dan diperlakukan secara terhormat oleh orang lain. Namun, pengakuan dan penghormatan tersebut hanya bermakna bila bukan merupakan pujian kosong, melainkan didasarkan pada kinerja dan integritas moral orang yang bersangkutan.

Maka, pengakuan dan penghormatan tak perlu dicari-cari, sebab keduanya akan datang dengan sendirinya bila orang bekerja secara jujur, tulus, kreatif, dan profesional. Dalam bacaan pertama, ketulusan, kesetiaan, dan kinerja Rut di negeri baru yang ia tinggali membuat Boas terkesan sehingga ia memperlakukan Rut secara terhormat. Bahkan, Boas, orang Yahudi itu, tak segan-
segan untuk menebus dan memperistri Rut, yang adalah orang asing.

Dalam Injil, orang-orang Farisi dan ahli Taurat mencari pujian kosong. Mereka rajin beribadah dan beramal hanya agar dikagumi oleh orang banyak dan mereka senang dipanggil dengan gelar-gelar kehormatan mereka. Apresiasi tanpa didasarkan pada prestasi adalah sanjungan hampa. Mereka lebih mementingkan dekorasi daripada substansi. Mereka berusaha menciptakan impresi dengan ujaran-ujaran indah dan ajaran-ajaran saleh.

Menurut Yesus, “mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya” (ay. 5). Tanpa kinerja dan integritas moral, mereka pantas dicela. Tentu sebagai manusia dan karena posisi mereka sebagai pemuka agama, mereka perlu diperlakukan dengan hormat seperlunya. Tak heran, Yesus menyarankan agar para murid tetap mendengarkan pemuka seperti itu, walaupun tak perlu meneladan perbuatan mereka.

Ya Bapa, semoga dalam setiap hal yang kamni lakukan kami selalu mengutamakan kinerja dan integritas moral serta tidak mencari-cari pujian hampa. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2021, OBOR Indonesia

Baca Juga: https://staging2.christina.my.id/bacaan-injil-hari-ini-panduan-hidup-beriman/

.

.

You cannot copy content of this page