Renungan Harian Hari Ini 16 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 16 Januari 2023, Bacaan Injil Markus 2:18-22

Bacaan I: lbr. 5:1-10; Mazmur: 110:1.2.3.4; R:4bc; PEKAN BIASA II (H) St. Bernardus, dkk;

Waktu itu, murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa. Pada suatu hari datanglah orang-orang kepada Yesus dan berkata: “Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya. Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 16 Januari 2023, Bacaan Injil

Perkembangan teknologi membawa serta perubahan dalam banyak bidang termasuk budaya. Barangkali kita sering mendengar keluhan orang tua terhadap anak-anak mereka, atau keluhan guru-guru terhadap anak-anak didik mereka. Para orang tua atau para guru sering kali menggunakan kata-kata ini: “Anak-anak sekarang tidak sama dengan anak-anak zaman dahulu.”

Perbandingan ini bisa membantu, namun sering kali yang muncul justru kekecewaan, kekesalan, dan kemarahan. Sebab itu, pantaslah kalau kita merenungkan Injil hari ini: “Anggur baru hendaknya disimpan dalam kantong kulit yang baru pula.” Artinya, mari kita memahami dan menghadapi generasi masa kini dengan mentalitas dan perkembangan masa kini. Mari kita berelasi dengan anak-anak zaman now melalui pendekatan yang akrab dengan mereka.

Pendekatan zaman old mungkin saja masih baik, namun kurang tepat untuk diterapkan pada situasi masa kini karena karakternya berbeda. Kalau dipaksakan, keduanya tidak akan puas sehingga hasilnya malah keretakan. Lebih jauh kita renungkan bahwa barangkali baik kalau kita mengerti dan mengekspresikan cara hidup beriman kita dengan berbagai pendekatan baru sesuai perkembangan zaman sehingga hidup kita senantiasa dibarui dan tidak asing bagi generasi masa kini.

.

Ya Tuhan, bantulah kami memahami dan mengikuti-Mu sesuai tanda-tanda zaman di sekitar kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 15 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 15 Januari 2023, Bacaan Injil Yohanes 1:29-34

Bacaan I: Yes. 49:3.5-6; Mazmur: 40:2.4ab.7-8a.8b-9.10; R:8a.9a; Bacaan II: 1Kor. 1:1-3; O PEKAN II PEKAN BIASA II (H) St.Arnoldus Janssen;

Ketika Yohanes membaptis di Sungai Yordan, ia melihat Yesus datang kepadanya. Yohanes berkata: “Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya la dinyatakan kepada Israel.”

Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 15 Januari 2023, Bacaan Injil

Firman Allah yang disampaikan kepada Yesaya dalam Bacaan Pertama hari ini sangat mengesankan: “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi” (Yes. 49:6).

Di sana dikatakan bahwa Yesaya tidaklah cukup dengan menjadi seorang hamba yang berbuat sesuai perintah tuannya saja. Akan tetapi, Allah menjanjikan kepadanya untuk membuatnya menjadi terang bangsa-bangsa. Karena itu, Yesaya lebih dari sekadar hamba, ia adalah utusan Tuhan. Seorang utusan Allah mampu dan dimampukan untuk memaksimalkan talenta yang dimilikinya untuk mewartakan kabar keselamatan.

Ia menjadi terang bagi bangsa-bangsa, bercahaya dalam dirinya untuk menerangi lingkungan sekitarnya. Ada inisiatif untuk menolong mereka yang membutuhkan, ada kemauan untuk melaksanakan Sabda Tuhan sebagaimana Paulus yang berkobar-kobar menyapa umat untuk hidup selaras kehendak Tuhan. Dan, seperti Yohanes Pembaptis yang tidak hanya membaptis, tetapi juga dengan penuh semangat menjadi saksi lewat pewartaan bahwa Yesus adalah Anak Allah.

.

Ya Tuhan, semoga kami memaksimalkan talenta yang telah Kauanugerahkan kepada kami untuk menjadi saksi ulung dan setia sampai ke ujung bumi. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 14 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 14 Januari 2023, Bacaan Injil Markus 2:13-17

Bacaan I: lbr. 4:12-16; Mazmur: 19:8-9.10.15; R: Yoh. 6:63c; PEKAN BIASA I (H); B.Petrus Donders; B.Odorikus dr Pordenone;

Sekali peristiwa, Yesus pergi lagi ke pantai Danau Galilea, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka. Kemudian ketika la berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: “Ikutlah Aku!” Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia. Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.

Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: “Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 14 Januari 2023, Bacaan Injil

Ada seekor domba yang jatuh ke lubang bekas sumur yang dalamnya hampir 2 meter. Domba itu tidak bisa menyelamatkan diri. Dia hanya berputar-putar dalam sumur yang berlumpur itu. Setelah sore tiba, si pemilik domba mencari-cari dombanya karena ada satu ekor yang tidak ada dalam kawanan. Dari jauh ia mendengar bunyi domba yang merengek-rengek. Tanpa berpikir panjang, si pemilik domba mencari sumber bunyi dan menemukan bahwa dombanya jatuh dalam sumur.

Maka, ia pun turun ke dalam sumur itu untuk mengangkat dombanya yang sudah berlumuran lumpur. Ia pun ikut berlumuran lumpur karena mengangkat dan menyelamatkan dombanya tersebut. Itulah ilustrasi sederhana yang menggambarkan Imam Agung kita yang sungguh mengerti keadaan domba gembalaan-Nya. Ia mengerti karena Ia ikut merasakan penderitaan umat-
Nya yang berlumuran dosa seperti si pemilik domba yang ikut turun ke sumur supaya ia bisa mengangkat dombanya yang tidak mempunyai penolong.

Yesus, Imam Agung kita, menegaskan bahwa la datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa supaya mereka selamat sebagaimana tabib ada untuk menyelamatkan yang sakit, bukan yang sehat.

.

Ya Yesus, semoga kami berani bergaul dengan siapa saja sehingga bisa berbuat sesuatu untuk membantu mereka yang membutuhkan pertolongan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 13 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 13 Januari 2023, Bacaan Injil Markus 2:1-12

Bacaan I: Ibr. 4:1-5.11; Mazmur: 78:3.4bc.6c-7.8; R:7c; PEKAN BIASA I (H) St.Hilarius;

Selang beberapa hari sesudah Yesus datang ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah. Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka, ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya, sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.

Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah la kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!” Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya: “Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?” Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini:

Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” -berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu-: “Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!” Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: “Yang begini belum pernah kita lihat.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 13 Januari 2023, Bacaan Injil

Sangat mengesankanlah empat orang yang menggotong seorang lumpuh dalam Bacaan Injil hari ini. Karena mereka, si lumpuh dapat bertemu dan disembuhkan oleh Yesus. Keempat orang ini sangat gigih dan kreatif. Mereka berusaha supaya si lumpuh bisa terbantu. Si lumpuh sendiri tidak bisa membantu dirinya untuk bertemu Yesus apalagi di tengah kerumunan yang padat. Usaha para penggotong yang gigih itu dengan mengatasi segala rintangan sungguh membuahkan hasil. Si lumpuh bisa sampai di hadapan Yesus.

Menarik bahwa Kitab Suci menceritakan bahwa “ketika Yesus melihat iman mereka…,” artinya iman keempat yang menggotong si lumpuh, Yesus bertindak dan menyembuhkan si lumpuh. Kisah ini menunjukkan bahwa usaha seseorang atau doa seseorang/beberapa orang mampu menyelamatkan orang lain. Ada orang-orang yang “lumpuh” entah secara fisik atau rohani bisa menjadi kuat/sembuh berkat dorongan, usaha, kreativitas, dan doa orang lain terutama yang akrab dan dekat dengan dia.

Sebab itu, semoga kita peka terhadap kebutuhan orang lain dan berusaha dengan gigih dan kreatif mencari cara untuk menyelamatkan mereka. Iman kita kepada Tuhan dapat menyelamatkan banyak orang lain yang membutuhkan pertolongan.

.

Allah Yang Mahakuasa, semoga kami mampu mengatasi berbagai rintangan yang menghalangi kami untuk bertemu Yesus, Putra-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 12 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 12 Januari 2023, Bacaan Injil Markus 1:40-45

Bacaan I: lbr. 3:7-14; Mazmur: 95:6-7.8-9.10-11; R:8; PEKAN BIASA I (H); St.Aelredus; St.Bernardus dr Corleone; St.Antonius Maria Pucci;

Sekali peristiwa, seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan Yesus, ia mohon bantuan-Nya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.

Segera la menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: “Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

Tetapi, orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya ke mana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru. 

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 12 Januari 2023, Bacaan Injil

Saling menasihati merupakan hal yang sangat wajar dalam hidup kita sebagai manusia, karena kita tidak selalu ada dalam posisi prima dan tanpa salah. Kita memiliki keterbatasan sehingga sangat mungkin salah dan keliru. Untuk itu, kita membutuhkan nasihat. Hal yang sama juga dibutuhkan oleh orang lain.

Dalam Bacaan I hari ini, kita dinasihati supaya berani memberi nasihat agar jangan ada orang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa. Dengan kata lain, kita dinasihati atau kita menasihati supaya ada keselamatan bukan kecelakaan. Dalam Bacaan Injil, seorang yang sakit kusta tidak hanya minta nasihat, tetapi juga minta untuk ditahirkan. Oleh karena permohonannya kepada Yesus, maka ia disembuhkan seketika itu juga.

Adapun orang kusta dalam masyarakat Yahudi adalah orang-orang yang dijauhi dan bahkan harus membuat diri jauh dari orang lain karena dianggap najis. Secara sosial, orang kusta dianggap tidak ada, kalau pun ada harus dijauhi. Maka, kesembuhan dari kusta merupakan harapan terbesar si sakit karena secara fisik ia sembuh dan bersih, juga secara sosial ia diterima dan dianggap ada oleh yang lain.

.

Ya Tuhan, semoga kami mau dinasihati oleh sabda-Mu dan disembuhkan dari segala penyakit yang kami terpisah dari sosial. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 11 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 11 Januari 2023, Bacaan Injil Markus 1:29-39

Bacaan I: lbr. 2: 14-18; Mazmur: 105:1-2.3-4.6-7.8-9; R:8a; PEKAN BIASA I (H);

Sekeluarnya dari rumah ibadat di Kapernaum, Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas. Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.

Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan. Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu. Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.” Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”

Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 11 Januari 2023, Bacaan Injil

Kalau kita memerhatikan secara jeli, dewasa ini banyak perkumpulan baru bermunculan. Perkumpulan ini terbentuk oleh berbagai latar belakang yang sama, seperti profesi, alumni dari suatu sekolah atau perguruan, dari daerah/wilayah yang sama, satu trah/klan, cita-cita yang sama, gaya hidup yang sama, dll. Singkatnya, ada begitu banyak alasan yang mendorong orang untuk membentuk suatu perkumpulan. Hal ini pasti ada nilai dan tujuan positifnya.

Akan tetapi, menjadi negatif ketika suatu perkumpulan membuat seseorang tidak mau terbuka terhadap keberadaan dan keunikan kelompok lain atau kadang juga disebut sebagai eksklusif karena hanya mau mementingkan kelompoknya sendiri dan mengabaikan atau bahkan menjelek-jelekkan kelompok lain.

Injil hari ini mengajak kita untuk berani keluar dari aneka ‘pembatas’ dan keterbatasan. Yesus memberi contoh untuk tidak terikat pada suatu tempat atau pada suatu kelompok. Ia ingin melayani di tempat lain. Ia ingin dekat dengan orang lain selain di tempat yang sekarang ‘seolah-olah’ Dia sangat dibutuhkan karena di situ la dipuji-puji dan banyak orang mencari Dia. Dalam suasana seperti itu, justru Yesus mengajak para murid-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”

.

Ya Tuhan, buatlah kami mau dan mampu melayani sesama di mana pun kami dibutuhkan supaya kerajaan-Mu semakin dirasakan oleh banyak orang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 10 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 10 Januari 2023, Bacaan Injil Markus 1:21b-28

Bacaan I: lbr. 2:5-12; Mazmur: 8:2a.5.6-7.8-9; R:7; O PEKAN I PEKAN BIASA I (H); St.Gregorius Nyssa; Gulielmus Bituricensis;

Pada suatu hari Sabat, Yesus masuk ke dalam rumah ibadat di Kota Kapernaum dan mengajar di sana. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak: “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami?

Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: “Diam, keluarlah dari padanya!” Roh jahat itu mengguncang-guncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya. Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: “Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya.”

Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 10 Januari 2023, Bacaan Injil

Bacaan pada hari ini, khususnya Injil, mengajak kita untuk tidak pernah memberi kesempatan kepada setan dimanapun dan kapan pun. Kita harus selalu waspada karena di dalam rumah ibadat pun sebagai tempat yang dikhususkan untuk memuji Tuhan, ternyata bisa dimasuki oleh setan dan bahkan bisa merasuki seseorang. Setan bisa dengan mudah berkuasa. Yesus tidak memberi kesempatan kepada setan untuk berbicara dan mengganggu seseorang.

Kita pun sebagai pengikut Yesus mestinya belajar dari Yesus untuk menghardik setan yang senantiasa mengganggu kita bahkan saat kita beribadat. Manifestasi dari pengaruh setan dalam hidup kita tidak hanya dalam bentuk kerasukan, tetapi juga bisa dalam bentuk godaan-godaan sederhana, misalnya menggunakan HP/gawai saat beribadat, mengobrol atau mengganggu orang lain yang sedang serius mendengarkan Sabda Tuhan, ingin cepat-cepat selesai Misa karena ada yang lebih menarik di luar atau di tempat lain.

Setan selalu ingin menjauhkan kita dari Tuhan. Maka, hardiklah setan itu dalam dirimu supaya tidak senantiasa merasukimu. Hal lain yang juga penting untuk kita perhatikan adalah bahwa meskipun setan mengenal siapa Yesus, yaitu sebagai Yang Kudus dari Allah, namun ia tidak bertobat. Pertobatan merupakan wujud penyerahan diri kita kepada Tuhan dan kehendak untuk mengikuti Dia.

.

Ya Yesus, buatlah kami mampu mengusir segala pengaruh setan dalam hidup kami dan dengan tegas mengikuti panggilan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 9 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 9 Januari 2023, Bacaan Injil Matius 3:13-17

Bacaan I: Yes. 42:1-4.6-7; Mazmur: 29:1a.2.3ac-4.3b, 9b-10; R: 11b; PESTA PEMBAPTISAN TUHAN (P);

Ketika Yohanes membaptis di Sungai Yordan, datanglah Yesus dari Galilea ke sana untuk dibaptis olehnya. Tetapi, Yohanes mencegah Dia, katanya: “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?” Lalu Yesus menjawab, kata-
Nya kepadanya: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.”

Dan Yohanes pun menuruti-Nya. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 9 Januari 2023, Bacaan Injil

Hari ini, kita merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan. Dalam Bacaan Injil, kita menemukan kata-kata indah ini: Inilah Anak-Ku yang Kukasihi,  kepada-Nya Aku berkenan.” Pertanyaan yang dapat kita ajukan: Apa yang membuat seseorang disebut sebagai anak yang dikasihi? Setidaknya ada beberapa hal yang dapat kita sebut sebagai alasan seseorang disebut sebagai ‘yang dikasihi.’

Pertama, dia adalah anak kandung, meskipun tidak berarti bahwa kalau bukan anak kandung lantas kurang dikasihi. Kedua, tidak nakal/bandel, dalam arti senang mendengar nasihat orang tua dan setia melaksanakannya. Ketiga, berbakat dan berprestasi. Biasanya ibu-ibu bahkan bapak-bapak sangat senang menceritakan anaknya yang berprestasi di kelas, yang sering menjadi utusan sekolah dalam suatu ajang kompetisi dan sering kali mendapat penghargaan atau piala.

Keempat, santun, ramah, mudah akrab dengan siapa saja sehingga disenangi oleh siapa pun. Kelima, rajin dalam banyak hal sehingga bisa dengan mudah membantu mereka yang membutuhkan bantuan. Keenam, ia seorang yang saleh, rajin berdoa, dekat dengan Tuhan.

Barangkali masih banyak hal yang dapat diurutkan sebagai alasan seseorang pantas disebut sebagai ‘yang terkasih’. Yesus, Sang Putra Tunggal Bapa, memiliki semua kualitas positif itu, bahkan melebihi semua itu karena la datang untuk menggenapkan seluruh Sabda Tuhan, seperti yang la tegaskan kepada Yohanes Pembaptis: “Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.”

.

Ya Bapa Yang Mahakasih, jadikanlah kami anak-anak-Mu, yang hidup dan bakti kami berkenan kepada-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 8 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 8 Januari 2023, Bacaan Injil Matius 2:1-12

Bacaan I: Yes. 60:1-6; Mazmur: 72:2.7-8.10-11.12-13; R:11; Bacaan II: Ef. 3:2-3a, 5-6; EPIFANI – HR PENAMPAKAN TUHAN (P) Hari Anak Misioner Sedunia;

Pada zaman pemerintahan Raja Herodes sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.

Mereka berkata kepadanya: “Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu tampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya:

“Pergi dan selidikilah dengan saksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia.” Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia.

Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 8 Januari 2023, Bacaan Injil

Pada Hari Raya Penampakan Tuhan ini, kita diajak merenungkan tiga hal. Pertama, siapa yang menjadi ‘bintang’ dalam hidup kita sehingga kita bertemu dan mengenal Yesus? Semoga dengan peran bintang itu, kita semua beroleh sukacita.

Kedua, mari kita menjadi ‘bintang’ bagi yang lain, yaitu menjadi pribadi-pribadi yang menunjukkan jalan supaya banyak orang menemukan Tuhan. Mari kita menjadi pembawa terang bagi orang lain, bukan hanya sebagai penunjuk jalan (dalam arti tidak ikut), melainkan juga justru harus aktif menjadi terang yang sungguh berguna bagi orang lain sehingga mereka selamat.

Ketiga, para sarjana dari Timur itu membawa persembahan terbaik yang bisa mereka berikan kepada Tuhan. Pertanyaannya, apa yang bisa Anda bawa, saya bawa, dan kita semua bawa untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Kira-kira persembahan terbaik apa yang pantas kita berikan kepada Tuhan sebagai ungkapan syukur kita atas tuntunan dan penyelenggaraan-Nya?

.

Ya Tuhan, dengan bantuan bintang, para sarjana dari Timur menemukan Dia yang mereka cari. Semoga dengan bantuan banyak ‘bintang’ dalam hidup ini, kami mampu menemukan Tuhan yang kami cari dan sembah. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 7 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 7 Januari 2023, Bacaan Injil Yohanes 2:1-12

Bacaan I: 1Yoh. 5:14-21; Mazmur: 149:1-2.3-4.5.6a.9b; R: 4a; PEKAN SEBELUM EPIFANI (P) St.Raimudus dr Penyafort; Hari Sabtu Imam;

Pada waktu itu, ada pesta perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ. Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.” Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.” Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!”

Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu mereka pun membawanya.

Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya — ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”

Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 7 Januari 2023, Bacaan Injil

Bunda Maria memiliki mata yang sangat peka. Kendati ia tamu (undangan), namun ia tidak ingin membuat tuan rumah merasa malu karena tidak bisa menjamu tamu-tamu mereka dengan baik. Ia sendiri tidak bisa menyediakan kebutuhan yang diperlukan, namun ia memaksimalkan perannya dengan meminta bantuan kepada seseorang yang ia percayai supaya permasalahan yang dihadapi dapat terselesaikan.

Ia memberitahu kepada Yesus bahwa mereka (tuan rumah) kehabisan anggur. Dengan kata lain, Maria meminta bantuan karena ia percaya bahwa Putranya itu bisa berbuat sesuatu. Dan, meskipun pada awalnya Yesus mengatakan, “Mau apakah engkau dari pada-Ku, Ibu? Saat-Ku belum tiba”, namun, pada akhirnya, Yesus pun berbuat sesuatu sehingga terjadilah mukjizat: air menjadi anggur.

Itulah salah satu landasan biblis mengapa orang Katolik berdoa kepada Tuhan dengan perantaraan Bunda Maria. Orang Katolik percaya bahwa permohonan atau doa yang disampaikan oleh Bunda Maria akan dikabulkan, sebagaimana terjadi di Kana yang di Galilea dahulu. Maria sungguh mengenal dan dengan Yesus sehingga permohonannya dikabulkan. Semoga kita pun memiliki kedekatan dengan Yesus dan setia melaksanakan perintah-Nya sehingga banyak orang bersukacita karena kasih dan kebaikan-Nya.

.

Ya Bunda Maria, doakanlah kami kepada Putramu sehingga kami pun semakin akrab dan setia kepada-Nya. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page