Renungan Harian Hari Ini 26 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 26 Januari 2023, Bacaan Injil Lukas 10:1-9

Bacaan I: 2Tim. 1:1-8 atau Tit. 1:1-5; Mazmur: 96:1-2a.2b-3.7-8a.10; PEKAN BIASA III; Pw St.Timotius dan Titus, Usk (P);

Pada suatu hari, Tuhan menunjuk tujuh puluh murid, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.

Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.

Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 26 Januari 2023, Bacaan Injil


Ada pepatah yang mengatakan: “Mulutmu adalah harimaumu.” Kata-kata yang kita ucapkan dapat membahagiakan sekaligus menyakitkan. Semua tergantung kepada orang yang mengucapkannya. Setiap hari kita dipanggil untuk mewartakan kebaikan mulai dari saat kita berpikir, berkata-kata, dan bertindak. Injil hari ini menegaskan bahwa setiap orang Kristiani mempunyai kewajiban membawa damai kepada orang lain. Katakanlah lebih dahulu: “Damai sejahtera bagi rumah ini.”

Diri kita sendiri adalah kedamaian bagi orang lain. Hal itu tercermin ketika kita berelasi dan berkata-kata kepada orang lain. Paulus dalam suratnya kepada Timotius memberikan teladan bagaimana dirinya menjadi pembawa damai bagi orang lain. Ia dapat menjadi pembawa damai karena merasakan roh Allah yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban. Kekuatan itu dirasakan oleh Paulus dan ia mengajak Timotius serta Titus untuk mengobarkan karunia Allah yang telah mereka peroleh.

Marilah kita melihat dalam diri kita masing-masing kekuatan kasih karunia Allah untuk berpikir, berkata-kata, dan bertindak mengobarkan kebaikan Allah.

.

Ya Allah, kami bersyukur karena Engkau telah memilih kami untuk menjadi pembawa damai sejahtera. Buatlah kami selalu berani untuk menjadi pembawa damai bagi orang lain melalui perkataan dan perbuatan kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 25 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 25 Januari 2023, Bacaan Injil Markus 16:15-18

Bacaan I: Kis. 22:3-16 atau Kis 9:1-22; Mazmur: 117:1.2. Ref.: Mrk. 16:15; HUT. Kongregasi Imam & Bruder Congregation Missionis (CM); PEKAN BIASA III; Pesta Pertobatan St. Paulus, Rasul (P); Penutupan Pekan Doa Sedunia;

Sekali peristiwa, Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid, dan berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya:

mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 25 Januari 2023, Bacaan Injil

Setiap orang mempunya pengalaman rohani, yaitu ketika ia merasakan kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Paulus merasakan pengalaman kehadiran Tuhan dalam perjalanan ke Damsyik. Pada awalnya, Paulus merasa dirinya adalah orang yang paling hebat, paling penting, paling pandai. Ia merasa sungguh dibutuhkan oleh orang lain. Ia merasa di atas semua orang.

Akan tetapi, perjumpaan dengan Tuhan menjadi titik awal perubahan hidupnya. Paulus mendapatkan teguran dari Tuhan. Teguran keras bertujuan melembutkan hatinya. Tuhan mengubah hidupnya dengan cara yang tidak diduga sebelumnya. Paulus diajak merenungkan tujuan hidup yang sebenarnya, yakni menjadi pewarta kabar baik kerahiman dan belas kasih Tuhan. “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

Tuhan memanggil kita dalam cara hidup kita, bekerja, dan berelasi dengan orang lain. Kita hidup di dunia dengan tujuan mewartakan kebaikan Tuhan yang terjadi dalam hidup kita. Cara Tuhan bertindak sering kali tidak seperti yang kita bayangkan atau harapkan. Tuhan mempunyai jalan sendiri yang tidak selalu kita pahami. Tuhan menyapa manusia dengan beragam cara. Ia bisa bertindak dengan keras sekaligus lembut. Kita diminta peka untuk melihat pengalaman kehadiran Tuhan sekaligus merefleksikan tujuan hidup kita yang sesungguhnya.

.

Ya Allah, buatlah hati kami peka akan pengalaman yang sudah Engkau berikan pada diri kami. Mampukanlah kami menerima pengalaman rahmat dan biarlah hati kami terbuka untuk melihat karya agung-Mu dalam hidup ini. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 24 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 24 Januari 2023, Bacaan Injil Markus 3:31-35

Bacaan I: lbr 10:1-10; Mazmur: 40:2.4ab.7-8a. 10.11; R:8a.9a; PEKAN BIASA III Pw St.Fransiskus dr Sales, UskPujG (P) Hari Ke-7 Pekan Doa Sedunia;

Sekali peristiwa, datanglah ibu dan saudara-saudara Yesus ke tempat la sedang mengajar. Sementara mereka berdiri di luar, mereka menyuruh orang memanggil Dia. Ada orang banyak duduk mengelilingi Dia, mereka berkata kepada-Nya: “Lihat, ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar, dan berusaha menemui Engkau.”

Jawab Yesus kepada mereka: “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?” Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Barang siapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 24 Januari 2023, Bacaan Injil

Dalam Injil hari ini diperlihatkan bahwa Yesus memperluas makna persaudaraan di antara manusia. Orang yang menjadi ibu, saudara atau saudari, bukan hanya mereka yang memiliki ikatan darah. Akan tetapi, syarat utama untuk menjadi saudara atau saudari Yesus adalah melakukan kehendak Allah. Lantas, bagaimana cara melakukan kehendak Allah?

Barangkali kita bisa belajar dari salah seorang santo/santa dalam Gereja kita, terutama yang kita peringati hari ini, yaitu Santo Fransiskus dari Sales, uskup dan pujangga Gereja. Ia sungguh-sungguh menjalani panggilannya sebagai seorang imam dengan menyampaikan khotbah yang penuh kasih sehingga hasilnya sangat menggugah dan mengubah banyak orang. Sebagai uskup, ia menyediakan banyak waktunya untuk mendengarkan pengakuan dosa, berkhotbah, dan mengajar.

Dia seorang pribadi yang baik dan penuh belas kasih kepada semua orang sehingga ia disenangi di mana pun. Dalam salah satu tulisannya ia mengatakan, “Ukuran untuk mencintai adalah mencintai tanpa ukuran.” Karena itu, mari kita mencintai siapa pun tanpa ukuran agar hidup kita berkenan kepada Allah. Dengan demikian, kita melakukan kehendak Allah sehingga kita pantas disebut saudara atau saudari Yesus.

.

Ya Yesus, semoga sepanjang hidup, kami pantas menjadi saudara dan saudari-Mu di mana pun kami berada dan ke mana pun kami diutus. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 23 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 Januari 2023, Bacaan Injil Markus 3:22-30

Bacaan I: lbr. 9:15.24-28; Mazmur: 98:1.2-3ab.3cd-4.5-6; R:1a; PEKAN BIASA III (H) B.Yosepha Maria dr Beniganim; Hari Ke-6 Pekan Doa Sedunia;

Pada suatu hari datanglah ahli-ahli Taurat dari Yerusalem, dan berkata tentang Yesus: “Ia kerasukan Beelzebul.” Ada juga yang berkata: “Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan.” Maka Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: “Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis? Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan, dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.

Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya. Tetapi tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.

Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.” Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 23 Januari 2023, Bacaan Injil

Salah seorang tokoh nasional Indonesia pernah mengatakan, “Konflik yang terjadi dalam masyarakat kita itu sebetulnya hanya dipicu oleh dua hal, yaitu salah paham atau pahamnya salah. Kalau kita merenungi dengan sungguh kata-kata ini, maka kita bisa mengamininya bahwa memang banyak konflik yang terjadi karena salah paham dan paham yang salah itu sering kali dipertahankan karena dianggap sebagai kebenaran.

Bacaan Injil hari ini juga berbicara tentang salah paham. Orang banyak yang berkerumun di sekitar Yesus merasa bahwa Yesus “tidak waras lagi”, sementara ahli-ahli Taurat mengatakan bahwa “Ia kerasukan Beelzebul,” dan ada juga yang mengatakan bahwa dengan kuasa penghulu setan Yesus mengusir setan” (bdk. Mrk. 3:21-22). Yesus tidak membiarkan kesalahpahaman ini terus terjadi sehingga la meluruskannya. Ia berargumen bahwa bagaimana mungkin iblis dapat mengusir iblis. Iblis hanya bisa diusir oleh kekuatan yang lebih besar darinya.

Sebab itu, jangan sampai kesalahpahaman menggerogoti persaudaraan dan persahabatan kita dengan tetangga, jangan sampai meruntuhkan kekompakan dan keharmonisan kita dalam keluarga dan organisasi, jangan sampai memutuskan tali kasih di antara kita yang percaya kepada Tuhan. Kesalahpahaman sangat mungkin terjadi, maka hindari dengan cara berani mendengarkan secara tulus dan saksama penjelasan dan perkataan orang lain tentang dirinya sendiri atau tentang sesuatu yang lain.

.

Tuhan, buatlah kami mampu mendengarkan dan menerima penjelasan orang lain sehingga kami terhindar dari kesalahpahaman yang dapat menimbulkan konflik. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 22 Januari 2023, Bacaan Injil Matius 4:12-17 (4:12-23)

Bacaan I: Yes. 8:23b-9:3; Mazmur: 27:1.4.13-14; R:1a; Bacaan II: 1Kor. 1:10-13.17; O PEKAN III – PEKAN BIASA III (H) Hari Minggu Sabda Allah; Hari Ke-5 Pekan Doa Sedunia;

Ketika mendengar bahwa Yohanes Pembaptis telah ditangkap, Yesus menyingkir ke Galilea. Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, -bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.”

Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 22 Januari 2023, Bacaan Injil

Pada era digital ini, dengan geliat aneka platform media sosial, banyak daerah, orang, acara, dan sebagainya yang sebelumnya kurang atau bahkan tidak dikenal atau viral. Anak-anak desa yang dahulunya hanya bisa bernyanyi di kebun tanpa ada yang peduli pada suara bagusnya, sekarang menjadi terkenal karena suaranya yang bagus itu direkam dengan Hand Phone sederhana lalu diunggah di Youtube atau media sosial lain sehingga orang lain di segala penjuru dunia dapat mengaksesnya.

Ini hanya salah satu contoh, tentu masih banyak contoh lain yang bisa jadi lebih fantastis. Selaras dengan bacaan-bacaan hari ini, dahulu tanah Zebulon dan tanah Naftali direndahkan (bdk. Yes. 8:23), namun dengan kehadiran Yesus sebagai yang “superstar” atau yang itu tanah tersebut pun dikenal. Lantas orang berkata: “Bangsa yang diam dalam kegelapan, telah “viral” waktu melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang” (Mat. 4:16).

Dengan kata lain, di mana ada Yesus, di situ ada terang, di situ ada sukacita. Karena itu, kalau Yesus ada dalam rumah kita, dalam pekerjaan kita, dalam relasi kita satu sama lain, maka pasti ada terang, ada sukacita, ada harapan. Hanya, maukah kita menghadirkan Yesus dalam seluruh aspek kehidupan kita?

.

Tuhan Yesus, hadirlah dalam hidup kami, dalam rumah tangga kami, dalam aktivitas kami sehingga di sana ada damai dan sukacita, ada terang kehidupan. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 21 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 21 Januari 2023, Bacaan Injil Markus 3:20-21

Bacaan I: Ibr. 9:2-3.11-14; Mazmur: 47:2-3.6-7.8-9; R:6; PEKAN BIASA II; Pw Sta.Agnes, Prw Mrt (M) Hari Ke-4 Pekan Doa Sedunia;

Sekali peristiwa, Yesus bersama murid-murid-Nya masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat. Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka, “Ia tidak waras lagi.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 21 Januari 2023, Bacaan Injil

Yesus Kristus yang karena ketaatan-Nya mempersembahkan darah dan hidup-Nya sebagai persembahan terbaik dan tak bernoda kepada Allah. Seperti disampaikan dalam Bacaan Pertama hari ini: “…betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.”

Keteladanan Kristus inilah yang diimani dan diikuti oleh Santa Agnes yang hari ini kita peringati. Ia mempersembahkan keperawanannya kepada Allah yang ia puja. Tidak hanya itu, ia memberikan diri seutuhnya kepada Allah, tanpa takut akan siksaan dan kematian karena yakin bahwa Allah yang ia cintai sungguh mencintainya. Dalam dunia kita saat ini, kisah kemartiran mungkin tidak sama bentuknya dengan kemartiran zaman Gereja Purba.

Akan tetapi, intinya tetap sama, yaitu berani membela iman demi Dia yaitu Yesus yang kita cintai, meskipun harus berhadapan kesulitan, kesakitan, bahkan kematian. Kita tahu bahwa ada begitu banyak orang masa kini yang juga berkorban demi mereka yang dicintai dan juga demi iman yang mereka pegang dan yakini. Semoga kita pun teguh dalam iman akan Yesus Kristus yang telah rela menjadi manusia, yang rela menderita, dan bahkan rela wafat di salib.

.

Ya Tuhan, semoga kami mampu membela iman yang Engkau ajarkan kepada kami dengan penuh keberanian dan mampu memberi kesaksian cara hidup yang baik, benar, dan berguna di tengah masyarakat kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 20 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 20 Januari 2023, Bacaan Injil Markus 3:13-19

Bacaan I: lbr. 8:6-13; Mazmur: 85:8.10-11.13-14; R:11a; PEKAN BIASA II (H) St.Fabianus; St.Sebastianus; B.Angela Pioli; B.Cyprianus Michael Tansi; Hari Ke-3 Pekan Doa Sedunia;

Pada suatu hari, Yesus naik ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya. Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.

Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 20 Januari 2023, Bacaan Injil

Dinamika panggilan menjadi murid Yesus sangatlah jelas diungkapkan dalam Injil hari ini. Pertama, dipanggil untuk menyertai Yesus. Hal ini berarti seorang murid ada bersama, tidak jauh tetapi ada di sekitar Yesus sehingga sungguh-sungguh mengenal pribadi dan misi Yesus. Kedua, setelah menyertai Yesus dan mengenal-Nya lebih dekat, para murid diutus untuk memberitakan Injil. Hal ini berarti bahwa tidak mungkin seseorang pergi mewartakan Injil tanpa mengenal Injil itu sendiri.

Seseorang yang diutus sudah harus mengenal dan tahu terlebih dahulu apa yang harus diwartakan. Hidup seorang utusan diisi dan dikuatkan oleh Injil yang akan atau sedang diwartakannya. Ketiga, dalam perutusan, seorang murid diberi kuasa untuk mengusir setan karena ia setia dalam panggilannya. Ketiga dinamika ini tidak bisa dilepaskan satu sama lain. Seorang utusan menjadi kuat dan memiliki kuasa karena tidak jauh dan tidak terlepas dari pokok, yaitu dari Dia yang mengutus: Yesus Kristus.

Kesatuan dengan Yesus mengokohkan panggilan seorang murid untuk terus menjadi pewarta yang ulung. Sebab itu, seorang pengikut Yesus hanya bisa bertahan dalam situasi apa pun bila ia hidup dekat dengan Yesus. Jika tidak, maka ia akan kehilangan kuasa dan kewibawaan sebagai murid dan utusan.

.

Ya Yesus, semoga kami sanggup menyertai Engkau dengan setia dan berani diutus ke mana pun untuk mewartakan Injil. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 19 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 19 Januari 2023, Bacaan Injil Markus 3:7-12

Bacaan I: Ibr. 7: 25-8:6; Mazmur: 40:7-8a.8b-9.10.17; R: 8a.9a; PEKAN BIASA II (H) St.Marius; St.Gerlakus; St.Gottfrid; Yakobus Sales, dan Wilhelmus Saultemouche; Hari Ke-2 Pekan Doa Sedunia;

Sekali peristiwa, Yesus menyingkir ke danau bersama murid-murid-Nya, dan banyak orang dari Galilea mengikuti Dia. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. Karena orang banyak itu, Yesus menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya, jangan sampai Dia terhimpit oleh mereka.

Sebab Yesus menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan ingin dijamah oleh-Nya. Bilamana roh-roh jahat melihat Yesus, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.” Tetapi dengan keras Yesus melarang mereka memberitahukan siapa Dia.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 19 Januari 2023, Bacaan Injil

Yesus adalah Imam Besar yang sungguh kita butuhkan karena Ia memiliki kriteria seperti yang disampaikan dalam Bacaan Pertama hari ini, yaitu “yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi daripada tingkat-tingkat sorga, yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-selamanya ketika mempersembahkan diri diri sendiri sebagai korban” (Ibr. 7:27).

Lebih dari itu, Yesus memiliki kuasa atas dunia ini, termasuk atas roh-roh jahat yang sering kali datang mengganggu Yesus dan mengganggu para pengikut-Nya. Para roh jahat yang melihat Yesus tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: “Engkaulah Anak Allah.” Kita yang mengaku diri sebagai pengikut Kristus mestinya mengenal Yesus lebih baik dan lebih akrab sehingga tidak hanya tersungkur di hadapan-Nya seperti roh-roh jahat itu, tetapi terlebih mau mengikuti Dia dengan sungguh-sungguh dan setia.

Kita tidak hanya dituntut untuk menghafal dan menyebutkan syahadat iman kita, tetapi juga berani dengan penuh komitmen menjadi saksi keilahian Yesus di tengah-tengah masyarakat kita melalui ucapan dan tingkah laku kita sehari-hari. Kita dikenal sebagai pengikut Kristus lewat jalan cinta dan belas kasih.

.

Ya Bapa, semoga kami mampu mengalahkan kuasa roh jahat dalam diri kami dan dalam diri orang lain dengan taat dan setia kepada Putra-Mu, Yesus Kristus, Imam Besar kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 18 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 18 Januari 2023, Bacaan Injil Markus 3:1-6

Bacaan I: lbr. 7: 1-3.15-17; Mazmur: 110:1.2.3.4; R:4bc; PEKAN BIASA II (H) Sta.Margaretha dr Hungaria; Pembukaan Pekan Doa Sedunia;

Pada suatu hari Sabat, Yesus masuk ke rumah ibadat. Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau la menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Kata Yesus kepada orang yang mati sebelah tangannya itu: “Mari, berdirilah di tengah!” Kemudian kata-Nya kepada mereka: “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?”

Tetapi mereka itu diam saja. Ia berdukacita karena kedegilan mereka dan dengan marah la memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: “Ulurkanlah tanganmu!” Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Lalu keluarlah orang-orang Farisi dan segera bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 18 Januari 2023, Bacaan Injil

Tidak mudah berdiskusi dengan orang-orang yang sudah memiliki kesimpulan sendiri atas suatu masalah atau peristiwa. Juga, tidak mudah mengajak lawan bicara yang sudah memiliki pikiran negatif yang tidak mau berubah karena apa pun pemikiran atau alasan yang diberikan, pasti tidak akan didengarkan atau diperhatikan. Yang ia ketahui bahwa dia benar dan orang lain salah. Hal ini sangat mungkin kita lihat atau alami dalam kehidupan bersama kita di tengah masyarakat.

Ada yang terus memerhatikan kekurangan, kejelekan, atau kesalahan orang lain. Mereka tidak pernah mau memperhitungkan kebaikan orang lain. Ada orang yang hanya mempersalahkan pimpinan tertentu. Kalau pun dia melihat ada yang baik, namun ia akan mencari argumentasi untuk mempersalahkan atau menjatuhkan si pemimpin yang ia maksud.

Hal yang sama dapat kita amati dalam Bacaan Injil hari ini ketika orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus kalau-kalau la menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia. Di mata orang Farisi, apa pun yang dilakukan Yesus pasti tidak baik dan tidak benar karena mereka sudah memiliki kesimpulan bahwa Yesus adalah pribadi yang harus disingkirkan, yang harus dicari-cari kesalahan-Nya, yang harus dibinasakan.

Semoga kita tidak memiliki pikiran negatif kepada seseorang dan kepada siapa saja sehingga kita mampu menerima dan mengakui kebaikan dan kebenaran orang lain demi kehidupan bersama kita.

.

Ya Tuhan, semoga kami mampu berbuat seperti Yesus yaitu menyelamatkan dan membantu mereka yang sangat membutuhkan meskipun ada orang lain yang membenci kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 17 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 17 Januari 2023, Bacaan Injil Markus 2:23-28

Bacaan I: lbr. 6:10-20; Mazmur: 111:1-2.4-5.9.10c; R:5b; PEKAN BIASA II Pw St.Antonius, Abas (P);

Pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum. Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: “Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?” Jawab-Nya kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan,

bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu — yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam — dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 17 Januari 2023, Bacaan Injil

Ada orang yang melihat aturan hanya sebagai aturan atau hukum semata. Namun, ada pula yang melihat aturan atau hukum sebagai sarana untuk memelihara hidup, jalan untuk menata berbagai naluri tidak teratur, dan jalan untuk menciptakan keharmonisan dalam kebersamaan.

Bagi orang Farisi, hukum adalah hukum sehingga bila ada yang tidak selaras hukum, maka ia/mereka harus dihukum. Namun, bagi Yesus, hukum merupakan sarana menata hidup supaya menjadi lebih manusiawi. Hukum, termasuk hukum Sabat, ada untuk menyelamatkan, bukan untuk membinasakan.

Hari ini, kita memperingati Santo Antonius, seorang Abas. Ia seorang yang tergerak hatinya untuk menjadi petapa ulung karena didorong oleh seruan Injil ini: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di surga, kemudian datanglah ke mari dan ikutilah Aku!” (Matius 19:21).

Hal ini merupakan panggilan untuk diri sendiri, untuk keselamatan diri sendiri, namun dengan tidak mengabaikan orang lain. Santo Antonius mampu mengalahkan berbagai godaan karena ia dekat dengan Tuhan melalui puasa dan doa yang ketat. Aturan doa diterapkan dengan ketat supaya banyak jiwa selamat, tidak seperti orang Farisi yang hanya mengedepankan aturan Sabat namun kehilangan makna terdalam dari Sabat itu, yaitu keselamatan manusia.

.

Ya Tuhan, bantulah kami untuk mengikuti ajaran-Mu dengan penuh kedisiplinan sebagaimana diteladankan oleh Santo Antonius. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page