Renungan Harian Hari Ini 5 Februari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 5 Februari 2023, Bacaan Injil Matius 5:13-16

Bacaan I: Yes. 58:7-10; Mazmur: 112:4-5.6-7.8a.9; R:4a; Bacaan II : 1Kor. 2:1-5; O PEKAN I PEKAN BIASA V (H);

Dalam khotbah di bukit, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagi pula orang tidak menyalakan pelita, lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.

Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 5 Februari 2023, Bacaan Injil

“Kamu adalah garam dunia.” Yesus menunjukkan identitas kita sebagai garam. Garam berfungsi untuk memberi cita rasa kebaikan, mengawetkan apa yang sudah baik dan meredam apa yang busuk. Ini berarti bahwa kita perlu mempunyai pandangan yang positif terhadap diri sendiri, terhadap sesama, dan terhadap budaya yang lain.

Kita diingatkan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu dalam keadaan sungguh amat baik sehingga kebaikan ada dan tersebar di dalam budaya, dalam diri saudara-saudari kita yang lain, dan dalam peristiwa-peristiwa hidup ini. Namun, perlu juga meredam hal buruk yang ditebarkan oleh setan. Kita dimampukan untuk menjalankan aneka fungsi sebagai garam bukan dari kelimpahan kemampuan kita sendiri, melainkan berkat pertolongan Allah yang diwujudkan dalam kasih dan pengorbanan (bdk. Yes. 58:7-10).

Dengan mengandalkan Tuhan (bdk. 1 Kor 2:1-5), terang kita bercahaya di depan orang dan mereka memuliakan Bapa di surga (bdk. Mat. 5:13-16)!

.

Ya Allah Roh Kudus, bimbinglah kami untuk menjalankan tugas misioner kami sebagai garam. Buatlah hati kami peka akan kehadiran dan dorongan-Mu sehingga kami dapat merangkul semua yang baik dan dengan tegas menolak apa pun yang jahat. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 4 Februari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 4 Februari 2023, Bacaan Injil Markus 6:30-34

Bacaan I: Ibr. 13:15-17.20-21; Mazmur: 23:1-3a.3b-4.5.6; R:1; PEKAN BIASA IV (H); St.Yohanes de Britto; St.Isidorus dr Mesir, Sta.Katarina dr Ricci; St.Yosef dr Leonisa;

Pada waktu itu, Yesus mengutus murid-murid-Nya mewartakan Injil. Setelah menunaikan tugas itu, mereka kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat.

Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. Ketika Yesus mendarat, la melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.

.

renungan harian hari ini.

Renungan Harian Hari Ini 4 Februari 2023, Bacaan Injil

Setelah para murid menunaikan tugas perutusan, Yesus mengajak mereka beristirahat, seperti halnya Allah yang beristirahat pada hari ketujuh sesudah menciptakan alam semesta selama enam hari. Kita sering kali terdorong untuk menjadi maniak kerja dan tidak mengenal istirahat, bahkan bekerja lembur sampai mengorbankan waktu untuk tidur. Tidak ada waktu untuk keluarga, untuk sahabat, untuk diri sendiri, dan untuk Allah. Akibatnya, kesehatan kita terganggu dengan munculnya berbagai penyakit.

Beristirahat dari kerja merupakan pengakuan bahwa kita ini makhluk terbatas dan membutuhkan kebersamaan dengan sesama, dengan keluarga, dan dengan Allah. Kita bukan robot yang bisa bekerja 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Mari kita mengakui keterbatasan kita dengan mengambil waktu istirahat seperti yang seharusnya dan memanfaatkan waktu istirahat itu untuk diri sendiri, sesama, dan untuk Tuhan.

.

Bapa Yang Maharahim, Engkaulah Pencipta kami. Tuntunlah kami dengan Roh Kudus-Mu agar kami dapat mengakui keterbatasan kami dan dengan gembira mengambil waktu istirahat untuk mendekatkan diri dengan sesama, dengan keluarga, dan dengan Engkau. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 3 Februari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 3 Februari 2023, Bacaan Injil Markus 6:14-29

Bacaan I: lbr. 13:1-8; Mazmur: 27: 1.3.5.8b-9abc; R: 1a; PEKAN BIASA IV (H); St.Blasius, UskMrt; St. Ansgarius;

Pada waktu itu, Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: “Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia.” Yang lain mengatakan: “Dia itu Elia!” Yang lain lagi mengatakan: “Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu.” Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: “Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi.”

Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri. Karena Yohanes pernah menegor Herodes: “Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!”

Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat, sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi, apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.

Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea. Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab!)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 3 Februari 2023, Bacaan Injil

Herodias menyimpan benci dan dendam, sedangkan Herodes menjaga gengsi, gila kekuasaan, dan tidak tegas. Perasaan-perasaan negatif ini mnggerakkan Herodias dan Herodes untuk melakukan kejahatan yang lebih besar, yaitu membunuh Yohanes Pembaptis (bdk. Mrk 6:14-29). Sedangkan Yesus adalah pribadi dengan perasaan-perasaan positif sehingga Ia dijauhkan dari bujukan-bujukan setan dan siap melakukan kehendak Allah (bdk. Ibr. 13:1-8).

Kita perlu mewaspadai dan tidak meremehkan perasaan-perasaan negatif yang muncul dalam diri kita, misalnya merasa diri kecil dan merasa diri selalu ditolak. Perasaan-perasaan negatif ini rawan bisa mendorong kita untuk melakukan kejahatan yang lebih besar kepada sesama. Karena itu, sambil mengolah perasaan-perasaan negatif itu, kita mengupayakan untuk berpikir dan bersikap positif terhadap sesama.

.

Bapa Yang Mahasempurna, jadikanlah kami peka akan hadirnya perasaan-perasaan negatif, dan bantulah kami untuk mengolahnya serta janganlah biarkan kami dikendalikan oleh perasaan negatif itu dalam mengambil keputusan-keputusan. Tumbuhkan dan kobarkanlah selalu sikap positif dalam diri kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 2 Februari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 2 Februari 2023, Bacaan Injil Lukas 2:22-40 (Luk. 2:22-32)

Bacaan I: Mal. 3:1-4 atau Ibr. 2:14-18; Mazmur: 24:7.8.9.10;R:10b; PEKAN BIASA IV; Pesta Yesus Dipersembahkan di Bait Allah (P);

Ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”, dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:

“Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.” Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.

Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan-dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri-, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.” (Bacaan selengkapnya lihat Alkitab!)
.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 2 Februari 2023, Bacaan Injil

Sang Sabda yang menjadi manusia lahir dengan darah dan daging agar Ia dapat solider dengan semua yang dialami oleh manusia. Inilah solidaritas Sang Sabda kepada manusia, yang diawali saat penjelmaan Sang Sabda dalam rahim Bunda Maria pada peristiwa Maria menerima Kabar Gembira dari Malaikat Gabriel. Solidaritas itu kemudian diwujudnyatakan dalam kelahiran sebagai Bayi kecil di Betlehem dan sekali lagi dalam peristiwa Yesus dipersembahkan di kenisah.

Karena kemanusiaan-Nya, Yesus bisa menjadi Imam Agung bagi kita, yaitu Imam Agung yang dapat merasakan segala sesuatu yang kita rasakan sebagai manusia, seperti pencobaan, sengsara, dan kematian, kecuali dalam hal dosa. Sebagai Wakil kita, Yesus mampu mengalahkan iblis yang berkuasa atas maut (bdk. Ibr. 2:14-18). Misi Yesus inilah yang dinyatakan oleh Simeon kepada Bunda Maria dan Santo Yusuf (bdk. Luk. 2:22-40).

.

Ya Yesus, terima kasih atas solidaritas-Mu terhadap kami. Semoga teladan-Mu sebagai manusia yang taat kepada kehendak Allah sampai mati di salib mengobarkan semangat kami untuk berani menaati perintah dan kehendak-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 1 Februari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 1 Februari 2023, Bacaan Injil Markus 6:1-6

Bacaan I: lbr. 12:4-7.11-15; Mazmur: 103:1-2.13-14.17-18a; R: 17; PEKAN BIASA IV (H); B.Marie Anne dan B.Odilia Baumgarten; B.Randelaria dr S. Josef;

Pada suatu ketika, Yesus tiba kembali di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: “Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mukjizat-mukjizat yang demikian, bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon?

Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” Ia tidak dapat mengadakan satu mukjizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka. Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 1 Februari 2023, Bacaan Injil

Yesus dikagumi karena pengajaran-Nya, tetapi ditolak karena dikenali asal-usul manusiawi-Nya, yaitu sebagai anak tukang kayu (bdk. Mrk. 6:1-6). Sang Sabda telah menjadi manusia agar Allah yang sangat mengasihi manusia dapat memberikan pengajaran kepada mereka secara jelas. Namun, risikonya adalah manusia gagal mengenali identitas ilahi-Nya sehingga pengajaran, peringatan, dan pendidikan-Nya diremehkan, bahkan ditolak (bdk. Ibr. 12:4-7, 11-15).

Kita perlu mengenali ajaran kebenaran terlepas dari sarana penyampaian yang digunakan Allah. Ibaratnya, kita perlu mengenal keberadaan sebongkah berlian sekalipun berlian itu keluar dari mulut babi. Untuk itu, kita perlu mengasah hati melalui mendengarkan dan menjadi lebih akrab dengan Sabda Allah sehingga hati kita lebih tanggap dan mengenali kehadiran Allah. Allah bisa menggunakan sarana-sarana yang biasa untuk menyampaikan teguran, pendidikan, pengajaran, dan bimbingan-Nya kepada kita.

Kepekaan dan keakraban dengan Sabda Allah membuat radar batin kita lebih peka dan mengenali kehadiran Allah dan kebenaran-Nya.

.

Ya Allah, buatlah kami lebih peka dan mengenali kehadiran-Mu dalam berbagai sarana manusiawi sehari-hari agar kami dapat menanggapi kepedulian-Mu dengan sepenuh hati. Jadikanlah kami lebih peka menangkap isi pengajaran yang berasal dari pada-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 31 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 31 Januari 2023, Bacaan Injil Markus 5: 21-43

Bacaan I: lbr. 12:1-4; Mazmur: 22:26b-27,28,30,31-32; PEKAN BIASA IV; Pw St.Yohanes Bosko, Im (P);

Sekali peristiwa, setelah Yesus menyeberang dengan perahu, datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia. Ketika itu Yesus masih berada di tepi danau. Maka datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika melihat Yesus, tersungkurlah Yairus di depan kaki-Nya. Dengan sangat ia memohon kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati. Datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.”

Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya. Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.

Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orangbanyak dan bertanya:

“Siapa yang menjamah jubah-Ku?” Murid-murid-Nya menjawab: “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?” Lalu la memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. (Bacaan selengkapnya lihat di Alkitab!)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 31 Januari 2023, Bacaan Injil

Dalam Injil dikisahkan beberapa orang dari keluarga Yairus datang dan mengatakan bahwa anak perempuan Yairus sudah mati. Mereka mengatakan, “Tak perlu lagi merepotkan Yesus, Anakmu sudah mati.” Mereka tidak percaya bahwa apakah permintaan Yairus kepada Yesus untuk menumpangkan tangan dan menyembuhkan anak Yairus masih ada artinya. Akan tetapi, Yesus berkata kepada Yairus, “Jangan takut, percayalah saja!”

“Jangan takut” menandakan kekuasaan ilahi. Yesus tahu keterbatasan manusia, maka la berkata, “Percayalah saja!” Inilah yang disebut dalam Bacaan Pertama bertekun dalam iman. Ada kalanya dalam hidup ini kita mengalami keadaan atau pengalaman batas. Kita berhadapan kejadian yang tidak bisa kita hindari, pengalaman pahit yang harus kita lalui, kita sudah berupaya maksimal, tetapi belum ada tanda-tanda keluar dari permasalahan itu.

Pada saat inilah kita menaruh harapan dan kepercayaan kepada Tuhan. Kita sudah mengupayakan yang maksimal dan kita berserah pada Tuhan. Yesus tidak bisa tinggal diam ketika berhadapan orang yang minta belas kasihan dan menaruh harapan dan kepercayaan kepada-Nya. Yesus memberikan perhatian dan kasih. Inilah yang menyembuhkan dan yang menghidupkan kita.

.

Ya Bapa, bimbinglah kami agar semakin percaya dan berpasrah kepada-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 30 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 30 Januari 2023, Bacaan Injil Markus 5:1-20

Bacaan I: Ibr. 11:32-40; Mazmur: 31:20.21,22.23.24; R:25; PEKAN BIASA V (H); Sta.Yasinta Mareskoti; B.Bronislaus Markiewicz;

Sekali peristiwa, sampailah Yesus dan murid-murid-Nya di seberang Danau Galilea, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan. Orang itu diam di sana dan tidak ada lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai! Sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggu itu dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.

Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu. Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya, dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!” Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: “Hai engkau roh jahat Keluar dari orang ini!”

Kemudian la bertanya kepada orang itu: “Siapa namamu?” Jawabnya “Namaku Legion, karena kami banyak.” Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu. Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan, lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: “Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!”

Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. (Bacaan selengkapnya ihat di Alkitab)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 30 Januari 2023, Bacaan Injil

Gerasa di lsrael pada waktu itu merupakan salah satu tempat orang kafir. Mereka tinggal di gua atau pemakaman serta tempat-tempat yang tidak lazim untuk tinggal. Yesus datang dan hadir di tengah-tengah mereka untuk menyadarkan dan membuka pikiran mereka. Kekuatan roh jahat menguasai orang yang dirasuki setan. Maka, kehadiran Yesus mengusik keberadaan roh-roh jahat di daerah itu. Mereka merasa terganggu.

Menariknya adalah orang yang kerasukan roh-roh jahat tunduk dan mau mengikuti Yesus. Namun, Yesus menghendaki supaya ia mewartakan peristiwa rahmat itu kepada orang lain. Kita pun sering dirasuki roh jahat yang menguasai hati dan pikiran kita sehingga membuat kita bertindak menjauhi Tuhan. Tanpa kita sadari, kita terbawa arus roh jahat dan menikmatinya. Padahal, roh-roh jahat pun tunduk pada Yesus.

Karena itu, Injil hari ini mengajak kita untuk merenungkan hal-hal apa saja yang membawa kita menjauh dari Yesus sendiri. Apakah kita menyadari bahwa kelekatan pada hal-hal tertentu justru dibawa oleh roh jahat sendiri? Mari kita mengutamakan Allah dalam hidup kita sebab Allah telah menyediakan sesuatu yang lebih baik bagi kita (lbrani 11:32).

.

Ya Allah, sadarkan kami bila kami menyimpang dari jalan-Mu dan menjauh dari kehendak-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 29 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 29 Januari 2023, Bacaan Injil Matius 5:1-12a

Bacaan I: Zef. 2:3; 3:12-13; Mazmur: 146:1.7.8-9a.9bc-10; R: Mat. 5:3; Bacaan II: 1Kor. 1:26-31; O PEKAN IV PEKAN BIASA IV (H);

Sekali peristiwa, ketika melihat orang banyak, naiklah Yesus ke atas bukit. Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.

Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 29 Januari 2023, Bacaan Injil

Hidup kita di tengah masyarakat memerlukan pedoman sehingga tujuan hidup bermasyarakat dapat tercapai. Injil hari ini yang dikenal dengan Sabda Bahagia merupakan pedoman bagi umat Kristiani dalam membangun kedalaman rohani pribadi dan kecakapan dalam hidup bermasyarakat. Sabda itu menyapa umat Kristiani dan mau menunjukkan apa yang terjadi bila orang berada dalam keadaan yang digambarkan dalam Sabda Bahagia itu.

Sabda Bahagia mau menunjukkan tuntutan sikap batin dalam hidup umat Kristiani agar terwujud dalam hidup sehari-hari untuk membangun masyarakat bersama umat beriman lainnya. Dalam Bacaan Pertama, Zefanya memberikan pedoman agar umat mengembangkan karakter yang baik, seperti kejujuran, kerendahan hati, dan sikap hidup apa adanya di hadapan Tuhan.

Karena, hidup bermasyarakat yang harmonis akan terbangun jika setiap anggota masyarakat bahu-membahu mengembangkan karakter hidup yang baik dan memperdalam relasi pribadi dengan Tuhan. Hal dimulai pertama dan terutama dari orang beriman Kristiani.

.

Ya Allah, peganglah tangan dan tuntunlah langkah kami dalam mewujudkan Sabda Bahagia di tengah hidup bermasyarakat. Semoga kami mampu memberikan teladan yang baik bagi orang lain. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 28 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 28 Januari 2023, Bacaan Injil Markus 4:35-41

Bacaan I: lbr. 11:1-2.8-19; Mazmur: Luk. 1:69-70.71-72.73-75; R:68; PEKAN BIASA III; Pw St.Thomas Aquino, ImPujG (P);

Pada hari itu, ketika hari sudah petang, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Marilah kita bertolak ke seberang.” Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.

Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka, murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?” Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali. Lalu Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?”

Mereka menjadi sangat takut dan berkata seorang kepada yang lain: “Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 28 Januari 2023, Bacaan Injil

Kita sering mengalami persoalan yang datang bertubi-tubi dalam hidup kita. Belum sempat menarik napas lega sudah ada masalah lain datang. Sering kali kita bertanya kepada Tuhan: Mengapa hidup saya tidak luput dari masalah? Apa salah saya? Apa dosa saya? Mengapa orang lain yang tidak lebih baik hidupnya malah hidup aman-aman saja? Mengapa semua ini terjadi pada saya dan keluarga saya?

Para murid mengatakan dalam Injil hari ini: “Guru, Engkau tidak peduli kalau kita binasa?” Masalah yang kita hadapi tergantung dari sudut pandang kita. Apakah semakin menjerumuskan kita atau justru membangun hidup kita? Ada kalanya Tuhan menggunakan masalah untuk mengarahkan, memeriksa, mengoreksi, melindungi, dan menyempurnakan kita. Satu hal mendasar yang tidak boleh kita lupakan adalah Tuhan senantiasa hadir dan mendampingi kita seberat apa pun persoalan yang kita hadapi.

Abraham mempunyai ketaatan iman yang luar biasa. la sungguh percaya bahwa Allah senantiasa hadir walaupun apa yang ia hadapi tidak sesuai apa yang ia harapkan. Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

.

Ya Bapa Yang Mahakasih, tanamkanlah dalam diri kami iman yang kokoh dan mampukanlah kami untuk meyakini segala sesuatu yang kami hadapi untuk membangun hidup kami sendiri. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 27 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 27 Januari 2023, Bacaan Injil Markus 4:26-34

Bacaan I: Ibr. 10:32-39; Mazmur: 37:3-4.5-6.23-24.39-40; R:39a; PEKAN BIASA III (H); St.Angela Merici; St.Henry de Osso Y Cervello; St.Robertus, Alberikus, dan Stefanus;

Pada suatu ketika Yesus berkata, “Beginilah hal Kerajaan Allah itu: seumpama orang yang menaburkan benih di tanah, lalu pada malam hari ia tidur dan pada siang hari ia bangun, dan benih itu mengeluarkan tunas dan tunas itu makin tinggi, bagaimana terjadinya tidak diketahui orang itu. Bumi dengan sendirinya mengeluarkan buah, mula-mula tangkainya, lalu bulirnya, kemudian butir-butir yang penuh isinya dalam bulir itu.

Apabila buah itu sudah cukup masak, orang itu segera menyabit, sebab musim menuai sudah tiba.” Kata-Nya lagi: “Dengan apa hendak kita membandingkan Kerajaan Allah itu, atau dengan perumpamaan manakah hendaknya kita menggambarkannya? Hal Kerajaan itu seumpama biji sesawi yang ditaburkan di tanah. Memang biji itu yang paling kecil dari pada segala jenis benih yang ada di bumi.

Tetapi apabila ia ditaburkan, ia tumbuh dan menjadi lebih besar dari pada segala sayuran yang lain dan mengeluarkan cabang-cabang yang besar, sehingga burung-burung di udara dapat bersarang dalam naungannya.” Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka, dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya la menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 27 Januari 2023, Bacaan Injil

Seorang petani membutuhkan proses yang tidak sebentar untuk sampai pada saat panen. Mulai dari menanam benih, merawatnya, dan kemudian memanen. Proses tersebut membutuhkan ketekunan supaya dapat menghasilkan panenan yang cukup baik jumlah maupun kualitasnya.

Ketika seseorang menginginkan hasil yang baik, maka ia harus tekun berproses di dalamnya. Rasul Paulus mengingatkan kita pada hari ini untuk bertekun dalam iman kendati ada situasi sulit yang dihadapi, seperti cercaan dan penderitaan. Hal yang sama juga ditegaskan Yesus ketika ia memberikan perumpamaan tentang penabur. Penabur menaburkan benih dan merawatnya supaya buahnya masak ketika musim panen tiba. Panenan berlimpah dan berkualitas itulah yang diharapkan.

Proses beriman juga membutuhkan ketekunan. Persoalan-persoalan yang dihadapi dalam hidup keseharian di rumah, di tempat bekerja, di Gereja harus dihadapi supaya iman kita semakin berkembang dan hidup kita semakin berbuah, yaitu buah kebaikan yang dapat dinikmati setiap orang. Mari kita bertekun dalam iman dalam aneka pengalaman sehari-hari.

.

Ya Bapa, kuatkanlah dan teguhkan iman kami akan Putra-Mu, Yesus Kristus. Dia-lah Tuhan dan Penyelamat kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

You cannot copy content of this page