Renungan Harian Hari Ini 12 Januari 2023, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 12 Januari 2023, Bacaan Injil Markus 1:40-45

Bacaan I: lbr. 3:7-14; Mazmur: 95:6-7.8-9.10-11; R:8; PEKAN BIASA I (H); St.Aelredus; St.Bernardus dr Corleone; St.Antonius Maria Pucci;

Sekali peristiwa, seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan Yesus, ia mohon bantuan-Nya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.

Segera la menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras: “Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka.”

Tetapi, orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya ke mana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru. 

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 12 Januari 2023, Bacaan Injil

Saling menasihati merupakan hal yang sangat wajar dalam hidup kita sebagai manusia, karena kita tidak selalu ada dalam posisi prima dan tanpa salah. Kita memiliki keterbatasan sehingga sangat mungkin salah dan keliru. Untuk itu, kita membutuhkan nasihat. Hal yang sama juga dibutuhkan oleh orang lain.

Dalam Bacaan I hari ini, kita dinasihati supaya berani memberi nasihat agar jangan ada orang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa. Dengan kata lain, kita dinasihati atau kita menasihati supaya ada keselamatan bukan kecelakaan. Dalam Bacaan Injil, seorang yang sakit kusta tidak hanya minta nasihat, tetapi juga minta untuk ditahirkan. Oleh karena permohonannya kepada Yesus, maka ia disembuhkan seketika itu juga.

Adapun orang kusta dalam masyarakat Yahudi adalah orang-orang yang dijauhi dan bahkan harus membuat diri jauh dari orang lain karena dianggap najis. Secara sosial, orang kusta dianggap tidak ada, kalau pun ada harus dijauhi. Maka, kesembuhan dari kusta merupakan harapan terbesar si sakit karena secara fisik ia sembuh dan bersih, juga secara sosial ia diterima dan dianggap ada oleh yang lain.

.

Ya Tuhan, semoga kami mau dinasihati oleh sabda-Mu dan disembuhkan dari segala penyakit yang kami terpisah dari sosial. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

Renungan Harian Hari Ini 12 Januari 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 12 Januari 2022, Bacaan Injil Markus 1 : 29 – 39

Sekeluarnya dari rumah ibadat di Kapernaum, Yesus bersama Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas.

Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam.

Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus. Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya.

Kemudian perempuan itu melayani mereka.

Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.

Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.

Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.

Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia; waktu menemukan Dia mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.”

Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”

Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.

.

renungan harian hari ini

 

Renungan Harian Hari Ini 12 Januari 2022, Bacaan Injil

Hana, ibu Samuel menepati janjinya. Ia menyerahkan Samuel, anak tunggalnya, untuk melayani Eli, imam Tuhan.

Ketulusan ibunya, melekat pada Samuel, sehingga Tuhan memanggilnya suatu malam. Namun, ia belum mengenal suara Tuhan secara pribadi. Syukur, Eli membantunya (1 Sam. 3:1-10.19-20).

Peristiwa Tuhan memanggil Samuel menunjukkan pelajaran spiritual yang penting. Tuhan selalu mendatangi dan memanggil kita secara pribadi.

Tuhan tidak asing dan jauh dari kita. Ia tamu hati kita, yang saban hari mengunjungi kita.

Memanggil berarti seseorang dikenal, diundang, dan mau ada bersama, dan bekerja sama. Seperti Samuel, setiap kita dipanggil oleh Tuhan dengan cara-Nya dan sesuai situasi kita masing-masing.

Namun, sebagaimana Samuel membutuhkan bantuan Eli untuk mengenal suara Tuhan, demikian juga kita. Kita membutuhkan bantuan sesama terutama pendamping spiritual untuk lebih mudah mengenal suara panggilan Tuhan.

Suara panggilan Tuhan akan terdengar jelas jika kita membuka hati dan membaktikan diri untuk Tuhan, seperti Samuel. Untuk itu perlu berdoa dalam keheningan batin.

Hal itu dilakukan Yesus dalam bacaan Injil hari ini (Mrk. 1:29-39).

Allah dalam diri Putra, Yesus Kristus, mendatangi manusia, memanggilnya dan memberikan pembebasan kepada mereka dari segala macam kesusahan, antara lain penyakit.

Yesus memperkuat keberadaan dan kehadiran Allah yang pernah memanggil Samuel. 

.

Ya Tuhan, bantulah kami untuk mencintai keheningan, agar dapat mendengar panggilan-Mu yang selalu menggema dalam batin kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

You cannot copy content of this page