Renungan Harian Hari Ini 16 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 16 April 2022, Bacaan Injil Markus 16:1-7

Bacaan I: Kel. 14:15-15:1; Mazmur: Kel. 15:1-2.3-4.5-6. 17-18; R:1a; Bacaan II: Rm. 6:3-11; SABTU SUCI (P) Sta.Bernadetta Soubirous; St.Paternu;

Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.

Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.

Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?”

Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling.

Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka lihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan.

Mereka pun sangat terkejut, tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: “Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu.

Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat!

Inilah tempat mereka membaringkan Dia. Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 16 April 2022, Bacaan Injil

Allah adalah asal mula segala-galanya. Ia adalah sumber kehidupan kita. Ia memberi kita napas kehidupan, rezeki, jalinan persahabatan dengan sesama, alam yang indah, dan segala yang baik bagi kita.

Sebagai ciptaan-Nya, kita dipanggil untuk dapat bersatu dengan-Nya.

Dalam sejarah keselamatan, misalnya dalam sejarah Israel, Allah mengutus nabi-nabi untuk menyelamatkan mereka.

Ia membebaskan bangsa umat pilihan dari ketertindasan, kendati mereka juga kerap berpaling dari-Nya. Allah sungguh peduli dengan ciptaan-Nya.

Kepedulian Allah memuncak dalam diri Yesus Kristus, Putra Tunggal-Nya. Sang Putra datang ke dunia, berkarya, menderita, wafat, dan kemudian bangkit.

Seluruh peristiwa itu menunjukkan kepedulian Allah terhadap kita.

Kebangkitan-Nya yang kita rayakan hendaknya membuat kita sadar, segera bangkit dan meninggalkan kebiasaan lama hidup kita, dan menjawab panggilan-Nya untuk senantiasa hidup dalam kesucian.

.

Tuhan, kuatkanlah kami agar kami hidup di dalam kesucian sebagai murid-Mu dalam seluruh peziarahan hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Perayaan Ekaristi Kamis Putih: Mengasihi Sampai Tuntas

Hari ini 14 April 2022, umat Katolik mengawali Minggu Kudus atau Trihari Paskah dengan Perayaan Ekaristi Kamis Putih. Pada hari Kamis Putih, Gereja Katolik mengenangkan Yesus yang menyerahkan tubuh dan Darah-Nya demi keselamatan manusia.

Peristiwa perjamuan Terakhir Yesus bersama para muridNya digambarkan pula dalam perayaan ekaristi ini sebagai cikal bakal Sakramen Ekaristi. Kekhasan dalam perayaan Ekaristi Kamis Putih adalah upacara pembasuhan kaki.

Sebuah teladan dari “Sang Guru” kepada para muridNya untuk bersikap rendah hati, rela melayani sesama dengan kasih dan cinta. Yesus hendak menyatakan bahwa Ia datang untuk melayani bukan dilayani.

Dikatakan dalam Injil “Jadi jikalau Aku Tuhan dan Gurumu membasuh kakimu, maka kamu pun wajib saling membasuh kakimu, sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu.”

Pada jaman itu, memang orang membasuh kaki sendiri sebelum masuk ke ruang perjamuan sebagai tanda pembersihan diri. Hanya tamu yang terhormat saja yang akan dibasuh kakinya. Dan bila dilakukan, pembasuhan kaki dilaksanakan sebelum perjamuan dimulai.

Jika begitu, pembasuhan kaki yang dilakukan Yesus bukanlah ditampilkan sebagai tanda memasuki perjamuan namun inilah yang dimaksud dengan ‘mengasihi sampai tuntas’.

Tidak setengah-setengah namun secara nyata memberikan teladan yang mulia. Perjamuan terakhir yang dirayakan pada hari ini bukanlah perjamuan keputusasaan melainkan perjamuan yang sarat akan keakraban dan kasih.

Pesan Hari Ini

Perayaan Ekaristi Kamis Putih dilaksanakan sebanyak dua kali yaitu pada pukul 17.00 dan 19.30 WIB.

Perayaan Ekaristi pertama dipimpin oleh Romo Yustinus Winaryanto, Pr. Tahun ini, ibadat tuguran ditiadakan, umat dipersilahkan untuk berdoa secara pribadi di rumah masing-masing.

Dalam homillinya Romo Yustinus Winaryanto, Pr mengutip perkataan Romo Charles Putranto dalam rekoleksi para Imam beberapa hari yang lalu.

Romo Charles berpesan bahwa kita secara pribadi perlu memelihara ingatan akan orang-orang kudus yang telah mendahului dan Yesus sendiri.

Mengingat tak hanya dimaknai dengan mengenangkan namun lebih pada memelihara relasi yang erat terlebih relasi dengan Tuhan. Teladan membasuh kaki para rasul melambangkan kerendahan hati juga pembasuhan dosa dan kesalahan manusia.

Melalui peristiwa pembasuhan yang berujung pada sengsara Tuhan, manusia telah disucikan dan dikuduskan dengan darahNya sendiri.

Mewujud dalam perayaan Ekaristi, Yesus hendak memberikan kekuatan dan pedoman sehingga kita tak mudah putus asa dan tidak mudah ‘nglokro’. Memiliki arah dalam kehidupan terlebih kehidupan yang sempurna pada saatnya nanti bersama Yesus sendiri.

Semoga setiap kali merayakan ekaristi dan mendengarkan sabda, kita mampu memelihara ingatan dan relasi dengan Tuhan. Bersama dengan Yesus, kita mampu melewati segala tantangan yang berujung pada keselamatan itu sendiri.

Berkah Dalem, mari hening dan ikut serta bersama Yesus menapaki jalan sengsaraNya.

.

Link Misa: https://youtu.be/jJsY3d-8sDQ?list=PLycfxLUoQQmduIagAg3hQH0sUuO3HnZQk

.
.

Penulis : Chris

.
.

Renungan Harian Hari Ini 15 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 15 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 18: 1-19:42

Bacaan I: Yes. 52:13-53:122; Mazmur: 31:2.6.12-13.15-16.17.25; R: Luk. 23:46; Bacaan II: Ibr. 4:14-16; 5:7-9; JUMAT AGUNG (M) B. Pedro Gonzalez; B. Damian de Veuster;

Setelah Yesus mengatakan semuanya itu keluarlah Ia dari situ bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron.

Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.

Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya.

Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.

Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: “Siapakah yang kamu cari?”

Jawab mereka: “Yesus dari Nazaret.” Kata-Nya kepada mereka: “Akulah Dia.”

Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka. Ketika Ia berkata kepada mereka: “Akulah Dia,” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.

Maka Ia bertanya pula: “Siapakah yang kamu cari?” Kata mereka: “Yesus dari Nazaret.”

Jawab Yesus: “Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.”

Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: “Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorang pun yang Kubiarkan binasa. “

Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.

Kata Yesus kepada Petrus: “Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?”

Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu Dia.

Lalu mereka membawa-Nya mula-mula kepada Hanas, karena Hanas adalah mertua Kayafas, yang pada tahun itu menjadi Imam Besar;

dan Kayafaslah yang telah menasihatkan orang-orang Yahudi: “Adalah lebih berguna jika satu orang mati untuk seluruh bangsa.” (Bacaan selengkapnya lihat Kitab Suci!)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 15 April 2022, Bacaan Injil

Cinta itu bukanlah sekadar diucapkan, tetapi mesti selalu menjiwai setiap perbuatan, pekerjaan, dan pelayanan kita.

Pada hari Jumat Agung ini, kita serentak sunyi. Tidak ada perayaan Ekaristi. Tidak ada arak-arakan pesta.

Kita sebagai umat Allah diajak untuk berefleksi di dalam sunyi perihal penderitaan dan kematian Kristus di salib.

Tuhan telah menderita dan wafat. Apa makna peristiwa itu bagi kita? Apakah sekadar peristiwa biasa?

Dalam iman, kita meyakini bahwa Tuhan rela menderita dan wafat karena cinta-Nya bagi kita. Karena cinta-Nya, Ia memberikan nyawa-Nya untuk kita.

Ia setia pada tugas dari Bapa-Nya, yakni menyelamatkan kita umat manusia dari kubang dosa;

Ia mengangkat kembali derajat kita manusia yang berdosa menjadi anak-anak Allah.

Ia memulihkan hubungan kita dengan Bapa-Nya yang tercabik-putus karena dosa-dosa kita dengan Darah-Nya.

.

Tuhan, kuatkanlah kami dalam menapaki jalan salib hidup kami. Semoga kami mampu belajar setia dari-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 14 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 14 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 13:1-15

Bacaan I: Kel. 12:1-8.11-14; Mazmur: 116:12-13.15-16bc.17-18; R: 1Kor. 10:16; Bacaan II:1Kor. 11: 23-26;  KAMIS PUTIH (P) St. Tiburtius, Valerianus dan Maximus;

Sementara itu sebelum hari raya Paskah mulai, Yesus telah tahu, bahwa saat-Nya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada Bapa.

Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.

Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia.

Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah.

Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya,

kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu.

Maka sampailah Ia kepada Simon Petrus. Kata Petrus kepada-Nya: “Tuhan, Engkau hendak membasuh kakiku?”

Jawab Yesus kepadanya: “Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak.”

Kata Petrus kepada-Nya: “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.”

Jawab Yesus: “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.”

Kata Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku!”

Kata Yesus kepadanya: “Siapa saja telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua.”

Sebab Ia tahu, siapa yang akan menyerahkan Dia. Karena itu Ia berkata: “Tidak semua kamu bersih. ” (Bacaan selengkapnya lih. Alkitab.)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 14 April 2022, Bacaan Injil

Perayaan Kamis Putih sering dikenal sebagai perayaan kasih. Yesus membasuh kaki para rasul.

Ia ingin mengajarkan kepada kita akan pentingnya sikap saling melayani dan mendukung satu dengan yang lain.

Tentu saja tidak mudah untuk kita lakukan, tetapi Tuhan sendiri sudah memberikan contoh dan jalan. Letak soalnya adalah apakah kita mau atau tidak?

Kalau kita mengasihi Tuhan, maka kita mestinya berani untuk melayani dan berbagi dengan sesama.

Sebagaimana dalam perjamuan malam terkakhir, Yesus memecah-mecahkan dan membagi-bagikan roti kepada para rasul, kita pun mesti berani dipecah-pecahkan dan menghasilkan buah kebaikan.

Tentu dalam menjalani peziarahan hidup sebagai seorang beriman tidaklah mudah, ada begitu banyak tantangan, penderitaan, dan bahkan membuat kita mengalami ketakutan.

Tetapi, kita bisa belajar dari sikap Yesus yang melibatkan Bapa di dalam ketaatan-Nya untuk menyelesaikan perutusan-Nya.

Dari Taman Getsemani, kita diingatkan untuk selalu melibatkan Tuhan dan membiarkan kehendak-Nya terjadi dalam hidup kita.

Beranikah kita menjadi pribadi yang berani melibatkan Tuhan dalam hidup kita?

.

Tuhan, saat kami mengalami ketakutan Engkau memberikan kekuatan. Jadikanlah kami kuat dan setia pada kehendak-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 13 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 13 April 2022, Bacaan Injil Matius 26:14-25

Bacaan I: Yes. 50:4-9a; Mazmur: 69:8-10,21bcd-22,31,33-34; PEKAN SUCI (U) St. Martinus I, Paus; Sta. Margaretha dr Metola;

Sekali peristiwa, pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala.

Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?”

Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”

Jawab Yesus, “Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.”

Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah.

Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.

Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”

Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: “Bukan aku, ya Tuhan?”

Ia menjawab: “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.

Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan.

Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.”

Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: “Bukan aku, ya Rabi?”

Kata Yesus kepadanya: “Engkau telah mengatakannya.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 13 April 2022, Bacaan Injil

Dalam kehidupan ini, kita sering mendengar sebuah ungkapan ataupun pembelaan dengan sebutan kebohongan putih. Berbohong demi kebaikan.

Apakah ini termasuk kebenaran yang Tuhan kehendaki? Mestinya sebagai anak-anak terang, kita tidak berpaling atau memberontak dengan alasan demi kebaikan.

Sekali lagi, Yesus menyampaikan pengkhianatan salah satu dari antara orang-orang yang dipilih-Nya. Murid-murid-Nya pun terganggu.

Yudas dengan tegas mengatakan bahwa dia tidak melakukannya. Yudas berusaha menyangkal.

Dia berangan-angan bahwa dia akan diagung-agungkan karena dia yang mengeksekusi rencana para imam. Faktanya, ia kita kenal pengkhianat yang menjual Tuhan dengan ciuman.

Menarik untuk kita renungkan perkataan Yesus dalam Injil Matius “Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan” (Mat. 26:24).

Kita hadir di dunia agar menjadi pribadi yang berguna dan bukan menjadi pribadi pengkhianat.

Kita dipanggil menjadi anak-anak terang dan bukan menjadi pribadi pembohong.

Beranikah kita dalam kemerdekaan selalu menjadikan kehadiran kita sebagai berkat bagi sesama?

.

Tuhan, tuntunlah kami agar menjadi berguna bagi dunia ini. Jadikanlah hidup kami saluran kasih dan berkat-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 12 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 12 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 13:21-33.36-38

Bacaan I: Yes. 49:1-6; Mazmur: 71:1-2.3-4a.5-6b.15.17; R:15; PEKAN SUCI (U) St. Yulius I, Paus; St. Sabas dr Goth;

Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.”

Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya.

Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: “Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!”

Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: “Tuhan, siapakah itu?”

Jawab Yesus: “Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.”

Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot.

Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis.

Maka Yesus berkata kepadanya: “Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera.”

Tetapi tidak ada seorang pun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas.

Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin.

Yudas menerima roti itu lalu segera pergi.

Pada waktu itu hari sudah malam. Sesudah Yudas pergi, berkatalahYesus: “Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia.

Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera.

Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu.

Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi:

Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu. (Bacaan selengkapnya, lihat di Kitab Suci!)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 12 April 2022, Bacaan Injil

Tepati janji adalah bukti bahwa dialah seorang sahabat sejati bagi sesamanya.

Janji menjadi istimewa bukan karena diucapkan, melainkan karena dinyatakan dalam tindakan penuh makna.

Menarik untuk kita refleksikan bahwa pengkhianatan adalah pelanggaran serius dalam sebuah persahabatan.

Lalu, apa reaksi kita, misalnya, dalam whatsapp group ketika orang yang kita jadikan panutan mengatakan bahwa salah satu anggota group akan menjadi pengkhianat?

Tentu semuanya menjadi gaduh, saling curiga, dan timbul rasa tidak percaya serta merasa tidak aman lagi.

Itulah suasana di antara para rasul saat itu.

Terkadang, kita mengkhianati sahabat kita dengan menyalahkannya untuk menyelamatkan diri kita sendiri.

Akibatnya bisa saja kita mungkin terhindar dari hukuman ataupun persoalan, tetapi kita akan kehilangan sahabat kita.

Padahal bentuk nyata bahwa kita mengasihi dan menghidupi iman kita adalah dengan bersaksi menjadi sahabat sejati sampai akhirnya menjadi berkat bagi setiap orang yang kita jumpai.

.

Tuhan, arahkanlah kami menjadi sahabat yang mampu menghadirkan kasih-Mu secara nyata dalam kesetiaan dan ketulusan hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Minggu Palma: Sang Raja yang Dielu-elukan

Hari Minggu, 10 April 2022 kita sebagai umat Katolik telah memasuki masa Pekan Suci. Diawali dengan perayaan Ekaristi Minggu Palma menyambut Yesus yang datang dengan penuh kesederhanaan.

Raja yang datang tanpa mahkota memasuki kota Yerusalem hanya dengan menaiki seekor keledai. Keledai atau kuda beban merupakan simbol kesederhanaan, kerendahan hati dan perdamaian. Yesus datang dengan kasih dan kelemahlembutan.

Perayaan Ekaristi Minggu Palma di Gereja Santo Albertus Agung Jetis dilakukan dalam 4 sesi dibagi masing-masing wilayah mulai dari wilayah 1 hingga 4.

Disiarkan secara online pada perayaan Ekaristi Minggu Palma ke II dimulai pukul 8 tepat dipimpin oleh Romo Vincentius Suparman. Perayaan Ekaristi dimulai dengan lagu pembuka dan ajakan Romo untuk mengangkat daun palma.

Sebagai simbol menyambut Tuhan Yesus yang masuk ke kota Yerusalem, umat mengangkat daun palma tinggi-tinggi dan bernyanyi lagu ‘Yerusalem Lihatlah Rajamu’. Dilanjutkan pemberkatan daun palma dengan pemercikan air suci.

Homili diawali dengan ajakan salam dari Romo Vincentius Suparman, Pr. ‘Hosanna Putra Daud’ sebanyak tiga kali diikuti oleh umat yang hadir.

.

Rasa-rasanya ketika merayakan perayaan Ekaristi Minggu Palma umat Katolik kembali diingatkan dengan arti simbol Daun Palma. Daun palma merupakan simbol kemenangan, kejayaan dan kegembiraan.

Yesus datang sebagai Raja untuk menanggung sengsara dan wafat di kayu Salib bagi semua umat manusia bahkan tak terbatas pada agama Katolik saja. Yesus menyelamatkan semua bangsa dari dosa.

Di perayaan Ekaristi Minggu Palma, kita dituntut untuk mengubah situasi dari sukacita menuju ke penderitaan dan sengsara. Sama halnya dengan penggambaran hidup manusia.

Kerap kali kita dihadapkan dengan situasi menyenangkan namun di lain waktu terjadi situasi yang kurang menyenangkan. Itulah dinamika hidup yang patut kita hadapi.

.

Peristiwa Yesus yang memasuki kota suci Yerusalem dengan sukacita, damai karena Dia yang adalah Raja menaklukkan dunia dengan kerendahan hati.

Bukan dengan pasukan berkuda, senjata yang hebat atau bom nuklir Ia menaklukkan dunia dengan kasih. Begitu besar kasih Allah akan dunia sehingga Allah mengutus putraNya yang tunggal untuk menjadi jaminan keselamatan umat Manusia.

Itu terlaksana dalam diri Yesus Kristus yang rela taat kepada Bapa bahkan sampai mati di kayu salib.

Lalu bagaimana kita sebagai umat Katolik menyatukan permenungan sukacita dan penderitaan Yesus? Setiap individu memiliki sukacita dan ‘penderitaan’ masing-masing namun yang terpenting adalah tekun dan setia.

.

Seperti Yesus yang memasuki kota Yerusalem, dielu-elukan namun kemudian harus berkorban rela mati di kayu salib. Namun Ia tetap setia memanggul salib hingga wafat.

Ini memberikan teladan bagi kita untuk setia pula dalam memanggul salib kita masing-masing. Tekun dalam menanggung segala penderitaan dan tetap percaya kepada Allah.

Sebab kesetiaan akan berbuah keselamatan sebaliknya keputusasaan dan keengganan akan berujung pada kegagalan.

Puncak dari perayaan Ekaristi Mingu Palma adalah merenungkan kisah sengsara Tuhan Yesus (pasio). Intinya, Tuhan lagi-lagi memberikan teladan kepada kita bagaimana menjadi setia sampai akhir.

Walaupun dihina, disiksa sedemikian rupa Tuhan Yesus tak gentar untuk tetap melanjutkan karya penebusannya bagi kita. Tuhan tak hanya bersabda namun memberikan contoh secara nyata apa yang dimaksud dengan pengorbanan secara total.

Semoga kitapun mampu mencontoh Tuhan Yesus yang tekun dan tetap setia dalam memikul salib kita masing-masing.

Selamat memasuki Pekan Suci. Berkah Dalem.

.
.

Penulis : Chris

.
.

Renungan Harian Hari Ini 11 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 11 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 12:1-11

Bacaan I: Yes. 42:1-7; Mazmur: 27:1.2.3.13-14; R:11a; PEKAN SUCI (U), St. Stanislaus dr Krakow, St. George Gervase, OSB;

Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan Yesus dari antara orang mati.

Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani, sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah Lazarus.

Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di seluruh rumah itu.

Tetapi Yudas Iskariot, seorang dari murid-murid Yesus, yang akan segera menyerahkan Dia, berkata:

“Mengapa minyak narwastu ini tidak dijual tiga ratus dinar dan uangnya diberikan kepada orang-orang miskin?”

Hal itu dikatakannya bukan karena ia memperhatikan nasib orang-orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya.

Maka kata Yesus:

“Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku. Karena orang-orang miskin selalu ada pada kamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu.”

Sejumlah besar orang Yahudi mendengar, bahwa Yesus ada di sana dan mereka datang bukan hanya karena Yesus, melainkan juga untuk melihat Lazarus, yang telah dibangkitkan-Nya dari antara orang mati.

Lalu imam-imam kepala bermufakat untuk membunuh Lazarus juga, sebab karena dia banyak orang Yahudi meninggalkan mereka dan percaya kepada Yesus.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 11 April 2022, Bacaan Injil

Setiap orang pasti memiliki teman, tetapi tidak semua orang memiliki sahabat. Teman bisa silih berganti seiring dengan cara kita berteman dan bergaul.

Ada begitu banyak pribadi yang memandang bahwa teman ada yang mendukung, tetapi juga tidak sedikit yang membenci.

Itulah situasi saat Yesus di Betania.

Saat Marta melayani Yesus dengan makanan, dan Maria membasuh kaki-Nya dengan minyak naraswatu murni. Ternyata tidak semua bahagia.

Yudas menganggap apa yang dilakukan Maria membuang-buang uang.

Para imam juga tidak senang dengan kebangkitan Lazarus karena membuat Yesus semakin terkenal sehingga mereka ingin melenyapkan-Nya dengan tuduhan ajaran-Nya menyesatkan.

Yesaya yang hidup jauh sebelum Yesus, menubuatkan bahwa para imam akan menolak kehadiran Yesus yang di mata mereka mengganggu kenyamanan mereka sebagai orang terpandang dan terhormat.

Akan tetapi, Bapa menjunjung tinggi Yesus, dan Roh Tuhan ada pada-Nya (bdk.Yes. 42:1).

Yesus hadir di tengah-tengah kita untuk menegakkan keadilan: Lalu, siapakah kita kemudian yang menolak Dia?

Mudah untuk mengikuti Dia, asalkan kita tidak menggunakan cara lama, tetapi cara hidup baru menurut ajaran-Nya.

Kita bisa berteman dengan Yesus “karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu ada pada kamu (Yoh. 12:8).

Beranikah kita bersahabat dengan Yesus?

.

Tuhan, tuntunlah kami untuk bersahabat dan tinggal bersama-Mu di dalam peziarahan hidup kami di dunia ini. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 10 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 10 April 2022, Bacaan Injil Markus 14: 1-15:47 atau 15:1-39

Bacaan I: Yes. 50:4-7; Mazmur: 22:8-9.17-18a.19-20.23-24 R:2a; Bacaan II: Flp. 2:6-11; O PEKAN II MINGGU PALMA (M) St. Vinsensius dr Lerina; Yehezkiel, Nabi;

Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi akan mulai dua hari lagi.

Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari jalan untuk menangkap dan membunuh Yesus dengan tipu muslihat, sebab mereka berkata:

“Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat.”

Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, dan sedang duduk makan, datanglah seorang perempuan membawa suatu buli-buli pualam berisi minyak narwastu murni yang mahal harganya.

Setelah dipecahkannya leher buli-buli itu, dicurahkannya minyak itu ke atas kepala Yesus.

Ada orang yang menjadi gusar dan berkata seorang kepada yang lain:

“Untuk apa pemborosan minyak narwastu ini? Sebab minyak ini dapat dijual tiga ratus dinar lebih dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.”

Lalu mereka memarahi perempuan itu.

Tetapi Yesus berkata: “Biarkanlah dia. Mengapa kamu menyusahkan dia? Ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.

Karena orang-orang miskin selalu ada padamu dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.

Ia telah melakukan apa yang dapat dilakukannya. Tubuh-Ku telah diminyakinya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.” (Bacaan selengkapnya lihat di Kitab Suci!)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 10 April 2022, Bacaan Injil

Dalam peziarahan hidup ini, kita tidak penah bisa terlepas dari yang namanya penderitaan.

Apakah kita memiliki kemampuan untuk menerima penghinaan tanpa kehilangan kepercayaan diri dan ketenangan?

Cobalah merasakan pukulan tanpa mengeluh. Kita bisa belajar untuk bijaksana dari sebuah penderitaan.

Banyak dari kita saat ini tidak mampu menghadapi penderitaan. Kita semua ingin semuanya mudah dan penuh sukacita untuk dilalui, sebagaimana suasana di awal dalam Minggu Palma ini.

Dua suasana dalam perayaan ini, yang diawali dengan pujian hosana, dan ketika dalam gedung gereja kita diajak untuk merenungkan apakah kita memilih sebuah kenyamanan atau perubahan?

Lukas mengisahkan sengsara dengan menekankan keagungan Yesus sebagai manusia dan melukiskan sikap seorang murid.

Sikap seorang murid ialah sikap siap sedia mengikuti Sang Guru, memikul salib seperti Simon Kirene.

Yesus telah memberi contoh bagi kita untuk setia memikul salib kehidupan kita. Niscaya kesetiaan memikul salib itu akan diganjar dengan kemenangan kebangkitan pada hari Paskah.

Maukah kita memikul salib kehidupan kita? Ataukah kita lari dan bahkan meletakkannya pada pundak orang lain?

.

Tuhan, buatlah kami pantas menjadi murid-Mu untuk ikut ambil bagian dalam karya keselamatan dengan memikul salib kami dengan sukacita. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Jadwal Misa Online Minggu Palma TH.C/II Tgl 9-10 April 2022

Jadwal Misa Online Minggu Palma TH.C/II Tgl 9-10 April 2022

Seperti yang telah kita ketahui bersama masa pandemi berangsur-angsur memasuki endemi, namun kita perlu tetap mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat mengingat angka penderita Covid-19 masih ada di negara kita Indonesia.

Perayaan ekaristi secara offline di gereja Jetis pada Minggu Palma TH.C/II untuk sementara ini dilakukan secara terbatas dan juga dengan misa online, dilaksanakan mengikuti protokol kesehatan ketat yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Selama ini perayaan ekaristi di paroki-paroki lain masih ada yang dilangsungkan secara online setiap hari bahkan sampai saat ini.

Gereja JETIS – Minggu Jam 08.00 WIB (KLIK)

106 minggu berlalu sudah, itu artinya sudah dua tahun lamanya sejak pandemi di negara Indonesia dimulai, saat ini paroki-paroki dalam lingkup Kevikepan Yogyakarta akhirnya mulai menyelenggarakan misa tatap muka sekaligus menyiarkannya secara online untuk membantu umat agar dapat tetap beribadat dengan aman dan nyaman.

Lihat Juga : Youtube Channel Paroki Jetis (KLIK)

Inilah jadwal misa online minggu ini. Silahkan catat dengan seksama jadwalnya :

SILAHKAN KLIK :

>> Sabtu Pukul 18.00 WIB <<

Paroki HSMPTB – Kumetiran

>> Sabtu Pukul 16.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki HKTY – Ganjuran

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) <<

Paroki St. Theresia – Boro

>> Sabtu Pukul 18.30 WIB, Minggu pukul 08.00 WIB & 18.30 WIB <<

Paroki Kristus Raja – Baciro

>> Minggu pukul 06.30 WIB <<

Paroki TDGY – Macanan

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB, Minggu pukul 07.00 WIB & 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus Paulus – Minomartani

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus – Warak

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki Marganingsih – Kalasan

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki St. Yoseph – Medari

>> Sabtu Pukul 16.30 WIB, Minggu pukul 16.30 WIB <<

Paroki St. Antonius – Kotabaru

>> Minggu pukul 07.00 WIB <<

Paroki St. Maria Assumpta – Babarsari

.

Bagi Anda yang terbiasa mengikuti ekaristi dari Katedral Semarang tidak perlu khawatir misa ditiadakan, karena tetap ada dan hanya pindah channel Youtube saja ke Komsos Katedral. Anda hanya perlu mencari video dengan tulisan LIVE di pojok kanan bawah. Untuk jadwalnya silahkan disimak dibawah ini :

.

Jadwal Ekaristi Online Hari Ini Lingkup Keuskupan Semarang


Ekaristi Sabtu Sore & Minggu 9-10 April 2022
Minggu Palma TH.C/II

>> SABTU SORE Pukul 18.30 WIB <<
>> MINGGU PAGI Pukul 08.00 WIB <<
>> MINGGU SORE Pukul 18.30 WIB <<

KLIK :

STREAMING Katedral Semarang 
.
.

Seperti yang sudah-sudah kami sampaikan, sebelum mengikuti ekaristi secara online ada baiknya Anda menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu :

  • Pastikan kuota paket data Anda cukup untuk mengikuti keseluruhan jadwal Perayaan Ekaristi sampai selesai.
  • Sebaiknya kita mandi terlebih dahulu sebelum mengikuti perayaan ekaristi dan juga memakai pakaian sopan serta pantas. Persiapkan diri Anda baik-baik. Mempersiapkan diri layaknya mengikuti langsung ekaristi di gereja.
  • Gunakan ruangan yang pantas, seperti: ruang keluarga, ruang doa, ruang tamu, atau kamar kos. Tidak mengikuti Perayaan Ekaristi dari atas tempat tidur atau lebih ekstrim lagi di kamar mandi.
  • Siapkan salib dan lilin untuk mendukung suasana doa dan perayaan yang penuh khidmat untuk misa online Semarang hari ini.
  • Lebih penting lagi yaitu siapkan hati untuk mengikuti ekaristi. Ikutilah dengan fokus, khusyuk, berdoalah sepenuh hati.
  • Ingat untuk selalu membuat Tanda Salib, di awal dan akhir Perayaan Ekaristi.
  • Silahkan mengikuti ekaristi dengan duduk atau bersila, tidak perlu berdiri maupun berlutut. Supaya Anda tetap nyaman sepanjang perayaan berlangsung.
  • Ketika hendak menerima Komuni Kudus silahkan terlebih dahulu mendoakan doa komuni spiritual seraya menghayati sepenuh hati.
  • Bersyukurlah senantiasa karena Anda berada dalam keadaan sehat dan masih dapat mengikuti Ekaristi meskipun secara online.

.
.

You cannot copy content of this page