Renungan Harian Hari Ini 24 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 24 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 20:19-31

Bacaan I: Kis. 5:12-16; Mazmur: 118:2-4.22-24,25-27a; R:1; Bacaan II: Why. 1:9-11a.12-13.17-19; O PEKAN II – PEKAN PASKAH II (P) MINGGU KERAHIMAN ILAHI; St. Fidelis dr Sigmaringen; Sta. Rosa; Virginia Pelletier;

Pada waktu malam di hari pertama minggu itu, berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi.

Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”

Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka.

Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”

Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”

Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.

Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!”

Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.”

Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka.

Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”

Kemudian Ia berkata kepada Tomas: “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.”

Tomas menjawab Dia: “Ya Tuhanku dan Allahku!”

Kata Yesus kepadanya: “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.”

Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini, tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat,

supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 24 April 2022, Bacaan Injil

Mungkin kita pernah mengatakan bahwa kita akan percaya kalau ada bukti yang bisa dilihat dengan mata kepala sendiri.

Pada minggu ini, kita diajak untuk belajar dari Rasul Thomas.

Kita diajak untuk merefleksikan sikap iman Tomas, yang tidak mau percaya karena tidak melihat sendiri.

Dan ketika berhadapan langsung dengan Yesus, sebuah pengakuan dan sikap iman ditunjukkan dengan tegas: “Ya Tuhanku dan Allahku!” (Yoh 20:29).

Kita melihat dalam diri Rasul Thomas proses bagaimana iman itu bertumbuh.

Kadang, kita jatuh dalam keragu-raguan. Kita meminta tanda material.

Akan tetapi, Tuhan sendiri datang mengetuk pintu hati kita berkali-kali, sampai kita sungguh mengalami kehadiran-Nya dan kita mengatakan: Ya Tuhanku dan Allahku.

.

Ya Tuhan, Engkaulah Tuhan dan Allah kami. Kepada-Mu kami menyembah. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 23 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 April 2022, Bacaan Injil Markus 16:9-15

Bacaan I: Kis. 4:13-21; Mazmur: 118:1.14-15a.16a.18.19-21;R: 21a; OKTAF PASKAH I (P) St. Adalbertus; St. Georgius; B.Helena dr Udin; B.Maria Gabriella Saghedu; Egidius dr Assisi;

Setelah Yesus bangkit dari antara orang-orang mati, pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena.

Dari pada-nya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.

Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.

Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.

Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.

Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka,

oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 23 April 2022, Bacaan Injil

Di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini, kita diminta untuk taat menjaga jarak fisik.

Namun, jarak fisik bukan menjadi penghalang bagi kita untuk selalu dekat secara batin dengan yang lain.

Saling mendoakan dan memotivasi satu sama lain adalah bukti jarak fisik itu bisa dipangkas sedemikian dekat dalam jarak emosional.

Dalam emosi dan perasaan, kita tetap merasa dekat satu sama lain.

Tuhan yang sudah wafat di palang salib pun sedemikian dekat dengan para murid setelah kebangkitan-Nya.

Ia berulangkali menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, yang menunjukkan betapa Ia dekat dengan kita.

Namun, para murid yang telah sekian tahun hidup dengan Sang Guru Kehidupan dari Nazaret itu malah tidak percaya kalau Ia tetap hadir dalam seluruh pergumulan mereka.

Mereka masih susah untuk percaya dengan kesaksian antara sesama mereka yang melihat Tuhan.

Maka, Yesus mencela ketidapercayaan dan kedegilan hati mereka.

Bagaimana dengan kita? Apakah kita sungguh percaya dengan kesaksian para rasul tentang Yesus?

Yesus meminta kita untuk pergi menjadi saksi-Nya ke seluruh bumi. Hanya, bagaimana kita menjadi saksi tentang Tuhan kalau kita tidak percaya kepada-Nya?

.

Tuhan, buatlah kami berani untuk menjadi saksi sebagai anak-anak terang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 22 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 22 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 21:1-14

Bacaan I: Kis. 4:1-12; Mazmur: 118:1-2.4.22-24.25-27a; R:22; OKTAF PASKAH 1 (P) St. Soter dan Kayus; B. Maria Gabriella; St. Teodoros; St. Yosef Moscati;

Sesudah Yesus bangkit dari antara orang mati, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai Danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut.

Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain.

Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.”

Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.

Kata Yesus kepada mereka: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.”

Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.”

Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.”

Ketika Petrus mendengar bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.

Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.

Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti. Kata Yesus kepada mereka: “Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu.”

Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguh pun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.

Kata Yesus kepada mereka: “Marilah dan sarapanlah.” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.

Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu.

Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 22 April 2022, Bacaan Injil

Dalam hidup ini, kita pernah merasa usaha kita sia-sia. Tak ada hasil. Hanya buang-buang tenaga.

Para murid mengalami hal yang sama. Semalaman mereka berlayar, namun tidak menangkap apa pun.

Mereka putus asa. Kecewa.

Tetapi, Tuhan datang. Ia menyuruh mereka untuk menebarkan kembali jala. Mukjizat pun terjadi atas mereka. Mereka menangkap ikan dalam jumlah yang banyak.

Lalu, mereka sadar, ternyata Tuhan sendiri yang datang dan yang memerintahkan mereka.

Tuhan punya cara tersendiri untuk menghapus air mata kekecewaan kita.

Ia tahu bagaimana mengangkat kita dari kubang keputusasaan. Ia mau hadir dalam pekerjaan kasar kita setiap hari.

Hanya, apakah kita mau menerima-Nya? Apakah kita mau mengikuti perintah-Nya?

Apakah kita mau mensyukuri rahmat yang Ia berikan secara cuma-cuma?

.

Tuhan, ampunilah kami yang sering kali tidak taat akan rancangan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 21 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 21 April 2022, Bacaan Injil Lukas 24:35-48

Bacaan I: Kis. 3:11-26; Mazmur: 8:2a.5.6-7.8-9; R:2ab; OKTAF PASKAH I (P); St. Anselmus; St. Simon bar Sabbae; St. Konradus dr Parzham;

Dua murid yang dalam perjalanan ke Emaus ditemui oleh Yesus yang bangkit, segera kembali ke Yerusalem.

Mereka menceritakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: “Damai sejahtera bagi kamu!”

Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?

Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.”

Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka:

“Adakah padamu makanan di sini?” Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.

Ia berkata kepada mereka: Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu,

yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.”

Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.

Kata-Nya kepada mereka: “Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi:

dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 21 April 2022, Bacaan Injil

Keraguan sering kali hadir dan mejadi bagian dalam kehidupan kita. Keraguan hadir di saat kita dituntut untuk membuat suatu keputusan atas pilihan-pilihan hidup.

Tidak jarang, kita merasa kecewa, sedih dan mungkin putus asa ditinggal orang yang menjadi idola dan panutan.

Hal itu menjadikan kita tidak sadar akan keterlibatan Tuhan dalam hidup kita.

Mungkin kita akan seperti para murid-Nya; menganggap Dia yang telah wafat dan bangkit sebagai hantu ketika tiba-tiba ada di antara kita.

Ketika Covid-19 menghantam kita beberapa tahun ini, sebagian dari kita menanyakan: ke manakah Tuhan saat ini?

Melalui bacaan hari ini, Yesus menyatakan bahwa Dialah Tuhan yang bangkit dan bukan hantu, akan selalu hadir dan menyertai kita dalam peziarahan hidup kita.

Pandemi Covid-19 telah memaksa kita untuk mengenal lebih dekat orang-orang di sekitar rumah kita.

Kita diajak untuk menjadi saksi akan wafat dan kebangkitan Kristus dengan tetap semangat mengikuti Protokol Kesehatan (ProKes) yang ada.

Apakah kita bersedia untuk menjadi saksi pentingnya mengikuti ProKes dalam peziarahan hidup di mana pun kita berada?

.

Tuhan, janganlah biarkan kami hidup dalam ketakutan. Semoga salam-Mu selalu menghadirkan damai sejahtera dalam hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 20 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 20 April 2022, Bacaan Injil Lukas 24:13-35

Bacaan I: Kis. 3:1-10; Mazmur: 105:1-2.3-4.6-7.8-9; R: 3b; OKTAF PASKAH I (P) St. Teodorus Trichinas; Sta. Oda;

Pada hari Sabat sesudah Yesus dimakamkan, dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus,

yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.

Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.

Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.

Yesus berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?”

Maka berhentilah mereka dengan muka muram. Seorang dari mereka, namanya Kleopas menjawab-Nya:

“Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?”

Kata-Nya kepada mereka: “Apakah itu?”

Jawab mereka: “Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.

Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.

Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel.

Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.

Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya.

Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan bahwa Ia hidup.

Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat.”

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!

Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?” (Bacaan selengkapnya lihat
di Kitab Suci)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 20 April 2022, Bacaan Injil

Kisah kedua murid yang berjalan menuju Emaus memberikan kita gambaran bahwa ada pengikut Kristus di luar lingkaran para rasul dan perempuan-perempuan yang datang dari Galilea.

Mereka merasa kecewa ternyata tokoh yang mereka harapkan menjadi penebus dan pembebas justru mati di salib.

Karena larut dalam kekecewaan dan kesedihan, mereka sama sekali tidak menyadari bahwa yang menemani mereka adalah Yesus yang mereka kenal dan banggakan.

Kekecewaan karena ditinggal oleh orang yang kita kasihi atau tokoh yang kita harapkan mampu mengubah nasib kita barangkali wajar.

Demikian pula dialami dua orang murid-murid Yesus yang memilih pulang ke Emaus. Namun, Tuhan justru hadir di tengah kekecewaan mereka.

Ia menemani mereka, tak dibiarkan berjalan sendirian. Ia mengajak mereka bercakap-cakap.

Kita pun demikian, Tuhan hadir menemani kala kita mengalami kekecewaan. Tuhan mengajak kita untuk bercerita tentang luka-luka dan kekecewaan-kekecewaan kita.

.

Tuhan, hadirlah dalam seluruh pergumulan hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 19 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 19 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 20:11-18

Bacaan I: Kis. 2:36-41; Mazmur: 33:4-5.18-19.20.22; R: 5b; OKTAF PASKAHI (P) St. Leo IX, Paus; Sta. Tarbula; St. Werner; Sta. Agnes Montepulciano;

Setelah makam Yesus kedapatan kosong maka Maria Magdalena berdiri dekat kubur itu dan menangis.

Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.

Kata malaikat-malaikat itu kepadanya:”Ibu, mengapa engkau menangis?”

Jawab Maria kepada mereka: “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.”

Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.

Kata Yesus kepadanya:”Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?”

Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: “Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkaan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.”

Kata Yesus kepadanya: “Maria!”

Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: “Rabuni!”, artinya Guru.

Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka,

bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.”

Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: “Aku telah melihat Tuhan!” dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 19 April 2022, Bacaan Injil

Maria Mangdalena menangis. Tidak seperti bacaan kemarin, yang mengisahkan bahwa mereka bersukacita.

Dia menangisi kematian Yesus dan tidak mengikuti murid yang lain untuk kembali. Lalu, hadirlah kedua malaikat dan bertanya kepadanya: Mengapa engkau menangis?

Kita diajak untuk percaya akan kebangkitan-Nya. Jika kita mengaku diri kenal dengan-Nya, mengapa kita sering kali tidak menyadari kehadiran-Nya?

Ya, terkadang kita sibuk dengan diri sendiri, bahkan tidak menyadari kehadiran Tuhan dalam peziarahan hidup kita.

Pandemi Covid-19 mengingatkan kita betapa beratnya menjadi terpisah dan terisiolasi dari sesama kita.

Tetapi, janganlah kita menjadi orang yang merasa paling menderita sampai kita tidak menyadari kehadiran Tuhan secara nyata melalui sesama kita.

Ketika Maria Magdalena menyadari perjumpaannya dengan Yesus, ia bahagia. Akhirnya, ia pun dengan sukacita mengatakan: “Aku telah melihat Tuhan”.

Perjumpaan itu mampu mengubah air mata menjadi mata air sukacita.

Oleh karena itu, beranikah kita menjadikan perjumpaan kita selalu menjadi sukacita dan pelipur lara bagi sesama kita?

.

Tuhan, jadikanlah perjumpaan kami menjadi sukacita untuk memuliakan Dikau dalam perjalanan hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 18 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 18 April 2022, Bacaan Injil Matius 28:8-15

Bacaan I: Kis. 2:14.22-32; Mazmur: 16:1-2a.5.7-8.9-10.11; R: 1; OKTAF PASKAH I (P); St. Eleutherius, Paus B. Maria dr Inkarnasi;

Pada waktu itu, perempuan-perempuan pergi dari kubur itu, diliputi rasa takut dan sukacita yang besar. Mereka berlari cepat-cepat untuk memberitahukan kepada murid-murid Yesus.

Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.”

Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.

Maka kata Yesus kepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”

Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.

Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata

“Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.

Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.”

Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 18 April 2022, Bacaan Injil

 

Bacaan hari ini mengisahkan Yesus menampakkan diri kepada perempuan-perempuan yang berziarah ke makam-Nya.

Perasaan takut tetapi penuh sukacita menyelimuti hati perempuan-perempuan itu.

Setelah mengalami peristiwa itu, mereka berlari memberikan laporan kepada para rasul bahwa makam Yesus kosong.

Pada saat yang sama, para penjaga makam Yesus memberikan laporan tentang kebangkitan-Nya.

Lalu, para imam menyuruh mereka membuat cerita bahwa Yesus telah diculik untuk mendiskreditkan berita tentang kebangkitan Kristus.

Dalam hidup, sering kali kita menolak fakta sebenarnya hanya karena tidak bisa menerima bahwa yang terjadi tidak sesuai yang diharapkan.

Bahkan, kita mulai menghadirkan sebuah kisah palsu untuk menutupi faktanya.

Di sisi lain, terkadang pula kita seperti perempuan-perempuan itu, yang tergesa-gesa mewartakan kasih Tuhan sehingga pesannya tidak tertangkap baik.

Mari kita memaknai kebangkitan Tuhan dengan turut bangkit dalam mewartakan kebenaran, bukan hoaks; mewartakan kasih, bukan kebencian; membangkitkan harapan; bukan keputusasaan.

Hal itu hanya mungkin kalau kita mau menjumpai Tuhan yang bangkit dalam keheningan doa.

Jagalah kami, ya Allah, sebab pada-Mu kami berlindung dan bersandar tatkala letih dalam peziarahan hidup ini. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Perayaan Malam Paskah: Kebangkitan Kristus Menggugah Semangat Berbelarasa dan Berpengharapan

Sabtu, 16 April 2022 di Gereja St. Albertus Agung Jetis Yogyakarta telah berlangsung Perayaan Ekaristi Malam Paskah atau Vigili Paskah.

Perayaan Ekarisi dibagi menjadi dua bagian. Pertama diadakan pukul 17.00 dan selanjutnya pukul 20.00 WIB. Vigili Paskah adalah tirakatan agung untuk mengenang Paskah Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama.

Paskah Perjanjian Lama dikisahkan dalam bacaan kedua dari kitab Keluaran yaitu pembebasan bangsa Israel dari penindasan bangsa Mesir melalui Musa dengan cara menyeberangi laut merah.

Sedangkan Paskah Perjanjian Baru adalah pembebasan manusia dari belenggu dosa dan maut karena penebusan Yesus Kristus di kayu salib.

.

Malam Vigili Paskah adalah malam yang suci, mulia dan malam kemenangan Tuhan. Kemenangan Tuhan atas maut dan menanti saat-saat kebangkitan Tuhan di esok hari dilambangkan dengan kehadiran api baru dari lilin Paskah.

Perayaan Ekaristi Malam Paskah diawali dengan Novena Kerahiman Ilahi dilanjutkan dengan upacara cahaya (exultet).

Api tersebut melambangkan Kristus yang bangkit, bersinar dan mulia. Lilin paskah kemudian diarak masuk ke dalam Gereja sebagai kenangan akan perjalanan bangsa Israel keluar dari tanah Mesir dituntun tiang-tiang api dan awan.

Kekhasan dalam perayaan Ekaristi ini adalah pembaharuan janji baptis atau ritus pembaptisan bagi para calon baptis.

Pembaharuan janji baptis dilakukan pada perayaan ekaristi yang pertama sementara ritus pembaptisan dilangsungkan pada perayaan ekaristi yang kedua.

Terdapat 9 orang calon baptis yang malam ini menerima sakramen baptis. Antusiasme umat cukup tinggi di kedua perayaan ekaristi sehingga bangku-bangku umat terisi penuh baik dari dalam maupun luar paroki.

Perayaan Ekaristi pertama dipimpin oleh Romo Yustinus Winaryanto, Pr. Dalam homilinya, Romo mengajak kita untuk mengenangkan peristiwa kebangkitan.

Para wanita yang datang ke kubur Yesus untuk memberi rempah-rempah adalah wujud cinta mereka kepada Yesus meskipun saat itu Ia telah wafat. Wanita-wanita tersebut terkejut karena tak menemukan Yesus di dalam makam.

Kita pun kerap kali juga terkejut dengan peristiwa yang tidak kita inginkan. Terkadang peristiwa tersebut mengaburkan fokus awal atau dalam bahasa gaulnya ‘gagal fokus’.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita kerap kali juga merasa ‘gagal fokus’ pada arah kehidupan yang sesungguhnya yaitu keselamatan.

Dalam perayaan Paskah, Tuhan telah membuka kesempatan bagi kita menuju keselamatan dalam Tuhan sendiri. Hendaknya kita secara pribadi tetap fokus menuju pada keselamatan yang telah diberikan Tuhan melalui wafatNya di kayu salib.

Semoga kita selalu fokus untuk mengarahkan hidup pada keselamatan di dalam Tuhan Yesus sendiri.

.

Romo Vincentius Suparman, Pr memimpin Perayaan Ekaristi Malam Paskah yang kedua. Perayaan ekaristi tersebut mengajak umat untuk memperbaharui hati yang bersih karena penebusan Tuhan. Langkah ini dimulai dari diri sendiri.

Melalui kebangkitanNya, manusia dapat menaruh harapan pada keselamatan hidup kekal.

Digambarkan dalam kisah penciptaan, pada mulanya Tuhan menciptakan semua ciptaan dalam keadaan baik bahkan manusia dinilai sungguh amat baik. Namun karena dosa, semua hal menjadi kacau.

Sebagai akibatnya, untuk menebus dosanya, manusia harus bersusah payah untuk hidup di bumi. Lalu Tuhan menginginkan situasi damai kembali terjadi maka Ia mengutus anakNya yang tunggal untuk menebus dunia.

Di sela-sela homilinya, Romo bertanya kepada umat: “Lalu selama 3 hari sebelum bangkit apa yang Yesus lakukan?” Romo menjawab: selama 3 hari sebelum kebangkitan-Nya, Ia mengumpulkan semua orang yang telah wafat untuk masuk ke surga.

Ia lah yang membuka belenggu pintu surga bagi kita manusia.

Romo juga menambahkan beberapa pertanyaan kepada para calon baptis. Mengapa ingin dibaptis? Apa tugas seorang murid Yesus?

Beberapa anak menjawab ingin dibaptis karena ingin menjadi murid Yesus, ingin diselamatkan oleh Tuhan Yesus dan ingin menjadi murid Kristus. Sementara tugas murid Yesus adalah belajar pada sang Guru sejati.

Kiranya Paskah menjadi sukacita bagi setiap pribadi karena Allah menyelamatkan kita umat manusia yang penuh dosa.

Semoga tema Paskah tahun ini dapat diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari.

Alleluya Alleluya, Terpuji Sang Kristus karena maut terkalahkan!

.
.

Penulis : Christina

.
.

Renungan Harian Hari Ini 17 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 17 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 20:1-9

Bacaan I: Kis. 10:34a.37-43; Mazmur: 118:1-2.16ab-17.22-23; R:24; Bacaan II: 1 Kor. 5:6b-8 atau Kol. 3:1-4; HARI RAYA PASKAH (P); St. Anisetus; Sta. Klara Gambacorta OP; B. Baptista Spagnoli;

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur.

Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.”

Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur.

Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.

Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam.

Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu.

Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.

Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya.

Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 17 April 2022, Bacaan Injil

Batu penutup makam bergeser, makam kosong, kain linen menjadi rata dan terlipat rapi. Namun, hal itu tidak cukup untuk menyatakan kebenaran akan kebangkitan.

Bahkan, murid-murid-Nya berpikir bahwa jasad Yesus diambil oleh orang lain dan dipindahkan.

Petrus yang datang melihat hanya termenung kagum, tidak lebih dari itu. Seharusnya Yohanes murid yang dikasihi melihat dan percaya.

Namun, ternyata tidak demikian. Mereka malah ragu.

Iman akan kebangkitan Kristus tidak lantas menjadi otomatis ada dalam hati kita.

Apalagi kita hidup dalam panggung kehidupan yang penuh dengan hoaks, fitnah, dan radikalisme agama serta budaya.

Bahkan, kurang lebih dua tahun kita hidup di dalam ketidakpastian di tengah pandemi Covid-19 yang tidak kunjung pergi dari kehidupan kita.

Kini, kita ditantang untuk percaya tentang kebangkitan Kristus, Tuhan kita, tanpa harus melihat-Nya secara kasat mata.

Kita hanya bisa mencapainya jika kita mau dan memiliki dasar yang kuat tentang Yesus semasa hidup-Nya serta memiliki relasi yang mendalam dengan-Nya dalam hidup doa kita.

Apakah kita masih ragu beriman kepada-Nya? Yesus meminta kita untuk percaya!

.

Yesus, ampunilah kami yang kurang percaya ini. Buatlah kami mengerti akan rencana keselamatan-Mu atas hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Perayaan Ibadat Jumat Agung: Keagungan Kasih Tuhan

Pada sore hari Jumat tanggal 15 April 2022 umat Katolik di seluruh dunia memperingati hari wafat-Nya di kayu salib. Sang Penebus bermahkotakan duri di kepala-Nya.

Setiap tahun kita membacakan dan mengenang kisah sengsara-Nya mulai dari penangkapan, penderitaan, penyesahan hingga wafat-Nya.

Ibadat Jumat Agung di Gereja St. Albertus Agung Jetis Yogyakarta diadakan dua kali yaitu yang pertama pada pukul 15.00 WIB dan yang kedua pukul 18.00 WIB.

Animo umat yang cukup tinggi membuat seluruh tempat duduk yang disediakan penuh hingga aula serta halaman di sekitar gereja.

Untuk mempersingkat waktu maka kisah sengsara hanya dibacakan dan tidak dinyanyikan seperti yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya.

Meskipun begitu tidak mengurangi kekhidmatan umat dalam mengikuti ibadat.

Dalam homili singkatnya, Romo Vincentius Suparman Pr menyampaikan bahwa kesiap sediaan serta kesetiaan Yesus sebagai utusan Bapa dihayati hingga akhir hidupnya. Makna dan juga peristiwa salib memiliki arti yang mendalam bagi kita.

Salib lambang kehinaan Ia ubah menjadi tanda kemuliaan, Ia harus ditinggikan. Setiap kali memandang salib Tuhan kita Yesus Kristus kita merasa tidak sendirian.

Selaras dengan tema Paskah pada tahun ini, kita pun diajak untuk berbelarasa dan berpengharapan.

Karena melalui salib-Nya itu merupakan suimber kekuatan.

Sebagai penutup homili singkatnya, Romo Vincentius Suparman Pr, menyampaikan sebuah cerita singkat dimana seorang perawat yang diminta untuk menurunkan salib yang tergantung di tempat kerjanya oleh seorang pasien.

Namun, dengan baik dan santun ia menolak sambil menjawab bahwa ia tak dapat menurunkan salib tersebut, karena salib tersebut adalah sumber kekuatan baginya untuk merawat dan mengasihi banyak pasien.

Perawat tersebut belajar mengasihi banyak pasien melalui salib yang tergantung di tempat kerjanya.

Iman sang perawat itu meneguhkan kita semua sebagai umat Katolik karena ia selalu memadukan segala perjuangan hidupnya dengan salib Tuhan. Semoga kita sebagai umat yang dikasihiNya juga selalu berpadanan dengan salib Tuhan Kita Yesus Kristus.

Salib memang berat namun hendaknya kita justru ikut ambil bagian dalam memanggul salib Tuhan dengan meringankan salib kita masing-masing.

Kerap kali manusia cenderung menyerahkan salib kita kepada Tuhan dan hanya terima enaknya saja. ‘Pasrah bongkokan’ atau dalam bahasa Indonesia tidak mau tahu.

Semoga kita sebagai umat Katolik senantiasa terpanggil untuk memanggul salib kita masing-masing dan menjadi berkat dimanapun berada.

Ibadat Perayaan Jumat Agung dilanjutkan dengan doa umat meriah dan penghormatan salib secara sederhana. Penghormatan salib dilakukan oleh Imam di depan altar dan umat menghormati salib dengan cara berlutut.

Di hari Jumat Agung ini, saatnya bagi kita untuk sungguh menata hidup dan menampakkan kerelaan kita ikut serta dalam memanggul salib Yesus. Semoga di hari yang suci ini, hidup kita semakin dekat dengan Tuhan.

.
.

Penulis : Christina

.
.

You cannot copy content of this page