Misa Online Minggu Palma TH.C/II Tgl 9-10 April 2022

Misa Online Minggu Palma TH.C/II Tgl 9-10 April 2022

Selama pandemi Covid-19, perayaan ekaristi di paroki-paroki lain masih ada yang dilangsungkan secara online bahkan sampai sekarang. Beberapa paroki pada kesempatan saat ini dalam lingkup Keuskupan Agung Semarang (KAS) menyiarkan misanya secara online untuk membantu umat agar dapat tetap beribadat dengan aman dan nyaman.

Negara tercinta kita Indonesia masih diliputi oleh pandemi Covid-19 selama hampir dua tahun ini, sama seperti banyak negara lainnya, kita tetap perlu mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat mengingat angka penderita Covid-19 masih terus turun naik di negeri kita.

(KLIK) Gereja JETIS – Minggu Jam 08.00 WIB

Pada keadaan seperti saat ini, gereja Jetis mengadakan perayaan ekaristi offline terbatas yang juga disiarkan secara online pada Misa Minggu Palma TH.C/II ini dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat. 

Lihat Juga : Youtube Channel Paroki Jetis (KLIK)

Inilah Misa Online Jogjakarta minggu ini. Silahkan catat dengan seksama jadwalnya :

SILAHKAN KLIK :

>> Sabtu Pukul 18.00 WIB <<

Paroki HSMPTB – Kumetiran

>> Sabtu Pukul 16.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki HKTY – Ganjuran

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) <<

Paroki St. Theresia – Boro

>> Sabtu Pukul 18.30 WIB, Minggu pukul 08.00 WIB & 18.30 WIB <<

Paroki Kristus Raja – Baciro

>> Minggu pukul 06.30 WIB <<

Paroki TDGY – Macanan

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB, Minggu pukul 07.00 WIB & 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus Paulus – Minomartani

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus – Warak

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki Marganingsih – Kalasan

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki St. Yoseph – Medari

>> Sabtu Pukul 16.30 WIB, Minggu pukul 16.30 WIB <<

Paroki St. Antonius – Kotabaru

>> Minggu pukul 07.00 WIB <<

Paroki St. Maria Assumpta – Babarsari

.

Bagi Anda yang terbiasa mengikuti ekaristi dari Katedral Semarang tidak perlu khawatir misa ditiadakan, karena tetap ada dan hanya pindah channel Youtube saja ke Komsos Katedral. Anda hanya perlu mencari video dengan tulisan LIVE di pojok kanan bawah. Untuk jadwalnya silahkan disimak dibawah ini :

.

Ekaristi Online Jogja Streaming Hari Ini


Ekaristi Sabtu Sore & Minggu 9-10 April 2022
Minggu Palma TH.C/II

>> SABTU SORE Pukul 18.30 WIB <<
>> MINGGU PAGI Pukul 08.00 WIB <<
>> MINGGU SORE Pukul 18.30 WIB <<

KLIK :

STREAMING Katedral Semarang 
.
.

Seperti yang sudah-sudah kami sampaikan, sebelum mengikuti ekaristi secara online ada baiknya Anda menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu :

  • Pastikan kuota paket data Anda cukup untuk mengikuti keseluruhan Perayaan Ekaristi sampai selesai.
  • Sebaiknya kita mandi terlebih dahulu sebelum mengikuti perayaan ekaristi dan juga memakai pakaian sopan serta pantas. Persiapkan diri Anda baik-baik. Mempersiapkan diri layaknya mengikuti langsung ekaristi di gereja.
  • Gunakan ruangan yang pantas, seperti: ruang keluarga, ruang doa, ruang tamu, atau kamar kos. Tidak mengikuti Perayaan Ekaristi dari atas tempat tidur atau lebih ekstrim lagi di kamar mandi.
  • Siapkan salib dan lilin untuk mendukung suasana doa dan perayaan yang penuh khidmat untuk jadwal misa online Keuskupan Agung Semarang hari ini.
  • Lebih penting lagi yaitu siapkan hati untuk mengikuti ekaristi. Ikutilah dengan fokus, khusyuk, berdoalah sepenuh hati.
  • Ingat untuk selalu membuat Tanda Salib, di awal dan akhir Perayaan Ekaristi.
  • Silahkan mengikuti ekaristi dengan duduk atau bersila, tidak perlu berdiri maupun berlutut. Supaya Anda tetap nyaman sepanjang perayaan berlangsung.
  • Ketika hendak menerima Komuni Kudus silahkan terlebih dahulu mendoakan doa komuni spiritual seraya menghayati sepenuh hati.
  • Bersyukurlah senantiasa karena Anda berada dalam keadaan sehat dan masih dapat mengikuti Ekaristi meskipun secara online.

.
.

Renungan Harian Hari Ini 9 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 9 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 11:45-56

Bacaan I: Yeh. 37:21-28; Mazmur: Yer. 31:10,11-12b.13; R:10d; PEKAN PRAPASKAH V (U) Sta. Kasilda; St. Thomas OFM, dkk;

Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria, dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.

Tetapi ada yang pergi kepada orang-orang Farisi dan menceritakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu.

Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata:

“Apakah yang harus kita buat? Sebab orang itu membuat banyak mukjizat.

Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita.”

Tetapi seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka:

“Kamu tidak tahu apa-apa, dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini binasa.”

Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat, bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu,

dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.

Mulai dari hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.

Karena itu Yesus tidak tampil lagi di muka umum di antara orang-orang Yahudi, Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun,

ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya.

Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu.

Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain: “Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 9 April 2022, Bacaan Injil

Ketika seseorang begitu peduli untuk mempertahankan statusnya, dia menjadi paranoid.

Dalam Injil hari ini, ketika Yesus melakukan banyak tanda atau mukjizat dan banyak orang Yahudi menjadi percaya kepada-Nya, mereka yang mapan dan berada di zona nyaman menjadi paranoid dengan keberadaan-Nya.

“Lebih baik Dia mati,” kata Imam Besar Kayafas.

Peristiwa ini mengajak kita berefleksi dan sadar bahwa ketika kita membiarkan ketakutan itu menjadi ratu/raja dalam hati kita, maka kita menjadi tidak peduli dengan sesama.

Sering kali, kita menjauhi saudara-saudari kita yang dinyatakan positif Covid-19, padahal, kita bisa tetap menyapa dengan sarana handphone.

Atau kita bisa ambil bagian dalam menyuplai makanan tanpa harus bertemu langsung.

Beranikah kita bergerak dari zona nyaman kita demi keselamatan bersama?

.

Tuhan, buatlah kami berani untuk menanggapi sapaan-Mu melalui sesama kami dan berani berkarya demi kemuliaan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 8 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 8 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 10:31-42

Bacaan I: Yer. 20:10-13; Mazmur: 18:2-3a.3b-4.5-6.7; R:7; PEKAN PRAPASKAH V (U) St. Redemtus de Ferento; St. Edesius;

Sekali peristiwa, orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu. Tetapi, kata Yesus kepada mereka:

“Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?”

Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau,

melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”

Kata Yesus kepada mereka: “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?

Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah –sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan– masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa

dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena kalau Aku telah berkata: Aku Anak Allah?

Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku,

percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.”

Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.

Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ.

Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: “Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar.”

Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 8 April 2022, Bacaan Injil

Setiap orang memiliki persoalan hidup. Cara kita menghadapi dan mengatasi persoalan itu berbeda-beda pula.

Keluh kesah Nabi Yeremia karena tekanan jabatan pun sering kita alami di dalam pekerjaan, tugas, dan tanggung jawab kita.

Apalagi situasi pandemi Covid-19 yang sudah kurang lebih dua tahun melanda, target yang ditetapkan terasa begitu tinggi, dan banyak rekan kerja menunggu kesalahan untuk memutus hubungan kerja dengan kita.

Nabi Yeremia mengajak kita untuk mengandalkan Tuhan. Sejauh kita berbuat benar, maka Dia tidak akan membiarkan anak-anak-Nya tertindas.

Meskipun sering kali kita akan berhadapan dengan orang-orang yang mengambil kesimpulan sendiri dan sudah memiliki cara pandang sendiri terhadap kita,

tetapi tidak seorang pun akan menyakiti kita sejauh kita melakukan tugas dan pekerjaan kita seturut kehendak-Nya, sebagaimana Yesus lakukan saat berhadapan dengan penolak-Nya.

Sebagai orang beriman, kita ditantang untuk berani merefleksikan cara hidup kita sebagai murid Kristus di zaman ini.

Apakah kita sudah beriman dengan baik?

Sudahkah kita menerima Yesus, Sang Juru Selamat dalam hidup kita?

.

Tuhan, janganlah Engkau membiarkan kami menjadi pribadi yang gagal melaksanakan tugas dan tanggung jawab kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Perayaan Ekaristi Acies Legio Maria Komisium Pohon Sukacita Yogyakarta

Legio Maria adalah kelompok atau organisasi kategorial awam umat Katolik yang secara khusus mengimani Bunda Maria.

Dengan restu Gereja dan bimbingan kuat Bunda Maria sebagai pengantar segala rahmat, para legioner telah menggabungkan diri dalam suatu laskar untuk bertempur melawan kejahatan di dunia.

Acies sendiri berasal dari bahasa Latin yang artinya ‘balatentara yang siap sedia bertempur’.

Organisasi kerasulan Legio Maria masih terbilang baru di Paroki St. Albertus Agung Jetis, kurang lebih berusia dua tahun. Namun komunitas ini sebenarnya telah didirikan sejak lama pada tahun 1921 oleh Frank Duff di Dublin, Irlandia Utara.

Satu unit Legio Maria disebut Presidium dan pembentukannya disetujui oleh Dewan Kuria dan Pastor Paroki setempat. Setiap Presidium diberikan nama secara khusus dipilih dari gelar Maria dan memiliki seorang imam sebagai pemimpin rohani.

Tak hanya itu, di dalam satu unit Presidium terdapat seorang ketua, wakil, sekretaris dan bendahara yang disebut sebagai perwira Legio.

.

Perayaan Ekaristi Bersama

Pada hari Minggu, 3 April 2022 para legioner di wilayah Yogyakarta berkumpul di Gereja St. Albertus Agung Jetis Yogyakarta untuk merayakan perayaan ekaristi bersama.

Perayaan Ekaristi diadakan untuk memperbaharui janji kepada Bunda Maria, Ratu Legio sekaligus pengesahan presidium baru termasuk Presidium Bunda Gereja St. Albertus Agung Jetis.

Perayaan Ekaristi dimulai tepat pukul 11.00 WIB dipimpin oleh Pemimpin Rohani Komisium Pohon Sukacita Romo Vincentius Suparman, Pr dan Pemimpin Rohani Presidium Bunda Ratu Rosari Pringwulung Romo Hedy, SMM (Serikat Maria Montfortan).

Jumlah legioner yang hadir sekitar 200 orang mulai dari yang paling jauh Magelang, Wonosari hingga paling dekat Pringwulung. Perayaan Ekaristi terlaksana dengan baik dan lancar. Perayaan Ekaristi ini disiarkan pula melalui kanal youtube Komsos Jetis.

LINK Misa Online: Misa Acies Legio Maria Jetis 3 April 2022

.

Pengesahan Presidium Baru

Sebelum homili, Romo Vincentius Suparman mengesahkan 4 presidium baru yaitu Presidium Bunda Gereja Maria Fatima Babarsari, Bunda Gereja Jetis, Bunda Ratu Rosario Prambanan dan Bunda Pembawa Damai Berbah.

Keempat presidium ini disahkan sebagai presidium baru di bawah naungan Komisium Pohon Sukacita Yogyakarta. Sebelum pelantikan, Romo Vincentius Suparman menanyakan beberapa pertanyaan terkait dengan kesanggupan dalam partisipasi menjadi perwira dalam presidium.

.

Homili

Dalam homilinya, Romo Vincentius Suparman, Pr mengatakan melalui Perayaan Ekaristi Acies kita masing-masing sebagai pribadi telah dipanggil untuk menyerahkan diri kepada penyertaan Bunda Maria.

Acies juga berarti bala tentara yang siap bertempur untuk mengalahkan kejahatan dalam diri sendiri, lingkungan dan akhirnya dihidupi untuk membawa dampak yang lebih besar lagi.

Tonggak penyerahan diri total tercermin dalam pernyataan diri para legioner yaitu kalimat “Aku adalah milikMu ya Ratu dan segala milikku adalah kepunyaanMu.”

Melalui pernyataan tersebut, para legioner dapat meneladani penyerahan hidup Bunda Maria yang total kepada Allah. Para legioner menyerahkan hidup kepada Bunda Maria semata-mata untuk kemuliaan Allah.

Buku pegangan Legio Maria telah mengajarkan secara rinci cara-cara hidup sebagai anggota Legio Maria. Legio Maria juga dipanggil untuk menjadi kekayaan gerejawi, maka kehadiran Legio Maria bagi Keuskupan  dan Paroki senantiasa menampilkan Gereja yang sejati (dikutip dari Paus Yohanes Paulus ke 23).

Karya kerasulan yang boleh dikembangkan dalam Legio Maria adalah menjadi tanda kehadiran Tuhan yang menyelamatkan. Menjadi anggota Legio Maria tak hanya fokus pada kehidupan spiritualitas yaitu doa namun juga menitikberatkan pada aksi nyata serta mengambil bagian dalam karya keselamatan Gereja.

Terdapat 3 hal yang perlu dicermati sesuai dengan buku pedoman yang dimiliki para legioner yaitu:

  • Menjadi anggota Legio Maria berarti menjadi ragi

Dimanapun anda berada, para anggota diutus untuk mewartakan kebaikan sehingga dapat bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

  • Menjadi anggota Legio Maria berarti mengemban tugas perutusan

Para anggota memiliki tugas untuk mewartakan injil Tuhan. Manakala kita siap sedia menyerahkan diri kepada Bunda Maria, tugas perutusan ini menjadi sangat istimewa.

  • Menjadi anggota Legio Maria berarti juga menjadi Duta Kasih

Dalam karya kerasulan Legio Maria, berbagai kegiatan karitatif kerap kali dilakukan antara lain mengunjungi orang sakit, mereka yang terpinggirkan dan berada di pejara. Kaum lemah, miskin, tersingkir dan difabel selalu menjadi prioritas perutusan anggota-anggota Legio Maria.

Beberapa pesan disampaikan oleh Romo Vikep yang berhalangan hadir. Romo Vikep memberikan 6 pesan yaitu: para anggota Legio Maria diharapkan rajin membaca ARDAS KAS sebagai sarana untuk mewujudnyatakan karya dan perutusannya itu.

Kedua, tetap pertahankan ciri khas Legio Maria yaitu disiplin dan peduli pada sesama terutama yang KLMTD.

Ketiga, berkomunikasi dengan pembimbing/pemimpin  rohani gembala paroki agar segala karya para anggota Legio terakomodasi dengan baik. Semakin tumbuh, berkembang dan menjadi berkat.

Keempat, semangat satu tubuh banyak anggota yang diwujukan dalam persekutuan Legio Maria dan kesatuan dengan Allah sendiri. Bersama Bunda Maria, kita diantar untuk semakin memaknai persatuan dengan Yesus sendiri.

Kelima, kembangkan talenta dan kemampuan masing-masing dalam rangka mengembangkan karya-karya kerasulan.

Keenam, yang terpenting adalah memperhatikan kaderisasi dan reorganisasi.

.

Pembaharuan Janji Legioner

Pembaharuan janji Legioner diwakili oleh keempat Presidium baru dan diikuti oleh semua legioner yang hadir. Acies sebagai wadah pertemuan para legioner berupaya untuk meneguhkan, menyadarkan dan menyegarkan kembali semangat dalam doa dan karya kepada Bunda Maria. Pembaharuan janji dilakukan dengan melafalkan janji di depan altar secara bersama-sama.

Proficiat atas janji setia pada Bunda Maria, selamat mengemban dalam doa dan karya yang tulus!

.

.

Renungan Harian Hari Ini 7 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 7 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 8:51-59

Bacaan I: Kej. 17:3-9; Mazmur: 105:4-5.6-7.8-9; R:8a; PEKAN PRAPASKAH V (U) St. Yohanes Baptista de la Salle; B. Henry Walpole;

 

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi: “Sesungguhnya barang siapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.”

Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: “Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan.

Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.

Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabi pun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?”

Jawab Yesus: “Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Ku lah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata:

Dia adalah Allah kami, padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia.

Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.

Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita.”

Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: “Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?”

Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.”

Lalu mereka mengambil batu ùntuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 7 April 2022, Bacaan Injil

Allah kita selalu setia pada janji-Nya. Namun, Allah meminta dari pihak kita:

“… Engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun” (Kej. 17:9).

Kalimat ini mengajak kita untuk memahami bahwa bukanlah janji dan ucapan yang penting, melainkan adanya tindakan kita sebagai orang beriman.

Sekali lagi, persoalan iman hendaknya selalu diletakkan dalam kerangka kebenaran yang sejati.

Beriman bukan sekadar menjalankan ritual keagamaan, seperti mengikuti Ekaristi baik secara tatap muka maupun virtual.

Akan tetapi, beriman merupakan tanggapan kita akan pewahyuan Allah, yang kita hidupi dalam janji kita untuk hidup dalam ketaatan dan kesetiaan pada-Nya.

Kesetiaan mencari kehendak Tuhan dan merefleksikan hidup kita akan memberikan makna setiap perjumpaan kita dengan-Nya dalam peziarahan hidup kita.

Setia dan taatkah kita pada iman kita?

.

Bapa di surga, hanya Engkaulah Tuhan yang setia kepada kami, umat-Mu. Dampingilah kami untuk mewujudkan janji kami dalam hidup kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 6 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 6 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 8:31-42

Bacaan I: Dan. 3:14-20,24-25,28; Mazmur: Dan. 3:52.53.54.55.56; R:52b; PEKAN PRAPASKAH V (U) St. Selestinus, Paus; St. Kresensia Hoess St. Notkere;

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya,

“Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Jawab mereka: “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?”

Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.

Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah. Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.”

“Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.

Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu.”

Jawab mereka kepadą-Nya: “Bapa kami ialah Abraham.”

Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.

Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku;

Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.”

Jawab mereka: “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.”

Kata Yesus kepada mereka: “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 6 April 2022, Bacaan Injil

Tanpa kita sadari, sering kali kita menganggap diri paling benar, paling berjasa, paling mengerti, dan paling mengenal Tuhan.

Kita pun dengan mudah menyalahkan orang lain, dan menganggap diri sebagai orang pilihan Tuhan.

Bahkan, dengan status itu, kita merasa berhak untuk merendahkan dan meremehkan orang lain, bahwa mereka tidak akan selamat serta tidak berguna.

Kita lupa bahwa manusia di hadapan Tuhan adalah sama.

Beriman bukanlah berbicara mengenai siapa yang benar dan siapa yang salah! Akan tetapi, beriman hendaknya dihidupi seperti yang diteladani Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.

Mereka beriman bukan supaya dipuji atau mendapatkan jaminan hidup, melainkan karena sebuah kesadaran dan keyakinan yang teguh bahwa Tuhanlah Sang Penyelamat.

Sering kali dalam hidup menggereja, kita merasa menjadi orang yang perlu dihargai dan diperhatikan, karena peran besar kita.

Tetapi apakah kita sudah dimerdekakan dari kemunafikan dan kesombongan diri?

Iman bukanlah label pribadi, tetapi sebuah pilihan hidup yang selalu mencari kebenaran sejati.

.

Bapa di surga, tuntunlah kani untuk menghidupi iman kami dengan ikhlas dan bukan hanya karena sebuah status sosial melainkan semata-mata untuk kemuliaan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 5 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 5 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 8:21-30

Bacaan I: Bil. 21:4-9; Mazmur: 102:2-3.16-18.19-20; R:2; PEKAN PRAPASKAH V (U) St. Vinsensius Ferreri, Sta. Yuliana dr Kornillon;

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang banyak,

“Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.”

Maka kata orang-orang Yahudi itu: “Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.

Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.”

Maka kata mereka kepada-Nya: “Siapakah Engkau?”

Jawab Yesus kepada mereka: “Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu;

akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia.”

Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa.

Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia,

dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.

Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”

Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 5 April 2022, Bacaan Injil

Setiap orang selalu mengharapkan segala sesuatu dalam hidupnya berjalan sesuai yang diimpikan.

Namun, terkadang kita seperti bangsa pilihan yang menginginkan segala sesuatu berjalan baik tanpa ada pengorbanan.

Sudah dua tahun kita berada dalam situasi tidak menentu akibat pandemi Covid-19, kehadiran vaksin tidak mampu membendung penyebaran virus tersebut.

Tentu ada pemberontakan dalam batin kita, karena terlalu lama pergerakan kita dibatasi.

Tetapi, sudahkah kita setia mengikuti Protokol Kesehatan (ProKes)? Ataukah kita masih seperti bangsa piihan yang gemar menyalahkan orang lain, tanpa melihat ke dalam diri sendiri?

Perintah untuk meninggikan ular tembaga di padang gurun menjadi tanda kenabian: Bahwa Tuhan hendaknya ditinggikan dan dimuliakan dalam peziarahan hidup kita, karena Dia telah membebaskan kita dari dosa-dosa.

Dosa telah membuat kita menjadi tergantung pada kepuasan diri kita sendiri, bahkan membuat kita lupa bahwa Yesus telah mati untuk membebaskan kita dari dosa.

Hari ini, kita diajak untuk selalu mencari kehendak Tuhan, bukan hanya sibuk mencari siapa yang patut dipersalahkan.

Karena Tuhan mengendaki kita semua disembuhkan dan dibebaskan dari dosa. Beranikah kita bersaksi demi kemuliaan Tuhan?

.

Tuhan, bimbinglah kami menjadi pribadi yang berani berkorban dan mewartakan kasih-Mu kepada semua orang. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 4 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 4 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 8:1-11

Bacaan I: Dan. 13:41c-62; Mazmur: 23:1-3a.3b-4.5.6; R:4ab; PEKAN PRAPASKAH V (U) St. Isidorus dr Sevilla; St. Benediktus Moor;

Sekali peristiwa, Yesus pergi ke bukit Zaitun. Dan pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya.

Ia duduk dan mengajar mereka.

Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.

Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus:

“Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian.

Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”

Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya.

Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.

Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka:

“Barang siapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua.

Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.

Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya:

“Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?

Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.”

Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 4 April 2022, Bacaan Injil

Barang siapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh 8:7).

Perintah Yesus ini memberikan kita gambaran bahwa begitu besar kerahiman Tuhan kepada orang yang berdosa, sekaligus juga memunculkan pertanyaan:

Mengapa Yesus membela orang yang bersalah, padahal Yesus memahami aturan yang berlaku saat itu?

Kecenderungan kita ialah lebih mudah menghakimi daripada mencari tahu mengapa Daniel dan Yesus melakukan hal itu.

Dalam Kitab Daniel menjadi jelas bahwa perbuatan mereka itu melibatkan minimal dua orang, tetapi mengapa hanya satu yang diadili?

Inilah alasan mengapa Daniel memperjuangkan kebenaran, tanpa harus membenarkan apa yang telah diperbuat oleh perempuan itu.

Hal serupa juga dihadirkan oleh Yesus dalam kisah perempuan yang berzinah. Kisah ini mengajak kita untuk terus belajar menjadi manusia yang adil.

Mengasihi apa yang kita imani, berarti berani terlibat memperjuangkan keadilan dalam peziarahan hidup dan berani bersaksi tentang kasih Allah.

Kita bisa mulai dari keluarga kita untuk tidak mudah menyalahkan, tetapi mencari tahu mengapa itu dilakukan, barulah diarahkan.

Itulah kasih Tuhan sebenarnya, menyelamatkan banyak orang yang bertobat dan mau belajar.

.

Tuhan, buatlah kami berani menegakkan keadilan. Jangan biarkan kami hanya mencari kenyamanan dengan membiarkan ketidakadilan terjadi. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Renungan Harian Hari Ini 3 April 2022, Bacaan Injil

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 3 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 8:1-11

Bacaan I: Yes. 43:16-21; Mazmur: 126:1-2ab.2cd-3.4-5.6; R:3; Bacaan II: Flp. 3:8-14; O PEKAN PRAPASKAH V (U);

Sekali peristiwa, Yesus pergi ke bukit Zaitun. Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.

Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.

Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus:

“Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”

Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya.

Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.

Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka:

“Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua.

Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya:

“Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”

Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.”

Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang”

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 3 April 2022, Bacaan Injil

Setiap kita pernah mengalami kejatuhan dan penyesalan atas keputusan yang salah.

Bahkan, ketika kita tidak sanggup menangung konsekuensi dari keputusan itu, kita menceritakan kehebatan dan kejayaan di masa lalu hanya karena tidak mau disalahkan.

Melalui Nabi Yesaya dalam bacaan pertama hari ini, kita diajak untuk meninggalkan kenangan itu, karena waktu terus berjalan dan akan terisi dengan kehidupan yang baru.

Sebagaimana Paulus setelah ditangkap oleh Kristus, ia berani menanggalkan segala-galanya untuk mengabdi Kristus.

Bagi Paulus, hidup adalah karena dan demi Kristus. Artinya setiap orang beriman yang “ditangkap” oleh Kristus semestinya hidup menurut apa yang telah diimaninya.

Kualitas hidup kita sebagai orang beriman diukur oleh kualitas cinta kita pada Kristus.

Tentu setiap orang pernah jatuh ke dalam dosa, tetapi Tuhan selalu memberikan kesempatan kepada kita untuk berubah menjadi lebih baik.

Hari ini, kita diajak untuk lahir kembali menjadi manusia baru: Berhenti menyalahkan diri, mari perbarui diri sendiri dengan mengampuni diri sendiri dan memulai hidup baru.

.

Kuatkanlah kami, ya Tuhan, agar kami selalu menghidupi apa yang kami imani sebagaimana Engkau telah menunjukkannya bagi kami melalui para utusan-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Jadwal Misa Online Minggu Prapaskah V TH.C/II Tgl 2-3 April 2022

Jadwal Misa Online Minggu Prapaskah V TH.C/II Tgl 2-3 April 2022

Seperti yang telah kita ketahui bersama masa pandemi berangsur-angsur memasuki endemi, namun kita perlu tetap mengikuti protokol kesehatan yang sangat ketat mengingat angka penderita Covid-19 masih ada di negara kita Indonesia.

Perayaan ekaristi secara offline di gereja Jetis pada Minggu Prapaskah V TH.C/II untuk sementara ini dilakukan secara terbatas dan juga dengan misa online, dilaksanakan mengikuti protokol kesehatan ketat yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Selama ini perayaan ekaristi di paroki-paroki lain masih ada yang dilangsungkan secara online setiap hari bahkan sampai saat ini.

Gereja JETIS – Minggu Jam 08.00 WIB (KLIK)

105 minggu berlalu sudah, itu artinya sudah dua tahun lamanya sejak pandemi di negara Indonesia dimulai, saat ini paroki-paroki dalam lingkup Kevikepan Yogyakarta akhirnya mulai menyelenggarakan misa tatap muka sekaligus menyiarkannya secara online untuk membantu umat agar dapat tetap beribadat dengan aman dan nyaman.

Lihat Juga : Youtube Channel Paroki Jetis (KLIK)

Inilah jadwal misa online minggu ini. Silahkan catat dengan seksama jadwalnya :

SILAHKAN KLIK :

>> Sabtu Pukul 18.00 WIB <<

Paroki HSMPTB – Kumetiran

>> Sabtu Pukul 16.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki HKTY – Ganjuran

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) & Minggu pukul 17.00 WIB (Bahasa Jawa) <<

Paroki St. Theresia – Boro

>> Sabtu Pukul 18.30 WIB, Minggu pukul 08.00 WIB & 18.30 WIB <<

Paroki Kristus Raja – Baciro

>> Minggu pukul 06.30 WIB <<

Paroki TDGY – Macanan

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB, Minggu pukul 07.00 WIB & 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus Paulus – Minomartani

>> Sabtu Pukul 17.00 WIB <<

Paroki St. Petrus – Warak

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki Marganingsih – Kalasan

>> Minggu pukul 08.00 WIB <<

Paroki St. Yoseph – Medari

>> Sabtu Pukul 16.30 WIB, Minggu pukul 16.30 WIB <<

Paroki St. Antonius – Kotabaru

>> Minggu pukul 07.00 WIB <<

Paroki St. Maria Assumpta – Babarsari

.

Bagi Anda yang terbiasa mengikuti ekaristi dari Katedral Semarang tidak perlu khawatir misa ditiadakan, karena tetap ada dan hanya pindah channel Youtube saja ke Komsos Katedral. Anda hanya perlu mencari video dengan tulisan LIVE di pojok kanan bawah. Untuk jadwalnya silahkan disimak dibawah ini :

.

Jadwal Ekaristi Online Hari Ini Lingkup Keuskupan Semarang


Ekaristi Sabtu Sore & Minggu 2-3 April 2022
Minggu Prapaskah V TH.C/II

>> SABTU SORE Pukul 18.30 WIB <<
>> MINGGU PAGI Pukul 08.00 WIB <<
>> MINGGU SORE Pukul 18.30 WIB <<

KLIK :

STREAMING Katedral Semarang 
.
.

Seperti yang sudah-sudah kami sampaikan, sebelum mengikuti ekaristi secara online ada baiknya Anda menyiapkan beberapa hal terlebih dahulu :

  • Pastikan kuota paket data Anda cukup untuk mengikuti keseluruhan jadwal Perayaan Ekaristi sampai selesai.
  • Sebaiknya kita mandi terlebih dahulu sebelum mengikuti perayaan ekaristi dan juga memakai pakaian sopan serta pantas. Persiapkan diri Anda baik-baik. Mempersiapkan diri layaknya mengikuti langsung ekaristi di gereja.
  • Gunakan ruangan yang pantas, seperti: ruang keluarga, ruang doa, ruang tamu, atau kamar kos. Tidak mengikuti Perayaan Ekaristi dari atas tempat tidur atau lebih ekstrim lagi di kamar mandi.
  • Siapkan salib dan lilin untuk mendukung suasana doa dan perayaan yang penuh khidmat untuk misa online Semarang hari ini.
  • Lebih penting lagi yaitu siapkan hati untuk mengikuti ekaristi. Ikutilah dengan fokus, khusyuk, berdoalah sepenuh hati.
  • Ingat untuk selalu membuat Tanda Salib, di awal dan akhir Perayaan Ekaristi.
  • Silahkan mengikuti ekaristi dengan duduk atau bersila, tidak perlu berdiri maupun berlutut. Supaya Anda tetap nyaman sepanjang perayaan berlangsung.
  • Ketika hendak menerima Komuni Kudus silahkan terlebih dahulu mendoakan doa komuni spiritual seraya menghayati sepenuh hati.
  • Bersyukurlah senantiasa karena Anda berada dalam keadaan sehat dan masih dapat mengikuti Ekaristi meskipun secara online.

.
.

You cannot copy content of this page