Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 1 Maret 2025

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 1 Maret 2025, Bacaan Injil Markus 10:13-16 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Sir. 17:1-15; Mazmur: 103:13-14.15-16.17-18a; R:17; PEKAN BIASA VII (H); St.Feliks III (II), Paus; St.David; Sta.Magdalena dr Kanossa;

Sir 17:1
Manusia diciptakan Tuhan dari tanah, dan ke sana akan dikembalikan juga.

Sir 17:2
Ia menetapkan waktu tertentu bagi mereka dan sejumlah hari, sambil memberi mereka kekuasaan atas segala sesuatu diatas bumi,

Sir 17:3
Kepadanya dikenakan kekuatan yang serupa dengan kekuatan Tuhan sendiri dan menurut gambar Allah dijadikan-Nya.

Sir 17:4
Di dalam segala makhluk yang hidup Tuhan menaruh ketakutan kepada manusia, agar manusia merajai binatang dan unggas.

Sir 17:6
Lidah, mata dan telinga dibentuk-Nya, dan manusia diberi-Nya hati untuk berpikir.

Sir 17:7
Tuhan memenuhi manusia dengan pengetahuan yang arif, dan menunjukkan kepadanya apa yang baik dan apa yang jahat.

Sir 17:8
la menanamkan mata-Nya sendiri di dalam hati manusia untuk menyatakan kepadanya keagungan pekerjaan Tuhan.

Sir 17:10
Maka manusia mesti memuji nama Tuhan yang kudus untuk mewartakan pekerjaan-Nya yang agung.

Sir 17:11
Tuhan telah mengaruniai manusia pengetahuan lagi dengan memberi mereka hukum kehidupan menjadi milik pusaka.

Sir 17:12
Perjanjian kekal diikat-Nya dengem mereka, dan segala hukum-Nya dipermaklumkan-Nya kepadanya.

Sir 17:13
Mata mereka telah melihat kemuliaan Tuhan yang agung, dan suara-Nya yang dahsyat telah didengar telinga mereka.

Sir 17:14
la berkata kepada mereka: “Jauhilah setiap kelaliman,” dan masing-masing diberi-Nya perintah mengenai sesamanya.

Sir 17:15
Langkah laku manusia selalu terbentang di hadapan Tuhan, dan tak tersembunyi bagi mata-Nya.

.

Mzm 103:13
Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

Mzm 103:14
Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.

Mzm 103:15
Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga;

Mzm 103:16
apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.

Mzm 103:17
Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu,

Mzm 103:18
bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya.

.

Mrk 10:13
Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

Mrk 10:14
Ketika Yesus melihat hal itu, Ia marah dan berkata kepada mereka: “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.

Mrk 10:15
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”

Mrk 10:16
Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya atas mereka Ia memberkati mereka.

.

1Kor 14:1
Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat.

1Kor 14:2
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorangpun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

1Kor 14:3
Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.

1Kor 14:4
Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat.

1Kor 14:5
Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.

1Kor 14:6
Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran?

1Kor 14:7
Sama halnya dengan alat-alat yang tidak berjiwa, tetapi yang berbunyi, seperti seruling dan kecapi?bagaimanakah orang dapat mengetahui lagu apakah yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda?

1Kor 14:8
Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang?

1Kor 14:9
Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara!

1Kor 14:10
Ada banyak?entah berapa banyak?macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satupun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 1 Maret 2025

1Kor 14:11
Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku.

1Kor 14:12
Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat.

1Kor 14:13
Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya.

1Kor 14:14
Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa.

1Kor 14:15
Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku.

1Kor 14:16
Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan “amin” atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan?

1Kor 14:17
Sebab sekalipun pengucapan syukurmu itu sangat baik, tetapi orang lain tidak dibangun olehnya.

1Kor 14:18
Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua.

1Kor 14:19
Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.

.

renungan harian hari ini

Dalam kehidupan bermasyarakat, keputusan bersama sering kali diambil oleh kelompok yang kuat, yang tampaknya mewakili suara mayoritas. Sementara kelompok kecil atau lemah sering dianggap gangguan dan tidak mendapatkan banyak perhatian.

Namun, Yesus dalam Injil hari ini mengajarkan sesuatu yang berbeda. Yesus menunjukkan kasih dan perhatian kepada kelompok kecil dan lemah, yang digambarkan sebagai anak-anak yang berada di sekitar-Nya.

Ketika orang tua membawa anak-anak mereka kepada Yesus, para murid mencoba mengusir mereka karena menganggap anak-anak ini sebagai gangguan. Namun, Yesus merangkul mereka dengan penuh kasih dan menegaskan bahwa Kerajaan Allah milik orang-orang seperti anak-anak kecil itu.

Yesus mengasihi anak-anak karena mereka memiliki sifat-sifat seperti ketulusan, kepolosan, dan kepercayaan tanpa syarat yang jarang ditemukan pada orang dewasa. Anak-anak menerima kasih tanpa kecurigaan dan mengasihi tanpa pamrih. Sifat-sifat inilah yang dituntut oleh Yesus dari kita sebagai pengikut-Nya.

Yesus mengajarkan bahwa kelemahlembutan dan kepolosan seperti anak-anak sangat dihargai di mata Tuhan. Kitab Sirakh dalam Bacaan Pertama menggambarkan keluhuran martabat manusia yang diciptakan Allah dengan indra yang lengkap dan akal budi.

Manusia diberi kemampuan untuk berpikir, membedakan yang baik dan jahat, serta menyatakan pendapat dalam masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa setiap manusia, termasuk kelompok kecil dan lemah, memiliki harkat dan martabat yang sama di hadapan Allah.

.

Allah Bapa, Engkau menciptakan setiap manusia dengan martabat yang mulia, tak ada satu pun yang kurang berharga di hadapan-Mu. Namun dalam kehidupan ini, sering kali yang kecil dan lemah diabaikan, suaranya tidak didengar, keberadaannya dianggap tidak penting.

Kami bersyukur atas teladan Putra-Mu, Yesus Kristus, yang selalu mengasihi dan merangkul mereka yang tersisih—anak-anak, orang miskin, yang terpinggirkan dan mereka yang tidak berdaya. Engkau mengajarkan kepada kami bahwa di dalam kelemahan ada kekuatan, di dalam kepolosan ada kemurnian, dan di dalam kerendahan hati ada kebesaran sejati.

Ajarlah kami untuk memiliki hati seperti hati-Mu, yang terbuka bagi sesama tanpa memandang status, kekuatan, atau kepentingan duniawi. Bentuklah kami agar memiliki iman seperti anak-anak kecil—tulus, percaya sepenuhnya kepada-Mu, dan mengasihi tanpa pamrih.

Bimbinglah hati kami agar dalam setiap keputusan yang kami buat, kami tidak hanya mendengar suara yang kuat, tetapi juga suara mereka yang lemah. Semoga kami tidak tertutup oleh kesombongan dan kepentingan diri, tetapi berani berpihak pada kebenaran dan keadilan, sebagaimana Engkau telah mengajarkan kepada kami.

Kami berdoa bagi mereka yang tersisih dan terabaikan dalam masyarakat—anak-anak, orang miskin, kaum difabel, mereka yang diperlakukan tidak adil. Ulurkan tangan-Mu untuk menghibur dan menguatkan mereka. Jadikan kami alat kasih-Mu untuk membawa pengharapan dan sukacita bagi mereka yang membutuhkan.

Kami percaya bahwa Kerajaan-Mu bukan milik mereka yang kuat dan berkuasa, tetapi bagi mereka yang rendah hati dan percaya kepada-Mu. Maka, bimbinglah kami selalu dalam kasih-Mu, hingga kami layak masuk dalam kerajaan yang telah Engkau janjikan. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

.

Allah Bapa Yang Maha Kasih, terima kasih Engkau telah menyadarkan kami untuk selalu terbuka pada kelompok yang kecil, lemah, tersingkir, dan difabel. Di dalam diri merekalah kami belajar untuk menjadi semakin dekat dan menggantungkan seluruh hidup hanya kepada-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 28 Februari 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

Panduan APP 2025 Keuskupan Agung Semarang (KAS)

PANDUAN & TEMA APP 2025 – Bersekutu dalam Doa, Pertobatan dan Pengharapan

Setiap tahun kita mempersiapkan diri untuk merayakan Hari Raya Kebangkitan Kristus dengan menjalani dan menghidupi masa Prapaskah. Masa Prapaskah menjadi masa persiapan diri untuk mensyukuri rahmat penebusan Kristus. Dia yang setia melaksanakan misi Allah melalui sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya dari kematian. Masa Prapaskah juga menjadi kesempatan baik bagi umat beriman untuk merenungkan pertobatan, mengembangkan olah rohani dan melaksanakan amal kasih bagi sesama, terutama bagi KLMTD. Maka, masa Prapaskah sering kali disebut sebagai masa retret agung bagi seluruh umat beriman.

Gerakan Aksi Puasa Pembangunan (APP) selama masa Prapaskah adalah gerakan solidaritas khas Gereja Katolik di Indonesia. Tujuannya untuk mengajak umat beriman terlibat aktif dalam upaya pembangunan kesejahteraan bersama di bidang sosial-ekonomi, sebagai buah dari olah rohani yang dihayati melalui praktik puasa dan pantang. Gerakan ini selaras dengan situasi zaman sekarang dimana masih banyak ketidakadilan sosial dan kemiskinan di tengah masyarakat.

Selaras dengan semangat tahun Yubelium yang kita rayakan pada tahun 2025 ini, kita diajak untuk semakin menghayati masa Prapaskah dengan sepenuh hati. Kita diajak untuk tidak hanya meningkatkan kesalehan diri melainkan harus lebih peka terhadap penderitaan sesama. Kita didorong untuk semakin bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan sumber daya yang kita miliki guna mengambil bagian dalam memerangi kemiskinan, ketidakadilan, dan ketimpangan sosial di masyarakat.

Gerakan APP hendaknya menjadi salah satu sarana mengembangkan kesadaran umat beriman akan pentingnya pertobatan bersama untuk membangun dunia yang lebih sejahtera dan berkeadilan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Semarang, 24 Desember 2024

R. Subyantara Putra Perdana, Pr
Ketua Panitia APP KAS

Buku Panduan APP 2025 – Download PDF (KLIK)


Gagasan Utama Pertemuan Prapaskah
Panduan APP 2025 & Renungan

Fokus Pastoral Keuskupan Agung Semarang tahun 2025 adalah “Tinggal dalam Kristus dan Berbuah: Semakin Katolik dan Semakin Apostolik di Tengah Perubahan Masyarakat. Tidak jauh berbeda dengan fokus pastoral sebelumnya, Gereja KAS mencita-citakan agar umat beriman semakin Cerdas, Tangguh, Misioner dan Dialogis (CTMD). Tolok ukur iman yang CTMD tidak hanya dilihat dari pengetahuan iman yang dimiliki, namun juga dampak iman bagi kehidupan sehari-harinya. Iman harus berdampak dan berdaya ubah.

Data umat KAS saat ini menunjukkan bahwa sebagian besar umat telah dibaptis sejak bayi. Oleh karenanya, proses pembelajaran iman secara khusus hanya didapat saat mereka mempersiapkan diri untuk menerima komuni pertama, penguatan dan sedikit saat mempersiapkan perkawinan. Selebihnya, pengetahuan dan pemahaman iman, diandaikan dibangun melalui pembiasaan di dalam keluarga yang diberikan oleh orang tua.

Beruntunglah mereka yang imannya tumbuh dan berkembang di tengah keluarga yang sejak awal, selalu setia mengajak anak-anaknya mengikuti kegiatan-kegiatan pendampingan iman baik di lingkungan maupun paroki. Setiap kali mengikuti kegiatan bersama, umat beriman dapat menambah dan menyegarkan kembali pemahaman iman bersama saudara-saudara seiman lainnya. Apalagi jika kegiatan-kegiatan pendampingan iman itu dipersiapkan dengan baik tentu akan lebih bermanfaat.

Namun perlu kita sadari juga bahwa tidak jarang muncul kecenderungan di kalangan umat Katolik yang menghidupi iman menurut “biasanya” atau “mengalir begitu saja”. Iman hanya dipandang sekedar identitas (tanda), bukan sebagai roh penyemangat dan sumber yang memberi daya hidup bagi umat.

Iman harus tampak dalam tindakan nyata. Untuk itulah semangat apostolisitas (kerasulan) perlu didengungkan kembali. Dalam menghayati iman, selayaknya kita perlu meneladani para rasul, yang terus-menerus mewartakan iman melalui kesaksian hidup mereka sehari-hari.

Renungan APP tahun ini disusun untuk mengajak umat beriman menyegarkan kembali pemahaman tentang gerakan APP yang diselaraskan dengan situasi zaman dan situasi hidup beriman Gereja KAS saat ini. Tema APP tahun 2025 adalah: BERSEKUTU DALAM DOA, PERTOBATAN DAN PENGHARAPAN.

Selain merenungkan soal semangat doa, puasa dan derma, melalui bahan APP 2025 ini, umat akan diajak untuk menyegarkan kembali semangat dasar gerakan APP. Pada pertemuan awal, umat diajak menyegarkan kembali gagasan tentang pelaksanaan gerakan APP (pertemuan 1). Merenungkan bacaan lnjil yang dibacakan pada Rabu Abu (Matius 6:1-6, 16-18), umat akan diajak untuk mendalami olah rohani dan relasinya dengan Allah dalam doa (pertemuan 2).

Kemudian umat diajak untuk olah rohani bagi dirinya sendiri dalam puasa dan pantang (pertemuan 3) dan olah rohani dalam relasinya dengan sesama melalui derma (pertemuan 4). Pada bagian akhir, umat akan diajak mengenal keluasan jejaring solidaritas dan dana-dana sosial yang dikelola oleh Gereja (pertemuan 5).

Seluruh renungan selama masa Prapaskah tahun ini ditempatkan dalam semangat tahun Yubelium 2025, yaitu membangun dunia penuh harapan bagi semua dan bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Untuk itu, Tema APP dipilih: “Bersekutu dalam Doa, Pertobatan dan Pengharapan” yang didalamnya tersirat beberapa gagasan, yakni:

1) “Bersekutu dalam doa” menunjuk pada pertemuan di tiap lingkungan selama 5 kali dalam masa Prapaskah;
2) “Pertobatan” menunjuk pada sub tema pertemuan 2, 3 dan 4 yang merenungkan tentang pertobatan, membangun relasi yang harmonis dengan Allah dalam doa, dengan diri sendiri dalam puasa dan pantang serta dengan sesama dengan bersedekah / berderma.
3) “Pengharapan” menunjuk pada sub-tema pertemuan 1 dan 5 yakni: dengan memahami makna dana sosial dalam Gereja serta berbagai macam jejaring pengelolaannya, umat diajak terlibat dalam pengumpulan, pengelolaan, penyalurannya. Pemanfaatan dana sosial Gereja perlu dikawal sehingga semakin berbuah dalam berbagai macam tindakan sosial yang menumbuhkan pengharapan bagi seluruh masyarakat.

Tahun Yubelium, Tahun Pengharapan

lstilah Yubileum diambil dari bahasa lbrani yang artinya domba jantan. Dalam tradisi Yahudi, tanduk domba jantan adalah bahan untuk membuat sangkakala, terompet yang dibunyikan sebagai tanda akan adanya peristiwa penting bagi masyarakat. Salah satunya adalah tanda dimulainya perayaan Yubelium.

Tahun Suci ini biasa dirayakan setiap 25 tahun sekali [Im 25:10]. Meskipun demikian, Paus memiliki hak untuk menyelenggarakan Tahun Suci Luar Biasa sesuai dengan kebutuhan seperti Tahun Suci Iman 2013 dan Tahun Suci Kerahiman Allah 2016 yang lalu.

Secara sosial-ekonomi perayaan Yubelium memiliki makna: pengampunan dari kesalahan, pembebasan dari ikatan perbudakan dan pengembalian warisan yang telah dijual [Im 25:8-55]. Secara teologis, tahun Yubelium memiliki makna: hadirnya kesempatan bagi seluruh ciptaan: manusia, tanah, hewan, tumbuhan lepas dari segala macam belenggu untuk hidup dalam situasi yang lebih bermartabat. Manusia diajak untuk membangun hidup yang mencerminkan hubungan baik dengan Allah, sesama, dan seluruh alam ciptaan.

Pada tanggal 9 Mei 2024 lalu, Paus Fransiskus secara resmi mengumumkan Tahun Yubileum 2025. Tahun Yubileum telah kita mulai pada tanggal 24 Desember 2024 yang lalu dan akan berakhir pada tanggal 6 Januari 2026 yang akan datang. Tema yang diangkat untuk tahun Yubelium 2025 ini adalah “Peziarah Pengharapan”. Dengan tema ini, Bapa Suci mengajak umat beriman untuk menemukan kembali spiritualitas sebagai ciptaan Allah, manusia yang hadir sebagai “peziarah di bumi”
bukan sebagai “penguasa dunia”.

Di tahun suci ini, selain diajak untuk hidup dengan penuh harapan, kita juga diajak untuk dapat menghayati hidup yang menghadirkan harapan bagi seluruh alam ciptaan. Artinya, kita diajak untuk menjaga kelestarian alam dan membangun kehidupan yang sejahtera dan bermartabat bagi sesama manusia. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pertemuan APP dilaksanakan dalam bentuk sarasehan. Pola setiap pertemuan prapaskah di tiap lingkungan adalah sbb:

  1. Tujuan Pertemuan
  2. Nyanyian Pembuka (pilihlah lagu yang sesuai)
  3. Tanda Salib dan Salam
  4. Pengantar
  5. Seruan Tobat
  6. Doa Pembuka
  7. Bacaan Kitab Suci

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 28 Februari 2025

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 28 Februari 2025, Bacaan Injil Markus 10:1-12 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Sir. 6:5-17; Mazmur: 119:12,16,18,27,34,35; R: 35a; PEKAN BIASA VII (H) Sta.Antonia, St.Hilarus;

Sir 6:5
Tenggorokan yang manis mendapat banyak sahabat, dan keramahan diperbanyak oleh lidah yang manis lembut.

Sir 6:6
Mudah-mudahan orang yang damai denganmu banyak adanya, tetapi hanya satu dari seribu hendakriya menjadi penasehatmu.

Sir 6:7
Jika engkau mau mendapat sahabat, kajilah dia dahulu, dan jangan segera percaya padanya.

Sir 6:8
Sebab ada orang yang bersahabat hanya menurut ketikanya sendiri, tetapi pada hari kesukaranmu tidak bertahan.

Sir 6:9
Ada juga sahabat yang berubah menjadi musuh, lalu menceritakan persengketaan untuk menistakan dikau.

Sir 6:10
Ada lagi sahabat yang ikut serta dalam perjamuan makan, tapi tidak bertahan pada hari kesukaranmu.

Sir 6:11
Pada waktu engkau sejahtera ia adalah seperti engkau sendiri dan lancang berbicara dengan seisi rumahmu.

Sir 6:12
Tetapi bila engkau mundur maka ia berbalik melawan dikau serta menyembunyikan diri terhadapmu.

Sir 6:13
Jauhkanlah diri dari para musuhmu, tetapi berhati-hatilah terhadap para sahabatmu.

Sir 6:14
Sahabat setiawari merupakan perlindungan yang kokoh, barangsiapa menemukan orang serupa itu sungguh mendapat harta.

Sir 6:15
Sahabat setiawan tiada ternilai, dan harganya tidak ada tertimbang.

Sir 6:16
Sahabat setiawan adalah obat kehidupan, orang yang takut akan Tuhan memperolehnya.

Sir 6:17
Orang yang takut akan Tuhan memelihara persahabatan dengan lurus hati, sebab seperti ia sendiri demikianpun temannya.

.

Mzm 119:12
Terpujilah Engkau, ya TUHAN; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

Mzm 119:16
Aku akan bergemar dalam ketetapan-ketetapan-Mu; firman-Mu tidak akan kulupakan.

Mzm 119:18
Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.

Mzm 119:27
Buatlah aku mengerti petunjuk titah-titah-Mu, supaya aku merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib.

Mzm 119:34
Buatlah aku mengerti, maka aku akan memegang Taurat-Mu; aku hendak memeliharanya dengan segenap hati.

Mzm 119:35
Biarlah aku hidup menurut petunjuk perintah-perintah-Mu, sebab aku menyukainya.

.

Mrk 10:1
Dari situ Yesus berangkat ke daerah Yudea dan ke daerah seberang sungai Yordan dan di situpun orang banyak datang mengerumuni Dia; dan seperti biasa Ia mengajar mereka pula.

Mrk 10:2
Maka datanglah orang-orang Farisi, dan untuk mencobai Yesus mereka bertanya kepada-Nya: “Apakah seorang suami diperbolehkan menceraikan isterinya?”

Mrk 10:3
Tetapi jawab-Nya kepada mereka: “Apa perintah Musa kepada kamu?”

Mrk 10:4
Jawab mereka: “Musa memberi izin untuk menceraikannya dengan membuat surat cerai.”

Mrk 10:5
Lalu kata Yesus kepada mereka: “Justru karena ketegaran hatimulah maka Musa menuliskan perintah ini untuk kamu.

Mrk 10:6
Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan,

Mrk 10:7
sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,

Mrk 10:8
sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.

Mrk 10:9
Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”

Mrk 10:10
Ketika mereka sudah di rumah, murid-murid itu bertanya pula kepada Yesus tentang hal itu.

Mrk 10:11
Lalu kata-Nya kepada mereka: “Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.

Mrk 10:12
Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.”

.

1Kor 12:31
Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.

1Kor 13:1
Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

1Kor 13:2
Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

1Kor 13:3
Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

1Kor 13:4
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.

1Kor 13:5
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.

1Kor 13:6
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 28 Februari 2025

1Kor 13:7
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

1Kor 13:8
Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

1Kor 13:9
Sebab pengetahuan kita tidak lengkap dan nubuat kita tidak sempurna.

1Kor 13:10
Tetapi jika yang sempurna tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap.

1Kor 13:11
Ketika aku kanak-kanak, aku berkata-kata seperti kanak-kanak, aku merasa seperti kanak-kanak, aku berpikir seperti kanak-kanak. Sekarang sesudah aku menjadi dewasa, aku meninggalkan sifat kanak-kanak itu.

1Kor 13:12
Karena sekarang kita melihat dalam cermin suatu gambaran yang samar-samar, tetapi nanti kita akan melihat muka dengan muka. Sekarang aku hanya mengenal dengan tidak sempurna, tetapi nanti aku akan mengenal dengan sempurna, seperti aku sendiri dikenal.

1Kor 13:13
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.

.

renungan harian hari ini

Putra Sirakh menasihati, “Jika engkau mau mendapatkan sahabat, kajilah dia dahulu dan jangan segera percaya kepadanya.” Sebab, ada yang bersahabat tapi tidak bertahan pada hari kesukaranmu, ada yang berubah jadi musuh. Sahabat sejati adalah sahabat yang setia di saat kita menderita dan susah. Sahabat setiawan adalah perlindungan yang kokoh.

Memilih pasangan hidup dalam perkawinan lebih dari memilih sahabat, yaitu memilih belahan jiwa, bagian hidup. Oleh karena itu, perlu pertimbangan, penilaian yang matang. Tidak hanya berdasarkan pada rasa jatuh cinta saja.

Karena pasangan hidup bersifat untuk selamanya sesuai hukum adikodrati, “apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan manusia”. Memang tidak ada manusia yang sempurna, selalu ada kelemahan yang ada dalam diri pasangan.

Maka untuk yang tidak sempurna harus selalu ada pengampunan dalam kehidupan pernikahan. Adanya pengampunan membuat keutuhan pasangan suami-istri terjaga.

Mari yang hidup dalam pernikahan ingat selalu akan janji pernikahan yang telah diucapkan bahwa telah memilih pasangan secara bebas, penuh dan sadar untuk selalu setia dalam untung dan malang, dalam suka dan duka serta akan menghormati pasangan untuk seumur hidup.

.

Ya Tuhan, kami datang menghadap-Mu dengan hati yang penuh syukur atas anugerah cinta yang Engkau tanamkan dalam hati setiap manusia. Engkau telah menciptakan pria dan wanita untuk saling melengkapi dan mempersatukan mereka dalam sakramen perkawinan yang kudus.

Kami berdoa bagi semua pasangan suami-istri, agar mereka selalu mengingat janji yang telah mereka ucapkan di hadapan-Mu. Di dalam suka maupun duka, dalam untung maupun malang, ajarlah mereka untuk tetap setia satu sama lain, menghormati dan mengasihi dengan tulus.

Kami sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Setiap pasangan memiliki kelemahan dan keterbatasan, tetapi ajarlah mereka untuk selalu saling mengampuni, sebagaimana Engkau sendiri mengampuni kami. Biarlah pengampunan menjadi jembatan yang menghubungkan hati mereka, agar tidak ada kebencian, kepahitan, atau perpecahan yang memisahkan mereka.

Engkau mengajarkan kepada kami arti kesetiaan yang sejati. Bantulah setiap pasangan untuk tetap teguh dalam kasih mereka, tidak hanya berlandaskan perasaan sesaat, tetapi pada komitmen dan pengorbanan. Semoga dalam perjalanan hidup mereka, mereka selalu menemukan kebahagiaan dalam memberi, dalam melayani, dan dalam mencintai dengan tulus.

Penuhilah setiap keluarga dengan damai dan sukacita. Lindungilah rumah tangga mereka dari godaan dunia yang ingin merusak kesatuan dan keharmonisan mereka. Jadikanlah mereka saksi kasih-Mu di tengah dunia, agar keluarga-keluarga Kristiani menjadi tempat bertumbuhnya iman, harapan, dan cinta kasih sejati.

Kami serahkan semua pasangan suami-istri ke dalam tangan-Mu, ya Tuhan. Bimbinglah mereka selalu dalam terang-Mu, hingga akhirnya mereka mencapai kebahagiaan kekal bersama-Mu di surga. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

.

Tuhan Yesus, berkatilah seluruh keluarga Katolik agar setia pada janji pernikahan mereka di hadapan-Mu. Semoga mereka bisa menyelesaikan segala masalah keluarga mereka masing-masing dengan bijaksana. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 27 Februari 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 27 Februari 2025

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 27 Februari 2025, Bacaan Injil Markus 9:41-50 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Sir. 5:1-8; Mazmur: 1:1-2.3.4.6; R:40:5a; PEKAN BIASA VII (H); St.Gabriel Possenti; St.Leander;

Sir 5:1
Jangan mengandalkan kekayaanmu, dan jangan berkata: “Ini cukup bagiku.”

Sir 5:2
Hati dan kekuatanmu jangan kauturut untuk berlaku sesuai dengan hawa nafsu hatimu.

Sir 5:3
Jangan berkata: “Siapa berkuasa atas diriku?” Memang Tuhan akan menghukum engkau dengan keras.

Sir 5:4
Jangan berkata: “Betul, aku sudah berdosa, tetapi apakah menimpa diriku? Sebab Tuhan panjang hati.”

Sir 5:5
Jangan menyangka pengampunan terjamin, sehingga engkau menimbun dosa demi dosa.

Sir 5:6
Jangan berkata: “Memang belas kasihan-Nya besar, dosaku yang banyak ini pasti diampuni-Nya.” Sebab baik belas kasihan rnaupun kemurkaan ada pada Tuhan, dan geram-Nya turun atas orang jahat.

Sir 5:7
Jangan menunda-nunda berbalik kepada Tuhan, jangan kautangguhkan dari hari ke hari. kemurkaan Tuhan, dan pada saat hukuman engkau dihancurkan.

Sir 5:8
Jangan percaya pada harta benda yang diperoleh dengan tidak adil, sebab tidak berguna sedikitpun pada hari sial.

.

Mzm 1:1
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

Mzm 1:2
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Mzm 1:3
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Mzm 1:4
Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.

Mzm 1:6
sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

.

Mrk 9:41
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.”

Mrk 9:42
“Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut.

Mrk 9:43
Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan;

Mrk 9:44
(di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)

Mrk 9:45
Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka;

Mrk 9:46
(di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.)

Mrk 9:47
Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka,

Mrk 9:48
di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam.

Mrk 9:49
Karena setiap orang akan digarami dengan api.

Mrk 9:50
Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.”

.

1Kor 12:12
Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.

1Kor 12:13
Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.

1Kor 12:14
Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.

1Kor 12:15
Andaikata kaki berkata: “Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?

1Kor 12:16
Dan andaikata telinga berkata: “Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?

1Kor 12:17
Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman?

1Kor 12:18
Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.

1Kor 12:19
Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh?

1Kor 12:20
Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh.

1Kor 12:21
Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.”

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 27 Februari 2025

1Kor 12:22
Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan.

1Kor 12:23
Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus.

1Kor 12:24
Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus,

1Kor 12:25
supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan.

1Kor 12:26
Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.

1Kor 12:27
Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.

1Kor 12:28
Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.

1Kor 12:29
Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat,

1Kor 12:30
atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?

1Kor 12:31
Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.

.

renungan harian hari ini

Saya punya satu sahabat imam yang menjadi orang tua, sahabat, panutan dan guru. Bulan Januari tahun yang lalu sehari setelah pesta pembaptisan Tuhan beliau berpulang. Sekitar 30 menit sebelum meninggal, beliau mengatakan,” Tuhan Yesus sudah datang.”

Beliau adalah orang yang selalu menjaga kekudusan diri dan selalu sukacita serta jarang pernah marah. Beliau sungguh menghidupi hidup murni, taat, miskin dan setia dalam kongregasi OMI. Yang paling mengesan saya adalah beliau selalu merayakan sakramen pendamaian dan saya layani. Itulah jalan yang dianugerahkan Tuhan kepada seluruh anggota gereja-Nya untuk hidup dalam kekudusan.

Hawa nafsu manusiawi kita selalu menuntun pada perbuatan dosa. Oleh karena itu, Putra Sirakh menasihati, “Hati dan kekuatanmu jangan kauturuti untuk berlaku sesuai dengan hawa nafsumu.” Karena dari dalam hati bisa muncul kejahatan yang menggerakkan seluruh indra kita untuk menurutinya sehingga manusia jatuh dalam dosa.

Putra Sirakh juga menasihati supaya jangan menimbun dosa. Oleh karena itu, Tuhan Yesus selalu berpesan untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap kecenderungan yang menyesatkan dan membawa kepada dosa. Dengan merayakan sakramen pendamaian kita merasakan belas kasih Allah. Namun, yang lebih penting dari bagian sakramen pendamaian adalah sikap untuk waspada dan tidak berbuat dosa lagi.

.

Tuhan Maha Penyayang, Engkau memanggil kami untuk hidup dalam kekudusan dan menjauhkan diri dari dosa. Hari ini, kami mengenang para imam, gembala, dan sahabat iman yang telah setia mengabdikan hidupnya bagi-Mu. Kami bersyukur atas teladan hidup yang Engkau berikan melalui mereka, khususnya bagi sahabat kami yang telah berpulang dalam damai-Mu.

Engkau datang ke dunia untuk menyelamatkan kami dari dosa dan memberikan kami jalan menuju kehidupan kekal. Engkau menganugerahkan kepada Gereja-Mu sakramen pendamaian sebagai tanda belas kasih-Mu yang tak terbatas. Ajarlah kami untuk selalu rendah hati dalam mengakui dosa-dosa kami, bertobat dengan sungguh, dan hidup dalam kasih serta kesetiaan kepada-Mu.

Bimbinglah hati kami agar tidak mudah terjerat dalam hawa nafsu duniawi yang menyesatkan. Bukalah mata batin kami supaya selalu waspada terhadap segala godaan yang menjauhkan kami dari kebenaran-Mu. Anugerahkanlah kami kekuatan untuk berkata “tidak” kepada dosa dan “ya” kepada jalan kekudusan.

Kami berdoa bagi semua imam, biarawan, dan biarawati yang telah menyerahkan hidupnya untuk melayani Engkau. Jadikan mereka saksi kasih dan belas kasih-Mu di tengah dunia. Kami juga berdoa bagi semua umat-Mu agar semakin setia dalam iman, rajin menerima sakramen pendamaian, dan berusaha untuk tidak berbuat dosa lagi. Amin.

.

Tuhan Yesus, mampukanlah kami mengatasi hawa nafsu kami sehingga tidak menjerat kami dalam lingkaran dosa. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 26 Februari 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 26 Februari 2025

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 26 Februari 2025, Bacaan Injil Markus 9:38-40 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Sir. 4:11-19; Mazmur: 119:165,168,171,172,174,175 R:165a; PEKAN BIASA VII (H); St.Alexandra; St.Didakus Carvalho;

Sir 4:11
Kebijaksanaan meninggikan segala anaknya, dan orang yang mencarinya dihiraukannya.

Sir 4:12
Siapa yang mencintai kebijaksanaan mencintai kehidupan, dan barangsiapa pagi- pagi menghadapinya akan penuh sukacita.

Sir 4:13
Siapa yang berpaut padanya mewarisi kemuliaan, dan ia diberkati Tuhan di manapun ia berlangkah.

Sir 4:14
Barangsiapa melayani kebijaksanaan bergilir bakti kepada Yang Kudus, dan siapa mencintainya dicintai oleh Tuhan.

Sir 4:15
Siapa mendengarkannya akan memutuskan yang adil, dan aman sentosalah kediaman orang yang mengindahkannya.

Sir 4:16
Jika orang percaya pada kebijaksanaan, niscaya ia mewarisinya, dan keturunannya akan tetap memilikinya.

Sir 4:17
Boleh jadi ia dituntun kebijaksanaan di jalan yang berbelok- belok dahulu, sehingga didatangi ketakutan dan getaran; boleh jadi kebijaksanaan menyiksa dia dengan siasat sampai dapat percaya padanya, dan mengujinya dengan segala aturannya.

Sir 4:18
Tetapi kemudian kebijaksanaan kembali kepadanya dengan kebaikan yang menggembirakan, dan menyingkapkan kepadanya pelbagai rahasia.

Sir 4:19
Jika orang sampai menyimpang, maka dibuang oleh kebijaksanaan dan diserahkan kepada kebinasaan.

.

Mzm 119:165
Besarlah ketenteraman pada orang-orang yang mencintai Taurat-Mu, tidak ada batu sandungan bagi mereka.

Mzm 119:168
Aku berpegang pada titah-titah-Mu dan peringatan-peringatan-Mu, sebab seluruh hidupku terbuka di hadapan-Mu.

Mzm 119:171
Biarlah bibirku mengucapkan puji-pujian, sebab Engkau mengajarkan ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

Mzm 119:172
Biarlah lidahku menyanyikan janji-Mu, sebab segala perintah-Mu benar.

Mzm 119:174
Aku rindu kepada keselamatan dari pada-Mu, ya TUHAN, dan Taurat-Mu menjadi kesukaanku.

Mzm 119:175
Biarlah jiwaku hidup, supaya memuji-muji Engkau, dan biarlah hukum-hukum-Mu menolong aku.

.

Mrk 9:38
Kata Yohanes kepada Yesus: “Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita.”

Mrk 9:39
Tetapi kata Yesus: “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku.

Mrk 9:40
Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.

.

1Kor 12:1
Sekarang tentang karunia-karunia Roh. Aku mau, saudara-saudara, supaya kamu mengetahui kebenarannya.

1Kor 12:2
Kamu tahu, bahwa pada waktu kamu masih belum mengenal Allah, kamu tanpa berpikir ditarik kepada berhala-berhala yang bisu.

1Kor 12:3
Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.

1Kor 12:4
Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.

1Kor 12:5
Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.

1Kor 12:6
Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.

1Kor 12:7
Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.

1Kor 12:8
Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.

1Kor 12:9
Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.

1Kor 12:10
Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.

1Kor 12:11
Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

.

renungan harian hari ini

Siapa yang mencintai kebijaksanaan mencintai kehidupan, dan siapa yang pagi-pagi menghadapinya akan penuh sukacita. Beberapa tahun lalu, saat bom di sebuah gereja di Surabaya, rombongan dari agama lain menyampaikan permintaan maaf atas kejadian ini dan bertanya, “Romo, kita mau buat apa?”

Saya menjawab, “Kita semua mencintai kehidupan setiap manusia, mari kita tunjukkan keprihatinan kita supaya kehidupan setiap manusia tidak dinjak-injak dan dirampas.” Kemudian, kami duduk melingkar untuk berbicara. Jadilah kelompok “melingkar” lintas agama, suku dan profesi. Kita yang mencintai kehidupan selalu menjadi saudara dan keluarga.

Ketika Yohanes menyampaikan kepada Tuhan Yesus tentang seorang yang bukan pengkut mereka tetapi mengusir setan demi nama-Nya, Tuhan Yesus mengatakan, “Siapa yang tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.” Ini menunjukkan akan keterbukaan Tuhan kepada setiap orang yang berkendak baik.

Masyarakat kita membutuhkan keterbukaan seperti ini. Masih banyak orang yang tertutup karena suku, agama dan ras serta golongan. Mari kita cari dan bertemu dengan orang-orang yang berkehendak baik dan mencintai kehidupan.

.

Ya Tuhan Maha Kasih, Engkau adalah sumber kehidupan dan kebijaksanaan. Engkau menghendaki agar setiap manusia hidup dalam kasih dan damai, saling menghormati dan menerima satu sama lain sebagai saudara.

Kami berdoa bagi dunia yang sering kali terpecah oleh perbedaan. Hari-hari ini di tengah kekerasan, kebencian, dan ketidakadilan, Engkau tetap memanggil kami untuk menjadi pembawa damai dan cinta kasih. Ajarlah kami untuk selalu mencintai kehidupan, menghargai setiap manusia sebagai ciptaan-Mu, dan membuka hati bagi semua yang berkehendak baik.

Engkau mengajarkan kami untuk tidak menutup diri terhadap sesama. Engkau menyambut setiap orang yang datang dengan ketulusan hati. Bukalah hati kami agar kami tidak terbelenggu oleh perbedaan, tetapi mampu melihat sesama sebagai saudara, sebagai keluarga yang Engkau kasihi.

Bimbinglah kami agar dalam setiap perjumpaan, kami membawa damai. Jauhkanlah kami dari sikap curiga, kebencian, dan prasangka yang memecah belah. Sebaliknya, tumbuhkan dalam diri kami semangat persaudaraan, agar kami mau duduk bersama, mendengar, berbicara, dan mencari kebaikan bagi semua orang.

Kami berdoa bagi mereka yang masih hidup dalam ketakutan dan kebencian. Lembutkan hati mereka, bukakan mata mereka untuk melihat bahwa setiap manusia Engkau ciptakan dengan kasih. Semoga kami semua mampu menjadi alat perdamaian-Mu, membawa terang dalam kegelapan, dan menaburkan benih kasih di dunia ini. Amin.

.

Tuhan Yesus, Engkau tidak melarang orang yang berkehendak baik untuk turut serta menyerbarluaskan kasih-Mu. Semoga kami pun tidak menutup diri terhadap semua orang yang mau terlibat bersama kami mewartakan sukacita yang datang dari-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Katolik Hari Ini 25 Februari 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 25 Februari 2025

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 25 Februari 2025, Bacaan Injil Markus 9:30-37 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Sir. 2:1-11; Mazmur: 37:3-4.18-19.27-28.39-40; R: lih. 5; PEKAN BIASA VII (H); Sta.Walburga;

Sir 2:1
Anakku, jikalau engkau bersiap untuk mengabdi kepada Tuhan, maka bersedialah untuk pencobaan.

Sir 2:2
Hendaklah hatimu tabah dan jadi teguh, dan jangan gelisah pada waktu yang malang.

Sir 2:3
Berpautlah kepada Tuhan, jangan murtad dari pada-Nya, supaya engkau dijunjung tinggi pada akhir hidupmu.

Sir 2:4
Segala-galanya yang menimpa dirimu terimalah saja, dan hendaklah sabar dalam segala perubahan kehinaanmu.

Sir 2:5
Sebab emas diuji di dalam api, tetapi orang yang kepadanya Tuhan berkenan dalam kancah penghinaan.

Sir 2:6
Percayalah pada Tuhan maka lapun menghiraukan dikau, ratakanlah jalanmu dan berharaplah kepada-Nya.

Sir 2:7
Kamu yang takut akan Tuhan nantikanlah belas kasihan-Nya, jangan menyimpang, supaya kamu jangan terjatuh.

Sir 2:8
Kamu yang takut akan Tuhan percayalah pada-Nya, niscaya kamu tidak akan kehilangan ganjaranmu.

Sir 2:9
Kamu yang takut akan Tuhan harapkanlah yang baik, sukacita kekal dan belas kasihan.

Sir 2:10
Pandanglah segala angkatan yang sudah-sudah dan perhatikanlah: Siapa gerangan percaya pada Tuhan lalu dikecewakan, siapa bertekun dalam ketakutan kepada-Nya dan telah ditinggalkan, atau siapa berseru kepada-Nya lalu tidak dihiraukan oleh-Nya?

Sir 2:11
Memang Tuhan adalah penyayang dan pengasih, la mengampuni dosa dan menyelamatkan pada saat kemalangan.

.

Mzm 37:3
Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia,

Mzm 37:4
dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.

Mzm 37:18
TUHAN mengetahui hari-hari orang yang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya;

Mzm 37:19
mereka tidak akan mendapat malu pada waktu kecelakaan, dan mereka akan menjadi kenyang pada hari-hari kelaparan.

Mzm 37:27
Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya;

Mzm 37:28
sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.

Mzm 37:39
Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan;

Mzm 37:40
TUHAN menolong mereka dan meluputkan mereka, Ia meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik dan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.

.

Mrk 9:30
Yesus dan murid-murid-Nya berangkat dari situ dan melewati Galilea, dan Yesus tidak mau hal itu diketahui orang;

Mrk 9:31
sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit.”

Mrk 9:32
Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.

Mrk 9:33
Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?”

Mrk 9:34
Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.

Mrk 9:35
Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.”

Mrk 9:36
Maka Yesus mengambil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka, kemudian Ia memeluk anak itu dan berkata kepada mereka:

Mrk 9:37
“Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”

.

1Kor 11:17
Dalam peraturan-peraturan yang berikut aku tidak dapat memuji kamu, sebab pertemuan-pertemuanmu tidak mendatangkan kebaikan, tetapi mendatangkan keburukan.

1Kor 11:18
Sebab pertama-tama aku mendengar, bahwa apabila kamu berkumpul sebagai Jemaat, ada perpecahan di antara kamu, dan hal itu sedikit banyak aku percaya.

1Kor 11:19
Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji.

1Kor 11:20
Apabila kamu berkumpul, kamu bukanlah berkumpul untuk makan perjamuan Tuhan.

1Kor 11:21
Sebab pada perjamuan itu tiap-tiap orang memakan dahulu makanannya sendiri, sehingga yang seorang lapar dan yang lain mabuk.

1Kor 11:22
Apakah kamu tidak mempunyai rumah sendiri untuk makan dan minum? Atau maukah kamu menghinakan Jemaat Allah dan memalukan orang-orang yang tidak mempunyai apa-apa? Apakah yang kukatakan kepada kamu? Memuji kamu? Dalam hal ini aku tidak memuji.

1Kor 11:23
Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti

1Kor 11:24
dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!”

1Kor 11:25
Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!”

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 25 Februari 2025

1Kor 11:26
Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

1Kor 11:27
Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.

1Kor 11:28
Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.

1Kor 11:29
Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya.

1Kor 11:30
Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal.

1Kor 11:31
Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita.

1Kor 11:32
Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia.

1Kor 11:33
Karena itu, saudara-saudaraku, jika kamu berkumpul untuk makan, nantikanlah olehmu seorang akan yang lain.

1Kor 11:34
Kalau ada orang yang lapar, baiklah ia makan dahulu di rumahnya, supaya jangan kamu berkumpul untuk dihukum. Hal-hal yang lain akan kuatur, kalau aku datang.

.

renungan harian hari ini

Para pelayan dalam Gereja mengatakan bahwa pelayanan ini adalah pelayanan altar dan bukan pelayanan panggung. Pelayanan altar berarti Tuhan yang menjadi pusat, Tuhan yang dimuliakan. Sementara pelayanan panggung adalah diri sendiri yang menjadi pusat perhatian. Menjadi pelayan maka selalu tabah dan teguh, tidak gelisah pada waktu malang, sabar dalam segala kehinaan.

Oleh karena itu, jalan hidup menjadi pelayan bagi sesama adalah jalan untuk menjadi yang pertama dalam Kerajaan Surga. “Jika seseorang ingin menjadi yang pertama, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.” Inilah jalan yang ditawarkan oleh Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus tidak hanya menawarkan, tetapi juga menjalankan dengan melayani sampai menjadi korban untuk kita semuanya. Jalan ini adalah jalan yang tidak mudah karena banyak orang sekarang bermental ingin dilayani, dihargai, didengarkan, dibanggakan, diangkat derajatnya.

Banyak yang menjadi pelayan dengan model pelayanan panggung bahwa ia yang harus menjadi pusat perhatian, dianggap, dihormati, didengarkan dan kalau tidak dianggap akan marah dan putus asa alias ngambek.

Marilah kita mengikuti jalan Tuhan Yesus, yaitu menjadi pelayan dengan model pelayan altar. Tuhanlah yang dimuliakan dan menjadi pusat perhatian. Kita hanya pelayan kecil yang tidak kelihatan, namun melayani dengan sukacita.

.

Tuhan Maha Pengasih, Engkau telah memanggil kami untuk melayani, bukan untuk mencari pujian, tetapi untuk menghadirkan kasih-Mu di tengah dunia. Engkau telah menunjukkan kepada kami jalan kerendahan hati, dengan menjadi hamba bagi semua, bahkan sampai mengorbankan diri di kayu salib demi keselamatan kami.

Bimbinglah kami agar dalam setiap pelayanan, kami selalu menempatkan Engkau sebagai pusat. Jauhkanlah kami dari keinginan untuk dipuji, dihormati, dan menjadi pusat perhatian. Ajarlah kami untuk memiliki hati seorang pelayan altar, yang melayani bukan untuk kemuliaan diri, tetapi untuk memuliakan nama-Mu.

Kuatkan kami agar tidak mudah goyah oleh godaan kesombongan dan keinginan untuk dihargai. Berilah kami hati yang sabar dalam menghadapi tantangan, tabah dalam setiap kesulitan, dan setia dalam pelayanan meskipun tidak dilihat atau dipuji. Biarlah kami melayani dengan penuh sukacita, tanpa pamrih, hanya demi kasih kepada-Mu dan kepada sesama.

Jadikanlah kami pelayan yang rendah hati dan setia, yang selalu mengutamakan kepentingan-Mu di atas segalanya. Semoga melalui setiap tugas kecil yang kami lakukan, kami semakin menyerupai Kristus yang datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani. Amin.

.

Tuhan Yesus, kami ingin menjadi pelayan-Mu. Tumbuhkanlah dalam diri kami sikap rendah hati agar kami sungguh-sungguh mau melayani dengan tulus. Jauhkan dari kami sikap narsistik dalam melayani di altar-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Katolik Hari Ini 24 Februari 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 24 Februari 2025

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 24 Februari 2025, Bacaan Injil Markus 9:14-29 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Sir. 1:1-10; Mazmur: 93:1ab.1c-2.5; R:1a; PEKAN BIASA VII (H); St.Montanus dan Lucius, dkk.;

Sir 1:1
Segala kebijaksanaan dari Tuhan asalnya, dan ada pada-Nya selama-lamanya.

Sir 1:2
Pasir di laut dan tetes hujan, dan hari-hari kekekalan siapa gerangan dapat membilangnya?

Sir 1:3
Tingginya langit, luasnya bumi, dan samudera raya dan kebijaksanaan, siapa dapat menduganya?

Sir 1:4
Sebelum segala-galanya kebijaksanaan sudah diciptakan, dan pengertian yang arif sejak dahulu kala.

Sir 1:8
Kepada siapakah pangkal kebijaksanaan telah disingkapkan, dan siapakah mengenal segala akalnya? Hanyalah Satu yang bijaksana, teramat menggetarkan, yaitu Yang bersemayam di atas singgasana-Nya.

Sir 1:9
Tuhanlah yang menciptakan kebijaksanaan, yang melihat serta membilangnya, lalu mencurahkannya atas segala buatan-Nya.

Sir 1:10
Pada semua makhluk ia ada sekadar pemberian Tuhan, yang juga membagikannya kepada orang yang cinta kepada-Nya.

.

Mzm 93:1
TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang;

Mzm 93:1
TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang;

Mzm 93:2
takhta-Mu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada.

Mzm 93:5
Peraturan-Mu sangat teguh; bait-Mu layak kudus, ya TUHAN, untuk sepanjang masa.

.

Mrk 9:14
Ketika Yesus, Petrus, Yakobus dan Yohanes kembali pada murid-murid lain, mereka melihat orang banyak mengerumuni murid-murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang mempersoalkan sesuatu dengan mereka.

Mrk 9:15
Pada waktu orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia.

Mrk 9:16
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?”

Mrk 9:17
Kata seorang dari orang banyak itu: “Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia.

Mrk 9:18
Dan setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya bekertakan dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.”

Mrk 9:19
Maka kata Yesus kepada mereka: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!”

Mrk 9:20
Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa.

Mrk 9:21
Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya: “Sejak masa kecilnya.

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 24 Februari 2025

Mrk 9:22
Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.”

Mrk 9:23
Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

Mrk 9:24
Segera ayah anak itu berteriak: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!”

Mrk 9:25
Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: “Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!”

Mrk 9:26
Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan menggoncang-goncang anak itu dengan hebatnya. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata: “Ia sudah mati.”

Mrk 9:27
Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia bangkit sendiri.

Mrk 9:28
Ketika Yesus sudah di rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?”

Mrk 9:29
Jawab-Nya kepada mereka: “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa.”

.

1Kor 11:2
Aku harus memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu.

1Kor 11:3
Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.

1Kor 11:4
Tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya.

1Kor 11:5
Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.

1Kor 11:6
Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.

1Kor 11:7
Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.

1Kor 11:8
Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki.

1Kor 11:9
Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 24 Februari 2025

1Kor 11:10
Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.

1Kor 11:11
Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan.

1Kor 11:12
Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.

1Kor 11:13
Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung?

1Kor 11:14
Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang,

1Kor 11:15
tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung.

1Kor 11:16
Tetapi jika ada orang yang mau membantah, kami maupun Jemaat-jemaat Allah tidak mempunyai kebiasaan yang demikian.

.

renungan harian hari ini

Orang biasa mengatakan bahwa lidah bisa lebih tajam daripada pisau, panah atau silet. Luka yang diakibatkan lidah bisa membuat orang hancur dan menderita baik fisik maupun psikis. Ini adalah lidah orang yang tidak bijaksana.

Pada dasarnya, Allah sumber kebijaksanaan menciptakan lidah untuk menyampaikan buah-buah kebijaksanaan yang meneguhkan, menghibur dan mewartakan kebaikan Tuhan. Oleh karena itu, orang bijaksana selalu mengeluarkan kata-kata kebenaran, peneguhan, penghiburan, penerangan.

Kuasa kegelapan kadang mengganggu bahkan menggunakan organ tubuh vital ini (lidah) untuk tidak berfungsi dengan semestinya, entah itu menjadi bisu atau bahkan menjadi senjata tajam yang menyakitkan.

Tuhan Yesus berhadapan dengan roh jahat yang membisukan seorang anak. Tidak hanya membisukan, tetapi juga dia membantingkan anak itu ke tanah, membuatnya kejang, mulut berbusa, dan gigi bekertakan. Kadang juga menyeret anak ini mendekati api atau air. Anak ini tidak bisa menggunakan mulut dan lidahnya sebagaimana mestinya. Namun, dengan kuasa-Nya, Tuhan mengusir roh jahat yang menyebabkan anak muda itu bisu dan tuli.

Marilah kita selalu mengasah kebijaksanaan kita agar memiliki hati seperti hati kudus Tuhan sehingga dari hati keluarlah kata-kata yang memberikan peneguhan, penghiburan dan penyembuhan bagi sesama.

.

Ya Tuhan, sumber segala kebijaksanaan, kami datang ke hadirat-Mu dengan hati yang penuh syukur dan kerinduan untuk semakin menyerupai-Mu. Engkau telah menciptakan lidah kami bukan untuk melukai, tetapi untuk menyatakan kebenaran, meneguhkan yang lemah, menghibur yang berduka, dan mewartakan kasih-Mu kepada dunia.

Namun, kami menyadari bahwa sering kali kami gagal menggunakan lidah kami dengan bijaksana. Kami mudah terjerumus dalam kata-kata yang menyakitkan, ucapan yang penuh amarah, atau bisikan yang menjatuhkan sesama kami. Lidah kami terkadang lebih tajam dari pedang, melukai hati orang lain dan menanamkan kepedihan yang mendalam.

Engkau yang telah mengusir roh yang membisukan anak muda, kami mohon, bebaskanlah kami dari kuasa kegelapan yang membelenggu lidah kami. Berilah kami hati yang penuh kasih seperti hati-Mu, agar dari hati yang dipenuhi cinta kasih keluarlah kata-kata yang membangun, menghibur, dan membawa sukacita bagi sesama.

Ya Roh Kudus, bimbinglah kami dalam setiap kata yang keluar dari mulut kami. Ajarlah kami untuk berbicara dengan lemah lembut, untuk berkata dengan penuh hikmat, dan untuk selalu menebarkan damai dengan ucapan kami. Jauhkanlah kami dari kata-kata yang menyesatkan, menghakimi, atau menyebarkan kebencian.

Kami rindu agar hidup kami menjadi saluran berkat bagi orang lain. Jadikanlah lidah kami alat untuk memuliakan nama-Mu dan membawa terang di tengah dunia. Ajarlah kami untuk berbicara dengan kasih, mendengarkan dengan penuh pengertian, dan diam dengan bijaksana ketika diperlukan. Amin.

.

Tuhan Yesus, jauhkan dari kami roh yang membisukan dan menyesatkan kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Katolik Hari Ini 21 Februari 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 23 Februari 2025

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 Februari 2025, Bacaan Injil Lukas 6:27-38 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Sam. 26:2.7-9.12-13.22-23; Mazmur: 103:1-2.3-4.8.10.12-13; R:8a; Bacaan II: 1Kor. 15:45-49; O PEKAN III PEKAN BIASA VII (H);

1Sam 26:7
Datanglah Daud dengan Abisai kepada rakyat itu pada waktu malam, dan tampaklah di sana Saul berbaring tidur di tengah-tengah perkemahan, dengan tombaknya terpancung di tanah pada sebelah kepalanya, sedang Abner dan rakyat itu berbaring sekelilingnya.

1Sam 26:8
Lalu berkatalah Abisai kepada Daud: “Pada hari ini Allah telah menyerahkan musuhmu ke dalam tanganmu, oleh sebab itu izinkanlah kiranya aku menancapkan dia ke tanah dengan tombak ini, dengan satu tikaman saja, tidak usah dia kutancapkan dua kali.”

1Sam 26:9
Tetapi kata Daud kepada Abisai: “Jangan musnahkan dia, sebab siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi TUHAN, dan bebas dari hukuman?”

1Sam 26:12
Kemudian Daud mengambil tombak dan kendi itu dari sebelah kepala Saul, lalu mereka pergi. Tidak ada yang melihatnya, tidak ada yang mengetahuinya, tidak ada yang terbangun, sebab sekaliannya tidur, karena TUHAN membuat mereka tidur nyenyak.

1Sam 26:13
Setelah Daud sampai ke seberang, berdirilah ia jauh-jauh di puncak gunung, sehingga ada jarak yang besar antara mereka.

1Sam 26:22
Tetapi Daud menjawab: “Inilah tombak itu, ya tuanku raja! Baiklah salah seorang dari orang-orangmu menyeberang untuk mengambilnya.

1Sam 26:23
TUHAN akan membalas kebenaran dan kesetiaan setiap orang, sebab TUHAN menyerahkan engkau pada hari ini ke dalam tanganku, tetapi aku tidak mau menjamah orang yang diurapi TUHAN.

.

Mzm 103:1
Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!

Mzm 103:2
Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

Mzm 103:3
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,

Mzm 103:4
Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,

Mzm 103:8
TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Mzm 103:10
Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,

Mzm 103:12
sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.

Mzm 103:13
Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

.

1Kor 15:45
Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.

1Kor 15:46
Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah.

1Kor 15:47
Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.

1Kor 15:48
Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.

1Kor 15:49
Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

.

Luk 6:27
“Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;

Luk 6:28
mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.

Luk 6:29
Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.

Luk 6:30
Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.

Luk 6:31
Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.

Luk 6:32
Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.

Luk 6:33
Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun berbuat demikian.

Luk 6:34
Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.

Luk 6:35
Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.

Luk 6:36
Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”

Luk 6:37
“Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.

Luk 6:38
Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.”

.

1Kor 10:14
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala!

1Kor 10:15
Aku berbicara kepadamu sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang aku katakan!

1Kor 10:16
Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?

1Kor 10:17
Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.

1Kor 10:18
Perhatikanlah bangsa Israel menurut daging: bukankah mereka yang makan apa yang dipersembahkan mendapat bagian dalam pelayanan mezbah?

1Kor 10:19
Apakah yang kumaksudkan dengan perkataan itu? Bahwa persembahan berhala adalah sesuatu? Atau bahwa berhala adalah sesuatu?

1Kor 10:20
Bukan! Apa yang kumaksudkan ialah, bahwa persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat.

1Kor 10:21
Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat.

1Kor 10:22
Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia?

1Kor 10:23
“Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.

1Kor 10:24
Jangan seorangpun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 23 Februari 2025

1Kor 10:25
Kamu boleh makan segala sesuatu yang dijual di pasar daging, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani.

1Kor 10:26
Karena: “bumi serta segala isinya adalah milik Tuhan.”

1Kor 10:27
Kalau kamu diundang makan oleh seorang yang tidak percaya, dan undangan itu kamu terima, makanlah apa saja yang dihidangkan kepadamu, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani.

1Kor 10:28
Tetapi kalau seorang berkata kepadamu: “Itu persembahan berhala!” janganlah engkau memakannya, oleh karena dia yang mengatakan hal itu kepadamu dan karena keberatan-keberatan hati nurani.

1Kor 10:29
Yang aku maksudkan dengan keberatan-keberatan bukanlah keberatan-keberata hati nuranimu sendiri, tetapi keberatan-keberatan hati nurani orang lain itu. Mungkin ada orang yang berkata: “Mengapa kebebasanku harus ditentukan oleh keberatan-keberatan hati nurani orang lain?

1Kor 10:30
Kalau aku mengucap syukur atas apa yang aku turut memakannya, mengapa orang berkata jahat tentang aku karena makanan, yang atasnya aku mengucap syukur?”

1Kor 10:31
Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

1Kor 10:32
Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah.

1Kor 10:33
Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat.

1Kor 11:1
Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.

.

renungan harian hari ini

Saya pernah dikatai orang secara langsung, “Kok ndak pantas jadi orang Katolik.” Saya juga pernah dirundung habis-habisan soal iman kekatolikan saya. Syukur kepada Tuhan luka itu sudah sembuh. Pada waktu retret agung, dalam doa dan kontemplasi, wajah orang-orang tersebut hadir dan saya bisa mengatakan dengan sukacita, “Terima kasih ya kalian sudah memberikan pengalaman rahmat ini kepadaku.’

Mengampuni dan mendoakan orang memang tidak mudah karena pada dasarnya sikap manusia adalah ketika terlukai oleh kata-kata dan perbuatan orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung, akan bisa melakukan hal yang sama pada orang lain. Sikap mengampuni ada pada Allah, maka mengalirlah kekuatan mengampuni ini pada orang yang terbuka kepada Allah.

Kita dapat belajar dari pengalaman Daud yang dilukai dan dikejar oleh Saul. Ada kesempatan untuk membalas dan bahkan membunuh, tetapi itu tidak dilakukannya karena ia mengingat Allah. la tidak akan berani melukai orang yang diurapi Allah. Begitu pula pesan Tuhan Yesus kepada kita dalam Injil hari ini supaya kita mengasihi orang-orang yang melukai kita dan berbuat baik kepada mereka bahkan memintakan berkat bagi mereka yang mengutuk kita dan berdoa bagi yang mencaci maki kita.

Kemampuan ini di luar kemampuan manusia. Kemampuan ini ada dalam diri Allah dan Tuhan memberikannya kepada orang-orang yang terbuka pada kekuatan Allah. Kita ingat di atas kayu salib, Tuhan memohonkan ampun bagi mereka yang menghendaki la disalib.

Tentu kita juga ingat Santo Stephanus mendoakan orang yang merajam dirinya. Kita juga ingat Santo Yohanes Paulus II mengampuni dan mendoakan orang yang menembaknya dan hampir membuatnya mati. Bagi pribadi-pribadi yang dekat dan terbuka pada kekuatan Allah akan dimampukan untuk mengampuni dan berdoa bagi yang melukai dan memusuhi. Inilah sukacita sejati.

Lalu bagaimana dengan kita? Sikap mengampuni hanya pada diri Allah. Karena itu, mengolah rasa sakit dan luka pertama-tama adalah melalui doa agar kekuatan mengampuni dari Allah mengalir dalam diri kita. Mengampuni juga menyembuhkan luka dalam diri kita. Dalam doa, kita bisa membayangkan wajah-wajah mereka dan dengan sukacita memohonkan berkat bagi mereka. Hendaklah kamu murah hati seperti Bapa-Mu adalah murah hati.

.

Bapa yang Mahapengasih, Engkaulah sumber kasih dan pengampunan sejati. Di hadapan-Mu kami datang dengan hati yang penuh beban, dengan luka-luka yang ditinggalkan oleh kata-kata dan perbuatan orang lain. Engkau memahami setiap kepedihan yang kami rasakan, setiap air mata yang kami teteskan, dan setiap pergulatan hati yang kami alami.

Engkau sendiri telah memberi teladan sejati dalam mengampuni. Dari atas kayu salib, Engkau berdoa bagi mereka yang menyalibkan-Mu, “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Kami ingin meneladani kasih-Mu, tetapi sering kali hati kami lemah dan sulit untuk melepaskan pengampunan.

Kami datang kepada-Mu dengan hati yang terbuka, memohon rahmat pengampunan. Curahkanlah kekuatan-Mu agar kami dimampukan untuk mengasihi mereka yang telah menyakiti kami. Ajarlah kami untuk melihat setiap luka sebagai kesempatan untuk bertumbuh dalam kasih dan kerendahan hati. Berkatilah mereka yang pernah melukai kami, ubahlah hati mereka, dan penuhilah mereka dengan damai sejahtera-Mu.

Roh Kudus, Engkaulah penghibur dan penyembuh hati yang terluka. Penuhilah kami dengan damai-Mu, agar dalam doa kami, kami mampu menyebut nama mereka dengan kasih, tanpa kebencian, tanpa dendam, melainkan dengan sukacita yang datang dari pengampunan sejati.

Kami percaya bahwa hanya dengan kemurahan hati, kami dapat menjadi serupa dengan Engkau Yesus. Jadikanlah kami pribadi yang murah hati, sebagaimana Engkau murah hati. Ajarlah kami untuk mengampuni bukan dengan kekuatan kami sendiri, tetapi dengan rahmat yang Engkau curahkan dalam hati kami. Amin.

.

Allah Yang Maha Kasih, kami sering terluka dan melukai. Sembuhkanlah kami. Ampunilah kami. Bukalah hati kami untuk mengampuni sesama. Ringankanlah tangan kami untuk menolong mereka yang berkekurangan. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 22 Februari 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 22 Februari 2025

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 22 Februari 2025, Bacaan Injil Matius 16:13-19 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 1Ptr 5:1-4; Mazmur: 23:1-3.4-5.6; R:1; PEKAN BIASA VI (H); Pesta Takhta St.Petrus (P); Sta.Margaretha dr Cortona;

1Ptr 5:1
Aku menasihatkan para penatua di antara kamu, aku sebagai teman penatua dan saksi penderitaan Kristus, yang juga akan mendapat bagian dalam kemuliaan yang akan dinyatakan kelak.

1Ptr 5:2
Gembalakanlah kawanan domba Allah yang ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri.

1Ptr 5:3
Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu.

1Ptr 5:4
Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

.

Mzm 23:1
Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Mzm 23:2
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;

Mzm 23:3
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Mzm 23:3
Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Mzm 23:4
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Mzm 23:5
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.

Mzm 23:6
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.

.

Mat 16:13
Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?”

Mat 16:14
Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.”

Mat 16:15
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?”

Mat 16:16
Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

Mat 16:17
Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

Mat 16:18
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Mat 16:19
Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.”

.

Kis 11:1
Rasul-rasul dan saudara-saudara di Yudea mendengar, bahwa bangsa-bangsa lain juga menerima firman Allah.

Kis 11:2
Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih pendapat dengan dia.

Kis 11:3
Kata mereka: “Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka.”

Kis 11:4
Tetapi Petrus menjelaskan segala sesuatu berturut-turut, katanya:

Kis 11:5
“Aku sedang berdoa di kota Yope, tiba-tiba rohku diliputi kuasa ilahi dan aku melihat suatu penglihatan: suatu benda berbentuk kain lebar yang bergantung pada keempat sudutnya diturunkan dari langit sampai di depanku.

Kis 11:6
Aku menatapnya dan di dalamnya aku lihat segala jenis binatang berkaki empat dan binatang liar dan binatang menjalar dan burung-burung.

Kis 11:7
Lalu aku mendengar suara berkata kepadaku: Bangunlah, hai Petrus, sembelihlah dan makanlah!

Kis 11:8
Tetapi aku berkata: Tidak, Tuhan, tidak, sebab belum pernah sesuatu yang haram dan yang tidak tahir masuk ke dalam mulutku.

Kis 11:9
Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 22 Februari 2025

Kis 11:10
Hal itu terjadi sampai tiga kali, lalu semuanya ditarik kembali ke langit.

Kis 11:11
Dan seketika itu juga tiga orang berdiri di depan rumah, di mana kami menumpang; mereka diutus kepadaku dari Kaisarea.

Kis 11:12
Lalu kata Roh kepadaku: Pergi bersama mereka dengan tidak bimbang! Dan keenam saudara ini menyertai aku. Kami masuk ke dalam rumah orang itu,

Kis 11:13
dan ia menceriterakan kepada kami, bagaimana ia melihat seorang malaikat berdiri di dalam rumahnya dan berkata kepadanya: Suruhlah orang ke Yope untuk menjemput Simon yang disebut Petrus.

Kis 11:14
Ia akan menyampaikan suatu berita kepada kamu, yang akan mendatangkan keselamatan bagimu dan bagi seluruh isi rumahmu.

Kis 11:15
Dan ketika aku mulai berbicara, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, sama seperti dahulu ke atas kita.

Kis 11:16
Maka teringatlah aku akan perkataan Tuhan: Yohanes membaptis dengan air, tetapi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus.

Kis 11:17
Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?”

Kis 11:18
Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: “Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup.”

.

renungan harian hari ini

Petrus menyatakan identitas Tuhan Yesus, “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.” Tuhan Yesus mengatakan kepada Petrus,”Berbahagialah engkau Simon anak Yunus sebab bukan manusia yang mengatakannya kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga. Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”

Batu karang adalah Petrus sendiri yang memiliki pengakuan dan kekuatan iman sekokoh batu karang. Petrus menjadi gembala dengan sukarela sesuai kehendak Tuhan dan menjadi teladan bagi jemaat, tidak mencari keuntungan dan gembala yarng menyatukan.

Menurut cerita lisan dalam Gereja, Santo Petrus yang diberi kuasa oleh Yesus untuk memimpin Gereja mendirikan dua buah takhta keuskupan di Antiokhia pada tahun 35, dan pada tahun 65 pindah ke Roma serta menetap di Roma sebagai Uskup pertama.

Pesta Takhta Santo Petrus hari ini untuk menghormati Petrus sebagai wakil Kristus dan gembala tertinggi Gereja yang mempunyai kuasa rohani atas segenap anggota Gereja dan gereja setempat.

Kuasa Petrus ini yang lazim disebut Primat Petrus yang diberikan langsung oleh Tuhan Yesus sebelum kenaikan-Nya yang ke surga. Marilah kita bersyukur dengan Takhta Santo Petrus ini sehingga Gereja tetap satu kudus, Katolik, dan apostolik.

.

Allah Bapa yang Mahakuasa, kami bersyukur atas kasih dan penyertaan-Mu yang selalu setia menjaga Gereja-Mu di atas dunia ini. Engkau telah memilih Petrus sebagai batu karang yang kokoh, gembala bagi umat-Mu, dan pemimpin Gereja yang Kau dirikan. Engkau sendiri yang meneguhkan imannya dan menjadikannya saksi utama bagi kebenaran-Mu.

Kami mengenang dan merayakan Takhta Santo Petrus hari ini, sebagai tanda kesatuan Gereja yang kudus, Katolik, dan apostolik. Kami bersyukur karena Engkau telah memberikan kepada Gereja pemimpin yang Engkau pilih, agar kawanan domba-Mu tidak tercerai-berai, tetapi tetap dalam satu kawanan dengan satu gembala.

Engkau telah mempercayakan kawanan-Mu kepada Petrus dan para penerusnya. Kami berdoa bagi Bapa Suci, paus kami, yang kini meneruskan tugas Petrus dalam menggembalakan Gereja-Mu. Berkatilah dia dengan kebijaksanaan, kasih, dan keberanian untuk membimbing umat-Mu dalam kebenaran Injil.

Roh Kudus, Engkaulah yang menguatkan para rasul, Engkaulah yang menjaga Gereja tetap setia pada ajaran Kristus. Kami mohon, curahkanlah rahmat-Mu kepada seluruh umat-Mu, agar kami semakin teguh dalam iman, kokoh dalam harapan, dan tulus dalam kasih. Semoga kami selalu hidup dalam persatuan dengan Gereja dan setia mengikuti ajaran yang Engkau wariskan melalui para rasul-Mu.

Kami serahkan Gereja-Mu ke dalam tangan-Mu. Bimbinglah kami agar senantiasa hidup sebagai umat yang setia, penuh kasih, dan selalu bersatu dalam satu persekutuan yang kudus. Semoga kami semua, dengan bimbingan gembala-gembala yang Engkau utus, semakin mendekatkan diri kepada-Mu dan menjadi saksi cinta kasih-Mu di dunia ini. Amin.

.

Tuhan Yesus, Engkaulah Mesias, Anak Allah yang Hidup. Kuatkanlah iman kami agar menjadi warga Gereja yang satu, kudus, Katolik, dan apostolik. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Katolik Hari Ini 21 Februari 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 21 Februari 2025

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 21 Februari 2025, Bacaan Injil Markus 8:34-9:11 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kej. 11:1-9; Mazmur: 33:10-11,12-13,14-15, R: 12b; PEKAN BIASA VI (H); Pfak St.Petrus Damianus, UskPujG;

Kej 11:1
Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya.

Kej 11:2
Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana.

Kej 11:3
Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik.” Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat.

Kej 11:4
Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.”

Kej 11:5
Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu,

Kej 11:6
dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana.

Kej 11:7
Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.”

Kej 11:8
Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu.

Kej 11:9
Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan TUHAN bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan TUHAN ke seluruh bumi.

.

Mzm 33:10
TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa; Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa;

Mzm 33:11
tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.

Mzm 33:12
Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!

Mzm 33:13
TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia;

Mzm 33:14
dari tempat kediaman-Nya Ia menilik semua penduduk bumi.

Mzm 33:15
Dia yang membentuk hati mereka sekalian, yang memperhatikan segala pekerjaan mereka.

.

Mrk 8:34
Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

Mrk 8:35
Karena siapa yang mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.

Mrk 8:36
Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.

Mrk 8:37
Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Mrk 8:38
Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.”

Mrk 9:1
Kata-Nya lagi kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa.”

Mrk 9:2
Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,

Mrk 9:3
dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 21 Februari 2025

Mrk 9:4
Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.

Mrk 9:5
Kata Petrus kepada Yesus: “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.”

Mrk 9:6
Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan.

Mrk 9:7
Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.”

Mrk 9:8
Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorangpun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri.

Mrk 9:9
Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorangpun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati.

Mrk 9:10
Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan “bangkit dari antara orang mati.”

Mrk 9:11
Lalu mereka bertanya kepada-Nya: “Mengapa ahli-ahli Taurat berkata, bahwa Elia harus datang dahulu?”

.

1Kor 9:19
Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.

1Kor 9:20
Demikianlah bagi orang Yahudi aku menjadi seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang-orang Yahudi. Bagi orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku sendiri tidak hidup di bawah hukum Taurat, supaya aku dapat memenangkan mereka yang hidup di bawah hukum Taurat.

1Kor 9:21
Bagi orang-orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat aku menjadi seperti orang yang tidak hidup di bawah hukum Taurat, sekalipun aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus, supaya aku dapat memenangkan mereka yang tidak hidup di bawah hukum Taurat.

1Kor 9:22
Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.

1Kor 9:23
Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.

1Kor 9:24
Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!

1Kor 9:25
Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

1Kor 9:26
Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.

1Kor 9:27
Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

.

renungan harian hari ini

Karena kebanggaan akan identitas dengan satu bahasa dan satu logatnya mereka jatuh dalam kesombongan dengan membangun kota dengan puncak menaranya sampai ke langit. Tuhan menghancurkan kesombongan manusia dengan mengacau-balaukan bahasa mereka sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa mereka. Allah tidak menghendaki kesombongan.

Dengan jalan kerendahan hati dan penderitaan, Tuhan ingin menyatukan manusia. Dengan jalan kerendahan hati, para murid disatukan dengan jalan penyangkalan diri, memikul salib dan mengikut Yesus.

“Siapa saja yang kehilangan nyawanya karena Aku dan karena Injil, ia akan menyelamatkannya.” Inilah jalan kerendahan hati yang diajarkan “Tuhan dan ditampakkan-Nya dalam kemuliaan-Nya dan diiyakan oleh Allah Bapa. “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.”

Kesombongan selalu membuat kita bisa terpisah dengan yang lainnya. Orang bisa terjebak dalam kesombongan materi, jabatan, status hidup bahkan kesombongan rohani. Namun, dengan kerendahan hati kita akan selalu disatukan dengan orang lain. Marilah kita selalu berada dalam jalan kerendahan hati sehingga kita menjadi murid Yesus yang setia.

.

Bapa yang Mahamulia, Engkau adalah Tuhan yang membenci kesombongan dan menghendaki umat-Mu berjalan dalam kerendahan hati. Engkau melihat bagaimana manusia dahulu jatuh dalam keangkuhan, berusaha mencapai langit dengan menara yang tinggi, sehingga Engkau mengacaukan bahasa mereka.

Kami menyadari bahwa kesombongan masih sering menguasai hati kami. Kami terkadang terjebak dalam kebanggaan yang salah—merasa lebih baik dari orang lain karena harta, jabatan, status, bahkan dalam hal-hal rohani. Kesombongan ini memisahkan kami dari sesama, menciptakan dinding pemisah dalam keluarga, komunitas, bahkan dalam Gereja-Mu.

Engkau mengajarkan kami jalan yang berbeda—jalan kerendahan hati, jalan penyangkalan diri, jalan memikul salib, dan mengikuti Yesus. Dan Engkau telah menyatakan kemuliaan Putra-Mu dan bersabda, “Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.” Maka, ajarlah kami untuk senantiasa mendengarkan dan menaati-Nya.

Engkau telah datang bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani. Engkau merendahkan diri hingga wafat di kayu salib demi keselamatan kami. Tolonglah kami untuk meneladan-Mu dalam hidup kami sehari-hari. Ajarkanlah kami untuk hidup dengan hati yang rendah, tidak mencari pujian atau penghormatan, tetapi selalu mengutamakan kasih dan persaudaraan.

Roh Kudus, bimbinglah kami agar selalu memilih jalan kerendahan hati, sehingga kami tidak terpisah dari sesama, tetapi semakin disatukan dalam kasih. Semoga hidup kami memancarkan kerendahan hati Kristus, menjadi saksi-Nya yang setia di tengah dunia yang penuh dengan godaan kesombongan ini. Amin.

.

Tuhan Yesus, kami ingin mengikuti Engkau. Teguhkan iman dan harapan kami agar kami mau dan mampu nemikul salib kami sendiri. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Katolik Hari Ini 20 Februari 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

You cannot copy content of this page