Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 1 April 2025

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 1 April 2025, Bacaan Injil Yohanes 5:1-3a, 5-16 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yeh. 47:1-9.12; Mazmur: 46:2-3.5-6.8-9; R:8; PEKAN PRAPASKAH IV (U); St.Nonius Alvares Pereira;

Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.

Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.

Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki.

Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang.

Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.

Lalu ia berkata kepadaku: “Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?” Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai.

Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.

Ia berkata kepadaku: “Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,

sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.

Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat.”

.

(46-3) Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;

(46-4) sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Sela

(46-6) Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi.

(46-7) Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur.

(46-9) Pergilah, pandanglah pekerjaan TUHAN, yang mengadakan pemusnahan di bumi,

(46-10) yang menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi, yang mematahkan busur panah, menumpulkan tombak, membakar kereta-kereta perang dengan api!

.

Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.

Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya

dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.

Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.

Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?”

Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.”

Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”

Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.

Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: “Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.”

Akan tetapi ia menjawab mereka: “Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah.”

Mereka bertanya kepadanya: “Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?”

Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.

Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”

Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.

Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.

.

Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga,

dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia.

Sebab setiap Imam Besar ditetapkan untuk mempersembahkan korban dan persembahan dan karena itu Yesus perlu mempunyai sesuatu untuk dipersembahkan.

Sekiranya Ia di bumi ini, Ia sama sekali tidak akan menjadi imam, karena di sini telah ada orang-orang yang mempersembahkan persembahan menurut hukum Taurat.

Pelayanan mereka adalah gambaran dan bayangan dari apa yang ada di sorga, sama seperti yang diberitahukan kepada Musa, ketika ia hendak mendirikan kemah: “Ingatlah,” demikian firman-Nya, “bahwa engkau membuat semuanya itu menurut contoh yang telah ditunjukkan kepadamu di atas gunung itu.”

Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.

Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua.

Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: “Sesungguhnya, akan datang waktunya,” demikianlah firman Tuhan, “Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda,

bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka,” demikian firman Tuhan.

“Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu,” demikianlah firman Tuhan. “Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.

Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka.”

Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.

.

renungan harian hari ini

Kompetisi adalah salah satu ciri menonjol dalam kehidupan dewasa ini. Orang beradu kekuatan untuk meraih keberhasilan. Bahkan untuk menang atau menjadi yang terdahulu orang mau menghalalkan segala cara. Dalam kompetisi pasti ada yang kalah ada yang menang, ada yang unggul, ada yang jadi korban dan tersingkir.

Injil hari ini mengisahkan mukjizat penyembuhan seorang yang telah menderita sakit selama tiga puluh delapan tahun di Betesda. Betesda dalam Bahasa lbrani berarti rumah kemurahan atau rumah anugerah. Penginjil menggambarkan besarnya rumah ini dengan menyebut serambinya yang berjumlah lima.

Di sana datang banyak orang sakit, mengharapkan kemurahan dan anugerah Allah. Namun, justru di tempat yang seharusnya menjadi tempat anugerah, terjadi ironi: Ada yang sudah tiga puluh delapan tahun sakit dan berharap mendapat anugerah kesembuhan, justru tidak memperolehnya karena tidak ada yang menolong.

Ada banyak alasan orang tidak menolong. Mungkin karena keterbatasan. Bisa karena situasi yang sulit. Tetapi, ada juga yang tidak menolong karena memang tidak mau peduli pada penderitaan orang lain.

Ada cukup banyak saudara-saudari kita yang berada dalam situasi terbatas, menderita dan berjuang sendiri tanpa ada yang membantu. Setiap murid Kristus, setiap komunitas Kristiani diundang menjadi rumah kemurahan, rumah anugerah bagi siapa pun yang menderita, bukan sebaliknya justru menjadi penghalang, tutup mata dan tidak peduli atas penderitaan sekeliling.

Di tengah kompetisi yang keras dan sering memakan korban, kita diajak untuk berlomba-lomba berbuat baik dan menjadi perpanjangan tangan kebaikan Tuhan.

.

Tuhan yang penuh kasih, di dunia yang penuh dengan persaingan ini, kami sering kali lupa untuk melihat sesama kami yang menderita dan membutuhkan uluran tangan. Kami sibuk mengejar keberhasilan, tanpa menyadari bahwa di sekitar kami ada yang berjuang sendiri dalam kesulitan.

Ajarlah kami untuk memiliki hati yang peka dan penuh belas kasih, seperti Yesus yang menyembuhkan orang sakit di Betesda. Jangan biarkan kami menutup mata terhadap penderitaan sesama atau berlomba-lomba hanya untuk kepentingan diri sendiri.

Jadikanlah kami perpanjangan tangan kasih-Mu, agar di mana ada kesedihan, kami dapat membawa penghiburan. Di mana ada kesulitan, kami dapat memberikan pertolongan. Di mana ada keputusasaan, kami dapat menyalakan harapan.

Mampukan kami untuk selalu berlomba-lomba dalam berbuat baik, bukan untuk mencari pujian, tetapi untuk memuliakan nama-Mu. Bentuklah kami menjadi komunitas yang peduli dan penuh kemurahan hati, sehingga hidup kami menjadi rumah anugerah bagi sesama. Amin.

.

Tuhan Yesus, doronglah kami untuk peduli satu sama lain. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 31 Maret 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 31 Maret 2025

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 31 Maret 2025, Bacaan Injil Yohanes 4:43-54 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yes. 65:17-21; Mazmur: 30:2,4,5-6,11-12a,13b, R:2a; PEKAN PRAPASKAH IV (U) St.Benyamin;

Yes 65:17
“Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.

Yes 65:18
Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan.

Yes 65:19
Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erangpun tidak.

Yes 65:20
Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk.

Yes 65:21
Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga.

.

Mzm 30:2
(30-3) TUHAN, Allahku, kepada-Mu aku berteriak minta tolong, dan Engkau telah menyembuhkan aku.

Mzm 30:4
(30-5) Nyanyikanlah mazmur bagi TUHAN, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus!

Mzm 30:5
(30-6) Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.

Mzm 30:6
(30-7) Dalam kesenanganku aku berkata: “Aku takkan goyah untuk selama-lamanya!”

Mzm 30:11
(30-12) Aku yang meratap telah Kauubah menjadi orang yang menari-nari, kain kabungku telah Kaubuka, pinggangku Kauikat dengan sukacita,

Mzm 30:12
(30-13) supaya jiwaku menyanyikan mazmur bagi-Mu dan jangan berdiam diri. TUHAN, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.

.

Yoh 4:43
Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea,

Yoh 4:44
sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri.

Yoh 4:45
Maka setelah ia tiba di Galilea, orang-orang Galileapun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiripun turut ke pesta itu.

Yoh 4:46
Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.

Yoh 4:47
Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.

Yoh 4:48
Maka kata Yesus kepadanya: “Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya.”

Yoh 4:49
Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: “Tuhan, datanglah sebelum anakku mati.”

Yoh 4:50
Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, anakmu hidup!” Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.

Yoh 4:51
Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup.

Yoh 4:52
Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: “Kemarin siang pukul satu demamnya hilang.”

Yoh 4:53
Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: “Anakmu hidup.” Lalu iapun percaya, ia dan seluruh keluarganya.

Yoh 4:54
Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea.

.

Ibr 7:11
Karena itu, andaikata oleh imamat Lewi telah tercapai kesempurnaan?sebab karena imamat itu umat Israel telah menerima Taurat?apakah sebabnya masih perlu seorang lain ditetapkan menjadi imam besar menurut peraturan Melkisedek dan yang tentang dia tidak dikatakan menurut peraturan Harun?

Ibr 7:12
Sebab, jikalau imamat berubah, dengan sendirinya akan berubah pula hukum Taurat itu.

Ibr 7:13
Sebab Ia, yang dimaksudkan di sini, termasuk suku lain; dari suku ini tidak ada seorangpun yang pernah melayani di mezbah.

Ibr 7:14
Sebab telah diketahui semua orang, bahwa Tuhan kita berasal dari suku Yehuda dan mengenai suku itu Musa tidak pernah mengatakan suatu apapun tentang imam-imam.

Ibr 7:15
Dan hal itu jauh lebih nyata lagi, jikalau ditetapkan seorang imam lain menurut cara Melkisedek,

Ibr 7:16
yang menjadi imam bukan berdasarkan peraturan-peraturan manusia, tetapi berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa.

Ibr 7:17
Sebab tentang Dia diberi kesaksian: “Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.”

Ibr 7:18
Memang suatu hukum yang dikeluarkan dahulu dibatalkan, kalau hukum itu tidak mempunyai kekuatan dan karena itu tidak berguna,

Ibr 7:19
?sebab hukum Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan?tetapi sekarang ditimbulkan pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan kita kepada Allah.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 31 Maret 2025

Ibr 7:20
Dan sama seperti hal ini tidak terjadi tanpa sumpah?memang mereka telah menjadi imam tanpa sumpah,

Ibr 7:21
tetapi Ia dengan sumpah, diucapkan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: “Tuhan telah bersumpah dan Ia tidak akan menyesal: Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya” ?

Ibr 7:22
demikian pula Yesus adalah jaminan dari suatu perjanjian yang lebih kuat.

Ibr 7:23
Dan dalam jumlah yang besar mereka telah menjadi imam, karena mereka dicegah oleh maut untuk tetap menjabat imam.

Ibr 7:24
Tetapi, karena Ia tetap selama-lamanya, imamat-Nya tidak dapat beralih kepada orang lain.

Ibr 7:25
Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.

Ibr 7:26
Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga,

Ibr 7:27
yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban.

Ibr 7:28
Sebab hukum Taurat menetapkan orang-orang yang diliputi kelemahan menjadi Imam Besar, tetapi sumpah, yang diucapkan kemudian dari pada hukum Taurat, menetapkan Anak, yang telah menjadi sempurna sampai selama-lamanya.

.

renungan harian hari ini

Bacaan pertama dari Yesaya 65:1 7-21 menggambarkan janji-janji Tuhan tentang masa depan yang penuh harapan. Tuhan berjanji menciptakan langit baru dan bumi baru, di mana tidak akan ada lagi kesedihan, penderitaan, atau kematian. Ini adalah janji bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya dan hidup dalam iman.

Dalam bacaan Injil, Yohanes 4:43-54, kita melihat bagaimana iman seorang pejabat istana menyelamatkan putranya yang sakit parah. Meskipun jarak jauh memisahkan mereka, pejabat itu percaya pada kuasa penyembuhan Yesus dan memohon kepada-Nya untuk menyembuhkan anaknya. Yesus mengabulkan permohonannya dengan kata-kata, “Pergilah, anakmu hidup.”

Yesus mengajarkan kepada kita tentang pentingnya memiliki harapan dan iman dalam hidup kita. Ketika kita menghadapi kesulitan, penyakit, atau situasi sulit, kita harus mengingat bahwa Tuhan adalah sumber harapan dan kesembuhan.

Seperti pejabat istana, kita harus memiliki keyakinan bahwa Tuhan memiliki kuasa untuk menyembuhkan dan memulihkan segala sesuatu dalam hidup kita, kita diingatkan untuk tidak terlalu bergantung pada hal-hal duniawi.

Meskipun dunia ini penuh dengan kesedihan dan penderitaan, kita dapat mencari kekuatan dan pengharapan sejati dalam hubungan kita dengan Tuhan. Dia adalah sumber sukacita dan damai yang tak tergoyahkan, yang melebihi segala sesuatu yang dapat kita temui di dunia ini.

.

Tuhan yang penuh kasih, Engkau telah menjanjikan langit baru dan bumi baru, di mana tidak ada lagi kesedihan dan penderitaan. Kami bersyukur atas janji-Mu yang memberikan harapan bagi kami di tengah kehidupan yang penuh tantangan ini.

Seperti pejabat istana yang datang kepada Yesus dengan iman yang teguh, kami juga ingin menyerahkan seluruh hidup kami ke dalam tangan-Mu. Kami percaya bahwa Engkau adalah sumber kesembuhan, pemulihan, dan sukacita sejati.

Di saat kami menghadapi kesulitan, kuatkanlah iman kami agar tidak goyah. Ketika kami merasa lemah, ingatkan kami bahwa Engkau selalu bersama kami, menuntun setiap langkah kami.

Ajarlah kami untuk tidak terlalu bergantung pada hal-hal duniawi, tetapi senantiasa mengandalkan Engkau sebagai satu-satunya sumber pengharapan. Biarlah hidup kami selalu mencerminkan iman yang teguh kepada-Mu, agar kami dapat menjadi saksi kasih dan kuasa-Mu bagi dunia.

Kami percaya, Tuhan, bahwa Engkau bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi kami yang mengasihi-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, Sang Juru Selamat, kami berdoa. Amin.

.

Ya Tuhan, terima kasih atas harapan dan kesembuhan yang Engkau janjikan bagi umat-Mu. Ampuni kami jika terkadang kami kehilangan harapan dan iman dalam menghadapi tantangan hidup. Bantulah kami untuk selalu mengandalkan Engkau. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 30 Maret 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 30 Maret 2025

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 30 Maret 2025, Bacaan Injil Lukas 15:1-3.11-32 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yos. 5:9a.10-12; Mazmur: 34:2-3,4-5,6-7; R: 9a; Bacaan II: 2Kor. 5:17-21; O PEKAN IV; PEKAN PRAPASKAH IV (U) Minggu Laetare;

Yos 5:9
Dan berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu.” Itulah sebabnya nama tempat itu disebut Gilgal sampai sekarang.

Yos 5:10
Sementara berkemah di Gilgal, orang Israel itu merayakan Paskah pada hari yang keempat belas bulan itu, pada waktu petang, di dataran Yerikho.

Yos 5:11
Lalu pada hari sesudah Paskah mereka makan hasil negeri itu, yakni roti yang tidak beragi dan bertih gandum, pada hari itu juga.

Yos 5:12
Lalu berhentilah manna itu, pada keesokan harinya setelah mereka makan hasil negeri itu. Jadi orang Israel tidak beroleh manna lagi, tetapi dalam tahun itu mereka makan yang dihasilkan tanah Kanaan.

.

Mzm 34:2
(34-3) Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.

Mzm 34:3
(34-4) Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!

Mzm 34:4
(34-5) Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.

Mzm 34:5
(34-6) Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.

Mzm 34:6
(34-7) Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

Mzm 34:7
(34-8) Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.

.

2Kor 5:17
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

2Kor 5:18
Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.

2Kor 5:19
Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

2Kor 5:20
Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.

2Kor 5:21
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

.

Luk 15:1
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.

Luk 15:2
Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.”

Luk 15:3
Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:

Luk 15:11
Yesus berkata lagi: “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.

Luk 15:12
Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.

Luk 15:13
Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.

Luk 15:14
Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.

Luk 15:15
Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 30 Maret 2025

Luk 15:16
Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorangpun yang memberikannya kepadanya.

Luk 15:17
Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.

Luk 15:18
Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,

Luk 15:19
aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.

Luk 15:20
Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.

Luk 15:21
Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.

Luk 15:22
Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.

Luk 15:23
Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 30 Maret 2025

Luk 15:24
Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.

Luk 15:25
Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.

Luk 15:26
Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.

Luk 15:27
Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.

Luk 15:28
Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.

Luk 15:29
Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.

Luk 15:30
Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.

Luk 15:31
Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.

Luk 15:32
Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.”

.

Ibr 7:1
Sebab Melkisedek adalah raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi; ia pergi menyongsong Abraham ketika Abraham kembali dari mengalahkan raja-raja, dan memberkati dia.

Ibr 7:2
Kepadanyapun Abraham memberikan sepersepuluh dari semuanya. Menurut arti namanya Melkisedek adalah pertama-tama raja kebenaran, dan juga raja Salem, yaitu raja damai sejahtera.

Ibr 7:3
Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah, ia tetap menjadi imam sampai selama-lamanya.

Ibr 7:4
Camkanlah betapa besarnya orang itu, yang kepadanya Abraham, bapa leluhur kita, memberikan sepersepuluh dari segala rampasan yang paling baik.

Ibr 7:5
Dan mereka dari anak-anak Lewi, yang menerima jabatan imam, mendapat tugas, menurut hukum Taurat, untuk memungut persepuluhan dari umat Israel, yaitu dari saudara-saudara mereka, sekalipun mereka ini juga adalah keturunan Abraham.

Ibr 7:6
Tetapi Melkisedek, yang bukan keturunan mereka, memungut persepuluhan dari Abraham dan memberkati dia, walaupun ia adalah pemilik janji.

Ibr 7:7
Memang tidak dapat disangkal, bahwa yang lebih rendah diberkati oleh yang lebih tinggi.

Ibr 7:8
Dan di sini manusia-manusia fana menerima persepuluhan, dan di sana Ia, yang tentang Dia diberi kesaksian, bahwa Ia hidup.

Ibr 7:9
Maka dapatlah dikatakan, bahwa dengan perantaraan Abraham dipungut juga persepuluhan dari Lewi, yang berhak menerima persepuluhan,

Ibr 7:10
sebab ia masih berada dalam tubuh bapa leluhurnya, ketika Melkisedek menyongsong bapa leluhurnya itu.

Ibr 7:11
Karena itu, andaikata oleh imamat Lewi telah tercapai kesempurnaan?sebab karena imamat itu umat Israel telah menerima Taurat?apakah sebabnya masih perlu seorang lain ditetapkan menjadi imam besar menurut peraturan Melkisedek dan yang tentang dia tidak dikatakan menurut peraturan Harun?

.

renungan harian hari ini

Pada hari Minggu Prapaskah IV ini, kita merayakan Minggu Laetare, yang berarti “bersukacita”. Bacaan-bacaan hari ini menggemakan salah satu identitas Allah, yakni Yang Maha Rahim.

Dalam bacaan pertama, kita melihat bagaimana Allah telah menghapuskan cela Mesir dari Yosua: “Pada hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir dari padamu.” Dalam bacaan kedua, Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus, menunjukkan bahwa kerahiman Allah itu nyata dalam tindakan Allah yang mendamaikan dunia dengan diri-Nya melalui Kristus, tanpa memperhitungkan pelanggaran-pelanggaran manusia.

Kehadiran Yesus adalah wujud konkret dari kerahiman Allah. Dalam bacaan Injil, Yesus sendiri melukiskan kerahiman Allah melalui kisah perumpamaan anak yang hilang, yang menjual segala harta warisan dari ayahnya lalu berfoya-foya dengan pelacur-pelacur. Kendati demikian, ayahnya tetap menerimanya kembali bahkan memestakan kehadirannya.

Dari ketiga bacaan ini, sekali lagi kepada kita ditunjukkan secara gamblang identitas Allah, yakni Maha Rahim. la selalu menyambut kita. la selalu merayakan setiap jalan pulang kita dari hidup yang tidak berkenan kepada-Nya. Karena itu, kita diingatkan untuk selalu menyadari memori ini bahwa kita punya Allah Yang Maha Rahim.

Seperti si Bungsu itu, yang mengingat kembali kenangan di rumah ayahnya setelah jauh di negeri asing: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku.

Mari kita kembali ke jalan yang benar. Tuhan senantiasa menyambut kita; merayakan kehadiran kembali kita. Tuhan Maha Rahim. Dialah Bapa yang baik, paling baik, seluruhnya baik, dan hanya Dia sendirilah yang paling baik. Karena itu, layaklah kita bersukacita. Laetare!

.

Bapa yang penuh kasih, Engkau adalah Allah yang Maha Rahim, yang selalu membuka tangan-Mu bagi kami, anak-anak-Mu yang sering tersesat. Kami bersyukur atas kasih-Mu yang tidak pernah berkurang, bahkan ketika kami menjauh dan melupakan-Mu.

Seperti anak yang hilang dalam perumpamaan Yesus, kami sering memilih jalan kami sendiri, mengandalkan kekuatan kami, dan melupakan bahwa di rumah-Mu ada kasih dan damai yang sejati. Namun, dalam keterpurukan kami, Engkau tetap menanti dengan penuh kesabaran dan cinta.

Hari ini, dalam Minggu Laetare, kami ingin kembali kepada-Mu. Kami ingin mengalami sukacita sejati yang hanya bisa ditemukan dalam pelukan-Mu. Terimalah kami, Tuhan, dengan segala kelemahan dan kesalahan kami. Bersihkan hati kami, perbarui jiwa kami, dan bimbing langkah kami agar selalu berjalan dalam terang kasih-Mu.

Ajarlah kami untuk juga menjadi pembawa rahmat bagi sesama, agar kami tidak hanya menerima belas kasih-Mu tetapi juga membagikannya kepada orang-orang di sekitar kami. Amin.

.

Ya Bapa, kerahiman-Mu memeluk kami yang penuh dosa. Kami mau datang kepada-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 29 Maret 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

Renungan Harian Katolik dan Bacaan Injil Hari Ini 29 Maret 2025

renungan harian katolik

Renungan Harian Katolik dan Bacaan Injil Lukas 18:9-14 (baca Alkitab – klik disini) Hari Ini 29 Maret 2025

Bacaan I: Hos. 6:1-6; Mazmur: 51:3-4.18-19.20-21 ab; R: Hos. 6:6; PEKAN PRAPASKAH III (U) St.Bertold; St.Yonah dan Berikjesu;

Hos 6:1
“Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita.

Hos 6:2
Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.

Hos 6:3
Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.”

Hos 6:4
Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar.

Hos 6:5
Sebab itu Aku telah meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi, Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku, dan hukum-Ku keluar seperti terang.

Hos 6:6
Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.

.

Mzm 51:3
(51-5) Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku.

Mzm 51:4
(51-6) Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa dan melakukan apa yang Kauanggap jahat, supaya ternyata Engkau adil dalam putusan-Mu, bersih dalam penghukuman-Mu.

Mzm 51:18
(51-20) Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!

Mzm 51:19
(51-21) Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.

.

Luk 18:9
Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:

Luk 18:10
“Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.

Luk 18:11
Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;

Luk 18:12
aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.

Luk 18:13
Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.

Luk 18:14
Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

.

Ibr 6:9
Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan.

Ibr 6:10
Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.

Ibr 6:11
Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya,

Ibr 6:12
agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.

Ibr 6:13
Sebab ketika Allah memberikan janji-Nya kepada Abraham, Ia bersumpah demi diri-Nya sendiri, karena tidak ada orang yang lebih tinggi dari pada-Nya,

Ibr 6:14
kata-Nya: “Sesungguhnya Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan akan membuat engkau sangat banyak.”

Ibr 6:15
Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya.

Ibr 6:16
Sebab manusia bersumpah demi orang yang lebih tinggi, dan sumpah itu menjadi suatu pengokohan baginya, yang mengakhiri segala bantahan.

Ibr 6:17
Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji itu akan kepastian putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah,

Ibr 6:18
supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta, kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan yang terletak di depan kita.

Ibr 6:19
Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,

Ibr 6:20
di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya.

.

renungan harian katolik

Nabi Hosea dalam bacaan pertama menyampaikan pesan Tuhan kepada umat-Nya. Tuhan mengingatkan mereka akan pentingnya kenmbali kepada-Nya dengan kerendahan hati dan pengakuan dosa.

Tuhan lebih menghargai hubungan yang tulus dan penuh kasih daripada upacara ritual yang dilakukan tanpa hati yang rendah. Kemudian, dalam Injil Lukas, Yesus menceritakan perumpamaan tentang seorang Farisi dan seorang pemungut cukai yang pergi berdoa.

Orang Farisi membanggakan dirinya sendiri dan merasa lebih baik daripada orang lain, sementara pemungut cukai mengakui dosa-dosanya dengan kerendahan hati.

Yesus menegaskan bahwa pemungut cukai yang rendah hati mendapatkan belas kasihan Tuhan, bukan si Farisi yang sombong. Yesus mengajarkan pentingnya kerendahan hati dalam hubungan kita dengan Tuhan dan sesama.

Ketika kita mengakui dosa-dosa kita dan datang kepada Tuhan dengan rendah hati, kita bisa merasakan belas kasihan dan pengampunan-Nya. Sikap sombong dan merasa lebih baik dari orang lain hanya akan memisahkan kita dari kasih Tuhan.

Kita dapat mempraktikkan kerendahan hati dengan mengakui kelemahan dan kesalahan kita. Kita bisa belajar untuk tidak menghakimi orang lain atau meremehkan mereka, melainkan mengasihi dan melayani dengan kerendahan hati. Dengan demikian, kita bisa membangun hubungan yang lebih baik dengan Tuhan dan sesama.

.

Ya Tuhan, Engkau mengajarkan kami untuk datang kepada-Mu dengan hati yang rendah, penuh kesadaran akan kelemahan dan dosa kami. Kami tidak ingin menjadi seperti orang Farisi yang membanggakan diri, melainkan seperti pemungut cukai yang dengan jujur mengakui kesalahannya di hadapan-Mu.

Ampunilah kami atas kesombongan dan sikap merasa lebih baik dari orang lain. Ajarlah kami untuk selalu bersikap rendah hati, baik di hadapan-Mu maupun dalam hubungan kami dengan sesama.

Bantulah kami untuk tidak menghakimi atau meremehkan orang lain, tetapi justru belajar mengasihi dan melayani dengan ketulusan. Biarlah setiap tindakan dan perkataan kami mencerminkan kasih-Mu yang penuh kelembutan dan pengampunan.

Kami berserah kepada-Mu, Tuhan. Bentuklah hati kami agar semakin menyerupai hati-Mu yang penuh kasih, kesabaran, dan belas kasihan. Amin.

.

Ya Tuhan, kami datang kepada-Mu dengan kerendahan hati, mengakui dosa-dosa dan kelemahan kami. Ampunilah kami dan berilah kami belas kasihan-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Katolik Hari Ini 28 Maret 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

Renungan Harian Katolik dan Bacaan Injil Hari Ini 28 Maret 2025

renungan harian hari ini

Renungan Harian Katolik dan Bacaan Injil Markus 12:28b-34 (baca Alkitab – klik disini) Hari Ini 28 Maret 2025

Bacaan I: Hos. 14:2-10; Mazmur: 81:6c-8a.8b-9.10-11b.14.17; R:11.9a; PEKAN PRAPASKAH III (U); Sta.Doroteos dr Gaza;

Hos 14:2
(14-3) Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: “Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.

Hos 14:3
(14-4) Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim.”

Hos 14:4
(14-5) Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka.

Hos 14:5
(14-6) Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar.

Hos 14:6
(14-7) Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon.

Hos 14:7
(14-8) Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon.

Hos 14:8
(14-9) Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.

Hos 14:9
(14-10) Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.

.

Mzm 81:6
(81-7) “Aku telah mengangkat beban dari bahunya, tangannya telah bebas dari keranjang pikulan;

Mzm 81:7
(81-8) dalam kesesakan engkau berseru, maka Aku meluputkan engkau; Aku menjawab engkau dalam persembunyian guntur, Aku telah menguji engkau dekat air Meriba. Sela

Mzm 81:8
(81-9) Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku!

Mzm 81:8
(81-9) Dengarlah hai umat-Ku, Aku hendak memberi peringatan kepadamu; hai Israel, jika engkau mau mendengarkan Aku!

Mzm 81:9
(81-10) Janganlah ada di antaramu allah lain, dan janganlah engkau menyembah kepada allah asing.

Mzm 81:10
(81-11) Akulah TUHAN, Allahmu, yang menuntun engkau keluar dari tanah Mesir: bukalah mulutmu lebar-lebar, maka Aku akan membuatnya penuh.

Mzm 81:11
(81-12) Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku.

Mzm 81:14
(81-15) Seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan terhadap para lawan mereka Aku balikkan tangan-Ku.

.

Mrk 12:28
Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?”

Mrk 12:29
Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.

Mrk 12:30
Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.

Mrk 12:31
Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.”

Mrk 12:32
Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.

Mrk 12:33
Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.”

Mrk 12:34
Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

.

Ibr 5:11
Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan.

Ibr 5:12
Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.

Ibr 5:13
Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil.

Ibr 5:14
Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

Ibr 6:1
Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah,

Ibr 6:2
yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal.

Ibr 6:3
Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah mengizinkannya.

Ibr 6:4
Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus,

Ibr 6:5
dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,

Ibr 6:6
namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

Ibr 6:7
Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah;

Ibr 6:8
tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.

.

renungan harian hari ini

Dalam bacaan-bacaan hari ini kita menemukan tema tentang panggilan untuk mengasihi Allah dan mengatasi sesama. Allah memanggil umat-Nya untuk kembali kepada-Nya dengan tulus hati, mengakui dosa-dosa mereka, dan memohon pengampunan-Nya.

Allah menjanjikan kesembuhan dan kasih-Nya kepada mereka yang taat. Renungan ini mengingatkan kita akan pentingnya mengasihi Allah dan sesama dalam kehidupan kita sehari-hari.

Pertama, kita harus mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan kita. Ini berarti memprioritaskan hubungan kita dengan-Nya, mengabdikan waktu untuk berdoa, membaca Firman-Nya, dan mengikuti kehendak-Nya dalam segala hal.

Kedua, kita juga dipanggil untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri. Ini berarti menunjukkan kasih kepada orang lain, berbagi, dan mendengarkan dengan empati. Kita harus memperlakukan orang lain dengan hormat dan menghormati keberagaman dalam komunitas kita.

Sering kali kita mungkin dihadapkan pada kesulitan dan godaan untuk menyimpang dari panggilan ini. Namun, jika kita tetap teguh dalam mengasihi Allah dan sesama, kita akan mengalami kedamaian, sukacita, dan keselamatan yang Allah janjikan.

.

Tuhan yang penuh kasih, Engkau telah memanggil kami untuk kembali kepada-Mu dengan segenap hati, jiwa, pikiran, dan kekuatan kami. Kami ingin mengasihi-Mu lebih dari segalanya, menjadikan Engkau sebagai pusat hidup kami, dan hidup seturut kehendak-Mu.

Ajarlah kami untuk selalu mendekat kepada-Mu dalam doa, membaca Firman-Mu dengan hati yang terbuka, dan melaksanakan perintah-Mu dengan setia. Kiranya kami tidak hanya menjadi pendengar Firman, tetapi juga pelaku yang menghidupinya dalam setiap aspek kehidupan kami.

Kami juga ingin mengasihi sesama seperti Engkau telah mengasihi kami. Bantulah kami untuk memiliki hati yang penuh belas kasih, selalu siap untuk berbagi, mengulurkan tangan kepada mereka yang membutuhkan, dan menunjukkan empati kepada sesama.

Di saat kami menghadapi godaan untuk bersikap egois, sombong, atau tidak peduli, ingatkanlah kami akan kasih-Mu yang tak terbatas. Ubahlah hati kami agar semakin menyerupai hati-Mu—penuh kelembutan, kebaikan, dan pengampunan.

Berilah kami kekuatan untuk tetap setia dalam mengasihi, meskipun menghadapi tantangan dan kesulitan. Kami percaya bahwa di dalam kasih, kami akan menemukan kedamaian, sukacita, dan keselamatan yang Engkau janjikan.

Kami menyerahkan hidup kami sepenuhnya ke dalam tangan-Mu. Jadikanlah kami alat kasih-Mu di dunia ini. Amin.

.

Ya Allah yang penuh kasih, ajarkan kami untuk mengasihi Engkau dengan tulus hati, mengabdikan waktu untuk memperkuat hubungan dengan Engkau melalui doa, bacaan Firman-Mu, dan pelayanan kepada sesama. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Katolik Hari Ini 27 Maret 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 27 Maret 2025

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 27 Maret 2025, Bacaan Injil Lukas 11:14-23 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yer. 7:23-28; Mazmur: 95:1-2.6-7.8-9; R:8; PEKAN PRAPASKAH III (U); Sta.Emma, St.Cyrilus dr Alexandria; St.Rupertus, Nikodemus; Sta.Lucy Filipini;

Yer 7:23
hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!

Yer 7:24
Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya.

Yer 7:25
Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus,

Yer 7:26
tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka.

Yer 7:27
Sekalipun engkau mengatakan kepada mereka segala perkara ini, mereka tidak akan mendengarkan perkataanmu, dan sekalipun engkau berseru kepada mereka, mereka tidak akan menjawab engkau.

Yer 7:28
Sebab itu, katakanlah kepada mereka: Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima penghajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka.”

.

Mzm 95:1
Marilah kita bersorak-sorai untuk TUHAN, bersorak-sorak bagi gunung batu keselamatan kita.

Mzm 95:2
Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.

Mzm 95:6
Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita.

Mzm 95:7
Sebab Dialah Allah kita, dan kitalah umat gembalaan-Nya dan kawanan domba tuntunan tangan-Nya. Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!

Mzm 95:8
Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun,

Mzm 95:9
pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

.

Luk 11:14
Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak.

Luk 11:15
Tetapi ada di antara mereka yang berkata: “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.”

Luk 11:16
Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.

Luk 11:17
Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.

Luk 11:18
Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.

Luk 11:19
Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.

Luk 11:20
Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.

Luk 11:21
Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.

Luk 11:22
Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.

Luk 11:23
Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”

.

Ibr 4:14
Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.

Ibr 4:15
Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa.

Ibr 4:16
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

Ibr 5:1
Sebab setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa.

Ibr 5:2
Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan,

Ibr 5:3
yang mengharuskannya untuk mempersembahkan korban karena dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri.

Ibr 5:4
Dan tidak seorangpun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Harun.

Ibr 5:5
Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: “Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini”,

Ibr 5:6
sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: “Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.”

Ibr 5:7
Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan.

Ibr 5:8
Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya,

Ibr 5:9
dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya,

Ibr 5:10
dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek.

.

renungan harian hari ini

Dalam bacaan pertama, Tuhan berbicara melalui Nabi Yeremia kepada bangsa Israel yang telah jatuh ke dalam dosa dan meninggalkan perintah-perintah-Nya. Tuhan mengingatkan mereka bahwa yang terpenting bukanlah melakukan ritual keagamaan semata, tetapi mematuhi Firman-Nya dan hidup dalam ketaatan.

Dalam bacaan Injil, Lukas mengisahkan Yesus mengusir setan dari seorang yang bisu. Beberapa orang menganggap bahwa Yesus melakukan hal itu dengan kuasa dari setan, tetapi Yesus menjelaskan bahwa tindakan-Nya adalah bukti dari kuasa Allah yang hadir di tengah-tengah mereka. la juga mengajarkan bahwa siapa pun yang tidak bersekutu dengan-Nya, pada hakikatnya berada di pihak kekuatan jahat.

Yesus mengajarkan kita tentang pentingnya hidup dalam ketaatan terhadap Firman Tuhan. Tidak cukup hanya melakukan ritual keagamaan, tetapi juga penting bagi kita untuk hidup dengan prinsip-prinsip-Nya dalam segala aspek kehidupan kita.

Kita harus menghindari kecenderungan untuk mengabaikan kebenaran dan memilih jalan yang mudah atau mengikuti arus dunia. Sebaliknya, kita harus bertekun dalam kebenaran, mengandalkan kuasa Allah, dan mengalahkan kekuatan jahat yang berusaha memengaruhi hidup kita.

.

Ya Tuhan, Engkau telah mengajarkan kami bahwa yang Kau kehendaki bukan hanya ritual keagamaan, tetapi hati yang taat dan hidup yang berpegang pada Firman-Mu. Bantulah kami agar tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga pelaku Firman yang setia dalam kehidupan sehari-hari.

Engkau telah menunjukkan kuasa Allah dengan mengusir roh jahat dan membawa terang di tengah kegelapan. Kami memohon agar Engkau senantiasa menolong kami untuk tidak terjebak dalam tipu daya dunia dan kekuatan jahat yang ingin menjauhkan kami dari-Mu. Lindungilah hati kami agar tetap teguh bersekutu dengan-Mu dan tidak terombang-ambing oleh godaan yang menyesatkan.

Tuhan, kami sering kali tergoda untuk mencari jalan yang mudah, untuk mengikuti arus dunia yang menjauhkan kami dari-Mu. Berilah kami hikmat dan kekuatan agar tetap berpegang pada kebenaran, meskipun itu sulit dan menuntut pengorbanan.

Tolonglah kami untuk selalu mengandalkan kuasa-Mu, agar kami dapat hidup dalam kemenangan atas dosa dan kejahatan. Jadikanlah kami pribadi yang setia, yang membawa terang dan kasih-Mu bagi dunia di sekitar kami. Amin.

.

Ya Tuhan, kami bersyukur atas firman-Mu yang telah kami dengar hari ini. Ampunilah kami jika kami pernah meninggalkan perintah-perintah-Mu dan hidup dalam dosa. Bantulah kami untuk hidup dalam ketaatan terhadap firman-Mu dan bertekun dalam kebenaran. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 26 Maret 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 26 Maret 2025

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 26 Maret 2025, Bacaan Injil Matius 5:17-19 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Ul. 4:1.5-9; Mazmur: 147:12-13.15-16.19-20; R:12a; PEKAN PRAPASKAH III (U); St.Ludgerus; St.Ireneus dr Sirmium;

Ul 4:1
“Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu.

Ul 4:5
Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya.

Ul 4:6
Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.

Ul 4:7
Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya?

Ul 4:8
Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?

Ul 4:9
Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu,

.

Mzm 147:12
Megahkanlah TUHAN, hai Yerusalem, pujilah Allahmu, hai Sion!

Mzm 147:13
Sebab Ia meneguhkan palang pintu gerbangmu, dan memberkati anak-anakmu di antaramu.

Mzm 147:15
Ia menyampaikan perintah-Nya ke bumi; dengan segera firman-Nya berlari.

Mzm 147:16
Ia menurunkan salju seperti bulu domba dan menghamburkan embun beku seperti abu.

Mzm 147:19
Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel.

Mzm 147:20
Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal. Haleluya!

.

Mat 5:17
“Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Mat 5:18
Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

Mat 5:19
Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

.

Ibr 4:1
Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku.

Ibr 4:2
Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya.

Ibr 4:3
Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan: “Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku,” sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan.

Ibr 4:4
Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: “Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya.”

Ibr 4:5
Dan dalam nas itu kita baca: “Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.”

Ibr 4:6
Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk karena ketidaktaatan mereka.

Ibr 4:7
Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu “hari ini”, ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!”

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 26 Maret 2025

Ibr 4:8
Sebab, andaikata Yosua telah membawa mereka masuk ke tempat perhentian, pasti Allah tidak akan berkata-kata kemudian tentang suatu hari lain.

Ibr 4:9
Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah.

Ibr 4:10
Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.

Ibr 4:11
Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.

Ibr 4:12
Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Ibr 4:13
Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

.

renungan harian hari ini

Dalam Bacaan Pertama hari ini Musa memberikan petunjuk dan peringatan kepada bangsa Israel untuk menghargai dan hidup sesuai dengan hukum-hukum yang telah diberikan Tuhan.

Sementara dalam Injil Yesus menyatakan bahwa la datang bukan untuk mencabut hukum Taurat, melainkan untuk melengkapi dan menggenapinya. Yesus menegaskan bahwa setiap bagian dari hukum Taurat tetap berlaku dan penting untuk ditaati.

Bahkan, la mengatakan bahwa siapa pun yang melanggar dan mengajarkan orang lain untuk melanggar perintah-perintah itu akan dianggap yang terkecil dalam Kerajaan Surga.

Yesus mengajak kita menghargai dan hidup sesuai dengan hukum-hukum Tuhan. Meskipun kita mungkin hidup di dalam zaman yang berbeda, prinsip-prinsip yang terkandung dalam hukum-hukum itu tetap relevan.

Hukum-hukum Tuhan memberikan pedoman bagi kita dalam menjalani hidup yang benar dan berkenan kepada-Nya. Dalam kehidupan sehari-hari, kita harus bersungguh-sungguh untuk mengenal dan memahami hukum-hukum Tuhan yang terdapat dalam Firman-Nya.

Kita juga perlu berusaha untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya, bukan hanya secara lahiriah, tetapi juga di dalam hati dan pikiran kita. Dengan menghargai dan taat kepada hukum-hukum Tuhan, kita dapat hidup dalam berkat dan kesuksesan yang diberikan oleh-Nya.

.

Ya Tuhan, Engkau telah memberikan hukum-hukum-Mu sebagai pedoman bagi kami agar hidup dalam kebenaran dan kasih. Ajarilah kami untuk selalu menghargai dan menaati perintah-Mu, bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan hati yang tulus dan perbuatan yang nyata.

Kami bersyukur atas pengajaran Yesus Kristus, yang tidak menghapus hukum Taurat tetapi menggenapinya dengan kasih dan kebenaran. Tolonglah kami agar tidak hanya memahami hukum-Mu secara lahiriah, tetapi juga menerapkannya dengan penuh kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Sering kali, kami tergoda untuk mencari jalan pintas atau menyesuaikan hukum-Mu dengan keinginan kami sendiri. Ampunilah kami, ya Tuhan, bila kami gagal untuk hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Berikan kami hati yang rendah dan tekad yang kuat untuk tetap setia kepada-Mu, meskipun dunia di sekitar kami sering kali menawarkan nilai-nilai yang bertentangan dengan ajaran-Mu.

Bimbinglah kami agar selalu berjalan dalam terang Firman-Mu. Jadikanlah hidup kami sebagai kesaksian nyata tentang kasih dan keadilan-Mu. Semoga setiap tindakan dan keputusan kami mencerminkan kebenaran-Mu dan membawa kemuliaan bagi nama-Mu. Amin.

.

Tuhan Yang Maha Kuasa, kami bersyukur atas hukum-hukum dan perintah-perintah-Mu yang telah Engkau berikan kepada kami. Bantulah kami untuk selalu menghargai dan menghormati hukum-hukum tersebut dalam setiap aspek kehidupan kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 25 Maret 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 25 Maret 2025

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 25 Maret 2025, Bacaan Injil Lukas 1:26-38 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Yes. 7:10-14. 8:10; Mazmur: 40:7-8a, 8b-9, 10, 11; Bacaan II: lbr. 10:4-10; PEKAN PRAPASKAH III; HR KABAR SUKACITA (P);

Yes 7:10
TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya:

Yes 7:11
“Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas.”

Yes 7:12
Tetapi Ahas menjawab: “Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN.”

Yes 7:13
Lalu berkatalah nabi Yesaya: “Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga?

Yes 7:14
Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Yes 8:10
Buatlah rancangan, tetapi akan gagal juga; ambillah keputusan, tetapi tidak terlaksana juga, sebab Allah menyertai kami!

.

Mzm 40:7
(40-8) Lalu aku berkata: “Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;

Mzm 40:8
(40-9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.”

Mzm 40:8
(40-9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.”

Mzm 40:9
(40-10) Aku mengabarkan keadilan dalam jemaah yang besar; bahkan tidak kutahan bibirku, Engkau juga yang tahu, ya TUHAN.

Mzm 40:10
(40-11) Keadilan tidaklah kusembunyikan dalam hatiku, kesetiaan-Mu dan keselamatan dari pada-Mu kubicarakan, kasih-Mu dan kebenaran-Mu tidak kudiamkan kepada jemaah yang besar.

Mzm 40:11
(40-12) Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu!

.

Ibr 10:4
Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.

Ibr 10:5
Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: “Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki?tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku?.

Ibr 10:6
Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan.

Ibr 10:7
Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku.”

Ibr 10:8
Di atas Ia berkata: “Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya” ?meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat?.

Ibr 10:9
Dan kemudian kata-Nya: “Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.” Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.

Ibr 10:10
Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

.

Luk 1:26
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,

Luk 1:27
kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.

Luk 1:28
Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”

Luk 1:29
Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.

Luk 1:30
Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.

Luk 1:31
Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.

Luk 1:32
Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,

BACAAN INJIL – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 25 Maret 2025

Luk 1:33
dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.”

Luk 1:34
Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”

Luk 1:35
Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.

Luk 1:36
Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.

Luk 1:37
Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”

Luk 1:38
Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

.

1Taw 17:1
Setelah Daud menetap di rumahnya, berkatalah ia kepada nabi Natan: “Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut perjanjian TUHAN itu ada di bawah tenda-tenda.”

1Taw 17:2
Lalu berkatalah Natan kepada Daud: “Lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab Allah menyertai engkau.”

1Taw 17:3
Tetapi pada malam itu juga datanglah firman Allah kepada Natan, demikian:

1Taw 17:4
“Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Bukanlah engkau yang akan mendirikan rumah bagi-Ku untuk didiami.

1Taw 17:5
Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel keluar sampai hari ini, tetapi Aku mengembara dari kemah ke kemah, dan dari kediaman ke kediaman.

1Taw 17:6
Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umat-Ku, demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan bagi-Ku rumah dari kayu aras?

1Taw 17:7
Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel.

1Taw 17:8
Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku akan membuat namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi.

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 25 Maret 2025

1Taw 17:9
Aku akan menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan akan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditekan oleh orang-orang lalim seperti dahulu,

1Taw 17:10
sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku akan menundukkan segala musuhmu. Juga Aku beritahukan kepadamu: TUHAN akan membangun suatu keturunan bagimu.

1Taw 17:11
Apabila umurmu sudah genap untuk pergi mengikuti nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, salah seorang anakmu sendiri, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.

1Taw 17:12
Dialah yang akan mendirikan rumah bagi-Ku dan Aku akan mengokohkan takhtanya untuk selama-lamanya.

1Taw 17:13
Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Tetapi kasih setia-Ku tidak akan Kuhilangkan dari padanya seperti yang Kuhilangkan dari pada orang yang mendahului engkau.

1Taw 17:14
Dan Aku akan menegakkan dia dalam rumah-Ku dan dalam kerajaan-Ku untuk selama-lamanya dan takhtanya akan kokoh untuk selama-lamanya.”

1Taw 17:15
Tepat seperti perkataan ini dan tepat seperti penglihatan ini Natan berbicara kepada Daud.

.

renungan harian hari ini

Hari ini, kita merayakan Kabar Sukacita, yaitu kabar tentang kelahiran Yesus Kristus sebagai Juru Selamat dunia. Dalam bacaan-bacaan hari ini, kita melihat kesetiaan Allah dalam menggenapi rencana-Nya untuk menyelamatkan umat manusia.

Dalam bacaan pertama dari Kitab Yesaya, Nabi Yesaya memberikan tanda kepada Raja Ahas bahwa seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki bernama Immanuel, yang berarti “Allah menyertai kita”. Hal ini menunjukkan kesetiaan Allah dalam menyediakan jalan untuk keselamatan manusia melalui kelahiran Yesus.

Dalam bacaan kedua dari surat kepada orang Ibrani, diuraikan bagaimana persembahan kurban hewan tidak dapat menghapus dosa manusia sepenuhnya. Namun, Allah sendiri menyediakan tubuh Yesus Kristus sebagai kurban yang sempurna untuk menghapus dosa- dosa kita. Ini menunjukkan kesetiaan Allah dalam memberikan jalan yang sempurna untuk mendapatkan pengampunan dan keselamatan.

Dalam bacaan Injil, kita melihat peristiwa ketika Malaikat Gabriel datang kepada Maria dan memberitahukan bahwa dia akan mengandung dan melahirkan Anak Allah. Meskipun Maria awalnya bingung, dia dengan rendah hati menerima rencana Allah dan berkata, “Jadilah padaku menurut perkataanımu.” Ini menunjukkan kesetiaan dan ketaatan Maria dalam menjalankan rencana Allah.

Kita diajak percaya dan mengandalkan kesetiaan Allah dalam menggenapi rencana-Nva dalam hidup kita. Kita mungkin menghadapi tantangan dan ketidakpastian, tetapi kita dapat yakin bahwa Allah selalu setia dalam mengarahkan langkah-langkah kita. Allah tidak pernah membiarkan kita berjuang sendirian, bergumul sendirian, tetapi Dia selalu hadir dalam setiap detik dalam menit-menit hidup kita: menemani kita, menguatkan kita, dan menuntun kita pada jalan-Nya.

Melalui Yesus Kristus kita dapat mencapai pengampunan dan keselamatan yang sempurna. Tidak ada usaha manusia yang bisa menghapus dosa kita sepenuhnya. Kita juga belajar dari keteladanan Maria dalam ketaatan dan kerendahan hati. Ketika kita menghadapi rencana Allah yang mungkin sulit dipahami atau tidak sesuai dengan keinginan kita, kita perlu belajar untuk menerima dengan rendah hati dan berkata, “Jadilah padaku menurut perkataanmu.”

.

Allah Maha Kasih, hari ini kami bersyukur atas Kabar Sukacita yang Engkau berikan kepada dunia. Engkau telah menggenapi janji-Mu dengan mengutus Putra-Mu, Yesus Kristus, untuk menjadi Juru Selamat kami. Dalam kasih setia-Mu, Engkau tidak membiarkan kami tersesat dalam dosa, tetapi Engkau hadir sebagai Immanuel—Allah yang menyertai kami.

Kami juga bersyukur atas keteladanan Bunda Maria, yang dengan rendah hati menerima kehendak-Mu meskipun ia belum sepenuhnya memahami rencana-Mu. Ajarlah kami untuk memiliki iman yang sama, agar kami dapat berkata dengan tulus, “Jadilah padaku menurut perkataan-Mu,” ketika Engkau memanggil kami untuk melaksanakan kehendak-Mu dalam kehidupan kami.

Kami menyadari bahwa sering kali kami ragu dan takut menghadapi masa depan. Kami ingin percaya sepenuhnya kepada-Mu, tetapi hati kami kadang dipenuhi kebimbangan. Kuatkanlah iman kami, seperti Engkau menguatkan Maria. Bukalah hati kami untuk menerima setiap rencana-Mu dengan sukacita, meskipun itu di luar pemahaman dan keinginan kami.

Dalam kehidupan kami sehari-hari, ajarlah kami untuk selalu mengandalkan Engkau, bukan kekuatan kami sendiri. Berilah kami keberanian untuk berjalan dalam terang kasih-Mu, dan mampukan kami untuk menjadi saksi bagi dunia, membawa Kabar Sukacita ke dalam setiap aspek hidup kami. Amin.

.

Ya Allah, terima kasih atas kabar sukacita tentang kelahiran Yesus Kristus sebagai Juru Selamat dunia. Bantulah kami untuk mengandalkan Engkau dalam seluruh rencana-Mu di hidup kami. Berikanlah kami kekuatan dan ketaatan kepada-Mu. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 24 Maret 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 24 Maret 2025

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 24 Maret 2025, Bacaan Injil Lukas 4:24-30 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: 2Raj. 5:1-15a; Mazmur: 42:2,3; 43:3,4; PEKAN PRAPASKAH III (U); Sta.Katarina dr Swedia;

2Raj 5:1
Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta.

2Raj 5:2
Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman.

2Raj 5:3
Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.”

2Raj 5:4
Lalu pergilah Naaman memberitahukan kepada tuannya, katanya: “Begini-beginilah dikatakan oleh gadis yang dari negeri Israel itu.”

2Raj 5:5
Maka jawab raja Aram: “Baik, pergilah dan aku akan mengirim surat kepada raja Israel.” Lalu pergilah Naaman dan membawa sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian.

2Raj 5:6
Ia menyampaikan surat itu kepada raja Israel, yang berbunyi: “Sesampainya surat ini kepadamu, maklumlah kiranya, bahwa aku menyuruh kepadamu Naaman, pegawaiku, supaya engkau menyembuhkan dia dari penyakit kustanya.”

2Raj 5:7
Segera sesudah raja Israel membaca surat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya serta berkata: “Allahkah aku ini yang dapat mematikan dan menghidupkan, sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku, supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya? Tetapi sesungguhnya, perhatikanlah dan lihatlah, ia mencari gara-gara terhadap aku.”

2Raj 5:8
Segera sesudah didengar Elisa, abdi Allah itu, bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya: “Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah ia datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel.”

BACAAN I – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 24 Maret 2025

2Raj 5:9
Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa.

2Raj 5:10
Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: “Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir.”

2Raj 5:11
Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: “Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku!

2Raj 5:12
Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?” Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati.

2Raj 5:13
Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: “Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir.”

2Raj 5:14
Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.

2Raj 5:15
Kemudian kembalilah ia dengan seluruh pasukannya kepada abdi Allah itu. Setelah sampai, tampillah ia ke depan Elisa dan berkata: “Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel. Karena itu terimalah kiranya suatu pemberian dari hambamu ini!”

.

Mzm 42:2
(42-3) Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?

Mzm 42:3
(42-4) Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: “Di mana Allahmu?”

Mzm 43:3
Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!

Mzm 43:4
Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!

.

Luk 4:24
Dan kata-Nya lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.

Luk 4:25
Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.

Luk 4:26
Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.

Luk 4:27
Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu.”

Luk 4:28
Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.

Luk 4:29
Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.

Luk 4:30
Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

.

Ibr 2:5
Sebab bukan kepada malaikat-malaikat telah Ia taklukkan dunia yang akan datang, yang kita bicarakan ini.

Ibr 2:6
Ada orang yang pernah memberi kesaksian di dalam suatu nas, katanya: “Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya, atau anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

Ibr 2:7
Namun Engkau telah membuatnya untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat,

Ibr 2:8
segala sesuatu telah Engkau taklukkan di bawah kaki-Nya.” Sebab dalam menaklukkan segala sesuatu kepada-Nya, tidak ada suatupun yang Ia kecualikan, yang tidak takluk kepada-Nya. Tetapi sekarang ini belum kita lihat, bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan kepada-Nya.

Ibr 2:9
Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.

Ibr 2:10
Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah?yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan?,yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.

Ibr 2:11
Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara,

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 24 Maret 2025

Ibr 2:12
kata-Nya: “Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat,”

Ibr 2:13
dan lagi: “Aku akan menaruh kepercayaan kepada-Nya,” dan lagi: “Sesungguhnya, inilah Aku dan anak-anak yang telah diberikan Allah kepada-Ku.”

Ibr 2:14
Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;

Ibr 2:15
dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.

Ibr 2:16
Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani.

Ibr 2:17
Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.

Ibr 2:18
Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

.

renungan harian hari ini

Dalam bacaan pertama, kita mengenal nama Naaman, seorang panglima tentara yang terkenal dan dihormati. Meskipun Naaman memiliki kekuasaan dan reputasi, dia menderita penyakit kusta yang parah.

Namun, berkat saran seorang budak Israel, dengan kerendahan hati, datang kepada Elisa dan menyembuhkan dirinya setelah melakukan petunjuk yang diberikan oleh nabi. Dalam Injil Lukas, Yesus berbicara kepada orang-orang Nazaret. Awalnya, mereka terkesan dengan ajaran-Nya,

tetapi ketika Yesus mengatakan bahwa nabi tidak akan diterima di kampung halamannya, mereka marah dan mencoba membunuh-Nya. Yesus mengungkapkan bahwa Tuhan mengutus para nabi kepada orang-orang yang bukan dari bangsa Israel dan bahwa mereka menerima berkat-Nya dengan iman.

Yesus mengajak kita untuk memiliki sikap kerendahan hati dan menerima bimbingan Tuhan dalam hidup kita. Seperti Naaman, kadang-kadang Tuhan menggunakan perkara-perkara yang tidak terduga untuk membawa kesembuhan, pemulihan, atau berkat kepada kita.

Kita juga belajar terbuka dan menerima kehendak Tuhan, bahkan jika itu melibatkan hal-hal yang di luar ekspektasi kita. Tuhan tidak memandang kebangsaan atau status sosial, tetapi Dia melihat hati yang rendah dan iman yang tulus. Kita harus belajar untuk melampaui batasan-batasan kita sendiri dan menerima semua orang dengan kasih.

.

Tuhan yang Maha Pengasih, Engkau yang menyembuhkan Naaman dan membimbing umat-Mu dengan kasih setia, kami datang kepada-Mu dengan hati yang penuh kerinduan. Kami sadar bahwa sering kali kami membatasi karya-Mu dalam hidup kami karena kesombongan, ketidakpercayaan, atau prasangka. Ampunilah kami, ya Tuhan.

Ajarlah kami memiliki hati seperti Naaman—rendah hati untuk mendengarkan suara-Mu dan taat kepada kehendak-Mu, meskipun terkadang jalan yang Engkau tunjukkan tampak sederhana atau sulit kami pahami. Bukalah mata dan hati kami agar kami dapat melihat tangan-Mu bekerja dalam kehidupan kami, bahkan melalui hal-hal yang tidak kami duga.

Engkau telah menunjukkan bahwa kasih Allah tidak terbatas pada satu bangsa atau kelompok saja. Ajarlah kami untuk memiliki hati yang terbuka, tidak memandang perbedaan, dan mengasihi semua orang seperti Engkau mengasihi. Singkirkan dari kami segala bentuk prasangka, kebencian, dan ketertutupan hati yang menghalangi kami untuk menerima berkat-Mu dan menjadi berkat bagi orang lain.

Kami mohon, bimbinglah langkah kami setiap hari agar selalu selaras dengan kehendak-Mu ya Tuhan. Berilah kami iman yang teguh, hati yang lembut, dan sikap yang selalu siap menerima rencana-Mu dalam hidup kami. Amin.

.

Ya Tuhan, bantulah kami untuk memiliki sikap kerendahan hati dan menerima kehendak-Mu dalam hidup kami. Bimbinglah kami untuk hidup dengan iman yang tulus dan menerima berkat yang Engkau berikan kepada kami. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 23 Maret 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 23 Maret 2025

renungan harian hari ini

Renungan Harian Hari Ini 23 Maret 2025, Bacaan Injil Lukas 13:1-9 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kel. 3:1-8a.13-15; Mazmur: 103:1-2.3-4.6-7.8.11; R:8a; Bacaan II: 1Kor. 10:1-6.10-12; PEKAN PRAPASKAH II (U); St.Alfonsus Toribo; Sta.Siblina Biscossi; St.Dimas;

Kel 3:1
Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb.

Kel 3:2
Lalu Malaikat TUHAN menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api.

Kel 3:3
Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?”

Kel 3:4
Ketika dilihat TUHAN, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.”

Kel 3:5
Lalu Ia berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.”

Kel 3:6
Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah.

Kel 3:7
Dan TUHAN berfirman: “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka.

Kel 3:8
Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus.

Kel 3:13
Lalu Musa berkata kepada Allah: “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? ?apakah yang harus kujawab kepada mereka?”

Kel 3:14
Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”

Kel 3:15
Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun.

.

Mzm 103:1
Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!

Mzm 103:2
Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

Mzm 103:3
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,

Mzm 103:4
Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,

Mzm 103:6
TUHAN menjalankan keadilan dan hukum bagi segala orang yang diperas.

Mzm 103:7
Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-kepada orang Israel.

Mzm 103:8
TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.

Mzm 103:11
tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;

.

1Kor 10:1
Aku mau, supaya kamu mengetahui, saudara-saudara, bahwa nenek moyang kita semua berada di bawah perlindungan awan dan bahwa mereka semua telah melintasi laut.

1Kor 10:2
Untuk menjadi pengikut Musa mereka semua telah dibaptis dalam awan dan dalam laut.

1Kor 10:3
Mereka semua makan makanan rohani yang sama

1Kor 10:4
dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus.

1Kor 10:5
Tetapi sungguhpun demikian Allah tidak berkenan kepada bagian yang terbesar dari mereka, karena mereka ditewaskan di padang gurun.

1Kor 10:6
Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, supaya jangan kita menginginkan hal-hal yang jahat seperti yang telah mereka perbuat,

1Kor 10:10
Dan janganlah bersungut-sungut, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka, sehingga mereka dibinasakan oleh malaikat maut.

1Kor 10:11
Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.

1Kor 10:12
Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!

.

Luk 13:1
Pada waktu itu datanglah kepada Yesus beberapa orang membawa kabar tentang orang-orang Galilea, yang darahnya dicampurkan Pilatus dengan darah korban yang mereka persembahkan.

Luk 13:2
Yesus menjawab mereka: “Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu?

Luk 13:3
Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.

Luk 13:4
Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem?

Luk 13:5
Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.”

Luk 13:6
Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: “Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya.

Luk 13:7
Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!

Luk 13:8
Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya,

Luk 13:9
mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”

.

Ibr 1:1
Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,

Ibr 1:2
maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

Ibr 1:3
Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

Ibr 1:4
jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.

Ibr 1:5
Karena kepada siapakah di antara malaikat-malaikat itu pernah Ia katakan: “Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini?” dan “Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan Ia akan menjadi Anak-Ku?”

Ibr 1:6
Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata: “Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.”

Ibr 1:7
Dan tentang malaikat-malaikat Ia berkata: “Yang membuat malaikat-malaikat-N menjadi badai dan pelayan-pelayan-Nya menjadi nyala api.”

Ibr 1:8
Tetapi tentang Anak Ia berkata: “Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.

Ibr 1:9
Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu.”

BACAAN OFISI – Renungan Harian Hari Ini dan Bacaan Injil 23 Maret 2025

Ibr 1:10
Dan: “Pada mulanya, ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu.

Ibr 1:11
Semuanya itu akan binasa, tetapi Engkau tetap ada, dan semuanya itu akan menjadi usang seperti pakaian;

Ibr 1:12
seperti jubah akan Engkau gulungkan mereka, dan seperti persalinan mereka akan diubah, tetapi Engkau tetap sama, dan tahun-tahun-Mu tidak berkesudahan.”

Ibr 1:13
Dan kepada siapakah di antara malaikat itu pernah Ia berkata: “Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu?”

Ibr 1:14
Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?

Ibr 2:1
Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.

Ibr 2:2
Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal,

Ibr 2:3
bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan

Ibr 2:4
Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya.

.

renungan harian hari ini

Dalam bacaan pertama, kita melihat perjumpaan antara Tuhan dan Musa di Taman Allah, ketika Musa melihat semak yang terbakar tapi tidak terbakar habis. Tuhan memanggil Musa menjadi pemimpin bagi umat-Nya yang tertindas di Mesir.

Meskipun Musa awalnya merasa tidak layak, Tuhan memberikan kekuatan dan janji-Nya kepada Musa. Dalam bacaan kedua, Paulus mengingatkan jemaat Korintus tentang peristiwa-peristiwa dalam sejarah Israel, seperti perjalanan mereka melintasi Laut Merah dan pemberontakan mereka di padang gurun.

Paulus menekankan pentingnya belajar dari kesalahan mereka dan berpegang pada iman yang benar, agar tidak jatuh dalam godaan dan dosa yang sama.

Yesus sendiri berbicara tentang dua peristiwa tragis: pembunuhan orang-orang Galilea oleh Pilatus dan insiden menara Siloam yang runtuh. Yesus mengajak pendengarnya untuk bertobat, karena hidup adalah kesempatan untuk bertumbuh dalam iman dan berbuah dalam hidup rohani.

Dia mengingatkan bahwa kita tidak boleh menganggap diri kita lebih baik dari orang lain, melainkan harus berbuah dengan baik agar kita tidak disia-siakan. Yesus mengajak kita untuk mengenal-Nya secara lebih dekat dan menerima panggilan-Nya.

Seperti Musa yang awalnya merasa tidak layak, kita pun mungkin merasa tidak mampu atau tidak pantas. Namun, Tuhan memberikan kekuatan-Nya kepada kita dan janji-Nya selalu ada jika kita hanya mau percaya dan taat.

Kita juga diajak untuk tidak mengulangi dosa dan godaan yang telah merusak hidup orang-orang sebelum kita. Tetaplah teguh dalam iman dan berpegang pada kebenaran firman Tuhan, agar kita tidak terjerumus dalam dosa dan kelemahan yang sama.

Hidup manusia rapuh dan penuh dengan ketidakpastian, kita tidak tahu kapan hidup kita akan berakhir. Oleh karena itu, marilah kita selalu siap untuk bertobat dan berbuah dalam hidup rohani.

.

Bapa, Engkau yang memanggil Musa dari semak yang menyala, memanggil kami juga untuk mendekat dan mendengarkan suara-Mu. Seperti Musa, kami sering merasa tidak layak, tidak mampu, dan penuh kelemahan. Namun, kami percaya bahwa ketika Engkau memanggil, Engkau juga memperlengkapi.

Berikan kami hati yang siap menerima panggilan-Mu. Jauhkan dari kami rasa takut dan keraguan yang menghalangi kami untuk melangkah dalam iman. Seperti Engkau menyertai Musa, sertailah kami juga dalam setiap tugas dan perjalanan hidup yang Engkau percayakan kepada kami.

Kami juga ingin belajar dari sejarah dan pengalaman umat-Mu di masa lalu. Jangan biarkan kami mengulangi kesalahan yang sama, jatuh dalam dosa yang sama, atau tersesat oleh keinginan duniawi. Biarlah iman kami tetap teguh, berakar dalam kebenaran firman-Mu, dan menghasilkan buah yang baik bagi kemuliaan-Mu.

Kami sadar, ya Tuhan, bahwa hidup ini penuh ketidakpastian. Kami tidak tahu kapan hari terakhir kami, tetapi kami ingin selalu siap. Bantulah kami untuk hidup dalam pertobatan yang sejati, menjauhi dosa, dan semakin mendekat kepada-Mu.

Biarlah hidup kami menjadi persembahan yang berkenan bagi-Mu. Pakailah kami sebagai alat kasih-Mu di dunia ini. Ajarlah kami untuk hidup dalam ketaatan, rendah hati menerima kehendak-Mu, dan berbuah dalam kebaikan serta kasih. Amin.

.

Ya Tuhan, terima kasih atas firman yang membantu kami mengenal-Mu dengan lebih dekat. Bantulah kami agar bertobat dan berbuah dalam hidup rohani. Amin.

Sumber: Ziarah Batin 2025, OBOR Indonesia

Baca Juga: Renungan Harian Hari Ini 22 Maret 2025
Baca Juga (KLIK): Doa Pagi Katolik Untuk Awali Hari Indahmu

You cannot copy content of this page